You are on page 1of 25

LAPORAN

OTHEMATOMA PADA KUCING

Co-Asisten Bagian Kerumahsakitan

OLEH

IMRAN
C034171037

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER HEWAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2018

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Kucing adalah salah satu hewan yang popular di kalangan masyarakat,
bentuk fisik yang lucu dan tingkah yang menggemaskan merupakan salah satu
alasan yang membuat banyak orang menyukai hewan peliharaan yang satu ini.
Kepopulerannya membuat jumlah peminat kucing di Indonesia sangatlah besar,
namun hal ini tidak diimbangi dengan pengetahuan pemeliharanya dan
ketersediaan dokter hewan yang mencukupi (Saputra et al, 2015).
Kucing memiliki tingkat reproduksi yang tinggi, kucing betina dewasa
kelamin pada umur tujuh bulan, memiliki masa kehamilan 63 hari, dan
melahirkan 1- 6 anak (Turner and Bateson. 2000, Nutter et al., 2004).
Kucing local (Felis catus) merupakan sub spesies dari kucing liar Felis
silvestris. Arkeolog dari yunani memperkirakan kucing didosmetifikasi sekitar
9500 tahun yang lalu. Seiring perkembangan jaman, kucing yang pada jaman
dahulu dikenal sebagai simbol religi sekarang telah menjadi salah satu hewan
kesayangan dan menjadi pengontrol populasi tikus (Saputra et al, 2015).
Kucing merupakan salah satu hewan kesayangan yang banyak diminati
untuk dipelihara oleh masyarakat. Masyarakat banyak memelihara kucing, tetapi
banyak menjadi hidup liar dan sakit karena kurang memperhatikan
kesejahtraannya, kematian sebagian besar kucing disebabkan karena adanya
kerusakan pada organ dalam yang memerlukan tindakan pembedahan. Tindakan
pembedahan dilakukan pada berbagai kasus hewan penderita yang membutuhkan
penanganan bedah baik kasus klinik ringan seperti abses hingga kasus klinik yang
berat misalnya obstruksi dan neoplasia (Sardjana dan Kusumawati, 2011). Pada
dasarnya tindakan bedah memiliki 3 tahapan yaitu: tahap persiapan bedah,
pelaksanaan bedah/operasi, dan pasca operasi. Ketiga tahapan ini akan sinergis
menentukan keberhasilan dari suatu tindakan bedah (Sardjana et al., 2011).

Untuk mengetahui indikasi teknik operasi Enterotomi pada kucing b. Mengetahui metode operasi Enterotomi pada kucing c. Bagaimana perawatan pasca operasi gastropexy pada kucing? .2 Tujuan Adapun tujuan penulisan laporan ini yaitu: a.1.3 Masalah Adapun masalah yang dibahas dalam laporan ini yaitu : 1. Apa saja indikasi gastropexy pada kucing? 2. Bagaimana metode operasi gastropexy pada kucing? 3. Mengetahui perawatan pasca operasi Enterotomi pada kucing 1.

Pada usus halus terjadi penyerapan yang terjadi karena adanya kontraksi dari otot polos pada dinding usus dan dari mucosa muscularis. Sistem Digesti (Colville dan Bassert. Letaknya dipertahankan oleh panggantung yang disebut dengan mesentrium (Colville dan Bassert. A. 2014). . penampung dan pengeluaran bahan-bahan feces (Widodo. Ingesta di dorong dan dicampur dengan cairan pencernaan oleh gerakan reflek usus halus yang akan membuat sirkulasi darah limfe. Enterotomy merupakan tindakan penyayatan yang dilakukan pada dinding usus (Murni. 2012). yaitu entero yang berarti organ dalam (usus) dan tomi yang berarti penyayatan. Gerakan peristaltik yang dipermudah dengan gerakan ritmik dari usus halus akan mendorong ingesta ke arah anus. Anatomi Gambar 1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Enterotomy terdiri dari dua kata. Fungsi usus besar adalah sebagai organ penyerap air. Usus merupakan bagian dari alat pencernaan yang menempati rongga abdomen yang dimulai dari pylorus dan berakhir di rectum. ketika feces terdorong ke arah rectum timbul reflek untuk defekasi.. Fungsi utama usus halus yaitu untuk penyerapan sari-sari makanan yang diperelukan oleh tubuh dan membantu proses pencernaan. 2002). 2002).

Secara histologi usus terdiri dari beberapa lapisan yaitu. seng. 2002). Mukosa yang sehat dan suplai darah yang baik sangat penting untuk sekresi dan absorbsi normal usus. muskularis mukosa dan serosa (Colville dan Bassert. C. B. Persiapan Pra Operasi Sebelum operasi dilaksanakan. Penyayatan dilakukan pada daerah dengan sedikit inervasi pembuluh darah. hewan dipuasakan selama 12 jam dengan tujuan untuk menghindari dampak pemberian anastesi dan untuk membersihkan saluran pencernaan. Submukosa terdiri dari pembuluh darah. 2006). lembut dan mudah robek (Murni. 2002). rambut. Dilakukan pencukuran pada daerah yang akan dioperasi (Sudisma. 2000). Indikasi Enterotomy adalah suatu tindakan penyayatan pada usus yang mengalami gangguan (penyumbatan) atau karena adanya benda asing (tulang yang keras. hal ini dikarenakan jaringan pada usus sangat lunak. tulang yang keras dan lain-lain. jarum besi. kemudian daerah yang akan diincisi didesinfeksi dengan alkohol 70% dan Iodium tincture 3%. (Yusuf 1995). 2006). kain. kawat. Benda asing yang besar akan menyebabkan gejala ileus obstruksi. Enterotomy dilakukan dengan menyayat dinding usus secara longitudinal. sedangkan benda tajam menyebabkan perforasi saluran cerna dengan gejala peritonitis. Benda asing yang ditemukan itu sangat bervariasi seperti kulit yang keras. Muskularis mukosa dibutuhkan untuk kontraksi normal dan serosa penting untuk pemulihan yang cepat saat terjadi perlukaan atau insisi (Fossum. kawat. Penyayatan pada Enterotomy sebaiknya tidak terlalu lebar. Untuk mendiagnosa adanya benda asing pada saluran pencernaan tidak mudah tetapi dengan pemeriksaan ronsen dapat membantu diagnosa (Ibrahim. mukosa. limpatik dan saraf. . besi dan rambut). 2014). pasien diletakkan di atas meja operasi pada posisi dorsal recumbency dan keempat kaki diikat pada sisi kiri dan kanan meja operasi. sub mukosa. D. Teknik Operasi Setelah pasien teranastesi. pasang dook steril pada daerah abdomen (Sudisma. kaca.

Gambar 2. jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri di letakkan di bawah linea alba agar organ dalam tidak tergunting). bagian kiri dan kanan dari intestinum yang akan disayat diikat dengan kain kasa kemudian kain kasa tersebut diklem. dari umbilicus ke caudal sepanjang kurang lebih 5-6 cm.  Irisan diperpanjang dengan menggunakan gunting lurus (sebagai pemandu. D. Enterotomy.  Dibuat sayatan pada permukaan intestinum dan benda asing dikeluarkan. kemudian bagian kiri dan kanan linea alba dijepit dengan allis forceps. usahakan agar usus tetap dalam keadaan basah dengan cara membilas dengan penstrep 1%. Incisi kulit melalui linea median. kulit dan jaringan subcutan diincisi dengan menggunakan scalpel.  Kemudian intestinum dikeluarkan.B dan C Insisi dinding Usus. Menutup dinding usus dengan pola jahitan connel. .  Kemudian mucosa dijahit dengan pola simple continous dan serosa dijahit dengan pola lambert. A. 2006). cushing atau lembert (Sudisma. preparasi tumpul dilakukan untuk mendapatkan linea alba. kemudian dengan ujung gunting atau scalpel dibuat irisan kecil pada linea alba.

ke dalam daerah bekas operasi disemprotkan penisilin oil. (E) Cushing (F). kering dan terang. Perawatan Pasca Operasi Setelah operasi selesai. jahitan dibuka setelah luka operasi kering dan pada bekas operasi dioles Iodium tincture 3% (Sudisma. intestinum dimasukkan kembali ke rongga abdomen. . Setelah dipastikan tidak bocor. kemudian pasien diberi procain penisilin G dengan dosis 4000 – 10. kemudian peritoneum dijahit dengan menggunakan benang nilon simple interrupted.. 2006). musculus dan fascia dijahit dengan benang cat gut pola simple continous dan kulit dijahit dengan nilon pola simple interrupted. daerah incisi dibersihkan dan diolesi dengan iodium tincture 3%. E. Pasien dimasukkan ke dalam kandang yang bersih. luka operasi dijaga kebersihannya.  untuk memastikan ada tidaknya kebocoran dilakukan uji kebocoran usus. 2006). Pola jahitan yang dapat digunakan (D) Connel. antibiotic dan supportif diberikan selama tiga hari berturut-turut (Sudisma. 2006). Selama masa perawatan diberikan makanan yang mudah dicerna. Lembert (Sudisma. Gambar 3.000 IU/kg berat badan secara IM dan Vitamin B kompleks secara intra muscular.

Kucing Kasus .2 Metode 3. IV Catheter . Pen Light . Dan ruang operasi sebagai . Tampon . Hammer . Epinefrin . Ambulator Pemeriksan Fisik . Ringer Lactat . BAB III MATERI DAN METODE 3.2. Pisau Bedah . Obat cacing .1 Materi Alat Bahan . Xylasin . Doxycicline . Vitamin K . NaCl . Alat Tulis Chromic Catgut . Ketamin . Masker .1 Persiapan Ruangan Ruangan dibagi menjadi 2 yaitu ruang pre-operasi sebagai ruang untuk persiapan hewan serta operator dan co-operator. Benang + Jarum Silk dan . Mesin USG . Betadine . Biodine . Clipper . Infus Set . Kandang . Atropin . Glove/Handscoen . Spoit . Amoxiclave 3. Alat Bedah Minor . Stetoscope . Underpad . Termometer . Autoklaf .

2 Persiapan Alat 1. 6. Berikan obat cacing 2 hari sebelum operasi dan antibiotik docycicline 1 hari sebelum operasi.2. Lakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui letak dan kondisi organ yang akan dilakukan tindakan bedah. dan tanda khusus. 8. dan anamnesa 2.4 Tindakan Operasi Setelah pasien teranastesi. kemudian alat diatur di meja alat yang dekat meja operasi. sebelumnya hewan dipasangkan infuse intuk mencegah hewan yang dioperasi dehidrasi dan juga untuk memudahkan pemberian top up anastesi bila . 4. berat badan. 3. 3. Kemudian alat bedah di masukkan ke autoclave untuk disterilkan. 3. Sebelum dilakukan pemeriksaan USG. pasien diletakkan di atas meja operasi pada posisi dorsal recumbency dan keempat kaki diikat pada sisi kiri dan kanan meja operasi. ras.2. 5. Alat bedah minor dicuci dengan air bersih yang mengalir kemudian dikeringkan sebelum masuk wadah 2. Setelah sterilisasi alat. Ruangan dibersihkan dengan desinfektan.2. persiapan alat dan bahan untuk operasi. kucing dicukur rambut bagian ventral abdomennya. Kucing dipuasakan selama 6-8 jam sebelum dilakukan operasi.3 Persiapan Hewan 1. jenis kelamin. 3. 3. Injeksikan Biodin 1 hari sebelum operasi. Kemudian ditimbang berat badannya dan rambut dicukur pada bagian yang akan diincisi hingga bersih. Lakukan pemeriksaan fisik terhadap kucing yang akan dibedah menggunakan alat pemeriksaan fisik dan catat pada ambulator pemeriksaan fisik. 7. Hewan yang akan dioperasi dicatat sinyalamen meliputi umur. ruangan untuk pembedahan.

 Diantara bagian usus yang akan diincisi dijepit pada bagian kanan dan kirinya dengan klem usus atau menggunakan jari agar tidak merusak jaringan. linea alba dan terakhir peritoneum yang tipis. Incisi dilakukan sampai lumen dengan lebar incisi sesuai kebutuhan. .  Penutupan dinding usus dilakukan dengan pola jahitan simple interupted  Untuk pengujian terhadap kemungkinan kebocoran pada tempat anastomosis. keempat kaki hewan difiksasi pada meja operasi.diperluka selama operasi. kemudian dilanjutkan dengan membuka subkutan.  Tepi irisan dikuakkan dengan menggunakan allis forceps sehingga rongga abdomen terbuka dan usus yang akan dioperasi dapat dikeluarkan. di bagian kranial dan kaudal (3cm dari tempat anastomosis) dibendung dengan jari selanjutnya 10 ml larutan NaCl fisiologi steril diinjeksikan kedalamnya.  Incisi dilakukan pada linea mediana. tepatnya mulai dari umbilikus ke arah kaudal (5-6 cm) dengan menggunakan scalpel.  Operasi dimulai dengan melakukan incisi pada kulit.  Setelah hewan dalam keadaan teranestesi.  Apabila terdapat kebocoran maka terlihat rembesan cairan pada tempat anastomosis.  Incisi dilakukan diantara dua klem pada sisi antimesenterium dari usus. hewan diletakkan di atas meja operasi dengan posisi rebah dorasal.  Untuk mempertahankan posisi tersebut. Setelah diyakini tidak ada kebuntuan dan kebocoran. Irisan tersebut diperpanjang dengan menggunakan gunting. pasang dook steril pada daerah abdomen. usus halus kemudian dikembalikan kedalam rongga abdomen.  Bagian kiri dan kanan dari linea alba dijepit dengan menggunakan allis forceps kemudian dibuat irisan kecil secara hati-hati dengan menggunakan gunting atau scalpel. kemudian daerah yang akan diincisi didesinfeksi dengan alkohol 70% dan Povidon Iodium 2%. setelah itu dilakukan preparasi tumpul dengan menggunakan gunting untuk mempermudah mendapatkan linea alba.

Pasien (kucing) dikandangkan dan berikan terapi cairan untuk mencegah dehidrasi. Selama prosedur operasi berlangsung. 4.  Musculus dijahit dengan catgut kromik 2-0 pola jahitan sederhana terputus (Simple-interupted). Berikan Amoxiclave sebagai antibiotik secara rutin pada kucing selama masa penyembuhan (minimal 7 hari). 2.2. . Bersihkan luka jahitan dengan rivanol dan oleskan betadine.  Jaringan subkutan dijahit dengan catgut kromik 3-0 pola jahitan simple continous.  Subcuticular Kulit dijahit dengan benang catgut kromik 3-0 dengan pola jahitan subcuticular suture. kucing diinfus dengan larutan ringer’s laktat 3.  Irisan kulit yang telah dijahit diolesi dengan antiseptik iodin 2%. Pasien (kucing) dapat dipasangi elisabet collar untuk mencegah kucing menggapai luka jahitan.5 Pasca Operasi 1. 3.

Dipuasakan selama 6-8 jam .2. Signalemen dan Anamnesa Signalment Nama : Bubu Spesies : Kucing Ras : Domestik. 4. Pemberian Doxycicline sesuai dosis sehari sebelum operasi . BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Pemberian Biodin injeksi sebanyak 1 ml sehari sebelum operasi .1. Lokal Warna Bulu : white Jenis Kelamin : Jantan Umur : 2 Tahun Berat Badan : 3. Makan dan minum serta buang air baik.1 4.1.1 Hasil 4.5°C Nafas : 80 x/menit Pulsus : 108 x/menit Turgor : < 3 detik CRT : < 2 detik . Tingkah laku kucing aktif.1. Persiapan Pra Operasi . Belum pernah diberi obat cacing dan vaksinasi.5 Kg Tanda Khusus : tidak ada warna lain selain hitam Anamnesa Bubu merupakan kucing yang dipelihara tanpa dikandangkan. Kucing tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Injeksi vitamin K sesaat sebelum operasi Pemeriksaan keadaan umum Suhu : 38. Pemberian Drontal cat sebagai obat cacing 3 hari sebelum operasi .

5 𝑘𝑔 𝑘𝑔 𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑋𝑦𝑙𝑎𝑧𝑖𝑛𝑒 = = 0. Kemudian dilakukan pemasangan infus terhadap kucing dengan menggunakan cairan NaCl.5 𝑘𝑔 𝑘𝑔 𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝐴𝑡𝑟𝑜𝑝𝑖𝑛 = = 0.25 𝑚𝑔/𝑚𝑙 Efek utama dari Atropin sulfat ini yang dikehendaki adalah untuk menurunkan tonus parasimpatik. Rambut kucing didaerah anterior umblikal pada abdomen dicukur dan dioleskan Betadine secara sirkular. 35 𝑚𝑙 20 𝑚𝑔/𝑚𝑙 . karena reflek parasimpatik tersebut berbahaya dan kadang dapat menyebabkan kematian (berhentinya denyut jantung) Anestesi Anaestesi dilakukan dengan menggunakan kombinasi Ketamin dan Xylazin dosis 10 mg/kg BB dan 2 mg/kg BB secara intramuskuler.35 𝑚𝑙 100 𝑚𝑙 𝑚𝑔 2 𝑥 3.42 𝑚𝑙 0. Gambar 4. 𝑚𝑔 10 𝑥 3.03 𝑥 3. Persiapan alat . Pramedikasi Pramedikasi dilakukan dengan menggunakan Atropine Sulfat dengan dosis 0.5 𝑘𝑔 𝑘𝑔 𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝐾𝑒𝑡𝑎𝑚𝑖𝑛 = 𝑚𝑔 = 0.03 mg/kg BB secara Subcutaneus. 𝑚𝑔 0.

(c) Penjahitan subcuticular . (b) Penyayatan dan penjahitan intestinum. Dalam mencegah keringnya organ yang eksplorasi keluar tubuh maka diberikan cairan fisiologis NaCl dan dilanjutkan dengan pemberian betadine 2 %. (a) (b) (c) Gambar 6. sebagai penilaian kesempurnaan penutupan luka. (a) Penjahitan musculus . (a) Pembedahan abdomen.3. Tindakan Operasi (a) (b) (c) Gambar 5. Tes kebocoran dilakukan dengan cara mengijeksikan cairan NaCl sebanyak 10 ml kedalam usus yang telah diligasi atau dibendung dengan cara dijepit dengan jari.4. (c) tes kebocoran Operasi dilakukan dengan metode laparotomy anterior umblical dengan enrerotomy atau penyayatan pada dinding usus. Tes ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya cairan yang keluar dari usus. (b) Penjahitan subcutan. Setelah dilakukan penyayatan pada dinding usus. kemudian benda asing dikeluarkan dan dilakukan penjahitan.1.

persembuhan luka pada hasil operasi juga menjadi prioritas untuk di amati. . dan turgor kulit sebanyak 3 kali dalam sehari. (b) Luka pada hari ke 7 Setelah operasi kucing dimonitoring selama 1 minggu.4. Diet pakan yang diberikan adalah ikan yang ada dalam kemasan Whiskas sebagai protein tinggi yang membantu regenerasi sel dan produksi sel-sel darah. dengan mencatat tanda vital suhu. dan kullit ditutup dengan jahitan simple interrupted.1. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi fisiologis normal kucing setelah operasi. Terapi cairan berupa Ringer Laktat dan NaCl diberikan hingga pasien dapat makan dan minum setelah operasi untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh pasien selama pasien dalam tahap recovery. CRT. Obat- obatan yang diberikan sistemik oral berupa antibiotik Amoxiclave dan nutriplus gel. (a) Luka pada hari ke 2. Selain tanda vital. nafas. pulsus. Pasca Operasi (a) (b) Gambar 7. 4. Sedangkan obat-obatan topikal pada luka yang diberikan adalah Betadine dan Rivanol untuk membersihkan luka. subkutan ditutup dengan jahitan simple continues. Muskulus ditutup dengan jahitan simple interrupted. tingkat anemia dan dehidrasi serta adanya kemungkinan peradangan. subcuticular ditutup dengan jahitan metode subcuticular suture.

Vibramy Colidox Mekanisme Terikat pada ribosom subunit 30s dan menghambat sintesis protein. Dosis 1 tablet/ 4 kg BB Frekuensi Sekali/3-6 bulan Rute PO Doxycicline Nama Doxycicline Nama Dagang Doxycicline. pembebasan energi. pembentukan sel darah. Na. K.1. Tata Laksana Obat Drontal Cat Nama Praziquantel. Vit B12) Nama Dagang Biodin Mekanisme Menstimulasi tubuh secara umum. Dosis 5mg/kg BB (kucing) Frekuensi Tiap 12 jam Rute PO.5. IV Biodin Injeksi Nama Biodin (Atp. membantu metabolisme tubuh Indikasi Mengatasi kelemahan otot Dosis 1 ml (kucing) Frekuensi Tiap 2-5 hari Rute IM. Pyrantel Nama Dagang Drontal Cat Mekanisme Pyrantel bertindak sebagai depolarizing. nematoda serta trematoda. bakteriostatik Indikasi Antibiotik tetrasiklin spektrum luas pada bakteri. Indikasi Antiparasit yang dapat membunuh cacing pada sistem pencernaan seperti cacing cestoda. IV . beberapa protozoa riketsia dan ehrillichia.4. agen penghambat neuromuskular pada parasit dan menghambat kolinesterase. Mg.

Antidota keracunan . dan mengganggu protein membran sitoplasma mikroba Indikasi Antiseptik dan Desinfektan. mencegah infeksi Dosis - Frekuensi - Rute Topikal Atropin Sulfat Nama Atropin Sulfat Nama Dagang Atropin Mekanisme Memblokade efek asetilkolin pada reseptor muskarinik Indikasi Antikolinergik.Amoxiclave Nama Amoxicillin/Clavulanate Nama Dagang Amoxiclave Mekanisme Amoxicillin bekerja dengan cara menghancurkan peptidoglikan bakteri dan asam klavulanat merupakan substansi yang dapat menghambat pembentukan beta- laktamase. Indikasi Antibiotik spektrum luas pada bakteri. mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. mengganggu metabolisme bakteri dengan menghambat transfer elektron pada enzim metabolisme.5 mg perekor (kucing) Frekuensi Tiap 12 jam Rute PO Betadine Nama Providone Iodine Nama Dagang Betadine Mekanisme Menurunkan kebutuhan oksigen mikroba. anastesi. prosedur meningkatkan denyut jantung. Dosis 62. parasimpatolitik. respirasi dan gastrointestinal.

. IV. 1985). Penggunaan kombinasi ketaminxylazine sebagai anestesi umum juga mempunyai banyak keuntungan. Ketamin 10% Mekanisme Belum diketahui. sebagai analgesik (efek ringan) Dosis 3 – 12.5 mg/kg BB Frekuensi Dosis Tunggal Rute IM. agen dissosiatif Indikasi Anastesi. Seton 2 % Mekanisme Agonis adrenergik a2 Indikasi Digunakan terutama untuk anastesi dan analgesik adrenergik agonis Dosis 1 – 3 mg/kg BB Frekuensi Dosis tunggal Rute IM. SC Xylazine Nama Xylazine Nama Dagang Xylazine Injeksi. Dosis 0. IV Kombinasi ketamin xylasin Kombinasi yang paling sering digunakan untuk ketamin adalah xylazine Kedua obat ini merupakan agen kombinasi yang saling melengkapi antara efek analgesik dan relaksasi otot. ketamin memberikan efek analgesik sedangkan xylazine menyebabkan relaksasi otot yang baik (Walter.02-0. Penggunaan xylazine dapat mengurangi sekresi saliva dan peningkatan tekanan darah yang diakibatkan oleh penggunaan ketamin. induksinya cepat begitu pula dengan pemulihannya. IV Ketamin Nama Ketamine HCl Nama Dagang Ketaset. antara lain : mudah dalam pemberian.04 mg/kg BB (kucing) Frekuensi Dosis tunggal Rute PO. IM. ekonomis.

frekuensi nafas serta suhu dilakukan untuk mengetahui kondisi dari pasien. Selanjutnya kucing tersebut akan dianastesi dan terlebih dahulu diberikan premedikasi Atropin sulfat yang akan menyebabkan rasa mengantuk dan lebih tenang. Pasien selanjutnya diinfus dengan NaCl selama operasi berlangsung. Selanjutnya dilakukan insisi kulit pada bagian caudal umbilicus 5-6 cm. Hal ini sesuai dengan pendapat Langley-Hobbs et al.2 Pembahasan Sehari sebelum dilakukan pembedahan. Pada hari Minggu 4 Maret 2018 dilakukan tindakan bedah enterotomi atau penyayatan intestinum pada kucing lokal (domestik) bernama Bubu. relaksasi otot dan hilangnya kesadaran. kaca. Plumb.mempunyai pengaruh relaksasi yang baik dan jarang menimbulkan komplikasi klinis (Benson et al. denyut jantung 108 kali/menit (100-140 kali/menit). 2011. sementra xylazine memiliki efek analgesik.1985). dilakukan eksplorasi untuk mencapai . sedasi.3 oC). dan frekuensi nafas 40 kali/menit (24-42 kali/menit). Bagian abdomen yang telah dicukur dioleskan betadine secara sirkuler. kawat.. Lapisan kulit. Tindakan operasi dilakukan pada posisi pasien dorsal rekumbensi. dan linea alba diinsisi. Sebelum operasi pasien juga dipuasakan selama 8 jam sebagai tindakan pengosongan lambung untuk menghindari efek muntah setelah pemberian anastesi. (Yusuf 1995). (2014) bahwa sebelum dilakukan enterotomi terlebih dahulu kucing diberikan antibiotik.0-39. Ketamin memiliki efek analgesik dan hipnotik. Kondisi pasien dinyatakan baik dengan suhu tubuh 38. Enterotomy adalah suatu tindakan penyayatan pada usus yang mengalami gangguan (penyumbatan) atau karena adanya benda asing (tulang yang keras. Sebelum dilakukan operasi maka dilakukan persiapan operasi seperti sterilisasi alat serta kesiapan pasien. subkutan. Setelah linea alba diinsisi. pemberian anastesi umum memiliki tujuan untuk menghilangkan rasa sakit. 2011). 4. besi dan rambut) atau kemungkinan adanya gangren pada usus. dan relaksasi otot yang baik ( Sardjana. Pengecekan keadaan umum seperti denyut jantung. terlebih dahulu pasien diberikan antibiotik untuk mengurangi resiko infeksi sebelum operasi dan biodin untuk membantu melancarkan metobolisme kucing dan membantu produksi sel-sel darah agar tidak terjadi anemia saat dilakukan tindakan penyayatan usus.5oC (38.

Setelah dilakukan penyayatan pada dinding usus. Tes ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya cairan yang keluar dari usus. (2014). subkutan ditutup dengan jahitan simple continues. Diet yang diberikan merupakan diet protein tinggi yaitu ikan dalam kemasan Whiskas untuk membantu meregenerasi sel-sel yang nekrosa dan memproduksi sel-sel darah serta trombosit. Tes kebocoran dilakukan dengan cara mengijeksikan cairan NaCl sebanyak 10 ml kedalam intestinum yang telah diligasi atau dibendung dengan cara dijepit dengan jari. Sehari setelah operasi pasien barulah sadar dari anastesinya sehingga pasien dapat diberikan obat. CRT. Untuk menjaga kelembaban maka diberikan cairan fisiologis NaCl dan dilanjutkan dengan pemberian betadine 2 %. . subcuticular ditutup dengan jahitan subcuticular suture. sebagai penilaian kesempurnaan penutupan luka. Sesaat setelah operasi pemeriksaan keaadaan umumnya bernilai dibawah normal. Peritonium ditutup dengan jahitan simple interrupted. Terapi cairan tetap dilakukan sampai pasien dapat makan dan minum. Secara umum operasi yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur pelaksanaan enterotomi menurut Langley-Hobbs et al. frekuensi nafas. dan kulit ditutup dengan jahitan simple continues. Perawatan setelah operasi diberikan antibiotik Amoxiclave untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka operasi. Dilakukan penjahitan pada peritoneum. Monitoring pasien dilakukan selama 7 hari dan 3 kali dalam sehari dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. dan turgor kulit. Usus dikeluarkan dari rongga abdomen. Setiap harinya pasien mengalami perkembangan kesembuhan yang cukup baik. kemudian benda asing dikeluarkan dan dilakukan penjahitan. subcutikular dan Kulit. Pengobatan topikal yang diberikan berupa pemberian Betadine untuk mencegah adanya infeksi pada luka operasi. Pemberian nutriplus gel sebagai vitamin dalam menambah sitem pertahanan tubuh setelah oprasi. pulsus. makan dan minum baik serta kesembuhan dari luka operasi tidak mengalami masalah. denyut jantung. hal tersebut diakibatkan oleh efek dari anastesi. subkutan.organ usus. Amoxiclave diberikan 2 kali sehari dalam 6 hari serta.

d.I s.h # R/ Ringer Laktat 1 liter Kolf No. Pasewang Untuk terapi dehidrasi diberikan fluid therapy yaitu Ringer Laktat Perkiraan volume cairan yang dibutuhkan karena dehidrasi yang terjadi saat tindakan surgery pada kucing (Cipa) dengan berat badan 3 kg. Komp. pro infus 600 ml IV # Pro : Bubu (Kucing. 4. 04 Maret 2018 R/ Amoxiclave tab 62.5 kg. Al Markaz Al.Perum Dosen Unhas blok IX Telp.pulv I p.m.f. Imran Jl.c # R/ Nutriplus gel s. 2 tahun) Nama Pemilik : Imran Alamat : Lanto Dg.m. Jantan.5 mg m.b.i.t.3 Resep Klinik Hewan Pendidikan Unhas Drh.d. Exciting deficit (ml) = body wt (kg) x % dehydration x 1000 = 3 kg x 5% x 1000 = 150 ml Maintenance requirements = body wt (kg) x 40-60 ml/kg/hari = 3 kg x 50 ml/kg/hari = 150 ml Continuing losses = estimation of fluid volume loss (ml/day) = 300 ml Total volume yang dibutuhkan yaitu 150ml + 150ml + 300ml = 600ml .dtd No.b.d ¼ c.d.a. (0411) 123456 SIP : 008/12522/DKPP/XII/2016 No : 03/KHP/18 Makassar.l.XII s.pulv. 3.

kaca. Saran Lakukan operasi sesteril mungkin untuk menghindari kontaminan yang dapat mengganggu proses penyembuhan pascaoperasi. besi dan rambut). Kesimpulan Enterotomy adalah suatu tindakan penyayatan pada usus yang mengalami gangguan (penyumbatan) atau karena adanya benda asing (tulang yang keras. . kawat. B. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A.

Small Animal Surgery. I Komang W. J. Langley-Hobbs. R. The Domestic Cat: the Biology of its Behaviour... D. J. F. Med.. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala : Banda Aceh.. I. D. Colville. C.and J.. Walter H. Cambridge University Press.. 2012. DAFTAR PUSTAKA Benson. 2014. RP. Hsu. 2nd ed. Cambridge. Ladlow. Clinical Anatomy and Fisiology for Veterinary Technicians.1 . 2004. (2002). F. Sajuthi. Diagnostik Klinik Hewan Kecil. W.W. and C..Sutanta. I. and M. P. 1995. Ilmu Bedah Khusus Veteriner. Lelana.. D. S. Syiah Kuala University Press. Jurnal Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Kucing Berbasis Web Menggunakan Frameworkcodeigniter Web Based Expert System For Diagnosing Cat Disease Using Codeigniter Framework. Lestari. dkk.. Smith. Choliq. K. Pelawasai.M. G. J.. Kusumawati. A. Banda Aceh. Saputra. C. Widodo. J. Mosby. Feline Soft Tissue and General Surgery. Levine.. USA. U. UK (Printed China): Saunders Elsevier. 225:1399-1402. Sardjana. Ibrahim.. Wulansari. 2014. Effect of Yohimbine and Xylazine-Induced Central Nervous Sistem Depression in Dogs.ISSN: 2338-6304. 2015. 2000. E.. Buku Ajar Bedah Veteriner. 182 (7) : 698. Demetriou. Tranquilli. Ilmu Bedah Veteriner dan teknik Operasi. USA.N.3 No. A. D. S. Bassert.. A. Reproductive Capacity of Free. B. Turner.699. Mosby. Bateson. Murni. J.K. . (2002). L. Assoc. Fossum. Pengantar Ilmu Bedah Umum Veteriner. Nutter.T. R. Bogor: IPB Press Yusuf.. Thurmon. 1985. Dewi. G. Operasi Enterotomi pada Anjing. W. 2006. (2000). and P. J. 1985. 2011. Surabaya : Airlangga University Press. J. J. Stoskopf. Vet.U. Cardiopulmonary Effect. Wijaya. Sudisma. T. F. JAVMA. C. Jurnal SCRIPT Vol.G. Diktat.Roaming Domestic Cats and Kitten Survival Rate.

Tindakan Operasi Incisi abdomen. Pra Operasi Persiapan alat. LAMPIRAN 1. persiapan pasien. persiapan operator 2. Penyayatan dinding usus P Ligasi pembuluh darah. Ekplorasi organ. Pemotongan limpa. Penjahitan .

3. Kasa . Obat-Obatan yang digunakan Atropin. Ketamin. Betadine. Xylasin Doxycycline Nutriplus gel Biodin injeksi Drontal Cat Rivanol.