You are on page 1of 33

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI
RUMAH SAKIT
KONTRAK RSKIA ANNISA
KHUSUS IBU DAN No.Dokumen No.Revisi No.Halaman
ANAK ANNISA
BANJARMASIN 002/RSKIA-A/SDM/SPO/X/2017 1

Ditetapkan Oleh :
STANDAR Direktur RSKIA Annisa,
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL
drg.Nolista Indah Rasyid,Sp.Ort
NIK 004.10.11
Pengertian 1. Daftar Penilaian Kinerja Pegawai Kontrak adalah suatu daftar yang memuat
hasil penilaian pelaksanaan pegawai kontrak di RSKIA ANNISA dalam
jangka waktu 3 bulan dan 1 tahun masa kontrak kerja yang akan digunakan
untuk evaluasi kinerja sebagai dasar perpanjangan kontrak.
2. Pejabat penilai adalah atasan langsung dari pegawai kontrak yang dinilai
dalam hal ini kepala ruang, kepala instalasi, kepala bagian/ bidang, kepala
seksi dan kepala sub bidang.
Tujuan 1. Pembinaan dan pengawasan pegawai kontrak RSKIA ANNISA
2. Rencana pengembangan sumber daya manusia
3. Pelatihan dan peningkatan pendayagunaan pegawai kontrak sesuai tugas
dan fungsinya
4. Memperoleh bahan-bahan pertimbangan yang obyektif dalam pembinaan
pegawai kontrak.
5. Dasar untuk perpanjangan konrak kerja.
Kebijakan 1. Undang-undang nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
2. Undang-undang nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
3. Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 1 tahun 2002 tentang Pedoman
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Daerah.
4. Keputusan Menkes No. 850/MENKES/SK/V/2000 tentang kebijakan
Pengembangan Tenaga Kesehatan tahun 2000 – 2010.
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor
1199/MENKES/PER/X/2004 tentang Pedoman Pengadaan Tenaga
Kesehatan.
Prosedur 1. Penilaian kinerja karyawan dilakukan secara berkala sekurang-kurangnya
sekali dalam setahun.
2. Penilaian dilakukan oleh sedikitnya dua orang atasan langsung karyawan
3. Untuk karyawan yang mendapat penilaian dengan kriteria 1 atau 2
Unit Terkait 1.

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
ASSEMBLING (PERAKITAN)
RUMAH SAKIT No.Dokumen No.Revisi No.Halaman
KHUSUS IBU DAN
ANAK ANNISA 1
BANJARMASIN
Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa,
STANDAR
PROSEDUR 17 Februari 2016
OPERASIONAL
drg.Nolista Indah Rasyid,Sp.Ort

Pengertian Menyusun dan merapikan urutan susunan berkas rekam medis pasien rawat jalan
dan rawat inap setelah selesai mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
dengan urutan yang telah ditentukan.
Tujuan 1. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa
2. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan
pasien.
3. Merapikan berkas rekam medis
Kebijakan 1. Berkas rekam medis harus selalu disusun, dirakit dan dirapihkan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
2. Kode formulir berada pada sudut kanan paling atas dan kode formulir terletak
pada angka kedua setelah titik
Prosedur 1. Assembling dokumen rawat jalan
 Siapkan formulir RM 1 (instalasi gawat darurat), RM 2 (anamnesis &
pemeriksaan pasien), RM 2A (formulir antenatal)
 Susunlah formulir RM berdasarkan kode formulir dan nomor urutnya dalam
map dokumen RM kemudian kirim dokumen RM pada TPPRJ dan
TPPUGD
2. Assembling dokumen rawat inap
 Siapkan formulir RM 3 (rawat inap umum), RM 3A (catatan persalinan), RM
3B (rekam medis bayi), RM 3C (rekam medis anak)
 Susunlah formulir RM berdasarkan kode formulir dan nomor urutnya dalam
map dokumen rekam medis kemudian kirim dokumen RM pada TPPRI
Unit Terkait Sub bagian rekam medis

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
IDENTIFIKASI KARTU INDEX UTAMA PASIEN (KIUP)
No.Dokumen No.Revisi No.Halaman
RUMAH SAKIT
KHUSUS IBU DAN 1/2
ANAK ANNISA
BANJARMASIN
Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa,
STANDAR
PROSEDUR 17 februari 2016
OPERASIONAL
drg.Nolista Indah Rasyid,Sp.Ort

Pengertian 1. Identifikasi merupakan suatu kegiatan pencataan identitas pasien, termasuk bayi
baru lahir yang dapat dilakukan secara manual dan komputerisasi.
2. KIUP adalah salah satu cara untuk menunjang kelancaran pelayanan pasien,
dimana jika pasien lupa membawa kartu berobat maka KIUP akan dapat membantu
untuk mencarikan data pasien yang diperlukan karena KIUP sebagai kunci utama
bagi setiap pasien yang berbentuk kartu tanda pengenal bagi setiap pasien yang
akan mendapatkan pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa
Tujuan 1. Tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
di RSKIA Annisa
2. Tersedianya pedoman bagi petugas medis, para medis dan non medis yang terkait
langsung dalam kegiatan pengisian rekam medis
3. Untuk pemantauan / monitoring guna menghindari terjadinya tertukarnya bayi
Kebijakan 1. Seluruh pasien, termasuk bayi baru lahir di RSKIA Annisa harus diberikan identitas
dan KIUP.
2. Khusus untuk bayi baru lahir pemberian identitas dilakukan pula dengan cara
membuat cap kaki bayi kiri dan kanan, cap ibu jari kiri dan-kanan ibu bayi,
pemberian gelang dengan mencantumkan nama bayi, jenis kelamin.tanggal lahir,
jam kelahiran bayi
Procedur 1. Pencatatan identitas pasien dilakukan dengan cara mengimput pada sistem aplikasi
komputer yang tersedia.
2. Pemberian penomoran rekam medis secara otomatis pada sistem aplikasi komputer
yang tersedia dan sesuai ketentuan.
3. Pencatatan data pasien dilakukan untuk pasien baru yang belum terdaftar sebagai
pasien RSKIA Annisa dengan menggunakan sistem aplikasi komputer yang tersedia
dan berlaku.
4. Pencatatan data pasien sesuai dengan data identitas diri yang sah seperti yang
tertera pada KTP / KTA / SIM / Paspor / identitas diri lainnya.
5. Data yang dimuat atau tertera pada KIUP adalah sebagai berikut:
a. Nomor rekam medis
b. Tanggal lahir
c. Kelamin ( L / P )
d. Agama
e. Nama lengkap
f. Pangkat / Golongan
g. Nrp/Nbi/Nip
h. Kesatuan dan jabatan
i. Status pasien
j. Alamat
6. KIUP dibuat berdasarkan data yang di input dari komputer ditempat pendaftaran
pasien
Unit Terkait 1. Instalasi Rawat Inap RSKIA Annisa
2. Instalasi Rawat Jalan RSKIA Annisa

