You are on page 1of 24

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

B
DENGAN MASALAH UTAMA HIPERTENSI PADA Ny. A
DI WAY HITAM PALEMBANG

Mitra Yuni Ratnasari (04121003029)


Arnelia Putri (04121003030)
Okta Verida Andriani (04121003031)
Dosen Pembimbing : Ns. Putri Widita., S.Kep., M.kep

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
TAHUN AJARAN 2014 – 2015
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. Pengkajian Keluarga

I. Data Umum

1. Nama kepala keluarga (KK) : Tn. B

2. Usia : 30 tahun

3. Pendidikan : S1

4. Pekerjaan : Pengusaha

5. Alamat : Jl. Musi 5 Palembang

6. Komposisi keluarga :

Status Imunisasi
No Nama JK Hub Umur Pend Polio DPT Hepatitis Ket
BCG Campak
1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
1 Ny. A P Ibu 52 th DIII 
Mertua
2 Ny. O P Istri 28 th S1             Lengkap
3 An. R L Anak 2 th -             Lengkap
Genogram

Keterangan :

= laki-laki = klien

= perempuan = hubungan dengan keluarga

= meninggal

= tinggal satu rumah

6. Tipe keluarga

Keluarga Tn. B termasuk tipe keluarga besar (extended family) yaitu didalam

suatu rumah terdapat satu keluarga inti ditambah dengan keluarga lain yang

mempunyai hubungan darah Tn. B ( ayah ), Ny. O (istri), An. R (anak) dan

Ny.A (nenek)

7. Suku dan Bangsa

Bahasa yang digunakan Tn. S bahasa Jawa karena berasal dari Jawa. Dalam

keluarga tidak ada pantangan makanan apapun,


8. Agama

Keluarga Tn. B beragama Islam dan taat menjalankan ibadah sholat 5 waktu,

biasanya dilakukan bersama-sama di rumah karena jauh dari mushola .

9. Status sosial ekonomi keluarga

Kebutuhan sehari-hari keluarga semua dipenuhi oleh Tn. B dengan pendapatan

sebulan + Rp 15.000.000 Tn. S bekerja sebagai pengusaha sebuah kantor

pemasaran. Barang-barang yang dimiliki Tn. B yaitu TV, Almari, Kulkas,

DVD Player, Sound system, Guci antik, meja kursi dan Tn. B merasa sudah

mampu mencukupi kebutuhan keluarganya. Ny. O juga berprofesi sebagai

dosen suatu perguruan tinggi di Palembang. Penghasilan Ny. O sendiri + Rp

3.500.000.

10. Aktifitas rekrasi keluarga

Keluarga sering melakukan rekreasi setiap hari sabtu dan minggu atau hari

libur. Biasanya keluarga juga menonton TV bersama setiap malam. Namun,

Ny.A jarang diajak berekreasi bersama karena kondisi kesehatannya yang tidak

memungkinkan. Seluruh anak dari Ny.A biasanya akan pulang pada saat

lebaran.

II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga

11. Tahap perkembangan saat ini

Keluarga dengan anak usia pra-sekolah, keluarga telah berusaha menyiapkan

tabungan untuk biaya pendidikan An. R serta membangun komunikasi dengan

anaknya.

12. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi


Dari hasil wawancara didapatakan bahwa keluarga masih belum mampu

mengawasi anaknya karena kesibukkan mereka yang sangat padat. Namun

keluarga mengatakan bahwa saat ini anak mereka di ikutkan Playgroup agar

ada yang mengasuh mereka, dikarenakan neneknya (Ny. A) dikhawatirkan

akan kesulitan mengawasi anak kecil.

13. Riwayat keluarga inti

Dalam keluarga Tn. B tidak ada yang memiliki penyakit keturunan dan semua

sehat-sehat. Apabila dalam keluarga Tn. B ada yang sakit dia selalu

mengunakan fasilitas kesehatan.

14. Riwayat keluarga sebelumnya


Ibu Ny.O (Ny.A) memiliki penyakit Jantung Koroner yang diderita sejak 3
tahun yang lalu. Suami dari Ny.A meninggal 3 tahun yang lalu juga
disebabkan oleh penyakit yang sama. Ibu dari Ny.A memiliki riwayat
hipertensi, dan meninggal karena serangan jantung.

