You are on page 1of 12

STRATEGI PELAKSANAAN

SP I PERILAKU KEKERASAN

Hari / Tanggal : Selasa, 14 Mei 2013


Pertemuan ke : 7

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi klien :
Ds :
a. Klien mengatakan orang-orang sentiment kepadanya
Do :
a. Klien tampak melotot
b. Klien tampak tegang
c. Kien tampak kasar

2. Diagnosa Keperawatan : Resiko perilaku kekerasan

3. Tujuan khusus :
a. Pasien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan
b. Pasien dapat mengidentifikasi tanda-tanda perilaku kekerasan.
c. Pasien dapat menyebutkan jenis perilaku kekerasan yang pernah
dilakukannya.
d. Pasien dapat menyebutkan akibat dari perilaku kekerasan yang
dilakukannya.
e. Pasien dapat menyebutkan cara mencegah atau mengontrol perilaku
kekerasannya.
f. Pasien dapat mencegah atau mengontrol perilaku kekerasannya secara
fisikm spiritual, sosial dan dengan terapi psikofarma.

4. Tindakan keperawatan :
a. Mendiskusikan penyebab perilaku kekerasan
b. Mendiskusikan tanda dan gejala perilaku kekerasan.
c. Mendiskusikan perilaku kekerasan yang dilakkukan.
d. Mendiskusikan akkibat perilaku kekerasan.
e. Mendiskusikan cara mengontrol perilaku kekerasan.
f. Melatih cara mengontrol perilaku kekerasan dengan cara fisik 1 : tarik nafas
dalam
g. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

B. STRATEGI PELAKSANAAN
1. Fase Orientasi
a. Salam Teurapetik
Selamat pagi Tn. R , “bagaimana kabarnya ?” masih ingat dengan suster?
“ Bagus”.
b. Evaluasi validasi :
“ Bagaimana perasaan Tn. R hari ini ? apakah Tn. R masih ada perasaan
kesal atau marah?” apakah Tn.R ada pikiran saat ini ?
c. Waktu :
“Sesuai jadwal kita kemarin, bagaimana kita akan berbincang-bincang
sekaranng tentang perasaan marah Tn. R ?”.
“ Berapa lama Tn. R mau kita berbicang-bincang ? “ bagaimana kalau
30 menit ?”.
d. Tempat :
“ Kira-kira Tn. R ingin berbincang-bincang dimana ?bagaimana kalau
berdiskusi disini saja ? “ baiklah”.
e. Tujuan :
Supaya Tn. R dapa mengntrol perasaan marah dan kesal dan menjadi
tenang.

2. Fase kerja :
“Apa yang menyebabkan Tn. R marah ? apakah sebelumnya bapak pernah
marah? Terus penyebabnya apa? Samakah dengan sekarang? Oh, iya jadi
ada 2 penyebab marah Tn. R”.
“Apakah Tn. R merasakan kesal kemudian dada Tn. R berdebar-debar, mata
melotot, rahang terkatup rapat, dan tangnan mengepa?”.
Setelah itu apa yang Tn. R lakukan ? tangan mengepal dan mengnancam
secara verbal maupun fisik. “ menurut Tn. R adakah cara lain yang lebih
baik?” maukah Tn. R belajar cara mengungkapkan kemarahannya dengan
baik tanpa menimbulkan kerugian ? “ ada beberapa cara untuk mengontrol
kemarahan fisik disalurkan rasa marah”. “ bagaimana kalau kita belajar satu
cara dulu. “ begini Tn. R kalau tanda-tanda marah tadi sudah Tn. R rasakan
maka Tn. R berdiri , lalu tarik nafas dari hidung, tahan sebentar, lalu
keluarkan atau tiup perlahan-lahan melalui mulut seperti mengeluarkan
kemarahan. Ayo Tn. R coba ? tarik nafas dalam , bagus... tahan , dan tiup
melalui mulut. Nah, lakukan 5 kali . bagus sekali Tn. R sudah bisa
melakkukannya. Bagaimana perasaannya ?” nah sebaiknnya latihan saat ini
Tn. R lakukan secara rutin, sehingga bila sewaktu-waktu rasa marah itu
muncul Tn. R sudah terbiasa melakukannya.

3. Fase terminasi
a. Evaluasi subjektif
“ Bagaimana perasaan Tn. R setelah berbincangn-bincang tentang
kemarahan Tn. R ?”.
b. Evaluasi objektif
Tn. R sudah mempratekkan cara nafas dalam, apabila Tn. R sedang
marah Tn. R bila lakukan seperti tadi”. Dilakukan sesering mungkin agar
Tn. R bisa maerasa lebih tenang”.
c. Rencana tindak lanjut
Sekarang kita masukkan latihannya kedalam jadwal Tn. R . mau berapa
kali kegiatan sehari-hari bapak ,tarik nafas dalam ya.
d. Kontrak yang akan datang dan tempat
Besok pagi suster akan kembali, kesini lagi “ “ bagaimana besok kita
akan bertemu kita akan latihan cara mengontrol marah dengan cara fisik
yaitu memukul bantal atau kasur .” baik “
Untuk besok bagaimana jam 10.00 wib yaa.. apakah Tn. R setuju ?”
Baiklah jika setuju, besok kita akan latihan dan lanjutkan ya Tn. R,
sekarang suster akan kembali ke ruangan, selamat istirahat, sampai
jumpa besok, selamat siang Tn. R
STRATEGI PELAKSANAAN
TINDAKAN KEPERAWATAN

Pertemuan Ke : VI
Hari / Tanggal : Senin, 13 Mei 2013
SP/ DX : II / Perilaku Kekerasan
Nama Klien : Tn. A
Ruangan : Yudhistira

A. Proses keperawatan
1. Kondisi klien

DS:

- Klien mengatakan pernah memukul anggota keluarganya


- Klien mengatakan pernah bertengkar

DO:

- Tatapan mata klien tajam


- Klien terlihat bicara sendiri
- Klien terlihat mengepal tangannya saat mondar mandir

2. Diagnosa keperawatan
“ Resiko Perilaku kekerasan “

3. Tujuan
Klien dapat mengontrol emosi dengan cara pukul bantal

4. Tindakan keperawatan
a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b. Melatih klien mengontrol resiko perilaku kekerasan dengan cara fisik II
c. Mengajurkan klien memasukkan dalam jadwal harian.
B. Strategi komunikasi dan pelaksanaan
1. Fase orientasi
a. Salam teraupetik
Selamat pagi bapak ? bagaimana tidurnya semalam?
b. Evaluasi / validasi
Bagaimana perasaan bapak hari ini ? bagaimana latihan tarik nafas dalam apa
dilakukan ?
c. Kontrak
- Topik
Sesuai dengan janji kita kemarin sekarang melakukan berbincang – bincang
tentang cara mengontrol emosi dengan cara memukul bantal.
- Waktu
Bapak mau berapa menit ? bagaimna kalu 10 menit ?
- Tempat
Bagaimana kalau kita berbinccang – bincang di teras ?

2. Fase kerja
”Bagaimana pak ? apakah kemarin sudah melakukan tarik nafas dalam saat sedang
emosi / marah ? bagaimana perasaan bapak setelah melakukannya ? bagus sekali paak.
Bapak sudah mampu melakukannya. Nah, sekarang saya akan mengajarkan cara yang
kedua dengan memukul batal/ kasur, yaitu luapan emosi / marah bapak dengan memukul
bantal. Sampai emosi hilang.jangan lupa memasukkan ke dalam jadwal kegiatan”.

3. Fase terminasi
a. Evaluasi subjektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang – bincang dan latihan cara mengontrol
emosi / marah ?”
b. Evaluasi objektif
“Coba bapak praktekan kembali bagaimana cara mengontrol emosional/ marah yang
saya ajarkan tadi ?”
c. Rencana tindak lanjut
“Bapak sudah tahu cara mengontrol emosi/ marah dengan cara memukul bantal/ kasur.
Bapak terapkan dan lakukan saat bapak kesal/ marah.”
d. Kontrak yang akan datang
1) Topik
Besok kita akan mengontrol lagi tentang mengontrol lagi tentang cara mengontrol
emosi/ marah dengan cara ke tiga yaitu cara verbal/ berbincang – bincang dengan
teman.
2) Waktu
“Bagaiman kalau kita berbincang – bincang 10 menit dari jam 09.00 – 09.10 Wib.”
3) Tempat
“Bagaimana kalu kita berbincang – bincang di teras lagi ya pak ?”
STRATEGI PELAKSANAAN
TINDAKAN KEPERAWATAN

Pertemuan Ke : VII
Hari / Tanggal : Rabu, 14 mei 2013
SP/ DX : III / Perilaku Kekerasan
Nama Klien : Tn. A
Ruangan : Yudhistira

A. Proses keperawatan
1. Kondisi klien

DS:

- Klien mengatakan pernah memukul anggota keluarganya


- Klien mengatakan pernah bertengkar

DO:

- Tatapan mata klien tajam


- Klien terlihat bicara sendiri
- Klien terlihat mengepal tangannya saat mondar mandir

2. Diagnosa keperawatan
“ Resiko Perilaku kekerasan “

3. Tujuan khusus
Klien dapat mengotrol emosi atau marah

4. Tindakan keperawatan
a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian
b. Melatih pasien mengontrol perilaku kekerasan dengan cara verbal
c. Mengajurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian pasien.
B. Strategi komunikasi dan pelaksanaan
1. Fase orientasi
Selamat pagi pak, bagaiman perasaan bapak hari ini ? apakah ada hal yang membuat marah.
Apa bapak sudah menerapkan cara yang telah kita latihan? Bagus ! sesuai janji kemaren,
hari ini kita akan latihan cara ketiga untuk. Mengontrol cara marah bapak, kita mengontrol
cara verbal/ berbincang – bincang dengan teman? Bagaimana kalau kita berbincang –
bincang selama 10 mneit? Bagaimana kalau kita berbincang – bincang.

2. Fase kerja
Bapak apakah kemarin bapak sudah melakukan yang saya ajarkan? Bagaimana perasaan
bapak setelah melakukannya? Bagus sekali pak, bapak sudah bisa melakukannya sekarang
saya akan mengajarkan cara yang ketiga yaitu dengan cara berbincang – bincang denga
teman. Jangan lupa memasukkan ke dalam jadwal kegiatan harian ya pak.

3. Fase terminasi
a. Evaluasi subjektif
Bagaiman perasaan bapak setelah kita berbincang – bincang cara mengenai cara
mengotrol emosi dan cara yang ke tiga.
b. Evaluasi objektif
Coba bapak jelaskan lagi cara mengontrol emosi dengan cara yang ketiga.
c. Rencana tindak lanjut
Bapak nanti kalau saya tidak ada saya harap bapak bisa mengontrol emosi dengan cara
yang ke tiga tadi yang saya jelaskan.
d. Kontrak yang akan datang
1) Topik
Bapak sampai di sini dulu kita berbincang – bincangnya besok kita lanjutkan lagi
berbincang – bincang tetang cara mengontrol emosi dengan cara keempat yaitu dengan
cara spiritual/ beribadah sperti sholat, mengaji dan berdoa.
2) Waktu
Bagaiman kalu bapak kita berbincang – bincang selama 10 menit ?
3) Tempat
Bagaiman kalu kita berbincang – bincang di teras ini lagi pak.
STRATEGI PELAKSANAAN

TINDAKAN KEPERAWATAN

Pertemuan Ke : VIII
Hari / Tanggal : Rabu, 15 Mei 2013
SP/ DX : IV / Perilaku Kekerasan
Nama Klien : Tn. A
Ruangan : Yudhistira

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien

DS:

- Klien mengatakan pernah memukul anggota keluarganya


- Klien mengatakan pernah bertengkar

DO:

- Tatapan mata klien tajam


- Klien terlihat bicara sendiri
- Klien terlihat mengepal tangannya saat mondar mandir
2. Diagnosa Keperawatan
Resiko Perilaku Kekerasan

3. Tujuan Khusus
Klien mampu mengontrol emosi

4. Tindakan Keperawatan
- Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
- Melatih pasien mengontrol perilaku kekerasan dengan cara spiritual
- Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
B. Strategi Keperawatan
1. Fase Orientasi
a. Salam Teraupetik
”Selamat pagi bapak”
b. Evaluasi / validasi
Bagaimana perasaan bapak hari ini ? apa bapak sudah mengontrol emosi dengan cara
verbal / bercakap – cakap dengan teman sudah di lakukan? Bagus bapak sudah
melakukannya.
c. Kontrak
1) Topik :
“Baiklah bapak sesuai dengan kesepakataan kita kemarin kita akan berbincang –
bincang tentang cara mengontrol emosi / marah dengan cara ke empat yaitu cara
spiritual/ dengan cara berdoa menurut keyakinan bapak”
2) Waktu :
“Bapak mau kita berbincang – bincang berapa lama ? bagaimana kalau 10 menit? Dari
jam 09.00 – 09.10 wib?”
3) Tempat :
“ Bagaimana kalau kita kita berbicang – bincang di teras?”

2.Fase Kerja
“ Bapak, apakah bapak sudah melakukan cara mengontrol emosi dengan cara tarik nafas
dalam, memukul bantal, atau berbincang – bincang dengan teman? Bagaimana perasaan
bapak setelah melakukannya? Nah sekarang kita akan berbincang – bincang tentang
mengontrol emosi dengan cara ketiga yaitu dengan cara spiritual atau melakukan kegiatan
berdoa.jangan lupa bapak masukan dalam jadwal kegiatan harian.

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Respon
1) Subjektif
Bagaiman perasaan bapak setelah kita berbincang – bincang tentang
apa yang di bicarakan tadi ?
2) Objektif
Apa bapak masih ingat apa yang sudah di bicarakan tadi ? coba bapak
praktekan lagi cara mengontrol emosi dengan cara yang ke IV? Bagus benar
pak.
b. Rencana Tindak Lanjut
“ Bapak jika saya tidak ada bapak bisa lakukan sendiri dengan cara yang sudah saya
ajarkan.
c. Kontrak yang akan dating
1) Topik :
“ Bapak sampai di sini dulu kita berbincang – bincang, besok kita lanjut lagi
tentang cara mengontrol emosi dengan cara yang ke lima yaitu minum obat
secara teratur”
2) Waktu :
“ Bapak besok mau berbincang – bincang berapa lama?bagaimana kalau 10
menit? Darai jam 09.00 – 09.10 wib.
3) Tempat :
“Bagaimana kalau kita berbincang – bincang di sini lagi pak?di teras ya pak?”