You are on page 1of 43

ASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU

DI RUANG BOUGENVIL

A. PENGKAJIAN
Tanggal Masuk : Minggu, 27 Mei 2018
Tanggal Pengkajian : Senin, 28 Mei 2018
1. DATA DEMOGRAFI
a. Biodata Klien :
Nama : Tn. S
Umur : 14 Agustus 1971 (47 tahun)
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Tenggulang Harjo 03/04 Subah Batang
Suku/ bangsa : Jawa/Indonesia
Status Perkawinan : Menikah
Pekerjaan : Karyawan Swasta
b. Penanggung Jawab :
Nama : Ny. S
Jenis Kelamin : Laki-laki
Hubungan : Istri
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
2. KELUHAN UTAMA
Klien mengatakan nyeri pada dadanya.Wajah klien terlihat menahan
nyeri, klien memegangi bagian dada, klien terlihat gelisah
P: Tn. S mengatakan nyeri ketika sedang beraktivitas ataupun tidak
beraktivitas
Q: Nyeri seperti ditusuk-tusuk
R: Klien mengatakan nyeri pada dada
S: Skala nyeri 7
T:Nyeri terus menerus

3. RIWAYAT KESEHATAN
a. Riwayat Penyakit Sekarang
Satu jam sebelum dibawa ke IGD RSUD Batang, klien mengatakan
tiba-tiba dadanya terasa sangat sakit.Klien dibawa ke IGD RSUD
Batang pada 27 Mei 2018 pada pukul 23.00 WIB dengan keluhan
nyeri dada, sesak nafas, dan tekanan darah klien tinggi. Klien
masuk ruang Bougenville pada tanggal 27 Mei 2018 pukul 08.00
dari IGD. Kondisi klien saat pengkajian masih terlihat lemas, klien
mengatakan dadanya nyeri, klien terlihat bernapas dalam dan
mengeluh sesak napas bertambah jika elaukan aktivitas. Saat ini
klien sudah diberikan alat bantu pernapasan berupa pemberian
oksigen melalui nasal kanul dengan kecepatan 1 l/ menit.
b. Riwayat Penyakit Dahulu
Klien mengatakan memiliki hipetensi sejak usia 35 tahun. Klien
rutin kontrol ke dokter dekat rumah klien.
c. Riwayat Penyakit Keluarga
Klien mengatakan di keluarganya tidak ada yang memiliki
penyakit genetik seperti DM, hipertensi, jantung dll

47 40

18

Keterangan

: Laki-laki : Laki-laki meninggal

: Perempuan : Perempuan meninggal

: Klien ---- : Tinggal dalam satu rumah

: Garis Pernikahan

: Garis keturunan

4. RIWAYAT PSIKOSOSIAL DAN SPIRITUAL
Klien memahami penyakitnya dan menerima penyakitnya.Klien
mengatakan bahwa Allah pasti akan memberikan kesembuhan pada
klien. Tetapi klien terlihat gelisah, susah untuk tidur dan tampak
cemas.

5. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum
Klien tampak lemas
2. Kesadaran
Klien sadar penuh (composmentis) E=4 V=5 M= 6
3. Tanda-tanda Vital
a. Tekanan darah : 180/120 mmHg
b. Suhu : 36° C
c. Nadi : 70 x/menit
d. RR : 30 x/menit
4. Kepala
a. Rambut dan kulit kepala
- Inspeksi : bentuk kepala mesocephal,
penyebaran rambut merata, rambut berwarna hitam,
rambut pendek. Rambut klien terlihat bersih dan
klien tidak mengalami kerontokan pada rambut.
- Palpasi : tidak ada benjolan, tidak ada nyeri
tekan.
b. Wajah
- Inspeksi : wajah berbentuk oval, tidak
terdapat lesi
- Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan
c. Mata
- Inspeksi:
Kelopak mata: Tidak ada peradangan atau luka
Sklera: Putih, non ikterik
Konjungtiva: Merah muda
Kornea: Hitam transparan dan jernih
Pupil: reflek pupil baik, isokor, diameter 3 mm

Kepekaan telinga: pendengaran klien seimbang antara kanan dan kiri g. . Palpasi : terdapat nyeri tekan pada dada. Inspeksi : tidak terdapat pembengkakan dan pembesaran kelenjar tiroid. Tidak terdapat jaringan parut maupun bekas luka pada leher klien. tidak kering. Hidung . JVP : hasil pengukuran JVP 8 cm H2O h. Mulut . tidak teraba nyeri tekan. gigi dan lidah bersih tidak ada lesi/ sariawan f. tidak terdapat massa pada hidung klien e. . Telinga . Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan. Inspeksi : bentuk hidung simetris. tidak terdapat cairan keluar dari hidung. Inspeksi : bentuk dada simetris. tidak terdapat lesi dan jaringan parut . tidak ada penumpukan serumen . Palpasi : tidak teraba benjolan. taktil fremitus kanan dan kiri sama . Leher . tidak ada luka atau peradangan. Inspeksi: Simetris antara kanan dan kiri. kulit hidung bersih. Palpasi: Tidak ada nyeri tekandan benjolan pada mata d. Palpasi: Tidak ada nyeri tekan atau benjolan . Dada 1) Dada luar . . Penciuman klien tidak mengalami gangguan . Inspeksi: Bibir berwarna merah.

Inspeksi : Kedua tangan mudah untuk digerakkan. . Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan dan tidak teraba massa k. warna kulit sawo matang. terpasang infus pada tangan kiri. Palpasi : Teraba IC di ICS V midklaikula kiri . Akral klien hangat dan CRT <3 detik. Palpasi : Tidak ada nyeri tekan . tidak terdapat edema. Inspeksi : Persebaran warna kulit merata tidak terdapat lesi . Auskultasi : Bising usus 10 kali permenit (Normal: 12-30 kali permenit) . 2) Paru-paru . . Perkusi : Suara pekak ICS III – V midklavikula kiri . Perkusi : Suara sonor pada paru . Ekstremitas atas . Auskultasi : Suara paru vesikuler 3) Jantung . Inspeksi : Ictus Cordis (IC) tidak tampak . Abdomen . Genetalia . bersih . Inspeksi : tidak terpasang kateter. Auskultasi : Tidak ada suara tambahan murmur i. Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan dan tidak teraba masa. Perkusi : Timpani j. Palpasi : Taktil fremitus teraba sama antara kiri dan kanan . tangan klien tidak sianosis.

Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan dan tidak teraba masa. k. Ekstremitas bawah . Kebutuhan Hygiene & Integritas Kulit No. Mandi 2 kali sehari secara Klien selama mandiri dirawat dirumah . Ekstremitas Kekuatan otot normal dimana seluruh 5 bawah gerakan dapat dilakukan otot dengan kanan dan tahanan maksimal dari proses yang kiri dilakukan berulang-ulang tanpa menimbulkan kelelahan. 6. Parameter Sebelum sakit Sesudah sakit 1. tidak sianosis. warna kulit sawo matang. Saat sakit : Kondisi klien lemah dan bedrest 2. Sebelum sakit : Beraktivitas seperti biasa dan tidak ada keluhan apapun . Kebutuhan Aktivitas dan Latihan . l. . Inspeksi : Tidak terdapat edema. PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA 1. Kekuatan Otot Kekuatan Keterangan Skala Otot Ekstremitas Kekuatan otot normal dimana seluruh 5 atas kanan gerakan dapat dilakukan otot dengan dan kiri tahanan maksimal dari proses yang dilakukan berulang-ulang tanpa menimbulkan kelelahan.

Kulit bersih. Keramas Keramas 3 kali Klien selama seminggu secara dirawat dirumah mandiri sakit belum pernah keramas 5. tidak ada ada lesi. ada massa atau elastisitas turgor edema. Kuku Memotong kuku Belum jika kuku sudah memotong panjang kuku. tidak lesi. Oral Hygiene 2 kali sehari 2 kali sehari dengan dengan dibantu menggunakan pasta oleh keluarga gigi 3. Berganti pakaian 2 kali sehari secara 1 kali sehari mandiri dengan bantuan 4. kondisi kuku masih bersih dan belum panjang 6. tidak massa atau edema. tidak ada elastis. elastis. Kulit Kulit bersih. kulit berkurang elastisitas turgor kulit berkurang . sakit belum dapat mandi hanya dilap oleh keluarganya 2.

