You are on page 1of 35

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP

)
PERENCANAAN PROGRAM GIZI
No. Dok Ditetapkan Oleh :
PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN INDRAMAYU Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun
PUSKESMAS SOP No. Revisi
KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. Hj. Tuti Warnengsih
Halaman NIP.19760202 200604 2 021
Suatu kegiatan mengumpulkan, mengolah, menganalisa data,
Pengertian merumuskan masalah, mengidentifikasi sasaran dan merumuskan tujuan
serta target kegiatan dalam rangka menentuka kegiatan gizi sesuai
dengan masalah yang ada, tenaga dan sarana untuk mencapai tujuan
yang ada

Tersusunnya kegiatan berdasarkan hasil analisis masalah disesuaikan
dengan sumber daya yang ada
Tujuan

1. Ada UU RI No. 36 Th. 2009 Tentang Kesehatan
2. Ada instruksi kepala puskesmas
Kebijakan
3. Ada petugas terampil
4. Data kegiatan program gizi
5. Format POA program gizi
6. Adanya pendanaan
7. Adanya buku pedoman

1. Persiapan :
- Mengidentifikasi masalah ( mengumpulkan, mengoalah,
menganalisa data )
Prosedur
- Menganalisis masalah ( membuat peringkat, membandingkan
dengan target, melihat kecenderungan )
- Menentukan kegiatan
2. Pelaksanaan
- Menyusun rencana usulan kegiatan ( RUK )
- Menyusup Plan of Action ( POA ) atau rencana pelaksanaan
kegiatan
3. Evaluasi
- Tersusunnya RUK
4. Waktu pelaksanaan
- Setahun sekali

Unit Terkait Ka. Puskesmas, Bendahara BOK, Lintas program

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENCATATAN DAN PELAPORAN PROGRAM
No. Dok Ditetapkan Oleh :
PEMERINTAH DAERAH
Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun
KABUPATEN INDRAMAYU
PUSKESMAS SOP No. Revisi
KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. Hj. Tuti Warnengsih
Halaman NIP.19760202 200604 2 021
Suatu kegiatan mencatat dan melaporkan kegiatan yang telah
Pengertian dilaksanakan tepat waktu sesuai dengan format-format yang telah
ditentukan

Tersedianya catatan dan laporan semua data kegiatan gizi
Tujuan

1. Ada UU RI No. 36 Th. 2009 Tentang Kesehatan
2. Ada instruksi kepala puskesmas
Kebijakan
3. Ada petugas terampil
4. Data kegiatan program gizi
5. Format pencatatan dan pelaporan
6. Adanya pendanaan
7. Adanya buku pedoman

1. Persiapan
- Menyiapkan format pencatatan dan pelaporan gizi puskesmas
2. Pelaksanaan
Prosedur
- Mencatat dan melaporkan hasil kegiatan
3. Evaluasi
- Pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan tepat waktu
4. Waktu pelaksanaan
- Setiap selesai kegiatan

Unit Terkait Lintas program

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENYULUHAN KELOMPOK DI PUSKESMAS
No. Dok Ditetapkan Oleh :
PEMERINTAH DAERAH
Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun
KABUPATEN INDRAMAYU
PUSKESMAS SOP No. Revisi
KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. Hj. Tuti Warnengsih
Halaman NIP.19760202 200604 2 021
Proses penyebar luasan informasi dan pesan-pesan gizi yang di
Pengertian sampaikan kepada pengunjung puskesmas sebelum mendapatkan
pelayanan

Mengembangkan pengertian yang benar dan sikap yang positif
individu/pasien atau kelompok/keluarga pasien agar paham tentang
Tujuan
pentingnya gizi dan menerapkan perilaku gizi yang baik sesuai norma
KADARZI atas kesadaran dan kemauan sendiri

1. Ada UU RI No. 36 Th. 2009 Tentang Kesehatan
2. Ada instruksi kepala puskesmas
Kebijakan
3. Ada petugas terampil
4. Data pengunjung puskesmas
5. Materi penyuluhan gizi
6. Adanya pendanaan
7. Adanya buku pedoman

1. Persiapan
- Menentukan sasaran
- Menentukan jadwal
Prosedur
- Menyiapkan materi
- Menentukan metode
- Memilih media
- Menyiapkan tempat
2. Pelaksanaan
- Memberikan materi penyuluhan
3. Evaluasi
- Terlaksananya penyuluhan gizi di puskemas sesuai rencana
4. Sasaran
- Pengunjung puskesmas
5. Waktu pelaksanaan
- Sesuai dengan jadwal

Unit Terkait Promkes

36 Th.19760202 200604 2 021 Dilakukan pada pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif Pengertian dan berkualitas yang di selenggarakan melalui kegiatan stimulasi. di stimulasi dan di rujuk 4. Waktu pelaksanaan . Persiapan .Menyiapkan ruangan dan jadwal . Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA No. Pelaksanaan . Sasaran . Ada petugas terampil 4.Menyiapkan register Prosedur . deteksi.Jumlah anak yang di deteksi. dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita dilakukan pada masa kritis Mengetahui sedini mungkin gangguan pertumbuhan dan perkembangan balita untuk menentukan tindakan intervensi / stimulasi sesuai dengan Tujuan masalahnya 1.Sesuai dengan jadwal Unit Terkait MTBS . Hj. Evaluasi . 2009 Tentang Kesehatan 2. Ada alat APE 5. Adanya pendanaan 6.Menyiapkan standar penilaian tumbuh kembang . Tuti Warnengsih Halaman NIP. Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No. Adanya buku pedoman 1.Merujuk kasus ke klinik tumbuh kembang / rumah sakit / psikolog bagi kasus yang perlu penanganan lebih lanjut 3.Menyiapkan Alat Permainan Edukatif 2. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3.Menyiapkan media format penilaian tumbuh kembang .Melakukan deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang sesuai dengan umur sasaran . Ada UU RI No.Balita dengan masalah tumbuh kembang 5.

Adanya pendanaan 6.Adanya data hasil penimbangan ( SKDNTOB. Aparat desa. Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. Waktu pelaksanaan . Tuti Warnengsih Halaman NIP.Sesuai jadwal posyandu Unit Terkait Lintas program.Ibu hamil 5.Penimbangan dilaksanakan rutin setiap bulan . 2009 Tentang Kesehatan 2.Adanya sistem 5 meja di posyandu 1) Meja 1 : Pendaftaran 2) Meja 2 : Penimbangan 3) Meja 3 : pencatatan pada KMs dan buku SIP 4) Meja 4 : Penyuluhan / konseling 5) Meja 5 : Pelayanan kesehatan .Balita 0 – 59 bulan .19760202 200604 2 021 Penilaian pertumbuhan anak secara teratur melalui penimbangan berat Pengertian badan setiap bulan. Tokoh masyarakat . Sasaran . Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No. PKK desa. menentukan status pertumbuhan berdasarkan hasil penimbangan berat badan dan menindak lanjuti setiap kasus gangguan pertumbuhan Mencegah memburuknya keadaan gizi. Adanya buku pedoman 1. Persiapan .Memantau dan membina proses kegiatan penimbangan balita di posyandu 3.Membuat jadwal posyandu bersama lintas program . Ada petugas terampil 4. Evaluasi . PKK kecamatan. sebagai upaya meningkatkan keadaan gizi dan mempertahankan keadaan gizi yang baik Tujuan 1. Pelaksanaan . Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. 36 Th. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DI POSYANDU No.Merencanakan dan mendistribusikan sarana posyandu Prosedur 2. pegisian KMS. BGM ) 4. Ada SK posyandu 5. Ada UU RI No. Hj.

