You are on page 1of 10

Nama : Untea Amalia Cahyani

No. Absen /NPM : 29 / 4301160013


Kelas / Prodi : 4-02 / D-III Kebendaharaan Negara

LATIHAN SOAL BMN


1. Jelaskan bagaimana proses/langkah penilaian BMN!
Jawab :
Menurut PMK Nomor 111/PMK.06/2017 tentang Penilaian BMN Pasal 31 ayat (1) :
(1) Pelaksanaan Penilaian meliputi proses:
a. pengumpulan data awal;
 Tim Penilai Direktorat Jenderal mengumpulkan data awal.
 Data awal berasal dari data dan informasi yang disampaikan dalam
permohonan/penugasan Penilaian dan data dan/atau informasi
b. survei lapangan/pengumpulan data;
 Tim Penilai Direktorat Jenderal melakukan survei lapangan.
 Survei lapangan dapat dilakukan paling sedikit oleh 2 (dua) orang anggota Tim
Penilai Direktorat Jenderal
 Survei lapangan dilakukan untuk meneliti kondisi fisik dan lingkungan objek
Penilaian; atau objek Penilaian dan objek pembanding.
 Survei lapangan dilakukan dalam hal Penilaian menggunakan pendekatan data
pasar.
 Tata cara survei lapangan :
1. mencocokkan kebenaran data awal dengan kondisi objek Penilaian; dan
2. mengumpulkan data dan/atau informasi lain yang berkaitan dengan objek
Penilaian dan/ atau objek pembanding.
3. Hasil survei lapangan dituangkan dalam Berita Acara Survei Lapangan
c. analisis data;
 Data dan informasi yang diperoleh, baik dari berkas permohonan/ penugasan
maupun pada saat survei lapangan, digunakan sebagai dasar untuk
melakukan analisis.
 Faktor yang dipertimbangkan dalam analisis data objek Penilaian berupa
tanah meliputi antara lain
1. letak/lokasi, jenis, luas,
2. bentuk, ukuran, kontur, elevasi, drainase,
3. fasilitas umum, peruntukan area (zoning),
4. perizinan, dan dokumen legalitas.
 Faktor yang dipertimbangkan dalam analisis data objek Penilaian berupa
bangunan meliputi antara lain
1. tahun selesai dibangun,
2. tahun renovasi/restorasi,
3. konstruksi dan material,
4. luas, bentuk, tinggi, jumlah lantai,
5. model arsitektur,
6. kondisi bangunan secara umum,
7. kualitas konstruksi,
8. sarana pelengkap,
9. beban pajak,
10. dan penggunaan bangunan.
d. penentuan pendekatan Penilaian;
 pendekatan penilaian meliputi :
1. pendekatan data pasar
2. pendekatan biaya
3. pendekatan pendapatan
e. simpulan nilai; dan
 Hasil perhitungan nilai dengan menggunakan satu pendekatan Penilaian atau
hasil rekonsiliasi dituangkan dalam simpulan nilai.
 Simpulan nilai dicantumkan dalam satuan mata uang Rupiah.
 Dalam hal perhitungan nilai menggunakan satuan mata uang asing, dilakukan
konversi dalam satuan mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah
Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal Penilaian
f. penyusunan laporan Penilaian.
 Hasil Penilaian dituangkan dalam laporan Penilaian.
 Laporan Penilaian paling sedikit memuat:
a. uraian objek Penilaian;
b. tujuan Penilaian;
c. tanggal survei lapangan;
d. tanggal Penilaian;
e. hasil analisis data;
f. pendekatan Penilaian; dan
g. simpulan nilai.
 Dalam Bahasa Indonesia
 Tanggal Penilaian merupakan tanggal terakhir pelaksanaan survei lapangan
atas objek Penilaian.
NB :
Tambahan dari ppt, sebelum pengumpulan data awal dilakukan :
a. Identifikasi Permohonan/Penugasan Penilaian
 kelengkapan data dan informasi permohonan/penugasan Penilaian; dan
 kebenaran formal data dan informasi permohonan/penugasan Penilaian.
b. Penentuan Tujuan Penilaian
 Tim Penilai Direktorat Jenderal menentukan tujuan Penilaian berdasarkan
permohonan Penilaian dan ketentuan yang berlaku

