You are on page 1of 44

PANDUAN

IDENTIFIKASI PASIEN

RUMAH SAKIT CITAMA


Jl. Pabuaran Raya No.52 Bojonggede, Bogor-Jawa Barat 16922
Telepon : 021-87984444 / 8798 5555, fax 021-8798 6666,
Email : rumahsakitcitama@gmail.com

0
BAB I
DEFINISI

A. PENGERTIAN

Identifikasi pasien adalah proses pengumpulan data dan pencatatan segala


keterangan tentang bukti-bukti dari seseorang sehingga kita dapat menetapkan
dan menyamakan keterangan tersebut dengan individu seseorang.

Gelang identifikasi pasien adalah suatu alat berupa gelang identifikasi yang
dipasangkan kepada pasien secara individual yang digunakan sebagai identitas
pasien selama menjalani rawat iniap di Rumah Sakit Citama

B. PRINSIP IDENTIFIKASI PASIEN


1. Semua pasien rawat inap, IGD, Poliklinik dan yang akan menjalani suatu
prosedur, harus diidentifikasi dengan benar saat masuk rumah sakit dan
selama massa perawatannya.
2. Kapanpun dimungkinkan, pasien rawat inap harus menggunakan gelang
identidikasi dengan minimal 2 data (nama pasien dan nomor rekam medis).
3. Tujuan utama tanda identifikasi ini adalah untuk mengidentifikasi pemakainnya.
4. Gelang identifikasi ini digunakan pada proses untuk mengidentifikasi pasien
ketika pemberian obat darah atau produk darah; pengambilan darah dan
spesimen lain untuk pemeriksaan klinis, pemberian pegobatan atau tindakan
lain.

C. KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB


1. Seluruh Staf Rumah Sakit
a. Memahami dan menerapkan prosedur identifikasi pasien.
b. Memastikan identifikasi pasien yang benar ketika pemberian obat,
darah atau produk darah, pengambilan darah dan spesimen lain untuk
pemeriksaan klinis atau pemberian pengobatan atau tindakan lain.
c. Melaporakan kejadian salah identifikasi pasien, termasuk hilangnya
gelang pengenal.

1
2. Sumber Daya yang Bertugas
a. Staf pendaftaran melakukan pendaftaran identitas pasien berdasarkan
identitas yang berlaku (KTP) dan mencetaknyabagi yang belum punya
KTP bisa menggunakan kartu identitas lain (Akta Kelahiran, Kartu
Pelajar, atau Kartu Keluarga)
b. Perawat/ Bidan Penanggung Jawab pasien bertanggung jawab
memakaikan gelang identifikasi pasien dan memastikan kebenaran data
yang tercatat di gelang pengenal
c. Perawat/ Bidan Penangguang Jawab pasien memastikan gelang
identifikasi terpasang dengan baik. Jika terdapat kesalahan data, gelang
identifikasi harus diganti, dan bebas coretan.

3. Kepala Unit/ TIM KPRS


a. Memastikan seluruh staf di unit memahami prosedur identifkasi pasien
dan menerapkannya
b. Menyelidiki smeua insiden salah identifikasi pasuen dan memastikan
terlaksananya suatu tindakan untuk mencegah terulangnya kembali
insiden tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

4. Manager
a. Memantau dan memastikan panduan identifikasi pasien dikelola
dengan baik oleh kepala Unit.
b. Menjaga standarisasi dalam menerpkan panduan identifikasi
pasien.

2
BAB II

RUANG LINGKUP

1. Panduan ini diterapkan kepada semua pasien rawat inap, pasien Instalasi
Gawat Darurat (IGD), Pasien Rawat vjalan dan pasien yang akan menjalani
suatu prosedur (sebelum pemberian obat, sebelum pemberian tranfusi darah
dan produk darah, sebelum pengambilan sample untuk pemeriksaan
laboratorium dan pemeriksaan radiologi, sebelum dilakukan pengobatan/
tindakan lain).
2. Pelaksana panduan ini adalah semua tenaga kesehatan (medis, perawat,
farmasi, bidan dan tenaga kesehatan lainnya ), staf di ruang rawat, staf
administratif dan staf pendukung yang bekerja di rumah sakit

3
BAB III
KEBIJAKAN

BAB IV
TATA LAKSANA

A. TATA LAKSANA IDENTIFIKASI


1. Identifikasi Pasien
Secara umum, seluruh ruangan/bagian klinis ( keperawatan, penunjang medik, gizi,
unit khusus) maupun non klinis ( admission , kasir ) melakukan identifikasi dengan
menggunakan beberapa cara, yaitu :
a. Verbal dengan menggunakan pertanyaan terbuka kepada pasien, meliputi :
1) Nama lengkap ( sesuai dengan KTP, Paspor/ SIM)
2) Tanggal lahir
Atau apabila terdapat kesamaan / ketidakjelasan identitas nama lengkap dan
tanggal lahir, dapat dipergunakan identitas tambahan berupa : alamat, dan
keluarga terdekat pasien.
Identifikasi verbal digunakan pada pasien rawat jalan yang kompeten ( atau
didampingi oleh keluarga/ petugas yang mengantar), secara khusus digunakan
oleh bagian Fisioterapi, Radiologi, Farmasi, Laboratorium, IGD non observasi.
Misalnya : “siapa nama Anda?” ( jangan menggunakan pertanyaan tertutup
seperti “apakah nama anda Ibu Susi?”).
Jika pasien tidak kompeten memberikan namanya. Verifikasi identitas pasien
kepada keluarga/ pengantarnya.
b. Visual dengan menggunakan alat bantu yang meliputi :
1) Pada pasien rawat inap : menggunakan gelang identitas pasien
2) Pada pasien rawat jalan : menggunakan charge slip pembayaran pasien.
Identifikasi secara visual digunakan pada pasien rawat inap / rawat jalan yang
membutuhkan tindakan medik atau observasi.
c. Verbal dan Visual (campuran) dengan memberikan pertanyaan terbuka dan
mencocokkan dengan data yang ada seperti nomor rekam medis, gelang
identitas.
Digunakan pada pasien rawat inap / rawat jalan misalnya pada proses
pembagian obat, akan melakukan tindakan / prosedur tertentu.

4
d. Yang termasuk ke dalam kategori pasien tidak kompeten adalah sbb :
1) Gangguan jiwa
2) Gangguan kesadaran
3) Retardasi mental
4) Hambatan berbicara (disartria)
5) Hambatan bahasa
6) Anak < 5 th
7) Geriatri > 80 th dengan gangguan kognitif (demensia)
8) Tuna rungu
9) Tuna wicara
10) Dalam kondisi tersedasi
11) Meninggal dunia
e. Informasi yang tertera pada label gelang identifikasi pasien meliputi:
1) Nama lengkap pasien (sesuai identitas resmi: KTP/SIM/paspor), nama
tidak boleh disingkat, nama sesuai dengan yang tertulis di rekam medis.
2) Tanggal lahir
3) Nomor rekam medis
f. Identitas tambahan pada struk pendaftaran pasien dapat berupa poliklinik yang
dituju & nama DPJP.
g. Identitas tambahan pada pemeriksaan laboratorium (blanko permintaan dan
label spesimen) berupa nama dokter yang meminta pemeriksaan, jenis
pemeriksaan dan nomor spesimen laboratorium.
h. Identitas tambahan pada pemeriksaan radiologi berupa nama dokter yang
meminta pemeriksaan.

i. Identitas tambahan untuk rekam medik berupa jenis kelamin, pekerjaan, nomer
yang bisa dihubungi, dan lain – lain.

2. Tatalaksana Gelang Identifikasi Pasien


a. Semua pasien harus diidentifikasi dengan benar sebelum pemberian obat,
darah atau produk darah , pengambilan darah dan spesimen lain untuk
pemeriksaan klinis atau pemberian pengobatan atau tindakan lainnya.
b. Pakaikan gelang identifikasi di pergelangan tangan pasien, jelaskan dan
pastikan gelang terpasang dengan baik dan nyaman untuk pasien
c. Jika tidak dapat dipakaiakan di pergelangan tangan, pakaikan di pergelangan
kaki. Pada situasi dimana tidak dapat dipasang di pergelangan kaki, gelang

5
identifikasi dapat dipakaikan di baju pasien di area yang jelas terihat. Hal ini
harus dicatat di rekam medis pasien. Gelang identifikasi harus dipasang ulang
jika baju pasien diganti dan harus selalu menyertai pasien sepanjang waktu.
d. Jika pasien alergi terhadap gelang identifikasi,gelang identifikasi dilapisi dengan
kassa
e. Pada kondisi tidak memakai baju, gelang identifikasi harus menempel pada
badan pasien dengan menggunakan perekat transparan/ tembus pandang. Hal
ini harus di catat di rekam medis.
f. Gelang identifikasi pasien dan klip alergi hanya boleh dilepas saat pasien
keluar/ pulang dari rumah sakit. Klip penanda risiko jatuh hanya boleh dilepas
apabila pasien sudah tidak berisiko jatuh.
g. Jangan pernah mencoret dan menulis ulang di gelang identifikasi. Ganti gelang
identifikasi jika terdapat kesalahan penulisan data.
h. Jika gelang identifikasi terlepas atau rusak, segera berikan gelang identifikasi
yang baru.
i. Gelang identifikasi harus dipakai oleh semua pasien selama perawatan rawat
inap di rumah sakit.
j. Jelaskan prosedur identifikasi dan tujuannya kepada pasien.
k. Periksa ulang detail data di gelang identifikasi sebelum dipakaikan ke pasien.
l. Pengecekan gelang identifikasi dengan menanyakan ulang nama pasien dan
nomor rekam medis, kemudian bandiangkan jawaban pasien dengan data yang
tertulis di gelang identifikasi pasien.
m. Sebelum pasien di transfer ke unit lain, lakukan identifikasi dengan benar dan
pastikan gelang identifikasi terpasang dengan baik
n. Unit yang menerima transfer pasien harus menanyakan ulang identitas pasien
dan membandingkan data yang diperoleh dengan yang tercantum di gelang
identifikasi.
o. Pada kasus pasien yang tidak menggunakan gelang identifikasi :
1) Hal ini dikarenakan pasien menolak menggunakan gelang identifikasi.
2) Pasien harus diinformasikan akan risikol yang dapat terjadi jika gelang
identifikasi tidak dipakai. Alas an pasien harus dicatat pada rekam medis
pasien.
3) Jika pasien menolak menggunakan gelang identifikasi, petugas harus
memotivasi pasien serta menjelaskan tujuan pemasangan gelang
identifikasi serta risiko jika tidak memakai gelang identifikasi, dan jika
6
pasien tetap menolak , maka pasien harus menandatangani penolakan
tindakan.

