You are on page 1of 24

APR

16

PARADIGMA SEHAT DAN SAKIT
NAMA : Ichram Riyadi
NIM :04122505003
NO. Absen : 22
Tugas Paradigma
1. Apa arti Paradigma Sehat menurut arti Paradigma ?
Paradigma sehat merupakan cara pandang, pola pikir, atau model pembangunan kesehatan yang
bersifat holistik. Cara pandang ini menekankan pada melihat masalah kesehatan yang dipengaruhi
oleh banyak faktor yang bersifat lintas sektor. Upayanya lebih diarahkan pada peningkatan,
pemeliharaan dan perlindungan kesehatan, bukan hanya panyembuhan orang sakit atau pemulihan
kesehatan. Dengan diterapkannya paradigma ini, diharapkan mampu mendorong masyarakat
untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui kesadaran yang lebih
tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.
2. Apa arti paradima Sehat menurut difinisi sehat WHO dan Depkes ?
Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik
secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Pengertian
sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu
kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial.
Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 Tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan
yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan
bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Dan menurut UU No. 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatan menyatakan bahwa : Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial
yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
3. Apa arti Paradigma Sehat menurut pendapat anda para calon spesialis untuk anda dan pasien anda?
Ilmu penyakit dalam (IPD) keberadaannya sebagai disiplin ilmu yang unik mempelajari
ilmu kedokteran dengan sudut pandang klinis (clinical thinking) dan holistik yang
bersifat humanistis sebagai obyek forma, sedangkan obyek materinya adalah manusia dewasa
secara utuh dengan keterkaitan seluruh sistem organ tubuh yang mengalami gangguan. Atas
dasar pandangan ini dapatlah dikatakan bahwa keunikan atas dasar klinis dan humanistis
merupakan karakteristik IPD. Ilmu penyakit dalam mempunyai sasaran
sebagai obyek materi yaitu "si pasien dewasa" dan bertujuan
untuk penyembuhan yang optimal penyakit secara utuh. Hal ini menjadi salah satu dasar
profesionalisme bagi para penyandang ahli penyakit dalam sebagai misi IPD, terhadap pasien
dewasa seutuhnya.
4. Apa arti Paradigma Sakit menurut arti Paradigma ?

Paradigma sakit adalah cara pandang dalam upaya kesehatan yang mengutamakan upaya kuratif
dan rehabilitatif. Penanganan kesehatan penduduk menekankan pada penyelenggaraan pelayanan
di rumah sakit, penanganan penduduk yang sakit secara individu dan spesialistis. Hal ini
menjadikan kesehatan sebagai suatu yang konsumtif. Sehingga menempatkan sektor kesehatan
dalam arus pinggir (sidestream) pembangunan.
5. Apa arti paradima Sakit menurut Natural History of Diseases ?
Tahap sakit/penysakit menurut Riwayat Alamiah Penyakit (Natural History of Diseases)
 Tahap Pre-Patogenesis ( Stage of Susceptibility)
• sudah terjadi interaksi antara host dengan bibit penyakit serta lingkungan
• interaksi ini masih berada diluar tubuh.
• penyakit belum ditemukan
• daya tahan tubuh host masih kuat.
• kondisi seseorang masih terlihat sehat.
 Tahap inkubasi (Stage of Pre symptomatic Disease)
• bibit penyakit sudah masuk ke dalam tubuh host
• gejala penyakit belum tampak dlm keadaan latent atau sub klinik (bisa dikenali dg uji
serologi).
• masa inkubasi yang berbeda-beda, ada yang beberapa jam, hari, minggu, bulan bahkan
sampai bertahun-tahun.
• tahap inkubasi dimulai dari masuknya bibit penyakit sampai sesaat sebelum timbulnya
gejala.
• Jika daya tahan tubuh tidak kuat maka penyakit akan berjalan terus yang mengakibatkan
terjadinya gangguan pada bentuk dan fungsi tubuh, sehingga pada suatu saat penyakit
makin bertambah hebat dan timbul gejalanya.
• Horison Klinik : adalah garis yang membatasi antara tampak atau tidaknya gejala
penyakit.
 Tahap Penyakit Dini ( Stage of Clinical Disease)
• dihitung mulai dari munculnya gejala penyakit.
• penjamu sudah merasakan sakit tetapi sifatnya masih ringan.
• umumnya penderita masih dapat melakukan aktifitas sehari-hari shg sering tdk datang
berobat.
• Perawatan penderita pada tahap ini biasanya cukup dengan berobat jalan.
• Jika tidak diobati dapat mendatangkan masalah lanjutan yang makin besar antara lain:
– penyakitnya akan semakin parah dan memerlukan perawatan yang relatif mahal.
– dapat menularkan kepada orang lain dan dapat menimbulkan KLB atau wabah
di masyarakat.
 Tahap Penyakit Lanjut:
• Apabila penyakit makin bertambah hebat, penyakit masuk dalam tahap penyakit lanjut.
• penderita sudah tidak dapat melakukan pekerjaan
• jika datang berobat umumnya telah memerlukan
perawatan (bad rest).

e. mental dan sosial. fungsional. Kronis – Pada tahap ini perjalanan penyakit tampak berhenti karena gejala penyakit tidak berubah. patologi penyakit. d. b. Sembuh Sempurna : bentuk dan fungsi tubuh kembali semula seperti keadaan sebelum menderita penyakit. dan pembuatan kriteriadiagnosis. Meninggal Dunia – Terhentinya perjalanan penyakit bukan karena sembuh tetapi karena pejamu meninggal dunia. test. Konsep biopsikososial adalah suatu konsep yang melibatkan interaksi antara faktor biologis. cara penularannya. – sebenarnya dalam diri pejamu masih ditemukan bibit penyakit yang pada suatu saat penyakit dapat timbul kembali bila gaya tahan tubuh menurun. – kondisi cacat bisa berupa cacat fisik. 7. – pada dasarnya pejamu tetap berada dalam keadaan sakit. psikologis. – tidak hanya membahayakan dirinya sendiri tetapi juga masyarakat. Apa arti Paradigma Sakit menurut Klasifikasi penyakit? Klasifikasi penyakit merupakan satu upaya untuk meningkatkan akurasi diagnosis mempergunakan hasil-hasil dari pemeriksaan gejala. Tahap Akhir Penyakit • Perjalanan penyakit pada suatu saat akan berhenti. Klasifikasi penyakit dapat dilakukan berdasarkan agen penyebabnya. dan sosial dalam upaya memahami proses penyakit dan sakitnya seseorang yang memandang pikiran dan tubuh sebagai satu kesatuan. artinya tidak bertambah berat dan ataupun tidak bertambah ringan. • Bisa menjadi beberapa keadaan yaitu: a. Apa arti paradigma Sakit menurut model Engel Pada tahun 1977 George Engel memperkenalkan suatu konsep baru dalam penanganan gangguan medis yaitu konsep biopsikososial. cara masuk ataukeluarnya penyakit dan faktor keterpaparan atau kepekaannya. karena bisa menjadi sumber penularan penyakit. A. c. cara pengobatannya. Sembuh dengan cacat : – kesembuhannya tidak sempurna karena ditemukan adanya kondisi cacat pada pejamu. tanda. – bukan keadaan yang diharapkan. Pendekatan tersebut membawa pengertian bahwa kondisi sakit bukan saja dari segi medis fisik tetapi juga dari kondisi psikologis yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. 6. organ yang terserang. Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular . Karier – perjalanan penyakit seolah-olah terhenti karena gejala penyakit memang sudah tidak tampak lagi.