3. khusus untuk bayi baru lahir pemberian identitas dilakukan pula dengan Cara membuat cap kaki bayi kiri dan kanan. jenis kelamin. Untuk identifikasi bayi baru lahir di RSKIA Annisa dilaksanakan dengan cara membuat cap kaki bayi kiri dan kanan. pemberian geiang dengan mencantumkan nama bayi. para medis dan non medis yang terkait langsung dalam kegiatan pengisian rekam medis 3.Ort Pengertian 1. pemberian gelang dengan mencantumkan nama bayi. 2. Perawat atau bidan memberikan identifikasi bayi baru lahir dengan: a) Membuat cap kaki bayi kiri dan kanan. 1. 3. Identifikasi Bayi Baru Lahir. 2. c) Mengukur panjangnya bayi. Identifikasi merupakan suatu kegiatan pencataan identitas pasien. KIUP adalah salah satu cara untuk menunjang kelancaran pelayanan pasien. 2. jam kelahiran bayi. jam kelahiran bayi) serta pemberian nomor rekam medis bayi. cap ibu jari kiri dan kanan ibu bayi . dimana jika pasien lupa membawa kartu berobat maka KIUP akan dapat membantu untuk mencarikan data pasien yang diperlukan karena KIUP sebagai kunci utama bagi setiap pasien yang berbentuk kartu tanda pengenal bagi setiap pasien yang akan mendapatkan pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa Tujuan 1. 3. 1. Pemberian penomoran rekam medis sesuai ketentuan. B. Sub Bag rekam medis STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL IDENTIFIKASI PASIEN DAN KARTU INDEX UTAMA PASIEN RUMAH SAKIT (KIUP) KHUSUS IBU DAN No. jenis kelamin.tanggal lahir. tanggal lahir.Dokumen No. Tersedianya pedoman bagi petugas medis. Perawat atau bidan memberikan gelang dengan identitas : a) Nama ibu bayi b) Tanggal lahir bayi c) Jam lahir bayi . cap ibu jari kiri dan-kanan ibu bayi. Pencatatan identitas pasien dilakukan secara manual dan komputerisasi. Pencatatan data pasien dilakukan untuk pasien baru yang belum terdaftar sebagai pasien RSKIA Annisa 4. cap ibu jari kiri dan kanan ibu. jenis kelamin. b) Menimbang berat badan bayi. Untuk pemantauan / monitoring guna menghindari terjadinya tertukarnya bayi Kebijakan Seluruh pasien. jam kelahiran bayi Prosedur A. Identifikasi Pasien. Tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. termasuk bayi baru lahir di RSKIA Annisa harus diberikan identitas dan KIUP. Instalasi Gawat Darurat RSKIA Annisa 4.Revisi No. termasuk bayi baru lahir yang dapat dilakukan secara manual dan komputerisasi. pemberian gelang (dengan mencantumkan nama bayi.Nolista Indah Rasyid. tanggal lahir. d) Bidan atau perawat harus menandatangani formulir identifikasi bayi baru lahir. Pencatatan data pasien sesuai dengan data identitas diri yang sah seperti yang tertera pada KTP / KTA / SIM / Paspor.Sp.Halaman ANAK ANNISA BANJARMASIN 1/2 Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa.

Agama 6. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. Data identitas pasien terekam / tersimpan pada komputer serta dapat di print out sebagai back up data Data yang dimuat atau tertera pada KIUP adalah sebagai berikut: 1.Sp. Status pasien 11. rekam medis bayi / ibu 3. Instalasi Rawat Inap RSKIA Annisa 2. Nama pasien 3.Ort Prosedur C. Nomor rekam medis 2. Kelamin ( L / P ) 5.Dokumen No. Bila akan pulang / keluar RSKIA Annisa. Pangkat / Golongan 8. Instalasi Rawat Jalan RSKIA Annisa 3.Revisi No. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa . ibu bayi tersebut harus menandatangani formulir identifikasi bayi baru lahir. Kartu Ideks Utama Pasien ( KIUP ) RSKIA Annisa menggunakan sistem KIUP dengan komputerisasi sehingga tidak lagi menggunakan secara manual.Halaman ANAK ANNISA BANJARMASIN 2/2 Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL IDENTIFIKASI PASIEN DAN KARTU INDEX UTAMA PASIEN RUMAH SAKIT (KIUP) KHUSUS IBU DAN No. Tanggal lahir 4. Instalasi Gawat Darurat RSKIA Annisa 4.Nolista Indah Rasyid. Alamat KIUP dibuat berdasarkan data yang di in put dari komputer ditempat pendaftaran pasien Unit Terkait 1. Kesatuan dan jabatan 10. d) Jenis kelamin bayi e) No. Nama lengkap 7. Nrp/Nbi/Nip 9.

Bila pasien atau keluarga pasien tersebut menolak.Nolista Indah Rasyid. Dalam memberikan informasi kepada pasien atau keluarganya. 6. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien. 10. Dalam hal tertentu. Informasi tentang tindakan medis yang akan dilakukan harus diberikan selengkap-lengkapnya dan sejelas-jelasnya kecuali bila dokter menilai bahwa informasi tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien atau pasien / keluarga pasien menoiak diberikan informasi. informasi harus diberikan oleh dokter lain dengan sepengetahuan atau petunjuk dokter yang bertanggung jawab. 7.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1/5 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. 3.Dokumen No. Sebagai bukti tertulis bahwa tindakan medis yang dilakukan oleh dokter RSKIA Annisa telah mendapat persetujuan dari pasien atau keluarganya. Dalam hal tindakan bedah ( operasi ) atau tindakan invasif lainnya informasi harus diberikan oleh dokter yang akan melakukan opersi itu sendiri. Informasi harus diberikan secara jujur dan benar kecuali bila dokter menilai bahwa hal itu dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien. maka pasien atau keluarga pasien mengisi formulir penolakan tindakan medik yang akan dilakukan.Sp. 8. Tujuan 1. 4. Kebijakan Semua tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien harus dibuatkan persetujaun ( informed concent ). Dalam hal tindakan yang bukan bedah ( operasi ) dan tindakan yang tidak . dokter harus didampingi oleh perawat atau para medis lainnya sebagai saksi . 2. STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS (INFORMED CONSENT) RUMAH SAKIT No. Setiap persetujuan diberikan secara tertulis setelah pasien atau keluarga pasien mendapat informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan atau adequat tentang perlunya tindakan medik yang bersangkutan serta resiko yang dapat ditimbulkannya Prosedur 1. Informasi yang diberikan mencakup keuntungan dan kerugian dari tindakan medis yang dilakukan baik diagnostik maupun terapeutik 5. Pasien atau keluarga pasien diberi penjelasan secara lisan tentang tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien yang bersangkutan serta resiko yang akan ditimbulkannya oleh dokter yang akan melakukan tindakan. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. 9. 3.Revisi No. Bila pasien atau keluarga pasien menyetujui.Ort Pengertian Persetujuan tindakan medis / informed concent adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas penjelasan mengenai tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. maka pasien atau keluarga pasien tersebut dipersilahkan untuk mengisi formulir persetujuan tindakan medik.

Sp. Pengambilan darah 9. Dalam hal tindakan medis yang harus dilaksanakan sesuai dengan program pemerintah. Lumbal Punctie B. dimana tindakan medis tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak maka persetujuan tindakan medik tidak diperlukan. Pasang Infus 10. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. Instalasi Gawat Darurat 1. Instalasi Anestesi dan Reanimasi 1. persetujuan diberikan oleh keluarga terdekat atau induk semang ( guardian ). Dokter yang melakukan tindakan medis tanpa adanya persetujuan dari pasien atau keluarga pasien dapat dikenakan sanksi administratif. Pasang WSD 5. Perluasan operasi yang tidak dapat diduga sebelumnya dapat dilakukan untuk menyelamatkan jiwa pasien dan dokter harus memberikan informasi kepada pasien atau keluarga pasien 12. Informasi juga harus diberikan jika ada kemungkinan perluasan operasi.Revisi No. 16. Intubasi 2. Dalam hal pasien tidak sadar dan tidak didampingi oleh keluarga terdekat dan secara medik berada dalam keadaan gawat dan atau darurat yang memerlukan tindakan medik segera untuk kepentingannya harus mendapat persetujuan dari Kepala Instalasi terkait atau Direktur Medik. 18. Formulir persetujuan tindakan medis harus diisi lengkap dan ditanda tangani oleh pasien atau keluarga pasien. Jenis tindakan medis yang memerlukan informed Consent A. Pemasangan CVC 4.Dokumen No. Tracheostomy 6. Bagi pasien di bawah umur 21 tahun yang tidak mempunyai orang tua / wali atau orang tua / wali berhalangan. invasif lainnya. Reposisi 6. 15.Nolista Indah Rasyid.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 2/5 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Venasecsi 7. Pasien dewasa yang menderita gangguan mental. persetujuan diberikan oleh orang tua. Anestesi Regional 3. RJP 8. Melakukan Injeksi . 19. informasi dapat diberikan oleh dokter lain atau perawat dengan sepengetahuan atau petunjuk dokter yang bertanggung jawab 11. Intubasi 5. 14. Dokter bertanggung jawab atas pelaksanaan ketentuan tentang persetujuan tindakan medis 17. STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS (INFORMED CONSENT) RUMAH SAKIT No. Pasang CVP 4.Ort Prosedur 13. dokter yang melakukan tindakan dan saksi – saksi. Persetujuan diberikan oleh pasien dewasa yang berada dalam keadaan sadar dan sehat mental. 20. Anestesi Umum 2. Menjahit luka 3.

