You are on page 1of 10

1.1.1 Vaskularisasi Payudara b. Cabang-cabang v. aksillaris, yang terdiri dari v. thorako-akromialis. v.

thoraklais lateralis dan v. thorako-dorsalis.
Arteri
c. Vena-vena kecil bermuara pada v. Interkostalis
Payudara mendapat aliran darah dari:
Vena interkostalis bermuara pada v. Vertebralis, kemudian bermuara pada.
1. Cabang-cabang perforantesa mammaria interna. Cabang-cabang I, II, III, IV, V dari
Azygos (melalui vena-vena ini, keganasan pada payudara akan dapat
a. mammaria interna menembus di dinding dada dekat tepi sternum pada interkostal
bermetastase langsung ke paru).
yang sesuai, menembus m. pektoralis mayor dan memberi aliran darah pada tepi
medial glandulla mamma.
KUADRAN PAYUDARA
2. Rami pektoralis a. thorako-akromialis. Arteri ini berjalan turun di antara m.
pektoralis minor dan m. pektoralis mayor. Pembuluh ini merupakan pembuluh utama
Payudara dibagi menjadi empat kuadran. Dua garis khayalan ditarik melalui
m. pektoralis mayor, arteri ini akan memberikan aliran darah ke glandula mamma
puting susu, masing-masing saling tegak lurus. Jika payudara dibayangkan
bagian dalam (deep surface)
sebagai piringan sebuah jam, satu garis menghubungkan “jam 12 dengan jam
3. A. thorakalis lateralis (a. mammae eksternal). Pembuluh darah ini berjalan turun
6” dan garis lainnya menghubungkan “ jam 3 dengan jam 9”. Empat kuadran
menyusuri tepi lateral muskulus (otot = m) pektoralis mayor untuk mendarahi bagian
yang dihasilkannya adalah kuadran atas luar (supero lateral), kuadran atas dalam
lateral payudara.
(supero medial), kuadran bawah luar (infero lateral), dan kuadran bawah dalam
4. A. thorako-dorsalis. Pembuluh darah ini merupakan cabang dari a. subskapularis.
(infro medial).
Arteri i memberikan aliran darah ke m. latissmus dorsi dan m. serratus magnus.
Walaupun arteri ini tidak memberikan pendarahan pada glandula mamma, tetapi
sangat penting artinya, karena pada tindakan radikal mastektomi, pendarahan yang Korpuskel Meissner adalah mekanoreseptor dermal yang
terjadi akibat putusnya arteri ini sulit dikontrol, sehingga daerah ini dinamakan “ the menangani sensasi sentuhan ringan
bloody angel”.