Penyakit infeksi/menular (communicable diseases) :  Penyakit menular melalui air  Penyakit menular melalui udara  Penyakit menular melalui kelamin  Penyakit menular melalui binatang 2. . 1. Penyakit non-infeksi/tidak menular :  Penyakit kongenital dan herediter  Penyakit alergi dan radang  Penyakit degeneratif atau kronis  Penyakit metabolik  Kanker / penyakit neoplastik Diposting 16th April 2013 oleh Ichram Riyadi 0 Tambahkan komentar Ichram's Blog  Klasik  Kartu Lipat  Majalah  Mozaik  Bilah Sisi  Cuplikan  Kronologis 1.

Angelina. JUL 10 WKDS batch 3 DAFTAR CALON PESERTA WKDS ANGKATAN KETIGA TAHUN 2017 No Nama Peserta Status A 1 dr.A mandiri F 19 dr. Nur Aliza. Andra Kurnianto. Maria Atik Wijayanti. SpA Tubel F 8 dr. Romadhan Harta Raya. Sp. Sp. Sp.A mandiri F 20 dr. Juliana. Muhamad Irawan.A mandiri F 7 dr. Anne Dian Rachmawati.A mandiri F .A mandiri F F 10 dr.A mandiri F 16 dr. Putu Fristia Indarini. Sp.A mandiri F 4 dr. Hawin Nurdiana. SpA Tubel F 17 dr. Sp. Lidya Chandra. Sp. SpA Tubel F 6 dr.A mandiri F 21 dr. Irfan Agus Salim. Sp. SpA Tubel F 13 dr. Sp.A mandiri F 9 dr. Susilo Adi Nugroho. SpA Tubel F F 22 dr. SpA Tubel F 18 dr. Tjahyo Suryanto. Hajeng Wulandari. Desi Yulyanti. Yenni Rahmania. Fiyya Agilatun Nisa’ Kunarso.A mandiri F 3 dr. Novita Sitanggang. Sp. Sondang Herikson Panjaitan. SpA Tubel U 25 dr. SpA Tubel F 12 dr. Sp. Sp.A Tubel Pemda U F 23 dr. Sp.A mandiri U F 24 dr. SpA Tubel F 14 dr. Destiana Sera Puspita Sari.A mandiri F 2 dr. Desi Primayani. Sp.A mandiri M 11 dr. SpA Tubel F 5 dr.A mandiri F 15 dr. Rony Adenova. Sp. Narulita Laksmi Tantri. Asni. Sp.

Sp. Jhon Heriansyah. Ariawan Riyadi. SpOG Tubel U F 47 dr. Sp.Ked(OG). Sp. Hendrik Andrias Tarigan Tua.A mandiri F 29 dr. SpOG Tubel U F 49 dr.A mandiri F 28 dr. Felix Gunarso. Hendra Moslem Nurdin. Lioe Ivana. Cut Razianti ZB. SpOG Tubel F F 53 dr. Hari Santoso. Kadek Apik Lestari. SpOG Tubel U F 48 dr. Yusrizal. M.SpOG Mandiri M 54 dr. Sp. Rahman. SpOG Tubel F 42 dr. Sp.A mandiri F F 34 dr. SpOG Tubel F 43 dr. SpOG Tubel U 50 dr. Manik Trisna Arysanti . M.26 dr. Aris Fazeriandy. Sp.Ked(OG). Sp. Sp. Mildi Felicia. Putu Mas Vina Paramitha Cempaka. SpOG Tubel F F 45 dr. Sp. Erik A.SpA Tubel F 40 dr. Cut Rika Maharani. SpOG Tubel F 41 dr. I Made Darma Yuda. Sp. Felicia Halim.A mandiri F 27 dr. I Nyoman Supadma.A mandiri F 32 dr. Made Yunita Saraswati Murya. SpA Tubel U 39 dr. M. Aliya Hanifa. Nafon Zaitun.A mandiri F 30 dr.A mandiri R 37 dr. Teuku Kharrif Indra Utama.A mandiri R F 35 dr. Acep Supardi. SpOG Tubel Pemda R 52 dr. Sang Ayu Putu Srimas Ambara Dewi. Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari. M.A mandiri F 33 dr.A mandiri R F 36 dr.Ked(OG). Sp. Eva Maya Puspita. SpOG Mandiri U F 46 dr. SpOG tubel F F 51 dr.A mandiri F 31 dr. SpOG Tubel F 44 dr. Bambang Sulistyo. Putu Jerry Eka Rahayu Pande.Ked(OG). SpA Tubel Pemda F F 38 dr. SpOG Tubel F .