BMP E.Dokumen No. Apicoectomy anterior dan posterior 8. Clossed reduction 10. Gingivectomy 19.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 3/5 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa.Sp. Departemen Penyakit Dalam 1. Bouginasi 8. Oral Surgery / Anaesthesi lokal odontektomy biasa 2. Plebotomi 14. Bridge Prothesa 17. Extraksi gigi anak . Pungsi Abses 13. Exsisi tumor sedang 5. Memasang NGT 12. Departemen Gigi dan Mulut 1. EGD 2. STH 7. Departemen anak 1. Behavior management dengan physical restrant F.Ort Prosedur 4. Oro Anthral Fistula 18. Exsisi tumor kecil 4. Neurektomi 12. Double Lumen Catheter 11. Oral Surgery / Anaesthesi lokal odontektomy posisi khusus 3. Biopsi Hepar 9. Nasogastric tube . Pungsi Acites 12. Transfusi / Infus 15.Nolista Indah Rasyid.anak dengan lokal anaesthesi 21. Operasi Cyste 9. Orthodontie / Fixed 11. besar dan Khusus D. Departemen Bedah Semua jenis tindakan medis kecil. Konsevast vital pulpectomi 15.Revisi No. Biopsi 7. Kemotherapy 16. sedang. 11. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. Memasang Kateter C. Insisi Intra dan Extra Oral 6. Biopsi Ginjal 10. Extraksi per efemen 13. Konservasi Bleeching 16. Ligasi STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS (INFORMED CONSENT) RUMAH SAKIT No. Operasi fraktur rahang simple / complex 14. Colonoscopi 3. Polypectomi 5. Frenectomy 20. ERCP 6. Vena seksi 2.

Ort . Pungsi lumbal 5. Ganti darah ( Exchange trans ) 7.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 4/5 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. Khemoterapy 9. 3.Sp.Dokumen No. Foto terapy 8. Intubasi 4.Revisi No.Nolista Indah Rasyid. Pemasangan infus STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS (INFORMED CONSENT) RUMAH SAKIT No. BMP / Bone Marrow Punctie 6.

Laparaskopi diagnostic 10. Pasang / Lepas IUD 18. Insisi Hematoma ( Vulva. Sterilisasi perlaparaskopi 11.Ort Prosedur H. Kista Bartholini ( kistektomi. Departemen Obstetri dan Ginekoiogi 1. Extirpasi Mloma Geburt 28. Pasang / Lepas susuk KB 19. Inseminasi 15. Pasang foley catheter untuk Induksi 8. Kehamilan ektopik 23.Nolista Indah Rasyid. Inseminasi intra uterin 16.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 5/5 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Laparaskopi Operatif 13. Vaksinasi G. Polip Serviks ( Ekstirpasi) 20. Kuretase / dilatasi dan kuretase 22. Laparatomi percobaan 25. Injeksi 12. Hidro Sonografi 12. Sectio Caesaria 3. Sectio Caesaria + Tubektomi / Sterilisasi 4. Punksi kista atau ascites pada janin 7. Histerektomi Radikal 37. Departemen THT . marsupialisasi( 21. Sonohisterografi 17. Chordosentesis (tali pusat) 6.Dokumen No. Kolporafi fanterior / posterior) 27. Miomektomi 30. Partus dengan tindakan 2. Radikal Vulvektomi 36. Amniosentesis ( cairan amnion ) 5. Vagina ) 39. Operasi tumor jinak (laparatomi) 29.Sp. Biopsi Serviks STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS (INFORMED CONSENT) RUMAH SAKIT No. Sterilisasi Minilaparatomi 24. Reparasi tuba / Mikro Surgery 14. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. Histeroskopi 9.Revisi No. Histerektomi ( Laparaskopi / Vaginal). Operasi periengketan ( Laparatomi) 35. Perineografi 26. Kistektomi 31. Operasi Radikal (kanker ovarium. 32. kanker endometrium) 38. Parasentesis ( Ascites ) 40. Kuretase Mikro 33 HT + SOB / Salpingektomi Ovari Bilateral 34. Pemasangan chateter urine 11.Prosedur 10.

Tenggorokan 3. Mastoidektomi Radikal 27. Trakeostomi 19. Rekonstruksi Hidung 31. FESS / Fungsional Endoscopi Sinusitis Surgery 39. Parasentase 2. Rinoplasti / Rinotomi 32. Instalasi Bedah sentral RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL KEAMANAN DAN KERAHASIAAN BERKAS REKAM MEDIS RUMAH SAKIT No. Mikroiaring 33. Miringosplasti 24. Ekstirpasi Kista 21. 6. Reposisi Fraktur Os Nasal 20.Dokumen No. SMR / Sub Mocosa Respection Unit Terkait 1. Laringektom! ( Diseksi / Kepala / Leher) 37. Pemasangan Grommet / Ventilation / Shepart Tube 22. Bronchoskopi 17. Ekstirpasi Korpus Atineum Teiinga / Hidung 5. Insisi ( Explorasi) Abses Reirofaring / Parafaing 36. Eksplorasi Nasofaring 25.Nolista Indah Rasyid. Laringoskopi 16. Fronto Ethmoidektomi ( Ekstra Nasal) 29.Revisi No. Ekstraksi Polip + Ethmoidektomi 10. Papiioma Laring 15. Biopsi Telinga. CAT / Combinated Aproach Timpanoplasty 42. Pemasangan Pipa T 23. Sinuskopi 12. Angiofibroma Nasofaring 34. Ekstirpasi Jaringan Granulasi Telinga 4. Reseksi Temporal 41. Tonsilo Adenoidektomi 8. Tympanoplasti 28.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1/2 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Maxileklomi 38. Turbinektomi / Konkotomi 11. Instalasi Raway\t Inap RSKIA Annisa 3.Sp. Dekrompesi Fasialis 40. STANDAR PROSEDUR 17 februari 2016 OPERASIONAL drg. Radikal Sinus Maksila ( CWI) 30. 1. Esofaguskopi 14. Labioplasti + Palatoplasti 13. Tonsiiektomi 7. Septoplasti 18. Instalasi Rawat Jalan RSKIA Annisa 2. Ethmoidektomi (Intra Nasal ) 9. Nasoendoskopi.Ort Pengertian Berkas rekam medis merupakan catatan informasi yang akurat tentang data . Hidung. Ekstirpasi Polip 26. Spenoidektomi 35.

Peminjaman berkas rekam medis oleh pihak ketiga (asuransi) harus . pemeriksaan penunjang. penentuan fisik. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait dengan kegiatan penyimpanan / pengeluaran kembali berkas rekam medis dari rak atau ruang penyimpanan berkas rekam medis 3.Harus ada izin tertulis dari pasien . tindakan medis. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. STANDAR PROSEDUR 17 februari 2016 OPERASIONAL drg. Peminjaman berkas rekam medis. Peminjaman berkas rekam medis harus dengan membuat nota / surat permohonan peminjaman baik dari perorangan maupun unit / satuan kerja dengan persyaratan sebagai berikut : a. Hanya petugas rekam medis yang berwenang dan berhak masuk ke ruang penyimpanan dan mengambil berkas rekam medis.Harus ada surat kuasa dari pasien. perjalanan penyakit. Berita Acara peminjaman berkas rekam medis pasien tersebut harus diminta dan disimpan di dalam salinan berkas rekam medis sampai berkas rekam medis asli dikembalikan. dan proses pengobatan yang diberikan kepada pasien. Peminjaman berkas rekam medis untuk keperluan pelayanan kesehatan pasien ditanda tangani oleh dokter / kepala ruangan / penanggung jawab poliklinik. diagnosis.Nolista Indah Rasyid.Yang dapat diberikan hanya foto copy dari resume dan penyerahannya harus dibuatkan Berita Acara. 2. boleh diberikan rekam medis yang sudah dilegalisasi dan penyerahannya harus dibuatkan Berita Acara 4) Sebagai arsip RSKIA Annisa perlu ada salinan / foto copy dari berkas rekam medis tersebut dan disimpan ditempat berkas rekam medis asli dikeluarkan. anamnesis. Setiap informasi.Revisi No. pasien yang meliputi catatan identitas pasien. Informasi yang ada pada berkas rekam medis bersifat rahasia sehingga harus dijaga keamanan dan kerahasiaannya Tujuan 1. .Sp. Peminjaman berkas rekam medis untuk penelitian harus menunjukan surat izin penelitian di RSKIA Annisa d. Peminjaman berkas rekam medis untuk kasus medicolegal yang dibawa keluar RSKIA Annisa harus ada izin tertulis dari direktur RSKIA Annisa: 1) Diminta untuk penyidikan. . 2) Bila suatu berkas rekam medis diminta untuk dibawa ke pengadilan harus dilegalisasi terlebih dahulu ( diberi materai) 3) Bila hakim pengadilan yang menangani kasus terkait meminta berkas rekam medis asli.Ort Prosedur e. Menjaga keamanan dan kerahasiaan berkas rekam medis Kebijakan 1. Peminjaman berkas rekam medis oleh residen / koas ditanda tangani oleh dokter pembimbing / supervisor RSKIA Annisa c. STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL KEAMANAN DAN KERAHASIAAN BERKAS REKAM MEDIS RUMAH SAKIT No. b. baik medis maupun non medis yang dimiliki oleh RSKIA Annisa dilarang disebarluaskan oleh pegawai RSKIA Annisa kepada siapapun. baik secara tertulis maupun lisan kecuali atas izin direktur RSKIA Annisa Prosedur 1.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 2/2 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa.Dokumen No.

