You are on page 1of 53

Motor Listrik AC Satu Fasa (Single Phase Electric Motor)

4 September 2013 pukul 11:49

Berdasarkan karakteristik dari arus listrik yang mengalir,motor AC (Alternating Current, Arus
Bolak-balik) terdiri dari 2 jenis, yaitu:
1. Motor listrik AC / arus bolak-balik 1 fasa
2. Motor listrik AC / arus bolak-balik 3 fasa

Pembahasan dalam artikel kali ini di titik beratkan pada motor listrik AC 1fasa, yang terdiri
dari:
• Motor Kapasitor
• Motor Shaded Pole
• Motor Universal

Prinsip kerja Motor AC Satu Fasa

Motor AC satu fasa berbeda cara kerjanya dengan motor AC tiga fasa, dimana padamotor AC
tiga fasa untuk belitan statornya terdapat tiga belitan yangmenghasilkan medan putar dan
pada rotor sangkar terjadi induksi dan interaksitorsi yang menghasilkan putaran. Sedangkan
pada motor satu fasa memiliki duabelitan stator, yaitu belitan fasa utama (belitan U1-U2) dan
belitan fasa bantu(belitan Z1-Z2), lihat gambar1.

Gambar 1. Prinsip Medan Magnet Utama dan Medan


magnet Bantu Motor Satu fasa

Belitan utama menggunakan penampang kawat tembaga lebih besar sehingga


memilikiimpedansi lebih kecil. Sedangkan belitan bantu dibuat dari tembaga
berpenampangkecil dan jumlah belitannya lebih banyak, sehingga impedansinya lebih
besardibanding impedansi belitan utama.

Grafik arus belitan bantu Ibantu dan arus belitan utama Iutama berbeda fasasebesar φ, hal ini
disebabkan karena perbedaan besarnya impedansi kedua belitantersebut. Perbedaan arus beda
fasa ini menyebabkan arus total, merupakanpenjumlahan vektor arus utama dan arus bantu.
Medan magnet utama yangdihasilkan belitan utama juga berbeda fasa sebesar φ dengan
medan magnet bantu.
Gambar 2. grafik Gelombang arus medan bantu dan
arus medan utama

Gambar 3. Medan magnet pada Stator Motor satu fasa

Belitan bantu Z1-Z2 pertama dialiri arus Ibantu menghasilkan fluks magnet Φtegak lurus,
beberapa saat kemudian belitan utama U1-U2 dialiri arus utamaIutama. yang bernilai positip.
Hasilnya adalah medan magnet yang bergesersebesar 45° dengan arah berlawanan jarum jam.
Kejadian ini berlangsung terussampai satu siklus sinusoida, sehingga menghasilkan medan
magnet yang berputarpada belitan statornya.

Rotor motor satu fasa sama dengan rotor motor tiga fasa yaitu berbentukbatang-batang kawat
yang ujung-ujungnya dihubung singkatkan dan menyerupaibentuk sangkar tupai, maka sering
disebut rotor sangkar.
Gambar 4. Rotor sangkar
Belitan rotor yang dipotong oleh medan putar stator, menghasilkan teganganinduksi, interaksi
antara medan putar stator dan medan magnet rotor akanmenghasilkan torsi putar pada rotor.

Motor Kapasitor

Motor kapasitor satu phasa banyak digunakan dalam peralatan rumah tanggaseperti motor
pompa air, motor mesin cuci, motor lemari es, motor airconditioning. Konstruksinya
sederhana dengan daya kecil dan bekerja dengantegangan suplai PLN 220 V, oleh karena itu
menjadikan motor kapasitor ini banyakdipakai pada peralatan rumah tangga.

Gambar 5. Motor kapasitor

Belitan stator terdiri atas belitan utama dengan notasi terminal U1-U2, danbelitan bantu
dengan notasi terminal Z1-Z2 Jala-jala L1 terhubung denganterminal U1, dan kawat netral N
terhubung dengan terminal U2. Kondensator kerjaberfungsi agar perbedaan sudut phasa
belitan utama dengan belitan bantumendekati 90°.
Pengaturan arah putaran motor kapasitor dapat dilakukan dengan (lihat gambar6):
• Untuk menghasilkan putaran ke kiri (berlawanan jarum jam) kondensator kerjaCB
disambungkan ke terminal U1 dan Z2 dan terminal Z1 dikopel dengan terminal.
• Putaran ke kanan (searah jarum jam) kondensator kerja disambung kan keterminal Z1 dan
U1 dan terminal Z2 dikopel dengan terminal U1.
Gambar 6. Pengawatan motor kapasitor dengan
pembalik putaran.

Motor kapasitor dengan daya diatas 1 KW di lengkapi dengan dua buah kondensatordan satu
buah saklar sentrifugal. Belitan utama U1-U2 dihubungkan denganjala-jala L1 dan Netral N.
Belitan bantu Z1-Z2 disambungkan seri dengankondensator kerja CB, dan sebuah
kondensator starting CA diseri dengan kontaknormally close (NC) dari saklar sentrifugal,
lihat gambar 7.

Awalnya belitan utama dan belitan bantu mendapatkan tegangan dari jala-jala L1dan Netral.
Kemudian dua buah kondensator CB dan CA, keduanya membentuk looptertutup sehingga
rotor mulai berputar, dan ketika putaran mendekati 70% putarannominalnya, saklar
sentrifugal akan membuka dan kontak normally closememutuskan kondensator bantu CA.

Gambar 7. Pengawatan dengan Dua Kapasitor

Fungsi dari dua kondensator yang disambungkan parallel, CA+CB, adalah


untukmeningkatkan nilai torsi awal untuk mengangkat beban. Setelah putaran motormencapai
70% putaran, saklar sentrifugal terputus sehingga hanya kondensatorkerja CB saja yang tetap
bekerja. Jika kedua kondensator rusak maka torsi motorakan menurun drastis,
Gambar 8. Karakteristik Torsi Motor kapasitor

MotorShaded Pole

Motor shaded pole atau motor phasa terbelah termasuk motor satu phasa dayakecil, dan
banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga sebagai motorpenggerak kipas angin,
blender. Konstruksinya sangat sederhana, pada keduaujung stator ada dua kawat yang
terpasang dan dihubung singkatkan fungsinyasebagai pembelah phasa.

Belitan stator dibelitkan sekeliling inti membentuk seperti belitan transformator. Rotornya
berbentuk sangkar tupai dan porosnya ditempatkan pada rumahstator ditopang dua buah
bearing

Gambar 9. motor shaded pole, Motor fasa terbelah.

Irisan penampang motor shaded pole memperlihatkan dua bagian, yaitu bagianstator dengan
belitan stator dan dua kawat shaded pole. Bagian rotor sangkarditempatkan di tengah-tengah
stator, lihat gambar 10
Gambar 10. Penampang motor shaded pole.

Torsi putar dihasilkan oleh adanya pembelahan phasa oleh kawat shaded pole.Konstruksi
yang sederhana, daya yang kecil, handal, mudah dioperasikan, bebasperawatan dan cukup di
suplai dengan Tegangan AC 220 V, jenis motor shaded polebanyak digunakan untuk peralatan
rumah tangga kecil.

Motor Universal

Motor Universal termasuk motor satu phasa dengan menggunakan belitan stator danbelitan
rotor. Motor universal dipakai pada mesin jahit, motor bor tangan.Perawatan rutin dilakukan
dengan mengganti sikat arang yang memendek atau pegassikat arang yang lembek.
Kontruksinya yang sederhana, handal, mudahdioperasikan, daya yang kecil, torsinya yang
cukup besar motor universaldipakai untuk peralatan rumah tangga.

Gambar 11. komutator pada motor universal.

Bentuk stator dari motor universal terdiri dari dua kutub stator. Belitan rotormemiliki dua
belas alur belitan dan dilengkapi komutator dan sikat arang yangmenghubungkan secara seri
antara belitan stator dengan belitan rotornya. Motoruniversal memiliki kecepatan tinggi
sekitar 3000 rpm.
Gambar 12. stator dan rotor motor universal

Aplikasi motor universal untuk mesin jahit, untuk mengatur kecepatandihubungkan dengan
tahanan geser dalam bentuk pedal yang ditekan dan dilepaskan.

MACAM_MACAM MOTOR LISTRIK

Motor listrik AC berfungsi untuk merubah energi listrik dari arus listrik AC menjadi energi
mekanis. Energi mekanis yang terbangkitkan berupa energi putaran poros rotor motor listrik.
Fungsi motor listrik ini merupakan kebalikan dari generator AC yang berfungsi untuk
merubah energi mekanis menjadi energi listrik AC.

Rangkaian Motor dan Generator AC


(Sumber)
Motor listrik AC dapat diklasifikasikan menjadi berbagai jenis dengan cara kerja yang
berbeda-beda. Namun pada dasarnya, prinsip kerja motor listrik AC sama seperti generator
AC, generator DC, maupun motor listrik DC, yang menggunakan fenomena induksi
elektromagnetik. Hukum Faraday mengenai fenomena induksi elektromagnetik menjadi dasar
dari prinsip kerja motor listrik AC apapun tipenya. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu
per satu tipe-tipe dari motor listrik AC.

Macam-Macam Motor Listrik AC Berdasarkan Kecepatan Putaran Rotor

Berdasarkan kecepatan putaran rotor, motor listrik AC dapat diklasifikasikan menjadi dua
tipe yakni motor sinkron dan motor tak-sikron atau asinkron. Disebut dengan motor AC
sinkron adalah karena kecepatan putaran rotornya sama persis dengan kecepatan gelombang
listrik AC jaringan. Sedangkan motor listrik asinkron disebut demikian adalah karena
kecepatan putaran rotornya sedikit lebih pelan daripada kecepatan gelombang listrik AC
jaringan. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas lebih dalam satu per satu.

1. Motor AC Sinkron

Motor sinkron adalah motor listrik AC, yang pada kondisi steady, kecepatan putaran
rotor nya tersinkronisasi atau sebanding dengan frekuensi gelombang arus AC. Jika
kita kaitkan dengan rumus putaran rotor mesin AC di bawah ini, maka kecepatan rotor
akan selalu sebanding dengan frekuensi listrik supply dan berbanding terbalik dengan
jumlah kutub magnet.

Dimana N = kecepatan putaran rotor motor (rpm), f = frekuensi sumber listrik AC


(Hz), dan P = jumlah kutub magnet untuk setiap fase listrik.

Prinsip kerja motor listrik AC tipe sinkron adalah terletak pada sistem eksitasi pada
rotornya. Rotor motor AC sinkron memiliki kutub magnet dengan posisi yang tetap.
Kutub magnet tersebut terkunci dengan medan magnet yang terbangkitkan di stator.
Sehingga pada saat medan magnet stator berputar akibat gelombang listrik AC, rotor
motor akan ikut berputar dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan gelombang
listrik AC.
Animasi Motor AC Sinkron
(Sumber)

Gambar animasi di atas adalah ilustrasi sebuah motor listrik AC sinkron dengan
sumber listrik AC tiga fasa. Pada gambar tersebut, terlepas dari sumber eksitasinya,
rotor motor tersusun atas dua kutub magnet yakni utara (merah) dan selatan (hijau).
Sedangkan sisi stator, tersusun atas beberapa kumparan kawat dengan sumber
tegangan listrik AC tiga fasa (merah, biru, hijau). Melalui beberapa kumparan yang
disusun sedemikian rupa, listrik AC tiga fasa terkonversi menjadi kutub magnet dan
medan magnet putar. Kutub magnet stator yang terbangkitkan akan tarik-menarik
dengan kutub magnet rotor yang berlawanan. Sehingga jika medan atau kutub magnet
stator berputar karena gelombang listrik AC, maka rotor motor akan ikut berputar
mengikuti putaran kutub magnet stator. Kutub utara rotor akan selalu mengikuti
putaran kutub selatan stator, sedangkan kutub selatan rotor akan mengikuti putaran
kutub utara stator. Dengan demikian kecepatan putaran rotor akan selalu sama dengan
kecepatan putaran medan magnet stator, dan karena hal inilah motor listrik AC ini
disebut dengan motor listrik AC tipe sinkron.
Video Prinsip Kerja Motor AC Sinkron
(Sumber)

Jelas bahwa karakteristik paling utama dari motor listrik AC tipe sinkron adalah
komponen rotor yang memiliki kutub magnet tetap. Medan magnet rotor motor
tersebut dapat dibangkitkan dari berbagai cara. Sehingga berdasarkan hal ini, motor
AC sinkron dapat diklasifikasikan kembali menjadi beberapa tipe.

o Motor Sinkron dengan Magnet Permanen


Cara paling mudah untuk mendapatkan medan magnet pada rotor motor listrik
sinkron adalah dengan menggunakan magnet permanen. Dengan cara ini akan
didapatkan motor listrik yang lebih awet, konsumsi listrik yang relatif hemat
karena tidak dibutuhkannya eksitasi pada rotor, serta kerugian panas yang
sangat kecil.

Dibandingkan dengan motor listrik induksi, motor sinkron dengan magnet


permanen memiliki beberapa kelebihan serta kekurangan. Tabel di bawah ini
akan menjelaskan beberapa poin tersebut.

o Motor Sinkron Reluktansi


Motor sinkron reluktansi menggunakan rotor dengan bahan ferromagnetik,
yang diinduksi oleh medan magnet stator. Medan magnet stator dibangkitkan
dengan menggunakan beberapa kumparan yang dialiri arus listrik AC. Rotor
yang menggunakan bahan logam yang dapat ditarik oleh magnet namun bukan
magnet permanen, akan berputar mengikuti putaran medan magnet yang
terbangkitkan pada stator motor. Kecepatan sinkron motor didapatkan pada
motor reluktansi yang memiliki kutub rotor dengan jumlah yang sama dengan
kutub stator.

Animasi Motor Reluktansi


o Motor Sinkron Histerisis
Rotor motor sinkron histerisis menggunakan material silinder baja kobalt
dengan nilai koersivitas tinggi. Koersivitas adalah sebuah sifat material
ferromagnetik untuk menahan medan magnet luar sehingga ia tidak
kehilangan sifat kemagnetannya. Sehingga material dengan koersivitas tinggi,
sekali ia termagnetisasi oleh medan magnet dengan arah tertentu, akan
membutuhkan medan magnet terbalik yang besar untuk melawan magnetisasi
tersebut (histerisis yang lebar).

Dengan sifat koersivitas tinggi serta desain rotor yang khusus, pada saat
tercipta medan magnet berputar pada stator, akan tercipta pula medan magnet
pada rotor dengan kutub yang berlawanan. Selanjutnya akan terjadi gaya tarik-
menarik antara kutub rotor dan stator, sehingga rotor akan berputar mengikuti
putaran medan magnet stator. Pada awal start motor, kecepatan putaran rotor
tidak mampu mengikuti penuh kecepatan putar medan magnet stator. Namun
tidak lama kemudian, karena sifat koersivitas rotor tadi, maka akan dicapai
kecepatan sinkron putaran rotor.

Halaman 1 dari 3123Next »

Berbagi Yuk!

17

Tags: motor listrik


Prinsip Kerja Motor AC dan DC
14.31 / Hendri Wijaya / 4 comments /
 Share This:
 Facebook
 Twitter
 Google+
 Stumble
 Digg

konnichiwa minna san... \\m// kali ini gue meng-share tugas fisika gue yang d kumpulin pada
tanggal 4-3-2013.. tugasnya sih tentang prinsip kerja motor AC dan DC gitu.. cekidot..

PRINSIP KERJA MOTOR AC

Motor arus bolak-balik (motor AC) ialah suatu mesin yang berfungsi mengubah
tenaga listrik arus bolak-balik (listrik AC) menjadi tenaga gerak atau tenaga mekanik berupa
putaran daripada rotor. Motor listrik arus bolak-balik dapat dibedakan atas beberapa jenis
Seper pada motor DC pada motor AC, arus dilewatkan melalui kumparan,
menghasilkan torsi pada kumparan. Sejak saat itu bolak, motor akan berjalan lancar hanya
pada frekuensi gelombang sinus. Hal ini disebut motor sinkron. Lebih umum adalah motor
induksi, di mana arus listrik induksi dalam kumparan berputar daripada yang diberikan
kepada mereka secara langsung.
Salah satu kelemahan dari jenis motor AC adalah arus tinggi yang harus mengalir
melalui kontak berputar. Memicu dan pemanasan pada kontak-kontak dapat menghabiskan
energi dan memperpendek masa pakai motor. Dalam motor AC umum medan magnet yang
dihasilkan oleh elektromagnet didukung oleh tegangan AC sama dengan kumparan motor.
Kumparan yang menghasilkan medan magnet yang kadang-kadang disebut sebagai "stator",
sedangkan kumparan dan inti padat yang berputar disebut "dinamo". Dalam motor AC medan
magnet sinusoidal bervariasi, seperti arus dalam kumparan bervariasi.

PRINSIP KERJA MOTOR DC

Motor arus searah merupakan salah satu mesin listrik yang mengubah energi listrik
searah menjadi energi gerak. Motor arus searah banyak sekali dipakai, motor-motor kecil
untuk aplikasi elektronik menggunakan motor arus searah seperti: pemutar kaset, pemutar
piringan magnetik di harddisk komputer, kipas pendingin komputer, dan tentu saja mainan
legendaris ‘tamiya’ menggunakan motor arus searah. Tentu saja untuk keperluan-keperluan
yang berdaya besar, motor arus searah masih dipakai pada aplikasi tertentu.
Gerak atau putaran yang dihasilkan oleh motor arus searah diperoleh dari interaksi
dua buah medan yang dihasilkan oleh bagian ‘jangkar‘ (armature) dan bagian ‘medan‘
(field) dari motor arus searah. Pada gambar ilustrasi diatas, bagian medan berbentuk suatu
kumparan yang terhubung ke sumber arus searah. Sedangkan bagian jangkar ditunjukkan
sebagai magnet permanen (U-S), bagian jangkar ini tidak harus berbentuk magnet permanen,
bisa juga berbentuk belitan yang akan menjadi elektro-magnet apabila mendapatkan sumber
arus searah. Sehingga apabila motor arus searah kita berjenis jangkar belitan, maka kita harus
menyediakan dua sumber arus searah, satu untuk bagian jangkarnya, satu lagi untuk bagian
medannya. Bagian lain yang tidak kalah penting pada motor arus searah adalah adanya
‘komutator’ (comutator). Komutator merupakan suatu konverter mekanik yang membuat
arus dari sumber mengalir pada arah yang tetap walaupun belitan medan berputar. Komutator
berpasangan dengan ‘cincin belah‘ (slip-rings) untuk menjalankan tugas yang saya sebut
baru saja. Pada gambar ilustrasi diatas, gambar lingkaran yang dibagi menjadi dua buah dan
terhubung ke bagian belitan medan merupakan cincin belah yang saya maksud. Bagian yang
digambarkan berbentuk kotak menempel pada cincin belah tersebut yang dinamakan
komutator. Tentu saja pada aplikasi yang sebenarnya, jumlah cincin belah tidak hanya dua
dan terhubung ke sejumlah banyak belitan medan.
Sekarang bagaimana putaran dapat dihasilkan??
Untuk menjawab ini, tentu saja kita harus ingat aturan tangan kanan bahwa gaya,
medan magnet, dan arus membentuk suatu sumbu tiga dimensi seperti ditunjukkan di gambar
sebelumnya. Semua setuju bahwa medan magnet berarah dari kutub Utara (N) ke kutub
Selatan (S), sehingga di gambar yang atas seharusnya ada medan magnet yang berarah dari N
ke S. Interaksi adanya arus dan medan magnet dengan menggunakan aturan tangan kanan
mengakibatkan munculnya gaya. Pada gambar yang atas, dapat dicoba sendiri, di konduktor
yang dekat dengan kutub S akan muncul gaya ke arah atas, sebaliknya pada konduktor yang
dekat dengan kutub N akan muncuk gaya ke arah bawah. Akibatnya bagian medan akan
berputar karena adanya dua gaya yang berlawanan arahnya. Setelah satu putaran maka
konduktor yang tadinya dekat dengan kutub S akan berpindah dekat ke kutub N, dan juga
sebaliknya. Akibat adanya pasangan cincin belah-komutator, arus akan mengalir dengan arah
yang tetap, walaupun konduktornya berganti, sehingga gaya pada titik tersebut akan selalu
tetap arahnya. Begitu seterusnya sehingga motor arus searah akan berputar pada arah yang
tetap. Secara sederhana, apabila sumber arus searahnya kita balik arahnya maka putaran yang
dihasilkan akan berlawanan arah.

BAB II: PEMBAHASAN

2.1 SEJARAH MOTOR LISTRIK AC


NikolaTesla (lahir di Smiljan, Kroasia, 10 Juli1856 – meninggal di New York City, 7
Januari1943 pada umur 86 tahun) adalah seorang penemu, fisikawan, teknisi mekanika, dan
teknisi listrikAmerika Serikat.

Tesla dianggap sebagai salah satu penemu terpenting dalam sejarah dan merupakan salah
seorang teknisi terbesar dalam akhir abad ke-19 dan abad ke-20. Tesla merupakan seorang
perintis elektro mekanik, tanpa kabel, dan daya listrik. Ia berketurunan Serbia dan menjadi
warga negara Amerika Serikat pada 1891 selagi bekerja di negara tersebut.

Paten Tesla dan kerja teorinya merupakan dasar dari daya listrik arus bolak-balik (bahasa
Inggris: Alternating Current, AC) modern termasuk distribusi daya polyphase, dan motor AC,
yang ia umumkan pada Revolusi Industri Kedua. Setelah pendemonstrasian komunikasi tanpa
kabel pada 1893 dan memenangkan “Perang Arus“, Tesla dianggap sebagai salah satu teknisi
listrik AS terhebat.

2.1 DEFINISI MOTOR LISTRIK AC


Motor Ac adalah sebuah motor lisatrik yang digerakkan oleh alternating current atau arus
bolak balik (AC). umumnya, motor AC terdiri dari dua komponen utama yaitu stator dan
rotor. seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada motor DC, stator adalah bagian yang
diam dan letaknya berada di luar. stator mempunyai coil yang di aliri oleh arus listrik bolak
balik dan nantinya akan menghasilkan medan magnet yang berputar. bagian yang kedua yaitu
rotor. rotor adalah bagian yang berputar dan letaknya berada di dalam (di sebelah dalam
stator). rotor bisa bergerak karena adanya torsi yang bekerja pada poros dimana torsi tersebut
dihasilkan oleh medan magnet yang berputar.

2.2.1. Pengklasifikasian berdasarkan jenis motornya.


1. Motor induksi
Motor induksi merupakan motor listrik arus bolak balik (ac) yang paling luas digunakan
Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa motor ini bekerja berdasarkan induksi medan
magnet stator ke statornya, dimana arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber
tertentu,tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relatif antara
putaran rotor dengan medan putar (rotating magneticfield) yangdihasilkan oleh arus stator.

Motor induksi sangat banyak digunakan di dalam kehidupan sehari-hari baik di industri mau
pun dirumah tangga. Motor induksi yang umum dipakai adalah motor induksi 3-fase dan
motor induksi 1-fase. Motor induksi 3-fase dioperasikan pada sistem tenaga 3-fase dan
banyak digunakan di dalam berbagai bidang industri dengan kapasitas yang besar. Motor
induksi 1-fase dioperasikan pada sistem tenaga 1-fase dan banyak digunakan terutama untuk
peralatan rumah tangga seperti kipas angin,lemari es, pompa air,mesin cucidan sebagainya.
karena motor induksi 1-fase mempunyai daya keluaran yang rendah.Bentuk gambaran motor
induksi 3-fasa diperlihatkan pada gambar 1 ,dan contoh penerapan motor induksi ini
diindustry diperlihatkan pada gambar 2.
Data-data motor induksi mengenai daya,tegangan dan data lain yang berhubungan dengan
kerja motor induksi dibuatkan pada plat nama (nameplate) motor induksi. Contoh data yang
ditampilkan pada plat nama motor induksi ini diperlihatkan pada gambar 3.
Kontruksi Motor Induksi

Motor induksi pada dasarnya mempunyai 3 bagian penting seperti yang diperlihatkan pada
gambar4. sebagai berikut.

1.Stator: Merupakan bagian yang diam dan mempunyai kumparan yang dapat
menginduksikan medan elektromagnetik kepada kumparan rotornya.

2.Celah : Merupakan celah udara: tempat berpindahnya energy dari stator ke rotor.

3.Rotor : Merupakan bagian yang bergerak akibat adanya induksi magnet dari kumparan
stator yang diinduksikan kepada rotor.
Bentuk konstruksi rotor sangkar motor induksi secara lebih rinci diperlihatkan pada gambar
5.
Prinsip Kerja Motor Induksi

Motor induksi bekerja berdasarkan induksi elektromagnetik dari kumparan stator kepada
kumparan rotornya. Bila kumparan stator motor induksi 3-fasayang dihubungkan dengan
suatu sumber tegangan 3-fasa,maka kumparan stator akan menghasilkan medan magnet
yang berputar. Garis-garis gaya fluks yang diinduksikan dari kumparan stator akan
memotong kumparan rotornya sehingga timbul emf (ggl) atau tegangan induksi. Karena
penghantar (kumparan) rotor merupakan rangkaian yang tertutup,maka akan mengalir arus
pada kumparan rotor. Penghantar (kumparan )rotor yang dialiri arus ini berada dalam garis
gaya fluks yang berasal dari kumparan stator sehingga kumparan rotor akan mengalami gaya
Lorentz yang menimbulkan torsi yang cenderung menggerakkan rotor sesuai dengan arah
pergerakan medan induksi stator.

Medan putar pada stator tersebut akan memotong konduktor-konduktor pada rotor,sehingga
terinduksi arus dan sesuai dengan Hukum Lentz, rotor pun akan turut berputar mengikuti
medan putar stator.Perbedaan putaran relatif antara stator dan rotor disebut slip.
Bertambahnya beban,akan memperbesar kopel motor yang oleh karenanya akan
memperbesar pula arus induksi pada rotor, sehingga slip antara medan putar stator dan
putaran rotor pun akan bertambah besar. Jadi, Bila beban motor bertambah,putaran rotor
cenderung menurun.

Pada rangka stator terdapat kumparan stator yang ditempatkan pada slot- slotnya yang
dililitkan pada sejumlah kutup tertentu.Jumlah kutup ini menentukan kecepatan berputarnya
medan stator yang terjadi yang diinduksikan ke rotornya. Makin besar jumlah kutup akan
mengakibatkan makin kecilnya kecepatan putar medan stator dan sebaliknya. Kecepatan
berputarnya medan putar ini disebut kecepatan sinkron. Besarnya kecepatan sinkron ini
adalah sebagai berikut.

Ω sin k = 2.π.f(listrik,rad/dt)

=2.π.f/P(mekanik,rad/dt)

atau:

Ns= 60.f/P(putaran/menit,rpm)

yang mana:

f= frekuensi sumber AC(Hz) P = jumlah pasang kutup

Ns dan ω sin k = kecepatan putaran sinkron medan magnet stator

Prinsip kerja motor induksi berdasarkan macam fase sumber tegangannya dapat dijelaskan
lebih lanjut sebagai berikut dibawah ini.

1. Sumber 3-fase
Sumber 3-fase ini biasanya digunakan oleh motor induksi 3-fase. Motor induksi 3-faseini
mempunyai kumparan 3-fase yang terpisah antar satu sama lainya sejarak 1200 listrik yang
dialiri oleh arus listrik 3-fase yang berbeda fase 1200 listrik antar fasenya,sehingga keadaan
ini akan menghasilkan resultan fluks magnet yang berputar seperti halnya kutup magnet
aktual yang berputar secara mekanik. Bentuk gambaran sederhana hubungan kumparan motor
induksi 3-fase dengan dua kutup Stator diperlihatkan pada gambar 8.

Bentuk gambaran fluk yang terjadi pada motor induksi 3-fasa diperllihatkan pada gambar 9.
(fluks yang terjadi pada kumparan 3-fase diasumsikan sinusoidal seperti yang diperlihatkan
pada gambar 9.a dengan arah fluks positif seperti

Gambar.9.b)
Pada dasarnya,prinsip kerja motor induksi 1-fasa sama dengan motor induksi 2-fasa yang
tidak simetris karena pada kumparan statornya dibuat dua kumparan (yaitu kumparan bantu
dan kumparan utama) yang mempunyai perbedaan secara listrik dimana antara masing-
masing kumparannya tidak mempunyai nilai impedansi yang sama dan umumnya motor
bekerja dengan satu kumparan stator (kumparan utama).Khusus untuk motor kapasitor-start
kapasitor-run,maka motor ini dapat dikatakanbekerja seperti halnya motor induksi 2-fasa
yang simetris karena motor ini bekerja dengan kedua kumparannya (kumparan bantu dan
kumparan utama) mulai dari start sampai saat running (jalan).

Motor induksi 1-fase yang bekerja dengan satu kumparan stator pada saat running (jalan)
dapat dikatakan bekerja bukan berdasarkan medan putar, tetapi bekerja berdasarkan
gabungan medan maju dan medan mundur. Bila salah satu medan tersebut dibuat lebih besar
maka rotornya akan berputar mengikuti perputaran medan ini. Bentuk gambaran proses
terjadinya medan maju dan medan mundur ini dapat dijelaskan dengan menggunakan teori
perputaran medan ganda seperti yang diperlihatkan pada gambar10. Gambar10.
memperlihatkan bahwa fluks sinusoidal bolak balik dapat ditampilkan sebagai dua fluks yang
berputar,dimana masing-masing fluks bernilai setengah dari nilai fluks bolak-baliknya yang
berputar dengan kecepatan sinkron dengan arah yang saling berlawanan.

Gambar 10.a memperlihatkan bahwa fluks total yang dihasilkan sebesar Φm adalah akibat
pengaruh dari masing-masing komponen fluks A dan B yang mempunyai nilai sama sebesar
Φm/2 yang berputar dengan arah yang berlawanan.Setelah fluks A dan B berputar sebesar +θ
dan -θ (padagambar10.b) resultan fluks yang terjadi menjadi 2 x (Φm/2) sin(2θ/2) = Φm
sinθ.Selanjutnya setelah seperempat lingkaran resultan fluks yang terjadi(gambar10.c)
menjadi nol karena masing-masing fluks A dan B mempunyai harga yang saling
menghilangkan. Setelah setengah lingkaran (gambar 3.6d)resultan fluks A dan bahkan
menghasilkan –2 x(Φm/2) =-Φm (arah berlawanan dengan gambar 10.a).Selanjutnya setelah
tiga perempat lingkaran (gambar 10.e)resultan fluks A dan B yang terjadi kembali nol karena
masing-masing fluksyang saling menghilangkan. Proses pada gambar10. ini akan terus
berlangsung sehingga terlihat bahwa medan fluks yang terjadi adalah medan maju dan medan
mundur karena pengaruh fluks magnet bolak balik yang dihasilkan oleh sumber arus bolak
balik.

2.2.2 pengklasifikasian dari segi hubungan putaran dan frekuensi fluks magnet.

1. motor sinkron (motor serempak)

Disebut sebagai motor sinkron karena putaran motor sama dengan putaran fluks magnet
stator. motor tidak dapat berputar sendiri meski lilitan stator telah dihubungkan dengan
tegangan luar.

1. motor asinkron (motor tak serempak)

Disebut sebagai motor asinkron karena putaran rotor tidak sama dengan putaran fluks magnet
statornya. perbedaan kecepatan inilah yang nantinya kita sebut sebagai slip.

 PRINSIP KERJA MOTOR LISTRIK AC


Gambar 11.Komponen Motor AC.

Gambar 12.Prinsipkerja Motor AC


Motor arus bolak-balik (motor AC) ialah suatu mesin yang berfungsi mengubah tenaga
listrik arus bolak-balik (listrik AC) menjadi tenaga gerak atau tenaga mekanik berupa putaran
dari pada Rotor. Motor listrik arus bolak-balik dapat dibedakan atas beberapa jenis Seperti
pada motor DC pada motor AC, arus dilewatkan melalui kumparan, menghasilkan torsi pada
kumparan. Sejak saat itu bolak, motor akan berjalan lancar hanya pada frekuensi gelombang
sinus. Hal ini disebut motor sinkron. Lebih umum adalah motor induksi, dimana arus listrik
induksi dalam kumparan berputar dari pada yang diberikan kepada mereka secara langsung.

Salah satu kelemahan dari jenis motor AC adalah arustinggi yang harus mengalir melalui
kontak berputar. Memicu dan pemanasan pada kontak-kontak dapat menghabiskan energi dan
memperpendek masa pakai motor. Dalam motor AC umum medan magnet yang dihasilkan
oleh elektro magnet didukung oleh tegangan AC sama dengan kumparan motor. Kumparan
yang menghasilkan medan magnet yang kadang-kadang disebut sebagai “stator”, sedangkan
kumparan dan inti padat yang berputar disebut “dinamo”. Dalam motor AC medan magnet
sinusoidal bervariasi, seperti arus dalam kumparan bervariasi.

2.4Sistem Pemeliharaan Pada Motor Listrik AC


2.4.1 Pengertian pemeliharaan

Pemeliharaan atau sering disebut maintenanceadalah suatu tindakan teknis, adminstrasi dan
finansial yang ditujukan untuk mempertahankan dan atau mengembalikan agar sesuatu (misal
generator pembangkit) kembali pada unjuk kerja seperti pada saat performancetest.

Prinsip dasar pemeliharaan didasarkan pada:

1. Time basedmaintenance(pemeliharaan berdasarkan waktu)


2. Conditionbasemaintenance(pemeliharaan berdasarkan kondisi atau keadaan)

Pada pelaksanaannya, kedua prinsip tersebut kebanyakan digabungkan dan selalu dikaitkan
dengan efisiensi dan efektivitas, terutama jika menyangkut masalah biaya.Yang menjadi
pertimbangan lain pada pemeliharaan adalah masalah prediksi maintenancedan pemeliharaan
ke tiga.

2.4.2 MeningkatkanPerawatan

Hampir semua inti motor dibuat dari baja silikon atau baja gulung dingin yang dihilangkan
karbonnya, sifat-sifat listriknya tidak berubah dengan usia. Walau begitu, perawatan yang
buruk dapat memperburuk efisiensi motor karena umur motor dan operasi yang tidak handal.
Sebagai contoh,pelumasan yang tidak benar dapat menyebabkan meningkatnya gesekan pada
motor dan penggerak transmisi peralatan. Kehilangan resistansi pada motor, yang meningkat
dengan kenaikan suhu.

Kondisi ambien dapat juga memiliki pengaruh yang merusak pada kinerja motor.Sebagai
contoh,suhu ekstrim,kadar debu yang tinggi, atmosfir yang korosif,dan kelembaban dapat
merusak sifat-sifat bahan isolasi; tekanan mekanis karena siklus pembebanan dapat
mengakibatkan kesalahan penggabungan.
Perawatan yang tepat diperlukan untuk menjaga kinerja motor. Sebuah daftar periksa praktek
perawatan yang baik akan meliputi:

ƒ Pemeriksaan motor secara teratur untuk pemakaian bearingsdan rumahnya (untuk


mengurangi kehilangan karena gesekan) danuntuk kotoran/debu pada saluran ventilasi
motor(untukmenjaminpendinginanmotor)

ƒ Pemeriksaan kondisi beban untuk meyakinkan bahwa motor tidak kelebihan atau
kekurangan beban. Perubahan pada beban motor dari pengujian terakhir mengindikasikan
suatu perubahan pada beban yang digerakkan, penyebabnya yang harus diketahui.

ƒ Pemberian pelumas secara teratur. pihak pembuat biasanya memberi rekomendasi untuk
cara dan waktu pelumasan motor. Pelumasan yang tidak cukup dapat menimbulkan masalah,
seperti yang telah diterangkan diatas. Pelumasan yang berlebihan dapat juga menimbulkan
masalah,misalnya minyak atau gemuk yang berlebihan dari bearingmotor dapat masuk
kemotor dan menjenuhkan bahan isolasi motor,menyebabkan kegagalan dini atau
mengakibatkan resiko kebakaran.

ƒ Pemeriksaan secara berkala untuk sambungan motor yang benar dan peralatan yang
digerakkan. Sambungan yang tidak benar dapatmengakibatkansumbuasdan bearingslebih
cepat aus, mengakibatkan kerusakan terhadap motor dan peralatan yang digerakkan.

ƒ Dipastikan bahwa kawat pemasok dan ukuran kotak terminal dan pemasangannya benar.

Sambungan-sambungan pada motor dan starterharus diperiksa untuk meyakinkan kebersihan


dan kekencangnya.

ƒ Penyediaan ventilasi yang cukup dan menjaga agar saluran pendingin motor bersih untuk
membantu penghilangan panas untuk mengurangi kehilangan yang berlebihan. Umur

isolasi pada motor akan lebih lama:untuk setiap kenaikan suhu operasi motor 10oC diatas
suhu puncak yang direkomendasikan, waktu pegulungan ulang akan lebih cepat, diperkirakan
separuhnya.

BAB III: PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan-penjelasan di atas , kesimpulan yang dapat di ambil adalah:

1. Motor arus bolak-balik (motor AC) ialah suatu mesin yang berfungsi mengubah tenaga listrik
arus bolak-balik (listrik AC) menjadi tenaga gerak atau tenaga mekanik berupa putaran dari
pada Rotor.
2. Motor listrik terdiri dari motor sinkron, motor induksi, motor.
3. Kumparan yang menghasilkan medan magnet yang kadang-kadang disebut sebagai “stator”,
sedangkan kumparan dan inti padat yang berputar disebut “dinamo”.
DAFTAR PUSTAKA
1. Prinsip kerja motor ac dan dc http://metaphysical-paradox.blogspot.com/2013/03/prinsip-
kerja-motor-ac-dan-dc.html
2. Penemu motor listrik AC http://id.wikipedia.org/wiki/Nikola_Tesla

3. B. Motor AC
4. =========
5. motor Ac adalah sebuah motor lisatrik yang
digerakkan oleh alternating current atau arus bolak
balik (AC). umumnya, motor AC terdiri dari dua
komponen utama yaitu stator dan rotor. seperti
yang telah dijelaskan sebelumnya pada motor DC,
stator adalah bagian yang diam dan letaknya
berada di luar. stator mempunyai coil yang di aliri
oleh arus listrik bolak balik dan nantinya akan
menghasilkan medan magnet yang berputar. bagian
yang kedua yaitu rotor. rotor adalah bagian yang
berputar dan letaknya berada di dalam (di sebelah
dalam stator). rotor bisa bergerak karena adanya
torsi yang bekerja pada poros dimana torsi tersebut
dihasilkan oleh medan magnet yang berputar.
6. jenis-jenis motor AC
7. 1. pengklasifikasian berdasarkan jenis motornya
(rotor)
8. ada dua jenis, yaitu motor induksi dan synchronous
motor.
9. a. motor induksi
10. saya disini hanya akan membahas sedikit aja
tentang motor induksi.penjelasan akan diberikan
lebih lanjut dalam pembahasan motor induksi
secara khusus setelah motor AC.
11. motor induksi adalah motor yang bergerak lebih
lambat daripada supply frequensinya. medan
magnet yang ada didalam rotor dihasilkan karena
adanya arus yang terinduksi.
12. b. synchronous motor
13. berbeda dengan motor induksi yang mengandalkan
arus induksi sebagai pemutar rotor, synchronous
motor dapat berputar ketika kecepatannya sesusai
dengan supply frequensinya. medan magnet yang
ada di rotor dihasilkan oleh arus yang dialirkan
melalui slip ring atau oleh olah magnet yang
permanent.
14. 2. pengklasifikasian dari segi hubungan putaran
dan frekuensi fluks magnet stator. ada dua jenis :
15. a. motor sinkron (motor serempak)
16. disebut sebagai motor sinkron karena putaran
motor sama dengan putaran fluks magnet stator.
motor tidak dapat berputara sendiri meski lilitan
stator telah dihubungkan dengan tegangan luar.
17. b. motor asinkron (motor tak serempak)
18. disebut sebagai motor asinkron karena putaran
rotor tidak sama dengan putaran fluks magnet
statornya. perbedaan kecepatan inilah yang
nantinya kita sebut sebagai slip.
19. 3. pengklasifikasian berdasarkan jumlah fasa
tegangan yang digunakan. ada dua jenis juga, yaitu
motor satu fasa dan motor tiga fasa.
20. a. motor satu fasa
21. disebut sebagai demikian karena tegangan yang
dimasukkan ke dalam stator untuk menghasilkan
tenaga mekanik hanya satu fasa. selain itu, pada
umumnya motor satu fasa ini juga mempunyai lilitan
dua fasa. maksudnya adalah, di dalam statornya
terdapat dua jenis lilitan yaitu lilitan pokok dan lilitan
bantu. contoh motor satu fasa yaitu motor kutub
bayangan, motor repulse, motor seri dan motor
kapasitor.
22. b. motor tiga fasa
23. seperti namanya, motor ini membutuhkan tiga fasa
tegangan untuk menghasilkan tenaga mekanik.
contohnya yaitu motor induksi tiga fasa.
24. Untuk pembahasan selanjutnya, saya hanya akan
fokus pada motor AC tiga fasa saja, mulai dari
konstuksinya, cara kerja, dan lain-lain.
25. a. Konstuksi Motor AC
26. Secara umum, motor AC terdiri dari stator, rotor,
dan penutup. Stator dan rotor merupakan rangkaian
listrik yang akan menghasilkan elektromagnet.
Stator adalah bagian yang diam dan secara umum
bagian ini terdiri dari kumparan stator dan inti.
Kumparan stator merupakan kumpulan lilitan kawat
penghantar yang terisolasi dan dimasukkan ke
dalam inti stator.Nantinya, lilita stator akan
dihunungkan secara langsung dengan sumber
tegangan. Setiap lilitan yang mengitari inti besi akan
menghasilkan fluks magnet. Inilah yang menjadi
prinsip kerja dari motor AC. Peristiwa seperti di atas
biasa disebut sebagai proses elektromagnet.
27. Bagian kedua yaitu rotor. Rotor adalah bagian yang
berputar. Tipe rotor ada dua, yaitu sangkar tupai
(squirrel cage motor) dan lilitan (wound motor).
Namun, yang umum di masyarakat yaitu jenis
sangkar tupai. Rotor terdiri dari tumpukan
lempengan besi tipis yang dilaminasi dan batang
konduktor yang mengitarinya. Tumpukan besi yang
dilaminasi disatukan membentuk inti rotor. Batang
konduktor dimasukkan ke dalam slot dan inti rotor.
Untuk batang konduktor, biasanya memakain
aluminium. Hal ini mungkin didasarkan karena
lauminium memiliki daya hantar listrik yang cukup
baik dan harganya juga tidak terlalu mahal jika di
bandingkan logam-logam konduktor lainnya. Arus
yang mengalir melalui konduktor akan membentuk
elektromagnet. Secara mekanik dan elektrik
batang-batang konduktor dismabungkan ke ujung
cincin.
28. Bagian motor AC yang selanjutnya yaitu enclosure
atau penutup. Penutup teridir dari suatu rangka dan
ujung brackets (bearing). Stator ditempatkan di
dalam rangka sedangkan rotor diletakkan di sisi
dalam stator. Antara keuda bagian tersebut
dipisahkan oleh rongga udara sehingga tidak ada
kontak fisik secara langsung anatar kedua bagian
tersebut. Salah satu fungdi dari penutup yaitu
melindungi dari bahaya listrik. Selain itu, juga
melindungi bagian motor yang bertegangan
maupun berputar dari efek yang membahayakna
lingkungan selama motor beroperasi.
29. Berikut ini contoh gambar dari komponen motor
AC :

30.
31. b. Prinsip kerja motor AC
32. Perputaran motor pada mesin arus bolak balik ditimbulkan oleh adanya medan putar
atau dengan kata lain adanya fluks yang berputar yang dihasilkan dalam kumparan
statornya. Medan Putar ini terjadi apabila kumparan stator dihubungkan dalam fasa
banyak, umunya 3 fasa.
33.
34. c. Kecepatan Sinkron
35. Kecepatan putar medan magnet dikenal sebagai
kecepatan sinkron (Ns). Kecepatan sinkron sama
dengan 120 frekuensi di bagi jumlah kutub (P).
Kecepatan sinkron akan mengecil jika jumlah kutub
meningkat.
36. Ns = 120 *f / P
37. mengenai putaran rotor, akan dijelaskan sebagai
berikut ;
38. 1. Apabila sumber tegangan 3 fasa dipasang pada
kumparan stator, akan timbul medan putar di sekitar
stator dengan kecepatan Ns= 120*f / p.
39. 2. Medan putar stator tersebut akan memotong
batang konduktor pada rotor.
40. 3. Akibatnya pada batang konduktor dari rotor akan
timbul GGl induksi.
41. 4. Karena batang konduktor merupakan rangkaian
yang tertutup makan GGL akan menghasilkan arus.
42. 5. Adanya arus akan menimbulkan gaya pada rotor.
43. 6. Bila kopel mula yang dihsilkan oleh gaya pada
rotor cukup besar untuk memikul kopel beban, rotor
akan berputar searah dengan medan putar stator.
44. 7. Seperti telah dijelaskan, GGL induksi timbul
karena terpotongnya batang konduktor oleh medan
putar stator. Artinya agar GGL induksi timbul,
diperlukan adanya perbedaan relatif antara
kecepatan medan putar stator dengan kecepatan
berputar rotor.
45. 8. Perbedaan antara kecepatan medan putar (Ns)
dengan kecepatan rotor (Nr) disebut sebagai slip.
Secara matematika, slip dinyatakan sebagai :
46. s = (Ns-Nr) / Nr *100%.
47. 9. Bila kecepatan rotor sama dengan kecepatan
medan putar, maka tidak akan timbul GGL induksi
dan arus listrik tidak akan mengalir pada batang
konduktor. Karena tidak ada arus listrik maka tidak
akan dihasilkan momen kopel.
48. d. Slip
49. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk
menghasilkan GGL induksi dibutuhkan adanya slip.
Hal ini dikarenakan apabila gerakan relatif
keduanya sama, maka tidak ada garis fluks yang
akan memotong kumparan rotor. slip dibutuhkan
untuk menghasilkan torsi. Nilai slip tergantung pada
besar beban. Peningkatan beban akan
menyebabkan rotor bergerak emlambat atau
meningkatkan slip. Sedangkan penurunan beban
akan menyebabkan kecepatan rotor meningkatkan
slip.
50. s (%)= (Ns-Nr) / Nr *100%
51. e. lain -lain :
52. Dalam pembahasan sekarang saya akan mencoba
menjelaskan secar singkat tentang wound rotor dan
motor sinkron. Pembahasan sebelumnya
sebenarnya hanya membahas motor AC yang
asinkron yaitu motor yang bisa bergerak karena
adanya perbedaan kecepatan antara medan
magnet dengan kecepatan rotornya.
53. Motor sinkron yaitu motor yang dapat berputar
ketika kecepatannya sesua dengan frekuensi dari
sumber tegangannya. Dikarenakan kecepatannya
sama, maka motor ini bukan merupakan jenis motor
induksi. Salah satu tipe dari motor sinkron
dikonstruksikan dengan seperti jenis motor squirrel
cage. Pada batang rotor, ditambahkan lilitan
kumparan. lilitan awat dihubungkan dengan
sebuah power supply eksternal DC oleh slip ring
dan sikat. Pada saat mulai dijalankan, sumber AC
dikenakan ke stator. Pada saat awal, motor sinkron
bekerja seperti squirrel cage motor. Tegangan DC
disambungkan pada kumparan rotor setelah motor
mencapai kecepatan maksimal. Proses ini
menghasilkan sebuah medan magnetik konstan
yang kuat pada pada rotor yan terkunci dengan
medan magnet putar. Putaran rotor kan berada
pada kecepatan yang sama dengan kecepatan
sinkron. Dalam motor ini tidak ada slip.

54.
55. contoh motor sinkron
56. Berbeda dengan pembahasan sebelumnya, saya
akan sedikit membahas tentang motor belitan
(wound rotor). Perbedaan utama antara motor jenis
kandang tupai dengan motor ini yaitu terletak pada
konduktornya. Jika di dalam motor kandang tupai
konduktornta berupa batang maka dalam motor
jenis ini konduktornya berupa kumparan.
Kumparan ini dihubungkan melalui cincin dan sikat
ke resistor variabel eksternal. Medan magnet putar
akan menginduksi tegangan pada lilitan rotor. Jika
tahanan dari lilitan rotor semakin besar, maka arus
yang mengalir dalam lilitan tersebut semakin kecil.
Dengan demikian, gaya yang dihasilkan menjadi
tidak terlalau besar dan kecepatan putarnya
semakin lemah. Hal ini berlaku untuk sebaliknya.
Jika tahanan lilitan kawat semakin kecil, maka
arusnya semakin besar, gaya yang dihasilkan
semakin besar dan putaran rotornya semakin cepat
pula. Itu artinya, kecepetan putar rotor dipengaruhi
oelh besarnya hambatan yang ada di dalam kawat
tersebut selain dipengaruhi juga oleh besarnya
tegangan yang diberikan pada statornya.
57.
58.
59.

60.

61. C. Motor Induksi


62. =============
63. I. pengertian umum :
64. motor induksi merupakan salah satu motor arus
bolak balik. arus yang timbul dalam motor ini bukan
berasal langsung dari arus sumber, tetapi akibat
dari adanya perbedaan antara putaran rotor dengan
medan putar yang dihasilkan oleh arus rotor.
dengan sebab inilah, motor terserbut disebut
sebagai motor induksi. untuk memperkecil
cakupan materi, disini saya hanya akan
membahas tentang motor induksi tiga fasa.
65. II. Bagian-bagian Motor Induksi
66. secara umum, motor induksi terdiri dari rotor dan
stator. stator adalah bagian yang diam sedangakan
rotor adalah bagian yang berputar. diantara
keduanya, terdapat celah kecil udara yang jaraknya
sangat kecil dan celah ini nantinya sangat
berpengaruh terhadap proses pengiduksian.
67. A. Stator
68. komponen satator adalah bagian terluar dari motor
yang merupakan bagian yang diam dan
mengalirkan arus tiga fasa. arus tiga fasa ini
merupakan arus yang berasal dari sumber. secara
umum, bagian-bagian stator yaitu :
69. a. rangka
70. b. Inti stator
71. c. Kumparan gulungan
72. d. pelat penutup
73. berikut ini merupakan contoh gambar stator:

74.
75. tiap kumparan tersebar dalam alur yang disebut
belitan phasa dimana untuk motor tiga phasa, maka
masing-masing belitan akan terpisah sebesar 120
derajat. kawat kumparan yang digunakan terbuat
dari tembaga yang dilapisi dengan isolasi tipis.
kemudian tumpukan inti dan belitan stator
diletakkan dalam cangkang silindris. berikut ini
contoh lempengan laminsi inti, lempengenan inti
yang telah disatukan, belitan stsator yang telah
diletakkan pada cangkang luar untuk motor induksi.
76. B. Rotor
77. Rotor adalah salah satui komponen motor induksi
selain stator, dimana bagian ini merupakan bagian
yang bergerak. fungsi rotor adalah menguabah
gaya dari stator menjadi energi mekanik. terdapat
dua tipe rotor dalam motor induksi, yang ternyata
tipe rotor tersebut juga menjadi dasar dalam
pengelompokan motor induksi. kedua jenis tipe
tersebebut adalah :
78. a. sangkar tupai (squirrel cage motor)
79. b. rotor belitan (wound-rotor)
80. tetapi wlaupun jenisnya berbeda, secara umum
komponen-komponen yang ada di dalam rotornya
tetap sama. beikur ini komponen-komponen yang
ada :
81. a. inti besi rotor
82. b. kumparan atau batang penghantar
83. c. cincin
84. d. poros (shaft)
85. untuk selanjutnya saya akan membahas kedua
jenis rotor yang sekaligus menjadi pembeda jenis
motor yang telah disebutkan tadi.
86. 1. motor induksi tiga fasa sangkar tupai (squirrel
cage motor)
87. mengenai gambaran umum dari motor induksi tiga
fasa sangkar ini, kita dapat membahasnya sebagia
berikut.
88. a. terdiri dari batang penghantar tebal yang
diletakkan pada petakpetak slot paralel.
89. b. kedua ujungnya dihubungsingkat dengan cincin.
90. penampang motor sangkar tupai memiliki konstruksi
yang sederhana. inti stator pada motor sangkar
tupai tiga fasa terbuat dari lapisan-lapisan pelat
baja beralur yang didukung dalam rangka stator
yang terbuat dari besi tuang atau pelat baja yang
dipabrikasi. lilita-lilitan kumparan stator diletakkan
dalam alur stator yang terpisah 120 derajat listrik.
lilitan fasa ini dapat tersambung dalam hubungan
delta ataupun bintang. batang rotor dan cincin ujung
motor sangkar tupai yang lebih kecil adalah coran
tembaga atau aluminium dalam satu lempeng pada
inti rotor. dalam motor yang lebih besar, batang
rotor tidak di cor melainkan dibenamkan ke dalam
alur rotor dan kemudian di las dengan kuat ke
cincin ujung. batang rotor motor sangkartupai tidak
selalu ditempatkan paralel terhadap poros motor
tetapi kerapkali dimiringkan. hal ini akan
menghasilkan torsi yang lebih seragam dan juga
mengurangi derau dengung magnetik sewaktu
motor sedang bergerak.
91. berikut ini contoh gambar motor induksi tiga fasa
sangkar tupai :

92.
93. 2. motor induksi tiga fasa rotor belitan (wound rotor motor)
94. jenis motor induksi berdasarkan motornya selain
sangkar tupai adalah rotor belitan. berikut
gambaran umumnya :
95. a. konduktor yang digunakan adalah belitan.
96. b. belitan terhubung ke cincin geser yang dipasang
pada shaft.
97. c. belitan terhubung ke resistor melalaui sikat
karbon
98. motor belitan berbeda dengan motor sangkar tupai.
perbedaan ini terdapat pada hal konstuksi rotornya.
rotor dililit dengan lilitan terisolasi serupa lilitan
stator. lilitan fasa motor dihungungkan secara Y dan
msing-masing fasa ujung ujung terbuka yang
dikeluarkan ske cincin slip yang terpasang pada
[oros rotor. pada motor jenis ini, cincin slip yang
terhubung ke seluruh tahanan variabel eksternal
yang berfungsi membatasi arus pengasuran yang
bertanggung jawab terhadap pemanasan rotor.
selama pengasutan, penambahan tahanan
eksternal pada rangkaian rotor belitan
menghasilkan torsi pengasutan yang lebih besar
dengan arus pengasutan yang lebih kecil dibanding
dengan rotor sangkar.
99. berikut ini contoh gamabat motor induksi tiga fasa
rotor belitan :
100.
101.
102. III. Prinsip Medan Putar
103. perputaran motor pada mesin arus bolak balik
ditimbulkan oleh adanya medan putar atau dengan
kata lain adanya fluks yang berputar yang
dihasilkan dalam kumparan statornya. Medan Putar
ini terjadi apabila kumparan stator dihubungkan
dalam fasa banyak, umunya 3 fasa.
104. Misalkan kumparan a-a, b-b, c-c dihubungkan
tiga fasa. Beda fasa masin-masing yaitu 120 derajat
dan dialiri arus sinusoidal. Untuk lebih jelasnya,
lihat gambar berikut ini :
105.

106. pada point 1, fluks resultan mempunyai arah


sama dengan arah fluks yang dihasilkan oleh
kumparan a-a. Sedangkan pada point 2, fluks
resultannya searah dengan fluks yang dihasilkan
oleh kumparan c, dan saat point 3, fluks resultan
mempunyai arah yang sama dengan fluks yang
dihasilkan oleh kumparan B.

Jenis-Jenis Motor AC/Arus Bolak-Balik


8 Maret 2014

Jenis-Jenis Motor AC/Arus Bolak-Balik

1). Motor sinkron. Motor sinkron adalah motor AC yang bekerja pada kecepatan tetap
pada sistim frekwensi tertentu. Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk pembangkitan
daya dan memiliki torque awal yang rendah, dan oleh karena itu motor sinkron cocok untuk
penggunaan awal dengan beban rendah, seperti kompresor udara, perubahan frekwensi dan
generator motor. Motor sinkron mampu untuk memperbaiki faktor daya sistim, sehingga
sering digunakan pada sistim yang menggunakan banyak listrik.

Komponen utama motor sinkron adalah (Gambar 1):


• Rotor. Perbedaan utama antara motor sinkron dengan motor induksi adalah bahwa rotor
mesin sinkron berjalan pada kecepatan yang sama dengan perputaran medan magnet. Hal ini
memungkinkan sebab medan magnit rotor tidak lagi terinduksi. Rotor memiliki magnet
permanen atau arus DC-excited, yang dipaksa untuk mengunci pada posisi tertentu bila
dihadapkan dengan medan magnet lainnya.

• Stator. Stator menghasilkan medan magnet berputar yang sebanding dengan frekwensi
yang dipasok.

Motor ini berputar pada kecepatan sinkron, yang diberikan oleh persamaan berikut (Parekh,
2003) :

Ns = 120 f / P

Dimana:

f = frekwensi dari pasokan frekwensi

P= jumlah kutub

Gambar 1. Motor Sinkron.

2). Motor induksi. Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada
berbagai peralatan industri. Popularitasnya karena rancangannya yang sederhana, murah dan
mudah didapat, dan dapat langsung disambungkan ke sumber daya AC.

Komponen Motor induksi memiliki dua komponen listrik utama (Gambar 2):

• Rotor. Motor induksi menggunakan dua jenis rotor:

- Rotor kandang tupai terdiri dari batang penghantar tebal yang dilekatkan dalam petak-petak
slots paralel. Batang-batang tersebut diberi hubungan pendek pada kedua ujungnya dengan
alat cincin hubungan pendek.

- Lingkaran rotor yang memiliki gulungan tiga fase, lapisan ganda dan terdistribusi. Dibuat
melingkar sebanyak kutub stator. Tiga fase digulungi kawat pada bagian dalamnya dan ujung
yang lainnya dihubungkan ke cincin kecil yang dipasang pada batang as dengan sikat yang
menempel padanya.
• Stator. Stator dibuat dari sejumlah stampings dengan slots untuk membawa gulungan tiga
fase. Gulungan ini dilingkarkan untuk sejumlah kutub yang tertentu. Gulungan diberi spasi
geometri sebesar 120 derajat .

Klasifikasi motor induksi

Motor induksi dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama (Parekh, 2003):

• Motor induksi satu fase. Motor ini hanya memiliki satu gulungan stator, beroperasi
dengan pasokan daya satu fase, memiliki sebuah rotor kandang tupai, dan memerlukan
sebuah alat untuk menghidupkan motornya. Sejauh ini motor ini merupakan jenis motor yang
paling umum digunakan dalam peralatan rumah tangga, seperti kipas angin, mesin cuci dan
pengering pakaian, dan untuk penggunaan hingga 3 sampai 4 Hp.

• Motor induksi tiga fase. Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh pasokan tiga fase
yang seimbang. Motor tersebut memiliki kemampuan daya yang tinggi, dapat memiliki
kandang tupai atau gulungan rotor (walaupun 90% memiliki rotor kandang tupai); dan
penyalaan sendiri. Diperkirakan bahwa sekitar 70% motor di industri menggunakan jenis ini,
sebagai contoh, pompa, kompresor, belt conveyor, jaringan listrik , dan grinder. Tersedia
dalam ukuran 1/3 hingga ratusan Hp.

Gambar 2. Motor Induksi.

Kecepatan motor induksi

Motor induksi bekerja sebagai berikut, Listrik dipasok ke stator yang akan menghasilkan
medan magnet. Medan magnet ini bergerak dengan kecepatan sinkron disekitar rotor. Arus
rotor menghasilkan medan magnet kedua, yang berusaha untuk melawan medan magnet
stator, yang menyebabkan rotor berputar. Walaupun begitu, didalam prakteknya motor tidak
pernah bekerja pada kecepatan sinkron namun pada “kecepatan dasar” yang lebih rendah.
Terjadinya perbedaan antara dua kecepatan tersebut disebabkan adanya “slip/geseran” yang
meningkat dengan meningkatnya beban. Slip hanya terjadi pada motor induksi. Untuk
menghindari slip dapat dipasang sebuah cincin geser/ slip ring, dan motor tersebut dinamakan
“motor cincin geser/slip ring motor”.

Persamaan berikut dapat digunakan untuk menghitung persentase slip/geseran (Parekh,


2003):

% Slip = (Ns – Nb)/Ns x 100

Dimana:

Ns = kecepatan sinkron dalam RPM

Nb = kecepatan dasar dalam RPM

Hubungan antara beban, kecepatan dan torsi

Gambar 3. Grafik Torsi vs Kecepatan Motor Induksi.


Gambar 3 menunjukan grafik torsi vs kecepatan motor induksi AC tiga fase dengan arus
yang sudah ditetapkan. Bila motor (Parekh, 2003):

• Mulai menyala ternyata terdapat arus nyala awal yang tinggi dan torsi yang rendah (“pull-
up torque”).

• Mencapai 80% kecepatan penuh, torsi berada pada tingkat tertinggi (“pull-out torque”) dan
arus mulai turun.

• Pada kecepatan penuh, atau kecepatan sinkron, arus torsi dan stator turun ke nol.

Prinsip Kerja Motor Induksi


Posted on Senin, 29 Agustus 2011 by Ikhsan Nugraha

Motor induksi bekerja berdasarkan induksi elektromagnetik dari kumparan stator kepada
kumparan rotornya. Garis-garis gaya fluks yang diinduksikan dari kumparan stator akan memotong
kumparan rotornya sehingga timbul emf (ggl) atau tegangan induksi dan karena penghantar
(kumparan) rotor merupakan rangkaian yang tertutup, maka akan mengalir arus pada kumparan
rotor.
Penghantar (kumparan) rotor yang dialiri arus ini berada dalam garis gaya fluks yang berasal
dari kumparan stator sehingga kumparan rotor akan mengalami gaya Lorentz yang menimbulkan
torsi yang cenderung menggerakkan rotor sesuai dengan arah pergerakan medan induksi stator. Pada
rangka stator terdapat kumparan stator yang ditempatkan pada slot-slotnya yang dililitkan pada
sejumlah kutup tertentu. Jumlah kutup ini menentukan kecepatan berputarnya medanstator yang
terjadi yang diinduksikan ke rotornya. Makin besar jumlah kutup akan mengakibatkan makin kecilnya
kecepatan putar medanstator dan sebaliknya. Kecepatan berputarnya medan putar ini disebut
kecepatan sinkron.
Secara sistematis, prinsip kerja motor induksi tiga phasa dapat diuraikan sebagai beriku
1. Apabila sumber tegangan tiga phasa dipasang pada kumparan stator akan timbul medan putar dengan
kecepatan ns = 120flp.
2. Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduktor yang ada pada rotor.
3. Akibatnya pada kumparan rotor timbul tegangan induksi (ggl) sebesar:
E2s = 4,44 f2N2m (untuk satu phasa)
E2s merupakan tegangan induksi pada saat rotor berputar
4. Karena kumparan rotor merupakan rangkaian yang tertutup, maka ggl (E) akan menghasilkan arus (I).
5. Adanya arus (I) di dalam medan magnet menimbulkan gaya (F) pada rotor.
6. Bila kopel mula yang dihasilkan oleh gaya (F) pada rotor yang cukup besar untuk memikul kopel
beban, rotor akan berputar searah dengan medan putar stator.
7. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian 3, tegangan induksi timbul karena terpotongnya batang
konduktor rotor oleh medan putar stator. Artinya agar tegangan terinduksi diperlukan adanya
perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator (ns) dengan kecepatan berputar rotor (nr).
8. Perbedaan kecepatan antara nr dan ns disebut slip (S) yang dinyatakan dengan
S = (ns – nr)/ns x 100%
9. Bila nr = ns, tegangan tidak akan terinduksi dan arus tidak akan mengalir pada kumparan jangkar
rotor, dengan demikian tidak dihasilkan kopel. Kopel motor akan ditimbulkan apabila nr lebih kecil
dari ns.
10. Dilihat dari cara kerjanya, motor induksi disebut juga sebagai motor tak serempak atau motor
asinkron.

Prinsip Kerja Dan Aliran Daya Motor Induksi Sunday, September 20th 2015. | Teori
Elektronika, Komponen Mesothelioma Law Firm, Sell Annuity Payment Ada dua jenis rotor
pada motor induksi, yaitu jenis rotor sangkar tupai (squirrel-cage rotor) dan rotor belitan
(wound rotor). Kedua rotor ini mempunyai konstruksi stator dan prinsip kerja yang sama.
Prinsip Kerja Motor Induksi Jika pada belitan stator diberi tegangan tiga fasa, maka pada
stator akan dihasilkan arus tiga fasa. Arus ini akan mengalir melalui belitan yang akan
menimbulkan fluks dan karena adanya perbedaan sudut fasa sebesar 120° antara ketiga
fasanya, maka akan timbul medan putar, dengan kecepatan sinkron ns, n_{s}=\frac{120f}{p}
(rpm) Dimana : ns : kecepatan sinkron f : frekuensi p : jumlah kutub Dalam stator sendiri
akan timbul tegangan pada masing-masing fasa yang dinyatakan: E_{1}=4,41fN_{1}\Phi
Dalam keadaan rotor masih diam, medan putar stator akan memotong batang konduktor pada
rotor. Akibatnya pada kumparan rotor timbul tegangan induksi (ggl) sebesar E2:
E_{2}=4,41fN_{2}\Phi_{m} Dengan : E1 : tegangan stator E2 : tegangan rotor N1 : jumlah
kumparan stator N2 : jumlah kumparan rotor Φm: fluks maksimum Perbedaan kecepatan
sinkron medan putar stator (ns) dan kecepatan rotor (nr) disebut slip. Besarnya slip yang
terjadi adalah, s=\frac{n_{s}n_{r}}{n_{s}}100\% Dimana : s : slip motor ns : kecepatan
stator nr : kecepatan rotor Pada saat rotor dalam keadaan berputar, besarnya tegangan yang
terinduksi pada kumparan rotor akan bervariasi tergantung besarnya slip, dan tegangan
induksi ini dinyatakan dengan E2s. E_{2s}=4,41sfN_{2}\Phi _{m} Dengan : E2s: tegangan
rotor saat keadaan berputar sf sama dengan f2: frekuensi rotor Aliran Daya Aktif Motor
Induksi Kita dapat mengidentifikasi dan menghitung tiga hal penting dari motor induksi tiga
fasa berdasarkan diagram aliran daya pada gambar berikut, yaitu efisiensi, daya dan torsi dari
motor induksi. Aliran Daya Pada Motor Induksi Aliran Daya Pada Motor Induksi,daya motor
induksi,konstruksi motor induksi,sturktur motor induksi,definsi motor induksi,aplikasi motor
induksi,prinsip kerja motor induksi,konstruksi motor induksi,bagian motor induksi,aliran arus
motor induksi,motor induksi,karakter motor induksi,rumus motor induksi,haga motor
induksi,jual motor induksi,tegangan motor induksi,persamaan motor induksi,sistem kerja
motor induksi,bagian motor induksi,rotor motor induksi,stator motor induksi,komponen
motor induksi Efisiensi. Dari definisinya, efisiensi merupakan rasio dari daya output dengan
daya input, di rumuskan dalam persamaan sebagai berikut: efisiensi(\eta )=\frac{P_{L}}
{P_{e}} Rugi-rugi I2R pada rotor. Rugi-rugi I2R pada rotor (Pjr) berhubungan dengan daya
input rotor Pr , dan digambarkan melalui persamaan berikut: P_{jr}=sPr Daya Mekanik.
Daya mekanik Pm yang dihasilkan oleh motor sama dengan daya yang dikirim pada rotor
dikurangi rugi-rugi pada rotornya. P_{m}=(1-s)Pr Torsi Motor. Torsi, Tm dihasilkan oleh
motor pada semua atau berapapun kecepatan motornya, dengan persamaan:
T_{m}=\frac{9,55P_{r}}{n_{s}}

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/prinsip-kerja-dan-aliran-daya-motor-induksi/


Copyright © Elektronika Dasar
Bagian dan Cara Kerja Motor Induksi

13 Tuesday Aug 2013

Posted by Rekayasa Listrik in Motor

≈ Leave a comment

Motor induksi 3 fasa merupakan motor yang sering dijumpai. Saya ingin menuliskan materi
tentang motor induksi 3 fasa mengingat hal ini cukup penting untuk difahami.

Pada prinsipnya semua motor sama, baik yang 1 HP maupun 100 HP. Baik 1 fasa atau 3 fasa.
Ada komponen-komponen utama yang selalu menyertainya. Memang, motor 1 fasa memiliki
tambahan kapasitor dan format terminal box yang berbeda dengan motor 3 fasa.

Bagian-Bagian Motor Induksi


1. Rotor

Rotor adalah bagian yang berputar dari sebuah motor. Rotor dapat berputar dengan dua
sumber energi:

1. Energi Mekanik
– Dengan tangan anda.
– Dengan putaran dari alat yang terhubung dengan rotor tersebut.
2. Energi Listrik
Motor diberikan arus listrik.

2. Stator

Stator terdiri dari lilitan atau kumparan yang memberikan efek magnet kepada rotor, sehingga
rotor dapat berputar.
3. Terminal Box

Salah satu bagian yang cukup penting untuk dapat memahami motor starter. Terminal box
adalah “stop kontak” yang bertugas menyambung aliran listrik dari sumber ke motor.

Dari terminal box, pengaturan starter star atau delta dapat dilakukan. Pengaturan star atau
delta mengacu pada informasi yang tertera pada nameplate motor.

Terminal box terdapat winding, jika anda sering melihat format U1-V1-W1 dan W2-U2-V2,
disinilah tempatnya.

Terminal Box Motor 1 Fasa


Cara Kerja Motor Induksi 3 Fasa
Listrik yang masuk ke dalam lilitan atau kumparan motor akan menghasilkan medan magnet
di sekitarnya. Stator mempunyai medan magnet permanen, sehingga membuat rotor tarik
menarik sehingga terjadi perputaran.

About these ads

Prinsip Kerja Motor Induksi 1 Fasa


November 7, 2015 By Muhammad robith ~ Leave a comment
Share to : Google Facebook Twitter Linkedin Print
Gambar 1 Motor Induksi Satu Fasa

Motor dalam dunia kelistrikan ialah mesin yang digunakan untuk mengubah energi listrik
menjadi energi mekanik. Salah satu motor listrik yang umum digunakan dalam banyak
aplikasi ialah motor induksi. Motor induksi merupakan salah satu mesin asinkronous
(asynchronous motor) karena mesin ini beroperasi pada kecepatan dibawah kecepatan
sinkron. Kecepatan sinkron sendiri ialah kecepatan rotasi medan magnetik pada mesin.
Kecepatan sinkron ini dipengaruhi oleh frekuensi mesin dan banyaknya kutub pada mesin.
Motor induksi selalu berputar dibawah kecepatan sinkron karena medan magnet yang
dibangkitkan stator akan menghasilkan fluks pada rotor sehingga rotor tersebut dapat
berputar. Namun fluks yang terbangkitkan oleh rotor mengalami lagging dibandingkan fluks
yang terbangkitkan pada stator sehingga kecepatan rotor tidak akan secepat kecepatan
putaran medan magnet. Berdasarkan suplai input yang digunakan, motor induksi dibagi
menjadi dua jenis, yaitu motor: induksi 1 fasa dan motor induksi 3 fasa. Dalam artikel ini
hanya akan dijelaskan mengenai motor induksi 1 fasa, namun untuk prinsip kerjanya sendiri
kedua jenis motor induksi tersebut memiliki prinsip kerja yang sama. Yang membedakan dari
kedua motor induksi ini ialah motor induksi 1 fasa tidak dapat berputar tanpa bantuan gaya
dari luar sedangkan motor induksi 3 fasa dapat berputar sendiri tanpa bantuan gaya dari luar.

Konstruksi Motor Induksi Satu Fasa

Gambar-bagian utama motor induksi satu fasa (www.learnengineering.org)


Terdapat 2 bagian penting pada motor induksi 1 fasa, yaitu: rotor dan stator. Rotor merupakan
bagian yang berputar dari motor dan stator merupakan bagian yang diam dari motor. Rotor
umumnya berbentuk slinder dan bergerigi sedangkan stator berbentuk silinder yang
melingkari seluruh badan rotor. Stator harus dilengkapi dengan kutub-kutub magnet dimana
kutub utara dan selatan pada stator harus sama dan dipasang melingkari rotor sebagai suplai
medan magnet dan kumparan stator untuk menginduksi kutub sehingga menciptakan medan
magnet. Stator umumnya dilengkapi dengan stator winding yang bertujuan membantu
putaran rotor, dimana stator winding dilengkapi dengan konduktor berupa kumparan. Selain
itu, stator juga dilapisi dengan lamina berbahan dasar silikon dan besi yang bertujuan untuk
mengurangi tegangan yang terinduksi pada sumbu stator dan mengurangi dampak kerugian
akibat munculnya arus eddy (eddy current) pada stator. Rotor umumnya dibuat dari
alumunium dan dibuat bergerigi untuk menciptakan celah yang akan diisi konduktor berupa
kumparan. Selain itu, rotor juga dilapisi dengan lamina untuk menambah kinerja dari rotor
yang digunakan. Masing-masing komponen dipasang pada besi yang ditunjukkan seperti
pada gambar berikut:

Gambar 2 Konstruksi Motor Induksi 1 Fasa

Prinsip kerja Motor Induksi 1 Fasa

Misalkan kita memiliki sebuah motor induksi 1 fasa dimana motor ini disuplai oleh sebuah
sumber AC 1 fasa. Ketika sumber AC diberikan pada stator winding dari motor, maka arus
dapat mengalir pada stator winding. Fluks yang dihasilkan oleh sumber AC pada stator
winding tersebut disebut sebagai fluks utama. Karena munculnya fluks utama ini maka fluks
medan magnet dapat dihasilkan oleh stator.
Gambar 3-Dampak adanya arus pada stator

Misalkan lagi rotor dari motor tersebut sudah diputar sedikit. Karena rotor berputar maka
dapat dikatakan bahwa konduktor pada rotor akan bergerak melewati stator winding. Karena
konduktor pada rotor bergerak relatif terhadap fluks pada stator winding, akibatnya muncul
tegangan ggl (gaya gerak listrik) pada konduktor rotor sesuai dengan hukum faraday. Anggap
lagi motor terhubung dengan beban yang akan dioperasikan. Karena motor terhubung dengan
beban maka arus dapat mengalir pada kumparan rotor akibat adanya tegangan ggl pada rotor
dan terhubungnya rotor dengan beban. Arus yang mengalir pada rotor ini disebut arus rotor.
Arus rotor ini juga menghasilkan fluks yang dinamakan fluks rotor. Interaksi antara kedua
fluks inilah yang menyebabkan rotor didalam motor dapat berputar sendiri. Perlu diingat
bahwa pada kondisi awal diasumsikan rotor sudah diberi gaya luar untuk menggerakkan
konduktor pada rotor, karena jika tidak maka rotor akan diam terhadap fluks pada kumparan
stator sehingga tidak terjadi tegangan ggl pada kumparan rotor, sesuai dengan hukum faraday.

Gambar 4-Putaran pada rotor akibat fluks. Dimisalkan Rotor sudah berputar sedikit

Sebelumnya telah dibahas mengenai adanya arus stator yang mengakibatkan munculnya arus
pada rotor karena hukum faraday. Masing-masing arus menghasilkan fluks yang
mempengaruhi rotor. Bagaimana fluks tersebut mempengaruhi kecepatan putaran rotor akan
dibahas pada paragraf ini. Arus stator akan menghasilkan fluks utama, sedangkan arus pada
rotor menghasilkan fluks pada rotor. Masing-masing fluks ini akan mempengaruhi arah
putaran rotor, hanya saja arah keduanya berlawanan. Sesuai hukum lorentz, apabila kita
memiliki sebuah kabel yang dialiri arus dan terdapat fluks medan magnet disekitar kabel
tersebut maka akan terjadi gaya pada kabel tersebut. Karena besarnya fluks pada stator dan
rotor relatif sama maka gaya yang dihasilkan juga sama. Namun karena arah gaya yang
berbeda mengakibatkan rotor tidak berputar akibat kedua gaya yang saling menghilangkan.
Hal ini juga yang mengakibatkan motor induksi perlu diputar sedikit, agar salah satu gaya
yang dihasilkan oleh fluks lebih besar daripada yang lainnya sehingga rotor dapat berputar.

Gambar 5-Saat rotor tidak berputar, total gaya akibat masing-masing fluks ialah 0

Gambar 6-Saat rotor sudah berputar sedikit, total gaya akan memiliki perbedaan sehingga
terjadi putaran

Jenis-Jenis Motor Induksi Satu Fasa

Motor induksi satu fasa ini memiliki 4 jenis berdasarkan bagaimana motor ini diaktifkan
sendiri (self-starting).

 Motor Induksi Split-Phase

Motor Jenis ini menggunakan kapasitor di salah satu stator windingnya, dimana besarnya
kapasitas dari kapasitor sebisa mungkin dibuat kecil. Misalkan kita memiliki sumber arus 2
fasa dan sumber ini disambungkan pada motor jenis ini, maka arus yang mengalir pada salah
satu winding akan membesar dan mengalami pergeseran fase. Akibat 2 hal tersebut, motor
akan dapat berputar karena perbedaan fluks dari masing-masing winding. Torsi yang
dihasilkan umumnya dapat mencapai kecepatan maksimum dari motornya. Motor jenis ini
sering dipakai pada beban 200W. Peletakan kapasitor sangat berpengaruh pada rangkaian ini
karena dapat mengubah aras fluks yang dihasilkan dan sebagai akibatnya mengubah arah
putaran rotor.

Gambar 7-Rangkaian Ekivalen Split-Phase (www.allaboutcircuits.com)

 Motor Induksi Capasitor-Start

Motor jenis ini kurang lebih sama dengan motor induksi tipe split-phase. Perbedaannya ialah
adanya switch yang dipasang antara salah satu stator winding dan kapasitor. Kondisi dari
switch akan menjadi close saat motor mulai berputar dan menjadi open ketika motor mulai
mencapai kecepatan yang diinginkan. Umumnya belitan pada winding yang diserikan dengan
kapasitor dibuat lebih banyak untuk mencegah panas berlebihan pada winding tersebut.
Motor jenis ini dipakai pada alat elektronik yang memakan daya tinggi seperti AC.

Gambar 8-Rangkaian Ekivalen Capacitor-Start (www.allaboutcircuits.com)

 Motor Induksi Capacitor-Run

Perbedaan motor tipe ini dengan motor sebelumnya ialah adanya kapasitor yang besar yang
di-paralel dengan switch dan kapasitor lainnya (yang kecil). Umumnya motor induksi tipe ini
bekerja pada torsi yang lebih tinggi sama seperti motor sebelumnya, hanya saja arus yang
mengaliri motor cukup kecil.
Gambar 9-Rangkaian Ekivalen Capacitor Run (www.allaboutcircuits.com)

 Motor Induksi Shaded Pole

Motor ini memiliki nama Shaded Pole karena 1/3 dari kutub pada stator ditutup dengan
tembaga untuk menghasilkan perbedaan sudut fluks yang lebih besar. Akibat perbedaan ini,
rotor pada motor dapat berputar dengan mudah. Kedua winding pada motor tipe ini
tersambung paralel secara langsung (tanpa ada komponen lain), namun pada salah satu
winding diberikan coil tap untuk mengatur kecepatan motor. Motor tipe ini memiliki torsi
starting yang sangat rendah sehingga sering digunakan pada alat-alat elektronik disekitar kita,
seperti kipas angin.

Gambar 10-Rangkaian Motor Induksi Shaded Pole (www.allaboutcircuits.com)

Mengapa Motor Induksi 1 Fasa Tidak Bisa Di–start Sendiri?

Seperti yang dijelaskan sedikit di atas, motor induksi 1 fasa tidak bisa di-start sendiri karena
fluks yang dihasilkan dari arus pada stator dan pada rotor besarnya sama namun berlawanan
arah, sehingga total fluks yang dialami oleh rotor adalah 0. Untuk mengatasi hal ini, motor
dapat dirangkai mengikuti salah satu dari 4 rangkaian yang telah dijelaskan.