2. Apa tujuan penilaian BMN? serta jelaskan jenis-jenis metode pendekatan


penilaian BMN!
Jawab :
Menurut PMK Nomor 111/PMK.06/2017 tentang Penilaian BMN Pasal 4, tujuan penilaian
BMN meliputi :
(1) Penilaian Barang Milik Negara dilakukan untuk :
a. penyusunan neraca Pemerintah Pusat;
b. Pemanfaatan;
c. Pemindahtanganan; atau
d. pelaksanaan kegiatan lain sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan,
antara lain Surat Berharga Syariah Negara.
(2) Penilaian Barang Milik Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan
untuk mendapatkan Nilai Wajar.
(3) Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Penilaian dalam
rangka Pemanfaatan Barang Milik Negara dalam bentuk sewa dilaksanakan untuk
mendapatkan Nilai Wajar atas Sewa.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai teknis penentuan Nilai Wajar atas Sewa sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal.
Menurut PMK Nomor 111/PMK.06/2017 tentang Penilaian BMN Pasal 32 Ayat (1), Penilaian
dilakukan dengan menggunakan metode :
a. pendekatan data pasar;
merupakan pendekatan penilaian dengan mengestimasi nilai objek penilaian dengan
cara mempertimbangkan data penjualan dan/atau data penawaran dari objek
pembanding sejenis atau pengganti dan data pasar yang terkait melalui proses
perbandingan.
Contoh : penilaian properti umum atau yang banyak diperjualbelikan di pasar seperti
rumah dan ruko.
b. pendekatan biaya; dan/atau
merupakan pendekatan penilaian dengan mengestimasi nilai objek penilaian dengan
cara menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk membuat/memperoleh objek
penilaian atau penggantinya pada waktu penilaian dilakukan kemudian dikurangi
dengan penyusutan fisik atau penyusutan teknis, keusangan fungsional, dan/atau
keusangan ekonomis.
Contoh : penilaian properti yang memiliki kharakteristik khusus sehingga jarang atau
tidak ditransaksikan di pasar.
c. pendekatan pendapatan.
merupakan pendekatan penilaian yang dilakukan untuk mengestimasi nilai objek
penilaian dengan cara mempertimbangkan pendapatan dan biaya yang berhubungan
dengan objek penilaian melalui proses kapitalisasi langsung atau pendiskontoan.
Contoh : penilaian kapal, pesawat, dan alat berat.
3. Sebutkan dan jelaskan jenis pemindahtanganan BMN!
Jawab :
Menurut PMK Nomor 111/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemindahtanganan
BMN Pasal 3, bentuk pemindahtanganan dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :
a. Penjualan
Pengalihan kepemilikan BMN kepada pihak lain dengan menerima penggantian dalam
bentuk uang. BMN yang dapat dijual berupa tanah dan/atau bangunan di Pengelola
Barang, tanah dan/atau bangunan di Pengguna Barang, serta selain tanah dan/atau
bangunan di Pengguna Barang. Penjualan dilakukan secara lelang atau tanpa melalui
lelang bagi BMN yang bersifat khusus. Penjualan dapat dilakukan selama tidak
mengganggu tusi pemerintahan.
b. Tukar Menukar
Pengalihan kepemilikan BMN yang dilakukan antara pemerintah pusat dengan
pemerintah daerah atau dengan pihak lain, dengan menerima penggantian dalam bentuk
barang, sekurang-kurangnya dengan nilai seimbang. BMN yang dapat dilakukan tukar
menukar berupa tanah dan/atau bangunan di Pengelola Barang, tanah dan/atau
bangunan di Pengguna Barang, serta selain tanah dan/atau bangunan di Pengguna
Barang.
c. Hibah
Pengalihan kepemilikan BMN dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah atau
kepada pihak lain tanpa memperoleh penggantian. BMN yang dapat dihibahkan berupa
tanah dan/atau bangunan di Pengelola Barang, tanah dan/atau bangunan di Pengguna
Barang, serta selain tanah dan/atau bangunan di Pengguna Barang. Hibah dilakukan
dengan tujuan kepentingan sosial, budaya, keagamaan, kemanusiaan, pendidikan yang
bersifat non komersial, serta mendukung penyelenggaraan pemerintahan negara/
daerah. Syarat BMN yang dapat dihibahkan adalah bukan merupakan barang rahasia
negara, barang yang menguasai hajat hidup orang banyak, dan tidak diperlukan dalam
penyelenggaraan tugas dan fungsi dan penyelenggaraan pemerintahan negara/daerah.
d. Penyertaan Modal Pemerintah Pusat
Pengalihan kepemilikan BMN dari semula kekayaan negara yang tidak dipisahkan
menjadi kekayaan negara yang dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai modal/saham
negara pada BUMN, BUMD, atau Badan Hukum lain yang dimiliki Negara/Daerah.
BMN yang dapat dilakukan PMP berupa tanah dan/atau bangunan di Pengelola Barang,
tanah dan/atau bangunan di Pengguna Barang yang dari awal pengadaan sudah
direncanakan untuk PMP, serta selain tanah dan/atau bangunan di Pengguna Barang.
Tujuan PMP untuk pendirian, pengembangan, dan peningkatan kinerja BUMN atau
badan hukum lainnya milik Negara.

