Atresia Duodenum

Agustus 30, 2009 pada 11:45 am · Disimpan dalam bedah Definisi Atresia duodenum diakibatkan kegagalan rekanalisasi setelah tahap “solid cord” dari pertumbuhan usus proksimal. Ujung yang atresia mungkin terpisah secara lengkap atau terhubung dengan jaringan fibrus. 40 % dari bayi memiliki bentuk obstruksi diafragmaik atau “web” . Sementrara yg lain atresia inkomplit merupakan suatau stenosis. Obstruksi terletak distal dari ampula vateri sebesar 80% penderita. Annular pancreas selalu dihubungkan dengan atresia atau stenosis dan secara klinis tak dapat dibedakan dengan kedua keadaan tersebut. Patofisiologi Muntah menyebabkan hilangnya sekresi lambung dan duodenal, dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi dan defisiensi sodium, klorida, dan ion hydrogen dan bicarbonate Gambaran Klinis a. Polihidramnion terlihat pada 50 % dengan atresia duodenal b. Muntah terjadi pada masa awal terjadinya atresia duodenal – biasanya pada hari pertama atau kedua post natal. Biasanya bilious c. Distensi abdominal tidak sering terjadi dan terbatas pada abdomen bagian atas. Banyak bayi dengan atresia duodenal mempunyai abdomen scaphod, sehingga obstruksi intestinal tidak segera dicurigai. d. Pengeluaran meconium tercatat pada 30 % pasien e. Jaundice terlihat pada 40 % pasien, dan diperkirakan karena peningkatan resirkulasi enterohepatik dari bilirubin f. Muntah pada kasus stenosis duodenal terjadi belakangan. Bayi terlihat susah makan, muntah kadang-kadang, dan ada gangguan pertumbuhan. Aspirasi pneumonia yang rekurens dapat merupakan penemuan yang pertama. Diagnosis Dikonfirmasi dengan pemeriksaan x-ray abdomen. Sebuah foto upright abdomen menunjukkan gambaran klasik “double bubble”. Pemeriksaan dengan kontras tidak diperlukan. a. Bila udara terlihat pada usus distal dari duodenum, obstruksinya incomplete, mengarahkan pada stenosis duodenal atau malrotasi

. c. c.koreksi emergensi tidak dibutuhkan kecuali diduga ada malrotasi . End-to-end anastomosis. Pankreas sendiri tidak diincisi. Persiapan operasi a. dan musculoskeletal Indikasi operasi Kecuali bila ada kondisi yang mengancam jiwa. anomaly yang berhubungan : trisomi 21 ( 33 % ). karena malformasi ini dapat diperbaiki dengan sempurna. juga bisa side-to-side b. dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit b. Pertimbangan khusus diberikan pada atresia duodenum : . malnutrisi biasanya berat. Koreksi melalui TPN selama seminggu atau lebih sebelum operasi. Koreksi cairan dan elektrolit.pada obstruksi parsial yang lama. d. b.b. Deformitas “windsock” harus disangkakan dan dicari bagi semua pasien dengan atresia duodenum yang berkelanjutan. CNS. Annulare pancreas terbaik dilakukan by pass anastomosis dari duodenum ke jejunum. setelah identifikasi ampula vateri. operasi diindikasikan untuk semua bayi yang mengalami kondis ini. prematuritas c. Eksisi terhadap web merupakan pilihan tepat bagi atresia duodenum yang berbentuk diafragmatik. jantung. e. Prinsip umum persiapan terapi pada neonatus. Kateter dimasukkan dari proksimal sampai distal untuk memastikan patensinya. Perawatan Operasi a. Gastrostomy dilakukan jika gejalanya menetap serta perbaikan dini tidak terjadi. ginjal. Malrotasi dengan volvulus harus dicurigai (dan disingkirkan) bila abdomen tidak berbentuk scaphoid setelah pemasangan nasogastric tube Problem a.

