You are on page 1of 14

CERITA FIKSI

SANGKURIANG

sangkuriang– pada zaman dahulu,ada kisah seseorang putri raja dari jawa barat yang bernama
dayang sumbi. ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama sangkuriang.
Suatu hari sangkuriang berburu dengan si tumang (anjing kesayangan istana). Sangkuriang juga
tidak tahu bahwa anjing itu titisan dewan sekaligus ayahnya sendiri.
Waktu itu tumang tidak mau menuruti perintah sangkuriang untuk mengambil hewan buruan.
maka tumang di usir ke dalam hutan. Kemudian sangkuriang kembali ke istana dan
menceritakan hal tersebut kepada ibunya.
seketika itu dayang sumbi marah besar dan spontan memukul kepala sangkuriangdengan
centong nasi yang di pegangnya.
Sangkuriang pun terluka dan kecewa atas perlakuan ibunya dan memutuskan pergi mengembara.
Setelah kejadian tersebut ibunya menyesali dirinya. Lalu ia selalu berdoa dan bertapa dengan
tekun.
Akhirnya suatu ketika,para dewa memberikan hadiah,bahwasanya ia akan selamanya muda dan
memiliki kecantikan yang abadi.

Karena sudah bertahun-tahun mengembara sangkuriang berniat untuk kembali ke istana/tanah


airnya. Namun keadaan kerajaan sudah berubah total,dan menjumpai seseorang gadis yang
cantik dan mempesona yang tak lain adalah dayang sumbi(ibunya).
sangkuriang terpesona dan segera melamarnya begitu pula dengan dayang sumbi. suatu hari
sangkuriang pamit untuk berburu dan meminta untuk merapikan rambut calon suaminya
tersebut.
Namun dayang sumbi terkejut dengan bekas luka yang di kepalanya persis dengan anaknya dan
setelah di perhatikan memang mirip.
Setelah itu dayang sumbi mencari akal agar gagal pernikahan tersebut. dengan mengajukan
syarat jika ingin meminangnya. Membendung sungai citarum,dan dampan besar untuk
meyebrang sungai semua itu harus selesai sebelum fajar terbit.

Sangkuriang mengerjakan tidak sendiri tetapi di bantu oleh makhluk ghaib. ternyata
dayang sumbi mengintip begitu pekerjaan hampir selesai ia memperintahkanpasukannya untuk
menggelar kain merah di sebelah timur kota.
Dengan melihat hal itu sangkuriang mengira sudah pagi dan marah besar dan menendang
sampan dengan kekuatannya sampai ke gunung dan menjadi “gunung tangkuban perahu”
CERITA FIKSI
DANAU TOBA

Danau toba merupakan danau berkawah yang sangat luas dan besar. Dengan luas 1.145
kilometer persegi. Danau toba sendiri lebih menyerupai lautan dibandingkan danau.
Beberapa cerita rakyat setempat mengenai asal mula danau toba. Salah satu ceritanya ialah
legenda yang menyertai keberadaan seseorang pemuda miskin yang bernama toba.
Kehidupannya bertani dan menangkap ikan suatu hari ia dapat menangkap ikan emas yang ajaib
dan bisa berbicara seperti manusia.

Dengan kejanggalan tersebut toba membawa pulang ikan emas tersebut. Setelah di bawa pulang
berubah menjadi seorang wanita cantik. Ikan emas itu mendapat kutukan karena telah melanggar
aturan para dewa.
Ikan meminta toba agar tidak membocorkan rahasia itu. Dan toba bersedia asalkan mau
menikah dengan toba. dan gadis tersebut di beri nama mina keduanya hidup rukun dan di
karuniai anak laki-laki yang bernama samosir.
Ibunya menyuruh mengantarkan makan ke sawah untuk ayahnya namun dia menolak. Karena
sering dipaksa maka dengan kesal ia mau mengantarkannya,di tengah perjalanan makan itu
malah dimakan oleh samosir. Dan sering terlambat membuat ayahnya marah ke samosir.
Akhirnya toba memukul dan mengatakan anaknya dengan “dasar anak ikan yang kurang
ajar”. Sang anak pun pulang dan menangis kemudian menanyakan apakah benar kalau anak
ikan.

Sang ibu terkejut mendengar suaminya telah melanggar janjinya. Seketika itu hujan dan
petir,hingga membuat sungai meluap dan banjir besar. Karena air semakin
banyak tergenanglah lembah dan toba tidak bisa menyelamatkan dirinya.
Dan diberilah nama danau toba dan pulau samosir yang berada di tengahnya.
CERITA FIKSI
LEGENDA RAWA PENING

legenda rawa pening-selain memiliki banyak unsur budaya yang terkenal jawa tengah juga
mempunyai banyak cerita-cerita menarik.

salah satunya yaitu legenda rawa pening-pada zaman dahulu hiduplah seorang anak yang sakti.
sehingga kesaktian tersebut membuat seorang penyihir jahat iri.

karena merasa tertandingi ilmunya penyihir jahat itu menyihir anak itu,badannya penuh luka
dengan bau yang sangat menyengat. dan luka-luka baru yang nampak. ketika luka itu
kering,tidak ada seorang pun yang mau mendekat dengannya.

suatu hari anak sakti ini mempunyai mimpi ada seseorang wanita yang bisa mengobati lukanya
dan penyakitnya. setiap kampung pun didatangi untuk mencari perempuan tersebut.

namun anak ini senantiasa di usir oleh masyarakat. mereka merasa jijik dan mengusirnya
kembali.

suatu saat ada pesta dan anak ini dapat masuk dalam pesta tersebut,namun beberapa orang
mengusir dan mencaci maki. kemudian diseret keluar,ketika diseret ia berpesan kepada orang
yang ada di pesta tersebut.

“dengan menancapkan satu lidi di atas tanah dan hanya dirinya yang dapat mencabutnya”

anak tersebut melakukan tersebut karena kesal atas perlakuan dari masyarakat. beberapa orang
mengabaikan perkataan anak tersebut. mereka juga mencoba mencabut lidi itu. namun tidak
seorang pun yang dapat mencabutnya.

hingga tanpa orang sadari anak itu mencabut dan keluarlah air dan menjadi mata air. semakin
lama air yang keluar deras dan banyak. hingga menenggelamkan daerah itu,hingga menjadi
telaga yang di beri nama rawa pening.

tidak ada satu orang pun yang selamat kecuali wanita yang telah menolongnya,serta memberikan
rumah dan merawatnya.

penyihir jahat masih tidak terima atas kesembuhan itu hingga menyihir lagi menjadi ular besar
dengan kalung genta di bagian leher.

karena kalung itu selalu berbunyi klinting-klinting membuat nama ular itu memiliki nama baru
klinting.
CERITA FIKSI PENDIDIKAN
PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN PERINGKAT

perjuangan mempertahankan peringkat -namaku yanuar,merupakan seorang siswa sekaligus


santri laki-laki yang berusia 17 tahun. waktu itu aku masih duduk di bangku kelas xi semester 3.
dan hari ini waktu untuk pengambilan raport akhir semester gasal beberapa minggu yang lalu.
aku mengambil raport sendiri karena orang tua sangat sibuk untuk mencari nafkah. karena aku
di pesantren waktu itu juga aku pulang setelah mengambil raport .
setelah mengambil raport aku seketika membukanya namun hasil belajar selama 6 belakang
lumayan yaitu dengan rata-rata 7,3. namun hal itu belum cukup untukku.

akupun berjanji setelah liburan akan lebih giat dan tekun untuk belajarnya. dan tidak terasa
waktu liburan hampir habis. dan waktunya untuk kembali meningkatkan prestasi belajar.

ternyata waktu cepat berlalu dan buktinya sudah akhir semester genap dan tepatnya kenaikan
kelas. setelah ujian semester saatnya kini mengetahui hasil yang telah ku perjuangkan selama 6
bulan.

akupun langsung mengambil raportnya dan guru wali kelas saya memberikan bingkisan dan
saya agak kebingungan. dan setelah saya buka raport ternyata nilai saya meningkat walaupun
masih di 3 besar.

saya percaya bahwasanya usaha yang bersungguh-sungguh tidak akan tidak jauh sama hasilnya.
CERITA FIKSI

DIAN

Dian merupakan seorang gadis desa yang miskin,dan wajahnya yang agak suram,oleh sebab itu
ia menderita penyakit kulit di bagian wajahnya. Orang-orang desa takut jika berpapasan dengan
dian,hingga ia menggunakan cadar.

Suatu malam dian bermimpi bertemu pangeran Rangga,anak raja itu terkenal dengan
ketampanan dan keramahannya. dian pun semakin sering memimpikan pangeran.

Sudahlah buanglah jauh-jauh mimpi itu dian! kata ibunya. kamu boleh suka dengan siapa saja.
Tapi ibu tidak ingin kamu kecewa(tutur ibunya)

Kata ibunya dian mirip sekali dengan dewi bulan ketika masih kecil dan belum terkena penyakit
kulit.

Suatu hari dian pergi ke danau dan setelah sampai seraya berkata “indah sekali” keadaan sekitar
danau yang menjadi terang.

Tiba-tiba datang seorang perempuan yang sangat cantik. siapa kamu ? tanya dian yang kaget.

“aku dewi bulan” yang di utus untuk menyembuhkan penyakit wajahmu dian,selama ini kamu
mendapat ujian,dan atas kebaikan dan ketulusan hatimu. kamu berhak mendapat air kecantikan
dariku.

Dengan tangan gemetaran dian menerima pemberian air kecantikan dari dewi bulan
itu.Kemudian dian langsung membasuh wajahnya dengan air itu dan pulang dan tertidur.

Sungguh ajaib keesokan harinya dian pun langsung bercermin dan kulit wajahnya telah halus
kembali seperti dahulu.

Dan ia berkata kepada ibunya,bahwa dewi bukan memang ada,kata dian.


CERITA FIKSI
INDAHNYA SEBUAH PERSAHABATAN

Ahmad mempunyai seorang sahabat yang setia menemani dan memberi motivasi ketika duka
dalam hidupnya. dan tidak jauh dari rumahnya arya sahabat setia ahmadyang tinggal beda RT.
namun belakangan ini arya tidak berkunjung ke rumah ahmad.
arya kemana ya buk,biasanya dia main kesini. namun akhir-akhir ini tidak kesini”kata ahmad“.
Ahmad pun mengunjungi rumah arya dan sampai 5 kali mengetuk pintu tidak ada yang
membuka pintunya. lalu ia memberanikan diri bertanya pada tetangganya tentang keberadaan
arya.
ternyata arya telah pindah rumah ke desa karena orang tuanya yang di phk. akhirnya keluarga
arya memutuskan untuk kembali ke desa sebagai petani.
Dan Ahmad pun tampak sedih karena kepergian arya ke desa kembali. ia sering melamun dan
memikirkan sahabatnya yang di desa (Ahmad).
Aku ingin bertemu dengan arya ayah”kata Ahmad dengan nada agak mendesak”. Oke kalau itu
membuat kamu senang,kamu harus cari alamat desa arya ya. berkat pemilik rumah kontrakan
ahmad mendapatkan alamatnya arya.
Lanjut hari keluarga ahmad mendatangi rumah arya yang di desa yang terpencil dan bisa
berjalan kaki beberapa kilometer saja. Kedatangan Ahmad di sambut oleh keluarga arya dan
arya sendiri.
Arya meminta maaf kepada Ahmad karena tidak sempat bilang dan memberi kabar kepadanya.
ayah ahmad berkata bahwa tujuannya ke desa ialah mengajak arya ke kota dan tinggal bersama
keluarga ahmad. dan orang tua arya sudah menanggung semua biaya pendidikannya di kota.
Namun semua itu terserah kamu sendiri arya “kata ayahnya.
Baiklah jika ayah ahmad dan ahmad menghendaki saya untuk ikut. saya mau,saya juga
mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan keluarga bapak.
Kemudian ahmad bangkit dari tempat duduknya dan memeluk arya. Tampaknyaahmad bahagia
dan tidak kuat menahan kebahagian. Kini arya tinggal bersama keluarga ahmad di kota.
Sedangkan keluarganya tinggal di desa bersama nenek arya yang semakin tua.
CERITA FIKSI
KELINCI PUTIH

Kelinci putih itu bernama chiko,chiko hidup sebatang kara,tak ber ibu dan juga tak ada
saudara.Chiko mendambakan seorang teman yang bisa mendengarkan keluh
kesahnya.Kemudian tanpa di sengaja di bertemu dengan se ekor ular yang besar yang siap
memangsanya, ular itu lapar sampai matanya keliatan sangat bernafsu untuk dapat dan cepat
melahap chiko,dalam pikirannya si ular yang bernama Brian itu sudah membayangkan
nikmatnya daging chiko..

Chiko pun ketakutan lalu dia berlari dan bersembunyi di balik batang pohon yang sudah roboh
karena di makan usia dan berlumut. Brian terus mencari tapi tak pernah menemukan Chiko.

Ternyata chiko bersembunyi di balik besarnya badan Bimo yang kebetulan sedang duduk santai
di pohon yang tumbang itu. Bimo adalah anak gajah yang baik hati.Brian pun urung memangsa
Chiko.Merekapun berkenalan Bimo sangat iba melihat chiko yang selau jadi mangsa empuk
para predator.Dan merekapun berteman.

Kemudian chiko di perkenalkan pada orang tua Bimo,semenjak itu Chiko selalu mengikuti
kemana Bimo pergi dan mereka pun hidup bahagia.
CERITA NON FIKSI
SEPATU TERAKHIR

Orang lain tidak iri dan dengki dengan kekayaanmu,


Orang tidak dengki dengan kepintaranmu,
Orang tidak hasad dengan kecantikanmu, banyaknya keturunanmu, ataupun standar
duniawi lainnya.

Tapi ada orang yang akan IRI dan DENGKI MELIHATMU BAHAGIA,
karena bahagianya hidup adalah ciri keberkahan,

Tak heran jika, -boleh jadi-, akan ada orang yang tetap iri dengki denganmu,
meski kau dicap miskin,
kau dianggap bodoh,
belum dikaruniai keturunan ,
apalagi cakepnya 'dibawah pasaran',
selama kau banyak bersyukur, tersenyum, dan berbahagia..
mereka akan iri dengki kepadamu
Percayalah, Sungguh diluar sana,
boleh jadi ada orang yang tangannya gatal,
matanya panas,
jiwanya sesak, hatinya pedih,
HANYA KARENA MELIHATMU bahagia.

Kau tak menyempitkan rezekinya,


kau tak mencaci keturunannya,
dan bahkan kau tidak melakukan apapun kepadanya!

Bukan salahmu mereka jadi begitu,


Bukan salahmu, dan BUKAN SALAHMU!
Kau Bahagia, dan dia jadi iri, dengki, hasad,
Itulah ciri penyakit jiwa...
Hati yang sakit

Kau tak melihatnya,


kau tak mengetahuinya,
namun dia akan menggunakan seluruh daya upayanya untuk sekedar melihatmu
menderita,
atau setidaknya,
menghilangkan senyum ceriamu seperti biasa.
BUKAN SALAHMU atas penyakit hatinya, TETAPLAH Berbahagia!
Maka bersyukurlah jika kau dijauhkan dari orang-orang seperti ini,
membersamai mereka akan melukai jiwamu,
dan sakitnya jiwa lebih berbahaya dari sakitnya tubuh,
sakitnya tubuh akan sembuh dengan semangat jiwa,
namun jiwa yang runtuh, sungguh tiada obatnya

Bersyukurlah jika kau punya keluarga yang menyenangkan, teman yang shalih dan
shalihah, tetangga yang baik, dan kenalan yang baiknya gak ketulungan!
Mereka lebih berharga dari uang milyaran,
hanya saja seringkali kita lupakan,
duh Robbi, mohon ampunkan!

Malang, 1 Juli 2017


CERITA NON FIKSI
BERSYUKUR DI SELA BENCANA

"Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un". Sebuah kata yang umum kita ucapkan ketika
mendengar sebuah berita duka.

Sebaliknya kata-kata Alhamdulillah sangat jarang kita temukan ketika terjadi


peristiwa-peristiwa seperti ini. Sederhana, kita sulit menemukan sesuatu yang kita
syukuri ketika terjadi musibah, paling-paling kita hanya bersyukur karena kita
terselamatkan dari musibah seperti itu. Namun kepulangan ku kemarin ke Ponorogo
untuk meliput pasca Banjir, mau tak mau merubah sisi pendapatku tentang dua kata
ini.

Di atas truk yang melaju membawa bantuan ke lokasi pasca banjir, ustadz Agus,
seorang ketua partai dakwah di Ponorogo sempat berkata, "Lah iya, ketika kita
menyaksikan mereka mendapat musibah, kita itu merasa kasihan. Kita berucap
‘Innalillahi wa inna ilaihi raajiun’, tapi ketika kita bisa beramal membantu mereka,
kita bersyukur karena bisa menambah amal pahala kita." Aku dan beberapa ikhwah
lain hanya tertawa kecil membenarkan, bisa-bisa aja ustadz satu ini. Subhanallah,
ucapan beliau mau tak mau menggugah sisi lain perspektif pandanganku tentang
syukur.

Beryukur ternyata tak hanya ketika kita mendapat sebuah kenikmatan, namun juga
selayaknya ketika kita diberi kesempatan untuk beramal, untuk berbuat baik, untuk
menambah amal kebaikan kita. Bukan bersyukur atas musibah yang menimpa
saudara kita, namun Bersyukur bahwa kita masih diberi kelapangan untuk berbuat
sesuatu bagi saudara kita yang kesusahan. bersyuku r kita masih memiliki sisi
kebaikan bersyukur pula bahwa kita diberi kepedulian bersyukur pula bahwa kita
diberi kesempatan untuk beramal. "Kalau ada bencana begini bukan hanya
innalillahi yang kita ucapkan, tapi juga sekaligus Alhamdulillah karena kita bi sa
lebih banyak beramal bagi ummat ini", tambah beliau.

Suatu ucapan yang langka, di kala banyak orang tak lagi peduli atas musibah
saudaranya, orang-orang ini justru berucap tak hanya Innalillah, namun juga
Alhamdulillah karena mereka masih diberi kesemp atan untuk beramal dan
berkontribusi.

Manakah Anda?, apakah Anda termasuk orang yang diam tak berkata apa -apa, atau
yang hanya berucap "innalillahi", ataukah juga termasuk yang berkontribusi dan
‘layak’ berucap pula "Alhamdulillah".. wallahu’alam.. Anda sendiri yang lebih
tahu. Malang 2 Januari 2007
CERITA NON FIKSI
HARGA SEBUAH ISTIKOMAH

Beberapa waktu lalu, saya mendapat kabar yang betul-betul mengejutkan. Salah
seorang kawan SMA dulu, dikabarkan sudah berbadan dua, alias hamil di luar
nikah.
“Kurang tahu ya, sekarang katanya dia diterima kuliah di Universitas X”, seorang
teman memulai pembicaraan., “Tapi katanya sekarang ia sudah dobel”. Mendengar
dobel, pengganti kata hamil membuatku heran. “Ah masak sih, trus…?”, tanyaku
lanjut. “Ya, maklum lah, sejak SMA saja pergaulannya saja sudah kelihatan bebas.
Pada awalnya aku juga nggak percaya, tapi setelah dengar sendiri dari Si Anu,
temen lengketnya dia, aku baru percaya..!!”, sambung temanku dengan semangat.
Saya benar-benar tidak menyangka akan mendengar hal ini pada awalnya. Begitu
cepat manusia bisa berubah. Sebenarnya tak masalah sih ia hamil saat kuliah,
namun itu andaikata ia punya suami yang sah disana. Suasana kehidupan bebas
yang dijalaninya tak urung membuatku “maklum” akan hal itu . Meski sebenarnya
hal ini tak boleh menjadi dalih atasnya.
Disela-sela acara Ospek Kampus yang padat, Mas Sukri, salah seorang aktivis
BEM, bertutur kepada kami, “Kalian tahu nggak sebenarnya apa hal yang
seharusnya paling membahagiakan bagi kita…??” “Ke tika kita membantu orang
lain..??”, jawab salah seorang peserta tak yakin akan jawabannya. “Ya, itu juga
benar, itu salah satunya, namun Kalian tahu nggak hal yang sungguh paling
membahagiakan kita..??”, Syukri berhenti sejenak, “Ketika kita bisa istiqoma h
dalam kebaikan.” Istiqomah, bisa diartikan untuk untuk tetap berada di jalan yang
kita geluti sekarang. Untuk bisa bertahan terbang tinggi di tengah terpaan angin
yang kuat sekalipun. Untuk memiliki sebuah laying -layang yang kokoh beserta
talinya yang kuat. Hal yang sulit ditemukan belakangan ini.
Teringat saya kan sebuah cerita di blog milik pak Suaidi, salah seorang guru saya,
sebuah cerita yang bagi saya cukup membuat saya merenung. “Singkat cerita ada
fulanah yang dulunya aktivis dakwah. Namanya akti vis dakwah tentulah menutup
aurat mereka, berjilbab, berpakaian sopan, dan seterusnya. Setelah lulus S1,
semuanya berpisah dan berpencar untuk mencari maisyah (kerja -red) sendiri-
sendiri. Singkat cerita lagi, teman -teman seangkatan itu mengadakan sebuah re uni
akbar. Dan ternyata dilihatlah sama kawan -kawan seangkatan beliau yang juga dulu
pernah menjadi aktivis juga. Apa yang terjadi, si fulanah ini ternyata sudah 360
derajat berubah.
Dia kini sudah tidak mengenakan kerudung alias buka jilbab dan lebih suk a pakai
rok mini. Karena memang dia bekerja menjadi seorang pramugari. Salah seorang
muslimah temannya coba untuk memberanikan diri bertanya kepadanya yang
sebelumnya sempat menjadi pembicaraan kawan -kawannya yang masih pakai
kerudung itu. Apa coba jawab fulanah? “Apakah dalam setiap doa, kalian
mendoakanku utk tetap istiqomah?“.
Seluruh kawan-kawannya pun spontan terdiam. Lalu fulanah pun melanjutkan
perkataannya, “… padahal setiap dalam sholat, aku mengingati kalian dan
mendoakan agar kalian bisa tetap istiqomah.” Spontan saya jadi merenung, jangan -
jangan selama ini saya lupa mendokan orang -orang disekitar saya?

Malang, 3 Januari 2006 revised in 2011


CERITA NON FIKSI
FILOSOFI : RUMAH ADALAH IDENTITAS PEMILIKNYA

Ya, Sadar atau tidak, rumah menunjukkan kepribadian & identitaspemiliknya...


menjadi identitas, bukan sekedar surga apalagi cuman istana. Tak hanya sekedar
tempat berteduh. Namun lebih dari itu! Bayangkan jika rumah kita pun
menggambarkan identitas kita, menggambarkan seperti apa para penghuninya.
Terlebih jika rumah itu adalah hasil membangun sendiri dan bukan karena beli jadi
ala KPR developer jaman sekarang. Bayangkan jika orang mengenal kita, bukan
sekedar dari apa yang kita pakai, dari yang kita ucapkan, namun juga dari apa yang
kita tinggali? Boleh jadi kita telah melakukannya sehari-hari. Sadar ataupun tidak!.
Kita melihat sebuah rumah, lalu berkomentar,
"Pemilik rumah ini adalah orang yang suka dengan sesuatu yang klasik", atau misal
"Aku tahu dia orang kaya, tapi rumahnya sangat sederhana". Atau tak jarang pula
penilaian masterart, sebagaimana saya melihat Ayah saudara saya yang juga
berprofesi sebagai jasa bangun rumah di Malang, bahwa beliau orang yang
memiliki citarasa seni, quality oriented, dan berkelas! Singkat kata, rumah menjadi
gambaran seperti apa penghuninya. Menjadi cermin kepribadian para pemiliknya.
Lihatlah bagaimana rumah Spongebob, Patrick, dan Squidward. Betapa masing -
masingnya menjadi gambaran bagaimana keseharian mereka. Ada yang rumahnya
dari batu solid menggambarkan kekakuan, ada yang ngejreng ceria dengan
nanasnya, atau sekedar setengah bulat berpasir cuek tak bercitarasa... Nah, rumah
seperti apakah milik Anda? dan sudahkah kepribadian Anda t ercermin didalamnya?
Mohon maaf, saya hari ini belum memiliki rumah di dunia nyata. Masih sebuah
kontrakan sederhana.
Namun meski begitu, setidaknya saya sudah punya (pernah punya) banyak rumah di
dunia maya. Dan saya berharap, bahwa rumah maya dihadapan Anda ini bisa
membawa manfaat banyak bagi Anda, dan dengannya semoga kita lebih banyak
berinteraksi, dan bersilaturahim. Entah sudah rumah ke berapa situs yang ini
muncul dihadapan Anda. Sejak saya pertama kali membuat sebuah website pribadi
ketika SMP dulu (sekitar tahun 2000an, masih zaman tripod.com), hingga sekarang,
barangkali sudah ada 5 rumah dunia maya atau lebih yang saya tempati. Yeah,
setidaknya kedua tangan saya masih cukuplah untuk menghitungnya. Dan apa yang
Ada di depan Anda saat ini tak lain adalah rumah saya yang kesekian kalinya.
Kali ini saya tak pakai nama asli saya sebagai domain, melainkan judul
sebuah novel inspiratif yang saya tulis beberapa waktu lalu, dan saat ini sedang
menanti tanggal terbitnya. Saya harap dengan website ini, kita lebih dapat saling
mengenal, bersilaturahim, dan tak kalah penting, semakin berbagi hikmah dan
inspirasi satu sama lain. Tetap stay in touch, silakan bookmark situs ini, atau
berlangganan kode
CERITA NON FIKSI
Si Petualang Dari Desa

Dahulu di sebuah desa grobogan, aku masih berumur 6 tahun, tinggi ku pun kurang dari 1 meter,
dan nyali ku pun masih kurang besar, namun aku punya segudang tantangan untuk di lakukan
bersama teman – teman ku.
Nama ku adalah Habiburrahman yang ketika besar nanti akan menja
di professor yang merubah masa depan, dan teman – teman ku yang bernama Tarto diya lebih
tua dari ku satu tahun dalam peraturan adat kami, aku memamanggil nya manggilnya Kang
Tarto, lalu teman ku satunya lagi bernama Irin aku memanggilnya Mas Irin diya juga lebih tua
dari ku satu tahun, ada juga yang bernama Huda, aku pun memanggil nya Mas Huda, diya
memiliki kesukaan yang sama dengan ku yang tertarik akan IPTEK, lalu di susul dengan teman
– teman sebaya dan yang lebih muda dari ku Emo, Weit, dan adik ku sendiri yang bernama
Aziz.
Suatu hari seperti biasa adalah kegiatan rutin kami setelah pulang sekolah,… yaitu
bermain dan berpetualang. Aku pun bergegas untuk berkumpul dengan teman – teman aku.
aku bertanya “ake neng ndi ki ??” yang artinya mau kemana ni,.
Sintak Kang Tarto menjawab “yo wes kita ngguleg walang ajja”,
lalu kami ber 6 pergi ke persawahan para petani,.. kali ini kami mencari belalang,.. sekaligus
membantu petani memberantas hama, target kami adalah belalang yang ada telurnya dan yang
besar,.. siapa yang paling banyak dapat dia akan menjadi orang yang terkesankan, kami berjalan
melewati pesisir sungai dan menyebranginya. Akhirnya tiba lah kami di tempat tujuan, itu pun
terasa sangat mengasik kan, di sana hanya ada perswahan dan pohon – pohon jati yang rindang
dan tak ada semak semak di sekitar phon ter sebut, sejauh mata memandang. Kami pun
berpencar untuk mencari belalang buat di kumpulkan. Tak jauh aku bejalan aku melihat belalang
betina sangat besar yang ada di atas pohon jati yang tinggi nya kira – kira satu meter, aku bisa
tahu kalau itu betina karena belalang betina lebih besar dari yang jantan, dan ekornya pun tidak
runcing atau lancip, ku cari ranting pohon jati lalu diam diam aku meng endap – endap dan
“PRAkkk” ku pukul belalang itu,
namun sayang sekali pukulan ku meleset dan belalang itu terbang, tapi untungnya ketika aku
memukul belalang tadi bulu sayapnya terpotong sebelah dan dia tidak bisa terbang dengan
normal, akhirnya aku kejar lagi belalang itu sampai - sampai menginjak tanaman tembakau
milik petani, kebetulan juga petani itu sedang istirahat di pondok persawahannya akupun kena
marah sama petani itu, dan mengalihkan pandangan ku sejenak terhadap belalang buruanku tadi.
Selesai, aku cari cari lagi belalang tadi dengan cara membuat suara brisik dengan menyapu daun
– daun jati yang kering akhirnya ketemu, dia pun terbang pendek, sekali lagi aku melangkah
dengan meng endap – endap
“Traaap kresekk kresekkk !!” aku melompat dan menangkap bealang itu dengan ke dua tangan
ku.
Kulihat di balik tangan ku “yeaah entog – entog aku entog walang,.” Sintak ku
Teman – teman berdatangan.
Aku pun tertolong dan sambil tertawa namun merasa was – was dan tidak tenang dalam hati ku.
Kami kembali ke per istirahattan. Tiba – tiba hari mendung dan awan perlahan mulai
mengumpul. Tetesan air pun terasa di kulit ku, perlahan namun past.i hujan turun dikit demi
sedikit. Pondok kami pun belum juga jadi, aku pun membantu mereka mencari kayu – kayu
yang bisa menjadi penyangga dan mencari pelepah pisang yang sudah kering serta tanaman
rambat untuk di jadikan sebagai tali. Kami bekerja sama untuk membuat pondok yang hampir
jadi yang muat untuk enam orang. Mencari daun jati yang lebar – lebar untuk atap pondok kami.
Akhirnya setelah bekerja keras membangun sebuah pondok diatas pasir putih selesai juga.
Hujan mulai lebat, kami pun menunggu sambil bakar belalang yang telah kami dapat kan tadi,..
banyak se kali,.. aku berkata kepada teman – teman “bukan ne engko tawar walangnge ???”
Sintak Mas irin “tenang aja aku nggowo uyah,..”
“wah apek lah nag ngono” sintak kami ber lima,.
Tak terasa hujanpun berhenti kami pun pulang, petualanggan yang menyenangkan.
CERITA NON FIKSI
Hujan Gerimis Pada Saat A’pel

Saat pagi saya masih di rumah keliatannya masih belum pagi karena mendung menutupi seluruh
awan pada saat itu dan matahari juga tidak menampakan sinarnya ketika itu saya tidak terburu-
buru untuk kesekolahan karena masih keliatannya masih setelah itu saya mau lihat jam ternyata
sudah jam 06:30 lebih. sesudah itu saya langsung bergegas untuk pergi ke sekolah tapi ketika
saya dijalan mau kesekolahan hanya terlihat di awan itu sangat petang juga tidak hujan dan saya
lewat jalan yang sering saya lewati meskipun jalan itu sedikit jauh dari rumah saya menuju
kesekolahan karena lewat jalan sana banyak temannya jalan itu sering disenut jalan kebon
ternyata hanya ada beberapa teman saya yang sudah pergi kesekolah, banyak juga yang tidak
berangkat kesekolah karena pagi ini cuaca nya mendung atau apa ? saya tidak tau setelah itu
saya berangkat sendiri kesekolahan lewat jalan kebon. Beberapa menit kemudian saya
disekolahan hampir saya saja terlambat ternyata saya masih belum terlambat tetapi semua murid
sudah baris rapi di halaman sekolah setelah itu saya juga ikut baris atau mengikuti A’pel dengan
membaca ayat-ayat suci Al-Quran beberapa menit kemudian Air menetes dari mendung tapi
semua siswa masih dilapangan karena semangatnya untuk mencari ilmu disekolah dan
Gerimispun masih berlanjut sampai selesai A’pel sebelum para siswa meninggalkan lapangan
kita diberi motivasi oleh Bapak Kepala Sekolah saya akan membagikan kepada kalian moivasi
yang diberikan oleh KAPSEK adalah menambah untuk belajar walaupun hanya 1 % atau 2%
karena kewajiban siswa adalah belajar dan belajar setelah Bapak Kepala Sekolah member
motivasi itu semua siswa masuk ke kelasnya masing-masing dan diluar sana masih Gerimis
sampai hewan-hewanpun mencari tempat untuk berteduh sungguh nikmat Tuhan yang diberikan
kepada semua makhluk hidup..