You are on page 1of 10

Trend dan Issue Terapi Komplementer

“The Effect of Swedish Massage on Glycohemoglobin in Children with
Diabetes Mellitus”

Tugas Kelompok

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Anak II

Oleh:
Kelompok 3 &4

AGUS TRIONO RIDHA TRI ROHYANI
AMIRUL KADARUSMAN PRASETIYO TENTREM SUBEKTI
HENNY JUHARTININGSIH ANJAR SATRIA
IMELDA PAMUNGKAS E.R. RACHMAT FAJAR NOOR
KLARA YUNITA I.T. KUSUMA
LITWINAYANTI PERWITA YUNITA SARI
RONI HENGKI
NADIROTUL FITRIYAH E.S
I KADE ADIGUNAWAN
NINA DAMAYANTI
AGUS SAPUTRO
NURUL ILMI AAN TRISNAYANTI

PROGAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017

Ibu Ns. Rekan-rekan dari Mahasiswa Alih Program Kelas B PSIK FKUB 2017 Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Wassalamu’alaikum wr. S. MNg selaku dosen pengampu mata kuliah Keperawatan Anak II 3. Makalah ini kami susun untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur dalam mata kuliah Keperawatan Anak II. Dalam menyelesaikan makalah ini. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Mengingat keterbatasan dan kekurangan dari kami. Septi Dewi Rachmawati. November2017 Penulis . Rinik Eko Kapti. penulis banyak menerima bantuan dan bimbingan yang sangat berharga dari berbagai pihak. M. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah dengan judul Trend dan Issue Terapi Komplementer “The Effect of Swedish Massage on Glycohemoglobin in Children with Diabetes Mellitus”.Kep selaku dosen PJMK mata kuliah Keperawatan Anak II 2.Kep. SemogaAllah SWT senantiasamemberkati kita semua. Ibu Ns. maka saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi peningkatan penyusunan makalah kami berikutnya. wb Malang. Amin.

................................................ Latar Belakang .......................................................................................................................................................................... B..................... i Kata Pengantar......................................................................... B............................................................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN ........... Tujuan .......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Nama Terapi ............................................... Metode .................................................................................................................... DaftarPustaka ............................................... BAB II PEMBAHASAN .................................... ............ Ringkasan jurnal Terapi Komplementer ................................................................................... DAFTAR ISI Halaman Judul ............................................................................................................................................................................................ ii Daftar Isi ....................... Defenisi ............ Tujuan .............................. A............................................................................................................................................................................................... Mekanisme ......................................... A............ BAB III PENUTUP .............................................................................................................................. Kesimpulan .................................................................................................................................... Teknik Pijat Swedia ............................................................................................................................................................................................. Cara Kerja Pijat Swedia ................... Saran .......................................................................................................

maka terapi komplementer menjadi alternatif pengobatan pada pasien. Latar Belakang Perkemnbangan terapi komplementer akhir-akhir ini menjadi sorotan banyak negara. Pengobatan komplementer atau alternatif menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan di Amerika Serikat dan Negara lainnya.Dengan berbagai efek samping pengobatan yang justru bisa memperburuk kondisi pasien. Terapi pijat merupakan terapi komplementer yang paling banyak dan aman digunakan. PijatSwediaadalahsalahsatumetodeumumdalampenguranganstresdandigunakanole hHenrik ling padatahun 1830 untukpertamakalinyadanmenyebar di Eropasecarabertahap yang merupakanjenispijatsistematis yang melibatkanhampirsemuaotot. yaitu adanya harmoni dalam diri dan promosi kesehatan dalam terapi komplementer. Tujuan Umum Setelah mengikuti pembelajaran ini mahasiswa mampu menerapkan terapi komplementer sebagai salah satu terapi pindamping dalam proses pencegahan atau rehabilitasi klien dilingkungan rumah sakit. BAB I PENDAHULUAN A. Mahasiswa dapat menegetahui tujuan dan metode terapi komplementer swedia massage c. Tujuan 1. Mahasiswa dapat mengetahui defenisi dari terapi komplementer Swedia massage b. Salah satunya adalah filosofi holistik pada terapi komplementer. Klien yang menggunakan terapi komplementer memiliki beberapa alasan. keluarga dan komunitas 2. Tujuan Khusus a. Mahasiswa dapat mengetahui teknik dan mekanisme terapi komplementer swedia massage . B. Masalah psikologis sebagai dampak dari gangguan fisik banyak terjadi pada pasien penyakit kronis.