Sebagian pasien dapat diberi makan dalam seminggu setelah operasi. Atresia esofagaus sering disertai kelainan bawaan lain. b.Trauma pada ampula vateri sering terjadi pada tiap operasi jika tidak diidentifikasi dengan baik. c. Akses pada vena sentral tatau transanastomosis tube ke dalam jejunum diindikasikan bagi nutrisi pasca operasi pada pasien yang berat.wordpress.f. kelainan gastroin testinal (atresia duodeni atresiasani). Komplikasi a. pada esofagus (+). Antibiotik tidak diindikasikan jika operasi dilakukan steril dan tidak ada gangguan vaskuler. 13 Februari 2009 ATRESIA ESOFAGUS ATRESIA ESOFAGUS 1. Pengertian Atresia berarti buntu. seperti kelainan jantung. atresia esofagus adalah suatu keadaan tidak adanya lubang atau muara (buntu). Perawatan pasca operasi a. kelainan tulang (hemivertebrata). Pada sebagian besar kasus atresia esofagus ujung esofagus buntu.com/2009/08/30/atresia-duodenum/ Jumat. Mortalitas banyak tergantung pada kelainan lain yang menyertai. Prognosis 90% penderita yang dioperasi hidup dengan baik. Pengosongan duodenum yang lambat bukan merupakan indikasi untuk reoperasi sebelum 3 minggu dan setelah dibuktikan dengan pemeriksaan radiologist. . b. http://bimaariotejo. TPN atau makanan melalui jejunum terkadang dibutuhkan. Dekompresi gaster dilakukan sampai duodenum benar-benar kosong. selanjutnya dimulai feeding. Jika terjadi striktur anastomosis maka diperlukan reoperasi. Jaundice yang meningkat paska operasi merupakan indikasi bagi scanning isotop liver untuk mengevaluasi ekskresi empedu. Kelainan lumen esophagus ini biasanya disertai dengan fistula trakeoesofagus. sedangkan pada ¼ -1/3 kasus lainnya esophagus bagian bawah berhubungan dengan trakea setinggi karina (disebut sebagai atresia esophagus dengan fistula). Operasi ulang dibutuhkan jika terdapat obstruksi.

. Berbagai tingkat dismotilitas bisa terjadi setelah operasi ini. batuk dan sianosis karena aspirasi cairan kedalam jalan nafas. Pembedahan ulang adalah terapi untuk keadaan seperti ini. 3. Dismotilitas esophagus. Gastroesofagus refluk.2.Fistula yaitu dengan melakukan kolostomia sementara dan setelah 3 bulan dilakukan koreksi sekaligus . Disebut pula sebagai spasme kardio. Pada fistula trakeosofagus. Kalasia Kalasia adalah kelainan yang terjadi pada bagian bawah esophagus(pada persambungan dengan lambung) yang tidak dapat menutup rapat sehingga bayi sering regurgitasi bila dibaringkan. Segera setelah di beri minum. d. 2. Pada penderita atresia anus ini dapat diberikan pengobatan sebagai beriikut : .esofagus. Biasanya disertai hidramnion (60%) dan hal ini pula yang menyebabkan kenaikan frekuensi bayi lahir prematur. Bila kateter terhenti pada jarak ≤ 10 cm. Kira-kira 50 % bayi yang menjalani operasi ini kana mengalami gastroesofagus refluk pada saat kanak-kanak atau dewasa. Pada pemeriksaan mikroskopis ditemuka jaringa tulang rawan dalam lapisan otot esophagus. maka di duga atresia esofagus. Pengobatan a. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan obat (medical) atau pembedahan. Komplikasi ini terlihat saat bayi sudah mulai makan dan minum. b. sebaiknya dari anamnesis didapatkan keterangan bahwa kehamilan ibu diertai hidramnion hendaknya dilakukan kateterisasi esofagus. Pertolongannya adalah tindakan bedah sebelum dioperasi pemberian minum harus dengan sendok sedikit demi sedikit dengan bayi dalam posisi duduk. Dismotilitas terjadi karena kelemahan otot dingin esophagus. Bila pada bbl Timbul sesak yang disertai dengan air liur yang meleleh keluar. Klasifikasi a. oleh karena itu bayi sering sianosis. pada akalasia bagian distal esophagus tidak dapat membuka dengan baik sehingga terjadi keadaan seperti stenosis atau atresia. Akalasia Akalasia merupakan kebalikan dari kalasia. Tanda dan Gejala a. dimana asam lambung naik atau refluk ke esophagus. c.Eksisi membran anal Komplikasi-komplikasi yang bisa timbul setelah operasi perbaikan pada atresia esofagus dan fistula atresia esophagus adalah sebagai berikut : 1. cairan lambung juga dapat masuk kedalam paru. bayi akan berbangkis. 4. Trakeo esogfagus fistula berulang. di curigai terdapat atresia esofagus. 3. Medik Pengobatan dilakukan dengan operasi. b. Penyebab akalasia adalah adanya kartilago trakea yang tumbuh ektopik pada esofagus bagian bawah.

