You are on page 1of 2

JAKARTA - Pemilihan umum di Amerika Serikat (AS) lebih banyak dikuasai oleh Partai

Demokrat dan Republik. Sebagai negara yang mengklaim demokratis, menimbulkan banyak
pertanyaan mengapa hanya ada dua partai terlibat dalam Pemilu AS.

Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel menyebutkan sebenarnya masih ada partai-partai
kecil lain yang mewarnai pemilu. Dirinya juga menjelaskan bahwa ada kandidat independen
yang sempat mencuat dalam pemilu ini, lewat wawancara khusus dengan okezone, di kantornya,
di Jakarta, Senin (9/4/2012).

Sebagai negara yang mengagungkan diri sebagai Negara Demokrasi, mengapa AS hanya
melibatkan dua partai dalam pemilihannya?

Pertama, ada partai lain yang lebih kecil. Kedua, tidak ada disebutkan dalam konstitusi
kami mengenai jumlah partai. Jadi tidak ada batasan, hanya karena waktu dalam sejarah dan
tradisi, ada dua partai besar yang menguasai pemilu.

Saya bahkan tidak tahu berapa jumlah partai yang ada. Khususnya partai-partai kecil lainnya
yang tidak pernah terdengar. Kami bahkan pernah memiliki kandidat Presiden dari pihak ketiga
yakni, Ros Perrau. Ini bukan keputusan dari pemerintah atau kongres hanya dua partai ini
(Demokrat dan Republik) lebih banyak mendapatkan dukungan.

Bagaimana dengan peluang kandidat independen?

Saat ini masih terlalu dini untuk dikatakan. Untuk saat ini masih belum ada pihak ketiga yang
terlihat menonjol. Tetapi semua hal itu masih mungkin.

Jadi belum pernah ada dalam sejarah AS, seorang kandidat independen menang pemilu?

Bila melihat di masa lalu, ada Ross Perrau yang mengajukan diri sebagai kandidat presiden dari
independen pada 1992. Pada 1980 John Anderson mencalonkan diri. Dia (Anderson) berasal dari
Partai Republik tetapi tidak terpilih sebagai kandidat presiden Republik, kemudian mencalonkan
diri sebagai kandidat independen.

Kandidat independen terbesar yang pernah mencalonkan diri, terjadi pada tahun 1912. Saat itu
Tedy Roosevelt mencalonkan diri sebagain kandidat independen, tetapi dia kalah meskipun
mendapatkan banyak dukungan. Tetapi selain dari itu, (raihan) kandidat independen amat kecil.

Jadi biasanya hanya dua partai besar ini?

Biasanya memang selalu Partai Demokrat dan Republik. Tetapi seperti yang saya bilang, di
dalam konstitusi kami, tidak menyebutkan partai politik.

Apa isi dari konstitusi itu?


(Konstitusi) itu hanya tidak menyebutkan mengenai partai politik. Pendiri negara kami bahkan
mengharapkan tidak ada partai politik. Bahkan, Presiden pertama George Washington tidak
mewakili partai manapun. Hal ini berkembang seiring dengan waktu.