Kebutuhan Istirahat dan Tidur No Keterangan Sebelum Sakit Sedudah Sakit 1.3. Jumlah waktu ± 7 jam Klien istirahat dan tidur mengatakan malam (jam) susah tidur. kadang baru bisa tidur pada waktu subuh 3. Waktu bangun 04.00 WIB Klien malam (jam) mengatakan jam tidurnya tidak pasti. Masalah tidur Tidak ada Klien mengatakan susah untuk tidur. baru bisa tidur mulai subuh 2.00 WIB Klien tidur malam mengatakan (jam) biasanya klien bangun tidur pukul 07.00 WIB 4. karena sesak dan nyeri dada. Waktu tidur 21. klien mengatakan ketidakpuasan tidur .

4.nafsu makan sedikit berkurang MINUM Frekuensi 7-8 gelas/hari 4 gelas / hari . Klien mendapatkan menu rendah kolestrol. sayur dan buah. Berat Badan 60 kg 60 kg Tinggi Badan 165 cm 165 cm IMT 22.04 Keluhan Pasien tidak Klien tidak mual. mengeluhkan apa-apa muntah. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan Keterangan Sebelum Sakit Saat Sakit MAKAN Frekuensi 3 kali sehari 3 kali sehari Porsi 1 piring habis ¾ porsi Jenis Nasi dan lauk pauk Nasi dan lauk pauk dari klien mengatakan bahwa hanya mengikuti menu makan dari rumah sakit yaitu nasi.04 22. lauk pauk.

6. Buang Air Besar Keterangan Sebelum Sakit Saat Sakit 2 kali sehari pada pagi Klien mengatakan Frekuensi dan sore hari selama di RS belum BAB Khas fases (tidak Klien mengatakan Konsistensi terlalu padat dan selama di RS encer) belum BAB Kuning kecoklatan Klien mengatakan Warna selama di RS belum BAB Bau khas tanpa ada Klien mengatakan Bau darah maupun lendir selama di RS belum BAB Tidak ada keluhan Klien mengatakan Keluhan selama di RS belum BAB . terlihat pernapasan cuping hidung. susu. Kebutuhan Eliminasi a. teh. terutama ketika melakukan aktivitas. klien diberikan terapi oksigen 1 l/ menit. RR klien : 30 x / menit. terlihat penggunaan otot bantu pernapasan. Jenis Air putih. dll Air putih dan the 5. Kebutuhan Oksigenasi Sebelum sakit : klien bernapas tanpa menggunakan alat bantu Sesudah sakit : klien mengatakan sesak napas.

Sensori Klien merasakan nyeri pada dada c. Sensori. Kognitif Klien mengatakan bahwa sakitnya adalah jantung 8. klien dapat berkomunikasi dengan baik b. Kebutuhan Termoregulasi Sebelum sakit : suhu tubuh normal (36º C) Saat sakit : suhu tubuh klien 36° C 9. dan Kognitif a. daya ingat klien baik. Buang Air Kecil Keterangan Sebelum Sakit Saat Sakit 5 kali sehari 4 kali sehari Frekuensi `Kuning Kuning Warna Normal Normal Pancaran 7. Kebutuhan Persepsi. b. orientasi klien dengan tempat dan lingkuannya baik. Kebutuhan Konsep Diri Parameter Sebelum sakit Saat sakit Pola emosional Klien dapat Klien dapat menahan emosinya menahan emosinya Citra diri Klien merupakan Klien mengerti sosok yang selalu keadaannya sedang aktif dalam sakit berbagai aktivitas . Persepsi Fungsi panca indra klien normal.

lima bersaudara. Kebutuhan Stress Koping Klien dapat memahami kondisinya saat ini. Kebutuhan Seksual dan Reproduksi Kebutuhan seksual dan reproduksi terganggu karena sakit yang dialami klien . 11.Klien terlihat cemas dan gelisah. klien mengetahui klien mengetahui bahwa dirinya bahwa dirinya adalah seorang adalah seorang karyawan swasta karyawan swasta Ideal diri Klien mampu Klien dapat sembuh berperan sebagai dari penyakitnya ayah dan mampu memenuhi kebutuhan keluarganya Harga diri Klien memiliki Klien memiliki harga diri yang harga diri yang baik baik 10. dalam masyarakat Peran diri Klien mengetahui Peran diri kien peran dan tanggung minimal jawabnya sebagai ayah Identitas diri Klien merupakan Klien merupakan anak kelima dari anak kelima dari lima bersaudara.