Vena
Pada daerah payudara terdapat tiga grup vena :
a. Cabang-cabang perforantes v. mammaria interna
Vena ini merupakan vena yang tersebar pada jaringan payudara yang
mengalirkan darah dari payudara dan bermuara pada v. Mammaria interna yang
kemudian bermuara pada v. minominata.
1.1.2 Sistem Limfatik Payudara
a. Pembuluh Getah bening
 Pembuluh getah bening aksilla: Pembuluh getah bening aksilla ini
mengalirkan getah bening dari daerah-daerah sekitar areola mamma,
kuadaran lateral bawah dan kuadaran lateral atas payudara
 Pembuluh getah bening mammaria interna: Saluran limfe ini
mengalirkan getah bening dari bagian dalam dan medial payudara.
Pembuluh ini berjalan di atas fasia pektorlais lalu menembus fasia
tersebut sistem pertorntes menembus m. pektrolis mayor. Kemudian
berjalan ke medial bersama-sama dengan sisitem pertorntes menembus
m. interkostalis dan bermuara ke dalam kelenjar getah bening mamaria
interna.
Dari kelenjar mammaria interna, getah bening mengalir melalui
trunkus limfatikus mamaria interna. Sebagian akan bermuara pada v.
kava, sebagian akan bermuara ke duktus thorasikus (untuk sisi kiri) dan
duktus limfatikus dekstra (untuk sisi kanan).
Pembuluh getah bening di daerah tepi medial kuadran medial bawah
payudara. Pembuluh ini berjalan bersama-sama vasa epigastrika
superior, menembus fasia rektus dan masuk ke dalam kelenjar getah
bening preperikadial anterior yang terletak di tepi atas diafragma, di
atas ligmentum falsiform. Kelenjar getah bening ini juga menampung
getah bening dari diafragma, ligamentum falsiforme dan bagian antero
superior hepar. Dari kelenjar ini, limfe mengalir melalui trunkus
limfatikus mammaria interna.
1.2 Fisiologi Payudara pembesaran jaringan payudara dan proliferasi epital. Timbulnya mentruasi
Perkembanagan payudara dan fungsi payudara dipengaruhi oleh hormone pembengkakan payudara mereda, dan proliferasi epitel berkurang.
estogren, progesterone, prolactin, oxytocin, horon tyroid, cortisol dan growth
* Pada masa kehamilan estrogen dan progrestin di ovarium dan placenta
hormone. Hormon estogeren, progesterone, dan prolactin memiliki efek trophic meningkat, yang menyebabkan terjadinya perubahan bentuk dan subtansi pada
yang penting bagi perkembangan payudara dan fungsi payudara normal. payudara. Payudara membesar, bersamaan dengan proliferasi duktus dan lobus,
areolar semakin gelap, kelenjar Montgomery semakin menonjol. Pada trimester
Estrogen mempengruhi perkembangan payudara, sedangkat progresteron
pertama dan kedua duktus minos bercabang dan berkembang. Pada trimester ketiga
bertangungjaab terfadap diferensasi epitel dan perkembangan lobus. Prolactin lemak menumpuk di epitel alveolar dan rongga ductus. Pada akhir kehamilan,
merupakan hormone utama yang menstimulus proses lactogenesis pada periode prolactin merangsang sintesis lemak susu dan protein. Setelah plasenta keluar,
kehamilan akhir dan postpartum. estrogen dan progresteron yang beredar menjadi berkurang, yang menimbulkan
pugeluaran penuh aksi laktogenik dari prolactin.
Hormon neurotropic dari hipotalamus bertanggung jawab terhadap regulasi dan
sekresi hormone yang mempengaruhi jaringan di payudara. Hormon * Produksi dan pengeluaran susu diatur oleh reflex saraf yang berasal dari
ujung saraf putting-aerola. Proses laktasi membutuhkan stimulasi dari reflex saraf
gonadotropin leutinizing dan folicel stimulating mengatur pelepasan estrogen
yang kemudian menimbulkan sekresi prolactin dan pengeluaran susu. Oksitosin
dan progresteron dari ovarium. Hipotalamus melepaskan gonadotrophin– keluar akibat adanya stimulus dari menyusui baik visual, auditory, dan olfaktori.
releasing hormone yang merangsang kelenjar hipofisi anterior melepaskan LH Oksitosin menyebabkan kontraksi pada sel ioepitelial sehingka terjadi penekanan
pada alveioli, kemudian susu masuk ke dalam sinus laktiferus. Setelah menyusui,
dan FSH dari sel basofilik. Disini terdapat umpan balik dari sirkulasi estrogen
pelepasan prolactin dan oksitosin berkurang.
dan progresteron, terhadap pengaturan sekresi LH, FSH, dan GnRH. Hormon-
hormon tersebut berguna sebagai perkembangan, fungsi, dan pemeliharaan * Ketika proses mnyusui terhenti maka terjadi peningkatan tekanan didalam
duktus dan alveoli. Ketika menopause terjadi penurunan sekresi estrogen dan
jaringan payudara.
progresteron olih ovarium dan inovulasi duktus dan alveoli mammae. Terjadi
peningkatan densitas di sekitar jaringan ikat fibrosa dan jaringan dipayudara diganti
* Setelah lahir, kadar estrogen dan progresteron pada bayi perempuan dengan jaringan adipose.
menurun hal ini masih berlangsung hingga masa kanak-kanak karena sensitivitas
umpan balik negatif dari axis hipotalamus-hipofisis dari hormon ini.

* Kemudian pada masa pubertas terjadi penurunan sensitivitas umpan
balik negative axis hipotalamus-hipofisis dan meningkatnya sensitivitas umpan
balik positif dari estrogen. Kejadia physiologic meningkatkan sekresi GnRh, FSH,
dan LH sehingga terjadi peningkatan sekresi estrogen dan progresteron oleh
ovarium, yang nantinya terbentuk siklus menstruasi. Pada awal siklus menstruasi,
terjadi penambahan ukuran dan kepadatan payudara, yang diikuti dengan
D. Patofisiologi Karsinoma inflamasi, adalah tumor yang tumbuh dengan cepat
terjadi kira- kira 1-2% wanita dengan kanker payudara gejala -gejalanya
mirip dengan infeksi payudara akut. Kulit menjadi merah, panas,
edematoda, dan nyeri. Karsinoma ini menginfasi kulit dan jaringan limfe.
Proses terjadinya kanker payudara dan masing-masing etiologi
Tempat yang paling sering untuk metastase jauh adalah paru, pleura, dan
antara lain obesitas, radiasi, hiperplasia, optik, riwayat keluarga dengan tulang ( Price, 2006 ).

mengkonsumsi zat-zat karsinogen sehingga merangsang pertumbuhan Karsinoma payudara bermetastase dengan penyebaran langsung
kejaringan sekitarnya, dan juga melalui saluran limfe dan aliran
epitel payudara dan dapat menyebabkan kanker payudara . Kanker darah. Bedah dapat mendatangkan stress karena terdapat ancaman terhadap
tubuh, integritas dan terhadap jiwa seseorang. Rasa nyeri sering menyertai
payudara berasal dari jaringan epithelial, dan paling sering terjadi pada upaya tersebut pengalaman operatif di bagi dalam tiga tahap yaitu
preoperatif, intra operatif dan pos operatif. Operasi ini merupakan stressor
sistem duktal. Mula-mula terjadi hiperplasia sel-sel dengan perkembangan
kepada tubuh dan memicu respon neuron endokrine respon terdiri dari
sel-sel atipik. Sel-sel ini akan berlanjut menjadi karsinoma in situ dan system saraf simpati yang bertugas melindungi tubuh dari ancaman cidera.
Bila stress terhadap sistem cukup gawat atau kehilangan banyak darah, maka
menginvasi stroma. Kanker membutuhkan waktu 7 tahun untuk mekanisme kompensasi dari tubuh terlalu banyak beban dan syock akan
terjadi. Anestesi tertentu yang di pakai dapat menimbulkan terjadinya syock.
bertumbuh dari sebuah sel tunggal sampai menjadi massa yang cukup besar
Respon metabolisme juga terjadi. Karbohidrat dan lemak di
untuk dapat diraba (kira- kira berdiameter 1 cm). Pada ukuran itu, kira- kira metabolisme untuk memproduksi energi. Protein tubuh pecah untuk
menyajikan suplai asam amino yang di pakai untuk membangun jaringan
seperempat dari kanker payudara telah bermetastase. Kebanyakan dari
baru. Intake protein yang di perlukan guna mengisi kebutuhan protein untuk
kanker ditemukan jika sudah teraba, biasanya oleh wanita itu sendiri. keperluan penyembuhan dan mengisi kebutuhan untuk fungsi yang
optimal. Kanker payudara tersebut menimbulkan metastase dapat ke organ
Gejala kedua yang paling sering terjadi adalah cairan yang keluar dari muara yang dekat maupun yang jauh antara lain limfogen yang menjalar ke kelenjar
limfe aksilasis dan terjadi benjolan, dari sel epidermis penting menjadi invasi
duktus satu payudara, dan mungkin berdarah. Jika penyakit telah timbul krusta pada organ pulmo mengakibatkan ekspansi paru tidak optimal.

berkembang lanjut, dapat pecahnya benjolan-benjolan pada kulit ulserasi

(Price, 2006)
pada kanker payudara, penilaian TNM sebagai berikut:
STADIUM penyakit kanker adalah suatu keadaan dari hasil

penilaian dokter saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita T (tumor size), ukuran tumor:
§ T 0: tidak ditemukan tumor primer
pasiennya, sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik § T 1: ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang
§ T 2: ukuran tumor diameter antara 2-5 cm
ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ketempat lain. Stadium § T 3: ukuran tumor diameter > 5 cm
§ T 4: ukuran tumor berapa saja, tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau
hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak ada pada tumor jinak. dinding dada atau pada keduanya, dapat berupa borok, edema atau bengkak,
kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama
Untuk menentukan suatu stadium, harus dilakukan pemeriksaan klinis dan
N (node), kelenjar getah bening regional:
ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu histopatologi atau § N 0: tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak/aksilla
§ N 1: ada metastasis ke kgb aksilla yang masih dapat digerakkan
PA, rontgen, USG, dan bila memungkinkan dengan CT scan, scintigrafi, dll. § N 2: ada metastasis ke kgb aksilla yang sulit digerakkan
§ N 3: ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau
Banyak sekali cara untuk menentukan stadium, namun yang paling banyak pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum
dianut saat ini adalah stadium kanker berdasarkan klasifikasi sistem TNM
M (metastasis), penyebaran jauh:
§ M x: metastasis jauh belum dapat dinilai
yang direkomendasikan oleh UICC (International Union Against
§ M 0: tidak terdapat metastasis jauh
Cancer dari World Health Organization) / AJCC (American Joint Committee § M 1: terdapat metastasis jauh

On cancer yang disponsori oleh American Cancer Society dan American Setelah masing-masing faktor T, N, dan M didapatkan, ketiga faktor tersebut
kemudian digabung dan akan diperoleh stadium kanker sebagai berikut:
College of Surgeons). TNM merupakan singkatan dari "T" yaitu tumor § Stadium 0: Tis N0 M0
§ Stadium 1: T1 N0 M0
size atau ukuran tumor, "N" yaitu node atau kelenjar getah bening regional § Stadium II A: T0 N1 M0/T1 N1 M0/T2 N0 M0
§ Stadium II B: T2 N1 M0 / T3 N0 M0
dan "M" yaitu metastasis atau penyebaran jauh. Ketiga faktor T, N, dan M § Stadium III A: T0 N2 M0/T1 N2 M0/T2 N2 M0/T3 N1 M0/T2 N2 M0
§ Stadium III B: T4 N0 M0/T4 N1 M0/T4 N2 M0
dinilai baik secara klinis sebelum dilakukan operasi, juga sesudah operasi dan § Stadium III C: Tiap T N3 M0
§ Stadium IV: Tiap T-Tiap N-M1
dilakukan pemeriksaan histopatologi (PA).1
Anamnesis

Anamnesis harus mencakup status haid, perkawinan, partus, laktasi, dan 1. Hormonal terapi
riwayat kelainan mammae sebelumnya, riwayat keluarga yang menderita 30-40 % Ca mammae adalah hormon dependen. Hormonal terapi adalah
kanker, fungsi kelenjar tiroid, penyakit ginekologik, dan lain-lain. Dalam terapi utama pada stadium IV disamping khemoterapi. Untuk wanita premenopause
riwayat penyakit sekarang terutama harus perhatikan waktu timbulnya
terapi hormonal berupa terapi ablasi yaitu bilateral oophorectomy. Untuk post
massa, kecepatan pertumbuhan, dan hubungan dengan haid.
menopause terapinya berupa pemberian obat anti esterogen, dan untuk 1-5 tahun
Pemeriksaan fisik menopause jenis terapi tergantung dari aktivitas efek esterogen. Efek esterogen

Mencakup pemeriksaan fisik menyeluruh (sesuai pemeriksaan rutin) dan positif dilakukan terapi ablasi, efek esterogen negative dilakukan pemberian obat-
pemeriksaan kelenjar mammae. Dari inspeksi, amati ukuran, simetri kedua obatan anti esterogen.
mammae, perhatikan apakah ada benjolan tumor atau perubahan patologik
kulit (misal cekungan, kemerahan, udem,erosi, nodul satelit, dll). Perhatikan
2. Chemoterapy
kedua papila mammae apakah simetri, ada retraksi, distorsi, erosi, an
kelainan lain. Palpasi umumnya dalam posisi berbaring, juga dapat kombinasi Terapi ini bersifat sistemik dan bekerja pada tingkat sel. Terutama
duduk dan baring. Waktu periksa rapatkan keempat jari, gunakan ujung dan diberikan pada Ca mammae yang sudah lanjut, bersifat paliatif, tapi dapat pula
perut jari berlawanan arah jarum jam atau searah jarum jam. Kemudian diberikan pada Ca mammae yang sudah dilakukan mastectomy bersifat terapi
dengan lembut pijat areola mammae. Papila mamae, lihat apakah keluar
adjuvant. Biasanya diberikan kombinasi CMF (Cyclophosphamide, Methotrexate,
sekret. Jika terdapat tumor, harus secara rinci periksa dan catat lokasi,
Fluorouracil).
ukuran, konsistensi, kondisi batas, permukaan mobilitas, nyeri tekan. Ketika
memeriksa apakah tumor melekat ke dasarnya, harus meminta lengan pasien Kemoterapi dan obat penghambat hormon seringkali diberikan segera
sisi lesi bertolak pinggang, agar m. Pektoralis mayor berkerut. Jika tumor dan setelah pembedahan dan dilanjutkan selama beberapa bulan atau tahun. Pengobatan
kulit atau dasar melekat, mobilitas terkekang, kemungkinan kanker sangat ini menunda kembalinya kanker dan memperpanjang angka harapan hidup
besar. Jika terdapat sekret papila mammae, harus buat sediaan apus untuk
penderita. Pemberian beberapa jenis kemoterapi lebih efektif dibandingkan dengan
pemeriksaan sitologi. Pemeriksaan kelenjar limfe regional paling baik posisi
duduk. Ketika memeriksa aksila kanan, dengan tangan kiri topang siku kanan kemoterapi tunggal. Tetapi tanpa pembedahan maupun penyinaran, obat-obat
pasien, dengan ujung jari kiri palpasi seluruh fosa aksila secara berurutan. tersebut tidak dapat menyembuhkan kanker payudara.
Waktu memeriksa fosa aksila kiri sebaliknya, dan terakhir periksa kelenjar Efek samping dari kemoterapi bisa berupa mual, lelah, muntah, luka
supraklavikular.1
terbuka di mulut yang menimbulkan nyeri atau kerontokan rambut yang sifatnya
sementara. Pada saat ini muntah relatif jarang terjadi karena adanya obat
ondansetron. Tanpa ondansetron, penderita akan muntah sebanyak 1-6 kali selama Jika kanker mulai menyebar kembali berbulan-bulan atau bertahun-tahun
1-3 hari setelah kemoterapi. Berat dan lamanya muntah bervariasi, tergantung setelah pemberian obat penghambat hormon, maka digunakan obat penghambat
kepada jenis kemoterapi yang digunakan dan penderita. Selama beberapa bulan, hormon yang lain.
penderita juga menjadi lebih peka terhadap infeksi dan perdarahan. Tetapi pada Aminoglutetimid adalah obat penghambat hormon yang banyak
akhirnya efek samping tersebut akan menghilang. digunakan untuk mengatasi rasa nyeri akibat kanker di dalam tulang.
Tamoxifen adalah obat penghambat hormon yang bisa diberikan sebagai terapi Hydrocortisone (suatu hormon steroid) biasanya diberikan pada saat yang
lanjutan setelah pembedahan. Tamoxifen secara kimia berhubungan dengan bersamaan, karena aminoglutetimid menekan pembentukan hydrocortisone alami
estrogen dan memiliki beberapa efek yang sama dengan terapisulih hormon oleh tubuh.
(misalnya mengurangi risiko terjadinya osteoporosis dan penyakit jantung serta 3. Neoadjuvant chemotherapy
meningkatkan risiko terjadinya kanker rahim). Tetapi tamoxifen tidak mengurangi Kemoterapi yang diberikan sebelum tindakan bedah ataupun terapi radiasi.
hot flashes ataupun merubah kekeringan vagina akibat menopause. Dengan adanya terapi ini, maka ahli bedah dapat melakukan terapi bedah
Obat penghambat hormon lebih sering diberikan kepada: konservatif pada Ca mammae stadium lanjut. Tujuan dari terapi ini adalah untuk
 Kanker yang didukung oleh estrogen menyusutkan tumor yang besar sehingga dapat dilakukan bedah konservatif untuk
 Penderita yang tidak menunjukkan tanda-tanda kanker selama lebih dari mengangkat tumor Tindakan bedah konservatif adalah yang dikenal dengan nama
2 tahun setelah terdiagnosis Breast Conserving Treatment yaitu tindakan bedah dengan hanya mengangkat
 Kanker yang tidak terlalu mengancam jiwa penderita. tumor yang diikuti diseksi axilla dan radiasi kuratif.

 Obat tersebut sangat efektif jika diberikan kepada penderita yang berusia
40 tahun dan masih mengalami menstruasi serta menghasilkan estrogen
dalam jumlah besar atau kepada penderita yang 5 tahun lalu mengalami 4. Sentinel lymph nodes biopsy

menopause. Tamoxifen memiliki sedikit efek samping sehngga Sentinel lymph nodes adalah nodi limfe yang pertama kali dicapai oleh sel

merupakan obat pilihan pertama. Selain itu, untuk menghentikan kanker yang bermetastasis pada Ca mammae. Sentinel lymph nodes biopsy adalah

pembentukan estrogen bisa dilakukan pembedahan untuk mengangkat prosedur diagnosis terbaru yang digunakan untuk mengetahui apakah sudah

ovarium (indung telur) atau terapi penyinaran untuk menghancurkan terdapat metastasis Ca mamme ke kelenjar limfe axilla. sel tumor, maka selanjutnya

ovarium. tidak perlu lagi mengangkat kelenjar limfe lainnya yang terdapat pada daerah axilla
5. Radiation therapy I. SISTEM STADIUM DAN PROGNOSIS
Diberikan secara teratur selama beberapa minggu setelah dilakukan
Stadium kanker mammae ditentukan oleh hasil reseksi bedah
lumpectomy atau partial mastectomy dengan tujuan untuk membunuh sel tumor
dan pencitraan. Sistem yang paling banyak digunakan untuk
yang tersisa yang terdapat di dekat area tumor. Radiasi dilakukan tergantung dari
besar tumor, jumlah KGB axilla yang terkena. Kadang terapi radiasi diberikan
menentukan stadium kanker berdasarkan American Joint
sebelum tindakan bedah untuk menyusutkan ukuran tumor yang besar sehingga Community on Cancer (AJCC). Sistem ini didasarkan pada deskripsi
mudah untuk diangkat. dari tumor primer (T), status kelenjar getah bening regional (N), dan
Terapi radiasi sangat efektif mengurangi terjadinya rekurensi Ca mammae
adanya metastasis jauh (M). Pengelompokan terbaru telah
pada kedua mammae dan dinding thorax. Tipe terapi radiasi yang paling banyak
memasukkan penggunaan sentinel node biopsi dan termasuk
digunakan untuk Ca mammae adalah terapi radiasi yang diberikan dari sumber yang
berada diluar tubuh yang dikenal dengan nama external-beam radiation therapy. klasifikasi ukuran deposit metastasis pada kelenjar sentinel, serta
Terapi radiasi juga dapat diberikan dengan cara menanamkan pil ke dalam area jumlah dan lokasi node metastasis regional disertai angka harapan
tumor (internal radiation therapy). hidup 5 tahun.
II. ANATOMY jaringan lemak membentuk dan mengisi payudara, memberikan ukuran
yang berbeda-beda pada tiap orang.
Pada pria, mammae tetap rudimenter dengan komponen kelenjar
mammae berkembang tidak sempurna, dimana acini berkembang tidak Aerola adalah hiperpigmentasi yang melngkari putting susu,
sempurna dengan ductus yang pendek, serta terjadi defisiensi disekeliling aerola terdapat Montgommery tubercles yang berukuran kecil
perkembangan papilla mammae, parenkim, dan aerola. Pada pria aerola dan dapat melumasi seluruh daerah putting-aerola selama laktasi. Epitel
berada pada intercostal 4. aerola adalah sel khusus myoepitelial yang dapat berkontraksi dibawah
pengaturan oxitosin, epitel ini meluas ke seluruh system duktus
Pada wanita, mammae berkembang menjadi susunan yang
Terdapat ligament yang terbentang sepanjang fascia
kompleks. Payudara perempuan dewasa masing-masing terletak di
pektoralis profunda sampai lapisan fascia superfisialis di dalam
torak anterior dengan dasarnya terletak dari kira-kira iga kedua atau
dermis yang berfungsi menyokong mammae, disebut sebagai
ketiga sampai iga keenam atau ketujuh. Kompleks puting-areola
Ligamentum Cooper’s. Oleh karena itu, jika terdapat tumor pada
terletak antara costa IV dan V. Medial payudara mencapai pinggir
payudara yang melibatkan ligamentum Cooper dapat menyebabkan
sternum dan di lateral setentang garis mid aksilaris dan meluas keatas
penyusutan (penarikan) pada kulit dan retraksi kulit.
ke aksila melalui suatu ekor aksila berbentuk piramid. Payudara

melekat diantara subcutaneous fat dan fasia otot pektoralis mayor, otot

serratus anterior, oblix entern dan rectus abdo minis.

Mammae terdiri dari kelenjar susu, jaringan ikat dan jaringan
lemak. Masing-masing kelenjar susu terdiri dari 15-20 lobus, dan
mempunyai mempunyai ductus lactiferous yang menutup secara radial
sehingga dapat membuka puting. Jaringan lemak membungkus lobus,
Pertanyaan season I
Dari kelompok IV oleh ....
2. Jika seseorang ibu menyusui mengalami kanker payudara apa ada
dampaknya?
Jawab: ada, karena payudara yang sudah terkena kanker sudah
menyebar sampai ke kelenjar susu, tetapi wanita yang terkena
kanker payudara lebih berisiko mengenai wanita yan menikah, tidak
mempunyai anak, dan tidak menyusui.

Jika pernah terkena kanker, apakah peluang untuk

terkena jenis kanker lainnya akan meningkat?

Jika pernah menjalani radioterapi, kadang-kadang bukan hanya sel

kanker saja yang mati. Beberapa jaringan di sekitarnya ikut rusak atau

bahkan bermutasi menjadi sel kanker sehingga umumnya risikonya

lebih tinggi. Namun peningkatannya sangat kecil, jauh lebih besar jika

kanker yang pertama tidak diobati.

Apakah siklus menstruasi masih berjalan setelah

menjalani pengobatan kanker?