You are on page 1of 6

PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS JIPUT
Jl. Raya Mandalawangi – Jiput No. 01 Telp ( 0253 ) 501588 Jiput 42263
e-mail : puskesmas.jiput@gmail.com

KEPUTUSAN
KEPALA UPT PUSKESMAS JIPUT
Nomor : 800/ /PKM-JPT/ I /2018

TENTANG
PERMINTAAN PEMERIKSAAN, PENERIMAAN SPESIMEN, PENGAMBILAN DAN
PENYIMPANAN SPESIMEN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA UPT PUSKESMAS JIPUT,

Menimbang : a. bahwa sebagai penunjang diagnostik, pelayanan laboratorium
harus memperhatikan permintaan pemeriksaan, penerimaan
spesimen, pengambilan dan penyimpanan spesimen secara
tepat dan aman.
b. bahwa sehubungan hal tersebut di atas maka perlu ditetapkan
keputusan kepala UPT Puskesmas Jiput tentang Permintaan
Pemeriksaan, Penerimaan Spesimen, Pengambilan dan
Penyimpanan Spesimen UPT Puskesmas Jiput;

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999
tentang Perlindungan Konsumen;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009
tentang Pemeriksaan Laboratorium yang Tersedia Publik;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan;
4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2012
tentang Sistem Kesehatan Nasional;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37
Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat
Kesehatan Masyarakat;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;

MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS JIPUT TENTANG
PERMINTAAN PEMERIKSAAN, PENERIMAAN SPESIMEN,
PENGAMBILAN DAN PENYIMPANAN SPESIMEN UPT
PUSKESMAS JIPUT.

Kesatu : Menetapkan alur permintaan pemeriksaan, penerimaan
spesimen, pengambilan dan penyimpanan spesimen di
Laboratorium

penerimaan spesimen. Ditetapkan di : Jiput Pada tanggal : 18 Januari 2018 KEPALA UPT PUSKESMAS JIPUT Rd. Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari terjadi perubahan dan atau terdapat kesalahan dalam Keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. pengambilan dan penyimpanan spesimen di laboratorium Puskesmas Lambandia sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA wajib disesuaikan dengan prosedur yang sudah ditetapkan.Kedua : Alur permintaan pemeriksaan. Dadang Supriyatna .

Petugas laboratorium menaruh kapas diatas jarum 9. Bila pasien setuju dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pengambilan Darah Vena 1. keluarga pasien mendaftar di bagian pendaftaran (loket) sesuai dengan kebutuhan / unit pelayanan yang dituju. Petugas laboratorium melakukan desinfeksi daerah vena mediana cubiti dengan kapas alkohol 70 % 2. Petugas laboratorium melepaskan ikatan pembendung 7. Petugas laboratorium membiarkan menjadi kering kembali 3. Petugas laboratorium mengambil spesimen darah sesuai yang dibutuhkan 8. Pasien datang ke Puskesmas. PENGAMBILAN SPESIMEN A. Dokter / paramedis melakukan pemeriksaan kepada pasien. Apabila pasien memerlukan pemeriksaan laboratorium. Petugas laboratorium mencabut jarum perlahan-lahan 10. kemudian melakukan pengambilan spesimen . maka paramedis menelepon ke instalasi laboratorium untuk pemberitahuan bahwa ada pasien yang membutuhkan pemeriksaan. 3. Petugas laboratorium memasang ikatan pembendung diatas fossa cubiti 4. Petugas laboratorium menyiapkan autoclik yang telah diisi blood lancet yang baru . Petugas laboratorium mengalirkan darah dari syringe kedalam tabung yang telah diisi anti beku darah (EDTA) lewat dinding tabung agar eritrosit tidak pecah 12. Petugas laboratorium membuang bungkus spuit ke tempat biasa B. Petugas laboratorium membuang spuit yang habis dipakai ke safety box 13. Dokter membuat surat pengantar untuk pasien yang memerlukan pemeriksaan laboratorium. PENERIMAAN SPESIMEN. Petugas laboratorium meminta pasien untuk menekan bekas tusukan dengan kapas kering 11. dokter/paramedis menjelaskan kepada pasien bahwa diperlukan pemeriksaan laboratorium. 5. 2. Petugas laboratorium datang ke unit pelayanan melihat surat pengantar pemeriksaan dari dokter. Petugas laboratorium meminta pasien untuk mengepal dan membuka tanganya beberapa kali agar vena jelas terlihat 5. PENGAMBILAN DAN PENYIMPANAN SPESIMEN PERMINTAAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM 1. Pengambilan Darah Kapiler 1.LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS JIPUT Nomor : 800/ /PKM-JPT/ I /2018 Tanggal : 18 Januari 2018 Tentang : PERMINTAAN PEMERIKSAAN. Petugas laboratorium menusuk diatas vena dengan jarum dengan tangan kanan sampai menembus lumen vena 6. 4.