Klien berkomunikasi. klien Klien mengatakan jarang Klien menonton TV di Rekreasi berekreasi. Klien berkomunikasi dengan berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa menggunakan Bahasa Indonesia. Kebutuhan Rekreasi dan Spiritual Keterangan Sebelum Sakit Saat Sakit Klien merupakan seorang Klien percaya bahwa Spiritual muslim.12. Kebutuhan Komunikasi dan Informasi Keterangan Sebelum Sakit Saat Sakit Klien tidak mengalami Klien tidak mengalami Komunikasi gangguan dalam gangguan dalam berkomunikasi.biasanya kamar hanya menoton TV saja . Indonesia. Klien mengatakan Klien mengetahui jika Informasi sebelumnya tidak pernah klien memiliki sakit dan penyakit jantung dan tdakpernahdirawt di RS lebih memahami tentang penyakitnya setelah mendapat penjelasan dari dokter dan perawat 13. Klien Allah SWT pasti akan mengatakan melakukan memberkan ibadah sholat lima waktu kesembuhan kepada dan ibadah sholat sunah.

8 % 1-7 Di bawah normal Inflamasi yang terjadi pada dinding pembuluh darah dalam karna pembentukan plak aterosklerosis.1 % 0-1 Di atas normal Inflamasi yang terjadi pada dinding pembuluh darah dalam karna pembentukan plak aterosklerosis. dan ruptur plak Basofil H 1.7. intabilisasi plak. dan ruptur plak . intabilisasi plak. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan Nilai Satuan Nilai Normal Interpretasi Rasional Eosinofil L 0. PEMERIKSAAN PENUNJANG a.

HDL L 35 mg/ dl 40-59 Di bawah normal HDL berfungsi melindungi pembuluh darah terhadap terjadinya aterosklerosis. sehingga jika kadar ldl tinggi dankadar hdl rendah. sehingga jika kadar ldl tinggi dankadar hdl rendah. maka akan menyebabkan proses aterosklerosis . maka akan menyebabkan proses aterosklerosis LDL H 173 mg/ dl 130-159 Di atas normal HDL berfungsi melindungi pembuluh darah terhadap terjadinya aterosklerosis.

kalium dan kalsium rendah. indikasi kemungkinan timbulnya pada pasien dengan kekerapan efek samping ketidak seimbangan seperti trombosis vena dalam elektrolit. gagal ginjal akut ISDN 3 x 5 Subl Isosorbid dinitrat (ISDN) Hipersensitivitas terhadap Sakit kepala. diare. TERAPI Jenis Terapi Dosis Rut Indikasi dan Cara Kerja Kontraindikasi Efek Samping e RL 20 IV Ringer Lakat bekerja Alergi terhadap sodium Menyebabkan efek tetes/ sebagai sumber air dan laktat proakoagulan dan menit elektrolit tubuh. Pemriksaan EKG EKG 28 Mei 2018 = padaV4. menurunnya mg i adalah suatu obat nitrat. hipertensi.1 mm 8. T= -5. luka bakar. hipotensi dan tekanan darah saat berubah . kadar natrium. b.

nyeri kepala. perdarahan otak. nyeri . mual. Profilaksis dan pengobatan angina. ngua golongan nitrat yang hipovolemia. failure). pembuluh darah). juga pada kepala. 24 jam dengan cara menghambat pasien yang hipersensitif muntah. perikarditis postural/ortostatik). muntah khususnya pada kondisi anemia berat. tamponade (hipotensi vasodilator (pelebar jantung. kardiopati posisi dari berbaring ke l digunakan secara obstruktif hipertrofik. yakni kondisi ketika jantung tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. mual. duduk atau duduk ke berdiri farmakologis sebagai stenosis aorta. gagal jantung kiri. pruritus. Di perlukan dalam sintesis nukleopro Pantoprazole 40 mg/ IV Pantoprazole bekerja Tidak diberikan pada Ruam. stenosis mitral.Pengobatan akut pada serangan angina pectoris merangsang produksi WBC dan platelet. CHF (congestive heart glaukoma sudut sempit. konstriktif. trauma angina pektoris.

sel-sel di lapisan lambung pantoprazol dada. dengan atau tanpa kerusakan pembuluh rendah yang tidak normal. Candesartan 8 mg/ Oral obat anti hipertensi yang Memiliki jumlah kalium Tanda Reaksi Alergi seperti 24 jam berfungsi menurunkan yang tinggi dalam darah ruam. munculnya mengi. atau mengelupasnya menurunkan resiko arteri ginjal. luka (tukak) pada lambung dan erosi pada esofagus dapat dicegah atau dipercepat penyembuhannya. sesak di dada atau jantung. diare lambung. tekanan darah kulit. merah. nyeri lambung. . gatal-gatal. demam. darah. serangan masalah pada hati. sehingga produksi asam lambung berkurang. tenggorokan. Dengan berkurangnya asam lambung. perut untuk menghasilkan asam kembung. stenosis melepuh. stroke. konstipasi. ginjal. dan masalah pada kerusakan ginjal sedang. sulit bicara. sehingga (hiperkalemia). Obat dari jenis baru saja operasi. tekanan darah. masalah suara serak yang tidak biasa.

Clopidogrel 75 mg Oral mencegah trombosit Pasien yang hipersensitif Konstipasi. . pusing berat hingga pingsan. tanda-tanda kadar potasium yang tinggi seperti perubahan detak jantung yang dirasa tidak normal. diare. Selain itu. kehamilan. tanda-tanda ada pembuluh darah sehingga penurunan volume darah. mulut. kesemutan dan mati rasa. sedikitnya urin yang keluar. ulkus gaster dan yang berisiko membentuk terkandung di dalam CPG. masalah ginjal seperti tidak darah dapat dialirkan bisa buang air kecil. penghambat reseptor ginjal yang menyebabkan serta pembengkakan di angiotensin II ini bekerja penurunan jumlah urin wajah. duodenum. dengan lebih mudah. muntah. lelah. obat ini juga terdapat darah dalam urin. tenggorokan. dapat digunakan untuk kenaikan berat badan secara mengobati gagal jantung tiba-tiba. ulkus (platelet) saling menempel terhadap komponen yang peptikum. kesulitan berfikir jernih. merasa pusing. lidah dan dengan cara merelaksasi azetomia. bibir.

mengandung Fondapari terhadap fondaparinux purpura nux sodium yang masuk Na atau salah satu ke dalam golongan komponen Arixtra. agregasi / endokarditis bakterial penggumpalan akut. Terapi untuk pasien NSTEMI . Arixtra 1x1 SC  Obat yang Diketahui hipersensitif  Anemia. gumpalan darah Pasien yang mengalami perdarahan gastritis. agen antitrombotik pendarahan aktif yang (senyawa penghambat bermakna secara klinis. pendarahan. gangguan ginjal trombosit yang banyak berat (bersihan digunakan oleh pasien kreatinin <20 yang beresiko tinggi mL/menit) terkena serangan koroner akut. perdarahan patologis seperti ulkus peptikum atau perdarahan intrakranial.

yang tidak diindikasikan untuk segera (<120 menit) menjalani penanganan invasif (Intervensi Koroner Perkutan) .

DS: Nyeri akut Agens cedera biologis (iskemia a. ANALISIS DATA DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN ANALISIS DATA NAMA KLIEN : Tn. Pengkajian Nyeri PQRST miokard) P: Tn. S NO RM : 392396 RUANG : BOUGENVIL NO DATA MASALAH ETIOLOGI 1.B. S mengatakan nyeri ketika sedang beraktivitas ataupun tidak beraktivitas Q: Nyeri seperti ditusuk-tusuk R: Klien mengatakan nyeri pada dada S: Skala nyeri 7 .

RR = 30 x/ menit 2. Klien mengatakan dada dan kebutuhan oksigen berdebar debar dan nyeri dada b. Klien mengatakan sesak napas f. DS : Intoleransi aktivitas Ketidakseimbangan antara suplai a. EKG 28 Mei 2018 = V4 T= -5. T : Nyeri terus menerus b. Klien memegangi bagian dada b.1 mm DO: a. Klien terlihat gelisah c. Klien mengatakan nafsu makan klien menurun c. TD = 180/ 120 mmHg e. Klien mengatakan susah dalam melakukan . Wajah klien terlihat menahan nyeri d.

ADL klien dibantu c. aktivitas DO : a. DS: Ansietas Ancaman pada status kesehatan a. klien baru bisa tidur saat subuh dan terbangun lagi pada pukul 7 . TTV TD : 180/ 120 mmHg RR : 30 x/mnt 3. Klien mengatakan bahwa terkini jam tidur klien tidak menentu b. Klien mengatakan susah untuk tidur. Klien terlihat lemas b. Respon abnormal dari tekanan darah atau nadi terhadap aktivitas d.

Klien terlihat gelisah . Skor dari kuesioner HARS menunjukkan kecemasan sedang (25) DO: a. Klien sering terjaga tanpa tau penyebabnya d. Klien mengatakan bahwa nafsu makan klien menurun f. pagi c. Klien terlihat capek dan lemas b. Klien mengatakan ketidakpuasan dalam tidur e.

.d ketidakseimbangan antara suplai dan 28 Mei 2018 kebutuhan oksigen (00092) 3. S NOMOR RM : 392396 RUANG : BOUGENVIL NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TANGGAL TANGGAL DITEMUKAN TERATASI 1. cedera biologis iskemia miokard (00132) 28 Mei 2018 2.d. ancaman status terkini (00146) 28 Mei 2018 . Ansietas b. Intoleransi aktivitas b.d. DIAGNOSA KEPERAWATAN NAMA KLIEN : Tn. Nyeri akut b.

RENCANA KEPERAWATAN NAMA KLIEN : Tn. S NOMOR RM : 392396 RUANG : BOUGENVIL TGL No. Terapi nonfarmakologi dapat jam.C. Klien mengatakan skala nyeri Terapi Oksigen (3320) berkurang dari 7 1. TUJUAN DAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL Dx KRITERIA HASIL 28 Mei 1 Setelah dilakukan tindakan Manajemen nyeri (1400) 2018 keperawatan selama 4x 24 1. Lanjutkan pemberian Pemberian oksigen dan posisi semi menjadi 5 oksigen dengan kecepatan fowler dapat mengurangi sesak 2. Monitor EKG setiap hari 1. Posisikan semi fowler . Wajah klien tidak 1 l/ menit nafas terlihat kesakitan 2. Memantau perkembangan dapat berkurang dengan nyeri hasil EKG klien kriteria hasil: 2. Ajarkan teknik 1. nonfarmakologi relaksasi mengurangi nyeri Tingkat Nyeri (1605) klien benson untuk mengurangi 2.

Pemberian obat arixtra mencegah trombosit membaik 4. sehingga . Pemberian obat gumpalan darah pantoprazole 3. Pemberian obat (platelet) saling menempel 2. menahan nyeri 3. ISDN berfungsi sebagai berkurang sublingual sebagai vasodilator (pelebar Perfusi jaringan: Kardiak 2. Klien mengatakan Kolaborasi pemberian obat sesak nafas 1. Candesartan adalah obat anti hipertensi yang berfungsi menurunkan tekanan darah. Arixtra adalah antitrombotik (senyawa penghambat agregasi / penggumpalan trombosit 4. RR klien 24 x/ menit Pemberian Obat (2300) 4. TD 120/ 80 mmHg candesartan yang berisiko membentuk 5. Clopidogrel dapat 1. Pemberian obat ISDN 1. Hasil EKG klien 3. Pemberian obat pembuluh darah) (0405) clopidogrel 2.

sosial dan spiritual aktivitas hasil : ketika beraktivitas 2. serta meningkatkan istirahat . Keseimbangan aktivitas pindah dan perawatan diri terhadap regangan dan aktivitas dan istirahat dapat secara bertahap (gerakan tubuh terpenuhi ektremitas ringan di atas 4. Bantu pasien untuk meningkatkan fungsi jantung peningkatan tekanan melakukan aktivitas fisik dan memberikan kontrol darah. menurunkan resiko kerusakan pembuluh darah. TD : 120/80 mmHg dan menutup telapak tangan. serangan jantung. dan masalah pada ginjal. nadi. Monitor respon emosional. Memantau TTV klien setlah 1. TTV dalambatas normal tempat tidur seperti membuka rangsangan yang berlebihan. stroke. Klien dapat berpartisipasi 2. Menurunkan stres dan 3. jantung 2. 28 Mei 2 Setelah dilakukan tindakan Cardiac Care: Rehabilitative Cardiac Care: Rehabilitative 2018 selama 4 x 24 jam pasien (44046) (44046) bertoleransi terhadap 1. Respon pasien terhadap aktivitas dengan kriteria fisik. dan RR sehari-hari seperti ambulasi. Ukur TTV klien sebelum dan beraktivitas dalam aktivitas fisik setelah beraktivitas 3. 1. Aktivitas yang bertahap dapat tanpa disertai 3.