Ada petugas terampil 4. Mengisi kolom periode pemberian ASI ekslusif . Ada data balita 5. Hj. dan E6 . Ada KMS 6. E4. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENGISI KMS No. pertumbuhan dan perkembangan balita Pengertian Untuk mancatat dan riwayat kesehatan balita secara lengkap memantau pertumbuhan dan perkembangan anak Tujuan 1. 2009 Tentang Kesehatan 2. Ada UU RI No. Tuti Warnengsih Halaman NIP. mengisi kolom identitas 3. Meletakkan titik berat badan pada grafik KMS . Adanya buku pedoman 1.) 9. E5. Mengisi keadaan perkembangan balita Arti garis pertumbuhan Klasifikasi Tindakan Garis pertumbuhan naik mengikuti salah satu pita warna atau garis pertumbuhannya naik dan pindah Balita Naik Beri pujian ke pita warna di atasnya Garis pertumbuhannya turun (T3) Beri nasehat Garis pertumbuhannya mendatar (T2) Balita Tidak Rujuk ke Garis pertumbuhan naik tapi pindah ke pita warna Naik puskesmas di bawahnya (T1) Beri nasehat Garis pertumbuhannya berada di bawah garis Balita BGM Rujuk ke merah puskesmas Ada gejala klinis marasmus. E2. Adanya pendanaan 7. E1. 36 Th.Bila menggunakan ASi ekslusif tulis E0.Bila tidak menggunakan ASI ekslusif tulis ( . Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. E3.Bila bulan kemarin tidak datang dan bulan sekarang datang maka kedua titik jangan dihubungkan 5. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. makanan dll pada garis tegak ( kolom bulan ) 6. Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No. Mengisi kolom pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi 8.Bila bulan kemarin dan bulan sekarang datang maka kedua titik dihubungkan . Mengisi nama anak dan nomor pendaftaran 2. kwashiorhor atau Balita gizi Beri nasehat . Mengisi kolom pemberian imunisasi 7. Mencatat keadaan kesehatan.19760202 200604 2 021 Alat komunikasi sederhana untuk memantau kesehatan. Mengisi kolom bulan lahir Prosedur 4.

keduanya atau tampak sangat kurus dan atau buruk Rujuk ke edema pada kedua punggung kaki sampai seluruh puskesmas tubuh ( BB/TB-PB <-3SD ) Berat badan balita selama tiga bulan berturut-turut Beri nasehat tetap atau garis pertumbuhannya mendatar Balita 3T Rujuk ke puskesmas Balita tumbuh Garis pertumbuhan anak naik setiap bulan Beri pujian baik Berat badannya selalu naik mengikuti salah satu Balita sehat Beri pujian pita warna atau pindah ke pita warna di atasnya Unit Terkait Bidan desa. Binwil. PKK desa. PKK kecamatan . kader posyandu.

pelana rumah atau penyangga kaki tiga . STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENIMBANG BALITA DENGAN MENGGUNAKAN DACIN PEMERINTAH DAERAH No.Pasang sarung timbang yang kosong pada dacin . 36 Th.Sebelum di gunakan letakkan bandul geser pada angka nol. Adanya buku pedoman 1.Sesuai kebutuhan . Sasaran . Data sasaran balita 5.19760202 200604 2 021 Menimbang berat badan balita dengan menggunakan dacin di posyandu Pengertian Mengetahui berat badan balita yang akurat setiap bulan di posyandu Tujuan 1. Tuti Warnengsih Halaman NIP. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. Hj. Timbangan dacin 25 Kg 6. seimbangkan sampai jarum timbang tegak lurus . Dok Ditetapkan Oleh : KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KERTAWINANGUN SOP No. Waktu pelaksanaan . batang dacin dikaitkan dengan tali pengaman .Gantungkan dacin pada dahan pohon.Anak ditimbang!. Ada petugas terampil 4.Meyiapkan dacin.Periksalah apakah dacin sudah tergantung kuat dengan menarik kuat-kuat batang dacinnya ke bawah .Tentukan berat badan anak dengan membaca angka di ujung bandul geser .Catatlah hasil penimbangan di atas secarik kertas .Kembalikan bandul geser ke angka nol. Adanya pendanaan 7. Evaluasi . 2009 Tentang Kesehatan 2.Seimbangkan dacin dengan cara memasukkan pasir ke dalam kantung plastik di ujung batang timbangan . Persiapan . Pelaksanaan Prosedur . sarung timbang dan tempat yang aman 2. Revisi Tgl Mulai Berlaku dr.Baliata 0 – 59 bulan 5. kemudian baru anak diturunkan 3. Ada UU RI No. Perhatian : masukkan ujung batang dacin ke tali pengaman.Tersedianya data timbangan anak 4.

2009 Tentang Kesehatan 2.Letakkan microtoise pada lantai.Posisi kepala. Adanya buku pedoman 1. Ada data balita 5. Pastikan sisi microtoise tepat menempel rapat ke dinding .Microtoise di tarik ke atas sehingga lebih tinggi dari anak yang akan di ukur . Lantai harus rata dan datar Prosedur . periksalah apakah pada saat ujung microtoise tepat menyentuh lantai. bahu bagian belakang. pantat.Unit Terkait Bidan desa. pandangan lurus ke depan . Persiapan . tidak boleh bengkok . Tariklah ujung pita sampai habis atau menunjuk pada angka nol. kader posyandu. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. lalu pakulah pita pada tempat yang telah disediakan dengan kuat . dan topi yang di pakai anak . Ada UU RI No. Pelaksanaan . penunjuk microtise menunjuk angka nol 2.19760202 200604 2 021 Mengukur tinggi badan dengan menggunakan microtoise pada balita Pengertian yang sudah bisa berdiri Tujuan Mengetahui tinggi badan balita 1.Sebelum mengukur.Anak yang di ukur berdiri tegak lurus rapat ke dinding tepat di bawah microtoise . 36 Th.Baca penunjuk microtoise. Adanya pendanaan 7. rapat ke dinding. sehingga ujung pita menghadap ke atas.4 cm 3. Evaluasi . Ada petugas terampil 4.Perhatikan kaki harus tegak. Revisi Tgl Mulai Berlaku dr. Dok Ditetapkan Oleh : KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KERTAWINANGUN SOP No.Pencatatan tinggi badan dilakukan dengan ketelitian satu angka di belakang koma misalnya : 84. Adanya alat microtoise 6.Carilah dinding atau tiang yang rata dan tegak lurus pada lantai. PKK desa STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENGUKUR TINGGI BADAN DENGAN MICROTOISE PEMERINTAH DAERAH No.Letakkan alas kaki. Hj. tumit rapat ke dinding. Tuti Warnengsih Halaman NIP. pembacaan tinggi dilakukan dari arah depan tegak lurus dengan microtoise .Geser/turunkan microtoise sampai menyentuh tepat pada bagian atas kepala.

Sasaran . Waktu pelaksanaan : sesuai kebutuhan Unit Terkait Lintas program.Balita yang sudah bisa berdiri 5. Bidan desa. . kader posyandu. PKK desa .Adanya data tinggi badan balita 4.

Letakkan alat ukur panjang badan pada meja yang rata dan betul-betul stabil. Persiapan .Diperlukan dua orang atau lebih dalam melakukan pengukuran dengan menggunkan alat ukur panjang badan 2.19760202 200604 2 021 Mengukur panjang badan dengan menggunakan alat ukur panjang Pengertian badan pada bayi dan balita yang belum bisa berdiri Tujuan Mengetahui panjang badan bayi dan balita 1. leher lurus dan pandangan ke atas.Kedua papan siku-siku dari alat ukur panjang badan di tarik sehingga tegak lurus . baca penunjuk panjang badan dengan ketelitian 0. Ada petugas terampil 4. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3.1 cm . Adanya pendanaan 7. Adanya alat pengukur panjang badan 6.Usahakan kepala menempel rata pada papan siku-siku. Ada data bayi dan balita 5. Revisi Tgl Mulai Berlaku dr. kepala dan telapak kaki menempel pada kedua papan siku-siku yang dalam keadaaan tegak lurus. Ada UU RI No. Hj.Kedua papan siku-siku dari alat ukur harus tegak lurus . Kaki pada bagian skala geser . STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENGUKUR PANJANG BADAN DENGAN PEMERINTAH DAERAH ALAT UKUR PANJANG BADAN KABUPATEN INDRAMAYU No. Dok Ditetapkan Oleh : PUSKESMAS Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KERTAWINANGUN SOP No. 36 Th. Pelaksanaan .Letakkan anak yang akan di ukur dalam posisi terlentang dalam alat ukur panjang badan.Setelah itu papan siku-siku yang lain di geser. Tuti Warnengsih Halaman NIP. Adanya buku pedoman 1.Alat ukur/meteran pada alat ukur panjang badan menghadap ke atas .Periksa kembali hasil pembacaan panjang badan tersebut untuk menghindari kesalahan baca . atau pada lantai yang rata Prosedur . sehingga kaki menjadi lurus dan telapak kaki tegak lurus pada alas . 2009 Tentang Kesehatan 2. Tekan lutut anak dengan tangan.Setelah posisi anak dalam keadaan benar. sehingga tepat menempel pada telapak kaki anak .

Ada petugas terampil 4. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. Hj.19760202 200604 2 021 LILA adalah ukuran lingkar lengan atas tepat pada titik tengah lengan kiri Pengertian antara bahu dan siku.Bayi dan Balita yang belum bisa berdiri 5. Alat pengukur dalam keadaan baik. Ada data WUS dan ibu hamil 5.Adanya data panjang badan anak 4.Sesuai kebutuhan Unit Terkait Bidan desa. Adanya buku pedoman 1. bila tidak tersedia dapat menggunakan metlin Prosedur b. 2009 Tentang Kesehatan 2. Sasaran . Lengan harus dalam posisi bebas. Adanya pita LILA 6. kader posyandu. kemudian ukur garis tengah dengan menggunakan pita lila e. Evaluasi . Pelaksanaan a. 3. Ada UU RI No. tidak kusut atau berlipat-lipat sehingga permukaannya tidak rata g. Waktu pelaksanaan . Pengukuran dilakukan dengan pita LILA dengan batas ambang 23. Revisi Tgl Mulai Berlaku dr. lengan baju dan otot dalam keadaan tidak tegang atau kencang d. Meningkatkan peran petugas lintas sektor dalam perbaikan gizi WUS yang menderita KEK 1. Baca pila lila bila < 23. memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak di bawah kulit 1. Adanya pendanaan 7. Lengan yang di ukur adalah lengan kiri c. pita jangan terlalu ketat atau longgar f.5 cm. PKK desa STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENGUKUR LINGKAR LENGAN ATAS DENGAN MENGGUNAKAN PITA LILA PEMERINTAH DAERAH No. Ukur panjang dari ujung bahu sampai siku. Mengetahui resiko KEK pada WUS atau ibu hamil untuk menapis resiko melahirkan BBLR Tujuan 2. Dok Ditetapkan Oleh : KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KERTAWINANGUN SOP No. Pada waktu mengukur. Meningkatkan perhatian atau kesadaran masyarakat agar lebih berperan dalam pencegahan dan penanggulangan KEK 3. Sasaran .5 cm berarti wanita tersebut beresiko menderita KEK 2. 36 Th. Tuti Warnengsih Halaman NIP.

Adanya pendanaan 14. pita jangan terlalu ketat atau longgar m. Pada waktu mengukur.5 cm. Pengukuran dilakukan dengan pita LILA dengan batas ambang 23. Ukur panjang dari ujung bahu sampai siku. Adanya buku pedoman 4. memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak di bawah kulit 4.19760202 200604 2 021 LILA adalah ukuran lingkar lengan atas tepat pada titik tengah lengan kiri Pengertian antara bahu dan siku. Tuti Warnengsih Halaman NIP. Adanya pita LILA 13. Ada petugas terampil 11. PKK desa STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENGUKUR LINGKAR LENGAN ATAS DENGAN MENGGUNAKAN PITA LILA PEMERINTAH DAERAH No. Baca pila lila bila < 23. Meningkatkan peran petugas lintas sektor dalam perbaikan gizi WUS yang menderita KEK 8. lengan baju dan otot dalam keadaan tidak tegang atau kencang k. Pelaksanaan h. kemudian ukur garis tengah dengan menggunakan pita lila l.Sesuai kebutuhan Unit Terkait Bidan desa. Waktu pelaksanaan . 36 Th. .WUS dan Ibu hamil 3. Ada data WUS dan ibu hamil 12. Revisi Tgl Mulai Berlaku dr. Lengan yang di ukur adalah lengan kiri j. KIA. Alat pengukur dalam keadaan baik. kader posyandu. tidak kusut atau berlipat-lipat sehingga permukaannya tidak rata n. 2009 Tentang Kesehatan 9. Ada UU RI No.5 cm berarti wanita tersebut beresiko menderita KEK . Hj. Mengetahui resiko KEK pada WUS atau ibu hamil untuk menapis resiko melahirkan BBLR Tujuan 5. bila tidak tersedia dapat menggunakan metlin Prosedur i. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 10. Meningkatkan perhatian atau kesadaran masyarakat agar lebih berperan dalam pencegahan dan penanggulangan KEK 6. Dok Ditetapkan Oleh : KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KERTAWINANGUN SOP No. Lengan harus dalam posisi bebas.

36 Th. satu kapsul diminum setelah melahirkan dan satu kapsul lagi diminum pada hari berikutnya paling lambat pada hari ke 42 setelah melahirkan .Melihat laporan hasil distribusi suplemen gizi . Adanya obat gizi 6. Sasaran . PKK desa STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMBERIAN SUPLEMEN GIZI No. Mencegah kekurangan vitamin A 2. Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No. Adanya pendanaan 7. Sasaran .Pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil minimal 90 tablet selama masa kehamilan 3. KIA. Ada petugas terampil 4. Persiapan .Mengecek ketersediaan obat Prosedur . Pelaksanaan . 2009 Tentang Kesehatan 2.Vitamin A warna merah untuk balita 12 – 59 bulan .Membuat rencana distribusi 2. Mencegah anemia gizi pada ibu hamil Tujuan 1.Vitamin A warnabiru untuk bayi 6 – 11 bulan .Menyiapkan data jumlah sasaran .Melihat catatan distribusi suplemen gizi di posyandu 4. Evaluasi . Ada UU RI No.19760202 200604 2 021 Pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada balita umur 6 – 59 bl.Vitamin A warna merah untuk ibu nifas. Ada data sasaran di posyandu 5.WUS dan Ibu hamil 6. kader posyandu. Waktu pelaksanaan . ibu Pengertian nifas dan pemberian Tablet Tambah Darah pada ibu hamil 1.Mengajukan kebutuhan . Adanya buku pedoman 1. 5. Hj.Bekerjasama dengan pengelola obat dalam mendistribusikan suplemen gizi ke bidan desa / kader posyandu . Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3.Menghitung kebutuhan .Sesuai kebutuhan Unit Terkait Bidan desa. Tuti Warnengsih Halaman NIP.

19760202 200604 2 021 Membimbing kader dalam penyebarluasan informasi gizi yang Pengertian disampaikan kepada sasaran yang datang ke posyandu Kader mampu menyebarluaskan pesan – pesan gizi dengan benar Tujuan sehingga sasaran paham tentang pentingnya gizi dan menerapkan perilaku gizi yang baik sesuai norma KADARZI atas kesadaran dan kemauan sendiri 1. Ada UU RI No. Hj.Sesuai dengan jadwal posyandu . Ada petugas terampil 4. Tuti Warnengsih Halaman NIP. PKK kecamatan.Membangun percaya diri kader . kader posyandu.Tablet tambah darah dan vitamin A ibu nifas sesuai kebutan Unit Terkait Bidan desa.Distribusi vitamin A pada balita setiap bulan Februari dan Agustus . balita 12 – 59 bulan. pengelola obat STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MEMBINA KEGIATAN PENYULUHAN PADA KADER POSYANDU PEMERINTAH DAERAH No.Terlaksananya penyuluhan gizi di posyandu sesuai rencana 4. Dok Ditetapkan Oleh : KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KERTAWINANGUN SOP No. metode dan media yang telah dipersiapkan 3. meode dan media Prosedur . Sasaran . Adanya materi penyuluhan 6. Persiapan .Membimbing kader menyiapkan materi 2. 2009 Tentang Kesehatan 2. PKK desa. Ada data kader posyandu 5. Evaluasi . . 36 Th. 5. ibu hamil dan ibu nifas.Memberi kesempatan kepada kader untuk melaksanakan penyuluhan di posyandu sesuai dengan materi.Kader Posyandu 5.Bayi 6 – 11 bulan. Revisi Tgl Mulai Berlaku dr.Membimbing kader memilih materi. Adanya buku pedoman 1. Adanya pendanaan 7. Waktu pelaksanaan . Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. Pelaksanaan . Waktu pelaksanaan .

Unit Terkait Bidan desa.Perencanaan diet ( bila diperlukan ) . PKK kecamatan STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KONSELING GIZI DI POSYANDU No.Menyiapkan media ( food model.Rencana tindak lanjut 4. lembar balik. 36 Th. Tuti Warnengsih Halaman NIP. Materi konseling gizi 5. Adanya pendanaan 6. Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr.Menyiapkan tempat di meja 4 .Anamnesa gizi ( kualitatif ) .Pemberian konseling 3. Sasaran . Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3.Menentukan status gizi . Hj. Ada UU RI No. poster. Pelaksanaan . kader posyandu. leaflet dsb Prosedur ) . Persiapan . PKK desa.Menyiapkan pencatatan 2.Jumlah klien menurut masalah gizi .19760202 200604 2 021 Proses komunikasi dua arah antara konselor dan klien untuk membantu Pengertian klien mengenali dan mangatasi masalah dan membuat keputusan yang benar dalam mengatasi masalah gizi yang dihadapinya Membantu klien agar mengikuti saran konselor dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang mendukung terwujudnya Tujuan perubahan perilaku gizi secara positif 1. Ada petugas terampil 4. Adanya buku pedoman 1. Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No.Balita dengan masalah gizi . Evaluasi . 2009 Tentang Kesehatan 2.

Waktu pelaksanaan . bidan desa.Ibu hamil dengan masalah gizi . 2009 Tentang Kesehatan 2. Ada petugas terampil 4. PKK desa.Sesuai jadwal . Data balita usia 6 – 24 bulan 5. Adanya buku pedoman 1. Evaluasi . PKK kecamatan STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) DISTRIBUSI MP.Ibu nifas / ibu menyusui 5.19760202 200604 2 021 1. Sasaran . Pemberian makanan bergizi disamping Air Susu Ibu ( ASI ) kepada bayi usia 6 – 11 bulan dalam bentuk MP ASI bubuk atau tepung Pengertian 2. Hj.menyiapkan rencana kebutuhan Prosedur .Balita umur 6 – 24 bulan dari keluarga miskin 5. Pelaksanaan Mendistribusikan MP ASI kepada bidan desa / pembina wilayah dan atau kepada kader dan sasaran 3. Ada UU RI No.menyiapkan data jumlah sarana . Adanya pendanaan 7.Membuat rencana distribusi 2. Persiapan .Tersedianya data cakupan penerima MP ASI . Ada MP ASI 6. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. Waktu pelaksanaan . .ASI No. Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. Pemberian makanan bergizi disamping Air Susu Ibu ( ASI ) kepada anak usia 12 – 24 bulan dalam bentuk MP ASI padat Untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya gizi buruk dan gizi kurang sekaligus mempertahankan status gizi baik pada bayi usia 6 – 11 Tujuan bulan dan anak 12 – 24 bulan 1. Tuti Warnengsih Halaman NIP. 36 Th. Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No.Sesuai dengan jadwal Unit Terkait Kader posyandu.Tersedianya data perubahan berat badan anak umur 6 – 24 bulan penerima MP ASI 4.

Hj. 2009 Tentang Kesehatan 2. PKK desa STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMANTAUAN BADUTA BGM YANG MENDAPAT MP-ASI PEMERINTAH DAERAH No. Revisi Tgl Mulai Berlaku dr. TB ) Prosedur . Ada petugas terampil 4.Mencatat perkembangan berat badan setiap bulan 3. Data baduta yang mendapat MP-ASI 5.Membawa format pemantauan 2. 36 Th.19760202 200604 2 021 P Pemantauan terhadap kenaikan BB.Menentukan status gizi berdasarkan KMS .Menanyakan konsumsi MP-ASI yang diberikan . pemantauan konsumsi gizi secara teratur melalui kunjungan rumah ke baduta BGM Melihat hasil perkembangan pemberian MP-ASI pada baduta BGM dan Meningkatkan pengetahuan keluarga baduta Tujuan 1.Mengukur panjang badan . Evaluasi . Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. Ada UU RI No. Dok Ditetapkan Oleh : KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KERTAWINANGUN SOP No. Pelaksanaan . pemberian Pengertian konseling.Menimbang berat badan . Sasaran . Adanya pendanaan 6. Tuti Warnengsih Halaman NIP.Membawa Kartu Menuju Sehat (KMS) .Memberikan konseling . Adanya buku pedoman 1. kader posyandu. perubahan status gizi.Membawa alat untuk mengukur antropometri ( BB.Mengumpulkan data baduta BGM yang mendapat MP-ASI .Unit Terkait Bidan desa. Persiapan .Adanya data baduta BGM yang mendapat MP-ASI 4.

Hj. Ada petugas terampil 4. Adanya buku pedoman 1. Pelaksanaan .Menyusun paket intervensi bagi balita gizi buruk sesuai dengan keadaan balita .Selama 3 bulan pemberian MP-ASI Unit Terkait Bidan desa. Evaluasi . kader posyandu STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENATALAKSANAAN GIZI BURUK PEMERINTAH DAERAH DI RUMAH TANGGA KABUPATEN INDRAMAYU No.Baduta BGM yang mendapat MP-ASI 5. 36 Th. mengukur TB/PB ) .Perubahan keadaan umum balita ( berat badan.Memeriksa gejala klinis .Mempersiapkan Formulir Prosedur 2.Pemberian paket intervensi . Adanya pendanaan 6. PKK desa.Konsultasi gizi 3.Melakukan antropometri ( menimbang BB. gejala klinis ) . Revisi Tgl Mulai Berlaku dr.Melakukan tindak lanjut kasus balita gizi buruk pasca perawatan . Waktu pelaksanaan . Dok Ditetapkan Oleh : PUSKESMAS Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KERTAWINANGUN SOP No. PKK kecamatan. Ada UU RI No. .Menghitung kebutuhan gizi berdasarkan hasil anamnesa .19760202 200604 2 021 P Prosedur atau mekanisme pelayanan gizi yang dilakukan untuk Pengertian mendukung perbaikan status gizi balita gizi buruk di tingkat rumah tangga Meningkatkan status gizi balita gizi buruk Tujuan 1. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. Persiapan . 2009 Tentang Kesehatan 2.Melakukan anamnesa gizi .Menyiapkan alat antropometri . Tuti Warnengsih Halaman NIP. Ada data pasien gizi buruk di rumah tangga 5.

Menggunakan bahan yang beraneka ragam . Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No.Sesuai dengan adanya kasus gizi buruk Unit Terkait Bidan desa. Adanya pendanaan 6.3 SD ) . 4. Hj. Pengertian disamping makanan yang dimakan sehari-hari dengan tujuan memulihkan kondisi gizi dan kesehatan balita Meningkatkan status gizi balita melalui PMT.Ada gejala klinis 2. Tuti Warnengsih Halaman NIP. Syarat balita yang mendapat PMT – P . Sasaran . Syarat PMT – P yang diberikan .Balita gizi buruk ( pasca perawatan dan tidak dirawat di yankes ) 5.Makanan dapt berupa makanan lokal atau pabrikan 3. Ada petugas terampil 4. kader posyandu.Penambahan Energi dan Protein 20 – 25 % di atas AKG .Adanya data balita gizi buruk yang naik status gizinya 4.19760202 200604 2 021 P Program makanan tambahan bagi gizi buruk tanpa gejala klinis. Evaluasi .Diberikan minimal 90 hari berturut turut .P guna mengurangi kesakitan balita dan mencegah kematian Tujuan 1. Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3.Bentuk makanan disesuaikan dengan berat badan dan umur anak .BB/TB sangat kurus / kurus Prosedur . Waktu pelaksanaan . PKK kecamatan STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMBERIAN PMT – P BALITA GIZI BURUK No. PKK desa. Sasaran .BB/U sangat kurang ( < . Data balita gizi buruk BB/TB 5. Ada UU RI No. Adanya buku pedoman 1. 36 Th. 2009 Tentang Kesehatan 2.

Waktu pelaksanaan . pemantauan konsumsi gizi secara teratur melalui kunjungan rumah ke balita gizi buruk Melihat hasil perkembangan pemberian PMT. Dok Ditetapkan Oleh : KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KERTAWINANGUN SOP No.Membawa buku standar status gizi menurut WHO 2005 . kader posyandu STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMANTAUN BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PMT – P PEMERINTAH DAERAH No.Balita gizi buruk dari Gakin 5.19760202 200604 2 021 P Pemantauan terhadap kenaikan BB. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 9.Membawa format pemantauan 7.Menanyakan konsumsi PMT yang diberikan . perubahan status gizi.Menentukan status gizi .Mengumpulkan data balita gizi buruk yang mendapat PMT – P . Revisi Tgl Mulai Berlaku dr.Sesuai kebutuhan Unit Terkait Bidan desa. Persiapan . Adanya pendanaan 12. Data balita yang mendapat PMT – P 11.Menimbang berat badat . TB ) Prosedur . PKK kecamatan. 36 Th. 2009 Tentang Kesehatan 8. pemberian Pengertian konseling. Pelaksanaan .P pada balita gizi buruk Meningkatkan pengetahuan keluarga balita Tujuan 7.Memberikan konseling . Ada petugas terampil 10.Membawa alat untuk mengukur antropometri ( BB. Hj. . PKK desa. Adanya buku pedoman 6. Ada UU RI No.Mengukur tinggi badan . Tuti Warnengsih Halaman NIP.

Ada UU RI No. Adanya buku pedoman 1.Ibu menderita anemia ( HB < 11 gr % ) 2.5 cm .Tinggi badan ibu < 145 cm Prosedur . Sasaran . Adanya pendanaan 6. Ada petugas terampil 4. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3.Selama 3 bulan pemberian PMT – P Unit Terkait Bidan desa. kader posyandu STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMBERIAN PMT – P IBU HAMIL KEK No.Berat badan ibu pada kehamilan trimester I < 40 Kg . Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr.Lingkar lengan atas ibu hamil < 23. 2009 Tentang Kesehatan 2. Hj.Bentuk makanan berupa selingan atau makanan lengkap dengan porsi kecil . Syarat ibu hamil yang mendapat PMT – P . Tuti Warnengsih Halaman NIP.Mencatat perkembangan berat badan setiap bulan 8. PKK kecamatan. Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No.Berat badan ibu sebelum hamil < 42 Kg . 36 Th.0 .Balita gizi buruk yang mendapat PMT – P 10. Evaluasi .Index massa tubuh ( IMT ) sebelum hamil < 17. Waktu pelaksanaan .Adanya data gizi buruk yang mendapat PMT – P 9. Data Ibu Hamil KEK 5. Syarat PMT – P yang diberikan .19760202 200604 2 021 P Program makanan tambahan bagi ibu hamil.Makanan mengandung 400 kkal energy dan 12 gr protein . . PKK desa. disamping makanan yang Pengertian dimakan sehari-hari dengan tujuan memulihkan kondisi gizi dan kesehatan ibu Meningkatkan status gizi ibu hamil KEK melalui PMT guna mengurangi kesakitan ibu dan mencegah BBLR Tujuan 1.

Ada petugas terampil 4. Dok Ditetapkan Oleh : KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KERTAWINANGUN SOP No. Hj. produktif dan mandiri melalui pelayanan gizi yang bermutu Tujuan 1. Persiapan . Sasaran .Menggunakan bahan makanan kaya besi dan garam beryodium 3.Memantau pelaksanaan antropometri .Penyuluhan atau konseling 3.Menyiapkan materi penyuluhan .Sesuai kebutuhan Unit Terkait Bidan desa.Menggunakan bahan yang beraneka ragam .19760202 200604 2 021 P Pelayanan gizi kepada kelompok usia lanjut di masyarakat yang Pengertian dilaksanakan oleh masyarakat bersama lintas program / sektor.Menyiapkan media penyuluhan dan konseling Prosedur 2. PKK desa.Ibu Hamil KEK dari Gakin 5. . Adanya buku pedoman 1.Diberikan minimal 90 hari berturut turut . Evaluasi . Ada UU RI No. Pelaksanaan . Revisi Tgl Mulai Berlaku dr. 36 Th. Evaluasi .Adanya data bumil KEK yang naik status gizinya 4. PKK kecamatan. Tuti Warnengsih Halaman NIP. 2009 Tentang Kesehatan 2.Penilaian status gizi . Waktu pelaksanaan . kader posyandu STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAYANAN GIZI DI POS PEMBINAAN USIA LANJUT PEMERINTAH DAERAH No. Adanya pendanaan 6. Adanya Posbindu 5. swasta dan organisasi sosial lainnya dengan menitikberatkan upaya promotif dan preventif Mempertahankan status gizi dan kesehatan usia lanjut agar tetap sehat. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3.

Persiapan . Adanya buku pedoman 1. Ada petugas terampil 4.Menyiapkan standar baku 2. Tuti Warnengsih Halaman NIP. Adanya pendanaan 6. jenis kelamin.Usia lanjut resiko tinggi ( ≥ 70 tahun ) 5. Ada UU RI No. 2009 Tentang Kesehatan 2. Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. alat ukur TB / PB ) . Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No.Pra usia lanjut ( 45 – 59 tahun ) . Data sasaran balita 5. Memperoleh data balita gizi buruk berdasarkan nama dan alamat ( by name by address ) kelompok umur. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3.Menentukan status gizi balita sesuai standar .19760202 200604 2 021 P Bulan dimana dilakukan pengukuran antropometri ( penimbangan berat Pengertian badan dan pengukuran tinggi badan / panjang badan ) terhadap seluruh balita yang ada di wilayah kerja 1. 36 Th.Usia lanjut ( 60 – 69 tahun ) . Hj. Memperoleh gambaran data status gizi seluruh balita di wilayah kerja secara berkala Tujuan 2.Menyiapkan format pencatatan dan pelaporan BPB Prosedur . Waktu pelaksanaan .Sosialisasi lintas program dan lintas sektor .Memantau dan membina pelaksanaan penimbangan BB dan pengukuran TB / PB balita pada hari buka posyandu . Sasaran . Pelaksanaan .Sesuai jadwal Unit Terkait Program lansia STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAKSANAAN BULAN PENIMBANGAN BALITA No. status ekonomi 1. .Data status gizi 4.Menginventarisir sarana dan prasarana di posyandu ( dacin.

36 Th. . BB/TB. Adanya pendanaan 6. Tuti Warnengsih Halaman NIP. Evaluasi . Sasaran .19760202 200604 2 021 P Rangkaian kegiatan penyelidikan atau investigasi terhadap faktor resiko Pengertian terjadinya gizi buruk dan penemuan kasus gizi buruk lainnya di suatu wilayah tertentu 1. TB/U atau PB/U ) .Mambuat laporan hasil 3. atau BB/PB. Adanya buku pedoman 1. Ditetapkannya rencana pencegahan dan penanggulangan gizi buruk secara komprehensif 1.Bulan Februari dan Agustus Unit Terkait Bidan desa. Ada petugas terampil 4.Menyiapkan instrumen pelacakan . Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. Hj. Persiapan . 2009 Tentang Kesehatan 2. Lintas sektor STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELACAKAN KASUS GIZI BURUK No. jenis kelamin. PKK desa.Mempelajari laporan kasus balita gizi buruk .Seluruh balita yang ada di wilayah kerja 5. Waktu pelaksanaan .Tersedianya data balita gizi buruk berdasarkan nama dan alamat ( by name by address ) kelompok umur. tepat dan komprehensif Tujuan 2. Teridentifikanya faktor resiko gizi buruk di suatu wilayah sebagai bahan informasi bagi sektor terkait dalam penentuan intervensi 3. Ada UU RI No. Data balita gizi buruk 5.Membuat rekap dan mengolah data hasil pengukuran . kader posyandu. Ditemukannya kasus baru gizi buruk untuk dapat ditangani secara cepat.Menyiapkan alat ( alat antropometri ) Prosedur . Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3.Berkoordinasi dengan petugas surveilans untuk melaksanakan pelacakan . Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No. status ekonomi 4.Tersedianya data status gizi balita ( BB/U.

Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. Tuti Warnengsih Halaman NIP.Pencatatan dan pelaporan hasil pelacakan 3.Klarifikasi laporan balita gizi buruk . Evaluasi . TB ) Prosedur .Setiap ada laporan kasus gizi buruk Unit Terkait Bidan desa.Menimbang berat badat .Menanyakan tanggal lahir dan menentukan umur . Sasaran . surveilans STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) VALIDASI GIZI BURUK No. Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr.Balita yang ada di wilayah tempat tinggal kasus 5.Menentukan status gizi . Hj.Penyelidikan kasus melalui penjaringan seluruh balita .Mencatat penyakit penyerta / riwayat kesehatan . Data balita gizi buruk hasil BPB 5.Mengukur tinggi badan . Pelaksanaan . Persiapan . kader posyandu.19760202 200604 2 021 P Tatacara mengukur ulang balita gizi buruk Pengertian Menskrining balita gizi buruk hasil BPB Tujuan 1.Membawa alat untuk mengukur antropometri ( BB.Laporan hasil pelacakan .Mengumpulkan data balita gizi buruk hasil BPB . 2. Pelaksanaan . Ada petugas terampil 4.Membawa format laporan 2.Membawa buku standar status gizi menurut WHO 2005 . Waktu pelaksanaan .Rencana tindak lanjut 4. Ada UU RI No.Konfirmasi status gizi . 36 Th. Adanya buku pedoman 1.Balita gizi buruk yang dilaporkan . Adanya pendanaan 6. 2009 Tentang Kesehatan 2.

Adanya buku pedoman 1.Mengukur tinggi badan .Balita gizi buruk hasil BPB 5. 2009 Tentang Kesehatan 2.Membawa format anamnesa 2. Adanya pendanaan 6.Menimbang berat badat .Setelah dilakukan BPB Unit Terkait Bidan desa. Tuti Warnengsih Halaman NIP.Mengumpulkan data balita gizi buruk sangat kurus hasil validasi . Ada petugas terampil 4. Hj. Waktu pelaksanaan . Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. aparat desa STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI GIZI BURUK No. Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No. Data gizi buruk sangat kurus 5.Membawa alat untuk mengukur antropometri ( BB. Ada UU RI No.Adanya data balita gizi buruk yang benar dan akurat 4.19760202 200604 2 021 Penyelidikan epidemiologi pada 20 balita di sekitar kasus gizi buruk Pengertian sangat kurus Mengetahui penyebab dan kesehatan serta pola konsumsi di lingkungan sekitar gizi buruk Tujuan 1. 3.Menanyakan tanggal lahir dan Menentukan umur . Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr.Membawa buku standar status gizi menurut WHO 2005 . Evaluasi . TB ) Prosedur . Pelaksanaan . Sasaran . Persiapan . 36 Th. surveilans.

Memperoleh informasi konsumsi gizi masyarakat di tingkat kecamatan Tujuan 2.20 balita 5.Sosialisasi kegiatan . Menentukan prioritas sasaran program 1. Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. Data sasaran rumah tangga 5. Hj. Mengamati perkembangan konsumsi gizi 3. Persiapan . Adanya buku pedoman 1.Adanya data 20 balita di sekitar gizi buruk sangat kurus 4. Sasaran .Menyiapkan kader pendamping Prosedur . Ada petugas terampil 4. aparat desa STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMANTAUAN KONSUMSI GIZI ( PKG ) No. Ada UU RI No.19760202 200604 2 021 P Kegiatan memantau konsumsi pangan penduduk secara periodik dalam Pengertian rangka mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan dengan mendapat gambaran tingkat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga 1. 2009 Tentang Kesehatan 2.Mencatat riwayat kesehatan . Tuti Warnengsih Halaman NIP. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3.Mencatat pola konsumsi 3. Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No. Adanya pendanaan 6.Setelah dilakukan validasi Unit Terkait Bidan desa. Evaluasi . surveilans. . Waktu pelaksanaan . 36 Th.Menentukan status gizi .

Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi masyarakat sekolah 2. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3.19760202 200604 2 021 P Upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan Pengertian kesadaran masyarakat sekolah ( siswa.Memeriksa sampel posyandu terpilih dari Dati II . guru.10 KK yang dipilih secara acak dari setiap klaster yang terpilih 5. Pelaksanaan . Persiapan . Tuti Warnengsih Halaman NIP. Adanya buku pedoman 1. Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No. Ada petugas terampil 4.Menentukan sasaran .Pengolahan data dan membuat laporan . Sasaran . Adanya pendanaan 6. orang tua ) agar menerapkan kebiasaan hidup sehat dengan makanan yang bermutu gizi seimbang 1.Memilih 10 KK secara acak dari setiap klaster terpilih .Terkumpulnya data tingkat konsumsi yang lengkap dan benar 4. Mendorong masyarakat untuk menggunakan aneka ragam pangan sesuai PUGS 1. 36 Th. lintas sektor STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENYULUHAN GIZI DI SEKOLAH No. 2009 Tentang Kesehatan 2.Pemberitahuan kepada sektor terkait . Ada UU RI No. .Tiga tahun sekali Unit Terkait Kecamatan. Data masyarakat sekolah 5. Hj. Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr.Menyusun jadwal 2. Waktu pelaksanaan .Mengirimkan laporan 3.Melaksanakan pengumpulan data melalui kunjungan rumah dengan metode recall 24 jam . Evaluasi . Meningkatkan partisipasi masyarakat sekolah dalam kegiatan Tujuan perbaikan gizi di sekolah 3.Menyiapkan formulir pengumpulan data ( formulir recall 24 jam ) .

Sasaran .Menentukan SD sampel . Dok Ditetapkan Oleh : KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KERTAWINANGUN SOP No. data warung sekolah dan penjaja makanan di lingkungan sekolah .Menyusun jadwal Prosedur . Persiapan . 2009 Tentang Kesehatan 2. warung sekolah dan jajanan sekolah . Evaluasi . UKS STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMANTAUAN GARAM BERYODIUM DI TINGKAT MASYARAKAT MELALUI ANAK SD PEMERINTAH DAERAH No. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3.Pesan penyuluhan disesuaikan dengan data kondisi gizi siswa dari hasil pengukuran BB dan TB. Hj.Menyiapkan iodine test . simulasi gizi. food model 3. 36 Th. Waktu pelaksanaan .Mengumpulkan data sasaran 2. Adanya pendanaan 6. Kadarzi.Media yang digunakan adalah poster.Menyiapkan anak SD kelas IV dan V untuk membawa garam . orang tua. Tuti Warnengsih Halaman NIP. pengelola warung sekolah 5. Ada data sampel 5. Ada petugas terampil 4. guru.Adanya perubahan perilaku masyarakat sekolah 4. . Ada UU RI No. leaflet. Adanya buku pedoman 1. Revisi Tgl Mulai Berlaku dr.Metode penyuluhan menggunakan ceramah.Sesuai kebutuhan Unit Terkait KCD pendidikan. Pelaksanaan Prosedur .Koordinasi dengan pihak sekolah . demonstrasi dan simulasi .Menyiapkan format . peragaan.Siswa. promkes.Penyuluhan gizi dilakukan dengan pendekatan kelompok .Materi penyuluhan adalah PUGS.19760202 200604 2 021 P Proses kegiatan pemantauan garam beryodium yang dikonsumsi Pengertian masyarakat dengan menggunakan iodine test dilakukan secara berkala Memperoleh gambaran secara berkala tentang cakupan konsumsi garam beryodium yang memenuhi syarat di masyarakat Tujuan 1.

Dok Ditetapkan Oleh : KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KERTAWINANGUN SOP No. Pelaksanaan . Hj. Evaluasi No Hasil pemeriksaan Kadar yodium 1 Garam warna ungu tua >30 PPm 2 Garam warna ungu muda < 30 ppm 3 Garam warna putih Tidak mengandung yodium Bila ada lebih dari satu anak tidak menggunakan garam beryodium artinya desa tersebut termasuk desa tidak sehat 4. Pelaksanaan . Tuti Warnengsih Halaman NIP. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. Adanya pendanaan 6. no MD/SP dan tempat membeli garam 2. dapur. Ada data sampel 5.Mengambil sampel siswa SD sebanyak 21 anak .Semua garam anak kelas IV dan V di periksa .Menentukan titik klaster . Sekolah Dasar.Mengumpulkan data sampel 10 KK / RW Prosedur 2. KCD pendidikan STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMANTAUAN GARAM BERYODIUM DI TINGKAT MASYARAKAT PEMERINTAH DAERAH No.19760202 200604 2 021 P Proses kegiatan pemantauan garam beryodium yang dikonsumsi Pengertian masyarakat dengan menggunakan iodine test dilakukan secara berkala Memperoleh gambaran secara berkala tentang cakupan konsumsi garam beryodium yang memenuhi syarat di masyarakat Tujuan 1.Siswa SD kelas IV dan V 5.Setahun sekali Unit Terkait Kecamatan. 36 Th.Meneteskan iodine pada garam sebanyak 2 – 3 tetes .Memberikan penyuluhan 3. Ada petugas terampil 4. 2009 Tentang Kesehatan 2. mencatat merk. no MD/SP dan tempat membeli garam . Ada UU RI No. Revisi Tgl Mulai Berlaku dr. Waktu pelaksanaan . Persiapan . Adanya buku pedoman 1.Mencatat merk. Sasaran .

aparat desa STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMETAAN KADARZI No. Perencanaan anggaran untuk survei kadarzi 2.Memberikan penyuluhan / konseling 3.Meneteskan iodine pada garam sebanyak 2 – 3 tetes . Waktu pelaksanaan .Rumah tangga 5.Mengunjungi rumah sasaran sampel . Pengolahan dan analisa data kadarzi 5. Ada UU RI No. Persiapan pemantauan kadarzi Prosedur 4. Sasaran .Setahun sekali/bulan Juli Unit Terkait Kecamatan.Mengambil garam dapur sampel . Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. Adanya data hasil pemetaan Kadarzi 5. Evaluasi No Hasil pemeriksaan Kadar yodium 1 Garam warna ungu tua >30 PPm 2 Garam warna ungu muda < 30 ppm 3 Garam warna putih Tidak mengandung yodium 4. 2009 Tentang Kesehatan 2. Adanya pendanaan 6. . no MD/SP dan tempat membeli garam . Adanya buku pedoman 1. Tuti Warnengsih Halaman NIP. Ada petugas terampil 4.Menanyakan merk. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3.19760202 200604 2 021 P Berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan Pengertian keluarga sesuai dengan norma KADARZI berdasarkan hasil pemetaan Terwujudnya seluruh Keluarga Mandiri Sadar Gizi Tujuan 1. Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No. Pengadaan blangko kadarzi 3. Hj. Monitoring dan evaluasi . 36 Th.

Hj.KADER POSYANDU STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KOORDINASI KEGIATAN GIZI LINTAS SEKTOR No. Adanya lintas sektor terkait 5. Adanya buku pedoman 1.PERANGKAT DESA. Persiapan . Revisi KERTAWINANGUN Tgl Mulai Berlaku dr. Tuti Warnengsih Halaman NIP.Unit Terkait TPG. 2009 Tentang Kesehatan 2. Ada petugas terampil 4. Menyelaraskan berbagai kegiatan lintas sektor terkait guna memaksimalkan sumber daya yang ada sehingga mencapai hasil Tujuan kegiatan gizi yang lebih optimal 2. Adanya pendanaan 6. 36 Th. Dok Ditetapkan Oleh : PEMERINTAH DAERAH Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun KABUPATEN INDRAMAYU PUSKESMAS SOP No.Menyiapkan bahan / data .BIDES. Ada UU RI No.19760202 200604 2 021 P Koordinasi kegiatan gizi adalah upaya mengsinkronkan kegiatan gizi Pengertian dalam rangka meningkatkan hasil guna dan daya guna 1. Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. Mendapatkan dukungan dari pihak yang terkait untuk kegiatan gizi 1.

Evaluasi . Ada petugas terampil 4.19760202 200604 2 021 P Koordinasi kegiatan gizi adalah upaya mengsinkronkan kegiatan gizi Pengertian dalam rangka meningkatkan hasil guna dan daya guna 1. Menyelaraskan berbagai kegiatan lintas sektor terkait guna memaksimalkan sumber daya yang ada sehingga mencapai hasil Tujuan kegiatan gizi yang lebih optimal 2. Adanya pendanaan . Ada UU RI No.Tersampaikanny program-program gizi .Dukungan linsek untuk kegiatan program-program gizi 4. Pelaksanaan . Revisi Tgl Mulai Berlaku dr. Sasaran . Mendapatkan dukungan dari pihak yang terkait untuk kegiatan gizi 1.Mengikuti rakor desa .Mengikuti rakor kecamatan 3. Hj. Tuti Warnengsih Halaman NIP.Notulen rapat dan rencana tindak lanjut ( RTL ) . 2009 Tentang Kesehatan 2. Adanya lintas sektor terkait 5.Per Trimester Unit Terkait Kecamatn. 36 Th.Prosedur . Ada instruksi kepala puskesmas Kebijakan 3. UPTD/UPTB STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) STANDAR OPRASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMERINTAH DAERAH PEMANTAUAN WILAYAH SETEMPAT ( PWS ) KABUPATEN INDRAMAYU GIZI PUSKESMAS No. Waktu pelaksanaan . Dok Ditetapkan Oleh : KERTAWINANGUN Terbitan Kepala Puskesmas Kertawinangun SOP No.Koordinasi jadwal 2. Desa. Sekolah.Aparat dari sekor terkait di tingkat desa dan kecamatan 5.

Sekolah. 6.Per Trimester Unit Terkait Kecamatn. Waktu pelaksanaan .Tersampaikanny program-program gizi .Aparat dari sekor terkait di tingkat desa dan kecamatan 5. Desa. Persiapan .Mengikuti rakor kecamatan 3. Sasaran .Mengikuti rakor desa .Koordinasi jadwal Prosedur 2.Dukungan linsek untuk kegiatan program-program gizi 4.Notulen rapat dan rencana tindak lanjut ( RTL ) . Pelaksanaan . Adanya buku pedoman 1.Menyiapkan bahan / data . Evaluasi . UPTD/UPTB .