3. Tindakan/ prosedur yang membutuhkan identifkasi


a. Berikut adalah prosedur yang membutuhkan identifikasi pasien :
1) Pemeberian obat-obatan
2) Prosedru pemeriksaan radiologi
3) Intervensi pembedahan dan prosedur invansive, pengobatan / tindakan
lainnya.
4) Pengambilan sampel ( misalnya darah, tinjka, urin, dan sebagainnya)
5) Pemberian tranfusi dan produk darah
6) Transfer pasien
7) Komfirmasi kematian

b. Para staf Rumah Sakit Citama harus mengkomfirmasi identifikasi pasien


dengan benar dengan menanyakan nama dan tanggal lahir, kemudian
mencocokan dengan yang tercantum di rekam medis dan gelang identifikasi.
Jangan menyebutkan nama, tanggal lahir dan meminta pasien untuk
mengkonfirmasi dengan jawaban ya/ tidak.
c. Jangan melakukan prosedur apapun jika pasien tidak memakai gelang
identifikasi. Gelang identifikasi harus dipakaikan ulang oleh perawat yang
bertugas menangani pasien secara personal sebelum pasien menjalani suatu
prosedur.
4. Tatalaksana Identifikasi Pasien Pada Pemberin Obat- Obatan
a. Perawat harus memastikan pasien dengan benar sebelum melakukan
prosedur, dengan cara :
1)
b. Jika pasien tidak lengkap, informasi lebih lanjur harus diperoleh sebelum
pemberian obat dilakukan.

5. Identifikasi Pasien yang Menjalani Prosedur Pemeriksaan Radiologi:


1. Petugas harus memastikan identitas pasien dengan benar sebelum melakukan
prosedur, dengan cara:
a. Meminta pasien untuk menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahirnya.

7
b. Periksa dan bandingkan data pada gelang identitas dengan rekam medis.
c. Jika terdapat ≥ 2 pasien di radiologi dangan nama yang sama, periksa
ulang identitas dengan urutan alamat rumah, dan nama keluarga terdekat.
2. Jika data pasien tidak lengkap, informasi lebih lanjut harus diperoleh sebelum
pajanan radiasi (exposure) dilakukan.
3. Untuk rawat jalan konfirmasi secara aktif dan pasif dengan mencocokkan
lembar permintaan pemeriksaan radiologi yang berisi nama lengkap, tanggal
lahir, no rekam medis dan verifikasi dengan pasien / keluarga pasien.
4. Untuk rawat inap dilakukan secara aktif dan pasif mencocokkan lembar
permintaan pemeriksaan radiologi yang berisi nama lengkap, tanggal lahir, no
rekam medis dan verifikasi dengan pasien / keluarga pasien / pengantar
pasien.
5. Sebelum melakukan pelayanan, petugas radiologi akan membuat identitas
pasien lalu menempelkan pada kaset film sehingga data pasien akan otomatis
tampil pada hasil foto.
6. Setelah hasil foto dengan identitasnya tercetak, petugas akan menuliskan
identitas pasien pada amplop hasil yang dilakukan secara pasif dengan
mencocokkan antara data pasien di permintaan radiologi, struk pembayaran
dan hasil cetakan.
7. Hasil cetakan akan diinterpretasi oleh dr Spesialis Radilogi dengan melakukan
proses identifikasi pasien terlebih dahulu.
8. Setelah diinterpretasi petugas Radiologi akan memasukkan hasil cetakan dan
hasil interpretasi tertulis ke dalam amplop dengan mencocokkan identitas
terlebih dahulu.
9. Identitas tambahan pada pemeriksaan radiologi (blanko permintaan, amplop
hasil, hasil cetakan) berupa nama dokter yang meminta pemeriksaan, nama
bagian yang diperiksa, nomor foto.

6. Proses Identifikasi Pasien Rawat Jalan

1. Proses identifikasi dilakukan secara aktif / pasif / keduanya


2. Pasien poliklinik yang akan menjalani prosedur / tindakan invasive harus
menggunakan gelang identitas seperti pemberian infuse venofer atau tindik
bayi, pasien yang akan menjalani pemeriksaan radiologi dengan menggunakan
kontras.
8
3. Sebelum melakukan suatu prosedur/ terapi, tenaga medis harus menanyakan
identitas pasien berupa nama dan tanggal lahir. Data ini harus dikonfirmasi
dengan yang tercantum pada rekam medis.
4. Jika pasien rawat jalan tidak dapat mengidentifikasi dirinya sendiri, verifikasi
data dengan menanyakan keluarga / pengantar pasien.

7. Identifikasi Pasien di Kamar Operasi

1. Di ruang penerimaan pasien petugas kamar operasi melakukan serah terima


pasien dengan menyebutkan identitas pasien, prosedur yang akan dijalani,
lokasi pembedahan, dan persiapan operasi yang telah dilakukan di ruang
perawatan, serta mengecek kelengkapan dokumen yang diperlukan (foto
Rontgen, persetujuan tindakan, form pra operasi, dll)
2. Petugas memastikan bahwa pasien masih mengenakan gelang identitas, jika
diperlukan untuk melepas gelang identitas selama dilakukan operasi,
tugaskanlah seorang perawat di kamar operasi untuk bertanggungjawab
melepas dan memasang kembali gelang identitas pasien. Gelang identitas
yang dilepas harus ditempelkan di depan rekam medis pasien
3. Jika data tidak lengkap, pasien tidak mengenakan gelang identitas maka
prosedur operasi tidak boleh dilakukan
4. Melakukan prosedur Safety Surgery dengan benar dan tepat
5. Identifikasi penyerahan bagian tubuh pasien operasi juga memuat data, yaitu
nama lengkap pasien, tanggal lahir dan nomer rekam medis sesuai yang ada
dalam gelang identitas

8. Identifikasi Pasien saat Prosedur Pengambilan Spesimen


Laboratorium

Rawat Jalan :

1. Petugas laboratorium harus menanyakan kepada pasien / pengantar pasien :


nama pasien, tanggal lahir, dan mencocokkan dengan lembar permintaan
pemeriksaan spesimen yang di dalamnya terdapat identitas pasien, no rekam
medis, jenis kelamin dan jenis pemeriksaan yang akan dilakukan.
2. Petugas laboratorium akan menginput data pemeriksaan laborat, dengan
mencocokkan lembar permintaan pemeriksaan.
9
3. Petugas mengidentifikasi pasien dengan menanyakan nama pasien dan
tanggal lahir sebelum melakukan pengambilan darah.
4. Petugas mengarahkan pasien untuk ke kasir untuk menyelesaikan administrasi
dengan menyertakan formulir laboratorium.
5. Saat penyerahan hasil, proses identifikasi dengan menanyakan dan
mencocokkan antara kuitansi dan hasil laboratorium.

Rawat Inap

1. Perawat memberitahukan ke petugas Laboratorium bahwa ada pemeriksaan


Laboratorium saat jam sampling.
2. Petugas Laboratorium menempelkan stiker identitas pasien pada tabung
pemeriksaan.
3. Petugas Laboratorium melakukan identifikasi pasien dengan meminta pasien
untuk menyebutkan nama dan tanggal lahir pasien sebelum melakukan
sampling dibandingkan dengan gelang pasien dan formulir laboratorium serta
identitas di tabung pemeriksaan.
4. Sampel dilakukan pemeriksaan dengan prosedur yang ditetapkan dan
didapatkan hasil yang kemudian pada saat penyerahan hasil dilakukan proses
identifikasi dengan mencocokkan Lembar Permintaan dengan buku ekspedisi
Laboratorium.

9. Identifikasi saat Pemberian Produk Darah

1. Identifikasi pasien saat pengambilan sampel darah merupakan tanggung jawab


perawat yang mengambil sampel darah.
2. Identifikasi pasien saat menerima darah menjadi tanggung jawab perawat
penerima darah
3. Identifikasi pasien saat akan memberikan komponen darah (tranfusi)
merupakan tanggung jawab perawat yang akan memberikan komponen darah.
4. Dua orang petugas RS yang kompeten harus memastikan kebenaran: data
demografik pada kantong darah, jenis darah, golongan darah pada pasien dan
yang tertera pada kantong darah, waktu kadaluarsanya, dan identitas pasien
pada gelang identitas.

10
5. Perawat harus meminta pasien untuk menyebutkan nama lengkap dan tanggal
lahirnya, serta menanyakan golongan darah. Bila pasien tidak tahu atau tidak
bisa menjawab maka perlu pengecekan ulang dari rekam medik dan konfirmasi
dari keluarga.
6. Jika petugas RS tidak yakin / ragu akan kebenaran identitas pasien, jangan
lakukan transfusi darah sampai diperoleh kepastian identitas pasien dengan
benar.

10. Prosedur Identifikasi pada Bayi Baru Lahir atau Neonatus

1. Gunakan 2 gelang identitas di ekstremitas yang berbeda, 1 gelang berisi


identitas bayi dan dipasangkan di pergelangan tangan kanan, dan 1 berisi
identitas ibu bayi yang dipasang di kaki kanan bayi.

2. Petugas mempersiapkan gelang yang berisi stiker identitas nama ibu,sebelum


bayi lahir dengan 2 macam gelang sekaligus, gelang identitas bayi warna
merah muda jika bayi lahir perempuan dan gelang warna biru untuk bayi laki
laki.

3. Data di gelang identitas pada kaki bayi berisikan identitas ibu yaitu nama ibu,
tanggal lahir ibu, nomor rekam medis ibu.

4. Saat nama bayi sudah didaftarkan ke admission, akan dipakaikan gelang bayi
dengan identitas ‘By Ny…. nama ibu, dengan no rekam medis bayi sendiri akan
dipasang di pergelangan tangan kanan jika dalam keadaan tidak ada kelainan
pada lengan kanan.

5. Pada kondisi di mana jenis kelamin bayi sulit ditentukan, maka bayi dianggap
berjenis kelamin yang lebih dominan terlihat.

6. Selain gelang, petugas RS harus mengambil cap kaki bayi dan jempol kiri ibu
bayi dan dibubuhkan di dalam lembar rekam medis.

11. Identifikasi Bayi Berat Lahir Rendah


1. Gunakan 2 gelang identitas, 1 buah berisi gelang identitas ibu yang
dipasangkan di kaki kanan dan 1 gelang identitas berisi identitas bayi yang
dipasangkan di tangan kanan.

11
2. Apabila gelang identitas pasien terlau besar dan cenderung terlepas, maka
identitas BBLR di buatkan dalam bentuk sticker yang ditempelkan pada
incubator dan diapers.
3. Identitas ibu ditempel pada diapers sedangkan identitas BBLR ditempel pada
incubator.
4. Sticker identitas harus ditempel kembali saat perawat mengganti diapers bayi.

12. Identifikasi pada Bayi Kembar


1. Identifikasi Bayi Bayi Kembar dilakukan segera setelah bayi lahir dengan
menggunakan gelang yang berisi identitas ibu sesuai dengan prosedur
penerimaan bayi baru lahir.

2. Gunakan 2 gelang identitas di ekstremitas yang berbeda, 1 gelang berisi


identitas bayi dan dipasangkan di pergelangan tangan kanan, dan 1 berisi
identitas ibu bayi yang dipasang di kaki kanan bayi.

3. Petugas mempersiapkan gelang yang berisi stiker identitas nama ibu,sebelum


bayi lahir dengan 2 macam gelang sekaligus, gelang identitas bayi warna
merah muda jika bayi lahir perempuan dan gelang warna biru untuk bayi laki
laki.

4. Bayi yang lahir pertama dianggap sebagai bayi pertama (ditulis angka Romawi
I), dan bayi berikutnya sebagai bayi kedua dan seterusnya (ditulis angka
Romawi II dan seterusnya) dengan menggunakan 2 gelang yaitu gelang nama
ibu sama pada bayi kembar.

13. Identifikasi pemberian diet

Identifikasi pasien bagian Gizi dilakukan dengan :

1. Pembuatan daftar menu pasien baik lisan maupun tulisan saat pasien baru
masuk atau bila ada perubahan diet pasien.
2. Pada saat petugas gizi akan mempersiapkan makanan di pantry, petugas gizi
menempelkan stiker identitas pasien yang berisi nama pasien, nomor rekam
medis, kamar, kelas, tanggal dan diet yang diberikan.
3. Saat akan menyerahkan makanan di meja pasien, petugas gizi meminta pasien
untuk menyebutkan nama dan tanggal lahir.
12
4. Bila sudah sesuai dengan identitas pasien, petugas gizi menjelaskan gizi yang
diberikan kepada pasien.

14. Identifikasi Serah Terima Potongan Tubuh / Jaringan Pasien

1. Hasil operasi yang berupa potongan tubuh pasien atau jaringan yang akan
diperiksakan ke Laboratorium PA ditunjukkan kepada keluarga terlebih dahulu,
sedangkan potongan tubuh/ jaringan yang akan diserahkan kepada keluarga
terlebih dahulu dilakukan identifikasi.
2. Hasil Operasi berupa potongan tubuh pasien /jaringan yang akan diserahkan
kepada keluarga dimasukkan dalam tempat yang disesuaikan dengan ukuran
potongan jaringan. Bila potongan tubuh berukuran kecil ditempatkan pada
bokal, bila potongan tubuh berukuran besar ditempatkan pada plastik kuning
kemudian diberi label Stiker pasien ditunjukkan kepada keluarga dengan
terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap keluarga yang akan melakukan
serah terima.
3. Potongan tubuh yang akan diperiksa / PA dimasukkan dalam bokal direndam
dengan formalin 10%, sedangkan potongan tubuh yang akan diperiksakan
kromosom direndam dalam bokal steril dengan cairan NaCl 0,9%, antibiotic
sesuai dengan instruksi dokter dan heparin, kemudian diberi label stiker pasien
dan dikirim ke Laboratorium sesuai dengan SPO Penerimaan Sampel / Bahan
PA dari Unit Keperawatan ke Unit Laboratorium.
4. Petugas kamar bedah menanyakan Identitas pasien sesuai prosedur kepada
keluarga, dan meminta Kartu Identitas keluarga untuk dicatat nomor kartu
Identitas dalam buku register serah terima Jaringan.
5. Petugas kamar bedah menjelaskan potongan tubuh atau jaringan dan
menanyakan kepada keluarga apakah potongan tubuh/Jaringan hasil operasi
akan dibawa pulang atau tidak, jika akan dibawa pulang maka petugas
menjelaskan bahwa jaringan tersebut harus dikubur, tetapi jika keluarga tidak
membawa pulang dan meminta petugas kamar bedah untuk mengelola maka
dijelaskan bahwa potongan tubuh tersebut akan dilakukan pemusnahan/
pembuangan melalui pihak ketiga yang telah bekerjasama dengan rumah sakit.

13
6. Potongan tubuh yang akan diserahkan kepada keluarga diberi identitas berupa
nama lengkap, nomor rekam medism tanggal lahir, jenis kelamin dan bagian
tubuh yang diserahkan.
7. Jika keluarga setuju maka kaluarga harus menandatangani surat pernyataan
setuju dilakukan pemusnahan.

P. Identifikasi Pasien saat Pelayanan Fisioterapi

a) Rawat Jalan

1. Petugas Fisioterapi harus menanyakan kepada pasien / pengantar pasien :


nama pasien, tanggal lahir, dan mencocokkan dengan lembar rujukan
fisioterapi yang di dalamnya terdapat identitas pasien, no rekam medis, jenis
kelamin dan jenis pemeriksaan yang akan dilakukan.
2. Petugas Fisioterapi akan menginput data tindakan Fisioterapi, dengan
mencocokkan lembar permintaan.
3. Petugas mengidentifikasi pasien dengan menanyakan nama pasien dan
tanggal lahir sebelum melakukan tindakan rehabilitasi medik.
4. Petugas melakukan tindakan Fisioterapi sesuai dengan permintaan dokter
spesialis.
5. Petugas mengarahkan pasien untuk ke kasir untuk menyelesaikan administrasi
terlebih dahulu, setelah pasien menyerahkan slip pembayaran warna kuning,
petugas melakukan tindakan fisioterapi.

b) Rawat Inap

1. Perawat memberitahukan ke petugas Fisioterapi bahwa ada pasien yang akan


dilakukan tindakan fisiotherapi.
2. Petugas Fisioterapi melakukan identifikasi pasien dengan meminta pasien
untuk menyebutkan nama dan tanggal lahir pasien sebelum melakukan
tindakan fisioterapi dan membandingkan dengan gelang pasien dan formulir
rujukan Fisioterapi.
3. Petugas Fisoterapi melakukan dokumentasi di Catatan Perkembangan Pasien
Terintegrasi dan membuat charge slip serta melakukan input data di computer

Q. Identifikasi Jenazah

14
1. Pasien Meninggal dengan Identitas jelas
a. Rawat Jalan
1) Pasien rawat jalan yang meninggal, dipasang Gelang Identitas Pasien
sesuai dengan rekam medic.
b. Rawat Inap
1) Pasien Rawat Inap yang meninggal, Gelang Identitas Pasien tetap
terpasang, jangan dilepaskan.
2) Saat jenazah diserahterimakan ke kamar jenazah, dilakukan identifikasi
campuran dengan membandingan gelang identitas dengan keluarga
pasien.
2. Pasien meninggal tanpa identitas di IGD
Pasien rawat jalan yang meninggal, dipasang Gelang Identitas Pasien yang
berisikan 3 detail data yaitu Tn. X atau Ny. Y, L / P sesuai identifikasi jenis
kelamin dari petugas admission, tanggal masuk RS sesuai dengan standar
yang seharusnya.
3. Identifikasi Saat Serah Terima Jenasah
a) Jenasah yang sudah diberi / memakai Identitas Pasien dibawa oleh petugas
ruangan yang bersangkutan ke kamar Jenazah.
b) Pada saat keluarga pasien yang meninggal akan mengambil jenasah untuk
dibawa pulang, dilakukan Identifikasi verifikasi oleh petugas Keamanan
dengan menanyakan nama Jenasah, tanggal lahir atau alamat. Dicocokkan
dengan Gelang Identitas
c) Petugas mencatat identitas keluarga yang mengambil jenasah sesuai Identitas
yang tertera pada KTP
d) Pelepasan Gelang Identitas pada Jenasah dilakukan oleh petugas sekuriti,
disaksikan dan diverifikasi oleh keluarga, saat jenasah akan dimasukkan ke
dalam ambulan Jenasah untuk dilakukan transportasi rumah duka

R. Prosedur Pengenalan Pasien Saat Terjadi Bencana


1. Pasien akan dilabel sebagai Tn. X bila pasien adalah laki-laki, Ny. Y bila pasien
adalah perempuan, An. X bila pasien anak laki-laki dan An. Y bila pasien anak
perempuan , kemudian diberikan nomor di belakangnya sebagamana urutan
masuk ke rumah sakit.

15
Contoh : Tn. X1, Tn X2, dst jika laki – laki atau Ny. Y1, Ny. Y2, … dst jika
perempuan, An. X1, An. X2 bila pasien adalah anak laki-laki dan An. Y1, An. Y2
bila pasien adalah anak perempuan.

2. Tanggal yang tercantum pada gelang adalah tanggal saat masuk ke RS


3. No RM diberikan jika sudah ada identitas yang benar dan bencana sudah
teratasi
4. Saat pasien sudah dapat diidentifikasi, berikan gelang identitas baru dengan
identitas yang benar.
S. Identifikasi Saat Pelayanan Farmasi

Rawat Jalan

1. Pasien / pengantar pasien rawat jalan menyerahkan resep kepada petugas


farmasi dan petugas farmasi harus memverifikasi terlebih dahulu dengan
menanyakan nama pasien, tanggal lahir pasien.

2. Petugas Farmasi memberikan harga sesuai dengan jumlah obat yang


diresepkan kepada pasien. Selanjutnya pasien dipersilakan ke kasir untuk
membayar biaya obat.

3. Pada saat menyiapkan obat, petugas farmasi harus selalu memperhatikan 6


benar (nama pasien, jenis obat, indikasi, dosis obat, cara pemakaian, dan efek
samping obat) sampai pada saat akan diserahkan kepada pasien.

4. Petugas farmasi melakukan double check independent pada obat yang


termasuk HAM (High Alert Medications) atau LASA (Look Alike Sound Alike)
dengan petugas yang lebih senior

5. Saat akan mengambil obat petugas harus mencocokkan dan menanyakan


identitas yang ada di kuitansi, resep obat, dan kemasan obat.

Rawat Inap

1. Untuk pasien di rawat inap, petugas menyiapkan obat sesuai yang tertulis di
kartu obat, memperhatikan 6 benar dan melakukan independent double check

2. Petugas farmasi memasukkan obat dalam Troly Obat Ruang Rawat Inap yang
sudah diantar oleh petugas ruangan, troly berisi container obat pasien selama

16
sehari, dengan membaca identtas stiker pasien dalam container dan Lembar
Permintaan Obat.

3. Saat menyerahkan kepada petugas ruangan untuk dibawa ke ruangan harus


dilakukan cek ulang bersama petugas ruangan identitas pasien dan obat yang
didapatkan

4. Petugas ruangan menyimpan troly obat di ruang obat dalam ruang . Pada saat
akan memberikan obat kepada pasien petugas di ruangan juga memperhatikan
identitas pasien, 6 benar dan melakukan independent double check

T. Identifikasi Pasien di Kasir


1. Rawat Jalan
a. Identifikasi pasien di kasir rawat jalan dilakukan dengan metode gabungan
yaitu visual dan verbal.
b. Petugas kasir menerima charge slip tindakan dan atau konsultasi/ formulir
laboratorium/ resep.
c. Petugas Kasir meminta pasien/ keluarga untuk menyebutkan nama dan
tanggal lahir pasien dan mencocokkan dengan data yang ada di charge
slip/ formulir/ resep.
d. Petugas kasir memverifikasi jenis tindakan/ konsultasi/ resep/ pemeriksaan
yang telah dijalani oleh pasien.
e. Petugas kasir menerima pembayaran dari pasien

2. Rawat Inap
a. Identifikasi pasien di kasir rawat inap dilakukan dengan metode gabungan
yaitu visual dan verbal.
b. Petugas kasir menerima form pemulangan pasien.
c. Petugas Kasir meminta pasien/ keluarga untuk menyebutkan nama dan
tanggal lahir pasien dan mencocokkan dengan data yang ada di form
pemulangan pasien dan berkas keuangan milik pasien selama di rawat.
d. Pasien melakukan pembayaran sesuai dengan tagihan pasien.
e. Petugas kasir menerima pembayaran dari pasien

U. Barang Pasien

17
15. Barang pasien yang harus diidentifikasi adalah barang-barang berharga (hp,
dompet, laptop, perhiasan atau yang lainnya) milik pasien yang dititipkan ke

B. MACAM- MACAM GELANG IDENTIFIKASI

1) Gelang identitas Pasien dibedakan menurut jenis kelamin dengan


menggunakan warna yang berbeda. Warna merah muda untuk pasien dengan
jenis kelamin perempuan dan warna biru muda sebagai penanda jenis kelamin
laki-laki.
2) Gelang identitas pasangkan pada tangan yang dominan kecuali untuk
neonatus, prosedur pemasangan mengikuti aturan pemasangan gelang
identitas pada neonatus.
3) Apabila pasien memiliki alergi (makanan, obat atau zat tertentu), ditambahkan
klip warna merah, dan ditulis pada status Rekam Medik pasien “Alergi……..”
sesuai dengan jenis alergi yang dimiliki.
4) Identifikasi risiko jatuh menggunakan klip warna kuning diberikan bagi lanjut
usia atau pasien dengan risiko jatuh (setelah dilakukan penilaian dengan
standar yang ada), sedangkan pasien anak dibawah 5 tahun secara otomatis
dinyatakan sebagai pasien risiko jatuh tetapi tidak menggunakan klip risiko
jatuh.
5) Pada pasien dengan keadaan fase terminal dimana keluarga sudah
menyatakan tidak bersedia dilakukan resusitasi jika terjadi henti nafas dan henti
jantung, dituliskan DNR pojok kanan atas Lembar Masuk dan Keluar

C. MELEPAS GELANG IDENTIFIKASI


D. EDUKASI PASIEN DAN KELUARGA

Identifikasi pasien sangat melibatkan pasien dan keluarga dalam penerapannya.


Pasien dan keluarga sangat berperan aktif dalam proses identifikasi ini. Materi
edukasi yang harus diberikan kepada keluarga adalah :
1) Penjelasan tentang resiko kesalahan identitas yang mungkin terjadi.
2) Meminta pasien dan keluarga untuk turut mem-verifikasi identitasnya.
3) Meminta pasien untuk aktif bertanya dan mencocokkan pemeriksaan,
tindakan medis, atau obat-obatan sebelum diberikan.

18
4) Mendorong pasien dan keluarga untuk berperan aktif dalam keseluruhan
proses identifikasi dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan
ketepatan jenis layanan yang mereka terima.
Pada saat perawatan, perawat melakukan edukasi pemasangan gelang identitas
mengenai :

1) Tujuan pemasangan gelang


2) Resiko kesalahan identitas yang mungkin terjadi
3) Partisipasi pasien dan keluarga untuk turut memastikan ketepatan
identitasnya
4) Macam-macam warna gelang
5) Lokasi pemasangan gelang
6) Cara perawatan gelang
7) Meminta pasien untuk aktif bertanya dan mencocokkan pemeriksaan, tindakan
medis atau obat-obatan sebelum diberikan
8) Mendorong pasien dan keluarga untuk berperan aktif dalam keseluruhan
proses identifikasi dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan
ketepatan jenis layanan yang mereka terima
9) Kapan gelang bisa dilepas

E. PELAPORAN INSIDEN/ KEJADIAN KESALAHAN IDENTIFIKASI PASIEN

A. KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB.

2. Seluruh petugas Rumah Sakit

a. Memahami dan menerapkan prosedur identifikasi pasien

b. Memastikan identifikasi pasien yang benar ketika pemberian obat, darah


atau produk darah, pengambilan darah dan specimen lain untuk
pemeriksaan klinis atau pemberian pengobatan atau tindakan lain.

c. Melaporkan kejadian salah identifikasi pasien termasuk hilangnya gelang


identitas.

d. Melaporkan dan menggantikan segera jika menemukan pasien rawat inap


tanpa gelang identitas.

3. Perawat penanggung jawab pasien

19
a. Bertanggung jawab untuk memakaikan gelang identitas pasien dan
memastikan kebenaran data yang tercatat di gelang identitas.

b. Memastikan gelang identitas terpasang dengan baik.

c. Tidak mencoret sticker identitas bila menemukan kesalahan.

4. Perawat IGD

a. Bertanggung jawab memakaikan gelang identitas pasien dan memastikan


kebenaran data yang tercatat di gelang untuk pasien rawat inap.

b. Memastikan gelang identitas pasien terpasang dengan baik sebelum masuk


ke rawat inap

c. Membuat / memperbaiki gelang identitas pasien apabila ditemukan gelang


yang salah.

5. Bidan penerima bayi baru lahir di kamar bersalin / kamar operasi

Bertanggung jawab memakaikan gelang identitas pasien sementara pada


bayi baru lahir dengan sticker nama ibu sebelum bayi mendapatkan gelang
identitas dengan nomor rekam medis sendiri.

6. Kepala Ruangan

a. Memastikan seluruh petugas di unitnya memahami prosedur identifikasi


pasien dan menerapkannya sesuai dengan aturan yang berlaku.

b. Menyelidiki semua insiden salah identifikasi pasien dan memastikan


terlaksananya suatu tindakan untuk mencegah terulangnya kembali insiden
tersebut.

7. Direktur
Menetapkan Kebijakan Keselamatan Pasien dengan salah satu sasarannya
adalah Ketepatan Identifikasi Pasien.

B. Identifikasi Pasien
Secara umum, seluruh ruangan/bagian klinis ( keperawatan, penunjang medik, gizi,
unit khusus) maupun non klinis ( admission , kasir ) melakukan identifikasi dengan
menggunakan beberapa cara, yaitu :

a. Verbal dengan menggunakan pertanyaan terbuka kepada pasien, meliputi :

20
3) Nama lengkap ( sesuai dengan KTP, Paspor/ SIM)

4) Tanggal lahir

Atau apabila terdapat kesamaan / ketidakjelasan identitas nama lengkap dan


tanggal lahir, dapat dipergunakan identitas tambahan berupa : alamat, dan
keluarga terdekat pasien.

Identifikasi verbal digunakan pada pasien rawat jalan yang kompeten ( atau
didampingi oleh keluarga/ petugas yang mengantar), secara khusus digunakan
oleh bagian Fisioterapi, Radiologi, Farmasi, Laboratorium, IGD non observasi.

b. Visual dengan menggunakan alat bantu yang meliputi :


3) Pada pasien rawat inap : menggunakan gelang identitas pasien

4) Pada pasien rawat jalan : menggunakan charge slip pembayaran pasien.

Identifikasi secara visual digunakan pada pasien rawat inap / rawat jalan yang
membutuhkan tindakan medik atau observasi.

c. Verbal dan Visual (campuran) dengan memberikan pertanyaan terbuka dan


mencocokkan dengan data yang ada seperti nomor rekam medis, gelang
identitas.

Digunakan pada pasien rawat inap / rawat jalan misalnya pada proses
pembagian obat, akan melakukan tindakan / prosedur tertentu.

d. Yang termasuk ke dalam kategori pasien tidak kompeten adalah sbb :

12) Gangguan jiwa

13) Gangguan kesadaran

14) Retardasi mental

15) Hambatan berbicara (disartria)

16) Hambatan bahasa

17) Anak < 5 th

18) Geriatri > 80 th dengan gangguan kognitif (demensia)

19) Tuna rungu

20) Tuna wicara

21) Dalam kondisi tersedasi


21
22) Meninggal dunia

e. Informasi yang tertera pada label gelang identitas pasien meliputi:

4) Nama lengkap pasien (sesuai identitas resmi: KTP/SIM/paspor)

5) Tanggal lahir

6) Nomor rekam medis

f. Identitas tambahan pada struk pendaftaran pasien dapat berupa poliklinik yang
dituju & nama DPJP.

g. Identitas tambahan pada pemeriksaan laboratorium (blanko permintaan dan


label spesimen) berupa nama dokter yang meminta pemeriksaan, jenis
pemeriksaan dan nomor spesimen laboratorium.

h. Identitas tambahan pada pemeriksaan radiologi berupa nama dokter yang


meminta pemeriksaan.

i. Identitas tambahan untuk rekam medik berupa jenis kelamin, pekerjaan, nomer
yang bisa dihubungi, dan lain – lain.

C. Jenis dan warna gelang identitas pasien

1. Gelang identitas Pasien dibedakan menurut jenis kelamin dengan


menggunakan warna yang berbeda. Warna merah muda untuk pasien dengan
jenis kelamin perempuan dan warna biru muda sebagai penanda jenis kelamin
laki-laki.

2. Gelang identitas pasangkan pada tangan yang dominan kecuali untuk


neonatus, prosedur pemasangan mengikuti aturan pemasangan gelang
identitas pada neonatus.

3. Apabila pasien memiliki alergi (makanan, obat atau zat tertentu), ditambahkan
klip warna merah, dan ditulis pada status Rekam Medik pasien “Alergi……..”
sesuai dengan jenis alergi yang dimiliki.

4. Identifikasi risiko jatuh menggunakan klip warna kuning diberikan bagi lanjut
usia atau pasien dengan risiko jatuh (setelah dilakukan penilaian dengan
standar yang ada), sedangkan pasien anak dibawah 5 tahun secara otomatis

22
dinyatakan sebagai pasien risiko jatuh tetapi tidak menggunakan klip risiko
jatuh.

5. Pada pasien dengan keadaan fase terminal dimana keluarga sudah


menyatakan tidak bersedia dilakukan resusitasi jika terjadi henti nafas dan henti
jantung, dituliskan DNR pojok kanan atas Lembar Masuk dan Keluar

D. Proses Identifikasi
Proses identifikasi dilakukan pada saat :
1. Registrasi rawat inap
2. Registrasi rawat jalan
3. Pasien akan mendapatkan tindakan medis
4. Perpindahan pasien antar unit
5. Merujuk pasien ke rumah sakit lain
6. Sebelum pemeriksaan penunjang diagnostik (laboratorium dan radiologi)
7. Sebelum penyerahan hasil penunjang diagnostik (laboratorium dan radiologi)
8. Sebelum transfusi darah / produk darah
9. Sebelum melakukan tindakan fisioterapi
10. Penyerahan organ tubuh
11. Identifikasi bayi baru lahir
12. Pembagian makanan
13. Penyerahan obat
14. Pelayanan administrasi
15. Terjadi bencana / KLB
16. Konfirmasi kematian dan penyerahan jenazah

E. Edukasi Pasien dan Keluarga


Identifikasi pasien sangat melibatkan pasien dan keluarga dalam penerapannya.
Pasien dan keluarga sangat berperan aktif dalam proses identifikasi ini. Materi
edukasi yang harus diberikan kepada keluarga adalah :
1. Penjelasan tentang resiko kesalahan identitas yang mungkin terjadi.
2. Meminta pasien dan keluarga untuk turut mem-verifikasi identitasnya.
3. Meminta pasien untuk aktif bertanya dan mencocokkan pemeriksaan, tindakan
medis, atau obat-obatan sebelum diberikan.

23
4. Mendorong pasien dan keluarga untuk berperan aktif dalam keseluruhan proses
identifikasi dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan ketepatan jenis
layanan yang mereka terima.

Pada saat perawatan, perawat melakukan edukasi pemasangan gelang identitas


mengenai :

1. Tujuan pemasangan gelang


2. Resiko kesalahan identitas yang mungkin terjadi
3. Partisipasi pasien dan keluarga untuk turut memastikan ketepatan identitasnya
4. Macam-macam warna gelang
5. Lokasi pemasangan gelang
6. Cara perawatan gelang
7. Meminta pasien untuk aktif bertanya dan mencocokkan pemeriksaan, tindakan
medis atau obat-obatan sebelum diberikan
8. Mendorong pasien dan keluarga untuk berperan aktif dalam keseluruhan proses
identifikasi dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan ketepatan jenis
layanan yang mereka terima
9. Kapan gelang bisa dilepas

BAB III

TATA LAKSANA

16. Prinsip
1. Semua pasien rawat inap, rawat jalan, IGD, dan yang akan menjalani suatu
prosedur harus diidentifikasi dengan benar saat masuk rumah sakit dan selama
masa perawatannya.
2. Pada pasien rawat jalan identifikasi pasien menggunakan tanda pengenal
pasien yang sah seperti KTP/SIM, verifikasi dengan pasien dan atau keluarga
untuk mendapatkan data pasien.
3. Sedangkan pada pasien rawat inap, gelang identifikasi pasien merupakan alat
identifikasi yang dipasangkan kepada pasien secara individual yang digunakan

24
sebagai identitas pasien selama dirawat di rumah sakit. Gelang Identitas pasien
mempunyai warna berbeda untuk membedakan jenis kelamin, warna merah
muda untuk pasien perempuan dan biru muda untuk pasien laki-laki
4. Kapanpun dimungkinkan, pasien rawat inap harus menggunakan gelang
identitas dengan 3 data seperti nama lengkap pasien, tanggal lahir dan nomor
rekam medic.
5. Urutan identifikasi yang ditanyakan adalah nama dan tanggal lahir, jika tidak
diketahui 2 data tersebut atau jika data tersebut sama dengan pasien lain,
maka ditanyakan alamat rumah, nama keluarga terdekat.
6. Tujuan utama tanda pengenal ini adalah untuk mengidentifikasi pemakainya.

7. Tanda pengenal ini digunakan pada proses untuk mengidentifikasi pasien


ketika pemberian obat, darah, atau produk darah; pengambilan darah dan
spesimen lain untuk pemeriksaan klinis; atau pemberian pengobatan atau
tindakan lain.

17. Cara Mengidentifikasi Pasien di Bagian Klinis

Langkah-langkah untuk melakukan identifikasi pasien di bagian klinis


(Keperawatan, Penunjang Medis, Unit Khusus, Gizi) adalah sebagai berikut :

1. Pada pasien yang kompeten dalam berkomunikasi: tanyakan langsung kepada


pasien; nama lengkap (sesuai KTP / paspor / SIM) dan tanggal lahir. Jika ada
kesamaan atau tidak jelas dapat digunakan identitas tambahan berupa :
alamat tempat tinggal pasien, nama Keluarga terdekat.

2. Pada pasien yang tidak kompeten dalam berkomunikasi: tanyakan identitas


pasien kepada keluarga dan atau petugas yang mengantar pasien.

3. Mencocokkan jawaban pasien / keluarga / petugas yang mengantar dengan


identitas yang tertera pada gelang yang dipakai pasien (nama lengkap, tanggal
lahir, no RM), charge slip pendaftaran pasien (poli rawat jalan), label identitas
pada bon permintaan pemeriksaan penunjang (bagian penunjang medik &
laboratorium).

4. Mencocokkan identitas pada gelang / struk pendaftaran pasien (nama lengkap,


tanggal lahir, no.rekam medis dan jenis kelamin) dengan label identitas pada

25
rekam medis pasien (atau pada bon permintaan pemeriksaan penunjang / struk
menu makanan / buku ekspedisi pasien / buku register bayi / resep obat, dll.)

18. Cara mengidentifikasi Pasien di Bagian Non Klinis

Langkah-langkah untuk melakukan identifikasi pasien di bagian non-klinis


(Admission, Administrasi Keuangan/kasir) adalah sebagai berikut :

1. Pada pasien yang kompeten dalam berkomunikasi:


a. tanyakan langsung kepada pasien : nama lengkap (sesuai KTP / paspor /
SIM) dan tanggal lahir.
b. Jika ada kesamaan atau tidak jelas dapat digunakan identitas tambahan
berupa :

a) Alamat tempat tinggal pasien

b) Nama keluarga terdekat


2. Pada pasien yang tidak kompeten dalam berkomunikasi:
Tanyakan identitas pasien kepada keluarga dan / atau petugas yang
mengantar pasien.
3. Mencocokkan jawaban pasien / keluarga / petugas yang mengantar dengan
identitas yang tertera pada: KTP / SIM / Paspor (Admission) atau Charge Slip
Pasien

4. Pada bagian Admission dapat dikonfirmasi dengan Kartu Pasien jika pasien
pernah berobat di Rumah Sakit.

5. Khusus bagian Administras Keuangan/ Kasir : Mencocokkan label identitas


pada charge slip (nama lengkap, tanggal lahir, no RM) dengan label identitas
pada lembar rincian biaya perawatan.

19. Prosedur yang Membutuhkan Identifikasi Pasien dengan Benar

1. Prosedur identifikasi pasien diperlukan saat :


a. Pasien masuk rawat inap
b. Pasien masuk rawat jalan
c. Pasien akan mendapatkan tindakan medis
d. Perpindahan pasien antar unit

26
e. Merujuk pasien ke rumah sakit lain
f. Sebelum pemeriksaan penunjang diagnostik (laboratorium dan radiologi)
g. Sebelum penyerahan hasil penunjang diagnostik (laboratorium dan
radiologi)
h. Sebelum melakukan tindakan fisioterapi
i. Sebelum transfusi darah / produk darah
j. Penyerahan organ tubuh
k. Identifikasi bayi baru lahir
l. Pembagian makanan
m. Penyerahan obat
n. Pelayanan administrasi
o. Terjadi bencana / KLB
p. Konfirmasi kematian dan penyerahan jenazah
2. Para petugas rumah sakit harus mengkonfirmasi identifikasi pasien dengan
benar dengan cara aktif / pasif dengan menanyakan nama dan tanggal lahir
pasien, kemudian membandingkannya dengan yang tercantum di rekam medis
dan gelang identitas. Jangan menyebutkan nama, tanggal lahir dan meminta
pasien untuk mengkonfirmasi dengan jawaban ya / tidak ( gunakan kalimat
terbuka ).
3. Jangan melakukan prosedur apapun jika pasien tidak memakai gelang
identitas. Gelang identitas harus dipakaikan ulang oleh perawat yang bertugas
menangani pasien secara personal sebelum pasien menjalani suatu prosedur.

20. Prosedur Pemakaian Gelang identitas

1. Semua pasien harus diidentifikasi dengan benar sebelum pemberian obat,


darah, atau produk darah; pengambilan darah dan spesimen lain untuk
pemeriksaan klinis; atau pemberian pengobatan atau tindakan lain.

2. Pakaikan gelang identitas di pergelangan tangan pasien yang dominan,


jelaskan dan pastikan gelang tepasang dengan baik dan nyaman untuk pasien.

3. Jika tidak dapat dipakaikan di pergelangan tangan, pakaikan di pergelangan


kaki. Pada situasi di mana tidak dapat dipasang di pergelangan kaki, gelang
identitas dapat dipakaikan di baju pasien di area yang jelas terlihat. Hal ini
harus dicatat di rekam medis pasien, di Form Catatan Perkembangan Pasien
Terintregasi, Form Pemeberian Obat, Form Laboratorium, Catatan Diet Pasien.
27
Gelang identitas harus dipasang ulang jika baju pasien diganti dan harus selalu
menyertai pasien sepanjang waktu.

4. Pada kondisi tidak memakai baju, gelang identitas harus menempel pada
tempat tidur/ incubator pasien. Hal ini harus dicatat di rekam medis pasien, di
Form Intregasi, Form Pemeberian Obat, Form Laboratorium, Catatan Diet
Pasien.

5. Gelang identitas hanya boleh dilepas saat pasien keluar/pulang dari rumah
sakit, atau saat pasien menjalani suatu prosedur dimana Gelang Identitas
Pasien mengganggu, saaat prosedur selesai Gelang Identitas harus dipasang
kembali

6. Gelang identitas pasien sebaiknya mencakup 2 detail wajib yang dapat


mengidentifikasi pasien, yaitu:

a. Nama lengkap pasien dengan minimal 2 suku kata (sesuai KTP/ SIM)

b. Tanggal lahir pasien (tanggal/bulan/tahun) jika tidak tahu tanggal lahir


maka ditulis tanggal masuk Rumah Sakit

c. Nomor rekam medis pasien

7. Detail lainnya adalah warna gelang sesuai jenis kelamin, Merah Muda
digunakan untuk pasien wanita, biru muda untuk pasien laki-laki, klip warna
merah untuk pasien dengan Alergi, klip kuning untuk risiko jatuh dan tulisan
“DNR” jika pasien atau keluarga menyatakan bahwa bila terjadi kegawat
daruratan terhadap pasien tidak perlu dilakukan resusitasi.

8. Nama tidak boleh disingkat. Nama harus sesuai dengan yang tertulis di rekam
medis.

9. Jangan pernah mencoret dan menulis ulang di gelang identitas.

10. Ganti gelang identitas jika terdapat kesalahan penulisan data, dengan meminta
sticker ke Admission.

11. Jika gelang identitas terlepas, segera berikan gelang identitas yang baru.

12. Gelang identitas harus dipakai oleh semua pasien selama perawatan di rumah
sakit.

13. Jelaskan prosedur identifikasi dan tujuannya kepada pasien.

28
14. Periksa ulang 4 detail data di gelang identitas sebelum dipakaikan ke pasien.

15. Saat menanyakan identitas pasien, selalu gunakan pertanyaan terbuka,


misalnya: ‘Siapa nama Anda?’ (jangan menggunakan pertanyaan tertutup
seperti ‘Apakah nama anda Ibu Susi?’)

16. Jika pasien tidak mampu memberitahukan namanya (misalnya pada pasien
tidak sadar, disfasia, gangguan jiwa, geriatri, anak < 5 th), verifikasi identitas
pasien kepada keluarga / pengantarnya. Jika mungkin, gelang identitas jangan
dijadikan satu-satunya bentuk identifikasi sebelum dilakukan suatu intervensi.
Tanya ulang nama dan tanggal lahir pasien, kemudian bandingkan jawaban
pasien dengan data yang tertulis di gelang identitasnya.

17. Semua pasien rawat inap dan yang akan menjalani prosedur keperawatan
seperti tranfusi darah, semua jenis pemberian obat, tindakan pemeriksaan
penunjang baik laboratorium atau radiologi, menggunakan 1 gelang identitas.

18. Untuk pasien neonatus, gunakan 2 gelang identitas pada sisi kanan pada
ekstremitas yang berbeda, 1 gelang berisi identitas bayi dan dipasangkan di
pergelangan tangan kiri, dan 1 berisi identitas ibu bayi yang dipasang di kaki
kiri bayi.

19. Pengecekan gelang identitas dilakukan tiap kali pergantian jaga perawat.

20. Sebelum pasien ditransfer ke unit lain, lakukan identifikasi dengan benar dan
pastikan gelang identitas terpasang dengan baik. Unit yang menerima transfer
pasien harus menanyakan ulang identitas pasien dan membandingkan data
yang diperoleh dengan yang tercantum di gelang identitas.

21. Pada kasus pasien yang tidak menggunakan gelang identitas:

a. Hal ini dapat dikarenakan berbagai macam sebab, seperti:

1) Menolak penggunaan gelang identitas

2) Gelang identitas menyebabkan iritasi kulit

3) Gelang identitas terlalu besar / terlalu kecil

4) Pasien melepas gelang identitas

5) Kasus-kasus dengan penyulit, misalnya: luka bakar luas, fraktur


multipel

29
b. Pasien harus diinformasikan akan risiko yang dapat terjadi jika gelang
identitas tidak dipakai. Alasan pasien harus dicatat pada rekam medis dan
ada tanda tangan penolakan pemasangan gelang.

c. Jika pasien menolak menggunakan gelang identitas, petugas harus lebih


waspada dan mencari cara lain untuk mengidentifikasi pasien dengan
benar sebelum dilakukan prosedur kepada pasien yaitu dengan
menanyakan nama dan tanggal lahir dan dicocokkan dengan rekam
medis

d. Untuk pasien yang alergi terhadap gelang, maka gelang ditempelkan di


baju pasien dan harus dipindahkan / diganti saat baju dilepas.

e. Untuk kasus dengan penyulit maka gelang ditempelkan di baju pasien dan
harus dipindahkan / diganti jika baju dilepas

21. Identifikasi Pasien yang Menjalani Prosedur Pemeriksaan Radiologi:


10. Petugas harus memastikan identitas pasien dengan benar sebelum melakukan
prosedur, dengan cara:
d. Meminta pasien untuk menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahirnya.
e. Periksa dan bandingkan data pada gelang identitas dengan rekam medis.
f. Jika terdapat ≥ 2 pasien di radiologi dangan nama yang sama, periksa
ulang identitas dengan urutan alamat rumah, dan nama keluarga terdekat.
11. Jika data pasien tidak lengkap, informasi lebih lanjut harus diperoleh sebelum
pajanan radiasi (exposure) dilakukan.
12. Untuk rawat jalan konfirmasi secara aktif dan pasif dengan mencocokkan
lembar permintaan pemeriksaan radiologi yang berisi nama lengkap, tanggal
lahir, no rekam medis dan verifikasi dengan pasien / keluarga pasien.
13. Untuk rawat inap dilakukan secara aktif dan pasif mencocokkan lembar
permintaan pemeriksaan radiologi yang berisi nama lengkap, tanggal lahir, no
rekam medis dan verifikasi dengan pasien / keluarga pasien / pengantar
pasien.
14. Sebelum melakukan pelayanan, petugas radiologi akan membuat identitas
pasien lalu menempelkan pada kaset film sehingga data pasien akan otomatis
tampil pada hasil foto.

30
15. Setelah hasil foto dengan identitasnya tercetak, petugas akan menuliskan
identitas pasien pada amplop hasil yang dilakukan secara pasif dengan
mencocokkan antara data pasien di permintaan radiologi, struk pembayaran
dan hasil cetakan.
16. Hasil cetakan akan diinterpretasi oleh dr Spesialis Radilogi dengan melakukan
proses identifikasi pasien terlebih dahulu.
17. Setelah diinterpretasi petugas Radiologi akan memasukkan hasil cetakan dan
hasil interpretasi tertulis ke dalam amplop dengan mencocokkan identitas
terlebih dahulu.
18. Identitas tambahan pada pemeriksaan radiologi (blanko permintaan, amplop
hasil, hasil cetakan) berupa nama dokter yang meminta pemeriksaan, nama
bagian yang diperiksa, nomor foto.

22. Proses Identifikasi Pasien Rawat Jalan

5. Proses identifikasi dilakukan secara aktif / pasif / keduanya


6. Pasien poliklinik yang akan menjalani prosedur / tindakan invasive harus
menggunakan gelang identitas seperti pemberian infuse venofer atau tindik
bayi, pasien yang akan menjalani pemeriksaan radiologi dengan menggunakan
kontras.
7. Sebelum melakukan suatu prosedur/ terapi, tenaga medis harus menanyakan
identitas pasien berupa nama dan tanggal lahir. Data ini harus dikonfirmasi
dengan yang tercantum pada rekam medis.
8. Jika pasien rawat jalan tidak dapat mengidentifikasi dirinya sendiri, verifikasi
data dengan menanyakan keluarga / pengantar pasien.

23. Identifikasi Pasien di Kamar Operasi

6. Di ruang penerimaan pasien petugas kamar operasi melakukan serah terima


pasien dengan menyebutkan identitas pasien, prosedur yang akan dijalani,
lokasi pembedahan, dan persiapan operasi yang telah dilakukan di ruang
perawatan, serta mengecek kelengkapan dokumen yang diperlukan (foto
Rontgen, persetujuan tindakan, form pra operasi, dll)
7. Petugas memastikan bahwa pasien masih mengenakan gelang identitas, jika
diperlukan untuk melepas gelang identitas selama dilakukan operasi,
31
tugaskanlah seorang perawat di kamar operasi untuk bertanggungjawab
melepas dan memasang kembali gelang identitas pasien. Gelang identitas
yang dilepas harus ditempelkan di depan rekam medis pasien
8. Jika data tidak lengkap, pasien tidak mengenakan gelang identitas maka
prosedur operasi tidak boleh dilakukan
9. Melakukan prosedur Safety Surgery dengan benar dan tepat
10. Identifikasi penyerahan bagian tubuh pasien operasi juga memuat data, yaitu
nama lengkap pasien, tanggal lahir dan nomer rekam medis sesuai yang ada
dalam gelang identitas

24. Identifikasi Pasien saat Prosedur Pengambilan Spesimen


Laboratorium

Rawat Jalan :

6. Petugas laboratorium harus menanyakan kepada pasien / pengantar pasien :


nama pasien, tanggal lahir, dan mencocokkan dengan lembar permintaan
pemeriksaan spesimen yang di dalamnya terdapat identitas pasien, no rekam
medis, jenis kelamin dan jenis pemeriksaan yang akan dilakukan.
7. Petugas laboratorium akan menginput data pemeriksaan laborat, dengan
mencocokkan lembar permintaan pemeriksaan.
8. Petugas mengidentifikasi pasien dengan menanyakan nama pasien dan
tanggal lahir sebelum melakukan pengambilan darah.
9. Petugas mengarahkan pasien untuk ke kasir untuk menyelesaikan administrasi
dengan menyertakan formulir laboratorium.
10. Saat penyerahan hasil, proses identifikasi dengan menanyakan dan
mencocokkan antara kuitansi dan hasil laboratorium.

Rawat Inap

5. Perawat memberitahukan ke petugas Laboratorium bahwa ada pemeriksaan


Laboratorium saat jam sampling.
6. Petugas Laboratorium menempelkan stiker identitas pasien pada tabung
pemeriksaan.
7. Petugas Laboratorium melakukan identifikasi pasien dengan meminta pasien
untuk menyebutkan nama dan tanggal lahir pasien sebelum melakukan
32
sampling dibandingkan dengan gelang pasien dan formulir laboratorium serta
identitas di tabung pemeriksaan.
8. Sampel dilakukan pemeriksaan dengan prosedur yang ditetapkan dan
didapatkan hasil yang kemudian pada saat penyerahan hasil dilakukan proses
identifikasi dengan mencocokkan Lembar Permintaan dengan buku ekspedisi
Laboratorium.

25. Identifikasi saat Pemberian Produk Darah

7. Identifikasi pasien saat pengambilan sampel darah merupakan tanggung jawab


perawat yang mengambil sampel darah.
8. Identifikasi pasien saat menerima darah menjadi tanggung jawab perawat
penerima darah
9. Identifikasi pasien saat akan memberikan komponen darah (tranfusi)
merupakan tanggung jawab perawat yang akan memberikan komponen darah.
10. Dua orang petugas RS yang kompeten harus memastikan kebenaran: data
demografik pada kantong darah, jenis darah, golongan darah pada pasien dan
yang tertera pada kantong darah, waktu kadaluarsanya, dan identitas pasien
pada gelang identitas.
11. Perawat harus meminta pasien untuk menyebutkan nama lengkap dan tanggal
lahirnya, serta menanyakan golongan darah. Bila pasien tidak tahu atau tidak
bisa menjawab maka perlu pengecekan ulang dari rekam medik dan konfirmasi
dari keluarga.
12. Jika petugas RS tidak yakin / ragu akan kebenaran identitas pasien, jangan
lakukan transfusi darah sampai diperoleh kepastian identitas pasien dengan
benar.

26. Prosedur Identifikasi pada Bayi Baru Lahir atau Neonatus

7. Gunakan 2 gelang identitas di ekstremitas yang berbeda, 1 gelang berisi


identitas bayi dan dipasangkan di pergelangan tangan kanan, dan 1 berisi
identitas ibu bayi yang dipasang di kaki kanan bayi.

8. Petugas mempersiapkan gelang yang berisi stiker identitas nama ibu,sebelum


bayi lahir dengan 2 macam gelang sekaligus, gelang identitas bayi warna

33
merah muda jika bayi lahir perempuan dan gelang warna biru untuk bayi laki
laki.

9. Data di gelang identitas pada kaki bayi berisikan identitas ibu yaitu nama ibu,
tanggal lahir ibu, nomor rekam medis ibu.

10. Saat nama bayi sudah didaftarkan ke admission, akan dipakaikan gelang bayi
dengan identitas ‘By Ny…. nama ibu, dengan no rekam medis bayi sendiri akan
dipasang di pergelangan tangan kanan jika dalam keadaan tidak ada kelainan
pada lengan kanan.

11. Pada kondisi di mana jenis kelamin bayi sulit ditentukan, maka bayi dianggap
berjenis kelamin yang lebih dominan terlihat.

12. Selain gelang, petugas RS harus mengambil cap kaki bayi dan jempol kiri ibu
bayi dan dibubuhkan di dalam lembar rekam medis.

27. Identifikasi Bayi Berat Lahir Rendah


5. Gunakan 2 gelang identitas, 1 buah berisi gelang identitas ibu yang
dipasangkan di kaki kanan dan 1 gelang identitas berisi identitas bayi yang
dipasangkan di tangan kanan.
6. Apabila gelang identitas pasien terlau besar dan cenderung terlepas, maka
identitas BBLR di buatkan dalam bentuk sticker yang ditempelkan pada
incubator dan diapers.
7. Identitas ibu ditempel pada diapers sedangkan identitas BBLR ditempel pada
incubator.
8. Sticker identitas harus ditempel kembali saat perawat mengganti diapers bayi.

28. Identifikasi pada Bayi Kembar


5. Identifikasi Bayi Bayi Kembar dilakukan segera setelah bayi lahir dengan
menggunakan gelang yang berisi identitas ibu sesuai dengan prosedur
penerimaan bayi baru lahir.

6. Gunakan 2 gelang identitas di ekstremitas yang berbeda, 1 gelang berisi


identitas bayi dan dipasangkan di pergelangan tangan kanan, dan 1 berisi
identitas ibu bayi yang dipasang di kaki kanan bayi.

34
7. Petugas mempersiapkan gelang yang berisi stiker identitas nama ibu,sebelum
bayi lahir dengan 2 macam gelang sekaligus, gelang identitas bayi warna
merah muda jika bayi lahir perempuan dan gelang warna biru untuk bayi laki
laki.

8. Bayi yang lahir pertama dianggap sebagai bayi pertama (ditulis angka Romawi
I), dan bayi berikutnya sebagai bayi kedua dan seterusnya (ditulis angka
Romawi II dan seterusnya) dengan menggunakan 2 gelang yaitu gelang nama
ibu sama pada bayi kembar.

29. Identifikasi pemberian diet

Identifikasi pasien bagian Gizi dilakukan dengan :

5. Pembuatan daftar menu pasien baik lisan maupun tulisan saat pasien baru
masuk atau bila ada perubahan diet pasien.
6. Pada saat petugas gizi akan mempersiapkan makanan di pantry, petugas gizi
menempelkan stiker identitas pasien yang berisi nama pasien, nomor rekam
medis, kamar, kelas, tanggal dan diet yang diberikan.
7. Saat akan menyerahkan makanan di meja pasien, petugas gizi meminta pasien
untuk menyebutkan nama dan tanggal lahir.
8. Bila sudah sesuai dengan identitas pasien, petugas gizi menjelaskan gizi yang
diberikan kepada pasien.

30. Identifikasi Serah Terima Potongan Tubuh / Jaringan Pasien

8. Hasil operasi yang berupa potongan tubuh pasien atau jaringan yang akan
diperiksakan ke Laboratorium PA ditunjukkan kepada keluarga terlebih dahulu,
sedangkan potongan tubuh/ jaringan yang akan diserahkan kepada keluarga
terlebih dahulu dilakukan identifikasi.
9. Hasil Operasi berupa potongan tubuh pasien /jaringan yang akan diserahkan
kepada keluarga dimasukkan dalam tempat yang disesuaikan dengan ukuran
potongan jaringan. Bila potongan tubuh berukuran kecil ditempatkan pada
bokal, bila potongan tubuh berukuran besar ditempatkan pada plastik kuning
kemudian diberi label Stiker pasien ditunjukkan kepada keluarga dengan

35
terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap keluarga yang akan melakukan
serah terima.
10. Potongan tubuh yang akan diperiksa / PA dimasukkan dalam bokal direndam
dengan formalin 10%, sedangkan potongan tubuh yang akan diperiksakan
kromosom direndam dalam bokal steril dengan cairan NaCl 0,9%, antibiotic
sesuai dengan instruksi dokter dan heparin, kemudian diberi label stiker pasien
dan dikirim ke Laboratorium sesuai dengan SPO Penerimaan Sampel / Bahan
PA dari Unit Keperawatan ke Unit Laboratorium.
11. Petugas kamar bedah menanyakan Identitas pasien sesuai prosedur kepada
keluarga, dan meminta Kartu Identitas keluarga untuk dicatat nomor kartu
Identitas dalam buku register serah terima Jaringan.
12. Petugas kamar bedah menjelaskan potongan tubuh atau jaringan dan
menanyakan kepada keluarga apakah potongan tubuh/Jaringan hasil operasi
akan dibawa pulang atau tidak, jika akan dibawa pulang maka petugas
menjelaskan bahwa jaringan tersebut harus dikubur, tetapi jika keluarga tidak
membawa pulang dan meminta petugas kamar bedah untuk mengelola maka
dijelaskan bahwa potongan tubuh tersebut akan dilakukan pemusnahan/
pembuangan melalui pihak ketiga yang telah bekerjasama dengan rumah sakit.
13. Potongan tubuh yang akan diserahkan kepada keluarga diberi identitas berupa
nama lengkap, nomor rekam medism tanggal lahir, jenis kelamin dan bagian
tubuh yang diserahkan.
14. Jika keluarga setuju maka kaluarga harus menandatangani surat pernyataan
setuju dilakukan pemusnahan.

S. Identifikasi Pasien saat Pelayanan Fisioterapi

c) Rawat Jalan

6. Petugas Fisioterapi harus menanyakan kepada pasien / pengantar pasien :


nama pasien, tanggal lahir, dan mencocokkan dengan lembar rujukan
fisioterapi yang di dalamnya terdapat identitas pasien, no rekam medis, jenis
kelamin dan jenis pemeriksaan yang akan dilakukan.
7. Petugas Fisioterapi akan menginput data tindakan Fisioterapi, dengan
mencocokkan lembar permintaan.
8. Petugas mengidentifikasi pasien dengan menanyakan nama pasien dan
tanggal lahir sebelum melakukan tindakan rehabilitasi medik.
36
9. Petugas melakukan tindakan Fisioterapi sesuai dengan permintaan dokter
spesialis.
10. Petugas mengarahkan pasien untuk ke kasir untuk menyelesaikan administrasi
terlebih dahulu, setelah pasien menyerahkan slip pembayaran warna kuning,
petugas melakukan tindakan fisioterapi.

d) Rawat Inap

4. Perawat memberitahukan ke petugas Fisioterapi bahwa ada pasien yang akan


dilakukan tindakan fisiotherapi.
5. Petugas Fisioterapi melakukan identifikasi pasien dengan meminta pasien
untuk menyebutkan nama dan tanggal lahir pasien sebelum melakukan
tindakan fisioterapi dan membandingkan dengan gelang pasien dan formulir
rujukan Fisioterapi.
6. Petugas Fisoterapi melakukan dokumentasi di Catatan Perkembangan Pasien
Terintegrasi dan membuat charge slip serta melakukan input data di computer

T. Identifikasi Jenazah

4. Pasien Meninggal dengan Identitas jelas


c. Rawat Jalan
2) Pasien rawat jalan yang meninggal, dipasang Gelang Identitas Pasien
sesuai dengan rekam medic.
d. Rawat Inap
3) Pasien Rawat Inap yang meninggal, Gelang Identitas Pasien tetap
terpasang, jangan dilepaskan.
4) Saat jenazah diserahterimakan ke kamar jenazah, dilakukan identifikasi
campuran dengan membandingan gelang identitas dengan keluarga
pasien.
5. Pasien meninggal tanpa identitas di IGD
Pasien rawat jalan yang meninggal, dipasang Gelang Identitas Pasien yang
berisikan 3 detail data yaitu Tn. X atau Ny. Y, L / P sesuai identifikasi jenis
kelamin dari petugas admission, tanggal masuk RS sesuai dengan standar
yang seharusnya.
6. Identifikasi Saat Serah Terima Jenasah
e) Jenasah yang sudah diberi / memakai Identitas Pasien dibawa oleh petugas
ruangan yang bersangkutan ke kamar Jenazah.
37
f) Pada saat keluarga pasien yang meninggal akan mengambil jenasah untuk
dibawa pulang, dilakukan Identifikasi verifikasi oleh petugas Keamanan
dengan menanyakan nama Jenasah, tanggal lahir atau alamat. Dicocokkan
dengan Gelang Identitas
g) Petugas mencatat identitas keluarga yang mengambil jenasah sesuai Identitas
yang tertera pada KTP
h) Pelepasan Gelang Identitas pada Jenasah dilakukan oleh petugas sekuriti,
disaksikan dan diverifikasi oleh keluarga, saat jenasah akan dimasukkan ke
dalam ambulan Jenasah untuk dilakukan transportasi rumah duka

U. Prosedur Pengenalan Pasien Saat Terjadi Bencana


5. Pasien akan dilabel sebagai Tn. X bila pasien adalah laki-laki, Ny. Y bila pasien
adalah perempuan, An. X bila pasien anak laki-laki dan An. Y bila pasien anak
perempuan , kemudian diberikan nomor di belakangnya sebagamana urutan
masuk ke rumah sakit.

Contoh : Tn. X1, Tn X2, dst jika laki – laki atau Ny. Y1, Ny. Y2, … dst jika
perempuan, An. X1, An. X2 bila pasien adalah anak laki-laki dan An. Y1, An. Y2
bila pasien adalah anak perempuan.

6. Tanggal yang tercantum pada gelang adalah tanggal saat masuk ke RS


7. No RM diberikan jika sudah ada identitas yang benar dan bencana sudah
teratasi
8. Saat pasien sudah dapat diidentifikasi, berikan gelang identitas baru dengan
identitas yang benar.
V. Identifikasi Saat Pelayanan Farmasi

Rawat Jalan

6. Pasien / pengantar pasien rawat jalan menyerahkan resep kepada petugas


farmasi dan petugas farmasi harus memverifikasi terlebih dahulu dengan
menanyakan nama pasien, tanggal lahir pasien.

7. Petugas Farmasi memberikan harga sesuai dengan jumlah obat yang


diresepkan kepada pasien. Selanjutnya pasien dipersilakan ke kasir untuk
membayar biaya obat.

38
8. Pada saat menyiapkan obat, petugas farmasi harus selalu memperhatikan 6
benar (nama pasien, jenis obat, indikasi, dosis obat, cara pemakaian, dan efek
samping obat) sampai pada saat akan diserahkan kepada pasien.

9. Petugas farmasi melakukan double check independent pada obat yang


termasuk HAM (High Alert Medications) atau LASA (Look Alike Sound Alike)
dengan petugas yang lebih senior

10. Saat akan mengambil obat petugas harus mencocokkan dan menanyakan
identitas yang ada di kuitansi, resep obat, dan kemasan obat.

Rawat Inap

5. Untuk pasien di rawat inap, petugas menyiapkan obat sesuai yang tertulis di
kartu obat, memperhatikan 6 benar dan melakukan independent double check

6. Petugas farmasi memasukkan obat dalam Troly Obat Ruang Rawat Inap yang
sudah diantar oleh petugas ruangan, troly berisi container obat pasien selama
sehari, dengan membaca identtas stiker pasien dalam container dan Lembar
Permintaan Obat.

7. Saat menyerahkan kepada petugas ruangan untuk dibawa ke ruangan harus


dilakukan cek ulang bersama petugas ruangan identitas pasien dan obat yang
didapatkan

8. Petugas ruangan menyimpan troly obat di ruang obat dalam ruang . Pada saat
akan memberikan obat kepada pasien petugas di ruangan juga memperhatikan
identitas pasien, 6 benar dan melakukan independent double check

W. Identifikasi Pasien di Kasir


3. Rawat Jalan
f. Identifikasi pasien di kasir rawat jalan dilakukan dengan metode gabungan
yaitu visual dan verbal.
g. Petugas kasir menerima charge slip tindakan dan atau konsultasi/ formulir
laboratorium/ resep.
h. Petugas Kasir meminta pasien/ keluarga untuk menyebutkan nama dan
tanggal lahir pasien dan mencocokkan dengan data yang ada di charge
slip/ formulir/ resep.
39
i. Petugas kasir memverifikasi jenis tindakan/ konsultasi/ resep/ pemeriksaan
yang telah dijalani oleh pasien.
j. Petugas kasir menerima pembayaran dari pasien

4. Rawat Inap
f. Identifikasi pasien di kasir rawat inap dilakukan dengan metode gabungan
yaitu visual dan verbal.
g. Petugas kasir menerima form pemulangan pasien.
h. Petugas Kasir meminta pasien/ keluarga untuk menyebutkan nama dan
tanggal lahir pasien dan mencocokkan dengan data yang ada di form
pemulangan pasien dan berkas keuangan milik pasien selama di rawat.
i. Pasien melakukan pembayaran sesuai dengan tagihan pasien.
j. Petugas kasir menerima pembayaran dari pasien

X. Barang Pasien
1. Barang pasien yang harus diidentifikasi adalah barang-barang berharga (hp,
dompet, laptop, perhiasan atau yang lainnya) milik pasien yang dititipkan ke

BAB IV

DOKUMENTASI

Dokumentasi dalam panduan ini adalah :

A. KEBIJAKAN

1. Kebijakan Umum Rumah Sakit

2. Kebijakan Sasaran Keselamatan Pasien


40
B. PROSEDUR

1. SPO Identifikasi Pasien

2. SPO Identifikasi Pasien Tidak Dikenal

3. SPO Pemasangan Gelang Identitas

4. SPO Pelepasan Gelang Identitas

5. SPO Identifikasi Bayi Baru Lahir

6. SPO Identifikasi Bayi Baru Lahir Kembar

7. SPO Identifikasi Bayi Berat Lahir Rendah

8. SPO Identifikasi Pasien Bencana

9. SPO Identifikasi Potongan Tubuh

10. SPO Alergi Gelang Identitas

11. SPO Pelayanan Jenazah

12. SPO Pelayanan Tranfusi

13. SPO Tranfusi Darah

14. SPO Penanganan reaksi tranfusi

DAFTAR ISI

BAB I DEFINISI ................................................................................................. 1

A. Pengertian ................................................................................................... 1

B. Sasaran ....................................................................................................... 1

C. Tempat ........................................................................................................ 1
D. Pelaksana .................................................................................................... 1
BAB II RUANG LINGKUP .................................................................................. 2

41
A. Kewajiban dan Tanggung Jawab .............................................................. 2
B. Identifikasi Pasien ..................................................................................... 3
C. Jenis dan Warna Gelang Identitas Pasien................................................. 4
D. Proses Identifikasi ..................................................................................... 4
E. Edukasi Pasien dan Keluarga ................................................................... 5
BAB III TATALAKSANA ..................................................................................... 6
A. Prinsip ....................................................................................................... 6
B. Cara Mengidentifikasi Pasien dibagian Klinis ............................................ 6
C. Cara Mengidentifikasi Pasien dibaggian Non Klinis ................................... 7
D. Prosedur yang membutuhkan identifkasi pasien dengan benar ................ 7
E. Prosedur pemakaian gelang identitas ....................................................... 8
F. Identifikasi Pasien yang Menjalani Prosedur Pemeriksaan Radiologi ........ 10
G. Proses Identifikasi Pasien Rawat Jalan .................................................... 10
H. Identifikasi Pasien di kamar bedah ............................................................ 11
I. Identifikasi Pasien saat Prosedur Pengambilan Spesimen Laboratorium .. 11
J. Identifikasi saat Pemberian Produk Darah ................................................
K. Prosedur Identifikasi pada Bayi Baru Lahir atau Neonatus ........................
L. Identifikasi Bayi Berat Lahir Rendah .........................................................
M. Identifikasi pada Bayi Kembar ...................................................................
N. Identifikasi pemberian diet ........................................................................
O. Identifikasi Serah Terima Potongan Tubuh / Jaringan Pasien ...................
P. Identifikasi Pasien saat Pelayanan Fisioterapi .......................................... 15
Q. Identifikasi Jenazah .................................................................................. 16
R. Barang Pasien .......................................................................................... 16
BAB IV DOKUMENTASI ....................................................................................
LAMPIRAN ........................................................................................................

42
43