You are on page 1of 14

F.

 KERANGKA TEORI

1. Manajemen 
Manajemen   diidentikkan   dengan   istilah   pengelolaan,   pembinaan,

ketatalaksanaan,   pengurusan,   ketatausahaan,   dan   ketatapengurusan. 1  Lembaga

bentuk apapun memerlukan manajemen untuk menjalankan semua kegiatan yang

akan dilaksanakan, sehingga terarah dan mencapai sasaran. Karena dalam suatu

kegiatan   akan   melibatkan   banyak   orang,   dan   di   dalam   manajemen   itu   sendiri

membutuhkan kerjasama yang baik.

Pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian.2

a. Manajemen sebagai suatu proses

Manajemen   sebagai   proses.   Pengertian   manajemen   sebagai   proses

dapat dilihat dari pengertian menurut:

1) Encylopedia of the social science, manajemen yaitu suatu proses dimana

pelaksanaan suatu tujuan dilaksanakan dan diawasi
2) Haiman,   manajemen   yaitu   fungsi   untuk   mencapai   suatu   tujuan   melalui

kegiatan orang lain, mengawasi usaha­usaha yang dilakukan individu untuk

mencapai tujuan
3) Georgy   R.   Terry,   manajemen   yaitu   cara   pencapaian   tujuan   yang   telah

ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.

b.   Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia

Manajemen sebagai kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari

orang­orang yang bekerjasama untuk mencapai suatu bersama. Kolektivitas

 B. Siswanto Sastrohadiwiryo, Manajemen Tenaga Kerja Indonesia, (Jakarta: PT. Bumi
1

Aksara, 2002), hlm. 22.
2
 M. Manullang, Dasar – Dasar Manajemen, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1983), hlm, 15­
16

  penetapan tenaga   kerja. Semua ini bertujuan untuk menumbuhkan  M.   dan   mencurahkan   daya   untuk membangun. hlm. “Public   Relation   activity   is   management   of   communication   between   an organization   and   publics”   (humas   adalah   mengelola   komunikasi   antara organisasi dan publiknya) b. Hubungan Masyarakat (Humas) dan Masyarakat Definisi humas itu sendiri yang diambil dari  The British Institue of Public Relation adalah: a. plannedand sustain effort to establish and maintain  nutual understanding betweenan organization and is public” (humas   adalah   memikirkan. menumbuhkan motivasi dan partisipasi.  c. Dasar – Dasar Manajemen. Manullang. sedang orang   yang   bertanggungjawab   terhadap   terlaksanaanya   suatu   tujuan   atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.  2. “Public Relation practice is deliberate.   Manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni.  Dari   definisi   diatas   dapat   disimpulkan   bahwa   manajemen   yaitu   koordinasi semua   sumber   daya   melalui   proses   perencanaan   pengorganisasian.  3 .   dan   menjaga   saling   pengertian   anatara   organisasi   dan publiknya).   merencanakan.   pengarahan. (Jakarta: Ghalia Indonesia.3 Hubungan masyarakat adalah menumbuhkan hubungan baik antara segenap komponen   pada   suatu   lembaga   dalam   rangka   memberikan   pengertian. atau kumpulan orang­orang inilah yang disebut dengan manajemen.   dan   pengawasan   untuk   mencapai   tujuan   yang   telah ditetapkan terlebih dahulu. 1983).

