You are on page 1of 7

KASUS

Seorang pasien laki-laki, Tn B, umur 45 tahun datang ke IGD RS Universitas Airlangga pada tgl 10
Februari 2018 dengan keluhan utama kesulitan menelan. Saat dilakukan pemeriksaan, tampak
terdapat benjolan di belakang lehernya terasa panas seperti terbakar ketika minum minuman
yang hangat. Riwayat suara serak sejak 1,5 tahun yang lalu, sesak nafas sejak 6 bulan yang lalu.
Tn B juga mengalami masalah bau mulut, tapi dianggapnya sebagai hal yang biasa. Pasien
mengalami penurunan BB dari 62 kg menjadi 52 kg, hal ini terjadi akibat pasien menjadi kurang
nafsu makan semenjak dia kesulitan menelan. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan TD :
130/80 mmHg, RR : 28x/menit, N : 90x/menit, S : 37°C. Saat ditanya pekerjaannya, pasien
mengatakan bekerja di pabrik asbes. Riwayat merokok 3 bungkus dalam 1 hari.
A. Pengkajian
a) Identitas Klien

 Nama : Tn B

 Usia : 45 Tahun

 Pekerjaan : Pekerja di pabrik asbes
b) Riwayat Kesehatan Klien

 Keluhan utama : Kesulitan menelan, terdapat benjolan di belakang
leher, rasa terbakar di leher, sesak nafas, suara serak

 Riwayat penyakit sekarang : Ca laring

 Riwayat penyakit dahulu : Riwayat suara serak sejak 1,5 tahun yang lalu,
sesak nafas sejak 6 bulan yang lalu
c) Riwayat Keluarga : Tidak ada
d) Pola Fungsi Kesehatan

 Persepsi kesehatan-pemeliharaan kesehatan
i. Bekerja di pabrik asbes
ii. Terdapat benjolan di belakan bagian leher
iii. Perokok (+), 3 bungkus dalam 1 hari

 Pola Nutrisi Metabolik
i. Kesulitan menelan
ii. Rasa panas terbakar di leher ketika minum yang hangat

tidak teratur akibat pasien jarang makan  Pola Aktivitas & Latihan i. Pasien menganggap suara seraknya adalah hal yang biasa ii. Tidak nafsu makan. Tidak ada masalah  Pola Mekanisme Koping i. Pasien kesulitan dalam berkomunikasi akibat suaranya yang serak terutama ketika banyak berbicara  Pola Reproduksi-Seksualitas i. pasien menjadi tidak nafsu makan  Pola persepsi & Pola Diri i. kurang nafsu makan. lemas iv. BB turun. iii. Pasien yakin bahwa dengan berdoa dan beribadah Tuhan akan menyembuhkan penyakitnya e) Pemeriksaan Fisik  Sensorium : Composmentis  TB : 172 cm  BB : 52 kg . Badan lemas  Pola Tidur-Istirahat i. Bau mulut yang dirasakan dianggap sebagai hal yang biasa  Pola Kepercayaan i. Bau mulut  Pola Eliminasi i. Pasien kesulitan tidur akibat sesak nafasnya  Pola Persepsi Kognitif i. BAB 1x dalam 2-3 hari. badan terasa lemas  Pola Peran & Hubungan i. Saat sulin menelan.

Tampak massa memenuhi supraglotik. Massa merah dan berbenjol- benjol ii. Tenggorokan : Terdapat benjilan di belakang leher. Analisa Data Masalah Keperawatan No Data Etiologi 1 DS : Bersihan jalan nafas tidak efektif  Pasien mengatakan sesak Obstruksi jalan nafas nafas sejak 6 bulan yang lalu  Pasien mengatakan kesulitan menelan Mengiritasi sel laring DO :  Terdapat benjolan di belakang leher Infeksi  Hasil laringoskopi : tampak massa memenuhi supraglotik Akumulasi secret . nyeri tekan f) Pemeriksaan Penunjang  Hasil Laringoskopi Optik : i. Pita suara tidak dapat dinilai iii.  Tekanan darah : 130/80 mmHg  Nadi : 90x/menit  Pemeriksaan THT (inspeksi) : i. Hidung : Tidak ada kelainan iii. Telinga : Tidak ada kelainan ii. Epiglotis edema & hyperemesis B.

Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan batuk tidak efektif 2. Batuk tidak efektif 2 DS : Agens cedera Nyeri akut biologis (ca laring)  Pasien mengatakan benjolan di lehernya terasa nyeri bila ditekan DO :  Pasien tampak meringis kesakitan 3 DS : Metastase Ketidakseimbangan supraglotik nutrisi kurang dari  Pasien mengatakan sulit kebutuhan tubuh menelan  Pasien mengatakan tidak nafsu makan Obstruksi lumen DO : esophagus  BB pasien mengalami penurunan yang signifikan (62 menjadi 52 kg) Ketidakmampuan menelan makanan C. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan menelan makanan . Diagnosa Keperawatan 1. Nyeri akut berhubungan dengan agens cedera biologis 3.

durasi. diharapkan Bersihan jalan 1. Nyeri yang dilaporkan klien kualitas. Lakukan pengkajian nyeri dengan agen cedera hilang. D. Proses menelan fase faringeal klien panas/dingin makanan (Domain menunjukkan tidak terganggu 4. Berikan perawatan oral dengan ketidak Status Menelan: Fase Faringeal(1013) 3. biologis (Domain Tingkat Nyeri(2102) karekteristik. dengan sesuai indikasi berhubungan kriteria hasil: 2. Hindari makanan yang sangat mampuan menelan 1. Monitor kepuasan klien terhadap managemen nyeri dalam interval yang spesifik 3 Ketidakseimbangan Setelah dilakukan tindakan keperawatan Managemen Gangguan Makan(1030) nutrisi: kurang dari selama 2x24 jam. Dorong pasien untuk memonitor nyeri dan menangani nyerinya dengan tepat 5. Buang secret dengan memotivasi :2. Timbang berat badan sesuai indikasi . frekuensi. sesuai dengan kebetuhan 4. Kemempuan untuk mengeluarkan pasien untuk melakukan batuk efektif sekret klien menunjukkan tidak ada atau penyedotan lender deviasi dari kisaran normal 4. Kode: 00031) 1. diharapkan kebutuhan 1. Kelas :1. Lakukan fisioterapi dada. Monitor status pernafasan dan oksigenasi. sebagaimana mestinya 2 Nyeri akut Setelah dilakukan tindakan keperawatan Managemen Nyeri(1400) berhubungan selama 2x24 jam. tidak efektif Status Pernafasan: Kepatenan Jalan sebagaimana mestinya (Domain :11. Awasi masukan dan berat badan kebutuhan tubuh nutrisi klien menjadi seimbang. :12. Tentukan akibat dari pengalaman menunjukkan tidak ada nyeri terhadap kualitas hidup pasien 3. Batuk klien menunjukkan tidak ada melakukan batuk efektif 5. intensitas dan factor 00132) menunjukkan tidak ada pencetus 2. Posisikan pasien untuk berhubungan nafas klien menjadi efektif. Ekspresi nyeri wajah klien 2. interpersonal) untuk memfasilitasi penurunan nyeri. Instruksikan bagaimana agar bisa 2. farmakologi. Pilih dan implementasikan tindakan yang berapagam (misalnya. Kelas Nafas(0410): 3. dengan kriteria memaksimalkan ventilasi dengan batuk yang hasil: 2. nonfarmakologi. Kode: 1. Intervensi Keperawatan No. diharapkan nyeri akut klien 1. dengan kriteria hasil: komprehensif yang meliputi lokasi. Diagnosa NOC NIC Keperawatan 1 Ketidakefektifan Setelah dilakukan tindakan keperawatan Managemen Jalan Nafas(3140) bersihan jalan nafas selama 2x24 jam.

Kolaborasi dengan ahli gizi untuk 00002) menunjukkan tidak terganggu memberikan makanan yang mudah dicerna E. Berikan perawatan oral O: 3. intensitas dan rileks factor pencetus O: 2. Hindari makanan yang sangat  Pasien tampak menghabiskan makanan yang panas/dingin diberikan tanpa gangguan . Meningkatnya usaha menelan klien 5. Kelas :1. Lakukan pengkajian nyeri komprehensif Pasien mengatakan sudah tidak merasakan nyeri lagi yang meliputi lokasi. nafsu makan telah kembali 2. karekteristik. Monitor status pernafasan dan oksigenasi. Kode: 2. Monitor kepuasan klien terhadap managemen nyeri dalam interval yang spesifik Dx3 Managemen Gangguan Makan(1030) S: 1. pada tenggorokannya. Lakukan fisioterapi dada. Buang secret dengan memotivasi pasien  Tidak ada sesak nafas untuk melakukan batuk efektif atau A: penyedotan lender Masalah sudah teratasi 4. Awasi masukan dan berat badan sesuai Pasien mengatakan sudah tidak ada gangguan indikasi menalan lagi. interpersonal) untuk Intervensi dihentikan memfasilitasi penurunan nyeri. Evaluasi Keperawatan Diagnosa Implementasi Evaluasi Keperawatan Dx1 Managemen Jalan Nafas(3140) S: 1. farmakologi. :2. Pilih dan implementasikan tindakan Masalah sudah teratasi yang berapagam (misalnya. Dorong pasien untuk memonitor nyeri dan menangani nyerinya dengan tepat 5. serta ekspresi wajah tampak durasi. sebagaimana O: mestinya  Pernafasan 22x/menit 3. P: nonfarmakologi. Tentukan akibat dari pengalaman nyeri  Pasien tidak menunjukkan ekspresi kesakitan terhadap kualitas hidup pasien A: 3. sebagaimana mestinya Dx2 Managemen Nyeri(1400) S: 1. kualitas. Posisikan pasien untuk memaksimalkan Pasien mengatakan sudah tidak sesak dan tidak terasa ventilasi ada dahak lagi 2. frekuensi. sesuai dengan kebetuhan 4. Instruksikan bagaimana agar bisa P: melakukan batuk efektif Intervensi dihentikan 5.

4. Timbang berat badan sesuai indikasi  Berat badan pasien naik menjadi 60kg Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memberikan  Tidak ada gangguan menelan lagi makanan yang mudah dicerna A: Masalah sudah teratasi P: Intervensi dihentikan .