Laporan Praktikum Pengemasan Pangan

Hari / Tanggal : Kamis / 4 Maret 2010 PJP Asisten Kelompok : Ir. Dwi Yuni Hastuti, DEA. : Tomi Ertanto : 4 B P2

IDENTIFIKASI KEMASAN PANGAN

Nama 1. Dewi Anggriani 2. Fenny Septiana 3. Hayun Sumirat 4. Novia Ardiliawati 5. Sandika Erlangga 6. Tri Purwanti

NIM J3E109099 J3E109062 J3E109113 J3E109004 J3E109118 J3E109019

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

Teknologi pengemasan berkembang pesat sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Saat ini meskipun kemasan alami masih juga digunakan. informasi komposisi dan promosi). identifikasi produk. Berbagai jenis material kemasan sintetis bahan pangan yang beredar di masyarakat. Kemasan modern yang telah digunakan . kaca.BAB I PENDAHULUAN A. misalnya kertas. kulit binatang. memperbaiki tampilan. Latar Belakang Pengemasan telah ada sejak 4000 SM. kontaminasi dan penyebab kerusakan pangan) dan aspek pemasaran (mempertahankan mutu. tulang. Pada awalnya pengemasan dilakukan untuk mengatasi aspek penanganan pangan. cita rasa. apapun yang mereka peroleh dari perburuan hewan dan tanaman liar biasanya dikonsumsi hingga persediaan di suatu lokasi habis. Lalu mereka berpindah ke tempat lain dengan membawa bekal makanan sekedarnya yang dikemas dalam kemasan alami yang mereka temukan pada saat itu di sekitar lokasi pemukiman mereka. sehingga penggunaannya juga didasarkan pada kecocokan dengan sifat bahan pangan yang dikemas. Revolusi industri yang telah mengubah tatanan hidup manusia ke arah kehidupan yang lebih modern. pelepah dan daun-daunan. Pada zaman kehidupan manusia masih mengembara (nomaden). dimulai dengan kemasan alami yang berasal dari bahan-bahan yang terdapat di alam seperti tanah liat. kaleng dan plastik mempunyai keunggulan dan kelemahan tertentu. telah pula mengubah teknologi kemasan hingga mencakup aspek perlindungan pangan (mutu nutrisi. buluh bambu. namun telah banyak berkembang kemasan yang termasuk dalam kelompok kemasan sintetis dan kemasan modern.

cara terjadinya kerusakan harus diteliti serta cara distribusinya. kemudahan. Hal ini dimaksudkan agar produk dapat terhindar dari pencemaran (senyawa kimia dan mikroba). Oleh karena itu untuk setiap pengemasan pangan yang harus diperhatikan adalah faktor dari ketahanan produk terhadap kerusakan dan kebusukan. Namun kemasan pada makanan ternyata juga mempunyai fungsi kesehatan. Kemasan merupakan salah satu cara atau metode untuk memberikan perlindungan pada pangan yang telah dihasilkan baik dalam bentuk bungkusan maupun menempatkan produk ke dalam suatu wadah. kemasan dengan variasi atmosfir di dalamnya atau kemasan yang diaplikasikan dengan penyimpanan suhu rendah. frekuensi pemakaian. dan gangguan binatang seperti serangga. kemasan makanan hanya sekadar dianggap pembungkus makanan dan pelindung makanan. . sifat kekakuan bahan kemas. getaran dan bentura). senyawa lingkungan (oksigen.uap air). Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. sifat dan daya tahan produk. dan informasi. Bagi sebagian besar orang. struktur sitem kemasan. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan. promosi. baik sebagai pengemas primer (langsung kontak dengan bahan yang dikemas) maupun sekunder. sifat perlindungan kemasan serta keunggulan kemasan.untuk mengemas bahan pangan antara lain kemasan aseptik. pengawetan. tersier dan seterusnya. sehingga mutu dan keamanan produk tetap terjaga serta dapat disimpan dalam kurun waktu yang lebih lama. Adapun dalam praktikum ini akan dilakukan identifikasi terhadap berbagai pengemasan pangan. kerusakan akibat fisik (gesekan. Identifikasi ini didasarkan pada pengelompokkan berdasakan jenis kemasan.

B. mampu meminimalisi kerusakan akibat kemasan pangan yang salah penanganannya. . serta mampu untuk kedepanya mendesain kemasan produk pangan. Tujuan Praktikum Praktikum identifikasi kemasan pangan ini dilakukan dengan tujuan agar mahasiswa dapat melakukan identifikasi pada setiap kemasan pangan berdasarkan sifat dan bahan dari produk tersebut yang dikemas.

