PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA

SMA 4 NEGERI PALU

TESIS
Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi pada Universitas Negeri Semarang

Oleh
KAIMUDDIN

3301402014

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh Pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Muhsin, M.Si NIP. 130818770

Drs. Widiyanto, MBA.MM NIP. 132208714

Mengetahui, Ketua Jurusan Manajemen

Drs. Sugiharto, M.Si NIP. 131286682

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi fakultas Ekonomi, Universiatas Negeri Semarang pada:

Hari Tanggal

: :

Penguji Skripsi

Drs. Marimin, M.Pd NIP. 130818769

Anggota I

Anggota II

Drs. Muhsin, M.Si NIP. 130818770

Drs. Widiyanto, MBA. MM NIP. 132208714

Mengetahui Dekan Fakultas Ekonomi

Drs. Agus Wahyudin, M.Si NIP. 13165823

iii

April 2007 Laeli Kurniati NIM. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. 3301402014 iv . Semarang. baik sebagian atau seluruhnya.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. bukan jiplakan dari karya tulis orang lain.

MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : • Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (Q. Buchori Muslim) PERSEMBAHAN Dengan mengucap syukur kepada nama Allah SWT.R. Karya ini kupersembahkan untuk: Ayah dan ibu. Almamaterku v . Al Insyiroh 6-7) • Ketika menyerahkan suatu pekerjaan kepada orang yang bukan ahlinya (bukan bakatnya) maka tunggulah saat kehancurannya (H.S. terima kasih tak terhingga atas segala yang telah diberikan.

Drs. Dan pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada: 1. Universitas Negeri Semarang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis telah menerima banyak bimbingan.Si selaku Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menuntut ilmu di UNNES 2. Widiyanto. Drs.Si. M. Drs. selaku Dosen Pembimbing I yang telah berkenan meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis. Drs. Sugiharto. 5. selaku Ketua Jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin dan kesempatan untuk mengadakan penelitian. M. sehingga penulis memiliki kemampuan untuk menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul ”Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMK Negeri I Purbalingga Tahun Ajaran 2006/2007”. Muhsin. M. M.Si. Agus Wahyudin. dalam rangka menyelesaikan strata I untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Ekonomi. Prof. selaku Dekan Fakultas Ekonomi yang telah memberikan ijin dan kesempatan untuk mengadakan penelitian. MM.Si. Jasa baik mereka tentu tidak saya lupakan begitu saja. dorongan dan bantuan dari berbagai pihak yang tak ternilai harganya. Sudijono Sastroadmodjo. 3. Dr.PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan lahir dan batin. MBA. selaku Dosen Pembimbing II yang telah berkenan meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis vi . 4.

Teman-teman kost Trisanja dan Anak AP’ 02. M. Marimin. dan dukungan selama ini. Yosep Win Puji Punarwa. untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.Pd. memberikan semangat untuk menyelesaikan skripsi ini 12. selaku Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri I Purbalingga bidang Sarana dan Ketenagaan yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan penelitian. Drs. 9. Seluruh guru SMK Negeri I Purbalingga yang telah bersedia menjadi responden dalam penelitian ini. April 2007 Penulis vii .6. bantuan. Penulis menyadari sepenuhnya kemampuan yang ada dalam diri penulis terbatas. Drs. Drs. 10. Semoga skripsi ini berguna dan bermanfaat bagi para pembaca maupun pihak yang berkepentingan. Sukamto. Mas Afid. selaku Dosen Penguji yang telah memberikan kritik dan saran terhadap penyusunan skripsi ini. Semarang. Semua pihak yang membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. selaku Kepala SMK Negeri I Purbalingga yang telah memberikan ijin dan fasilitas kepada penulis selama mengadakan penelitian. Akhirnya penulis berharap semoga Allah SWT memberikan balasan atas keikhlasan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini. 8. 7. atas doa. 11.

ditunjukkan dari p value = 0. Diharapkan dengan meningkatkan frekuensi kunjungan kelas akan menumbuhkan kinerja guru. Kata Kunci: Supervisi.001 < 0. Pembimbing II. Drs. Widiyanto. Hasil temuan awal menunjukkan adanya kendala atau persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan supervisi kepala sekolah.SARI Laeli Kurniati. observasi perbaikan. Populasi penelitian ini 60 guru di SMK Negeri 1 Purbalingga. Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru SMK Negeri 1 Purbalingga. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja.Motivasi kerja guru tergolong baik sehingga perlu dipertahankan dan ditingkatkan terutama dalam hal kemandirian dalam bekerja. Oleh karena itu disarankan kepada kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas supervisi. seperti meningkatkan kunjungan kelas dalam rangka supervisi klinis. Muhsin. begitu sebaliknya. frekuensi kunjungan kelas oleh kepala sekolah masih tergolong rendah. Motivasi Kerja. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa secara simultan supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMK Negeri 1 Purbalingga Tahun 2007. Permasalahan penelitian ini: adakah pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru. disisi lain guru memandang perlunya supervisi kepala sekolah dalam rangka pembinaan sehingga perlu dikaji pengaruhnya terhadap kinerja guru dalam menjalankan tugasnya. viii . Data diambil dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi ganda. Diharapkan dengan meningkatnya motivasi kerja guru akan tumbuh kinerja yang lebih baik. Supervisi yang dilakukan kepala sekolah menurut persepsi sebagian besar guru tergolong cukup.Si. Kinerja. 100 hal. Jurusan Manajemen.7%. M. MBA. mempertahankan pendapat dan memecahkan masalah. Pembimbing I. memotivasi semangat kerja guru. observasi metode pembelajaran.05. Skripsi. 2007. Populasi ini sekaligus sebagai sampel. kesesuaian antara perangkat pembelajaran dengan pelaksanaan pembelajaran. meninjau rencana pembelajaran. Drs. Fakultas Ekonomi. Variabel yang diteliti meliputi supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja sebagai variabel bebas sedangkan kinerja guru sebagai variabel terikatnya. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja akan diikuti dengan tingginya kinerja guru. Universitas Negeri Semarang.M. M. Besarnya pengaruh supervisi dan motivasi kerja terhadap kinerja mencapai 20.

.2 Karakteristik Supervisi ........................................................................ LANDASAN TEORI 2.......................................................................... xix BAB I.............. xviii DAFTAR LAMPIRAN............................................................................................................ vi SARI..................................................... 9 2.................3 Fungsi Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Pengajaran ... i PERSETUJUAN PEMBIMBING........ iii PERNYATAAN ..................................................5 Sistematika Skripsi...........................1 Supervisi Kepala Sekolah ............................................... ix DAFTAR TABEL...............................................................................................................................................................................................1...................................... 10 2. 8 BAB II.......................... iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN .......1...................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............ 7 1..................... 9 2........... 6 1........................................3 Tujuan Penelitian ............................................................................................................................................................................................... xiii DAFTAR GAMBAR ........................4 Kegunaan Penelitian ............ 1 1....................... PENDAHULUAN 1.......................2 Permasalahan ........... viii DAFTAR ISI..........................................1 Pengertian Supervisi Kepala Sekolah ..........1 Latar Belakang ....................................................................................1............................................................................... 12 ix .. v PRAKATA.................................................... ii PENGESAHAN KELULUSAN ........................................ 7 1....................................................................

..2 2.............................. 28 2..... 26 2....... 16 2........ 24 Unsur Kinerja .........4........................... 26 Penilaian Kinerja..........2 Validitas ....... 31 BAB III............................. 23 2................4 Teknik-teknik Supervisi ................ 25 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja .................2..................................................................2................ 38 Uji Asumsí Klasik.. 23 2.......................................... 13 2..5..........................2 Variabel Penelitian .................................................3 Kinerja Guru .................................................................4 Validitas dan Reliabilitas ........................................1 3........................4 Ciri-ciri Motivasi Kerja ..... 34 3........................2 Teori Motivasi .....2 Motivasi ............... 24 2.......... 39 x ..2.. 33 3............................................. 16 2......5 Hipotesis...........................................................................................3..................2 Analisis Deskriptif Persentase ..............................................................................................3......................... METODE PENELITIAN 3..............3..................................................1 3...................................3 Metode Pengumpulan Data ...............................1 Populasi Penelitian ........................................4..........................................2.................. 32 3.......... 17 2. 34 Reliabilitas .................................................................. 32 3................3 2.............................1..1 Pengertian Motivasi Kerja ....................4 Kerangka Berpikir....................... 38 3................................3....................................................................5 Metode Analisis Data...1 2..........................................3 Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Rendahnya Motivasi Kerja ....... 37 3........................5............................2......................4 Pengertian Kinerja ..............

....................................2.. 41 BAB IV.................3...3 Analisis Regresi Linier Berganda ............ 39 3.............3 4.........1.....................................2...2.............1...........2.........................2 Motivasi Kerja Guru ........... 86 4............................................1 Hasil Penelitian .........3.............3 Uji Multikolinieritas ....................................2.........................5..4 Supervisi Kepala Sekolah ...........................................................1..3 Uji Prasyarat...... 58 4................ 92 Motivasi Kerja Guru .. 88 4..............1.1 4......................1...1 Uji Normalitas Data .............. 72 4......1............2 Uji Linieritas ..............2 Pembahasan ................. 41 3.2 Gambaran Umum SMK Negeri I Purbalingga............4 Uji Multikolinieritas ............... HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4............. 96 xi .......5......... 40 3....... 89 4..........1.......3.........2 Uji Linieritas ........ 45 4.........4............. 93 Kinerja Guru ........1..................................4 Heteroskedastisitas .... 90 4......2............1 Uji Normalitas Data ............................................. 41 3................. 45 4.........1..........5............1 Uji Simultan ........2........................5................................................1 Supervisi Kepala Sekolah . 88 4..............3 Kinerja Guru ............2........ 86 4........................................................ 43 4..........................2 4.........................................1....................4 Hasil Uji Hipotesis .......2.1..3.................3... 43 Gambaran Umum Variabel Penelitian ..........2...................1 4......................... 92 4.........2........1.................3 Uji Heteroskedastisitas ..................... 94 Pengaruh Supervisi Terhadap Kinerja Guru .......5.............. 90 4..................

..... 103 xii ................................2................... KESIMPULAN DAN SARAN 5..5 Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Guru ....................................................................... 101 LAMPIRAN-LAMPIRAN ...................................4........................................... 99 5............................................................... 99 DAFTAR PUSTAKA ......... 97 BAB V...2 Saran...........................................................................1 Kesimpulan ...............

........................................................................................................... Persepsi Guru Terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Memberi Semangat ....... Hasil Uji Validitas Instrumen................................................................ Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Peninjauan Kepala Sekolah terhadap Rencana Pembelajaran Guru ............... Persepsi Guru Terhadap Supervisi Kepala Sekolah...................................................................................................... 51 xiii ........ Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Kunjungan Kelas terhadap Perbaikan Pengajaran . 46 5............... 49 10....................................................................................................................................................... Persepsi Guru Terhadap Besarnya Pengaruh Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Semangat Kerja ......................................................... 50 11...... Kriteria Presentase ..................................................................................................................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1.... 39 3........... Persepsi Guru Terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Membimbing Guru Berkaitan dengan Kurikulum ........................ 45 4..................................... Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Memberi Evaluasi untuk Memotivasi Semangat Kerja Guru ... Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Kunjungan Kelas dalam Rangka Observasi Perbaikan Cara Mengajar Guru ......... 46 6......... 48 9.... 51 12........... 47 7............ Persepsi Guru Terhadap Supervisi Kunjungan Kelas oleh Kepala Sekolah.............................. 36 2.......... 48 8...................................... Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Kunjungan Kelas oleh kepala sekolah ..

................................................................... Ketekunan Menghadapi Tugas ................................................................................................. 58 24.......................... 59 26. Persepsi Guru terhadap Frekuensi Kegiatan MGMP ..................... 54 18......... 53 16.................................................................................... Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Rapat-Rapat Evaluasi KBM ............ Motivasi Kerja Guru . 56 20........ 59 25......... 56 21..................... Persepsi Guru Terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Rapat-Rapat Upaya Pembinaan ............................................................................... Persepsi Guru terhadap Besarnya Pengaruh Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Pengembangan Teknik Evaluasi dan Metode Pembelajaran .... Persepsi Guru Terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Pengembangan Metode dan Evaluasi ......... 52 14... Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Peninjauan Kepala Sekolah terhadap Kesesuaian Perangkat Pembelajaran dengan Pelaksanaan Pembelajaran ............... Usaha Mengoreksi Hasil Ulangan Siswa ..................................... 60 xiv ......................... 57 23.................................. 57 22............. 52 15..... Persepsi Guru Terhadap Besarnya Pengaruh Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Pemahaman Kurikulum .... Persepsi Guru Terhadap Frekuesi Bimbingan Kepala Sekolah tentang teknik –teknik Evaluasi dan Pengembangan Metode Pembelajaran .......... Persepsi Guru terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Memberi Kesempatan Guru Mengikuti Kegiatan di luar Pembelajaran ................................................................................................. 55 19........ Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Pelaksanaan Pembinaan Administrasi ...... Persepsi Guru terhadap Frekuensi Kegiatan Pendidikan dan Diklat .........13............................ 54 17..........................

.. 66 39.....................27............................................................................ Tingkat Kesenangan Guru untuk Bekerja Mandiri ................... Minat terhadap Bermacam-Macam Masalah ....................... 61 31. 69 45.. Penggunaan Metode Pembelajaran dalam KBM ..................... Menyelesaikan Tugas dari Kepala Sekolah ...................................................... 69 44................... 64 37..................... 62 33.. Tingkat Tanggung Jawab Menyelesaikan Tugas .............................. Mempertahankan Pendapat dalam Mengikuti Rapat tentang Kebijakan Sekolah ..... Ulet Menghadapi Kesulitan ... Tingkat Kebosanan terhadap Tugas-tugas Rutin .............................. Tidak Melepaskan Hal-hal yang diyakini .......................................................... 60 29................... Menyelesaikan Hasil Ulangan Siswa ... 66 40... 64 36............. 63 35.................................... Senang Mencari dan Memecahkan Masalah ............... 71 48........ Tindakan Guru dalam Menghadapi masalah tugas ......................... 70 47............. Menghadapi Kegaduhan dalam Kelas....... 68 43......................................... Mempertahankan Pendapat dalam mengikuti rapat evaluasi KBM.................. Tingkat Kemauan Memperbaiki dan Mengembangkan Kemampuan Siswa ...... Tingkat Kebosanan terhadap Tugas-Tugas Rutin ............................. 61 30.................... Membantu Memecahkan Masalah Rekan Guru dalam Pergaulan ................ 63 34.......................... 65 38................... Penggunaan Media Pembelajaran dalam KBM ............... 71 xv .... Membantu Rekan Guru yang Mengalami Kesulitan ..... Tindakan Guru ketika Mendapat Kesempatan Seminar........... 67 41.......... Tindakan Guru terhadap Tugas yang diperintah Kepala Sekolah ................ Tindakan Guru Ketika Siswanya Mengalami Penurunan Prestasi ................................ 62 32......................... 70 46................................ 60 28...................................................................................... 68 42.............................

.................................. Pelaksanaan Remedial ....... 76 57..................................... 78 59..... 73 51....................................... Kinerja Guru dalam Pelaksanaan Interaksi Belajar Mengajar ........................... 77 58................. Kemampuan Guru dalam Perencanaan Media Pembelajaran ............ Penguasaan terhadap Bahan Kajian .................. Kinerja Guru dalam Pelaksanaan Tindak Lanjut ............. Kinerja Guru dalam Penilaian Prestasi Belajar Peserta Didik .......................................... Kinerja Guru dalam Penyusunan Rencana Pembelajaran ...................... 83 68.. Kemampuan Guru dalam Berinteraksi ......... Penyusunan Rencana Pembelajaran.. Persiapan Materi yang akan disajikan kepada siswa .49......................... Kinerja Guru dalam Penguasaan Bahan Kajian Akademik ........ 84 70.......................... Kinerja Guru dalam Pengembangan Profesi .. 85 xvi ................ Kinerja Guru ................... 79 62............................. 75 56...... 79 61........... 74 53........ Kinerja Guru dalam Pemahaman Wawasan Pendidikan .............................................. Pelaksanaan Ulangan Harian............................................... 85 72... 83 69..... 73 52.... 80 64............................................... Mengklasifikasikan Kemampuan Siswa .............. 74 54................................ 78 60... 84 71........................... 72 50... Kemampuan Guru dalam Penyusunan Rencana Pembelajaran .......... Kemampuan Guru dalam Menganalisa dan Mengolah Hasil Penilaian ...................................... 81 66.......... 82 67.............. Kemampuan Guru dalam Menyampaikan Materi .... Kemampuan Memahami Hubungan Pendidikan dan Pengajaran ...................... 81 65................................................. 75 55. Kemampuan Guru dalam Memotivasi .................................... 80 63........................ Kemampuan Menyusun Program Tindak Lanjut Hasil Penilaian ... Kemampuan Guru dalam Menyusun Laporan Penilaian ..................................... Kemampuan Memahami Fungsi Sekolah ............................

................ 88 75.............. Hasil Uji Normalitas Menggunakan Kolmogorov Smirnov .....73.................... Hasil Uji Linieritas .......................................... 90 xvii ..... 86 74.. Hasil Uji Simultan (Uji F).............................................................................. 88 76........... Hasil Uji Multikolinieritas ...............................................................

..................................... 87 3.. 30 2................................. Uji Heteroskedastisitas. P-P Plot Pengujian Normalitas Model Regresi ....................... Kerangka Berpikir.......................................................................................... 89 xviii ..........DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1..............

................................... Angket Penelitian .......................... Perhitungan Validitas Angket Motivasi Kerja .......................... Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual ................................... 117 3....................................... 134 18....... Histogram.............................. Reliability Angket Motivasi Kerja .............................................. 136 20........ Reliability Angket Kinerja Guru................... 135 19............................................................................................. Tabel Uji Validitas Angket Motivasi Kerja ............... 139 xix ............................................................... 128 13....... 132 16............................... 137 21................... 103 2.......................................................... 138 22................. 119 4....................... Uji Linearitas Data Y * X2 .................................................................................... Regression ........... Uji Normalitas.......... 130 15........................... 121 6......... 122 7............................... Perhitungan Reliability Angket Supervisi Kepala Sekolah ...................................................................................... Uji Validitas Angket Kinerja Guru ........ Tabel Uji Validitas Angket Supervisi Kepala Sekolah .................... Uji Validitas Angket Supervisi Kepala Sekolah .................................................................................................... Tabel Uji Validitas Angket Kinerja Guru .................. Perhitungan Validitas Angket Kinerja Guru ............ Uji Validitas Angket Motivasi Kerja ....................................... 124 9...... Daftar Nama Responden Guru ....... 129 14...... 123 8................. Perhitungan Reliability Angket Motivasi Kerja ......... 125 10.... 133 17.........................DAFTAR LAMPIRAN 1.. Uji Linearitas Data Y * X1 .................... 126 11.... Reliability Angket Supervisi Kepala Sekolah...... 120 5...... 127 12....................................................... Perhitungan Validitas Angket Supervisi Kepala Sekolah .......................................

.................................................................................. Daftar Kritik r Product Moments ................................... 148 xx .......................................................................... Analisis Regresi Ganda ....... 145 27. 140 24......................................... Daftar Kritik Uji T ...................................................... Daftar Kritik Uji F .... 147 29................................ Surat-Surat Penelitian .................................. Perhitungan Reliability Angket Kinerja Guru .......................23.................... 141 25...... Data Hasil Penelitian ............................................................... 146 28.................................. 142 26...........

pengelolaan. melakukan pembimbingan dan pelatihan. akhlak mulia. pengendalian diri.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. pengembangan.1 Latar Belakang Masalah Menurut UU No. Kemampuan dan ketrampilan tersebut sebagai bagian dari kompetensi profesionalisme guru. kecerdasan. pengawasan. Dalam pelaksanaan fungsi dan tugasnya. dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab diatas. Dalam pasal 39 (1) dan (2) dinyatakan bahwa: Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. masyarakat. Kompetensi merupakan suatu kemampuan yang mutlak dimiliki oleh guru agar tugasnya sebagai pendidik dapat terlaksana dengan baik. seorang guru dituntut memiliki beberapa kemampuan dan ketrampilan tertentu. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. guru sebagai profesi menyandang persyaratan tertentu sebagaimana tertuang di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1 . Bangsa dan Negara. kepribadian. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.BAB I PENDAHULUAN 1. menilai hasil pembelajaran.

terutama mutu gurunya. Kinerja guru atau prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang . Sebagaimana dikemukakan oleh Tilaar (1999:104) peningkatan kualitas pendidikan tergantung banyak hal. dihargai dan diakui keprofesionalannya. Pada guru yang puas terhadap pekerjaannya maka kinerjanya akan meningkat kemungkinan akan berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan. disiplin. Kepuasan kerja bagi guru sebagai pendidik diperlukan untuk meningkatkan kinerjanya.2 Tugas guru erat kaitannya dengan peningkatan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Untuk menjadikan guru sebagai tenaga professional maka perlu diadakan pembinaan secara terus menerus dan berkesinambungan. Untuk membuat mereka menjadi professional tidak semata-mata hanya meningkatkan kompetensinya baik melalui pemberian penataran. pemberian motivasi. pelatihan maupun memperoleh kesempatan untuk belajar lagi namun perlu juga memperhatikan guru dari segi yang lain seperti peningkatan disiplin. kualitas kerjanya. pemberian bimbingan melalui supervisi. Kepuasan kerja guru berdampak pada prestasi kerja. dan menjadikan guru sebagai tenaga kerja perlu diperhatikan. pemberian insentif. Agar peningkatan mutu pendidikan dapat berhasil. oleh karena itu perlu upaya-upaya untuk meningkatkan mutu guru untuk menjadi tenaga profesional. Kepuasan kerja berkenaan dengan kesesuaian antara harapan seseorang dengan imbalan yang disediakan. gaji yang layak dengan keprofesionalnya sehingga memungkinkan guru menjadi puas dalam bekerja sebagai pendidik.

dan kesungguhan serta waktu (Hasibuan. Oleh karena itu tugas kepala sekolah selaku manager adalah melakukan penilaian terhadap kinerja guru. Supervisi pendidikan didefinisikan sebagai proses pemberian layanan bantuan profesional kepada guru untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas pengelolaan proses pembelajaran secara efektif dan efisien (Bafadal. namun penulis mencoba mengkaji masalah supervisi yang diberikan oleh kepala sekolah dan motivasi kerja guru. Ada beberapa hal yang menyebabkan meningkatnya kinerja guru. pengalaman. kerjasama dengan semua warga sekolah. 2004:46). kepribadian yang baik. kreativitas dalam pelaksanaan pengajaran. menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran. kedisiplinan dalam mengajar dan tugas lainnya. serta tanggung jawab terhadap tugasnya. Supervisi dalam hal ini adalah mengenai tanggapan guru terhadap pelaksanaan pembinaan dan bimbingan yang diberikan oleh kepala sekolah yang nantinya berdampak kepada kinerja guru yaitu kualitas pengajaran. karena selalu berpengaruh . 2001:94). Penilaian ini penting untuk dilakukan mengingat fungsinya sebagai alat motivasi bagi pimpinan kepada guru maupun bagi guru itu sendiri. Dengan adanya pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah diharapkan memberi dampak terhadap terbentuknya sikap professional guru. Sikap professional guru merupakan hal yang amat penting dalam memelihara dan meningkatkan profesionalitas guru. Kinerja guru akan baik jika guru telah melakukan unsur-unsur yang terdiri dari kesetiaan dan komitmen yang tinggi pada tugas mengajar.3 didasarkan atas kecakapan. jujur dan objektif dalam membimbing siswa. kepemimpinan yang menjadi panutan siswa.

