You are on page 1of 184

PENGEMBANGAN BUKU AJAR “MENGGAMBAR PROPORSI TUBUH

:
TIPE NATURAL“ PADA PEMBELAJARAN MATA DIKLAT
MENGGAMBAR BUSANA DI SMKN 1 GEGERBITUNG
SUKABUMI JAWA BARAT

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Teknik Busana

Oleh:
Narulita Hidayati Hapsari
07513242009

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BUSANA
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BOGA DAN BUSANA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011

.

aku melangkah. disini menjadi seperti yang seharusnya. Ketika usahamu dinilai tak penting maka saat itu kamu sedang belajar keikhlasan. HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO Awali segala sesuatu dengan bacaan “basmallah” (al habsy). (Narulita H Hapsari) PERSEMBAHAN BABEH & MAMAH tercinta yang selalu memberikan semangat dan cinta kasih yang tak pernah habis TEH MEONG & UU terimaksih atas nasihat-nasihatnya yang paling bijak Ponakan baruku “NUFA” yang menginspirasi semangat baruku PARA PENGHUNI DAHLIA 9. DREAM COMES TRUE. SAHABATKU. seorang penakut yang selalu gemetar menghadapi ketakutannya. Terlewat sudah masa ini. Almamater UNY . (group jokam ) Aku seorang penakut. hadapi masa baru. tapi aku bukan penakut yang akan lari begitu saja menghindari ketakutanku. aku gapai semua mimpiku hingga aku disini. TEMANKU. kalian selalu di hati…. aku bertahan.

Instrumen yang digunakan berupa wawancara dan observasi pada tahap studi pendahuluan. Kata kunci: Buku. 2) pengembangan produk. kelayakan. ABSTRAK PENGEMBANGAN BUKU AJAR “MENGGAMBAR PROPORSI TUBUH: TIPE NATURAL” PADA PEMBELAJARAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR BUSANA DI SMKN 1 GEGERBITUNG SUKABUMI JAWA BARAT Oleh: Narulita Hidayati Hapsari NIM. lebih tinggi dibandingkan dengan presentase nilai pre test (97%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan Buku ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” Pada Pembelajaran Mata Diklat Menggambar Busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung melalui tahapan Perencanaan /studi pendahuluan. Akan tetapi persentase hasil nilai post test (100%).5. Uji efektifitas buku dapat disimpulkan bahwa nilai pembelajaran sebelum menggunakan buku (Pre Test) dan nilai pembelajaran sesudah menggunakan buku (Post Test) berada pada kategori (B) baik. Ujicoba produk. ahli media menyatakan “layak” dengan Mean (Me) 3.00. Metode penelitian yang digunakan adalah metode research and development. Model pengembangan Borg and Gall yang telah disederhanakan oleh Anik Gufron meliputi empat langkah penelitian yaitu 1) perencanaan/study pendahuluan. 2) Untuk mengetahui kelayakan buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung.7. Buku di uji validasi oleh ahli materi. serta tes pada tahap ujicoba buku untuk efektifitas buku. ahli evaluasi serta guru mata pelajaran. angket pada validasi dan kelayakan buku. Pengembangan produk.7. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI Jurusan Busana Butik SMK Negeri 1 Gegerbitung dengan jumlah keseluruhan 29 siswa. bahasa dan keterbacaan. 3) uji coba produk. Hal ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil nilai pembelajaran siswa setelah menggunakan buku. ahli media. 3) Untuk mengetahui efektifitas Pengembangan buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung.8. baik dari aspek materi. Hasil dari pengumpulan data tersebut dianalisis secara statistik deskriptif. serta grafika. Kelayakan buku dinilai oleh siswa menyatakan ”layak” dengan Mean (Me) 105. 07513242009 Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui pengembangan buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung. dan guru mata pelajaran menyatakan “layak” dengan Mean (Me) 3. dan diseminasi. Kriteria validasi buku oleh ahli materi menyatakan “layak” dengan Mean (Me)3. dan 4) diseminasi. ahli evaluasi menyatakan “layak” dengan Mean (Me) 3. dan efektifitas .