III. Lingkungan
15. Karakteristik rumah

Kamar
tidur Dapur
/ WC
Kamar
Batas tetangga

tidur
Ruang keluarga Tetangga
Kamar
tidur
20m

Ruang tamu

Teras

10 M 1M
Rumah Tn. B terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, tiga kamar tidur, dapur,
kamar mandi. Cara pengaturan perabot sangat rapi, namun biasanya Ny.O dan
Ny.A yang membersihkan rumah itu. Tn.B tidak menggunakan jasa asissten
rumah tangga.
Ukuran rumah 20x10 m tipe rumah permanen, atap terbuat dari seng, lantai
berubin serta di keramik dan terdapat fentilasi yang jarang dibuka dan kondisi
ruangan cukup pengap, dan menggunakan sumber air PAM.
16. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Lingkungan tetangga umumnya penduduk asli palembang, hubungan antar
tetangga kurang baik karena keluarga ini jarang bersosialisasi dengan warga
sekitar oleh karena kesibukkan dari Tn.B dan Ny.O.
17. Mobilitas geografis keluarga
Rumah merupakan daerah perkotaan tidak jauh dari jalan raya, mudah
dijangkau oleh sepeda motor/kendaraan roda 4. Dekat dengan fasilitas
kesehatan, hanya cukup berjalan kaki lima menit sudah menemukan puskesmas
pelita.
18. Perkumpulan keluarga+interaksi dengan masyarakat
Tn.B dan Ny.O jarang mengikuti kegiatan masyarakat dikarenakan mereka
jarang berada dirumah, sehingga banyak warga yang belum mengenal
keluarga ini dengan baik.
19. Sistem pendukung keluarga
Anggota keluarga Tn. B sehat hanya Ny. A saja yang sakit dan keluarga selalu
mengunakan fasilitas kesehatan yaitu rumah sakit dan dokter keluarga.

IV. Struktur keluarga


20. Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi yang digunakan komunikasi cukup tertutup, terlihat dari
perawat melakukan pengkajian. Namun, setelah dilakukan wawancara
mendalam, ternyata keluarga Tn.B adalah tipe keluarga yang cukup hangat dan
baik. Mereka mengatakan bahwa hanya jarang keluar rumah dan berinteraksi
dengan warga sekitar. Mereka juga mengatakan bahwa tetangga sekitar sering
membicara keluarga mereka, sehingga keluarga ini malas untuk berinteraksi
dengan orang lain.
21. Struktur kekuatan keluarga
Keluarga selalu menyelesaikan masalah dengan musyawarah sedang Ny.A
hanya mengikuti saja apa hasil musyawarah, semua anggota keluarga berperan
sesuai perannya masing-masing, dan apabila masalah tidak teratasi maka
keputusan ada di tangan Tn. B
22. Struktur peran (formal & informal)
Formal
Tn. B sebagai kepala keluarga sekaligus pencari nafkah untuk memenuhi
kebtutuhan keluarganya dismping itu Tn. B sebagai pendidik, pelindung
dan pemberi rasa aman pada keluarga
Ny. A sebagai nenek dari anak Ny.O disamping itu sebagai mertua Tn.B
Ny. O berperan sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya, Ny. O sebagai ibu
rumah tangga memiliki peran untuk mengurusi rumah dan pendidik anak-
anaknya
An.R berperan sebagai anak yang harus belajar dan patuh pada kedua
ortunya.
Informal
Setiap anggota keluarga selalu memiliki peran sebagai pendorong bagi
yang lain
23. Nilai & norma keluarga
Dalam budaya Jawa anak laki-laki harus mempunyai tanggung jawab kepada
keluarga, keluarga Tn. B selalu mematuhi aturan-aturan dan norma yang
berhubungan dengan agama dan masyarakat

