You are on page 1of 19

BAB I

STUDI PENDAHULUAN PARTICIPACION ACTION RISEARCH

A. Latar Belakang Kegiatan Participation Action Research (PAR)

Institut Agama Islam Syarifuddin (IAIS) Wonorejo Lumajang salah satu lembaga
pendidikan perguruan tinggi yang bernaungan dibawah pondok kyai syarifuddin dan
beberapa fakultas yang mencetak mahasiswa yang berakhlakul karimah dan terus
mengikuti perkembangan zaman. Diantara fakultas yang ada di Institut Agama Islam
Syarifuddin Lumajang adalah fakultas Tarbiyah prodi pendidikan agama islam, dan masih
banyak lagi fakultas yang berada dikampus IAIS juga terdapat fakultas Dakwah, Ekonomi
Syariah. Dan berharap wisuda dari lulusan IAIS bisa menjadi sarjana yang beguna bagi
Nusa dan Bangsa.

Tri Dharma perguruan tinggi sebagaimana disebutkan di atas merupakan inti
pembelajaran yang berada di IAI Syarifuddin Lumajang. Kemudian untuk
mengimplentasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut. IAI Syarifuddin Lumajajang
menyusun sebuah progam kegiatan uyang harus diikuti oleh mahasiswa, kegiatan tersebut
adalah Participipacion Action Risearch (PAR) pada tahun 2017-2018. Perlu melakukan
refleksi kritis terhadap sejarah politik, budaya, ekonomi, geografi, dan konteks lain-lain
yang terkait.

Demi tercapainya kegiatan PAR ini yang ideal maka mahasiswa fakultas Tarbiyah
kegiatan Participacion Action Riserach ini dengan Dosen pembimbing Bpk Haidar Idris
M. Th. I.

PAR adalah Participacion Action Riserach yaitu merupakan penelitian yang melibatkan
secara aktif semua pihak-pihak yang relevan dalam mengkaji dalam tindakan yang sedang
berlangsung dimana pengalaman mereka sebagai persoalan sendiri dalam rangka
melakukan perubahan kea rah perbaikan yang lebih baik. Dalam PAR dapat atau
melakukan penelitian dan refleksi yang kritis

Kegiatan PAR dilaksanakan dengan dilandaskan pada beberapa peraturan sebadai berikut:

1. Undang-undang RI Nomor 60 Tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintahan Nomor 20 Tahun 1999 tentang pendidikan tinggi
3. Keputusan rector IAI Syarifuddin Tahun 2017

1

3. Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab mahasiswa IAIS terhadap peningkatan kesadaran dan penguatan karakter komunitas dampingan sebagai basis pembangunan dan pembinaan Islam. Data Umum Lokasi Pelatihan PAR Kecamatan randuagung salah satu kecamatan yang luasnya 103. berdasarkan hasil persen penduduk kecamatan randuagung pada tahun 2016 penduduk sebesar 61. dan disebelah timur desa kalipenggung yaitu desa randuagung. Sebelah utara desa kalipenggung adalah desa gedang mas. Desa kalipenggung kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang terletak didaerah bagian utara yang berada dilereng gunung lemongan. memantapkan kecakapan dan kepekaan terhadap problem social. Mendewasakan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab mahasiswa cara hal yang difikir dalam hal interdiipliner.Adapun kegiatan ini mempunyai tujuan yang sangat penting buat menumbuhkan rasa kewibawaan mahasiswa dalam pelayanan atau melayani masyarakat tentang menanggapi problematika keseharian masyarakat. Peserta atau mahasiswa kegiatan ini (PAR) adalah mahasiswa fakultas Tarbiyah prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang semester VI. sebelah barat desa kalipenggung yaitu desa ranulogong.41 km. B. Itulah peta konsep atau gambaran pada desa kalipenggung dan sekelilingnya. Memberrikan dampingan dalam memecahkan masalah kemasyarakatan secara partisipatori dan praktis sehingga peran dan fungsi mahasiswa semakin nyata dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan ini bisa diambil banyak manfaat bagi mahasiswa yang berkegiatan karena bisa belajar lebih real dan jelas tentang PAR dan beradaptasi dengan masyarakat desa tersebut. Akan tetapi pada pelatihan PAR ini reletak didusun 2 . 2. Desa yang lumayan luas dan memiliki banyak RT dan RW. sebelah selatan desa kalipenggung adalah desa ledok tempura. Akan tetapi tujuan kegiatan PAR iai Syarifuddin Lumajang adalah: 1.783 jiwa terdapat di 12 desa yang lebih banyak. Dan salah satunya penduduk paling banyak pada desa kalipenggung.

