You are on page 1of 17

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata

pelajaran yang diberikan di SD secara Correlated atau saling berhubungan.

Muhammad Numan Sumantri dalam Tasrif (2000: 1) Menjelaskan bahwa

IPS merupakan penyederhanaan disiplin ilmu-ilmu sosial, idiologi negara,

dan disiplin ilmu lainnya serta masalah-masalah sosial terkait yang

diorganisasikan, disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan

pendidikan pada tingkat dasar dan menengah.

Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar diharapkan mampu membina

siswa agar memahami potensi dan peran dirinya dalam berbagai tata

kehidupannya, menghayati tuntunan keharusan dan pentingnya

bermasyarakat dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan serta mahir

berperan serta dilingkungannya sebagai insan sosial dan warga negara

yang baik.

Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi Geografi,

Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta

didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang

demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.

Pembelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan,

pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat

dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis untuk

menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu

1

Analisis Praktek Pembelajaran IPS SD berdasarkan Pandangan Pedagogi kritis (critical pedagogy) 1. Pedagogi kritis pada dasarnya dapat dipahami dalam dua makna. mengalami perubahan setiap saat di masa yang akan datang yang akan dihadapi oleh peserta didik. Epistimologi Pedagogi Kritis (critical pedagogy) Pedagogi kritis dipahami sebagai teori dan praktik pendidikan yang didesain untuk membangun kesadaran kritis peserta didik. Dalam hal ini pedagogi kritis dibangun atas dasar critical thingking untuk selalu mempertanyakan dan mengkritisi pendidikan itu sendiri dalam hal-hal fundamental tentang pendidikan baik dalam tataran filosofis. sistem. humanis. Pedagogi kritis berpandangan bahwa pendidikan harus dikembalikan pada hakikatnya. Kedua. kebijakan maupun implementasi. B. 2 . demokratis berbasisikan critical thingking di kalangan peserta didiknya. Gerakan sosial yang diusung pedagogi kritis adalah membongkar praktik pendidikan yang membelenggu. pedagogi kritis sebagai paradigma berpikir. pedagogi kritis sebagai gerakan sosial. Pedagogi kritis muncul sebagai bentuk perlawanan akan praksis pendidikan yang telah didominasi oleh kekuasaan. Pedagogi kritis muncul karena adanya situasi sosial yang kemudian mempengaruhi praksis pendidikan. teori. Pertama. Sehingga pendidikan telah direduksi hakikatnya. Tujuan akhir pedagogi kritis adalah melahirkan praksis pendidikan yang egaliter.

yang merupakan upaya memanusiakan manusia. Sehingga pendidikan tidak dapat diselenggarakan hanya untuk memenuhi kepala peserta didik dengan pengetahuan yang tanpa makna. pada akhirnya ritual agama ini bergeser menjadi tradisi. Pendidikan merupakan sebuah upaya yang memungkinkan seseorang mengubah dinamika sosialnya. kesadaran naïf dan kesadaran kritis. yakni: kesadaran magis. Pendidikan sebagai pintu pembuka bagi pengetahuan yang esensi.yakni mengembangkan potensi kemanusiaan peserta didik. manusia menggunakan penilaian berdasarkan agama. Kemudian kesadaran naïf. Dalam memahami apa yang terjadi. Melalui pedagogi kritis Freire mengingatkan mengenai hakikat dari pendidikan itu sendiri. Freire membagi kesadaran dalam tiga tahapan. Namun. Kesadaran magis merupakan kesadaran yang didasarkan pada nilai-nilai agama. Dalam hal ini pengetahuan yang terlepas dari dinamika kehidupan peserta didik. Kesadaran kritis untuk peka terhadap dinamika masyarakatnya dan dengan pengetahuannya membawa perubahan bagi masyarakat. Sehingga melalui pendidikan diharapkan manusia dapat berperan dalam dinamika kehidupan. maka penyelesaiannya dilakukan dengan melaksanakan ritual agama. Sehingga apabila terdapat masalah dalam dinamika kehidupan. Seseorang yang belajar harus mampu membangun kesadaran kritisnya. dipahami bahwa seseorang telah menyadari bahwa dirinya dalam keadaan tertindas atau dalam 3 . Salah satu tokoh yang memberi pengaruh besar bagi perkembangan pedagogi kritis adalah Paulo Freire.

pengajuan ini belum sepenuhnya didasarkan pada apa yang sungguh- sungguh dialaminya. Sekolah dipahami sebagai bentukan masyarakat yang dapat berfungsi mentransformasikan pengetahuan dan kebudayaan pada peseta didik. Sehingga seseorang yang telah belajar akan mampu memahami realitas sosialnya secara kritis dan dengan pengetahuan yang mendasar tersebut diharapkan akan mampu terbentuk solusi untuk memperbaiki dinamika masyarakat agar lebih berdaya. Sedangkan kesadaran kritis. Dengan demikian penyelenggaraan pendidikan tidak dapat lepas dari dinamika masyarakat. Dalam pengertian lain. 4 . Sehingga apa yang dipelajari oleh peserta didik tidak terlepas dari pengembangang dinamika masyarakatnya.ketidaknyamanan dan telah mampu melakukan pengajuan namun. Untuk mencapai kesadaran kritis maka penyelenggaraan pendidikan pada realitas masyarakat yang terjadi sesungguhnya. kemudian mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dari masyarakat. kesadaran kritis merupakan kesadaran untuk merubah realitas. merupakan kesadaran yang dimiliki seseorang atau masyarakat bahwa dirinya berada dalam posisi yang tidak menyenangkan dan mampu membentuk kondisi yang memungkinkannya melakukan perubahan atas ketidaknyamanan tersebut. karena secara hakikat pedagogi kritis memandang sekolah sebagai lembaga sosial yang memiliki fungsi dalam dinamika masyarakat.

Kemudian. kemampuan memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung proses pembelajaran baik dalam konteks sebagai sarana pembelajaran maupun sebagai sumber belajar. Hakikat Pedagogi dalam Praktek Pembelajaran IPS SD Pedagogi merupakan ilmu yang menjelaskan tentang kriteria ideal seorang guru profesional yang mampu mengaplikasikan pengetahuan. guru 5 . keterampilan dan sikap. Pengertian ini menyimpan makna substantif yang lebih luas dari sekedar pelaksanaan proses pembelajaran yang hanya mencakup perencanaan. Meskipun demikian penggunaan istilah pedagogi sering dimaksudkan sebagai pendidikan dalam arti umum/luas (education) tanpa membedakan tingkatan usia kematangan seseorang. serta dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran para siswa. Secara bahasa. sedangkan mendidik/ilmu mendidik orang dewasa disebut andragogi. 2. Dalam perkembangannya pedagogi sering dimaknai sebagai pendidikan/ilmu mendidik (ilmu mendidik anak yang belum dewasa). pedagogi berasal dari bahasa yunani kuno terdiri dari dua kata yaitu Pais yang berarti anak (child) dan Agi yang berarti memimpin (lead). pelaksanaan dan evaluasi proses dan hasil belajar. dengan mempertimbangkan kesesuaian dan ketepatan aktifitas para siswa untuk memaksimalkan hasil belajar. jadi pedagogi berarti lead the child atau memimpin anak. Oleh karena itu dituntut keterampilan guru untuk melakukan pengelolaan kelas agar bisa memberikan dukungan efektif terhadap pelaksanaan proses pembelajaran.

keterampilan dan pengalaman). Sejalan dengan itu.profesional juga dituntut mampu berkomunikasi dengan baik terhadap siswa. kasus-kasus dan teknologi seperti software dan hardware). melaksanakan. dan mengevaluasi proses dan hasil belajar siswa. Kompetensi pedagogi merupakan kemampuan mengkombinasikan dan mengkoordinasikan dua sumber belajar siswa. dan berbagai keahlian lain yang mendukung peningkatan hasil belajar siswa. Pedagogi yang sering dipahami sebagai ilmu tentang pembelajaran memiliki kontek yang lebih luas dari teaching skill. yakni sumber-sumber yang tampak dan terukur dengan sumber-sumber tidak tampak yang dimiliki guru. termasuk komunikasi dengan masyarakat. pengembangan konten bahan ajar melalui penelitian. Pedagogi tidak hanya merencanakan. orang tua atau keluarga para siswa. dalam rangka mencapai efisiensi dan efektifitas dari sebuah proses pendidikan dan pembelajaran. melainkan juga mencakup aspek-aspek lain pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas hasil pembelajaran. Upaya-upaya koordinasi dan kombinasi tersebut menuntut skill dan keahlian guru. Irina & Liliana (2011) menjelaskan bahwa kompetensi pedagogi adalah kemampuan individual guru untuk mengkoordinasikan dan mengkombinasikan antara sumber-sumber yang tampak (seperti materi pelajaran dalam bentuk buku. 6 . dengan sumber-sumber yang tidak tampak (seperti pengetahuan. baik manajerial. komunikasi. baik sebagai user maupun stakeholder sekolah. makalah.

Karena itu. keterampilan mengajar guru sangat penting melebihi pentingnya perluasan penguasaan bahan ajar. karena siswa tidak memerlukan muatan pembelajaran yang banyak. Untuk siswa sekolah dasar. setiap guru harus mengenal. termasuk mengapresiasinya dengan melatih diri masing-masing bagaimana membelajarkan para peserta didik dengan efektif. tapi memerlukan pembiasaan diri belajar. maupun di luar kelas. Proses pembelajaran merupakan bagian integral dari kompetensi pedagogi yang harus dimiliki setiap pendidik. Memang tingkat urgensinya berubah seiring meningkatnya kedewasaan dan integritas belajar para pembelajar sendiri. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat. guru dan dosen. Oleh sebab itu. silabus. memahami. bahwa pengelolaan proses pembelajaran harus dilakukan dan bahkan dikembangkan berbasis pengetahuan dan keterampilan karena tidak mungkin proses pembelajaran berhasil tanpa didukung pengelolaan yang cerdas. baik sebelum masuk kelas. bahwa standar proses itu mengatur. Kompetensi guru profesional harus mampu mengembangkan proses pembelajaran di dalam kelas dan sejalan dengan cara pandang regulasi nasional yang mereformulasi standar pedagogi dengan standar proses. guru harus kreatif mengembangkan teknik membelajarkan para siswanya. Sudah merupakan keyakinan umum. selama di dalam kelas. rencana 7 . dan meyakini pentingnya ilmu mengajar dan ilmu membelajarkan peserta didik.

pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi proses serta hasil belajar siswa. 7) Dari pembelajaran verbalisme menjadi pembelajaran aplikatif. 2) Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi aneka sumber belajar. dan di mana saja adalah kelas. pembelajaran yang membangun kemauan (Ing Madyo Mangun Karso). 4) Dari pembelajaran berbasis konten menjadi pembelajaran berbasis kompetensi. Permendikbud menyebutkan bahwa pembelajaran di sekolah dasar dan menengah harus memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut: 1) Dari diberitahu menjadi mencari tahu. 8 . siapa saja adalah guru. 12) Pembelajaran yang menerapkan prinsip siapa saja adalah peserta didik.pelaksanaan pembelajaran. dan kreatifitas (Tut Wuri Handayani). sekolah dan masyarakat. Hasil belajar dirumuskan sangat ideal dan komprehensif. yang melahirkan prinsip pembelajaran yang sangat ideal. 6) dari pembelajaran yang menuntut jawaban tunggal menjadi pembelajaran multi dimensi. 11) Pembelajaran yang berlangsung di rumah. 9) Pembelajaran mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik untuk menjadi pembelajarn sepanjang hayat. 5) Dari pembelajaran parsial menjadi terpadu. 10) Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai keteladanan (Ing Ngarso Sung Tulodo). 8) Peningkatan kesimbangan antara hardskill dengan softskill. 3) Dari pendekatan tekstual menjadi pendekatan ilmiah.

dan. dan melakukan evaluasi proses dan hasil belajar siswa. Dialogical method. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Menuju Pedagogi Ktitis Dalam tataran praktek pembelajaran terdapat beberapa konsep penting yang menjadi bagian dari pedagogi kritis antara lain Constructivisme. Pedagogi bukan semata menyiapkan rencana pembelajaran. 13) Menggunakan Teknologi Informasi (TI) untuk efisiensi dan efektifitas pembelajaran. seorang guru harus mampu mempersiapkan lingkungan sekolah yang mampu: a. Problem posing education. Mengembangkan budaya yang saling menghargai satu sama lain. 9 . Mengembangkan hubungan positif antara guru dengan siswa melalui pemahaman yang baik untuk semua siswanya. 14) Pengakuan atas perbedaan individual dan latar bekang budaya peserta didik. pengembangan strategi pembelajaran. b. 3. Pembelajaran akan menjadi sebuah proses terbaik jika memenuhi enam prinsip sebagai berikut: 1) Lingkungan pembelajaran mendukung dan produktif. antara siswa dengan siswa dan antara guru dengan siswanya. Banking concept of edecation. Untuk itu. tapi juga mencakup berbagai aspek yang mendukung suksesnya proses pembelajaran.

serta mampu mendorong motivasi siswa untuk belajar. Menjamin sukses para siswanya melalui pengembangan kegiatan belajar yang mampu mendorong usaha para siswa untuk belajar dan memberikan pengakuan atas capaian belajar mereka. Menggunakan strategi pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan dan kerjasama. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan berbasis pengetahuan dan pengalaman sebelumnya. Menggunakan strategi pembelajaran yang fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan dan interest para siswa. Untuk itu. interdependensi antar siswa dan antara siswa dengan guru. 10 . Menggunakan strategi pembelajaran yang memberikan dukungan para siswa untuk belajar dengan cara berbeda. Mengembangkan strategi pembelajaran yang membuat para siswa percaya diri dan berani mencoba dalam belajarnya. d. b. b. Mmendorong dan mendukung para siswanya untuk bertanggung jawab terhadap proses belajar. c. c. perspektif dan ketertarikan para siswa harus terefleksi dalam program pembelajaran. 2) Lingkungan pembelajaran harus mendorong kebebasan siswa. 3) Kebutuhan psikologis dan latar belakang sosiologis. Untuk itu. para guru harus mampu: a. guru harus mampu: a.

e. kemampuan dan penguasaan para siswa terhadap teknologi. d. 5) Penilaian merupakan bagian integral dalam proses pembelajaran. 4) Para siswa harus ditantang dan didukung untuk memiliki kemampuan berfikir dengan level yang tinggi dan mampu mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan nyata. Untuk itu. Menggunakan strategi pembelajaran yang mendorong siswa untuk melakukan penelitian dan mampu melakukan problem solving. Mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat mempercepat siswa untuk mampu berfikir imaginatif dan kreatif. Mengembangkan program pembelajaran dengan sekuensi yang mampu mendorong mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. f. para guru harus mampu: a. koneksitas teori yang akan membentuk konsep prilaku yang komprehensif. Mendorong diskusi ide-ide substantif. d. Mendorong peningkatan kualitas proses pembelajaran serta memperoleh capaian prestasi belajar yang baik. b. Memperkuat pengalaman. guru harus mampu: 11 . dan mampu mengembangkan koneksitas antara ide dengan ide. Menggunakan strategi pembelajaran yang mendorong siswa untuk bertanya dan melakukan refleksi. c. Untuk itu.

Pedagogi bukan hanya sekedar pembelajaran di dalam kelas. Untuk itu. d. lokal. c. Menggunakan data penilaian sebagai bahan rencana pembelajaran yang berikutnya. c. mendorong siswa untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat. Memastikan bahwa para siswa selalu memperoleh feed back melalui hasil tes mereka. dan mendorong untuk aktif belajar lebih lanjut. 6) Belajar itu berkaitan kuat dengan kehidupan masyarakat di luar kelas. memanfaatkan teknologi dengan cara-cara yang merefleksikan sebagai masyarakat modern yang mengikuti kemajuan teknologi. a. b. Seorang guru juga harus mampu mengontrol lingkungan sekolah dan lingkungan kelas agar menjadi arena belajar yang sangat kondusif sehingga memungkinkan 12 . Mendesain evaluasi dan penilaian yang mencakup seluruh tujuan pembelajaran. guru harus mampu: a. namun merupakan dimensi yang luas. Mengembangkan penilaian yang mendorong para siswa untuk melakukan refleksi dan self assessment. nasional dan mancanegara. e. b. Mampu mengembangkan kriteria penilaian secara eksplisit. Sejalan dengan semakin kompleksnya persoalan pendidikan untuk menghantarkan para siswa memasuki dunia yang semakin kompetitif. mendorong para siswa untuk selalu terlibat dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kontemporer.

tapi sudah terbuka dalam sebuah kawasan besar. kesempurnaan mengajar bukan dipancarkan oleh kehebatan penguasaan materi yang mengabaikan keterampilan mengajar. tapi oleh keunggulan hasil belajar siswa yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan potensi siswa dengan teknik dan cara yang sesuai. Dengan demikian. agar mampu melakukan kolaborasi bisnis. Inti kompetensi pedagogik adalah setiap guru harus mampu menyusun kurikulum operasional. perimbangan 13 . atau beragam aktifitas profesi yang tidak dibatasi kendala geografis. regional dan juga global. Oleh sebab itu.para siswa menjadi anak-anak yang independen dan dapat mengembangkan komunikasi sosial antar siswa sehingga menghargai keberadaaan orang lain. guru juga harus bisa mengelola kelasnya sebagai arena pembelajar sehingga para siswa menjadi pembelajar yang baik dan mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat. Kemudian. dapat menyusun instruen evaluasi dengan baik. merencanakan pembelajaran. dan juga bukan oleh kehebatan teaching skill dengan mengabaikan penguasaan materi. dan dapat mendorong motivasi para siswa untuk belajar dengan serius sehingga menjadi siswa-siswa berprestasi. seiring dengan persaingan yang terus meluas dalam dunia profesi dan menuntut setiap anak mampu mengimbangi kompetensi sejawatnya. melaksanakan proses pembelajaran yang lebih banyak mendorong aktifitas belajar siswa. jasa. Kini perhatian dunia pendidikan terhadap pedagogi berkembang sangat baik.

skill dan keahliannya mengajar dalam praktik di dalam kelas. sehingga mereka terlahir sebagai anak-anak cerdas dan berdaya saing. aplikasi dan penerapan semua metode. teknik. menjadi bagian yang sangat penting untuk peningkatan kulaitas proses serta hasil pendidikan dan pembelajaran. menjadi faktor utama yang dapat menggerakan semua potensi yang dimiliki setiap guru untuk mendorong peningkatan mutu pembelajaran dan pendidikan. sikap positif terhadap profesi. dan terlatih melalui berbagai training.penguasaan materi menjadi sangat penting sepenting penguasaan teknik dan strategi membelajarkan para siswa. jika dia bersikap negatif terhadap profesi guru. dan juga tidak memiliki kebanggaan sebagai pendidik. Implementasi. dan berbagai kompetensi pedagogik. tidak memiliki passion untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. walaupun memiliki keterampilan luar biasa tentang pembelajaran dalam kelas. serta memiliki keterampilan penggunaan teknologi informasi sebagai media dan sumber belajar. Dengan demikian. sebagaimana juga harus memiliki pengetahuan bagaimana mengajar yang baik. Guru. dia juga harus memiliki ability atau kemampuan mengimplementasikan semua pengetahuan. Kemudian. Demikian pula dengan dengan knowledge dan ability. Dua faktor ini penting sekali bagi setiap guru profesional. keterampilan dan keahlian tersebut tidak akan bermanfaat banyak untuk peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Dengan demikian. 14 . Dia harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk diajarkan. maka skil.

15 .kompetensi pedagogik harus menekankan kesiapan. keseriusan dan kemampuan para guru dalam mengaplikasikan semua pengetahuan. pengalaman. skil dan keterampilan mengajar dalam pelaksanaan tugasnya sebagai guru profesional. termasuk keragaman kultur siswa. serta mampu mengadaptasikan implementasi pengetahuan dan keterampilannya itu dalam berbagai situasi.

BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pedagogi kritis didefinisikan sebagai teori dan praktik pendidikan yang didesain untuk membangun kesadaran kritis terhadap fenomena atau realitas sosial yang menindas. Meskipun Konsep-konsep tersebut terkait dengan seluruh dimensi dari pedagogi kritis. 16 . namun dalam implementasinya dapat terjadi meskipun mengacu pada kepentingan praktis pragmatis tanpa mengaitkannya dengan dimensi ideologi politis. Banking concept of edecation. Menurut Monchinski pedagogi kritis merupakan pendekatan pembelajaran yang berupaya membantu murid mempertanyakan dan menentang dominasi serta keyakinan dan praktik- praktik yang mendominasi. Artinya secara hakikat pedagogi kritis mempunyai tujuan untuk memposisikan pendidikan sebagai alat pembebasan siswa. Problem posing education. Dialogical method. sehingga pelaksanaan tersebut dapat dipandang sebagai bagian yang menyerap pedagogi kritis. Dalam tataran praktek pendidikan/pembelajaran terdapat beberapa konsep penting yang menjadi bagian dari pedagogi kritis antara lain Constructivisme. maupun kesadaran akan pentingnya hal tersebut dalam meningkatkan mutu pendidikan guna mempu dalam menghadapi tantangan perubahan yang cepat. baik karena kesadaran ideologis.

2016 Rosyada. Vol. Howard. tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Paradigma Pendidikan Demokratis. Multiple Intelligences Go to School Educational Implications of the Theory of Multiple Intelligences. 22 tahun 2016. Pedagogical Competence. Daftar Pustaka Gardner. No. and Liliana. American Educational Research Association. 2013 17 .wordpress. 8 (Nov. Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. The Key to Efficient Education. 18. Journal of Educational Researcher. jakarta. and Thomas Hatch.. 1989) https://akhmadsudrajat. Andreia. Sebuah Model pelibatan Masyarakat dalam Pendidikan. Dede.com/2010/07/22/pendidikan-kritis/ Irina. 2011.Prenada Media.