V. Fungsi keluarga
24. Keluarga afektif
Keluarga Tn. B saling mendukung kebutuhan sehingga dapat terpenuhi
kehidupan sederhana, dapat menyelesaikan masalah dengan musyawarah dan
keputusan keluarga yang terakhir ditentukan oleh Tn. B sebagai kepala
keluarga.
25. Fungsi sosial
Tn. B dan Ny. O dibantu Ny. A dapat membina sosialisasi pada anaknya
sehingga dapat membentuk norma dan aturan-aturan sesuai dengan
perkembangan anaknya, serta dapat meneruskan budaya.
26. Fungsi perawatan keluarga
Kemampuan kel mengenal masalah
Keluarga Tn. B mengatakan bahwa Ny. A menderita penyakit jantung
koroner. Ny.O mengetahui penyakit ibunya, sehingga dia selalu mengajak
ibunya untuk cek ke rumah sakit setiap bulan. Namun, Ny.O tidak pernah
mau memberitahukan tentang penyakit ibunya kepada Ny.A itu sendiri. Dia
khawatir jika nanti keadaan Ny.A akan semakin parah.
Kemampuan keluarga mengambil keputusan
Tn. B selalu mengambil keputusan secara tepat seperti halnya kalau Ny. A
sakit ia segera membawa ke Rumah Sakit
Kemampuan keluarga merawat anggota yang sakit
Tn. B dengan keluarga akan merawat anggota yang sakit sesuai dengan
kemampuan yang dimilikinya
Kemampuan keluarga dalam memelihara lingkungan yang sehat
Tn. B tidak mengerti jika kondisi rumah dapat menentukan kesehatan
orang-orang di dalamnya. Dia selalu berfikir bahwa selama kita memiliki
uang, maka kita dapat berobat jika sakit.
Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan
Keluarga Tn.B selalu menggunakan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit, dia
berfikir bahwa jika berobat di puskesmas, kita tidak akan cepat sembuh.
27. Fungsi reproduksi
Jumlah anak Tn. B adalah 1 orang, Ny. O dalam hal ini mengunakan alat
kontrasepsi pil. Namun, seminggu terakhir ini dia tidak menggunakan
kontrasepsi itu dulu, karena dia ingin mempunyai anak lagi.
28. Fungsi ekonomi
Keluarga Tn.B dapat mencukupi kebutuhan keluarganya dengan baik. Bahkan
dia sudah menyiapkan beberapa asuransi untuk anaknya kelak.

VI. Stres dan Koping Keluarga


29. Stresor jangka pendek dan panjang
Pendek : Stresor jangka pendek yang dipikir keluarga saat ini yaitu
memikirkan agar penyakit Ny. A dapat sembuh
Panjang : Saat ini keluarga Tn. B memikirkan agar anaknya dapat
menerusksn kejenjang yang lebih tinggi. Bahkan Tn.B dan Ny.O bercita-
cita menyekolakan anaknya hingga ke luar negeri.
30. Kemampuan keluarga dalam merespon terhadap situasi dan stresor
Keluarga Tn. B selalu melakukan musyawarah dalam menyelesaikan masalah
baik dalam lingkungan keluarga atau masyarakat.
31. Strategi koping yang digunakan
Keluarga Tn. B apabila ada masalah baik dalam keluarga atau masyarakat
selalu menyelesaikan nya .
32. Strategi adaptasi disfungsional
Dalam menghadapi masalah selalu berusaha dan berdoa tapi pada akhirnya
Tuhan yang menentukan.
VII. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan
Tn. B Ny. O Ny. A An. R
fisik
Tekanan 120/80 mmHg 120/80 mmHg 160/90 mmHg 90/60 mmHg
darah
Nadi 86x/mnt 75x/mnt 120x/mnt 86x/mnt
Suhu 360C 360C 360C 360C
RR 22x/mnt 24x/mnt 45x/mnt (nafas pendek 29x/mnt
BB 58 kg 50 kg dan dangkal dalam) 20 kg
60 kg
Kepala Mesochepal Mesochepal Mesochepal Mesochepal
Rambut Hitam bersih Hitam bersih Hitam bersih Hitam bersih
Kulit Sawo matang, turgor Sawo matang, turgor Sawo matang, terlihat Sawo matang,
baik baik dingin dan pucat, turgor turgor baik
buruk
Mata Simetris, konjungtiva Simetris, konjungtiva Simetris, konjungtiva Simetris,
tidak anemis dan tidak anemis dan tidak anemis dan sklera konjungtiva tidak
sklera tidak ikterik, sklera tidak ikterik, tidak ikterik, penglihatan anemis dan sklera
penglihatan baik penglihatan baik kurang baik (kabur pada tidak ikterik,
malam hari) penglihatan baik
Hidung Bersih, fungsi Bersih, fungsi Bersih, fungsi penghidu Bersih, fungsi
penghidu baik penghidu baik baik penghidu baik
Mulut & Bersih, tidak berbau, Bersih, tidak berbau, Bersih, tidak berbau, gigi Bersih, tidak
tenggorokan gigi bersih, tidak ada gigi bersih, tidak ada tidak lengkap, tidak berbau, gigi bersih,
nyeri telan nyeri telan menggunakan gigi palsu tidak ada nyeri
telan
Telinga Simetris, pendengaran Simetris, pendengaran Simetris, pendengaran Simetris,
baik, tidak baik, tidak baik, tidak menggunakan pendengaran baik,
menggunakan alat menggunakan alat alat bantu tidak menggunakan
bantu bantu alat bantu
Leher Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran Tidak ada
kelenjar tiroid kelenjar tiroid kelenjar tiroid pembesaran
kelenjar tiroid
Dada Tidak ada wheezing Tidak ada wheezing Tidak ada wheezing Tidak ada
wheezing
Perut Tidak kembung, tidak Tidak kembung, tidak Sering mual dan merasa Tidak kembung,
nyeri tekan nyeri tekan ingin muntah tidak nyeri tekan
Ekstrimitas Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Tangan kiri & kaki kiri Tidak ada kelainan
bentuk bentuk pegel-pegel kadang kaki bentuk
kiri tidak bisa buat jalan,
dengkul kanan dan kiri
kemeng, kaki terasa
dingin
Eliminasi BAB 1x/hr BAB 1x/hr BAB 1x/hr BAB 1x/hr
BAK 4-5x/hr BAK 4-5x/hr BAK 5-6x/hr BAK 9-6x/hr

