You are on page 1of 6

TUGAS KIMIA

MATERI DAN PERUBAHANNYA

Oleh :
HARIYANTO
10725012

PROGRAM PASCASARJANA UNESA


PENDIDIKAN SAINS
UNESA 2010
Pengantar Ilmu Kimia

Kimia sering disebut sebagai "ilmu pusat" karena menghubungkan berbagai ilmu lain,
seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan
geologi. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep
dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip
fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.

Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara
materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika.
Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah
satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh
pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen
elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat
difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam
media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi
elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi
fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di
luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.

Semua materi normal terdiri dari atom atau komponen-komponen subatom yang
membentuk atom; proton, elektron, dan neutron. Atom dapat dikombinasikan untuk
menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti ion, molekul, atau kristal. Struktur
dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan
oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena atom-
atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau mengalami
oksidasi cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi
kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.

Zat cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya.


Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi paling rendah
adalah padat, cair, gas, dan plasma. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat
ditemui di luar angkasa yang berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat besar.
Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang dapat melawan gravitasi atau gaya
lemah lain yang mencoba merubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa
struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan bertindak
sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas;
pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara
untuk membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat
padat memeliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa
bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap.
Air yang dipanaskan akan berubah fase menjadi uap air.

Air (H2O) berbentuk cairan dalam suhu kamar karena molekul-molekulnya terikat
oleh gaya antarmolekul yang disebut ikatan Hidrogen. Di sisi lain, hidrogen sulfida (H2S)
berbentuk gas pada suhu kamar dan tekanan standar, karena molekul-molekulnya terikat
dengan interaksi dwikutub (dipole) yang lebih lemah. Ikatan hidrogen pada air memiliki
cukup energi untuk mempertahankan molekul air untuk tidak terpisah satu sama lain, tapi
tidak untuk mengalir, yang menjadikannya berwujud cairan dalam suhu antara 0 °C sampai
100 °C pada permukaan laut. Menurunkan suhu atau energi lebih lanjut mengizinkan
organisasi bentuk yang lebih erat, menghasilkan suatu zat padat, dan melepaskan energi.
Peningkatan energi akan mencairkan es walaupun suhu tidak akan berubah sampai semua es
cair. Peningkatan suhu air pada gilirannya akan menyebabkannya mendidih (lihat panas
penguapan) sewaktu terdapat cukup energi untuk mengatasi gaya tarik antarmolekul dan
selanjutnya memungkinkan molekul untuk bergerak menjauhi satu sama lain.

Ilmuwan yang mempelajari kimia sering disebut kimiawan. Sebagian besar kimiawan
melakukan spesialisasi dalam satu atau lebih subdisiplin. Kimia yang diajarkan pada sekolah
menengah sering disebut "kimia umum" dan ditujukan sebagai pengantar terhadap banyak
konsep-konsep dasar dan untuk memberikan pelajar alat untuk melanjutkan ke subjek
lanjutannya. Banyak konsep yang dipresentasikan pada tingkat ini sering dianggap tak
lengkap dan tidak akurat secara teknis. Walaupun demikian, hal tersebut merupakan alat yang
luar biasa. Kimiawan secara reguler menggunakan alat dan penjelasan yang sederhana dan
elegan ini dalam karya mereka, karena terbukti mampu secara akurat membuat model
reaktivitas kimia yang sangat bervariasi.

Ilmu kimia secara sejarah merupakan pengembangan baru, tapi ilmu ini berakar pada
alkimia yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di seluruh dunia.
Sejarah ilmu kimia
Robert Boyle, perintis kimia modern dengan menggunakan eksperimen terkontrol,
sebagai kontras dari metode alkimia terdahulu.

Akar ilmu kimia dapat dilacak hingga fenomena pembakaran. Api merupakan
kekuatan mistik yang mengubah suatu zat menjadi zat lain dan karenanya merupakan
perhatian utama umat manusia. Adalah api yang menuntun manusia pada penemuan besi dan
gelas. Setelah emas ditemukan dan menjadi logam berharga, banyak orang yang tertarik
menemukan metode yang dapat merubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan suatu
protosains yang disebut Alkimia. Alkimia dipraktikkan oleh banyak kebudayaan sepanjang
sejarah dan sering mengandung campuran filsafat, mistisisme, dan protosains.

Alkimiawan menemukan banyak proses kimia yang menuntun pada pengembangan


kimia modern. Seiring berjalannya sejarah, alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama
Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat
dan mistisisme dan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah.
Alkimiawan pertama yang dianggap menerapkan metode ilmiah terhadap alkimia dan
membedakan kimia dan alkimia adalah Robert Boyle (1627–1691). Walaupun demikian,
kimia seperti yang kita ketahui sekarang diciptakan oleh Antoine Lavoisier dengan hukum
kekekalan massanya pada tahun 1783. Penemuan unsur kimia memiliki sejarah yang panjang
yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya tabel periodik unsur kimia oleh Dmitri
Mendeleyev pada tahun 1869.

Penghargaan Nobel dalam Kimia yang diciptakan pada tahun 1901 memberikan
gambaran bagus mengenai penemuan kimia selama 100 tahun terakhir. Pada bagian awal
abad ke-20, sifat subatomik atom diungkapkan dan ilmu mekanika kuantum mulai
menjelaskan sifat fisik ikatan kimia. Pada pertengahan abad ke-20, kimia telah berkembang
sampai dapat memahami dan memprediksi aspek-aspek biologi yang melebar ke bidang
biokimia.

Industri kimia mewakili suatu aktivitas ekonomi yang penting. Pada tahun 2004,
produsen bahan kimia 50 teratas global memiliki penjualan mencapai 587 bilyun dolar AS
dengan margin keuntungan 8,1% dan pengeluaran riset dan pengembangan 2,1% dari total
penjualan
Perubahan Materi
Sebagaimana disebut diatas, diliht dari perubahan wujudnya, dibedakan menjadi lima,
yaitu, mengembun, menguap, menyublim, membeku, dan mencair. Sedangkan menurut unsur
penyusunnya, perubahan materi dibedakan menjadi dua, yaitu perubahan fisika dan
perubahan kimia.
1. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menyebabkan usnsur-unsur
penyusunnya berubah, dengan kata lain, perubahan fisika adalah perubahan wujud
yang menjaga struktur penyusun materi tersebut tidak berubah, sedangkan
2. Perubahan kimia adalah perubahan yang menyebabkan unsur-unsur penyusunnya juga
ikut berubah dan bersifat irreversibel atau tidak dapat dikembalikan kepada keadaan
semula

Contoh perubahan fisika


Siklus air
1. Air yang berada di permukaan bumi menguap terkena panas matahari (penguapan
pada air merupakan perubahan fisika karna tidak merubah struktur penyusun air)
2. Ketika berada pada ketinggian tertentu, maka air akan mengembun dan terbentuk
awan (pengembunan pada uap air merupakan peristiwa perubahan fisika, karna
pengembunan tidak merubah struktur penyusun air)
3. Pengembunan yang mencapai titik jenuh akan diturunkan dalam bentuk air hujan
4. Pada peristiwa yang lain, dimana uap air yang dibawa awan terus dibawa pada
ketinggian tertentu sehingga menjadikan uap tersebut terkondensasi dan membentuk
butiran-butiran es yang menyebabkan hujan salju (uap yang membeku menjadi
es/salju merupakan peristiwa fisika karna perubahan tersebut tidak membuat struktur
uap air berubah)

Contoh perubahan kimia


Pengocokan telur
Telur merupakan bahan makanan yang paling kaya akan protein, dan protein
merupakan molekul raksasa yang tersusun atas polimer-polimer penyusun asam amino, ikatan
asam amino dalam protein dapat di rubah (diputuskan, di relokasi, dll) yang dikenal dengan
istilah denaturasi. Pengocokan pada telur menyebabkan susunan ikatan protein dalam telur
tersebut berubah dengan kata lain struktur pada telur tersebut mengalami denaturasi karna
yang mengalami perubahan adalah struktur penyusunnya, dan hal demikian tidak dapat di
kembalikan ke bentuk semula, maka pada peristiwa pengocokan telur, merupakan peristiwa
kimia

Contoh perubahan fisika dan kimia


pembuatan tape :
1. Singkong yang didapat di cuci kemudian di potong ala kadarnya sesuai kebutuhan
(merupakan contoh perubahan fisika, karna pemotongan singkong tidak merubah
struktur materi penyusun singkong)
2. Setelah selesai dipotong, singkong baru direbus sampai tunak (perubahan kimia, karna
pemasakan singkong akan merubah struktur penyusun singkong itu sendiri dan tidak
dapat dikembalikan kepada keadaan semula)
3. Setelah masak, singkong di dinginkan dan kemudian diberi ragi tape secukupnya,
kemudian di simpan di tempat tertutup selama 1-2 hari (merupakan perubahan kimia,
karna struktur singkong masak tersebut akan berubah menjadi lembek dan menjadi
tape yang tidak akan dapat berubah kedalam kondisi semula dan struktur materi
penyusunnya pun telah berubah, tidak sama dengan struktur materi singkong rebus)