Patofisiologi Terjadinya anus imperforata karena kelainan kongenital dimana saat proses perkembangan ambrionik tidak pada proses perkembangan anus dan rectum. hal ini disebabkan kelemahan dari trakea. Komplikasi ini berhubungan dengan proses menelan makanan. cairan lambung harus sering diisap untuk mencvegah aspirasi. Disfagia atau kesulitan menelan. Keadaan ini dapat diatasi dengan menelan air untuk tertelannya makanan dan mencegah terjadinya ulkus. Anus imperforata dan ujung rektum yang buntu tercetak pada bermacam-macam . Klasifikasi Bayi muntah-muntah pada 24 – 28 jam setelah lahir dan tidak terdapat defekasi mekonium. usus melebar. Keperawatan Sebelum dilakukan operasi. yaitu : 1. Meningkatnya infeksi saluran pernafasan. Tanda dan Gejala Tanda dan Gejala atresia anus : . 6. Disfagia adalah tertahannya makanan pada tempat esophagus yang diperbaiki.Sejak lahir tidak ada defekasi mekpnium . Pengertian Anus imperforate merupakan suatu kelainan malinformasi kongenital dimaan tidak lengkapnya perkembangan embrionik pada bagian anus atau tertutupnya anus secara abnormal atau dengan kata lain tidak ada lobang secara tetap pada anus.Termometer yang dimasukkan melalui anus tertahan oleh jaringan. Kesulitan bernafas dan tersedak. 3.Bayi muntah – muntah pada umur 24 – 48 jam. Stenosis rectum yang lebih rendah atau pada anus 2. Gejala ini terdapat pada penyumbatan yang lebih tinggi Ladd dan Bross (1996) membagi anus imperforate dalam 4 golongan.Pada fistula trakeoesofagus. dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen. . b. bayi diletakkan setengah duduk untuk mencegah terjadinya regurgitasi cairan lambung ke dalam paru.Pada auskultasi terdengar hiperperistaltik. ATRESIA REKTI DAN ANUS 1. . cairan lambung juga dapat masuk ke dalam paru. Batuk merupakan gejala yang umum setelah operasi perbaikan atresia esophagus. oleh karena itu bayi sering sianosis. Membran anus menetap 3.4. . Batuk kronis. 5. Atresia anal terjadi karena tidak sempurnanya migrasi dan perkembangan struktur kolon antara 7-10 minggu selama perkembangan janin. 2. kadang-kadang ileus obstruksi. tertaannya makanan dan saspirasi makanan ke dalam trakea. 4. .Anus tampak merah. Pencegahan keadaan ini adalah dengan mencegah kontakk dengan orang yang menderita flu. 7.