Tuna Kaleng 27. 4. 5. Kopi 15. 9. Cookies 13. 3. Bubur Instan 22. type. Keripik Buah 25. Air Mineral Gelas Minuman Berisotonik Minuman Berenergi Teh Botol 10. Biskuit Jangkrik 26. Wafer Roll . 7. dengan dasar identifikasi mengetahui jenis. Potato Beef 28. Kacang Bali 23. produk serta yang paling utama yaitu mengetahui fungsi dari kemasan produk pangan itu sendiri. Keripik Kentang 18. Kornet 20. Cokelat Putih 11. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat penginderaan penglihatan. 8. Air Mineral Botol Jus Buah Teh Hijau Caprisone Sari Kacang Hijau 2.BAB II METODOLOGI A. Teh Cina 14. Susu Kental Manis 17. Sedangkan bahan yang digunakan akan disajikan dalam tabel di bawah ini: Tabel 1 Daftar berbagai produk dalam kemasan 1. Selai 12. Saus Sambal 21. Minuman Bervitamin 16. Sarden 19. Mie Wortel 24. 6.

frekuensi pemakaian. Isi kerangka acuan yang diberikan dosen. yang diantaranya berisikan data kemasan berdasarkan jenis kemasan. kondisi thermal.B. Setiap praktikan duduk dalam kelompoknya masing-masing. dimana setiap meja kelompok memiliki kemasan pangan yang berbeda jenis dan bentuknya. Lakukan identifikasi pada setiap produk kemasan pangan. Masing-masing kelompok berpindah ke meja kelompok lain untuk melakukan identifikasi pada produk kemasan pangan berikutnya. keunggulan serta keterangan produk. 3. sifat produk. . Metode Langkah-langkah yang dilakukan oleh setiap praktikan dalam praktikum adalah sebagai berikut: 1. type. 2. 4.

Hasil .B III HASIL DAN PEMBAHASAN A.

diperoleh 5 jenis pengelompokkan kemasan. cahaya dan mikroba walaupun perlindungan yang diberikan kecil. dengan kata lain kertas memiliki permeabilitas uap air yang tinggi. Oleh karena itu biasanya beberapa bungkus kertas dapat dilapisi lagi dengan plastik ataupun alumnunium foil untuk menutupi kekurangan dari sifat kertas tersebut. Di dalam . karena sifat kertas yang mudah sobek dan rusak bila terkena air. dengan demikian dibutuhkan pemikiran dan perhatian yang lebih besar dari pada yang biasa diketahui. Hal ini disebabkan karena kemasan kertas sebagai kemasan sekunder dapat melindungi kemasan primer dan produk dari benturan. Secara umum. terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. tidak tahan suhu tinggi serta untuk kemasan kertas primer. Di dalam praktikum ini. Pembahasan Pengemasan merupakan suatu cara dalam memberikan kondisi sekililing yang tepat bagi bahan pangan. besarnya proteksi yang diberikan oleh kemasan kertas sebagai kemasan sekunder tergantung dari jenis kertas yang digunakan. Kemasan kertas Kemasan kertas digunakan untuk mengemas produk pangan yang bersifat kering. Namun. seperti pada bungkus coklat Sileverqueen. diantaranya adalah: 1. Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan. fungsi kemasan kertas sebagai kemasan primer tidak dapat melindungi dari benturan. kemasan kertas lebih banyak digunakan sebagai kemasan sekunder daripada kemasan primer. tidak dapat memproteksi produk yang mengandung lemak. cenderung bersifat semi kaku. Dari pengamatan yang telah dilakukan. Selain itu kemasan kertas tergolong disposible atau kemasan sekali pakai.B.

Kertas ini berbahaya karena sudah ditambahkan bahan pemutih (chlorine). kecap. 2. Penggunaan kertas yang telah diputihkan dan sering digunakan sebagai pembungkus teh celup juga berbahaya bagi tubuh. saraf dan tulang. hati. Dalam praktikum ini beberapa produk kemasan yang tergolong kemasan gelas yaitu botol Saus Sambal. taoco. minuman bervitamin. terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. serta selai. Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan. dan lain-lain. Gelas banyak digunakan untuk mengemas minuman ataupun makanan yang telah diproses melalui proses fermentasi seperti acar. Kelebihan kemasan ini yaitu multitrip atau dapat dipakai berkali-kali. saraf dan tulang. Kemasan gelas . Kemasan gelas dapat melindungi produk dari benturan yang tidak terlalu keras. minuman berenergi. Di dalam tubuh manusia. Permeab ilitas dari kemasan gelas rendah karena dapat mellindungi produk dari uap air dan udara. timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain. otak. otak. dan kedap cahaya jika kemasan tersebut berwarna (tidak transparan). seperti: ginjal. kaku (rigid). suatu unsur yang dapat menimbulkan kanker. Namun. Kemasan gelas Kemasan gelas merupakan bahan pengemas yang aman. hati. suatu senyawa racun yang berbahaya bagi kesehatan kita. seperti: ginjal. kelemahan dari kemasan gelas yaitu mahal dan mudah pecah. Bila terkena suhu tinggi akan menghasilkan dioksin. tahan suhu tinggi.tubuh manusia. minuman berisotonik. timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain.

tidak mudah pecah. yaitu kemasan kedap cahaya dan tembus cahaya. karena paparan langsung cahaya dapat merusak gizi dan isi kandungan produk. 3. Pada umumnya. tidak korosif. kemasan plastik digunakan sebagai kemasan primer. plastik merupakan bahan kemasan yang paling populer dan sangat luas penggunaannya. Produsen sengaja membuat transparan karena ingin menonjolkan isi kemasan yang merupakan salah satu keunggulan produk. kelebihan lain dari kemasan gelas yaitu aman untuk produk yang bersifat asam serta dapat melindungi produk dari kontaminasi mikroba. bentuk laminasi (dapat dikombinasikan dengan bahan kemasan lain). transparan (tembus pandang). kecuali produk yang menggunakan tekhnik MAP (modified atmosphere packaging). dapat mencemari produk (migrasi komponen monomer) yang beresiko . Selanjutnya. Bahan kemasan ini memiliki berbagai keunggulan yakni. Kemasan plastik Di antara bahan kemasan lainnya. plastik juga mempunyai kelemahan. sedikit melindungi produk pangan dari benturan.dapat dibagi 2. fleksibel (dapat mengikuti bentuk produk). Namun kemajuan teknologi dapat ditunjukkan oleh botol minuman bervitamin. karena walaupun kemasan gelas yang transparan. Contoh dari kemasan ini yaitu saus dan selai. Kemasan tembus cahaya cenderung berwarna transparan. Sedangkan untuk kemasan gelas kedap cahaya biasanya digunakan untuk produk yang sensitive terhadap cahaya. yakni tidak tahan panas. disamping memiliki berbagai kelebihan yang tidak dimiliki oleh bahan kemasan lainnya. isi kandungan produk tersebut tidak akan rusak oleh cahaya. disposible ataupun semi disposible . Kemasan gelas tersebut sengaja dibuat berwarna agar vitamin B didalamnya tidak tekontaminasi. dan harganya relatif terjangkau. Misalnya yaitu dalam kemasan minuman berenergi. Selain itu.

Pada bagian bawah botol plastik selalu ada nomor dalam tanda segitiga panah melingkar. penyimpanan. Hal ini dikarena permeabilitas uap air plastik tinggi. Polimer plastik yang tidak mudah terurai secara alami mengakibatkan terjadinya penumpukan limbah dan menjadi penyebab pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. dan distribusi. Karena dalam pembuatan plastik sering digunakan bahan tambahan (aditif) untuk memperbaiki sifat plastik. Contohnya yaitu dalam produk wafer. keripik kentang ataupun keripik buah. Selain itu. Contoh produk yang dikemas dalam kemasan plastik dalam praktikum yaitu berbagai jenis air minum mineral serta makanan ringan. untuk menjaga agar produk tersebut tetap garing dan renyah. Dalam beberapa kemasan. bahan dasarnya tidak dapat diperbarui karena berasal dari hasil samping pengambilan bahan bakar minyak bumi. Dalam plastik juga ada monomer yang tidak ikut dalam rantai polimer. Nomor-nomor tersebut merupakan jenis plastik yang digunakan membuat wadah. Adapun tanda panah melingkar merupakan .dalam keamanan dan kesehatan konsumen. bahan-bahan kimia tersebut dapat pindah dari kemasan ke bahan makanan yang dikemas. Namun tidak semua jenis kemasan plastik berbahaya. sehingga harus dilapisi dengan alumunium foil yang memiliki permeabilitas uap air yang lebih rendah. serta termasuk bahan non biodegredable yaitu bahan yang tidak dapat dihancurkan dengan cepat dan alami. bahan kemasan plastik telah menimbulkan permasalahan cukup serius. transportasi. Saat ini. plastik seringkali dilapisi lagi dengan alumunium foil. Pada waktu pewadahan. Monomer dan aditif tersebut ada yang membahayakan kesehatan manusia. Selain itu. penggunaan plastik sebagai kemasan produk pangan juga berdampak buruk bagi kesehatan. Kondisi demikian menyebabkan bahan kemasan plastik tidak dapat dipertahankan penggunaannya secara meluas karena akan menambah persoalan lingkungan dan kesehatan diwaktu mendatang.

