You are on page 1of 32

STELLA MARIS

KECAMATAN BIGUNG KABUPATEN KUTAI BARAT
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
PROFIL KLINIK
Nama • Klinik Pratama Stella Maris

Alamat • Jl. Mapai, Kompleks Biara PRR Linggang Bigung.

Telpon • 0813 4743 8390 / 0813 8612 7045/081255550418

Email • emmanuella_prr@yahoo.co.id/ysh.girl@gmail.com

Waktu Berdiri • 16 Agustus 2002

Pemilik • Konggregasi Putri Reinha Rosari
• Yayasan Sta. Maria Lourdes Larantuka Perwakilan
Pengelola
Kalimantan Timur.
Pemimpin • Sr. M. Emmanuella, PRR
Dapat ditempuh dengan 2 cara :
1. Perjalanan Udara dari
Balikpapan sekitar 30 menit,
penerbangan setiap hari 1x
2. Perjalanan Darat 12 jam dari
Balikpapan dengan
menggunakan travel, tersedia
setiap hari
MOTTO DAN VISI KLINIK

• “Senyum, Sapa, Kasihmu Menyembuhkan Aku”
MOTTO

• Menjadi Klinik Katolik yang berkomitmen
pada kehidupan didasari semangat Yesus
VISI Kristus Hamba Yahwe dan Maria Hamba Allah
Membentuk Sumber Daya Manusia yang disiplin, bertanggung jawab, dan
berkualitas didasari semangat cinta kasih.
Memelihara integritas etika kebijakan dan prosedur medis, sesuai etika dan
ajaran gereja katolik.
Membangun kerja sama yang baik, saling mendukung secara kedalam
maupun keluar.
Memberi pelayanan kesehatan terbaik, menyeluruh (Fisik, mental spiritual,
sosial, ekonomi dan berkualitas).
Melayani dengan tulus, sabar, lembut, ramah, dan santun serta menghargai
privasi pasien, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan.
Mendorong dan memotivasi pasien untuk hidup sehat baik individu,
keluarga, lingkungan dan masyarakat, melalui program home care, home
visite dan seminar hidup sehat.
Menciptakan dan memelihara lingkungan Klinik yang nyaman tenang
damai, dan inspiratif.
SEJARAH SINGKAT KLINIK

Berawal dari undangan Keuskupan Agung Samarinda pada tahun
2002 kemudian Kongregasi Putri Reinha Rosari ( PRR ) pada tanggal 1
Agustus tahun 2002 membulatkan tekad dan semangat untuk memulai
karya perutusan Kongregasi di Kabupaten Kutai Barat. Kongregasi
Putri Reinha Rosari ( PRR ) mulai merintis pembukaan komunitas baru
di Paroki Santo Yohanes Penginjil Linggang Melapeh oleh 3 suster
pertama yaitu Sr. M. Yerona, PRR, Sr. M. Yulian, PRR, dan Sr. Klarita,
PRR. Ketiga suster ini membawa misi kongregasi yaitu dalam bidang
Pastoral, Pendidikan dan Kesehatan
SEJARAH SINGKAT KLINIK

Pada tanggal 16 Agustus 2002, seorang suster perawat (Sr.

Klarita) membuka Balai Pengobatan tepatnya di Linggang

Bigung yang pada waktu itu menggunakan rumah bekas

seorang katekis stasi Linggang Bigung yang kemudian

direnovasi oleh Pastor Aloysius Baha, SVD.
SEJARAH SINGKAT KLINIK

Pelayanan ini dimulai dalam kesederhanaan dan kerelaan para
suster dalam melayani yang kemudian disambut dengan sangat
antusias oleh masyarakat setempat, dimana saat itu tidak memeiliki
dokter tetap, dokternya hanya datang sewaktu-waktu untuk visite
pasien ketika ada pasien rawat inap, selebihnya pelayanan
dilakukan oleh para suster dan tenaga kesehatan lain, termasuk
dalam hal terapi. Seiring waktu berjalan sekitar ±10 tahun, para
suster akhirnya dapat membangun gedung klinik baru dengan
bantuan pemerintah kabupaten Kutai Barat dan swadaya klinik.
Memiliki 2 unit Pelayanan
gedung yang tersedia
UGD 24 jam

