You are on page 1of 4

RS ROYAL PRIMA

JAMBI

MANAJEMEN NYERI

No.Dokumen :

No. Revisi : 00
Halaman :1/2

SPO

Tanggal Terbit

Ditetapkan :
DIREKTUR

Dr. Adrianto Gazali, M.Kes


NIK 001.02.12

PENGERTIAN

Pemantauan nyeri secara berkala yang dilakukan oleh petugas kesehatan dengan melakukan
pengamatan atas perubahan yang terjadi sampai nyeri bisa teratasi

TUJUAN

Memantau perkembangan nyeri pada pasien untuk diberikan pengobatan sesuai tingkat nyeri yang
dirasakan pasien
Pasien mendapat penatalaksanaan nyeri dengan tepat
Kualitas mutu penatalaksanaan nyeri terjamin konsistensinya
KEBIJAKAN

Keput usan Kepala Rumah Sakit TK II dr. Soeprao en. No : SKep / 121 / V /

2014 T entang Manajemen nyeri.


1. Sk ala nyeri Numerik Rating Scale / Wong Baker Faces Pain Rating Sc ale untuk usia dewasa :
: Tidak Nyeri
– 3 : Nyeri Ringan

4 – 6 : Nyeri Sedang

7 – 10 : Nyeri Berat

(Gambar Terlampir)

Untuk Neonatus (0-6 bulan) menggunakan CRIES Pain Scale

Untuk Anak menggunakan FLACC Pain Scale


PROSEDUR
1. Lakukan pengkajian yang konprehensif tenta g nyeri,termasuk lokasi karakteristik, onset/durasi,
frekuensi, kualitas, intensitas, atau beratnya nyeri dan faktor presipitas.
Amati perlakuan non verbal yang menunjukkan

ketidaknyamanan,khususnya ketidakmampuan komunikasi efektif.

RS ROYAL PRIMA
JAMBI

MANAJEMEN NYERI

No.Dokumen :
No. Revisi : 00
Halaman :1/2

PROSEDUR
Pastikan pasien menerima analgesik yang tepat.
Gunakan strategi komunikasi terapeutik yang dapat di terima tentang pengalaman nyeri dan merasa
menerima respon pasien terhadap nyeri.
Identifikasi dampak pengalaman nyeri terhada p kualitas hidup.
Evaluasi pasca mengalami nyeri termasuk riwayat individu dan keluarga mengalami nyeri kronik atau
yang menimbulkan ketidakmampuan.
Evaluasi bersama klien tentang efektifitas pengukuran kontrol pasca nyeri yang dapat di gunakan.
Bantu pasien dan keluarga untuk memperoleh dukungan.
Bersama keluarga mengidentifikasi kebutuhan untuk mengkaji kenyamanan pasien dan
merencanakan monit oring tindakan.
Beri informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa lama berakhir, antisipasi
ketidaknyamanan dari prosedur.
11.
Ajarkan pasien
untuk
mengontrol
faktorli ngkungan
yang
dapat

mempengaruhi respon pasien mengalami ketidaknyamanan (misal :

te mperatur ruangan, cahaya, kebisingan).

12.
Meengajarkan
pada
pasien
bagaimana
mengurangi
atau

m enghilangkan
faktor yang menjadi
presipitasi
atau
meningkatkan
pengalaman nyeri (misal : ketakutan, kelemahan dan rendahnya pengetahuan).
Pilih dan implementasikan berbagai pengukuran (misal : farmakologi, nonfarmakologi) untuk
memfasilitasi penurun nyeri.
Aj arkan teknik penggunaan nonfarmakologi.

Jelaskan tentang penggunaan analgesik untuk penurun nyeri yang optimal.


Gu nakan pengukuran control nyeri sebelum nyeri meningkat.
Lakukan verifikasi tingkat ketidaknyamana n dengan pasien,catat perubahan pada rekam medik.
Evaluasi keefektifan pengukuran kontrol nyeri yang dilakukan dengan pengkajian terus menerus
terhadap pengalam an nyeri.
Do rong istirahat yang adekuat/tidur untuk memfasilitasi penurunan nyeri.
An jurkan pasien untuk mendiskusikan pengalaman nyeri,sesuai keperluan.
Be ri informasi yang akurat untuk mendukung pengetahuan keluarga dan respon untuk pengalaman
nyeri.
Pa ntau kepuasan pasien dengan manajemen nyeri pada rentang spesifik