. 6   F.   dan   publik   eksternal   (orangtua   siswa. hlm.   Humas   adalah   penyelenggaraan   komunikasi   timbal   balik   antara suatu   lembaga   dengan   publik   yang   mempengaruhi   sukses   tidaknya   lembaga tersebut. humas merupakan bagian integral dari suatu kelembagaan dan bukan suatu fungsi atau bagian yabg berdiri   sendiri. 2009).   serta   mengkoordinasikan   yang   secara   serius   dan   rasional dalam upaya pencapaian tujuan bersama dari organisasi atau lembaga pendidikan yang diwakilinya. dan mengembangkan  pengertian  dan kemauan baik (good wiil) publiknya serta memperoleh   opini   publik   yang   menguntungkan   atau   menciptakan   kerjasama berdasarkan hubungan yang baik dengan publik.   dan institusi   luar). mengkomunikasikan. Masyarakat maju karena pendidikan. (Surabaya: Usaha Nasional. 199.   Dari   pengertian   tersebut   dapat   ditarik   kesimpulan   bahwa manajemen humas adalah suatu proses menangani perencanaan. Rahmadi.  Manajemen Pendidikan Islam Konsep.  4 Sulistyorini. Filsafat Pendidikan dan Dasar Filasafat Pancasila.6 Berdasarkan definisi tersebut pengertian humas secara umum dapat diartikan sebagai   fungsi  manajemen   yang khas   antara  organisasi  dengan  publiknya. dan tindakan tersebut.   komunikasi   seperti   ini   ditujukan   untuk menciptakan saling pengertian dan dukungan bagi terciptanya tujuan. dan pendidikan yang maju hanya akan di temukan dalam masyarakat yang maju pula.   masyarakat. hlm. Publik dalam Teori dan Praktek (Jakarta: PT.( Yogyakarta: Sukses Offset. 1986). hlm 7 . karyawan.   atau dengan   kata   lain   antara   lembaga   pendidikan   dengan   publik   internal   (guru.4  Hubungan masyarakat dengan pendidikan   sangat   bersifat   korelatif.   bahkan   seperti   ayam   dengan   telurnya.   dan   siswa). Strategi dan Aplikasi.5 Secara struktural. 1996). Gramedia. pengorganisasian.   Dari   pihak   suatu   lembaga. 144 5 Mohammad Noor Syam.

 sedang. Humas memberi kemungkinan bagi seseorang untuk memenuhi kebutuhan di dalam mengembangkan diri. Dengan kegiatan humas sebuah organisasi dapat minta bantuan yang diperlukan dari organisasi atau badan lain. b.  Organisasi dan administrasi Pendidikan Teknologi dan kejuruan. d. Membina hubungan ke dalam (public internal) Public   Internal  adalah   publik   yang   menjadi   bagian   dari   unit.   Seorang   PR   harus   mampu mengidentifikasi atau mengenali hal­hal yang menimbulkan gambaran negatif di dalam masyarakat. Raja Grafindo Persada. c. . e. Dengan   humas   adalah   sebuah   organisasi   mempunyai   berbagai   alat   untuk menyebarkan idea tau gagasan kepada organisasi atau badan lain. Humas   mendorong   usaha   seseorang   atau   suatu   organisasi   pendidikan   untuk memperkenlkan   dan   membiarkan   diri   berhubungan   dengan   orang   atau organisasi lain. sebelum kebijakan itu dijalankan. Humas   merupakan   suatu   kegiatan   yang   sangat   diperlukan   dalam   semua pelaksanaan   pekerjaan   agar   sekolah   atau   lembaga   pendidikan   tersebut mempunyai wahana yang resmi untuk dapat berhubungan dengan masyarakat luas serta menunjukkan kepada masyarakat tersebut mengenai kegiatan yang sudah. (Jakarta: PT. Membina hubungan keluar (public eksternal) 7   Suharsimi Arikunto.   badan. Pentingnya humas dalam pendidikan sebagai berikut:7 a. 1993). dan apa yang akan dikerjakan. b. perusahaan   atau   organisasi   itu   sendiri. hlm. Ruang   lingkup   tugas   humas   dalam   sebuah   organisasi   atau   lembaga antara lain meliputi aktivitas sebagai berikut: a. 100.

 memberikan penjelasan sebagi berikut: a. b. Hlm 23 . (Jakarta: Ghalia Indonesia. 8  Rosady.  Scott   M. Menasehati manajemen mengenai jalan dan cara menyusun dan operasionalisasi organisasi untuk dapat diterima semakin maksimal.   yaitu masyarakat. Memudahkan   dan   menjamin   arus   opini   yang   bersifat   mewakili   dari   publik­ publik   suatu   organisasi.   Mengusahakan tumbuhnya   sikap   dan   gambaran   public   yang   positif   terhadap   lembaga   yang diwakilinya. Manajemen Public Relation dan Media Komunikasi . Hubungan   lembaga   pendidikan   dengan   masyarakat   pada   hakikatnya merupakan   suatu   sarana   yang   sangat   berperan   dalam   membina   dan mengembangkan  pertumbuhan  pribadi  siswa di sekolah. Efektif Public Relations. Public   Eksternal  adalah   public   umum   (masyarakat).   Cutlip   dan   Center  dalam bukunya. Sekolah dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan sekolah.8 Mengenai   konsep   fungsional   humas. 1995. Ruslan. c. oleh karena itu hubungan sekolah dengan masyarakat harus dibina suatu hubungan yang harmonis. Dalam  hal ini sekolah merupakan   bagian   yang   integral   dari   system   social   yang   lebih   besar.   sehingga   kebijaksanaan   beserta   opernaionalisasi organisasi   dapat   dipelihara   keserasianya   denagn   ragam   butuh   bantuan   dan pandangan publik­publik tersebut. Merencanakan dan melaksanakan program­program yang dapat menimbulkan penafsirkan   yang   menyenangkan   terhadap   kebijaksanan   operasionalisasi organisasi.

  sekolah.   Siapar   juga meninjaunya dari sudut kepentingan kedua lembaga tersebut. Secara   konkrit   lagi.( Surabaya: Usaha Nasional.   Untuk   merealisasikan tujuan tersebut. b.   tujuan   diselengggarakan   hubungan   sekolah   dan masyarakat adalah a. banyak cara bias dilakukan oleh sekolah dalam menarik simpati masyarakat   terhadap   sekolah   dan   menjalin   hubungan   yang   harmonis   antara sekolah dengan masyarakat. . 2005).   dan   Implementasi. Sahertian. 50 10  Piet A.   T. 234. hlm. Remaja Rosdakarya. yaitu kepentingan sekolah dan kepentingan masyarakat itu sendiri. Mengenalkan pentingnya sekolah bagi masyarakat. Meningkatkan   usaha   masing­masing   pihak   masyarakat   dapat   meningkatkan pemahamannnya  terhadap  sekolah dan  perkembangan  ilmu  pengetahuan  dan teknologi. pertumbuhan anak.9 Mengenai   tujuan   hubungan   sekolah   dan   masyarakat. d. Dimensi Administrasi Pendidikan. 1985). memperkokoh tujuan serta meningkatkan   kualitas   hidup   dan   penghidupan   masyarkat.  Manajemen   Berbasis   Sekolah   Konsep. Meningkatkan kualitas  belajar siswa dan meningkatkan pertumbuhan pribadi tiap siswa. Mengembangkan tata hubungan antara sekolah dan masyarakat.   Strategi. hlm. c.   dan   masyarakat   dalam   mengembangkan   amanat pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.   menggairahkan masyarakat   untuk   menjalin   hubungan   dengan   sekolah. Menciptakan   rasa   ikut   serta   dan   tanggungjawab   bersama   antara   komponen rumah   tangga.   E.   Mulyasa. Hubungan   sekolah   dengan   masyarakat   bertujuan   antara   lain   untuk memajukan kualitas pembelajaran.  Tujuan humas di lembaga sekolah antara lain sebagai berikut:10 a. 9 (Bandung: PT.

d. c. Memperkaya dan memperluas  prigram sekolah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. 1998). Memberikan informasi kepada masyarakat tentang isi dan pelaksanaan program sekolah. e. Untuk meningkatkan kualitas belajar dan pertumbuhan anak.12 Tugas humas adalah melakukan publisitas tentang kegiatan organisasi kerja yang   patut   diketahui   oleh   pihak   luar   secara   luas. 73 . 189­190 13  Hadari Nawawi. ( Jakarta: Haji Masagung.  Mengembangkan kerjasama yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendidik siswa. Untuk mengembangkan antusiasme atau semangat dalam membantu kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat di sekolah. 189­190 12  Ibid. Untuk meningkatkan tujuan masyarakat dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. 1993). Hlm.   dan   akan   dikerjakan berdasarkan volume dan beban kerjanya.13 11  Ngalim Purwanto. b. hlm. Administrasi Pendidikan. b. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya.   sedang.11 Menurut   Elsbree   dan   McNally   mengemukakan   tujuan   hubungan   sekolah dengan masyarakat sebagai berikut: a. Mendapatakan dukungan dan bantuan moral maupun financial yang diperlukan bagi pengembangan sekolah. hlm. termasuk   juga   mengenal   kegiatan   yang   sudah   .   Kegiatan   dilkukan   dengan menyebarluaskan   informasi   dan   menberikan   penerangan­penerangan   untuk menciptakan   pemahaman   yang   sebaik­baiknya   di   kalangan   masyarakat   luas mengenai tugas­tugas dan fungsi­fungsi yang diemban organisasi kerja tersebut. c.

( Surabaya: Usaha Nasional. d. 237­238 .. Sahertian. yaitu: suatu proses yang berkembang secara terus menerus. Keterpaduan   (intergrating).   yaitu:   keterkaitan   antara   kepala   sekolah. Dimensi Administrasi Pendidikan. 74 15  Piet A.   yang   ternyata menumbuhkan harapan untuk penyempurnaaan kegiatan yang telah dilakukan oleh organisasi. Melaksanakan kegiatan humas ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan yaitu: 15 a. Memberikan informasi dan menyampaikan ide atau gagasan kepada masyarakat atau pihak­pihak lain yang membutuhkannya. Membantu Kepala Sekolah mempersiapkan bahan­bahan tentang permasalahan dan informasi yang akan disampaikan atau yang menarik perhatian masyarakat pada saat tertentu. Berkesinambungan (continuiting). Membantu   Kepala   Sekolah   dalam   mengembangkan   rencana   dan   kegiatan lanjutan  yang berhubungan dengan pelaksanaaan  kepada masyarakat  sebagai akibat   dari   komunikasi   timbal   balik   dengan   pihak   luar. b. hlm. c. 1985). masyarakat. hlm.   dan   keluarga   yang   merupakam   satu   kesatuan   yang   satu berhubungan dengan yang lain. Membantu   pemimpin   yang   karena   tugas­tugasnya   tidak   dapat   langsung memberikan   informasi   kepada   masyarakat   atau   pihak­pihak   yang memerlukannya. b. 14  Ibid. Tugas­tugas   pokok   atau   beban   kerja   humas   suatu   organisasi   atau   lembaga dapat disimpulkan sebagai berikut:14 a.

 Jurnal Hukum dan HAM Bidang Pendidikan. f. Sederhana   (symplicity). Peran Serta masyarakat Peran   serta adalah   berbagai   aktivitas   yang   dilakukan   oleh   individu   atau kelompok dalam suatu program atau kegiatan tertentu. e. yang saling membutuhkan. c. Resbin L. informasi­informasi itu dapat berbentuk pendapat umum yang positif terhadap sekolah. d.   tindakan. g.  Sihite.16 Istilah   peran   dapat   dikatakan   sebagai   partisipasi   yang   artinya Partisipasi menurutnya   merupakan   hal   turut   serta   dalam   suatu   kegiatan. Konstruktif (construktivenes).   fleksibel   ialah   program   yang   sewaktu­waktu   mampu menerima perubahan yang terjadi.   ialah:   bahwa   informasi   yang   diberikan   secara sederhana.   Menurutnya   wujud   dari   peran   serta   yang   diberikan   dapat berupa   pemikiran. Pemuda dan Olah Raga 16 hal 16 .   sumbangan   dana   atau   barang   yang   berguna   bagi program   ataupun   pencapaian   tujuan. Luwes   (flexibility).  Menyeluruh (coverage). Informasi itu dengan dengan katakata yang mudah dimengerti den dengan rasa persahabatan. 3. yaitu: bahwa penyajian fakta­fakta kepada masyarakat itu menyeluruh seluruh aspek. sehingga bermakna dalam pencapaian   tujuan.   Ia   juga   mengemukakan pengertian masyarakat sebagai sekelompok orang yang hidup dalam daerah khusus.   yang   dimaksud   dengan   penyesuaian   hendaknya program itu memperhatikan keadaan masyarakat. Pengertian masyarakat menurutnya   adalah   kumpulan   individu   yang   menjalin kehidupan bersama sebagai suatu kesatuan yang besar. Kesesauaian   (adaptability).

