You are on page 1of 10

2.5.

3 RENCANA KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan 1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan kontakilitas miokardial (penurunan).
Rencana tindakan :
Dignosa keperawatan NOC NIC Rasional
Penurunan curah janutng Tujuan: 1. Evaluasi adanya nyeri 1. untuk mengetahui adanya nyeri di bagian
berhubungan dengan perubahan  Cardiac pump dada (intensitas, lokasi, dada klien
miokard effectivenes durasi) 2. untuk mengetahui adanya tanda dan gejala
 Irculation status 2. Catat adanya tanda dan penurunan cardioc output
 Vitas sign status gejala penurunan cardiac 3. untuk mengetahui adnya tanda-tanda
Kriteria hasil: output hipertensi
1. Tanda vutal dalam 3. Monitor status 4. untuk mengantisipasi adanya keadaan di
rentang normal cardiovaskuler mana klien mengalami gagl jantung
(tekanan darah, nadi, 4. Monitor Pernafasan yang 5. untuk mengetahu adbodem tidak terjadi
respirasi) menandakan gagal penurunan perfusi
2. Dapat mentoleransi jantung 6. untuk mengetahui keseimbangan input dan
aktivitas, tidak ada 5. Monitor abdomen sebagai outup cairan
kelelahan indikator penurunan 7. pada awal tekanan darah meningkat karena
3. Tidak ada edema perfusi peningkatan SVR, lama kelamaan
paru, perifer, dan 6. Monitor balance cairan badan/body jantung tidak bisa bertambah
tidak ada sietas 7. Monitor adanya tekanan panjang agar bisa untuk kompensasi dan
4. Tidak ada penurunan darah bisa terjadi hipotensi berat.
kesadaran 8. Monitor respon pasien 8. Untuk mengetahui efek obat anti aritmia
terhadap efek pengoban pada klien
anti aritmia 9. Agar psien tetap istirahat dan tidak
9. Atur periode latihan dan mengalami kelelahan
istirahat untuk 10. Untuk mengetahui apakah pasien sudah
menghindari kelelahan dapat melakukan gerakan
10. Monitor toleransi aktivitas 11. Untuk mengetahui adanya dispneu,
pasien tachipneu, dan orthopneu
11. Monitor adanya dispneu, 12. Agar asien tidak mengalmi stres
patigue, tachipneu, dan
ortopneu
12. Anjrtkan untuk
menurunkan stres

Diagnosa Keperawatan 2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran kapiler-alveolus (perpindahan cairan ke dalam
area intertitial/alveoli) Tujuan: Pertukaran gas efektif
Diagnosa Keperawatan NOC NIC Rasional
Gangguan pertukaran gas Tujuan 1. Buka jalan nafas, 1. Untuk mengurangi perasaan sesak atau
berhubungan dengan perubahan  Respiratory status: gunakan tekhnik chin lift sesak nafas
membran kapiler-alveolus gas exchange atau jaw thrus bila perlu 2. Agar jalan nafas klien maksimal
(perpindahan cairan ke dalam  Respiratori status: 2. Posisikan pasien untuk 3. Untuk mengantisipasi adanya apneu
area intertitial/alveoli) ventilation memaksimalkan ventilasi 4. Untuk meningkatkan kesimetrisan bentuk
 Vital sign status 3. Identifikasi pasien dada
Kriteria hasil: perlunya pemansangan 5. Agar tidak terjadi penumpukan sekret
 Mendemonstrasikan alat jalan nafas buatan yang dapat mengakibatkan sesak nafas
peningkatan ventilasi 4. Pasang mayo bila perlu 6. Untuk mengetahui apakah ada bunyi nafas
dan oksigenasi yang 5. Lakukan fisioterapi dada tambahan
adekuat jika perlu 7. Meningkatkan pemasukan O2 dengan
 Memelihara 6. Keluarkan sekret dengan jalan dilatasi saluran nafas.
kebersihan paru-paru batuk atau suction 8. Agar intake cairan klien seimbang
dan bebas dari tanda- 7. Auskultasi suara nafas, 9. Untuk mengetahui adanya Biot, kusmaul,
tanda distres catat adanya suara chynestokes
pernafasan tambahan 10. Untuk meningkatkan kualitas respirasi
 Mendemonstrasikan 8. Lakukan suction pada 11. klien ada terjamin kelembapan
batuk efektif dan mayo
suara nafas yang 9. Berikan bronkodilator
bersih, tidak ada bila perlu
sianosis dan dispneu 10. Berikan pelembab udara
(mampu 11. Atur intake cairan untuk
mengeluarkan mempertimbangkan
sputum, mampu keseimbangan
bernafas dengan 12. Monitor respirasi dan
mudah, tidak ada status O2
pursedlips) 13. Berikan pelembab udara
 Tanda-tanda vital kasa basah NaCl lembab
dalam rentang
normal

Diagnosa Keperawatan 3. Ketidakefektifan pola pernafasan berhubungan dengan menurunnya ekspansi paru sekunder terhadap penumpukan
cairan dalam rongga pleura
Diagnosa Keperawatan NOC NIC Rasional
Ketidakefektifan pola pernafasan NOC 1. Buka jalan nafas, 1. Untuk mengurangi perasaan sesak atau
berhubungan dengan  Respiratory status: gunakan tekhnik chin lift sesak nafas
menurunnya ekspansi paru ventilation atau jaw thrus bila perlu 2. Agar jalan nafas klien maksimal
sekunder terhadap penumpukan  Respiratory status: 2. Posisikan pasien untuk 3. Untuk mengantisipasi adanya apneu
cairan dalam rongga pleura airway potency memaksimalkan ventilasi 4. Untuk meningkatkan kesimetrisan bentuk
 Vital sign status 3. Identifikasi pasien dada
Kriteria Hasil perlunya pemansangan 5. Agar tidak terjadi penumpukan sekret
 Mendemonstrasikan alat jalan nafas buatan yang dapat mengakibatkan sesak nafas
batuk efektif dan 4. pasang mayo bila perlu 6. Untuk mengetahui apakah ada bunyi nafas
suara nafas yang 5. Lakukan fisioterapi dada tambahan
bersih, tidak ada jika perlu 7. Meningkatkan pemasukan O2 dengan
sianosis dan dyspneu 6. Keluarkan sekret dengan jalan dilatasi saluran nafas.
(mampu batuk atau suction 8. Agar intake cairan klien seimbang
mengeluarkan 7. Auskultasi suara nafas, 9. Untuk mengetahui adanya Biot, kusmaul,
sputum, mampu catat adanya suara chynestokes
bernafas dengan tambahan 10. Untuk meningkatkan kualitas respirasi
mudah, tidak ada 8. Lakukan suction pada klien ada terjamin kelembapan
pursed lips) mayo
 Menunjukan jalan 9. Berikan bronkodilator
nafas yang paten bila perlu
(klien tidak merasa 10. Berikan pelembab udara
tercekik, irama nafas, 11. Atur intake cairan untuk
frekuensi pernafasan mempertimbangkan
dalam rentang keseimbangan
normal, tidak ada 12. Monitor respirasi dan
suara nafas abnormal status O2
 Tanda tanda vital 13. Berikan pelembab udara
dalam rentang kasa basah NaCl lembab
normal (tekanan
darah, nadi,
pernafasan)
Diagnose keperawatan 4: Cemas atau ketakutan sehubungan dengan adanya ancaman kematian yang dibayangkan (ketidakmampuan untuk
bernafas).
Diagnosa Keperawatan NOC NIC Rasional
Cemas atau ketakutan Tujuan: 1. Gunakan pendekatan yang 1. Untuk mengurangi perasaan cemas
sehubungan dengan adanya  Ansiety self-control menenangkan 2. Agar pasien mengetahui dan engerti
ancaman kematian yang  Asiety level 2. Nyatakan dengan jelas apa yang di lakukan
dibayangkan (ketidakmampuan  Coping harapan terhadap pelaku 3. Jelaskan semua prosedur dan apa yang
untuk bernafas Kriteria hasil: pasien di rasakan
 Klien mampu 3. Jelaskan semua prosedur 4. Untuk memudahkan perawat dalam
mengidentifikasi dan dan apa yang dirasakan melakukan implementasi terhadap
mengungkapkan selama prosedur situasi stres klien
gejala cemas 4. Pahami presfektif pasien 5. Agar pasien dapat merasa aman dan
 Mengidentifikasi, terhadap situasi stres tidak meras takut
mengungkapkan dan 5. Temani pasien untuk 6. Agar klien merasa di perhatikan
menunjukan tehnik memberikan keamanan 7. Untuk mengetahui tingkat kecemasan
untuk mengontrol dan mengurangi takut klien
cemas 6. Dengarkan dengan penuh 8. Agar pasien dapat mengantisipasi
 Vital sign dalam perhatian situasi cemas yang di rasakan
batas normal 7. Identifiasi tingkat 9. Agar pasien merasa lega karena sudah
 Postur tubuh, kecemasan mengungkapkan yang ia rasakan
ekspresi wajah, 8. Bantu pasien mengenal 10. Untuk meningkatkan rasa nyaman
bahasa tubuh dan situasi yang menimbulkan 11. Untuk mengantisipasi kecemasan
tingkat aktivitas kecmasan selanjutnya
menunjukan 9. Dorong pasien untuk
berkurangnya mgungkapkan perasaan
kecemasan takut, presepsi
10. Instruksikan pasen
menggunkan teknik
relaksasi
11. Berikan obat un tuk
mengurangi kecemasan

Diagnose keperawatan 5: intoleran aktivitas sehari-hari sehubungan dengan keletihan (keadaan fisik yang lemah)
Diagnosa Keperawatan NOC NIC Rasional
intoleran aktivitas sehari-hari Tujuan: 1. Kolaborasi dengan tenaga 1. Untuk memudahkan pemberian terapi dan
sehubungan dengan keletihan  Energy conservation rehabilitasi medik dalam implemetasi
(keadaan fisik yang lemah)  Aktivity toleran rencana kan dengan 2. Agar klien pun tahu aktivitas apa yang
 Self-care: ADLS program terapi yang tepat dapat ia lakukan dalam keadaan saat ini
Kriteria hasil: 2. Bantu klien untuk 3. Agar klien tidak melakukan gerakan yang
 Berpartisipasi dalam mengidentifikasi aktivitas berlebihan yang dapat memperparah
aktivitas fisik tanpa yang mampu di lakukan masalah
di serta eningkatan 3. Bantu untuk meilih 4. Agar klien dapat mengetahui aktivitas apa
tekanan darah, nadi, aktivitas konsisten yang yang di lakukan
dan respirasi sesuai dengan 5. Agar klien tidak kesusahan dalam
 Mampu melakukan kemampuan fisik, melakukan aktivitas yang ingin di lakukan
aktivitas sehari-hari fisikologi dan sosial setelahnya
secara mandiri 4. Bantu untuk 6. Untuk memudahkan klien melakukan
 Tanda-tanda vital mengidentifikasi dan aktivitas yang ingin ia lakukan
normal mendapatkan sumber 7. Untuk mengetahui respon fisik, emosi,
 Energy psikomotor yang di perlukan untuk sosial, dan spiritual klien setalah
 Level kelemahan aktvitas yang di inginkan melakukakn aktivitas
 Mampu berpindah: 5. Bantu untuk mendpatakan
dengan atau tampa alat bantuan aktivitas
bantuan seperti kursi roda, krek
 Status cardio 6. Bantu untuk
pulmonary adekuat mengindtifikasi aktifitas
 Sirkulasi status baik yang di sukai
 Status respirasi: 7. Monitor rspon fisik,
pertukaran dan emosi, sosial, dan spiritual
ventilasi adekuat

Diagnose keperawatan 6: defisiensi pengetahuan mengenai kondisi, aturan pengobatan sehubungan dengan kurang terpajan informasi
Diagnosa Keperawatan NOC NIC Rasional
defisiensi pengetahuan mengenai Tujuan: 1. Berikan penilaian tentang 1. Agar dapat memotovasi klien untuk
kondisi, aturan pengobatan  Knowladge: disease tingkat pengetahuan meningkatkan pengetahuan tentang
sehubungan dengan kurang process pasien tentang proses penyakitnya
terpajan informasi  Knowledge: healt penyakit yang spesifik 2. Agar klien dapat benar-benar mengetahui
behavior 2. Jelaskan patofisiologi dari tentang perjalanan penyakit yang ia derita
Kriteria hasil: penyakit dan bagaimana 3. Agar klien sudah mengenal apa yang akan
 Pasien dan keluarga hal ini berhubungan terjadi setelahnya
menyatakan dengan anatomi dan 4. Agar klien tidak terlalu merasa cemas
pemahaman tentang fisiologi, dengan cara terhadap apa yang terjadi padanya
penyait, kondisi, yang tepat 5. Untuk memudahkan dalam melakukan
prognosis, dan 3. Gambarkan tanda dan implementasi
program pengobatan gejala yang bisa muncul 6. Untuk memudahkan bagi perawat dalam
 Pasien dan keluarga pada penyakit, dengan melakukan implementasi selanjutnya
mampunmelaksanaka cara yang tepat 7. Agar klien tidak merasa tertekan atau
n prosedur yang di 4. Gambarkan proses merasa cemas saat tanda dan gejala mulai
jelaskan secara benar penyakit, dengan cara kambuh dan saat di lakukan perawatan
 Pasien dan keluarga yang tepat
mampu menjelaskan 5. Identifikasi kemungkinan
kembali apa yang penyebab, dengan cara
dijelaskan perawat, yang tepat
dan tim kesehatan 6. Diskusikan pilihan terapi
lainnya atau penanganan
7. Instruksikan pasien
mengenai tanda dan
gejala untuk melaporkan
pada pemberi perawatan
kesehatan, dengan cara
yang tepat