VIII. Harapan Keluarga


Harapan yang diinginkan keluarga Tn. B yaitu menginginkan agar anggota
keluarganya tidak ada yang sakit-sakitan dan keluarga berharap kedatangan
perawat dapat memberikan informasi kesehatan sehingga anggota keluarga dapat
memelihara kesehatan.

B. Analisa Data

No Data Fokus Masalah Penyebab


1 DS : - Ny.A mengatakan kaki dan Gangguan Rasa Ketidakmampuan
tranggan jimpe- Nyeri keluarga merawat
jimpe(pegal)khususnya pada Ny.A
sebelah kanan gringgingen,
lemas, kaki sebelah kanan
terkadang tidak bisa digerakkan,

DO : - Ny. A tampak lemah


- Ny.A terus memegangi dadanya
- Ny.A terlihat meringis kesakitan
- Skala nyeri 7
- TD : 160/90mmHg
- S : 360C
- N : 120 x/mnt
- RR : 45 x/mnt
2 DS : - Ny.A mengatakan bahwa dia Gangguan Ketidakmampuan
sering ngos-ngosan jika berjalan bersihan jalan keluarga
jauh nafas mengenal
- Ny. A juga mengatakan masalah anggota
bahwa sebelumnya dia sudah keluarga yang
sering merasa sesak nafas sakit yaitu Ny.A

DO : - Ny.A terlihat pucat dan lemas.


- Ny.A terus memegangi
dadanya
- Kulit Ny.A terasa dingin

3 DS : - Ny.O mengatakan bahwa dia Ketidakefektifan Ketidakmampuan


jarang keluar rumah jika sedang pola komunikas keluarga dalam
berada dirumah mengenal
- Ny.O mengatakan bahwa dia masalah
tidak pernah berinteraksi dengan komunikasi
masyarakat sekitar dalam masarakat
- Ny.O tidak mau memberitahu
penyakit yang diderita Ny.A

DO : - Ny.O tampak enggan dilakukan


Pengkajian
- Ny.O sering mengalihkan wajah
pada saat dilakukan pengkajian

C. Diagnosa Keperawatan

A. Gangguan Rasa Nyeri berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga


merawat Ny.A

B. Gangguan bersihan jalan nafas pada Ny.A berhubungan dengan


Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah anggota keluarga yang sakit
yaitu Ny.A
C. Ketidakefektifan pola komunikas berhubungan dengan Ketidakmampuan
keluarga dalam mengenal masalah komunikasi dalam masyarakat

Prioritas Masalah

Skoring Data
1. Gangguan Rasa Nyeri berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga
merawat Ny.A

Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

1. Sifat masalah. Skala : 3 1 3/3 x1=1 Ny.A sering


aktual 3 merasakan nyeri
Resiko 2 dibagian dada walau
Potensial 1 sedang tidak
beraktivitas
2. Kemungkinan 1 2 ½ x2=1 Keluarga sering
masalah dapat diubah. membawa Ny.A ke
Skala :Mudah 2 rumah sakit untuk
Sebagian 1 cek up rutin.
Tdk dapat 0

3. Potensial masalah 3 1 3/3x1=1 Keluarga cukup rutin


untuk dicegah memeriksakan
Skala : Tinggi 3 masalah penyakit
Cukup 2 Ny.A kedokter serta
Rendah 1 sesegera mungkin ke
rumah sakit jika ada
keluhan
4. Menonjolnya 2 1 2/2x1=1 Ny.A sangat merasa
masalah. tidak nyaman dengan
Skala : masalah berat nyeri yang dia
harus segera di rasakan
tangani 2
Ada masalah tp tdk
perlu ditangani 1
Masalah tidak
dirasakan 0
Jumlah skor = 4

2. Gangguan bersihan jalan nafas pada Ny.A berhubungan dengan


Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah anggota keluarga yang sakit
yaitu Ny.A

Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

1. Sifat masalah. 3 1 3/3x1=1 Ny.A mengatakan


Skala : aktual bahwa dadanya
sering sesak dan
nafasnya ngos-
ngosan apalagi jika
berjalan jauh atau
melakukan aktivitas
berat.

2. Kemungkinan 1 2 ½ x 2=1 Keluarga rutin


masalah dapat memeriksakan
diubah. kesehatan Ny.A ke
Skala : sebagian dokter atau rumah
sakit.

3. Potensial masalah 2 1 2/3x1=2/3 Keluarga sering


untuk dicegah bingung apa yang
Skala : cukup harus dilakukan jika
Ny.A mulai sesak
nafas, sehingga
mereka hanya berfikir
membutuhkan dokter
saat itu.
4. Menonjolnya 2 1 2/2x1=1 Keluarga mengatakan
masalah. sering tidak tega dan
Skala : masalah kasihan jika Ny.A
berat harus segera sesak napas, namun
di tangani mereka tidak tau apa
yang harus dilakukan.

Jumlah skor = 3 2/3

3. Resiko ketidakefektifan pola komunikas berhubungan dengan


Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah komunikasi dalam
masarakat

Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran


1. Sifat masalah. 2 1 2/3x1=2/3 Keluarga malas
Skala : Resiko berhubungan dengan
masyarakat sekitar
karena mereka sering
membicarakan
tentang keluarga
Tn.B

2. Kemungkinan 1 2 1/2 x 2=1 Keluarga mengatakan


masalah dapat sangat ingin
diubah. berinteraksi dengan
Skala : sebagian masyarakat, namun
mereka jarang berada
dirumah

3. Potensial masalah 2 1 2/3x1=2/3 Keluarga Tn.B


untuk dicegah sebenarnya keluarga
Skala : cukup yang sangat baik dan
hangat terhadap
orang lain.

4. Menonjolnya 2 1 2/2x1=1 Komunikasi yang


masalah. kurang terjalin antara
Skala : masalah keluarga Tn.B
berat harus segera dengan masarakat
di tangani sekitar membuat
keluarga Tn.B tidak
berani meminta
bantuan kepada
warga jika
membutuhkan
pertolongan
Jumlah skor = 3 1/3

Diagnosa keperawatan sesuai dengan prioritas masalah :

1. Gangguan Rasa Nyeri berhubungan dengan Ketidakmampuan


keluarga merawat Ny.A

2. Gangguan bersihan jalan nafas pada Ny.A berhubungan dengan


Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah anggota keluarga yang sakit
yaitu Ny.A
3. Resiko Ketidakefektifan pola komunikas berhubungan dengan
Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah komunikasi dalam
masyarakat.
D. Rencana Keperawatan

Tujuan Kriteria Hasil/Evaluasi


Diagnosa Tujuan Khusus/jangka
No Umum/jangka
Keperawatan pendek Kriteria Standar
panjang
1 Gangguan Rasa Setelah dilakukan Setelah dilakukan
Nyeri berhubungan tindakan pertemuan 1 x 60 menit
dengan keperawatan diharap keluarga :
Ketidakmampuan keluarga selama 1 1. Mempunyai Kognitif/Afektif 1. Pelayanan
keluarga merawat minggu/2 motivasi untuk kesehatan
Ny.A minggu/3.... merawat keluarga 2. Macam p
keluarga mampu yang sakit kesehatan
meminimalisir terutama Ny.A 3. Manfaat p
rasa nyeri kesehatan
4. Mengung
2. Menggunakan Psikomotor motivasi
dan menggun
memanfaatkan kes
fasilitas 5. Keluarga
kesehatan mengung
terdekat seperti kesiapan
puskesmas untuk me
rasa nyeri
Ny.A
3. Mengatur
program dan
kegiatan yang
dapat mengurangi
rasa nyeri pada
Ny.A
Verbal Mengatasi rasa n
- Mengurangi ak
berlebihan
- Olah raga
- Menghindari s
2 Gangguan bersihan Setelah dilakukan Setelah dilakukan
jalan nafas pada tindakan pertemuan 1 x 60 menit
Ny.A berhubungan keperawatan diharap keluarga : 1. Keluarga
dengan keluarga selama 1 1. Memahami Kognitif/Afektif menyebut
Ketidakmampuan minggu/2 gejala-gejala dari etiologi, p
keluarga mengenal minggu/3.... penyakit yang serta akib
masalah anggota keluarga mampu diderita Ny.A ditimbulk
keluarga yang meminimalisir penyakit
sakit yaitu Ny.A rasa nyeri 2. Keluarga
2. Melakukan menyebut
pertolongan Psikomotor tindakan
pertama apabila dilakukan
keluhan gejala mu
dirasakan 3. Keluarga
kembali mengenal
yang mem
munculny
3. Menghindari serta men
faktor pemicu cara
terjadinya sesak menghind
nafas

Verbal Mengurangi sesa


- Mengurangi ak
berlebihan
- Olah raga
- Menghindari st
-
3 Resiko Setelah dilakukan Setelah dilakukan
Ketidakefektifan tindakan pertemuan 1 x 60 menit
pola komunikas keperawatan diharap keluarga : 1. Keluarga mam
berhubungan keluarga selama 1. Memahami Kognitif/Afektif berinteraksi baik
dengan 1x60 menit pentingnya warga sekitar
Ketidakmampuan keluarga dapat berkomunikasi 2. Warga sekitar
keluarga dalam memahami dengan tentang apa yang
mengenal masalah pentingnya masyarakat oleh Ny.A
komunikasi dalam hubungan yang sekitar 3. Keluarga mam
masyarakat baik dengan 2. Mampu meminta pertolon
masalah sekitar membangun Psikomotor memerlukan den
komunikasi yang sekitar
baik dengan
warga sekitar

Verbal

E. Implementasi Keperawatan
No Diagnosa Implementasi Respons Keluarga
1 Gangguan Rasa Nyeri - Mengucap salam S : - Menjawab salam
berhubungan dengan - Gali pengetahuan - Ny. O mengatakan
Ketidakmampuan keluarga mengenai bahwa jika Ny. A
keluarga merawat Ny.A nyeri yang dirasakan sakit dibawa ke
Ny.A dokter atau rumah
sakit

O : Keluarga
kooperatif

- Menjelaskan mengenai O : Terlihat masih


penyakit yang diderita bingung dan
Ny.A serta cara
meminimalisir rasa sesekali minta di
nyerinya ulang

- Memberi motivasi S : - Ny.O mengatakan


keluarga untuk bahwa dia
mengulang sekarang
memahami tentang
penyakit yang
diderita ibunya.

- Memberi informasi O : Tersenyum dan


tentang mengangguk
penatalaksanaan nyeri
- Menganjurkan untuk O : Mendengar
seirng rekreasi walau
hanya di rumah
- Beri motivasi pada S : Keluarga
keluarga untuk mengatakan harus
mengulang sering rekreasi untuk
menghindari stress
pada Ny.A
- Reinforcement (+) pada O : Tersenyum
keluarga
- Mengajarkan senam O : Mengikuti instruksi
jantung pada yang diberikan
Keluarga
- Beri motivasi keluarga O : Keluarga mengatakan
untuk mampu
Mengulang mengulangi
gerakan yang
diajarkan
2 Gangguan bersihan jalan - Menggali pengetahuan S : Keluarga
nafas pada Ny.A keluarga tentang mengatakan bahwa
berhubungan dengan tindakan yang sering kebingungan
Ketidakmampuan dilakukan jika sesak dan menganjurkan
keluarga mengenal nafas terjadi Ny.A untuk tiduran
masalah anggota keluarga
yang sakit yaitu Ny.A
- Jelaskan tentang cara O : Mengangguk
mengurangi sesak nafas
seperti meninggikan
kepala atau
menyandarkan di kursi
- Beri motivasi keluarga S : - Keluarga
untuk mengulang yang mengatakan jika
sudah dijelaskan sesak terjadi, maka
Ny.A harus di
sandarkan di kursi,
atau boleh ditempat
tidur namun
dengan posisi
kepala ditinggikan
- Beri reinforcement O : Tersenyum
positif pada keluarga
- Mengajarkan keluarga O : Keluarga memgikuti
untuk melakukan teknik instruksi
nafas dalam yaitu
dengan menarik nafas
dalam, terus meniupkan
pada balon
- Beri motivasi keluarga O : Keluarga menarik
untuk mengulang nafas dalam
tindakan kemudian
meniupkan pada
balon, begitu
seterusnya secara
berulang-ulang
3 Resiko Ketidakefektifan - Menggali informasi S : Keluarga mengatakan
pola komunikas mengenai kesenjangan bahwa mereka
berhubungan dengan komunikasi dengan jarang berada
Ketidakmampuan masyarakat dirumah sehingga
keluarga dalam mengenal hampir tidak
masalah komunikasi pernah berinteraksi
dalam masyarakat. dengan warga
sekitar
- Memberikan informasi O : Tampak sedikit sedih
mengenai pentingnya
hubungan dengan
masyarakat sekitar
- Beri motivasi keluarga S : Keluarga mengatakan
untuk mengulangi bahwa dengan
informasi hubungan yang
baik, kita dapat
saling membantu
dan meminta
pertolongan.
F. EVALUASI

No Tgl/ Jam Diagnosa Keperawatan Catatan Perkembangan


1 Sabtu Gangguan Rasa Nyeri S : - Klien mengatakan nyeri
berhubungan dengan sudah jarang dirasakan
22/2/2015
Ketidakmampuan keluarga
(12.00) - Klien mengatakan sering
merawat Ny.A melakukan senam yang
diajarkan
- Keluarga mengatakan
sekarang sering mengajak
Ny.A untuk rekreasi
- Keluarga mengatakan kalau
keluarga sakit di bawa ke
puskesmas, atau rumah sakit
O : - Keadaan umum sudah cukup
baik
- Keluarga mampu
menyebutkan apa yang harus
dilakukan apabila nyeri
bertambah
A : - Masalah mulai teratasi
P : - Pertahankan intervensi
2 Sabtu Gangguan bersihan jalan S : - Keluarga mengatakan sesak
22/2/2015 nafas pada Ny.A sudah jarang terjadi
berhubungan dengan - Keluarga mengatakan
(12.00)
Ketidakmampuan keluarga apabila sesak timbul, maka
mengenal masalah anggota Ny.A segera disandarkan ke
keluarga yang sakit yaitu kursi, atau bantal dikepala di
Ny.A tinggikan
- Keluarga mengatakan
apabila sesak terjadi,
keluarga mengajarkan Ny.A
untuk melakukan nafas
dalam seperti meniup balon.
- Keluarga mengatakan sudah
membatasi aktivitas Ny.A

O : - Keluarga mampu
mempraktekan cara
mengatasi sesak
- Keluarga melakukan cara
nafas dalam
A : - Masalah teratasi
P : - Pertahankan intervensi

3 Sabtu Resiko Ketidakefektifan S : - Keluarga mengatakan


pola komunikas hubungan komunikasi
22/2/2015
berhubungan dengan dengan masyarakat dapat
(12.00) Ketidakmampuan keluarga membantu kita dalam
dalam mengenal masalah kondisi apapun
komunikasi dalam
- Keluarga mengatakan sudah
masyarakat. sesekali keluar rumah dan
mulai menyapa tetangga
sekitar

O : - Keluarga sudah dapat


membangun komunikasi
yang baik dengan warga
sekitar
A : - Masalah teratasi
P : - Hentikan intervensi