SpOG Tubel F 83 dr. SpOG Tubel F 63 dr. Fajar Ekaputra. SpOG Mandiri F 58 dr. SpOG Tubel F 73 dr. Anwar Sandi Wibowo. F 55 dr. Dian Kurniawati. SpOG Mandiri M F 70 dr. SpOG Tubel F 81 dr. Agung Kurniawan.Ked(OG). Fajar Alam Sukma Raharja. Nurba’a Mastuti Utami. SpOG Mandiri F 84 dr. SpOG Tubel Pemda F 72 dr. SpOG Mandiri F 80 dr. Dimas Radityo Yohakim. SpOG Tubel Pemda R 65 dr. Titi Amalia. Kartika Indah Lestari. Ken Indra T. SpOG Mandiri M F 69 dr. SpOG Mandiri F F 61 dr. Enricko Michael Sanjaya Djangkan. Alexander Indra Humala. Galih Apriyadi. Thomas Chayadi. Stanislaus Adiwibowo Widjanarko. SpOG Tubel U 76 dr. M. SpOG Tubel Pemda F F 64 dr. Jatmiko Rachmat Bandan Uji. Faria Toma. SpOG Mandiri F 67 dr. Moch. Fofi Lívia Ariani. SpOG Mandiri F 82 dr. SpOG Mandiri F 66 dr.. Priska Asrana Baidah. M. SpOG Mandiri F 60 dr. Nuri Dyah Anggraini. Sodiq Kukuh Woro Sanyoto. SpOG Tubel M F 75 dr. Mirzah Tindar Fathimah. Jatiningsih. SpOG Tubel Pemda F F 74 dr. SpOG Mandiri F . Rendy Indraprana. Mkes. SpOG Daerah M 62 dr. SpOG Tubel M 56 dr. Puti Lenggo Geni. Ignatius Pramudya Widjaja. SpOG Mandiri M 71 dr. SpOG Mandiri F 79 dr. Yosiana Wijaya. Erwin Rahakbauw. SpOG Mandiri F 78 dr. SpOG Mandiri F 59 dr. SpOG Tubel Pemda F 57 dr. SpOG Tubel Pemda F 77 dr. Mirza Ismail. SpOG Mandiri F F 68 dr. Febia Erfiandi.

Indra Setiawan. Mika Oiku Otniel Wesley Mangatur Sianipar. SpOG Tubel U F 104dr. Andy Wijaya. SpOG Mandiri F 94 dr. SpOG Mandiri F 100dr. SpOG Daerah M F 97 dr. SpOG Mandiri F 108dr.Biomed SpOG Mandiri F 92 dr. Jesslyn Moynawati Sanusi . Duta Atur Tritama. SpOG Mandiri R 89 dr. SpOG Mandiri M F 87 dr. Nur Rachmaniyah Fauziah. SpOG Mandiri F 101dr. SpOG Mandiri F F 102dr. M. SpOG Mandiri F F 96 dr. SpOGMandiri F 90 dr. Mahendri Dewita Danarti. SpOG Mandiri F F 110dr. Maria Katharina Eda. SpOG Mandiri F 95 dr. Renny Anggia Julianti. Ferriyanto Sutiono. Mkes. SpOG Mandiri U F 103dr. Gusti Irwan Noviansyah. SpOG Mandiri M F 111dr. Rista Silvana.85 dr. SpOG Mandiri F 107dr. SpOG Mandiri F 109dr. Agnes Wijaya. Putu Aditya Adi Purbawa. SpOG Tubel R 105dr.Biomed. SpOG Mandiri F F 86 dr. SpOG Mandiri F 91 dr. Dira Anggabrata. SpOG Mandiri R . SpOG Tubel Pemda R 98 dr.Ked(OG). Anak Agung Bagus Indra Permadi. SpOG Mandiri M F 112dr. Anis Widyasari. Meynita Palinoan. Muhammad Imran Porkas Lubis. SpOG Mandiri F 99 dr. SpOG Mandiri F 93 dr. Satrio Budi Susetyo M. I Putu Fery Immanuel White. Sutan Chandra. Amanda Rumondang. Yusri. Risa Risfiandi. SpOG Mandiri R F 88 dr. SpOG Mandiri F 106dr. M. Mufti Mushthafa. Masyudi Subagiyo. Christina Sitorus.

B Tubel F 140dr. SpOG Tubel U 127dr. M. M.B Mandiri R 137dr. SpOG Mandiri U F 125dr.B Tubel F F 141dr. Aulia Fadli. SpOG Mandiri F 119dr. Sp. Sp. SpOG Mandiri U F 123dr.B Mandiri F 134dr. M. I Made Adi Saputra Wijaya.B Mandiri F 138dr. Sp. Eunike Widiakasih Zega. Cynthia Agnes Susanto. SpOG Mandiri F 116dr. SpOG Mandiri F 117dr.Ked(OG). Sp. Sp. Nova Octoria Putri Saragih. Sp. Riska Nyutan Hadji Putri.Ked(OG). Karol Agustinus Rumopa. SpOG Mandiri R 114dr. SpOG Mandiri U 132dr. Mario Markus Toar.Ked(OG).Ked(OG). SpOG Mandiri F F 120dr. SpOG Mandiri U F 121dr. Silvy Kusuma Dewi. M. SpOG Mandiri F 133dr. SpOG Mandiri F 130dr. Ade Ayu Chartyansari.B Mandiri F F 135dr.B Mandiri R F 136dr. SpOG Mandiri F 128dr. SpOG Mandiri U F 124dr.Ked(OG). Wilner Singarimbun. Hendrik. Saktiaji Hendro Iswoyo . Sp. M.Ked(OG). SpOG Mandiri F F 131dr. Ratih Puty Hariandy. Sp. SpOG Mandiri F 129dr. M. Nelvianti Nelson.Ked(OG). Putri Healthireza Novianesari. Agus Hariyanto. Ferry Iskandar Kharisma Sinaga. F 113dr. Andre Grahana Baskara Saharui. SpOG Mandiri U F 122dr. Renny Junitasari. SpOG Tubel F 118dr. Tonny Simarmata. Lydia Irtifany Lubis. Intan Kusumaningtyas. Aurora Marezkha Farrah. Nurul Islamy. Ahmadi Alwi. SpOG Tubel F 115dr. Darlin Forbes. Sp. M. Tri Wahyudi. Candy Wijaya.B Tubel R . SpOG Mandiri U F 126dr.B Tubel F 139dr.

