You are on page 1of 4

rowse: Home / Opini / Pendidikan Umum dan Kejuruan

Pendidikan Umum dan Kejuruan
By ave on 30/07/2009
Salah satu masalah besar yang harus ditangani oleh pendidikan adalah hubungan
antara pembelajaran umum (general studies) dan kejuruan yang meliputi
spesialisasi profesional di bidang keilmuan dan spesialisasi vokasional di bidang
kerja teknis. Hal ini masalah besar, karena solusinya menyangkut selektivitas
dalam “apa yang harus diajarkan” dan berdampak serius di tingkat nasional dan
individual.

Di tingkat nasional, suatu bangsa bisa kehilangan kesempatan emas ketika memilih
membelajarkan hal-hal yang salah kepada para warganya, mungkin dengan
mempertahankan jenis pengetahuan yang tidak relevan lagi atau keliru
memprediksi kecenderungan kebutuhan dan arah kejadian. Kesalahan dan
kekeliruan ini berpeluang besar terjadi, mengingat dominasi dromokrasi yang terus
mempercepat tempo perubahan. Masa depan menjadi lebih berupa teka-teki
ketimbang pada masa-masa sebelumnya, membuat sekolah-sekolah sangat berhati-
hati hingga menjadi lembaga yang konservatif.

Di tingkat individual, kebingungan dan ketidakpastian mendasari pilihan yang
seringkali harus diputuskan pada usia yang terlalu dini. Sementara media massa
tidak henti-hentinya meramalkan perubahan yang lebih drastis berkat invensi
teknologis. Akibatnya, sejumlah besar orang telah membuat pilihan yang keliru di
jenjang pendidikan menengah dan tingkat universitas. Sedangkan kebanyakan
patos dan tragedi manusia berasal dari kekeliruan tersebut berhubung pilihan dan
keputusan tidak mungkin diulang guna diperbaiki.

Walaupun sekolah kejuruan dan pembelajaran spesialis menawarkan skills dan
pengetahuan yang tepat sebagai respons terhadap kebutuhan teknis sesaat,
kebajikan itu tidak lagi selanggeng dahulu. Dahulu, pendidikan formal bisa
membekali anak-anak didiknya paling sedikit dengan keterampilan dan
kepandaian yang terkirakan stabil sepanjang usia kerja mereka. Dengan
pemunculan otomatisasi, sekarang ini, keseluruhan dari proses industrial dan
kehidupan ekonomi bisa ditransformasikan begitu rupa, hingga pembekalan yang
tadinya tepatguna menjadi usang sebelum separuh jangka hidup dijalani.

Maka ada kecenderungan pendidikan formal menyerahkan tugas penyiapan vokasi
spesifik kepada komunitas industrial itu sendiri. Hal ini sungguh wajar, karena
bagaimanapun industri itu sendiri yang mengetahui keterampilan teknis khas yang
dibutuhkannya dan job-training seperti apa yang terkait dengan itu. Ia seharusnya
menyadari pula bahwa hak kepemilikan bisnis punya fungsi sosial di samping
fungsi ekonomis.

Banjir pengetahuan baru, di mana keseluruhan bidang baru studi saling menyusul
dalam waktu yang relatif singkat, mempersulit para spesialis untuk bisa

diasingkan oleh disiplin spesialitasnya. Eksistensi masyarakat kita memang membutuhkan keberadaan sejumlah besar spesialis. spesialisasi diperlukan baik bagi persiapan memenuhi posisi teknis di masyarakat yang kian kompleks maupun untuk mendorong mundur batas-batas pengetahuan dari berbagai disiplin. serta mampu memecahkan masalah sosial yang serba kompleks. Namun. Hal ini dapat dicapai hanya dengan memperkenalkan dan membiasakan mereka dengan nilai-nilai terbaik yang pernah dipikirkan dan ditulis pada masa lalu. termasuk kejuruan. Pendidikan formal di mana pun pada awalnya bersifat umum. Begitu dominan kehendak publik ini hingga sejak itu pendidikan spesialis dan vokasional dianggap wajar mendampingi pendidikan umum secara setara. tujuan sekunder ini tidak boleh mengaburkan. apalagi menyisihkan. Harus diakui.mengetahui pada waktunya penemuan-penemuan di bidangnya sendiri yang bahkan kian menyempit. pendidikan umum yang mencerahkan tetap sangat diperlukan baik bagi spesialis maupun bagi orang-orang awam. Mereka yang berkarya di perbatasan aneka disiplin merasa kewalahan untuk menjelaskan kepada pemerintah. sangat dipicu oleh dua kejadian. yaitu pembebasan pikiran bagi warga yang bertanggung jawab dan demi kehidupan yang layak. kehendak untuk menganggap pendidikan sebagai means untuk mengontrol kegiatan bisnis dan industrial. maksud abadi dari pembelajaran umum. kenaikan hasrat untuk menguasai ilmu-ilmu kealaman. Kita memerlukan pendidikan umum untuk membuat kehidupan “kaya” dan supportable. serta sebagai jalan ke arah keberhasilan finansial di Amerika dan Eropa sejak awal abad XIX. apa yang sudah ditemukan. khususnya ilmu terapan. pendidikan pertama dan terutama demi pemahaman. Artinya. bukan means eksistensi tersebut. Namun. betapa mendesaknya keperluan kita. tetapi umum. untuk mencegah para spesialis menjadi “prisoner” dari keahliannya sendiri. akan spesialisasi sebagaimana organisme individual memerlukan oksigen. hingga tidak mampu berkomunikasi dengan masyarakat luas. baik berupa teknolog pada aneka bidang kehidupan dan teknisi pada aneka kegiatan produktif maupun yang berdedikasi di bidang riset murni. Dua Kejadian Pendidikan spesialis. karena memprihatinkan tujuan eksistensi manusia. yang mengintroduksikan spesialisasi yang semakin lama semakin besar ke dalam sistem persekolahan. Masalah human yang luas itu bukan bersifat teknis. Pertama. . Buku-buku teks yang memuat ilmu pengetahuan dalam artian produk cepat menjadi usang dan bisa direvisi hanya oleh orang-orang yang dekat dengan penciptanya sendiri dalam disiplin yang bersangkutan. Solusinya memerlukan kearifan praktis. diadakan demi membebaskan pikiran dari generasi yang sedang tumbuh/generasi penerus. baru sesudah itu untuk tujuan-tujuan pragmatis dan vokasional. Kedua. bukan technical know-how. Dengan kata lain. apalagi kepada orang- orang awam. dewasa ini.

Bila demikian. adalah suatu state of mind yang. termasuk kejuruan dan vokasional. tetapi awal dari pencarian pegangan yang lain dengan tetap mengingat kaitan-kaitan potensial yang dikandungnya. mereka dituntut lebih dari sekadar pakar dalam disiplin mereka sendiri. tidak memberlakukannya secara isolasi dan abstraksi dari konteksnya yang konkret dalam pengalaman. birokrat. Unsur Penyelamatan Orang-orang yang merasa terpanggil untuk mengurus bidang pendidikan dan mengarahkan pembelajaran formal-politikus. jangan sekali-kali ditanamkan dalam imaji anak didik suatu ilusi bahwa “keahlian” yang sedang didalaminya itu merupakan satu-satunya pegangan hidup. Jadi. intelektual. Semua lembaga pendidikan diharapkan berusaha . Artinya. dewasa ini. semua masalah teknis. seperti komputer. memang terdapat sejumlah besar materi yang harus dicernakan dan ditransform menjadi pengetahuan. bila terisolasi menjadi tidak berarti atau tidak edukatif bagi orang awam. sekarang sudah diinvensi alat pembelajaran yang canggih. Maka diperlukan guru-guru yang excellent untuk menuntun anak didik. paling sedikit. pendidikan spesialis. Beruntung. Dewasa ini. Alat canggih ini dapat dimanfaatkan untuk membantu memori informasi. hendaknya tidak membelajarkan pengetahuan/keahlian tertentu sebagai suatu konsentrasi pada sejenis mata pelajaran yang sempit. yang selama ini memisahkan spesialisasi. tetapi penuh dengan kemungkinan dan peluang bagi orang spesialis. Semua orang terpelajar lalu punya lebih banyak waktu untuk mempelajari “bahasa” yang bisa dipakai bersama-sama. Mengingat hal semacam ini semakin berlipat ganda. Hasrat mengetahui tidak dengan sendirinya inheren sedalam kebutuhan absolut untuk mengetahui keterkaitan- keterkaitan demi keberadaan kita dan masyarakat. tetap mengingatkan anak didik adanya aneka opsi setelah dapat menguasai suatu “keahlian”. bisa cerdas berbicara dengan sesama warga yang nonspesialis dan sekaligus lancar berdialog dengan sarjana asing. Ia bukan akhir.Jika kaum terpelajar kita mau menjadi warga yang efektif dari negara Indonesia yang demokratis. dapat berangsur-angsur diserahkan penanganannya pada komputer. Kita sekarang memang memerlukan lebih banyak pengetahuan dari yang kita pedulikan. Pendidikan spesialisasi. mendeteksi relevansi dan keterkaitan yang belum diketahui dan menciptakan skema-skema baru. selagi masih bersekolah. Pada setiap bidang pembelajaran. penghitungan jumlah dan lain-lain kerja intelektual. sebelum ia dapat dikuasai. beban belajar semakin menekan bagi anak didik dengan semakin tinggi jenjang persekolahan. secara esensial pendidikan umum dan spesialisasi adalah komplementer. Banyak di antaranya bersifat rutin dan sangat teknis. guru. memaksimalkan kapasitas menangkap prinsip umum. agamawan-sebaiknya merenungi unsur-unsur penyelamatan pendidikan melalui pemahaman yang berbeda dengan tanggapan umum pada abad-abad yang lalu tentang pendidikan umum dan pendidikan spesialis.

mengomunikasikan secara benar pengetahuan umum dan spesialistis kepada semua anak didik. Pendidikan umum. dewasa ini. pegangan. . adalah pencarian prinsip-prinsip yang mendasari aneka disiplin dan korelasi serta sintetisnya. dan kemungkinan kearifan dalam sikap dan tingkahlaku warga terdidik. Yang benar adalah bahwa pendidikan umum bukan lagi berupa akumulasi informasi di banyak bidang dan menjejalkannya ke pikiran anak didik. Pendalaman prinsip-prinsip ini dan penerapannya ke dalam praktik yang dapat memberikan pemahaman.