You are on page 1of 22

Case Report Session

ORCHITIS

Oleh

Irham Abshar 1740312060
Nidianti Nerissa 1210313043

Pembimbing:
dr. Jon Efendi, Sp.B. Sp.BA

BAGIAN ILMU BEDAH RUMAH SAKIT DR. M. DJAMIL
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Orkitis adalah peradangan pada testis. Orkitis berbeda dari infeksi
traktus genitalia lain dalam dua hal, yaitu : jalur utama infeksi adalah
hematogen dan virus adalah organisme penyebab orkitis yang paling sering.
Infeksi diklasifikasikan sebagai orkitis viral , orkitis bacterial piogenik, atau
9
orkitis granulomatosa.

Sering terjadi pada pada laki-laki berumur diantara pra pubertas 1 .
Virus adalah penyebab orkitis paling sering. Orkitis parotiditis adalah infeksi
virus yang sering terlihat , walaupun imunisasi untuk mencegah parotiditis
pada masa anak-anak telah menurunkan insidens. Dua puluh hingga tiga
puluh persen kasus parotiditis pada orang dewasa terjadi bersamaan dengan
orkitis terjadi bilateral pada 15 % pria dengan orkitis paroditis. Pada laki-laki
pubertas atau dewasa biasanya terdapat kerusakan tubulus seminiferous
dengan resiko resiko infertilitas dan pada beberapa kasus, terdapat kerusakan
sel-sel leydig yang mengakibatkan hipoginadisme defisiensi testosteron.
Orkitis jarang terjadi pada pria prapubertas, namun bila ada, dapat diharapkan
kesembuhan yang sempurna tanpa disfungsi testiskular sesudahnya. 9

Virus lain yang dapat menyebabkan orkitis dan memberikan
gambaran klinis yang sama adalah Coxsakie B, mononukleosis. Orkitis
bakteri piogenik disebabkan oleh bakteri (Brucellosis ,Escherichia coli,
Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa) dan infeksi parasit
(malaria, filariasis, skistosomasis, amebiasis) atau kadang-kadang infeksi
riketsia yang ditularkan dari epididimis. 9
Tanda dan gejala ketidaknyamanan ringan pada testiskular dan
edeme hingga nyeri testicular parah 9. Gejala infeksi saluran kemih bagian
bawah, seperti demam, frekuensi, urgensi, hematuria, dan disuria, mungkin
ada. Gejala-gejala ini umum dengan epididimitis dan orchitis tetapi jarang
terjadi dengan testis torsi. 5
Dilakukan biakan urine dan darah , serta biakan langsung dari testis
yang terinfeksi untuk mengidentifikasikan organisme penyebab. Pengobatan
untuk infeksi ini adalah antibiotik spesifik untuk organisme penyebab infeksi
tersebut. Tindakan yang memberikan kenyamanan seperti tirah baring,
penyangga skrotum , kantong es , dan analgesik dapat dilakukan. 9

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana patofisiologi terjadinya orchitis ?

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Setelah menyelesaikan laporan orchitis diharapkan
mengetahui dan memahami penyakit orchitis.

1.3.2 Tujuan Khusus

Untuk lebih mengenal dan mampu menjelaskan tentang
ruang lingkup orchitis dalah hal definisi ,fisiologi , etiologi , dan
penatalaksanaan orchitis . Mampu menjelaskan dan memberikan
terapi menyeluruh dan edukasi kepada pasien mengenai upaya
pencegahan kekambuhan pada orchitis.

1.4 Manfaat

Dengan di susunnya makalah orchitis akut ini kita diharapkanr dapat
mengetahui tentang etiologi , patofisiologi , dan juga dapat lebih tepat dalam
mendiagnosa maupun memberikan terapi tepat.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi

Orkitis adalah peradangan pada testis. Orkitis berbeda dari infeksi
traktus genitalia dalam dua hal, yaitu : jalur utama infeksi adalah hematogen
dan virus adalah organisme penyebab orkitis yang paling sering. 9 Selama
tahap akut, gambaran klinis yang dominan adalah inflamasi parah testis
yang terjadi seara akut, terkait dengan peningkatan temperature ( 36-40 C )
dan derajat yang bervariasi. Usia yang lebih tua pada infeksi dikaitkan
dengan risiko yang lebih tinggi. Yung et al. melaporkan bahwa vaksinasi
gondok, gondok campak rubella (MMR) merupakan perlindungan yang
cukup terhadap orchitis.2