3 .yang paling barat di desa Kalipenggung yaitu dusun jabaan RT 14 RW 11 dan banyak penduduknya namun masih banyak kekurangan yang berada di dusun jabaan tersebut.

tidak meneruskan pendidikanya. 2. Pendidikan Pendidikan yang berada di Desa Kalipenggung khususnya Dusun Jabaan sangat minim sekali atau masih kurang. Dan dilihat dari penelitian waktu itu banyak yang memilih kerja dan sifatnya merantau. Akan tetapi pada penelitian waktu itu tentang ekonomi masyarakat desa kalipenggung menghandalkan atau dia berfikiran kalau pemasukan dan kebutuhan bisa dari berkeja menjual pisang. Seperti halnya orang sakit atau orang yang mau melahirkan pasti jarak tempuh ketempat kesehatan sangat jauh dan sampai sekarang belum terlihat alat transport seperti ambulan yang ditaruh di Desa Kalipenggung Dusun Jabaan. Ekonomi Pada penelitian tanggal 28 bulan April 2018 permasalahan ekonomi didesa kalipenggung tidak terlalu besar. 4. kayu akan tetapi tidak mau menanami ladangnya yang sekiranya hasil panen tidak terlalu lama. Sarana dan prasarana Untuk saran dan prasarana di Desa Kalipenggung masih terbilang juga dan masih banyak pula kekurangan. Kesehatan Melihat kondisi Desa Kalipenggung apalagi dusun jabaan sangat pelosok tempatnya dan jauh juga dari tempat kesehatan karena sangat jauhnya transport ke poskesdes. Memang ada yang sampai kejenjang yang lebih tinggi tapi Cuma 3 anak saja. BAB II PROBLEMATIKA MASYARAKAT DESA KALIPENGGUNG KEC. Permasalahan 1. Kebanyakan anak kecil yang sudah lulus MTS itu lebih memilih menikah dari pada melanjutkan pendidikanya. Dilihat dari system desanya saja masih 4 . 5. Keagamaan Mayoritas masyarakat Desa Kalipenggung khusunya dusun jabaan beragam Islam dan banyak juga mushola atau tempat beribadah di Desa Kalipenggung. 3. masyarakatnta juga ikut serta meramaikan supaya Agama disana terlihat bagus dan semakin bertambah keimanan. RANDUAGUNG A.

Keagamaan. Seperti Pendidikan di desa tersebut sangat minim sekali karena di desa tersebut tidak ada Lembaga yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Pendidikan. bahkan Cuma MTS saja. Oleh karena itu dari beberapa permasalahan di atas tercipta pemecahan masalah. Maka pemecahan permasalahan yang berada di Desa ini sangat penting sekali dengan tujuan masyarakat bisa menjadi aktif dan mempunyai prestasi. Bahwasanya problematika yang berada di Desa Kalipenggung Kec. Jadi dari permasalahan yang ada diatas bisa diambil kesimpulan. terlihat kurang dan di Balai Desa sangat sepi kayak tidak ada pelayanan yang maksimal. Rencana Pemecahan Masalah Dalam pemecahan masalah membutuhkan waktu yang lama dan tidak bisa dicepatkan. Kesehatan. Randuagung sangat banyak dimulai dari Ekonomi. 5 . karena proses pemecahan masalah. B. dan Sarana prasana pemecahan permasalahanya dengan cara mempersiapkan tenaga baik usaha yang dibutuhkan oleh masyarakat kalipenggung khususnya dusun Jabaan dan pemerintah seharusnya bisa melihat langsung keadaan yang berada di Desa tersebut.

