You are on page 1of 14

Penghimpunan Dana

Penghimpunan dana masyarakat di perbankan syariah menggunakan


instrumen yang sama dengan penghimpunan dana pada pebankan konvensional,
yaitu instrumen giro, tabungan, dan deposito. Ketiga jenis instrumen ini biasa
disebut dengan istilah Dana Pihak Ketiga (DPK). Kendati menggunakan
instrumen yang sama, mekanisme kerja masing-masing penghimpunan pada bank
syariah berbeda dengan instrumen penghimpunan pada perbankan konvensional.
Perbedaan mendasar mekanisme kerja instrumen penghimpunan dana syariah
terletak pada tidak adanya bunga yang lazim digunakan oleh bank konvensional
dalam memberikan keuntungan kepada nasabah. Ketentuan tentang larangan
haramnya menggunakan mekanisme bunga bagibank syariah difatwakan oleh
Dewan Syariah Nasional (DSN) dalam fatwa DSN Nomor 1 tentang giro, Nomor
tentang tabungan , dan nomer 3 tentang Deposito.

Pada masing-masing fatwa tersebut, juga difatwakan mekanisme alternatif


yang dibenarkan prinsip syariah. Berdasarkan fatwa DSN Nomor 1 tahun 2000
tentang Giro, disebutkan bahwa mekanisme giro yang dibenarkan berdasarkan
prinsip syariah adalah giro yang berdasarkan prinsip mudharabah dan wadiah.
Selanjutnya, berdasarkan fatwa DSN Nomor 2 tahun 2000 tentang tabungan,
mekanisme tabungan yang dibenarkan bagi bank syariah adalah tabungan yang
berdasarkan prinsip mudharabah dan wadiah. Adapun untuk deposito, dinyatakan
dalam fatwa DSN Nomor 3 tahun 2000, bahwa deposito yang dibenarkan adalah
deposito yang berdasarkan prinsip mudharabah. Oleh karena mekanisme
penghimpunan dana pihak ketiga hanya mengenal dua jenis, yaitu wadiah (titipan)
dan mudharabah (bagi hasil), secara teori pengkhasifikasian penghimpunan dana
di bank syariah didasarkan pada penghimpunan berdasarkan wadiah dan
penghimpunan berdasarkan mudharabah.1

Tabungan

Tabungan menurut undang-undang Nomor 10 tahun 1998 tentang


perbankan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut
syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro,
atau alat lainnya yang dipersamakan dengan sama halnya dengan gir, mekanisme
tabungan yang dibenarkan oleh DSN bagi hasil adalah tabungan yang berdasarkan
prinsip mudharabah dan wadiah. Tabungan mudharabah harus mengikuti
ketentuan mudharabah yang diterapkan DSN, sedang tabungan wadiah mengikuti
ketentuan wadiah yang difatwakan DSN. Dalam praktik perbankan di Indonesia,

1
Rizal yaya, Akuntansi Perbankan Syariah teori dan praktik kontemporer , (Jakarta:
Salemba Empat, 2014), hlm. 100.
sebagian besar bank syariah menggunakan skema tabungan mudharabah. Berikut
akan dibahas lebih detail tentaang akuntansi tabungan mudharabah terlebih
dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tabungan wadiah.2

Akuntansi Tabungan mudharabah

Akuntansi untuk tabungan mudharabah dan penghimpunan dana bentuk


lainnya yang menggunakan akad mudharabah pada dasarnya mengacu pada
PSAK 105 tentang akuntansi mudharabah, khususnya yang terkait dengan
akuntansi untuk pengelola dana. Bedasarkan PSAK 105 paragraf 25, dinyatakan
bahwa dana yang diterima dari pemilik dana (nasabah penabung) dalam akad
mudharabah yang diakui sebagai dana syirkah temporer sebesar jumlah kas atau
nilai wajar aset non-kas yang diterima. Pada akhir periode akuntansi, dana syirkah
temporer diukur sebesar nilai tercatatnya.3

Transakasi penambahan tabungan mudharabah

Beberapa transaksi terkait tabungan mudharabah dapat mengakibatkan


bertambahnya saldo tabungan mudharabah. Transaksi tersebut antara lain adalah
setoran tunai nasabah, transfer dari kantor cabang lain ke rekening nasabah,
transferdar bank lain ke rekening nasabah, dan penerimaan bagi hasil mudharabah
kerekening nasabah.

Berikut adalah ilustrasi transaksi yang mengakibatkan bertambahnya


rekening tabungan mudharabah nasabah.

02 Jun 20XA Bank Murni Syariah (BMS) cabang Yogyakarta menerima setoran
tunai pembukaan tabungan mudhrabah atas nama Ursilla sebesar Rp 3.500.000.
08 Jun 20XA Ursilla menerima transferdari nasabah BMS cabang solo sebesar Rp
500.000.
17 Jun 20XA Ursilla menerima kiriman dari nasabah Bank Peduli Syariah (BPS)
sebesar Rp 1.500.000.
31 Jun 20XA Ursilla menerima bagi hasil tabungan mudharabah dari BMS
sebesar Rp 20.000
Jurnal untuk transaksi diatas adalah sebagai berikut:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


02/06/XA Db Kas 3.500.000
Kr.Tab. Mudharabah-Ursilla 3.500.000
08/06/XA Db RAK cabang solo 500.000
Kr. Tab. Mudharabah- 500.000
Ursilla

2
Ibid, hlm. 100.
3
Ibid, hlm. 100-101.
17/06/XA Db Giro pada Bank Indonesia 1.500.000
Kr Tab.Mudharabah-Ursilla 1.500.000
31/06/XA Db Hak pihak ketiga atas bagi 20.000
hasil
Kr.Tab Mudharabah-Ursilla 20.000
 RAK juga dicatat di cabang yang mengirim

Untuk transaksi yang bersifat transfer antar kantor, dalam praktik


perbankan biasa digunakan rekening sementara dengan nama rekening antar
kantor (RAK), seperti dapat dilihat pada jurnal transaksi tanggal 8 juni. Adapun
untuk transaksi yang melibatkan transaksi antar bank yang berbeda, biasanya
diselesaikan dalam mekanisme yang difasilitasi oleh Bank Indonesia atau pihak
yang ditunjuk oleh Bank Indonesia. Mekanisme ini biasa disebut dengan kliring.
Pada transaksi kliring, semua penerimaan dari atau pembayaran kepada bank lain
dilakukan melalui rekening giro pada Bank Indonesia, seperti yang terlihat pada
jurnal transaksi tanggal 17 Juni.4

Transaksi pengurangan tabungan mudharabah

Beberapa transaksi yang dapat mengakibatkan berkurangnya saldo


tabungan mudharabah adalah penarikan tunai oleh nasabah, transfer ke rkening
lain pada bank yang sama, transfer kepada nasabah bank lalin, serta penarikan
biaya administrasi tabungan, pajak, dan lainnya oleh bank.

Berikut adalah ilustrasi transaksi yang mengakibatkan berkurangnya saldo


rekening tabungan mudharabah nasabah.

07 Jun 20XA Ursilla, nasabah bank murni syariah (BMS) cabang Yogyakarta
menarik tunai tabungan mudharabah sebesar Rp 1.500.000
11 Jun 20XA Ursilla mentransfer sebesar Rp 500.000 dari rekeningnya tabungan
nasabah BMS cabang solo.
14 Jun 20XA Ursilla mentrasfer sebesar Rp 250.000 dari rekeningnya ke rekening
giro nasabah Bank syariah muhammadiyah (BSM)
31 Jun 20XA Potongan tabungan mudharabah Ursilla untuk admisnistrasi
tabungan sebesar Rp2.000 dan pajak sebesar Rp 4.000 (20% dari bagi hasil yang
diteriam sebesar Rp20.000 pada transaksi kasus diatas)
Jurnal untuk transaksi diatas adalah sebagai berikut:

Tanggal Rekening Debit(Rp) Kredit(Rp)


07/06/XA Db Tab. Mudharabah-Ursilla 1.500.000
Kr Kas 1.500.000
11/06/XA Db Tab. Mudharabah-Ursilla 500.000
Kr RAK cabang solo 500.000

4
Ibid, hlm. 101.
14/06/XA Db Tab. Mudharabah-Ursilla 250.000
Kr. Giro pada bank 250.000
indonesia
31/06/XA Db Tab Mudharabah-Ursilla 2.000
Pendapatan administrasi 2.000
tab.mudharabah
Db Tab. Mudharabah-Ursilla 4.000
Titipan kas negara-pajak 4.000
tabungan
 Pajak pph pasal 4 (2) atas bunga atau pendapatan yang dapat disamakan
dengan itu (bagi hasil atau bonus dalam transaksi perbankan syariah)
adalah sebesar 20% dan dimasukkan dalam rekening titipan kas negara.5

Akuntansi tabungan wadiah

Akuntansi tabungan wadiah pada prinsipnya sama dengan tabungan


mudharabah. Perbedaan akuntansi tabungan wadiah dengan tabungan mudharabah
adalah dalam hal insentif yang diterima oleh nasabah. Berdasarkan PAPSI 2013,
tabungan wadiah diakui sebesar nominal penyetoran atau penarikan yang
dilakukan oleh pemilik rekening.Setoran tabungan wadiah yang diterima secara
tunai diakui pada saat uang diterima. Setoran tabungan wadiah melalui kliring
diakui setelah efektif diterima.

Insentif yang diberikan kepada nasabah tabungan mudharabah disebut


dengan hak pihak ketiga atas bagi hasil yang dihitung dalam presentase tertentu
yang harus dibayar oleh bank secara periodik sesuai dengan tingkat keuntungan
bank syariah.Adapun nasabah tabungan wadiah, menerima insentif dalam bentuk
bonus wadiah yang bersifat sukarela dan tidak disyaratkan dimuka, berdasarkan
PAPSI 2013, pemberian bonus atas simpanan kepada nasabah diakui sebagai
beban pada saat terjadinya.

Berdasarkan ilustrasi jurnalpada PAPSI 2013, transaksi pembayaran pajak


terhadap bonus wadiah, langsung mengurangi tabungan wadiah.

Db. Beban bonus tabungan wadiah

Kr. Tabungan wadiah

Kr. Kewajiban pajak penghasilan.

Akan tetapi, dalam praktik, Bank cenderung menunjukkan jumlah total


bonus yang diberikan dalam buku tabungan.

5
Ibid, hlm. 102.
Misalkan pada tanggal 5 Maret 20XA, Haniya nasabah tabungan wadiah
Bank peduli syariah (BPS) menerima bonus wadiah sebesar Rp20.000 dan di
potong pajak Rp 4.000. Maka jurnalnya adalah sebagai berikut6:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


05/03/XA Db Beban bonus tabungan 20.000
wadiah
Kr Tabungan wadiah- 20.000
Haniya
Db Tabungan wadiah 4.000
Kr Titipan kas negara- 4.000
pajak tabungan
Giro

Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat


dengan menggunakan cek, biyet, giro, sarana perintah pembayaran lainnya, atau
dengan pemindahbukuan. Dalam perbankan syariah, mekanisme giro yang
dibenarkan aa dua jenis, yaitu wadiah dan mudharabah. Dengan demikian, dikenal
istilah giro wadiah dan giro mudharabah. Dalam praktik perbankan, skema yang
umum digunakan adalah giro wadiah. Bagian berikut akan membahas kedua jenis
giro tersebut.7

Giro wadiah

Giro wadiah adalah giro yang harus mengikuti fatwa DSN tentang wadiah.
Akadwadiah adalah akad penitipan dana dengan ketentuan penitip dana
mengizinkan kepada bank untukmemanfaatkan dana yang dititipkan tersebut dan
bank wajib mengembalikan apabila sewaktu- waktu penitip mengambil dana
tersebut. Dalam transaksi giro wadiah ini, nasabah bertindak sebagai penitip dana
dan bank bertindak sebagai penerima dana titipan.Bank berkewajiban menjaga
dana titipan dan bertanggungjawab atas pengembaliannya bila sewaktu-waktu
ditarik oleh nasabah pemilik dana titipan.

Keuntungan atas pengelolaan dana titipan tersebut menjadi milik bank,


karena hakikat wadiah adalah qard dan pada prinsipnya tidak ada bonus yang
diberikan oleh bank kepada pemilik dana wadiah. Kendati demikian, bank syariah
diperbolehkan memberikan bonus sukarela kepada pemilik dana wadiah, dengan
syarat tidak diperjanjikan dimuka.8

6
Ibid, hlm. 102-103.
7
Ibid, hlm. 103.
8
Ibid, hlm. 103-104.
Transaksi penambahan rekening giro wadiah

Rekening giro wadiah dapat bertambah melalui transaksi penyetoran tunai,


transfer dari tabungan maupun giro cabang lain dari bank yang sama, penerimaan
cek dari nasabah bank lain yang diuangkan oleh nasabah suatu bank, dan
penerimaan bonus giro wadiah dari bank syariah.

Berikut adalah ilustrasi yang mengakibatkan bertambahnya saldo rekening


giro wadiah

01 Mar 20XA Bank murni syariah (BMS) cabang yogyakarta menerima setoran
tunai pembukaan giro wadiah atas nama Thariq sebesar Rp 35.000.000
05 Mar 20XA Thariq menerima transferdari BMS cabang solo sebesar Rp
5.000.000
10 Mar 20XA Thariq menerima bilyet giro dari nasabah bank peduli syariah
(BPS) yang pernah membeli sesuatu dari Thariq seharga Rp 15.000.000. Bilyet
giro tersebut dicairkan oleh thariq untuk dimasukkan kerekening giro wadiah
thariq di BMS
31 Mar 20XA Thariq menerima bonus giro wadiah dari BMS sebesar Rp 50.000
Jurnal untuk transaksi diatas adalah sebagai berikut:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


01/03/XA Db Kas 35.000.000
Kr Giro wadiah-Thariq 35.000.000
05/03/XA Db RAK cabang solo 5.000.000
Kr Giro wadiah-Thariq 5.000.000
10/03/XA Db Giro pada bank indonesia 15.000.000
Kr Giro wadiah-Thariq 15.000.000
31/03/XA Db Beban bonus giro wadiah 50.000
Kr Giro wadiah-Thariq 50.000

Untuk transaksi yang bersifat transfer antar kantor, dalam praktik


perbankan biasa digunakan rekening sementara dengan nama RAK, seperti
dapatdilihat pada jurnal transaksi tanggal 5 maret. Adapun untuk transaksi yang
melibatkan transaksi antar bank yang berbeda, biasanya diselesaikan dalam
mekanisme yang difasilitasi oleh Bank Indonesia atau pihak yang ditunjukkan
oleh Bank Indonesia.9

Transaksi pengurangan giro wadiah

Beberapa transaksi yang berakibat terjadinya kurangnya saldo giro wadiah


antara lain adalah penarikan cek oleh nasabah giro wadiah untuk ditukar secara

9
Ibid, hlm. 104.
tunai, penarikan bilyet giro untuk ditransfer kecabang lain bank yang sama atau ke
nasabah bank lain, serta potongan administrasi dan pajak tabungan.10

Berikut adalah ilustrasi transaksi yang mengakibatkan berkurangnya


rekening giro wadiah.

03 Mar 20XA Thariq menggunakan cek untuk mencairkan dana di rekening giro
wadiahnya di bank murni syariah (BMS) secara tunai sebesar Rp 12.000.000
07 Mar 20XA Thariq menggunakan bilyet giro untuk mentransfer sejumlah dana
ke nasabah giro wadiah BMS cabang jakarta sebesar Rp 5.000.000
12 Mar 20XA Thariq menggunakan bilyet giro untuk pembayaran pembelian
sebuah mesin kepada nasabah giro bank lain sebesar Rp 10.000.000
31 Mar 20XA Dipotong giro wadiah Thariq untuk administrasi giro wadiah
sebesar Rp 15.000 dan untuk pajak sebesar Rp 10.000 (20% dari bonus giro
wadiah yang diterima sebesar Rp 50.000
Jurnal untuk transaksi diatas adalah sebagai berikut:

Tanggal Uraian Debit (Rp) Kredit(Rp)


03/03/XA Db Giro Wadiah-Thariq 12.000.000
Kr Kas 12.000.000
07/03/XA Db GiroWadiah-Thariq 5.000.000
Kr RAK cabang jakarta 5.000.000
12/03/XA Db Giro wadiah-Thariq 10.000.000
Kr Giro pada bank 10.000.000
indonesia
31/03/XA Db Giro wadiah-Thariq 15.000
Kr Pendapatan administrasi 15.000
giro wadiah
Db Giro wadiah-Thariq 10.000
Kr Titipan kas negara-pajak 10.000
giro
Giro Mudharabah

Giro mudharabah merupakan instrumen penghimpun dana melalui produk


giro yang menggunakan akad mudharabah. Giro mudharabah harus mengikuti
fatwa DSN tentang mudharabah. Akad mudharabah adalah akad yang digunakan
dalam perjanjian antara pihak penanam dana dan pengelola dana untuk melakukan
kegiatan usaha tertentu, dengan pembagian keuntungan antara kedua belah pihak
berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelunya.11

10
Ibid, hlm. 105.
11
Ibid, hlm. 96-97.
Sebagai contoh pada tanggal 5 Maret 20XA Haniya, nasabah giro
mudharabah bank peduli syariah (BPS), menerima imbalan bagi hasil atas
rekening gironya sebesar Rp 45.000. Dengan demikian, jurnalnya sebagai berikut:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


05/03/XA Db Hak pihak ketiga atas 45.000
bagi hasil
Kr Giro mudharabah- 45.000
Haniya
05/03/XA Db Giro mudharabah- 9.000
Haniya
Kr Titipan kas negara- 9.000
pajak giro

Deposito Mudharabah

Menurut UU Nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah, deposito


adalah investasi dana berdasarkan akad mudharabah atau akad lain yang tidak
bertentangan dengan prinsip syariah yang penarikannya hanya dapat dilakukan
pada waktu tertentu berdasarkan akad antara nasabah penyimpanan dan bank
syariah atau Unit Usaha Syariah (UUS). Fatwa DSN Nomor 3 tahun 2000
menyatakan bahwa deposito yang dibenarkan dalam syariah adalah deposito yang
berdasarkan prinsip mudharabah. Dalam transaksi deposito mudharabah, nasabah
bertindak sebagai pemilik dana dan bank bertindak sebagai pengelola dana. Dalam
kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagai macam usaha
yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan mengembangkannya,
termasuk bermudharabah dengan pihak lain.

Modal yang didepositoharus dinyatakan dalam bentuk tunai dan bukan


piutang.Adapun pembagian piutang harus dinyatakan dalam bentuk nisbah dan
dituangkan dalam pembukaan rekening. Sebagai mudharib bank menutup biaya
operasional deposito dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi
haknya dan bank tidak diperkenankan mengurangi nisbah keuntungan nasabah
tanpa persetujuan nasabah yang bersangkutan.

Siklus kegiatan deposito dimulai dari transaksi pembukaan deposito oleh


nasabah. Pada saat itu, antara nasabah dan bank sudah menyepakati nisbah bagi
hasil dasardan jangka waktu deposito. Selama jangka waktu deposito, saldo
deposito bersifat tetap, karena pengambilan atau penambahan deposito hanya
dilakukan saat jatu tempo atau saat penutupan jika ingin diambil sebelum jatuh
tempo, bagi hasil yang diterima oleh nasabah dimasukkan ke rekening yang lain,
dan pajak yang mesti dibayar langsung diambil dari bagi hasil yang akan
diberikan kepada nasabah. Transaksi berikut adalah ilustrasi terkait dengan
transaksi deposito mudharabah.12

01 Sep 20XA Bank murni syariah (BMS) menerima setoran atas nama bunda
Dolly Rp 5.000.000 sebagai investasi deposito mudharabah untuk jangka waktu
satu bulan dengan nisbah 60% untuk nasabah dan 40% untuk BMS.
30 Sep 20XA Berdasarkan perhitungan distribusi pendapatan, bagi hasil yang
akan dibayar untuk kelompok deposito mudharabah adalah sebesar Rp 15.000.000
04 Okt 20XA Dibayarakan bagi hasil deposito mudharabah kepada bunda dolly
sebesar Rp 40.000 dan atas pembayaran tersebut dipotong pajak sebesar 20%
pembayaran bagi hasil dilakukan ke rekening tabungan mudharabah atas nama
pemilik yang sama
05 Okt 20XA Bunda Dolly mencairkan deposito mudharabah. Pencairan
dilakukan secara tunai
 Dalam praktik perbankan, bagi hasil deposito dapat dibayarkan ke
berbagai rekening sesuai permintaan nasabah deposito, antara lain ke
tabungan mudharabah, giro wadiah, penambah saldo deposito periode
berikut, atau rekening nasabah di bank lain.
Jurnal untuk transaksi diatas adalah sebagai berikut:
Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
01/09/XA Db Kas 5.000.000
Kr Deposito mudharabah- 5.000.000
Bunda Dolly
30/09/XA Db Hak pihak ke 3 atas bagi 15.000.000
hasil-deposito mudharabah
Kr bagi hasil belum 15.000.000
dibagikan-deposito
04/10/XA Db Bagi hasil belum di 40.000
bagikan-deposito
Kr Tabungan mudharabah- 32.000
Bunda Dolly
Kr Titipan kas negara- 8.000
pajak deposito
05/10/XA Db Deposito mudharabah- 5.000.000
Bunda Dolly
Kr Kas 5.000.000
 Hak pihak ke 3 atas bagi hasil dicadangkan sebagai beban yang masih
harus dibayar setiap bulan, besar pencadangan ini mempunyai dua
alternatif. Pertama, dicadangkan sebesar total bagi hasil yang akan
dibayarkan selama 1 bulan penuh pada jatuh tempo. Kedua, dicadangkan
sebesar porsi bagi hasil yang hanya menjadi beban pada akhir bulan

12
Ibid, hlm. 106.
pencatatan. Kemudian saat pembayaran bagi hasil pada jatuh tempo
mengakuiadanya tambahan hak pihak ke 3(biaya bagi hasil).
 Terdapat sedikit perbedaan dalam mekanisme penyaluran bagi hasil
tabungan dengan bagi hasil deposito. Pada, tabungan, bank memasukkan
semua bagi hasil untuk tabungan terlebih dahulu sebelum memotong pajak
pph agar nasabah bisa melihat besar masing-masing bagi hasil dan pajak.
Adapun bagi hasil deposito yang disalurkan kepada nasabah bersifat neto
karena sudah dipotong langsung.

Penyajian transaksi penghimpunan dana

Penyajian akan yang berkaitan dengan transaksi penghimpunan dana


didasarkan pada akal yang digunakan. Berdasarkan PAPSI 2013, terdapat
beberapa akun yang berkaitan dengan penghimpunan dana dengan akad
mudharabah disajikan sebagai berikut:

1. Dana mudharabah disajikan sebagai dana syirkah temporer dengan


memisahkan antara dana mudharabah yang berasal dari bank dan yang
berasal dari bukan bank.
2. Bagi hasil dana mudharabah yang sudah diperhitungkan dan telah
jatuh tempo tetapi belum diserahkan kepada nasabah disajikan dalam
pos kewajiban segera.
3. Bagi hasil dana mudharabah yang sudah diperhitungkan pada akhir
periode tetapi belum jatuh tempo disajikan dalam pos bagi hasilyang
belum dibagikan.

Untuk penghimpunan dana skema wadiah, PAPSI 2013 menyatakan


bahwa saldo simpanan wadiah disajikan sebesar jumlah nominalnya untuk
masing-masing bentuk simpanan.13

Pengungkapan transaksi penghimpunan dana

Berdasarkan PAPSI 2013, untuk dana yang dihimpun dengan skema


mudharabah harus mengukap antara lain:

1. Isi kesepakatan utama akad mudharabah berupa porsi dana dan


pembagian hasil usaha.
2. Rincian dana mudharabah yang diterima berdasarkan:
a. Jenis mudharabah (mudharabah mutlaqah dan mudharabah
muqayadah).
b. Pemilik dana mudharabah (bank dan bukan bank).

13
Ibid, hlm. 108.
c. Jenis mata uang dana mudharabah (rupiah dan valuta asing).
3. Rincian dana mudharabah yang disalurkan berdasarkan:
a. Sumber dana mudharabah yang berasal dari mudharabah mutlaqah
dan mudharabah muqayadah.
b. Penerima dana mudharabah : Bank dan bukan bank syariah.
c. Jenis mata uang yang digunakan: Rupiah dan Valuta asing.
4. Pihak-pihak yang berelasi, baik nasabah ( pemilik dana, shahibul maal)
atau nasabah penyaluran dana mudharabah.
5. Jumlah simpanan yang diblokir untuk tujuan tertentu antara lain
sebagai jaminan pembiayaan dan atau transaksi perbankan syariah
lainnya.

Untuk penghimpunan dengan skema wadiah, PAPSI 2013 menyebutkan


hal-hal yang harus diungkapkan antara lain:

1. Rincian simpanan mengenai:


a. Jumlah dan jenis simpanan, termasuk pihak berelasi.
b. Jumlah simpanan yang diblokir untuk tujuan tertentu.
2. Pemberian fasilitas istimewa kepada penyimpan.14

Produk penghimpunan dana

Produk penghimpunan dana di bank syariah dapat berbentuk giro,


tabungan dan deposito, prinsip operasional yang diterapkan dalam penghimpunan
dana masyarakat adalah prinsip wadiah dan mudharabah.15

1. Prinsip wadiah
Prinsip wadiah yang diterapkan adalah wadiah yad dhamanah yang
diterapkan pada produk rekening giro.Wadiah dhamanah berbeda
dengan wadiah amanah. Dalam wadiah amanah, pada prinsipnya harta
titipan tidak boleh dimanfaatkan oleh yang dititipi. Sedangkan dalam
hal wadiah dhamanah, pihak yang dititipi (bank) bertanggung jawab
atas keutuhan harta titipan sehingga ia boleh memanfaatkan harta
titipan tersebut.
Karena wadiah yang diterapkan dalam produk giro perbankan ini
bersifat yad dhamanah, maka implikasi hukumnya sama dengan qardh,
dimana nasabah bertindak sebagai yang meminjamkan uang, dan bank
bertindak sebagai yang dipinjami. Ketentuan umum dari produk ini
adalah :

14
Ibid, hlm. 108.
15
Agus Arwani, Akuntansi Perbankan Syariah dari teori ke praktik, (Yogyakarta:
DEEPUBLISH, 2016), hlm. 96.
1. Keuntungan atau kerugian dari penyaluran dana menjadi hak
milik atau ditanggung bank, sedang pemilik dana tidak
dijanjikan imbalan dan tidak menanggung kerugian. Bank
dimungkinkan memberikan bonus kepada pemilik dana sebagai
suatu insentif untuk menarik dana masyarakat namun tidak
boleh diperjanjikan di muka.
2. Bank harus membuat akad pembukaan rekening yang isinya
mencangkup izin penyaluran dana yang disimpan dan
persyaratan lain yang disepakati selama tidak bertentangan
dengan prinsip syariah. Khusus bagi pemilik rekening giro,
bank dapat memberikan buku cek, bilyet giro, dan debit card.
3. Terhadap pembukuan rekening ini bank dapat mengenakan
pengganti biaya administrasi untuk sekedar menutupi biaya
yang benar-benar terjadi.
4. Ketentuan-ketentuan lain yang berkaitan dengan rekening giro
dan tabungan tetap berlaku selama tidak bertentangan dengan
prinsip syariah.16
2. Prinsip Mudharabah
Dalam mengaplikasikan prinsip mudharabah, penyimpanan atau
deposan bertindak sebagai shohibul maal dan bank sebagai mudharib.
Dana tersebut digunakan untuk melakukan pembiayaan murabahah
atau ijarah. Dapat pula dana tersebut digunakan bank untuk melakukan
pembiayaan mudharabah. Hasil usaha ini akan dibagi berdasarkan
nisbah yang disepakati.Dalam hal bank menggunakannya untuk
melakukan pembiayaan mudharabah, maka bank bertanggung jawab
penuh atas kerugian yang terjadi. Berdasarkan kewenangan yang
diberikan pihak penyimpan dana, prinsip mudharabah terbagi tiga
yaitu:17
a. Mudharabah mutlaqah
Penerapan mudharabah mutlaqah dapat berupa tabungan dan
deposito sehingga terdapat dua jenis penghimpunan dana yaitu
tabungan mudharabah dan deposito mudharabah. Berdasarkan
prinsip ini tidak ada pembatasan bagi bank dalam
menggunakan dana yang dihimpun. Ketentuan umum dalam
produk ini adalah:
1. Bank wajib memberitahukan kepada pemilik dana
mengenai nisbah dan tata pemberitahuan keuntungan atau
pembagian keuntungan secara resiko yang dapat

16
Ibid, hlm. 96-97.
17
Ibid, hlm. 97-98.
ditimbulkan dari penyimpan dana. Apabila telah tercapai
kesepakatan maka hal tersebut harus dicantumkan dalam
akad.
2. Untuk tabungan mudharabah, bank dapat memberikan buku
tabungan sebagai bukti penyimpanan, serta kartu ATM atau
alat penarikan lainnya kepada penabung. Untuk deposito
mudharabah, bank wajib memberikan sertifikat atau tanda
penyimpanan (bilyet) atau deposito kepada deposan.
3. Tabungan mudharabah dapat diambil setiap saat oleh
penabung sesuai dengan perjanjian yang disepakati, namun
tidak diperkenankan mengolahnya dengan cara negatif.
4. Deposito mudharabah hanya dapat diartikan sesuai dengan
jangka waktu yang telah disepakati. Deposito yang
diperpanjangkan, setelah jatuh tempo akan diperlukan sama
seperti deposito baru, tetapi bila pada akad sudah
dicantumkan perpanjangan otomatis maka tidak perlu
dibuat akad baru.
5. Ketentuan-ketentuan yang lain yang berkaitan dengan
tabungan deposito tetap berlaku sepanjang tidak
bertentangan dengan prinsip syariah.18
b. Mudharabah Muqayyadah on Balance Sheet
Jenis mudharabah ini merupakan simpanan khusus dimana
pemilik dana dapat menetapkan syarat-syarat tertentu yang
harus dipatuhi oleh bank. Misalnya disyaratkan digunakan
untuk bisnis tertentu, atau disyaratkan digunakan untuk
nasabah tertentu:
Karakteristik jenis simpanan ini adalah sebagai berikut:
a. Pemilik dana wajib menetapkan syarat tertentu yang
harus diikuti oleh bank wajib membuat akad yang
mengatur persyaratan penyaluran dana simpanan
khusus.
b. Bank wajib memberitahukan kepada pemilik dana
mengenai nisbah dan tata cara pemberitahuan
keuntungan atau pembagian keuntungan secara resiko
yang dapat menimbulkan dari penyimpanan dana.
Apabila telah tercapai kesepakatan, maka hal tersebut
harus dicantumkan dalam akad.

18
Ibid, hlm. 98.
c. Sebagai tanda bukti simpanan bank menerbitkan bukti
simpanan khusus. Bank wajib memisahkan dana dari
rekening lainnya.
d. Untuk deposito mudharabah, bank wajib memberikan
sertifikat atau tanda penyimpanan deposito kepada
deposan.19
c. Mudharabah muqayyadah off balance sheet
Jenis mudharabah ini merupakan penyaluran dana
mudharabah langsung kepada pelaksanaan usahanya, dimana
bank bertindaksebagai perantara yang mempertemukan antara
pemilik dana dengan pelaksanaan usaha. Pemilik dana dapat
menetapkan syarat-syarat tertentu yang harus dipatuhi oleh
bank dalam mencari kegiatan usaha yang akan dibiayai dan
pelaksana usahanya.
Karakteristik jenis simpanan ini adalah sebagai berikut:
a. Sebagai tanda bukti simpanan bank menerbitkan bukti
simpanan khusus. Bank wajib memisahkan dana dari
rekening lainnya. Simpanan khusus dicatat pada pos
tersendiri dalam rekening administratif.
b. Dana simpanan khusus harus disalurkan secara
langsung kepada pihak yang diamanatkan oleh pemilik
dana.
c. Bank menerima komisi atas jasa mempertemukan kedua
pihak. Sedangkan antara pihak pemilik dana dan
pelaksana usaha berlaku nisbah bagi hasil.20

19
Ibid, hlm. 99.
20
Ibid, hlm. 99-100.