You are on page 1of 17

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan petunjuk-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Asal Kejadian Manusia
dan Keturunannya Berdasarkan Ilmu Pengetahuan dan Berdasarkan Dalil Aqli dan Naqli ”,
yang mana makalah ini disususn bertujuan untuk memenuhi tugas Agama di Politeknik Pos
Indonesia.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbtasan dalam penyajian
data dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini
berguna dan dapat menambah pengetahuan pembaca.
Demikian makalah ini penulis susun, apabila ada kata- kata yang kurang berkenan dan
banyak terdapat kekurangan, penulis mohon maaf yang sebesarbesarnya.

Kotabumi, 31 Juli 2018

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 DAFTAR ISI Kata pengantar . .16 Daftar Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 17 . . . . 3 Bab II (pembahasan) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1 Daftar isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 Bab I (pendahuluan) . . .4 Bab III ( penutup) . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Pajak dipungut berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. misalnya Uni Emirat Arab. Lembaga Pemerintah yang mengelola perpajakan negara di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang merupakan salah satu direktorat jenderal yang ada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pajak terdiri dari pajak langsung atau pajak tidak langsung dan dapat dibayarkan dengan uang ataupun kerja yang nilainya setara. 3 Bab 1 Pendahuluan 1. atau perlawanan terhadap pajak pada umumnya termasuk pelanggaran hukum. "rate") adalah iuran rakyat kepada negara berdasarkan undang-undang.3 Tujuan 1) Untuk mengetahui pengertian pajak 2) Untuk mengetahui pungutan selain pajak 3) Untuk mengetahui fungsi pajak 4) Untuk mengetahui kedudukan hukum pajak 5) Untuk mengetahui jenis pajak 6) Untuk mengetahui asas pajak 7) Untuk mengetahui teori pemungutan pajak 8) Untuk mengetahui tarif pajak .2 Rumusan Masalah 1) Apa yang dimaksud dengan pajak? 2) Apa saja pungutan selain pajak? 3) Sebutkan fungsi pajak? 4) Jelaskan kedudukan hukum pajak? 5) Sebutkan dan jelaskan jenis pajak? 6) Apa saja asas pemungutan pajak? 7) Teori apa saja yang termasuk pemungutan pajak? 8) Sebutkan macam tarif pajak? 1. Beberapa negara sama sekali tidak mengenakan pajak. 1.1 Latar Belakang Pajak (dari bahasa Latin taxo. dengan tidak mendapat balas jasa secara langsung. Menurut Charles E.McLure. sehingga dapat dipaksakan. penghindaran. pajak adalah kewajiban finansial atau retribusi yang dikenakan terhadap wajib pajak (orang pribadi atau Badan) oleh Negara atau institusi yang fungsinya setara dengan negara yang digunakan untuk membiayai berbagai macam pengeluaran public. Penolakan untuk membayar.