Kesimpulan Desa kalipenggung adalah desa yang sangat luas dan memiliki penduduk yang banyak. dalam hal Ekonomi banyak pula masyarakat yang mempersiapkan kelak buat anak cucunya. akan tetapi semangat dan terus semangat yang dilakukan oleh masyarakat kalipenggung. Refleksi Didalam proses penelitian dan observasi terhadap masyarakat dapat diambil penilaian yang bersifat umum. dan kesehatan pula meskipun tidak bagitu tercukupi masyarakat bisa aktif atau mandiri untuk mengusahakan agar kesehatan yang berada di Desa Kalipenggung Kec. Akan tetapi dalam refleksi ini pembimbing juga memberikan kesan dan pesan supaya nantinya penelitian dan observasi kali ini dapat penyemangat dan bisa menjadi baik. sehingga dalam riserch kali ini dapat disimpulkan yaitu desa yang terletak dilereng gunung dan sulit dijangakau dengan media internet. Akan labih baiknya jika semua itu sudah dirinci pembahsanya atau permasalahanya lebih baik ada rencana tindakn lanjut atau bisa dievaluasi. B. Randuagung bisa tercukupi dan masyarakat tidak kecewa atas fasilitas yang sudah disiapkan. Dan proses penelitian mahasiswa terhadap masyarakat sangat penting sekali. BAB III PENUTUP A. Dalam Pendidikan sudah banyak hal yang dialami. Pendidikan yang amat kurang fasilitas yang sangat terbatas tidak menurunkan rasa semangat masyarakat desa tersebut. akan tetapi nantinya atau yang diharapkan adalah ada wujudnya setelah dilakukan penelitian dan observasi dalam mengamati Desa tersebut. Tidak merasa mengeluh atau susah dalam melakukan kegiatan. 6 .

LAMPIRAN-LAMPIRAN 7 .

8 . File Not Kode : EW/01/28/18 Judul : Informan : Pada hari rabu tanggal 28 maret 2018 saya datang ke balai desa kalipenggung untuk melakukan Partisipatoris Aktif Riset (PAR) di dusun jeba’an desa kalipenggung. selang beberapa menit dosen pembimbing kami datang dan memulai memberikan pengarahan yang mendasar tentang seperti apa partisipari aktif riset itu dan bagaimana pembuatan laporannya setelah selesai pembekalan materi akhirnya kami langsung menuju ke dusun yang akan dilakukan penelitian tetapi sebelum berangkat kami di bentuk 4 kelompok yang beranggotakan 4 orang setiap kelompoknya. setelah percaya kami bertanya-tanya tentang lingkungan sana itu seperti apa? Kagetnya saya ternyatadilingkungan sana meskipun tanahnya subur masyarakat masih banyak yang merantau untuk mencari kerja hampir 70 % dari lingkungan sana yang merantau baik di malaysia ataupun di arab saudi faktor mendasarnya adalah mereka tidak punya lahan untuk dikerjakan akhirnya mereka memilih merantau keluar negeri. Sesampainya dilokasi PAR kami datang kerumah bapak kampung diberi arahan untuk pembagian kelompok menuju lokasi-lokasi yang sudah ditentukan oleh dosen pembimbing kami seperti kelompok 1 ke ara. A.. Di kala kami sedang berbincang-bincang dengan ibu sutres saya melihat bapak . saya dekati beliau saya bertanya-tanya: Saya : “banyak burung merpatinya pak?”. alias bapak sapi sedang melihat burung merpatinya. Saya : “dari mana bapak belinya burung-burung merpati ini?”.. Bapak sapi :“Cuma sekitar 20 an itupun sama anaknya 3 pasang dek!”.. Saya : “memelihara berapa burung merpatinya pak?”. Sesampainya disana ternyata teman-teman masih nyantai menunggu dosen pembimbing kami. Bapak sapi : “Alhamdulillah lumayan bayak dek!”. Berhubung Kelompok saya adalah kelompok 1jadi kami menuju arah selatannya bapak kampung setelah melewati beberapa rumah akhirnya kami melihat ibu-ibu yang sedang duduk nyantai setelah itu kami dekati beliau awalnya beliau merasa curiga akan kedatangan kami dikiranya salah satu dari team sukses calon bupati baru setelah dijelaskan bahwa kami sedang melakukan tugas dari salah satu dosen akhirnya ibu Sutres percaya.

Saya : “emmm masih sudah ada yang barusan menetas telurnya pak?” Bapak Sapi : “iya dek. Setelah berbincang-bincang lama dengan bapak Sapi akhirnya kami menuju kembali ke ibu Sutres dan teman-teman saya yang masih ngobrol didepan teras rumah ibu Sutres sesampai disana ternyata kami sudah disuguhkan kopi susu oleh ibu Sutres. Bapak Sapi :”tumbuh dek tapi kurang untuk sapi-sapi saya dek!”. Saya : “jauh juga ya pak kalau sudah musim kemarau.” Saya : “boleh saya melihat burung yang sedang mengerami telurnya pak?”.”. 2 hari yang lalu menetasnya”. Bapak Sapi : “iya dek! Apalagi setiap bulannya ada arisan burung merpati dek dari rumah yang satu ke rumah yang lainnya dek. Saya : “susah apa tidak kalau mencari makan untuk ternaknya ini pak?”. untuk keperluan sehari-hari kalau kepepet bisa dijual dek!”. Saya :”oh gitu ya pak! Terimakasih atas infonya ya pak!” Bapak Sapi :”iya dek sama-sama”. Saya : “dilingkungan sini banyak yang memelihara burung merpati ya pak?”. Bapak sapi : “silahkan dek” sambil menunjuk ke arah sangkar burungnya. akhirnya kami memilih membeli air minum gelasan untuk persedian nanti malam di basecamp ternyata setelah mas Ali bertanya di salah satu toko ternyata “air minum gelasannya sudah habis di borong oleh salah satu warga untuk keperluan hajatan” ujar pemiik 9 .. Bapak Sapi : “yaa. Saya : “bapak memelihara sapi juga pak?”. Bapak Sapi : “ iya dek. Bapak Sapi : “burung-burung disana lebih berkualitas dek dari pada yang sudah ada di tanah jawa. Saya : “kenapa tidak membeli di daerah sekitar sini saja pak?”. daerah sini apa tidak tumbuh rumputnya kalau kemarau pak?”. setelah saya selesai memimum kopi yang sudah dihidangkan oleh ibu Sutres kami lanjut menuju ke selatan kembali untuk mencari narasumber selanjutnya lagi. kalau di musim hujan gini tidak susah dek karena di ladang belakang rumah banyak rumput-rumputannya tapi kalau sudah musim kemarau saya harus mencari ke perkebunan coklat atau perkebunan tebu di selatan sana yang jaraknya lumayan jauh dari sini dek!”.. Setelah melewati beberapa rumah ternyata banyak rumah yang tutup di tinggal bekerja pemiliknya karena kami putus asa.”. Bapak Sapi : “belinya bapak ke madura sana dek! Itupun sambil silaturahmi kerumah ponakan-ponakan bapak yang tinggal di madura sana dek.

.. setelah selesai minum kamipun melanjutkan perjalan pulang ke basecamp untuk melakukan maping lokasi sana. sampai-sampai sikin disana terkenal karena dijadikan bahan ejekan oleh saya untuk bisa akrab dengan masyarakat sana..toko. 10 . tenyata setelah berpamitan kami disugguhkan kopi oleh salah satu warga ya mau bagaimana lagi terpaksa saya minum karena saya masih haus setelah makan kue kambing dari kelompok yang lain hehee. selang beberapa waktu kami di sodorkan air minum kembali dengan persaaan kurang enak karena sudah disediakan air minum akhirnya kami meminum air tersebut bahkan teman saya yang bernama sikin hampir menghabiskan setengah botol dari rasa hausnya dia mungkin hehe.. Kami pun melanjutkan sholat asar karena waktu sudah menunjukan jam setengah 5 setelah selesai sholat kami pun berpamitan ke bapak kampung untuk kembali ke basecamp kami. akhirnya kami meelanjutkan perjalanan lagi untuk mencari persedian air minum sampai di pojok selatan akhirnya kami menemukan toko yang buka lagi setelah ditanyakan ternya air minum gelasannya disana masih tersedia banyak akhirnya kami membeli satu kardus air minum gelasan sambil membeli air minum tersebut kami sempat berbincang dengan pemilik toko tepatnya bernama ibu Sur.. Setelah merasa waktu sudah sore akhirnya kami menuju ke rumah bapak Kampung kembali ternyata jarak perjalanan kami lumayan jauh dari rasa ingin mencari narasumber untuk tugas mata kuliah ini hehehe.. setelah sampai dirumah bapak kampung ternyata cuma satu kelompok yang sudah datang yang lain masih belum selesai melakukan risetnya.

Dari situ pula kami memperkenalkan diri dan berbicara tentang perihal atau tujuan kami dating kemari bahwasanya kedatatngan kami adalah Risert dan tugas dari dosen. antara lain jawaban dari narasumber pertama mengatakan banhwasanya masyarakat jabaan desa kalipenggung kecamatan randuagung hamper semuanya memiliki lading. Kemudian sampailah kita semua disana dan menerima pembekalan atau pemaparan tentang apa PAR itu dan bagaimana nantinyan kita disana menemui problematika masyarakat. Tapi tidak mengurangi rasa iri hati karena semua itu butuh proses dan pembelajaran. dengan beberapa pertanyaan yang kami ucapkan kepada narasumber. Tapi. Pada awal kami berjalan dan menjumpai beberapa masyarakat disan kami memulai bertanya-tanya dan menggali informasi pada seorang ibu yang lagi duduk santai diteras rumahnya. juga direspon dengan baik pertanyaan yang kami ucapkan. Oleh karena itu masyarakat jabaan lebih memilih berjualan pisang dan kayu. bahkan lebih memilih pengangguran ketika tidak ada bahan yang dijual seperti pisang dan kayu. Dan anehnya dengan pernyataan seperti ini masyarakat jabaan tidak mempunyai panenan ketika dia menanam apa yang berada di sawahnya.Kode : AR/01/28/18 Judul : Informan : Pada tanggal 28-03-2018 kami berangkat dari wonorejo lumajang menuju desa kalipenggung kecamatan randuagung untuk memenuhi syarat perkuliahan Participacion Action Riseach (PAR) bersama kawan-kawan dan dosen pembimbing yaitu bpk Haidar Idris. dan sawah. Kemudian dengan kedatangan kami ibu yang bernama ibu sutrisno mulai kaget dan kelihatan bingung sehingga mengatakan kami orang asing dengan sebuah alasan saya tidak pernah bertemu dengan kalian semua. Dengan diawali dari desa kalipenggung menuju RT 14 dan RW 45 kami menuju lokasi lebih tepatnya dusun jabaan. dan kenapa tidak berfikir sawahnya atau ladangnya ditanami sesuatu yang bisa 11 . kebun. Dari sinilah ada yang perlu diperjelas lagi meliputi masyarakat memilih jual pisang dan kayu dari pada menanam sesuatu yang menghasilkan uang yang berada diladangnya. dimana masyarakat disana sangat akrab sekali dan asli orang Madura dan tidak bias berbahasa jawa meskipun dusunya jabaan. Akan tetapi ibu sutrisno juga kelihatan bingung dan mungkin ada rasa khawatir nantinya ketika kami bertanya seperti itu.

Bias dikakulasi kalua masyarakat dusun jabaan pedagang pisan dan kayu-kayu yang bias diperjual belikan. tetapi bukan milik masyarakat sekitar. dan banyak sekali lahan yang ditanami pohon pisang. setelah itu kami mulai menyapa dan mengajak ngobrol orang tersebut dan menanyakan beberapa pernyataan yang berada di desa tersebut. baik dalam segi pendidikan dan pendidikan Diniahnya sangatlah kurang sekali. Ada kendala lagi setelah kami memperluas pertanyaan yang disitu berkaitan dengan POSKESDES (pondok kesehatan desa) banya yang mengeluh dengan jauhnya tempat praktik priksa. dari sinilah bisa dikatakan bahwasanya masyarakat jabaan tergolong masyarakat yang kurang pas pemikiranya. Ketika dikaitkan dengan masyarakat yang lain bisa dikatakan yang tertinggal. dan tempat yang amat jauh ketika ada orang yang mau berobat sampai juga tempat persalinan yang kurang mewadahi masyarakat desa kalipenggung kecamatan randuagung. Oleh karena itu dapat disimpulkan lagi. dan banyak pula lahan yang ditanami tebu dan sebagainya. Dan sangat sulit ditebak juga mengapa masyarakat jabaan memilih diam ketika tidal ada pekerjaan atau bias dikategorikan malas dalam mencari pekerjaan.mengahasilkan uang. Dapat kami ketahui anak yang berusia 14-16 tahun atau kurang dari 14-16 tahun sudah dijodohkan dengan keluarganya dan dinikahkan ketika lulus SMP. bukan berarti malas dan enggan tidak mau mencari kerja akan tetapi masyarakat jabaan sulit juga mendapatkan pekerjaan dalam waktu yang singkat Dan demikian hasil perjalanan pertama kami tentang ekonomi masyarakat dusun jabaan. dengan kemajuan alat electronic dan Internet atau bias disebut perubahan jaman modrn masih tertinggal sekali. Pada perjalanan seterusnya kami menjumpai seorang nenek yang lagi duduk diteras rumahnya dan sambal menggendong cucunya. Dalam hal ini banyak sekali nenek yang bernama suryani menyatakan selain tanaman sengon dan pisang banyak sekali orang dusun jabaan merantau atau kerja ke daerah lain. Demikian laporan yang bisa kami buat dan pasti banyak perkataan yang kurang tepat dalam mendeskripsikan kami meminta maaf yang sebesar-besarnya. 12 . Banyak sekali lahan yang ditanami sengon. dan dari situ pula dapat difahami rumah yang bagus dan memiliki kendaraan yang mewah orang tersebut pasti merantau dan mempunyai hasil dibuat membangun rumahnya dan lain-lain.

Lalu ibu sutrisno kami tanya tentang Pendidikan anknya yang sudah dewasa beliau hanya menjawab “anak saya Cuma lulus MTS saja. namun beliau berkata “pekerjaan disini sangat berbeda dengan desa lain bahkan masyarakat disini juga berbeda dengan masyarakat lain” yang artinya masyarakat lebih memilih berkerja dengan cara yang mudah dan tidak mau menunggu lama dalam menghasilkan uang. Beliau berkata saya memang hidup sendiri dengan satu anak tanpa bapak yang mengayomi selama ini. Ketika sampai disana kami bersiap untuk mendengarkan pemaparan dari dosen pembimbing. Sempat menyinggung pembicaraan juga karena kami terlalu dalam menanyakan permasalahanya. kayu sengon dan lain-lain tapi tidak mau menanami lahanya dengan tanaman yang sekiranya bisa diambil hasilnya yang banyak. Oleh karena itu banyak yang dagang pisang. Adapun anak yang lulus SMA / SMK /MA Cuma 3 anak yang dari Dusun tersebut itupun tidak melanjutkan lagi keperguruan tinggi. bukan berarti saya tidak mampu untuk menyekolahkan anka saya tetapi anak saya lebih memilih berkerja dan mencari uang untuk kebutuhanya. Randuagung. dan mempunyai rumah mewah yang berbeda dengan yang lain. Jadi sangat miris sekali Pendidikan di Dusun Jabaan dan sangat kurang sekali fasilitas Pendidikan di Dusun ini oleh karena itu banyak anak muda yang menikah dibawah umur atau belum memenuhi syarat pernikahan. akan tetapi saya punya anak yang merantau dan mampu menafkahi kami sekeluarga sampai menyekolahkan adiknya. Berawal dari pembicaraan bapak syafi yang berada di Dusun Jabaan Desa Kalipenggung beliau berbicara tentang Ekonomi keseharianya meliputi pekerjaanya dan meneruskan bahasan kebutuhanya. Beliau sudah lama tinggal di Dusun tersebut. 13 . Dari sini dapat diambil kesimpulanya bahwasanya ibu sutrisno ini lebih mengandalkan anknya dan enggan untukmencari nafkah keseharianya dengan hasil keringatnya. Adapun observasi yang kedua kami mengambil informasi dari ibu sutrisno yang terlihat tercukupi. mulailah kami beradaptasi dengan masyarakat sekitar dan bertanya-tanya tentang problematika yang berada di Desa tersebut. Masyarakat sekitar lebih baik menjadi pengangguran sambal menunggu pekerjaan yang sekiranya tidak berat baginya. Adakalnya senang dan duka karena berada di Desa orang lain.. Kode : FR/01/28/18 Perjalanan menuju desa kalipenggung membutuhkan satu jam dengan memakai sepedah. Tiba sekitar jam 09:00 pagi dan menuju di Balai Desa Kalipenggung Kec. yang diebabkan tidak adanya Pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Didalam Balai Desa ini terdapat aula yang cukup luas yang biasa digunakan untuk keperluan masyarakat warga DesaKalipunggung . Balai Desa ini terletak disebelah TK dan PAUD dan di depannya banyak sawah.Lalu beliau menjelaskan bahwa Dsn Jawa jawa menjadi banyak RT yaitu RT 10. Setelah saya terus berjalan sampailah di rumahnya kepala dusunyan disebelah jalan yang dekat dengan masjid. di tengah perjalan di dekat SD ada warung kecil dan saya 14esame14 teman-teman berhenti mampir di warung 14 . pepohonan sengon kemudian disebelahnya lagi banyak perumahan. Mereka menanyakan tujuan kita kesana terus saya menjawab pertanyaan mereka. dan 2 orang yang sedang jualan di warungnya. Dsn jawatergolong desa yang sudah maju karena sudah banyak dari masyarakat yang bersumber daya tinggi dan pembangunan fisik maupun nonfisik yang sangat membaik sehingga kesejahteraan masyarakat Desa Petahunan boleh dikatakan baik.30 WIB. sehingga penduduknya condong menganggur. mengingat Dsn Jawa merupakan Pencariannya Buruh dan Tani. Kemudian warga disana bercerita tentang sejarah asal mula nama disana. Saya 14esame14 3 teman saya menuju 14esame14 utara dan berhenti di warung salah satu warga untuk membeli air Aqua dan bertanya tentang keadaan disana.12 dan 13. Kemudian saya pun melanjutkan pertanyaan saya yang selanjutnya. Karna waktu dhuhur tiba sya pamit untuk kembali kemasjid. Kode : NS/01/28/18 Di pagi hari. Dan karna prosesnya pohon sengon yg cepat maka warga sana lebih tertarik nanam pohon sengun dan lahan disana di ganti dengan pohon sengun. Dengan 14esame14 lebar Ibu sulastri bercerita kepada kami dan tiada terasa waktu terus berjalan dan waktu telah menunjukkan pukul 10. Ketika salah satu dri kmi bertanya tentang Nama kampung disana mereka menjawab dulu emang ada org jawa yg menikah dengan org madura kemudian orang jawanya meninggal terus ktanya tinggal orang madura. saya bertanya bagaimana keadaan Mayarakat disana dan keadaan penduduknya.11. gunung Lamongan. sekolah MTs di situ sya bertemu dengan banyak orang. matahari mulai menampakkan sinarnya. Perkampungan terletak sebelah selatan yang berbatasan dengan . Di sebelah jalan di Desa Kalipunggung berdirilah sebuah Balai Desa yang ukurannya cukup besar menghadap ke utara. Dan ibu tuti bercerita sebelum asalnya pohon sengun banyak tanaman kopian karna prosesnya yang lama maka mereka mengganti dengan tanaman sengun. Mata pencaharian dari sebagian penduduk Dsn Jawa merupakan petani dan buruh.

dan mampu menjaga kerukunan warga serta menghargai 15esame nya.untukmengambil air aQua yang tdi kmi beli. Catatan Reflektif: Dengan mengetahui sejarah Dsn Jawa di harapkan menambah pengetahuan dan rasa semakin cinta dan terus ingin meningkatkan kemajuan DsnJawa khususnya. setelah beberapa menit saya keluar dari warung untuk kembali ke balai desa. Pertanyaan Lanjutan: Mengapa mata pencaharian di Dsn Jawa kebanyakan seorangBuruh? Bagaimana cara meningkatkan sumber daya manusia petani di Dsn Jawa agar bisa lebih meningkat lagi? 15 .

Dokumentasi Gambar 1.B.1 wawancara dengan ibu suryani Gambar 1.2 suasana pagi hari di Dusun Jabaan 16 .

4 suasana lokasi penelitian Gambar 1.5 rumah burung merpati 17 .3 wawancar Dengan ibu sutrisno Gambar 1.Gambar 1.

Gambar 1.6 wawancara Dengan bapak syafi 18 .

C. General Mapping. Thematic Mapping 19 .