. botol jus. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap). pada kenyataannya tidak semua plastik dapat didaur ulang dan digunakan kembali seperti penggunaan semula. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. LDPE (low density polyethylene) Biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. #2.tanda daur ulang. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. #4. Adapun arti dari segitiga panah melingkar dan nomor-nomor yang terdapat di bawah produk plastic adalah : . dan botol-botol. #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian. Sama seperti #1 PET. Tetapi. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) #1. HDPE (high density polyethylene) Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. #3. Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih / transparan / tembus pandang seperti botol air mineral. dan hampir semua botol minuman lainnya. hati dan berat badan. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. V atau PVC (polyvinyl chloride) PVC adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal.

Kemasan kaleng Kemasan kaleng dapat melindungi produk dari benturan dengan baik. kaku. PS (polystyrene) Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam. . PP (polypropylene) Plastik jenis ini adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan. Bahan polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. 4. dengan permeabilitas yang rendah. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Other (biasanya polycarbonate) Biasa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Kemasan kaleng termasuk dalam kemasan multitrip. Bahan styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. dll. asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. #6. Hindari bahan plastik Polycarbonate. #7.#5. Selain tempat makanan. tempat minum sekali pakai. styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik. dapat menjadi kemasan primer ataupun sekunder.

Kebutuhan terhadap daya simpan isi kaleng salah satunya ditentukan oleh sifat korosif produk. Yakni kurang lebih l5 menit untuk menghindarkan adanya Escherichia coli yang sangat mematikan. Beberapa faktor yang menentukan terjadinya pembentukan karat pada bagian dalam kaleng antara lain sifat b ahan pangan. beberapa bahan belerang. Spesifikasi kaleng untuk mengemas pangan ditentukan oleh dua kebutuhan yaitu kebutuhan akan kekuatan yang dimiliki wadah dan daya simpan yang dimiliki oleh produk dalam kaleng. two pieces lebih kuat dari three pieces. zat warna antosianin. . Untuk mengemas produk pangan. korosi dapat disebabkan oleh kontak langsung antara produk dan permukaan kaleng. pemacu pembentukan karat seperti nitrat. keripik. banyaknya sisa oksigen dalam bahan pangan. Kaleng logam lebih kuat menahan benturan dari kaleng alumunium. kornet. maka bagian dalam kaleng (sebagaimana halnya bagian luar kaleng) harus bersifat tahan korosi (karat). Namun demikian bila kita akan mengonsumsi makanan yang dikemas dalam kaleng ini perlu melakukan pemanasan ulang. biskut.juga dapat melindungi produk yang mengandung lemak dan mencegah masuknya cahaya serta kontaminasi mikroba. Pada bagian dalam kaleng. tidak penyok dan tidak bocor. Dimana. suhu dan waktu penyimpanan. serta beberapa faktor yang berasal dari bahan kemas. maupun minuman ringan. Jenis kemasan ini cocok untuk produk yang menginginkan kondisi permeabilitas yang rendah. Kemasan kaleng dari bahan dasar pembuatnya dibagi menjadi kaleng alumunium dan kaleng logam. khususnya pada ruang udara (head space). Kaleng yang dipergunakan untuk mengemas makanan itu cukup aman sebatas tidak berkarat. Kemasan kaleng terbagi menjadi 2 jenis. terutama pH. Karena two pieces memiliki sambungan lebih sedikit dari three pieces sehingga resiko kebocoran produk pangan lebih kecil. seperti berat lapisan timah. yaitu two pieces dan three pieces. seperti sarden.

agar kesegaran susu. 5. dan memberikan proteksi yang tinggi dari masuknya cahaya dan kontaminasi mikroba. tekstur. yaitu kemasan yang di bagian bawahnya datar yang memberikan kekokohan untuk kemasan untuk berdiri. karton/kertas. jenis lapisan dan lain sebagainya. Kemasan campuran Kemasan campuran contohnya adalah tetra pack. rasa. serta jus buah. polietilen lagi. Dimana. efektifitas perlakuan pada permukaan lapisan. Keunggulan kemasan tetra pack menggunakan teknologi aseptic dan tahan kodisi thermal. Contoh produk yang menggunakan kemasan ini yaitu berbagai jenis minuman yang memerlukan kondisi thermal seperti susu. dan kandungan nutrisi alami dapat dijaga serta dipertahankan. aluminium foil. sari buah. . teh. Dimana kemasan tetra pack mempunyai enam lapisan. Ada kemasan tetra pack combibloc.macam dan komposisi lapisan baja dasar. yaitu polietilen. biasa digunakan dalam produk UHT (susu dan sari buah). Kemasan ini cukup melindungi produk dari benturan dengan permeabilitas yang sedang. dan m-polietilen. adhesive polymer. warna.

promosi. dapat digunakan 2-3 kali pakai (semi disposable). yaitu 1. Kemasan ini dapat terbagi menjadi dua. Kemasan kertas Umumnya kemasan kertas digunakan sebagai kemasan sekunder. ekonomi. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dik emasnya. Namun kemasan pada makanan ternyata juga mempunyai fungsi lain seperti pengawetan. presentasi. hanya bisa digunakan sekali pakai (disposible). dapat melindungi dari cahaya dan suhu tinggi. Kemasan gelas Biasanya untuk kemasan primer. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan. karena memiliki permeabilitas uap air/ gas yang tinggi. Oleh karena itu setiap pangan yang akan dikemas harus diperhatikan dari sifat dan kondisi produk serta kemasannya agar tidak cepat terjadi kerusakan dan produk tertap terjaga mutu dan kualitasnya. yaitu kedap cahaya dan tembus cahaya. . tidak mempunyai ketahanan terhadap cahaya dan mikroba dan hanya bisa memberikan perlindungan secara mekanik. Berikut ini adalah penggolongan jenis-jenis kemasan yang telah di identifikasi yang terdiri dari 5 jenis. Sifat kekakuannya fleksibel. informasi tentang produk. dapat melindungi produk dari benturan yang tidak terlalu keras dan permeabilitas rendah semi kaku. dan keramahan lingkungan.BAB IV KESIMPULAN Pengemasan pangan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dan pewadah makanan saja. 2. kenyamanan. komunikasi brand. serta tidak dapat melalui proses thermal. dapat melindungi dari kontaminasi mikroba serta dapat melaui proses thermal.

tahan terhadap suhu tinggi. dan cukup melindungi dari masuknya cahaya dan mikroba. . dapat melalui proses thermal serta juga dapat melindungi produk yang mengandung lemak dan mencegah masuknya cahaya serta kontaminasi mikroba. kaku. kecuali produk yang menggunakan tekhnik MAP (modified atmosphere packaging). tidak melalui proses thermal. dengan permeabilitas yang rendah. namun pada umumnya merupakan kemasan primer. disposible. Cukup melindungi produk dari benturan dengan permeabilitas yang sedang.3. disposible. Kemasan plastik Tingkat proteksi yang diberikan kemasan plastik berbeda tergantung jenisnya. melindungi produk dari benturan dengan baik. Serta bersifat fleksibel. multitrip. Kemasan campuran Kemasan berlapis yang berfungsi sebagai kemasan primer. sedikit melindungi produk pangan dari benturan. melindungi produk yang mengandung lemak. dapat melalui proses thermal serta dapat memberikan proteksi yang tinggi dari masuknya cahaya dan kontaminasi mikroba. 5. Kemasan kaleng Bisa digunakan sebagai kemasan primer atau sekunder. semi kaku. 4.

http://dinkesbonebolango. Elvira. Bahaya Kemasan Kertas.DAFTAR PUSTAKA Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan. Hadi. Jangan Gunakan Sembarangan http://www.scribd. Jakarta : UI-Press Syamsir. http://id. Teguh..com/doc/15708321 [06 Maret 2008] Pangan. http://id.A . 2008. Kenali Logo Kemasan Plastik. Mengenal Enamel pada Kemasan Kaleng. Keamanan dalam Pengemasan Pangan.org/index.cfm?refid=77083 [06 Maret 2010] Buckle. Bijak dalam Menggunakan Kemasan http://www. 2009. Sofyan.com/medicineand-health/1627352-bahaya-kemasan-kertas/ [09 Maret 2010] . 2007.healthobservatory. 2008. 1987. K.com/exact-sciences/1798838-mengenal-enamel-padakemasan-kaleng/ [07 Maret 2009] Vedder.shvoong.php [06 Maret 2010] Efriza. 2008.shvoong.org/library. Ilmu Pangan. dkk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful