You are on page 1of 19

BIOSFER DAN BIOMA

NAMA : JORDI KURNIAWAN


KELAS : X IIS 2

SMAN 11 KOTA JAMBI


TAHUN AJARAN 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
Rahmat dan Karunia Nya kepada penulis sehingga berhasil menyelesaikan tugas mata
kuliah bahasa Inggris yaitu makalah dengan judul “Biosfer dan Bioma” ini tepat pada
waktunya. Selesainya makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak.Oleh
karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat : Dosen
pengampu mata kuliah yang telah memberikan tugas, petunjuk kepada penulis
sehingga termotivasi dalam menyelesaikan makalah ini. Keluarga tercinta yang telah
memberikan dorongan, bantuan dan do’a serta pengertian yang besar kepada penulis
baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari bahwa dalam mengupas


materi di dalam makalah ini masih banyak kekurangan, baik dalam hal sistematika
maupun teknik penulisannya. Kiranya tiada lain karena keterbatasan kemampuan dan
pengalaman penulis yang belum luas dan mendalam. Oleh karena itu, segala saran
dan kritik yang membangun tentunya penulis harapkan, sebagai masukan yang
berharga demi kemajuan penulis di masa mendatang.

Demikianlah makalah ini, penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi
penulis khususnya, bagi pembaca umumnya,dalam memberikan informasi tentang
Penulisan makalah kimia.

Jambi, 14 Mei 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................................2

DAFTAR ISI .............................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................................4

1.1 Latar Belakang ..................................................................................................4


1.2 Rumusan Masalah .............................................................................................4
1.3 Tujuan Penulisan .............................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................5
2.2 Pengertian Biosfer ............................................................................................5
2.2 Organisasi Biosfer ............................................................................................5
2.3 Faktor yang mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna ................................8
2.4 Pengertian Bioma..............................................................................................11
2.5 Jenis-Jenis Bioma .............................................................................................12
BAB III PENUTUP ...................................................................................................18
3.1 Kesimpulan ......................................................................................................18
3.2 Saran .................................................................................................................18
Daftar Pustaka ............................................................................................................19

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ekosistem sebagai salah satu ciptaan Tuhan, dimana terdapat berbagai


kumpulan mahluk hidup yang saling berinteraksi dengan mahluk lainya maupun
bukan mahluk hidup. Ekosistem sendiri memberikan suatu keindahan dan juga tidak
luput dari kegunaanya. Ekosistem sangatlah penting bagi kehidupan manusia,
contohnya saja Hutan. Jika tidak ada hutan lantas bagaimana kita Mendapatkan kayu?
Mendapatkan sumber daya? Terlindung dari banjir maupun longsor? Oleh karena itu
sebagai manusia baik kita harus menjaga keutuhan ekosistem baik yang ada di
darat,laut,maupun udara misalnya.

Sebagai manusia yang baik tentulah kita ingin melakukan hal itu bukan?
Maka dari itu sebelum kita menjaga keutuhan ekosistem sebaiknya kita tahu
komponen komponen ekosistem itu sendiri. Dalam makalah ini kami akan berusaha
menerangkan tentang komponen komponen ekosistem tersebut diantaranya yaitu
tentang Bioma Gurun, Bioma Tundra, dan Bioma Taiga dan lain-lain. Kami yakin
dari sekian ratus juta penduduk Indonesia tak sedikit yang belum mengerti tentang itu
dan semoga dapat dijadikan motivasi untuk menjaga keutuhan ekosistem di Bumi
tidak hanya di Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan biosfer dan bioma?


2. Faktor apakah yang mempengaruhi biosfer dan bioma ?
3. Apa saja jenis-jenis bioma ?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Kami membuat makalah ini yang pertama untuk melengkapi tugas bilogi
tentang pembuatan makalah bioma.
2. Sebagai bahan introspeksi diri supaya kita semua yang membaca makalah ini
sadar akan pentingya ekosistem.
3. Menambah wawasan pengetahuan kami maupun pembaca makalah ini.
4. Sebagai ajang latihan menyusun makalah.

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Biosfer

Biosfer adalah kumpulan semua ekosistem yang ada di bumi atau bisa dikatakan
seluruh makhluk hidup yang ada di bumi beserta dengan interaksinya dengan
komponen abiotiknya. Secara etimologis, biosfer berasal dari kata bios yang artinya
hidup dan sphere yang artinya lapisan. Jadi, biosfer adalah lapisan hidup atau lapisan
tempat hidup makhluk hidup/organisme.

Biosfer meliputi lapisan hidrosfer, litosfer dan atmosfer. Interaksi ketiga lapisan
ini saling mempengaruhi satu sama lain sehingga membentuk lapisan yang
merupakan tempat kehidupan di bumi ini. Pada dasarnya, setiap jenis makhluk hidup
telah mempunyai tempat tersendiri di biosfer. Hal ii dimaksudkan agar mereka dapat
bertahan hidup sesuai dengan cara hidup masing-masing.

2.2 Organisasi Biosfer

Makhluk hidup atau organisme memiliki tingkat organisasi yang berkisardari


tingkat yang paling sederhana (protoplasma) ke tingkat organisasiyang paling
kompleks (biosfer). Berikut tingkat organisasi dari tingkat yang paling sederhana :

• Individu

5
Merupakan organisme tunggal dan berada pada tingkatan organisme makhluk
hidup terendah. Contohnya : seekor tikus, seekor kucing, satu pohon jambu, satu
pohon kelapa, dan seorng manusia.

• Popolusi

Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang berada pada suatu daerah
yang sama dan dalam waktu tertentu. Misalya : sekumpulan kucing yang sedang
bermain ,sekumpulan sapi yang sedang merumput, sekumpulan bebek yang sedang
berjalan, dan sekumpulan pohon jati dihutan.

• Komunitas

Komunitas adalah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu
waktu dan daerah yang tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama
lain. Misalnya : komunitas sawah, komunitas kolam, dan komunitas rumput.

• Ekosistem

Komunitas adalah komponen dari berbagai komunitas yang saling berinteraksi


dengan lingkungan abiotiknya. Contohnya : ekosistem air tawar, ekosistem pantai,
dan ekosistem sawah.

Macam-macam ekosistem :

Setiap ekosistem memiliki spesies dominan ekosistem bukan pantai, dengan


ekosistem hutan pegunungan. Ekosistem hutan pantai didominasi oleh tumbuhan
bakau, sedangkan hutan pegunungan didominasi oleh tumbuhan cemara dan pinus.
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi 3 tipe yaitu:

1) Ekosistem darat

adalah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan.Ekosistem darat


dilihat dari tumbuhan dpoinan tersebut dinamakan vegetasi.Berdasarkan vegetasi
pembuntuknya vegetasi ekosistem darat terbagi atas

a. Ekosistem dataran rendah atau vegetasi pamah


Ekosistem ini berada pada ketinggian 0 -100 meter diatas permukaan laut.
Vegetesi yang terdapat pada ekosistem ini terdiri atas vegetasi rawa dan
vegetasi darat.

6
b. Ekosistem dataran tinggi (Vegetasi pegunungan)
Ekosistem ini bermacam-macam, tergantung pada ketinggiannya. Ekosistem
ini dibedakan menjadi vegetasi hutan pegunungan, vegetasi padang rumput
pegunungan, vegetasi terbuka lereng berbatu, vegetasi rawa gambut, vegetasi
danau, vegetasi alpin.

c. Ekosistem vegetasi monsum


Vegetasi ini banyak dijumpai didaerah beriklim kering yang memiliki curah
hujan sedikit. Daerahnya terletak pada ketinggian 0-800 meter dari
permukaan laut. Ciri-ciri hutan monsum adalah pohon-pohonnya rendah,
banyak cabang, dan cabangnya tidak lurus.
2) Ekosistem air

Adalah ekosistem yang lingkungan fisiknya didominasi oleh air. Berdasarkan


kandungan garamnya ekosistem air dibedakan menjadi ekosistem air tawar dan
ekosistem air laut.

a. Ekosistem air tawar


 Ciri-ciri:

1. Salinitas atau kadar garam rendah


2. Variasi suhu antara siang dan malam tidak terlalu besar
3. Penetrasi (masuknya) cahaya matahari terbatas atau kurang
4. Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca
5. Tumbuhan didominasi oleh jenis gangguan dan beberapa tumbuha biji
 Ekosistem air tawar dibedakan menjadi:
1. Ekosistem air tenang, disebutjuga ekosistem lentik, contihnya danau, telaga,
dan rawa.
2. Ekosistem air mangalir, disebut juga ekosistem lotik, contohnya selokan dan
sungai.

b. Ekosistem laut
 Ciri-ciri :

1. Salinitas tinggi, mencapai 55%


2. Terdapat kehidupan disemua kedalaman, kecuali didasar laut sangat dalam.

7
3. Ekosistem laut saling bersambungan dan bercampur karena adanya sirkulasi air
laut.
4. Rantai makanan relatif panjang dan kompleks.

 Ekosistem laut dibadakan atas:

1. Laut
Laut memiliki perbedaan suhu yang tinggi antara bagian atas dan bagian
bawah. Berdasarkan itensitas cahaya matahari yang dapat mencapainya,
ekosistem laut dibedakkan menjadi laut dangkal dan laut dalam.

2. Pantai
Pantai letaknya berbatasan dengan darat, laut, dan daerah pasang surut.
Organisme didaerah ini telah beradaptasi dengan hempasan air pasang, seperti
ganggang, porifera, animon laut, rumput laut, remis dan kerang, mollusca,
landak laut, bintang laut, serta ikan-ikan kecil

3. Estuari
Estuari atau muara merupakan tempat bertemunya sungai dan laut. Salinitas
air berupa secara bertahap mulai dari daerah air tawar, ke laut. Nutrien dari
sungai memperkaya estuari. Organisme yang hidup di estuari antra lain:
rumput rawa, ganggang, fitoplankton, cacing, kerang, kepiting, dan ikan.

• Habitat

Habitat adalah tempat berkumpulnya ekosistem.

2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna adalah:

1. Faktor Iklim

2. Faktor Edafik

3. Faktor Fisiografi

4. Faktor Biotik.

8
Berdasarkan tingkat kelembabannya, dunia tanaman dikelompokkan menjadi
4 jenis yaitu : Xerophyta, Mesophyta, Hygrophyta dan Tropophyta.

Persebaran fauna di indonesia

 Neotropikal, daerah persebarnnya : Amerika Selatan, Amerika Tengah,


Meksiko dan Kepulauan Hindia Barat. Fauna khasnya adalah trenggiling,
hewan lainnya seperti : ikan piranha, belut listrik, kukang dan kera hidung
merah.
 Neartik, daerah persebarannya : Amerika Utara sampai Meksiko Tengah dan
greenland. Fauna spesifiknya adalah ayam kalkun, hewan lainnya: bison,
muskox, kura-kura, ular berbisa, caribau dan kambing gunung.
 Paleartik, daerah persebarannya : Eropa, Afrika Utara, Asia Utara (Rusia dan
Cina serta Jepang) dan sebelah barat Himalaya. Fauna khasnya adalah panda,
kelinci, bison, kucing kutub dan tikus air.
 Ethiopian, daerah persebarnnya : Afrika Selatan, Sahara, Malagasi dan Arab
Selatan. Fauna khasnya adalah zebra, okapi jerapah, unta, antilop dan badak
Afrika.
 Oriental, daerah persebarannya : Asia Selatan dan Asia Tenggara. Fauna
khasnya adalah Harimau dan badak bercula satu. Hewan lainnya gajah,
siamnag, orang utan, beruang dan tapir.

9
 Australian, daerah persebarnnya : Australia, Selandia Baru, Papua dan
Maluku. Fauna khasnya adalah hewan berkantung (marsupial) seperti
kanguru, kiwi dan burung cendrawasih.

Persebaran flora di dunia:

 Hutan hujan tropis, tersebar di daerah beriklim tropis.


 Hutan musim tropis, tersebar di daerah beriklim tropis dengan perbedaan
musim hujan dan kemarau yang jelas.
 Hutan mangrove, tersebar di daerah pantai tropis dan subtropis.
 Hutan gugur, tersebar di darah beriklim subtropis.
 Hutan taiga (hutan berdaun jarum), tersebar di daerah beriklim sedang.
 Tundra (padang lumut), tersebar di daerah kutub (beriklim dingin)
 Padang rumput, di daerah tropis dan subtopis.

10
Fauna di Indonesia terbagi dalam 3 kelompok wilayah, yaitu:

 Wilayah fauna Indonesia Barat yang bercorak Asiatis. Contoh: beruang madu,
harimau sumatera, gajah, badak, harimau jawa, banteng, orang utan.
 Wilayah fauna Indonesia Tengah yang merupakan fauna tipe peralihan.
Contoh: burung maleo, anoa, babi rusa, komodo.
 Wilayah fauna Indonesia Timur yang bercorak Australis. Contoh: Burung
Cendrawasih, burung kakak tua, walaby, kuskus.

2.4 Pengertian Bioma


Bioma merupakan ekosistem darat yang mempunyai bentangan alam yang
luas dan ciri-ciri yang khas. Seperti pada gambar dibawah ini merupakan macam-
macam jenis bioma.

11
2.5 Jenis-Jenis Bioma
1. Bioma Gurun
Suatu derah yang menerima curah huhan sedikit-kurang dari 250 mm/tahun.
bioma gurun biasanya mempunyai kehidupan yang biasanya tersembunyi (khususnya
di siang hari) untuk mempertahankan cairan tubuh.Contohnya Gurun Gobi di Asia
dan Gurun Sahara di Afrika.Wilayah bioma gurun terdapat di Afrika utara, Jazirah
arab, Benua asia. Australia, Afrika bagian selatan, Amerika serikat, mexico.
Ciri-Ciri Gurun

 Memiliki curah hujan yang sangat rendah +/- 25 mm/tahun


 Evaporasi (penguapan) tinggi dan lebih cepat daripada presipitasi (hujan)
 Tingkat deflasi yang tinggi
 Memiliki perbedaan suhu udara siang dan malam yang sangat tinggi yaitu
disiang hari 45 derajat celcius, malam 0 derajat celcius.
 Tanah pasir sangat tandus karena tidak dapat menampung air
 Mempunyai kelembaban udara yang sangat rendah.

2. Bioma Stepa/Padang Rumput


Persebaran bioma gurun banyak terdapat yang di benua Australia (Gibson),
Indonesia (Parangtritis), Afrika Utara (Sahara), Asia (Takla Makan), dan Amerika
Utara (Great Basin).
Ciri-Ciri Padang Rumput

 Curah hujan yang sangat rendah +/-25 mm/tahun


 Memiliki kelembaban udara yang sangat rendah
 Evaporasi (penguapan) tinggi yang lebih cepat dari prepitiasi (hujan)
 Tingkat deflasi yang tinggi
 Tanah pasir tandus karena tidak mengandung air
 Suhu udara di siang 45 derajat celcius dan di malam hari sekitar 0 derajat
celcius

12
3. Bioma Taiga
Terdapat di daerah sangat dingin di belahan bumi utara dan di pegunungan tinggi.
Ciri-Ciri Taiga

 Memiliki musim dingin yang cukup panjang dan musim kemarau yang panas
sangat singkat yakni hanya berlansung 1-3 bulan.
 Selama musim dingin, air tanah akan berubah menjadi es yang mencapai 2
meter di bawah permukaan tanah.
 Jenis tumbuhan yang hidup sangat sedikit, umumnya hanya terdiri atas dua
atau tiga jenis tumbuhan.

4. Bioma Hutan Hujan Tropis


Bioma Hutan Hujan Tropis terdapat diwilayah Afrika, Meksiko, Australia,
Amerika Selatan, Kepulauan Pasifik, dan Amerika Tengah.
Ciri-Ciri Hutan Hujan Tropis

 Curah hujan sangat tinggi, lebih dari 2.000 mm/tahun


 Pohon-pohon utama memiliki ketinggian antara 20-40 m.
 Mendapat sinar matahari yang cukup, tetapi sinar matahari tidak dapat
menembus dasar hutan
 Cabang pohon berdaun lebat dan lebar dengan hijau sepanjang tahun
 Memiliki iklim mikro di lingkungan sekitar permukaan tanah/dibawah kanopi
(daun pada pohon-pohon besar dengan membentuk tudung).

5. Bioma Hutan Gugur


Bioma hutan gugur adalah bioma yang terletak pada kisaran 30-40 derajat
lintang LU/LS denga beriklim sedang. Bioma hutan gugur terdapat di wilayah
Amerika Serikat di bagian timur, ujung selatan benua Amerika, Kepulauan Inggris
dan Australia.
Ciri-Ciri Hutan Gugur

13
 Curah hujan merata antara 75 – 1.000 mm pertahun
 Pohon yang bercirikan lebar, hijau pada musim dingin, rontok pada musim
panas dan memiliki tajuk yang rapat
 Memiliki jumlah/jenis tumbuhan yang 14it abac sedikit
 Musim panas yang hangat dan musim dingin tidak terlalu dingin.
 Terdiri 4 musim ialah musim panas, gugur, dingin, semi

6. Bioma Tundra
Bioma tundra adalah bioma yang ada di sekitar kutub utara dan sebagian di
selatan. Bioma tundra tidak ditemukan pepohonan, namun hanya tumbuhan kecil
sejenis rumput dan lumut. Lokasi wilayah bioma terdapat di sekitar lingkar artik,
Greenland di wilayah kutub utara. Berdasarkan pembagian iklim bioma tundra berada
di daerah yang beriklim es abadi (ET) dan Iklim Tundra (ET).
Ciri-Ciri Tundra

 Hampir di setiap wilayahnya tertutup oleh salju/es


 Mempunyai musim dingin yang panjang dan gelap serta musim panas yang
panjang dan terang.
 Usia tumbuh tanaman sangat pendek, berkisar dari 30-120 hari (1-4 bulan)

Indonesia salah satu wilayah tropis dan merupakan 14it ab berkembang.


kemudian 14it abaca membangun sumber daya alam karna sesuatu yang berasal dari
alam dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. 14it abaca juga
membangun sumber daya manusia karna merupakan kunci perkembangan
pembangunan. disisi lain 14it abaca tidak memperhatikan keseimbangan lingkungan
sehingga 14it abaca mengakibatkan kerusakan sumber daya alam.

Inilah Contoh kerusakan flora dan fauna yang terjadi di Indonesia akibat
kegiatan manusia, misalnya :

14
1. Hutan menjadi gundul.

Dalam prakteknya tebang pilih juga mengorbankan pohon lain yang tertimpa
sehingga banyak pohon kecil yang mati. Apabila penebangan dilakukan secara
bersamaan maka akan menghabiskan pohon-pohon dihutan.

2. Tanah Longsor.

Akar-akar pohon di hutan berfungsi sebagai penahan tanah agar tidak tererosi
dan longsor. Karena pohon sudah mati maka fungsi tersebut juga tidak dapat
berlangsung.

15
3. Banjir.

Pohon-pohon di hutan dapat berfungsi sebagai penahan air hujan sehingga air
meresap kedalam tanah. Namun, karena fungsi hutan berubah maka akar tidak
mampu lagi menahan air akibatnya di dahilir atau di daerah yang lebih rendah akan
banjir.

4. Rusaknya hutan habitat hewan dan makluk hidup lain.


Rusaknya hutan berarti rusaknya tempat hidup hewan. Oleh karena itu.
Kelestarian hewan di hutan juga terancam, begitu juga dengan makluk hidup
lainnya. Faktor-faktor yang menyebabkan kemusnahan fauna adalah sebagai
berikut :
a) Faktor kematian merupakan faktor yang langsung mematikan atau
mengurangi populasi. Misalnya pemangsaan, perburuan, penyakit, kelaparan
dan kecelakaan.
b) Faktor kesejahteraan merupakan faktor yang menyangkut kuantitas dan
kualitas lingkungan hidup fauna. Misalnya makanan, air dan tempat hidup.
c) Faktor manusia merupakan kegiatan-kegiatan manusia yang dapat
mempengaruhi kuantitas dan kualitas makanan, air dan tempat hidup.

Untuk menjaga kelestarian gen tumbuhan atau hewan, perlu dilakukan usaha
antara lain sebagai berikut:

1. Diadakan daerah yang dilindungi, seperti cagar alam, hutan lindung, dan
suaka margasatwa.

16
2. Diadakan daerah penyangga, daerah antara lahan pertanian dan permukiman
penduduk dengan daerah cagar alam.
3. Pengembangan daerah yang dilindungi seperti untuk penelitian, pendidikan,
dan pariwisata.
4. Mendirikan kawasan kebun raya dan kebun binatang yang dijadikan koleksi
hidup, misalnya Kebun Raya Bogor dan Taman Safari Indonesia.
5. Diadakan bank gen, yaitu menyimpan dan menjaga suatu gen agar tetap baik.

17
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Adapun dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa :

1. Biosfer adalah kumpulan semua ekosistem yang ada di bumi atau bisa
dikatakan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi beserta dengan
interaksinya dengan komponen abiotiknya. Bioma merupakan ekosistem darat
yang mempunyai bentangan alam yang luas dan 18it a-ciri yang khas.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna adalah:
1. Faktor Iklim
2. Faktor Edafik
3. Faktor Fisiografi
4. Faktor Biotik.
3. Jenis-Jenis bioma antara lain :
1. Bioma Gurun
2. Bioma Stepa
3. Bioma Taiga
3.2 Saran
 Saran untuk guru :
1) Diharapkan guru pembimbing yang telah memberikan tugas ini mampu
mencermati apa isi makalah ini dan menjelaskanya kembali kepada siswa.
2) Diharapkan guru pembimbing yang telah memberikan tugas ini mampu
mencermati susunan makalh ini dan 18it ab penilaian secara 18it abac agar
siswa puas dengan jiri payahnya.
.
 Saran untuk siswa/pembaca :
1) Diharapkan dalam membaca makalah ini dengan penuh rasa introspeksi diri
agar kita semua mengerti akan arti dari apa yang 18it abaca.
2) Berdiskusilah kepada orang lain tentang berbagai bioma bioma lainya agar
wawasan kita lebih luas.

18
Daftar Pustaka

Schulze, Ernst et all. 2002. Plant Ecology. New York: Springer-Verlag

Ewuise, J.Y. 1990. Pengantar Ekologi Tropika. Terjemahan oleh Tanuwijaya U.


Bandung: ITB press

Widyastuti. 2002. Sifat dan Ciri Tanah. Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya
Lahan. Bogor: IPB Press

John, Novis. 2003. Ragam Hutan Indonesia. Greenpeace (Online).


(http://www.greenpeace.co.id) diakses tanggal 02 April 2014

19