Langkah Langkah Sukses Membuat Proposal Penelitian

5 Mar

Beritahu teman:

Oleh : Titin Supenti I. PENDAHULUAN Metodologi atau Metode Penelitan yang tepat dan benar semakin dirasakan urgensinya dan menjadi peringkat sangat penting bagi keberhasilan suatu riset (penelitian). Salah satu hal yang penting dalam setiap penelitian adalah perumusan metodologi penelitian. Melalui metodologi harus dengan jelas tergambar diantaranya bagaimana cara penelitian dilaksanakan yang tertata secara sistimatis; bagaimana landasan teori tentang rancangan penelitian (research design), model yang digunakan (didahului dengan rancangan percobaan (penelitian eksperiment) atau teknik ± teknik yang lumrah digunakan dalam pengumpulan, pengolahan dan analisa data. Metodologi atau metode yng digunakan antara lain metode sejarah, metode deskriptif antara lain menggambarkan tentang objek tertentu, manusia, kondisi, sistem dan sebagainya yang terkini. Sering juga digunakan metode survey (menyelidiki gejala, fakta secara faktual), metode percobaan (eksperiment), metode KASUS (suatu objek spesifik), kooperatif (menjawab sebab akibat dengan menganlisis faktor penyebab utama) atau gabungan, serta pemikiran kritis dan analisa tentang sampling maupun design percobaan serta studi kepustakaan. II. METODOLOGI ATAU METODE PENELITIAN Metode penelitian yang dipilih berhubungan erat dengan prosedur, alat, serta desain penelitian yang digunakan. Desain penelitian harus cocok dengan metode penelitian yang dipilih. Prosedur serta alat yang digunakan dalam penelitian harus cocok pula dengan metode penelitian yang digunakan. Saat ini, Kemantapan ataupun ketajaman, keakuratan metodologi penelitian sudah ³terlihat kecendrungan mulai diabaikan³. Hal ini terlihat jelas, bahwa setelah term of reference (TOR) disetujui (ok) baru dicari pembenar terutama pembenaran metodologi, diantaranya proporsi sampling, pemilihan daerah studi dan sebagainya. Padahal sebelum penelitian dilaksanakan seorang peneliti perlu menjawab sekurang-kurangnya 3 (tiga) pertanyaan pokok (NAZIR, Mohammad: 1985 : 51) yaitu: 1. Urutan kerja apakah yang harus dilakukan dalam melaksanakan penelitian 2. Alat-alat apa yang digunakan dalam mengukur ataupun dalam mengumpulkan dan analisa data ? 3. Bagaimana melaksanakan penelitian tersebut? Prosedur memberikan kepada peneliti urutan-urutan pekerjaan yang terus dilakukan dalam suatu penelitian. Hal ini sangat membantu peneliti untuk mengontrol kegiatan atau tahap-tahap kegiatan (a); mempermudah mengetahui kemajuan (proses) penelitian (b) dan (c); mempermudah pula peneliti dalam meng-hadapi ataupun memberikan penjelasan pada saat dilaksanakan

Teknik penelitian mengatakan alat-alat pengukur apa yang diperlukan dalam melaksanakan suatu penelitian. Sensus dan sebagainya. 6. Beberapa hal lain dari metode kualitatif diantaranya: 1. 4. Analisa data deskriftif untuk melihat proses dan secara langsung. kurang memperhatikan reliability. 9. A. sensus. 7. apa. Erat kaitannya dengan studi kasus Hipotesa interpretasi data digunakan untuk membantu proses sebab akibat. 9. Sedangkan metodologi penelitian memandu si peneliti tentang urut-urutan bagaimana penelitian dilakukan. siapa dan kapan dan tidak cocok untuk pertanyaan mengapa dan bagaimana. 2. 8. Peranan identifikasi dan spesifikasi variabel sangat penting. 5. 3. Sangat cocok untuk pertanyaan yang diawali. 8. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti partisipasi observasi. Metode Kuantitatif Metode ini sangat cocok untuk digunakan pada penelitian dimana data yang dapat diidentifikasi dengan mudah. 2. Jika seorang berbicara tentang cara seorang peneliti melakukan percobaan lapangan. Pendekatan yang dipakai bersifat induktif (dari yang khusus ke umum) Hasil penelitian secara ilmiah dapat digenderalisasi (tidak dapat di gendralisasikan) dengan repliability penemuan dari beberapa studi. Data tidak dapat diidentifikasi dengan mudah. Jika kita membicarakan bagaimana secara berurut suatu penelitian dilakukan yaitu dengan alat apa dan prosedur bagaimana suatu penelitian dilakukan. Jika suatu penelitian dikerjakan dengan mengguna-kan questioner (daftar pertanyaan) sebagai alat dalam mengumpulkan data. maka yang dibicarakan adalah metode penelitian. dimana dalam menentukan plot-dilapangan. maka yang dibicarakan disini adalah teknik pengumpulan data. dimana. Beberapa hal lain dari metode kuantitatif diantaranya : 1. secara statistik dapat digeneralisasi. 3. Menekankan pentingnya validity. maka yang dibicarakan disini adalah posedur penelitian. 4. B. Hasil analisis jika dikumpulkan dalam survey. . Kemudian blok-blok tersebut dibagi 4 (empat) keperluan perlakuan yang akan dia kerjakan dan seterusnya. Sangat erat hubungannya dengan metode penelitian Survey. 7. Cenderung menggunakan pendekatan diduktif (umum ke khusus).pemeriksaan. Kurang memperhatikan validity. wawancara berstruktur dan tidak berstruktur serta focus group. Data tidak dapat di kuantifikasikan. 6. ia pertama-tama membagi daerah dalam 4 (empat) buah blok. Metode Kualitatif Metode ini sangat cocok digunakan untuk menjawab pertanyaan apa. Kondisi data hanya menunjukkan keadaan atau situasi pada suatu waktu priode tertentu atau beberapa waktu (longitudinal). 5. Penelitian ini berdasarkan pada absraksi variabel dari konteksnya Sangat menekankan pentingnya reliability dan replicability data. dimana dan kenapa atau bagaimana.

sektoral dan regional atau bagi perkembangan IPTEK. Apa yang akan dipertanyakan. Konteks Konteks sangat berguna untuk memperkaya atau memperbaiki pengetahuan peneliti. program) departemen dan sebagainya Analisa masalahnya bagaimana Analisa tentang isu/kebijakan. 5. dan (b) untuk memecahkan masalah (tidak mencapai tujuan) Beberapa hal penting dalam alasan sebagai magic pertama adalah : 1. dan bagaimana nanti untuk konseptual framework nya. Bagi kegiatan penelitian kekhususan pendekatan yang diperguna-kan (maksimal sepertiga halaman). konsep metode dan hasil). latar belakang pengalaman atau dasar-dasar untuk pendekatan yang akan dilakukan. Abstrak merupakan keterangan singkat padat serta utuh tentang permasalahan yang akan ditangani (a). Kata kunci merupakan sejumlah kata. waktu. Sampai akhirnya pada tahun 2001 melalui pelatihan Peningkatan Kapasitas Penelitian yang dipelopori oleh Ibu Dr. 2. diterangkan apa keuntungan/ manfaatnya jika proyek ini berhasil mencapai tujuan dan sasarannya (a) dan (b) apa pula kerugiannya atau kesulitan yang akan timbul jika masalah ini tidak diteliti. . janganlah mengguna-kan konsep-konsep yang harus diukur yang tidak sesuai dengan permintaan. Mengacu pada situasi/keadaan atau daerah. (informasi) yang akan menuntun kepada penspisifikasian tujuan 7. pentingnya usaha untuk mengatasi permasalahan yang ditangani bagi pembangunan nasional. SEMBILAN MAGIC PROPOSAL PENELITIAN Dalam usulan proyek (USPRO) terdapat tiga kata kunci yang dulu sangat populer dengan istilah penting yaitu Abstrak. situasi kecenderung-an. B. maksimal setengah halaman. bukan kalimat yang mengindikasikan teknik. Untuk catatan. pengaruh-nya terhadap permasalahan yang ditangani. Relevansinya terhadap (kebijakan. Mengacu pada usaha-usaha penelitian serupa (keadaan. sehingga sungguh-sungguh diperlukan untuk diteliti. Sedangkan urgensi merupakan keterangan tentang pokokpokok kebijaksanaan yang diacu (a). kebijakan tertentu dan sebagainya. Alasan Alasan atau argumentasi ini sangat diperlukan untuk (a) mencegah kegiatan penelitian yang tidak potensial. Sering dengan berkembangnya IPTEK dan berjalannya waktu istilah tersebut sudah nyaris tak terdengar sampai saat ini. tujuan serta keluaran kegiatan (b) dan (c). 3. : A. 6.III. serta (c). Alasan rasional Mengapa penelitian tersebut penting dilakukan (urgency) Apa masalah pokoknya. Sbb. kata kunci dan urgensi (AKU). pengaruh kegiatan ini bagi pemecahan permasalahan tsb. 4. Dengan kata lain. 2. sistem. Yulfita Raharjo dan Timnya dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) muncul pula hal baru yaitu Sembilan Magic untuk membuat PROPOSAL Penelitian menuju keberhasilan. Beberapa hal yang berkaitan dengan Konteks diantaranya adalah: 1. proses atau keluaran yang sesuai dengan subjek kegiatan.

3. Beberapa hal penting dalam kerangka konseptual diantaranya: 1. Research Design. Itulah tujuan. Beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang tujuan diantaranya: 1. ditarik dari sudah jelasnya kerangka konseptual pertanyaan kita. Dari kerangka konseptual akan mempermudah penelitian dalam merumuskan tujuan yang akan diinginkan. apa yang harus diobservasi (b) dan (c). Meliputi proposisi-proposisi (dugaan-dugaan) yang dianggap sudah diketahui.C. apa perma-salahan pokok atau akar permasala-hannya (b). dan (b). bagaimana proses pengobservasiannya. Tujuan penelitian merupakan atau menunjukan unit±unit yang seharusnya diobservasi (a). (a). Sebagai acuan. diantaranya: 1. berbentuk pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab. D. dengan konsep yang telah benar-benar. Untuk memantapkan tujuan mantapkan dulu pada pendahuluan. 4. untuk menegaskan batas-batas secara logis untuk penyelidikan/penelitian (a) dan (b). Variabel tergantung (dependent variable) 2. Kerangka Konseptual Kerangka Konseptual sangat berguna. Bentuk tujuan penelitian dapat. apalagi yang belum. bagaimana kira-kira penanganannya. Variabel bebas (independent variable) 3. apa penyebabnya (c) dan (d). Mengutarakan Alasan dilakukan penelitian (lihat IIIA). Relevansi dari penelitian yang akan dilakukan . Menspesifikasikan: 1. Peneliti menyusun sebuah kerangka logis untuk hal yang akan ditelit (apa-apa yang relevan) 2. Dilengkapi dengan perspektif yang diperoleh dari usaha-usaha atau penelitian sebelumnya. Merupakan sasaran dari penelitian yang akan ditangani. maupun yang dinyatakan tidak diketahui (sebab itu perlu dukungan penelitian untuk mengetahuinya). memeriksa sampai seberapa jauh permasalahannya (a). 2. sebagai petunjuk bagi peneliti untuk memperhitungkan tentang apa yang relevan dan apa yang tidak relevan untuk dipelajari dalam penelitian. Mata rantai penghubung dua kelompok variable (interventing variable) Perlu diingat hal ini baru hanya kerangka. 4. latar belakang. serta konsep-konsep apa yang relevan untuk itu 3. Riset disain dimulai dari tujuan. hypotesis-hypotesis apa yang akan diuji sehingga menjadi arah / sasaran penelitian. belum tahu hasilnya. 2. apa saja yang harus dimuat. apa lagi yang ingin dicapai. Setelah kiat-kiat proposal dikuasai. Tujuan Dimaksudkan agar proposisi-proposisi (dugaan-dugaan) yang merupa-kan subjek dan juga metode penelitian yang cocok dengan pelaksanaan peneliti-an tersebut. sekarang penjabaran proposalnya menjadi rancangan penelitian (Research Design). Artinya.

Variabel adalah semua objek yang menjadi sasaran penyidikan sebut saja gejala-gejala yang menunjukan variasi. realibilitas data yang akan dikumpulkan. Memberikan rambu-rambu yang mencegah terangkatnya penelitian yang tidak potensial terhadap pemecahan masalah atau pencapaian dari tujuan-tujuan penelitian. keluarga dan lain-lain o Data yang dikumpulkan. data yang relevan dan tidak relevan. Makna dari semua populasi yang diteliti adalah makna yang sifatnya prinsif. 3. Penentuan unit observasi 2. swasta. Variabel-variabel yang dimuat dalam kerangka konseptual tersebut: o Dicari / didapatkan dari siapa? Apakah individu. Definisi operasional akan menunjuk pada variabel-variabel dan 5. Mengungkapkan pokok permasalahan dalam penelitian. Penentuan/pengadopsian prosedur penelitian dan pengukuran unit-unit untuk (yang akan diobservasi) termasuk Skop atau Ruang lingkup penelitian 4. E. 5. Spesifikasi data yang dikumpulkan diantaranya: 1. kelompok tertentu. LSM dan sebagainya). Mengidentifikasikan konsep-konsep yang terkandung dalam tujuan penelitian (konsepkonsep). Penentuan / penunjukan populasi dari unit yang akan diobservasi/dianalisa 3. Pengumpulan Data Setelah spesifikasi data. Populasi yang diteliti Populasi penelitian mencakup 6 (enam) hal yaitu: 1. yang mana suatu metodologi/metode penelitian dioperasionalkan. Penentuan banyaknya unit yang akan diobservasi 5. Inti dari tahap Pengumpulan Data adalah: Menjelaskan prosedur yang akan digunakan untuk pengumpulan data isinya : . tahap pengumpulan data sangat menentukan ukuran besar indeks variabel (a) dan (b). bisa Perda dan sebagainya. tokoh masyarakat. lembaga /instansi/ pemerintah. baik dalam jenisnya (a). Dari konsep-konsep ini dikembang-kan definisi operasional penelitian dari 4. Analisis tentang masalah yang akan diteliti 4. 2. F. maupun dalam tingkatannya (b). G. Spesifikasi Data Melalui Spesifikasi data akan dapat membantu peneliti untuk BERHATI-HATI untuk tidak mengumpulkan data yang tidak relevan atau tidak digunakan (useless).3. ditentukan populasi yang akan dikaji sampai didapatkan untuk menjawab permasalahan dan tujuan penelitian (a). Data/informasi apa yang akan dikumpulkan. Menentukan data yang akan dikumpulkan sehubungan dengan populasi. Populasi penelitian sangat berkaitan dengan operasionalisasi dari metodologi atau metode penelitian 6.

Personil (peneliti utama. . Metodologi juga dapat dipandang sebagai bagian dari logika yang mengkaji kaidah penalaran yang tepat. jadwal waktu (c) dan (d). Rene Descartes Dalam karyanya ³Discourse On Method´ dikemukakan 6 (enam ) prinsip metodologi yaitu : 1. PRINSIP METODOLOGI Metodologi merupakan bagian epistemologi yang mengkaji prihal urutan langkah-langkah yang ditempuh supaya pengetahuan yang diperoleh memenuhi ciri-ciri Ilmiah. Membicarakan masalah ilmu pengetahuan diawali dengan menyebutkan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. 4. (b). Pengadministrasian (Organisasi) Setelah peneliti mengetahui atau memutuskan populasi yang akan ditentukan dan digunakan seperti (a) daerah penelitian. Akal sehat menurut Descartes ada yang kurang. jenis-jenis prosedur yang akan dipakai untuk mengumpulkan dan menganalisa data. peneliti harus: 1. Asumsi-asumsi yang dimaksud adalah pendirian atau sikap yang akan dikembangkan para ilmuwan maupun peneliti didalam kegiatan ilmiah mereka. peneliti telah mempunyai dasar untuk memutuskan serangkaian keputusan-keputusan Administratif yang Rasional seperti perkiraan biaya (a). 5. (c). 4. Hindarkan redaksi-redaksi yang sifatnya statement-statement yang tidak sesuai ujung pangkalnya atau mother hood. 3. Analisis Tahap analisis merupakan TEST RIEL dari sebuah rencana penelitian yang menuntut pemahaman/ penguasaan peneliti untuk memahami lebih dulu beberapa keterbatasan dalam menerapkan kesimpulan-kesimpulan yang akan diambil. diantaranya: A. namun yang terpenting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah. 2. Bagaimana hubungan antara variabel-variabel yang akan ditentukan Penggunaan program komputer (jika ingin mendalaminya) I. 3. Jika kita membicarakan metodologi maka hal yang tak kalah pentingnya adalah asumsi-asumsi yang melatar bela-kangi berbagai metode yang diperguna-kan dalam aktivitas ilmiah. IV.1. Mempertimbangkan secara simultan prosedur analisisnya yang sesuai Bagaimana data akan diklasifikasikan Pengaturan kedalam variabel-variabel yang ditunjukkan oleh data tsb. 2. pembantu peneliti (b). rencana kerja. Bila data yang dikumpulkan telah ditentukan. MEDIAN dan sebagainya) Instrumen-instrumen yang akan dipakai (kuantitatif dan kualitatif) Mendiskripsikan langkah-langkah atau urut-urutan yang harus diikuti dalam pemakaian instrumen (secara rinci) 5. Teknik-teknik pengumpulan data yang akan dipakai Teknik pendekatan yang digunakan (MEAN. hakekat dan jenis data yang akan dikumpulkan. adapula yang lebih banyak memilikinya. Beberapa prinsip metodologi dapat dikemukakan oleh beberapa ahli. H. madya.

Kita memang dapat membayangkan diri kita tidak berubah namun kita tidak dapat membayangkan diri kita tidak bereksistensi. Descartes mengajukan 4 (empat) langkah atau aturan yang dapat mendukung metode yang dimaksud yaitu: o Janganlah pernah menerima baik apa saja sebagai yang benar. maka tertata lebih baik. o Arahkan pemikiran andah secara jernih dan tertib. Alfred Julesayer Dalam karyanya yang berjudul Language. Jiwa manusia itu abadi. setahap demi setahap kepengetahuan yang paling kompleks. o Berusaha lebih mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia. o Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin. namun kita tidak mungkin meragukan kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu. Jiwa secara kodrat tidak mungkin mati bersama dengan tubuh. o Menegaskan prihal dualisme dalam diri manusia yang terdiri atas dua substansi yaitu RESCOGITANS (jiwa bernalar) dan RES-EXTENSA (jasmani yang meluas). sambil berpegang pada agama yang diajarkan sejak masa kanak-kanak. Atas ketergantungan antara dua kodrat ialah jiwa bernalar dan kodrat jasmani. karena terbukti kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. Oleh karena itu. truth and logic yang terkait dengan prinsip metodologi adalah prinsip verifikasi. o Bertindak tegas dan mantap. B. Artinya. Menjelaskan kaidah-kaidah pokok tentang metode yang akan dipergunakan dalam aktivitas ilmiah maupun penelitian. dengan cermat hindari kesimpulan-kesimpulan dan pra konsepsi yang terburu-buru dan jangan memasukkan apapun kedalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar dengan begitu jelas sehingga tidak perlu diragukan lagi. mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui. o Pecahkanlah setiap kesulitan anda menjadi sebanyak mungkin bagian dan sebanyak yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaiannya secara lebih baik. Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut: o Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri. Terdapat dua jenis verifikasi yaitu: . baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan. kita dapat saja meragukan segala sesuatu. dan adakan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak suatu pun yang ketinggalan.2. o Menegaskan pengabdian pada kebenaran yang acap kali terkecoh oleh indera. 3. o Langkah yang digambarkan Descartes ini menggambarkan suatu sikap skeptis metodis dalam memperoleh kebenaran yang pasti. Tubuh (Res-Extensa) diibaratkan dengan mesin yang tentunya karena ciptaan Tuhan. dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan diantara objek yang sebelum itu tidak mempunyai ketertiban baru. jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenaranya. lalu meningkat sedikit demi sedikit.

yaitu jika telah membuka kemungkinan untuk menerima pernyataan dalam bidang sejarah (masa lampau) dan ramalan masa depan sebagai pernyataan yang mengandung makna 3. hijau. Agar tujuan tersebut dapat diwujudkan. K. terutama pada asas verifiabilitas. hilangkan kelemahan. Verifikasi dalam arti yang ketat (strong verifiable) yaitu sejauh mana kebenaran suatu proposisi (duga-dugaan) itu mendukung pengalaman secara meyakinkan 2. hukum. berikut disampaikan dua puluh satu kiat untuk mencapai sukses dari Nugroho A Suryo sebagai berikut: 1. serta (c). maka runtuhlah pernyataan tersebut.R Popper menawarkan pemecahan baru dengan mengajukan prinsip FALSIFA BILITAS. Popper menolak cara kerja diatas. 3. Setiap teori selalu terbuka untuk digantikan oleh teori lain yang lebih tepat. Popper seorang filsuf kontemporer yang melihat kelemahan dalam prinsip verifikasi berupa sifat pembenaran (justification) terhadap teori yang telah ada. K. karena pernyataan-pernyataan metafisika (termasuk etika theologi) merupakan pernyataan yang MEANING LESS (tidak bermakna) lantaran tidak dapat dilakukan verifikasi apapun C. dapat menyinari instansi terkait sebagai bahan masukan bagi pengembangan kebijakan dan program yang operasional dimasa datang. maka hipotesa tersebut semakin diperkokoh (CORROBORATION). Namun apabila suatu hipotesa dapat bertahan melawan segala usaha penyangkalan.R. Maksudnya sebuah hipotesa. Popper menolak anggapan umum bahwa suatu teori dirumuskan dan dapat dibuktikan kebenarannya melalui perinsip verifikasi. cerdas (a) dan (c) menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas. kuning. IV. Karl Raimund Popper K. K. ataukah teori kebenarannya bersifat sementara. gunakan peluang dan hindari ancaman yang ada. Kenali diri sendiri dan lingkungan sekitar kitanya. jika ada pernyataan bahwa ³Semua angsa berbulu putih´ melalui prinsip falsitiabilitas itu cukup ditemukan seekor angsa yang bukan berbulu putih (entah hitam.R. . sejauh belum ada ditemukan kesalahan-kesalahan yang ada di dalamnya. Cara kerja metode induksi yang secara sistimatis dimulai dari pengamatan (observasi) secara teliti gejala (Simpton) yang sedang diselidiki. Verifikasi dalam arti yang lunak. 2.1. dan lain-lain).R. Pengamatan yang berulang -ulang itu akan memperlihatkan adanya ciri-ciri umum yang dirumus-kan menjadi hipotesa. tak ada kebenaran terakhir. Selanjutnya hipotesa itu dikukuhkan dengan cara menemukan bukti-bukti empiris yang dapat mendukungnya. Teori-teori ilmiah selalu bersifat hipotetis (dugaan sementara). yaitu bahwa sebuah pernyataan dapat dibuktikan kesalahannya. Hipotesa yang berhasil dibenarkan (justifikasi) akan berubah menjadi hukum. PENUTUP Sebagai penutup. bahwa sebuah pernyataan itu dapat dibenarkan berdasarkan bukti-bukti verifikasi pengamatan empiris. Manfaatkan kekuatan yang dimiliki. Popper mengajukan prinsip verifikasi sebagai berikut: 1. dengan memahami dan menghayati metodologi dan sembilan keajaiban (magic) pembuatan proposal penelitian semoga kita memiliki tenaga ahli peneliti yang genius. Misalnya. Ayer menampik kekuatiran metafisika dalam dunia ilmiah.

8. Gunakan jaringan yang ada dan perbesar terus. Tingkatkan terus kemampuan. Bekerjalah dengan memperhatikan konsep bisnis. Lihatlah perubahan sebagai teman bukan sebagai musuh. Tingkatkan terus motivasi kerja dan kemampuan bawahan atau kelompok kerja anda.2. ketrampilan kecil seperti teknik penyusunan laporan. 4. Milikilah komitment yang kuat untuk menjadi pemenang dan jangan mudah putus asa. 10. Tingkatkan kemampuan mengambil keputusan dan kemampuan imple-mentasi perubahan yang besar. 3. 19. pembuatan proposal yang baik. Buatlah perencanaan kerja tetapi jangan terlalu kaku dengan rencana tersebut. Tingkatkan kemampuan mengatasi konflik dan jangan menjadi penyebab konflik. 21. Perbesar jaringan bisnis yang ada. 15. 7. menikmati pekerjaannya dengan baik dan menjadi ahli dibidangnya. 17. indera bisnis dan suara hati nurani. Dengan menekuni. Sumber: supermahasiswa. 14. 20. Tingkatkan kemampuan berbaha asing. Tanggap atas perubahan yang terjadi maupun yang akan terjadi.multiply. Jangan terlalu sering pindah kerja atau usaha. 6.com y Kategori: Tips . 11. Lakukan perbaikan secara terus menerus baik dari sendiri maupun proses kerja di perusahaan. Berani mengakui kesalahan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama atau yang sudah di ketahui. Belajarlah dari pengalaman orang lain atau perusahaan lain. Komunikasikan pendapat secara nasional dan jangan cari musuh. teknik presentasi dan teknik negosiasi. tetapi memperbesar peluang dengan cara sehat. maka seseorang akan mengenali. 9. 5. 13. Tingkatkan terus motivasi kerja dan tunjukkan kemampuan untuk berprestasi. 12. dan ikuti perkembangan konsep bisnis. Berani mengambil resiko tetapi berani pula mengelola resiko dengan baik. Jaringan ini bukan untuk membentuk kolusi atau nepotisme. Gunakan kreativitas untuk mempperoleh keunggulan bersaing. Tekunilah apa yang dikerjakan. Bekerjalah dengan keras dan cerdik. Tingkatkan kemampuan kepemim-pinan dan kemampuan impersonal. 18. 16.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.