2.2 Epidemiologi

Pada tahun 2002, orkitis menyumbang untuk 1 di 144 kunjungan
rawat jalan (0,69 persen) pada laki-laki 18-50 tahun di Amerika Serikat Ada
sekitar 600.000 kasus orkitis per tahun di Amerika Serikat, yang sebagian
besar terjadi pada pria antara 18 dan 35 tahun .Dalam salah satu penelitian
terhadap prajurit Angkatan Darat AS, kejadian tertinggi pada pria antara 20
dan 29 tahun. Dalam review dari 121 pasien dengan orkitis, distribusi
kejadian puncak yang terjadi pada pria 16 sampai 30 tahun dan 51 hingga
70 tahun. Dalam sebuah penelitian rawat jalan, orchitis terjadi pada 58
persen pria yang didiagnosis dengan epididymitis. Orchitis umumnya
berhubungan dengan infeksi pada anak laki-laki prepubertal (13 tahun atau
muda). 5

Dibandingkan dengan era prevaccine, usia rata-rata infeksi lebih
tinggi, dengan infeksi yang terjadi terutama pada remaja yang lebih tua dan
muda dewasa . Usia yang lebih tua terjadi infeksi dikaitkan dengan risiko
yang lebih tinggi komplikasi terutama orchitis. 2
Insiden orchitis telah menurun secara dramatis sejak
diperkenalkannya program vaksinasi anak . Selama beberapa tahun terakhir
orchitis jarang terlihat. Namun, baru-baru ini, 11 pasien dengan penyakit
orchitis dirawat antara bulan Maret dan September 2005. Peningkatan tajam
ini juga melihat tempat lain di Inggris; 25 kasus orchitis dilaporkan oleh
Urologi Departemen Royal Liverpool University antara September 2004
dan April 2005. 7

2.3 Etiologi

Virus adalah penyebab orkitis paling sering. Orkitis parotiditis
adalah infeksi virus yang sering terlihat , walaupun imunisasi untuk
mencegah parotiditis pada masa anak-anak telah menurunkan insidens.
Dua puluh hingga tiga puluh persen kasus parotiditis pada orang dewasa
terjadi bersamaan dengan orkitis terjadi bilateral pada 15 % pria dengan
orkitis paroditis. 9

Virus lain yang dapat menyebabkan orkitis dan memberikan
gambaran klinis yang sama adalah Coxsakie B, mononukleosis. Orkitis
bakteri piogenik disebabkan oleh bakteri (Brucellosis ,Escherichia coli,
Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa) dan infeksi parasit
(malaria, filariasis, skistosomasis, amebiasis) atau kadang-kadang infeksi
riketsia yang ditularkan dari epididimis. 9

Etiologi orchitis akut

1. Viral: gondok orchitis paling umum. Coxsackievirus A, varisela
dan echoviral infeksi langka.
2. Bakteri dan infeksi piogenik: E. coli, Klebsiella, Pseudomonas,
Staphylococcus dan spesies Streptococcus tidak biasa.
3. Granulomatous: sifilis, TBC, kusta, Actinomyces spp. dan penyakit
jamur jarang terjadi. 12
2.4 Faktor prediposisi

Infeksi diklasifikasikan sebagai orkitis viral , orkitis bacterial
piogenik, atau orkitis granulomatosa. 9

2.4.1 Orkitis viral

Virus merupakan penyebab tersering pada orkitis. Orkitis parotiditis
adalah infeksi virus yang paling sering terlihat. Virus lain yang dapat
menyebabkan orkitis dan gambaran klinis yang sama adalah virus coxsakie
, varisella , dan mononucleosis. 9

Virus Mumps merupakan virus ribonucleic acid (RNA) rantai
tunggal yang termasuk dalam genus paramyxovirus, dan merupakan salah
satu virus parainfluenza dengan manusia sebagai satu-satunya inang. Virus
mumps mudah menular melalui droplet, kontak langsung, air liur, dan urin.
1

2.4.2 Orkitis bakterial piogenik

Disebabkan oleh bakteri Brucellosis ,Escherichia coli, Klebsiella
pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa. 9

Terinfeksi kuman Brucella dapat mengalami abortus, retensi
plasenta, orchitis dan epididimitis serta dapat niengekskresikan kuman ke
dalam uterus. Penularan penyakit ke manusia terjadi melalui konsumsi
susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi atau melalui membrana
mukosa dan kulit yang luka, Berat ringan penyakit tergantung strain
Brucella yang menginfeksi. 8

2.4.3 Orkitis granulomatosa

Dapat disebabkan oleh sifilis ,penyakit mikobakterial ,
9
penyakit jamur , dan mycobacterium tuberculosis. Disebabkan sifilis
pada stadium IV yang merupakan guma di organ ini sering terdapat di testis
6
,tetapi setelah penemuan antibiotik ,sifilis sangat jarang di temukan .
Tuberculosis genital yang menyebar dengan hematogen biasanya dimulai
secara unilateral pada bagian bawah epididimis. Infeksi dapat menyebar
melalui funikulus spermatikus menuju testis. Penyebaran selanjutnya
melibatkan epididimis dan testis, kandung kemih , dan ginjal. 9

2.5 Patofisiologi

2.5.1 Orkitis viral infection

Infeksi ini ditularkan melalui kontak langsung, droplet , atau
terkontaminasi fomites dan memasuki host melalui udara. Penyebaran
melalui darah adalah utama rute infeksi testis terisolasi Ini menyebar
dengan cepat dan rentan ,orang yang tinggal di dekat proximity.
Kemudian di akhir masa inkubasi menyebabkan penyebaran virus ke
organ, sehingga infeksi sistemik ditandai dengan parotitis klasik atau
manifestasi klinis organ lain..Meskipun kelenjar parotis adalah yang
paling umum organ yang terkena, parotitis bukan langkah utama atau
diperlukan untuk infeksi gondok. Sistem saraf pusat, saluran kemih, dan
organ genital juga bisa menjadi awalnya efek terjadinya orkitis. 9

2.5.2 Orkitis bakterial piogenik

Disebabkan oleh bakteri Brucellosis ,Escherichia coli, Klebsiella
pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa.dan infeksi parasitik ( malaria ,
filariasis , skistomisis , amebiasis ) atau kadang – kadang infeksi riketsia
yang di tularkan dari epididimis. Penyakit sistemik seperti difteri , demam
tifoid , demam paratifoid , dan demam scarlet ditularkan melalui aliran
darah. 9
2.5.3 Orkitis granulomatosa

Menyebar dengan hematogen biasanya dimulai secara
unilateral pada bagian bawah epididimis. Infeksi dapat menyebar melalui
funikulus spermatikus menuju testis. Penyebaran selanjutnya melibatkan
epididimis dan testis, kandung kemih , dan ginjal. 9

2.6 Diagnosis

2.6.1 Anamnesa

1. Demam tinggi
2. Tackikardy
3. Mual dan muntah
4. Myalgia
5. Sakit kepala
6. Penderita merasakan tidak nyaman duduk
7. Kadang penderita mengeluh sakit gondongan sebelumnya
8. Nyeri ringan pada testiskular
9. Edema hingga nyeri di daerah testiskular
9,1
10. Terbentuk edema dalam waktu sekitar 4 hingga 6 hari.
11. Gejala infeksi saluran kemih bagian bawah,Biasanya juga di
dapatkan gejala infeksi saluran kemih bagian bawah seperti
frekuensi, urgensi, hematuria, dan disuria. 5

2.6.2 Pemeriksaan fisik :

 Pembesaran testis dan skrotum.
 Skrotum eritematus
 Terasa hangat
 Konsistensi testis yang mengalami pembengkakan keras namun bisa
pula kenyal seperti karet dan mungkin terdapat hubungan dengan kulit depan
yang akhirnya membentuk fistel kulit. 6
2.7 Diagnosis banding

Kondisi Subyektif Obyektif USG

Epididimitis Nyeri,kadang Epididmis lokal Pembesaran
teraba lunak dan dan
Menyebar
bengkak juga penebalan
Sampai terjadi pada testis, epididimis.
abdomen reflek kremaster
bawah, normal, nyeri
berkurang saat
dilakukan Prehn’s
sign

Orkitis Nyeri tiba-tiba Bengkak pada Testikular
pada testis. testis,reflek masa dan
kremaster normal. bengkak,

Torsio testis Nyeri bersifat Testis teraba Gambaran
akut, biasanya melintang, Reflek tetis normal.
nyeri hebat kremaster
mengalami
abnormalitas,
phren’s sign
masih terasa
nyeri.

2.7.1 Epididymitis

Merupakan infeksi asendens saluran kemih. Infeksi dimulai dari
kauda epididimis dan biasanya meluas ke korpus dan hulu epididimis.
Kemudian dapat menjadi orchitis melalui peradangan kontralateral. 6
Gambaran klinis berupa gejala tanda lokal serta gejala sistemik
infeksi akut. Epididimis membengkak , sangat nyeri yang mungkin
beralih kedaerah perut atau daerah ginjal , disertai demam tinggi.
Tanda infeksi saluran kemih atau prostatitis merupakan pegangan kuat
untuk menegakkan diagnosis epididymitis.6

Pada pemeriksaan ditemukan epididimis bengkak dipermukaan
dorsal testis nyeri. Setelah beberapa hari epididimis dan testis tidak
dapat dibedakan. Kulit skrotum ikut menjadi proses radang menjadi
panas , merah , bengkak karena oedema dan infiltrate.6

Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan tanda-tanda radang
sistemik ,kelainan kemih , dan endapan urin ,sedangkan biakan urin
akan memastikan bakteri kausalnya.6

2.7.2 Torsio testis

Torsio testis terjadi pada anak dengan dengan inersi tunika
vaginalis tinggi di funikulus spermatikus sehingga funikulus dengan
tests terpuntir di dalam tunika vaginalis , akibat puntiran tangkai ,
terjadi gangguan perdarahan testis mulai dari bendungan vena sampai
iskemi yang menyebabkan gangrene. Keadaan inersi tinggi tunika
vaginalis di funikulus biasanya gambarkan sebagai lonceng dengan
bandul yang memutar yang mengalami nekrosis dan gangrene. 6

Biasanya nyeri testis hebat timbul dengan tiba-tiba yang sering
disertai nyeri perut dalam serta mual atau muntah.nyeri perut selalu
ada karena berdasarkan perdarahan dan persyarafannya,testis tetap
merupakan organ perut. Pada permulaan testis teraba agak bengkak
dengan nyeri tekan dan terletak agak tinggi di skrotum dengan
funikulus yang juga bengkak. Akhirnya kulit skrotum tampak udem
dan menjadi merah sehingga menyulitkan palpasi ,dan kelainan ini
sukar dibedakan dengan epididimis akut.6
Diagnosis banding adalah semua keadaan darurat dan akut dalam
skrotum seperti hernia inkarserata , oerkitis akut , dan torsio hidatid
morgagni.6

2.8 Penatalaksaan

1. Dilakukan pembiakan urine dan darah
2. Biakan langsung dari testis yang terinfeksi untuk
mengidentifikasikan organisme penyebab
3. Pengobatan untuk infeksi adalah antibiotik spesifik untuk
organisme penyebab infeksi
4. Tindakan yang memberikan kenyamanan seperti tirah
baring , penyangga skrotum , kantong es , dan analgesik juga diperlukan. 9

Pengobatan harus dimulai berdasarkan kemungkinan patogen,
sebelum pengujian laboratorium selesai. Pengobatan berfokus pada
menyembuhkan infeksi, mengurangi gejala, mencegah penularan, dan
mengurangi komplikasi. 5

Penelitian laboratorium, yang dilakukan termasuk Gram, urinalisis
dan kultur, dan uji polymerase chain reaction untuk C. trachomatis dan N.
gonorrhoeae, membantu memandu terapi. Terapi rawat jalan awal dengan
antibiotic merupaka terapi utama. Ketika diduga bakteri C. trachomatis dan
N. gonorrhoeae, pengobatan menggunakan ceftriaxone dan doksisiklin
direkomendasikan. Ketika ditemukan bakteri coliform dianjurkan
pengobatan ofloksasin atau levofloxacin. 5