menghemat energy fase akut sesuai indikasi. Klien tidak terlihat lemas 4. 5. N : 80 x/mnt menggerak-gerakkan pasien. Dengarkan klien untuk mengatasi kecemasan dengan kriteria hasil : 3. Dorong keluarga untuk 2. Klien dapat mengetahui jam diharapkan ansietas mengidentifikasi pemicu penyebab kecemasan dan klien berkurang kecemasan dapat mendiskusikan solusi Anxiety selft control (1402) 2. Berikan lingkungan tenang menurunkan kebutuhan dan batasi pengunjung selama metabolic. Tirah baring dipertahankan menekuk lengan tangan) selama fase akut untuk 4. Jelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan dan perlunya keseimbangan aktivitas dan istirahat. 28 Mei 3 Setelah dilakukan tindakan Pengurangan kecemasan (5820) 2018 keperawatan selama 2 x 24 1. Instruksikan klien untuk kecemasan klien . Klien tidak tampak mendampingi klien mengungkapkan segala gelisah 4. untuk penyembuhan 5. Bantu klien untuk 1. RR : 24 x/mnt pergelangan tangan dan kaki. Klien dapat 1.

Support keluarga sangat 3.2. Lingkungan yang nyaman yang nyaman bagi klien dapat membuat klien lebih 2. Klien mengatakan untuk menurunkan penting bagi klien mudahuntuk tidur dan kecemasan 4. Klien tampak rileks menggunakan terapi dzikir 3. Menentukan teknik mengenai teknik untuk peningkatan tidur yang tepat meningkatkan tidur untuk klien . Menciptakan lingkungan 1. Terapi dzikir dapat tidurnya puas/ berkualitas mengurangi kecemasan Peningkatan Tidur ( 1850 ) 1. Diskusikan bersama nyaman untuk tidur pasien dan keluarga 2.

Jam No. S NOMOR RM : 392396 RUANG : BOUGENVIL Hari.05 WIB Posisikan semi fowler S: Klien mengatakan nyaman dengan posisi semi fowler O: Klien kooperatif 08.15 Mengajarkan teknik nonfarmakologi S: Klien mengatakan nyerinya sedikit WIB relaksasi benson untuk mengurangi berkurang nyeri O:Klien melakukan teknik relaksasi . DX Tindakan Keperawatan Respon TTD Tgl Rabu. 08.D.00 1 Terapi Oksigen (3320) 30 Mei WIB Lanjutkan pemberian oksigen dengan S: Klien mengatakan sesak nafas sedikit 2018 kecepatan 1 l/ menit berkurang O: RR klien 24 x/ menit 08. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN NAMA KLIEN : Tn.

benson 08.25 Memonitor EKG S :Klien mengatakan bersedia untuk dilakukan EKG O:EKG 29 Mei 2018= V5 (ST= -0.6 T= -4.5 mm dan T V4 dan V5= .4. V4.25 Memberikan obat ISDN sublingual S: Klien mengatakan bersedia diberikan Memberikan obat clopidogrel peroral obat Memberian obat arixtra per SC O: Klien kooperatif Memberikan obat candesartan per oral Pemberian obat pantoprazole per IV .8 mm EKG 30 Mei 2018= V5 ST= -0.2 mm 08.5.6 mm) Iskemia myocardial.

00 ambulasi. pindah dan perawatan diri O: Klien mengikuti instruksi WIB secara bertahap (gerakan ektremitas ringan di atas tempat tidur seperti membuka dan menutup telapak tangan. menggerak-gerakkan pergelangan tangan dan kaki.15 Monitor respon emosional. O: Klien tampak lemas ketka beraktivitas WIB sosial dan spiritual ketika beraktivitas S: Klien mengatakan bersedia diperiksa .30 Mei 2 Membantu pasien untuk melakukan S: Klien mengatkan bersedia melakukan 2018 aktivitas fisik sehari-hari seperti aktvitas pukul 10. fisik. menekuk lengan tangan) S: - 10.