Kegiatan mengajar yang dilakukan oleh guru yang diminatinya karena sesuai dengan kepentingannya sendiri. dan pengembangan sikap profesional (Pidarta. pembentukan. Kegiatan supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru akan berpengaruh secara psikologis terhadap kinerja guru. 1996:380) Motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan dan kerja. karena kebutuhankebutuhan guru yang terpenuhi mendorong guru meningkatkan kinerjanya. Guru yang termotivasi dalam bekerja maka akan menimbulkan kepuasan kerja. Tetapi jika guru kurang puas terhadap pelaksanaan supervisi kepala sekolah dan motivasi kerjanya rendah maka guru dalam bekerja kurang bergairah. guru yang puas dengan pemberian supervisi kepala sekolah dan motivasi kerjanya tinggi maka ia akan bekerja dengan sukarela yang akhirnya dapat membuat produktivitas kerja guru meningkat. Oleh sebab itu. . Bila tidak punya motivasi maka ia tidak akan berhasil untuk mendidik/mengajar. Keberhasilan guru dalam mengajar karena dorongan/motivasi ini sebagai pertanda apa yang telah dilakukan oleh guru telah menyentuh kebutuhannya. motivasi kerja dalam psikologi sebagai pendorong semangat kerja (Anoraga.4 pada perilaku dan aktivitas keseharian guru. Guru menjadi seorang pendidik karena adanya motivasi untuk mendidik. hal ini mengakibatkan produktivitas guru menurun. 1998:35). Perilaku profesional akan lebih diwujudkan dalam diri guru apabila institusi tempat ia bekerja memberi perhatian lebih banyak pada pembinan.

dari 1.859 guru SD di Indonesia ternyata hanya sekitar 30% yang layak mengajar dikelas dihadapan para siswa dan yang selebihnya tidak layak. Padahal tujuan supervisi untuk membantu guru-guru melihat dengan jelas tujuan pendidikan dan berusaha mencapai tujuan pendidikan itu dengan membina dan mengembangkan metode-metode dan prosedur pengajaran yang lebih baik.(www.suaramerdeka. SMU.054. Untuk guru SLTP.Untuk itu diperlukan peran kepala sekolah untuk memotivasi para guru untuk meningkatkan kinerjanya. dan SMK angkanya hampir sama”. Secara umum persoalan tersebut meliputi: kualitas supervisi dari kepala sekolah yang masih tergolong rendah.5 “Berdasarkan laporan Balitbang depdiknas tahun 2002. Selain itu banyak guru kurang berhasil dalam mengajar dikarenakan mereka kurang termotivasi untuk mengajar sehingga berdampak terhadap menurunnya produktivitas/kinerja guru.com/harian. Sarni dalam tesisnya berjudul”Pengaruh Kreativitas kepemimpinan Kepala Sekolah dan Supervisi Pengajaran oleh Pengawas Sekolah terhadap Kinerja Guru di 29 SMP Negeri kabupaten Batang” menyimpulkan ada pengaruh yang .htm) Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa guru di SMK Negeri I Purbalingga ditemukan bahwa masih banyak kendala atau persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan supervisi kepala sekolah.

6 signifikan antara kreatifitas kepemimpinan kepala sekolah dan supervisi pengajaran terhadap kinerja guru di 29 SMP N dikabupaten Batang. Bertitik tolak dari uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru SMK Negeri I Purbalingga Tahun Ajaran 2006/2007”. 1. Namun untuk penelitian tentang supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru berdasarkan kajian pustaka yang saya telusuri belum ada yang melakukan oleh karena itu topik tersebut perlu diteliti. Seberapa besar pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMK Negeri I Purbalingga ? . Adakah pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri I Purbalingga? 2.2 Permasalahan Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1.

1.4 Kegunaan Penelitian 1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMK Negeri I Purbalingga. 2. Sebagai bahan masukan atau input bagi SMK Negeri I Purbalingga agar mampu mengambil langkah-langkah tepat dalam upaya meningkatkan kinerja guru melalui supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru. Untuk mengembangkan wawasan mengenai supervisi kepala sekolah.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang dijabarkan di atas. motivasi kerja serta kinerja.7 1. maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah: 1. 1. motivasi kerja serta kinerja guru SMK Negeri I Purbalingga.4. Untuk mengembangkan pengetahuan mengenai supervisi kepala sekolah.4.2 Kegunaan secara praktis 1. 2.1 Kegunaan secara teoritis 1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMK Negeri I Purbalingga. 2. . Memberi dorongan para guru untuk meningkatkan kinerjanya dengan melalui supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja yang nantinya dapat meningkatkan mutu pendidikan.

halaman judul. pernyataan. daftar isi. berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran . daftar gambar serta daftar lampiran. dan metode analisis data. Bagian awal skripsi yang berisi: sampul. Bab II LANDASAN TEORI PENELITIAN Membahas landasan dan konsep-konsep serta teori-teori yang dijadikan landasan dalam penelitian Bab III METODE PENELITIAN Membahas tentang populasi penelitian.5 Sistematika Skripsi Untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang isi skripsi maka secara garis besar sistematikanya dibagi menjadi tiga kelompok: 1.8 1. permasalahan. pengesahan kelulusan. dan sistematika skripsi. motto dan persembahan. daftar tabel. 2. prakata. Bagian isi skripsi terdiri atas: Bab I PENDAHULUAN Diuraikan tentang latar belakang masalah. persetujuan pembimbing. kegunaan penelitian. variabel. validitas dan reliabilitas. tujuan penelitian. lembar berlogo. Bagian akhir Skripsi. saran kepada pihak yang terkait 3. sari. Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berisi hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian Bab V KESIMPULAN DAN SARAN Berisi kesimpulan dari hasil penelitian. metode pengumpulan data.

1 Pengertian Supervisi Kepala Sekolah Supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif (Purwanto. Dari definisi tersebut maka tugas kepala sekolah sebagai supervisor berarti bahwa dia hendaknya pandai meneliti. 2000:17) Supervisi adalah aktivitas menentukan kondisi/syarat-syarat yang essensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Supervisi Kepala Sekolah 2. mencari. supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektivitas kinerja personalia sekolah yang berhubungan tugas-tugas utama pendidikan. termasuk menstimulasi. 9 . 2003:32) Menurut Jones dalam Mulyasa (2003:155). menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan. supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran. Menurut carter. dan menentukan syarat-syarat mana sajakah yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya sehingga tujuan-tujuan pendidikan di sekolah itu semaksimal mungkin dapat tercapai.1. bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran (Sahertian.

4.10 Jadi supervisi kepala sekolah merupakan upaya seorang kepala sekolah dalam pembinaan guru agar guru dapat meningkatkan kualitas mengajarnya dengan melalui langkah-langkah perencanaan. Aspek yang disupervisi berdasarkan usul guru. dan umpan balik. sehingga inisiatif tetap berada di tangan tenaga kependidikan. 3. 7. 2. penampilan mengajar yang nyata serta mengadakan perubahan dengan cara yang rasional dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa. yaitu pertemuan awal. yang dikaji bersama kepala sekolah sebagai supervisor untuk dijadikan kesepakatan. Supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah). 5. dan supervisor lebih banyak mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan pengarahan. 6. yang memiliki karakteristik sebagai berikut: 1.2 Karakteristik supervisi Menurut Mulyasa (2004:112) Salah satu supervisi akademik yang populer adalah supervisi klinis. 2. . Supervisi klinis sedikitnya memiliki tiga tahap. Supervisi dilakukan dalam suasana terbuka secara tatap muka. Adanya penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap perubahan perilaku guru yang positif sebagai hasil pembinaan. pengamatan.1. Mendiskusikan dan menafsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interpretasi guru. Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah.

pedagang. bagaimana kehidupan sosial-ekonomi. atau pelosok. 5. adanya kecakapan dan keahlian yang dimiliki oleh . memiliki halaman dan tanah yang luas. Di antara faktor-faktor yang lain.1. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan suatu keadaan dan memecahkan suatu masalah. hasrat kemampuannya. Apakah guru-guru di sekolah itu pada umumnya sudah berwenang. Dilingkungan masyarakat orang-orang kaya atau dilingkungan orang-orang yang pada umumnya kurang mampu. yang terakhir ini adalah yang terpenting. atau petani dan lain-lain. 2. di kota kecil. Kecakapan dan keahlian kepala sekolah itu sendiri. Besar-kecilnya sekolah yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah.3 Faktor yang mempengarui berhasil tidaknya supervisi Menurut Purwanto (2004:118) ada beberapa faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya supervisi atau cepat-lambatnya hasil supervisi antara lain: 1. banyak jumlah guru dan muridnya. 2. Apakah sekolah yang di pimpin itu SD atau sekolah lanjutan. 4. Dilingkungan masyarakat intelek. Lingkungan masyarakat tempat sekolah itu berada. Apakah sekolah itu di kota besar. jika kepala sekolah itu sendiri tidak mempunyai kecakapan dan keahlian yang diperlukan. SLTP. Tingkatan dan jenis sekolah. Bagaimanapun baiknya situasi dan kondisi yang tersedia. Keadaan guru-guru dan pegawai yang tersedia. semuanya itu tidak akan ada artinya. Sebaliknya. atau sebaliknya.11 8. SMU atau SMK dan sebagainya semuanya memerlukan sikap dan sifat supervisi tertentu. 3. Apakah sekolah itu merupakan kompleks sekolah yang besar. dan sebagainya.

seminar. menyediakan perpustakaan sekolah. Membina kerja sama yang baik dan harmonis di antara guru-guru dan pegawai sekolah lainnya. 3. 6. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media instruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar. Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan guru-guru dan pegawai sekolah. segala kekurangan yang ada akan menjadi perangsang yang mendorongnya untuk selalu berusaha memperbaiki dan menyempurnakannya. 5. Membangkitkan dan merangsang guru-guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya. 2.12 kepala sekolah. dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku. mencari. dan atau mengirim mereka untuk mengikuti penataran-penataran. Bersama guru-guru berusaha mengembangkan. 4.4 Fungsi kepala sekolah sebagai supervisor pengajaran Kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor antara lain: 1. sesuai dengan bidangnya masingmasing.1. . Membina hubungan kerja sama antara sekolah dengan BP3 atau komite sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan para siswa. 2. antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok.

apakah sudah memenuhi syarat-syarat didaktis atau metodik yang sesuai. yaitu tehnik perseorangan dan teknik kelompok. metode penemuan (discovery). Mengadakan kunjungan observasi (observation visits) Guru-guru dari suatu sekolah sengaja ditugaskan untuk melihat/mengamati seorang guru yang sedang mendemonstrasikan caracara mengajar suatu mata pelajaran tertentu. seperti misalnya sosiodrama.5 Teknik-teknik supervisi Menurut Purwanto (2004:120-122). dan sebagainya. seperti audio-visual aids. diskusi panel. 1. untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekiranya masih perlu diperbaiki.1. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain : a. b.13 2. fish bowl. Membimbing guru-guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa dan atau mengatasi problema yang dialami siswa Banyak masalah yang dialami guru dalam mengatasi kesulitankesulitan belajar siswa. c. secara garis besar cara atau tehnik supervisi dapat digolongkan menjadi dua. Tujuannya untuk mengobservasi bagaimana guru mengajar. Misalnya siswa yang lamban dalam belajar. tidak . Mengadakan kunjungan kelas (classroom visition) Yang dimaksud dengan kunjungan kelas ialah kunjungan sewaktuwaktu yang dilakukan oleh seorang supervisor (kepala sekolah) untuk melihat atau mengamati seorang guru yang sedang mengajar. problem solving. cara mengajar dengan metode tertentu. Teknik perseorangan Yang dimaksud dengan teknik perseorangan ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan. Dengan kata lain. Misalnya cara menggunakan alat atau media yang baru.

Kelompok-kelompok yang telah terbentuk itu diprogramkan untuk mengadakan pertemuan/diskusi guna . Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain : a. b. Membimbing guru-guru dalam hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah. dan sebagainya. Mengadakan pertemuan atau rapat (meetings) Seorang kepala sekolah yang baik umumnya menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusunnya. 2. Mengadakan diskusi kelompok (group discussions) Diskusi kelompok dapat diadakan dengan membentuk kelompokkelompok guru bidang studi sejenis. Teknik kelompok Ialah supervisi yang dilakukan secara kelompok. Masalah-masalah yang sering timbul di dalam kelas yang disebabkan oleh siswa itu sendiri lebih baik dipecahkan atau diatasi oleh guru kelas itu sendiri daripada diserahkan kepada guru bimbingan atau konselor yang mungkin akan memakan waktu yang lebih lama untuk mengatasinya. siswa yang mengalami perasaan rendah diri dan kurang dapat bergaul dengan teman-temannya.14 dapat memusatkan perhatian. d. Termasuk didalam perencanaan itu antara lain mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru. Antara lain : 1) Menyusun program catur wulan atau program semester 2) Menyusun atau membuat program ssatuan pelajaran 3) Mengorganisasikan kegiatan-kegiatan pengelolaan kelas 4) Melaksanakan teknik-teknik evaluasi pengajaran 5) Menggunakan media dan sumber dalam proses belajar-mengajar 6) Mengorganisasikan kegiatan-kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler. study tour. siswa yang nakal.

Ada beberapa teknik yang biasa digunakan . 2) kursus. Dari beberapa pendapat dan uraian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan. Sedang teknik supervisi kelompok meliputi : 1) kepanitiaan. 2) percakapan pribadi. dalam Bafadal (2004 :48-50). 4) bacaan terpimpin. 7) diskusi panel. 10) bulletin supervisi. 4) penilaian sendiri. maka tugas kepala sekolah terutama adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil penataran. bahwa supervisi kepala sekolah adalah proses pembinaan kepala sekolah kepada guru dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar. pertemuan baik formal maupun informal serta melibatkan guru lain yang dianggap berhasil dalam proses belajar mengajar. c. 3) kunjungan antarkelas. Misalnya penataran untuk guru-guru bidang studi tertentu. Teknik supervisi individual meliputi : 1) kunjungan kelas. 3) laboratorium kelompok. 9) organisasi profesional. 13) pertemuan guru. 12) tugas belajar. teknik supervisi digolongkan menjadi dua kelompok. 5) demonstrasi pembelajaran. 11) sertifikasi guru. yaitu teknik perorangan dan teknik kelompok. Mengingat bahwa penataranpenataran tersebut pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah. 6) perjalanan staf.15 membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan usaha pengembangan dan peranan proses belajar-mengajar. penataran tentang metodologi pengajaran. Menurut Gwynn. dan penataran tentang administrasi pendidikan. Adapun teknik yang biasa digunakan adalah kunjungan kelas. agar dapat dipraktekkan oleh guru-guru. 8) perpustakaan profesional. Mengadakan penataran-penataran (inservice-training) Teknik supervisi kelompok yang dilakukan melalui penataranpenataran sudah banyak dilakukan.

semangat kerja guru. Terry dalam Hasibuan (2005:145). Motivasi merupakan pemberian atau penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mau bekerja sama bekerja secara efektif dan terintegrasi dan segala daya upaya untuk mencapai kepuasan. 1998:35). motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan. dan kegiatan rutin diluar mengajar yang kami teliti sedangkan indikator lain tidak kami teliti karena kurang mengungkap masalah yang kami teliti 2. motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja.1 Pengertian Motivasi Kerja Motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan dan kerja.2 Motivasi 2. rapat-rapat pembinaan. Motivasi kerja merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang atau pegawai untuk melaksanakan usaha atau kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi maupun tujuan individual. pengembangan metode dan evaluasi.16 kepala sekolah dalam mensupervisi gurunya.2. Meurut As’ad (1995:45). namun dalam penelitian ini hanya indikator : kunjungan kelas. motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang. efektif dan terintegrasi dengan segala upayanya untuk mencapai kepuasan. motivasi kerja dalam psikologi sebagai pendorong semangat kerja (Anoraga. agar mereka mau bekerja sama. Menurut G. Oleh sebab itu. . pemahaman tentang kurikulum.R. Menurut Hasibuan (2005:65).

. Jadi motivasi kerja merupakan kondisi psikologis yang mendorong pekerja melakukan usaha menghasilkan barang atau jasa sehingga dapat tercapai suatu tujuan. Abraham H. Kebutuhan yang mendorong perbuatan kea rah tujuan tertentu adalah motivasi. Maslow menggolongkan adanya lima kebutuhan manusia. Setiap manusia dalam melaksanakan suatu kegiatan pada dasarnya di dorong oleh motivasi. Adanya berbagai kebutuhan akan menimbulkan motivasi seseorang untuk berusaha untuk memenuhi kebutuhannya.17 Dengan demikian disimpulkan bahwa motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang yang menyebabkan ia melakukan sesuatu tindakan tertentu untuk memenuhi kebutuhannya.2. Manusia merupakan mahluk sosial yang memiliki kebutuhan. (Hasibuan. 2. Orang mau bekerja keras dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan dari hasil pekerjaannya. perasaan. 2003:104). pikiran dan motivasi.2 Teori Motivasi Tingkah laku manusia selalu timbul oleh adanya kebutuhan yang mendorong ke arah suatu tujuan tertentu. Maslow dalam Need Hierarchy Theory menyatakan bahwa kebutuhan dan kepuasan manusia bersifat jamak yaitu kebutuhan psikologis dan biologis berupa material.

18 Adapun tingkat kebutuhan manusia yang mendorong manusia untuk bekerja menurut Maslow adalah: a. papan. mencintai serta diterima dalam pergaulan lingkungan kerjanya. pangan. Manusia pada dasarnya selalu ingin hidup berkelompok dan tidak seorangpun manusia ingin hidup menyendiri. c. Kebutuhan ini mengarah pada bentuk kebutuhan akan keamanan dan keselamatan jiwa di tempat kerja pada saat mengerjakan pekerjaan pada waktu jam-jam tertentu. Organisasi membantu individu dengan menyediakan gaji yang baik. Kebutuhan Afiliasi Kebutuhan afiliasi adalah kebutuhan sosial misalnya berteman. Kebutuhan akan keamanan dan keselamatan Jika kebutuhan psikologis sudah sedikit terpenuhi maka kebutuhan ini dapat menjadi motivasi. Kebutuhan ini terdiri dari : . Kebutuhan fisik Kebutuhan fisik adalah kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang seperti sandang. keuntungan serta kondisi kerja untuk memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan ini merupakan rasa aman dari kecelakaan dan keselamatan dalam melaksankan pekerjaan. b.

Kemajuan di segala bidang merupakan keinginan dan kebutuhan yang menjadi idaman setiap orang. Kebutuhan aktualisasi diri Kebutuhan aktualisasi diri dipenuhi dengan menggunakan kecakapan. Idealnya prestise timbul karena adanya prestasi. Karena manusia merasa dirinya penting. Serendah-rendahnya pendidikan dan kedudukan seseorang tetap merasa dirinya penting. Kebutuhan aktualisasi diri hanya dapat dipenuhi atas usaha individu itu sendiri. kemampuan. Setiap karyawan akan merasa senang jika diikutkan dalam berbagai kegiatan dan mengemukakan saran atau pendapat pada pimpinan. 4) Kebutuhan akan perasaan ikut serta. d. e.19 1) Kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain di tempat ia bekerja. Kebutuhan aktualisasi diri ini berbeda dengan kebutuhan lain dalam dua hal. 3) Kebutuhan akan perasaan kemajuan dan tidak sanggup menyenangi kegagalan. Aktualisasi diri berhubungan dengan pertumbuhan . Kebutuhan akan penghargaan diri/status Merupakan kebutuhan akan pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungannya. ketrampilan. 2) Kebutuhan akan perasaan dihormati. tetapi tidak selamanya demikian. dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain.

misalnya tempat kerja yang menarik. dan perumahan bagi guru maupun keluarganya sehingga mereka bisa hidup sebagaimana orang lain hidup secara layak. serta adanya bimbingan. serta adanya jaminan kesehatan. pengakuan dan penghargaan atas sumbangan. perlengkapan yang cukup. kondisi kerja yang menyenangkan. rasa takut akan masa depannya. rasa diikutsertakan. perlakuan yang wajar dan jujur. Sedangkan rasa aman berkenaan dengan kebebasan dari tekanan-tekanan batin. Oleh karena itu. rasa mampu. walaupun gedungnya sederhana hendaknya selalu dibersihkan dan diatur rapi sehingga membuat orang senang bekerja di dalamnya. perlengkapan kerja. bersih. tetapi adanya jaminan ketercukupan akan makan. Kimbal willes dalam Bafadal (2004:101-102) menegaskan ada delapan hal yang diinginkan guru melalui kerjanya. rapi. Kondisi kerja yang menyenangkan Suasana kerja meliputi tempat kerja. pakaian. ikut ambil bagian dalam pembentukan kebijakan sekolah. Kondisi kerja yang menyenangkan. 2. 1. dan kesempatan mempertahankan self respect. Rasa aman dan hidup layak Hidup layak bukan berarti mewah. dan kepemimpinankerja.20 individu. yaitu adanya rasa aman dan hidup layak. Kebutuhan ini berlangsung terus-menerus terutama sejalan dengan meningkatnya jenjang karier seorang individu. .