com/enclopedia/infectiousdiseases/duodenal-atresia. Akan tetapi dilhat dari jenis kelainan. Atresia Duodenal adalah tidak terbentuknya atau tersumbatnya duodenum (bagian terkecil dari usus halus) sehingga tidak dapat dilalui makanan yang akan ke usus.Fistula yaitu dengan melakukan kolostomia. sementara dan setelah 3 bulan dilakukan koreksi sekaligus http://asuhan-kebidanan.jarak dari peritoneum.html) 2.Eksisi membran anal.duodenalatresia. Tidak ada gerakan husus setelah pengeluaran mekonium . Lebih dari 40% dari kasus kelainan ini ditemukan pada bayi dengan sindrom down BAB II PEMBAHASAN 2.html) 2. atresia duodenal ini merupakan kelainan pengembangan embrionik saat masih dalam kehamilan. Atresia Duodenal adalah tidak terbentuknya atau tersumbatnya duodenum (bagian terkecil dari usus halus) sehingga tidak dapat dilalui makanan yang akan ke usus. Tidak kencing setelah disusui e. Atresia duodenum merupakan salah satu abnormalitas usus yang biasa didalam ahli bedah pediatric.com/ BAB I PENDAHULUAN Atresia adalah tidak terbentukknya atau tersumbatnya suatu saluran dari organ-organ.1 Pengertian Atresia adalah tidak terbentukknya atau tersumbatnya suatu saluran dari organ-organ. Atresia duodenal ini dijumpai satu diantara 300-4. Perutnya menggelembung b. . (http://adam. Muntah pertama sangat banyak. c.500 kelahiran hidup.3 Tanda dan Gejala a. (http://www.2 Etiologi Penyebab dari atresia duodenum merupakan kelainan bawaan yang penyebabnya belum diketahui secara jelas. Lubang anus yang terpisah dengan ujung rektum yang buntu Pada penderita atresia anus ini dapat diberikan pengobatan sebagai berikut : . Namun kerusakan pada duodenum terjadi karena suplay darah yang rendah pada masa kehamilan sehingga duodenum mengalami penyempitan dan menjadi obstruksi. Muntah berikutnya terjadi ketika tidak mendapatkan makanan selama beberapa waktu. yang berwarna kehijau-hijauan.about. 4. d.blogspot.

Pemberian makanan transa nastomik yang berlanjut dengan kecepatan maksimun 1 ml per menit dimulai dalam 24 jam pasca bedah dimulai dengan dektrose dan secara berangsur-angsur diubah dalam jumlah dan konsistensinya hingga pada sekitar 7 hari pasca bedah dimana diberikan susu dengan kekuatan penuh.com/duodenal-atresia/page-2) 2. tetapi pada pemeriksaan tidak mengandung sel epitelium berlapis.abaut.2. Koreksi dehidrasi yang biasanya tidak pearah karena diagnosa dibuat secara dini. Suatu enema barium dapat diperlihatkan berasosiasi dengan keadaan malrotasi (http://adam. (http://adam. Perawatan pra bedah : a. Prinsip terapi : 1.5 Manivestasi Klinik Atresia duodeni pada bayi baru lahir harus dicurigai bila bayi tersebut muntah segera setelah lahir dan secara progesif menjadi buruk dengan pemberian makanan.abaut.com/duodenal-atresia/page-5) 2. Atresia duodenal ini dijumpai satu diantara 300-4. yaitu bersuhu 39o C yang merupakan indikasi peritonitis akibat ruktur dari atresia. maka dapat menimbulkan demam. Jika obstruksi tidak lengkap dapat ditemukan sejumlah kecil udara dalam usus bagian bawah.6 Pemeriksaan Penunjang a. Pembedahan Pembedahan suatu duodena-duodenostomi mengurangi penyempitan obstruksi dan sisa usus diperiksa karena sering kali ditemukan obstruksi lanjut.4 Angka Kejadian Atresia duodenum merupakan salah satu abnormalitas usus yang biasa didalam ahli bedah pediatric.abaut. c. Cairan intravena dilanjutkan sampai diberikan makanan melalui tuba.com/duodenal-atresia/page-4) 2. 3. Kelainan ini seringkali ditemukan sindrom down. b. b. Lebih dari 40% dari kasus kelainan ini ditemukan pada bayi dengan sindrom down. Perawatan pasca bedah a.7 Penatalaksanaan atau Pengobatan Pada penderita atresia duodeni ini belum ditemukan obatnya. Dengan adanya peningkatan dehidrasi. Aspirasi setiap jam dari tuba gastrostomi yang mengalami drainase bebas c. Dengan X-ray abdomen memperlihatkan pola gelembung ganda. Feces akan terlihat seperti mikonium normal. Tuba naso gastric dengan drainase bebas dan penyedotan setiap jam 2. Perawatan pasca bedah neonatorum rutin. Adanya sel epitel menunjukkan keutuhan atau kenormalan usus tersebut. Perawatan prabedah neonatus rutin b. (http://adam. Jalan satu-satunya hanya dengan pembedahan.500 kelahiran hidup. Untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit aspirat lambung dapat diganti melalui transanastomik dan ini dapat meniadakan kebutuhan untuk melanjutkan .

