You are on page 1of 3

Ikatan Kimia

Ikatan kimia adalah ikatan yang terjadi karena kebutuhan suatu atom akan elektron, untuk
memenuhi kulit terluarnya agar stabil (sesuai kaidah oktet atau duplet). Adanya ikatan-ikatan
kimia menjadikan sebuah unsur akan berguna bagi manusia dan menambah varietas dari
manfaat yang ditimbulkan. Ikatan kimia di bagai menjadi ikatan kovalen, ikatan ion dan
ikatan logam
1. Ikatan kovalen
merupakan ikatan yang terjadi karena pemakaian elektron bersama, sebagai contoh
oksigen (O2) merupakan unsur dengan fase gas yang berperan dalam pernapasan semua
makhluk hidup. Namun fungsi oksigen tidak berhenti disini, ketika berikatan dengan 2
hidrogen yang berfase gas terbetuklah air (H2O) yang mempunya fase cair, jauh dari fase
penyusunnya, sifat kimianya juga berbeda dan bermanfaat untuk proses respirasi dan sebagai
sumber hidup bagi makhluk hidup, juga mempunyai sifat polar, gambar berikut menunjukkan
visualisasi dari ikatan hidrogen dan oksigen membentuk air

2. Ikatan Ionik
Ikatan antar natrium dan klorida merupakan ikatan ionik, ikatan yang terjadi karena
adanya serah terima elektron, ikatan jenis ini mudah sekali diputuskan, tidak sekuat ikatan
kovalen.
Semua unsur dalam alam dalam keadaan tidak stabil (kecuali unsur-unsur gas mulia).
Ketidakstabilan unsur-unsur tersebut dikarenakan susunan elektron pada kulit terluar tidak
memenuhi aturan oktet atau duplet (unsur-unsur stabil memiliki konfigurasi elektron yang
memenuhi kaidah duplet atau oktet, yaitu dua atau delapan).

Sehingga semua unsur-unsur yang tidak stabil saling berikatan antar sesama unsur
baik sejenis maupun berlainan jenis. Sifat kimia unsur yang terbentuk berbeda dengan sifat
kimia unsur yang membentuknya. Kita ambil contoh NaCl yang mempunyai sifat asin,
bentuk padatan dan mudah larut dalam air, sedangkan materi penyusunnya adalah Natrium
yang berfase padat karna dalam lingkup logam, mudah meledak jika terkena air dan Clorida
yang mempunyai fase gas dan beracun.

Kita ketahui bersama bahwa garam yang terbentuk dari reaksi Natrium dan Clorin
tidak membawa sifat dari penyusunnya, garam tidak beracun seperti Clorin, tidak pula
meledak jika kena air seperti Natrium.
Secara struktur, terlihat keteraturan unsur-unsur dialam dalam penyusunannya, hal ini
dapat di lihat dari banyaknya elektron yang dipunyai setiap unsur tidak akan pernah sama
dengan yang dimiliki oleh unsur lain, para ilmuwan dapat mengelompokkan ke-unik-kan
susunan ini dalam unsur periodik seperti berikut

Sedangkan susunan konfigurasi elektronnya bisa di tulis sebagai berikut