4. Apa yang menjadi latar belakang dilakukannya pemusnahan BMN?


Jawab :
Menurut PMK Nomor 83/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemusnahan dan
Penghapusan BMN Pasal 6 ayat (1), pemusnahan BMN dilakukan dalam hal :
a. BMN tidak dapat digunakan, tidak dimanfaatkan, dan/ a tau tidak dipindahtangankan;
atau
b. terdapat alasan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

5. Sebutkan jenis-jenis pemusnahan BMN!


Jawab :
Menurut PMK Nomor 83/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemusnahan dan
Penghapusan BMN Pasal 6 ayat (2), pemusnahan BMN dilakukan dengan :
a. dibakar;
b. dihancurkan;
c. ditimbun;
d. ditenggelamkan;
e. dirobohkan; atau
f. cara lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

6. Penghapusan BMN dapat dilakukan karena beberapa alasan, sebutkan!


Jawab :
Menurut PMK Nomor 83/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemusnahan dan
Penghapusan BMN Pasal 15-17, penghapusan BMN :
a. Penghapusan BMN dari Daftar Barang Pengelola, karena :
 penyerahan kepada Pengguna Barang;
 Pemindahtanganan;
 adanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan
sudah tidak ada upaya hukum lainnya;
 menjalankan ketentuan peraturan perundangundangan;
 Pemusnahan; atau
 sebab-sebab lain.
b. Penghapusan BMN dari Daftar Barang Pengguna dan/ atau Daftar Barang Kuasa
Pengguna, karena :
 penyerahan kepada Pengelola Barang;
 pengalihan status penggunaan BMN kepada Pengguna Barang lain;
 Pemindahtanganan;
 adanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan
sudah tidak ada upaya hukum lainnya;
 menjalankan ketentuan peraturan perundangundangan;
 Pemusnahan; atau
 sebab-sebab lain.
c. Penghapusan BMN dari Daftar Barang Milik Negara, karena :
 Penghapusan BMN dari Daftar Barang Pengelola;
 Penghapusan BMN dari Daftar Barang Pengguna dan/ atau Daftar Barang Kuasa
Pengguna.

