You are on page 1of 3

Jurnal Geomine, vol 01, April 2015

PEMODELAN SUMBERDAYA NIKEL LATERIT PADA BLOCK C PT. ANUGERAH
HARISMA BARAKAH KABAENA SELATAN TALAGA RAYA
PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Ardiansyah Rahman1, Djamaluddin2, Hasbi Bakri1
1. Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia
2. Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Hasanuddin

SARI

PT. Anugerah Harisma Barakah adalah perusahaan tambang nasional yang bergerak dalam
pertambangan Nikel di daerah Kabaena Selatan dan Talaga Raya, Kabupaten Bombana Propinsi
Sulawesi Tenggara yang mulai melakukan eksplorasi bijih Nikel pada tahun 2007. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk membuat model sumberdaya nikel laterit dalam bentuk 2 dimensi dan 3
dimensi serta menghitung sumberdaya. Data yang diperlukan untuk membuat model 2 dimensi dan
3 dimensi meliputi data titik bor Blok C. Data diambil dalam bentuk data hasil pemboran berupa
data topografi, dan data kadar yang berjumlah 91 titik bor selain itu peta penyebaran titik bor juga
sangat diperlukan. Dari hasil penelitian dijumpai kedalaman ore berkisar antara 3 sampai 14 meter
dengan kadar 1,5% – 2,0% serta jumlah sumberdaya sebesar 1.553.325 Ton.

Kata kunci: nickel, model endapan, estimasi sumberdaya, Kabaena Selatan, Sulawesi Tenggara.

ABSTRACK

PT. Anugerah Harisma Barakah is a national mining company who is engaged in mining nickel in the
area South Kabaena, Southeast Sulawesi Province which began a nickel ore exploration in 2007.
Purpose of this study was to create a model of lateritic nickel deposits in the form of 2 dimensional
and 3 dimentional. Data needed for modeling 2 dimensional and 3 dimensional point data includes
drill block C. Data taken in the form of drilling data in the form of cast data, amounting to 91 points,
drills, and the data point coordinates of each drill hole is at the study site in addition to the map block
II drill point spread is also very necessary. From this research found Ore depths ranging from 3 to 14
meters with grading 1.5 % - 2.0 % and the number of resources 1,553,325 tons .

Key Word: nickel, deposition model, resource estimation, South Kabaena, Southeast Sulawesi.

PENDAHULUAN software pada komputer. Hasil visualisasi dari
data pengeboran yang berbentuk peta
Indonesia merupakan wilayah yang kaya akan penampang untuk tiap perlapisan endapan
sumber daya alam. Nikel laterite merupakan nikel laterite dapat dilanjutkan menuju ke
sumber daya alam yang melimpah di daerah tahap perencanaan penambangan sesuai
Sulawesi, di mana nikel digunakan sebagai dengan jumlah cadangan endapan nikel
bahan campuran untuk pembuatan baja tahan laterite yang ada pada suatu daerah.
karat (stainlees steel) yang banyak
diperuntukan bagi alat-alat anti karat, Atas dasar tersebut maka dalam penelitian
seperti bodi pesawat, mobil, dan alat-alat untuk penyusunan skripsi, penulis
dapur. Untuk itu keberadaan endapan nikel mengaplikasikan metode model sumberdaya
laterite sangat penting bagi perkembangan nikel laterite dengan menggunakan bantuan
teknologi, sehinggga dilakukan eksplorasi software Surpac 6.2, untuk menentukan pola
terhadap daerah yang potensial endapan nikel penyebaran dari bijih nikel laterite di daerah
laterit terutama di daerah Sulawesi. penelitian.
Untuk mengetahui ketebalan perlapisan suatu
endapan nikel laterite diperlukan tahap METODOLOGI PENELITIAN
eksplorasi pengeboran secara sistematik dan
penentuan kadar sehingga dari data hasil Dalam melakukan penelitian ini, ada beberapa
pengeboran tersebut nantinya dapat dibuat data yang dibutuhkan yaitu: data pemboran,
sebuah model yang divisualisasikan dalam deskripsi dan preparasi conto, analisis
bentuk peta penampang dengan bantuan karakteristik conto, ketebalan dan penyebaran
ore Ni.

6

Zona Limonit c. Grafik estimasi sumberdaya zona 1. Zona Saprolit. dengan Standar Operasional (SOP) Data ini memperlihatkan profil Laterit hasil Perusahaan. ketebalannya berkisar Dari hasil pengamatan dan pembahasan maka antara 4 sampai 9 meter. Karena sesuai Geologi database menghasilkan data log bor.5 saprolit.553. dari grafik hubungan kadar Ni dengan Gambar 3. April 2015 Kesemua data yang dibutuhkan di atas disintesis dan dianalisa penyebaran ore Ni melalui pembuatan penampang laterit Ni dengan menggunakan software pemodelan Surpac kemudian korelasi tiap lubang bor yang kemudian akan digabungkan dan ditampilkan dalam bentuk 2D (dimensi) dan 3D (dimensi).0 (%) 0 kadar Ni (%) Gambar 2. Grafik estimasi Sumberdaya zona volume/ tonnase.0 2.92 % 1.2 ketebalannya mencapai 2 meter 4.6 antara 1 sampai 2 meter % Ni. 1000000 100000 volume (M3) / Tonnes 800000 volume (M3) / Tonnes 80000 600000 Tonnes Volume (M3) 60000 400000 Volume (M3) 200000 40000 Tonnes 0 kadar Ni 20000 1. 2. Zona overburden. Estimasi Sumberdaya Bijih Nikel Laterit Estimasi sumberdaya dilakukan dengan 1200000 metode nearest neighbour point (NNP). vol 01. ketebalan berkisar antara 4 sampai 14 meter KESIMPULAN 3. Zona Overburden b. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembuatan penampang dimaksudkan untuk Gambar 1. Penampang Longitudinal Section A-B Estimasi ini dilakukan untuk zona limonit dan Penampang ini terdapat pada DH08077 zona saprolit.5 -> 3.400 dengan rata-rata 1. Section A-B melihat tampilan 2D (dua dimensi) dan ketebalan dari masing-masing lubang bor.0 -> 2.0 2. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode ini maka diperoleh tonase Ni(%). Zona bedrock. ketebalan berkisar Ni dan limonit ore 89. Zona Limonit. Hasil perhitungan sumberdaya sampai DH09077 menghasikan sumberdaya untuk saprolit ore sebesar 1. pemboran yaitu : a. zona ini maksimal 1. maka dibuat penampang limonit.5 -> 2. Dari data Geologi Database : ketebalannya 3 meter.5 -> 2.5 2. Pada zona ini dapat disimpulkan Berdasarkan mekanisme terdapat juga boulder – boulder yang pengolahan data Surpac 6. untuk memetakan sumberdaya nikel berdasarkan zonasi nikel untuk mengetahui kedalaman ore.0 -> 2. Zona Saprolit 7 .325 ton dengan rata-rata 1.Jurnal Geomine.

zona ini maksimal ketebalannya 3 meter. ketebalannya berkisar antara 3 sampai 13 meter. 1978. Prayugo Andri. Zona bedrock. Baul dkk. D. ketebalan berkisar antara 7 sampai 14 meter c. Zona Limonit. XV Annual Convention of the Association of Indonesian Geologists. Geologi Regional Lembar Kolaka. 2012. Ketebalan Lapisan Penampang Longitudinal section A ke B a. PT.553. Sorowako Golightly. 3. vol 01. Pada zona ini terdapat juga boulder – boulder yang ketebalannya mencapai 2 meter d. Yogyakarta. R.2.2. May 30 2003. Indonesia. PT. C & Waraspati.O.0% 4. Ensiklopedi Pertambangan Edisi 3. Zona Saprolit. Zona overburden. DAFTAR PUSTAKA Bankes.1994. Applied mine geology at PT.Sukido. Osborne. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. Estimation Of Mineral Resources And Mineral Reserves Best Practice Guidelines. International Nikel Indonesia.Jurnal Geomine. Nickeliferous Laterites: A General Description. 8 .5% . 1986. South Sulawesi. Soroako. Zona Bedrock 2. Makassar Simanjuntak. T. Total sumberdaya saprolit ore 1. 1979. Nikel Laterit And Formation. Dari data Hasil estimasi nearest neighbour point (nnp) : a. sebaran terbesar berada pada kadar 1.Surono.International Nickel Indonesia. Puslitbang Teknologi Mineral Boldt. Tutorial Pembuatan Solid Ore Pada Surpac 6. ketebalan berkisar antara 1 sampai 2 meter b. Inco.400 ton b. December 1986. Total sumberdaya limonit ore 89.Sorowako. Sebaran kadar Dari hasil pengolahan data.325 ton. April 2015 d.