You are on page 1of 3

Standar bank darah rumah sakit

a. Standar fasilitas dan alat:


Standar 1 : standar ruangan
1. Lokasi mudah dijangkau dari berbagai unit pelayanan di rumah sakit
2. Luas minimal 20 m2 dengan cahaya dan ventilasi yang cukup serta ber ac, termasuk
ruangan administrasi secara terpisah.
3. Fasilitas air mengalir dan listrik yang memadai, generator atau UPS yang mampu
mem back up refrigerator agar stabolitas suhu tetap terjaga.
4. Tersedia 2 bak cuci yang terdiri dari bak cuci tangan dan cuci alat.
5. Lantai ruangan ada tanpa sambungan (vinyl), sudut lantai melengkung.
b. Standar 2: standar peralatan kerja dan kantor
1. Meja laboratorium dilapisi dengan Tacon (penggiran melengkung)
2. Kursi laboratorium
3. Meja statis dengan beton untuk centrifuge
4. Meja tulis dan kursi
5. Komputer + printer
6. Lemari arsip
7. Telepon

Standar 10 : penyerahan darah ke dokter yang meminta melalui perawat yang diberi
wewenang.

1. Penyerahan darah dilakukan berdasarkan permintaan dokter dengan formulir


permintaan
2. Petugas BDRS meneliti formulir permintaan darah/pengeluaran darah dan label
kantong darah

Standar 11 : pengembalian darah ke UTD

Pengembalian darah ke UTD sesuai kesepakatan dan tertuang dalam IKS

Standar 12 : Pemusnahan Darah

1. Darah yang akan dimusnahkan sesuai standar pengelolaan limbah rumah sakit
adalah darah yang kadaluarsa atau rusak
2. Tersedia SPO pemusnahan darah

Standar 13 : Pencatatan

Pencatatan dlakukan pada setiap tahap kegiatan secara lengkap, yaitu

1. Permintaan darah rutin dan khusus ke UTD


2. Penerimaan darah rutin dan khusus dari UTD
3. Berita acara penerimaan darah dari UTD
4. Dokumentasi permintaan darah dari para klinisi lengkap dengan indikasi, jenis, dan
jumlah darah beserta indentitas pasien.
5. Pemeriksaan golongan daah pasien/darah donor, uji cocok serasi dalam lembar kerja
6. Dokumentasi darah titipan dan pemakaian darah
7. Darah yang harus dikembailakan ke UTD
8. Tentang kebutuhan darah yang tidak terpenuhi
9. Hasil monitoring dan evaluasi
10. Validasi reagen, kalibrasi alat, pencatatan suhu alat simpan darah
11. Reaksi transfusi

Standar 14 : Pelaporan

Yang dilaporkan : penerimaan, penyimpanan, penyampaian, pemakaian, logistik dan


persediaan darah, reaksi transfusi.

1. Laporan rutin adalah laporan kegiatan secara rutin yang dibuat secara teratur dan
tepat waktu disampaikan kepada direktur RS, UTD dan dinkes setempat
2. Laporan rutin terdiri dari : laporan harian, laporan bulanan, dan laporan tahunan.
3. Laporan insidentil adalah laporan yang dibuat pada keadaan khusus, misalnya terjadi
reaksi transfusi, disampaikan kepada komite RS dan UTD setempat dengan
tembusan ke Dinkes setempat
4. Analisa efisiensi dan ketepatan pemakaian darah/komponen (catt: SPO penggunaan
setelah crissmatch, rata-rata perpasien)

D. Standar Pembiayaan

Standar 15 : Biaya pelayanan darah

Biaya pelayanan darah di RS terdiri dari komponen biaya BPPD, bahan habis pakai dan jasa
pelayanan.

E. Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Standar 16 : Pencegahan ancaman bahaya

Ancaman bahaya yang mengakibatkan resiko gangguan kesehatan dan keselamatan bagi
petugas BDRS perlu diidentifikasi dan dilakukan pencegahan yaitu:

1. Ruangan
a. Kebersihan ruang selalu terjaga
b. Permukaan meja kerja selalu dibersihkan setelah selesai bekerja dan ketika terjadi
tumpahan bahan
c. Lantai bersih, kering, tidak licin dan saluran pembuangan
d. Suhu ruangan antara 22˚-27˚ c dengan kelembaban nisbi 50-70 %
e. Udara dalam ruangan dibuat mengalir searah (dari ruang bersih ke ruang kotor)
f. Dinding dicat dengan bahan epoksi, permukaan rata, mudah dibersihkan, tidak tembus
cairan dan tahan terhadap disinfektan
g. Pintu ruangan harus selalu tertutup jika petugas sedang bekerja, mereka yang tidak
berkepentingan dilarang masuk
2. Peralatan
a. Sarung tangan dilepas bila menerima telepon
b. Penyimpanan jas laboratorium tidak dalam satu lemari dengan pakaian lain yang
diapakai diluar ruangan BDRS
c. Diwajibkan memakai sarung tangan plastik keret tipis selama bekerja
d. Penyimapanan peralatan sesuai dengan standar prosedur operasional
3. Sistem/ Prosedur
a. Penggunaan bahan-bahan sesuai dengan ukuran
b. Semua SPO yang tersedia harus dilaksanakan dan diperhatikan untuk mencegah atau
meminimalisasi bahaya atau kecelakaan akibat kerja
c. Limbah infeksius dimasukkan kedalam kantung plastik sesuai dengan kode dan warna
untuk dikelola
d. Seluruh petugas laboratorium harus selalu mencuci tangan setelah menangani bahan
infeksius, dan sebelum meninggalkan ruangan laboratorium
e. Jas laboratorium hanya boleh dipakai di ruang laboratorium
4. Petugas
a. Makan, minum, merokok, menyimpan makanan serta menggunakan kosmetik didalam
ruang BDRS tidak diperkenankan
b. Pakailah kaca mata pelindung, kaca pelindung wajah(visors) atau alat pelindung diri
lainnya jika menangani obyek yang mudah menyemprot atau memantul ke tubuh kita
c. Seluruh petugas yang menangani bahan ineksius harus memakai sarung tangan untuk
menghindari penularan melalui kontak langsung dengan spesimen darah

Standar 17 : penerapan kesehatan dan keselamatan kerja jika terjadi bahaya di laboratorium BDRS

Jika terjadi kecelakaan atau kedaruratan, harus dilakukan tindakan segera( emergency respon) dan
melakukan P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan) agar tidak terjadi akibat yang fatal bagi
petugas, tempat dan lingkungan kerja.

Standar 18 : pengelolaan limbah laboratorium kesehatan

Laboratorium kesehatan termasuk laboratorium BDRS dapat menjadi salah satu sumber penghasil
limbah cair, padat dan gas yang berbahaya bila tidak ditangani secara benar. Penanganan dan
penampungan limbah terdiri dari:

1. Menyediakan sarana penampungan untuk limbah yang memadai, diletakkan pada tempat
yang tepat, aman dan hygienis
2. Pemisahan limbah untuk memudahkan mengenal berbagai jenis limbah yang akan dibunag
dengan cara menggunakan kantong berkode (kode warna)
3. Pengelolaan limbah infeksi dengan cara desinfeksi, dekontaminasi, sterilisasi atau insinerasi.