You are on page 1of 184

PENGEMBANGAN BUKU AJAR “MENGGAMBAR PROPORSI TUBUH

:
TIPE NATURAL“ PADA PEMBELAJARAN MATA DIKLAT
MENGGAMBAR BUSANA DI SMKN 1 GEGERBITUNG
SUKABUMI JAWA BARAT

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Teknik Busana

Oleh:
Narulita Hidayati Hapsari
07513242009

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BUSANA
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BOGA DAN BUSANA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011

.

disini menjadi seperti yang seharusnya. hadapi masa baru. SAHABATKU. aku bertahan. TEMANKU. HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO Awali segala sesuatu dengan bacaan “basmallah” (al habsy). aku melangkah. (group jokam ) Aku seorang penakut. tapi aku bukan penakut yang akan lari begitu saja menghindari ketakutanku. aku gapai semua mimpiku hingga aku disini. kalian selalu di hati…. (Narulita H Hapsari) PERSEMBAHAN BABEH & MAMAH tercinta yang selalu memberikan semangat dan cinta kasih yang tak pernah habis TEH MEONG & UU terimaksih atas nasihat-nasihatnya yang paling bijak Ponakan baruku “NUFA” yang menginspirasi semangat baruku PARA PENGHUNI DAHLIA 9. Terlewat sudah masa ini. seorang penakut yang selalu gemetar menghadapi ketakutannya. Almamater UNY . DREAM COMES TRUE. Ketika usahamu dinilai tak penting maka saat itu kamu sedang belajar keikhlasan.

lebih tinggi dibandingkan dengan presentase nilai pre test (97%). bahasa dan keterbacaan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI Jurusan Busana Butik SMK Negeri 1 Gegerbitung dengan jumlah keseluruhan 29 siswa. Kata kunci: Buku. dan efektifitas . baik dari aspek materi. dan guru mata pelajaran menyatakan “layak” dengan Mean (Me) 3. serta tes pada tahap ujicoba buku untuk efektifitas buku. ahli media. 3) Untuk mengetahui efektifitas Pengembangan buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung. Instrumen yang digunakan berupa wawancara dan observasi pada tahap studi pendahuluan. dan 4) diseminasi. ABSTRAK PENGEMBANGAN BUKU AJAR “MENGGAMBAR PROPORSI TUBUH: TIPE NATURAL” PADA PEMBELAJARAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR BUSANA DI SMKN 1 GEGERBITUNG SUKABUMI JAWA BARAT Oleh: Narulita Hidayati Hapsari NIM. Pengembangan produk. 07513242009 Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui pengembangan buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode research and development. 2) Untuk mengetahui kelayakan buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung. dan diseminasi.5. serta grafika.8. Buku di uji validasi oleh ahli materi. ahli evaluasi serta guru mata pelajaran. Ujicoba produk. Akan tetapi persentase hasil nilai post test (100%). ahli media menyatakan “layak” dengan Mean (Me) 3. Kriteria validasi buku oleh ahli materi menyatakan “layak” dengan Mean (Me)3.7.00.7. Hal ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil nilai pembelajaran siswa setelah menggunakan buku. 3) uji coba produk. Model pengembangan Borg and Gall yang telah disederhanakan oleh Anik Gufron meliputi empat langkah penelitian yaitu 1) perencanaan/study pendahuluan. kelayakan. 2) pengembangan produk. Uji efektifitas buku dapat disimpulkan bahwa nilai pembelajaran sebelum menggunakan buku (Pre Test) dan nilai pembelajaran sesudah menggunakan buku (Post Test) berada pada kategori (B) baik. ahli evaluasi menyatakan “layak” dengan Mean (Me) 3. Hasil dari pengumpulan data tersebut dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan Buku ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” Pada Pembelajaran Mata Diklat Menggambar Busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung melalui tahapan Perencanaan /studi pendahuluan. angket pada validasi dan kelayakan buku. Kelayakan buku dinilai oleh siswa menyatakan ”layak” dengan Mean (Me) 105.

2. selaku Dosen Pembimbing Akademik S1 2007. Rani Sari.. 9. 5. 7. Siswa-siswi SMK Negeri 1 Gegerbitung. oleh karena itu penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada : 1. M. 4. Teman-teman PKS ‘07 (Awalia. Widya. FT UNY dapat terselesaikan. sehingga Tugas Akhir Skripsi dengan judul “Pengembangan Buku Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural“ Pada Pembelajaran Mata Diklat Menggambar Busana Di SMK Negeri 1 Gegerbitung sebagai syarat kelulusan dalam menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Teknik Busana Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana.A. selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Gegerbitung atas dukungan dan kerjasamanya.Pd. M. 8. M. Lia. Hening. serta semua pihak yang telah memberikan bantuan hingga Tugas Akhir Skripsi ini dapat terselesaikan dengan lancar. .D selaku Dekan Fakultas Teknik UNY. inspirasi. 3.Pd. Dr.. M..Pd. Ika.Pd. Wilis. Prof. Kris.. Afif Ghuruf. selaku Rektor Universitas Negeri Yogyakarta. Prapti Karomah. M. S. Wardan Suyanto.. dan Nurbaety. selaku judgment expert instrumen penelitian. KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan limpahan Rahmat. dan sumber semangatnya. selaku dosen pembimbing Proyek Akhir Skripsi yang telah memberikan bimbingan yang bermanfaat selama penyusunan skripsi ini. M. 6..Pd. Sri Wening selaku Ketua Jurusan PTBB serta Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Busana FT UNY. Prapti Karomah. Dr. Shalahuddin. dll) serta penghuni dahlia 9 yang sama sama sedang berjuang ( Fity. S. Widihastuti. Sri Widarwati M. Hidayah beserta Hikmah-Nya. Ed.T. Rochmat Wahab.Pd.Pd. Penyusun menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat diselesaikan tanpa bantuan dari berbagai pihak. Asmi dan Gita) atas bantuan.

Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan Tugas Akhir Skripsi ini. Atas perhatiannya penyusun mengucapkan banyak terimakasih. 06 Januari 2010 Penyusun . Oleh karena itu. Yogyakarta. Semoga Tugas Akhir Skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk pembelajaran berikutnya. Amin.

......................... 60 B..................................... Subyek Penelitian........................................... i HALAMAN PERSETUJUAN ................................................ Identifikasi Masalah ........................................ 35 b....................................... 12 BAB II KAJIAN PUSTAKA ...... ii HALAMAN PERNYATAAN...................... DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ...................................... 12 F................................ v ABSTRAK ............ 65 A.................... 62 D................................ Tujuan Penelitian ........................................... 14 1........... Materi Menggambar Busana .................. Tinjauan tentang Pengembangan buku ajar .................................. 9 C........................... 40 a........................................... Model Pengembangan ......................... 14 b.............................................................. 14 a.................... ix DAFTAR TABEL ................ Pengertian Pembelajaran ....................... Latar Belakang ............ hubungan buku dengan media pembelajaran ....... Pengertian Menggambar Busana..................................... 11 D...................................... Prosedur Pengembangan ............................................................. Hakikat Pengembangan .. 1 A....... 14 A...... Efektifitas media berbasis cetakan berupa buku ........................................................... 40 b.................................... Tinjauan tentang Mata Diklat Menggambar Busana ............. 43 c.. Kerangka Berpikir ............................................... 37 3............... Komponen-Komponen Pembelajaran .......................................................................................................................................................... 46 d.............................................................................................. vi KATA PENGANTAR ...................... iv HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..................................................... 35 a...................... Penelitian yang Relevan .................................................................................................................................................................................................................. 1 B........................ Kajian Teoritis ............................................................................ vii DAFTAR ISI ....................................................................... xii DAFTAR LAMPIRAN ................. 36 c.................................................................... 73 ..................... 64 BAB III METODE PENELITIAN ......................................................................................................................... xii BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 11 E......... 68 C.............................................. Perumusan Masalah ......................................................................................... Kompetensi Menggambar Busana ....................... xi DAFTAR GAMBAR .............. iii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................................................... 61 C................ Manfaat Penelitian ....................... 16 2... 65 B............................................................................ Tinjauan tentang Pembelajaran ...... Batasan Masalah .................................................................... Pengembangan media berbasis cetakan berupa buku ............................................... Pertanyaan Penelitian .....................................

............. Teknik Analisi Data ..................................................................................................................... 124 LAMPIRAN ...................... 123 DAFTAR PUSTAKA ................................ Teknik Pengumpulan Data ..................................................................................... Keterbatasan Penelitian ........................................................................ 105 B......... 110 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ..... Pembahasan............... saran ............. 88 2......... Desiminasi .......... D................................. 100 4....... Implikasi .................. 122 D............. Hasil Pengembangan ........................................................................... 84 BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN................. 127 ................................................................ Kesimpulan ........................... 91 3................... 121 C.......................................................... 88 1................................................................................................................................................................................... 119 A.................. Pengembangan Produk ......................................................................................................................... Studi Pendahuluan.................. Uji Coba Produk....... 73 E...................................................... 119 B.................................................................... 88 A........................................................

.................. 98 Tabel 20. 95 Tabel 17................. 77 Tabel 12..................................... 95 Tabel 16.............. Kategori kelayakan ujicoba oleh ahli media ......... Kriteria Penilaian di SMK N 1 Gegerbitung ........................ Revisi ahli materi ..... Perbandingan tubuh. 99 Tabel 22.................. Kriteria penilaian .............. Revisi ahli evalusi .............. Revisi kelayakan buku oleh uji kelompok kecil ................................................................ Kisi-kisi instrumen validasi evaluasi ............................. Kisi-kisi instrumen validasi kelayakan buku oleh siswa........................................................................... 107 Tabel 28............................................... 46 Tabel 3... 74 Tabel 9. Teknik pengumpulan data ................................. 79 Tabel 14.................................. 100 Tabel 23...................................................................................................................... Standar Kompetensi Menggambar Busana ....................................... 77 Tabel 11..................... Perbandingan letak bagian bagian kepala ...................... 96 Tabel 18..... Kisi-kisi instrumen penilaian evaluasi .................. 73 Tabel 7........ 75 Tabel 10........................................................................... 52 Tabel 4.................................................. 53 Tabel 5............... Kategori kelayakan ujicoba oleh guru mata pelajaran .................................. DAFTAR TABEL Tabel 1......... Pedoman interprestasi koefisien Alpha Cronbach ................................................................ 104 Tabel 26......................................................................... 74 Tabel 8..... Kategori kelayakan buku............. Kategori kelayakan ujicoba oleh ahli evaluasi ..................... Kategori kelayakan buku uji coba lapangan ..... Kisi-kisi instrumen validasi ahli materi dan guru mata pelajaran ...................................................... Kategori hasil nilai Post Test . 106 Tabel 27............. Perbandingan tubuh menurut lebar . 76 Tabel 15................................ Daftar nilai Pre Test ............. 39 Tabel 2... Kisi-kisi instrumen validasi ahli media ....... 72 Tabel 6.................... Kategori kelayakan ujicoba oleh ahli materi ........ 97 Tabel 19....................... 107 .................. 98 Tabel 21... Revisi ahli media .................... 79 Tabel 13.... Hasil observasi kelas mata diklat menggambar busana .................... 103 Tabel 25........................................... 101 Tabel 24.................................. Revisi guru mata pelajaran .... Kategori hasil nilai Pre Test .............

......................... 105 Gambar 2 Pie Chart Presentase Pre Test............ 108 ............................................................................................................. 107 Gambar 3 Pie Chart Presentase Pre Test.. DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Grafik Nilai Pre Test dan Post Test ........

........................................................................ 191 Lampiran 5 .......................................... 129 Pedoman wawancara ......................................................... 180 Uji validitas dan reliabilitas ............................................................................................................... 192 foto ......................... 179 Data mean median modus ujicoba lapangan .. 143 Instrument kelayakan buku ............................................................................................................................................................................................................................................................................................. 148 Angket penelitian ............................................ 140 KKM .............................................................. 184 Mean median modus pre test dan post test ............................................................................................................................................... 160 Validasi ahli ............................................. 136 Kriteria penilaian di SMK N 1 Gegerbitung ................................. 128 Pedoman observasi kelas.......................... 178 Tabulasi data ujicoba lapangan ................................................................... 134 Silabus ................................................................................................................ 133 Lampiran 2 ......................... 165 Lampiran 4 ................................................................................................. 183 Data nilai pre test dan post test ............................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 .............. 188 Surat permohonan kesedian sebagai validator ...................... 130 Hasil wawancara ...................................................... 185 Lampiran 5 .................................................................................................. 132 Daftar peserta didik ............... 142 Kisi-kisi instrument kelayakan buku............................................................................ 135 RPP.............................................................................................................................................................................................................................................................. 177 Tabulasi data ujicoba kelompok kecil ........................................................................................................ 141 Lampiran 3 ......... 193 ..................................................................................... 131 Hasil observasi kelas ................................................................... 190 Surat keterangan telah melakukan penelitian................................................................. 187 Surat permohonan ijin penelitian ..........................................................................................................................................................

The book is validity by the expert which consists of they who are expert in materials. They are: 1) planning/background of the study. 3.7 (expert of materials). It means that there is a positive effect of using the book to the student score. 3. The prosentase of the student score in the post test is higher than that of pre test. All the data obtained were analyzed quantitatively. 2) developing product. evaluation. All the experts state that the book is suitable to be implemented. also the teacher of related subject. effectiveness .00. and (3) know whether the book is effective to be used in the “fashion drawing” subject in SMK N 1 Gegerbitung. The method used in this research is R and D (research and development) proposed by Borg and Gall which is simplified by Anik Gufron.7 (expert of media). language. including material. and dissemination. There are four steps of the research. and test used to know whether the book is effective when it used in the try out. It is shown from the mean values from every expert: 3. It can be seen from the mean values from the students. The subject of this research is the 2nd grade student of clothing design department of SMKN 1 Gegerbitung which the numbers of students are 29 students. (2) how suitable is the develoved book to be implemented in SMK N 1 Gegerbitung. Key words: book. developing the book.5 (expert of evaluation). questionnaire used in the validation and suitability of the developed book. The results the study show that the process of developing the book consist of 4 steps they are planning/background of the study. After the implementation of the book. media. readable and graphic design aspects. The students also agree with the developed book.DEVELOPING A TEACHING BOOK ENTITLED “ MENGGAMBAR PROPORSI TUBUH: TIPE NATURAL” FOR FASHION DRAWING SUBJECT IN SMKN 1 GEGERBITUNG SUKABUMI WEST JAVA By: Narulita Hidayati Hapsari NIM: 07513242009 This research is aimed to: (1) know how is a teaching book entitled “Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” developed. validation. and 4) dissemination. trying out the product. The instruments of the study are: interview and observation used in the background of the study.8 (the teacher of related subject). 3) trying out the product. it can be concluded the score of the students are can be categorized as “good” (B). and 3. reach the number 105.

begitu pula dengan negara Indonesia. 5 Metode. Kualitas pendidikan dapat di tentukan oleh berbagai faktor. 4 Isi pelajaran. yakni seorang yang bertindak sebagai pencari. 1 BAB I PENDAHULUAN Pada Bab Pendahuluan ini akan diuraikan secara singkat mengenai hal-hal yang menjadi latar belakang masalah. menurut Moedjiono dan Dimyati (1993:23) komponen-komponen tersebut adalah : 1 Peserta didik. Tentunya kita tidak boleh membiarkan pendidikan di Indonesia tidak mengalami perkembangan apalagi jika sampai mengalami kemunduran kualitas Pendidikan. yakni cara yang digunakan untuk menyampaikan isi pelajaran . tujuan penelitian dan manfaat penelitian A Latar Belakang Masalah Setiap negara diseluruh dunia menekankan betapa pentingnya kualitas pendidikan. penyimpan isi pelajaran. yakni segala informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan. yakni seorang yang bertindak sebagai pengelola proses belajar mengajar. Akan tetapi. yakni pernyataan perubahan tingkah laku yang di inginkan. faktor yang paling penting dan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan adalah proses pembelajaran. yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan 2 Guru. perumusan masalah. kualitas Pendidikan di Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan Negara lainnya misalnya seperti Negara tetangga Singapura dan Malaysia. Dalam proses pembelajaran terdapat 7 komponen penting. fasilitator proses belajar mengajar 3 Tujuan. Selain dengan dukungan sarana dan prasarana.

alat bantu yang diguankan untuk menyampaikan isi pembelajaran 7 Evaluasi. 2 6 Media. Peserta didik merupakan titik fokus yang strategis karena kepadanyalah bahan ajar melalui sebuah proses pengajaran diberikan. Tentunya semua ini tidak terlepas dari peran guru sebagai pengelola proses belajar mengajar. fasilitator proses belajar mengajar maupun penyampai informasi. keterampilan. Makna pengelolaan dan pelaksanaan disini. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berkualitas diperlukan manajemen pembelajaran yang dapat memobilisasi segala sumber daya pendidikan. Tujuan pembelajaran bisa dikatakan sebagai target dalam proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar yang diharapkan. Manajemen pembelajaran itu terkait dengan manajemen peserta didik yang isinya merupakan pengelolaan dan pelaksanaannya. yakni untuk mengukur tingkat tercapainya tujuan. Peserta didik adalah seseorang yang bertindak sebagai pencari. . Tidak hanya mencari. penerima dan penyimpan bahan ajar yang telah disampaikan atau di informasikan oleh guru. menerima dan menyimpan akan tetapi dalam hal ini bisa menjadikannya menggali segala potensi yang ada pada dirinya untuk senantiasa dikembangkan melalui proses pembelajaran tersebut maupun ketika ia berinteraksi dengan segala sesuatu yang menjadikan ia pengalaman belajar. terkait dengan materi ataupun isi pelajaran yang diperlukan dan disampaikan (pengetahuan. Sebuah proses pembelajaran tidak terlepas dari tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajran adalah pernyataan perubahan tingkah laku yang diinginkan. dan sikap) dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dirumuskan.

atas dasar itu. Media adalah seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik (Sudarwan Danim. fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Pada dasarnya tidak ada satu metode mengajar yang dipandang paling baik. Metode seperti apa yang harus digunakan supaya bisa mempermudah proses pembelajaran tersebut. sebuah permasalah proses pembelajaran dapat dipecahkan dengan penggunaan media. seluk beluk proses mengajar hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan. Metode adalah suatu cara yang digunakan untuk menyampaikan isi pembelajaran. memilih dan menggunakan media pendidiakan. setiap guru harus memahami pengatahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan. dan lain lain. Untuk dapat menggunakan media pendidikan yang lebih optimal. . 3 Penyampaian materi pembelajaran akan lebih dimengerti apabila didukung oleh metode pembelajaran. nilai atau mafaat media pendidikan. Menurut Oemar Hamalik (1994: 6) pengetahuan tentang media meliputi: Media sebagi alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. maka kegiatan pengajaran dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang sederhana sampai yang kompleks. jumlah peserta didik. 1995: 7). Selain dengan metode mengajar. karena baik tidaknya metode mengajar sangat tergantung kepada tujuan pengajaran. materi yang diajarkan. fasilitas penunjang. Salah satu upaya yang dilakukan guna meningkatkan proses pembelajaran yaitu dengan metode pemberian tugas praktik dan latihan.

yang memegang peranan penting dalam sebuah pembelajaran adalah evaluasi. 4 berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan. dan usaha inovasi dalam media pendidikan dan lain lain. . juga merupakan komponen komponen penting yang terdapat pada proses belajar mengajar di sekolah. salah satunya pada sekolah menengah kejuruan (SMK). Serangkaian uraian diatas selain merupakan komponen penting yang berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan Pendidikan menengah yang mempunyai penyelarasan antara pendidikan dan dunia kerja (industri). Dilihat dari beberapa pokok pengetahuan tentang media yang telah dikemukakan diatas. Evaluasi dalam pembelajaran berguna untuk mengetahui sejauh manakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Seorang guru tidak cukup hanya menguasai materi kemediaan akan tetapi juga harus memiliki keterampilan untuk memilih dan menggunakan media. Komponen terakhir dari 7 komponen yang sudah di jabarkan. mempersiapkan siswa- siswinya untuk bekerja pada bidang tertentu dengan kualifikasi keahlian terstandar serta memiliki sikap dan perilaku yang sesuai tuntutan dunia kerja. jelaslah bahwa media pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan. Dengan evaluasi diperoleh balikan atau feedback yang dipakai untuk memperbaiki dan merevisi bahan atau metode pembelajaran.

5 Adapun Tujuan Khusus SMK (Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Mata diklat ini termasuk dalam cakupan mata diklat produktif dan pelajaran kejuruan. 2004: 7) adalah sebagai berikut: 1. teknologi. dan seni. 2. beradaptasi dilingkungan kerja. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan. bahan untuk menggambar. Salah satu mata diklat pada program studi ini yaitu mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing). Materi mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing) berisi tentang pengetahuan alat. Materi mata diklat ini berbentuk teori dan praktek. 3. bagian-bagian busana. Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif mampu bekerja mandiri. Membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai denganprogram keahlian yang dipilih. mengisi lowongan pekerjaan yang ada didunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya. 4. agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang yang lebih tinggi. Tujuan diajarkannya mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing) agar siswa mampu menerapkan dasar- dasar menggambar dan dapat meluluskan calon-calon disainer muda yang dapat bekerja mandiri maupun bekerja pada instansi lainnya. dan mengembangkan sikap professional dalam bidang keahlian yang diminatinya. . Kerajinan Dan Pariwisata. Berdasarkan lampiran keputusan Direktur Jenderal manajemen pendidikan dasar dan menengah nomor: 251/c/kep/mn/2008 tanggal: 22 Agustus 2008 spektrum keahlian pendidikan menengah kejuruan terdiri dari enam bidang studi keahlian. Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karier. unsur-unsur disain. ulet dan gigih dalam berkompetensi. Tata busana merupakan salah satu program studi pada Bidang Studi Keahlian Seni. prinsip desain.

6

proporsi tubuh dan pembuatan desain baju dalam berbagai kesempatan. Mata

diklat ini bersifat praktek, maka siswa perlu banyak berlatih dalam

mempraktekan materi yang telah diajarkan oleh guru.

SMKN 1 Gegerbitung merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan

yang berada di Jl. Pramuka No.45 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat.

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti di SMKN 1

Gegerbitung, banyak siswa yang tidak menyukai mata pelajaran menggambar

busana dengan alasan susah sekali membuat gambar busana, hasil gambar mereka

kurang bagus, dan merasa tidak berbakat dalam pembuatan sebuah gambar

apalagi menuangkan sebuah ide rancangan kedalam suatu wujud rancangan

busana yang utuh. Selain itu siswa mengungkapkan betapa sulitnya menggambar

tubuh dengan pose. Berdasarkan hasil observasi terhadap hasil gambar siswa di

SMKN 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat, menunjukan lemahnya kemampuan

siswa dalam menggambar pose tubuh. hal ini bisa saja di sebabkan oleh berbagai

faktor seperti disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan penguasaan siswa

terhadap anatomi serta proporsi tubuh manusia, kurangnya media dan sumber

belajar atau pada proses guru dalam menyampaikan materi ajar.

Media pembelajaran yang dipergunakan pada mata pelajaran menggambar

busana di SMKN 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat hanya terbatas pada papan

tulis, buku buku lama, materi atau contoh gambar yang di copy berulang kali, dan

belum menggunakan media media yang khusus dirancang untuk pembelajaran ini

seperti chart, power point, modul, ataupun media gambar. Disamping itu,

7

Ketersediaan buku buku untuk materi menggambar busana diperpustakaan

sekolah jumlahnya tidak sebanyak buku buku mata pelajaran lainnya. Buku untuk

mata diklat menggambar busana di SMK pokok bahasan proporsi tubuh sangat

jarang sekali. Ada beberapa buku yang membahas pokok bahasan tersebut akan

tetapi kebanyakan menggunakan bahasa asing seperti Inggris dan Jepang. Hal ini

tentu saja menjadi salah satu kendala dalam pemahaman siswa.

Metode yang di gunakan guru pada pembelajaran menggambar busana,

guru cenderung menggunakan metode pemberian tugas dengan contoh gambar

yang sudah ada. Guru jarang sekali mendemonstrasikan contoh gambar di depan

kelas.

Dari beberapa masalah yang dikemukakan di atas masalah ada pada sisi

peserta didik, metode, media dan guru. Akan tetapi ada atau tidak adanya bakat

menggambar siswa seharusnya tidak menjadi titik permasalahan. Karena pada

dasarnya menggambar busana dapat dipelajari, dikuasai tanpa mengandalkan

bakat. Hal ini, bisa di dukung dengan beberapa faktor seperti rasa suka atau

menyenangkan dari sisi peserta didik dan guru terhadap mata pelajaran

menggambar busana. Disinilah peran guru yang sebenarnya untuk memotivasi

siswa untuk mempunyai rasa suka dan menyenangkan terhadap pelajaran

menggambar busana sehingga dari sini timbulah kemauan kuat dan motivasi

untuk menggambar yang lebih baik.

Oleh karena itu, untuk memotivasi siswa memiliki rasa suka dan

menyenangkan terhadap pelajaran menggambar busana, memberikan kemudahan

8

penyerapan materi serta merangsang kemauan siswa dalam menggambar busana

maka diperlukan metode dan media pembelajaran yang tepat dan menarik

perhatian siswa.

Media pembelajaran dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses

penyampaian materi untuk memecahkan permasalahan dalam proses belajar

mengajar mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing). Langkah pertama

yang perlu di ambil yaitu dengan mencari media yang tepat dalam menyampaikan

materi pada mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing). Penggunaan

media yang tepat, dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik

dan menyenangkan, dapat mengurangi kesalah-pahaman dan ketidak jelasan.

Media yang dapat membimbing siswa tahap demi tahap dalam proses

menggambar bisa dengan menggunakan chart/ALG, jobshet, foto copy atau

buku.

Buku merupakan salah satu media berbasis cetak yang paling banyak

digunakan dalam dunia pendidikan. Buku merupakan sumber belajar yang banyak

mengandung referensi refensi penting. Di Indonesia secara kuantitatif

perpustakaan (gudang buku) yang ada cukup memadai. Tahun 1986, ada 295

buah perpustakaan khusus, perpustakaan universitas (negeri dan swasta) sebanyak

252 buah, perpustakaan keliling 111 buah, perpustakaan sekolah 1. 139 buah,

perpustakaan desa 524 buah, dan perpustakaan (ditingkat provinsi dan kabupaten)

ada 300 buah. (Sudarwan Danim, 28: 2008).

dapat dibaca berkali kali dengan menyimpannya atau menjadikannya kliping. . 9 Banyaknya perpustakaan yang menyediakan berbagai macam media cetak atau buku membuktikan bahwa buku memegang peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. 2. Siswa kesulitan dalam menggambar tubuh dengan pose. Kurangnya kesiapan siswa dalam menerima pembelajaran mata diklat menggambar busana. maka dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan yang ada sebagai berikut: 1. Penggunaan media berbasis cetakan berupa buku dalam proses belajar mengajar menggambar busana (Fashion Drawing) diharapkan dapat memudahkan siswa dalam menyerap materi yang disampaikan. memotivasi siswa serta meningkatkan kemampuan siswa dalam menggambar busana. Keunggulan media berbasis cetakan berupa buku bersifat repeatable. Latar belakang diatas mendasari peneliti dalam pegembangan buku ajar “menggambar proporsi tubuh: tipe natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat. analisa pada media cetak lebih tajam. juga kebenaran tulisan dapat di pertanggungjawabkan. B Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian diatas. dapat membuat orang benar-benar mengerti isi berita dengan analisa yang lebih mendalam dan dapat membuat orang berfikir lebih spesifik tentang isi tulisan.

materi atau contoh gambar yang di copy berulang kali 11. Kurangnya kompetensi guru pada pembelajaran mata diklat menggambar busana. 5. 12. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru hanya sebatas pada metode pemberian tugas. Ketersediaan buku buku untuk materi menggambar busana diperpustakaan sekolah jumlahnya tidak sebanyak buku buku mata pelajaran lainnya. 10 3. 4. buku buku lama. Buku untuk mata diklat menggambar busana di SMK pokok bahasan proporsi kebanyakan menggunakan bahasa asing seperti Inggris dan Jepang. . proses pembelajaran mata diklat menggambar busana belum memamfaatkan media pendidikan secara optimal sehingga kurang menarik perhatian siswa 10. media hanya terbatas pada papan tulis. 9. Materi yang diberikan tidak di dukung dengan metode dan media pembelajaran yang tepat. 6. Kurangnya pemahaman dan penguasaan siswa terhadap anatomi dan proporsi tubuh manusia. 8. Kurangnya kesiapan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. 7. 13. Evaluasi yang di berikan kurang tepat ataupun tidak sesuai dengan kemampuan peserta didik. Kurangnya kemampuan guru dalam memberikan contoh contoh gambar kepada siswa.

terbatas hanya untuk materi standar kompetensi menggambar busana pada kompetensi dasar mendeskripsikan bentuk anatomi dan proporsi beberapa tipe tubuh manusia. Bagaimanakah efektifitas penggunaan buku ajar ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung? . D Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah. identifikasi masalah. peneliti melihat bahwa urgensi permasalah sesungguhnya terdapat pada media dan sumber belajar. dengan judul buku menggambar proporsi tubuh tipe natural. Apakah buku ajar ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” layak dipergunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung ? 3. Berkaitan dengan penelitian ini. dan pembatasan masalah diatas. dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah mengembangkan buku ajar ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung ? 2. Pengembangan buku ajar pada pembelajaran mata diklat menggambar busana ini. 11 C Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan diatas. media pembelajaran yang digunakan untuk mata diklat menggambar busana adalah media berbasis cetakan berupa buku ajar “menggambar proporsi tubuh: tipe natural”.

Untuk mengembangkan buku ajar ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung 2. Dapat menambah referensi buku tentang menggambar proporsi tubuh. Memberikan motivasi kepada siswa bahwa kemampuan menggambar busana seseorang tidak diukur dari segi bakat dan jiwa seni saja akan tetapi bisa dilihat dari faktor lain dan melalui media 2. Menambah referensi buku tentang menggambar proporsi tubuh. Bagi siswa a. Bagi guru a. b. Untuk mengetahui kelayakan penggunaan buku ajar ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung 3. Meningkatkan kemampuan dan kreatifitas dalam menggambar busana c. Untuk mengetahui efektifitas penggunaan buku ajar ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung F Manfaat Penelitian Adapun mamfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah dapat membawa dampak positif: 1. . 12 E Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1.

13

b. Mendapatkan media pembelajaran yang tepat.

3. Bagi sekolah

a. Sebagai pedoman khususnya pada penggunaan media seperti apa yang

akan dipakai untuk menunjang berlangsungnya pembelajaran.

b. Mempunyai gambaran tentang media media yang pas dan layak untuk

digunakan dalam pembelajaran.

c. Dapat membantu upaya perbaikan mutu sekoalah melalui upaya

peningkatan kemampuan siswa dalam menggambar busana.

4. Bagi jurusan pendidikan teknik busana

a. Dapat meberikan informasi bagi para mahasiswa tentang pengembangan

media pendidikan.

b. Dapat digunakan sebagai referensi atau acuan untuk penelitian berikutnya.

5. Bagi peneliti

a. Mempunyai ”Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” yang

sudah divalidasikan.

b. Dapat meningkatkan dan mengeksplorasi pengetahuan tentang media

media yang bisa digunakan untuk pembelajaran menggambar busana dan

dapat mengaplikasikannya kedalam mata pembelajaran lainnya.

c. Dapat digunakan sebagai referensi penelitian berikutnya.

14

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Pada Bab Kajian Pustaka ini akan diuraikan mengenai kajian teoritis yang

pembahasannya difokuskan pada informasi sekitar permasalahan penelitian.

A. Kajian Teoritis

Untuk memperjelas penelitian ini, maka perlu dijelaskan beberapa istilah

yang berkaitan dengan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Tinjauan Tentang Pembelajaran

a. Pengertian Pembelajaran

Sebuah proses pembelajaran tidak terlepas dari kegiatan belajar

mengajar. Belajar menurut Nana Sudjana (2001: 28), adalah suatu proses

yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Belajar

menurut Morgan yang dikutip Ngalim Purwanto (2002: 84), adalah setiap

perubahan yang relatif menetap dalam tingkah-laku yang terjadi sebagai

suatu hasil dari latihan atau pengalaman.

Arief S. Sadiman (2006: 1), mengemukakan belajar adalah suatu

proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung

seumur hidup, sejak dia masih bayi hingga keliang lahat. Salah-satu

pertanda bahwa seseorang telah belajar sesuatu adalah adanya perubahan

tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut

baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan

15

(psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap. Belajar meliputi

tidak hanya mata pelajaran, tetapi juga penguasaan, kebiasaan, persepsi,

kesenangan, minat, penyesuaian sosial, bermacam-macam ketrampilan, dan

cita-cita.

Mengajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses mengorganisasi

atau menata sejumlah sumber potensi secara baik dan benar, sehingga

terjadi proses belajar anak (Sudarwan Danim. 2008: 34). Sedangkan

menurut Nana Sudjana (2001: 29) mengajar merupakan suatu proses, yaitu

proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa

sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses

belajar.

Menurut Gagne sebagaimana yang telah dikemukakan oleh

Nazarudin (2007: 162) pembelajaran dapat diartikan sebagai seperangkat

acara peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung proses belajar

yang sifatnya internal. Mulkan (1993: 113) memahami pembelajaran

sebagai suatu aktivitas guna menciptakan kreatifitas siswa. Sedangkan

menurut Nazarudin (2007: 163) pembelajaran adalah suatu peristiwa atau

situasi yang sengaja dirancang dalam rangka membantu dan

mempermudah proses belajar dengan harapan dapat membangun kreatifitas

siswa.

20 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1) Peserta didik Menurut undang undang No. b. Peserta didik adalah subjek yang bersifat unik yang mencapai kedewasaan secara bertahap. materi/isi. peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur. Itu berarti. tujuan pembelajaran. memiliki kemampuan yang tidak sama. berbeda satu dengan yang lain. Komponen Komponen Pembelajaran Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dari komponen- komponen yang ada didalamnya. jenjang. 2002: 25). (Paul Suparno dkk. dan jenis pendidikan tertentu. Menurut Nazarudin (2007: 49) peserta didik adalah manusia . Tidak ada anak yang persis sama satu dengan yang lainnya. guru. masing-masing anak memiliki kekhususan tersendiri. 16 Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa pembelajaran adalahsuatu perubahan dari peristiwa atau situasi yang dirancang sedemikian rupa dengan tujuan memberikan bantuan atau kemudahan dalam proses belajar mengajar sehingga bisa mencapai tujuan belajar. media dan evalusi. menurut Moedjiono dan Dimyati (1993: 23) komponen-komponen proses belajar megajar tersebut adalah peserta didik. metode.

kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan. Mereka mempunyai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yaitu sandang. Sehubungan dengan itu. kebutuhan akan rasa aman. dan kebutuhan untuk mengaktualisasi dirinya sesuai dengan potensinya). Mochtar Buchori (1994: 4) juga menyatakan bahwa ” yang . 17 dengan segala fitrahnya. Guru yang setiap hari berhadapan langsung dengan siswa termasuk karakterisrik dan problem mengajar yang mereka hadapi berkaitan dengan proses belajar mengajar. Mereka mempunyai perasaaan dan fikiran serta keingianan atau aspirasi. pangan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa peserta didik adalah seseorang dengan segala potensi yang ada pada dirinya untuk senantiasa dikembangkan baik melalui proses pembelajaran maupun ketika ia berinteraksi dengan segala sesuatu yang menjadikan ia pengalaman belajar. papan. Berkaitan dengan penelitian ini peserta didik dalam pembelajaran mata diklat menggambar busana adalah peserta didik di SMK jurusan seni. 2) Guru Guru menurut Muhammad Ali sebagaimana di kemukakan oleh Nazarudin (2007: 161) merupakan ”pemegang peranan sentral proses belajar mengajar”. kerajinan dan pariwisata kelas XI di SMK N 1 Gegerbitung.

tentunya guru yang bisa membimbing peserta didik dalam pembuatan gambar busana 3) Tujuan Pembelajaran Dalam Permendiknas RI No. menurut Ahmad . menata urutan topik-topik. petunjuk dalam memilih alat-alat bantu pengajaran dan prosedur pengajaran. serta menyediakan ukuran (standar) untuk mengukur prestasi belajar siswa. 18 akan dapat memperbaiki situasi pendidikan pada akhirnya berpulang kepada guru yang sehari hari bekerja dilapangan” Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa guru adalah seseorang dengan fitrahnya sebagai manusia berkepribadian yang bernilai dan berharga yang memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar dan berpartisipasi penuh dalam menyelenggarakan pendidikan. Tujuan pembelajaran merupakan perangkat kegiatan belajar mengajar yang direncanakan untuk mencapai tujuan. mengalokasikan waktu. 52 Tahun 2008 sebagaimana dikemukakan Akhmad Sudrajat (2009) tentang Standar Proses disebutkan bahwa tujuan pembelajaran memberikan petunjuk untuk memilih isi mata pelajaran. Berkaitan dengan penelitian ini guru dalam pembelajaran mata diklat menggambar busana adalah guru yang ahli di bidangnya dan berkompeten.

yaitu: a) memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa. aspek afektif dan aspek psikomotorik. b) memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar c) membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran d) memudahkan guru mengadakan penilaian . Menurut Robert F. . 19 Rohani (199: 100) tujuan pembelajaran harus berfungsi untuk mencapai tujuan pendidikan yang menjadi penentu arah kegiatan/interaksi pengajaran. Sedangkan Oemar Hamalik (2005) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran . Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu. sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri. Tujuan dalam pembelajaran harus mencakup 3 hal yaitu aspek kognitif. Mager seperti yang di kemukakan oleh Hamzah B Uno (2008: 27) bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. baik bagi guru maupun siswa. Nana Syaodih Sukmadinata (2002) mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran.

Berkaitan dengan penelitian ini tujuan pembelajaran untuk kompetensi dasar Mendeskripsikan bentuk proporsi dan anatomi beberapa type tubuh manusia yaitu : (1) siswa dapat menjelaskan pengertian anatomi dan proporsi tubuh manusia. keterampilan. (3) siswa dapat menggambar anatomi dan proporsi tubuh manusia dengan pose. dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. 20 Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu rancangan yang menitik beratkan terhadap pencapaian yang akan di dapat oleh peserta didik setelah melalui proses pembelajaran itu sendiri. 4) Materi/isi Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa Materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan. Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum. (2) siswa dapat menjelaskan bagian bagian anatomi dan proporsi tubuh manusia. Artinya. materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran . Sasaran tersebut harus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh peserta didik.

meliputi definisi. pengertian. a) Jenis-Jenis Materi Pembelajaran Menurut Sunu Ambarsi (2010) jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari fakta. dan sebagainya. Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan. (2) Konsep Konsep adalah segala yang berwujud pengertian- pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran. 21 hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. nama bagian atau komponen suatu benda. (1) Fakta Fakta adalah segala hal yang bewujud kenyataan dan kebenaran. inti /isi dan sebagainya. peristiwa sejarah. prosedur.nama objek. lambang. konsep. keterampilan. dan sikap atau nilai. nama orang. nama tempat. dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. hakikat. (3) Prinsip . ciri khusus. meliputi nama. serta tercapainya indikator. prinsip.

b) Prinsip-Prinsip Pengembangan Materi Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah kesesuaian (relevansi). postulat. dan memiliki posisi terpenting. pokok. rumus. meliputi dalil. . teorema. dan bekerja. dsb. serta hubungan antarkonsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat. misalnya nilai kejujuran. adagium. Contoh: aplikasi sosiologi dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk sikap toleransi dalam menghadapi fenomena sosial yang bervariasi. keajegan (konsistensi). 22 Prinsip adalah berupa hal-hal utama. (4) Prosedur Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem. paradigma. Contoh: praktik penelitian sosial. kasih sayang. dsb. tolong-menolong. (5) Sikap atau Nilai Sikap atau Nilai merupakan hasil belajar aspek sikap.bpgdisdik- jabar. semangat dan minat belajar.net) (1) Relevansi atau kesesuaian. dan kecukupan (adequacy). (http://www.

(2) Konsistensi atau keajegan. (3) Adequacy atau kecukupan. Jika kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik berupa menghafal fakta. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik ada dua macam. Jika terlalu sedikit maka kurang membantu tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. 23 Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan pencapaian kompetensi dasar. maka materi yang harus diajarkan juga harus meliputi dua macam. jika terlalu banyak maka akan mengakibatkan keterlambatan dalam pencapaian target kurikulum (pencapaian keseluruhan SK dan KD). dan tidak boleh terlalu banyak. Materi tidak boleh terlalu sedikit. maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta. Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi yang lain. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa materi pembelajaran adalah seperangkat . Sebaliknya.

a) Metode ceramah Ceramah diartikan sebagai proses penyampaian informasi dengan jalan mengeksplanasi atau menuturkan sekelompok materi secara lisan dan pada saat yang sama materi tersebut diterima oleh sekelompok subyek. keajegan (konsistensi). b) Metode diskusi Diskusi diartikan sebagai suatu proses penyampaian materi. 24 ilmu pengetahuan. keterampilan. dan kecukupan (adequacy). 5) Metode Metode pembelajaran menurut Oemar Hamalik (2003) merupakan salah satu cara yang digunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Menurut Sudarwan Danim (2008:36) metode pembelajaran yang umum dipakai dalam proses belajar mengajar dikelas adalah sebagai berikut. Berkaitan dengan penelitian ini materi yang diambil dalam pembelajaran mata diklat menggambar busana adalah berupa konsep dan prosedur. Disamping itu materi mengacu pada prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah kesesuaian (relevansi). dimana guru bersama subjek didik mengadakan dialog bersama . dan sikap yang disampaikan ketika dalam situasi pembelajaran dan harus dikuasi oleh peserta didik demi tercapainnya tujuan pendidikan.

25

untuk mencarai jalan pemecahan dan menyerap serta menganalisis
satu atau sekelompok materi tertentu.
c) Metode tugas
Tugas diartikan sebagai materi tambahan yang harus dipenuhi
oleh subjek didik, baik didalam maupun diluar kelas.
d) Metode latihan inkuiri
Latihan inkuiri diartikan sebgai proses mempersipakan kondisi
agar subjek didik siap menjawab teka teki.
e) Metode karyawisata
Metode karya wisata diartikan sebagai suatu strategi belajar
mengajar, dimana guru dan muridnya mengunjungi suatu tempat
tertentuyang relevan untuk memperoleh sejumlah pengalaman
empiris.
f) Metode seminar
Dengan seminar, biasanya wawasan terbuka luas, peran serta
subjek dominan, namun perlu persiapan yang memadai, seperti:
penentuan topik, mempersiapkan kertas kerja, organisasi kelas,
pengelompokan siswa menurut variasi/perbedaan kemampuan
individual mereka.
g) Metode metode mengajar yang lain,
Metode mengajar yang lainnya seperti studi kasus, bermain
peranan, simulasi sosial, kerja dalam kelompokdan setrusnya dapat
dipakai.

Sedangkan menurut Tri Mulyani (2003: 53) metode yang

digunakan dalam pembelajaran dikelas meliputi:

a) Metode ceramah
b) Metode tanya jawab
c) Metode diskusi
d) Metode demonstrasi
e) Metode kerja kelompok
f) Metode pemberian tugas
g) Metode eksperimen
h) Metode penemuan
i) Metode simulasi
j) Metode pengajaran unit

26

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan

bahwa metode pembelajaran adalah strategi atau cara yang dilakukan

untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan.

Berkaitan dengan penelitian ini metode dalam pembelajaran

mata diklat menggambar busana menggunakan metode demonstrasi,

ceramah dan latihan.

6) Media

a) Pengertian Media pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara

harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Media adalah

perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima

pesan (Azhar Arsyad, 2009: ).

Arief S. Sadiman, (2006: 7) mengemukakan bahwa media

pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk

menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat

merangsang fikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian

siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Sedangkan

menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2002:1) Mengemukakan

bahwa media pengajaran sebagai alat bantu mengajar.

R. Ibrahim dan Nana Syaodah (1996:12), Mengemukakan

bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat

27

digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran,

merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa,

sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar. Sedangkan

menurut Sudarwan Danim (1995:7) media pembelajaran

merupakan seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan

oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa

atau peserta didik.

b) Jenis Jenis Media Pembelajaran

Pada dasarnya media dikelompokan menjadi tiga bagian

yaitu media audio, media visual dan media audio visual. Media

pembelajaran merupakan komponen instruksional yang meliputi

pesan, orang, dan peralatan. Dalam perkembangannya, media

pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Pengelompokan

berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangan

teknologi oleh Seels dan Glasgow sebagaimana yang telah di

kemukakan oleh Azhar Arsyad (2003) di bagi kedalam 2 kategori

luas yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi

mutakhir.

poster. pameran. majalah ilmiah berkala. workbook. meliputi: buku teks. reel. meliputi: teka teki. dan cartridge (d) Penyajian multimedia. simulasi. dan lembaran lepas (hand-out) (g) Permainan. dan manipulative (peta. meliputi: rekaman piringan. slides. dan video (f) Cetak. meliputi: film. teks terprogram. meliputi : gambar. dan filmstrip (b) Visual yang tak di proyeksikan. diagram. boneka ) (2) Pilihan media teknologi mutakhir . dan papan bulu (c) Audio. meliputi: slide plus suara (tape) dan multi image (e) Visual dinamis yang di proyeksikan. proyeksi overhead. televise. spacimen (contoh). pita kaset. meliputi: proyeksi apaque. charts. papan info. foto. modul. grafik. meliputi: model. 28 (1) Pilihan media tradisonal (a) Visual diam yang di proyeksikan. dan permainan papan (h) Realia.

hypermedia. 29 (a) Media berbasis telekomunikasi. meliputi : telekonferen. meliputi: computer-assisted instruction. Menurut Kemp dan Dayton dalam bukunya Azhar Arsyad (2003 : 21) mengemukakan beberapa hasil penelitian yang menunjukan dampak positif dari penggunaan media sebagai bagian integral pembelajaran di kelas atau sebagai cara utama pembelajaran langsung sebgai berikut: (1) Penyampaian pembelajaran menjadi lebih baku (2) Pembelajaran bisa lebih menarik (3) Pembelajaran menjadi lebih interaktif (4) Lama waktu pemebelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat (5) Kualiatas hasil belajar dapat di tingkatkan (6) Pembelajaran dapat diberikan kapan dimana diinginkan atau diperlukan (7) Sikap positif siswa terhadap apa yang dipelajari (8) Peran guru dapat berubah kea rah yang lebih positif. sistem tutor inteligen. permainan komputer. Encyclopedia of Educational Research dalam Oemar Hamalik (1994: 15). interaktif. kuliah jarak jauh (b) Media berbasis mikroprocesor. merinci manfaat media pengajaran sebagai berikut: . compact (video) disk c) Manfaat Media Pembelajaran Berbagai manfaat pembelajaran telah dibahas oleh beberapa ahli.

. oleh karena itu mengurangi verbalisme. apalagi kalu guru mengajar pada setiap jam pelajaran. memerankan dan lain-lain. (2) Memperbesar perhatian siswa. (3) Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar. melakukan. sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Menurut Sudjana dan Rivai dalam Azhar Arsyad (2003: 24) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar mengajar siswa yaitu: (1) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar (2) Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan memcapai tujuan pembelajaran (3) Metode mengajar akan lebih bervariasi. mendemonstrasikan. (7) Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain dan membantu efisiensi dan keragaman yang banyak dalam belajar. tetapi juga aktifitas lain seperti mengamati. (4) Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru. (6) Membantu timbulnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan bahasa. tidak semata mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. (5) Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu terutama melalui gambar hidup. 30 (1) Meletakkan dasar-dasar yang konkrit untuk berfikir. sehingga memuat pelajaran lebih mantap. (4) Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa.

(3) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. . sehingga penyaluran informasi atau materi yang di sampaikan guru terhadap siswa dapat mudah di terima. interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya. Berkaitan dengan penelitian ini media yang digunakan berupa media berbasis cetakan. dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. 31 Menurut Azhar Arsyad (2003: 25) mengemukakan manfaat praktis menggunakan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagia berikut: (1) Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. (2) Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. ruang. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa media sangat berperan dalam sebuah proses pembelajaran. (4) Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa dilingkungan mereka. dan waktu.

mengemukakan kriteria pemilihan media bersumber dari konsep bahwa media merupakan bagian dari system instruksional secara keseluruhan. artinya media tersebut mudah digunakan dan tepat dalam penggunaannya. artinya media yang digunakan sesuai dengan perkembangan akal dan ilmu pengetahuan. artinya dalam pembuatannya tidak terlalu mengeluarkan banyak biaya atau sesuai dengan kemampuan pembiayaan yang ada. Pemilihan Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. antara lain: (1) Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai (2) Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta. luwes. artinya media pengajaran yang akan disajikan harus masuk akal dan mampu dipikirkan kita. menurut Oemar Hamalik (1994: 7). konsep. Azhar Arsyad (2003: 75). (5) Fungsional. 32 d) Pemilihan Media Pembelajaran Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanan yang baik. prinsip. atau generalisasi (3) Praktis. artinya media yang disajikan oleh guru dapat digunakan dengan jelas oleh siswa. Ada beberapa faktor yang harus di perhatikan dalam pemilihan media antara lain: (1) Rasional. dan bertahan (4) Guru trampil menggunakannya (5) Pengelompokan sasaran (6) Mutu teknis . (3) Ekonomis. (2) Ilmiah. untuk itu ada beberapa kriteria yang patut di perhatikan dalam pemilihan media. (4) Praktis dan efisien.

perasaan. media audio. dan bertahan dalam jangka yang cukup lama. cara terbaik dengan menggunakan media berbasis cetakan berupa buku. perhatian dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya prorses belajar mengajar ke tingkat yang lebih efektif dan efisien. 7) Evaluasi . Alasan ini yang memperkuat peneliti mengambil media berbasis cetakan berupa buku sebagai alat bantu siswa untuk mempermudah ketika membuat proporsi tubuh pada mata diklat menggambar busana. Menggunakan buku karena mata diklat menggambar busana terdiri dari teori dan praktik sehingga penyajiannya memerlukan penjelasan materi yang detail disertai dengan gambar. 33 Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa media pembelajaran sebagai alat atau wujud yang dapat digunakan sebagai sumber belajar. Media pengajaran dibagi menjadi beberapa macam antara lain media visual. media berbasis cetakan bersifat praktis. Maka. Dapat merangsang pikiran. Selain itu. luwes. dalam pemilihan media pengajaran harus diperhatikan faktor-faktor serta kriteria pemilihan media agar sesuai dengan apa yang akan disampaikan. audio visual. Media yang digunakan pada penelitian ini adalah media visual berbasis cetakan berupa buku.

tugas harian. Buku di katakan efektif apabila hasil evaluasi unjuk kerja siswa telah mencapai KKM yang telah di tentukan di SMK negeri 1 Gegerbitung Sukabumi. komponen pembelajaran dapat diartikan sebagai seperangkat alat atau cara atau bagian bagian dari . Bentuk ujian meliputi ujian tengah semester. atau pengamatan oleh guru. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa evaluasi adalah sebagai satu upaya untuk melihat. dan ujian tugas akhir. Berdasarkan beberapa penjelasan diatas. Evaluasi pembelajaran merupakan penilaian kegiatan dan kemajuan belajar peserta didik yang dilakukan secara berkala berbentuk ujian. memberikan nilai pada objek tertentu dengan menggunakan alat dan kriteria tertentu. Berkaitan dengan penelitian ini evaluasi dalam pembelajaran mata diklat menggambar busana dinilai berdasarkam unjuk kerja. 34 Menurut Nana Sudjana (2009: 3) evaluasi merupakan proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu. ujian akhir semester. hasil praktik. Pembobotan masing-masing unsur penilaian ditetapkan berdasarkan KKM sesuai dengan kurikulum sekolah.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa menggambar busana adalah pembuatan gambar sketsa busana dengan mengunakan ide-ide. oleh karena itu seseorang yang ingin terjun ke bidang profesi ini sekurang-kurangnya mempunyai rasa seni dalam arti ia dapat membedakan antara yang indah dan yang tidak indah. 2004:4). Tujuan diajarkannya mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing) agar siswa mampu menerapkan dasar-dasar menggambar dan dapat meluluskan calon-calon disainer muda yang dapat bekerja mandiri maupun bekerja pada instalansi lainnya. . 2004:3). 2. Materi mata diklat ini berbentuk teori dan praktek. antara yang bagus dan tidak bagus (Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Pada tubuh manusia dalam kertas gambar. Tinjauan Tentang Mata Diklat Menggambar Busana a. Menggambar Busana Mengambar Busana (Fashion Drawing) adalah menggambar sketsa model dengan mengunakan ide-ide dan menerapkannya pada kertas gambar (Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Menggambar Busana adalah bagian dari seni yang mengutamakan nilai estetis. Mata diklat menggambar busana termasuk dalam cakupan mata diklat produktif dan pelajaran kejuruan. 35 berbagai proses yang kemudian menjadi satu kesatuan yang utuh dalam sebuah pembelajaran demi tercapainya seuah tujuan.

2 Mendeskripsikan • Menjelaskan pengertian bentuk proporsi anatomi dan proporsi dan anatomi tubuh manusia beberapa type • Menggambar anatomi tubuh manusia dan proporsi tubuh • Menggambar anatomi dan proporsi tubuh dengan pose 1. 36 b.1 Memahami bentuk • Mengidentifikasi bagian-bagian bagian-bagian busana busana • Menggambar bagian- bagian busana 1. Kompetensi Menggambar Busana Menggambar busana merupakan salah satu standar kompetensi pada Mata Pelajaran Produktif Busana Butik. Standar Kompetensi Menggambar Busana pada Silabus Tata Busana Kelas XI SMK Negeri 1 Gegerbitung terdiri dari beberapa kompetensi dasar diantaranya : Tabel 1.4 Penyelesaian • Menyelesaikan gambar pembuatan busana busana dengan teknik pewarnaan kering atau basah • Terselesaikannya gambar busana sesuai dengan kebutuhan . Standar Kompetensi Menggambar Busana StandarKompetensi Kompetensi Dasar Indikator Menggambar Busana 1.3 Menerapkan • Peralatan untuk teknik pembuatan menggambar busana desain busana disiapkan sesuai kebutuhan • Menggambar model busana 1.

proporsi tubuh dan pembuatan desain baju dalam berbagai kesempatan. Materi Pada Mata Diklat Menggambar Busana Materi mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing) berisi tentang pengetahuan alat. 37 Berdasarkan keempat kompetensi dasar di atas yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk proporsi dan anatomi beberapa tipe tubuh manusia. . tangan. prinsip desain. Pertimbangan ini dilakukan atas dasar analisis kebutuhan yang telah dilakukan oleh peneliti. c. Menurut Sicilia Sawitri (2000: 24) penggolongan anatomi tubuh secara garis besar bisa di bagi menjadi tiga bagian yaitu: kepala dan bagian bagiannya. Materi untuk kompetensi dasar Mendeskripsikan bentuk proporsi dan anatomi beberapa tipe tubuh manusia meliputi : 1) Anatomi tubuh manusia Anatomi adalah ilmu yang mempelajari susunan tubuh manusia secara keseluruhan mulai dari kepala sampai ujung kaki (Ernawati 2008: 203). dan kaki. bahan untuk menggambar. 2) Proporsi tubuh manusia Salah satu hal yang penting diperhatikan dalam menggambar anatomi tubuh untuk desain adalah memahami konsep untuk menentukan ukuran perbandingan tubuh seperti ukuran kepala. bagian-bagian busana. unsur-unsur disain.

2001: 6).½ 1 4 Dada 2 2 2 5 Pinggang dan siku 3 3 3 6 Batas pinggul dan 4 4 4 pergelangan tangan 7 Ujung jari tangan 4¾ 4¾ 4¾ . ukuran tangan dan kaki. Perbandingan tubuh adalah ketentuan yang dipakai untuk menggambar ukuran tubuh manusia berpedoman pada ukuran panjang kepala (Wisri A Mamdy. (3) Perbandingan tubuh secara ilustrasi yang biasa dipakai untuk iklan model atau gaya tertentu yaitu perbandingan 9 kali tinggi kepala bahkan mencapai 12 kali tinggi kepala.½ 1. (2) Perbandingan menurut desain busana ialah tinggi tubuh 8 kali tinggi kepala dan ada pula yang memakai 8 ½ kali tinggi kepala. Perbandingan Tubuh Anatomi Antomi Letak Tubuh Anatomi NO sesungguhnya model Menurut Tinggi ilustrasi 1 Tinggi tubuh 7 ½ TK 8 ½ TK 9 TK 2 Kepala 0-1 0-1 0-1 3 Bahu 1. a) Macam perbandingan tubuh: (1) Perbandingan menurut anatomi sesungguhnya yaitu tinggi tubuh 7 ½ kali tinggi kepala. biasa disebut dengan perbandingan menurut anatomi model. Tabel 2. 38 ukuran badan.

Perbandingan Tubuh Menurut Lebar NO Anatomi Letak Tubuh Antomi model Anatomi sesungguhnya Menurut Tinggi ilustrasi 1 Lebar kepala ¾ x TK = 2. Perbandingan Letak Bagian Bagian Kepala NO Anatomi Antomi Letak Tubuh Menurut sesungguhnya model Anatomi ilustrasi Tinggi 1 Umbun-umbun o o o 2 Batas dahi ¼ ¼ ¼ 3 Letak mata ¾ ¾ ¾ 4 Letak hidung ½ ½ ½ 5 Letak telinga ½-¾ ½-¾ ½-¾ 6 Letak bibir 7/8 7/8 7/8 7 Dagu 1 1 1 Keterangan : TK = Tinggi Kepala LK = Lebar Kepala . 39 8 Lutut 5 1/3 5¾ 6 9 Betis 6 7 7 10 Pergelangan kaki 7 8 8½ 11 Tumit 7 1/6 8 1/6 8 4/6 12 Ujung jari kaki 7½ 8½ 9 Tabel 3.25 4/3 x TK = 2 4/3 x TK = 2 2 Lebar leher ½ x LK ½ x LK ½ x LK 3 Lebar Bahu 2 x LK 2 x LK 2 x LK 4 Lebar pinggang = LK = LK = LK 5 Lebar panggul 2 x LK 4/3 x TK = 2 4/3 x TK =2 6 Jarak lutut = LK = LK = LK 7 Jarak tumit ½ = LK ½ = LK ½ = LK 8 Jarak ujung jari = LK = LK = LK kaki Tabel 4.

40 3) Proporsi tubuh manusia (dengan pose) tipe natural Menurut Poppy Darsono Sebagaimana yang telah di kemukakan oleh Sri Widarwati (2000) ada beberapa tipe gaya (fashion type) yaitu: a) Tipe dramatis b) Tipe natural c) Tipe gamin d) Tipe romantik e) Tipe innocent f) Tipe androgynous Dari beberapa sifat atau tipe manusia tersebut selain berpengaruh terhadap selera berpakaian tentunya berpengaruh pula terhadap proporsi dan gaya tubuh ketika kita tuangkan kedalam sebuah rancangan busana. Proporsi dan posenyapun bisa dibuat lebih casual. Tipe natural ini. atletis. Tinjauan tentang Pengembangan buku ajar a. Hubungan buku dengan media pembelajaran . bergerak energetik. informal. pada umumnya bersifat casual. energik. yang di jadikan pokok bahasan pada materi penelitian ini adalah tipe natural. Tipe natural selalu cocok dalam segala pakaian sportif dari yang casual sampai yang anggun. akan tetapi tetap menunjukan sisi feminin sehingga nampak lebih anggun 3. Tipe natural bisa saja masuk kedalam jenis busana tertentu. Berdasarkan ketujuh tipe di atas.

terutama sekali mengurangi terjadinya verbalisme (salah penafsiran) terhadap bahan ajar yang disampaikan pada diri siswa. nilai dan peranan yang sangat menguntungkan. yaitu media visual. sebab media ini memiliki fungsi. dan media audio- visual. Dari masing-masing jenis media tersebut terdapat berbagai . 2) Konsep media pembelajaran tidak terbatas hanya kepada peralatan (hardware). media audio. 3) Guru dapat lebih mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran melalui penggunaan media secara optimal. Dengan demikian konsep media pembelajaran itu mengandung pengertian adanya peralatan dan pesan yang disampaikannya dalam satu kesatuan yang utuh. perlu dipahami terlebih dahulu konsep-konsep pokok yang terkait dengan media pembelajaran. tetapi yang lebih utama yaitu pesan atau informasi (software) yang disajikan melalui peralatan tersebut. Menurut Sukarto konsep konsep tersebut meliputi: 1) Media pembelajaran pada hakikatnya merupakan penyalur pesan-pesan pembelajaran yang disampaikan oleh sumber pesan (guru) kepada penerima pesan (siswa) dengan maksud agar pesan-pesan tersebut dapat diserap dengan cepat dan tepat sesuai dengan tujuannya. 41 Sebelum mengetahui hubungan buku dan media pembelajaran. 4) Ada tiga jenis media pembelajaran yang biasa dipakai dalam pembelajaran.

tidak ada media yang dapat digunakan untuk semua situasi atau tujuan pembelajaran 6) Pemilihan media pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh guru untuk menentukan jenis media mana yang lebih tepat digunakan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Juga perlu dipertimbangkan kesederhanaannya. dan kondisi tempat/ruangan. Media mana yang akan digunakan tergantung kepada tujuan yang ingin dicapai. . ketersediaan media tersebut. karakteristik sasaran belajar (siswa). direncanakan dengan baik. serta evaluasinya. sifat materi yang akan disampaikan. 5) Setiap media memiliki kelebihan dan keterbatasan. 7) Penggunaan media pembelajaran perlu memperhatikan tujuan yang ingin dicapai. Adanya pemilihan media ini disebabkan sangat banyak dan bervariasinya jenis media dengan karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu. dan juga kemampuan guru dalam menggunakannya. menarik perhatian. sifat bahan ajar. 42 bentuk media yang dapat dikembangkan dalam kegiatan belajar- mengajar. adanya penonjolan/penekanan (misalnya dengan warna). strategi yang digunakan. serta memungkinkan siswa lebih aktif belajar. sifat dari bahan ajar.

bila dibanding dengan media pembelajaran lainnya. buku mempunyai fungsi “lebih” dari pada sekedar media pembelajaran. Proses penerjemahan dalam hal ini adalah memperogram bahan pembelajaran kedalam bentuk fisik yang telah dirancang dan dibuat sedemikian rupa untuk tujuan pembelajaran. Hanya saja. Dengan demikian pengembangan merupakan . dan siswa dapat mengukur kadar ketercapaian pembelajaran dengan cara mengerjakan tugas-tugas atau menjawab soal-soal yang terdapat dalam buku. Siswa dapat memperoleh informasi lewat buku. Hakikat Pengembangan Menurut Seel dan Rickey (1994: 35) seperti yang telah di kutip oleh Achmad jamil (2009: 22) Pengembangan adalah suatu proses menterjemahkan spesifikasi desain dalam suatu wujud fisik tertentu. Ini sesuai dengan pendapat Seel Dan Rickey (1994: 35) development is the process of translating the design specification into physical form. b. siswa seolah-olah berhadapan dengan guru. siswa dapat melakukan kegiatan sesuai dengan petunjuk yang tertuang dalam buku. Dengan membaca buku teks. Buku tidak hanya sebagai “penyalur pesan” tetapi juga sebagai sumber pesan. 43 Berdasarkan konsep-konsep pokok tentang media pembelajaran di atas jelaslah bahwa buku merupakan salah satu jenis media pembelajaran.

Pendefisian pengembangan tidak terlepas dari definisi teknologi pendidikan. dan organisasi untuk menganlisi masalah serta merancang. Lebih lanjut secara lengkap dikemukakan oleh Seel Dan Rickey (1994: 35) bahwa teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dari desain. ide. Dengan kata lain teknologi pembelajaran adalah teknologi pendidikan yang merupakan proses yang kompleks dan terpadu yang menyangkut manusia. penggunaan. 2009: 22) Pengembangan dalam teknologi pendidikan mengandung dua perangkat yaitu perangkat lunak dan perangkat keras. Bahkan dalam perkembangannya pengembangan meliputi semua komponen yang dirancang secara canggih untuk tujuan keberhasilan pembelajaran. . Secara otomatis pengembangan merupakan ruang lingkup bidang garapan teknologi pendidikan (Achmad Jamil. alat prosedur. Menurut Abdul Gafur dalam tesisnya Achmad Jamil (2009: 23) andil besar pengembangan adalah dalam hal bidang praktik produksi teknologi media cetak. 44 implementasi dari rancangan yang telah dibuat. pengelolaan dan evaluasi. pengembangan. evaluasi proses. Pengembangan tersebut juga tidak dapat dilepaskan dari pemakaian. teknologi berbasis komputer dan teknologi terpadu. dan sumber pengembangan. teknologi audio visual. melaksanakan dan mengelola usaha pemecahan masalah dalam situasi belajar yang bertujuan dan terkontrol. manajemen.

(2) lengkap: satu model pengembangan yang lengkap haruslah mengandung tiga unsur pokok yaitu: identifikasi.(5) teruji: model yang bersangkutan telah dipakai secara luas dan terbukti memberikan hasil yang baik. dan digunakan. pengembangan. . Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa pada dasarnya hakekat pengembangan tidak dapat terlepas dari teknologi pendidikan dan sangat penting perananya terhadap proses pembelajaran untuk mencapai tujuan dan perbaikan kualitas pembelajaran. diikuti. 45 Pengembangan sangat diperlukan didalam pembelajaran agar proses pembelajaran memperoleh hasil yang maksimal tentunya pengembangan tersebut harus sesuai dengan arah dan tujuan pembelajaran. (3) mungkin diterapkan. Model yang baik adalah model yang : (1) sederhana artinya bentuk yang sederhana akan mudah dimengerti. dan evalusai. Artinya model yang dipilih hendaknuya model yang dapat diterima (4) luas: jangkauan model hendaknya cukup luas tidak saja berlaku untuk pola belajar mengajar konvensional tetapi jiuga proses belajar mengajar yang lebih luas. Menurut Mukminan (2006: 28) ada lima krietria yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam memilih pengembangan media pembelajaran. Pengembangan tersebut harus didasarkan pada upaya untuk menaruh perhatian pada perbaikan kualiats pembelajaran.

istilah media cetak muncul setelah ditemukannya alat pencetak oleh Johan Gutenberg pada tahun 1456. lengkap. dan pengajaran berprogram. Berkaitan dengan penelitian ini. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Cetakan Berupa Buku Pemanfaatan buku pada mata diklat menggambar busana pokok bahasan proporsi tubuh belum banyak digunakan oleh guru di sekolah. Buku-buku pokok bahasan proporsi tubuh yang telah ada kebanyakan dalam bahasa asing dan jepang. buku teks atau referensi menggambar busana pokok bahasan proporsi tubuh jarang dijumpai. . 1) Media berbasis cetakan Secara historis. sehingga masalah bahasa ini menjadi faktor penghambat dalam penerimaan pemahaman materi. c. bisa di terapkan pada pembelajaran menggambar busana. surat kabar dan majalah. ensiklopedi. peneliti akan memanfaatkan media berbasis cetakan berupa buku untuk dikembangkan sebagai media pembelajaran atau sumber belajar pada mata diklat menggambar busana. buku suplemen. Jenis-jenis media cetak yang disarikan di sini adalah: buku. 46 Berkaitan dengan penelitian ini pengembangan yang dimaksudkan adalah pengembangan media pembelajaran berbasis cetakan berupa buku yang sederhana. Kemudian dalam bidang percetakan berkembanglah produk alat pencetak yang semakin modern dan efektif penggunaannya.

(2) Isi yang berbeda supaya dipisahkan dan dilabel secara visual c) Organisasi (1) Upayakan untuk selalu menginformasikan siswa atau pembaca mengenai dimana mereka atau sejauh mana mereka dalam teks itu. jika paragraf tulisan pendek-pendek. b) Format (1) Jika faragraf panjang sering digunakan. Menurut Azhar Arsyad (2009: 88) teks berbasis cetakan menuntut enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang yaitu: a) Konsistensi a) Gunakan konsistensi format dari halaman kehalaman. buku penuntun. Sebaliknya. (2) Susunlah teks sedemikaina rupa sehingga informasi mudah diperoleh. 47 Dalam dunia pendidikan media berbasis cetakan merupakan media yang paling banyak digunakan. oleh karena itu tidak memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh. Spasi yang tidak sama sering dianggap buruk. Siswa harus mampu melihat sepintas bagian atau bab berapa mereka baca. tidak rapih. (3) Kotak kotak dapat digunakan untuk memisahkan bagian- bagian teks. e) Ukuran huruf . Materi pembelajaran berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku teks atau buku pelajaran. Ini dapat diharapka memotivasi siswa untuk membaca terus. dan antara judul dan teks utama. Usahakan agar tidak menggabungkan cetakan huruf dan ukuran huruf b) Usahakan untuk konsisten dalam jarak sapasi. d) Daya tarik (1) Perkenalkan setiap bab atau bagian baru dengan cara yang berbeda. wajah satu kolom lebih sesuai. Jika memungkinkan. majalah dan lembaran lepas. Jarak antara judul dan garis pertama serta garis samping supaya sama. siapkan piranti yang memberikan orientasi kepada siswa tentang posisinya dalam teks secara keseluruhan. buku jurnal. wajah dua kolom akan lebih sesuai.

Dalam setiap penyajiannya. Menurut Ronald H. batas tepi yang luas memaksa perhatian siswa/pembaca untuk masuk ketenag tengah halaman. (2) Hindari penggunaan huruf capital untuk seluruh teks karena dapat membuat proses membaca itu sulit f) Ruang (spasi) kosong Gunakan spasi kosong lowong tak berisi teks atau gambar untuk menambah kontras. pesan dan lingkungannya. Ukuran huruf biasanyadalam poin per inci. semakin luas spasi diantaranya. (3) Spasi antar kolom. Hal tersebut diatas tentu saja menunjukan bahwa media cetak begitu penting peranannya terhadap pendidikan dan akan selalu ada untuk menyajikan materi yang dibutuhkan oleh siswa dalam setiap proses pembelajaran. (6) Sesuaikan spasi antar baris untuk meningkatkan tampilan dan tingkat keterbacaan (7) Tambahkan spasi antar paragraph untuk meningkatkan tingkat keterbacaan. ukuran 24 poin per inci. Ruang kosong dapat berbentuk: (1) Ruangan sekitar judul (2) Batas tepi (marjin). Hal ini penting untuk memberikan kesempatan siswa/pembaca untuk beristrahat pada titik titik tertentupada saat matany bergerak menyusuri teks. Ukuran huruf yang baik untuk teks (buku teks) adalah 12 poin. 48 (1) Pilihlah ukuran huruf yang sesuai dengan siswa. Anderson ( 1993: 161) dimasa mendatang media cetak dan media komunikasi lainnya akan membagi tugas dalam melayani materi dan pengarahan untuk siswa. tentunya Setiap media memiliki beberapa keunggulan dan keterbatasan masing masing. Media cetak akan selalu memegang peranan penting dalam proses pembelajaran dan latihan. Misalnya. (4) Permulaan paragraph diidentasi (5) Penyesuaian spasi antar baris atau antar paragraph. semakin lebar kolomnya. Berikut .

siswa akan mengikuti urutan pikiran secara logis (3) Perpaduan teks dan gambar dalam halaman cetak sudah merupakan hal lumrah. dan ini dapat menambah daya tarik. (5) Meskipun isi informasi media cetak harus diperbaharui dan direvisi sesuai dengan perkembangan dan temuan temuan baru . serta dapat mempelancar pemahaman informasi yang disajikan dalam dua format verbal dan visual (4) Khusus pada teks terperogram. 49 keunggulan dan kekurangan dari media berbasis cetakan untuk pembelajaran menurut Azhar Arsyad (2009: 38) a) Keunggulan media cetak (1) Siswa dapat belajar dan maju sesuai dengan kecepatan masing- masing. Materi pelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga mampu memenuhi kebutuhan siswa. Namun pada akhirnya semua siswa diharapkan dapat menguasai materi pelajaran itu (2) Disamping dapat mengulangi materi dalam media cetakan. berpartisipasi/berinteraksi dengan aktif karena harus member respon terhadap pertanyaan dan latihan yang disusun. siswa dapat segera mengetahui apakah jawabannya benar atau salah. baik yang cepat maupun yang lamban memahami.

(3) Proses percetakan media seringkali memakan waktu beberapa hari sampai berbulan bulan tergantung kepada peralatan percetakan dan kerumitan informasi pada halaman cetakan. Media cetak akan selalu ada di tengah tenga media pembelajaran yang lainnya. materi tersebut dapat diproduksi dengan ekonomis dan didistribusikan dengan mudah b) Keterbatasan media cetak (1) Sulit menampilkan gerak dalam halaman media cetakan (2) Biaya percetakan akan mahal apabila ingin menampilkan ilustasi. atau foto yang berwarna warni. 50 dalam bidang ilmu itu. media cetakan cepat rusak dan hilang Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa media cetak sangat penting perannya dalam dunia pendidikan terutama dalam proses pembelajaran. (4) Perbagian unit unit pelajaran dalam media cetakan harus dirancang sedemikian rupa sehinnga tidak terlalu panjang dan dapat membosankan siswa (5) Umumnya media cetakan dapat membawa hasil yang baik jika tujuan pembelajaran itu bersifat kognitif. . gambar. misalnya belajar tentang fakta dan keterampilan (6) Jika tidak dirawat dengan baik.

1980:538). (Ensiklopedi Indonesia.. kain. perkamen dan kertas dengan segala bentuknya: berupa gulungan. lontar. karton dan kayu. Buku dalam arti luas mencakup semua tulisan dan gambar yang ditulis dan dilukiskan atas segala macam lembaran papyrus. sehingga perlu ada kebijakan pemerintah mengenai buku bagi peserta didik. 51 Berkaitan dengan penelitian ini media berbasis cetakan yang dikembangkan adalah berupa buku ajar menggambar busana pokok bahasan proporsi tubuh.” Hal tersebut diatas tentu saja membuktikan bahwa begitu pentingnya peranan media berbasis cetakan berupa buku dalam dunia pendidikan di Indonesia. 2) Buku Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 2 tahun 2008 tentang buku: “menimbang bahwa buku berperan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. di lubangi dan diikat dengan atau dijilid muka belakangnya dengan kulit. Menurut kamus besar bahasa Indonesia Buku adalah susunan atau kumpulan/gabungan kertas-kertas dalam ukuran tertentu yang salah satu fungsinya sebagai bentuk penyimpanan .

dapat menyajikan materi yang seragam mudah di ulang dan sebagainnya. Buku mempunyai nilai tertentu. dapat dijadikan pegangan. . Terbitan ini biasanya digunakan sebagai bahan ajar pada sekolah. Menurut Lasa Hs (2006: 5) Buku merupakan terbitan berisi bidang atau ilmu pengetahuan tertentu yang ditulis oleh seseorang atau lebih atas nama pribadi atau lembaga dengan sistematis yang jumlah halamannya minimal 48 halaman. seperti membantu guru dalam merealisasikan kurikulum. perkuliahan. memancing aspirasi. atau pelatihan-pelatihan dan dapat dipelajari sendiri. 52 data/pengetahuan/sejarah suatu bangsa serta sebagai sumber referensi yang dibutuhkan banyak kalangan. Menurut Sudarwan Danim (2008 : 21) Buku merupakan media yang paling populer dan banyak digunakan ditengah tengah penggunaan media pembelajaran lainnya. memudahkan kontinuitas pelajaran. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa buku merupakan salah satu media berbasis cetakan yang menyajikan informasi penting salah satunya untuk dunia pendidikan sebagai media pembelajaran dan sumber belajar sehingga dapat mempermudah penyampaian informasi atau materi ketika sedang dalam proses belajar mengajar yang disusun secara sistematis.

tujuan pendidikan dan cakupan materi cawu/semester. (2) Buku pelajaran disusun selaras dengan (a) program pendidikan dewasa ini serta proyeksinya pada masa mendatang. sebelum buku pelajaran itu dikembangkan. harus memperhatikan tujuan tertentu yang hendak dicapai melalui pendidikan yang dilakukan dengan menggunakan buku pelajaran yang bersangkutan. (e) kebutuhan dan kemampuan siswa. penyusun atau penulisnya harus terlebih dahulu memahami tujuan satuan pendidikan. 53 a) Prinsip prinsip pengembangan buku ajar Menurut Solichan Abdullah (2008: 12) mengemukakan buku ajar yang disusun dalam kaitan dengan kurikulum. Oleh karena itu. . terutama siswa yang akan menggunakannya. kelas atau satuan pendidikan tertentu. hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini: (1) Dalam mengembangkan buku. (d) perkembangan ilmu dan teknologi. (c) tingkat perkembangan pihak pengguna buku pelajaran itu. (b) arah pembaharuan pendidikan yang sedang dan akan dilakukan.

misalnya buku guru. Materi itu harus dapat disesuaikan dengan kemampuan sekolah serta perangkatnya. dan (g) keadaan lingkungan belajar siswa. Ini tidak berarti bahwa keseluruhannya tidak digunakan dan diganti oleh bahan yang benar-benar lain dari apa yang dikemukakan dalam buku tersebut. Untuk ini buku sebaiknya diterbitkan bersama petunjuk pelaksanaan dan penggunaannya. dalam arti bahwa semua materi yang disajikan di dalamnya tidaklah merupakan sesuatu yang kaku. sehingga orang yang menggunakannya tahu benar bagaimana memanfaatkannya secara efisien. (5) Bahan yang disajikan dalam kurikulum dan buku itu tidak terbatas pada penyelesaian pendidikan di lembaga yang bersangkutan saja. maka buku pelajaran yang telah disusun itu perlu mempunyai keluwesan. 54 (f) keadaan masyarakat di mana sekolah yang bersangkutan berada. (3) Buku pelajaran hendaknya mudah digunakan oleh pihak yang bersangkutan. (4) Sesuai dengan prinsip relevansi dengan keadaan lingkungan sekolah dan siswa yang bersangkutan. . melainkan harus merupakan bahan yang dapat digunakan dalam keseluruhan hidup yang bersangkutan.

buku juga terdiri dari tiga bagian utama: pendahuluan. Menurut Sukarto (2010) kerangka isi dari masing-masing bagian yang lengkap adalah sebagai berikut. (1) Bagian pendahuluan (a) Kata pengantar (b) Daftar isi (c) Penjelasan tujuan buku (d) Petunjuk penggunaan buku (2) Bagian isi (a) Judul bab atau topik isi bahasan (b) Uraian singkat isi pokok bahasan (c) Penjelasan tujuan bab (d) Uraian isi pelajaran (e) Penjelasan Teori (f) Sajian Contoh (g) Ringkasan Isi Bab (h) Soal Latihan (3) Bagian penunjang (a) Daftar Pustaka (b) Lampiran-lampiran c) Hal-hal yang diperhatikan dalam penyusunan buku Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan buku adalah menurut Solichan Abdullah (2008: 17) yaitu: . Ini berarti bahwa bahan yang disajikan itu mencakup hal-hal yang bersangkutan dengan tujuan-tujuan manusia yang lebih tinggi. dan penunjang. 55 dengan anggapan. sajian isi. bahwa pendidikan itu berlangsung tidak hanya selama siswa belajar di sekolah yang bersangkutan. b) Kerangka isi buku Sebagaimana karya tulis yang lain.

gambar. dan apakah ada pesan khusus bagi pengguna buku ajar Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan buku diataranya bahasa. sasaran pembaca adalah siswa SMK program studi Tata Busana. (3) Bila diperlukan. bagaimana struktur buku. siapa khalayak pengguna buku. sasaran pembaca. (6) Dalam bagian Prakata perlu dituliskan mengapa buku ditulis. ilustrasi di dalam buku perlu diperbanyak agar pembaca lebih mudah memahami pesan yang disampaikan penulis buku. (4) Sebuah gambar dapat mengungkapkan lebih dari 1000 kata. Oleh karena itu. . (5) Buku ajar untuk mahasiswa tingkat awal sebaiknya dilengkapi dengan pertanyaan dan cara pemecahan soal. (2) Penggunaan istilah asing (dicetak dalam font italic ). Bahasa dan gambar sesuai dengan isi materi yang disampaikan dan menyangkut kebutuhan siswa akan materi yang disampaikan. ada glossary untuk istilah penting. Struktur buku. 56 (1) Penggunaan bahasa Indonesia. pesan khusus (menyangkut isi/materi). Berkaitan dengan penelitian ini.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa: langkah langkah penyusunan buku meliputi sasaran . Sebaiknya penentuan tema berdasar terhadap kebutuhan sasaran dan tema pada buku belum banyak dibahas oleh penulis lainnya (3) Menyusun alur pembahasan (kerangka tulisan) materi apa saja yang akan dibahas pada buku tersebut. (2) pengumpulan bahan dan data yang diperlukan. untuk kalangan pelajar atau kalangan lainnya (2) Menentukan tema. (4) Pengumpulan bahan dan data (5) Memulai penulisan Menurut Suherli Kusmana (2010) Langkah langkah penyusunan buku pelajaran secara garis besar meliputi: (1) penentuan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK dan KD). remaja. penentuan tema tentunya berkesinambungan dengan sasaran pembaca. 57 d) Langkah langkah menyusun Buku Langkah langkah penyusunan buku yang baik menurut solichan Abdullah (2008: 19) yaitu: (1) Menentukan sasaran. apakah anak anak. orang tua. (3) penyusunan draf buku.

tes keterampilan maupun pemahaman. (2) Aspek Penyajian Materi Aspek ini merupakan aspek tersendiri yang harus diperhatikan dalam buku pelajaran. pemecahan masalah. 58 pembaca. struktur kalimat.org) meliputi : (1) Aspek Isi atau Materi Pelajaran Aspek ini merupakan bahan pembelajaran yang disajikan di dalam buku pelajaran. akurat. dan grafik harus sesuai dengan teks. latihan dan praktik. panjang paragraf. (a) Kriteria materi harus spesifik. (h) Perincian materi harus memperhatikan keseimbangan dalam penyebaran materi. kerangka/alur penulisan. (f) Peta. pengembangan proses. e) Aspek – Aspek Penilaian Buku Aspek-Aspek penilaian Buku yang telah ditetapkan oleh Pusat Perbukuan sejak tahun 2003 (www. Berkaitan dengan pengembangan buku ajar. langkah langkah peyusunan buku ajar mleiputi: penentuan SK dan KD. (b) Informasi yang disajikan tidak mengandung makna yang bias. (d) Rujukan yang digunakan. jelas. tema. harus akurat. tabel. (c) kemenarikan minat dan perhatian siswa. Berkenaan dengan penyajian: (a) tujuan pembelajaran. dan sederhana. dicantumkan sumbernya (e) Ilustrasi harus sesuai dengan teks. pengumpulan data dan penulisan.pusbuk. dan tingkat kemenarikan sesuai dengan minat dan kognisi siswa. . (c) Kosakata. baik yang berkenaan dengan pengembangan makna dan pemahaman. pengumpulan data dan penyusunan draf. dan mutakhir dari segi penerbitan. (b) keteraturan urutan dalam penguraian. (g) Perincian materi harus sesuai dengan kurikulum.

yakni: image. kalimat. keempat aspek penilaian di atas dijadikan dasar untuk menilai kelayakan buku. 59 (d) kemudahan dipahami. penyajian materi. dan wacana. warna) (b) Teks/tipografi ( berhubungan dengan tata huruf. dan penilaian keindahan gaya tulisan) yang berkaitan dengan aspek penyajian materi (c) Kesesuaian (berhubungan dengan kata dan kalimat. yakni: (a) Kemudahan membaca (berhubungan dengan bentuk tulisan atau tipografi. dan wacana) bagi kelompok atau tingkatan siswa. seperti kosakata. fotografi. panjang-pendek. serta (g) latihan dan soal. warna) (c) penggabungan unsur teks dan image Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa aspek penilaian buku beliputi materi. suatu obyek yang dinyatakan dalam bentuk gambar dan tulisan. dan susunan paragraf) yang berkaitan dengan bahasa dan keterbacaan. (3) Aspek Bahasa dan Keterbacaan Aspek bahasa merupakan sarana penyampaian dan penyajian bahan. Ada tiga ide utama yang terkait dengan keterbacaan. paragraph. bangun kalimat. bahasa dan keterbacaan. . (e) keaktifan siswa. ilustrasi. kalimat. ukuran huruf. font. grafika. paragraph. dan lebar spasi) (b) Kemenarikan (berhubungan dengan minat pembaca. penggabungan unsur teks dan image. Aspek keterbacaan berkaitan dengan tingkat kemudahan bahasa (kosakata. Berkaitan dengan penelitian ini. teks. Menurut nugroho (2008) Ada 3 unsur utama yang terkait dengan Grafika. kepadatan ide bacaan. ukuran. (f) hubungan bahan. (4) Aspek Grafika/cetakan Grafika merupakan satu obyek yang digunakan sebagai inspirasi dari suatu tindak imajinasi. frekuensi. (a) Image (berhubungan dengan gambar.

dilihat berdasarkan nilai siswa pada pembelajaran mata diklat menggambar busana setelah mengunakan buku ajar yang dikembangkan. 60 d. Karakteristik efektif dalam sebuah pembelajaran secara umum terdiri dari 2 ciri yaitu: memudahkan peserta didik belajar sesuatu. Efektifitas Media Pembelajaran Berbasis Cetakan Berupa Buku Secara harfiah efektivitas dapat diartikan. 2002: 259). Efektifitas akan menyangkut bagaimana seorang guru membuat peserta didik belajar. Media dikatakan efektif apabila adanya ketercapaain keteuntasan belajar siswa pada mata pelajaran yang di tempuh. Berkaitan dengan penelitian ini. yang di tunjukan oleh lebih dari 80% siswa telah mencapai ketuntasan belajar (Djemari Mardapi (2008: 61). . Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa suatu media bisa dikatakan efektif apabila media yang digunakan bisa memudahkan peserta didik dalam belajar dan bisa menjadikan tujuan pembelajaran tercapai. bersifat mempunyai daya guna dan membawa hasil guna (KBBI. 1996: 12). dan keterampilan tersebut diakui oleh mereka yang berkompeten menilai. (Richad dunned an Ted Wragg. efektifitas dalam konteks media pembelajaran menyangkut adanya daya guna dan membawa hasil guna serta memudahkan peserta didik dalam belajar.

Hasil penelitian Nur Lutfiana (2007) dengan judul Perbedaan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SMK Ibu Kartini Pada Mata Diklat Menggambar Busana Dengan Penggunaan Media Komik Dan Media Gambar Tahun Ajaran 2005/2006. hasil penelitian yang relevan yang digunakan adalah penelitian yang berbasis media cetakan. menyimpulkan bahwa Media komik efektif untuk mencapai prestasi belajar mengambar busana pokok bahasan proporsi tubuh. . menyimpulkan bahwa media jobsheet efektif untuk digunakan dalam pembelajaran di SMK PIRI 2 Yogyakarta. Dari bberapa penelitian yang ada. Hasil penelitian Syaripah Mumtahanah (2008) dengan judul pengembangan modul muatan lokal kitchen bagi siswa kelas XI SMK PI AMBARUKMO. Hasil penelitian yang relevan Kajian dalam penelitian ini perlu mengkaji hasil penelitian yang relevan agar dapat dijadikan bahan perbandingan dan bahan masukan walaupun penelitian tidak berasal dari bidang keahlian yang sama karena belum ditemukan penelitian yang berkaitan dengan media berbasis cetakan berupa buku. 61 B. Hasil penelitian Amalia Ratna Furi (2010) dengan judul pengembanan media pembelajaran jobsheet pada mata diklat konstruksi pola. menyimpulkan bahwa media dengan modul dapat meningkatkan nilai dan efektif dipergunakan siswa pada muatan local kitchen di SMK PI Ambarukmo.

Kerangka berfikir Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana akan tujuan.. tentunya pendidikan tidak terlepas dari proses kegiatan belajar dan mengajar sehingga timbulah proses pembelajaran. perhatian dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya prorses belajar mengajar ke tingkat yang lebih efektif dan efisien. Pada setiap proses pembelajaran ini terdapat beberapa komponen penting salah satunya adalah media. Media pembelajaran dapat diartikan sebagai alat atau wujud yang dapat digunakan sebagai sumber belajar. perasaan. Untuk mencapai tujuan tersebut. Dapat merangsang pikiran. Media cetak akan selalu ada di tengah tengah media pembelajaran yang lainnya. Pembelajaran merupakan suatu perubahan dari peristiwa atau situasi yang dirancang sedemikian rupa dengan tujuan memberikan bantuan atau kemudahan dalam proses belajar mengajar sehingga bisa mencapai tujuan belajar. . Salah satu media yang paling banyak digunakan dalam dunia pendidikan adalah media cetak. dari tidak dapat melakukan sesuatu menjadi mampu membuat atau merubah sesuatu tentuanya ke arah yang lebih baik. Media cetak sangat penting perananya dalam dunia pendidikan terutama dalam proses pembelajaran. dari tidak tahu menjadi tahu. C. 62 Berdasarkan kajian penelitian di atas. dapat disimpulkan bahwa penggunaan media berbasis cetakan efektif untuk digunakan pada pembelajaran.

63 Buku merupakan salah satu media berbasis cetakan yang menyajikan informasi penting salah satunya untuk dunia pendidikan sebagai media pembelajaran dan sumber pembelajaran sehingga dapat mempermudah penyampaian informasi atau materi ketika sedang dalam proses belajar mengajar. yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi standar atau kemampuan produktif pada bidang mengambar busana dan penciptaan desain busana. akan tetapi buku untuk pendidikan kejuruan terutama pada bidang tata busana sangat terbatas. sehingga berpengaruh terhadap pemahaman siswa dan media menjadi sangat terbatas. Buku merupakan salah satu media cetak terbanyak yang digunakan dalam dunia pendidikan. Buku sebagai sumber referensi menyimpan berbagia macam data dan sumber ilmu pengetahuan di berbagai bidang. Mata diklat menggambar busana merupakan salah satu mata diklat program produktif yang terdapat pada bidang keahlian tata busana. Untuk itu pengembang mengembangkan buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ”. sebagian besar dengan terjemahan bahasa asing dan jepang disamping itu buku pokok bahasan proporsi tubuh yang telah ada kurang begitu memperdalam materi. Untuk mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung. Buku ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” berisi materi menggambar tingkat dasar namun materi ini merupakan pondasi utama dalam .

proporsi tubuh. memotivasi siswa. proporsi tubuh dengan tipe natural. D. Penggunaan media berbasis cetakan berupa Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” dalam proses belajar mengajar menggambar busana (Fashion Drawing) diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi siswa dalam menggambar busana. dan berbagai contoh refernsi desain mode dengan pose tipe natural. Sehingga buku ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” efektif dipergunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat. serta dapat memberikan peningkatan nilai siswa pada mata pelajaran menggambambar busana. Pertanyaan Penelitian 1 Bagaimanakah mengembangkan buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung ? 2 Apakah buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natura” layak dipergunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung ? 3 Bagaimanakah efektifitas penggunaan buku ajar ”Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung ? . 64 terwujudnya sebuah desain busana secara utuh dimulai dari anatomi tubuh.

Artinya produk tersebut harus dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dilapangan. prosedur pengembangan. Menurut Sugiyono (2008: 407) Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. teknik pengumpulan data. Berdasarkan kedua pendapat tersebut di atas dapat dikatakan bahwa penelitian dan pengembangan dalam bidang pendidikan dan pembelajaran . Untuk dapat menghasilkan produk tertentu di digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfugnsi di masyarakat luas. Penelitian pengembangan merupakan satu proses atau langkah langkah untuk mengembangakan satu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada yang dapat di pertanggung jawabkan (Nana Syaodih Sukmadinata. dan teknik analisi data A. subjek penelitian. 65 BAB III METODE PENELITIAN Pada Bab III akan diuraikan secara singkat mengenai model pengembangan. dan menguji keefektifan produk tersebut. 2005: 164) jenis penelitian ini dimaksudkan untuk memperbaiki praktik. maka di perlukan penelitian dan pengembangan bersifat longitudual. MODEL PENGEMBANGAN Dalam penelitian ini model yang digunakan peneliti adalah model penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D).

Penelitian dan pengumpulan data (research and information) 2. Pengembangan draft produk (develop preliminary from of product) 4. Menurut Borg & Gall (1983) bahwa penelitian pengembangan memiliki sepuluh langkah pokok sebagai berikut: 1. Uji pelaksanaan lapangan (operasional field testing) 9. Uji coba lapangan ( main field testing ) 7. Uji coba lapangan awal (preliminary field testing) 5. 66 merupakan model penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan dan pembelajaran utuk meningkatkan dan mengembangkan mutu pendidikan dan pembelajaran secara efektif dan efisien. Pengembangan 3. Perencanaan (planning) 3. Penyempurnaan produk hasil uji lapangan (operasional product revision ) 8. Desiminasi dan implementasi ( dessimination and implementation) Model pengembangan media berbasis cetakan berupa buku ini menggunakan model Borg and Gall yang telah disederhankan oleh Anik Gufron. Penyempurnaan produk ahir (final product revision) 10. Ujicoba . Produk dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan mutu pendidikan dalam pembelajaran. (2007: 9) menjadi 4 langkah penelitian yaitu : 1. Perencanaan / studi pendahuluan 2. Merevisi hasil uji coba (main product revision) 6.

B. namun dimaksudkan untuk mempermudah pemahaman konsep. Baik yang menghendaki kehadiran guru maupun tidak. Lengkap Model pengembangan pembelajaran tersebut memenuhi unsure pokok yaitu identifikasi. Tentang pemilihan pengembangan sebagai berikut. Model sederhana membantu pengembang dalam menyelesaikan pengembangan produk. Pengklasifikasin sepuluh langkah model pengembangan menjadi empat langkah tidak mengurangi esensi materi. Ketiga unsure penting tersebut harus ada dalam pengembangan sehingga kelengkapan pengembangan terpenuhi. 67 4. 4. Diseminasi Keempat langkah diatas merupakan bentuk ringkas dari sepuluh langkah model pengambangan Borg & Gall. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan merupakan penjelasan dari model pengembangan yang telah di tetapkan. Hal tersebut didasarkan pada pendapat Mukminan yang dikemukakan oleh Karjiyadi (2008: 64). di ikuti. Luas Jangkauan model pembelajaran yang dirancang cukup luas. dan di gunakan. Artinya model yang dipilih dapat diterima dan dapat diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi. Sederhana Bentuk pengembangan yang sederhana akan mudah dimengerti. 5. modela pembelajaran yang dikembangkan dapat diterapkan adalam segala situasi. 3. Mungkin diterapkan Model pengembangan yang dibuat harus adaptable. Artinya. pengembang harus me. Adapun langkah langkah yang ditempuh dalam prosedur tersebut adalah seperti bagam no. 2. Untuk mmeperoleh bukti. Teruji Metode yang bersangkutan telah teruji dan terbukti memberiaknb hasil yang baik. 1 . 1. dan evaluasi.lakuakn penilaian produk pengembangan melalui review dan penilaian responden. pengembangan.

68 Prosedur Pengembangan Buku ” Panduan Menggambar Proporsi Tubuh:Tipe Natural ” Studi Pendahuluan Wawancara dan Observasi Mengembangkan dan memilih materi Mencari Literatur Menyusun draft buku Pengembangan Produk Validasi dan Revisi Produk Konsultasi Ahli Materi Konsultasi Ahli Media Konsultasi Ahli Evaluasi Revisi dan Analisis Revisi dan Analisis Revisi dan Analisis Uji Coba Revisi dan analisis Diseminasi Bagan 1: Penerapan Model Penelitian Dan Pengembangan Borg And Gall Yang Di Kutip Oleh Anik Gufron (2007:10) .

KKM. yaitu draf buku disusun berdasarkan kurikulum dan kemampuan siswa kelas XI. Dari Hasil wawancara mengenai kesulitan yang sering . serta kesulitan yang sering dihadapi guru dan siswa dalam penyampaian materi menggambar busana. Mengembangkan dan memilih materi proporsi tubuh pada mata diklat menggambar busana. silabus. Pengambilan keputusan tersebut didasarkan pada hasil wawancara guru dan siswa. kompetensi mengggambar busana. Perencanaan/ Studi pendahuluan Perencanaan/studi pendahuluan merupakan satu langkah yang digunakan untuk mengetahui suasana dan keadaan dilapangan atau untuk mengalisis kebutuhan. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kurikulum sekolah. yaitu dengan mempelajari kurikulum dan silabus yang ada di SMK Negeri 1 Gegerbitung. Analisis kebutuhan melalui dua hal yaitu: observasi kelas dan wawancara. Menyusun draft buku. Langkah selanjutnya adalah : a. Draft disusun untuk mempermudah pembuatan media berbasis cetakan berupa buku menggambar prorporsi tubuh tipe natural. Analisis kebutuhan merupakan tahap awal pengembang melakukan pengembangan. Kegiatan observasi kelas ini mengamati seluruh aktifitas proses pembelajaran mata diklat menggambar busana. Sehingga materi yang ada dalam media berbasis cetakan berupa buku sesuai dengan SK Dan KD. Obeservasi kelas dilakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran menggambar busana berlangsung. 69 1. b.

Maka dari sana pengembang akan mengembangkan buku “Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” sesuai dengan kebutuhan siswa. a. presentasi dan evaluasi. soal evaluasi per unit.Pd. daftar pustaka. Pengembangan Produk Pada tahap ini pengembang melakukan langkah-langkah antara lain: merumuskan SK dan KD. Validasi Ahli validasi ahli dilakukan untuk menguji validitas teoritis. pengumpulan bahan dan data dan penyusunan draf buku (penetapan judul. layout lidah cover /sampul depan /belakang. keterbacaan dan grafika) dilakukan oleh ahli media pembelajaran. Validator yang pertama beliau adalah dosen mata kuliah sketsa mode fakultas Teknik program Studi Teknik Busana UNY yang bergelar M. 2. tujuan pembelajaran. penyajian materi per unit. Uji coba ahli materi dilakukan oleh 2 validator. 70 dihadapi siswa pada mata diklat menggambar busana menunjukan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dan pembuatan proporsi tubuh terutama mengenai proporsi tubuh dengan pose. rangkuman per unit. sedangkan . validitas evaluasi dilakukan oleh ahli evaluasi. Ujicoba validitas teoritis (materi/isi) dilakukan oleh ahli materi pada bidang mengggambar busana. sedangkan validitas media (bahasa. Buku ini menjelaskan cara cara pembuatan proporsi tubuh dengan pose yang mudah dan dapat digunakan untuk berbagai macam desain busana yang dibuat. layout cover /sampul depan /belakang.

Validasi evaluasi dilakukan oleh seorang dosen fakultas Teknik program Studi Teknik Busana UNY bergelar M. Validasi ahli materi dan guru mata pelajaran bertujuan untuk memberikan informasi dan mengevaluasi produk media berdasarkan aspek materi. guru mata pelajaran.Pd. Validasi produk dimaksudkan untuk memperoleh kelayakan ujicoba produk buku ajar “Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi. 71 validator ke dua adalah guru menggambar busana di SMKN 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa barat yang bergelar S. validasi ahli media dilakukan oleh seorang dosen mata kuliah media pembelajaran fakultas Teknik program Studi Teknik Busana UNY yang bergelar M. Dengan melibatkan dua validator yang menguasai materi secara mendalam pengembang berharap akan materi yang disajikan lebih berbobot dan valid. Produk awal sebagai hasil pengembangan di validasikan kepada ahli materi. Sementara itu. Validasi ahli media bertujuan memberikan informasi dan mengevaluasi produk media berdasarkan aspek media berupa bahasa dan keterbacaan maupun aspek grafika.Pd. Sedagkan ahli evaluasi bertujuan untuk memberikan penilaian pada evaluasi yang ada pada media buku ajar “ panduan Menggambar . ahli evaluasi dan ahli media.Pd. yang ahli dalam bidang evaluasi pembelajaran.

Uji coba ini melalui dua tahap yaitu ujicoba kelompok kecil. Ujicoba lapangan dilakukan pada 29 responden siswa kelas XI Busana Butik SMK Negeri 1 Gegerbitung. Alasan memilih peserta didik yang berbeda kemampuannya pada mata diklat menggambar busana supaya mengetahui penilaian produk dari masing masing pandangan peserta didik. Ujicoba Kelompok Kecil Ujicoba kelompok kecil dilakukan pada 10 responden. Uji coba produk dimaksudkan mengidentifikasi kesalahan produk buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” sehingga dapat disempurnakan lagi menjadi produk akhir. Uji coba lapangan . 72 Proporsi Tubuh Tipe Natural”. Setelah itu.dan uji coba lapangan a. Hasil uji coba kelompok kecil dijadikan salah satu dasar untuk merevisi produk yang akan di ujicobakan ke tahap selanjutnya. pengembang merevisi produk sesuai dengan masukan ahli tersebut. Masukan ketiga ahli dianalisis untuk melakukan bentuk revisi yang harus dilakukan pengembang. Pemilihan ke sepuluh responden tersebut diambil berdasarkan pertimbangan kemampuannya. Uji Coba Produk yang sudah direvisi di ujicobakan pada siswa. Sehingga uji coba dapat dipertanggung jawabkan kevalidannya. Ujicoba Lapangan. b. 3.

Melalui subyek penelitian ini.45 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat. peneliti memperoleh sejumlah informasi yang diperlukan sesuai dengan tujuan penelitian. D. merupakan uji coba secara menyeluruh kepada siswa kelas XI Busana Butik SMK Negeri 1 Gegerbitung. Uji coba pada tahap ini. Subyek penelitian Menurut Anik Gufron. Data dapat berupa fakta atau angka yang dapat dijadikan bahan untruk menyusun informasi setelah di olah. 4. dengan cara demikian produk dapat diaplikasikan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK terutama di di SMK Negeri 1 Gegerbitung sebagai tempat penelitian utama C. 73 dimaksudkan untuk menguji produk setelah melalui revisi berdasarkan ujicoba kelompok kecil. Teknik Pengumpulan Data Menurut Suharsimi (1996: 147) data adalah fakta fakta yang dapat dipercaya kebenarannya. dkk (2007: 18) subyek penelitian adalah pihak pihak yang akan diungkap dan dinilai kinerjanya dalam suatu situasi penelitian. subyek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI Jurusan Busana Butik SMK N 1 Gegerbitung yang berada di Jl. Pramuka No. . Diseminasi Diseminasi dilakukan untuk menyebarkan produk buku ajar ” Menggambar Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural”.

Instrumen Penelitian Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan adat agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik (Suharsimi Arikunto. pengumpulan data. dana metode pengumpulan data. 74 Teknik pengumpulan data harus memperhatikan jenis data. . pengembangan alat pengambil data. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dapat dilihat pada table dibawah ini: Table 5. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dapat dilakukan dengan acara pengamatan (observasi) wawancara (interview). pemilih alat pengambil data. No Kegiatan Teknik Pengumpulan Responden Data 1 Identifikasi Analisis wawancara dan observasi Guru Dan Siswa Kebutuhan 2 Pengembangan Anket (Mengetahui Ahli media Produk Kelayakan ujicoba) Ahli materi Ahli desian busana Ahli evalusi 3 ujicoba kelompok angket ( mengetahui Siswa SMKN 1 kecil/lapangan persepsi dan kelayakan Gegerbitung kelas XI buku untuk siswa) A Busana butik dengan jumlah 10 siswa 4 desiminasi penyebaran buku siswa SMKN 1 Gegerbitung kelas XI B Busana butik dengan jumlah 30 siswa 1. 1996: 150). Teknik Pengumpulan data. dana angket ( questioner).

75 Instrument yang digunakan adalam penelitian ini adalah angket untuk mengungkap kelayakan media. kriteria pengukuran dari setiap jawaban dapat dilihat dalam table dibawah ini: Table 6. Baik (B). dan di tuangkan kedalam indikator indikator. Untuk jawaban Baik (B) diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dikatakan layak. Angket ini berisi pernyataan/pernyataan untuk di beri tanggapan oleh subyek peneliti yang disusun berdasarkan kajian teoritik yang telah disusun sebelumnya. Kurang (K). Untuk mengetahui kelayakan media berbasis cetakan berupa buku digunakan instrument angket non tes dengan skala likerts yaitu empat alternative jawaban Sangat Baik (SB). selanjutnya di jabarkan dalam butir penyataan/pertanyaan. Dan Untuk jawaban Kurang (K) diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dikatakan . gurumata pelajaran dan siswa. Cukup (C). Kriteria penilaian Pernyataan Jawaban Nilai Sangat Baik (SB) 4 Baik (B) 3 Cukup (C) 2 Kurang (K) 1 Jawaban Sangan Baik (SB) dapat diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dikatakan sangat layak. yang di berikan kepada ahli materi. setelah itu dilakukan pengukuran terhadap suatu objek secara sistematis. ahli media. Untuk jawaban Cukup (C) diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dikatakan cukup layak.

Perincian materi dengan kurikulum . kesesuaian (relevansi) . Table 7: kisi kisi instrument oleh ahli materi dan guru mata pelajaran NO Aspek Indikator 1. 76 kurang layak untuk digunakan. panjang paragraf. .Konsistensi informasi yang disajikan c. Berikut adalah kisi kisi instrumennya: a.Rujukan yang digunakan .Kriteria materi spesifik.kesesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian standar kompetensi . Instrument kelayakan media berbasis cetakan berupa Buku ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ditinjau dari Ahli Materi dan guru mata pelajaran.Kecukupan materi yang memadai .kesesuaian ilustrasi dan teks . dan tingkat kemenarikan b.kesesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian kompetensi dasar . responden hanya memberikan tanda checklist (√) pada jawaban yang paling sesuai.latihan dan praktik. Isi/Materi a. . Instrument untuk Ahli Materi berisikan kesesuaian media pembelajaran dilihat dari isi/materi dan Penyajian materi. kecukupan (adequacy). Dalam hal ini. jelas. dan akurat .kesesuaian Kosakata. . Kisi kisi instrument untuk ahli materi dapat dilihat pada table di bawah ini. keajegan (konsistensi). tes keterampilan maupun pemahaman. struktur kalimat.

.Panjang-pendek. Kesesuaian .Susunan huruf . Instrument untuk ahli media berisikan kesesuain media pembelajaran dilihat dari aspek Grafika. . . Teks/Tipografi .Susunan paragraph 2 Grafika a.Kepadatan ide bacaan. Instrument kelayakan media berbasis cetakan berupa Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ditinjau dari kemediaan. Gabungan image dan teks .Warna b.Lebar spasi b.Jenis font c.Pada lidah sampul (cover) belakang c. Instrument uji kelayakan media berbasis cetakan berupa Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ditinjau dari peserta didik .Pada sampul (cover) depan . Kisi kisi instrument untuk ahli media dapat dilihat pada table di bawah ini.Minat pembaca. Image . .Bentuk tulisan atau tipografi . 77 b. Kemenarikan . .Penilaian keindahan gaya tulisan c. Bahasa dan Keterbacaan. Table 8: kisi kisi instrument oleh ahli media NO Aspek Indikator 1. Ukuran font . Kemudahan membaca Keterbacaan . Bahasa dan a.Ilustrasi .Kata dan kalimat.Ukuran huruf.Gambar .Frekuensi.Pada lidah sampul (cover) depan .Pada sampul (cover) belakang . .

Kata dan kalimat. b. e.Warna e. Bahasa dan a.Pada lidah sampul (cover) depan . .Pada materi .Ukuran font .Lebar spasi b. .Jenis font f. 78 Instrument untuk peserta didik berisikan kesesuain media pembelajaran dilihat dari aspek penyajian materi. Gabungan image dan teks . 3. Image B k li . c. bahasa dan keterbacaan. Teks/Tipografi .Gambar . Kemenarikan minat dan perhatian siswa.Frekuensi. Kesesuaian .Pada sampul (cover) depan .Bentuk tulisan atau tipografi . . Keteraturan urutan dalam penguraian.Ukuran huruf. Grafika d. dan juga grafika. f. Penyajian materi a. d.Pada sampul (cover) belakang . Kisi kisi instrument untuk peserta didik dapat dilihat pada tabel di bawah ini.Pada lidah sampul (cover) belakang .Susunan huruf .Ilustrasi . Kemudahan pemahaman. Table 9: kisi kisi instrument untuk peserta didik NO Aspek Indikator 1.Kepadatan ide bacaan. Tujuan pembelajaran. Latihan dan soal 2. Kemenarikan .Minat pembaca. Keaktifan siswa.Penilaian keindahan gaya tulisan c. . . Kemudahan membaca Keterbacaan .Panjang-pendek.

2. bentuk proporsi Anatomi pengertian anatomi dan anatomi tubuh tubuh manusia beberapa tipe 2 Menggambar anatomi 3. ahli materi dan peserta didik (ujicoba lapangan) sebagai bahan untuk merevisi produk media pembelajaran. d.2 Proporsi tubuh tubuh tubuh manusia dengan (pose) dan tipe tubuh natural tipe natural 2 Menggambar proporsi 3 tubuh dengan pose tipe natural . Kisi kisi instrument untuk ahli evaluasi dapat dilihat pada table di bawah ini.2. Table 10 Kisi-kisi instrumen validasi evaluasi mengenai soal-soal tes pembelajaran Kompetensi Materi No No Indikator Dasar Evaluasi Soal 1 Mendeskripsikan BAB 1 1 Menjelaskan 1. Instrument kelayakan media berbasis cetakan berupa Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ditinjau dari Ahli evaluasi Instrument untuk Ahli evaluasi berisikan soal soal evaluasi pada media yang telah dibuat.4 tubuh manusia tubuh manusia BAB 2 1 Menjelaskan 1.4 tubuh manusia BAB 3 1 Menjelaskan tipe 1. 79 Dari kisi kisi instrument diatas dijadikan dasar dalam menyusun koesioner yang diberikan kepada ahli media. Proporsi tubuh pengertian proporsi tubuh manusia 2 Menggambar proporsi 3.

. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. kebersihan dan kerapihan pengetahuan . Menjelaskan pengertian (kognitif) anatomi dan proporsi 100 tubuh manusia keterampilan . Menurut Sugiyono ( 2008 : 173) instrument yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) valid. maka untuk mengetahui validitas instrumen dari penelitian ini adalah dengan menggunakan validitas konstruksi (Construcy Validity). alat dan bahan yang digunakan 100 . Menggambar anatomi dan (psikomotor) proporsi tubuh . Menggambar anatomi dan proporsi tubuh dengan 100 pose 2. Validitas dan Reliabilitas Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. 80 Table 11 Instrumen penilaian evaluasi mengenai soal-soal tes pembelajaran Variabel skor Aspek yang dinilai Indikator Penelitian max buku sikap (afektif) . Sesuai dengan jenis penelitian yang digunakan.

Dalam penelitian ini instrumen kelayakan buku oleh siswa diuji reliabilitasnya dengan menggunakan uji koefisien Alfa Cronbach (2008: 257). Instrumen dikatakan reliabel jika mampu menghasilkan ukuran yang relatif tetap meskipun dilakukan berulang kali. Dalam penelitian ini Pengujian reliabilitas dengan teknik Alfa Cronbach menggunakan rumus sebagai berikut: k 1 − ∑ si  2 r i = (k − 1)  2  (1)  st  dimana: ri = reliabilitas k = mean kuadrat antara subyek ∑s 2 i = mean kuadrat kesalahan 2 s t = total variansi Rumus untuk total variansi dan variansi item: 2 = ∑x 2 t − (∑ x ) t 2 s t n n2 (2) JKi JKs = − 2 2 s i n n (3) 2 dimana : s t = total variansi . 81 Selain validitas. juga dilakukan pengujian reliabilitas. Rumus ini dipergunakan untuk instrument yang menggunkan jawaban dengan penilaian bertingkat.

Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien menurut Sugiyono (2008: 257). Pedoman interpretasi koefisien Alfa Cronbach Interval Tingkat Keterandalan Koefisien 0. Untuk melihat validitas setiap pertanyaan dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation. Jika nilai Corrected Item-Total Correlation lebih besar dari r tabel (0.361). maka pertanyaan tersebut dikatakan valid.799 Tinggi 0.40 – 0.199 Sangat Rendah 0.00 – 0. Untuk reliabilitas dapat dilihat pada tabel . yaitu hasil korelasi antara tiap butir pertanyaan dengan totalnya yang dilakukan koreksi variansnya.399 Rendah 0. Tabel 12. dijelaskan pada Tabel 3 tentang pedoman interpretasi koefisien Alfa Cronbach.60 – 0.599 Sedang 0. 82 2 s i = variansi item JK i = jumlah kuadrat seluruh skor item JK s = jumlah kuadrat subyek n = jumlah skor Nilai koefisien Alfa Cronbach yang sahih apabila r hitung ≥ 0.80 – 1. 2009: 284).000 Sangat Tinggi Validitas dan reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Sofyan Yamin dan Heri Kurniawan.20 – 0.3 .

7). Pengujian keefektifan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” dilakukan dengan tes unjuk kerja pada ujicoba lapangan dengan uji eksperimen One-Group Pre Test-Post Test Design yaitu membandingkan efektifitas keadaan sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakuan.7 (>0. Jika nilai Cronbach’s alpha lebih dari 0. Setelah itu nilai dan di terjemahkan kedalam kriteria pengukuran penilaian yang ada di SMK Negeri 1 Gegerbitung yang dapat dilihat dalam table dibawah ini: . maka semua pertanyaan tersebut dapat dikatakan reliabel. Aspek yang dinilai untuk mengetahui efektifitas pengembangan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat Menggambar Busana adalah berdasarkan perbandingan hasil Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan buku ) dan Post Test (pembelajaran sesudah menggunkan Buku) desain ini dapat digambarkan sebagai berikut: x nilai Pre Test (sebelum menggunakan buku) nilai Post Test (sesudah menggunakan buku) Efektivitas Buku “Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” diukur dengan cara membandingkan antara nilai dan . 3. 83 reliability statistics. Efektifitas Menurut Sugiono (2009: 414) untuk mengukur efektifitas produk dapat dilakukan dengan cara membandingkan dengan keadaan sebelum dan sesudah menggunakan produk.

Kriteria Penilaian di SMK Negeri 1 Gegerbitung NILAI kategori Batasan Nilai Sangat Baik (A) > 90 Baik (B) 75-89 Cukup (C) 60 – 74 Kurang (D) < 59 Nilai Sangat Baik (A) dapat diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan sangat Efektif. Teknik Analisis Data Teknik analisis data diperlukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan penelitian sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh penliti. E. Untuk jawaban Cukup (C) dapat diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan Tidak Efektif. (Sugiyono. 84 Table 13. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik deskriptif. . 2008: 208). Untuk jawaban Baik (B) dapat diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan Efektif. Dan Untuk jawaban Kurang (D) dapat diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan Sangat Tidak Efektif. Teknik analisis data statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisai.

yaitu dengan menjabarkan variabel penelitian menjadi indikator variabel kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Untuk mendeskripsikan varibael variable penelitian. modus (Mo) dan simpangan baku (SD). median (M). rumus rumus statistic tersebut diuraikan sebagai berikut: a. 2007) b. Mean (Me) Me = Keterangan: Me = nilai rata rata 𝛴𝛴X = jumlah nilai N = nilai subyek ( Suharsimi Arikunto. median (M) M =B + Keterangan: M = median . 85 1. Analisis kelayakan Buku Kelayakan pengembangan Buku ”Menggambar Busana: Tipe Natural” oleh Siswa (subyek Ujicoba) menggunakan instrument non tes (angket) dengan skala likert. maka digunakan analisis dengan rumus yang digunakan meliputi perhitungan rerata mean (Me).

5 SD) sampai dengan Mi = rendah (Mi – 1. Untuk penilaian .5 SD) ke atas = Sangat Tinggi Mi sampai dengan (Mi + 1. simpangan baku (SD) SD = Menurut sudjana (1992) untuk mengidentifikasi kecenderungan variable penelitian.5 SD) = sangat rendah Klasifikasi tersebut disusun berdasarkan kurve normal dengan menggunkan skor ideal yang diperoleh dari instrument.5 SD) = Tinggi (Mi – 1. 86 B = batas bawah nyata dari interval yang mengandung median Cfb = frekuensi kumulatif (frekuensi meningkat dibawah interval yang mengandung interval) i = interval kelas fm = frekuensi dalam kelas interval yang mengandung median N = jumlah kasus ( Suharsimi Arikunto. digunakan klasifikasi kecenderungan rerata ideal sebagai kriteria bandingan yang di kelompokan menjadi empat klasifikasi yaitu: (Mi + 1. 2007) c. modus (Mo) Mo = 3 Me – 2M d.

Bila hasil nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku) lebih tinggi dari hasil nilai Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan buku ) maka pembelajaran dengan menggunakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” dinyatakan Efektif. menghitung SD ideal yaitu 1/6 ( skor tertinggi . sedangkan penilaian sangat rendah diartikan menjadi tidak layak. Selanjutnya rumus dan kategori diatas disusun melalui langkah langkah sebagai berikut: a. menghitung rata rata ideal/mean ideal yaitu : ½ ( skor tertinggi + skor terendah) c. penilaian kategori tinggi diartikan menjadi layak. .skor terendah) 2. menentukan skor terndah dan skor tertinggi b. 87 sangat kategori sangat tinggi diartikan menjadi sangat layak. Analisis uji efektifitas buku Efektivitas Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana diukur dengan cara membandingkan antara hasil nilai Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan buku) dan hasil nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku). penilaian kategori rendah diartikan menjadi kurang layak.

45 Sukabumi Jawa Barat. Analisis ini meliputi dua hal yaitu: dengan wawancara guru dan siswa serta observasi kelas. Hasil Pengembangan Pengembangan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural” ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang telah disederhanakan oleh Anik Gufron. 88 BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini telah mengembangkan suatu media berbasis cetakan berupa Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana. Adapun proses pengembangannya dapat di deskripsikan sebagai berikut: 1. A. Studi Pendahuluan Studi pendahuluan merupakan langkah awal untuk analisis kebutuhan yang digunakan untuk mengetahui keadaan sekolah dan keadaan kegiatan pembelajaran di SMKN 1 Gegerbitung. Penelitian ini di lakukan di SMK Negeri 1 Gegerbitung yang berada di jalan pramuka No. a. Wawancara 1) Hasil wawancara kepada Guru a) Kompetensi yang diharapkan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana yaitu siswa diharapkan mampu memiliki wawasan dan keterampilan yang luas terutama kemampuan dalam mencipta sebuah rancangan desain busana .

membuat mata. Ada beberapa buku yang menjelaskan cara membuat proporsi tubuh tetapi tidak mengerti karena menggunakan bahasa asing d) Harapan siswa supaya pembelajaran mata diklat menggambar busana menjadi lebih mudah yaitu dengan adanya contoh gambar . ketersedian media dari sekolah seperti buku buku untuk desain sangat minim. tangan. Pengadaam buku buku di Perpustakaan tidak lengkap. b) Metode yang digunakan oleh guru pada pembelajaran mata diklat menggambar busana menggunakan metode ceramah dan memberikan tugas menggmbar c) Media yang digunakan hanya papan tulis dan beberapa contoh gambar dengan fotocopy. dan kaki. 89 b) Metode yang digunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana menggunakan metode ceramah dan tugas terstruktur c) Media yang digunakan hanya papantulis dan beberapa contoh gambar dengan fotocopy. berbeda untuk buku-buku mata diklat lainnya. terutama membuat desain dengan menggunakan pose. bentuknya menjadi tidak bagus. 2) Hasil wawancara kepada Siswa a) Pelajaran menggambar busana sangat sulit.

Fasif √ siswa yang fasif karena merasa kesulitan dalam pembuatan gambar. Gambar/chart √ Pada pembelajaran d. Hand out √ menggambar busana guru e. e. dan adanya media mungkin seperti buku buku tentang desain. diskusi √ digunakan oleh guru adalah d. Table 14. job sheet √ menggunakan media papan f. Buku/modul √ c. 90 yang lebih bagus supaya lebih semangat. Observasi Kelas Kegiatan observasi atau pengamatan dilakukan untuk mengetahui permasalahan pada kegiatan pembelajaran menggambar busana sehingga peneliti memilih media yang pas untuk di kembangkan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana. Tanya jawab. disamping itu tidak ada contoh atau media yang bisa dijadikan panduan mereka ketika sedang menggambar . b. LCD/Komputer √ gambar yang sudah di h. Transfaransi √ tulis dan menggunakan g. aktif √ pada saat pelajaran banyak b. Lain lain (Poto √ photocopy berulang kali Copy) 2 Penggunaan Metode Pembelajaran a. Eksperimen √ 3 Sikap Siswa a. Papan tulis √ b. Kerja Kelompok √ pemberian tugas f. tanya jawab √ Metode yang sering c. Pemberian tugas √ g.Hasil observasi kelas mata diklat menggambar busana No Aspek yang diamati Ya Tidak Keterangan 1 Penggunaan Media a. Ceramah √ b. Demonstrasi √ ceramah.

Sehingga bahasa menjadi permasalahan yang cukup rumit. dapat diuraikan bahwa proses dan pelaksanaan pembelajaran menggambar busana kurang maksimal karena keterbatasan media sehingga berpengaruh terhadap minat siswa yang menyebabkan siswa merasa sangat kesulitan terutama pada pokok bahasan proporsi tubuh dengan pose. Pada tahap ini pengembang melakukan langkah-langkah antara lain: a. Banyak siswa merasa kesulitan dan merasa gagal sehingga menyerah dan menggambar seaadanya saja. modul. video. waktu dan persipan guru untuk menyiapkan materi dalam bentuk media pembelajaran berupa job sheet. Pengembangan Produk Tahap selanjutnya dalam proses pengembangan ini adalah pengembangan produk media berbasis cetakan berupa buku untuk peserta didik SMK program studi busana butik. 91 Berdasarkan hasil wawancara dan observasi tersebut. Disamping itu pengadaan buku teks/buku referensi diperpustakaan terutama untuk mata pelajaran menggambar busana sangat kurang. Selain itu. Merumuskan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang sudah tertulis dalam silabus. . keterbatan kemampuan. 2. hand out. ppt ataupun media yang lainnya menjadi salah satu kendala utama. Ada beberapa buku yang mempelajari proporsi tubuh akan tetapi penyajiannya dalam bahasa asing.

2) Tujuan pembelajaran. judul pada buku harus menggambarkan secara global tentang materi yang akan di tuangkan dalam buku. 92 Dalam penelitian ini standar kompetensinya adalah menggambar busana sedangkan kompetensi dasarnya adalah mendeskripsikan bentuk bentuk proporsi dan anatomi beberapa tipe tubuh manusia. internet. computer. seperti materi dari berbagai buku sumber. membuat gambar. c. alat alat menggambar. proporsi. peneliti mengumpulkan bahan dan data yang diperlukan untuk kelengkapan pembuatan produk. Mengumpulkan bahan dan data yang diperlukan. b. dan dokumen pendukung lainnya. dan desain yang diperlukan. Penyusunan draf buku dirumuskan melalui tahapan sebagai berikut: 1) Menentukan judul. setelah mempelajari buku ini diharapkan siswa dapat: a) Menjelaskan pengertian anatomi tubuh manusia b) Menjelaskan bagian bagian dari anatomi tubuh mnausia c) Menggambar anatomi tubuh manusia d) Memahami pengertian proporsi tubuh manusia . Judul buku pada pengembangan ini adalah: Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural. Penyusunan draf buku. Pada tahap ini pengembang memanfaatkan sumber sumber dari buku. Pada tahap ini.

layout lidah cover /sampul depan /belakang. d. (3) proporsi tubuh manusia dengan (pose) tipe natural a) Menyusun rangkuman per unit b) Menyusun soal evaluasi per unit c) Daftar pustaka d) Referensi mode e) Menyusun layout cover /sampul depan /belakang. Validasi ahli bertujuan untuk menguji kelayakan ujicoba Sebelum produk di ujicobakan kepada subyek ujicoba dan buku (produk) benar benar dinyatakan layak oleh subyek ujicoba Penentuan kelayakan ujicoba Buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural”. (2) proporsi tubuh manusia. di ukur melalui hasil pengukuran Ahli Materi . Validasi Ahli Kegiatan pengembangan produk dilanjutkan dengan validasi ahli. berisi: (1) anatomi tubuh manusia. 3) Menyusun naskah materi ( sesuai SK. 93 e) Menjelaskan cara cara menggambar dengan proporsi tubuh f) Menggambar proporsi tubuh manusia g) Memahami beberapa macam tipe manusia h) Menjelaskan wanita dengan tipe natural i) Menggambar proporsi tubuh wanita (dengan pose) tipe natural. KD ) Materi yang disajikan pada media berbasis cetakan berupa buku ini.

skor maksimal = 4.Pd) dan guru mata pelajaran menggambar busana (Ibu Nurbaeti. dapat dibuatkan table kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli materi.5 1 sangat rendah < 3.2 TOTAL .). Table 15: Kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli materi. Data yang didapat dari para ahli tersebut menunjukan kelayakan buku untuk di ujicobakan pada subyek ujicoba. maka dapat diketahui nilai skor keseluruhan adalah 37. S.2 .). kelas Kategori Interval 4 Sangat tinggi > 3. M. nilai rata rata ideal (Mi) = 3. Berikut hasil pengujian dari masing masing validator: 1) Ahli Materi Berdasarkan hasil penilaian kelayakan Ujicoba buku oleh ahli materi.8 3 tinggi 3.5 -3. skor minimal = 3.).8 2 rendah 3.Pd.Pd. S. M. Ahli Evaluasi (Widihastuti.2..5 dan standar deviasi ideal 0. Berdasarkan hasil perhitungan pengkategorian tersebut. Afif Ghuruf.3. Saran yang ada pada instrumen dipergunkaan untuk bahan pertimbangan penyempurnaan produk. 94 (Bpk.Pd. Ahli Media (Ibu Prapti karomah. Sehingga dapat dilakukan perhitungan pengkategorian untuk kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku.

Revisi ahli materi No Komentar/saran Tindak lanjut 1 Penggunaan bahasa asing pada judul Merubah judul kedalam “ The Body proportion: natural bahasa Indonesia Type” dirubah menjadi bahasa Indonesia 2 Penggunaan judul dengan materi Mengganti judul harus lebih berkesinambungan menjadi “ Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: tipe natural” Berdasarkan hasil validasi ahli materi. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi kategori layak. Modus (Mo) = 4. Median (M) = 4. maka diketahui hal hal yang perlu di revisi dari ahli materi antara lain : Tabel 16. media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi. 95 Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. Beberapa yang dinilai antara lain mengenai kesesuaian (relevansi). dan kecukupan (adequacy). Ahli materi memberikan penilaian dan saran dari aspek materi pada Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural”.7.7 apabila dilihat berdasarkan tabel diatas maka nilai tersebut berada pada kategori tinggi.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 3. keajegan (konsistensi). . untuk nilai rata rata (Me) 3. Dengan demikian. Setelah ahli melakukan penilaian.

maka dapat diketahui nilai skor keseluruhan adalah 74.8 3 tinggi 3.2 .7 apabila dilihat berdasarkan table diatas maka nilai tersebut berada pada kategori tinggi. kelas Kategori Interval 4 Sangat tinggi > 3.3. median (M) = 4.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 3. 96 2) Ahli Media Berdasarkan hasil penilaian kelayakan Ujicoba buku oleh ahli media. dapat dibuatkan table kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli media. untuk nilai rata rata (Me) 3. skor maksimal = 4.7 . skor minimal = 3. . Sehingga dapat dilakukan perhitungan pengkategorian untuk kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku.5 -3. nilai rata rata ideal (Mi) = 3.8 2 rendah 3. Ahli Media memberikan penilaian dan saran dari aspek kemediaan pada Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural”. Dengan demiakian. Berdasarkan hasil perhitungan pengkategorian tersebut.2 TOTAL Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. Table 17: Kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli media. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi kategori layak.5 1 sangat rendah < 3. modus (Mo) = 4.2.5 dan standar deviasi ideal 0.

. Revisi Ahli Media No Komentar/saran Tindak lanjut 1 Gambar pada lidah sampul memperjelas gambar pada lidah perlu di perjelas sampul dengan bantuan Adobe Photosoph 2 tulisan per unit perlu di Menganti color pada tulisan dari hitamkan abu abu menjadi lebih gelap Berdasarkan hasil validasi ahli media. 97 Beberapa yang dinilai antara lain mengenai bahasa dan keterbacaan. nilai rata rata ideal (Mi) = 3. dapat dibuatkan table kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli evaluasi. 3) Ahli Evaluasi Berdasarkan hasil penilaian kelayakan Ujicoba buku oleh ahli media.2. skor minimal = 3. Setelah ahli melakukan penilaian. Berdasarkan hasil perhitungan pengkategorian tersebut. Sehingga dapat dilakukan perhitungan pengkategorian untuk kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku. media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi.5 dan standar deviasi ideal 0. maka diketahui hal hal yang perlu di revisi dari ahli materi antara lain : Tabel 18. grafika. skor maksimal = 4. maka dapat diketahui nilai skor keseluruhan adalah 38.

5 .8 2 rendah 3. 98 Table 19: Kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli evaluasi .3. untuk nilai rata rata (Me) 3. Beberapa yang dinilai antara lain mengenai penataan dan penggunaan kalimat Tanya. kelas Kategori Interval 4 Sangat tinggi > 3. Ahli evalusi memberikan penilaian dan saran pada soal evaluasi per unit pada Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural”.2 .5 1 sangat rendah < 3. Dengan demiakian.5 apabila dilihat berdasarkan table diatas maka nilai tersebut berada pada kategori tinggi.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 3. maka diketahui hal hal yang perlu di revisi dari ahli evaluasi antara lain : Tabel 20 Revisi Ahli Media No Komentar/saran Tindak lanjut 1 unit 1 soal no 1: memperbaiki soal seberapa pentingkah dirubah menjadi evaluasi sesuai saran jelaskan pentingnya 2 unit 3 soal no 3 memperbaiki soal analisis di rubah menjadi analisilah evaluasi sesuai saran .8 3 tinggi 3. Setelah ahli melakukan penilaian. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi kategori layak. modus (Mo) = 3.5 -3. median (M) = 3.2 TOTAL Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16.

8 apabila dilihat berdasarkan table diatas maka nilai . maka dapat diketahui nilai skor keseluruhan adalah 38. skor maksimal = 4.5 1 sangat rendah < 3.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 3.3.5 dan standar deviasi ideal 0. 99 Berdasarkan hasil validasi ahli media. modus (Mo) = 4.8 3 tinggi 3. Berdasarkan hasil perhitungan pengkategorian tersebut.5 -3. median (M) = 4. skor minimal = 3. 4) Guru mata pelajaran Berdasarkan hasil penilaian kelayakan Ujicoba buku oleh ahli media. dapat dibuatkan table kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli evaluasi. kelas Kategori Interval 4 Sangat tinggi > 3. nilai rata rata ideal (Mi) = 3. media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi. Table 21: Kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli evaluasi .8 2 rendah 3. Sehingga dapat dilakukan perhitungan pengkategorian untuk kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku.2 . Dengan demiakian.8 .2 TOTAL Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. untuk nilai rata rata (Me) 3.2.

media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan Sangat layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi. bahasa dan keterbacaan serta aspek grafika untuk dipergunakan pada mata diklat menggambar busana. Uji coba dilakukan untuk mengetahui kelayakan buku.Setelah ahli melakukan penilaian. keajegan (konsistensi). Guru Mata pelajaran memberikan penilaian dan saran dari aspek materi pada Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural”. apakah bisa dikatakan layak baik dari aspek materi. Penilaian kategori Sangat tinggi ini diartikan menjadi kategori Sangat layak. Uji coba ini melalui dua tahap yaitu ujicoba kelompok kecil. Beberapa yang dinilai antara lain mengenai kesesuaian (relevansi). Ujicoba produk Produk yang sudah direvisi di ujicobakan pada siswa. maka diketahui hal hal yang perlu di revisi dari ahli materi antara lain : Tabel 22 Revisi Guru Mata Pelajaran No Komentar/saran Tindak lanjut 1 Judul memakai bahasa Indonesia saja Merubah judul kedalam bahasa Indonesia 2 mengganti judul menjadi “ Panduan mengganti judul Menggambar Proporsi Tubuh: tipe menjadi “ Panduan natural” pas dengan materi yang Menggambar Proporsi disajikan Tubuh: tipe natural” Berdasarkan hasil validasi ahli media. dilakukan pada 10 responden dan uji coba . 3. dan kecukupan (adequacy). 100 tersebut berada pada kategori Sangat tinggi.

dan merevisi produk sesuai saran para ahli. 101 lapangan. Ujicoba kelompok kecil Setelah melalui tahap validasi ujicoba oleh para Judgement Expert.45 1 10% 2 rendah 99. aspek bahasa dan keterbacaan dan aspek grafika pada Buku ”Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” dengan cara mengisi angket yang telah disediakan. Uji coba ini dilakukan pada siswa kelas XI Busana Butik SMK Negeri 1 Gegerbitung.55 3 30 % TOTAL 10 100% . siswa memberikan penilaian dan saran dari aspek penyajian materi.112. nilai terendah = 93. a.45 5 50% 3 tinggi 106 . nilai tertinggi = 119.3. Berdasarkan hasil penilaian kelayakan buku pada kelompok kecil. Table 23 Kategori kelayakan buku Jumlah Presentase kelas Kategori Interval siswa (%) 4 Sangat tinggi > 112. rata rata ideal (Mi) = 106 dan standar deviasi ideal 4. dapat dibuatkan table kategori kelayakan media berbasis cetakan berupa buku. dilakukan pada 29 responden. Berdasarkan hasil perhitungan pengkategorian tersebut. sehingga dapat dilakukan perhitungan pengkategorian untuk kelayakan media berbasis cetakan berupa buku. maka dapat diketahui skor keseluruhan = 1090. tahap selanjutnya adalah ujicoba kelompok kecil.55-106 1 10 % 1 sangat rendah < 99.

00. modus (Mo) = 119 dan standar deviasi (SD) = 10. maupun grafika.50. Sehingga media berbasis cetakan berupa buku pada ujicoba kelompok kecil dinyatakan layak baik dari segi penyajian materi. sehingga pertanyaan dalam angket tersebut dikatakan valid.0 for windows pada rumus Alfa Cronbach pada uji coba kelompok kecil diketahui nilai corrected item-total correlation lebih besar dari r tabel (0.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 109. kategori rendah dicapai oleh 1 siswa (10%) dan kategori sangat rendah dicapai oleh 3 siswa (30%). . Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi layak. Angket yang digunakan dalam penentuan kelayakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ini merupakan instrumen yang valid dan reliabel Dari hasil olah data dengan bantuan program SPSS versi 16. Data tersebut menunjukan bahwa media berbasis cetakan berupa buku berpusat pada kategori tinggi. 102 Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16.614 Dengan demiakian. median (M) = 111. berdasarkan table diatas juga dapat diketahui pula kategori sangat tinggi dicapai oleh 5 siswa (50%).00 apabila dilihat berdasarkan table diatas maka nilai tersebut berada pada kategori tinggi yang dicapai oleh 1 siswa (10 %). untuk nilai rata rata (Me) 109. bahasa dan keterbacaan. Selain itu.361).

tahap selanjutnya adalah merevisi buku sesuai dengan data yang didapat pada ujicoba kelompok kecil.7). Ujicoba lapangan Setelah melalui tahap ujicoba kelompok kecil dan mengadakan revisi.977 atau lebih dari 0.7 (>0. maka diketahui hal hal yang perlu di revisi dari siswa (Uji Kelompok Kecil) antara lain : Tabel 24 Kelayakan buku oleh siswa (Uji Kelompok Kecil) No Komentar/saran Tindak lanjut 1 penjelasan bentuk kepala tidak begitu memperjelas rincian jelas (halaman 11) penjelasan bentuk kepala (hal: 11) 2 kesalahan tulisan (hal: 23) unit 2 Memperbaiki proporsi tubuh kesalahan tulisan Berdasarkan hasil penilaian. skor . = skor maksimal = 117. maka semua pertanyaan dalam angket dapat dikatakan reliable. Selain itu nilai Cronbach’s alpha = 0. Setelah siswa (Uji Kelompok Kecil) melakukan penilaian. komentar dan saran dari siswa ujicoba kelompok kecil. maka dapat diketahui nilai skor keseluruhan 3045. maka tahap selanjutnya adalah ujicoba lapanagan. Setelah melakukan revisi. buku di ujicobakan pada ujicoba lapangan. 103 Reliabilitas instrumen pada tabel reliability statistics diketahui nilai Cronbach’s alpha = 0. Berdasarkan hasil penilaian kelayakan buku pada ujicoba lapangan.977 di konsultasikan pada tabel tingkat keterandalan sehingga tingkat keterandalan untuk instrumen kelayakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” Sangat Tinggi. b.

00 apabila dilihat berdasarkan table diatas maka nilai tersebut berada pada kategori tinggi yang dicapai oleh 4 siswa (13. Table 25 Kategori kelayakan buku Jumlah Presentase kelas Kategori Interval siswa (%) 4 Sangat tinggi >109. untuk nilai rata rata (Me) 105. sehingga dapat dilakukan perhitungan pengkategorian untuk kelayakan media berbasis cetakan berupa buku. median (M) = 105.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 105.102.8 % 2 rendah 95. nilai rata rata ideal (Mi) = 102.7 13 44.00.3 . .807.7 4 13.8% 3 tinggi 102.00. dapat dibuatkan table kategori kelayakan media berbasis cetakan berupa buku.8. Sehingga media berbasis cetakan berupa buku dinyatakan layak baik dari segi penyajian materi. Dengan demiakian.3 % 1 sangat rendah <95.1 % TOTAL 29 100% Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. bahasa dan keterbacaan. Data tersebut menunjukan bahwa media berbasis cetakan berupa buku berpusat pada kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan pengkategorian tersebut. Penilaian kategori sangat tinggi ini diartikan menjadi layak. dan grafika untuk digunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana.8 %).3 9 31. modus (Mo) = 117 dan standar deviasi (SD) = 10.5 .5 dan standar deviasi ideal 4.5 3 10.109. 104 minimal = 88.

Selain itu nilai Cronbach’s alpha = 0.7 (>0.7). Dari hasil olah data dengan bantuan program SPSS versi 16. sehingga pertanyaan dalam angket tersebut dikatakan valid. 105 Selain itu.361). kategori rendah dicapai oleh 3 siswa (10. berdasarkan table diatas juga dapat diketahui pula kategori sangat tinggi dicapai oleh 13 siswa (44. 4.974 di konsultasikan pada tabel tingkat keterandalan sehingga tingkat keterandalan untuk instrumen kelayakan buku ” Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” Sangat Tinggi.0 for windows pada rumus Alfa Cronbach pada uji coba Lapangan diketahui nilai corrected item-total correlation lebih besar dari r tabel (0.8 %).974. maka semua pertanyaan dalam angket dapat dikatakan reliable. atau lebih dari 0. Reliabilitas instrumen pada tabel reliability statistics diketahui nilai Cronbach’s alpha = 0.1 %). Angket yang digunakan dalam penentuan kelayakan buku ” Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ini merupakan instrumen yang valid dan reliabel.3 %) dan kategori sangat rendah dicapai oleh 9 siswa (31. Desiminasi Diseminasi dilakukan untuk melihat efektifitas buku yaitu dengan cara menyebarkan produk Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” dengan cara demikian produk dapat diaplikasikan pada pembelajaran mata .

Nilai yang dihasilkan peserta didik pada pembelajaran menggambar busana di SMK negeri 1 Gegerbitung adalah sebagai berikut: KKM 75 Gambar 1: Grafik hasil nilai Pre Test dan Post Test Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Ntural Dari hasil grafik diatas terlihat signifikasi nilai sebelum menggunakan buku dan setelah penggunaan buku pada masing masing responden. . Penentuan Efektifitas pengembangan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana diukur dengan cara membandingkan antara hasil nilai Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan buku ) dan hasil nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku). 106 diklat menggambar busana di SMK terutama di SMK Negeri 1 Gegerbitung sebagai tempat penelitian utama.

63636 82. Hasil penilaian .27273 82.45455 3 Ekoy 82.90909 4 Ria Nur Azizah 81.18182 82. dengan Mean sebesar 80.54545 14 Nuraisyah 81.18182 24 Neneng Sulastri 81.90909 81.27273 83. 107 Table 26.36364 80.09091 19 Miawati 81.63636 29 Yuni Rahayu 77.09091 13 Ana Anugrah 80.72727 82.63636 17 Novi Rahayu 79.54545 82.45455 82.09091 82.72727 23 Atickah Hr 81.27273 18 Yani Nurhayati 81.81818 28 Sani S 81.63636 79.81818 83.18182 25 Rika Erawati 73.54545 81.81818 16 Dini Maryani 81.54545 8 Diah 79.72727 81.45455 12 Dewi Maelani 79.72727 6 Gita Siti N 81.90909 82.27273 5 Arin 79.72727 10 Siti Syarah 78 79.36364 82.63636 82.17.81818 27 Farida Agustina 78.72727 81.27273 Berdasarkan hasil penilaian Pre Test diperoleh skor terendah sebesar 74.90909 26 Siti Lisnawati 80.36364 82.90909 2 Lela r 82.81818 11 Ucu M 80.45455 15 Siti Wulandari 77.54545 81. skor tertinggi sebesar 83.90909 79.36364 81.27273 81.36364 22 Neng Femi 78.45455 81.36364 79.90909 81.09091 9 Ai Maryamah 81.63636 84.18182 79.90909 7 Siti Maryani 82.72727 21 Siti Rodiah 79. Daftar Nilai Menggambar Busana Pokok Bahasan Proporsi Tubuh Kleas XI No Nama Siswa Nilai Pre Test Nilai Post Test 1 Endah Jubaedah 79.09091 20 Nina Yuliani 79.

77. dengan Mean sebesar 81. Kategori Hasil Nilai Pre Test Kategori Batasan nilai Jumlah siswa Presentase Sangat Baik (A) > 90 0 0% Baik (B) 75-89 28 97% Cukup (C) 60 – 74 1 3% Kurang (D) < 59 0 0% Jumlah 29 100% (C) 3% (A) 0% (D) 0% (B) 97% Gambar 2: Pie Chart Presentase Pre Test Data yang diperoleh dari nilai pre test menunjukan bahwa 28 orang siswa (97%) berada pada kategori (B) baik dan 1 orang siswa (3%) pada kategori (C) cukup atau di bawah KKM. Untuk mengetahui tingkat efektifitas penggunaan buku dapat dilihat pada hasil nilai siwa yang di konversikan kedalam kriteria penilaian di SMK Negeri 1 Gegerbitung. Table 27. skor tertinggi sebesar 84. . 108 Post Test diperoleh skor terendah sebesar 80.

pada kriteria penilaian di SMK Negeri satu gegerbitung. 109 Table 28. Nilai post test 29 siswa (100%) ada pada kategori Baik (B) dengan presentase 100% dan dapat diartikan hasil nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku) efektif. . Untuk melihat efektifitas penggunaan buku. Kategori Hasil Nilai Post Test Kategori Batasan nilai Jumlah siswa Presentase Sangat Baik (A) > 90 0 0% Baik (B) 75-89 29 100% Cukup (C) 60 – 74 0 0% Kurang (D) < 59 0 0% Jumlah 29 100% (B) 100% Gambar 3: Pie Chart Presentase Post Test Data yang diperoleh dari nilai post test menunjukan bahwa 29 orang siswa (97%) berada pada kategori (B) baik.

Studi Pendahuluan Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang di peroleh dari hasil observasi dan wawancara dengan guru dan siswa. Faktor faktor inilah yang membuat proses dan pelaksanaan pembelajarannyapun menjadi kurang maksimal. Selain . serta aspek grafika untuk dipergunakan untuk pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK negeri 1 gegerbitung. menggambar mata. 110 B. dapat diketahui beberapa permasalah dan kompetensi yang perlu di kembangkan.. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R & D (Research and Development). a. Banyak siswa merasa kesulitan dalam menggambar busana terutama menggambar proporsi tubuh dengan pose. aspek bahasa dan keterbacaan. Merupakan serangkaian kegiatan dan proses untuk menghasilkan sebuah produk media pembelajaran berbasis cetakan berupa buku yang layak baik dari aspek penyajian materi. Pengembangan Buku “Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural” Pada Pembelajaran Mata Diklat Menggambar Busana di SMKN 1 Gegerbitung Sukabumi. PEMBAHASAN 1. Metode pembelajaran untuk mata diklat menggambar busana hanya menggunakan metode ceramah. Seringkali mereka merasa gagal karna bentuk yang tidak begitu bagus sehingga menyerah dan menggambar seaadanya saja. dan pemberian tugas belum disertai media yang dapat menarik minat siswa. tangan dan kaki.

Tipe Natural“. Disamping itu pengadaan buku teks/buku referensi diperpustakaan terutama untuk mata pelajaran menggambar busana sangat kurang. dapat merangsang pemahaman dan minat siswa pada pembuatan gambar busana serta memaksimalkan proses dan pelaksanaan pembelajaran mata diklat Menggambar Busana. Dengan adanya media ini. Ada beberapa buku yang mempelajari proporsi tubuh akan tetapi penyajiannya dalam bahasa asing. Sehingga bahasa menjadi permasalahan yang cukup rumit. modul. Berdasarkan studi pendahuluan di atas peneliti memutuskan untuk mengembangkan media pembelajaran pada standar kompetensi menggambar busana dengan kompetensi dasar mendeskripsikan bentuk proporsi dan anatomi beberapa type tubuh manusia. hand out. diharapkan dapat menjawab segala kesulitan kesulitan guru dan siswa pada pembelajaran mata diklat menggambar busana. 111 itu. memotivasi dan menarik perhatian siswa. keterbatan kemampuan. video. Yaitu media berbasis cetakan berupa buku ajar “Panduan Menggambar Proporsi Tubuh. . waktu dan persipan guru untuk menyiapkan materi dalam bentuk media pembelajaran berupa job sheet. ppt ataupun media yang lainnya menjadi salah satu kendala utama.

penyusunan rangkuman. diawali dengan perumusan standar kompetensi menggambar busana dengan kompetensi dasar: Mendeskripsikan Bentuk Bentuk Proporsi Dan Anatomi Beberapa Tipe Tubuh Manusia. ahli evaluasi dan guru mata pelajaran (judgement expert). Pengembangan Produk Pengembangan produk awal media berbasis cetakan berupa Buku Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural. penyusunan naskah materi. daftar putaka dan penyusunan layout cover depan dan belakang. Berikut hasil pengujian dari masing masing validator: 1) Ahli Materi Berdasarkan hasil validasi ahli materi. 112 b. Hal ini untuk mendapatkan kelayakan ujicoba pada subyek ujicoba. diketahui jumlah skor keseluruhan 37 dengan nilai Mean 3. ahli media. soal evaluasi. proporsi tubuh manusia.7. Kegiatan pengembangan produk dilanjutkan dengan validasi buku kepada ahli materi. dan proporsi tubuh manusia (dengan pose) tipe natural. apabila di konversikan kedalam data kualitatif. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi Layak. Materi yang disusun terdiri atas anatomi tubuh manusia. . tujuan pembelajaran. lidah cover. perolehan skor termasuk pada kategori tinggi. selanjutnya adalah pengumpulan bahan dan data yang diperlukan dan penyusunan draf buku yang meliputi: judul buku.

7. diketahui jumlah skor keseluruhan 74 dengan nilai Mean 3. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi Layak. 113 Aspek materi dari media berbasis cetakan berupa buku dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi 2) Ahli Media Berdasarkan hasil validasi ahli materi. apabila di konversikan kedalam data kualitatif. apabila di konversikan kedalam data kualitatif. Aspek bahasa dan keterbacaan serta aspek grafika dari media berbasis cetakan berupa buku dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi 3) Ahli Evaluasi Berdasarkan hasil validasi ahli materi. apabila di konversikan kedalam data kualitatif. perolehan skor termasuk pada kategori tinggi. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi Layak. .8.5. Evalusi dari media berbasis cetakan berupa buku dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi 4) Guru mata pelajaran Berdasarkan hasil validasi guru mata pelajaran. diketahui jumlah skor keseluruhan 38 dengan nilai Mean 3. perolehan skor termasuk pada kategori tinggi. diketahui jumlah skor keseluruhan 38 dengan nilai Mean 3. perolehan skor termasuk pada kategori tinggi. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi Layak.

c. 114 Aspek materi dari media berbasis cetakan berupa buku dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi. Apabila di konversikan kedalam data kualitatif.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 109. sehingga pertanyaan dalam angket tersebut dikatakan valid. . Uji coba dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan efektifitas produk yang dikembangkan. 1) Ujicoba kelompok kecil Hasil penilaian kelayakan buku pada ujicoba kelompok kecil oleh siswa diketahui jumlah skor keseluruhan = 1090 Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. Ujicoba Produk Produk yang sudah direvisi di ujicobakan pada siswa. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi kategori Layak. Diketahui nilai corrected item-total correlation lebih besar dari r tabel (0.0 for windows. Uji coba ini melalui dua tahap yaitu ujicoba kelompok kecil dan Uji coba lapangan. perolehan skor termasuk pada kategori tinggi. Angket yang digunakan dalam penentuan kelayakan buku ” Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ini merupakan instrumen yang valid dan reliabel.00.361). Penilaian validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan melalui program SPSS versi 16.

7 (>0.7).361).0 for windows.7 (>0. maka semua pertanyaan dalam angket dapat dikatakan reliable. maka semua pertanyaan dalam angket dapat dikatakan reliable.974 atau lebih dari 0. Diketahui nilai corrected item-total correlation lebih besar dari r tabel (0. Reliabilitas instrumen pada tabel reliability statistics diketahui nilai Cronbach’s alpha = 0.7).00. 2) Ujicoba lapangan Hasil penilaian kelayakan buku pada ujicoba kelompok kecil oleh siswa diketahui jumlah skor keseluruhan = 3045 Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. Apabila di konversikan kedalam data kualitatif. Angket yang digunakan dalam penentuan kelayakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ini merupakan instrumen yang valid dan reliabel. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi kategori Layak. 115 Reliabilitas instrumen pada tabel reliability statistics diketahui nilai Cronbach’s alpha = 0. .977 atau lebih dari 0.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 105. sehingga pertanyaan dalam angket tersebut dikatakan valid. perolehan skor termasuk pada kategori tinggi. Penilaian validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan melalui program SPSS versi 16.

kategori Baik (B) dan dapat diartikan bahwa nilai Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan Buku) dan nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku) efektif. Desiminasi Diseminasi dilakukan untuk melihat efektifitas buku yaitu dengan cara menyebarkan produk Buku “Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural”. Setelah itu. Akan tetapi nilai Post Test dapat memberikan tingkat nilai pembelajaran yang lebih tinggi dibandingakan dengan nilai Pre Test . Hasil penilaian Post Test diperoleh skor terendah sebesar 80 dan skor tertinggi sebesar 84. skor tertinggi sebesar 83. . Penentuan Efektifitas pengembangan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana diukur dengan cara membandingkan antara hasil nilai Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan Buku) dan hasil nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku). 116 d. Nilai post test 29 orang siswa (100%) berada pada kategori Baik (B). hasil nilai tersebut di konversikan kedalam kriteria penilaian di SMK Negeri 1 Gegerbitung. Berdasarkan hasil penilaian Pre Test diperoleh skor terendah sebesar 74. Data yang diperoleh menunjukan bahwa nilai pre test 28 orang siswa (97%) ada pada kategori Baik (B) dan 1 orang siswa (3%) berada pada kategori (C) cukup atau dibawah KKM.

974. median (M) = 105. Hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. Reliabilitas instrumen pada tabel reliability statistics diketahui nilai Cronbach’s alpha = 0. 117 2.00. Data tersebut menunjukan bahwa media berbasis cetakan berupa buku berpusat pada kategori tinggi. atau lebih dari 0. Sehingga media berbasis cetakan berupa buku dinyatakan layak baik dari segi penyajian materi. Dari hasil olah data dengan bantuan program SPSS versi 16. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi layak. dan grafika untuk digunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana. Kelayakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” Pada Pembelajaran Mata Diklat Menggambar Busana Di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi. modus (Mo) = 117 dan standar deviasi (SD) = 10.7).8 %). maka semua pertanyaan dalam angket dapat dikatakan reliable. Angket yang digunakan dalam penentuan kelayakan buku ” Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ini merupakan instrumen yang valid dan reliabel.00.0 diketahui nilai rata rata (Me) = 105. untuk nilai rata rata (Me) 105.00 apabila dilihat berdasarkan table 20.7 (>0. bahasa dan keterbacaan.0 for windows pada rumus Alfa Cronbach pada uji coba Lapangan diketahui nilai corrected item-total correlation lebih besar dari r tabel (0.807. nilai tersebut berada pada kategori tinggi yang dicapai oleh 4 siswa (13. Dengan demiakian. sehingga pertanyaan dalam angket tersebut dikatakan valid.361). Selain itu nilai Cronbach’s alpha = .

Sedangkan nilai Post Test (sesudah menggunakan buku) diperoleh skor terendah sebesar 80 dan skor tertinggi sebesar 84. Setelah itu. 3. Kategori Baik (B) disini.974 di konsultasikan pada tabel tingkat keterandalan sehingga tingkat keterandalan untuk instrumen kelayakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” Sangat Tinggi. Efektifitas Buku ” Menggambar proporsi Tubuh: tipe natural ” Pada Pembelajaran Mata Diklat Menggambar Busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi Berdasarkan hasil penilaian Pre Test (sebelum menggunakan buku) diperoleh skor terendah 73 dan skor tertinggi 83. Sedangkan nilai post test 29 siswa (100%) berada pada kategori Baik (B). . 118 0. hasil nilai masing masing responden tersebut di konversikan kedalam kriteria penilaian di SMK Negeri 1 Gegerbitung. buku ajar “menggambar proporsi tubuh tipe natural” efektif dipergunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat. nilai pre test 28 orang siswa (97%) ada pada kategori Baik (B) dan 1 orang siswa (3%) berada pada kategori (C) cukup atau dibawah KKM. Oleh sebab itu. dapat diartikan bahwa nilai Pre Test dan nilai Post Test efektif. Akan tetapi nilai Post Test dapat memberikan tingkat nilai pembelajaran yang lebih tinggi dibandingakan dengan nilai Pre Test. Berdasarkan data yang diperoleh.

maka dapat diambil kesimpulan dari penelitian tentang pengembangan Buku “ Menggambar Proporsi Tubuh: tipe Ntural” pada pembelajaran mata duiklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung yaitu: 1. Perencanaan/ studi pendahuluan. diseminasi. Kelayakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung . (c). menyusun draft buku (mengembangkan produk awal). 119 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. uji coba terdiri dari 2 tahap yaitu: ujicoba kepada kelompok kecil dan ujicoba lapangan. yaitu dengan observasi dan wawancara penelitian (b). mengumpulkan bahan dan data. 2. Pengembangan Buku ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” Pada Pembelajaran Mata Diklat Menggambar Busana Di SMK Negeri 1 Gegerbitung dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : (a). Tahap selanjutnya. dan validasi ahli. yaitu dengan merumuskan SK dan KD. hal ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas produk dengan menyebarkan produk Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” dengan cara demikian produk dapat diaplikasikan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK terutama di di SMK Negeri 1 Gegerbitung sebagai tempat penelitian utama. Ujicoba. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan. Pengembangan produk. (d).

modus (Mo) = 117 dan standar deviasi (SD) = 10.807. ahli media.7. Penilaian kategori tinggi ini dikonotasikan menjadi kategori Layak. ahli evaluasi menyatakan “layak” dengan rata-rata skor 3. dan guru mata pelajaran menyatakan “layak” dengan rata-rata skor 3. Berdasarkan hasil penilaian Pre Test Data yang diperoleh .5. ahli evaluasi dan guru mata pelajaran untuk mendapatkan kelayakan ujicoba dan revisi. maka. Hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16.00.0 diketahui nilai rata rata (Me) = 105. untuk nilai rata rata (Me) 105. nilai tersebut berada pada kategori tinggi.7. Sebelum produk di ujicobakan. 3. aspek bahasa dan keterbacaan.00. median (M) = 105. Kriteria kelayakan ujicoba ahli materi menyatakan “layak” dengan rata-rata skor 3. Dengan demiakian. produk divalidasikan terlebih dahulu kepada ahli materi. Efektifitas Pengembangan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung dapat diketahui dari hasil nilai Pre Test (pembelajaran tanpa menggunakan buku) dan Post Test (pembelajaran dengan menggunakan buku). serta aspek grafika untuk digunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana. 120 diperoleh dari data hasil uji lapangan. Sehingga media berbasis cetakan berupa Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” dinyatakan layak baik dari aspek penyajian materi.00 apabila dilihat berdasarkan table 20 di konversikan kedalam data kualitatif.5 Berdasarkan data-data yang diperoleh dari hasil penilaian siswa pada ujicoba lapangan. ahli media menyatakan “layak” dengan rata-rata skor 3.

B. Bagi guru. Implikasi Keberhasilan suatu pembelajaran terutama pada pembelajaran mata diklat Menggambar Busana didukung oleh banyak faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media berupa Buku “Menggambar Proporsi Tubuh : Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana kelas IX busana butik di SMK Negeri 1 Gegerbitung dapat . Salah satu faktornya adalah media pembelajaran. Kategori Baik (B) dan dapat diartikan bahwa nilai Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan Buku) dan nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku) efektif. 121 menunjukan bahwa nilai pre test 28 orang siswa (97%) ada pada kategori Baik (B) dan 1 orang siswa (3%) berada pada kategori (C) cukup atau dibawah KKM. merangsang motivasi serta meningkatkan kreativitas siswa. sehingga buku ajar “menggambar proporsi tubuh tipe natural” efektif dipergunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat. Penggunaan media yang tepat mampu meningkatkan pemahaman. media pembelajaran dapat membantu mempermudah penyampaian materi. Nilai post test 29 orang siswa (100%) berada pada kategori Baik (B). sedangkan bagi siswa dapat mempermudah pemahaman materi yang disampaikan guru pada proses pembelajaran baik berupa teori maupun praktek. Akan tetapi nilai Post Test dapat memberikan tingkat nilai pembelajaran yang lebih tinggi dibandingakan dengan nilai Pre Test.

tugas. Kemudahan pemahaman siswa tersebut dibangun melalui penyajian materi. Pengembangan buku hanya dibatasi pembahasan materi anatomi. soal-soal tes serta berbagai macam contoh rancangan busana dengan menggunkan proporsi tubuh dengan (pose) tipe natural. Penggunaan media hasil pengembangan ini dapat meningkatkan hasil nilai pembelajaran pada mata diklat menggambar busana. secara sistematis. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Buku “panduan menggambar proporsi tubuh: tipe natural” dapat digunakan sebagai media pembelajaran di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat. 2. dan proporsi tubuh tipe natural pada Kompetensi Dasar mendeskripsikan bentuk anatomi dan proporsi beberapa tipe tubuh manusia. Keterbatasan Penelitian Beberapa kelemahan yang ada dalam penelitian ini adalah: 1. proporsi tubuh. Sehingga diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat mengungkap beberapa materi tipe tubuh lainnya. sehingga diharapkan untuk penelitian selanjutnya untuk Judgemen expert ada dari ahli bahasa beserta ahli grafika. . Judgemen expert hanya di batasi oleh empat ahli yaitu ahli materi. keterangan gambar beserta langkah langkah menggambarnya. C. ahli media. serta guru mata pelajaran. contoh gambar. Sedangkan tipe tubuh yang lainnya tidak di ungkap pada materi pengembangan ini. 122 meningkatkan nilai serta kemampuan siswa dalam membuat proporsi tubuh maupun proporsi dengan pose. ahli evaluasi.

Buku yang sudah di kembangkan hendaknya dapat di gandakan. Saran Berdasarkan hasil penelitian tentang pengembangan buku pada pembelajaran mata diklat menggambar busana maka peneliti memberikan saran sebagai berikut: 1. hasil nilai pre test dan post test tidak terlalu terlihat mencolok. kompetensi dasar maupun segi validator. 3. diperlukan treatment yang lebih khusus baik dari segi waktu penggunan buku yang di kembangkan. 123 3. Sehingga untuk kedepannya di harapkan buku yang telah di kembangkan dapat di perbanyak dan di pergunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1Gegerbitung. . 2. Pengembangan buku sebaiknya perlu dipersiapkan lebih matang. Hal ini dilakukan agar proses dan hasil pengembangan lebih maksimal. maupun dengan dukungan media lainnya. baik dari segi materi. Hal ini dilakukan agar proses diseminasi lebih maksimal. D. akan tetapi nilai Post Test tetap memberikan tingkat hasil nilai pembelajaran yang lebih tinggi dibandingakan dengan hasil nilai Pre Test. Dari hasil penelitian ini. oleh sebab itu untuk selanjutnya. Perbedaan nilai Pre Test (pembelajaran tanpa menggunakan buku) dan Post Test (pembelajaran dengan menggunakan buku) tidak begitu terlihat mencolok. hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu dalam penggunaan media.

UNS. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Borg. & V Gall. (2007).. Penulisan Buku Teks di Perguruan Tinggi. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Uno. di Universitas Negeri Yogyakarta. Educational research. Kiat Membelajarkan Siswa. 124 DAFTAR PUSTAKA Abdul Gafur Daniamiseno (Oktober 2005). Peranan teknologi pembelajaran dalam proses belajar – mengajar ilmu pengetahuan sosial. Pengembangan Media Pembelajaran Keterampilan Berpidato Berbantuan Komputer Untuk Peserta Didik SMP. (2005). (1983). Pengelolaan Pengajaran. http://akhmadsudrajat. Karjiyadi. Media Pembelajaran. 4th ed. Tesis Akhmad Sudrajat. Rineka Cipta. 1991. Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta Anik Gufron ( 2007). Jakarta: Gaung Persada Press . an introduction. D. (2008). Tidak Diterbitkan. PPS. (2009). (2008). Jakarta: PT Bumi Aksara. Universitas negeri yogyakarta Arif S.wordpress. Yogyakarta: Mitra Cendekia Hamzah B. Tesis Master. UNY. M. (2009). Surakarta Martinis Yamins. Makalah Workshop Strategi dan Teknik Penulisan Buku Teks Perguruan Tinggi. New York: Longman Departemen Pendidikan Nasional. W. Pengembangan Media Pembelajaran Pendinidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Berbasis Computer Untuk Smp. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Azhar Arsyad. Perencanaan Pembelajaran. Achmad Jamil (2009). Media Pendidikan: Pengertian. (2005). Paduan Penelitian Dan Pengembangan Bidang Pendidikan Dan Pembelajaran. Teknik Penyusunan Instrument Tes Dan Non Test. Jakarta: Balai Pustaka Djemari Mardapi (2007). Pidato pengukuhan Guru besar di depan rapat senat terbuka. dkk. Media Pembelajaran.com/ diakses tanggal 21 Oktober 2009 Ahmad Rohani. Yogyakarta Lasa HS. Sadiman.

dan Implementasi. Media pendidikan. (2002). Bandung: PT Remaja Rosdakarya. (1994). (2004). Reformasi Pendidikan : Sebuah Rekomendasi. Manajemen Pembelajaran : Implementasi Konsep. Remaja Rosda Karya: Bandung Oemar Hamalik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Yogyakarta: Kanisius. Jakarta: PT Bumi Aksara Oemar Hamalik. (1993). Metoda Belajar dan Kesulitan Kesulitan belajar. (2004). Karakteristik dan Metodologi PAI di Sekolah Umum. Jakarta: Depdikbud. Penilaian Hasil Proses Belajar mengajar. Ilmu Pendidikan Dan Praktek Pendidikan Dalam Renungan. Psikologi Pendidikan. IKIP Muhammadiyah. PT Bumi Aksara : Jakarta Nazarudin. Bandung: Tarsito. Manajemen Berbasis Sekolah : Konsep. Nana Syaodah Sukmadinata. Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta Mulyasa E. (2005). (1993). Mukminan. Strategi Belajar Mengajar. 125 Mochtar Buchori. (2002). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Metodologi Penelitian Pendidikan. (2007). Paul Suparno dkk. (2009). Teras: Yogyakarta Ngalim Purwanto. (2005). (1983). (2003). Nana Syaodah Sukmadinata. Moedjiono dan Moh Dimyati. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Jakarta. Bandung: Rosdakarya Nana Sudjana. Nasution. (2002). Oemar Hamalik. Ronald h Anderson. Bandung: PT Citra Aditya Bhakti. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Pemilihan Dan Pengembangn Media Untuk Pembelajaran. (2008). Jakarta : PT raja grafindo . Strategi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Desain pembelajaran.

Uny: yogyakarta Sofyan Yamin dan Heri Kurniawan. diakses tanggal 17 januari 2010 Wisri A Mamdy. Jakarta: PT Bumi Aksara Sugiyono. Media Komunikasi Pendidikan. 2010. http://ambarsi. Jakarta: Salemba Infotek.pusbuk. (12 Februari 2003).org __________. dari alamat: Wnugroho. Menggambar Anatomi Modis untuk Merancang Busana. SPSS Complete. 126 Seels. Solichan Abdullah. R. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. B. (2006). C. ______ . Jenis Jenis Materi Pembelajaran. (2008). (2008). Teknik Analisis Statistik Terlengkap dengan Software SPSS. Nugroho 2008. Merancang Karya Tulis Ilmiah.blogspot. Ensiklopedia Nasional Indonesia Jilid 3 . Prinsip pengembangan materi. B & Richey. Penulisan Buku Diktat Dan Modul Pelajaran : http://suksesbersamasukarto. Cipta Adi Pustaka .(2010). Bandung: Rosda Sukarto. (2010).wordpress.com. Dari alamat: www.(2008).(2000). Dikases pada tanggal 24 maret 2009 dari alamat: http://www. Diakses pada tanggal 28 Januari 2010.org Pusat perbukuan. Ilustrasi mode. (2008). (1994). Bandung: Alfabeta Suharsimi Arikunto. Jakarta : PT. IKIP Malang Sicilia sawitri. Buku pelajaran dan diktat pelajaran. (2001). Komunikasi Visual Dan Multimedia.net ______ . Aspek aspek penilaian buku diakses tanggal 8 juni 2009. Instructional technology (Mahasiswa S2 IKIP Malang terjemahan).bpgdisdik-jabar.Jakarta : Meutia Cipta Sarana & Ikatan Penata Busana Indonesia “Kartini”. Jakarta: PT Rineka Cipta Suherli Kusmana . W.com diakses tanggal 17 Januari 2010 Sunu Ambarsi. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Jawa Timur: LPMP Sudarwan Danim.

127 LAMPIRAN .

128 .

Pedoman dan Hasil Wawancara .Daftar Nama Peserta Didik . Pedoman dan Hasil Observasi Kelas . Lampiran 1 .

Penggunaan metode pembelajaran 3. Sikap siswa terhadap mata pelajaran mneggmabra busana . Aspek yang di amati 1. PEDOMAN OBSERVASI PELAKSANAAAN PEMBELJARAN MENGGAMBAR BUSANA DI SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG A. Tujuan observasi Untuk mengetahui keadaan di lapangan terutama terhadap media yang di pergunakan pada pembelajaran mata diklat menggmabar busana di SMK Negeri 1 geggerbitung sehingga dapat di ketahui permasalah yang perlu segera di tangani B. Penggunaan media pemeblajaran 2.

Demonstrasi √ Tanya jawab. Gambar/chart √ Pada pembelajaran d. Lain lain (Poto Copy) √ kali 2 Penggunaan Metode Pembelajaran a. tanya jawab √ Metode yang sering digunakan c.00 Tempat : ruang kelas X A Busana Butik SMK Negeri 1 Gegerbitung Alamat : Jl. Observasi dilaksanakan pada : Hari/tanggal : senin. Pemberian tugas √ g. NIP 197908052010012013 . HASIL OBSERVASI PELAKSANAAAN PEMBELaJARAN MENGGAMBAR BUSANA DI SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG A.30 – 09. Buku/modul √ c. job sheet √ menggunakan media papan tulis f. Hasil observasi No Aspek yang diamati Ya Tidak Keterangan 1 Penggunaan Media a. eksperimen √ 3 Sikap Siswa a. ceramah √ b.45 Gegerbitung Sukabumi Jawa barat 43197 B. Hand out √ menggambar busana guru e. diskusi √ oleh guru adalah ceramah. disamping itu tidak ada contoh atao media yang bisa mempengaruhi minat mereka ketika sedang menggambar Sukabumi. pemberian tugas e. 28 september 2009 Waktu : 07. Papan tulis √ b. LCD/Komputer √ sudah di photocopy berulang h. Pramuka NO.Pd. Transfaransi √ dan menggunakan gambar yang g. aktif √ pada saat pelajaran banyak b. d. 30 September 2009 Mengetahui Guru Menggambar Busana Nurbaeti. S. Kerja Kelompok √ f. fasif √ siswa yang fasif karena merasa kesulitan dalam pembuatan gambar.

Bagaimanakan pelaksanaan menggambar busana di SMK Negeri ! Gegerbitung? c. PEDOMAN WAWANCARA ANALISI PERMASALAHN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT MENGGMABAR BUSANA DI SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG A. Apakah saya boleh mempelajari kuikulum terutama silabus untuk pembelajaran mata diklat menggambar busana? b. Siswa a. Menurut anda apa yang membuat anda kesulitan dalam membuat gambar busana? c. Bagaimana dengan media yang pernah digunakan guru ataupun dengan media seperti buku buku tentang desain diperpustakaan? e. Apa yang anda harapkan supaya pembelajaran menggambar busana yang yang menurut anda sulit menjadi lebih mudah? 2. Apakah yang menjadi kendala atau hambatan selama pembelajaran menggambar busana? . Apakah anda menyukai pelajaran menggambar busana 1) Jika suka? 2) Jika tidak? b. Tujuan Wawancara 1. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajran mata dikalat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung 2. Guru a. Dalam pelajaran menggambar busana metode apa saja yang diberikan oleh guru? d. Petanyaan intuk wawancara: 1. Untuk mengethau pemanfaan dan penggunaan media pembelajaran selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung B.

TUJUAN WAWANCARA 1. . Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran mata dikalat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung 2. Hasil wawancara dapat disimpulkan sebagai berikut no Pertanyaan Jawaban 1 Apakah anda menyukai pelajaran menggambar Sebagain besar menjawab tidak busana? suka 2 Apa yang membuat anda tidak menyukai pelajaran Tidak bisa menggambar. HASIL WAWANCARA ANALISI PERMASALAHAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT MENGGMABAR BUSANA DI SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG A. Untuk mengetahui pemanfaatan dan penggunaan media pembelajaran selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung B. kadang kadang memberikan beberapa contoh gambar yang sudah di copy berulang kali 5 Apakah guru memberikan metode demonstrasi atau Jarang sekali memberikan contoh gambar langsung? 6 Bagaimana dengan media a yang pernah digunakan Perpustakaannya tidak lengkap. menjadi lebih mudah? ada media mungkin seperti buku buku tentang desain. WAWANCARA DILAKSANAKAN PADA Hari/ tanggal : 28 September 2009 Tempat : Ruang praktek menjahit Busana Butik. kemudian memberikan tugas. guru ataupun dengan media seperti buku buku Ada beberapa buku yang tentang desain diperpustakaan? menjelaskan cara cara membuat proporsi tubuh tetapi tidak mengerti karena menggunakan bahasa asing 7 Apa yang anda harapkan supaya pembelajaran Ada contoh gambar yang lebih menggambar busana yang yang menurut anda sulit bagus supaya lebih semangat. SMK N 1 Gegerbitung C. susah menggambar busana 3 Menurut anda apa yang membuat anda kesulitan Saya tidak bisa menggambar dalam membuat gambar busana? proporsi tubuh apalahi dengan pose bentuknya tidak bagus 4 Dalam pelajaran menggambar busana metode apa Guru hanya memberikan metode saja yang diberikan oleh guru? ceramah. SMK N 1 Gegerbitung Sasaran : Siswa kelas XII Busana Butik.

. tekstil sudah cukup banyak. 5 bagaimana dengan media seperti buku buku masih sangat minim. kalo buku buku seperti pola. WAWANCARA DILAKSANAKAN PADA Hari/ tanggal : 28 September 2009 Tempat : Ruang Guu Sasaran : Guru Mata Pelajaran Menggambar Busana Hasil wawancara dapat disimpulkan sebagai berikut NO PERTANYAAN JAWABAN 1 Apakah saya boleh mempelajari kuikulum silahkan terutama silabus untuk pembelajaran mata diklat menggambar busana? 2 Kompetensi apa yang diharapkan dari tentunya diharapkan siswa dapat pembelajaran mata diklat menggambar busana memiliki wawasan dan keterampilan yang memadai dalam menggambar busana dan kemampuan untuk mencipta desain busana 3 metode apa yang digunakan oleh ibu pada saya hanya menggunakan metode pembelajaran mata diklat menggambar busana? ceramah dan pemberian tugas terstuktur 4 bagaimana dengan media? Media apa sajakah hanya papan tulis dan beberapa yang pernah ibu gunakan pada pembelajaran contoh gambar fotocopyan. HASIL WAWANCARA ANALISI PERMASALAHAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT MENGGMABAR BUSANA DI SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG A. hanya ada referensi mode atau desain di perpustakaan? beberapa kalo untuk buku buku tentang desain. mata diklat menggambar busana mungkin karna masalah keterbatasan kemampuan dan keterbatasan waktu. TUJUAN WAWANCARA 1. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran mata dikalat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung 2. Untuk mengetahui pemanfaatan dan penggunaan media pembelajaran selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung B. sehingga untuk kemediaan masih sangat minim. disamping karena sekolah kita masih terhitung sangat baru ya.

PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI DINAS PENDIDIKAN SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG Jalan Pramuka No. (0266) 241613 Gegerbitung Sukabumi DAFTAR NAMA PESERTA DIDIK KELAS IX BUSANA BUTIK TAHUN AJARAN 2009/2010 NO NAMA ALAMAT 1 ATIKAH 2 AI MARYAMAH 3 ANA ANUGRAH 4 ARIN SUGIYANTI 5 DEWI MAELANI 6 DIAH HADIATI 7 DINI MARYANI 8 EKOY RUKOYAH 9 ENDAH JUBAEDAH 10 FARIDA AGUSTINA 11 GITA SITI NURFADILLAH 12 LELA ROHILAH 13 MIAWATI 14 NENENG SULASTRI 15 NENG FEMI NUR UTAMI 16 NINA YULIANI 17 NOVI RAHAYU 18 NURAISYAH 19 RIA NUR AZIZAH 20 RIKA ERAWATI 21 SANI SUSANTI 22 SITI LISTINAWATI 23 SITI MARYANI 24 SITI RODIAH 25 SITI SYARAH JULIANI 26 SITI WULANDARI SAPITRI 27 UCU MASROPAH 28 YANI NURHAYATI 29 YUNI RAHAYU . 180 Tlp.

Lampiran 2 .KKM . kriteria penilaian di SMK N 1 Gegerbitung . Silabus . Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .

TUJUAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 – 4 1. I. dan tipe tubuh manusia 3. Proporsi tubuh wanita dengan (pose) tipe natural . Siswa Cermat dan teliti dalam membuat anatomi tubuh. II. dan tipe tubuh manusia 2. Siswa dapat mengetahui tentang anatomi tubuh. Menggambar proporsi tubuh dengan (pose) tipe natural. Pengenalan anatomi tubuh manusia 2. Mengetahui tentang anatomi tubuh. Siswa dapat Menggambar proporsi tubuh lengkap dengan anatomi dan tipe tubuh manusia. Mendeskripsikan bentuk proporsi dan anatomi beberapa tipe tubuh manusia Indikator : 1. proporsi tubuh. dan tipe tubuh manusia 3.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Gegerbitung Bidang Studi Keahlian : Managemen Bisnis dan Pariwisata Kompetensi Keahlian : Busana Butik Mata Pelajaran : Produktif Kelas/Semester : X A/ 2 Tahun Pelajaran : 2009/2010 Pertemun ke :1–3 Alokasi Waktu : 4 x 3 pertemuan ( @ 45 menit ) Life Skill : Terampil. proporsi tubuh. proporsi tubuh. Tanggung Jawab dan Teliti KKM : 70 Standar Kompetensi : Menggambar Busana Kompetensi Dasar : 1. proporsi tubuh. Cermat dan teliti dalam membuat anatomi tubuh. MATERI POKOK PEMBELAJARAN 1. dan tipe tubuh manusia 2. Proporsi tubuh wanita 8 2/3 Tinggi Kepala 3.

III. Guru melalui pengamatan memberikan evaluasi kepada siswa dalam pembuatan gambar anatomi tubuh . . Siswa menyiapkan alat dan bahan untuk menggambar anatomi tubuh ( kepala dan bagian bagiannya. STRATEGI PEMBELAJARAN Pertemuan I A. Salam penutup pelajaran Pertemuan II A. METODE PEMBELAJARAN 1. Demonstrasi 4. Pendahuluan . Pendahuluan . Penutup . . . Menyimak topik dan tujuan yang akan dipelajari B. Tanya jawab 3. Merapikan dan menyimpan alat dan bahan sesuai prosedur C. gaya tangan dan gaya kaki). Memberi batasan waktu pengumpulan untuk tugas . Siswa berdoa dengan tujuan penanaman pembiasaan pada diri siswa bahwa pengembangan diri hendaknya selaras antara Imtaq dan Iptek . Ceramah 2. Menyimak topik dan tujuan yang akan dipelajari B. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. Kegiatan Inti Menugaskan siswa untuk mempelajari Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural dan memperhatikan informasi dari guru tentang: . Siswa berdoa dengan tujuan penanaman pembiasaan pada diri siswa bahwa pengembangan diri hendaknya selaras antara Imtaq dan Iptek . Pengenalan anatomi tubuh dalam dunia fashion design. Penugasan IV. Kegiatan Inti Menugaskan siswa untuk mempelajari Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural dan memperhatikan informasi dari guru tentang: .

Merapikan dan menyimpan alat dan bahan sesuai prosedur C. 1993. Siswa berdoa dengan tujuan penanaman pembiasaan pada diri siswa bahwa pengembangan diri hendaknya selaras antara Imtaq dan Iptek . Menyimak topik dan tujuan yang akan dipelajari B. Memberi batasan waktu pengumpulan untuk tugas . Proporsi tubuh dengan (pose) tipe natural . Salam penutup pelajaran Pertemuan III A. Siswa menyiapkan alat dan bahan untuk menggambar proporsi tubuh wanita 8 2/3 TK. Penutup . . SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN 1. . Guru melalui pengamatan memberikan evaluasi kepada siswa dalam pembuatan gambar proporsi tubuh . Memberi batasan waktu pengumpulan untuk tugas . Yogyakarta: FPTK IKIP Yogyakarta. Merapikan dan menyimpan alat dan bahan sesuai prosedur C. Proporsi tubuh . . Salam penutup pelajaran V. Disain Busana I. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. Kegiatan Inti Menugaskan siswa untuk mempelajari buku dan memperhatikan informasi dari guru tentang: . Siswa menyiapkan alat dan bahan untuk menggambar Proporsi tubuh dengan (pose) tipe natural . Guru melalui pengamatan memberikan evaluasi kepada siswa dalam pembuatan gambar proporsi tubuh . . Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. Sumber Belajar Sri Widarwati. . Penutup . Pendahuluan .

S. Hapsari NIP.19790805 201001 2 013 M. Juni 2010 engetahui. 2. uru Mata Pelajaran ahasiswa/ peneliti Nurbaeti. Unjuk kerja 2. RANCANGAN PENILAIAN 1. Tes isian Sukabumi. Media Pembelajaran: Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural VI.Pd arulita H. 07513242009 .

KRITERIA PENILAIAN DI SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG NILAI KATEGORI BATASAN NILAI SANGAT BAIK (A) > 90 BAIK (B) 75-89 CUKUP (C) 60 – 74 KURANG (D) < 59 .

Angket penelitian . Instrument kelayakan buku . Lampiran 3 .

Pada materi .Jenis font c.Susunan paragraf afika a. Image . .Lebar spasi b.Ukuran font .Panjang-pendek. .Frekuensi. Kemenarikan .Gambar .Kata dan kalimat.Minat pembaca.Ilustrasi .Ukuran huruf. .Pada sampul (cover) depan .Pada lidah sampul (cover) depan . Kemudahan membaca Keterbacaan . ahasa dan a.Warna b.Kepadatan ide bacaan.Susunan huruf . . . Kesesuaian .Pada sampul (cover) belakang .Penilaian keindahan gaya tulisan c. Gabungan image dan teks .Pada lidah sampul (cover) belakang LEMBAR VALIDASI AHLI MEDIA Mata Pelajaran : Menggambar Busana Standar Kompetensi : Menggambar Busana Kompetensi dasar : Mendeskripsikan Bentuk Proporsi Dan Anatomi Beberapa .Bentuk tulisan atau tipografi . Teks/Tipografi . . Kisi-kisi Instrument Kelayakan Media Cetak Berupa Buku Table 1: kisi kisi instrument oleh ahli media O spek dikator 1.

Aspek Bahasa dan Keterbacaan Kriteria No Indikator SB B C K Kemudahan Membaca 1 ntuk tulisan atau tipografi. kesimpulan .Rentangan evaluasi dimulai dari “sangat baik” sampai dengan “kurang” . C = Cukup. M.Saran secara umum dapat dituliskan pada tempat yang telah disediakan Keterangan : SB = Sangat Baik. B = Baik.Pd Tanggal :………………………… Petunjuk : .Jawaban dapat diberikan pada kolom jawaban yang telah disediakan dengan memberikan tanda check (√ ) . aspek grafika. 2 uran huruf 3 bar spasi Kemenarikan 4 nat pembaca. komentar saran.Saran dan masukan mohon diberikan secara singkat dan jelas pada kolom komentar seseuai dengan indikator yang dikomentari . 5 padatan ide bacaan 6 nilaian keindahan gaya tulisan Kesesuaian 7 ta dan kalimat 8 njang-pendek 9 ekuensi. Tipe Tubuh Manusia Judul Buku : Panduan Menggambar Proporsi tubuh Tipe natural Sasaran : Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Peyusun : Narulita H.Evaluasi ini terdiri dari aspek bahasa dan keterbacaan. Hapsari Ahli Media : Hj. . Prapti Karomah.Lembar validasi ini diisi oleh Ahli Media . umum. K = Kurang A.

10 sunan paragraf B. Aspek grafika Kriteria No Indikator SB B C K mage 1 mbar 2 strasi 3 mposisi warna eks/Tipografi 4 sunan huruf 5 kuran font 6 nis font abungan image dan teks 7 da materi 8 da sampul (cover) depan 9 da sampul (cover) belakang 10 da lidah sampul (cover) depan C. Saran umum ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… . Jenis kesalahan dan perbaikan No Bagian yang salah Jenis kesalahan Saran Perbaikan A.

19501120 197903 2 001 Kisi-kisi Instrument Kelayakan Media Cetak Berupa Buku Table 1: kisi kisi instrument oleh Ahli Materi O spek dikator /Materi a. . M. struktur kalimat. . Tidak layak Yogyakarta. 2010 Ahli media.Pd NIP.Kecukupan materi yang memadai . dan akurat . Kesimpulan Dengan ini menyatakan bahwa media berbasis cetakan berupa buku the body proportion natural type pada pembelajaran mata diklat menggambar busana a.latihan dan praktik. tes keterampilan maupun pemahaman. kesesuaian (relevansi) . Hj. ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………… B. kecukupan (adequacy). kesesuaian Kosakata. keajegan (konsistensi). . Prapti Karomah.Konsistensi informasi yang disajikan c. Layak di ujicoba kelapangan dengan revisi sesuai saran c. panjang paragraf. Layak di uji coba kelapangan tanpa revisi b. dan tingkat kemenarikan b.Rujukan yang digunakan .Perincian materi dengan kurikulum . kesesuaian ilustrasi dan teks . jelas.Kriteria materi spesifik. kesesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian standar kompetensi . kesesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian kompetensi dasar .

Saran dan masukan mohon diberikan secara singkat dan jelas pada kolom komentar seseuai dengan indikator yang dikomentari .Rentangan evaluasi dimulai dari “sangat baik” sampai dengan “kurang” . LEMBAR VALIDASI AHLI MATERI Mata Pelajaran : Menggambar Busana Standar Kompetensi : Menggambar Busana Kompetensi dasar : Mendeskripsikan Bentuk Proporsi Dan Anatomi Beberapa Tipe Tubuh Manusia Judul Buku : Panduan Menggambar Proporsi tubuh Tipe natural Sasaran : Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Peyusun : Narulita H. K = Kurang D.Jawaban dapat diberikan pada kolom jawaban yang telah disediakan dengan memberikan tanda check (√ ) . Hapsari Ahli Materi : Afif Ghuruf. aspek materi/isi.evaluasi ini terdiri dari aspek pembelajaran. kesimpulan . S.Saran secara umum dapat dituliskan pada tempat yang telah disediakan Keterangan : SB = Sangat Baik. B = Baik.Pd Tanggal :………………………… Petunjuk : . Aspek Isi/Materi Kriteria No Indikator SB B C K . komentar saran. C = Cukup.Lembar validasi ini diisi oleh Ahli Materi . umum.

esesuaian (relevansi) 1 sesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian standar kompetensi 2 sesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian kompetensi dasar 3 sesuaian ilustrasi dan teks 4 sesuaian Kosakata. dan akurat 6 onsistensi informasi yang disajikan Kecukupan (adequacy). tes keterampilan maupun pemahaman. jelas. A. 7 cukupan materi yang memadai 8 jukan yang digunakan 9 rincian materi dengan kurikulum 10 ihan dan praktik. Saran umum . dan tingkat kemenarikan Keajegan (konsistensi) 5 iteria materi spesifik. panjang paragraf. Jenis kesalahan dan perbaikan No Bagian yang salah Jenis kesalahan Saran Perbaikan B. struktur kalimat.

Kesimpulan Dengan ini menyatakan bahwa media berbasis cetakan berupa buku the body proportion natural type pada pembelajaran mata diklat menggambar busana d.19700523 200501 1 001 KISI-KISI INSTRUMEN VALIDASI BUKU KRITERIA EVALUASI PEMBELAJARAN .Pd NIP. Tidak layak Yogyakarta. ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………… C. Layak di ujicoba kelapangan dengan revisi sesuai saran f. Layak di uji coba kelapangan tanpa revisi e. 2010 Ahli Materi Afif Ghuruf. S.

gaya kaki beberapa tipe tubuh manusia 1.2. Proporsi tubuh wanita 1.Table Kisi Kisi Soal Evaluasi Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN NO.3. Mendeskripsikan 1. ITEM 1.2. hal 19 unit 1 dan anatomi gaya tangan.4 82/3 tinggi kepala hal 33 unit 2 1.2.2.1.1.3. tipe natural (proporsi hal 43 unit 3 dengan pose) . Prorporsi tubuh wanita 1. Anatomi tubuh (kepala 1.1.3.3.1.4 bentuk proporsi dan bagian -bagiannya.

Hapasri Ahli Media : Widihastuti. • Kepala dan wajah tampak depan • Kepala dan wajah tampak ¾ • Kepala dan wajah tampak samping 4 Buatlah gaya tangan dan kaki masing masing 2 gaya! . Pertanyaan Kriteria No Indikator/ soal SB B C K (1) (2) (3) (4) (5) (6) Unit 1 Anatomi Tubuh 1 Jelaskanlah pentingnya pengetahuan anatomi tubuh terhadap keberhasilan sebuah desain busana? 2 Ada berapakah penggolongan anatomi tubuh? sebutkan satu persatu! 3 Buatlah gambar kepala beserta bagian-bagiannya dengan tinggi kepala 9 cm. Tanggal : ……………………………… Petunjuk : • Lembar validasi ini diisi oleh Ahli Evaluasi • Validasi ini terdiri dari soal-soal tugas yang terdapat pada Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural untuk menilai hasil belajar siswa dengan pembelajaran menggunakan Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural • Rentangan kriteria evaluasi dimulai dari “sangat baik” sampai dengan “kurang” • Jawaban dapat diberikan pada kolom jawaban yang telah disediakan dengan memberikan tanda check (√ ) • Saran dan masukan mohon diberikan secara singkat dan jelas pada tempat yang telah disediakan Keterangan : SB = Sangat Baik. LEMBAR VALIDASI SOAL EVALUASI BUKU OLEH AHLI EVALUASI Mata Pelajaran : Menggambar Busana Standar Kompetensi : Menggambar Busana Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan Bentuk Proporsi Dan Anatomi Beberapa Tipe Tubuh Manusia Sasaran : Siswa SMK N 1Gegerbitung Penyusun : Narulita H. S = Baik. M. C = Cukup.Pd. K = Kurang A.

.... ......................... pinggang dan panggul? 4 Buatlah gambar proporsi tubuh 8⅔ TK...................................................................................................................................................................................... bahu................. dengan tinggi kepala 3 cm • Proporsi tubuh tampak depan • Proporsi tubuh tampak ¾ • Proporsi tubuh tampak samping Unit 3 Proporsi Tubuh Dengan (Pose) Tipe Natural 1 Menurut Popy Darsono ada berapa macam tipe gaya (fashion type)? sebutkan satu persatu! 2 Sebutkan ciri – ciri tipe natural! 3 Analisislah bentuk tubuh gambar dibawah ini......................................................................... ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ ................................. kemudian buat proporsi tubuhnya............................ Saran / revisi .................. B......................... Kerjakan pada kertas HVS.......................................................... .......................................... ................................................................................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ...................................................... Unit 2 Proporsi Tubuh 1 Apa yang dimaksud dengan proporsi tubuh manusia? 2 Berapakah perbandingan tubuh yang diperlukan untuk menggambar bentuk tubuh manusia pada bidang desain mode? 3 Jika tinggi kepala 4 cm berapakah lebar yang diperlukan untuk membentuk kepala...... ....................

jelas.. C........................... dan tingkat kemenarikan b.. .........latihan dan praktik.. . struktur kalimat...........................Pd........ keajegan (konsistensi).......... kesesuaian ilustrasi dan teks .. M.. kesesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian kompetensi dasar ......Rujukan yang digunakan ............. panjang paragraf.....Konsistensi informasi yang disajikan c... .. dan akurat ......................... tes keterampilan maupun pemahaman........................................................... 2010 Ahli Evaluasi.Kriteria materi spesifik.... kesesuaian (relevansi) .....................Perincian materi dengan kurikulum ... Widihastuti........ Layak digunakan tanpa revisi b...... NIP....... ............ .... kecukupan (adequacy)..........Kecukupan materi yang memadai .................. Layak digunakan dengan revisi c. kesesuaian Kosakata........... kesesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian standar kompetensi .................... Tidak layak digunakan Yogyakarta................ Kesimpulan Soal-Soal evaluasi pada Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural Kompetensi Dasar Mendeskripsikan bentuk proporsi dan anatomi beberapa tipe tubuh manusia untuk siswa kelas X SMK N 1 Gegerbitung dinyatakan: a. 19721115 200003 2 001 Kisi-kisi Instrument Kelayakan Media Cetak Berupa Buku Table 1: kisi kisi instrument oleh Guru Mata Pelajaran O spek dikator /Materi a.

komentar saran. kesimpulan . B = Baik. Aspek Isi/Materi No Indikator Kriteria .evaluasi ini terdiri dari aspek pembelajaran. aspek materi/isi. Hapsari Guru Mata Pelajaran : Nurbaeti. K = Kurang E. umum. C = Cukup.Jawaban dapat diberikan pada kolom jawaban yang telah disediakan dengan memberikan tanda check (√ ) .Saran secara umum dapat dituliskan pada tempat yang telah disediakan Keterangan : SB = Sangat Baik.Rentangan evaluasi dimulai dari “sangat baik” sampai dengan “kurang” . S.Lembar validasi ini diisi oleh Guru Mata Pelajaran .Saran dan masukan mohon diberikan secara singkat dan jelas pada kolom komentar seseuai dengan indikator yang dikomentari .Pd Tanggal :………………………… Petunjuk : . LEMBAR VALIDASI GURU MATA PELAJARAN Mata Pelajaran : Menggambar Busana Standar Kompetensi : Menggambar Busana Kompetensi dasar : Mendeskripsikan Bentuk Proporsi Dan Anatomi Beberapa Tipe Tubuh Judul Buku : The Body Proportion : Natural Type Sasaran : Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Peyusun : Narulita H.

7 cukupan materi yang memadai 8 jukan yang digunakan 9 rincian materi dengan kurikulum 10 ihan dan praktik. tes keterampilan maupun pemahaman. D. dan tingkat kemenarikan Keajegan (konsistensi) 5 iteria materi spesifik. SB B C K esesuaian (relevansi) 1 sesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian standar kompetensi 2 sesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian kompetensi dasar 3 sesuaian ilustrasi dan teks 4 sesuaian Kosakata. dan akurat 6 onsistensi informasi yang disajikan Kecukupan (adequacy). struktur kalimat. jelas. panjang paragraf. Jenis kesalahan dan perbaikan No Bagian yang salah Jenis kesalahan Saran Perbaikan .

Layak di ujicoba kelapangan dengan revisi sesuai saran i. Layak di uji coba kelapangan tanpa revisi h.E.Pd NIP. Kesimpulan Dengan ini menyatakan bahwa media berbasis cetakan berupa buku the body proportion natural type pada pembelajaran mata diklat menggambar busana g.19790805 201001 2 013 . Saran umum ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………… F. Tidak layak Sukabumi. Mei 2010 Guru Mata Pelajaran Nurbaeti. S.

Gabungan image dan teks . Latihan dan soal hasa dan a.Frekuensi. . afika d.Pada materi .Pada sampul (cover) depan . Image B k li .Pada sampul (cover) belakang .Pada lidah sampul (cover) belakang .Pada lidah sampul (cover) depan . Keaktifan siswa.Jenis font f. b. Tujuan pembelajaran. .Minat pembaca. e. Kisi-kisi Instrument Kelayakan Media Cetak Berupa Buku kisi kisi instrument untuk peserta didik O pek dikator nyajian materi a. d. Kemenarikan minat dan perhatian siswa.Ukuran huruf. Kemudahan pemahaman. Kemudahan membaca Keterbacaan . .Warna e. Kesesuaian .Bentuk tulisan atau tipografi .Ilustrasi . .Kepadatan ide bacaan.Panjang-pendek. . f. c.Lebar spasi b.Kata dan kalimat. Keteraturan urutan dalam penguraian.Susunan huruf .Ukuran font .Gambar . Kemenarikan . Teks/Tipografi .Penilaian keindahan gaya tulisan c.

Pertanyaan/Pernyataan SB B C K Tujuan pembelajaran 1. Telitilah jawaban anda sebelum diserahkan kepada petugas ! IDENTITAS Nama lengkap : Umur : Jenis kelamin : ( L/P ) Kelas : No. Tulislah identitas saudara terlebih dahulu pada lembar jawaban yang telah tersedia ! 2. Absen : Dibawah ini terdapat beberapa pertanyaaan atau pernyataan yang perhubungan dengan aspek penilaian sebuah buku. Berilah jawaban pertanyaan atau pernyataan berikut sesuai dengan pendapat saudara. ANGKET PENELITIAN Petunjuk Pengisian: 1. . Aspek penyajian Materi Pilihan Jawaban No. Dengan cara member tanda centang ( √ ) pada kolom jawaban yang tersedia. Aspek Penyajian Materi Pilihan Jawaban No. Pertanyaan/Pernyataan SB B C K Tujuan pembelajaran 1. Bacalah semua pertanyaan atau pernyataan dengan seksama dan jawablah sesuai dengan pendapat anda ! 3. bagaimanakah perincian tujuan pembelajaran yang di √ cantumkan pada setiap materi per-unit Keterangan: SB : sangat baik B : baik C : cukup K : kurang A. Bagaimanakah perincian tujuan pembelajaran yang di cantumkan pada setiap materi per-unitnya Keteraturan urutan dalam penguraian. sesuai dengan contoh di bawah ini: A.

Bagaimanakah pemahaman anda terhadap penyajian materi pada buku The Body Proportion : Natural Type Keaktifan siswa 8. 3. Bagaimanakah perhatian belajar menggambar busana anda anda dengan menggunakan buku The Body Proportion : Natural Type Kemudahan pemahaman 6. Aspek Bahasa dan keterbacaan Pilihan Jawaban No. Bagaimanakah tingkat kreativitas anda dengan menggunakan buku The Body Proportion : Natural Type Hubungan bahan 10. dengan menggunakan buku The Body Proportion : Natural Type 5. agiamanakah minat membaca anda pada buku The Body . Pertanyaan/Pernyataan SB B C K Kemudahan Membaca 1. Bagaimanakah keteraturan urutan dalam penguraian materi pada buku The Body Proportion : Natural Type Kemenarikan minat dan perhatian siswa. Bagaimanakah keterkaiatan materi yang disajikan antara unit 1 dengan unit lainnya Latihan dan soal 11. Bagaimanakah latihan dan soal yang diberikana pada buku The Body Proportion : Natural Type 12. Bagaimanakah mengggambar busana dengan menggunakan buku The Body Proportion : Natural Type 9. agaimanakah lebar spasi yang digunakan pada pada buku The Body Proportion : Natural Type Kemenarikan 3. 2. Bagaimanakah minat. Bagaimanakah materi yang disajikan pada buku The Body Proportion : Natural Type 7. Bagiamanakah latihan dan soal yang diberikana pada buku The Body Proportion : Natural Type terhadap kebutuhan siswa B. agaimanakah bentuk tulisan atau tipografi pada buku The Body Proportion : Natural Type uran huruf yang digunakan pada pada buku The Body Proportion : Natural Type 2. Bagaimanakah ketertarikan anda terhadap buku The Body Proportion : Natural Type 4.

agimanakah penyusunan kata dan kalimat pada buku The Body Proportion : Natural Type 7. agaimanakah gambar yang disajikan pada buku The Body Proportion : Natural Type 2 agimanakah ketepatan penyajian ilustrasi desain terhadap materi pada buku The Body Proportion : Natural Type 3 agaimanakah pemilihan komposisi warna pada buku The Body Proportion : Natural Type eks/Tipografi 4. agaimanakah keteraturan panjang-pendek kalimat pada buku The Body Proportion : Natural Type 8. agaimankah penataan gabungan image dan teks Pada sampul (cover) depan buku The Body Proportion : Natural Type 9. agaimanakah pemilihan ukuran font/huruf pada buku The Body Proportion : Natural Type 6. agaimankah susunan paragraf pada buku The Body Proportion : Natural Type C. Aspek grafika Pilihan Jawaban No. agaimankah penataan gabungan image dan teks Pada sampul (cover) belakang buku The Body Proportion : Natural Type 10 agaimanakah penataan gabungan image dan teks Pada lidah sampul (cover) depan buku The Body Proportion : Natural Type D. agiamanakah gaya tulisan pada buku The Body Proportion : Natural Type Kesesuaian 6. Pertanyaan/Pernyataan SB B C K mage 1. agiamanakah kepadatan ide bacaan pada buku The Body Proportion : Natural Type 5. agaimankah penataan gabungan image dan teks pada materi buku The Body Proportion : Natural Type 8.Jenis kesalahan dan perbaikan . agaimankah pemilihan jenis font/huruf pada buku The Body Proportion : Natural Type abungan image dan teks 7. agiamanakah frekuensi bacaan ketika anda membaca buku The Body Proportion : Natural Type 9. Proportion : Natural Type 4. agaimanakah Susunan huruf pada buku The Body Proportion : Natural Type 5.

. No Bagian yang salah Jenis kesalahan Saran Perbaikan E... Layak di ujicoba kelapangan dengan revisi sesuai saran l....Saran umum ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………… F.....) NIM..... Tidak layak Sukabumi.........Kesimpulan Dengan ini menyatakan bahwa media berbasis cetakan berupa buku the body proportion natural type pada pembelajaran mata diklat menggambar busana j. Layak di uji coba kelapangan tanpa revisi k........... 2010 Responden (.............

Uji validitas dan reliabilitas . Data mean.Tabulasi data ujicoba kelompok kecil .Mean. median dan modus ujicoba lapangan .Data nilai Pre test dan post test . Lampiran 4 Hasil analisi data .Tabulasi data ujicoba lapangan . Median. dan Modus .

4 58.0 100.4 13.3 10.3 91 1 3.4 6.4 3.7 107 1 3.4 3.4 34.1 94 2 6.5 114 1 3.0 31.4 41.3 24.0 DATA MEDIAN UJICOBA LAPANGAN Statistics BUKU .9 6.4 3.4 3.0 117 9 31.9 90 1 3.9 31. DATA MEAN UJICOBA LAPANGAN Statistics BUKU N Valid 29 Missing 0 Mean 105.4 3.4 89 1 3.6 112 2 6.4 69.4 3.4 3.9 65.4 3.4 3.0 96 1 3.4 105 3 10.9 102 1 3.4 3.3 10.9 6.3 51.8 93 3 10.00 BUKU Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 88 1 3.0 Total 29 100.4 55.5 99 1 3.4 37.2 110 1 3.0 100.4 10.4 3.

N Valid 29

Missing 0

Median 105.00

BUKU

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid 88 1 3.4 3.4 3.4

89 1 3.4 3.4 6.9

90 1 3.4 3.4 10.3

91 1 3.4 3.4 13.8

93 3 10.3 10.3 24.1

94 2 6.9 6.9 31.0

96 1 3.4 3.4 34.5

99 1 3.4 3.4 37.9

102 1 3.4 3.4 41.4

105 3 10.3 10.3 51.7

107 1 3.4 3.4 55.2

110 1 3.4 3.4 58.6

112 2 6.9 6.9 65.5

114 1 3.4 3.4 69.0

117 9 31.0 31.0 100.0

Total 29 100.0 100.0

DATA MODUS UJICOBA LAPANGAN

Statistics

BUKU

N Valid 29

Missing 0

Mode 117

BUKU

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid 88 1 3.4 3.4 3.4

89 1 3.4 3.4 6.9

90 1 3.4 3.4 10.3

91 1 3.4 3.4 13.8

93 3 10.3 10.3 24.1

94 2 6.9 6.9 31.0

96 1 3.4 3.4 34.5

99 1 3.4 3.4 37.9

102 1 3.4 3.4 41.4

105 3 10.3 10.3 51.7

107 1 3.4 3.4 55.2

110 1 3.4 3.4 58.6

112 2 6.9 6.9 65.5

114 1 3.4 3.4 69.0

117 9 31.0 31.0 100.0

Total 29 100.0 100.0

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMENT

Reliability Statistics
Case Processing Summary Cronbach's
Alpha N of Items
N % .974 30

Cases Valid 29 100.0
a
Excluded 0 .0

Total 29 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.
Item-Total Statistics
Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted
SOAL1 102.24 121.690 .900 .972
SOAL2 102.38 122.601 .734 .973
SOAL3 102.10 125.096 .621 .974
SOAL4 102.28 121.921 .879 .972
SOAL5 102.07 124.138 .733 .973
SOAL6 102.24 121.690 .900 .972
SOAL7 102.28 124.635 .495 .975
SOAL8 102.24 121.690 .900 .972
SOAL9 102.41 132.466 -.059 .977
SOAL10 102.07 124.138 .733 .973
SAOL11 102.31 124.222 .671 .974
SOAL12 102.24 121.690 .900 .972
SOAL13 102.24 121.690 .900 .972
SOAL14 102.38 122.601 .734 .973
SOAL15 102.31 124.222 .671 .974
SOAL16 102.24 121.690 .900 .972
SOAL17 102.34 124.448 .657 .974
SOAL18 102.07 124.138 .733 .973
SOAL19 102.24 122.618 .814 .973
SOAL20 102.28 121.921 .879 .972
SOAL21 102.07 124.852 .663 .974
SOAL22 102.24 121.690 .900 .972
SOAL23 102.10 124.382 .689 .973
SOAL24 102.31 124.222 .671 .974
SOAL25 102.31 124.222 .671 .974
SOAL26 102.24 121.690 .900 .972
SOAL27 102.07 124.138 .733 .973
SOAL28 102.10 124.382 .689 .973
SOAL29 102.34 124.448 .657 .974
SOAL30 102.24 121.690 .900 .972

27273 83.90909 81.90909 79.09091 19 Miawati 81.36364 79.81818 28 Sani S 81.81818 16 Dini Maryani 81.36364 82.09091 9 Ai Maryamah 81.36364 22 Neng Femi 78.54545 81.90909 82.90909 81. DATA NILAI PRE TEST DAN POST TEST SISWA No Nama Siswa Nilai Pre Test Nilai Post Test 1 Endah Jubaedah 79.72727 82.63636 82.27273 82.81818 11 Ucu M 80.63636 79.90909 4 Ria Nur Azizah 81.72727 23 Atickah Hr 81.81818 27 Farida Agustina 78.09091 82.27273 18 Yani Nurhayati 81.63636 84.54545 82.72727 81.18182 25 Rika Erawati 73.36364 82.45455 82.45455 3 Ekoy 82.63636 17 Novi Rahayu 79.27273 .36364 81.27273 5 Arin 79.09091 20 Nina Yuliani 79.81818 83.45455 12 Dewi Maelani 79.72727 10 Siti Syarah 78 79.63636 82.90909 26 Siti Lisnawati 80.63636 29 Yuni Rahayu 77.18182 24 Neneng Sulastri 81.54545 14 Nuraisyah 81.36364 80.90909 7 Siti Maryani 82.18182 82.45455 81.72727 21 Siti Rodiah 79.72727 81.54545 81.72727 6 Gita Siti N 81.27273 81.90909 2 Lela r 82.18182 79.45455 15 Siti Wulandari 77.09091 13 Ana Anugrah 80.54545 8 Diah 79.

Lampiran 5 Surat Ijin Penelitian .

Surat Permohonan Ijin Penelitian . Surat Permohonan sebagai Validator . .