Perlakukan setiap anggota dengan wajar dan adil. Rasa mampu Setiap anggota kelompok menginginkan agar prestasi mereka diakui oleh pemimpin. pegawai tata usaha maupun lainnya. 6. 5. dimana hanya anggota tertentu saja yang mendapatkan perhatian. lenyaplah semangat kerja kelompok. Rasa diikutsertakan Sebagai manusia. Janganlah sekali-kali pilih kasih.21 3. Sehubungan dengan pembinaan moral kerja guru. Pengakuan dan penghargaan atas sumbangan Setiap orang yang bekerja ingin diakui oleh orang lainnya. pemimpin mengakui bahwa setiap anggota kelompoknya mampu menunaikan tugasnya dan mengakui setiap anggota kelompoknya memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam mencapai tujuan kelompok. yang ia lakukan demi . 4. Dalam hal ini. Oleh karena itu. apapun jabatannya. Perlakuan yang wajar dan jujur Seorang pemimpin bertugas membina persatuan antara anggotanya. seorang pemimpin harus memberi kesempatan kepada anggotanya untuk memperbaiki serta menjalin hubungan sosial dengan rekan-rekan kerjanya. Jika kelompok merasa bahwa hanya anggota tertentu saja yang mendapatkan perhatian. semuanya ingin merasa dirinya termasuk dalam anggota kelompoknya dimana ia bekerja dan berhasrat untuk bergabung mencapai prestasi yang lebih baik. Begitu pula setiap guru menginginkan agar segala jerih payahnya. baik sebagai guru. kepala sekolah harus selalu menghargai dan mengakui setiap hasil kerja guru.

jangan banyak diperintah. 8) pengakuan atas prestasi. 8.3 Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya motivasi kerja Frederich Hersberg dalam Sedarmayanti (2001:67) menyatakan pada manusia berlaku faktor motivasi dan faktor pemeliharaan dilingkungan .2.22 kesuksesan sekolah. 6) penerimaan oleh kelompok. tetapi sebaliknya. Hasrat ini merupakan hasrat asasi manusia. yaitu 1) upah yang adil dan layak. 2) kesempatan untuk maju/promosi. Ikut ambil bagian dalam pembuatan kebijakan sekolah Semua guru ingin ikut mbil bagian dalam membuat kebijakan sekolah. 2. Apabila keinginan untuk diakui tersebut terpenuhi maka guru akan merasa gembira dalam bekerja. Sedang Claude S. Berilah kesempatan merencanakan bersama. 5) tempat kerja yang baik. Pengalaman membuktikan bahwa jika tujuan ditetapkan bersama oleh kelompok maka semua anggota kelompok ikut bertanggung jawab atas pelaksanaannya. 7. memberikan rangsangan serta menunjukkan harapan yang positif. 7) perlakuan yang wajar. George dalam Hasibuan (2005:163) mengemukakan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan yang berhubungan dengan tempat dan suasana di lingkungan ia bekerja. 3) pengakuan sebagai individu. Jika semua guru diikutsertakan dalam membuat policy sekolah mereka merasa dipentingkan dalam sekolah. diakui oleh kepala sekolah maupun guru-guru lainnya. Kesempatan mengembangkan ”self respect” Rasa harga diri setiap guru perlu dikembangkan agar dapat melakukan apa yag harus dilakukan tanpa harus dididik pimpinan. 4) keamanan kerja.

tidak pernah berhenti sebelum selesai) 2.4 Ciri-ciri motivasi kerja Menurut Sardiman (2005:83) dalam buku interaksi dan motivasi belajar mengajar bahwa motivasi yang ada pada diri setiap orang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. 4. berarti orang itu memiliki motivasi yang cukup kuat. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal. Sedangkan untuk pemeliharaan terdapat sepuluh faktor yang perlu diperhatikan. Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu). Tekun menghadapi tugas (dapat menerus dalam waktu yang lama. Apabila seseorang memiliki ciriciri tersebut. (4) pekerjaan itu sendiri. . ulet dalam memecahkan masalah dan hambatan secara mandiri. memiliki ciri-ciri tersebut di atas. (7) kestabilan kerja. Tidak pernah mudah melepaskan hal yang diyakini. (2) supervisi teknis. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis. berulang-ulang begitu saja. (6) tanggung jawab.23 pekerjaannya. (8) kehidupan pribadi. (5) hubungan antar manusia dengan bawahannya. Lebih senang bekerja sendiri 5. Ciri-ciri motivasi seperti itu akan sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. 8. (6) gaji dan upah. 6. kalau gurunya tekun melaksanakan pekerjaannya. Dari hasil penelitiannya menyimpulkan ada enam faktor motivasi yaitu (1) prestasi. Karena kegiatan belajar mengajar akan berhasil baik. (3) kemajuan/kenaikan pangkat. 7. sehingga kurang kreatif). (3) hubungan antar manusia dengan atasan. (10) status 2. (4) hubungan manusia dengan pembinanya. (2) pengakuan. Menunjukkan minat terhadap bermcam-macam masalah. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa seseorang yang memilik motivasi kerja.2. yaitu (1) kebijaksanaan. (5) kemungkinan untuk tumbuh. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa) 3. (9) kondisi tempat kerja.

. Sementara Nawawi (1997:235) menegaskan bahwa kinerja yang diistilahkan sebagai karya adalah hasil pelaksanaan suatu pekerjaan. Tidak pernah mudah melepaskan hal yang diyakini 8. baik fisik / material maupun non material. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh lembaga administrasi negara (1992:12) merumuskan kinerja merupakan terjemahan bebas dari istilah Performance yang artinya adalah prestasi kerja atau pelaksanaan kerja atau pencapaian kerja atau hasil kerja. juga harus berani mempertahankan pendapatnya kalau memang yakin dan rasional. Selain itu. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah 4. Senang mencari dan memecahkan masalah 2. Cepat bosan pada tugas yang rutin 6. prestasi diperlihatkan atau kemampuan kerja. Ulet menghadapi kesulitan 3. Lebih senang bekerja mandiri 5.1 Pengertian Kinerja Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud 1990:503) kinerja berarti sesuatu yang dicapai. Dapat mempertahankan pendapatnya 7.24 guru yang produktif tidak akan terjebak pada sesuatu yang rutinitas.3 Kinerja Guru 2. Kesimpulan yang dapat diambil dari motivasi kerja guru adalah dorongan bagi seorang guru untuk melakukan pekerjaan dalam kegiatan belajar mengajar tercapai agar tercapai tujuan sesuai rencana. Bahkan peka dan responsive terhadap berbagai masalah umum dan berfikir bagaimana cara pemecahannya.3. Menurut Simamora (1997:327) kinerja adalah tingkat pencapaian standar pekerjaan. Tekun menghadapi tugas 2. Indikator yang digunakan untuk mengukur motivasi kerja guru adalah : 1.

Dalam kajian yang berkenaan dengan profesi guru. 2. Kesimpulan yang dapat diambil dari pendapat dan teori kinerja guru diatas. dalam arti hasil-hasil tersebut merupakan hasil rata-rata pada akhir periode tersebut. Kinerja guru dapat dilihat saat dia melaksanakan interaksi belajar-mengajar dikelas termasuk persiapannya baik dalam benmtuk program semester maupun persiapan mengajar. Ukuran periode dapat menggunakan satuan jam. Hal ini tidak berarti mutlak setengah periode harus memberikan hasil setengah dari keseluruhan. dalam arti seorang pegawai harus menguasai betul dan bersedia mengikuti pedoman yang telah ditentukan. bahwa kinerja guru adalah persiapan. Unsur metode. bulan maupun tahun. 2. Unsur hasil. 2.2 Unsur Kinerja Berdasarkan pengertian diatas kinerja mengandung 3 (tiga) unsur. dalam arti hasil-hasil yang dicapai oleh usaha-usaha tertentu. Unsur waktu. Anwar (1986: 22) memberikan pengertian kinerja sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan oleh seorang guru pada waktu memberikan pelajaran kepada siswanya. yaitu metode kerja yang efektif dan efisien. 3. pelaksanaan.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja . yaitu: 1. dinilai dalam satu putaran waktu atau sering disebut periode.3. hari.25 Menurut Anwar (1986:86) memberikan pengertian kinerja sama dengan performance yang esensinya adalah berapa besar dan berapa jauh tugas-tugas yang telah dijabarkan telah dapat diwujudkan atau dilaksanakan yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab yang menggambarkan pola perilaku sebagai aktualisasi dan kompetensi yang dimiliki.3. dan pencapaian guru dalam melaksanakan interaksi belajar mengajar dikelas. ditambahkan pula dalam bekerjanya pegawai tersebut harus bekerja dengan penuh gairah dan tekun serta bukan berarti harus bekerja berlebihan.

tetapi juga untuk mengembangkan dan memotivasi kalangan karyawan. Penilaian ini mutlak dilaksanakan untuk mengetahui kinerja yang telah dicapai oleh guru. latar belakang budaya dan variabel-variabel personal lainnya. baik yang berasal dari dalam diri maupun yang berasal dari luar. desain dan kondisi alatalat kerja. Penilaian ini penting bagi setiap guru dan berguna bagi sekolah dalam menetapkan kegiatannya.4 Penilaian Kinerja Tugas manajer (Kepala Sekolah) terhadap guru salah satunya adalah melakukan penilaian atas kinerjanya. sedang.pengalaman kerja.26 Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang. umur. Tiffin dan Mccormick (1975: 79) menyatakan ada 2 (dua) macam faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang yaitu: 1. Faktor fisik dan pekerjaan. pendidikan. Faktor Individual Yaitu faktor-faktor yang meliputi sikap. meliputi : metode kerja. 2. Penilaian kinerja menurut Simamora (1997: 415) adalah alat yang berfaedah tidak hanya untuk mengevaluasi kerja dari para karyawan. sistem upah dan lingkungan sosial. sifat fisik. keinginan atau motivasinya. sifat-sifat kepribadian. 2. jenis kelamin.3. kebisingan dan fentilasi). penataan ruang kerja dan lingkungan kerja (seperti penyinaran. Sejalan dengan . 3. jenis latihan dan pengawasan. meliputi : kebijaksanaan organisasi. Apakah kinerja yang dicapai setiap guru baik. atau kurang. Faktor Situasional Faktor sosial dan organisasi.

komponen kedua memiliki satu kompetensi. Lebih lanjut dinyatakan bahwa Standar Kompetensi Guru adalah suatu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai dengan bidang tugas.) pengembangan profesi. masing-masing terdiri atas beberapa kompetensi. Penilaian prestasi belajar peserta didik 4. kualifikasi dan jenjang pendidikan. Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik prestasi kerja karyawan serta menetapkan kebijaksanaan . yaitu: 1. standar kompetensi guru dapat diartikan sebagai ”suatu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan”.) penguasaan akademik. komponen pertama terdiri atas empat kompetensi. Ketiga komponen SKG tersebut. Pelaksanaan interaksi belajar.mengajar 3. Dengan demikian. Dalam bukunya Suparlan yang berjudul Guru sebagai Profesi. ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi dasar. standar kompetensi guru dibagi dalam tiga komponen yang saling mengait. dan komponen ketiga terdiri atas dua kompetensi.27 pendapat Hasibuan (2000: 87) penilaian prestasi adalah kegiatan manajer untuk mengevaluasi selanjutnya. yakni: 1. 2. Berdasarkan pengertian tersebut. Penyusunan rencana pembelajaran 2.) pengelolaan pembelajaran. Sehubungan dengan hal diatas maka penilaian kinerja guru berdasarkan Standar Kompetensi Guru. dan 3.

Jika kepala sekolah sebagai supervisor dapat melakukan tugas.4 Kerangka Berpikir Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya yakni kegiatan pembelajaran. Pemahaman wawasan kependidikan 7. Penguasaan bahan kajian akademik (sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. fungsi dan tanggung jawabnya dengan baik melaksanakan supervisi pendidikan secara efektif dan profsional maka logikanya pemberian supervisi oleh kepala sekolah akan meningkatkan kinerja guru. Oleh karena itu diperlukan peran dari kepala sekolah untuk mendorong bawahannya/guru-gurunya supaya berkinerja lebih tinggi lagi.28 5. (Standar Kompetensi Guru Direktorat Tenaga Kependidikan 2003) Berdasarkan pendapat dan teori diatas bahwa supervisi merupakan proses pembinaan kepala sekolah kepada guru dalam meningkatkan kinerja guru dan motivasi kerja guru adalah dorongan untuk merubah kinerja guru kearah yang lebih baik 2. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka kinerja guru perlu ditingkatkan. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Disamping itu motivasi kerja guru sebagai perangsang keinginan dan daya gerak yang menyebabkan seorang guru bersemangat dalam mengajar karena . sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Pengembangan profesi 6.

minatnya yang tinggi dalam memecahkan masalah.29 terpenuhi kebutuhannya. . Hal ini berdampak pada kepuasan kerja guru yang akhirnya mampu menciptakan kinerja yang baik. Berdasarkan teori-teori diatas dapat dikemukakan bahwa terdapat pengaruh antara supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru. penuh kreatif dan sebagainya. Guru yang bersemangat dalam mengajar terlihat dalam ketekunannya ketika melaksanakan tugas. ulet.

Kunjungan kelas b. Pelaksanaan interaksi belajar mengajar c. Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian peserta didik e. Cepat bosan pada tugas yang rutin f. Pengembangan diri f. Ulet menghadapi kesulitan c. Tekun menghadapi tugas b. Penyusunan rencana pembelajaran b. Pengembangan metode dan evaluasi e. Pemahaman tentang kurikulum baru d. Tidak pernah mudah melepaskan hal yang diyakini h. Penguasaan bahan kajian akademik . Kegiatan rutin diluar mengajar X2 : Motivasi Kerja Guru Indikatornya: a. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah d. Rapat-rapat pembinaan f. Lebih senang bekerja mandiri e. Semangat kerja guru c.30 Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru SMK Negeri I Purbalingga Tahun Ajaran 2006/2007 X1 : Supervisi Kepala Sekolah Indikatornya: a. Senang mencari dan memecahkan masalah Y : Kinerja Guru Indikatornya: a. Penilaian prestasi belajar peserta didik d. Pemahaman wawasan g. Dapat mempertahankan pendapatnya g.

Hipotesis merupakan anggapan dasar yang kemudian membuat suatu teori yang masih harus diuji kebenarannya. Suatu hipotesis akan diterima apabila data yang dikumpulkan mendukung pernyataan maka hipotesis diterima.5 Hipotesis Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul. 1996: 67). . Hipotesis dalam penelitian ini adalah hipotesis kerja (Ha): ‘’Ada Pengaruh Positif Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru di SMK Negeri I Purbalingga”.31 2. (Arikunto.

2.) semangat kerja guru.) ulet menghadapi kesulitan.) pemahaman tentang kurikulum. 3. 2.1998:99). 5. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah: a. 4. 5. 3. Supervisi Kepala Sekolah (X1).) rapat-rapat pembinaan. Maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMK Negeri 1 Purbalingga yang berjumlah 60 orang. dengan indikator: 1.) cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin. 6. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Arikunto (1998:112). populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Motivasi Kerja (X2).) tekun menghadapi tugas. yaitu variabel yang mempengaruhi terhadap sesuatu gejala.) dapat 32 .) kegiatan diluar mengajar.) menunjukkan minat. apabila subyek kurang dari seratus lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Variabel Bebas. dengan indikator: 1.1 Populasi Penelitian Menurut Arikunto (1998:115). 6.2 Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto.) supervisi kunjungan kelas.) lebih senang bekerja mandiri. maka semua populasi menjadi subyek penelitian. b. 1.) pengembangan metode dan evaluasi. 4.BAB III METODE PENELITIAN 3. 3. Karena jumlah kurang dari 100.

7) penguasaan bahan kajian akademik.1998:140).33 mempertahankan pendapatnya. 3) penilaian prestasi belajar peserta didik. 8. Variabel Terikat. 7. dan sebagainya (Arikunto 1998:225). motivasi kerja serta kinerja guru di SMK Negeri I Purbalinggga. kuesioner. . Adapun yang menjadi variabel terikat (Y) adalah Kinerja guru yakni standar kompetensi guru yang meliputi 7 (tujuh) kompetensi dasar: 1) penyusunan rencana pembelajaran. 6) pemahaman wawasan kependidikan. 2) pelaksanaan interaksi belajar-mengajar.3 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah mengamati variabel yang akan diteliti dengan metode interview. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap. pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena tertentu (Sugiyono. Jadi dengan skala likert ini peneliti ingin mengetahui bagaimana supervisi kepala sekolah. Metode angket (Kuesioner) Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto. observasi.) senang mencari dan memecahkan masalah. 3. yaitu variabel yang dipengaruhi suatu gejala. 4) pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik. Dalam menyususn kuesioner ini peneliti menggunakan skala Likert. 2001:86). tes. 2. Dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data digunakan metode antara lain: 1. 5) pengembangan profesi.) tidak pernah melepaskan hal yang diyakini.

notulen rapat. 3.34 Angket pertanyaan ini menggunakan empat alternatif jawaban dengan bobot skor sebagai berikut: a. buku. surat kabar. Data dapat diperoleh dari sumber tertulis yang berhubungan dengan penelitian yaitu informasi tentang jumlah guru dan karyawan serta data-data mengenai kepegawaian yang ada pada SMK Negeri I Purbalingga.1998:160). . agenda dan sebagainya (Arikunto.1 Validitas Validitas adalah ukuran yang menunjukkan tingkatan-tingkatan kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Dalam penelitian ini validitas yang digunakan adalah validitas internal.4. Jawaban c diberi skor 2 d. Jawaban d diberi skor 1 2. Validitas internal dalah validitas yang dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen secara keseluruhan (Arikunto. 1998:236). Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. majalah.4 Validitas dan Reliabilitas 3. Jawaban a diberi skor 4 b. Jawaban b diberi skor 3 c. transkrip. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi (Arikunto.1998: 138). prasasti.

maka instrument dikatakan tidak valid dan tidak layak untuk pengambilan data. Hasil analisis validitas dapat dilihat pada lampiran 3 halaman 119-121 dan terangkum pada tabel 3. Sebaliknya apabila r hitung < r tabel. maka instrumen dikatakan valid. Adapun cara pengukuran analisis butir adalah dengan skor butir dikorelasikan dengan skor total dengan menggunakan rumus Product Moment.1998: 162) Kesesuaian harga rxy yang diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan rumus di atas dikonsultasikan dengan tabel r kritik product moment dengan kaidah keputusan apabila r hitung > r tabel. yaitu: rxy= {N ∑ X − (∑ X )}{N ∑ Y − (∑ Y ) } 2 2 2 2 N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) Keterangan : rxy : Koefisien korelasi n x y : Jumlah subyek atau responden : Skor butir : Skor total (Arikunto.1 .35 Dalam pengujian validitas internal dapat digunakan dua cara yaitu analisis faktor dan analisis butir.

36

Tabel 3.1 Hasil Uji Validitas Instrumen
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Supervisi kepala sekolah Pearson Kriteria Correlation 0.678 Valid 0.594 Valid 0.596 Valid 0.647 Valid 0.596 Valid 0.681 Valid 0.672 Valid 0.532 Valid 0.761 Valid 0.530 Valid -0.080 Tidak valid 0.611 Valid 0.856 Valid 0.377 Tidak valid 0.849 Valid 0.779 Valid Motivasi kerja Pearson Kriteria Correlation 0.564 Valid 0.558 Valid 0.646 Valid 0.856 Valid 0.701 Valid 0.773 Valid 0.728 Valid 0.547 Valid 0.002 Tidak valid 0.754 Valid 0.648 Valid 0.832 Valid 0.771 Valid 0.662 Valid 0.581 Valid -0.130 Tidak valid 0.564 Valid 0.552 Valid Kinerja guru Pearson Kriteria Correlation 0.567 Valid 0.715 Valid 0.605 Valid 0.027 Tidak valid 0.696 Valid 0.764 Valid 0.762 Valid 0.586 Valid 0.699 Valid 0.529 Valid 0.664 Valid 0.611 Valid 0.554 Valid 0.664 Valid -0.050 Tidak valid 0.205 Tidak valid 0.122 Tidak valid 0.612 Valid 0.625 Valid 0.594 Valid 0.705 Valid

Sumber: data penelitian diolah tahun 2007 Terlihat dari tabel 3.1, pada variabel supervisi kepala sekolah terdapat 2 item yang tidak valid yaitu no 11 dan no 14 dengan rhitung -0,080 dan 0,377, untuk variabel motivasi kerja terdapat 2 item yang tidak valid yaitu nomor 9 dan 16 dengan rhitung 0.002 dan -0.130, sedangkan untuk variabel kinerja guru terdapat 4 item yang tidak valid yaitu nomor 4, nomor 15, nomor 16 dan nomor 17 dengan rhitung masing-masing 0.027, -0.050, 0.205 dan 0.122. Karena dari masing-masing indikator sudah terwakili maka Item-item yang kurang dari rtabel pada taraf kesalahan 5% dengan n = 15 yaitu 0,514 atau tidak valid tersebut dihilangkan.

