You are on page 1of 2

NAMA : HARLIS RESPATI

NIM : P1337420715008

KELAS : BISMA

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN
TUGAS 2
Sebagai kepala ruang kita memiliki kewajiban terhadap masalah yang terjadi di
wilayah kepemimpinan kita. Seperti contoh kasus ditemukan masalah perawat X
yang kehilangan motivasinya karena tugas yang diberikan ka.Tim dan ka.Tim
tidak mendukung dan kurang tepat dalam menyelesaikan masalah.perawat X juga
sering dinas malam dan sore. Untuk mengatasi masalah ini sebagai kepala ruang
kita memiliki hak dalam mengevaluasi kerja ka.Tim. Sebelum mengevaluasi
kinerja ka.Tim kita harus mendengar dahulu dari perawat X apa yang
menyebabkan masalah tersebut terjadi secara rinci dan tepat,lalu setelah kita
mendengarkan perawat X kita pada saat mengevaluasi kerja ka.Tim juga
mendengarkan tentang masalah dari ka.Tim sendiri. Setelah kita mendengar
semua yabg sudah diutarakan oleh perawat X dan ka.Tim sendiri kita mulai
menyusun rencana dalam menghadapi masalah tersebut sebagai kepala ruang.

Yang pertama tentang masalah jadwal dinas perawat X yaitu sering dinas malam
dan sore sebagai kepala ruang dimana yang menyusun jadwal dinas perawat di
bangsal anak tersebut adalah kepala ruang karena tugas tersebut memang tugas
sebagai kepala ruang. Untuk jadwal perawat X harus di atur lagi untuk jangan
sering dinas sore dan malam melainkan ditambah untuk dinas paginya, karena hal
ini bisa menjadi faktor pemicu masalah antara perawat X dan ka.Tim karena
kurangnya komunikasi antara perawat X dan ka.Tim. Perawat X dan ka.Tim tidak
sering bertemu dalam satu jadwal dinas dan mungkin ada kesalahpahaman karena
kurangnya komunikasi antara mereka.
Lalu rencana selanjutnya sebagai kepala ruang kita berhak mengevaluasi kinerja
ka.Tim ,nah disini kita evaluasi kinerja ka.Tim mengenai masalah ka.Tim dan
perawat X. Kepala ruang memberikan solusi kepada ka.Tim dan menganjurkan
ka.Tim untuk jangan lupa memberikan pujian kepada bawahannya karena hal
tersebut menjadi faktor adanya motivasi kerja bawahannya. Lalu komunikasi
ka.Tim dalam pendelegasian tugas kepada perawat pelaksana lain termasuk
perawat X untuk lebih jelas sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara ka.Tim
dan perawat lain termasuk perawat X. Kepala ruang juga harus mengoreksi
kinerja ka.Tim untuk lebih siap dalam menghadapi masalah.

Dalam menyeleseikan masalah antara ka.Tim dan perawat X tidak diselesaikan di


depan perawat lain karena hal itu bisa menimbulkan pandangan kurang baik
antara perawat lain dan orang yang bersangkutan. Lebih baik menyelesaikan satu
per satu dari perawat X dahulu lalu ka.Tim atau sebaliknya karena bisa
menimbulkan kesalahpahaman dan jika bisa diselesaikan tanpa dipertemukan
antara perawat X dan ka.Tim