FT UNY dapat terselesaikan.. M. 4. Prapti Karomah. selaku judgment expert instrumen penelitian. Widya. selaku Dosen Pembimbing Akademik S1 2007. 3.. serta semua pihak yang telah memberikan bantuan hingga Tugas Akhir Skripsi ini dapat terselesaikan dengan lancar. Ika.A. 6. S. dan sumber semangatnya. Penyusun menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat diselesaikan tanpa bantuan dari berbagai pihak. . inspirasi.Pd. Sri Wening selaku Ketua Jurusan PTBB serta Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Busana FT UNY. Asmi dan Gita) atas bantuan. Kris. selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Gegerbitung atas dukungan dan kerjasamanya. Prapti Karomah. dan Nurbaety.. 9.D selaku Dekan Fakultas Teknik UNY. KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan limpahan Rahmat.. Ed. S. 8..Pd.Pd.Pd. Dr. Hening. 2. Widihastuti. selaku dosen pembimbing Proyek Akhir Skripsi yang telah memberikan bimbingan yang bermanfaat selama penyusunan skripsi ini.Pd.Pd. Shalahuddin. Wilis. Rochmat Wahab. Teman-teman PKS ‘07 (Awalia. Lia.. Sri Widarwati M. sehingga Tugas Akhir Skripsi dengan judul “Pengembangan Buku Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural“ Pada Pembelajaran Mata Diklat Menggambar Busana Di SMK Negeri 1 Gegerbitung sebagai syarat kelulusan dalam menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Teknik Busana Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana. M.Pd. Dr. selaku Rektor Universitas Negeri Yogyakarta. Siswa-siswi SMK Negeri 1 Gegerbitung. Rani Sari. M. M. Afif Ghuruf. M. Prof. dll) serta penghuni dahlia 9 yang sama sama sedang berjuang ( Fity. Wardan Suyanto. Hidayah beserta Hikmah-Nya. oleh karena itu penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada : 1. 5. 7. M.T.

Semoga Tugas Akhir Skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. 06 Januari 2010 Penyusun . Amin. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk pembelajaran berikutnya. Yogyakarta. Oleh karena itu. Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan Tugas Akhir Skripsi ini. Atas perhatiannya penyusun mengucapkan banyak terimakasih.

.......................................... 14 A........................ Pertanyaan Penelitian ..... 11 E.................................... 36 c............................... Pengertian Menggambar Busana............................................ Manfaat Penelitian .......... 68 C................................................................................ Tujuan Penelitian ........................................................................................ Kerangka Berpikir ............................................................................................................................... xii BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................................... iii HALAMAN PENGESAHAN ................. 1 B. Model Pengembangan ... 61 C.................................................... ix DAFTAR TABEL ...................................................................... Perumusan Masalah ........ iv HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ....... 35 b................................................. 9 C....................................... 12 BAB II KAJIAN PUSTAKA .................................................... 14 1... 46 d................................ Materi Menggambar Busana ............. 35 a........................................................................... 12 F... Tinjauan tentang Pengembangan buku ajar . Kajian Teoritis ............................................................................................................................................................................... 40 b............. 62 D.......................................... Batasan Masalah .................... 1 A.............................. Latar Belakang ..... 64 BAB III METODE PENELITIAN . 73 .. 43 c.... i HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................... 14 a...... hubungan buku dengan media pembelajaran ..................................................... 65 B.......... 16 2............................................................................... Prosedur Pengembangan ......................................................................................................... ii HALAMAN PERNYATAAN.................................................................................................................................... 65 A................................................................................................................. Komponen-Komponen Pembelajaran ................................................................................ xii DAFTAR LAMPIRAN ................................. Tinjauan tentang Pembelajaran .................................................... Identifikasi Masalah ............................ Hakikat Pengembangan .......................................................................................... Efektifitas media berbasis cetakan berupa buku ............... Pengembangan media berbasis cetakan berupa buku ............................. 37 3.......... Tinjauan tentang Mata Diklat Menggambar Busana ................................................ vii DAFTAR ISI .................... v ABSTRAK ............ 14 b............ xi DAFTAR GAMBAR ................................... Pengertian Pembelajaran ........... vi KATA PENGANTAR ........................................... 60 B................... 40 a....................................................... DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................ 11 D........................................... Kompetensi Menggambar Busana .................................... Penelitian yang Relevan . Subyek Penelitian........................................................

........................................... 88 1.................................................................................................................................... 100 4....................... Kesimpulan ................ 124 LAMPIRAN ................................................................ 121 C....................... 105 B.......................... Studi Pendahuluan...................................... 91 3.................................... 88 2........................................................ Implikasi ........................................................................ Uji Coba Produk.......................... Hasil Pengembangan ...................................................................... 123 DAFTAR PUSTAKA .. saran .................. Desiminasi ............................................................................ D........................................................ 122 D............ 127 ................. 88 A....................... Teknik Pengumpulan Data ......................... Keterbatasan Penelitian ............ 73 E........................................... Teknik Analisi Data ...... 110 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................. 119 B...................................................................................................................................................................... 119 A................................................................................ Pengembangan Produk ........................................ 84 BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN............. Pembahasan...........

.... Revisi guru mata pelajaran ..................................................................... 39 Tabel 2.............................. Kriteria penilaian ................................. 79 Tabel 13......................... 53 Tabel 5........................................... Kategori kelayakan ujicoba oleh ahli evaluasi ...... Kategori kelayakan buku uji coba lapangan ............................... Revisi ahli materi ............................ 77 Tabel 11.................................................. Perbandingan tubuh................................................................................................................ Perbandingan tubuh menurut lebar .... 95 Tabel 16...... Kategori kelayakan ujicoba oleh ahli materi ....................... 107 Tabel 28...... 98 Tabel 20......... 107 ... Kisi-kisi instrumen validasi evaluasi ...... Hasil observasi kelas mata diklat menggambar busana ............ Perbandingan letak bagian bagian kepala ............ Revisi ahli evalusi ...................... Standar Kompetensi Menggambar Busana ......................................................................... 100 Tabel 23.................................................... Pedoman interprestasi koefisien Alpha Cronbach ..... 77 Tabel 12................... 101 Tabel 24... 79 Tabel 14.............. 98 Tabel 21.................... 97 Tabel 19.................................. Teknik pengumpulan data ........... 72 Tabel 6........... Kisi-kisi instrumen validasi ahli materi dan guru mata pelajaran ................................. Kategori kelayakan ujicoba oleh guru mata pelajaran ......... 106 Tabel 27............................................ 73 Tabel 7............................. 52 Tabel 4.............. Kisi-kisi instrumen validasi ahli media ............................................... Kategori kelayakan ujicoba oleh ahli media ................................... 104 Tabel 26.. Daftar nilai Pre Test ......... Kriteria Penilaian di SMK N 1 Gegerbitung .................................................................................................................... 95 Tabel 17............................................... 96 Tabel 18............. 103 Tabel 25... Kisi-kisi instrumen validasi kelayakan buku oleh siswa..................... 75 Tabel 10. Revisi ahli media ...................................... Kategori kelayakan buku.... 76 Tabel 15........... Kategori hasil nilai Post Test ... DAFTAR TABEL Tabel 1...... Kisi-kisi instrumen penilaian evaluasi ................... Revisi kelayakan buku oleh uji kelompok kecil ................... 74 Tabel 8............................ Kategori hasil nilai Pre Test .......................... 74 Tabel 9.................. 46 Tabel 3.. 99 Tabel 22..............

...................................................... 107 Gambar 3 Pie Chart Presentase Pre Test. 105 Gambar 2 Pie Chart Presentase Pre Test.............................................. 108 .................... DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Grafik Nilai Pre Test dan Post Test ...................................

............................. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 ..................................................................................................................................... 141 Lampiran 3 ................... 187 Surat permohonan ijin penelitian .................................................................................................................................................. 129 Pedoman wawancara ....................................................................... 177 Tabulasi data ujicoba kelompok kecil ............................ 192 foto ................................................ 133 Lampiran 2 .................................................................................................................................. 136 Kriteria penilaian di SMK N 1 Gegerbitung ........................................................................................................................................................................................................................................................................ 165 Lampiran 4 ................ 193 ....................................... 134 Silabus ............. 130 Hasil wawancara ......................................................... 143 Instrument kelayakan buku . 178 Tabulasi data ujicoba lapangan .... 184 Mean median modus pre test dan post test ................................... 180 Uji validitas dan reliabilitas ..................................................................... 179 Data mean median modus ujicoba lapangan ........................................................................................................................................................................................... 185 Lampiran 5 ................................................................... 142 Kisi-kisi instrument kelayakan buku......................................................... 135 RPP......................................................... 160 Validasi ahli ............................................................................................................................................... 188 Surat permohonan kesedian sebagai validator ............................................................................................................ 132 Daftar peserta didik ............................................. 140 KKM ... 190 Surat keterangan telah melakukan penelitian............................................................................................................................................................ 131 Hasil observasi kelas ........................................................................................................................................................................................... 148 Angket penelitian .......................................... 128 Pedoman observasi kelas....................................................................... 191 Lampiran 5 ................................ 183 Data nilai pre test dan post test .......................................................................................................

It means that there is a positive effect of using the book to the student score. and 3. and dissemination. and test used to know whether the book is effective when it used in the try out. The subject of this research is the 2nd grade student of clothing design department of SMKN 1 Gegerbitung which the numbers of students are 29 students.00. reach the number 105. including material. There are four steps of the research. After the implementation of the book.7 (expert of materials). The method used in this research is R and D (research and development) proposed by Borg and Gall which is simplified by Anik Gufron. 3. All the experts state that the book is suitable to be implemented. also the teacher of related subject. and (3) know whether the book is effective to be used in the “fashion drawing” subject in SMK N 1 Gegerbitung.DEVELOPING A TEACHING BOOK ENTITLED “ MENGGAMBAR PROPORSI TUBUH: TIPE NATURAL” FOR FASHION DRAWING SUBJECT IN SMKN 1 GEGERBITUNG SUKABUMI WEST JAVA By: Narulita Hidayati Hapsari NIM: 07513242009 This research is aimed to: (1) know how is a teaching book entitled “Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” developed. It can be seen from the mean values from the students. evaluation. The results the study show that the process of developing the book consist of 4 steps they are planning/background of the study.7 (expert of media). readable and graphic design aspects. and 4) dissemination. 3) trying out the product. 2) developing product. It is shown from the mean values from every expert: 3. Key words: book. developing the book. The students also agree with the developed book.8 (the teacher of related subject). language. media. questionnaire used in the validation and suitability of the developed book.5 (expert of evaluation). The prosentase of the student score in the post test is higher than that of pre test. effectiveness . trying out the product. (2) how suitable is the develoved book to be implemented in SMK N 1 Gegerbitung. They are: 1) planning/background of the study. The instruments of the study are: interview and observation used in the background of the study. 3. The book is validity by the expert which consists of they who are expert in materials. validation. All the data obtained were analyzed quantitatively. it can be concluded the score of the students are can be categorized as “good” (B).

4 Isi pelajaran. yakni seorang yang bertindak sebagai pengelola proses belajar mengajar. Dalam proses pembelajaran terdapat 7 komponen penting. kualitas Pendidikan di Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan Negara lainnya misalnya seperti Negara tetangga Singapura dan Malaysia. yakni cara yang digunakan untuk menyampaikan isi pelajaran . begitu pula dengan negara Indonesia. Tentunya kita tidak boleh membiarkan pendidikan di Indonesia tidak mengalami perkembangan apalagi jika sampai mengalami kemunduran kualitas Pendidikan. Kualitas pendidikan dapat di tentukan oleh berbagai faktor. 5 Metode. yakni seorang yang bertindak sebagai pencari. yakni segala informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan. perumusan masalah. tujuan penelitian dan manfaat penelitian A Latar Belakang Masalah Setiap negara diseluruh dunia menekankan betapa pentingnya kualitas pendidikan. faktor yang paling penting dan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan adalah proses pembelajaran. penyimpan isi pelajaran. 1 BAB I PENDAHULUAN Pada Bab Pendahuluan ini akan diuraikan secara singkat mengenai hal-hal yang menjadi latar belakang masalah. Selain dengan dukungan sarana dan prasarana. yakni pernyataan perubahan tingkah laku yang di inginkan. menurut Moedjiono dan Dimyati (1993:23) komponen-komponen tersebut adalah : 1 Peserta didik. fasilitator proses belajar mengajar 3 Tujuan. yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan 2 Guru. Akan tetapi.

2 6 Media. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berkualitas diperlukan manajemen pembelajaran yang dapat memobilisasi segala sumber daya pendidikan. Tujuan pembelajran adalah pernyataan perubahan tingkah laku yang diinginkan. Tentunya semua ini tidak terlepas dari peran guru sebagai pengelola proses belajar mengajar. yakni untuk mengukur tingkat tercapainya tujuan. Peserta didik merupakan titik fokus yang strategis karena kepadanyalah bahan ajar melalui sebuah proses pengajaran diberikan. Makna pengelolaan dan pelaksanaan disini. dan sikap) dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dirumuskan. penerima dan penyimpan bahan ajar yang telah disampaikan atau di informasikan oleh guru. . Tujuan pembelajaran bisa dikatakan sebagai target dalam proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar yang diharapkan. Peserta didik adalah seseorang yang bertindak sebagai pencari. terkait dengan materi ataupun isi pelajaran yang diperlukan dan disampaikan (pengetahuan. menerima dan menyimpan akan tetapi dalam hal ini bisa menjadikannya menggali segala potensi yang ada pada dirinya untuk senantiasa dikembangkan melalui proses pembelajaran tersebut maupun ketika ia berinteraksi dengan segala sesuatu yang menjadikan ia pengalaman belajar. Sebuah proses pembelajaran tidak terlepas dari tujuan pembelajaran. alat bantu yang diguankan untuk menyampaikan isi pembelajaran 7 Evaluasi. keterampilan. fasilitator proses belajar mengajar maupun penyampai informasi. Tidak hanya mencari. