You are on page 1of 3

PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN

DINAS KESEHATAN TUBAN


PUSKESMAS KEBONHARJO
Jl. Raya Lasem-Kebonharjo, Telp. (0356) 551688

KERANGKA ACUAN SOSIALISASI KADER TENTANG PIN

I. PENDAHULUAN

Sidang World Health Assembly tahun 2012 menyatakan bahwa pencapaian eradikasi polio
merupakan kedaruratan kesehatan masyarakat global. Dalam dokumen rencana strategis WHO
2013-2018 dibutuhkan komitmen global dalam eradikasi polio. Tahapannya adalah :
1. Pemberian imunisasi tambahan Polio (tOPV) Nasional (PIN Polio)
2. Penggantian tOPV (trivalent Oral Polio Vaccine) ke bOPV (bivalent Oral Polio
Vaccine)
3. Introduksi IPV (Inactivated Polio Vaccine)
4. Penarikan seluruh vaksin polio oral (bOPV maupun tOPV)

Gambaran cakupan dari program imunisasi rutin pada bayi 9 bulan dan anak sekolah di
beberapa provinsi sudah baik tetapi ada beberapa provinsi yang cakupannya masih rendah
sehingga memerlukan upaya khusus. Berdasarkan laporan rutin dan hasil survei cakupan
menunjukkan bahwa cakupan campak di level nasional belum mencapai target (90%) sesuai
dengan target MDGs. Pada tahun 2005 sampai 2007 lebih dari 31 juta anak usia 6 bulan sampai
12 tahun di Indonesia telah menerima kesempatan kedua imunisasi campak melalui kampanye
campak yang dilaksanakan dalam 5 phase. Dari laporan kampanye campak ini didapatkan 294
(67% dari Kabupten/Kota mencapai target diatas 90%, 102 (23% Kabupaten/Kota mencapai 80-
90%) dan 44 (10% Kabupaten/Kota dengan cakupan < 80%).

Tahun 2005 terjadi KLB polio di Indonesia total kasus polio liar adalah 305 di 47
Kabupaten/Kota dalam 10 provinsi. Adapun kasus terakhir di Aceh Tenggara yang terjadi pada
tanggal 20 Februari 2006. Meskipun sudah tiga tahun tidak ditemukan kasus polio liar,
berdasarkan survailans kasus AFP meningkat dari 1,26 pada tahun 2004 menjadi 2,44 pada
tahun 2005 dan 2,46 tahun 2006.

Dari laporan AFP tahun 2006 sampai 2009 menunjukan bahwa persentase penderita
yang tidak menerima imunisasi polio dan imunisasi polio tidak lengkap cenderung meningkat.
Berdasarkan kondisi ini diperlukan kewaspadaan dan upaya pencegahan kemungkinan
berulangnya KLB polio.

Pengertian eradikasi polio adalah apabila tidak ditemukan virus polio liar indigenous
selama 3 tahun ber turut-turut di suatu region yang dibuktikan dengan surveilans AFP yang
sesuai standar sertifikasi. Strategi dalam eradikasi polio yaitu :
1. Imunisasi yang meliputi peningkatan imunisasi rutin polio, dan imunisasi tambahan (PIN
dan Mop-up)
2. Mempertahankan AFP rate ≥ 2/100.000 pada anak < 15 tahun,
3. Pengambilan specimen yang adekuat dan tepat waktu pada semua kasus AFP
4. Peningkatan kemampuan laboratorium di badan Litbangkes untuk kultur virus polio.

PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Polio dilaksanakan pada bulan Maret 2016 dengan
sasaran anak usia 0-59 bulan dengan tidak memandang status imunisasi polio sebelumnya.
Sejak tahun 1999, type 2 wild polio virus telah berhasil dieradikasi. Komponen type 2
tOPV/trivalent oral polio vaccine (types 1,2,3) menyebabkan > 97% kasus VDPVs (vaccine
derived polioviruses) dan 40% kasus VAPP (vaccine associated paralytic polio) dan
mengganggu respon imun terhadap types 1 dan types 3. Untuk itu dilakuakn penggantian jenis
vaksin Polio dari tOPV ke bOPV.
Pemberian imunisasi vaksin baru IPV (injactivated polio vaccine) pada bayi tahun 2016
adalah salah satu rangkaian kegiatan sebagai komitmen Indonesia untuk Eradikasi Polio Global
tahun 2020 serta konsekuensi lanjutan pasca di terimanya Sertifikas Bebas Polio dari WHO
pada bulan Maret 2014. Pemberian IPV dikombinasi dengan OPV (Oral Polio Vaccine) adalah
program baru pada pelaksanaan imunisasi rutin di Jawa Timur.
PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN
DINAS KESEHATAN TUBAN
PUSKESMAS KEBONHARJO
Jl. Raya Lasem-Kebonharjo, Telp. (0356) 551688

Menindak lanjuti hal tersebut maka untuk mensukseskannya diperlukan kegiatan


sosialisasi introduksi IPV bagi petugas puskesmas yaitu Kepala Puskesmas, Bidan koordinator,
dan Pengelola Imunisasi di Puskesmas agar dapat melakukan transfer knowledge kepada Bidan
Desa dan kader kesehatan serta mitra terkait sebagai tenaga pelaksana imunisasi saat
minilokakarya di Puskesmas.
Tahapan Eradikasi Polio 2020 di Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Bulan Maret 2016, melaksanakan PIN Polio, sasaran anak usia 0-59 bulan.
2. Bulan April 2016 :
a. Melaksanakan Penggantian tOPV menjadi bOPV
b. Penarikan dan pemusnahan tOPV
3. Validasi Sasaran, Vaksin dan Logistik lainnya
4. Bulan Juli 2016, melaksanakan Introduksi IPV, minimal I dosis IPV ke dalam
imunisasi rutin.
5.Tahun 2020, Penghentian penggunaan seluruh vaksin Polio OPV.

II. TUJUAN
Meningkatkan pengetahuan kader Posyandu dalam rangka pelaksanaan Pekan Imunisasi
Nasional (PIN)

III. PESERTA
Jumlah Peserta dalam kegiatan ini adalah sebanyak 34 orang kader posyandu.

IV. PELAKSANA / FASILITATOR


 Dokter / Kepala Puskesmas
 Programmer Imunisasi
 Programmer UKBM

V. METODE PELAKSANAAN
 Pemberian materi
 Diskusi/Tanya jawab

VI. MATERI
 Mekanisme Pelaksanaan PIN

VII. TEMPAT DAN WAKTU

Tempat : Puskesmas Kebonharjo


Waktu : Senin, 29 Februari 2016

VIII. BIAYA

Biaya Sosialisasi Kader tentang PIN menggunakan dana BOK tahun 2016 dengan rincian satu
kali pertemuan sebagai berikut :
Jasa Dokumentasi & Dekorasi : 1 kegiatan x Rp. 150.000,- =Rp. 150.000,-
Transport peserta : 34 orang x 1 kali x @ Rp. 75.000,- = Rp. 2.250.000,-
Makmin : 36 kotak x 1 kali x @ Rp. 36.000,- = Rp. 1.296.000,-
Total = Rp. 3.696.000,-
PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN
DINAS KESEHATAN TUBAN
PUSKESMAS KEBONHARJO
Jl. Raya Lasem-Kebonharjo, Telp. (0356) 551688

IX. PENUTUP

Demikian kerangka acuan ini di buat, sebagai panduan dalam pelaksanaan kegiatan
Sosialisasi PIN di wilayah Puskesmas Kebonharjo.

Mengetahui, Kebonharjo, 25 Februari 2016


Plt. Kepala Puskesmas Kebonharjo Progremmer Imunisasi

dr. Jami’ah Retno Dwi W, Amd.Kep


NIP. 19650712 200212 2 003 NIP. 19700112 199203 2 007