abaut. Pemberian makanan peroral dapat dilakukan secara berangsur-angsur sebelum pengangkatan tuba gastromi berat badan bayi dimonitor secara seksama. (http://adam.terapi intravena. namun hal ini bukanlah faktor resiko independen dalam perkembangan atresia duodenum. Jalan satu-satunya hanya dengan pembedahan Atresia duodeni pada bayi baru lahir harus dicurigai bila bayi tersebut muntah segera setelah lahir dan secara progesif menjadi buruk dengan pemberian makanan. Pada penderita atresia duodeni ini belum ditemukan obatnya.com/duodenal-atresia/page-7) BAB III PENUTUP Atresia adalah tidak terbentukknya atau tersumbatnya suatu saluran dari organ-organ. Karena lambung yang berdilatasi dan duodenum bagian proksimal membutuhkan waktu untuk kembali pada fungsi yang normal.com/ Atresia Duodenum Definisi Atresia duodenum adalah kondisi dimana duodenum (bagian pertama dari usus halus) tidak berkembang dengan baik. Tidak jarang diperoleh volume aspirat yang besar dalam beberapa waktu pasca bedah. Atresia Duodenal adalah tidak terbentuknya atau tersumbatnya duodenum (bagian terkecil dari usus halus) sehingga tidak dapat dilalui makanan yang akan ke usus. Atresia duodenum berbeda dari atresia usus lainnya. Meskipun hingga sepertiga pasien dengan atresia duodenum menderita pula trisomi 21 (sindrom Down). sehingga tidak berupa saluran terbuka dari lambung yang tidak memungkinkan perjalanan makanan dari lambung ke usus. Etiologi Meskipun penyebab yang mendasari terjadinya atresia duodenum masih belum diketahui. . Seringnya ditemukan keterkaitan atresia atau stenosis duodenum dengan malformasi neonatal lainnya menunjukkan bahwa anomali ini disebabkan oleh gangguan perkembangan pada masa awal kehamilan. Jika hal ini menurun maka penyedotan gastromi tidak dilakukan terlalu sering dan makanan alternatif diberikan kedalam lambung selama 24 jam. sampai beberapa minggu dalam beberapa kasus.blogspot. yang merupakan anomali terisolasi disebabkan oleh gangguan pembuluh darah mesenterik pada perkembangan selanjutnya. patofisologinya telah dapat diterangkan dengan baik. Tidak ada faktor resiko maternal sebagai predisposisi yang ditemukan hingga saat ini. http://tugasbidan2008.