RAWAT JALAN Rawat Jalan/Rawat Inap
Laboratorium
USG
Kebidanan
RAWAT INAP EKG
Apotek
Tenaga Kesehatan:
1. Dokter Umum: 3 orang
2. Dokter Spesialis Kandungan: 1 orang
3. Perawat: 4 orang
4. Bidan: 2 orang
5. Analis: 1 orang
6. Apoteker: 1 orang
Seiring berjalannya waktu, jumlah kunjungan pasien
baik rawat jalan maupun rawat inap sampai saat ini terus
mengalami peningkatan
Balai Pengobatan Stella Maris
yang lama
Klinik Pratama Stella Maris Baru
Gedung Rawat Inap
Ruang Rawat Inap
Kelas I Kelas II
Kelas III Anak
Gedung Rawat Jalan
UGD Ruang Pendaftaran
Ruang USG
Laboratorium
Ruang Bersalin (VK)

Ruang Nifas
Kongregasi PRR Kutai Barat bersama Alm.Pastor Stanislaus Maratmo MSF
Tim Dokter Umum Baksos 2018 bersama suster PRR
Tim Baksos 2018 bersama dr. Agus Sp.OG
POTENSI WISATA KUTAI BARAT
Taman Budaya Sendawar (Luuq 6 Etnis).

Taman Budaya Sendawar terletak ditengah pusat kota Sendawar yang terdiri
dari 6 Lamin Adat etnis sub suku Kutai/Melayu, Dayak Tunjung, Dayak Benuaq,
Dayak Aoheng/Penihing, Dayak Kenyah dan Dayak Bahau serta berfungsi
sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, atau showroom dari semua etnis Dayak
maupun Kutai yang ada di Kutai Barat.
Sumber Profil Daerah Kutai Barat 2017 & Gambar : google
Cagar Alam Kersik Luwai

Merupakan salah satu kawasan konservasi khususnya anggrek
Hitam (Coelogyne pandurata).

Sumber Profil Daerah Kutai Barat 2017 & Gambar : google
Jantur Inar

Sumber Profil Daerah Kutai Barat 2017 & Gambar : google
Danau Aco

Sumber Profil Daerah Kutai Barat 2017 & Gambar : google
Lamin Eheng

Rumah panjang (Lamin) suku Dayak Benuaq yang terdapat di desa Pepas Eheng Kec.Barong
Tongkok.Lamin Eheng mulai dibangun sekitar tahun 1963.Semula hanya terdiri dari tiga bilik
dan kini terdiri dari 8 bilik. Panjang lamin mencapai lebih dari 75 meter dengan lebar 12 meter
dan tinggi 2,5 meter. Jumlah penghuni yang tinggal di lamin ini kurang lebih 80 orang.

Sumber Profil Daerah Kutai Barat 2017 & Gambar : google
Upacara Adat Laliiq Ugaal

Upacara adat ini dilakukan
oleh masyarakat Dayak
Bahau setiap mengawali
musim menanam pagi
sebagai bentuk syukur
kepada Yang Maha Kuasa.
Melalui ritual Laliiq Ugaal
masyarakat yang
menjalankannya berharap
agar tanaman pertanian
tidak terserang hama &
panen yang dihasilkan
melimpah. Setiap tahun
acara ini dilakukan pada
bulan September

Sumber Profil Daerah Kutai Barat 2017 & Gambar : google
Beliatn

Beliatn merupakan ritual
untuk menyembuhkan
bermacam-macam
penyakit yang
diakibatkan gangguan
roh-roh jahat dan
penyakit lainnya. Ritual
ini banyak dijumpai
pada masyarakat Dayak
Benuaq dan Tunjung.
Terdapat beberapa jenis
Beliatn yaitu Bawo,
Sentiu, Kenyong, Nalitn
Tautn, Ngeragaq,
Banyukng dan Melas
Anak

Sumber Profil Daerah Kutai Barat 2017 & Gambar : google