Sp. Mutiara Rizki Haryati. Ni Putu Merlynda Pusvita Dewi. Anna Marianna Astrid Budiman. Sihwidhi Dimas Sudarmadi. Sp. Sp. Sp.PD Mandiri M 168dr. Sp. M. Anggilia Stephanie.142dr.PD Mandiri R 161dr. Abdur Rokhim.Biomed. I Gusti Made Aswara. Sp. Sp. Akhmad Fariz Nurdiansyah.PD Mandiri F F 169dr.PD Mandiri U 157dr.PD Mandiri F 154dr. Sp.PD Mandiri F 152dr. Festy Diansari. Mellisa Kurniawati. Sp. Sp.PD Mandiri F 148dr.PD Mandiri F 159dr. I Putu Eka Krisnha Wijaya. Andi Nildawaty. Toumi Shiddiqi. Sp. M. Meldy Muzada Elfa.PD Mandiri F 149dr. Sp. Sp.PD Mandiri F 155dr.PD Mandiri F F 156dr.PD Mandiri R .PD Mandiri F F 171dr. Sp. Sigit Priyatno. Febe Adriana Habelina.PD Mandiri F 164dr. Sp.PD Mandiri F F 165dr.Biomed.PD Mandiri F 162dr. M. Gina Medika Putri Sunusi. Sp. Sp.PD Mandiri R F 166dr. Sp. Sp. Ignatius Bima Prasetya.PD Mandiri R F 167dr. M.PD Mandiri F 146dr.PD Mandiri M 170dr. Edwin Ambar. Ollien Kartika .PD Mandiri F 145dr. Sp. Sp. Sp. Esti Tantri Anandani. Sp. Sp.PD Mandiri F 151dr. Sp.PD Mandiri F 147dr.PD Mandiri F 153dr. Hanif Muchdy Hendarto .PD Mandiri F 158dr. Judy Wilhelmia Mantiri. Iwal Reza Ahdi.PD Mandiri F 144dr. Sp.PD Mandiri M F 172dr. Sp. Sp. Meliana Tjanjaya. Sp.PD Mandiri F F 160dr.Ked(PD). Taufik Harsadi.PD Mandiri F 143dr. Sp. Ayu Nurul Zakiah. Agus Salim Cruisanto.Biomed.PD Mandiri F 150dr. Maha Chakri Willheljulya. Pristya Ramadhani. Martina Efata.PD Mandiri F 163dr. Sp.

Nyayu Tri Yeni Aryani.Biomed.An Mandiri F 191dr. Dwi Indira Setyorini. Sp.PD Tubel F 181dr. R. Sp.PD Tubel F 184dr. Hari Setyo Wahyu Cahyono. Sp. Agus Adi Yastawa.An Mandiri F 197dr.An Mandiri F 199dr. Yasmita Rahajeng. Kusnadi. Sp. Aryudina Dalimunthe.PD Tubel F 185dr. Sp. Sp. M.An Mandiri F 194dr.PD Tubel F 180dr..Biomed. Sp. Sp.An Mandiri U F 203dr. Sp. Motik Arlinda Semifitri.An Mandiri F 196dr. Ani Haryani. Wahyu Noegroho. Sp. Hardi Edward Sibagariang.PD Tubel Pemda F 175dr.An Mandiri F 198dr. Sp. Aloysius Alphonso.PD Tubel F 182dr. Rahmiaty Purnama. Sp.PD Tubel F 178dr. Ifransyah Fuadi. Muhammad Fikri. M.An Mandiri F F 200dr. Sp.PD Tubel F 187dr.PD Tubel F 183dr. AA Ayu Wulan Parama Sari.An Mandiri U . Sp.Biomed.PD Tubel F 174dr. Sp. Sp. Sp.An Mandiri F 192dr. Sp.PD Tubel U 190dr. Sp. Megawati. Sp.An Mandiri F 195dr. Ronal N. M.PD Tubel F 179dr. Dikara Widyangga Sulfian Maulidy. Sp.PD Tubel F 186dr.PD Tubel F 177dr. Karlina Mahardieni. Sp. Ichram Riyadi.Biomed.173dr. Sp. Eduardus Wiranto. Sp.Biomed.An Mandiri F 193dr. Sp.An Mandiri F F 202dr. M. Sp. Novita Panggau. M. Nurhadi Saputra. Rosalina.PD Tubel F 188dr.Ked(PD). Hendry Christiono. Ratna Sulistyani. Sp. M. Sp. Sp. Bara Adithya.PD Tubel F F 189dr.PD Tubel F 176dr. Rudyanto. Sp. M. Asri Nugraheni.An Mandiri M 201dr. Sp. Metty Savitri. Doddy T Soedarso.An Mandiri U F 204dr. Sp.

An Tubel Pemda F Diposting 10th July oleh Ichram Riyadi 0 Tambahkan komentar 2.An Tubel F 222dr. Maya Sapti Puspitosari. M. APR 8 . Sp. F 205dr.An Mandiri F F 208dr. Muhamad Ibnu.An Tubel U F 224dr. Sp. Sp. Fx. Novi Dwi Akhsaniati. Sp.An Tubel F 221dr. Sp.Biomed.An Tubel F 211dr.An Tubel M 220dr. Sp. Diana .An Tubel F 213dr.Biomed.An Mandiri M 209dr Khutbah Juliansyah. Sp. Sp. Ria Veni Susanti. M. Sp. M. Sp. Sp. Sp.An Tubel Pemda M F 227dr. Dewang Sadiyanto.An Tubel F F 223dr. Adinda Putra Pradhana. I Gede Koko Swadharma Putra. Sp. Sp.. Sp.An Tubel F F 218dr. Suhud Marisi . Sp. Tias Diah Setiari.Riko Krisman. Sp. Andhika Marthsyal Pratama. Sp.An Mandiri F 210dr.An Tubel F 214dr. Emil Arief Umar. Sp.dr.An Tubel F 212dr.An Mandiri F 207dr. Hadli Rokyama. Donny Prasetyo Priyatmoko.An Tubel U 225dr.An Tubel Pemda F F 226dr. Sp. M.An Tubel F 215dr. Muhammad Fajar Sadli. Sp. I Made Artawan.An Tubel F 217dr. Hafniana.An Tubel F 216dr.An Mandiri U 206dr.Biomed. Alit Yudistiro N . Admaji Wibowo . Sp. Uli Artha Ekawati. Ayu Wahyulie Mansyur. Sp.An Tubel M F 219dr. Sp.An Tubel Pemda M 228dr. Muhammad Izhar Yafizham.

SEP 3 PITNAS PEROSI 2013 Diposting 3rd September 2013 oleh Ichram Riyadi 1 Lihat komentar 5.com/file/d/0B7jJWxY6V4LBdko0ZHRPNWxTN2c/view?usp=sharing Diposting 18th December 2015 oleh Ichram Riyadi 1 Lihat komentar 4. Jagung Bakar Tiara patrin Palembang Diposting 8th April oleh Ichram Riyadi Lokasi: Palembang. MAY 1 GBP Manufacturing PMI Diposting 1st May 2013 oleh Ichram Riyadi 0 Tambahkan komentar . DEC 18 Cara Penulisan Jurnal Reading https://drive. South Sumatra. Palembang City.google. Indonesia 0 Tambahkan komentar 3.

Atas dasar pandangan ini dapatlah dikatakan bahwa keunikan atas dasar klinis dan humanistis merupakan karakteristik IPD. Ilmu penyakit dalam mempunyai sasaran sebagai obyek materi yaitu "si pasien dewasa" dan bertujuan untuk penyembuhan yang optimal penyakit secara utuh. Cara pandang ini menekankan pada melihat masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat lintas sektor. Dengan diterapkannya paradigma ini. dan sosial. cacat. Dan menurut UU No. Apa arti Paradigma Sehat menurut pendapat anda para calon spesialis untuk anda dan pasien anda? Ilmu penyakit dalam (IPD) keberadaannya sebagai disiplin ilmu yang unik mempelajari ilmu kedokteran dengan sudut pandang klinis (clinical thinking) dan holistik yang bersifat humanistis sebagai obyek forma. Pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit. sedangkan obyek materinya adalah manusia dewasa secara utuh dengan keterkaitan seluruh sistem organ tubuh yang mengalami gangguan. pola pikir. terhadap pasien dewasa seutuhnya. Apa arti paradima Sehat menurut difinisi sehat WHO dan Depkes ? Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik. bukan hanya panyembuhan orang sakit atau pemulihan kesehatan. baik fisik. Hal ini menjadi salah satu dasar profesionalisme bagi para penyandang ahli penyakit dalam sebagai misi IPD. dan sosial. Absen : 22 Tugas Paradigma 1. pemeliharaan dan perlindungan kesehatan. 3. 4. Apa arti Paradigma Sakit menurut arti Paradigma ? . 6. jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa : Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. Apa arti Paradigma Sehat menurut arti Paradigma ? Paradigma sehat merupakan cara pandang. Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani). diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. dan kelemahan. Upayanya lebih diarahkan pada peningkatan. serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit. 9 Tahun 1960. atau model pembangunan kesehatan yang bersifat holistik. rohani (mental). APR 16 PARADIGMA SEHAT DAN SAKIT NAMA : Ichram Riyadi NIM :04122505003 NO. 2. mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. mental.

Sehingga menempatkan sektor kesehatan dalam arus pinggir (sidestream) pembangunan. • masa inkubasi yang berbeda-beda. penyakit masuk dalam tahap penyakit lanjut. Hal ini menjadikan kesehatan sebagai suatu yang konsumtif. Penanganan kesehatan penduduk menekankan pada penyelenggaraan pelayanan di rumah sakit. • penjamu sudah merasakan sakit tetapi sifatnya masih ringan. bulan bahkan sampai bertahun-tahun.  Tahap Penyakit Dini ( Stage of Clinical Disease) • dihitung mulai dari munculnya gejala penyakit. • penyakit belum ditemukan • daya tahan tubuh host masih kuat.  Tahap inkubasi (Stage of Pre symptomatic Disease) • bibit penyakit sudah masuk ke dalam tubuh host • gejala penyakit belum tampak dlm keadaan latent atau sub klinik (bisa dikenali dg uji serologi). Paradigma sakit adalah cara pandang dalam upaya kesehatan yang mengutamakan upaya kuratif dan rehabilitatif. • tahap inkubasi dimulai dari masuknya bibit penyakit sampai sesaat sebelum timbulnya gejala. Apa arti paradima Sakit menurut Natural History of Diseases ? Tahap sakit/penysakit menurut Riwayat Alamiah Penyakit (Natural History of Diseases)  Tahap Pre-Patogenesis ( Stage of Susceptibility) • sudah terjadi interaksi antara host dengan bibit penyakit serta lingkungan • interaksi ini masih berada diluar tubuh. – dapat menularkan kepada orang lain dan dapat menimbulkan KLB atau wabah di masyarakat. hari. 5. minggu. sehingga pada suatu saat penyakit makin bertambah hebat dan timbul gejalanya. • umumnya penderita masih dapat melakukan aktifitas sehari-hari shg sering tdk datang berobat. • Jika daya tahan tubuh tidak kuat maka penyakit akan berjalan terus yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada bentuk dan fungsi tubuh. • Horison Klinik : adalah garis yang membatasi antara tampak atau tidaknya gejala penyakit. • Perawatan penderita pada tahap ini biasanya cukup dengan berobat jalan. ada yang beberapa jam. • penderita sudah tidak dapat melakukan pekerjaan • jika datang berobat umumnya telah memerlukan perawatan (bad rest).  Tahap Penyakit Lanjut: • Apabila penyakit makin bertambah hebat. • Jika tidak diobati dapat mendatangkan masalah lanjutan yang makin besar antara lain: – penyakitnya akan semakin parah dan memerlukan perawatan yang relatif mahal. . penanganan penduduk yang sakit secara individu dan spesialistis. • kondisi seseorang masih terlihat sehat.

A. c. cara pengobatannya. dan sosial dalam upaya memahami proses penyakit dan sakitnya seseorang yang memandang pikiran dan tubuh sebagai satu kesatuan. Klasifikasi penyakit dapat dilakukan berdasarkan agen penyebabnya. d. Tahap Akhir Penyakit • Perjalanan penyakit pada suatu saat akan berhenti. Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular . mental dan sosial. dan pembuatan kriteriadiagnosis. Konsep biopsikososial adalah suatu konsep yang melibatkan interaksi antara faktor biologis. – tidak hanya membahayakan dirinya sendiri tetapi juga masyarakat. Sembuh dengan cacat : – kesembuhannya tidak sempurna karena ditemukan adanya kondisi cacat pada pejamu. Meninggal Dunia – Terhentinya perjalanan penyakit bukan karena sembuh tetapi karena pejamu meninggal dunia. – bukan keadaan yang diharapkan. cara penularannya. cara masuk ataukeluarnya penyakit dan faktor keterpaparan atau kepekaannya. test. b. Apa arti paradigma Sakit menurut model Engel Pada tahun 1977 George Engel memperkenalkan suatu konsep baru dalam penanganan gangguan medis yaitu konsep biopsikososial. organ yang terserang. – kondisi cacat bisa berupa cacat fisik. – sebenarnya dalam diri pejamu masih ditemukan bibit penyakit yang pada suatu saat penyakit dapat timbul kembali bila gaya tahan tubuh menurun. psikologis. Apa arti Paradigma Sakit menurut Klasifikasi penyakit? Klasifikasi penyakit merupakan satu upaya untuk meningkatkan akurasi diagnosis mempergunakan hasil-hasil dari pemeriksaan gejala. 6. Pendekatan tersebut membawa pengertian bahwa kondisi sakit bukan saja dari segi medis fisik tetapi juga dari kondisi psikologis yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. artinya tidak bertambah berat dan ataupun tidak bertambah ringan. – pada dasarnya pejamu tetap berada dalam keadaan sakit. karena bisa menjadi sumber penularan penyakit. Kronis – Pada tahap ini perjalanan penyakit tampak berhenti karena gejala penyakit tidak berubah. fungsional. patologi penyakit. • Bisa menjadi beberapa keadaan yaitu: a. e. Sembuh Sempurna : bentuk dan fungsi tubuh kembali semula seperti keadaan sebelum menderita penyakit. 7. Karier – perjalanan penyakit seolah-olah terhenti karena gejala penyakit memang sudah tidak tampak lagi. tanda.

Jelaskan aspek ontology dari spesialisasi Penyakit Dalam? Jawab: Ontology merupakan ilmu tentang apa dan siapa. Endokrin dan metabolik. yang merupakan ultimate reality. APR 16 ASPEK ONTOLOGY. pasien diobati tidak hanya dipandang dari segi penyakit yang dikeluhkannya" tapi dari segala klinis yang didapat dari pemeriksaan fisik maupun penunjang. 22 PPDS PDL Tugas FILSAFAT-Dr. namun juga psikologisnya. Secara fisik. baik berbentuk jasmani/konkret ataupun rohani/abstrak. geriatric. hematologi- onkologi. gatroenterohepatologi. EPISTEMOLOGY DARI SPESIALISASI PENYAKIT DALAM Nama : Ichram Riyadi No. . Jadi. Pada Penyakit Dalam yang menjadi objek adalah pasien dewasa. Yuwono 1. Penyakit non-infeksi/tidak menular :  Penyakit kongenital dan herediter  Penyakit alergi dan radang  Penyakit degeneratif atau kronis  Penyakit metabolik  Kanker / penyakit neoplastik Diposting 16th April 2013 oleh Ichram Riyadi 0 Tambahkan komentar 2. Pasien dipandang tidak hanya pada kelainan fisik. sedangkan untuk psikologis dipegang oleh subdivisi psikosomatis. 1. Absen . ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada. Penyakit infeksi/menular (communicable diseases) :  Penyakit menular melalui air  Penyakit menular melalui udara  Penyakit menular melalui kelamin  Penyakit menular melalui binatang 2. dan nefrologi. kardiologi. di Penyakit Dalam terbagi menjadi sub divisi infeksi dan penyakit tropis. respirologi-alergi immunologi.

lebih memahami dan bisa mengobati keluarga sendiri. serta membantu secara finansial untuk biaya hidup. serta sebagai mata pencaharian. yaitu pangan. aplikasi dari kelebihan saya dalam ilmu kedokteran khususnya Penyakit Dalam. Bagi negara. Dengan memeriksa dan menangani pasien sesuai Standar Penatalaksanaan di departemen Penyakit Dalam RSMH. pangan. Tinjauan pustaka. Salah satu tujuan nasional adalah memajukan kesejahteraan bangssa. Diposting 16th April 2013 oleh Ichram Riyadi 0 Tambahkan komentar 3. lapangan kerja dan ketenteraman hidup. sandang. jadi tanggung jawab untuk terwujudnya derajat kesehatan yang optimal berada di tangan seluruh masyarakat Indonesia. kita dapat belajar bagaimana menjadi dokter Penyakit Dalam secara langsung. pendidikan. Deskripsikan pandangan saudara tentang manfaat spesialisasi Penyakit Dalam yang anda tempuh? Jawab : Bagi diri saya sendiri. Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk. laporan kasus. Bagi keluarga saya. 3. yang berarti memenuhi kebutuhan dasar manusia. peningkatan derujat dan martabat saya di mata masyarakat dengan menjadi dokter spesialis. Secara tidak langsung kita juga menerima ilmu melalui pemeriksaan pada pasien yang kemudian dituangkan menjadi laporan jaga. Metode yang digunakan pada spesialisasi yang saya ambil ini intinya adalah dengan "learning by doing". yang kemudian dibahas bersama sama dengan konsulen para ahli dalam suatu forum ilmiah. spesialisasi yang saya ambil ini merupakan usaha saya dalam pencapaian sebuah cita cita. kesehatan. spesialisasi ini meningkatkan prestige keluarga. Jelaskan Aspek epistemology apa yang saudara dapatkan pada program spesialisasi yang anda ambil? Jawab: Epistemology adalah pembahasan mengenai metode yang digunakan untuk mendapat pengetahuan. APR 16 PALEMBANG SEHAT .2. pemerintah dan swasta bersama-sama. bahkan penelitian ilmiah.

Sasaran harus menggambarkan hal yang ingin dicapai dan yang dapat diukur berupa (indikator) sebagai berikut : 1. sehingga Kota Palembang menjadi tumpuan masyarakat untuk pelayanan yang berkualitas dan handal. sehingga memiliki derajat kesehatan yang optimal. Untuk mencapai visi tersebut diatas terdapat 4 MISI yang diemban : 1. Menurunkan risiko kesakitan dan kematian. Palembang sehat adalah penduduk yang hidup di lingkungan yang sehat berperilaku hidup bersih dan sehat serta mampu menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata.  Terwujudnya eliminasi penyakit menular dan tidak menular. 2. dan masyarakat tahu akan program-program kesehatan serta hasil yang akan dicapai pada masa yang akan datang. S A S A R A N Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan yang telah ditetapkan yaitu berupa hasil yang ingin dicapai dalam jangka waktu tahunan. Dengan pernyataan misi diharapkan seluruh jajaran kesehatan dan pihak yang berkepentingan dapat lebih mengenal cara hidup sehat ditengah-tengah masyarakat. perlu dinyatakan dengan MISI dari suatu instansi pemerintah. Meningkatkan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat. Memelihara dan meningkatkan upaya pelayanan kesehatan yang prima. Dengan demikian peranan Kota Palembang sangatlah besar dalam menuju Palembang Sehat dan Indonesia Sehat yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Propinsi maupun Kota Palembang. Meningkatkan kemitraan pada lintas sektor dan masyarakat 2.  Ketersedianya sumber daya manusia yang berkualitas. sehingga hal yang abstrak pada visi akan terlihat lebih nyata. Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan Misi yang merupakan hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu atau satu sampai dengan lima tahun. 4. Tujuan Dinas Kesehatan Kota Palembang berdasarkan Misi-nya adalah :  Keterlibatan lintas sektor dan masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Meningkatkan profesional provider. Keempat macam misi yang diemban tersebut tentunya ada tujuan dan ada sasaran yang akan dicapai yaitu : A. B. untuk mencapai tujuan tersebut Dinas Kesehatan Kota Palembang menetapkan VISI yaitu suatu gambaran masa depan yang menantang yang berisikan cita-cita yang ingin di capai yaitu : “TERCAPAINYA PALEMBANG SEHAT” Untuk dapat menggambarkan hal yang seharusnya terlaksana. Meningkatkan tenaga kesehatan yang terampil sesuai dgn kebutuhan. 3.  Terwujudnya status gizi dan kesehatan ibu dan anak yang optimal.  Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan yang bermutu prima. 3. .TUJUAN Untuk mencapai VISI dan MISI yang telah ditetapkan adalah dengan merumuskannya dalam bentuk yang lebih terarah dan operasional.  Membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. yaitu penetapan tujuan organisasi. Meningkatkan mutu tenaga kesehatan minimal D3.  Terwujudnya lingkungan yang sehat.

Alokasi anggaran kesehatan tahun 2009 adalah Rp. sedangkan RS Khusus Paru tidak memiliki sarana rawat inap. TTU diperiksa terbanyak di Kecamatan Plaju dengan jumlah 320 tempat dengan 119 (78. Persentase BOR. RSAB Tiara Fatrin. KINERJA PEMBANGUNAN KESEHATAN Kinerja pembangunan kesehatan menyajikan tentang kegiatan-kegiatan multi sektor yang dilaksanakan dalam rangka mencapai Palembang Sehat. Sedangkan anggaran kesehatan perkapita adalah Rp. BOR ( Bed Occupaney Rate ) Dari 25 RS yang memberikan laporan ke Dinas Kesehatan Kota Palembang didapat angka rata- rata BOR sebesar 50. 15.3 %) termasuk kategori sehat. 12. APBD Dinas Kesehatan tahun 2009. 11. Dari uraian beberapa sektor tersebut di atas dapat dipersentasekan sebagai berikut : Indikator Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang. pendidikan/agama. Meningkatkan prasarana kesehatan. Meningkatkan pelayanan kesehatan khusus. 6. Meningkatkan status gizi masyarakat. Meningkatkan kesehatan reproduksi. TTU diperiksa paling sedikit pada Kecamatan Sako sebesar 5 TTU dengan 3 TTU (75. RSAB Rika Amelia.915. RSAB Widiyanti. RS Pertamina. RS Karya Asih. Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit. 8. LOS. Anggaran kesehatan Kota Palembang tersebut bersumber 75.8 %) termasuk kategori sehat. 7. ini berarti masih di bawah angka ideal yaitu 60-85%. 87.2 %. yang berisikan narasi terhadap indikator- indikator kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang dan Rumah Sakit seperti: persentase Tempat- tempat Umum. Rumah Sakit di kota Palembang berjumlah 26 Rumah Sakit. 2. 5. Meningkatkan paradigma sehat. 33 Indikator Pelayanan di Rumah Sakit berdasarkan pada persentase: 1. 9. 0. Meningkatkan pencegahan dan pemberantasan penyakit. 4. tetapi hanya 25 Rumah Sakit yang memberikan laporan ke Dinas Kesehatan Kota Palembang.786.7 % dari total APBD Kota Palembang). Net Death Rate (NDR) Rumah Sakit. RSIA Marisa. Anggaran (APBD). Kinerja sektor terkait adalah: Frekuensi penyuluhan Keluarga Berencana (KB). RS Bunda. Rumah sakit yang memiliki BOR < 60% sebanyak 11 RS yaitu: RS Khusus Mata. Meningkatkan kualitas lingkungan.2 % berasal dari APBD Kota dan 12. Meningkatkan kesehatan usia lanjut. GDR Rumah Sakit. dan Gross Death Rate (GDR) Rumah Sakit. 10. 1.389. Tempat-tempat umum yang diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Palembang sebanyak 1. NDR. Length Of Stay (LOS) Rumah Sakit.841 (5. Meningkatkan sarana kesehatan.097. RSAB Ananda. RS Sriwijaya Eye Center.744 dengan jumlah 789 (77.02. RSAB Bunda Fatimah.0 %) kategori sehat.3 % dari APBD Provinsi. Hal ini berarti ke-11 RS tersebut .

RS. Rumah sakit yang memiliki LOS < 6 hari sebanyak 22 RS yaitu: RS Khusus Mata. Rumah sakit yang memiliki BOR > 85% sebanyak 2 RS. RS Ernaldi Bahar. RSI Siti Khadijah. ini berarti 6-7 pasien yang mati setelah dirawat selama 48 jam dari 1000 . RS BRS Bunda. RSUD BARI. dan RSAB YK Madira. RSUD BARI.K Ghani. RS Sriwijaya Eye Center. Hal ini berarti di tiga RS tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam tempat tidur sudah ditempati pasien baru. Rumah sakit yang memiliki BOR ideal yaitu 60 . Rumah sakit yang memiliki LOS > 9 hari adalah RS Ernaldi Bahar. Hal ini berarti ke-11 RS tersebut cukup efisien dalam pelayanan rawat inap.5 ‰. RSAB YK. RS Bhayangkara. RS Pertamina. ini berarti 12-13 pasien mati dari 1000 pasien keluar rawat inap. 3.8 ‰ menandakan masih tingginya angka kematian di Rumah sakit. RS Bhayangkara. RSAB Azzahra. RSAB Ananda. GDR ( Gross Death Rate ) Dari 25 RS yang memberikan laporan ke Dinas Kesehatan Kota Palembang didapat angka rata- rata GDR sebesar 12. RSAB Rika Amelia. RS Pelabuhan. Rumah sakit yang memiliki TOI >3 hari adalah RS Ernaldi Bahar. Rumah sakit yang memiliki TOI 1-3 hari adalah : RS Mohammad Hoesin. NDR ( Neth Death Rate ) Dari 25 RS yang memberikan laporan ke Dinas Kesehatan Kota Palembang didapat angka rata- rata NDR sebesar 6. Madira. A. yaitu : RSK Charitas dan RSAB YK Madira. RS Pusri. A. RSI Siti Khadijah. RS Pelabuhan. Sedangkan Rumah Sakit yang memiliki LOS ideal yaitu 6-9 hari. RS Muhammadiyah. dimana jumlah pasien yang dirawat seimbang dengan jumlah tempat tidur yang tersedia. RS Bhayangkara. RS Dr. RSAB Tiara Fatrin. RS Khusus Mata.K Ghani. dan RSAB Azzahra. RS Dr. RSAB Bunda Fatimah. dimana jumlah pasien yang dirawat sedikit dibandingkan jumlah tempat tidur yang tersedia. RS Dr. RSAB Rika Amelia. yaitu: RS Mohammad Hoesin. RSUD BARI. RS Muhammadiyah. ini berarti masih di bawah angka ideal yaitu 6-9 hari. RS Sriwijaya Eye Center. 5.85% sebanyak 11 RS. Seharusnya angka GDR seminimal mungkin. TOI (Turn Over Interval ) Dari 25 RS yang memberikan laporan ke Dinas Kesehatan Kota Palembang didapat angka rata- rata TOI sebesar 5. ini berarti diatas angka TOI ideal yaitu 1-3 hari. hal ini dikarenakan RS tersebut merawat pasien dengan penyakit kronis yang memerlukan waktu perawatan yang lama. 2. adalah RS Mohammad Hoesin. RS Myria . RS Pelabuhan. RS. Hal ini berarti 12 RS tersebut memiliki rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati > 3 hari. RS Muhammadiyah. RSK Charitas. RSAB Widiyanti. RSAB Widiyanti. Hal ini berarti 9 RS tersebut memiliki rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati 1-3 hari. 4. Karya Asih.5 hari. Hal ini menandakan perlunya penambahan tempat tidur untuk mengatasi pasien rawat inap yang jumlahnya banyak. RS Pertamina. RSAB Tiara Fatrin. RS BRS Bunda. A. dan RSIA Marisa.K Ghani. RS Myria. RSAB Azzahra.8 ‰. Karya Asih. Hal ini berarti ke-22 RS tersebut dalam memberikan pelayanan pasien rawat inap tidak membutuhkan waktu lama..kurang efisien dalam pelayanan rawat inap. Rumah sakit yang memiliki TOI <1 hari adalah: RSK Charitas.6 hari. sehingga dengan angka 12. dan RSIA Marisa. RS Pusri. RS Pusri. RSI Siti Khadijah. LOS (Length Of Stay) Dari 25 RS yang memberikan laporan ke Dinas Kesehatan Kota Palembang didapat angka rata- rata LOS sebesar 4.. RSAB Ananda. RS Myria. RSAB Bunda Fatimah.

smartstun. was enough to make criminals momentarily dazed or frantic. This tool can generate a loud sound and a stun that can make one's surprise and shock for a moment. the sound of the instrument is similar to the eruption. Moreover. In this tool there is a button that can be set and the 1 button to activate the stun. without killing or permanently maiming. This tool will sound and the stun will function when you press the other button. or individuals who have no martial arts skills. security guards.5‰.com">stun gun</a> Usually used to keep away from crime.Angka NDR tersebut jauh diatas angka NDR ideal yaitu 2. Stun gun or give thousands of volts of electricity to the brain with the amperage is super small so it does not turn off. Loud noise produced by the stun gun. to shopkeepers. let alone in a quiet place in the which was often crowded crime occurred. You just slide switch to the center position for the flashlight function. Hal ini menandakan kurang baiknya kualitas pelayanan perawatan rumah sakit. <a href="http://www. What is It? Taser stun gun or stun gun is a device that produces electricity thousands of volts. So what should you do so you avoid crime? stun gun Taser Gun . Especially in today's world. the amperage is very small. Often work or activities outside? Families often go home the night alone? Crime can not be expected when it came. Just 1 hour to charge her. Diposting 16th April 2013 oleh Ichram Riyadi 0 Tambahkan komentar 4. Slide again to the sound function and stun. . This tool is suitable for use by men and women. DEC 1 STUN GUN Stun Gun Protect Loved Ones Taser gun to protect loved ones from harm.pasien keluar rawat inap. Shock to the brain makes people dazed a few seconds or minutes so it gives you time to escape. How to use stun gun is very easy. Safety factor you should consider. Stun gun obtains its power from a battery that can be charged again. resulting in a power shock to the flow of electricity in the brain when touched to a living being.

com/HIDDEN-Cameras-w-DVRs_c_62..smartstun. If touched to 1 second. etc. How this tool immobilize an attacker? If touched to the body or clothing. to help you when you are in a dark place. please contact us for your consulting needs. ] <a href="http://www. making criminals pain. especially women. It is suitable for recording a transaction / event do not know where the target is being recorded.html">hidden cameras</a> There are also Hidden camera that can record directly supported build-in battery in the form Ties cameras. . Both are equipped with a flashlight. For whom the tool is suitable? For security. laptop. * Its use in some states in the United States legally. With the old-fashioned phone models would not have thought that targets mobile phones has lurking CAMERA / recording. Hidden camera in the form of wireless / cordless or wired. computer. Hidden Camera can be in connection to a recording device such as: Equipment Record digital / digital recorders. video vhs. security guard or security. Pen camera. DEC 1 HIDDEN SPY CAMERA HIDDEN SPY CAMERA Hidden camera is a camera hidden in an object so subtle appearance. camcorders.Available in 2 models. We do not display pictures for maintaining the confidentiality of the goods. More than 3 seconds can make the attacker's body on fire. The touch for 2 seconds. Diposting 1st December 2012 oleh Ichram Riyadi 0 Tambahkan komentar 5. . How does it feel taxable taser gun? Ever hit your elbow or knee it feels like hit stun? multiply it by a thousand times. . SUNGLASSES CAMERA (Click-Here) . watches cameras. while some other non-legal state. then quickly power will surprise the brain. That mobile phone models like Nokia N73 and flashlight models. HIDDEN WEBCAM (Click-Here) DIGITAL-EQUIPMENT RECORD (click-here) . WIRELESS PEN CAMERA (Click-Here) . button camera. It's easy just to plug in a regular TV or have the AV-in jack for Video-in. will make the attacker confused or dazed (disoriented) for a while. Hidden camera shapes are: . and those who often travel at night or alone.

This tool has a 4GB internal memory as storage media video phonograms. where his camera hidden in a pen. Remote car camera . This tool has a 4GB internal memory as storage media video results recording. A remote alarm key chain car. Pen camera Spy Pen Camera is an advanced equipment for video recording and audio. The recording AVI format (640x480 pixels). keychain camera Key Chain Spy Camera is an advanced equipment for recording video and audio. making it suitable used for spying or recording dead objects without suspicion. and can also function as a flash-disk to store data. Spy key chain using the built-in Lithium battery Recharegeable for cameranya power supply source. . so it is suitable for dead spy activities or record objects in the room without suspicion. which can be directly Diposting 1st December 2012 oleh Ichram Riyadi 1 Lihat komentar Memuat Tema Tampilan Dinamis. Diberdayakan oleh Blogger. and can also function as a flash-disk to store data. Spy Pen uses a built-in Lithium battery Recharegeable.Pen Camera . where his camera hidden inside.