penyitaan aset. beberapa transfer ke sektor publik yang masih dipengaruhi oleh harga. melalui hiba (contohnya.[1] Pajak dipungut berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. pemerintah dapat menetapkan sanksi hukum seperti denda. dengan mengambil utang. Dalam sistem perpajakan modern. Pemungutan pajak dilakukan oleh institusi publik misalnya Direktorat Jenderal Pajak di Indonesia. the Internal Revenue Service (IRS) di Amerika Serikat. misalnya Uni Emirat Arab. Pemerintah juga memperoleh sumber daya finansial dengan “menciptakan” uang (misalnya dengan mencetak uang).[3] Terdapat bermacam-macam batasan atau definisi tentang "pajak" yang dikemukakan oleh para ahli di antaranya adalah: . Canada Revenue Agency di Kanada. Saat pajak tidak dibayarkan. kontribusi terhadap universitas dan museum negeri). atau Her Majesty's Revenue and Customs (HMRC) di Inggris. pajak adalah kewajiban finansial atau retribusi yang dikenakan terhadap wajib pajak (orang pribadi atau Badan) oleh Negara atau institusi yang fungsinya setara dengan negara yang digunakan untuk membiayai berbagai macam pengeluaran publik. dengan menetapkan sanksi (seperti denda atas pelanggaran lalu lintas). Terdapat perbedaan pada definisi pajak secara hukum dan secara ekonomi dari pajak. pajak adalah transfer sumber daya non denda dari sektor swasta ke sektor publik yang dipungut dengan dasar yang ditetapkan sebelumnya dan tanpa menyatakan manfaat yang akan diberikan. Pengertian Pajak Pajak (dari bahasa Latin taxo.[2] Lembaga Pemerintah yang mengelola perpajakan negara di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang merupakan salah satu direktorat jenderal yang ada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. penghindaran. Sistem perpajakan dan pengeluaran pemerintah atas pemasukan pajak menjadi topik yang sering diperdebatkan[oleh siapa?] dalam konteks politik maupun ekonomi. Pajak terdiri dari pajak langsung atau pajak tidak langsung dan dapat dibayarkan dengan uang ataupun kerja yang nilainya setara. biaya kuliah pada universitas negeri dan biaya untuk penyelenggaraan pelayanan pada pemerintah. "rate") adalah iuran rakyat kepada negara berdasarkan undang-undang. Menurut Charles E. Penolakan untuk membayar. atau perlawanan terhadap pajak pada umumnya termasuk pelanggaran hukum. Contohnya adalah. tetapi pembayaran secara natura maupun kerja atas pajak adalah karakteristik dari pajak tradisional atau pre-kapitalis dan fungsinya setara. Ahli ekonomi meyakini bahwa tidak semua transfer finansial ke sektor publik dapat dikategorikan sebagai pajak.dan dengan menyita kekayaan. sehingga dapat dipaksakan. Hal ini misalnya. dengan tidak mendapat balas jasa secara langsung.McLure. pemerintah memungut pajak dalam bentuk uang. dan bahkan penahanan kepada pihak yang terbukti melakukannya. 4 Bab II Pembahasan A. Dari sudut pandang ahli ekonomi. Beberapa negara sama sekali tidak mengenakan pajak.

[7] Pajak dari perspektif ekonomi dipahami sebagai beralihnya sumber daya dari sektor privat kepada sektor publik. Brock Pajak adalah suatu pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah. Pertama. Pemahaman ini memberikan gambaran bahwa adanya pajak menyebabkan dua situasi menjadi berubah. namun wajib dilaksanakan. Rochmat Soemitro SH Pajak adalah iuran rakyat kepada Kas Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. tanpa mendapat imbalan yang langsung dan proporsional. untuk menutup belanja pemerintah. Dari pendekatan hukum ini memperlihatkan bahwa pajak yang dipungut harus berdsarkan undang- undang sehingga menjamin adanya kepastian hukum. agar pemerintah dapat melaksanakan tugas-tugasnya untuk menjalankan pemerintahan.[6] Ray M. Dr. . A. bukan akibat pelanggaran hukum. dan Horace R. Adriani Pajak adalah iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan umum (undang-undang) dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.[4] P. 5 Leroy Beaulieu Pajak adalah bantuan. J. negara mempunyai kekuatan untuk memaksa dan uang pajak tersebut harus dipergunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan. Kedua. Herschel M. baik secara langsung maupun tidak yang dipaksakan oleh kekuasaan publik dari penduduk atau dari barang. berdasarkan ketentuan yang ditetapkan lebih dahulu. Sementara pemahaman pajak dari perspektif hukum menurut Soemitro merupakan suatu perikatan yang timbul karena adanya undang-undang yang menyebabkan timbulnya kewajiban warga negara untuk menyetorkan sejumlah penghasilan tertentu kepada negara. H. Definisi tersebut kemudian dikoreksinya yang berbunyi sebagai berikut: Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada Kas Negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public investment.[5] Prof. baik bagi fiskus sebagai pengumpul pajak maupun wajib pajak sebagai pembayar pajak. berkurangnya kemampuan individu dalam menguasai sumber daya untuk kepentingan penguasaan barang dan jasa. bertambahnya kemampuan keuangan negara dalam penyediaan barang dan jasa publik yang merupakan kebutuhan masyarakat. Sommerfeld. Anderson.

Pajak dipungut berdasarkan undang-undang. orang yang taat membayar pajak kendaraan bermotor akan melalui jalan yang sama kualitasnya dengan orang yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor. pajak juga berfungsi sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan negara dalam lapangan ekonomi dan sosial (fungsi mengatur / regulatif) ." 2. Pemungutan pajak dapat dipaksakan. Pajak dapat dipaksakan apabila wajib pajak tidak memenuhi kewajiban perpajakan dan dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan. 4. 6 Tahun 1983 sebagaimana telah disempurnakan terakhir dengan UU No. antara lain sebagai berikut: 1. Pemungutan pajak diperuntukkan bagi keperluan pembiayaan umum pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan. 3. baik pengertian secara ekonomis (pajak sebagai pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah) atau pengertian secara yuridis (pajak adalah iuran yang dapat dipaksakan) dapat ditarik kesimpulan tentang unsur-unsur yang terdapat pada pengertian pajak. Tidak mendapatkan jasa timbal balik (kontraprestasi perseorangan) yang dapat ditunjukkan secara langsung. 6 Pajak menurut Pasal 1 angka 1 UU No. baik rutin maupun pembangunan. Misalnya. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan umum dan tata cara perpajakan adalah "kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang. 5. dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat'' Unsur pajak Dari berbagai definisi yang diberikan terhadap pajak. Asas ini sesuai dengan perubahan ketiga UUD 1945 pasal 23A yang menyatakan. "pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dalam undang-undang. Selain fungsi budgeter (anggaran) yaitu fungsi mengisi Kas Negara/Anggaran Negara yang diperlukan untuk menutup pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan.

Santoso Brotodiharjo SH. Teori asuransi. seperti misalnya bisnis. Ada perlindungan jaminan sosial. Bahkan orang miskin justru dibebaskan dari beban pajak. Oleh karenanya. Tindakan ini dilakukan untuk mendistribusikan beban pajak kepada individu atau kelas populasi yang terlibat dalam kegiatan kena pajak. Dana pajak juga digunakan untuk membayar utang negara dan bunga atas utang tersebut. Pemerintah juga menggunakan dana pajak untuk membiayai jaminan kesejahteraan dan pelayanan publik. Pembayaran pajak ini dianggap sebagai pembayaran premi kepada negara. air. Pada masa lampai. ada beberapa teori yang mendasari adanya pemungutan pajak. Termasuk kepentingan dalam perlindungan jiwa dan harta. dan transportasi umum. negara mempunyai tugas untuk melindungi warganya dari segala kepentingannya baik keselamatan jiwanya maupun keselamatan harta bendanya. Teori ini banyak ditentang karena negara tidak boleh disamakan dengan perusahaan asuransi. pekerjaan publik . bantuan bagi yang belum mendapat pekerjaan. dalam bukunya Pengantar Ilmu Hukum Pajak. menurut teori ini. 2. khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negarauntuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. kebangsawanan ditunjukkan dengan adanya pajak atas yang miskin. Untuk perlindungan tersebut diperlukan biaya seperti layaknya dalam perjanjian asuransi diperlukan adanya pembayaran premi. Semakin tinggi tingkat kepentingan perlindungan. menurut teori ini. kesehatan. Pelayanan ini termasuk pendidikan. infrastruktur ekonomi. Teori kepentingan. cacat. Teori ini banyak ditentang. Uang yang dihasilkan dari perpajakan digunakan oleh negara dan institusi di dalamnya sepanjang sejarah untuk mengadakan berbagai macam fungsi. C. kesehatan. dan penanganan sampah juga menggunakan dana pajak dalam porsi tertentu. 7 B. sistem jaminan kesejahteraan modern bersifat sebaliknya.atau untuk mendistribusi ulang sumber daya di antara individu dan kelas populasi. dan lain-lain. dan operasional negara itu sendiri. yaitu: 1. Beberapa fungsi tersebut antara lain untuk pembiataan perang. . Fungsi Pajak Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara. maka semakin tinggi pula pajak yang harus dibayarkan. ditujukan untuk membantu rakyat miskin. keamanan atas aset. Penyediaan listrik. penegakan hukum. Teori pemungutan Menurut R. pensiun. karena pada kenyataannya bahwa tingkat kepentingan perlindungan orang miskin lebih tinggi daripada orang kaya. subsidi. Pemerintah menggunakan berbagai jenis pajak dan menetapkan berbagai tarif pajak. terutama neo-klasik berpendapat bahwa pajak menciptakan distorsi pasar yang mengakibatkan pasar yang tidak efisien. Negara masa kolonial maupun modern juga telah menggunakan mendorong produksi menjadi pergerakan ekonomi Kebanyakan ahli ekonomi. mereka mencari jenis pajak yang dapat meminimalkan pengaruh distorsi tersebut. dasar pemungutan pajak adalah adanya kepentingan dari masing-masing warga negara.

Pandangan anti-pajak paling ekstrem adalah anarki-kapitalisme di mana setiap pelayanan publlik harus secara suka rela dibiayai oleh orang yang menggunakannya. baik dalam negeri maupun luar negeri. Sistem perpajakan nasional merupakan refleksi dari nilai-nilai bangsa dan nilai yang dipegang oleh pihak yang memang kekuasaan politik. Pemungutan pajak yang penggunaannya telah ditetapkan untuk tujuan tertentu. pajak pun mengalami hal serupa. negara membutuhkan biaya. Jumlah penerimaan pajak selalu lebih besar daripada jumlah neto yang kemudian dapat digunakan. Beberapa pihak. Selisih antara jumlah pajak yang didapat dengan yang neto dapat digunakan disebut biaya kepatuhan (compliance cost). dan lain sebagainya. Dalam sistem demokrasi di mana rakyat memilih orang-orang yang bertanggung jawab dalam menjalankan sistem perpajakan. Setiap proses bisnis memakan biaya administrasi saat melakukan kegiatan penciptaan penghasilan. misalnya pemajakan atas alkohol yang kemudian hasilnya digunakan untuk membiaya pusat rehabilitasi alkohol disebut hipotekasi. Beberapa jenis fungsi pajak antara lain:  Fungsi anggaran (budgetair) Sebagai sumber pendapatan negara. uang dikeluarkan dari tabungan pemerintah. Biaya ini dapat diperoleh dari penerimaan pajak. pemeliharaan.  Fungsi mengatur (regulerend) Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijaksanaan pajak. Kebijakan ini seringkali tidak dimintasi oleh Menteri Kaungan karena mengurangi kebebasan tindakan atas pasar. belanja barang. Dewasa ini pajak digunakan untuk pembiayaan rutin seperti belanja pegawai. pilihan rakyat menunjukkan jenis komunitas yang ingin diciptakan oleh rakyat. Biaya ini termasuk biaya tenaga yang dikeluarkan dan biaya lain yang muncul saat proses administrasi pajak yang mematugi hukum dan perundangan di bidang perpajakan. . Pada negara yang rakyat tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sistem perpajakan. dengan menjadikan beberapa jenis transaksi kurang menarik. pajak bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. untuk mempengaruhi kondisi ekonomi makro (strategi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan ini disebut kebijakan fiskal). seperti Libertarian berpendapat bahwa segala bentuk pajak adalah tidakbermoral karena sifatnya yang memaksa. Contohnya dalam rangka menggiring penanaman modal. Dengan fungsi mengatur. 8 atau pensiun dengan memajaki rakyat yang masih bekerja. Tabungan pemerintah ini dari tahun ke tahun harus ditingkatkan sesuai kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin meningkat dan ini terutama diharapkan dari sektor pajak. sebuah bangsa harus membuat pilihan terkait distribusi beban pajak – siapa yang akan membayar pajak dan seberapa banyak mereka harus membayar – dan bagaimana pajak yang telah dipungut kemudian dibelanjakan. atau untuk mengubah pola konsumsi dan tenaga kerja dalam sistem ekonomi. Untuk pembiayaan pembangunan. Untuk menciptakan sistem perpajakan. yakni penerimaan dalam negeri dikurangi pengeluaran rutin. sistem perpajakan merupakan refleksi dari nilai-nilai dari pihak yang berkuasa. Untuk menjalankan tugas-tugas rutin negara dan melaksanakan pembangunan. pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran- pengeluaran negara. Pajak juga digunakan untuk membiayai bantuan ke negara lain dan ekpedisi militer.

D. hak-hak fiskus c. Hukum Tata Usaha Negara (Hukum Administrasi Negara) c.  Fungsi redistribusi pendapatan Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum. Dalam rangka melindungi produksi dalam negeri. penggunaan pajak yang efektif dan efisien. Hukum pajak materiil. peristiwa hukum yang dikenai pajak (objek pajak). 9 diberikan berbagai macam fasilitas keringanan pajak. timbul dan hapusnya utang pajak. memuat norma-norma yang menerangkan antara lain: keadaan. Contoh: UU PPh Hukum Pajak formal. Kedudukan Hukum Pajak Kedudukan Hukum Pajak 1. pemungutan pajak.J. perbuatan. mengatur hubungan antara pemerintah dengan rakyatnya. siapa yang dikenai pajak (subjek pajak). Hukum Pidana Prof. memuat bentuk/tata cara untuk mewujudkan hukum materiil menjadi kenyataan (cara melaksanakan hukum pajak materiil). pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk luar negeri. • Hukum Pajak dapat secara langsung digunakan sebagai politik perekonomian. kewajiban WP Kewajiban dan Hak Wajib Pajak . Hukum ini memuat: a. pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi dapat dikendalikan. Hukum Perdata. Hukum Publik. mengatur hubungan antara satu individu dengan individu lainnya 2. yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. tata cara penyelenggaraan (prosedur) penetapan suatu utang pajak b. Hukum Tata Negara b. Hukum Pajak d.A Adriani : Bahwa Hukum Pajak merupakan ilmu pengetahuan Sendiri yang terlepas dari Hukum Administrasi Negara dengan alasan: • Tugas Hukum Pajak bersifat berbeda dengan Hukum Administrasi Negara. dan hubungan hukum antara pemerintah dan WP. • Hukum Pajak memiliki ketentuan dan istilah-istilah yang khas untuk bidang tugasnya Hukum Pajak Materiil dan Hukum Pajak Formal Hukum pajak mengatur hubungan antara pemerintah (fiscus) selaku pemungut pajak dengan rakyat sebagai Wajib Pajak.  Fungsi stabilitas Dengan adanya pajak. Rinciannya: a. Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan jalan mengatur peredaran uang di masyarakat. • Hukum Pajak berkaitan erat dengan Hukum Perdata. berapa besar tarif. termasuk juga untuk membiayai pembangunan sehingga dapat membuka kesempatan kerja.P.

36 Tahun 2008 Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Diatur dalam UU No. Membetulkan SPT 4. Jenis Pajak Ditinjau dari segi Lembaga Pemungut Pajak. pajak dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu: Pajak Negara Sering disebut juga pajak pusat yaitu pajak yang dipungut oleh Pemerintah Pusat yang terdiri atas: Pajak Penghasilan Diatur dalam UU No. 42 Tahun 2009 . Mendaftar 2. Setor 6. 10 Kewajiban Wajib Pajak 1. Mencabut pendaftaran 2. Lapor 7. Pengajuan keberatan dan banding serta peninjauan kembali dll. Menunda penyetoran 5. Hak Wajib Pajak 1. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang diubah terakhir kali dengan UU No. memungut 5. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang diubah terakhir kali dengan UU No. Memotong 4. E. Mengajukan restitusi 6. Menunda penyampaian SPT 3. Pembukuan dll. Menghitung 3.

. Pajak Restoran. c. Pajak Penerangan Jalan. dan d. c. Pajak Air Tanah. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. b. 10 Tahun 1995 jo. a. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Jenis Pajak Kabupaten/Kota terdiri atas: a. 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai Bea Masuk UU No. h. d. g. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pajak Air Permukaan. UU No. Pajak Rokok. Pajak Hiburan. i. j. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. 11 Tahun 1995 jo. Pajak Reklame. berikut jenis-jenis Pajak Daerah: Pajak Provinsi terdiri atas: Pajak Kendaraan Bermotor. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan. f. Pajak Sarang Burung Walet. Pajak Hotel. 11 Bea Materai UU No. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan Cukai UU No. dan k. UU No. Pajak Parkir. 39 Tahun 2007 tentang Cukai Pajak Daerah Sesuai UU No. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan. b. e.

antara lain: 1. sehingga bagi yang melanggar akan dapat dikenai sanksi hukum. beberapa ahli yang mengemukakan tentang asas pemungutan pajak. Menurut W.  Asas kesejahteraan: pajak yang dipungut oleh negara digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. 3. . asas pemungutan pajak adalah sebagai berikut:  Asas Equality (asas keseimbangan dengan kemampuan atau asas keadilan): pemungutan pajak yang dilakukan oleh negara harus sesuai dengan kemampuan dan penghasilan wajib pajak. Menurut Adolf Wagner. Negara tidak boleh bertindak diskriminatif terhadap wajib pajak. 12 F. Asas Pemungutan Pajak Asas pemungutan pajak menurut pendapat para ahli Untuk dapat mencapai tujuan dari pemungutan pajak.[9] 2. asas pemungutan pajak adalah sebagai berikut:  Asas daya pikul: besar kecilnya pajak yang dipungut harus berdasarkan besar kecilnya penghasilan wajib pajak. jangan sampai terjadi biaya pemungutan pajak lebih besar dari hasil pemungutan pajak.  Asas kesamaan: dalam kondisi yang sama antara wajib pajak yang satu dengan yang lain harus dikenakan pajak dalam jumlah yang sama (diperlakukan sama).  Asas Certainty (asas kepastian hukum): semua pungutan pajak harus berdasarkan UU.J. asas pemungutan pajak adalah sebagai berikut:  Asas politik finansial: pajak yang dipungut negara jumlahnya memadai sehingga dapat membiayai atau mendorong semua kegiatan negara. misalnya disaat wajib pajak baru menerima penghasilannya atau disaat wajib pajak menerima hadiah.  Asas beban yang sekecil-kecilnya: pemungutan pajak diusahakan sekecil-kecilnya (serendah-rendahnya) jika dibandingkan dengan nilai obyek pajak sehingga tidak memberatkan para wajib pajak.  Asas manfaat: pajak yang dipungut oleh negara harus digunakan untuk kegiatan- kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan umum. Menurut Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nations dengan ajaran yang terkenal "The Four Maxims".  Asas Efficiency (asas efisien atau asas ekonomis): biaya pemungutan pajak diusahakan sehemat mungkin. Langen. Semakin tinggi penghasilan maka semakin tinggi pajak yang dibebankan.  Asas Convinience of Payment (asas pemungutan pajak yang tepat waktu atau asas kesenangan): pajak harus dipungut pada saat yang tepat bagi wajib pajak (saat yang paling baik).

13  Asas ekonomi: penentuan obyek pajak harus tepat. Terdapat beberapa asas yang dapat dipakai oleh negara sebagai asas dalam menentukan wewenangnya untuk mengenakan pajak. Asas sumber: Negara yang menganut asas sumber akan mengenakan pajak atas suatu penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan hanya apabila penghasilan yang akan dikenakan pajak itu diperoleh atau diterima oleh orang pribadi atau badan yang bersangkutan dari sumber-sumber yang berada di negara itu. tidak menjadi persoalan mengenai siapa dan apa status dari orang atau badan yang memperoleh penghasilan tersebut sebab yang menjadi landasan penge¬naan pajak adalah objek pajak yang timbul atau berasal dari negara itu. khususnya untuk pengenaan pajak penghasilan. Sebagai contoh di Indonesia. 2. keluwesan penagihan (bagaimana cara membayarnya) dan besarnya biaya pajak.  Asas administrasi: menyangkut masalah kepastian perpajakan (kapan. Dalam kaitan ini. Asas Pengenaan Pajak[sunting | sunting sumber] Agar negara dapat mengenakan pajak kepada warganya atau kepada orang pribadi atau badan lain yang bukan warganya. Untuk dapat menyusun suatu undang-undang perpajakan. untuk kondisi yang sama diperlakukan sama pula. secara tegas dinyatakan dalam Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 bahwa segala pajak untuk keuangan negara ditetapkan berdasarkan undang-undang. . pajak untuk barang-barang mewah  Asas keadilan: pungutan pajak berlaku secara umum tanpa diskriminasi. Itulah sebabnya bagi negara yang menganut asas ini. misalnya: pajak pendapatan. Asas domisili atau disebut juga asas kependudukan (domicile/residence principle): berdasarkan asas ini negara akan mengenakan pajak atas suatu penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan. yang menjadi landasan pengenaan pajak adalah status kewarganegaraan dari orang atau badan yang memperoleh penghasilan. Asas kebangsaan atau asas nasionalitas atau disebut juga asas kewarganegaraan (nationality/citizenship principle): Dalam asas ini. apabila untuk kepentingan perpajakan. 3. tentu saja harus ada ketentuan-ketentuan yang mengaturnya. dalam sistem pengenaan pajak terhadap penduduk-nya akan menggabungkan asas domisili (kependudukan) dengan konsep pengenaan pajak atas penghasilan baik yang diperoleh di negara itu maupun penghasilan yang diperoleh di luar negeri (world-wide income concept). Contoh: Tenaga kerja asing bekerja di Indonesia maka dari penghasilan yang didapat di Indonesia akan dikenakan pajak oleh pemerintah Indonesia. tetapi mempunyai keterkaitan dengan negara tersebut. dimana harus membayar pajak). diperlukan asas-asas atau dasar-dasar yang akan dijadikan landasan oleh negara untuk mengenakan pajak. tidak dipersoalkan dari mana penghasilan yang akan dikenakan pajak itu berasal.  Asas yuridis: segala pungutan pajak harus berdasarkan Undang-Undang. orang pribadi tersebut merupakan penduduk (resident) atau berdomisili di negara itu atau apabila badan yang bersangkutan berkedudukan di negara itu. Asas utama yang paling sering digunakan oleh negara sebagai landasan untuk mengenakan pajak adalah: 1. Dalam asas ini.

dan badan-badan usaha luar negeri berkewajiban untuk membayar pajak penghasilan atas setiap penghasilan yang diperoleh dari sumber-sumber di Jepang. misalnya untuk individu yang merupakan penduduk (resident individual) menggunakan asas domisili. Status dari orang atauyangmemperoleh atau menerima penghasilan tidak begitu penting. Kedua. yaitu apakah objek yang akan dikenakan pajak bersumber dari negara itu atau tidak. baik yang diperoleh di Jepang maupun di luar Jepang. . untuk yang bukan penduduk (non-resident) Jepang. hanya dikenakan pajak atas penghasilan dari sumber yang ada di Australia. tetapi mengadopsi lebih dari satu asas. yaitu apakah yang bersangkutan berstatus sebagai penduduk atau berdomisili (dalam asas domisili) atau berstatus sebagai warga negara (dalam asas nasionalitas). penghasilan yang dapat dikenakan pajak hanya terbatas pada penghasilan-penghasilan yang diperoleh dari sumber- sumber yang ada di negara yang bersangkutan. sedangkan pada asas sumber. Indonesia. Australia. untuk semua badan usaha milik negara maupun swasta yang berkedudukan di Australia. tidak hanya mengadopsi salah satu asas saja. dengan asas sumber di pihak lainnya. pada asas sumber. sistem pengenaan pajak berdasarkan asas nasionalitas ini dilakukan dengan cara menggabungkan asas nasionalitas dengan konsep pengenaan pajak atas world wide income. Sementara itu. Sementara itu. pada kedua asas yang disebut pertama. dapat disimpulkan bahwa Indonesia menganut asas domisili dan asas sumber sekaligus dalam sistem perpajakannya. bisa gabungan asas domisili dengan asas sumber. Seperti halnya dalam asas domisili. asal muasal penghasilan yang menjadi objek pajak tidaklah begitu penting. untuk badan usaha luar negeri. di mana berdasarkan asas ini seorang penduduk Jepang berkewajiban membayar pajak penghasilan atas keseluruhan penghasilan yang diperolehnya. Sementara itu. tidaklah menjadi persoalan dari mana penghasilan yang akan dikenakan pajak berasal. bahkan bisa gabungan ketiganya sekaligus. dari ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana terakhir telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994. pajak akan dikenakan terhadap penghasilan yang diperoleh di mana saja (world-wide income). yaitu khusus dalam ketentuan yang mengatur mengenai pengecualian subjek pajak untuk orang pribadi. pada kedua asas yang disebut pertama. Terdapat beberapa perbedaan prinsipil antara asas domisili atau kependudukan dan asas nasionalitas atau kewarganegaraan di satu pihak. 14 Berdasarkan asas ini. khususnya yang mengatur mengenai subjek pajak dan objek pajak. Indonesia juga menganut asas kewarganegaraan yang parsial. Pertama. gabungan asas nasionalitas dengan asas sumber. dikenakan pajak atas seluruh penghasilan yang diperoleh dari seluruh sumber penghasilan. Jepang. kriteria yang dijadikan landasan kewenangan negara untuk mengenakan pajak adalah status subjek yang akan dikenakan pajak. yang menjadi landasannya adalah status objeknya. Di sini. Kebanyakan negara.

Tarif tetap Tariff berupa jumlah yang tetap (sama) terhadap berapapun jumlah yang dikenai pajak sehingga besarnya pajak yang terutang tetap.000. Santoso Brotodiharjo SH. Teori ini banyak ditentang karena negara tidak boleh disamakan dengan perusahaan asuransi. Teori kepentingan. Untuk perlindungan tersebut diperlukan biaya seperti layaknya dalam perjanjian asuransi diperlukan adanya pembayaran premi. Tarif sebanding / proporsional Tarif berupa persentase yang tetap. Bahkan orang miskin justru dibebaskan dari beban pajak. Teori pemungutan Menurut R. . Teori ini banyak ditentang. Contoh besarnya tarif bea materai untuk cek dan bilyet giro dengan nilai nominal berapapun adalah Rp 1. kesehatan. 15 G. 2. dasar pemungutan pajak adalah adanya kepentingan dari masing-masing warga negara. negara mempunyai tugas untuk melindungi warganya dari segala kepentingannya baik keselamatan jiwanya maupun keselamatan harta bendanya. H.Semakin tinggi tingkat kepentingan perlindungan. Contoh untuk penyerahan barang kena pajak di dalam daerah pabean akan dikenakan pajak pertambahan nilai sebesar 10 %. Pembayaran pajak ini dianggap sebagai pembayaran premi kepada negara. yaitu: Teori asuransi. dan lain-lain. karena pada kenyataannya bahwa tingkat kepentingan perlindungan orang miskin lebih tinggi daripada orang kaya. Ada perlindungan jaminan sosial. Tarif progresif Persentase tarif yang digunakan semakin besar bila jumlah yang dikenai pajak semakin besar. menurut teori ini. menurut teori ini. Tarif degresif Persentase tarif yang digunakan semakin kecil bila jumlah yang dikenai pajak semakin besar. Contoh pasal 17 UU PPh 2000 4.00. yaitu: 1. ada beberapa teori yang mendasari adanya pemungutan pajak. dalam bukunya Pengantar Ilmu Hukum Pajak. terhadap berapapun jumlah yang dikenai pajak sehingga besarnya pajak yang terutang proporsional terhadap besarnya nilai yang dikenai pajak. maka semakin tinggi pula pajak yang harus dibayarkan. Tarif Pajak Ada beberapa macam tarif pajak. 3.

Tanggung jawab atas kewajiban pembayaran pajak. Dengan adanya system pemungutan pajak yang baik ini. Hal tersebut sesuai dengan sistem self assessment yang dianut dalam Sistem Perpajakan Indonesia. dapat mengontrol perasaaan. disiplin. Disamping itu juga bagi para Wajib Pajak seharusnya ada kepercayaan atau kesadaran terhadap kewajiban membayar pajak demi pembangunan nasional Negara Indonesia . 16 BAB III Penutup KESIMPULAN Pajak merupakan iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan peraturan perundangundangan yang telah di sepakati bersama. tetapi merupakan hak dari setiap warga Negara untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk peran serta terhadap pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Sesuai falsafah undang-undang perpajakan. Karena keberhasilan atau kegagalan dari sebuah negara bergantung pada penduduk negara itu sendiri. SARAN Saran kelompok kami yaitu kepada pemerintah seharusnya lebih memperkuat lagi kebijakan-kebijakan yang telah disusun berdasarkan prosedur. Sehinggga ada keringanan tersendiri bagi masyarakat atau Wajib Pajak untuk membayar. dan selalu siap menghadapi tantangan dan menguasai rintangan-rintangan maka negara tersebut akan berhasil. Jika penduduknya rajin. dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar- besarnya untuk kemakmuran rakyat. pelayanan. guna mendongkrak penerimaan pajak Negara dan terciptanya keadilan bagi semua pihak yang berkepentingan. membayar pajak bukan hanya merupakan kewajiban. dan pengawasan kepada masyarakat. Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta Wajib Pajak untuk secara langsung dan bersama- sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. yakni penyelengara pemerintahan dan perwakilan rakyat yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang. sebagai pencerminan kewajiban kenegaran di bidang perpajakan berada pada anggota masyarakat sendiri untuk memenuhi kewajiban tersebut. yakni self assessment maka Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak berkewajiban melakukan pembinaan/penyuluhan.

html http://www.com/2013/05/20/pengertian-dasar-perpajakan-makalah- sederhana-perpajakan/ .id/tarif-pajak-pengertian-dan-jenis-beserta-contohnya- secaralengkap/ makalahbersamauntukdimiliki.com/2016/05/pajak-definisi.blogspot.com/2013/06/kedudukan-hukum-pajak.html https://kurniawanbudi04.com/2014/06/makalah-perpajakan. 17 Daftar Pustaka http://www.gurupendidikan.kabarpajak.blogspot.wordpress.htm http://bagusraharjoe.co.