Gelembung pertama mengacu pada lambung. Obstruksi duodenum ditandai khas oleh gambaran double-bubble (gelembung ganda) pada USG prenatal. Banyak peneliti telah menunjukkan bahwa epitel duodenum berproliferasi dalam usia kehamilan 30-60 hari lalu akan terhubung ke lumen duodenal secara sempurna. stenosis duodenum 7-20%). Mortalitas dan Morbiditas Jika atresia duodenum atau stenosis duodenum signifikan tidak ditangani. Gejala atresia duodenum: • Bisa ditemukan pembengkakan abdomen bagian atas • Muntah banyak segera setelah lahir. Diagnosis prenatal memungkinkan ibu mendapat konseling prenatal dan mempertimbangkan untuk melahirkan di sarana kesehaan yang memiliki fasilitas yang mampu merawat bayi dengan anomali saluran cerna. Kadang-kadang. duodenal web 35-45%. traktus digestivus berkembang dari embryonic gut. Kasus stenosis duodenal atau duodenal web dengan perforasi jarang tidak terdiagnosis hingga masa kanak-kanak atau remaja. Sekitar setengah dari neonatus yang menderita atresia atau stenosis duodenum lahir prematur. atresia duodenum berkaitan dengan pankreas anular (jaringan pankreatik yang mengelilingi sekeliling duodenum). Tidak terdapat predileksi rasial dan gender pada penyakit ini. berwarna kehijauan akibat adanya empedu (biliosa) • Muntah terus-menerus meskipun bayi dipuasakan selama beberapa jam • Tidak memproduksi urin setelah beberapa kali buang air kecil . 52% bayi dengan obstruksi duodenum diidentifikasi sejak in utero. Sekitar 22-30% pasien obstruksi duodenum menderita trisomi 21. Atresia atau stenosis duodenum paling sering dikaitkan dengan trisomi 21. Vakuolisasi dipercaya terjadi melalui proses apoptosis. Manifestasi Penyakit Atresia duodenum adalah penyakit bayi baru lahir. dikelilingi sel yang berasal dari mesoderm. Penggunaan USG telah memungkinkan banyak bayi dengan obstruksi duodenum teridentifikasi sebelum kelahiran. ekstrinsik. Pada penelitian cohort besar untuk 18 macam malformasi kongenital di 11 negara Eropa. yang timbul selama perkembangan normal di antara lumen duodenum. Pada tingkat seluler. atau kematian sel terprogram. Hidramnion terjadi pada sekitar 40% kasus obstruksi duodenum. Obstruksi duodenum kongenital intrinsik merupakan dua pertiga dari keseluruhan obstruksi duodenal kongenital (atresia duodenal 40-60%. Proses selanjutnya yang dinamakan vakuolisasi terjadi saat duodenum padat mengalami rekanalisasi. dan campuran) adalah 1 per 3400 kelahiran hidup. dan gelembung kedua mengacu pada loop duodenal postpilorik dan prestenotik yang terdilatasi. Hal ini sepertinya lebih akibat gangguan perkembangan duodenal daripada suatu perkembangan dan/atau berlebihan dari pancreatic buds. Insiden obstruksi kongenital di Finlandia (intrinsik. yang tersusun atas epitel yang merupakan perkembangan dari endoderm. Epidemiologi Insiden atresia duodenum di Amerika Serikat adalah 1 per 6000 kelahiran. kondisinya akan segera menjadi fatal sebagai akibat gangguan cairan dan elektrolit. pankreas anular 10-30%.Patofisiologi Gangguan perkembangan duodenum terjadi akibat proliferasi endodermal yang tidak adekuat (elongasi saluran cerna melebihi proliferasinya) atau kegagalan rekanalisasi pita padat epithelial (kegagalan proses vakuolisasi). Pensinyalan sel antara kedua lapisan embrionik ini tampaknya memainkan peranan sangat penting dalam mengkoordinasikan pembentukan pola dan organogenesis dari duodenum.

ketidakseimbangan elektrolit segera terjadi kecuali kehilangan cairan dan elektrolit yang terjadi segera diganti. web duodenum. dan harus segera dilakukan pemeriksaan menyeluruh. bayi dengan stenosis duodenum melewati deteksi abnormalitas saluran cerna dan bertumbuh hingga anak-anak. meskipun dengan perkembangan . Kadang dapat dijumpai epigastrik yang penuh akibat dari dilatasi lambung dan duodenum proksimal. penurunan berat badan. sama seperti pada obstruksi gastrointestinal tinggi lainnya. Seringkali muntahan tampak biliosa. Jika hidrasi intravena belum dimulai. Pendekatan bedah tergantung pada sifat abnormalitas. Pembedahan untuk mengoreksi kebuntuan duodenum perlu dilakukan namun tidak darurat. Lakukan juga evaluasi anomali kongenital lainnya. Kadang kala perlu dilakukan pengambilan radiograf dengan posisi pasien tegak atau posisi dekubitus. disarankan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografi. atau anomali duktus hepatopankreas. Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit dikoreksi dengan memberikan cairan dan elektrolit melalui infus intravena. Diagnosis Banding Diagnosis banding untuk atresia dan stenosis duodenum pada neonatus mencakup: • Atresia esofagus • Malrotasi dengan volvulus midgut • Stenosis pilorus • Pankreas anular • Vena portal preduodenal • Atresia usus • Duplikasi duodenal • Obstruksi benda asing • Penyakit Hirschsprung • Refluks gastroesofageal Penanganan Tuba orogastrik dipasang untuk mendekompresi lambung. Jarang sekali. Tuba orogastrik pada bayi dengan suspek obstruksi duodenal khas mengalirkan cairan berwarna empedu (biliosa) dalam jumlah bermakna. Prosedur operatif standar saat ini berupa duodenoduodenostomi melalui insisi pada kuadran kanan atas. Masalah terkait (misalnya sindrom Down) juga harus ditangani. Adanya gas pada usus distal mengindikasikan stenosis duodenum. Tanda dan gejala yang ada adalah akibat dari obstruksi intestinal tinggi. Jika dijumpai kombinasi atresia esofageal dan atresia duodenum. Sebaiknya pada anak yang muntah dengan tampilan biliosa harus dianggap mengalami obstruksi saluran cerna proksimal hingga terbukti sebaliknya. Radiografi polos yang menunjukkan gambaran double-bubble tanpa gas pada distalnya adalah gambaran khas atresia duodenal. atau lebih jarang lagi hingga dewasa tanpa diketahui mengalami obstruksi parsial.• Hilangnya bising usus setelah beberapa kali buang air besar mekonium. bayi dengan atresia duodenal khas memiliki abdomen skafoid. Setelah dilahirkan. namun dapat pula non-biliosa karena 15% kelainan ini terjadi proksimal dari ampula Vaterii. Atresia duodenum ditandai dengan onset muntah dalam beberapa jam pertama setelah lahir. maka timbullah alkalosis metabolik hipokalemi/hipokloremi dengan asiduria paradoksikal. Dehidrasi. Pengeluaran mekonium dalam 24 jam pertama kehidupan biasanya tidak terganggu.

com/article/932917-print. Updated: June 8. Available at http://www. terutama bila tidak terpasang line intravena. Available at http://emedicine. Centre for Arab Genomic Studies. Lehrer J.com/health/guides/disease/duodenal-atresia/overview. angka kesembuhannya telah meningkat hingga 90%. Available at http://www.yang ada telah dimungkinkan untuk melakukan koreksi atresia duodenum dengan cara yang minimal invasif.wordpress. In: The Catalogue for Transmission Genetics in Arabs.medscape. Mandel G.medscape. Karrer F. Miller F.net/radpath/radpathindex.com/2009/04/17/atresia-duodenum-2009/ 03 oktober 2010 . gangguan motilitas usus. Anonym. Anonym. Duodenal Atresia. 2009 5. dapat terjadi komplikasi lanjut seperti pembengkakan duodenum (megaduodenum). neonatologi. 1994 (Yoseph L Samodra/tugas KKM bedah 2009) http://banyakbaca. Duodenal Atresia.nlm. Sumber: 1.nytimes. Duodenal Atresia. Mudah terjadi dehidrasi. Updated: Mar 3. Duodenal Atresia.com/article/408582print. Duodenal Atresia. 2005 6.nih.html. 2007 2. atau refluks gastroesofageal. Laing F.gov/medlineplus/print/ency/article/001131.harvard. Available at http://emedicine.html. Prognosis Morbiditas dan mortalitas telah membaik secara bermakna selama 50 tahun terakhir. Duodenal Atresia. 2007 4. 2007 3. dan teknik pembedahan.htm. Duodenal Atresia. Dengan adanya kemajuan di bidang anestesi pediatrik.htm 7. Setelah pembedahan. Available at http://brighamrad. Calkins C.eradiography. Potter D. Updated: Aug 28. Updated: Aug 7.edu/education/online/tcd/tcd. Available at http://health. Updated: Aug 7. Komplikasi Dapat ditemukan kelainan kongenital lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful