You are on page 1of 33

DINAS PENDIDIKAN KOTA GIANYAR

SMK NEGERI 1 MAS - UBUD

2016/2017

KERJA PROYEK

KONFIGURASI LINUX SERVER

Di Susun Oleh :

Muhammad Firyanul Rizky (16) (Koordinator)

I Kadek Ananta Wijaya (02) (Penyunting)

Ida Bagus Anom Angga Jnana (06) (Penyunting)

Kompetensi Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya makalah ini.
Atas dukungan moral dan materi yang diberikan dalam penyusunan makalah ini, maka penul
is mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Tuhan Yang Maha Esa.

2. Bapak Gusti Ngurah Hendrix Darmawan , S.Kom (selaku Guru Pengajar Kerja
Proyek Teknik Komputer dan Jaringan)

3. Teman – teman yang telah berkenan memberikan koreksi yang membangun.

Penulis menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik
yang membangun dari rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.

Ubud - Gianyar, 29 Januari 2017

Penyusun

1i
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ..................................…………………………………………………………… i
DAFTAR ISI ……………………………………………..................................………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN UMUM ………………………………………………………................... 3
1.1 Latar Belakang ……….…………………………………………………............................ 3

1.2 Batasan Masalah ..……..……….…………………………………………………................ 3
1.3 Tujuan Pembuatan Laporan ……..……….……………………………………………….... 3
1.4 Manfaat ..................................................................................................... 3
BAB II (LANDASAN TEORI)
2.1 Apa itu Linux ? ....................................................................................... 4

2.2 Apa itu Debian ? ......................................................................................... 5
2.3 Apa itu VmWare Workstation ? ................................................................. 5
BAB III POKOK INTI BAHASAN ……………………………………………………….................... 6
3.1 Alat & Bahan ……...………………………………………….......................................... 6
3.2 Proses Instalasi ........................................................................................... 6
3.2.1 Menggunakan VmWare dalam instalasi Server ................ 7
3.2.2 Proses Instalasi Client ....................................................... 19

3.3 Tahapan Konfigurasi ................................................................................ 19
3.3.1 Konfigurasi Gateway ........................................................ 19
3.3.2 Konfigurasi DNS ............................................................... 22
3.3.3 Konfigurasi Web Server .................................................... 25
3.3.4 Konfigurasi SSH Server ..................................................... 26

BAB IV PENUTUP …………………………………………………………….................................. 28
4.1 Kesimpulan ……………………………………………………………................................ 28
4.2 Saran ……………………………………………………………………................................. 28
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………................................. 29
LAMPIRAN – LAMPIRAN ...................................................................................... 30
• Agenda Harian ................................................................................... 31
• Jurnal Harian ...................................................................................... 32

2ii
BAB I (PENDAHULUAN UMUM)

1.1 Latar belakang

Latar belakang makalah ini adalah sebagai bekal kemampuan dalam menghadapi
Uji Kompetensi Keahlian (UKK) pada jenjang pendidikan SMK yang
merupakan bagian ujian Nasional hasil dalam
indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan yang tertuang dalam permendiknas No.2
8 Tahun 2009. Kementerian pendidikan dan kebudayaan melalui direktorat pembinaan SMK
mengeluarkan pedoman penyelenggaraan uji kompetensi keahlian (UKK).
Pedoman ini di harapkan menjadi acuan umum bagi para pihak yang terlibat UKK SMK pada
tahun 2017/2018.

1.2 Batasan Masalah

1. Diharapkan mampu dalam tahap konfigurasi Gateway dengan basis Router

2. Diharapkan mampu dalam konfigurasi web server sebagai default dari server pusat Linux

3. Mampu dalam implementasi penggunaan SSH dengan tujuan konfigurasi server pusat
melalui client.

1.3 Tujuan Pembuatan Laporan

1. Membekali anggota kelompok
kerja dengan ketrampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten.

2. mengukur mutu pembelajaran di tiap-tiap siswa dalam kompetensi itu sendiri.

1.4 Manfaat

Adapun manfaat dari proyek ini dalam
persiapan UKK (Ujian Kompetensi Keahlian) sebagai berikut.

1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas siswa siswi SMKN 1 MAS - UBUD.

2. Sebagai syarat salah satu kelulusan menurut permendiknas No.28 Tahun 2009.

3
BAB II (LANDASAN TEORI)

2.1 Apa itu Linux ?

Linux (diucapkan ˈlɪnəks atau /ˈlɪnʊks/) adalah nama yang diberikan kepada sistem
operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil
pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak
bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi,
digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.

Nama "Linux" berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus
Torvalds.

4
2.2 Apa itu Debian ?

Sistem operasi Debian merupakan gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan
dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan
nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux
merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Dengan
memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan
sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia.

2.3 Apa itu VmWare Workstation ?

VMware adalah software virtualisasi yang bisa digunakan untuk membuat virtual machine.
Sebenarnya nama VMware diambil dari nama perusahaan pembuat software tersebut yaitu

VMware, Inc.

VMware memungkinkan untuk membuat virtualisasi server, komputer, sistem operasi, storage
device, aplikasi, networks, dsb. Jadi bisa dibilang dengan VMware ini bisa membuat komputer virtual
di dalam komputer fisik, serta menjalankan sistem operasi didalam sistem operasi lainnya. Di area
server, virtualisasi VMware bisa digunakan untuk memaksimalkan resource hardware server —
memecah satu server fisik menjadi beberapa server virtual yang fungsional. Di area penggunaan
sehari-hari, virtualisasi VMware bisa dimanfaatkan untuk menjalankan sistem operasi di dalam
sistem operasi, misalnya menjalankan Linux di dalam Windows (dan sebaliknya). Selain untuk
keperluan testing, ujicoba OS, kita juga bisa memanfaatkannya untuk membuat sistem yang
terisolasi dan tidak merusak sistem utama meskipun sistem di virtual machine tersebut kita oprek-
oprek sesuka hati.

5
BAB III ( POKOK INTI BAHASAN)

3.1 (Alat & Bahan)

Adapun beberapa alat ataupun bahan yang diperlukan dalam kerja proyek
konfigurasi server linux adalah sebagai berikut :
NO Nama Spesifikasi Jumlah Kategori
CD/DVD instalasi Linux Operating System
1. Fisik / ISO format 3
2. CD/DVD Windows 7/8/10 Fisik / ISO format 1 Operating System
3. Komputer Low to Medium 1 Hardware Proccess
4. Laptop Menyesuaikan 1 Client
5. Network Adapter/LAN Card Up to 150 Mbps 2 Periferal pendukung
6. UTP Cable (Straight & Cross) 1 – 10 Meter 4 Periferal pendukung
7. Crimping Tool - 1 Periferal pendukung
8. RJ – 45 Conector - 8 Periferal pendukung
9. PuTTY - 1 Aplikasi pendukung

3.2 Proses Instalasi

Perencanaan Debian Server untuk Gateway (Router), DNS Server, Web Server.
Ketentuan :

Instalasi dapat dilakukan secara real pada PC/Server dengan menyediakan 2
ethernet card
dan/atau dapat menggunakan bantuan software virtual machine (VMWare).

6
3.2.1 Menggunakan Software VMWARE dalam instalasi Server
1. Buat Virtual Machine Baru (Create a New Virtual Machine)

2. Pilih Custom (advanced), kemudian Next

7
3. Pilih Hardware Compatibility dengan kesesuaian spesifikasi komputer server
atau sebagai pertimbangan jika seketika file inti ingin dipindahkan ke
komputer lain menggunakan versi VmWare yang berbeda.

4. Pilih CD Instalasi Debian, dengan catatan pilih CD Installer jika menggunakan
CD original Linux, atau pilih Installer disk image file (ISO) jika menggunakan
CD Instalasi denganformat ISO.

8
5. Beri nama Virtual Machine sesuai kehendak beserta tempat penyimpanan
berkas inti (Jangan sampai hilang !, carilah tempat penyimpanan yang
sekiranya tidak akan mengganggu kinerja sistem !).

6. Siapkan harddisk virtual sebanyak 8GB.

9
7. Lakukan customize Hardware untuk menambah memory dan Ethernet
card virtual.

8. Upgrade memory (RAM) Virtual menjadi512 MB, dan tambahkan
network adapter sehingga total ada2 network adapter dengan state
bridge.
klik Add...

10
10. Pilih Network Adapter dan tentukan Virtual Bridged yang nantinya akan
disesuaikan pada Network Editor.

11. Pada Menu Edit – Virtual Network Editor, hapus default network yang
tersedia dan buat baru dua buah network interfaces dengan mode bridged.
Dengan Acuan
a. Adapter pertama untuk koneksi gateway router
b. Adapter kedua untuk koneksi Client

11
12. Kemudian terakhir klik Apply, lalu OK dan Finish, Power ON Virtual
Machine hingga masuk pada antarmuka instalasi Linux, dan klik Install
untuk instalasi non – GUI

13. Pilih Bahasa

12
14. Pilih Lokasi, Other – Asia – Indonesia

\

15. Pilih Konfigurasi Lokal berbasis United States

13
16. Pilih Format Keyboard berdasarkan negara

17. Pilih salah satu untuk Primary Network

14
18. Klik Cancel saat IPV4 DHCP Proccess, kemudian klik Configure
Network Manually

19. Setting IP 192.168.100.1

20. Setting DNS sesuai dengan range IP, misal jika batas IP adalah
192.168.100.x/29 maka DNS yang terpakai 255.255.255.248
Dengan rincian 29 = 25 (memenuhi range default 32), maka
penghitungan Biner = IIIII000 = 27 + 26 + 25 + 24 + 23 + 0 + 0 + 0 = `128
+ 64 + 32 + 8 = 248

15
21. Biarkan Gateway untuk konfigurasi Network Client kosong.

22. Setting NameServer berdasarkan IP

23. Ganti HostName

16
24. Masukkan Password

25. Pilih Zona Waktu

26. Pilih sistem partisi harddisk

17
27. Pilih Skema Partisi dengan tiga pilar

28. Pilih Software Selection dengan defaut atau sesuai kehendak
berdasarkan software yang diinginkan untuk diinstal di sistem.

29. Untuk selanjutnya klik No, hingga sampai pada Instalasi Grub Boot
Loader, tekan Yes, Kemudian Finish

18
3.2.2) Proses Instalasi Client
Pada Komputer Client yang telah terinstal Windows atau Linux,
pastikan network adapter telah terpasang dengan baik dan terinstal driver yang
sesuai agar selanjutnya pada tahap konfigurasi bisa saling terhubung dengan
server.

3.3 Tahapan Konfigurasi
3.3.1) Konfigurasi Gateway
1. Gunakan login root untuk konfigurasi.
Login root
2. Periksa konfigurasi interface dengan perintah “nano /etc/network/interface”

3. Tambahkan IP LAN pada eth1. Gunakan trik‘cut- unCut’ untuk mempercepat dan
Sesuaikan dengan rancangan untuk IP LAN.
4. Simpan, dan restart dengan perintah “service networking restart” atau
“/etc/init.d/networking restart”

5. Setelah login, cek interface yang sudah diaktifkan
6. Konfigurasi sudah berhasil, maka akan terdapat eth1 (Ethernet LAN yang sudah
Ditambahkan sebelumnya).

19
7. Edit file sysctl.conf dengan menghapus tanda pagar pada baris berikut untuk
mengaktifkan ip forward

9. Edit file rc.local dengan menambahkan teks berikut

20
10. Restart server dengan perintah“reboot” atau “init 6”
11. Periksa kembali iptables untuk memastikan setelah restart routing tables dan nat masih
berfungsi.

12. Saatnya menguji di Client (Windows). Sesuaikan dengan
konfigurasi di bawa ini.

13. Pastikan konfigurasi tcp/ip client sudah benar
14. Test ping ke server debian (IP LAN dan IP WAN)

21
3.3.2) Konfigurasi DNS

1. pastikan dvd/iso debian terkoneksi, Install paket DNS (BIND9) dengan perintah “apt-get
install bind9 –y”
2. Pada debian 7, namapaket DNS dan servicenya adalah BIND9, namun nama
folder yang terbentuk pada server adalah BIND
3. Masukke folder BIND, Periksa File yang ada pada Folder tersebut dengan perintah “cd
/etc/bind”
4. Copy file db.local menjadi db.1 “cp db.local db.1”
5. Copy file db.local menjadi db.2 “cp db.local db.2”
6. Periksa kembali file yang terdapat pada folder Bind untuk memastikan file sudah tercopy.
Cek dengan perintah ls

7. Edit dengan perintah pico atau nano pada folder bind file named.conf. Ingat baris
yang ada jangan dihapus atau diedit. Tambahkan Konfigurasi pada baris paling bawah.

22
8. Edit pada folder bind file db.1 gunakan trik ‘replace’ dengan keyboard “ctrl+w kemudian
ctrl+r” ganti localhost dengan DNS

9. Edit pada folder bind file db.2 gunakantrik ‘replace’ dengan keyboard “ctrl+w kemudian
ctrl+r” ganti localhost dengan DNS

23
10. Masih pada folder Bind, edit file resolv.conf

11. restart bind9 dengan perintah“service bind9 restart” atau “/etc/init.d/bind9
restart”

12. cek nslookup

24
3.3.3) Konfigurasi Web Server

1. Koneksikan DVD/ISO Debian lalu Install paket apache2 dan php5-mysql serta
postgresql dengan perintah“apt-get install apache2 php5-mysql postgresql”
2. Copy file pada folder apache2/sites-available yaitu file default menjadi nama yang
lain/bebas misal smkn1mas kemudian edit dengan nano sesuaikan dengan nama
admin, domain dan subdomain.

3. pindahke“/var/www” buat direktori baru kemudian copy file index.html pada folder baru
sesuai path directory baru /var/www/smkn1mas “cp index.html smkn1mas”
,kemudian konfiguras i“nano /etc/var/www/smkn1mas/index.html”

4. Pada client (windows), buka browser (internet explorer atau browser lain). Ketikan alamat
www.student.smkn1mas-ubud.sch.id

25
5. Atau karena sudah ada alias ketikan saja alamatnya : student.smkn1mas-ubud.sch.id
Kalimat yang akan
ditampilkan di browser
ketika client berhasil
mengakses web server

3.3.4) Konfigurasi SSH Server

1. Instalasi paket SSH dengan perintah “apt-get install ssh”
2. Masuk kedalam file SSHD_config dengan perintah “nano /etc/ssh/sshd_config”
kemudian konfigurasi pada port

26
3. Uji sshd dengan aplikasi PUTTY kemudian masukkan IP dan port yang sesuai dengan
server
Kemudian buka aplikasi

4. Jika telah terakses pada interface berbasis teks, login sebagai root dengan password
sesuai server, tandanya konfigurasi ssh berhasil

27
BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Saat sedang melakukan penginstalan ataupun konfigurasi sebaiknya harus di perhatikan baik-baik,
karena dalam penginstallan maupun konfigurasi tersebut jika kita salah atau keliruh dalam memasu
kan perintah yang salah otomatis pekerjaan kita tidak akan jadi atau error.

4.2 Saran

Sebelum kita melakukan praktek penginstalan dan konfigurasi terlebih dahulu kita harus
mendapat bimbingan dari guru pengajar ataupun dengan metode pembelajaran otodidak.

28
DAFTAR PUSTAKA

Gramedia. 2015. Konfigurasi Linux Server. Jakarta.

29
LAMPIRAN – LAMPIRAN

1. Agenda Harian
2. Jurnal Harian

30
AGENDA HARIAN
NO Jadwal Pekerjaan Tanggal
1 Pembuatan kabel LAN & check List keperluan periferal pendukung lain
2 Instal asi Virtual Machine (VMware )
3 Instalasi Linux (Debian 7.8.0)
4 Instalasi DNS beserta konfigurasinya 07/jan-09/Jan
5 Uji Keberhasilan router client
6 Instalasi Web server beserta konfigurasinya
7 Uji Keberhasilan Web & DNS dari client
8 Instalasi SSH beserta konfigurasinya, Test via PuTTY di Client, Check 11/jan-17/Jan
keseluruhan Konfigurasi, Test Router & Browsing, Penulisan serta
Pengumpulan Laporan Kerja

31
JURNAL HARIAN

tanggal
No Kegiatan
7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 Pembuatan kabel LAN & kelengkapan
2 Instalasi OS Linux Debian 7
3 Konfigurasi IP Router
4 Uji Keberhasilan Router melalui Client
5 Instalasi DNS beserta konfigurasinya
6 Instalasi Web Server beserta konfigurasinya
7 Uji Keberhasilan Web Server melalui client
8 Instalasi SSH beserta konfigurasinya
9 Uji Keberhasilan SSH melalui client
10 Pemindahan file Virtual ke komputer server
11 Uji Keberhasilan Router melalui Client
12 Uji keberhasilan Web Server melalui client
13 konfigurasi SSH Remote Control
14 Uji Keberhasilan Koneksi Internet dari client
15 Perubahan konfigurasi di file rc.local
16 Uji Keberhasilan Koneksi Internet dari client
17 Uji Keberhasilan Web Server melalui client
18 ubah Konfigurasi pada DNS dan Web Server
19 Uji Keberhasilan Web Server melalui client
20 Konfigurasi ulang melalui port SSH (PuTTY)
21 Konfigurasi ulang IP Router (PuTTY)
22 Uji Keberhasilan Router melalui PuTTY
23 Konfigurasi DNS (PuTTY)
24 Konfigurasi Web Server (PuTTY)
25 Uji Keberhasilan Web Server melalui client
Router tes via Google (Modem USB di
26 Server)
27 Uji Keberhasilan Router melalui client
28 Pengecekan ulang keseluruhan konfigurasi
29 Browsing internet di Client
30 Penulisan Laporan
31 Pengumpulan Laporan

32