4. melalui surat permohonan yang ditujukan kepada direktur RSKIA Annisa dan ada disposisi dari direktur RSKIA Annisa f.Dokumen No. 2.Halaman ANAK ANNISA BANJARMASIN 1 Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa.Nolista Indah Rasyid. Sub bag rekam medis STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENGURUSAN KETERANGAN DOKTER UNTUK RUMAH SAKIT ASURANMSI / JAMSOSTEK / JASA RAHARJA KHUSUS IBU DAN No. Petugas yang berwenang mengambil rekam medis yang akan dipinjam dan memasukan tracer pada tempat berkas rekam medis yang dikeluarkan.Ort . Prosedur pengiriman dan pengembalian berkas rekam medis kepada pihak lain dalam amplop bersegel. Unsur Pimpinan. 5. Instalasi Rawat Inap RSKIA Annisa 3. 3.Sp. 2. Ruang penyimpanan berkas rekam medis. 6. Bidang keperawatan 4. nama pasien. nama jelas peminjam dan tanda tangan peminjam.Revisi No. Untuk perawatan lanjutan pasien ke rumah sakit lain cukup diberikan resume perawatan pasien. Petugas rekam medis membuat tracer berkas rekam medis yang dipinjam. nomor rekam medis. hanya dapat dibuka oleh petugas yang berwenang Unit Terkait 1. baik yang aktif maupun inaktif terpisah dan terkunci. Petugas rekam medis mencatat berkas rekam medis pada buku peminjaman yang meliputi tanggal peminjaman. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg.

Dokter tersebut kemudian mengisi blanko isian yang tersedia dan menandatanganinya.Ort .Revisi No. Instalasi Rawat Inap RSKIA Annisa 4.Pengertian Memberikan informasi tentang riwayat medis pasien untuk pengajuan klaim biaya perawatan ataupun pengobatan kepada pihak ketiga seperti Asuransi / Jamsostek / Jasa Raharja yang dibuat atas persetujuan pasien. masing satu lembar sebagai arsip rekam medis. Tersedianya informasi medis yang akurat yang diperlukan untuk pihak ketiga Kebijakan Pemberian informasi kesehatan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan rekam medis serta sesuai dengan peruntukannya Prosedur 1. Bagian Administrasi Pasien dan Informasi Medis menyimpan foto copy blanko isian. Petugas Bagian Administrasi Pasien dan Informasi Medis mencari dan menyiapkan data rekam medis yang bersangkutan. 4.Dokumen No. 3. KTP dan surat kuasa ( kalau ada ) masing. Tercapainya tertib administrasi dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa 2. 6.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Data rekam medis dan blanko isian di bawa ke poliklinik / instalasi gawat darurat / ruang perawatan untuk menghubungi dokter yang memeriksa atau merawat.Nolista Indah Rasyid. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien. Instalasi Gawsat Darurat RSKIA Annisa 3. 7. Pasien membawa surat permohonan dan blanko isian ke Bagian Administrasi Pasien dan Informasi Medis. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg.Sp. Tujuan 1. 3. 5. Petugas Bagian Administrasi Pasien dan Informasi Medis membawa blanko isian yang telah diisi ke tempat pasien berobat atau dirawat untuk di cap atau stempel RSKIA Annisa dan difoto copy tersebut kemudian diserahkan ke pemohon. 2. Instalasi Rawat Jalan RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL MONITORING REKAM MEDIS RUMAH SAKIT No. Unit Terkait 1. Petugas Bagian Administrasi Pasien dan Informasi Medis mencatat disposisi ke dalam buku ekspedisi Asuransi / Jamsostek / Jasa Raharja.

3. 2. Menghitung jumlah rekam medis yang belum kembali dengan kriteria > 1 x 24 jam untuk di buatkan tracer. Menyampaikan laporan tersebut ke Bagian Perawatan dan Dirbinyanmed (untuk kebutuhan rapat koordinasi pelayanan medis) Unit Terkait 1. 3.Dokumen No.Nolista Indah Rasyid. Berkas rekam medis harus kembali dalam waktu 2 x 24 jam setelah pasien pulang rawat. 2. Membuat dan menyusun laporan 5. Merekap jumlah rekam medis yang belum kembali ke sub bag rekam medis 4.Pengertian Membuat laporan jumlah rekam medis rawat inap dan rawat jalan serta IGD untuk segera dikembalikan ke sub bag rekam medis Tujuan 1. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien. Instalasi Rawat Inap RSKIA Annisa 2. Dirbinyanmed RSKIA Annisa 5. Berkas rekam medis harus kembali dalam waktu 1 x 24 jam setelah pasien mendapatkan pelayanan kesehatan di poliklinik dan IGD Prosedur 1.Revisi No. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. Bagian Perawatan RSKIA Annisa 4. Instalasi Rawat Jalan dan IGD RSKIA Annisa 3. Memonitor rekam medis rawat inap.Sp.Ort .Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Menghitung jumlah rekam medis yang belum kembali dengan kriteria < 2 x 24 jam dan > 2 x 24 jam dari buku analisis. Sub bag rekam medis STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PEMUSNAHAN REKAM MEDIS RUMAH SAKIT No. rawat jalan dan IGD Kebijakan 1. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2.

Tujuan 1. 6. 3. Komite medis 3. 4. 2. Mensortir atau memisahkan rekam medis yang memenuhi syarat untuk dimusnahkan. Komite Sub Rekam Medis RSKIA Annisa 2. Tim Pemusnahan rekam medis rumah sakit membuat berita acara pelaksanaan pemusnahan untuk dilaporkan kepada direktur RSKIA Annisa Unit Terkait 1. yang telah berada dalam rak penyimpanan inaktif selama 2 tahun. 3. diagnosa dan tahun kunjungan terakhir.Nolista Indah Rasyid.Revisi No. Mengambil lembaran resume. Arsip rekam medis yang dapat dimusnahkan adalah : 1.Pengertian Suatu proses kegiatan penghancuran secara fisik arsip rekam medis yang telah dinyatakan berakhir fungsi dan nilai gunanya. Kepala sub bag rekam medis membuat surat pengajuan permohonan pemusnahan rekam medis kepada direktur RSKIA Annisa 5. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2.Sp. Setelah disetujui dan diterbitkan surat perintah pemusnahan rekam medis tersebut maka dibentuk Tim Pemusnahan Rekam Medis Rumah Sakit. Rekam medis rawat jalan. Arsip rekam medis inaktif. Rekam medis rawat inap Arsip rekam medis inaktif. 2. ringkasan masuk dan ke luar dan menyimpannya kembali sesuai urutan tahun. Termonitornya berkas rekam medis yang keluar dari ruang penyimpanan rekam medis Kebijakan Rekam medis inaktif dimusnahkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku Prosedur 1. Direktur RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENDAFTARAN PASIEN GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT No. Membuat daftar retensi rekam medis yang berisi nomor rekam medis. Tim pemusnahan rekam medis rumah sakit melakukan kegiatan pemusnahan / penghancuan secara fisik rekam medis yang telah dinyatakan non aktif tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku 7.Dokumen No. yang telah berada dalam rak penyimpanan inaktif selama 2 tahun. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien. nama pasien.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa.Ort .