Tusukan harus cukup dalam 8. 9. Petugas laboratorium menginstruksikan kepada pasien untuk kumur-kumur terlebih dahulu. Apabila memakai anak daun telinga. Petugas laboratorium menerima sampel urin D. 2. Pengambilan Sampel Urine 1. Petugas laboratorium membersihkan ujung jari atau anak daun telinga dengan kapas alkohol 70% 3. tahan beberapa detik.3 kali. tetesan darah berikutnya dipakai untuk pemeriksaan. Petugas laboratorium memberikan tempat feses kepada pasien 3. Petugas laboratorium memberi label identitas pasien di tempat feses 2. Petugas laboratorium memberikan penjelasan kepada Pasien untuk buang air kecil terlebih dahulu karena feses tidak boleh tercampur urin 4. Petugas laboratorium meninta pada pasien untuk mengambil urin pancar tengah (urin yang keluar pertama dibuang. tusukan dilakukan dipinggir bukan disisinya. Petugas laboratorium menusuk dengan cepat memakai autoclik pada jari tengah dengan arah tegak lurus 7. Pengambilan Sampel Sputum 1. Petugas laboratorium memberikan label identitas pasien ke pot sputum 2. Petugas laboratorium membuang tetesan darah pertama keluar dengan memakai kapas kering. Petugas laboratorium melepaskan blood lancet dari autoclik 11. Petugas laboratorium memegang bagian yang akan ditusuk supaya tidak bergerak 5. kemudian batukkan kuat-kuat . Petugas laboratorium memberikan tempat urin kepada pasien 3. Petugas laboratorium mempersilahkan pasien ke kamar mandi 6. Petugas laboratorium menerima sampel feses E. Petugas laboratorium menginstruksikan kepada pasien untuk buang air besar langsung kedalam pot feses (±2. Petugas laboratorium menekan bekas tusukan dengan kapas kering 10. tarik nafas 2 .5 gr) 5. Petugas laboratorium membuang blood lancet ke safety Box C. Petugas laboratorium membiarkan menjadi kering kembali 4. Pengambilan Sampel Feses 1. Petugas laboratorium memberikan penjelasan pada pasien bagaimana cara membatukkan sputum yang baik 3. Petugas laboratorium menginstruksikan kepada pasien untuk menutup pot dengan rapat 6. Petugas laboratorium menekan sedikit agar rasa nyeri berkurang 6. yang tengah ditampung dan yang terakhir dibuang ) 5. Petugas laboratorium melabeli tempat urin 2. Petugas laboratorium memberikan penjelasan pada pasien 4.

Petugas laboratorium menyiapkan wadah untuk penyimpanan spesimen 4. Petugas laboratorium memperhatikan jenis pemeriksaan yang akan diperiksa 3. Petugas laboratorium memberikan label spesimen berisi nama & tanggal penyimpanan 7. 2. Petugas laboratorium menerima sampel sputum PENERIMAAN SPESIMEN 1. maka plasma/serum dipisahkan terlebih dahulu 5. Petugas laboratorium menyimpan spesimen untuk pemeriksaan imunologi 1 minggu dalam refrigerator 9. Petugas laboratorium memberikan gambaran bahwa sputum yang baik adalah yang kental dan jumlahnya ±2-3 ml 6. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap spesimen PENYIMPANAN SPESIMEN 1. 18 Januari 2018 KEPALA UPT PUSKESMAS JIPUT Rd. sampel dibawa ke laboratorium. Petugas laboratorium memberi bahan pengawet pada spesimen yang memerlukan. Jika spesimen berupa plasma/serum. Petugas menyimpan spesimen untuk pemeriksaan klinik 1 minggu dalam refrigerator 8. Spesimen diterima oleh petugas laboratorium 3. Petugas laboratorium menginstruksikan kepada pasien untuk menaruh pot sputum dekat bibir dan masukan sputum ke dalamnya 5. Petugas laboratorium menyimpan spesimen untuk pemeriksaan Hematologi 2 hari pada suhu kamar Jiput. Petugas laboratorium menyimpan spesimen jika pemeriksaan ditunda atau dikirim ke laboratorium lain 2. Petugas laboratorium menginstruksikan kepada pasien untuk menutup wadah sputum dengan rapat 7. Dadang Supriyatna . misalnya urin atau feces 6. 4. Setelah dilakukan pengambilan spesimen.