7. Apa pengetian penatausahaan BMN? Sebutkan 3 jenis kegiatan utama


penatausahaan BMN dan beri penjelasan secukupnya!
Jawab :
Menurut PMK Nomor 181/PMK.06/2016 tentang Penatausahaan BMN Pasal 1 Angka 7,
Penatausahaan adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan, inventarisasi, dan
pelaporan BMN sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Menurut Pasal 3,
ruang lingkup kegiatan Penatausahaan BMN meliputi :
a. Pembukuan, yang terdiri atas kegiatan pendaftaran dan pencatatan BMN ke dalam
Daftar Barang;
b. Inventarisasi, yang terdiri atas kegiatan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil
pendataan BMN; dan
c. Pelaporan, yang terdiri atas kegiatan penyusunan dan penyampaian data dan informasi
BMN secara semesteran dan tahunan.
8. Apa pengertian pengelolaan BMD? Sebutkan dasar hukum serta apa saja yang
menjadi lingkup pengelolaan BMD berikut pengertiannya masing-masing!
Jawab :
Menurut Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan BMD Pasal 1
Angka 28, Pengelolaan Barang Milik Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi
perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan,
pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan,
penatausahaan dan pembinaan, pengawasan dan pengendalian.
Ruang lingkup pengelolaan BMN terdiri dari 11, yaitu :
1. Perencanaan kebutuhan dan penganggaran;
Kegiatan merumuskan rincian kebutuhan BMD untuk menghubungkan pengadaan
barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam
melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang.
2. Pengadaan;
Kegiatan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan barang daerah dan jasa.
3. Penggunaan;
Kegiatan yang dilakukan oleh pengguna/kuasa pengguna dalam mengelola dan
menatausahakan BMD sesuai dengan Tusi (SKPD) yang bersangkutan
4. Pemanfaatan;
Pendayagunaan BMD yang tidak dipergunakan sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD
dalam bentuk pinjam pakai, sewa, kerjasama pemanfaatan, bangun guna serah, bangun
serah guna dengan tidak merubah status kepemilikan.
5. Pengamanan dan pemeliharaan;
 Pengamanan merupakan kegiatan/tindakan pengendalian dan penertiban dalam
upaya pengurusan barang milik daerah secara fisik, administratif dan tindakan
hukum.
 Pemeliharaan merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam
kedaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna.
6. Penilaian;
Suatu proses kegiatan penelitian yang selektif didasarkan pada data/fakta yang
obyektif dan relevan dengan menggunakan metode/teknis tertentu untuk memperoleh
nilai barang milik daerah.
7. Pemindahtanganan;
Pengalihan kepemilikan barang milik daerah.
8. Pemusnahan;
Tindakan memusnahkan fisik dan/atau kegunaan barang milik daerah.
9. Penghapusan;
Tindakan menghapus BMD dari daftar barang dengan menerbitkan keputusan dari
pejabat yang berwenang untuk membebaskan Pengelola Barang, Pengguna Barang
dan/atau Kuasa Pengguna Barang dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas
barang yang berada dalam penguasaannya.
10. Penatausahaan;
Rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan, inventarisasi dan pelaporan barang
milik daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
11. Pembinaan, pengawasan dan pengendalian
 Menteri Dalam Negeri melakukan pembinaan pengelolaan BMD.
 Kepala Daerah melakukan pengendalian pengelolaan BMD.
 Pengguna Barang melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan,
pemanfaatan, pemindahtanganan, penatausahaan, pemeliharaan, dan pengamanan
BMD yang berada di bawah penguasaannya.
 Pengguna dan Kuasa Pengguna Barang dapat meminta aparat pengawas fungsional
untuk melakukan audit tindak lanjut hasil pemantauan dan penertiban.

9. Pembinaan dan pengawasan BMN sangat penting. Sebutkan jenis jenis wasdal
yang dilakukan oleh pengguna barang dan pengelola barang!
Jawab :
Menurut PMK Nomor 52/PMK.06/2016 tentang Perubahan atas PMK Nomor
244/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian BMN Pasal
2-3, ruang lingkup pengawasan dan pengendalian :
(1) Yang dilakukan oleh Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang :
 Pemantauan, dan
 Penertiban
Pemantauan dan penertiban yang dilakukan oleh Pengguna Barang/Kuasa Pengguna
Barang, meliputi pelaksanaan pelaksanaan :
a. Penggunaan,
b. Pemanfaatan,
c. Pemindahtanganan,
d. Penatausahaan, dan
e. Pemeliharaan dan pengamanan, atas BMN yang berada di bawah penguasaannya.
(2) Yang dilakukan oleh Pengelola Barang :
 Pemantauan, dan
 Investigasi
Pemantauan dan investigasi yang dilakukan oleh Pengelola Barang, meliputi
pelaksanaan :
a. Penggunaan BMN,
b. Pemanfaatan BMN, dan
c. Pemindahtanganan BMN.

10. Hal-hal apa yang harus dilakukan pemerintah atau satker dalam rangka wasdal
agar BMN tidak dikuasai pihak yang tidak berhak!
Jawab :
Menurut PMK Nomor 52/PMK.06/2016 tentang Perubahan atas PMK Nomor
244/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian BMN Pasal
22, upaya penertiban dilakukan dengan menjaga dan mengamankan BMN dari Penggunaan
dan/atau Pemanfaatan oleh pihak yang tidak berhak, antara lain dengan memasang tanda
penguasaan tanah milik negara, melakukan pemagaran, dan menitipkan BMN dimaksud
kepada aparat pemerintah seperti Kepala Desa, Lurah dan/atau Camat setempat.