PhD. MSc. MD Tahun : 2011 Judul : The Effect of Swedish Massage on Glycohemoglobin in Children with Diabetes Mellitus Volume : Iranian Rehabilitation Journal. HbA1c dievaluasi sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok. Metodologi : Semi-experimental (clinical trial)pada 36 anak (6-12 tahun) dengan (DM). Mereka ditugaskan secara acak ke kelompok intervensi dan kontrol (18 pasien di setiap kelompok). Glycohemoglobin (HbA1c).188). Ada 7 (38. Firoozeh Sajedi. direkrut dari sebuah klinik di Kota Qom. 9. Samaneh Hosainzadeh. Akram Abedinipoor. Iran. Hasil : Sebanyak 36 anak terdaftar dalam penelitian ini (n = 18 di setiap kelompok). Children. MSc. Swedish massage. selama tiga bulan dalam kelompok intervensi. BAB II PEMBAHASAN RINGKASAN JURNAL TERAPI KOMPLEMENTER Penulis : Zahra Kashaninia. December 2011 Key word : Diabetes Mellitus. Pijat Swedia dilakukan selama lima belas menit.1%) perempuan masing-masing kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p = 0. .9%) laki-laki dan 11 (61. Vol. tiga kali seminggu.

491). durasi DM. NamaTerapi : Swedish Massage Therapy .001). pendidikan ibu (p = 1). depresi (p <0.05). dan dosis insulin (NPH & reguler) antara dua kelompok.0001). lama pengobatan. mengenai murahnya. Penelitian ini menegaskan bahwa hasil pijat mengurangi relaksasi dan mengurangi hormon stres.01) dan hormon stres yang dikeluarkan dari kelenjar ludah (p <0. Kesimpulan Swedish Massage Therapysebagai pengobatan alternatif disertai dengan pengobatan merupakan intervensi klinis yang efektif dalam mengurangi hemoglobin glikosilasi sebagai indikator penting pengendalian DM pada anak diabetes. hormon stres yang dikeluarkan dari kelenjar ludah dan depresi. ayah (p = 1) dan pasien (p = 1). kemudahan dan aksesibilitas metode ini. Tidak ada perbedaan bermakna pada HbA1c sebelum intervensi antara dua kelompok (p = 0.97). tinggi badan.Juga tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pekerjaan ibu (p = 0. Tidak ada perbedaan signifikan dalam usia.104) dan ayah (p = o. berat badan. Tabel di atas menunjukkan karakteristik demografis dua kelompok.0001). tidak ada perbedaan bermakna pada HbA1c antara sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol (p = 0. disarankan agar Swedish Massage Therapydipertimbangkan orang tua dan perawat yang merawatnya. Oleh karena itu. Seperti ditunjukkan pada tabel 2.592). kecemasan (p <0. namun terdapat perbedaan yang signifikan dalam HbA1c antara sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi (p <0. Pembahasan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Swedish Massage Therapyefektif pada pengurangan HbA1c pada anak-anak diabetes. dan keluarga riwayat DM (p = 1) antara 2 kelompok dengan uji pasti nelayan.05). menunjukkan bahwa pijat mengurangi tekanan darah (p <0. field dkk (2000) menilai efek pijat pada tekanan darah. namun ada perbedaan bermakna pada HbA1c setelah intervensi antara dua kelompok (p <0. Hernandez.

terapis memerintahkan pasien untuk berbaring telungkup di atas tempat pijat yang telah disediakan. Terapist meminyaki kulit pasien dengan minyak pijat dan melakukan berbagai sapuan pijat.Definisi : Pijat Swedia adalah salah satu metode umum dalam pengurangan stres dan digunakan oleh Henrik ling pada tahun 1830 untuk pertama kalinya dan menyebar di Eropa secara bertahap yang merupakan jenis pijat sistematis yang melibatkan hampir semua otot. 2011). Gerakan-gerakan ini memanaskan jaringan otot. Kashanini et al. anak.. Swedish Massage Therapy efektif untuk populasi pediatrik dengan kondisi sehat bahkan kondisi penyakit kronis. antara lain bayi prematur dan terkena HIV.. menurunkan kadar gula dalam darah pada anak-anak penderita diabetes mellitus type 1 dan 2. 3. Tujuan : Menyebabkan relaksasi sehingga tubuh efektif dalam meningkatkan penyerapan insulin dan meningkatkan sirkulasi yang menyebabkan penurunan kadar glukosa darah Metode : Menggosok di/ke arah yang sama dengan aliran darah kembali ke jantung. teknik yang disebut draping. 2009. Tujuan utamanya adalah agar si terapist dapat berhati-hati dalam melakukan pijatan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan membantu dalam proses penyembuhan untuk jaringan sekitarnya pada daerah yang terluka. 2.anak dengan asma.. Selama pijatan pasien biasanya dalam keadaan memakai pakaian dalam yang ditutupi dengan kain/handuk. Setelah konsultasi. Ia akan menanyakan kesiapan pasien untuk memulai pijat. 4. Sajedi et al. reumatik arthritis. 2011. serta bermanfaat secara holistik pada sistem tubuh (Haun et al. terapist akan bertanya tentang riwayat cedera fisik pasien sebelumnya. Yang biasanya pasien memulai pijatan dengan berbaring telungkup dengan wajah menghadap kebawah sehingga tulang pasien tetap netral. Terapis memulai pijatan dari . Cara Kerja Pijat Swedia 1. cystic fibrosis. terapist menyatakan hanya bagian lengannya saja yang melakukan. 5. Sebelum dimulainya perawatan pijat. melepaskan ketegangan dan sedikit demi sedikit melemaskan/menghancurkan simpul otot atau jaringan tubuh yang disebut adhesi.

Terapi massage mengurangi rasa sakit pada otot-otot. effleurage (elusan) . Remasan (Petrissage) : Gerakan meremas dengan tangan . mengesek/gesekan . dan meningkatkan sirkulasi aliran darah (Walton. meremas. Satu sesi pijjatan swedia standar berlangsung selama 15 atau 30 menit. Effleurage : usapan dan elusan minyak pijat dengan seluruh bagian permukaan telapak tangan ( termasuk jari-jari tangan) 2. Pijat sebagai pengalaman yang menyenangkan mengurangi kecemasan dan menciptakan relaksasi melalui pengurangan otot. jempol dan / atau jari 4. 7. sambil meningkatkan aktivitas hipotalamus posterior meningkatkan aktivitas sistem parasimpatis dan menurunkan tonus otot. Sesi ini biasanya dilakukan di meja pijat lembut. serta menurunkan kesakitan. dan tekanan darah. kedua lengan. Relaksasi dapat menurunkan ketegangan otot dan meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatis melalui hipotalamus. Biasanya urutan teknik adalah: 1. menurunkan depresi. Gesekan : Edaran tekanan dengan telapak tangan . punggung pasien. meningkatkan relaksasi. meremas. Terapist kemudian memijat bagian depan masing-masing kaki. . getaran. meningkatkan relaksasi dikaitkan dengan peningkatan produksi endorfin (obat penghilang rasa sakit alami). ambulatori dan aktivitas korteks. Ketika selesai bagian belakang. dan meningkatkan kualitas tidur. lalu ia keluar ruangan dan menyuruh pasien untuk tidur terlentang dengan menutupi dengan handuk yang telah disediakan. 2006). dan tubuh merupakan tujuan utama kelompok ototnya. penyadapan . menurunkan heart rate. 6. Gerakan pasif dan aktif : pelanturan dan peregangan Mekanisme : Relaksasi adalah salah satu modalitas pengobatan yang paling efisien dalam kegelisahan. Getaran : gerakan osilasi yang mengguncang atau mengetarkan tubuh 5. menggunakan berbagai sapuan pijat yang mencakup effleurage. dan umumnya berakhir dengan leher dan bahu. di lingkungan yang si pasien dapat bersantai dan rileks Teknik Pijat Swedia Teknik pijat swedia meliputi: mengusap(usapan) . Ketika selesai dengan bagian punggung belakang. dilanjutkan dengan tungkai bawah bagian belakang (kaki). dan gerakan gemetar . Perkusi/tapping (memukul-mukul) : tepukan ringan dan cepat atau menekan 6. gesekan. Peningkatan aktivitas hipotalamus anterior menimbulkan sistem simpatis. jempol dan atau jari 3. perkusi/tapping . peregangan dan tepukan ringan (tapping).

. serta mengurangi kecemasan pada orang tua penderita dan anak-anak dengan penyakit DM. berkurangnya keluhan secara fisik akibat dampak toksisitas saraf neurotoksisitas perifer sehingga mengurangi masalah yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak penderita penyakit kronis. Depresi merupakan respon psikologis pada anak pederita penyait kronis. penurunan depresi. Dengan dilakukannya terapi massage membantu adekuat asupan nutrisi. hal ini akan meningkatkan daya tahan tubuh terutama IgM dan IgG. dengan pijatan akan meningkatkan aktivitas neurotransmitter serotinin sehingga terjadi penurunan kadar hormon stres. Terapi massage dapat menurunkan kecemasan dan ketakutan. dan penurunan produksi hormon stres (kortisol).

berkurangnya keluhan secara fisik akibat dampak toksisitas saraf neurotoksisitas perifer sehingga mengurangi masalah yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak penderita penyakit kronis. Kesimpulan Swedish Massage Therapy sebagai pengobatan alternatif disertai dengan pengobatan merupakan intervensi klinis yang efektif dalam mengurangi hemoglobin glikosilasi sebagai indikator penting pengendalian DM pada anak diabetes. B. Dengan dilakukannya terapi massage dapat membantu adekuat asupan nutrisi. serta mengurangi kecemasan pada orang tua penderita dan anak-anak dengan penyakit DM. BAB III PENUTUP A. Saran Disarankan agar Swedish Massage Therapy dipertimbangkan orang tua dan perawat sebagai terapi komplementer pada anak penderita DM oleh karena murahnya. dan penurunan produksi hormon stres (kortisol). kemudahan dan aksesibilitas metode ini. penurunan depresi. . Terapi massage juga dapat menurunkan kecemasan dan ketakutan.