37

3.4.2

Reliabilitas Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen

cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 1998 : 170). Untuk menguji reliabilitas instrumen, digunakan uji reliabilitas internal yang diperoleh dengan cara menganalisis data dari suatu hasil pengetesan dengan rumus sebagai berikut:
2 ⎡ k ⎤⎡ ∑σ b ⎤ r11= ⎢ 1− ⎢ ⎥ σt2 ⎦ ⎣ k − 1⎥ ⎣ ⎦

Keterangan : r11 k : Reliabilitas instrumen : Banyaknya pertanyaan
2

∑σ b

: Jumlah varian butir : Varian total

σt2

(Arikunto.1998:193) Hasil perhitungan reliabilitas dikonsultasikan dengan r tabel rata-rata signifikansi 5% atau internal kepercayaan 95%. Bila harga perhitungan lebih besar dari r tabel, maka instrument dikatakan reliabel. Untuk mencari varian butir digunakan rumus :

σ2 =

∑X

2

∑ (X ) −
N N

2

Keterangan :

σ : Varian tiap butir

38

X : Jumlah skor butir N : Jumlah responden Hasil analisis reliabilitas diperoleh r11 untuk variabel supervisi kepala sekolah mencapai 0,874, untuk variabel motivasi kerja sebesar 0,886 dan untuk variabel kinerja guru sebesar 0,854. Ketiga koefisien reliabilitas tersebut melebihi rtabel = 0,514 yang berarti bahwa ketiga instrumen dalam kategori reliabel. 3.5 Metode Analisis Data Analisis data adalah pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan rumus atau dengan aturan-aturan yang ada sesuai dengan pendekatan penelitian. Analisis data dilakukan dengan tujuan untuk menguji hipotesis dalam rangka penarikan kesimpulan. Adapun metode analisi data yang dipergunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis regresi. 3.5.1 Analisis Deskriptif Persentase Metode ini digunakan untuk mengkaji variabel yang ada pada penelitian yaitu supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja dengan kinerja guru SMK Negeri 1 Purbalingga. Adapun rumusnya adalah: %=
n x100% N

Keterangan : n : Jumlah skor jawaban responden N : Jumlah seluruh skor ideal % : Tingkat keberhasilan yang dicapai (Mohamad Ali, 1992: 184)

Menetapkan range yang dicari yaitu selisih antara skor tertinggi dan skor terendah c.5.2 Uji Asumsi Klasik 3.2. tetapi apabila populasi tidak berdistribusi normal maka konklusi Kriteria Sangat baik Baik Cukup Kurang baik Tidak baik . maka akan lebih mudah dan lancar bila variabel-variabel yang diteliti mengikuti distribusi tertentu. Untuk mengetahui kriteria perhitungan dibuat tabel Dalam menentukan interval persentase untuk menentukan kategori data dilakukan dengan cara: Persentase tertinggi Persentase terendah Jarak Interval kriteria : : 5 x 100% 5 = 100% = 20% 1 x 100% 5 : 100% . Dari teori kemungkinan apabila populasi yang diteliti berdistribusi normal maka konklusi bisa diterima. Menetapkan skor tertinggi dan skor terendah b.5.39 Perhitungan deskriptif persentase ini mempunyai langkah-langkah sebagai berikut: a.20% = 80% : 80% : 5 = 16% Tabel 3. Menetapkan interval yaitu range dibagi jumlah option d.1 Uji Normalitas Data Untuk keperluan analisis data selanjutnya.2 kriteria persentase Interval kriteria 85< % skor <100 70< % skor <85 55< % skor <70 40< % skor <55 25< % skor <40 3.

Jika hasil uji linieritas merupakan data yang linier maka digunakan analisis regresi linier.40 berdasarkan teori tidak berlaku. Apabila nilai signifikansi > 0. 3. Sebaliknya jika hasil uji linieritas merupakan data yang tidak linier maka analisis regresi yang digunakan nonlinier. Data dianalisis dengan bantuan komputer program SPSS versi 12 Windows 2000. Jika probabilitas > 0. Pengujian normalitas data dimaksudkan untuk mengetahui normal tidaknya distribusi penelitian masingmasing variabel penelitian. . Di samping menggunakan uji Kolmogorov Smirnov analisis kenormalan data ini juga didukung dari Plot of Regression Standardized Residual.2 Uji Linieritas Uji linieritas merupakan langkah untuk mengetahui status linier tidaknya suatu distribusi sebuah data penelitian. Uji normalitas data penelitian ini menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnof (Santoso 1999:311). Dasar pengambilan keputusan dari uji ini dapat dilihat dari nilai signifikansi. Dasar pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas.2. apakah pada taraf signifikansi tertentu atau tidak. Oleh sebab itu.05 dapat disimpulkan bahwa hubungannya bersifat linier. dapat disimpulkan bahwa model regresi berdistribusi normal. Apabila grafik yang diperoleh dari output SPSS ternyata diperoleh titik-titik yang mendekati garis diagonal.05 maka data penelitian berdistribusi normal.5. Hasil yang diperoleh melalui uji linieritas akan menentukan teknik analisis regresi yang akan digunakan. sebelum mengambil keputusan berdasarkan teori tersebut perlu diperiksa terlebih dahulu normalitas distribusinya.

2.3 Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat yaitu antara supervisi kepala sekolah.3 Uji Heteroskedastisitas Secara grafis dapat dilihat dari multivariate standardized Scatterplot.5.41 3. Pengujian multikolinieritas ini dapat dilihat dari nilai variance inflatio factor (VIF).1 dan VIF > 10. Antara variabel bebas dikatakan multikolinieiritas apabila toleransinya < 0.5.4 Uji Multikolinieritas Uji persamaan selanjutnya adalah uji kolinieritas untuk mengetahui ada tidaknya korelasi di antara sesama variabel bebas.2.5.1997:51) . Model regresi dalam penelitian ini dapat memenuhi syarat apabila tidak terjadi multikolinieritas atau adanya korelasi di antara variabel bebas (Santosa 1999:293). 3. 3. Dasar pengambilannya apabila sebaran nilai residual terstandar tidak membentuk pola tertentu namun tampak random dapat dikatakan bahwa model regresi bersifat homogen atau tidak mengandung heteroskedastisitas. motivasi kerja terhadap kinerja. Persamaan regresi berganda dapat ditulis sebagai berikut: Y=a+b1X1+b2X2 Keterangan : Y = Variabel terikat kinerja a = Bilangan konstanta b1 = koefisien regresi supervisi kepala sekolah (X1) b2 = koefisien regresi motivasi kerja (X2) (Algifari.

05 maka Ho ditolak sehingga dapat dikatakan bahwa variabel bebas dari regresi dapat menerangkan variabel terikat secara serentak. Sebaliknya jika F hitung < F tabel maka Ho diterima sehingga dapat dikatakan bahwa variabel bebas tidak mampu menjelaskan variabel terikat. .42 Untuk menentukan persamaan linier menggunakan program komputerisasi yaitu SPSS. Uji Simultan (Uji F) Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas mempunyai pengaruh yang sama terhadap variabel terikat. Untuk membuktikan kebenaran hipotesis digunakan uji distribusi F dengan cara membandingkan antara nilai F hitung dengan F tabel. Apabila perhitungan F hitung >F tabel atau p value < 0.

43 .

kelas II berjumlah 316 siswa.net SMK Negeri Purbalingga di pimpin oleh 1 Kepala Sekolah yaitu Drs. rekayasa perangkat lunak. penjualan. Menyelenggarakan sertifikat keahlian Bahasa Inggris berstandar TOEIC serta keahlian Sekretaris dan Akuntansi Berstandar Nasional. sekretaris. Mengembangkan fungsi SMK sebagai penyelenggara program diploma dan kursus-kursus 43 . teknik computer dan jaringan.1 Hasil Penelitian 4. 2. Visi SMK N I Purbalingga : SMK Negeri I Purbalingga sebagai pusat pendidikan dan latihan profesi berstandar nasional. Menghasilkan lulusan sebagai calon pegawai kantor dan calon pedagang berkualitas.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. dan kelas III ada 284 siswa.1.com. Program/bidang keahlian di SMK Negeri 1 Purbalingga adalah Akuntansi. Website : http://www.smkn1pbg.1 Gambaran Umum SMK Negeri 1 Purbalingga SMK Negeri 1 Purbalingga beralamat di Jl. Misi SMK Negeri I Purbalingga : 1. sedangkan jumlah siswa terdapat 920 dengan rincian : kelas I berjumlah 320 siswa. Mengusahakan pembelajaran yang kompetitif untuk prakerin ke luar negeri.Sukamto. Mayjend Sungkono 34 Purbalingga Telp/Fax. berwawasan lingkungan dan berorientasi masa depan. 4. 3.cjb. (0281) 891550 / (0281) 895265 Email : smk_01pbg2000@yahoo. Jumlah guru SMK Negeri 1 Purbalingga ada 60 guru.

Meningkatkan kemampuan siswa dalam Bahasa Inggris melalui tes TOEIC. bank. Meningkatkan daya serap masyarakat terhadap lulusan dengan masa tunggu satu tahun pada lulusan tahun 2006/2007 telah bekerja > 70% 4. Calon program khusus program diklat Penjualan = 70% 6. Semua program keahlian lulus Uji Kompetensi Asosiasi = 60% 3. Lulusan dengan tes TOEIC score > 500= 7% 4. Menghasilkan calon pedagang sebanyak 10% bagi lulusan 2006/2007 5. Siswa ada yang dapat mengikuti prakerin ke Luar Negeri pada tahun 2006/2007 6. 5.44 Tujuan SMK Negeri 1 Purbalingga Sejalan dengan target pencapaian tujuan yang menjadi program sekolah tahun 2006/2007 ada tuju target sebagai berikut : 1. persewaan gedung) setiap tahun meningkat ≥ 10% Sasaran SMK Negeri Purbalingga Target yang ingin dicapai sebagai berikut : 1. Meningkatkan keuntungan unit produksi (kafe. Semua program keahlian lulus dengan rata-rata NUN = 7. Lulusan mulai 2006/2007 mencapai rata-rata NUN ≥ 7. bagi tingkat III tahun 2006/2007 mencapai > 10% dengan skor > dari 500 3.0 dan lulusan ujian Kompetensi dari Asosiasi (DUDI) tiap program keahlian ≥ 75%. Daya serap seluruh lulusan (kerja+melanjutkan) = 60%. 2.00. LPK siap mengeluarkan sertifikat = 600 lembar . toko. 2. Membuka kursus-kursus dan merintis Program Diploma pada tahun 2006/2007 7.

rapat-rapat pembinaan dan kegiatan rutin di luar mengajar masih belum optimal. Supervisi Kunjungan Kelas Tugas kepala sekolah sebagai supervisor salah satunya adalah melakukan kunjungan kelas untuk melihat atau mengamati seorang guru yang sedang mengajar.45 4.7 5. memberi pemahaman tentang kurikulum. Tujuannya untuk mengobservasi bagaimana guru mengajar. menunjukkan bahwa sebagian besar (63.2 Gambaran Umum Variabel Penelitian 4. tindakan memberi semangat. bahkan sebanyak 16. Dari data hanya 15% guru yang memiliki persepsi baik tentang supervisi yang dilakukan kepala sekolahnya.1 Tabel 4. Dengan kata lain.1 Supervisi Kepala Sekolah Persepsi guru terhadap supervisi yang dilakukan kepala sekolah SMK Negeri 1 Purbalingga dapat dilihat pada tabel 4. apakah sudah memenuhi syarat-syarat didaktis atau metodik yang sesuai.3%) guru SMK Negeri 1 Purbalingga memandang bahwa supervisi yang dilakukan kepala sekolahnya tergolong cukup.0 100 Terlihat dari tabel di atas.2.3 16.1.7% memandang kurang baik dan 5% memandang tidak baik. 1.0 63. untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekiranya masih perlu diperbaiki. pengembangan metode. Namun kenyataan yang ada kepala sekolah SMK Negeri 1 Purbalingga .1. Berdasarkan data ini menunjukkan bahwa supervisi kunjungan kelas.1 Persepsi Guru terhadap Supervisi Kepala Sekolah Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 0 70< % skor <85 Baik 9 55< % skor <70 Cukup 38 40< % skor <55 Kurang baik 10 25< % skor <40 Tidak baik 3 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 0.0 15.

46 menurut persepsi sebagian besar guru masih belum dilaksanakan secara baik.7 1-2 kali 42 70.7% memandang tidak baik. hanya 11. Tabel 4.0 3-4 kali 7 11.3 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Terlihat dari tabel 4. namun 70% guru merasa .7% guru yang menganggap bahwa pelaksanaan kunjungan kelas tergolong baik. Dari data ini menunjukkan frekuensi kunjungan kelas dalam rangka supervisi maupun observasi untuk memperbaiki cara mengajar guru masih tergolong rendah karena dalam satu semester hanya 1-2 kali kunjungan. bahkan 18. Dari data tersebut hanya 11.7 100 Terlihat dari tabel sebanyak 63.7 63.3 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Kunjungan Kelas Oleh kepala sekolah No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 0 0. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.3% guru memandang kurang baik dan 6.0 11.3.3% guru memandang bahwa pelaksanaan kunjungan kelas oleh kepala sekolah masih tergolong cukup.3 6.3 18.7% guru yang merasa pernah dikunjungi kepala sekolah antara 3-4 kali dalam satu semester.2 Persepsi Guru terhadap Supervisi Kunjungan Kelas oleh Kepala Sekolah Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 0 70< % skor <85 Baik 7 55< % skor <70 Cukup 38 40< % skor <55 Kurang baik 11 25< % skor <40 Tidak baik 4 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 0.2 Tabel 4.0 Tidak pernah 11 18.

4.3% guru yang tidak pernah dikunjungi kepala sekolah. Di satu sisi.47 hanya dikunjungi 1-2 kali bahkan masih ada 18. bahkan 40% guru tidak pernah dikunjungi. guru merasa perlu adanya supervisi kunjungan kelas demi perbaikan proses belajar mengajar.7% guru merasa pernah dikunjungi oleh kepala sekolah dalam rangka observasi perbaikan cara pengajaran antara 1-2 kali dalam satu semester. .6 3-4 kali 7 11. Dari data hanya 11.7% yang pernah dikunjugi 3-4 kali dan 1.7 1-2 kali 28 46. Terkait dengan kunjungan kelas dalam rangka observasi perbaikan cara mengajar guru menurut persepsi guru juga masih tergolong kurang karena dalam satu semester hanya 1-2 kali.6% dikunjungi lebih dari 4 kali.7 Tidak pernah 24 40. Hal ini dapat dilihat dari persepsi guru bahwa manfaat supervisi kelas terhadap perbaikan proses belajar mengajar dapat mencapai 75% atau lebih. sebanyak 46.4 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Kunjungan Kelas dalam Rangka Observasi Perbaikan Cara Mengajar Guru No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 1 1. Tabel 4.0 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Terlihat pada tabel 4. bahkan ada guru yang tidak pernah dikunjungi kepala sekolah dalam rangka observasi tersebut.

0 15.6 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 Terlihat dari tabel 4. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar merasa memperoleh manfaat yang tinggi dengan adanya supervisi kunjungan kelas. Berdasarkan persepsi sebagian besar guru menunjukkan bahwa tindakan kepala sekolah dalam memberi semangat kerja guru sudah tergolong baik.3 53.6 Persepsi Guru terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Memberi Semangat Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 11 70< % skor <85 Baik 32 55< % skor <70 Cukup 6 40< % skor <55 Kurang baik 9 25< % skor <40 Tidak baik 2 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 18.3 10.0 3. sebanyak 75% guru merasa bahwa manfaat supervisi kunjungan kelas terhadap perbaikan pengajaran antara 75%-100%. 2. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.7 25%-49% 10 16.6 Tabel 4.5.0 50%-74% 4 6.5 Persepsi Guru terhadap Besarnya Manfaat Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Perbaikan Pengajaran Besarnya manfaat supervisi terhadap perbaikan pengajaran Frekuensi Persentase 75%-100% 45 75.48 Tabel 4.3 100 . Memberi Semangat Kerja Guru Salah satu kegiatan atau usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor adalah membangkitkan dan merangsang guru-guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya.7 < 25% 1 1.

7 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Memberi Evaluasi untuk memotivasi Semangat Kerja Guru No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 1 1.6.8.49 Terlihat dari tabel 4. sebanyak 60% guru merasa bahwa dalam satu bulannya mendapat kunjungan kepala sekolah untuk melakukan evaluasi guna memotivasi semangat kerja antara 1-2 kali dan 15% guru tidak pernah dikunjungi. . Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.3% dalam kategori tidak baik.0 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Terlihat dari tabel di atas.7. Dari data hanya 23.3% guru memiliki persepsi yang baik dan 18. Dalam sebulannya ternyata frekuensi kepala sekolah untuk memberi evaluasi terhadap proses belajar mengajar untuk memotivasi semangat kerja guru tergolong rendah karena antara 1-2 kali.3% guru yang dikunjungi kepala sekolah antara 3-4 kali dan 1. Tabel 4. meskipun demikian masih ada 10% yang memandang cukup.3 1-2 kali 36 60. sebanyak 53. pengaruh supervisi kunjungan kelas terhadap semangat kerja tergolong tinggi antar 75%-100%.7% melebihi 4 kali. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.7 3-4 kali 14 23. 15% memiliki persepsi kurang baik dan 3.3% memiliki persepsi sangat baik atas tindakan kepala sekolah dalam memberi semangat kerja guru. Jika dinyatakan dengan persentase.0 Tidak pernah 9 15.

8. c) mengorganisasikan kegiatan-kegiatan pengelolaan kelas.8 Persepsi Guru terhadap Besarnya Pengaruh Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Semangat Kerja Besarnya manfaat supervisi terhadap semangat kerja Frekuensi Persentase 75%-100% 43 71. sebanyak 71. dan sebagainya. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.7 50%-74% 9 15. 3. d) melaksanakan teknik-teknik evaluasi pengajaran. Memberi Pemahaman tentang Kurikulum Tugas lain kepala sekolah sebagai supervisor adalah membimbing guruguru dalam hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah seperti : a) menyusun program catur wulan atau program semester.0 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 Terlihat pada tabel 4. b) menyusun atau membuat program satuan pelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar merasa perlu adanya supervisi kunjungan kelas.9.0 25%-49% 8 13. e) menggunakan media dan sumber dalam proses belajar-mengajar dan f) mengorganisasikan kegiatan-kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler. Tindakan kepala sekolah dalam membimbing guru berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah tergolong cukup baik.50 Tabel 4. . study tour.3 < 25% 0 0.7% merasa bahwa dengan adanya supervisi kunjungan kepala sekolah dapat meningkatkan semangat kerja hingga 75%-100%.

bahkan 10% guru menyatakan tidak pernah dipantau.9 Persepsi Guru terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Membimbing Guru Berkaitan dengan Kurikulum Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 4 70< % skor <85 Baik 2 55< % skor <70 Cukup 40 40< % skor <55 Kurang baik 8 25< % skor <40 Tidak baik 6 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 6. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.9.0 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Terlihat dari tabel 4. namun masih ada 13.3 66.7 3.3% yang merasa kurang baik dan 10% merasa tidak baik. Berdasarkan persepsi guru menunjukkan bahwa dalam sebulannya kepala sekolah mengadakan peninjauan terhadap rencana pembelajaran pada hanya 1-2 kali.7 13.0 100 Terlihat dari tabel 4.7 Tidak pernah 6 10.7% guru menyatakan hanya 1-2 kali dalam sebulan ditinjau rencana pembelajarannya oleh kepala sekolah.3 10.10.10 Tabel 4.7 3-4 kali 1 1.7% guru memandang bahwa kepala sekolahnya cukup baik dalam membimbing guru berkaitan dengan kurikulum.51 Tabel 4. sebanyak 66. sebanyak 81. .6 1-2 kali 49 81.10 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Peninajauan Kepala Sekolah terhadap Rencana Pembelajaran Guru No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 4 6.

52

Dalam satu semester, hanya 1-2 kali saja kepala sekolah meninjau kesesuaian perangkat pembelajaran dengan pelaksanaan pembelajaran. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.11 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Peninjauan Kepala Sekolah terhadap Kesesuaian Perangkat Pembelajaran dengan Pelaksanaan Pembelajaran No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 4 6.7 3-4 kali 6 10.0 1-2 kali 41 68.3 Tidak pernah 9 15.0 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007

Terlihat dari tabel 4.11, sebanyak 68,3% guru merasa hanya 1-2 kali dalam satu semester dipantau oleh kepala sekolahnya tentang kesesuaian perangkat yang disusun dengan pelaksanaan pembelajaran bahkan 15% guru merasa tidak pernah mendapat pantauan. Di satu sisi sebagian besar guru merasa penting dengan adanya supervisi kunjungan kelas terhadap pemahaman kurikulum. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.12 Persepsi Guru terhadap Besarnya Pengaruh Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Pemahaman Kurikulum Besarnya manfaat supervisi terhadap pemahaman kurikulum Frekuensi 75%-100% 24 50%-74% 25 25%-49% 6 < 25% 5 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4

Persentase 40.0 41.7 10.0 8.3 100

53

Terlihat dari tabel 4.12 terlihat bahwa 40% guru merasa bahwa dengan adanya supervisi dapat berpengaruh terhadap pemahaman kurikulum. 4. Pengembangan Metode dan Evaluasi Fungsi supervisor pada prinsipnya adalah sebagai upaya pengembangan pembelajaran. Bersama guru-guru berusaha mengembangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku. Berdasarkan data yang diperoleh Tabel 4.13 Persepsi Guru terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Pengembangan Metode dan Evaluasi Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 9 70< % skor <85 Baik 27 55< % skor <70 Cukup 17 40< % skor <55 Kurang baik 3 25< % skor <40 Tidak baik 4 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 15.0 45.0 28.3 5.0 6.7 100

Terlihat pada tabel 4.13, sebanyak 45% guru menyatakan bahwa kepala sekolahnya melakukan supervisi berupa pengembangan metode dan evaluasi

dengan baik, namun masih ada 28,3% menyatakan cukup. Menurut persepsi sebagian besar guru, kepala sekolah melakukan bimbingan tentang pelaksanaan teknik-teknik evaluasi pengajaran dan

pengembangan metode pembelajaran antara 1-2 kali. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.14.

54

Tabel 4.14 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Bimbingan Kepala Sekolah tentang teknikteknik evaluasi dan pengembangan metode pembelajaran No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 4 6.7 3-4 kali 8 13.3 1-2 kali 41 68.3 Tidak pernah 7 11.7 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007

Terlihat dari tabel 4.14, sebanyak 68,3% guru menyatakan bahwa dalam satu semester kepala sekolah hanya 1-2 kali melakukan bimbingan tentang teknikteknik evaluasi dan pengembangan metode pembelajaran, bahkan 11,7% guru merasa tidak pernah mendapatkan bimbingan tentang teknik-teknik evaluasi. Di satu sisi, sebagian besar guru merasa penting dengan adanya evaluasi untuk pengembangan teknik evaluasi dan metode pembelajaran. Hal ini tampak dari pendapat guru yang merasa mendapat manfaat antara 75%-100% dengan adanya supervisi. Tabel 4.15 Persepsi Guru terhadap Besarnya Pengaruh Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Pengembangan Teknik Evaluasi dan Metode Pembelajaran Besarnya manfaat supervisi terhadap pengembangan teknik evaluasi dan metode 1 75%-100% 2 50%-74% 3 25%-49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No Frekuensi 35 18 3 4 60 Persentase 58.3 30.0 5.0 6.7 100

Terlihat dari tabel 4.15, terlihat bahwa 58,3% guru merasa mendapatkan manfaat 75%-100% dengan supervisi yang dilakukan kepala sekolah untuk pengembangan teknik evaluasi dan metode pembelajaran.

7 5. menurut persepsi sebagian besar guru rapat secara periodik dengan guru-guru berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar hanya berlangsung 1-2 kali saja. .16.0 10.16 Persepsi Guru terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam rapat-rapat upaya pembinaan Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 5 70< % skor <85 Baik 13 55< % skor <70 Cukup 3 40< % skor <55 Kurang baik 33 25< % skor <40 Tidak baik 6 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 8. seperti tampak pada tabel 4. Rapat-rapat dan Pembinaan Kepala sekolah yang baik umumnya menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusunnya. Dalam satu semester.3 21.0 55.0 100 Tabel 4. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan kepala sekolah SMK Negeri 1 Purbalingga telah melaksanakan rapat-rapat dalam upaya pembinaan belum terlaksana dengan baik. Pelaksanaan rapatrapat secara periodik tersebut dimaksudkan sebagai upaya pembenahan atau memberi saran-saran kepada guru secara keseluruhan guna meningkatkan kinerjanya.16 memperlihatkan bahwa sebanyak 55% guru menyatakan bahwa rapat-rapat yang dilaksanakan kepala sekolah dalam upaya pembinaan masih tergolong kurang baik bahkan 10% guru menyatakan tidak baik. termasuk didalam perencanaan itu antara lain mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4.55 5.17.

18 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Pelaksanaan Pembinaan Administrasi sekolah No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 2 3. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan administrasi guna peningkatan kualitas kinerja guru tergolong kurang.7 1-2 kali 43 71.56 Tabel 4. Tabel 4.0 Tidak pernah 7 11.18.17 memperlihatkan bahwa sebanyak 55% guru menyatakan bahwa pelaksanaan rapat-rapat evaluasi proses belajar mengajar antara 1-2 kali dalam satu semester.7% guru menyatakan bahwa pelaksanaan pembinaan administrasi dalam satu semester hanya 1-2 kali. pembinaan administrasi atau tata laksana sekolah juga tergolong kurang.18.7 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Tabel 4.0 3-4 kali 8 13.17 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Pelaksanaan Rapat-rapat Evaluasi KBM No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 12 20. .3 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Terlihat pada tabel 4.3 3-4 kali 10 16. sebanyak 71.3 1-2 kali 33 55. Berdasarkan persepsi sebagian besar.7 Tidak pernah 5 8. Hal ini menunjukkan bahwa evaluasi secara bersama dengan melibatkan semua guru masih tergolong kurang.

Kegiatan Rutin Di Luar Mengajar Untuk mendukung kinerjanya. keikutsertaan guru dalam kegiatan MGMP masih tergolong kurang yaitu 1-2 kali saja.19.0 11.7 5. Tabel 4. Lebih jelasnya dapat dilihat dari analisis deskriptif berikut. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa guru kurang memperoleh kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tabel 4.3% guru menyatakan bahwa kesempatan mengikuti kegiatan di luar pembelajaran tergolong tidak baik.57 6.0 58.0 25.3 1-2 kali 28 46.7 Tidak pernah 25 41. guru perlu mendapatkan kesempatan kegiatan di luar pembelajaran seperti MGMP maupun latihan atau seminar.20 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Kegiatan MGMP No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 2 3.3 100 Terlihat dari tabel 4.3 3-4 kali 5 8. Dalam satu semester.19 Persepsi Guru terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Memberi Kesempatan Guru mengikuti kegiatan di luar pembelajaran Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 0 70< % skor <85 Baik 7 55< % skor <70 Cukup 3 40< % skor <55 Kurang baik 15 25< % skor <40 Tidak baik 35 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 0.7 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 . sebanyak 58.

3% yang mengikuti namun dalam satu tahun hanya 1-2 kali. .7 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Terlihat dari tabel 4. ulet menghadapi kesulitan. keikutsertaan mengikuti pendidikan atau diklat dalam rangka peningkatan kinerja guru masih tergolong rendah. 4.3 Tidak pernah 31 51. dapat mempertahankan pendapatnya.2 Motivasi Kerja Guru Menurut G. lebih senang bekerja sendiri. Tabel 4. tidak mudah melepaskan yang diyakini dan senang mencari dan memecahkan masalah.2.21.R.21. hanya 38.7 1-2 kali 23 38. sebanyak 46.20. menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah. Dalam satu tahun.7% guru tidak pernah mengikuti kegiatan diklat.1.58 Berdasarkan data pada tabel 4. Motivasi kerja guru dalam dilihat dari ketekunannya menghadapi tugas.21 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Kegiatan Pendidikan atau Diklat No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 2 3. cerpat bosan pada tugas-tugas rutin.7% guru hanya mengikuti MGMP 1-2 kali dalam satu semester bahkan 41. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. sebanyak 51. Terry dalam Hasibuan (2005:145) motivasi merupakan keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan.7% guru tidak pernah mengikuti kegiatan MGMP.3 3-4 kali 4 6.

1.7%) tergolong baik.23 Ketekunan menghadapi tugas Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 39 70< % skor <85 Baik 16 55< % skor <70 Cukup 0 40< % skor <55 Kurang baik 1 25< % skor <40 Tidak baik 4 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 65. sebanauk 23 guru (38.3 36.7 13.23.3%) tergolong cukup dan hanya 7 guru (11.3%) memiliki motivasi kerja yang sangat baik. 8 guru (13. memperlihatkan bahwa dari 60 guru yang diteliti. sebanyak 39 guru (65%) memiliki ketekunan yang sangat baik dan 26.7%) dalam kategori kurang baik.7 6. sebanyak 22 guru (36. Ketekunan Guru dalam Menghadapi Tugas Tingkat ketekunan guru dalam menghadapi tugas dapat dilihat pada tabel 4.22 Motivasi Kerja Guru Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 23 70< % skor <85 Baik 22 55< % skor <70 Cukup 8 40< % skor <55 Kurang baik 7 25< % skor <40 Tidak baik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 38. Tabel 4.7 0.59 Secara umum motivasi kerja guru di SMK Negeri 1 Purbalingga tergolong baik.3 11.7 100 Terlihat pada tabel 4. Tabel 4.22. Hal ini menunjukkan .0 1.0 26.0 100 Tabel 4.23.7% memiliki ketekunan yang baik.7 0.

Tabel 4. sebanyak 70% guru selalu berusaha menyelesaikan atau mengkoreksi hasil ulangan siswa saat itu juga dan 18. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru menyelesaikan sebaik mungkin atas tugas yang diberikan kepala sekolah. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.0 100 .3 3. Tabel 4.0 18.60 bahwa sebagian besar guru memiliki usaha yang sangat baik menyelesaikan tugastugas berkaitan dengan pekerjaannya maupun berkaitan dengan tugas yang diberikan kepala sekolah.25 Menyelesaikan tugas dari kepala sekolah Menyelesaikan tugas dari kepala sekolah Menyelesaikan sebaik-baiknya Melaksanakan semampunya Melaksanakan dengan terpaksa Tidak melaksanakan Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 f 20 33 7 0 60 % 33.24 Usaha mengoreksi hasil ulangan siswa Usaha mengoreksi hasil ulangan siswa Berusaha menyelesaikan pekerjaannya saat itu juga Dilaksanakan 1-2 hari berikutnya Diselesaikan 3-4 hari berikutnya Dilaksanakan pada waktu senggang Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 f 42 11 2 5 60 % 70. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar mengkoreksi pada saat itu juga.24.3% melaksanakan 1-2 hari berikutnya.3 100 Terlihat pada tabel 4.3 8.7 0.3 55.0 11.

25. sebanyak 43. 11.26 Ulet Menghadapi Kesulitan Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 26 70< % skor <85 Baik 15 55< % skor <70 Cukup 7 40< % skor <55 Kurang baik 10 25< % skor <40 Tidak baik 2 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 43. Ulet Menghadapi Kesulitan Tingkat keuletan guru dalam menghadapi kesulitan dapat dilihat pada tabel 4.3 3.7% cukup namun masih ada 16.0 18.26. 2.4 50.7% melaksanakan dengan terpaksa.3 100 Terlihat dari tabel 4.7% tergolong kurang baik dan 3. sebanyak 55% guru melaksanakan tugas kepala sekolah semampunya.0 18.7 3.3 3. namun 33.0 11. selebihnya 25% dalam kategori baik.27 Menghadapi kegaduhan dalam kelas Menghadapi kegaduhan dalam kelas Membimbing dan mengarah Menegur Memarahi Membiarkan saja Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 f 28. Tabel 4.3 60 100 .61 Tampak pada tabel 4. Tabel 4.3 25. Berkaitan dengan masalah-masalah pembelajaran seperti kegaduhan dalam kelas oleh beberapa siswa.3% guru memiliki keuletan yang sangat baik dalam menghadapi kesulitan.3% menyelesaikan sebaik-baiknya dan 11.4 50.3% tidak baik.26.7 16. sebagian guru selalu membimbing dan mengarahkannya.3 % 28.

3 0.27. Tabel 4.29 Minat terhadap Bermacam-macam Masalah Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 34 70< % skor <85 Baik 13 55< % skor <70 Cukup 2 40< % skor <55 Kurang baik 11 25< % skor <40 Tidak baik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 56.62 Terlihat dari tabel 4. sebanyak 38. sebanyak 40% guru memiliki tanggung jawab 50%-74%.7 21.74% 25% .7% guru memiliki tanggung jawab kurang dari 25%.28 Tingkat tanggung jawab menyelesaikan tugas No 1 2 3 4 Tingkat tanggungjawab menyelesaikan tugas 75% .100% 50% .0 100 .28.7 100 Terlihat dari tabel 4. Menunjukkan Minat terhadap Bermacam-macam Masalah Minat guru terhadap bermacam-macam masalah dapat dilihat pada tabel 4.3 18.49% < 25% Jumlah f 23 24 6 7 60 % 38.7 3.29. hanya 18.0 10. 3.4% guru membimbing dan mengarahkan serta 50% menegur apabila menghadapi kegaduhan dalam kelas. sebanyak 10% antara 25%-49% dan 11.3 40. sebanyak 28.3% guru yang langsung marah apabila menghadapi kegaduhan dalam kelas.3% guru memiliki rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas antara 75%-100%.0 11. Tabel 4.

sebanyak 56.100% 2 50% .30. hanya 23.3 0.4 23.7 40. Tingkat kemauan guru untuk senantiasa memperbaiki dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki saat ini demi tercapainya visi dan misi sekolah. Tabel 4. selebihnya 23. Hal ini menunjukkan adanya motivasi yang tinggi dalam diri guru.74% 3 25% .3% memiliki kemauan antara 50%-74%.30 Tingkat kemauan memperbaiki dan mengembangkan kemampuan siswa Tingkat kemauan memperbaiki dan mengembangkan kemampuan siswa 1 75% .0 18.3 23.0 100 .3%. tindakan guru lebih banyak berusaha untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki dan instrospeksi.4% guru memiliki kemauan antara 75%-100% untuk memperbaiki dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Jika prestasi siswanya mengalami penurunan.3 0.7% memiliki minat yang baik.30.31 Tindakan guru ketika siswanya mengalami penurunan prestasi Tindakan guru ketika siswanya mengalami penurunan prestasi Berusaha meningkatkan kemampuan yang 1 dimiliki 2 Instropeksi diri 3 Kecewa pada siswa 4 Tetap cuek Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No f 25 24 11 0 60 % 41.29.0 100 Terlihat pada tabel 4.7% guru memiliki minat yang sangat baik untuk menyelesaikan bermacam-macam masalah dan 21.63 Terlihat dari tabel 4. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No f 32 14 14 0 60 % 53. sebanyak 53.

Tabel 4.7 0.0 0. Tabel 4. Lebih Senang Bekerja Mandiri Tingkat kesenangan guru untuk bekerja mandiri dapat dilihat pada tabel 4.6 26. 30% dalam kategori cukup dan 20% kurang baik. sebanyak 41.32.0 100 .33 Tindakan guru terhadap tugas yang diperintahkan kepala sekolah Tindakan guru terhadap tugas yang diperintahkan No kepala sekolah f % 1 Mengerjakan sendiri tepat waktu 28 2 Mengerjakan bersama-sama dengan guru 16 3 Mengerjakan dengan meniru pekerjaan orang lain 16 4 Tidak melaksanakan 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 46. namun 18.7 26.64 Terlihat pada tabel 4.3% kecewa pada siswa.3 30. Dalam menjalankan tugas yang diberikan kepala sekolah terkait dengan kelengkapan perangkat pembelajaran sebagian besar guru mencoba membuat secara sendiri. sebanyak 38.7% guru selalu berusaha meningkatkan kemampuan yang dimiliki apabila siswanya mengalami penurunan prestasi.7% dalam kategori sangat baik.7 38.32 Tingkat Kesenangan Guru untuk Bekerja Mandiri Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 7 70< % skor <85 Baik 23 55< % skor <70 Cukup 18 40< % skor <55 Kurang baik 12 25< % skor <40 Tidak baik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 11.3% guru memiliki tingkat kesenangan yang baik untuk bekerja mandiri.31.0 100 Berdasarkan pada tabel 4.32.0 20. selebihnya 11. sebanyak 40% lebih berinstrospeksi diri. 4.

7% mengerjakan secara bersama-sama dengan guru lain namun masih ada 26.7% guru mengikuti kegiatan seminar hanya untuk memenuhi tugas sekolah semata karena melaksanakan tugasnya secara terpaksa bahkan 20% memberikan kesempatan tersebut kepada orang lain.7% hanya meniru pekerjaan orang lain.34 Tindakan guru ketika mendapatkan kesempatan seminar Tindakan apabila mendapatkan kesempatan mengikuti seminar Melaksanakan dan mengikuti secara aktif Melaksanakan dengan pasif Melaksanakan dengan terpaksa Diberikan kepada yang lain Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 f 6 2 40 12 60 % 10.34. . sebagian besar guru menunjukkan sikap yang kurang positif yaitu melaksanakan dengan terpaksa.7 20. Namun demikian apabila mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seminar mewakili sekolah. sebanyak 66.0 100 Dari tabel 4. Berkaitan dengan masalah yang dihadapi dalam menjalankan tugas sekolah yang dibebankan.33. sebagian besar guru berusaha menyelesaikan sendiri. sebanyak 46.0 3.6% guru mengerjakan sendiri secara tepat waktu ketika mendapatkan tugas yang diperintahkan kepala sekolah. Dari data hanya 10% yang melaksanakan dan mengikuti dengan aktif. selebihnya 26.65 Terlihat pada tabel 4. Tabel 4.3 66.

5.0 100 Dari tabel 4.35 Tindakan guru dalam menghadapi masalah tugas No Tindakan dalam menghadapi masalah tugas 1 Menyelesaikan sendiri 2 Menyelesaikan dengan meminta bantuan teman Menyerahkan kepada orang lain untuk 3 menyelesaikan 4 Ditinggalkan begitu saja Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 f 30 26 4 0 60 % 50.66 Tabel 4. sebanyak 43.7 0.0 100 . sehingga berusaha untuk melaksanakan pekerjaan dengan berbagai variasi.3 13. Tabel 4.3 3. sebanyak 50% guru berusaha menyelesaikan sendiri apabila menemui masalah dalam menjalankan tugasnya.36 Tingkat Kebosanan terhadap Tugas-tugas Rutin Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat tinggi 47 70< % skor <85 Tinggi 8 55< % skor <70 Cukup 2 40< % skor <55 Rendah 3 25< % skor <40 Sangat rendah 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 78.35.0 0.0 43.3 5. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar guru lebih cepat bosan pada tugas-tugas rutinnya.3% berusaha menyelesaikan meskipun meminta bantuan teman. Cepat Bosan pada Tugas-tugas Rutin Salah satu ciri dari adanya motivasi kerja yang tinggi adalah mudah bosan dengan pekerjaan yang rutin. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.3 6.

Tabel 4.3 11. sebanyak 50% guru selalau mengaplikasikan berbagai metode yang lebih menarik dan 38.3% memiliki tingkat kebosanan yang tinggi.37. Dari data hanya 11. Dalam kegiatan belajar mengajar.0 100 Terlihat dari tabel 4.0 38. selebihnya 13.7% guru hanya menggunakan 1-2 metode saja. Di samping menggunakan metode yang bervariasi. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. sebagian besar guru selalu berusaha mengaplikasikan berbagai metode yang lebih menarik untuk mengurangi kebosanan karena rutinitas pekerjaan. Dari data yang diperoleh.67 Terlihat dari tabel di atas. sebanyak 78. .3% menggunakan berbagai metode jika dirasa perlu.37 Penggunaan Metode Pembelajaran dalam KBM Metode pengajaran dalam KBM Selalu mengaplikasikan berbagai metode yang lebih menarik 2 Menggunakan berbagai metode jika dirasa perlu 3 Menggunakan 1-2 metode saja 4 Menggunakan metode secara tetap Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 f 30 23 7 0 60 % 50. penggunaan media pembelajaran yang bervariasi juga dapat mengurangi kebosanan dalam mengajar.3% memiliki tingkat kebosanan yang sangat tinggi apabila menjalankan tugas secara monoton.7 0. menunjukkan bahwa sebagian besar guru menggunakan media yang bervariasi.

3% yang kurang baik dan 16.3% guru dapat mempertahankan pendapatnya secara sangat baik dan 11. sebanyak 60% guru selalu menggunakan media yang bervariasi disesuaikan dengan karakteristik materi dan 35% menggunakan media yang ada.0 35.0 100 Terlihat dari tabel 4.7% dalam kategori baik. sebanyak 43. namun demikian masih ada 28.7 100 Terlihat dari tabel di atas. 6.3 16. . Tabel 4.38.3 11. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.39 Tingkat Kebosanan terhadap Tugas-tugas Rutin Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 26 70< % skor <85 Baik 7 55< % skor <70 Cukup 0 40< % skor <55 Kurang baik 17 25< % skor <40 Tidakbaik 10 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 43.7% tidak baik. Dapat Mempertahankan Pendapatnya Adanya motivasi yang tinggi dalam diri guru ditunjukkan pula dari tingginya dalam mempertahankan pendapatnya jika dirasa benar.0 0.38 Penggunaan Media Pembelajaran dalam KBM Penggunanan Media Selalu menggunakan media yang bervariasi disesuaikan dengan karakteristik materi 2 Menggunakan media yang ada 3 Menggunakan media yang monoton 4 Tidak menggunakan media Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 f 36 21 3 0 60 % 60.0 28.0 5.38.7 0.68 Tabel 4.

3% guru yang hanya mengikuti pendapat orang lain serta 16.7% selalu mempertahankan pendapatnya selama diyakini itu benar.40 Mempertahankan pendapatnya dalam mengikuti rapat evaluasi KBM Pelaksanaan rapat evaluasi KBM Mempertahankan pendapatnya selama diyakini itu 1 benar 2 Mengikuti dan memberikan usulan secara aktif 3 Selalu mengikuti pendapat orang lain 4 Mengikuti secara pasif Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No F 13 20 17 10 60 % 21. namun demikian masih ada 28. namun 40% lainnya kadang-kadang jika dirasa penting. .7 33. 7.41.3 16.0 15.42.3 28.0 40.0 5.7 100 Terlihat dari tabel di atas.3% guru mengikuti dan memberikan usulan secara aktif saat mengikuti rapat evaluasi KBM dan 21.0 100 Terlihat dari tabel 4.41 Mempertahankan pendapatnya dalam mengikuti rapat tentang kebijakan sekolah Pelaksanaan rapat kebijakan sekolah Selalu memperjuangkan pendapatnya Sering memperjuangkan pendapatnya Kadang-kadang jika dirasa penting Tidak pernah Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 F 24 9 24 3 60 % 40. sebanyak 33. Tabel 4. Tidak mudah melepaskan hal-hal yang diyakini Ciri lain adanya motivasi kerja adalah tidak mudah melepaskan hal-hal yang diyakini. sebanyak 40% selalu memperjuangkan pendapatnya.7% mengikuti rapat namun secara pasif. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.69 Tabel 4.

terbukti dari seringnya memberikan saran atau kritik terhadap kebijakan sekolah. Tabel 4.3 100 Terlihat dari tabel di atas.0 20. sebanyak 25% guru memiliki tingkat kesenangan yang cukup. Senang Mencari dan Memecahkan Masalah Tingkat kesenangan guru dalam mencari dan memecahkan masalah dapat dilihat pada tabel berikut. Dari data hanya 23.3 25. sebanyak 71.7 0.3% guru yang merasa senang untuk memecahkan masalah. 23.0 6.0 23. 8.7 100 Terlihat dari tabel di atas.7 11. .43 Senang mencari dan memecahkan masalah Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 5 70< % skor <85 Baik 14 55< % skor <70 Cukup 15 40< % skor <55 Kurang baik 12 25< % skor <40 Tidakbaik 14 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 8.7% guru merasa tidak mudah melepas hal-hal yang diyakini.4 23.3% dalam kategori tidak baik dan 20% dalam kategori kurang baik dalam mencari dan memecahkan masalah.0 10.42 Tidak Melepaskan Hal-hal yang Diyakini Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 43 70< % skor <85 Baik 7 55< % skor <70 Cukup 0 40< % skor <55 Kurang baik 6 25< % skor <40 Tidakbaik 4 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 71.70 Tabel 4.

7 40.45 Membantu rekan guru yang mengalami kesulitan Membantu rekan guru yang mengalami kesulitan Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No 1 2 3 4 f 2 6 28 24 60 % 3.0 100 Terlihat dari tabel 4. Tabel 4. . sebanyak 46.0 46.0 100 Terlihat dari tabel di atas.44.3 0.3% guru selalu membantu memecahkan masalah rekan guru dalam pergaulan lebih dari 4 kali dan 43.44 Membantu memecahkan masalah rekan guru dalam pergaulan Membantu memecahkan masalah rekan guru > 4 kali 3 kali 1-2 kali Tidak pernah Jumlah No 1 2 3 4 f 26 8 26 0 60 % 43.4 43.71 Berdasarkan data yang diperoleh.3% guru dapat membantu rekan guru antara 1-2 kali.45. sebanyak 40% tidak pernah membantu rekan guru yang mengalam kesulitan. Tabel 4.3 10.7% kadang-kadang saja membantu. sebagian besar guru turut berperan aktif membantu menyelesaikan masalah rekan guru lain. sebanyak 43. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. Tingkat kesediaan guru untuk membantu rekan guru lain yang mengalami kesulitan tertentu masih tergolong kurang.3 13. Hal ini membuktikan bahwa guru lebih senang untuk mencari dan memecahkan masalah berkaitan dengan tugas-tugas sebagai seorang guru.