  tetapi   juga   merupakan   tanggung   jawab masyarakat   dan   pemerintah. Peran serta masyarakat dalam pendidikan yaitu:18 a. Lingkup peran serta masyarakat secara menyeluruh mulai dari perencanaan sampai evaluasi. 2011). Nampak bahwa masyarakat dan pendidikan saling berkaitan dan saling   topang.   Masyarakat   dan   pemerintah   terjun   langsung   ke tengah­tengah   dunia   pendidikan   atau   dapat   dikatakan   masyarakat   turut berpartisipasi   dalam   pendidikan   dan   pemerintah   memberikan   dorongan   berupa peraturan atau perundang­undangan. Sebagai pelaku pendidikan c.   Yusufhadi.20   Tahun   2003   diartikan   sebagai   kelompok   warga   Negara   Indonesia nonpemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Pemuda dan Olah Raga.   Sehingga   keberhasilan   pendidikan   bukan   saja   menjadi   tanggung jawab   penyelenggara   pendidikan   saja. memiliki cirri­ciri yang sama sebagai kelompok.17  Istilah masyarakat dalam UU No. Resbin L. 17   Miarso. Jurnal Hukum dan HAM Bidang Pendidikan. Evaluasi program pendidikan. Pengawasan pendidikan g. Pengguna hasil pendidikan e. hal 706 18  Sihite. Perencanaan pendidikan f. Sebagai sumber pendidikan b. hal 15 . Pelaksana pendidikan d.  Menyemai   Benih   Tekonologi   Pendidikan.   (Jakarta:   Kencana Prenada.

  hibah. e. bahwa peran serta masyarakat dalam pendidikan adalah aktivitas  yang dilakukan oleh sekelompok orang   dalam   bidang   pendidikan   dengan   tujuan   untuk   memajukan   pendidikan dengan cara­cara tertentu. (http://www.   39   Tahun   1992   BAB   III   pasal   4   peran   serta /partisipasi maysarakat dapat berbentuk:19 a. (Online). diakses 29 oktober 2014.  Peraturan   Pemerintah   No.   gedung. d. beasiswa. dan pada semua jenjang pendidikan di jalur pendidikan sekolah. pinjaman. Pengadaan   dan   pemberian   bantuan   ruangan. Pengadaan   dana   dan   pemberian   bantuan   yang   dapat   berupa   wakaf. pada semua jenis pendidikan kecuali pendidikan kedinasan. b. dan bentuk lain yang sejenis. .   dan   tanah   untuk melaksanakan kegiatan belajar­mengajar. Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan.   Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1992 tentang   Peran serta 19 Masyarakat Dalam Pendidikan Nasional.bbhn. Pengadaan   dan/atau   penyelenggaraan   program   pendidikan   yang   belum diadakan   dan/atau   diselenggarakan   oleh   pemerintah   untuk   menunjang pendidikan nasional. sumbangan. Pengadaan dan pemberian bantuan tenaga kependidikan untuk melaksanakan atau   membantu   melaksanakan   pengajaran.go. Pengadaan dan pemberian bantuan tenaga ahli untuk membantu pelaksanaan kegiatan belajar­mengajar dan/atau penelitian dan pengembangan. Pendirian   dan   penyelenggaraan   satuan   pendidikan   pada   jalur   pendidikan sekolah atau jalur pendidikan luar sekolah.id). f. c.   pembimbingan   dan/atau   pelatihan peserta didik.

Terbentuknya   kesadaran   masyarakat   tentang   adanya   tanggung   jawab bersama dalam pendidikan. Pengadaan dan pemberian bantuan buku pelajaran dan peralatan pendidikan untuk melaksanakan kegiatan belajar­mengajar.   keserasian   proses   dan  hasil   pendidikan   Miarso. dan l.  Menyemai   Benih   Tekonologi   Pendidikan. sumber daya alam. Meningkatkan kinerja sekolah yang berarti pula meningkatnya produktivitas. h. hal 709 . j. dan sumber daya buatan seperti dana. kesempatan   memperoleh   pendidikan.   (Jakarta:   Kencana 20 Prenada. Keikutsertaan   dalam   program   pendidikan   dan/atau   penelitian   yang diselenggarakan oleh pemerintah di dalam dan/atau di luar negeri. fasilitas. dan peraturan­peraturan termasuk perundang­undangan.   Yusufhadi. meliputi  sumber daya manusia. c. 2011). g. Partisipasi masyarakat dalam pendidikan bertujuan untuk:20 a. Pemberian kesempatan untuk magang dan/atau latihan kerja.  Terciptanya   efektivitas   dan   efisiensi   dalam   penmanfaatan   sumber   daya. k. Pemberian   bantuan   dan   kerjasama   dalam   kegiatan   penelitian   dan pengembangan. i. Pemberian   pemikiran   dan   pertimbangan   berkenaan   dengan   penentuan kebijaksanaan dan/atau penyelenggaraan pengembangan pendidikan. Pemberian bantuan manajemen bagi penyelenggaraan satuan pendidikan dan pengembangan pendidikan nasional. Terselenggaranya   kerja   sama   yang   saling   menguntungkan   (memberi   dan menerima) antara semua pihak yang berkepentingan dengan pendidikan. d.  b.

.  serta komitmen  dari para pelaksana pendidikan.sesuai dengan kondisi anak didik dan lingkungan.

 Filsafat   Pendidikan   dan   Dasar   Filasafat   Pancasila. 1986 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1992 tentang  Peran serta Masyarakat   Dalam   Pendidikan   Nasional.  Administrasi   dan   Supervisi   Pendidikan.   Strategi   dan   Aplikasi. Jakarta: PT. (Online).   Jakarta:   Kencana Prenada. Hadari. Jakarta: Haji Masagung.  Menyemai   Benih   Tekonologi   Pendidikan. 2002 Sulistyorini. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2005 Nawawi.  Manajemen   Pendidikan   Islam   Konsep. Piet A. 2009 Yusufhadi.  Mohammad. Raja Grafindo Persada. 1993 Manullang.    Manajemen   Berbasis   Sekolah   Konsep.   (http://www. L. 1998 Noor   Syam. Yogyakarta: Sukses Offset.E. Administrasi Pendidikan.id). DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Remaja Rosdakarya. Rosady. Dimensi Administrasi Pendidikan.go.   Suharsimi. Siswanto.bbhn. Jakarta: Ghalia Indonesia. Jakarta: PT. Bandung: PT. 1993 Rahmadi. Purwanto. 1996 Resbin. 1995 Sahertian. 1985 Sastrohadiwiryo.   Strategi. Dasar – Dasar Manajemen.   Ngalim. Gramedia. diakses 29 oktober 2014. Jurnal Hukum dan HAM Bidang Pendidikan.   Bandung:   PT   Remaja Rosda Karya. Jakarta: PT. Surabaya: Usaha Nasional. Bumi Aksara. Manajemen Public Relation dan Media Komunikasi. Publik dalam Teori dan Praktek. 1983 Mulyasa.   dan   Implementasi.  Organisasi   dan   administrasi   Pendidikan   Teknologi   dan kejuruan. 2011 . Sihite. Surabaya Usaha Nasional. Pemuda dan Olah Raga Ruslan.   Miarso.  Manajemen Tenaga Kerja Indonesia.