15 Berikan lingkungan tenang dan batasi WIB S: Keluarga mengatakan pengunjug akan pengunjung selama fase akut sesuai atang secara bergantian indikasi.45 3 Pengurangan kecemasan (5820) S: Klien mengatakan bahwa klien cemas 2018 WIB Bantu klien untuk mengidentifikasi dengan kondisinya saat ini pemicu kecemasan O: Klien terlihat sedih . O: Klien kooperatif Jelaskan pentingnya istirahat dalam 11.00 dan setelah beraktivitas adalah 130/76 beraktivitas WIB mmH 11.30 S: Klien mengatakan memahami rencana pengobatan dan perlunya WIB pentingnya istirahat dan klien keseimbangan aktivitas dan istirahat. mengatakan tidak akan melakukan aktivtas yang berat dulu O: Klien kooperatif 30 Mei 11. TTV O: Sebelum beraktivtas :120/ 74 mmHg Ukur TTV klien sebelum dan setelah 11.

30 Dengarkan klien S: Klien menceritakan harapan klien WIB untuk bisa sehat kembali O: Klien tampak sedih 12. 12.45 Mendorong keluarga untuk S: Keluarga klien mengatakan akan WIB mendampingi klien selalu mendampingi klien O: Keluarga klien terlihat sangat perhatian dalam merawat klien 13.45 Menciptakan lingkungan yang S: Klien mengatakan lingkunganya sudah 2018 WIB nyaman bagi klien nyaman O: Klien kooperatif .00 Menginstruksikan klien untuk S: Klien mengatakan akan berdzikir WIB menggunakan terapi dzikir untuk O: Klien berdzikir menurunkan kecemasan 31 Mei 14.

50 Diskusikan bersama pasien dan S: Klien mengatakan menggunakan keluarga mengenai teknik untuk terapi murottal Al-Quran untuk meningkatkan tidur mengatasi gangguan tidur dan memilih posisi semi fowler untuk tidur O: Klien memutar murottal Al.14.Quran dan tidur dengan posisi semi fowler .

penkajian PQRST pada klien sebagai berikut: P: Tn. EVALUASI KEPERAWATAN NAMA KLIEN : Tn. Hari / Tanggal/ Evaluasi TTD Jam 1 Jumat.d. 1 Juni 2018 Diagnosa Keperawatan 1: Nyeri akut b. S NOMOR RM : 392396 RUANG : BOUGENVIL No. S mengatakan nyeri ketika sedang beraktivitas ataupun tidak beraktivitas Q: Nyeri seperti ditusuk-tusuk R: Klien mengatakan nyeri pada dada S: Skala nyeri 5 T : Nyeri hilang tombul .Klien mengatakan nyeri dada berkurang.Klien mengatakan sesak nafas berkurang .00 WIB miokard) S(Subjektif): . agens cedera biologis (iskemia 10.E.

4 mm TD = 120/ 74 mmHg RR: 24 x/ menit A (Analisa): Masalah teratasi P (Plan of Care): Pertahankan kondisi. klien memahami pentingnya istirahat karena kondisi klien saat ini .d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen S(Subjektif): Klien mengatakan melakukan gerakan-gerakan ringan di tempat tidur 2 kalidalam sehari. membawa klien ke ICU agar dapat dipantau secara intensif Diagnosa Keperawatan 2: Intoleransi aktivitas b.O (Objektif): Hasil EKG membaik T di V5= -1.

klien mengatkan yakin bahwa Allah akan memberikan kesembuhan untuk klien Klien mengatakan masih merasa susah untuk tidur O (Objektif): Klien tampak tenang A (Analisa): . ancaman status terkini S(Subjektif): Klien mengatakan sudah tidak merasa cemas seperti sebelumnya.d. HR. RR: 24 x/ menit.O (Objektif): Klien masih tampak lemas. 62 x/ menit. TD: 120/74 mmHg. Kien sudah dapat duduk tanpa ada peningkatan ttv A (Analisa): Masalah teratasi P (Plan of Care): Pertahankan kondisi Diagnosa Keperawatan 3 :Ansietas b. klien masih dibantu dalam melakukan aktivitas.Setelah melakukan gerakan ringan.

.Masalah belum teratasi P (Plan of Care): Lanjutkan intervensi.