7 43. dan 7) penguasaan bahan kajian akademik.0 0.46.2.3 15. Dalam kajian penelitian ini kinerja guru dilihat dari 7 indikator yaitu: 1) penyusunan rencana pembelajaran. 4. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian guru memiliki kinerja yang baik. 3) penilaian prestasi belajar peserta didik.72 hanya 10% yang sering membantu dan 3. 6) pemahaman wawasan. Kinerja guru dapat dilihat saat dia melaksanakan interaksi belajar-mengajar dikelas termasuk persiapannya baik dalam bentuk program semester maupun persiapan mengajar.0 100 .3% selalu membantu rekan guru yang mengalami kesulitan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.3 Kinerja Guru Menurut Anwar (1986: 22) kinerja guru merupakan seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan oleh seorang guru pada waktu memberikan pelajaran kepada siswanya. 5) pengembangan profesi.0 0.1. 2) pelaksanaan interaksi belajar mengajar.46 Kinerja Guru Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 25 70< % skor <85 Baik 26 55< % skor <70 Cukup 9 40< % skor <55 Kurang baik 0 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 41. 4) pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik. Tabel 4.

3% kurang baik.100% 2 50% .3 8.0 60 100 .47 Kinerja Guru dalam Penyusunan Rencana Pembelajaran Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 6 70< % skor <85 Baik 35 55< % skor <70 Cukup 14 40< % skor <55 Kurang baik 5 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 10. sebanyak 26 guru (43.3 23.73 Tabel 4. sebanyak 58. Tabel 4.7%) memiliki kinerja yang sangat baik.0 100 Terlihat dari tabel 4.74% 3 35% .3%) memiliki kinerja yang baik dan 9 guru (15%) memiliki kinerja yang cukup.0 58.0 0.3% yang memiliki kinerja cukup dan 8. sebanyak 25 guru (41. namun masih ada 23.3% guru mampu menyusun rencana pembelajaran dengan baik dan 10% dalam kategori sangat baik. memperlihatkan bahwa dari 60 guru yang diteliti.3 0.48 Kemampuan guru dalam penyusunan rencana pembelajaran Kemampuan dalam menyusun rencana No pembelajaran F 1 75% . sebagian besar guru tidak mengalami kendala yang berarti. 1.48.47.46. Dalam penyusunan rencana pembelajaran. Penyusunan Rencana Pembelajaran Gambaran kinerja guru dalam penyusunan rencana pembelajaran dapat dilihat pada tabel 4.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 % 34 17 9 0 56.3 15. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.7 28.47 Tabel 4.

sebanyak 56.3 100 Tampak pada tabel 4.3 6. Dari data hanya 11.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No % 26 29 4 1 43.7 60 100 .3% menyusun rencana pembelajaran setiap ada akreditasi atau supervisi.50 Kemampuan guru dalam perencanaan media pembelajaran Kemampuan guru dalam perencanaan media pembelajaran f 1 75% .74 Terlihat dari tabel di atas. sebanyak 28.3 3.3 48.7 78.7% guru telah memiliki kemampuan yang tinggi (75%-100%) dalam menyusun rencana pembelajaran.74% 3 25% .7 11.50.49.49. Tabel 4. Meskipun tingkat kemampuan dalam penyusunan rencana pembelajaran tinggi.7 1. namun hampir semua guru malas untuk menyusun rencana.7% setiap kali pertemuan.3% guru memiliki kemampuan 50%-74%. sebanyak 78.7% yang membuat rencana setiap pokok bahasan dan 6.49 Penyusunan rencana pembelajaran No Penyusunan rencana pembelajaran f 1 Setiap kali pertemuan 2 Setiap pokok bahasan 3 Setiap ada akreditasi atau supervisi 4 Tidak pernah Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 % 4 7 47 2 60 6. Jika dipersentasekan sebagian besar guru telah memiliki kemampuan antara 50%-74%. bahkan 3. Tabel 4.3% tidak pernah membuat rencana pembelajaran. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.100% 2 50% . Kemampuan guru dalam merencanakan media yang akan digunakan tergolong cukup baik. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.

51 Kinerja Guru dalam Pelaksanaan Interaksi Belajar Mengajar Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 48 70< % skor <85 Baik 8 55< % skor <70 Cukup 4 40< % skor <55 Kurang baik 0 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 80. Pelaksanaan Interaksi Belajar Mengajar Gambaran kinerja guru dalam pelaksanaan interaksi belajar mengajar dapat dilihat pada tabel 4. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.52 Kemampuan guru dalam berinteraksi No Kemampuan berinteraksi f 1 75% .7 8.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 % 52 5 3 0 86. 2.3 6. sebanyak 48.3% memiliki kemampuan dalam merencanakan media pembelajaran antara 50%-74% dan 43.3% guru telah memiliki kemampuan yang tinggi hingga 75%-100% dalam merencanakan media yang akan digunakan. Jika dipersentasekan hampir semua guru telah memiliki kemampuan yang tinggi (75%-100%) dalam melaksanakan interaksi dengan siswa secara komunikatif. Tabel 4.3% memiliki kinerja yang baik.51 Tabel 4.3 5. hampir semua guru (80%) memiliki kinerja yang sangat baik dan 13.51.0 60 100 .7 0.0 0.0 13.74% 3 25% .100% 2 50% .0 0.0 100 Terlihat dari tabel 4.75 Terlihat dari tabel di atas.

7% guru memiliki kemampuan 75%100% dalam menyampaikan materi.0 60 100 Terlihat dari tabel 4. sebanyak 81.3% guru yang memiliki kemampuan antara 50%-75%. sebanyak 86. Kemampuan ini merupakan kemampuan mutlak yang harus dimiliki oleh setiap guru.7% guru memiliki kemampuan 75%100% dalam melakukan interaksi dengan siswa secara komunikatif.7 15.53 Kemampuan guru dalam menyampaikan materi No Kemampuan menyampaikan materi f 1 75% . Dari data menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki kemampuan yang baik dalam menyampaikan materi kepada siswa.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 % 49 9 2 0 81. dan 3.0 3.52.74% 3 25% . hanya 15% guru yang memiliki kemampuan antara 50%-75%.76 Terlihat dari tabel 4. dan 5% saja yang memiliki kemampuan antara 25%-49%.3 0. Tabel 4.100% 2 50% . . Jika dipersentasekan hampir semua guru telah memiliki kemampuan yang tinggi (75%-100%) dalam memberikan materi. Dari data menunjukkan bahwa sebagian besar guru memandang pentingnya komunikasi dalam pembelajaran sehingga berusaha untuk meningkatkan kemampuan komunikasinya.53. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. hanya 8.3% saja yang memiliki kemampuan antara 25%-49%.

selebihnya 25% guru memiliki kemampuan antara 50-74%. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.77 Kemampuan guru dalam memotivasi siswa juga tergolong tinggi.55.7 25. 3. sebab dengan penilaian guru dapat mengetahui perkembangan kemampuan peserta didik dalam mengikuti KBM.0 60 100 Terlihat dari tabel sebanyak 66.0 8.7% guru telah memiliki kemampuan yag tinggi (75%-100%) dalam memotivasi siswa. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam melakukan penilaian prestasi peserta didik tergolong baik.100% 50% .3 0. Lebih jelasnya dapat dilihat dari analisis deskriptif pada tabel 4.54 Kemampuan guru dalam memotivasi No Kemampuan memotivasi f 75% .49% < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 1 2 3 4 % 40 15 5 0 66. Penilaian Prestasi Belajar Peserta Didik Penilaian prestasi belajar peserta dalam pembelajaran merupakan kegiatan yang perlu dilakukan guru.74% 25% . .54 Tabel 4. Di samping itu dengan penilaian guru dapat memperoleh informasi tentang kelemahan KBM sehingga perlu upaya perbaikan. Hampir semua guru memiliki kemampuan antara 75%-100%.

Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki kemampuan yang baik mengolah atau menganalisis hasil penilaian.78 Tabel 4.57.7 0.0 100 Berdasarkan data pada tabel 4.7% tergolong cukup.56.56 Pelaksanaan ulangan harian No Ulangan harian f 1 Setiap kali pertemuan 2 Setiap pokok bahasan 3 Setelah beberapa pokok bahasan 4 Tidak pernah Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 % 21 33 6 0 60 35. sebanyak 46. sebanyak 55% guru selalu mengadakan ulangan harian setiap akhir pokok bahasan dan selebihnya melakukan ulangan setiap kali pertemuan (post test). .55.0 0.0 55. Tabel 4. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.55 Kinerja Guru dalam Penilaian Prestasi Belajar Peserta Didik Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 25 70< % skor <85 Baik 28 55< % skor <70 Cukup 7 40< % skor <55 Kurang baik 0 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 41.7% guru memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan penilaian prestasi peserta didik. Dari data hanya 10% yang melakukan ulangan setelah beberapa pokok bahasan.0 100 Terlihat dari tabel 4.0 0.7% memiliki kemampuan yang sangat baik dan 11. selebihnya 41.7 46.0 10.7 11.

79

Tabel 4.57 Kemampuan guru dalam menganalisis dan mengolah hasil penilaian Kemampuan menganalisis hasil No penilaian f 1 75% - 100% 2 50% - 74% 3 25% - 49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007

%
27 29 4 0 45.0 48.3 6.7 0.0

60

100

Terlihat pada tabel 4.57, sebanyak 48,3% guru memiliki kemampuan dalam mengolah hasil penilaian antara 50%-74%, selebihnya 45% memiliki kemampuan yang baik dengan persentase kemampuan antara 75%-100%. Kemampuan guru dalam menyusun laporan hasil penilaian tergolong baik. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.58. Tabel 4.58 Kemampuan guru dalam menyusun laporan penilaian No Kemampuan menyusun laporan penilaian 75% - 100% 50% - 74% 25% - 49% < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 1 2 3 4 f
28 31 1 0

%
46.7 51.7 1.7 0.0

60

100

Terlihat dari tabel 4.58, sebanyak 51,7% guru memiliki kemampuan menyusun laporan penilaian antara 50%-74% selebihnya 46,7% memiliki kemampuan yang baik yaitu 75%-100%.

80

4. Pelaksanaan Tindak Lanjut Hasil Penilaian Prestasi Peserta Didik Setelah hasil penilaian diketahui, maka guru perlu melakukan tindak lanjut yaitu berupa remedial. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki kemampuan yang baik dalam melaksanakan program tindak lanjut. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.59 Tabel 4.59 Kinerja Guru dalam Pelaksanaan Tindak Lanjut Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 27 70< % skor <85 Baik 25 55< % skor <70 Cukup 7 40< % skor <55 Kurang baik 1 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase
45.0 41.7 11.7 1.6 0.0

100

Terlihat dari tabel di atas, sebanyak 45% guru memiliki kemampuan yang sangat baik dalam melaksanakan tindak lanjut, selebihnya 41,7% memiliki kemampuan yang baik, namun demikian masih ada 11,7% yang memiliki kemampuan cukup dan 1,6% memiliki kemampuan kurang baik. Jika dipersentasekan, sebagian besar guru memiliki kemampuan antara 50%-74% dalam menyusun program tindak lanjut hasil penilaian. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.60. Tabel 4.60 Kemampuan menyusun program tindak lanjut hasil penilaian Kemampuan menyusun program tindak No lanjut 1 75% - 100% 2 50% - 74% 3 25% - 49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007

f
22 29 9 0

%
36.7 48.3 15.0 0.0

60

100

81

Terlihat dari tabel di atas, sebanyak 48,3% guru memiliki kemampuan yang cukup dengan persentase kemampuan antara 50-74% dalam menyusun program tindak lanjut dan 36,7% memiliki kemampuan yang baik dengan persentase antara 75%-100%. Pelaksanaan remedial yang sering dilakukan oleh sebagian besar guru lebih dari 2 minggu setelah ulangan diumumkan. Tabel 4.61 Pelaksanaan remedial No Pelaksanaan remedial 1 < 2 minggu setelah hasil ulangan diumumkan 2 > 2 minggu setelah ulangan diumumkan 3 Setelah ujian semester 4 Tidak dilakukan remedial Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 f
25 33 2 0

%
41.7 55.0 3.3 0.0

60

100

Terlihat dari tabel 4.61, sebanyak 55% guru melakukan remedial lebih dari 2 minggu setelah ulangan diumumkan, selebihnya 41,7% kurang dari 2 minggu setelah hasil ulangan diumumkan. Dari data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar guru melaksanakan remedial dengan baik. Apabila dinyatakan dalam persentase, sebagian besar guru memiliki kemampuan mengklasifikasikan kemampuan siswa antara 75%-100%. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.62. Tabel 4.62 Mengklasifikasikan kemampuan siswa No Mengklasifikasikan kemampuan siswa 1 75% - 100% 2 50% - 74% 3 25% - 49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 f
33 25 2 0

%
55.0 41.7 3.3 0.0

60

100

0 36. sebanyak 25% guru memiliki kemampuan yang sangat baik dalam pengembangan profesi. Pemahaman Wawasan Gambaran tentang pemahaman wawasan pendidikan yang dilakukan oleh guru di SMK Negeri 1 Purbalingga dapat dilihat pada tabel 4. .64. 6.3 0.63. Dari data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum sepenuhnya mengikuti perkembangan IPTEK yang mendukung profesi guru. Tabel 4.0 8. Pengembangan Profesi Gambaran tentang pengembangan profesi yang dilakukan oleh guru di SMK Negeri 1 Purbalingga dapat dilihat pada tabel 4.82 Terlihat dari tabel di atas.0 100 Terlihat dari tabel di atas.7 30. sebanyak 55% guru memiliki kemampuan dalam mengklasifikasikan kemampuan siswa antara 75%-100%. namun demikain masih ada 36.7% yang tergolong kurang baik dan 30% dalam kategori tidak baik.7% guru memiliki kemampuan antara 50%-74%.63 Kinerja Guru dalam Pengembangan Profesi Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 15 70< % skor <85 Baik 5 55< % skor <70 Cukup 0 40< % skor <55 Kurang baik 22 25< % skor <40 Tidakbaik 18 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 25. 5. selebihnya 41.

Tingkat pemahaman mengenai fungsi sekolah dari sebagian besar guru sudah tergolong baik.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No f 28 27 2 0 % 46.7% memiliki pemahaman yang baik.100% 2 50% .7 45.7 0. sebanyak 63.3 26.65 Kemampuan memahami hubungan pendidikan dan pengajaran Kemampuan memahami hubungan pendidikan dan pengajaran 1 75% .64 Kinerja Guru dalam Pemahaman Wawasan Pendidikan Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 38 70< % skor <85 Baik 16 55< % skor <70 Cukup 5 40< % skor <55 Kurang baik 1 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 63. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.0 100 Terlihat dari tabel di atas. . selebihnya 26.74% 3 25% .0 60 100 Terlihat dari tabel di atas.65 Tabel 4. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.7% guru memiliki kemampuan yang baik (75%-100%) dalam memahami hubungan pendidikan dan pengajaran dan 45% memiliki kemampuan yang cukup (50%-74%).0 3.3 1.7 8. sebagian besar guru memiliki kemampuan yang baik (75%-100%) dalam memahami hubungan pendidikan dan pengajaran.3 0.3% guru memiliki pemahaman yang sangat baik tentang wawasan pendidikan.83 Tabel 4. sebanyak 46. Apabila dinyatakan dalam persentase.66.

0 100 Terlihat pada tabel di atas.7 50. sebanyak 46. . Penguasaan Bahan Kajian Akademik Tingkat penguasaan guru terhadap bahan kajian akademik dapat dilihat pada tabel berikut.100% 2 50% .66.7% guru memiliki pemahaman yang baik (75%-100%).3% memiliki penguasaan cukup.0 3.3 0.7 13. selebihnya 46.67 Kinerja Guru dalam Penguasaan Bahan Kajian Akademik Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 28 70< % skor <85 Baik 19 55< % skor <70 Cukup 8 40< % skor <55 Kurang baik 5 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 46. 13. sebanyak 50% guru memiliki kemampuan cukup (50-74%) dalam memahami fungsi sekolah.7% memiliki penguasaan baik.66 Kemampuan memahami fungsi sekolah No Kemampuan memahami fungsi sekolah 1 75% .7% guru memiliki penguasaan yang sangat baik terhadap bahan kajian akademik.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 f 28 30 2 0 % 46. Tabel 4.3 0.7 31.0 60 100 Tampak pada tabel 4. selebihnya 31.3 8. 7.84 Tabel 4.74% 3 25% .

Penguasaan sebagian besar guru terhadap bahan kajian akademik yang diajarkan jika dipersentasekan mencapai 75%-100%.3 60 100 Terlihat dari tabel di atas.69 Penguasaan terhadap bahan kajian No Penguasaan terhadap bahan kajian 1 75% .3% guru memiliki kemampuan antara 75%-100%. sebanyak 53. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.100% 2 50% . Tabel 4.0 60 100 Terlihat dari tabel di atas.7 0. selebihnya 40% guru memiliki penguasaan antara 50%-74%. Tabel 4.0 30.3 40.7 8. .49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 f 32 24 4 0 % 53.0 21.74% 3 25% . Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. sebanyak 30% guru mempersiapkan antara 4-6 hari sebelum mengajar.68 Persiapan Materi yang akan disajikan kepada siswa Persiapan materi yang akan disajikan kepada siswa 1 > 1 minggu sebelum mengajar 2 4-6 hari sebelum mengajar 3 < 3 hari sebelum pembelajaran 4 Tidak mempersiapkan materi Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No f 24 18 13 5 % 40.0 6. sebanyak 40% guru mempersiapkan materi yang akan disajikan kepada siswa > 1 minggu sebelum mengajar.85 Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar guru telah mempersiapkan materi yang akan disajikan > 1 minggu sebelum mengajar.

Kenormalan data dapat dilihat dari uji normalitas Kolmogorov-Smirnof dari masing-maisng variabel (Santoso 1999:311). Jika probabilitas > 0. b.096.171 1. Sig untuk dua sisi diperoleh nilai signifikansi variabel supervisi kepala sekolah (X1) sebesar 0. Dasar pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas.1.78200 .b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.169 1.69 Tabel 4.6667 6. Sig. Data dianalisis dengan bantuan komputer program SPSS versi 12 Windows 2000. (2-tailed) a.70 Hasil Uji Normalitas Menggunakan Kolmogorov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test X1 N Normal Parameters a. Mean Std.86 4.9333 6.169 . untuk variabel . Test distribution is Normal.1. Calculated from data.171 .233 .126 -.060 Terlihat dari tabel 4.10825 .310 .92244 . sedangkan untuk normal P-P plot apabila titik-titik berada dekat dengan garis diagonal maka model regresi berdistribusi normal.3.70 pada baris asymp. Hasil uji normalitas selengkapnya dapat dilihat dari output SPSS 12 seperti pada tabel 4.096 X2 60 48.092 -.1 Uji Normalitas Data Salah satau syarat yang harus dipenuhi dalam analisis regresi adalah data dan model regresi berdistribusi normal.065 Y 60 55.082 -.6833 8.3 Uji Prasyarat 4.05 maka data penelitian berdistribusi normal. Deviation Absolute Positive Negative 60 33.159 1.159 .326 .

6 0. .065 dan untuk kinerja guru (Y) sebesar 0.2 0.0 Observed Cum Prob Gambar 4. titik-titik mendekati garis diagonal yang berarti bahwa model regresi berdistribusi normal.87 motivasi kerja (X2) sebesar 0. dapat disimpulkan bahwa model regresi berdistribusi normal.1 P-P Plot pengujian normalitas model regresi Terlihat dari grafik di atas.4 0. Nilai signifikansi dari masing-masing variabel > 0.05 yang berarati bahwa Ho diterima atau data dari masing-masing variabel berdistribusi normal.0 0.8 Expected Cum Prob 0.060. Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Y 1. Apabila grafik yang diperoleh dari output SPSS ternyata titik-titik mendekati garis diagonal.0 0. Di samping menggunakan uji Kolmogorov Smirnov analisis kenormalan data ini juga didukung dari Plot of Regression Standardized Residual.8 1.2 0. Lebih jelasnya hasil uji normalitas data dapat dilihat pada grafik berikut.0 0.4 0.6 0.

1.70.1.71 Tabel 4.71 Hasil Uji Linieritas No Uji Linieritas F hitung df1 df2 Sig Kriteria 1 X1 terhadap Y 1.064 Linier Terlihat dari tabel 4.084 . Antara variabel bebas dikatakan multikolinieiritas apabila toleransinya < 0.3.05 yang berarti bahwa hubungan antara X1 dan X2 dengan Y bersifat linier.71. Pengujian multikolinieritas ini dapat dilihat dari nilai variance inflatio factor (VIF).1 dan VIF > 10.097 20 38 0. 4.88 4.3. Tabel 4. Hasil pengujian multikolineiritas selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4. Dependent Variable: Y . nilai signifikansi dari masing-masing pengujian > 0.391 Linier 2 X2 terhadap Y 1.084 Model 1 Supervisi kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) a.05 dapat disimpulkan bahwa hubungannya bersifat linier.2 Uji Linieritas Uji linieritas dapat dilihat dari nilai signifikansi dari deviation of linierity untuk X1 terhadap Y serta X2 terhadap Y.923 1.923 1.3 Uji Multikolinieritas Syarat berlakunya model regresi ganda adalah antar variabel bebasnya tidak memiliki hubungan sempurna atau tidak mengandung multikolinieritas.762 22 36 0.72 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Tolerance VIF . Apabila nilai signifikansi > 0. Lebih jelasnya hasil pengujian linieritas ini dapat dilihat pada tabel 4.

72. Dasar pengambilannya apabila sebaran nilai residual terstandar tidak membentuk pola tertentu namun tampak random dapat dikatakan bahwa model regresi bersifat homogen atau tidak mengandung heteroskedastisitas.2 Uji Heteroskedastisitas . sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung multikolinieritas.89 Terlihat dari tabel 4. Lebih jelasnya dapat dilihat dari grafik berikut.4 Heteroskesdastisitas Secara grafis ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilihat dari multivariate standardized Scatterplot.1 dan nilai VIF < 10. nilai toleransi dari masing-masing variabel bebas > 0. 4.1. Scatterplot Dependent Variable: Y 2 Regression Studentized Residual 1 0 -1 -2 -3 -4 -4 -2 0 2 4 Regression Standardized Predicted Value Gambar 4.3.

4.4 Hasil Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan uji simultan. 4.1.179 7.90 Terlihat dari grafik 4.001. Kriteria pengujiannya apabila nilai p value < 0. X2.1. dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.2.001 a.1 Uji Simultan Pengujian hipotesis yang menyatakan menyatakan ada pengaruh secara simultan supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru dapat dilihat dari hasil uji F. . F Change a .73 Hasil Uji Simultan (Uji F) b Model Summary Model 1 Change Statistics Adjusted R R Square R SquareF Change df1 df2 Sig. Hasil uji simultan dapat dilihat pada tabel berikut.448 2 57 . X1 b.207 . Tabel 4. sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung heteroskedastisitas atau bersifat homogen.Predictors: (Constant).455 .448 dan nilai p value = 0. Karena nilai signifikansi < 0.Dependent Variable: Y Hasil pengujian diperoleh F hitung = 7. titik-titik tersebar di sekitar nol pada sumbu vertikal dan tidak membentuk pola tertentu atau terlihat acak.05.05.4.

7%. . selebihnya dari faktor lain di luar kedua variabel tersebut.91 yang berarti Ha yang berbunyi ada pengaruh yang signifikan secara simultan supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru diterima. Berdasarkan nilai R square sebesar 0.207 menunjukkan bahwa secara simultan supevisi kepala sekolah dan motivasi kerja memberikan kontribusi terhadap kinerja guru sebesar 20.

Dalam hal memberikan semangat kepada guru tergolong baik terbukti dari pendapat sebagian besar guru yang menyatakan supervisi yang dilakukan kepala sekolah mampu mendorong semangat kerja guru. meskipun kemampuan kepala sekolah dalam melakukan supervisi tergolong baik. Meskipun frekuensi pemberian teknik evaluasi dan pengembangan metode pembelajaran masih rendah . Kemampuan kepala sekolah dalam memberikan pemahaman tentang kurikulum menurut persepsi sebagian besar guru tergolong cukup baik.92 4.2 Pembahasan 4. memantau kesesuaian perangkat pembelajaran dengan pelaksanaan hanya 1-2 kali saja dalam satu semester. Hal ini terbukti dari supervisi kunjungan kelas dalam rangka supervisi klinis maupun observasi perbaikan cara mengajar guru dilakukan 1-2 kali dalam satu semester. Namun banyak guru yang merasakan mudah memahami kurikulum dengan adanya kunjungan kelas oleh kepala sekolah. Hal ini membuktikan bahwa supervisi yang dilakukan kepala sekolah memberikan pengaruh terhadap pemahaman guru terhadap kurikulum yang digunakan. meskipun frekuensi dalam memberikan dorongan masih tergolong rendah.2. Kemampuan kepala sekolah dalam pengembangan metode dan evaluasi menurut persepsi sebagian besar guru tergolong baik. Hal ini disebabkan karena frekuensi kepala sekolah dalam memantau rencana pembelajaran guru.1 Supervisi terhadap Kinerja Guru Berdasarkan data yang diperoleh kualitas supervisi yang dilakukan kepala sekolah SMK Negeri 1 Purbalingga menurut persepsi guru tergolong cukup baik.

Jika terjadi penurunan prestasi.93 (1-2 kali dalam satu semester) namun sebagian besar guru memperoleh manfaat yang tinggi dengan adanya kunjungan kelas dalam rangka pengembangan evaluasi dan metode pembelajaran. . Dalam kegiatan pembelajaran.2 Motivasi Kerja Guru Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja guru sudah tergolong baik. hampir semua guru berusaha menegur atau membimbing dan mengarahkan. guru juga tidak lepas dan kesulitan. Minat guru terhadap bermacam-macam masalah juga tergolong sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa guru memiliki minat yang tinggi terhadap bermacam-macam masalah. Mereka juga berusaha menyelesaikan tugas dari kepala sekolah sesuai kemampuannya. sebagian besar guru berusaha meningkatkan kemampuan yang dimiliki dan instropeksi diri. Dalam menghadapi tugas. namun demikian sebagian besar guru berusaha mengahadapi kesulitan tersebut dengan ulet. meskipun masih ada sebagian yang tergolong cukup. sebagian besar guru menghadapinya dengan penuh ketekunan. jarang sekali guru yang marah atau membiarkan saja. Hal ini terlihat dari banyaknya guru yang berusaha menyelesaikan pekerjaannya seperti mengkoreksi hasil ulangan tanpa menunda-nunda waktu.2. Tanggung jawab guru dalam menyelesaikan tugas tergolong tinggi (50%-74%). 4. Kemampuan guru dalam memperbaiki dan mengembangkan kemampuan siswa tergolong baik. Hal ini dapat dilihat ketika mengadai kegaduhan di dalam kelas.

2. senang mencari dan memecahkan masalah yang dihadapi. namun dalam pengemabangan profesi seperti seminar. Namun demikian kuantitas dalam penyusunan rencana pembelajaran masih tergolong rendah. hanya sebagian kecil saja yang memiliki kinerja cukup. Ini semua tidak lepas dari pengalaman yang diperolehnya selama kuliah dan pengalaman selama mengajar. sebagian besar melaksanakan namun masih bersifata terpaksa. terbukti banyak guru yang menyusun rencana pembelajaran ketika mendekati akreditasi atau adanya supervisi kepala sekolah. Tingginya motivasi kerja juga ditunjukkan dari tingginya tingkat kebosanan terhadap tugas-tugas yang rutin.3 Kinerja Guru Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru tergolong sangat baik dan baik. Sebagian besar guru dapat mempertahankan pendapatnya.94 Tingginya motivasi kerja guru juga dilihat dari tingkat kesenangan guru untuk bekerja secara mandiri. Tingginya kinerja guru tersebut ditunjukkan dari penyusunan rencana pembelajaran yang selalu dikerjakan secara baik. 4. Hal ini terjadi karena merasa bahwa rencana . tidak mudah melepasakan hal-hal yang diyakini. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar guru berusaha mengerjakan sendiri secara tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diperintahkan guru. Dalam hal ini sebagian besar guru berusaha melaksanakan pembelajaran secara bervariasi yaitu mengaplikasikan berbagai metode yang lebih menarik serta menggunakan media yang bervariasi sesuai dengan karakteristik materi. Hal ini karena sebagian besar guru memiliki kemampuan yang baik dalam menyusun rencana pembelajaran.

Hal ini terbukti dari banyaknya guru yang memiliki kemampuan tinggi dalam perencanaan media pembelajaran. Dalam pelaksanaan interasi belajara mengajar hampir semua guru mampu melaksanakan dengan sangat baik. Mereka lebih mementingkan cara pengajarannya. Hal ini terbukti dari pelaksanaan penilaian ulangan harian yang dilaksanakan setiap pokok bahasan dan ada pula yang melaksanakan setiap kali pertemuan. Ini semua juga tidak lepas dari pengalaman yang didapat selama mengajar. Mereka memiliki kemampuan yang tinggi dalam menyusun program tindak lanjut. . Alasan lainnya mungkin karena sudah memiliki pengalaman yang lebih lama dalam mengajar dan melakukan rutinitas mengajar yang sama.95 pembelajaran selama ini hanya formalitas administratif dalam pendidikan. kemampuan dalam memotivasi siswa untuk belajar. tindak lanjut hasil penilaian juga dilaksanakan secara sangat baik. hampir semua guru melaksanakan penilaian secara baik. melaksanakan remedial dan mengklasifikasikan kemampuan siswa. kemampuan menyampaikan materi. Setelah penilaian dilakukan. Hal ini disebabkan karena kemampuan berinteraksi yang tinggi. maka kurang perlu menggunakan rencana pembelajaran karena bagi guru tanpa rencanapun materi dapat selesai diajarkan sesuai dengan kalender yang ditetapkan. Mereka memiliki kemampuan yang tinggi dalam menganalisis hasil penilaian. Tidak hanya interaksi dalam pembelajaran. dalam hal melakukan penilaian prestasi belajar. bukan pada pembuatan rencana pembelajaran. Hampir semua guru lebih mementingkan pada kualitas pembelajaran. melakukan kaporan penilaian.

Menurut Jones dalam Mulyasa (2003:155).4 Pengaruh Supervisi terhadap Kinerja Guru Berdasarkan hasil analisis regresi terutama dari hasil uji parsial diperoleh nilai p value = 0. Mereka lebih menunjukkan pada penguasaan akademik dengan cara mempersiapkan materi yang akan disajikan untuk siswa dan menguasai bahan kajiannya.05 yang berarti bahwa hipotesis yang menyatakan ada pengaruh supervisi terhadap kinerja guru di SMK Negeri 1 Purbalingga diterima karena signifikan. Berdasarkan data yang diperoleh ternyata kinerja guru tergolong baik.96 Kinerja guru juga ditunjukkan tidak hanya dalam interaksi belajar mengajar sebagai tugas pokok seorang guru. Hal ini disebabkan karena hampir semua guru belum melakukan penelitian guna menunjang profesinya. Nilai p value tersebut kurang dari taraf signifikansi 0. meskipun dalam mengembangkan profesinya masih tergolong kurang. memahami hubungan pendidikan dan pengajaran serta memiliki kemampuan yang tinggi dalam memahami fungsi sekolah. Mereka juga memiliki wawasan pendidikan yang baik. Kinerja guru tersebut tidak lepas dari suatu evaluasi. Supervisi merupakan suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif (Purwanto.001.2.2003:32). supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektivitas kinerja personalia sekolah yang . 4. Salah satunya adalah karena pengaruh supervisi. kritikan maupun saran dari berbagai pihak.

2000:17). yang berarti hipotesis yang menyatakan ada pengaruh motivasi terhadap kinerja guru diterima. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Sarni (2006) yang memberikan kesimpulan bahwa secara signifikan kreatifitas kepemimpinan kepala sekolah dan supervisi pengajaran berpengaruh terhadap kinerja guru di 29 SMP N dikabupaten Batang 4.97 berhubungan tugas-tugas utama pendidikan.035 < 0. Seperti yang diungkapkan oleh Purwanto (1998) motivasi merupakan suatu pendorongan suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk betindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil dan tujuan tertentu. Dengan adanya kesungguhan .05. termasuk menstimulasi. supervisi merupakan usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugaspetugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran.5 Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Guru Berdasarkan hasil analisis regresi khususnya uji parsial diperoleh p value 0. Motivasi merupakan keseluruhan proses pemberian dorongan atau rangsangan kepada seseorang sehingga mereka bersedia bekerja dan rela tanpa dipaksa. bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran (Sahertian.2. Menurut Carter. menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan. Dengan kata lain Kinerja guru tidak lepas dari adanya motivasi. Dengan motivasi kerja yang tinggi memberikan pengaruh positif terhadap kinerja guru. motivasi merupakan keinginan yang terdapat dalam seseorang yang merangsang untuk melakukan tindakan-tindakan. Seperti yang diungkapkan pula oleh Winardi (1982).

tidak mudah puas atas hasil kerjanya. motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja. sehingga berdampak positif terhadap kinerja guru. selalu berinovasi dan kreatif dalam pembelajaran dan menerima dorongan dari kepala sekolah maupun dari rekan kerja demi peningkatan kerja dan kemajuan pembelajaran. . Hasil penelitian ini pada prinsipnya sesuai Hikmawati (2005) yang memberikan gambaran bahwa kepemimpinan kepala sekolah. terus memiliki keinginan untuk meningkatkan pengetahuan. Penelitian serupa oleh Rahayu (2006) memberikan kesimpulan kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja guru.98 dalam bekerja.

1 Kesimpulan Berdasarkan analisis data yang diberikan oleh responden. Oleh karena itu disarankan kepada sekolah untuk meningkatkan kualitas supervisi. kesesuaian antara perangkat pembelajaran dengan pelaksanaan dengan pembelajaran.7%. 5.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. meningkatkan observasi frekuensi metode kunjungan pembelajaran. 99 .05. 2. memotivasi semangat kerja guru.001 < 0. observasi perbaikan. seperti meningkatkan kunjungan kelas dalam rangka supervisi klinis. Berdasarkan hasil uji simultan diperoleh kesimpulan bahwa supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMK Negeri 1 Purbalingga tahun 2007. kelas akan Diharapkan menumbuhkan kinerja guru. 1. Besarnya pengaruh supervisi dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri I Purbalingga mencapai 20. terdapat kesimpulan sebagai berikut. yang ditunjukkan dari hasil uji simultan dengan nilai p value = 0. Supervisi yang dilakukan kepala sekolah menurut persepsi sebagian besar guru tergolong cukup. meninjau rencana pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa semakin sering supervisi dilakukan dan motivasi kerja guru yang besar maka kinerja guru akan semakin baik.2 Saran 1.

Diharapkan dengan meningkatnya motivasi kerja guru akan tumbuh kinerja yang lebih baik. 3. Bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel-variabel prediktor lainnya yang merupakan faktor-faktor pengaruh terhadap kinerja guru. kondisi sosial individu. mempertahankan pendapat dan memecahkan masalah. tingkat kemampuan seseorang sehingga pada akhirnya didapatkan sumbangan pemikiran yang lebih optimal. seperti kepribadian.100 2. . komunikasi. Motivasi kerja guru tergolong baik sehingga perlu dipertahankan dan ditingkatkan terutama dalam hal kemandirian dalam bekerja.

101 .

E. 101 . Jakarta : Rajawali Press As’ad. Hasibuan.Moh. 2005. Jakarta : Bumi Aksara Hikmawati. Jakarta : Bumi Aksara Purwanto. Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Pandji. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang. Bandung: Remaja Rosdakarya Rahayu. Manulang. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Metode Penelitian Kependidikan.Psikologi Kerja. 1999. Bandung: Remaja Rosdakarya Pidarta. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Muhammad. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Ngalim. 2005. 1998. 2004. 1998. 2001. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Mulyasa. 1995. Analisis Regresi. Jakarta : Bumi Aksara Handoko. Organisasi dan Motivasi. Sri retno Pudji. Kasus dan Solusi. Malayu SP. Pemikiran tentang Supervisi Pendidikan. M. Tesis tidak dipublikasikan. Psikologi Industri. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang. 1995. Jakarta :Rineka Cipta Arikunto. Made. Liberty:Yogyakarta. 2004. 1996. Hani. Yogyakarta:BPFE. Yogyakarta :BPFE Anoraga. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Rineka Cipta Algifari. 1997. ------------------------.DAFTAR PUSTAKA Ali. 1988. 2000. Afni. Manajemen Personalia. Pengaruh Persepsi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMK Negeri Bisnis Manajemen di kota Semarang. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru pada SMK Negeri di Wonosobo. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Suharsimi.

suaramerdeka. Sumber Daya Manusia. dan Ida Aleida Sahertian. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Dedi. Statistika Untuk Penelitian. 2002. H. Jakarta : Bumi Aksara Siagian. AR. Supriadi. Magelang : Tera Indonesia Laporan Balitbang Depdiknas. Tilaar. Sondang P. 1999. 1992. Jakarta : Media Komputindo. 1995. Jakarta : Rineka Cipta Singgih. 1998. Bandung : Alfabeta.102 Sahertian. Supervisi pendidikan dalam rangka inservice Education. Jakarta : Rineka Cipta Sedarmayanti. 2000. http://www.(15 September 2002 . Santoso. Piet A. 2000. 2005.com/htm. SPSS Mengolah Data Statitik Secara Profesional. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional Dalam Perpektif Abad 21. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Yogyakarta : Adi Citra Karya Nusa Sugiyono.

Lampiran 1

103

Angket Penelitian Semarang, Pebruari 2007 Yth. Bapak/Ibu guru SMKN I Purbalingga Di tempat Dengan hormat, Dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul “Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMKN I Purbalingga”, maka saya membutuhkan beberapa informasi dari Bapak/Ibu melalui pengisian angket penelitian ini. Untuk keperluan tersebut maka dengan segala kerendahan hati saya memohon kesediaan Bapak/Ibu untuk berkenan meluangkan waktu mengisi angket ini dengan tulus sesuai dengan keadaan Bapak/Ibu. Pengisian angket ini semata-mata hanya demi kepentingan penyelesaian skripsi ini dan jawaban yang diberikan Bapak/Ibu tidak akan mempengaruhi penilaian kepala sekolah terhadap kinerja Bapak/Ibu selama ini. Atas perhatian dan kerjasama dari Bapak/Ibu guru, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Hormat saya,

Laeli Kurniati Peneliti

104

Kisi – kisi instrument penelitian Variabel Supervisi sekolah kepala Indikator 1. Supervisi kunjungan kelas 2. Semangat kerja guru 3. Pehaman tentang kurikulum 4. Pengembangan metode dan evaluasi 5. Rapat-rapat pembinaan 6. Kegiatan rutin diluar mengajar Motivasi kerja guru 1. Tekun menghadapai tugas 3. Menunjukkan minat terhadap bermacammacam masalah 4. Lebih senang bekerja sendiri 5. Cepat bosan pada tugas yang monoton 6. Dapat mempertahankan pendapatnya 7. Tidak pernah mudah melepaskan hal yang diyakini 8. Senang mencari dan memecahkan masalah Kinerja guru 1. Penyusunan rencana pembelajaran 2. Pelaksanaan interaksi 5,6,7 1,2,3 17,18 15, 13,14 11,12 7,8,10 1,2 5,6 2. Ulet menghadapi kesulitan 3,4 12,13 15,16 9,10 No butir 1,2,3 4,5 6,7,8

20. Pemahaman wawasan kependidikan 7.9.13 8.19 11. Penilaian prestasi belajar peserta didik 4. Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik 5.10 .12. Penguasaan bahan kajian akademik 19.21 14 18. Pengembangan profesi 6.105 belajar mengajar 3.

Tidak pernah 2. berapa kali kepala sekolah melakukan kunjungan kelas untuk mengamati seorang guru yang sedang mengajar? a. berapa kali kepala sekolah mengadakan kunjungan observasi untuk memperbaiki cara mengajar Bapak/Ibu? a. Dalam semester terakhir. 1 – 2 kali d. Supervisi Kunjungan Kelas 1. 3 – 4 kali c. lebih dari 4 kali b. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai menurut Bapak/Ibu 3. 1 – 2 kali d.106 INSTRUMEN PENELITIAN Nama :……………………….. Jenis kelamin : L / P (Lingkari yang sesuai) PETUNJUK PENGISIAN 1. Apabila dinyatakan dalam % (persentase) menurut Bapak/Ibu. Tidak pernah 3. Bacalah soal dibawah ini dengan teliti 2. Dalam semester terakhir. seberapa besar manfaat supervisi kunjungan kelas terhadap perbaikan proses belajar mengajar? . lebih dari 4 kali b. Terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi instrument ini SUPERVISI KEPALA SEKOLAH a. 3 – 4 kali c.

Lebih dari 4 kali b. kurang dari 25% b.100% b. 3 kali 7.49% . 3 kali c.49% d. Semangat Kerja Guru c. Lebih dari 4 kali c. 1 – 2 kali d. Apabila dinyatakan dengan % (persentase) seberapa besar pengaruh supervisi kunjungan kelas terhadap semangat mengajar Bapak/Ibu? a.74% b. Pemahaman Tentang Kurikulum 6. 3 kali c. 1 – 2 kali d.100% b. Tidak pernah c. Dalam sebulan terakhir. Berapa kali frekuensi peninjauan kepala sekolah terhadap kesesuaian perangkat pembelajaran dengan pelaksanaan pembelajaran ? a. kurang dari 25% 4.107 a. 75% .100% c. Lebih dari 4 kali b. % . 50% . Tidak pernah 5. 25. Tidak pernah 8. 25% . 75% . Berapa kali dalam sebulan kepala sekolah mengadakan peninjauan rencana pembelajaran Bapak/Ibu? a. Apabila dinyatakan dengan % (persentase). berapa kali kepala sekolah memberikan evaluasi terhadap proses KBM untuk memotivasi semangat kerja Bapak/Ibu? a.49% d. 1 – 2 kali d.74% c. 25% . 75% . 50% . seberapa besar manfaat supervisi terhadap pemahaman kurikulum yang berlaku saat ini? a.

3 kali c. Lebih dari 4 kali b. Berapa kali dalam satu semester kepala sekolah mengadakan bimbingan tentang metode pembelajaran dan teknik-teknik evaluasi pembelajaran? a. Rapat-rapat pembinaan 12. Pengembangan Metode Dan Evaluasi 9. 1 – 2 kali d. kurang dari 25% 13. berapa kali kepala sekolah mengadakan pembinaan administrasi atau tata laksana sekolah? a. 50% . 3 kali c.108 b. kurang dari 25% d. 1 – 2 kali d.74% d. Apabila dinyatakan dalam % (persentase) seberapa besar manfaat supervisi kunjungan kelas terhadap pengembangan metode dan evaluasi pembelajaran Bapak/Ibu disekolah? a. Tidak pernah 10. Dalam satu semester.49% d. Tidak pernah c. Lebih dari 4 kali b.74% e. % .100% b. berapa kali kepala sekolah mengadakan rapat (meeting) secara periodik dengan guru-guru berkaitan dengan KBM di sekolah? a. 50% . Dalam sebulan terakhir. 3 kali c. 75% . Tidak pernah . 1 – 2 kali d. 25. Lebih dari 4 kali b.

Tidak pernah 16. Tidak pernah MOTIVASI KERJA GURU a. 3 kali c. Berusaha menyelesaikan pekerjaannya saat itu juga b. Tidak dilaksanakan . 3 kali c. 1 – 2 kali d. Dalam setahun terakhir. Lebih dari 4 kali b.109 f. Dilaksanakan semampunya c. Dalam satu semester. berapa kali Bapak/ibu mengikuti Pendidikan dan Latihan (diklat) dalam rangka meningkatkan kinerja guru? a. Terhadap tugas yang diberikan oleh kepala sekolah a. 1 – 2 kali d. Diselesaikan dengan sebaik mungkin b. Dilaksanakan 1-2 hari berikutnya c. Berkenaan dengan pengoreksian hasil ulangan siswa a. Tekun menghadapi tugas 1. Dilaksanakan dengan terpaksa d. berapa kali Bapak/Ibu mengikuti MGMP guna peningkatan proses belajar mengajar? a. Dilaksanakan pada waktu senggang 2. Kegiatan Rutin Di Luar Mengajar 15. Lebih dari 4 kali b. Diselesaikan 3-4 hari berikutnya d.

Kurang dari 25% c. 75% . Terhadap siswa-siswanya yang selalu bikin onar dan gaduh saat pelajaran berlangsung a. 25% .100% b. Kurang dari 25% 6.49% d. 75% .74% c. Berusaha meningkatkan kemampuan yang dimiliki b. 25% . Apabila dinyatakan dalam % (persentase) seberapa besar kemauan Bapak/Ibu untuk senantiasa memperbaiki dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki saat ini demi tercapainya visi dan misi sekolah? a. Kecewa karena merasa dirinya gagal d. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah 5.100% b.74% c. Jika prestasi siswa-siswanya mengalami penurunan. Dimarahi d. 50% . Dibiarkan saja 4.49% d.110 b. 50% . Tetap cuek . Jika dinyatakan kedalam % (persentase) seberapa besar rasa tanggung jawab Bapak/Ibu untuk menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh? a. Dibimbing dan diarahkan b. Ulet menghadapi kesulitan 3. Ditegur c. maka tindakan Bapak/Ibu sebagai pengampu bidang studi tersebut? a. Introspeksi diri c.

Terhadap tugas yang diperintahkan kepala sekolah terkait dengan kelengkapan perangkat pembelajaran (analisa program. Apabila diberi kesempatan untuk mengikuti seminar mewakili sekolah a. Menggunakan berbagai metode jika dirasa perlu c. metode pengajaran yang dilakukan setiap harinya? a. Mengerjakan dengan meniru pekerjaan orang lain d. Selalu berusaha mengaplikasikan berbagai metode yang lebih menarik b. Dalam KBM. Tidak melaksanakan e. modul. Terhadap tugas yang diberikan kepala sekolah terkait dengan pelaksanaan administrasi pembelajaran? a. Mengerjakan sendiri tepat waktu b. dsb) a. Diberikan kepada yang lain 10. Melaksanakan dengan terpaksa d. Mengerjakan sendiri tepat waktu b. Mengerjakan dengan meniru pekerjaan orang lain d. Menggunakan metode secara tetap dan monoton . Lebih senang bekerja sendiri 7. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin 11. Tidak melaksanakan 8. Mengerjakan bersama-sama dengan guru c. rencana pembelajaran.111 d. Melaksanakan dengan pasif c. Mengerjakan bersama-sama dengan guru c. Melaksanakan dan mengikuti secara aktiv b. Menggunakan 1-2 metode saja d.

Terhadap penggunaan media pengajaran guna menunjang kelancaran proses kebiatan belajar mengajar? a. Dalam sebulan terakhir barapa kali Bapak/Ibu memberikan saran/kritik terhadap kebijakan sekolah yang dirasa memberatkan guru? a. tidak Menggunakan f. Mengikuti dan memberikan usulan secara aktif c.112 12. Sering memperjuangkan pendapatnya c. Menggunakan jika dirasa perlu d. Lebih dari 4 kali b. 1-2 kali d. 3 kali c. Tidak pernah g. Mempertahankan pendapatnya selama diyakini itu benar b. Dalam rapat yang berkaitan dengan kebijakan sekolah. berapa kali Bapak/Ibu berusaha mempertahankan pendapatnya demi kemajuan sekolah? a. Mengikuti secara pasif 14. Tidak pernah . Selalu memperjuangkan pendapatnya b. Dalam pelaksanaan rapat yang berkaitan dengan evaluasi KBM di sekolah a. Dapat mempertahankan pendapatnya 13. Setiap hari selalu berganti-ganti b. Memberikan pendapat jika diminta d. Kadang-kadang jika dirasa penting d. Menggunakan media secara tetap/monoton c. Tidak pernah mudah melepaskan hal yang diyakini 15.

50% . Lebih dari 4 kali b. Tidak pernah ikut membantu KINERJA GURU a. Sering membantu c. Selalu membantu b. Dalam sebulan terakhir. berapa kali Bapak/Ibu turut membantu apabila terjadi suatu masalah dalam pergaulan antar rekan guru? a.100% d. Penyusunan Rencana Pembelajaran 1. 25. kurang dari 25% . Tidak pernah 18. Setiap pokok bahasan c. Apabila dinyatakan dalam % (persentase). Kapan Bapak/Ibu menyusun Rencana Pembelajaran? a. Tidak pernah 3. Bila dinyatakan dalam persentase.113 h. 3 kali c. 3 kali c. Senang mencari dan memecahkan masalah 17. Kadang-kadang membantu d.74% c. berapa kali Bapak/Ibu bersedia membantu bila ada rekan guru yang mengalami kesulitan tertentu? a. 75% . Setiap ada akreditasi/supervisi d. Tidak pernah 2. Dalam sebulan terakhir. 1-2 kali d. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu dalam penyusunan rencana Pembelajaran? a. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu dalam merencanakan media yang akan digunakan dalam pembelajaran? c. % . Lebih dari 4 kali b. 1 – 2 kali d. Setiap kali pertemuan b.49% d.

kurang dari 25% c. 50% . kurang dari 25% 7. 75% .100% b.74% c. Bila dinyatakan dalam % (persentase). % . Pelaksanaan Interaksi Belajar Mengajar 5.49% d. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu dalam memotivasi siswa? a.74% c. tidak pernah 9. Penilaian prestasi belajar peserta didik 8. 50% .49% d. 50% . 75% . Kapan Bapak/Ibu mengadakan penilaian prestasi belajar siswa? a. 25.74% c. kurang dari 25% . % . kurang dari 25% 6. 25.100% b. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu beinteraksi dengan siswa secara komunikatif? a. kurang dari 25% 10.100% b. 25. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu mengolah dan menganalisis hasil penilaian? a. Setiap kali pertemuan b. Bila dinyatakan dalam % (persentase). Setiap pokok bahasan c.74% c.100% b. Setelah beberapa pokok bahasan d. Bila dinyatakan dalam % (persentase).100% b. % .49% d. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu menyusun laporan hasil penilaian? a. 25.Apabila dinyatakan dalam % (persentase).74% c. % . 50% . 75% . 75% . 25. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu memberikan materi kepada siswa? a.49% d.114 b. Apabila dinyatakan dalam % (persentase). % . 50% .49% d. 75% .

lebih dari 4 kali b. Pemahaman wawasan 18.100% b.74% c. Pengembangan profesi 14. 50% . Apabila dinyatakan dalam % (persentase). seberapa besar pemahaman Bapak/Ibu mengenai hubungan pendidikan dan pengajaran? a. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu mengklasifikasikan kemampuan siswa? a. Kapan Bapak/Ibu melaksanakan remedial untuk memperbaiki hasil ulangan siswa yang kurang memuaskan? a. Apabila dinyatakan dalam % (persentase).115 d.49% d. 75% . kurang dari 25% . 1 – 2 kali d. Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik 11. % . 25. % . > 2 minggu setelah ulangan diumumkan c.74% c.100% b. 50% .49% d.100% b. berapa kali Bapak/Ibu mengikuti informasi perkembangan IPTEK yang mendukung profesi anda sebagai guru? a. Dalam sebulan terakhir. 50% . % . 3 – 4 kali f. 75% . Apabila dinyatakan dalam % (persentase). kurang dari 25% c. tidak dilakukan remedial 13. ≤ 2 minggu setelah hasil ulangan diumumkan b. 25.74% e. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu menyusun program tidak lanjut hasil penilaian? a.49% d. 75% . 25. kurang dari 25% 12. Tidak pernah c. setelah ujian semester d.

50% . kurang dari 25% . 75% . tidak mempersiapkan materi 21. 25. kurang dari 25% g.100% b. Apabila dinyatakan dalam % (persentase). seberapa besar penguasaan Bapak/Ibu terhadap bahan kajian akademik sesuai mata diklat yang diampu? a. Sebelum mengajar. kapan Bapak/Ibu mempersiapkan materi yang akan disajikan kepada siswa ? a.100% b. 75% . Penguasaan bahan kajian akademik 20. % . 25. 50% . % .49% d.74% c.74% c. Apabila dinyatakan dalam % (persentase). 4 – 6 hari sebelum mengajar c.116 19.49% d. seberapa besar pemahaman Bapak/Ibu mengenai fungsi sekolah ? a. ≤ 3 hari sebelum pembelajaran d. ≥ satu minggu sebelum mengajar b.

26. Dra. Perkantoran Adm. 15. 8. 38. Inggris Adm. 5. Indonesia Sejarah Pend. 4. Koperasi BV Adm. BA Drs. 11. Mugyan Drs.Ag Dra. 19. BA Dra. Akuntansi POR Matematika PDU Akuntansi Matematika Pend. Sri Endro Puspitowati. 3. BA Dra. Sutardjo. Yosep Win P. Inggris Bhs. 29. Drs. 23. 7. 36. 10. 31. 35. Sri Kuswanti Dra. Inggris . 34. Inggris Bhs. Pegawai Bisnis Tata Buku Koperasi POR Pend. BA Supono. Sami Astuti Dra. Akuntansi Bhs. 42. S.Pd Titi Hardiningsih. Bambang Mulyono Dra. Siti Sofiati Drs. 40. Diyah Ayu S Drs. 43. 9. Perkantoran BK BK Ekonomi Perusahaan Ekonomi Perusahaan Ekonomi Administrasi Ekonomi Ekonomi perusahaan PDU Tarbiyah Matematika Bhs. 12. 16. Sri Mulyani Drs. Sri Pinuji Hadayani Suratno. Perkantoran Ekonomi Umum Ekonomi Umum Ekonomi Umum Bhs. Suwondo Drs. Kisro Dra. Kamson Dra. Priyo Nurcipto Drs. 24. Sahir Drs. 41. Pujo Atmoko Drs. Hartati Dra. Indonesia Adm. 22.Pd. Tohirin Drs. 18. Teguh Sugiantoro Dra. 27. Savitri Handayani Dra. Tutyanto NIP 130902488 130892115 130520061 131693702 131677444 130605325 131411055 131407046 131771434 131712242 131662609 131768664 131802986 131634906 131767817 131835456 131123683 131664565 131612530 131859880 131123692 131599442 131869964 131670781 131815628 131869965 131898297 131898294 131612544 131611906 131601452 131411046 131682480 131685294 131613519 132118302 132141535 133907493 131646232 132118806 132118519 132083900 132138527 Jurusan PPKn Ekonomi Perusahaan Ekonomi Umum Pend.Lampiran 2 117 DAFTAR NAMA RESPONDEN GURU No 1.Pd. Darimun Drs.J. 20. 17. Setiyani Darmastuti Toto Widiyanto. Istirochah I. 37. S. 21. S. Lisyorinie Dra. Elly Kadharsono Drs. FX. Sugiyarti Drs. 13. Nama Drs. Akuntansi BK BK Pend. 39. Sri Mularsih Dra. Ratno Purwanto Dra. 25. BA Dra. 2. S. 32. Tri Yulianti Erys Sukamto. 14. 6. 33. S. 28. Waskam Ashari Mugiyanto. 30. Fatimah R Suyamto. BA Taty Siti Latifah.Perkantoran PMP Bhs.Pd Endang Suciharti.

118 44. 58.Pd Justina Tri Rahayu L. S. S. Elly Suprihatin Retnowati. S. 57. Administrasi Komputer Komputer Pend. Ekonomi Matematika Bhs. S. S.Pd Agung Pamuji. S. Niken Malasiyanti Wahyu Budi Susapti. 52. Inggris Pend.Kom. 59. S. 60.Pd Yohana F.Pd Dra. Koperasi Komputer Pend.Pd Sri Wahyuni. Dra. S. Akuntansi Matematika PPKn Pend.Pd Dwi Agus MM. 45.Pd Marwoto. 49.Pd Wahyuningsih. S. 46. S. S. 53. Budi Santoso.Pd Wendiarto.Pd Puji Pertiwi.Pd Maryono.Pd Salamun. 55. S. Akuntansi Pend. 48. Administrasi Pend. S. 47. 132164536 131883323 132175958 132279393 132281942 500108482 500108599 500110457 500110458 500110459 500110460 500115553 500115554 500115558 500115559 Pend. S.Administrasi . 56. 51.Pd Deddy Suwito. 50.Administrasi Pend. 54.

**.019 15 .530* .005 15 .05 level (2-tailed).042 15 -.681** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.678** .041 15 .594* . . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.849** .019 15 .015 15 . Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.779** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.Lampiran 3 Uji Validitas Angket Supervisi Kepala Sekolah Correlations X1 X1_01 Pearson Correlation Sig.166 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.005 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.001 15 1 .672** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.777 15 .000 15 .006 15 .596* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.532* .01 level (2-tailed).856** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. 15 119 X1_02 X1_03 X1_04 X1_05 X1_06 X1_07 X1_08 X1_09 X1_10 X1_11 X1_12 X1_13 X1_14 X1_15 X1_16 X1 *.001 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.377 .080 . (2-tailed) N .611* .009 15 .761** .647** .000 15 .020 15 .596* .

15 120 X2_02 X2_03 X2_04 X2_05 X2_06 X2_07 X2_08 X2_09 X2_10 X2_11 X2_12 X2_13 X2_14 X2_15 X2_16 X2_17 X2_18 X2 *.029 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.646** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.650 15 .729** . (2-tailed) N .555* .002 15 .851** .575* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.563* . Correlation is significant at the 0.032 15 1 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 15 .774** .05 level (2-tailed).035 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. Correlation is significant at the 0.546* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.569* .000 15 .987 15 .757** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. **.001 15 .007 15 .Lampiran 4 Uji Validitas Angket Motivasi Kerja Correlations X2 X2_01 Pearson Correlation Sig.005 .512 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.01 level (2 il d) . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.702** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.025 15 -.004 15 .001 15 .554* .032 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.027 15 .767** .664** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.827** .009 15 .128 .051 15 .001 15 .

015 15 .001 15 .762** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.004 15 .664** .043 15 .586* .612* .013 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. *.859 15 .007 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. 15 121 Y_02 Y_03 Y_04 Y_05 Y_06 Y_07 Y_08 Y_09 Y_10 Y_11 Y_12 Y_13 Y_14 Y_15 Y_16 Y_17 Y_18 Y_19 Y_20 Y_21 Y **.028 15 .017 15 .015 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.Lampiran 5 Uji Validitas Angket Kinerja Guru Correlations Y Y_01 Pearson Correlation Sig.764** . .122 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.715** .050 .003 15 1 .924 15 .611* .625* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.464 15 .022 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.019 15 .01 level (2-tailed). (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.004 15 .007 15 -. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.529* .664** .594* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.001 15 .705** .605* .003 15 .205 .032 15 .699** .027 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.696** . Correlation is significant at the 0.666 15 .567* .554* .05 level (2-tailed). (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.

1333 1.63994 .6667 Std.6667 2.51640 .96115 . Deviation .72375 .0000 2.3333 3.72375 .3333 3.6667 2.91548 .1333 Variance 54.73679 .81650 .6000 1.Lampiran 6 Reliability Angket Supervisi Kepala Sekolah Reliability Statistics Cronbach's Alpha .61721 .874 N of Items 16 Item Statistics X1_01 X1_02 X1_03 X1_04 X1_05 X1_06 X1_07 X1_08 X1_09 X1_10 X1_11 X1_12 X1_13 X1_14 X1_15 X1_16 Mean 1. Deviation 7.695 Std.0667 2.8667 3.2000 2.97590 N 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 122 Scale Statistics Mean 39.3333 3.74322 .5333 2.8667 1.77460 .92582 .83381 .7333 1.89974 .59362 .1333 3.39562 N of Items 16 .

Deviation 8.4667 3.18723 N 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 123 Scale Statistics Mean 56.Lampiran 7 Reliability Angket Motivasi Kerja Reliability Statistics Cronbach's Alpha .83381 .881 N of Items 18 Item Statistics X2_01 X2_02 X2_03 X2_04 X2_05 X2_06 X2_07 X2_08 X2_09 X2_10 X2_11 X2_12 X2_13 X2_14 X2_15 X2_16 X2_17 X2_18 Mean 3.6000 3.2000 3.8667 3.91548 .114 Std.79881 .88372 1.66685 N of Items 18 .83381 .63994 .1333 3.2000 3.1333 2.5333 3.50709 .94112 .6667 2.1333 Std.8667 3.2667 3.91548 .0667 3.74322 .6000 Variance 75.81650 .1333 3.83381 .2000 3.5333 3.01419 . Deviation .70373 .83381 1.35187 .5333 2.0667 2.94112 .

63994 .4000 3.91026 .63994 .8667 3.61721 .8000 3.63246 .5333 3.2000 2.Lampiran 8 124 Reliability Angket Kinerja Guru Reliability Statistics Cronbach's Alpha .4000 2.63246 .09978 .4000 3.50709 .86189 1.7333 3.63994 N 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 Scale Statistics Mean 63.30201 .2667 3.63994 .4667 Std.70373 .56061 .79881 .63246 1.4667 2.352 Std.0667 1.6000 3.3333 3.61721 .6000 3. Deviation 7. Deviation .0667 3.83278 N of Items 21 .70373 .73679 .854 N of Items 21 Item Statistics Y_01 Y_02 Y_03 Y_04 Y_05 Y_06 Y_07 Y_08 Y_09 Y_10 Y_11 Y_12 Y_13 Y_14 Y_15 Y_16 Y_17 Y_18 Y_19 Y_20 Y_21 Mean 2.59362 .1333 3.6000 3.3333 3.9333 Variance 61.2667 3.4000 1.50709 .

Sig.126 -.065 Y 60 55.6667 6.169 1.171 1.082 -.060 Mean Std.159 . b. Calculated from data.169 .326 .171 .233 .Lampiran 9 125 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test X1 N Normal Parameters a.310 . Test distribution is Normal. (2-tailed) a. Deviation Absolute Positive Negative 60 33.6833 8. X2 60 48.78200 .159 1.b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.92244 .096 .092 -.9333 6.10825 .

846 385. 6.0000 59.00 33. .44851 .456 .8000 57.888 2713.598 38.00 36.9333 N 1 1 1 2 1 1 2 3 1 1 6 11 6 5 1 7 1 4 1 1 1 2 60 Std. 9.00 21.936 1.07107 6.377 R Squared .0000 62.675 Eta Squared .00 31.0000 41.0000 57.7143 56. .0000 55. 2. Deviation .391 Y * X1 Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Measures of Association Y * X1 R . .003 .0000 59.00 46.518 9.72658 .46504 7.0000 56.0000 60.0000 53.31371 . 11.0000 54.57735 .00 25. . .00 28.00 41.945 385.0000 49.129 .00 22.89949 . 4.0000 56.6667 42.48939 5.00 35.0000 57.00 39.00 29.00 47.0000 55.00 32.733 df 21 1 20 38 59 Mean Square 58.00 30. .0000 49.00 Total Mean 54.0000 66.2500 54.889 42.889 851.00 26.9091 60.3333 51.00 37.00 43.957 1475.126 Lampiran 10 Uji Linieritas data Y * X1 Report Y X1 16. 7.09762 7.78200 ANOVA Table Sum of Squares 1237.839 F 1.097 Sig.00 34. .00 45.15188 .142 Eta .00 23.

2.00 51.70711 .68449 4.0000 58.577 .00 44.00 55.5000 57.0000 68.127 Lampiran 11 Uji Linieritas Data Y * X2 Report Y X2 28.00 Total Mean 54.16333 4. . .00 30.00 36.00 45.41421 .00000 5. 1.00 53.0000 57. 6.0000 58.6667 56.020 .0000 55.64575 . Deviation .00 41.79865 .00 54.00 29.0000 57.00 38. .129 331.00 48.139 10.969 1146.00 35.1111 59.0000 62.00 56.064 Y * X2 Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Measures of Association Y * X2 R .24264 .733 df 23 1 22 36 59 Mean Square 68.0000 61. .00 57.778 2713.68868 2.70711 7.00 52.350 R Squared .0000 49.122 Eta .00 58.57735 2.855 F 2. .986 1234.7778 60.0000 41. .00 39.9333 N 1 1 1 1 2 1 1 1 3 2 1 9 3 2 1 1 3 3 9 4 2 4 3 1 60 Std.0000 55.956 331.72442 14.135 31.5000 57.42 1.0000 53.5000 56.986 56.5000 60.0000 63.0000 45.0000 42.003 .00 33.00 62.38048 .78200 ANOVA Table Sum of Squares 1566.00 49.00 61.760 Eta Squared .762 Sig. . .00 34.3333 60.0000 41. 4.

Predictors: (Constant).136 X2 .303 .923 1. Deviation 6.084 1.78200 6.001a a.179 F Change 7. .377 .6833 Std.017 .265 t 6.278 .207 Adjusted R Square .448 Sig.455a .92244 Correlations Pearson Correlation Y X1 X2 Y X1 X2 Y X1 X2 Y 1. (1-tailed) N Model Summaryb Change Statistics df1 df2 Sig.544 X1 . .777 5. X2.003 . .000 .001 .016 60 60 60 X2 . Dependent Variable: Y .161 Sig.733 df 2 57 59 Mean Square 281. Dependent Variable: Y b ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 562. Error (Constant) 34.128 Lampiran 12 Regression Descriptive Statistics Y X1 X2 Mean 55.000 .001 .746 F 7.923 .273 2.507 2713.448 a. Dependent Variable: Y a Coefficients Model 1 Unstandardized Coefficients B Std.350 . X1 b. F Change 2 57 .6667 48.275 .003 60 60 60 X1 .000 .001 Model 1 R R Square .000 .084 a. X1 b.350 .337 .9333 33.10825 8. Predictors: (Constant).278 1.470 2.311 . X2. .377 1. 60 60 60 N 60 60 60 Sig.035 Correlations Collinearity Statistics Partial Tolerance VIF .202 .226 2151.093 Standardized Coefficients Beta .016 .113 37.

129 Lampiran 13 Histogram Dependent Variable: Y 14 12 Frequency 10 8 6 4 2 Mean = 4.65E-16 Std. = 0. Dev.983 N = 60 -4 -3 -2 -1 0 1 2 0 Regression Standardized Residual .

8 1.2 0.0 0.2 0.0 0.4 0.0 Observed Cum Prob .130 Lampiran 14 Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Y 1.6 0.6 0.8 Expected Cum Prob 0.4 0.0 0.

131 Scatterplot Dependent Variable: Y 2 Regression Studentized Residual 1 0 -1 -2 -3 -4 -4 -2 0 2 4 Regression Standardized Predicted Value .

103 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful