You are on page 1of 5

Misal ambil pengamatan ke-2 maka dari

persamaan (3.6), (3.7) dan (3.8) di peroleh: 7 100 2
8 100 6
grafik kendali np 9 100 3
10 100 4
s Title 60 (Sumber: Montgomery, 1990)
data np
40
UCL a. Grafik kendali np
Axi

20
Misal ambil pengamatan ke-2 maka dari
0 LCL
persamaan (3.6), (3.7) dan (3.8) di peroleh:
1 4 7 10 3 6 9 CL
grafik kendali np
Gambar 1. Grafik Kendali np
Tabel 1. Data Produksi dari Dua Run-Proses 60

s Title
data np
Pengamatan R 2 40
Produksi 1 UCL

Axi
20
1 100 20 LCL
2 100 25 0
3 100 35 1 4 7 10 3 6 9 CL
4 100 10
5 100 30 Gambar 1. Grafik Kendali np
6 100 5
Pada grafik kendali ini, dapat dilihat bahwa
7 100 45 masing-masing proses produksi memiliki batas
8 100 20 atas, batas pusat dan batas bawah sendiri-sendiri.
9 100 10 Untuk produksi pertama nilai yang keluar dari
10 100 10 batas kendali ada 3 sampel sehingga yang
Produksi 2 terkendali hanya 7 sampel, namun pada produksi
1 100 5 yang kedua semua nilai data terkendali. Hal
2 100 2 tersebut akan sulit untuk dianalisis secara umum,
3 100 3 oleh karena itu perlu dilakukan standarisasi.
4 100 8
5 100 4 b. Grafik kendali np Yang Distandarisasi Misal
ambil pengamatan ke-2 maka dari persamaan
6 100 1
(3.16) didapatkan:

grafik kendali Z
10
Title

5 data Z
UCL
Axis

0 LCL
1 4 7 10 3 6 9
-5
Gambar 2. Grafik kendali np yang Distandarisasi

Sedangkan untuk grafik ini, dapat diamati bahwa
data terkontrol dalam grafik kendali. Namun pada
data 3 dan 7 berada diluar garis kendali batas atas
dan untuk data ke 6 berada diluar batas kendali
bawah sehingga dari 20 data yang terkontrol
hanya 17 data.
c. Grafik kendali np Yang Distandarisasi Untuk
Proses Pendek
Misal ambil pengamatan ke-2 dan ambil faktor
koreksi sebesar 0.5 sesuai persamaan (3.36)
diperoleh:

24±0.400 1.352 1. Grafik Rata-rata Pertambahan Bobot Badan Harian pada Frame size yang Berbeda .228 Umur Hijauan Konsentrat1.021 pemeliharaan Rumput Jerami 1. Rata-rata Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) Bobot Rata-rata Steer Brahman Cross Pada Bobot Jumlah Badan PBBH Badan dan Frame yang Berbeda (ekor) (Kg) (Kg/hari) <300 752 1.350cd 1. Grafik Rata-rata PBBH Badan Harian (PBBH) pada Bobot pada Bobot Badan Awal dan Frame Badan yang Berbeda Selama yang Berbeda Penelitian Tabel 4.22 ± 0.13±0.000 M L Gambar 3.15 ± 0. 1.36a hari) Jumlah 3053 M <300 252 1. Rata-rata Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) pada Frame size 10 yang Berbeda UCL Rata-rata Axis Title Jumlah 0 LCL Frame PBBH (ekor) 1 4 7 10 3 6 9 data Z* (Kg/hari) -10 M 5051.300 1. grafik kendali Z* Tabel 3.37c Frame Bobot Jumlah PBBH 300-350 1527 1.33±0.306 1. Ransum Sapi Potong di Rata-rata 1.30 ± 0.151 1. Rata-rata Pertambahan Bobot Gambar 4. Grafik Kendali np yang Distandarisasi c.35b Jumlah3053 Tabel 1.36 0.36 Perusahaan 1. 13.000 (bln) Gajah Padi 800 amoniasi 600 1 40 40 20 400 2 25 25 50 200 3 10 10 80 0 Sumber : database feedlot <300 300-350 >350 Tabel 2.306 ± Rata-rata 1.22 ± 0. No.1:48-62.126 1.200 1.200 rata-rata J.37a Gambar 3.295 1. Ternak Tropika Vol.100 PBBH 2012 1.304 Persentase Ransum (%) 1.35 b Badan (kg/ekor/ >350 773 1. 25591.

75 hari Tabel 2 Disribusi Frekuensi >3 jam per 59 64.01) Konsumsi Remaja SMA Negeri 9 HASIL DAN PEMBAHASAN Semarang Tahun 2012 Konsumsi Energi f % Tabel 1 Disribusi Frekuensi Indeks <90%AKG 58 72.25 . 1324 1.00 Semarang adalah sebesar 23.50-24.50 2012 Jumlah 80 100.00 Konsumsi Protein (overweight) <90%AKG 37 46.75 Jumlah 80 100.304 ± 4 kali/minggu 9 11.303a konsumsi Fast Food L <300 500 1.00 (obesitas) ≥120%AKG 19 23. 203 1.25 Grafik 1 Distribusi Frekuensi Jenis Jumlah 80 100. ≥120%AKG 52 65.00 (normal) Jumlah 80 100.99 12 15.340cd 5 kali/minggu 5 6.50 Massa Tubuh (IMT) dan Status Gizi 90-119%AKG 16 20.50 (gizi kurang) 90-119%AKG 30 37.75 90-119%AKG 24 30.00 25.25 2 kali/minggu 2 2.373d 3 kali/minggu 6 7.00 obesitas) pada remaja SMA Negeri 9 90-119%AKG 16 20.00 Tabel 4 Disribusi Frekuensi Aktivitas Fisik Remaja SMA Negeri 9 Semarang Tahun 2012 Lama Tidur f % < 7 jam per hari 20 25.00 kolom yang sama menunjukkan perbedaan pengaruh yang sangat nyata Tabel 3 Disribusi Frekuensi Pola (P<0.357c 7 kali/minggu 13 16.00-29.00 Remaja SMA Negeri 9 Semarang Tahun ≥120%AKG 6 7.75 >9 jam per hari 9 11.25 ≥120%AKG 8 10.126 ± Remaja SMA Negeri 9 Semarang 350 0. Kebiasaan Konsumsi Fast Food 300.352 ± 1 kali/minggu 1 1.25 0.021 ± Kebiasaan f % 0.00 Tabel 1 menunjukkan bahwa Konsumsi Lemak prevalensi gizi lebih (overweight dan <90%AKG 12 15.75 Keterangan : Notasi yang berbeda pada Jumlah 80 100.00 7-8 jam per hari 51 63.25 ≥30 7 8.50 18.00 yang dapat dilihat pada grafik 1 berikut : Jumlah 80 100.25 >350 727 1.00 <90%AKG 42 52.00 IMT Frekuensi Persen Konsumsi (f) (%) Karbohidrat < 18.368b Tahun 2012 >350 46 1.25 350 0.228 ± 6 kali/minggu 9 11.00 Jumlah 80 100.75%.99 37 46.50 24 30.25 >7kali/minggu 35 43.00 Kelamin Remaja SMA Negeri 9 Lama Menonton TV Semarang Tahun 2012 ≤ 2 jam per 21 25.50 0.50 300.

000. Hasil Uji Homogenitas Jumlah 80 100.5-3 jam per 38 47.00 pretest Sig.149 Karakteristik Orang Tua Remaja SMA Negeri 9 Semarang Tahun 2012 Tingkat Pendidikan n % 4 0.000.979 <Rp2.000.000.225 Ibu Rendah (≤SMA) 50 62.093 3 0.393 2 0.000.00 hari >3 jam per 28 35.000.000.000.00 1.50 Tinggi (>SMA) 30 37.00 hari Lama Olahraga <1..- Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan paired sample t-test. hari >Rp 8.00 3 0.5 jam per minggu 20 25.317 4 0.000.00 1 0.75 4 0.50 Tabel 1 Hasil Uji Normalitas minggu pretest Sig.000.75 2 0.50 Jumlah 80 100.00 Jumlah 80 100.00 Lama Main Komputer/Video games ≤ 2 jam per 52 65..969 Rp 6.323 1 0.000.000. 5 6.s/d 35 43.25 Rp 2.s/d 3 3.000.084 Grafik2DistribusiFrekuensi PengetahuanGiz remajaSMA 2 0.000.064 2 0.223 4 0.393 3 0. Hasil uji hipotesis dapat dilihat pada tabel 3 berikut .000.969 Rp 4.981 Rp 8. posttest sig >3-5 jam per minggu 22 27...000.- >Rp 6. posttest sig Pendapatan Orang Tua 1 0.00 hari Jumlah per 80 100.136 1 0.s/d 12 15.- >Rp 4.285 Negeri 9 Semarang Tahun 2012 Tabel 5 Disribusi Frekuensi 3 0.25 Jumlah 80 100. 25 31.50 Tabel 2.

Tabel 3.51 29 1.93 29 1.00 29 0. Hasil uji t paired sample t-test Nilai Mean N Sig.000 Posttest 1 (O5) 26.008 Pretest 2 (O2) 22.96 29 0.41 29 0.000 Posttest 4 (O8) 26.326 Pretest 3 (O3) 22.72 29 0.(2-tailed) Pretest 1 (O1) 22.000 Pretest 4 (O4) 22.51 29 0.93 29 .663 Posttest 3 (O7) 26.050 Posttest 2 (O6) 26.