Kebijakan Setiap pasien gawat darurat harus mendaftarkan diri di tempat pendaftaran pasien gawat darurat ( Instalasi Gawat Darurat) Prosedur 1. Setiap pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat harus melalui triage untuk di nilai apakah temasuk gawat darurat atau tidak. Terciptanya ketertiban dan kenyamanan pelayanan pasien. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENDAFTARAN PASIEN LAMA RAWAT JALAN RUMAH SAKIT No.Nolista Indah Rasyid. 4.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Unit Terkait 1. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. 6. Bila pasien tidak termasuk gawat darurat maka pasien diarahkan ke poliklinik sesuai dengan keluhan pasien tersebut.Sp. 7. Petugas mengarahkan keluarga untuk mengurus administrasi di loket pendaftaran instalasi gawat darurat. 3. Instalasi Rawat jalan RSKIA Annisa 3. Petugas menginput dan mencatat identitas pasien gawat darurat pada dokumen rekam medis dan memberikan KIB (Kartu Identitas Berobat) kepada keluarga pasien.Dokumen No. Instalasi Rawat jalan RSKIA Annisa 2.Ort . STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. Pasien mendapatkan pertolongan / pelayanan kesehatan oleh dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat. kecuali di luar jam kerja maka pasien tersebut masuk ke dalam poliklinik umum. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien. 5.Revisi No.Pengertian Tata cara penerimaan pasien gawat darurat yang akan mendapatkan pelayanan kesehatan agar pelayanan berjalan tertib. Bila pasien termasuk pasien gawat darurat maka langsung masuk ke bagian gawat darurat sesuai dengan kondisi saat itu apakah termasuk dalam kasus bedah atau interna 3. Petugas meminjam SIM / KTP / identitas lainnya untuk membuat no rekam medis dan mengisi identitas dan data sosial lainnya. 2. nyaman dan aman Tujuan 1.

Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. Unit Terkait 1. baik rujukan dari luar RSKIA Annisa yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa harus mendaftarkan diri pada loket pendaftaran pasien lama rawat jalan di poliklinik terkait. Terciptanya ketertiban dan kenyamanan pelayanan pasien. Instalasi Rawat jalan RSKIA Annisa 2.Sp. 4. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENDAFTARAN PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT No. tertib dan aman serta untuk mengurangi waktu tunggu pasien. Prosedur 1. Tujuan 1. Setiap pasien lama. Kebijakan Setiap pasien lama rawat jalan yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan harus melalui tempat pendaftaran pasien di poliklinik terkait. 3. 2.Revisi No.Pengertian Prosedur penerimaan pasien lama rawat jalan merupakan tata cara penerimaan pasien yang akan berobat ke poliklinik agar dapat berjalan teratur.Dokumen No.Ort .Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Pasien diwawancarai oleh petugas loket pendaftaran pasien tentang poliklinik yang dituju apakah sesuai dengan surat rujukan yang dibawa.Nolista Indah Rasyid. 3. Petugas menginput dan mencatat identitas pasien rawat jalan pada dokumen rekam medis dan memberikan KIB (Kartu Identitas Berobat) kepada keluarga pasien. Petugas pendaftaran memberikan no antrian poliklinik dan mempersilahkan pasien menunggu di depan ruang periksa. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien.

Petugas mempersilahkan membaca dan memberikan penjelasan isi dari formulir general consent yang berlaku. 8. 3. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien.Ort . Petugas memberikan rekam medis yang sudah disiapkan kepada petugas IGD/ poliklinik yang akan diserahkan ke ruang perawatan bersamaan dengan pasiennya. Petugas loket pendaftaran pasien menginput no rekam medis pasien ke dalam sistem aplikasi komputer.Revisi No. Setiap pasien yang akan mendapatkan pelayanan rawat inap harus melalui tempat pendaftaran pasien rawat inap 2. IGD RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENDAFTARAN PASIEN BARU RAWAT JALAN RUMAH SAKIT No. Khusus untuk pasien bayi baru lahir. petugas memberikan no rekam medis sebelum membuat data identitas pasien 5. Kebijakan 1.Dokumen No. Sub bag rekam medis 3. Setiap pasien baik pasien rujukan dari luar rumah sakit yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan rawat inap di RSKIA Annisa harus mendaftarkan diri pada loket pendaftaran pasien rawat inap 2.Nolista Indah Rasyid. 9. Petugas loket menjelaskan mengenai ruangan beserta tarif yang berlaku 6. Pasien / keluarga menandatangani persetujuan rawat inap pada kolom yang tersedia. Petugas mewawancarai pasien / keluarga serta mengecek dan menginput ulang data identitas pasien terkini pada sistem aplikasi komputer.Pengertian Tata cara penerimaan pasien yang akan mendapatkan pelayanan rawat inap agar dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Khusus pasien bayi baru lahir. Prosedur 1. petugas wajib memberikan no rekam medis sebelum membuat data identitas pasien. 7. Tujuan 1. Setiap pasien / keluarga wajib menunjukkan surat masuk perawatan dari dokter poliklinik atau IGD RSKIA Annisa 3.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. 10. Instalasi Rawat Inap RSKIA Annisa Unit Terkait 2. 1. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. Petugas memberikan gelang sesuai identitas pasien kepada pasien / keluarga yang akan masuk perawatan 11. Untuk kelancaran dan ketertiban penerimaan pasien rawat inap. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. Setiap pasien / keluarga wajib menunjukkan kartu berobat / no rekam medis RSKIA Annisa 4.Sp. Poliklinik RSKIA Annisa 4.

5. Setelah selesai proses pendaftaran. 2. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENGAMBILAN (RETRIEVAL) RUMAH SAKIT No. 3. Setiap pasien baru. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. pasien dipersilahkan menuju ke poliklinik yang dituju. Prosedur 1.Ort . Petugas loket pendaftaran pasien mencatat data pribadi pasien pada berkas rekam medis pasien.Sp.Nolista Indah Rasyid.Dokumen No. Tujuan 1. Pasien diwawancarai oleh petugas loket pendaftaran pasien tentang identitas dirinya.Revisi No. tertib dan aman serta untuk mengurangi waktu tunggu pasien. 4.Pengertian Prosedur penerimaan pasien baru rawat jalan merupakan tata cara penerimaan pasien yang akan berobat ke poliklinik agar dapat berjalan teratur.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Petugas loket pendaftaran pasien memasukkan data identitas diri pasien ke dalam system komputerisasi. 3. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. Petugas memberikan kartu berobat yang harus dibawa setiap kali pasien ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 6. baik rujukan dari luar rumah sakit yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa harus mendaftarkan diri pada loket pendaftaran pasien baru rawat jalan. Terciptanya ketertiban dan kenyamanan pelayanan pasien. Petugas loket pendaftaran pasien mempersilahkan pasien untuk menunggu di poliklinik yang dituju Unit Terkait 1. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien. Setiap pasien baru rawat jalan yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan harus melalui tempat pendaftaran pasien rawat jalan 4. Instalasi Rawat jalan RSKIA Annisa 2. Kebijakan 3.

Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1/2 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Bagi pihak luar rumah sakit yang akan meminjam rekam medis. Termonitornya berkas rekam medis yang keluar dari ruang penyimpanan rekam medis Kebijakan 1.  lembar ketiga untuk peminjam. Petugas rekam medis kemudian mengisi petunjuk keluar dan memasukanya ke dalam tracer 6. tanggal peminjaman dan tanggal Pengembalian). tanggal peminjaman dan tanggal pengembalian. Tujuan 1. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. 3. tracer dikeluarkan / diambil kembali dan bon / nota peminjaman yang disimpan pada buku peminjaman diparaf dan diarsipkan. nomor rekam medis. 2. Pihak intern rumah sakit yang akan meminjam rekam medis untuk kepentingan pasien harus membuat bon / nota peminjaman dengan mengisi nama pasien. nama dokter / orang yang meminjam. Tidak satupun rekam medis boleh keluar dari ruang penyimpanan rekam medis tanpa surat permintaan atau surat peminjaman.Sp. Surat permohonan peminjaman berkas rekam medis yang telah didisposisi direktur diturunkan ke sub bag rekam medis ( Kasubbag rekam medis ). baik oleh pihak intern rumah sakit maupun pihak luar rumah sakit. 2. 4. Unit Terkait 1. Petugas rekam medis mengambil rekam medis yang dipinjam / diminta sesuai dengan nomor rekam medisnya dan meletakan tracemya pada tempat rekam medis tersebut disimpan sebagai tanda keluarnya rekam medis.Pengertian Dikeluarkannya berkas rekam medis dari rak penyimpanan karena adanya peminjaman berkas rekam medis tersebut.Nolista Indah Rasyid. baik oleh pihak intern rumah sakit maupun pihak luar rumah sakit harus dicatat ( nama pasien. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien. dibuat rangkap 3 (tiga). nama dokter / orang yang meminjam. 5.Revisi No.Ort . nomor rekam medis.unit terkait STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENGISIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP RUMAH SAKIT No. Berkas rekam medis yang dipinjam. Pada saat rekam medis kembali. Berkas rekam medis yang dipinjam harus dikembalikan tepat waktu Prosedur 1. Unit . Sub bag rekam medis 2.Dokumen No. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. baik untuk kepentingan penelitian maupun kepentingan pasien harus membuat surat permohonan peminjaman rekam medis dan ditujukan kepada direktur RSKIA Annisa 3.  lembar pertama ditempelkan pada tracer  lembar kedua disimpan pada buku peminjaman rekam medis sebagai arsip. 7.

Setiap tindakan medis yang akan dikerjakan terhadap pasien harus melalui prosedur informed concent. Lembar follow up diisi oleh dokter yang merawat tentang perjalanan penyakit. Dokter yang merawat dapat memperbaiki kesalahan penulisan dan melakukannya pada saat itu juga serta dibubuhi paraf.Ort . Riwayat penyakit dan pemeriksaan harus diisi lengkap dalam 24 jam setelah pasien dirawat dan ditandatangani oleh dokter yang merawat.Nolista Indah Rasyid. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien. dilengkapi dengan catatan waktu yang berurutan dan diparaf serta nama pemeriksa. 12.Pengertian Suatu kegiatan pengisian identitas. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. 9.Dokumen No. Semua pencatatan harus ditandatangani oleh dokter atau nama terang serta diberi tanggal. 3. Identitas dan data sosial pasien diisi oleh petugas tempat pendaftaran pasien rawat inap. Setiap tindakan dan konsultasi yang dilakukan terhadap tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan kewenangannya dan ditulis pasien harus ditulis dalam lembaran rekam medis selambat-lambatnya dalam waktu 1x24 jam. data sosial dan data medis pasien untuk kelengkapan data berkas rekam medis Tujuan 1. 2. 3. Lembar catatan keperawatan diisi oleh perawat yang bertugas dan diberi paraf. Untuk pasien yang masuk melalui Instalasi Gawat Darurat. 7.Sp. ringkasan riwayat penyakit serta pemeriksaan harus lengkap pada lembar formulir Instalasi Gawat darurat saat pasien masuk dan ditanda tangani oleh dokter yang menanganinya. pemeriksaan waktu visite.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 2/2 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Kebijakan Setiap berkas rekam medis harus dibuat dan dilengkapi seluruhnya setelah pasien menerima pelayanan kesehatan. 6. 13. Prosedur 1. Tindakan pembedahan atau operasi. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. konsultasi dan jawaban konsultasi serta instruksi- instruksi dengan tulisan jelas dan menggunakan istilah yang mudah dipahami oleh petugas kesehatan di rumah sakit. anestesi. 8. Catatan yang dibuat oleh mahasiswa kedokteran dan mahasiswa lainnya ditandatangani dan menjadi tanggung jawab dokter yang merawat atau oleh dokter pembimbingnya. Hasil pemeriksaan penunjang dilampirkan atau ditempelkan pada lembar hasil pemeriksaan penunjang dengan berurutan waktunya STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENGISIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP RUMAH SAKIT No. 10. 5. 11. Untuk kelengkapan data berkas rekam medis.Revisi No. 14. persalinan atau prosedur yang lain harus segera dilaporkan pada lembar laporan pada hari yang sama dan ditanda tangani oleh dokter yang mengerjakannya. Penghapusan tulisan dengan cara apapun tidak diperbolehkan. 4. Ringkasan klinis pasien masuk dan keluar diisi oleh dokter yang merawat.

Prosedur 15. Surat rujukan diisi oleh dokter yang merujuk meliputi keadaan waktu keluar dan rekapitulasi selama dirawat.Dokumen No. tindakan / prosedur yang telah dilakukan. 18. 19.Ort .Nolista Indah Rasyid. Setiap lembar rekam medis harus dilengkapi identitas pasien ( nama. nomor register rawat inap. 17. 16. 20. rencana pemeriksaan lanjutan dan instruksi lain.Sp. Lembar resume saat keluar diisi oleh dokter yang merawat meliputi diagnosis akhir. jenis kelamin dan alamat) oleh petugas Instalasi rawat inap bersangkutan. nomor rekam medis. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENGISIAN REKAM MEDIS RAWAT JALAN RUMAH SAKIT No. baik dokter atau para medis atau petugas kesehatan yang menangani pasien dengan dibubuhi tanda tangan dan nama jelas serta berkas rekam medis rawat inap harus sudah dilengkapi dan disimpan di sub bag rekam medis selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah pasien yang bersangkutan keluar rumah sakit Unit Terkait 1. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Instalasi Rawat Inap RSKIA Annisa 2. Berkas rekam medis harus diisi Iengkap oleh petugas. Lembar sebab kematian diisi oleh dokter yang menangani menjelang pasien meninggal.Revisi No. Surat kematian dibuat oleh dokter yang terakhir menangani.

Instalasi Rawat Jalan RSKIA Annisa 2. Identitas. Semua pencatatan harus ditandatangani oleh dokter atau tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan kewenangannya tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan kewenangannya dan ditulis nama terang serta tanggal 5. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENGKODEAN DIAGNOSA PENYAKIT DAN TINDAKAN / RUMAH SAKIT PEMBEDAHAN PADA BERKAS REKAM MEDIS RAWAT KHUSUS IBU DAN INAP ANAK ANNISA BANJARMASIN No. 3. 2. 4.Pengertian Merupakan kegiatan pengisian identitas. Setiap pasien baru harus dilengkapai dengan identitas. data sosial dan data medis pasien untuk kelengkapan data rekam medis. terapi ditulis secara ringkas namun informatif oleh dokter pemeriksa pada saat pasien berobat dengan tulisan yang bisa dibaca oleh sejawat lain dengan menggunakan istilah maupun singkatan yang disepakati atau dimengerti oleh sejawat lain serta diberi catatan waktu / tanggal dan paraf / nama jelas dokter yang menangani. Setiap tindakan dan konsultasi yang dilakukan terhadap pasien harus ditulis dalam lembaran rekam medis.Revisi No. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL .Dokumen No. data sosial dan data medis pasien untuk kelengkapan data rekam medis. 6. Penghapusan tulisan dengan cara apapun tidak diperbolehkan. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2.Halaman 1 Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien. Unit Terkait 1. Prosedur 1. data sosial dan data medis pasien di print out dari komputer dan dimasukan ke dalam map berkas rekam medis. 3. Termonitornya berkas rekam medis yang keluar dari ruang penyimpanan rekam medis Kebijakan Setiap berkas rekam medis harus dibuat dan dilengkapi seluruhnya setelah pasien menerima pelayanan kesehatan. Data klinis anennesis. Tujuan 1. pemeriksaan.

Rumah sakit dapat membuat standar prosedur opersional bagi petugas terkait untuk menentukan pengkodean diagnosa setiap pasien selesai mendapatkan pelayanan rawat inap 2.Revisi No. Menerima berkas rekam medis pasien rawat inap yang sudah diassembling / dirakit 2. Tersedianya standar prosedur opersional bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien di RSKIA Annisa 3.Dokumen No. Mencari kode diagnosa tindakan / pembedahan sesuai dengan arahan yang ada pada buku ICDPIM 6. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa 2. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. Membaca diagnosa penyakit. Mengimput kode diagnosis ke dalam sistem aplikasi di komputer 8. Memudahkan dalam pelaksanaan pemberian kode pada diagnosa penyakit.Nolista Indah Rasyid. Menyeragamkan nama dan golongan penyakit. cidera. Instalasi Rawat Jalan.Ort Pengertian 1.Sp. tindakan / pembedahan. sebab kecelakaan serta sebab kematian 3.Halaman 1 Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Mencari kode diagnosa penyakit sesuai dengan arahan yang ada pada buku ICD-10 5. Koding ( coding ) adalah pemberian penetapan kode dengan menggunakan huruf atau angka atau kombinasi huruf dalam angka yang mewakili komponen data Tujuan 1. Melakukan konfirmasi dengan dokter terkait hal yang kurang jelas atau yang tidak lengkap dalam membuat diagnosa tersebut 4. keperawatan dan tenaga kesehatan lainnya RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENGKODEAN DIAGNOSA PENYAKIT DAN TINDAKAN / RUMAH SAKIT PEMBEDAHAN PADA BERKAS REKAM MEDIS RAWAT KHUSUS IBU DAN JALAN ANAK ANNISA BANJARMASIN No. gejala. dan faktor yang mempengaruhi kesehatan dengan menggunakan klasifikasi penyakit ICD-10 2. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL . Rawat Inap dan Gawat Darurat 3. drg. Menyerahkan berkas rekam medis yang telah dikoding (coding) ke bagian indeksing Unit Terkait 1. Menyeragamkan nama tindakan / pembedahan dengan menggunakan klasifikasi ICDPIM Prosedur 1. Seluruh personil tenaga medis. Menulis kode kode tersebut pada berkas rekam medis di formulir masuk dan keluar 7. tindakan / pembedahan dengan menggunakan buku klasifikasi penyakit (ICD-10) dan buku klasifikasi tindakan / pembedahan ( ICDPIM ) Kebijakan 1.

tindakan / pembedahan. Membaca diagnosa penyakit. Melakukan konfirmasi dengan dokter terkait hal yang kurang jelas atau yang tidak lengkap dalam membuat diagnosa tersebut 4. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa 2. dan faktor yang mempengaruhi kesehatan dengan menggunakan klasifikasi penyakit ICD-10 2. Menyerahkan berkas rekam medis yang telah dikoding (coding) ke bagian rekam medis Unit Terkait 1. Koding ( coding ) adalah pemberian penetapan kode dengan menggunakan huruf atau angka atau kombinasi huruf dalam angka yang mewakili komponen data Tujuan 1. Menyeragamkan nama dan golongan penyakit. Menerima berkas rekam medis pasien rawat jalan yang sudah menerima pelayanan rawat jalan di poliklinik 2.Dokumen No. Instalasi Rawat Jalan. Mencari kode diagnosa penyakit sesuai dengan arahan yang ada pada buku ICD-10 5. Mencari kode diagnosa tindakan / pembedahan sesuai dengan arahan yang ada pada buku ICDPIM 6. Rawat Inap dan Gawat Darurat 3. Rumah sakit dapat membuat standar prosedur opersional bagi petugas terkait untuk menentukan pengkodean diagnosa setiap pasien selesai mendapatkan pelayanan rawat jalan 2.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa.Revisi No. Menulis kode kode tersebut pada berkas rekam medis di formulir masuk dan keluar Mengimput kode diagnosis ke dalam sistem aplikasi di komputer 7. sebab kecelakaan serta sebab kematian 3.Nolista Indah Rasyid. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. keperawatan dan tenaga kesehatan lainnya RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENGOLAHAN REKAM MEDIS RAWAT INAP RUMAH SAKIT No.Ort Pengertian 1.Nolista Indah Rasyid. cidera.Sp. drg. Seluruh personil tenaga medis. Tersedianya standar prosedur opersional bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien di RSKIA Annisa 3. gejala.Sp. tindakan / pembedahan dengan menggunakan buku klasifikasi penyakit (ICD-10) dan buku klasifikasi tindakan / pembedahan (ICDPIM) Kebijakan 1. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2.Ort . Memudahkan dalam pelaksanaan pemberian kode pada diagnosa penyakit. Menyeragamkan nama tindakan / pembedahan dengan menggunakan klasifikasi ICDPIM Prosedur 1.

Nolista Indah Rasyid. Penyimpanan berkas rekam medis di rak penyimpanan. tindakan / operasi dan dokter. penyimpanan berkas rekam medis samapi dengan pengambilan kembali berkas rekam medis untuk keperluan pelayanan kesehatan pasien atau keperluan administrasi lainnya. Pengambilan kembali berkas rekam medis untuk keperluan lain Unit Terkait 1. Pengklasifikasian / pengkodean penyakit. Untuk mendapatkan informasi pelayanan medis yang refresentatif Kebijakan Berkas rekam medis rawat inap harus diolah dengan baik agar menghasilkan informasi yang refresentatif. Perakitan lembaran berkas rekam medis oleh petugas rekam medis 5. 6. Pencatatan pengembalian berkas rekam medis oleh petugas rekam medis 4. 9. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS RUMAH SAKIT No.Ort . Tujuan 1. Penyusunan indeks 7. perakitan. pengecekan kelengkapan pengisian rekam medis. Tertibnya administrasi dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2.Pengertian Suatu kegiatan mulai dari pengembalian berkas rekam medis dari satuan kerja terkait dilanjutkan dengan kegiatan penerimaan pengembalian. penyusunan indeks.Dokumen No. Instalasi Rawat Jalan RSKIA Annisa 3.Sp. Instalasi Rawat Inap RSKIA Annisa 2. 8. Penyortiran berkas rekam medis sebelum disimpan pada rak penyimpanan.Revisi No.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Penerimaan berkas rekam medis dari unit kerja rekam medis oleh petugas ruang rawat inap. 3. 2. Penerimaan pengembalian berkas rekam medis dari ruang rawat inap oleh petugas rekam medis rawat inap. Prosedur 1. kodifikasi. Tersedianya pedoman bagi petugas rekam medis 3.

Unit Terkait Sub bagian rekam medis STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENYUSUTAN BERKAS REKAM MEDIS RUMAH SAKIT No. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg.Sp. Petugas rekam medis memilah-memilah berkas rekam medis dan mengelompokkannya sesuai 2 digit angka terakhir dalam nomor rekam medis 2.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa.Pengertian Penyimpanan rekam medis seseorang pasien dalam satu kesatuan setelah mendapatkan pelayanan kesehatan melalui perawatan di RSKIA Annisa Tujuan 1.Ort .Nolista Indah Rasyid.Dokumen No. dimana berkas rekam medis rawat jalan dan rawat inap berada dalam satu map 2. Selanjutnya diikuti oleh dua digit tengah dan dua digit awal. System penjajaran menggunakan terminal digit filing yaitu menjajarkan berkas rekam medis sesuai urutan dengan menggunakan angka terakhir Prosedur 1.Revisi No. Petugas rekam medis melakukan berkas rekam medis di setiap nomor dengan cara dua digit angka terakhir dalam nomor rekam medis digunakan sebagai dua digit utama dalam penyimpanannya. Petugas rekam medis memasukkan berkas rekam medis sesuai nomor penjajaran di dalam rak filing 3. Penyimpanan berkas rekam medis menggunakan system sentralisasi. Tertibnya administrasi dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait dengan pelayanan kesehatan pasien Kebijakan 1.

Penyusutan atau retensi dilakukan berdasarkan sarana prasarana yang tersedia dan nilai guna dari berkas rekam medis 2. Mengurangi arsip rekam medis pada rak penyimpanan dan meyiapkan fasilitas untuk penyimpanan rekam medis yang baru Kebijakan 1. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa 2.Revisi No. Rekam medis yang sudah inaktif dikumpulkan dan disimpan terpisah dengan rekam medik yang aktif untuk disiapkan menuju pemusnahan rekam medis Unit Terkait 1. Memindahkan rekam medis inaktif tersebut ke rak penyimpanan rekam medis inaktif. 3. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. 2. Tujuan 1.Pengertian Penyusutan / retensi rekam medis adalah suatu kegiatan pengurangan arsip rekam medis dari rak penyimpanan dengan memindahkan arsip rekam medis inaktif yang berada di rak aktif ke rak inaktif dengan cara memilah / mensortir sesuai dengan tanggal terakhir pasien tersebut dilayani atau lima tahun setelah pasien meninggal dunia. Melakukan survey terhadap berkas rekam medis yang telah memiliki usia minimal lima tahun.Sp.Nolista Indah Rasyid.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. 3. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait terhadap pelayanan kesehatan pasien. Direktur RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL KETENTUAN PENGISIAN REKAM MEDIS RUMAH SAKIT No. Penyusutan dilakukan setiap 5 tahun Prosedur 1.Ort .Dokumen No.

Setiap tindakan konsultasi yang dilakukan terhadap pasien. Tersedianya pedoman bagi petugas medis. Tujuan 1. penentuan fisik laboratorium.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. rawat jalan maupun yang mendapat pelayanan gawat darurat. Semua pencatatan harus ditanda tangani oleh dokter / tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan kewenangannya dan ditulis nama jelasnya serta diberi tanggal. Sub bag Rekam Medis RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL SISTEM PENAMAAN RUMAH SAKIT No. Tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa .Ort . 2. diagnosa segala pelayanan dan tindakan medis yang diberikan kepada pasien serta pengobatan baik yang dirawat inap. 2. selambat- lambatnya dalam waktu 1 x 24 jam harus ditulis dalam lembaran rekam medis. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL drg. yang harus dibuat segera dan dilengkapi seluruhnya setelah pasien menerima pelayanan kesehatan. 4. Dokter yang merawat dapat memperbaiki kesalahan penulisan dan melakukannya pada saat itu juga serta dibubuhi paraf. Direktur RSKIA Annisa 3.Dokumen No.Sp. Komite Medik RSKIA Annisa 2. para medis dan non medis yang terkait langsung dalam kegiatan pengisian rekam medis Kebijakan Rekam medis harus dibuat segera dan dilengkapi seluruhnya setelah pasien menerima pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa Prosedur Ketentuan pengisian rekam medis adalah : 1.Nolista Indah Rasyid.Pengertian Rekam medis merupakan catatan infomasi atau keterangan yang tertulis maupun yang terekam tentang identitas. 3.Revisi No. anamnese. Penghapusan tulisan dengan cara apapun tidak diperbolehkan Unit Terkait 1.

maka nama yang digunakan adalah namanya saat ini yang dapat dirubah oleh petugas yang berwenang. bagi pasien wanita diakhir nama lengkap ditambahkan " Ny ". Setiap pasien yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa harus dicatat nama lengkapnya 2. Penulisan nama pasien terdiri minimal dua suku kata 4.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL SISTEM PENOMORAN REKAM MEDIS RUMAH SAKIT No. Instalasi Gawat Darurat RSKIA Annisa 2.Pengertian Memberikan identitas kepada seorang pasien untuk membedakan antara pasien satu dengan yang lainnya sehingga mempermudah pelayanan rekam medis kepada pasien yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa Tujuan 1. maka penulisannya dengan menggunakan nama ibu dari bayi dengan diakhir nama lengkap ditambahkan “ By Ny “. Penulisan nama sesuai dengan KTP / SIM / PASPOR yang masih berlaku 2. 3. 3. 8. Bila pasien seorang bayi baru lahir dan yang belum mempunyai nama.Revisi No. 9. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait dengan pelayanan kesehatan pasien. ditambahkan dengan nama suami / ayah kandung pasien Prosedur 1. Bila nama pasien sendiri terdiri dari satu suku kata. Bagi pasien yag memiliki satu suku kata maka penulisannya di tambahkan dengan nama suami atau nama ayah kandung pasien 5. Sebagai pelengkap. Penulisan nama pasien ditulis dengan huruf balok. atau " Nn. Pencantuman title / gelar selalu diletakkan sesudah nama Iengkap Unit Terkait 1. 6. " sesuai dengan statusnya. Apabila pada kunjungan selanjutnya bayi telah diberikan / memiliki nama. Tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2.Dokumen No. Apabila pasien berkewarganegaraan asing maka penulisan namanya harus disesuaikan dengan paspor yang berlaku di Indonesia. Untuk memberikan identitas kepada pasien Kebijakan 1. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 OPERASIONAL . 7.

baik kepada pasien rawat jalan maupun pasien gawat darurat pada saat seorang pasien berkunjung pertama kali ke RSKIA Annisa dan penomoran rekam medis tersebut dipakai selamanya untuk kunjungan seterusnya Tujuan 1. Kebijakan Sistem penomoran di RSKIA Annisa adalah sistem pemberian nomor cara unit. instalasi gawat darurat maupun ke unit – unit penunjang medis ataupun instalasi lainnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 3.Halaman KHUSUS IBU DAN ANAK ANNISA 1 BANJARMASIN Tanggal terbit : Direktur RSKIA Annisa.Nolista Indah Rasyid. 2.Ort Pengertian Merupakan pemberian sistem penomoran rekam medis.Sp. rawat inap. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait dengan pelayanan kesehatan pasien. 3. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL LEGALISIR SURAT ATAU SERTIFIKAT KEMATIAN RUMAH SAKIT No. Prosedur 1. Berkas rekam medis pasien tersebut akan tersimpan didalam satu berkas dengan satu nomor pasien 4. Memberikan satu nomor rekam medis kepada pasien yang dipakai unuk selamanya. TPPRJ RSKIA Annisa 2. Pemberian nomor rekam medis menggunakan system 6 digit yang dimulai dari 00 00 01 sampai dengan 99 99 99 Unit Terkait 1. Tertibnya administrasi dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2.Revisi No. STANDAR PROSEDUR 17 Februari 2016 . Pada saat pasien datang pertama kali untuk berobat jalan maupun rawat inap (dirawat) maka pasien tersebut akan mendapatkan satu nomor rekam medis.Dokumen No. Nomor rekam medis tersebut akan dipakai selamanya untuk kunjungan – kunjungan selanjutnya baik untuk rawat jalan. drg.

Petugas sub bag Rekam Medis mencatat surat permohonan tersebut pada buku ekspedisi kematian 5. OPERASIONAL drg. foto copy KTP dan foto copy kartu keluarga ke sub bag rekam medis 3. Bagian Tata Usaha RSKIA Annisa . 3. mengurus pensiun dan untuk keperluan pihak-pihak yang berkepentingan. Bagian Administrasi Pasien dan Informasi Medis menyimpan foto copy legalisir surat / sertifikat kematian. klaim asuransi. Tujuan 1.Ort Pengertian Memberikan pengesahan pada foto copy surat / sertifikat kematian yang asli atau surat keterangan kematian untuk urusan warisan. Tersedianya pedoman bagi petugas terkait dengan pelayanan kesehatan pasien. Petugas Bagian Administrasi Pasien dan Informasi Medis mencocokan surat / sertifikat kematian asli dengan foto copynya.Nolista Indah Rasyid. Keluarga pasien membuat surat permohonan legalisir surat / sertifikat kematian dan ditujukan kepada direktur RSKIA Annisa 2. Keluarga pasien membawa surat / sertifikat kematian asli dan foto copynya sesuai kebutuhan. Petugas Bagian Administrasi Pasien dan Informasi Medis membuat legalisir surat / sertifikat kematian dan ditandatangani oleh direktur dan dibubuhi cap / stempel RSKIA Annisa 7. KTP dan kartu keluarga masing-masing satu lembar untuk arsip rekam medis Unit Terkait 1. Sub bag rekam medis RSKIA Annisa 2.Sp. Jika surat / sertifikat kematian asli hilang keluarga pasien harus membawa surat kehilangan dari kepolisian 4. Memberikan pengesahan pada foto copy surat / sertifikat kematian yang asli Kebijakan Pelayanan legalisir surat / sertifikat kematian dilaksanakan secara tepat dan benar sesuai dengan peruntukannya Prosedur 1. Tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSKIA Annisa 2. 6.