You are on page 1of 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Hipertensi pada kehamilan merupakan salah satu penyebab utama peningkatan
angka kematian, baik itu untuk ibu maupun untuk janin yang dikandung. Hal ini
tidak hanya terjadi pada negara yang sedang berkembang saja, tetapi juga bagi
Negara maju. Perempuan hamil dengan hipertensi mempunyai resiko tinggi untuk
komplikasi yang berat seperti penyakit jantung, penyakit pembuluh darah otak,
ataupun gagal organ hingga kematian. Terhadap janin, hipertensi mengakibatkan
resiko perkembangan janin dalam rahim yang terhambat, kelahiran sebelum
waktunya, dan kematian janin dalam rahim.

Apapun yang seorang wanita hamil makan atau minum dapat memberikan
pengaruh pada janinnya. Seberapa banyak jumlah obat yang akan terpapar ke
janin tergantung dari bagaimana obat tersebut diabsorpsi (diserap), volume
distribusi, metabolisme, dan ekskresi (pengeluaran sisa obat). Penyerapan obat
dapat melalui saluran cerna, saluran napas, kulit, atau melalui pembuluh darah
(suntikan intravena). Hipertensi dalam kehamilan dapat dialami oleh setiap
lapisan ibu hamil sehingga pengetahuan tentang pengelolaan hipertensi dalam
kehamilan harus benar-benar dipahami oleh semua tenaga kesehatan.

B. RUMUSAN MASALAH
a. Apa yang dimaksud dengan hipertensi pada kehamilan
b. Jenis obat hipertensi yang aman bagi ibu hamil
c. Penanganan hipertensi pada ibu hamil

C. TUJUAN
a. Mengetahui pengertian hipertensi pada kehamilan
b. Mengetahui jenis obat anti hipertensi yang aman bagi ibu hamil
c. Mengetahui penanganan dan pengobatan hipertensi pada ibu hamil

Edema ini tidak hilang dengan istirahat. Pada dasarnya terdapat 4 jenis hipertensi yang terjadi pada kehamilan. 2) Edema. timbulnya edema didahului oleh pertambahan berat badan yang berlebihan. Pertambahan berat 0. yang merupakan gabungan preeklampsia dengan hipertensi kronik 4) Hipertensi gestasional atau hipertensi yang sesaat Gambaran Klinik Preeklampsia 1) Hipertensi. tetapi jika mencapai 1kg per minggu atau 3kg dalam satu bulan. tapi juga kenaikan sistolik 30 mmHg atau diastolik 15 mmHg diatas tekanan yang biasa merupakan pertanda. dan orang-orang yang ada riwayat hipertensi pada keluarganya. Namun hipertensi dapat juga terjadi pada orang sebelum berusia lanjut yang tidak ada riwayat hipertensi pada keluarganya. gejala yang lebih dahulu muncul adalah hipertensi yang terjadi secara tiba-tiba. Tekanan darah yang meningkat melebihi normal tersebut dapat membahayakan diri kita. salah satu contohnya pada wanita hamil. Mungkin ada diantara kita menganggap bahwa hipertensi hanya terjadi pada orang yang berusia lanjut. Pengertian hipertensi pada kehamilan Hipertensi adalah tekanan darah yang meningkat melebihi ukuran normal yang biasanya ≥140/90 mmHg.5 kg pada seseorang yang hamil dianggap normal. . yaitu hipertensi yang sudah ada sejak sebelum ibu mengandung janin 3) Preeklampsia pada hipertensi kronik. yaitu : 1) Preeklampsia-eklampsia atau disebut juga sebagai hipertensi yang diakibatkan kehamilan ( selain tekanan darah yang meninggi. sebagai batas diambil tekanan darah sistolik 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah. preeklampsi harus dicurigai. juga didapatkan kelainan pada air kencingnya ) 2) Hipertensi kronik. HIPERTENSI/ PADA KEHAMILAN a. BAB II PEMBAHASAN A.