Jika gonore atau klamidia Infeksi kemungkinan (pasien 14-35 tahun),
pengobatan harus terdiri dari ceftriaxone (Rocephin), tunggal 250-mg dosis
intramuskular, dan doxycycline (Vibramycin), 100 mg secara oral dua kali
5
sehari selama 10 hari.Azitromisin (Zithromax), tunggal 1-g dosis oral.
Jika organisme enterik, seperti bakteri, kemungkinan (pasien lebih
muda dari 14 tahun atau lebih tua dari 35 tahun) atau pasien alergi terhadap
sefalosporin atau tetrasiklin, pengobatan harus mencakup ofloksasin 300
mg secara oral dua kali sehari selama 10 hari, atau levofloxacin (Levaquin),
500 mg per oral sekali sehari selama 10 hari. 5
Pasien yang immunocompromised (Misalnya, orang-orang dengan
HIV) harus menerima perlakuan yang sama sebagai orang-orang yang
imunokompeten. 5
Selain pengobatan antibiotik, analgesik, skrotum elevasi,
pembatasan kegiatan, dan penggunaan kompres dingin membantu dalam
pengobatan . Pasien harus dianjurkan kemungkinan komplikasi, termasuk
sepsis, abses, infertilitas, dan perpanjangan infeksi. 5
Orchitis biasanya dapat dirawat di pengaturan rawat jalan .Tindak
rawat inap dianjurkan untuk nyeri terselesaikan, muntah (karena ketidak
mampuan untuk mengambil antibiotik oral), kecurigaan abses, kegagalan
rawat jalan, atau tanda-tanda sepsis. Obat antibakteri tidak diindikasikan
untuk pengobatan orchitis virus. 5

2.8.1 Self-Care at Home
1. Perawatan di rumah bersama dengan perawatan medis yang
tepat dapat membantu memperbaiki gejala Anda.
2. Over-the-counter obat anti-inflamasi nonsteroid seperti
ibuprofen (Advil atau Motrin, misalnya) atau naproxen (Aleve) dan
acetaminophen (Tylenol) dapat membantu dengan rasa sakit.
3. Mengangkat skrotum dengan pas-pas celana atau
pendukung atletik dapat meningkatkan kenyamanan.
4. kompres es.
5. Es dapat diterapkan selama 10-15 menit pada suatu waktu,
beberapa kali sehari selama 1-2 hari pertama. Ini akan membantu
menjaga pembengkakan dan sakit turun. 13

2.8.2 Perawatan Medis

1. Pendertita orchitis memerlukan antibiotik. Terapi
antibiotik diperlukan untuk mengobati infeksi.
2. Kebanyakan pria dapat diobati dengan antibiotik di
rumah selama 10 hari. Kursus yang lama diperlukan
jika prostat juga terlibat.
3. Demam tinggi, mual, muntah, atau sangat sakit,
memerlukan masuk ke rumah sakit untuk antibiotik
intravena.
4. Muda, pria yang aktif secara seksual harus
memastikan semua mitra seksual mereka diperlakukan. Anda
harus menggunakan pengaman atau tidak melakukan hubungan
seksual sampai semua mitra telah menyelesaikan kursus penuh
antibiotik dan bebas gejala13

2.9 Komplikasi

1. Atrofi testis. Orkitis akhirnya dapat menyebabkan testis yang
terkena menyusut.
2. Abses skrotum. Jaringan yang terinfeksi mengisi dengan nanah.
3. Infertilitas. Dalam sejumlah kecil kasus, orchitis dapat
menyebabkan infertilitas; Namun, jika orchitis hanya
mempengaruhi satu testis, infertilitas kurang mungkin. 12

2.10 Prognosis

Sebagian besar kasus orkitis dapat sembuh secara spontan dalam 3
– 10 hari. Dengan pemberian antibiotic yang sesuai , sebagian besar kasus
orkitis bakteri dapat sembuh tanpa komplikasi.
BAB 3
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama : Tn. AP
Umur : 60 tahun
Kelamin : laki-laki
Pekerjaan : petani
Status Perkawinan : menikah
Agama : Islam
Alamat : Padang
Tanggal Masuk : 28 Januari 2018
Nomor RM : 20.50.06

ANAMNESIS
Keluhan Utama :
Nyeri pada skrotum kiri
Riwayat Penyakit Sekarang
 Nyeri pada skrotum kiri yang semakin meningkat sejak 2 hari sebelum
masuk rumah sakit, nyeri sudah dirasakan sejak 1 bulan yang lalu.
 Benjolan hanya pada satu sisi dan dirasakan kecil pada saat pertama kali
ditemukan dan bertambah besar setiap hari.
 RIwayat benjolan keluar masuk tidak ada.
 Riwayat mual, muntah tidak ada.
 Riwayat penurunan berat badan tidak ada
 Riwayat buang air kecil normal dengan waktu pancaran lama sekitar 10-15 menit.
 Riwayat buang air besar normal
 Demam ada 3 hari sebelum masuk rumah sakit

Riwayat Penyakit Dahulu
 Riwayat hipertensi tidak ada
 riwayat diabetes mellitus tidak ada
 riwayat keganasan sebelumnya tidak ada
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada keluarga yang mengalami penyakit yang sama dan/atau riwayat
tumor/kanker.

Riwayat Pekerjaan, Sosial, Ekonomi, Kejiwaan dan Kebiasaan
 Pasien adalah seorang petani.
 kebiasaan merokok sejak remaja sampai sekarang, 1 bungkus
perhari

Riwayat Alergi (makanan, obat bahan tertentu)
Tidak ada

Riwayat Seksual (disfungsi, obstetric/gynecological)
Tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Fisik Umum
Keadaan Umum : Sakit sedang
Kesadaran : CMC
TekananDarah : 120/80 mmHg
Nadi : 80 kali/menit
Nafas : 20 kali/menit
Suhu : 36 C

Status Generalis
Rambut : beruban dan tidak mudah dicabut
Kulit dan kuku : Turgor kulit baik, tidak ada sianosis
Kepala : Normochepal
Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera ikterik
Telinga : Tidak ditemukan kelainan
Hidung : Tidak ditemukan kelainan
Tenggorokan : Tidak ditemukan kelainan
Gigi dan mulut : Tidak ditemukan kelainan
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening
Dinding dada : Normochest, tidak ada sikatrik atau bekas operasi
Paru
 Inspeksi : Simetris, kiri = kanan
 Auskultasi : vesikular +/+ , rhonki -/- wheezing -/-
 Palpasi : Fremitus kiri = kanan
 Perkusi : Sonor
Jantung
 Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
 Palpasi : Iktus kordis teraba 1 jari medial línea mid clavicula
sinistra RIC V
 Perkusi : Batas jantung tidak melebar
 Auskultasi : Bunyi jantung 1 dan 2 normal, murmur (-)

Anus (Colok Dubur) : Tidak dilakukan
Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2 detik, edema tidak ada

Status Lokalis regio genitalis eksterna:
Inspeksi : OUE tidak menyempit, hiperemis (+), sekret (+), terlihat
pembesaran pada skrotum kiri.
Palpasi : Teraba pembengkakan pada skrotum kiri, nyeri tekan (-)
DIAGNOSIS KERJA
 Orchitis DD hernia scrotalis

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
Darah Rutin
 Hb : 13,3 gr/dl
 Leukosit : 12.540/mm3
 Trombosit : 439.000 /mm
 Hematokrit : 40,2%
Hematologi
 PT/APTT : 101,2/ 42,6

Kimia Klinik
 GDR : 78 mg/dL
 Ureum darah : 24,5 mg/dL
 Kreatinin darah : 0,85 mg/dL
 Albumin : 3,6 g/dL
 SGOT/SGPT : 36,8/47,6 u/L

DIAGNOSA
Orchitis
TATALAKSANA
 IVFD RL 12 jam/kolf
 Inj. Cefoperazone 2x1 amp (IV)
 Inj. Ketorolac 3x1 amp (IV)

PROGNOSIS
• Quo ad vitam : dubia at bonam
• Quo ad functionam : dubia at bonam
• Quo ad sanationam : dubia at bonam
BAB 4
DISKUSI

Orkitis adalah peradangan pada testis. Orkitis berbeda dari infeksi traktus
genitalia lain dalam dua hal, yaitu : jalur utama infeksi adalah hematogen dan virus
adalah organisme penyebab orkitis yang paling sering.

Infeksi diklasifikasikan sebagai orkitis viral , orkitis bacterial piogenik,
atau orkitis granulomatosa.Virus penyebab tersering pada orchitis adalah virus
gondong atau Mumps. Virus lain yang dapat menyebabkan orkitis dan memberikan
gambaran klinis yang sama adalah Coxsakie B, mononukleosis. Orkitis bakteri
piogenik disebabkan oleh bakteri (Brucellosis ,Escherichia coli, Klebsiella
pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa) dan infeksi parasit (malaria, filariasis,
skistosomasis, amebiasis) atau kadang-kadang infeksi riketsia yang ditularkan dari
epididimis.

Gejala klinis demam tinggi, tackikardy , mual dan muntah , myalgia , sakit
kepala, penderita merasakan tidak nyaman duduk , kadang penderita mengeluh
sakit gondongan sebelumnya , ketidaknyamanan ringan pada testiskular ,edema
hingga nyeri di daerah testiskular, gejala infeksi saluran kemih bagian
bawah,Biasanya juga di dapatkan gejala infeksi saluran kemih bagian bawah seperti
frekuensi, urgensi, hematuria, dan disuria. ( epididymis and orchitis )

Pada pemeriksaan didapatkan : Pembesaran testis dan skrotum., Skrotum
eritematus , terasa hangat , Konsistensi testis yang mengalami pembengkakan
kenyal seperti karet dan mungkin terdapat hubungan dengan kulit depan yang
akhirnya membentuk fistel kulit.

Penatalaksaan :

1. Dilakukan pembiakan urine dan darah
2. Biakan langsung dari testis yang terinfeksi untuk
mengidentifikasikan organisme penyebab
3. Pengobatan untuk infeksi adalah antibiotik spesifik untuk organisme
penyebab infeksi
4. Tindakan yang memberikan kenyamanan seperti tirah baring ,
penyangga skrotum , kantong es , dan analgesik juga di perlukan.

Komplikasi : Atrofi testis , abses skrotum ( jaringan yang terinfeksi mengisi
dengan nanah ) , berulang epididymitis , dapat menyebabkan infertilitas.

Prognosis sebagian besar kasus orkitis karena mumps menghilang secara
spontan dalam 3 – 10 hari. Dengan pemberian antibiotic yang sesuai , sebagian
besar kasus orkitis bakteri dapat sembuh tanpa komplikasi.
DAFTAR PUSTAKA

1. Tae bum , Hum Byeong , Kim jae , dkk . 2012. Clinical Features of Mumps
Orchitis in Vaccinated Postpubertal , Males: A Single-Center Series of 62
Patients. 2012 . clinical featured “Department of Urology, Korea
University School of Medicine, Seoul, Korea “ : diunduh tanggal 15 juni
2014 . www.kjurology.org . http://dx.doi.org/10.4111/kju.2012.53.12.865
2. Yung et al. 2012 . Mumps vaccine effectiveness againt orchitis.
“ Emerging Infectious Diseases “ Vol. 18, No. 1, diunduh tanggal 15 juni
2014. www.cdc.gov/eid
3. Guilermo Hugo , Boronat Mauro , Ojeda Antonio , dkk.2010. Mumps
Orchitis in the Post-Vaccine Era (1967-2009) A Single-Center Series of 67
Patients and Review of Clinical Outcome and Trends : Volume 89, Number
2 . www.md-journal.com.
4. Tania, Marisa Stephanie. 2009. Orkitis pada Infeksi Parotitis Epidemika.
FK UI : Jakarta.
5. Trojian, Thomas H. dkk. 2009. Epididymitis and Orchitis : An Overview.
Diunduh pada 17 juni 2014 dari : www.aafp.org.
6. Wim de, Jong, Buku Ajar Ilmu Bedah, Alih bahasa R. Sjamsuhidayat
Penerbit Kedokteran, EGC, Jakarta, 1997
7. Masarani M , wazait H , dkk. 2006 . Mumps orchitis . “ Journal of the royal
society of medicine “ : V o l u m e 9 9 . diunduh tanggal 15 juni 2014 .
http://jrs.sagepub.com/content/99/11/573
8. Maphilindawati, Susan Noor . 2006. Brucellosis di Indonesia.
www.litbang.com . diunduh tanggal 16 juni 2014.
9. Prince, Sylvia A. 2006. Patofisiologi Volume 2 Edisi 6. Jakarta : EGC.
Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit.Jakarta : Media
Aesculapius

10. Itoh M , Yano A. , iwahashi . 1997. Essential pathogenic role for
endogenous interferon – gamma during onset phase of murine
experimental autoimmune orchitis. “ clinical and experimental
immunology”. Diunduh tanggal 15 juni 2014
11. Adamopoulos,Laurence, dkk. 1987. Pituitary-testicular interrelationships
in mumps orchitis and other viral infections.” British medical journal “di
unduh tanggal 15 juni 2014. www.british
12. Patient.co.uk Epidydimo – orchitis. Diunduh tanggal 15 juni 2015
www.patient.co.uk/doctor/epididymo-orchitis-pro.
13. eMedicine healt. Orchitis treatment. Diunduh tanggal 15 juni 2015.
www.eMedicineHealth.com