Trombin akan mengkonsumsi antitrombin III sehingga terjadi deposit fibrin. b) Terdapatnya kecenderungan meningkatnya frekuensi preeklampsi dan eklampsi pada anak-anak dari ibu yang menderita preeklampsi dan eklampsi. Adapun teori- teori tersebut antara lain : Peran protasiklin dan tromboksan Pada preeklampsi dan eklampsi didapatkan kerusakan pada endotel vaskuler.19/L atau sekurang-kurangnya dua kali spesimen urin yang dikumpulkan dengan jarak 6 jam. didefinisikan sebagai konsentrasi protein sebesar 0. Hal ini dapat diterangkan bahwa pada kehamilan pertama pembentukan blocking antibodi terhadap antigen plasenta tidak sempurna. sehingga kelainan ini sering dikenal sebagai the disease of theory. . Etiologi Preeklampsi Sampai saat ini. Peran faktor Imunologis Preeklampsi sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak timbul lagi pada kehamilan berikutnya. Aktivasi trombosit menyebabkan pelepasan tromboksan (TxA2) dan serotonin. yang semakin sempurna pada kehamilan berikutnya. aktivasi penggumpalan dan fibrinolisis. Peran faktor Genetik/famili Beberapa bukti menunjukkan peran faktor genetik pada kejadian preeklampsi dan eklampsi antara lain : a) Preeklampsi hanya terjadi pada manusia. c) Kecenderungan meningkatnya frekuensi preeklampsi dan eklampsi pada anak- anak dan cucu ibu hamil dengan riwayat preeklampsi dan eklampsi.3) Proteinuria. sehingga terjadi vasospasme dan kerusakan endotel. d) Peran Renin Angiostensin Aldosteron System (RAAS). b. etiologi pasti dari preeklampsi belum diketahui. Ada beberapa teori mencoba menjelaskan perkiraan etiologi dari kelainan tersebut diatas. yang kemudian akan diganti dengan trombin dan plasmin. sehingga terjadi penurunan prostasiklin (PGI2) yang pada kehamilan normal meningkat.

OBAT ANTIHIPERTENSI YANG AMAN BAGI IBU HAMIL a) α-Metildopa Metildopa merupakan obat pilihan utama untuk hipertensi kronik parah pada kehamilan (tekanan diastolik lebih dari 110 mmHg) yang dapat menstabilkan aliran darah uteroplasenta dan hemodinamik janin. Medopa (Armoxindo) tablet salut selaput 250 mg. Dosis : Dosis awal sehari ½ . resistensi perifer. hipersensitif.1 tablet.B. Metildopa aman bagi ibu dan anak.1 tablet selang 2 – 3 hari. Pengurangan aktivitas simpatik dengan perubahan parasimpatik akan menurunkan denyut jantung. hipertensi nefrogenik. Tensipas (Kalbe Farma) tablet salut selaput 125 mg. b) Labetalol Labetol merupakan antihipertensi non kardioselektif yang memiliki kerja penghambat beta lebih dominan dibandingkan antagonis alfa. 250 mg. Obat ini termasuk golongan α2-agonis sentral yang mempunyai mekanisme kerja dengan menstimulasi reseptor α2-adrenergik di otak. dan refleks baroreseptor. cardiac output. Metildopa Nama Dagang : Dopamet (Alpharma) tablet salut selaput 250 mg. aktivitas renin plasma. Indikasi : Hipertensi esensial yang ringan atau yang berat. bila pengobatan sebelumnya dengan alfa metildopa telah timbul gangguan hati. hipertensi pada taraf permulaan kehamilan. Metildopa memiliki faktor resiko B pada kehamilan. dimana telah digunakan dalam jangka waktu yang lama dan belum ada laporan efek samping pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui penggunaan labetol. Hyperpax (Soho) tablet salut selaput 100 mg. penyesuaian dosis untuk mencapai tekanan darah yang dikehendaki harus dilakukan secara bertahap. tekanan darah dapat diturunkan dengan pengurangan tahanan sistemik vaskular tanpa perubahan curah jantung maupun frekuensi jantung yang nyata sehingga hipotensi yang terjadi kurang disertai efek takikardia neonates yang . Stimulasi ini akan mengurangi aliran simpatik dari pusat vasomotor di otak. misalnya menaikkan dosis dengan ½ . Kontraindikasi : Penyakit hati yang aktif spthepatitis akut dan sirosis hati.

Akan tetapi pada pasien dengan hipertensi gawat. nifedipine biasanya hanya digunakan bagi ibu hamil yang tidak respon terhadap metildopa atau tidak dapat mentoleransi pemberian obat tersebut. bradikardi penyakit saluran nafas. maksimal sehari 3x20 mg. oedem pulmo decompensasi cordis.2 hingga 2.4 gram perhari. disebabkan oleh terapi beta bloker pada ibu. Dalam kehamilan : Gol C aman selama kehamilan. Penggunaan terbatas pada kasus hipertensi berat yang tidak respon terhadap obat- obat hipertensi lain. Untuk mengendalikan hipertensi dalam kehamilan. dosis dapat mencapai 1. Pemberian labetalol dapat secara oral maupun injeksi bolus intravena. maksimal 30 mg sehari 3x. pengobatan tambahan pada hipertensi. kini nifedipine menjadi semakin populer bagi penatalaksanaan hipertensi antenatal. Dosis oral harian labetalol berkisar dari 200-2400 mg/hari dengan dosis awal 2 x 100 mg. Dosis dewasa : tekanan darah diatas 170/110 mmHg diberikan dosis 20 mcg/kg/hari dilanjutkan dengan infus titrasi. c) Nifedipine Biasanya digunakan untuk keperluan tokolisis dan penanganan hipertensi. Hipertensi dosis awal sehari 3x10 mg. Nifedipine 10 mg. d) Hydralazine Cara kerja : menurunkan tensi perifer secara langsung bekerja pada arteri dan vena otot polos. Walaupun begitu. Dosis : Angina pektoris 10 mg sehari 3x. syok kardiogenik blok AV. Obat ini merupakan golongan rapid activity dan sering digunakan pada eklampsia. sehingga labetol dapat dikatakan sebagai obat alternative yang lebih aman dan efektif diberikan pada kehamilan. Dengan santai otot polos pembuluh darah vasolidator bertindak untuk . Indikasi : pengobatan dan pencegahan angina pektoris. Dosis pemeliharaan biasanya 2 x 200-400 mg/hari. Hydralazine adalah langsung bertindak otot polos relaksasi digunakan untuk mengobati hipertensi dengan bertindak sebagai vasolidator terutama di arteri dan arteriola. Kontraindikasi : hipersensitif terhadap obat. Nitrogliserin sublingual dapat diberikan bila perlu untuk mengatasi serangan akut angina.

Tujuan dasar penatalaksanaan untuk setiap kehamilan dengan penyulit preeklamsia adalah : 1) Terminasi kehamilan dengan trauma sekecil mungkin bagi ibu dan janinya. Dengan demikian. Hydralazine tidak digunakan sebagai obat utama untuk mengobati hipertensi karena memunculkan refleks simpatik stimulasi jantung. itu bukan terapi lini pertama untuk hipertensi. Jika pasien tidak bernafas. Stimulasi simpatis dapat meningkatkan denyut jantung dan curah jantung. Hydralazine digunakan untuk mengobati hipertensi berat. hydralazine adalah terapi lini pertama untuk hipertensi dalam kehamilan. 3) Pemulihan sempurna kesehatan ibu Pada kasus preeklasmia tertentu. mengurangi resistensi perifer. sehingga menurunkan tekanan darah dan mengurangi afterload. C. berikan O2 dengan sungkup dan lakukan intubasi jika perlu. . Namun. tapi sekali lagi. bebaskan jalan nafas. informasi terpenting yang perlu dimiliki oleh ahli obstetri agar penanganan kehamilan berhasil dan terutama kehamilan dengan penyulit hipertensi. tujuan penanganan ialah : 1) Mencegah terjadinya pre eklamsia berat dan eklamsia 2) Melahirkan janin hidup 3) Melahirkan janin dengan trauma sekecil – kecilnya Menurut Cuningham (2005). 2) Lahirnya bayi yang kemudian dapat berkembang. Pengobatan hanya dapat dilakukan secara simtomatis karena etiologi hipertensi dan faktor – faktor apa dalam kehamilan yang menyebabkannya belum diketahui. Jika pasien kehilangan kesadaran/koma. dengan metildopa. sambil mencari tahu riwayat kesehatan sekarang dan terdahulu pasien atau keluarganya. adalah kepastian usia janin. tiga tujuan tersebut dapat terpenuhi oleh induksi persalinan. PENANGANAN HIPERTENSI/PREEKLMAPSI PADA IBU HAMIL Menurut Winkjasastro Hanif (2006). terutama pada wanita menjelang atau sudah aterm. Penanganan Umum Segera rawat penderita dan lakukan pemeriksaan klinis terhadap keadaan umum.

Jangan tinggalkan pasien sendirian. ukur suhu dan periksa apakah ada kaku kuduk. Peeklampsia berat dan Eklampsia Penanganan preeklampsia berat dan eklamsia sama. pengisap lender.5-2 liter/24 jam. Jika pasien kejang (eklamsia) Baringkan pada satu sisi. baringkan pada satu sisi. bebaskan jalan nafas. Berikan O2 4-6 liter/menit. Penanganan umum Jika tekanan diastolik>110mmHg. Adanya krepitasi merupakan tanda-tanda edema paru. Lindungi pasien dari kemungkinan trauma. kecuali persalinan harus berlangsung dalam 6 jam setelah timbulnya kejang pada eklampsia.bebaskan jalan nafas. Observasi tanda vital. untuk menghindari tergigitnya lidah. Nilai pembekuan . tempat tidur arah kepala ditinggikan sedikit untuk mengurangi kemungkinan aspirasi sekret. posisi tradelenburg untuk mengurangi risiko aspirasi. berikan obat anti hipertensi sampai tekanan diastolik antara 90-100mm/Hg. Baringkan pasien pada sisi kiri. Pasang spatel lidah. Penanganan kejang : Beri obat kejang (antikonvulsan). jangan sampai terjadi overload. Perlangkapan untuk penanganan kejang (jalan nafas. Aspirasi mulut dan tenggorokan. muntahan atau darah. Kateterisasi urin untuk mengukur volum dan pemeriksaan proteinuria. masker oksigen dan oksigen). Fiksasi untuk menghindari pasien jatuh dari tempat tidur. Infus cairan dipertahankan 1. reflex dan denyut jantung janin setiap 1 jam. Kejang disertai aspirasi dapat mengakibatkan kematian ibu dan janin. Pasang infus ringer laktat dengan jarum besar nomor 16 atau lebih. hentikan pemberian cairan dan berikan diuretic (misalnya furosemid 40 mg IV). Ukur keseimbangan cairan. Auskultasi paru untuk mencari tanda edema paru. Jika ada edema paru.

Dilakukan anestesi lokal bila risiko anestesi terlalu tinggi. persalinan harus terjadi dalam 6 jam sejak eklamsia timbul. Anestesi yang aman/terpilih adalah anestesi umum untuk eklamsia dan spinal untuk PEB. mual dan muntah. Jika terjadi gawat janin atau persalinan tidak dapat terjadi dalam 12 jam (pada eklamsia). terutama pada wanita yang melahirkan pada usia kehamilan aterm. . Lakukan pemantauan jumlah urin. Jika bedah akan dilakukan. Terapi anti-hipertensi sebaiknya tetap dilanjutkan pasca kehamilan. lakukan induksi dengan oksitosin 2-5 IU dalam dextrose 10 tetes/menit atau dengan cara pemberian prostaglandin/misoprostol. Pada kasus preeklampsia berat. Pengurangan terapi anti-hipertensi. Jika serviks telah mengalami pematangan. Teruskan terapi hipertensi. sebaiknya dilakukan secara berjenjang. jika tekanan diastolik masih > 90 mmHg. persalinan harus terjadi dalam 24 jam. lakukan operasi Caesar. Sedangkan pada eklamsia. Wanita yang timbul hipertensi atau gejala preeklamsia setelah kehamilan (sakit kepala. Walau pada awalnya tekanan darah turun. Perawatan Post Partum Antikonvulsan diteruskan sampai 24 jam post partum atau kejang yang terakhir. Persalinan Pada preeklamsia berat. sebaiknya dirujuk ke spesialis. nyeri epigastrum). Dilaporkan lebih dari 44% eklamsia dapat terjadi. Koagulopati berkontraindikasi dengan anestesi spinal. di masa setelah kelahiran dapat terjadi eklampsia. Dilaporkan dapat terjadi eklampsia setelah minggu ke-4. beberapa hal harus diperhatikan : Tidak terdapat koagulopati. Jika pembekuan tidak terjadi setelah 7 menit. Wanita dengan kelahiran yang disertai preeklampsia berat (atau eklampsia). sebaiknya dilakukan pemantauan dengan optimal pasca melahirkan. gangguan penglihatan.darah dengan uji pembekuan. kemungkinan terjadi koagulopati. biasanya akan kembali naik kurang lebih 24 jam setelah kehamilan.

KESIMPULAN Hipertensi adalah tekanan darah yang meningkat melebihi ukuran normal yang biasanya ≥140/90 mmHg. peran faktor imunologis dan peran faktor genetik/famili. salah satunya the disease of theory yang terdiri dari peran protasiklin dan tromboksan. . BAB III PENUTUP A. Tekanan darah yang meningkat melebihi normal tersebut dapat membahayakan diri kita. Penyebab hipertensi dalam kehamilan hingga kini belumdiketahui dengan jelas. Banyak teori telah dikemukakan tentang terjadinya hipertensi dalam kehamilan.

Labetalol merupakan antihipertensi non kardioselektif yang memiliki kerja penghambat beta lebih dominan dibandingkan antagonis alfa. Metildopa aman bagi ibu dan anak. B. . Metildopa merupakan obat pilihan utama untuk hipertensi kronik parah pada kehamilan (tekanan diastolik lebih dari 110 mmHg) yang dapat menstabilkan aliran darah uteroplasenta dan hemodinamik janin. Nifedipine biasanya digunakan untuk keperluan tokolisis dan penanganan hipertensi. SARAN DAN KRITIK Kami menyadari bahwa makalah ini kurang dari sempurna. oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun. tersedia. Penggunaan terbatas pada kasus hipertensi berat yang tidak respon terhadap obat-obat hipertensi lain. Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi tekanan darah dan mengembalikannya pada ukuran normal dengan obat-obat yang mudah di konsumsi. Sehingga labetalol dapat dikatakan sebagai obat alternative yang lebih aman dan efektif diberikan pada kehamilan. Untuk mengendalikan hipertensi dalam kehamilan. Hydralazine merupakan golongan rapid activity dan sering digunakan pada eklampsia. dan tanpa efek samping bagi kehamilan. nifedipine biasanya hanya digunakan bagi ibu hamil yang tidak respon terhadap metildopa atau tidak dapat mentoleransi pemberian obat tersebut. dimana telah digunakan dalam jangka waktu yang lama dan belum ada laporan efek samping pada pertumbuhan dan perkembangan anak.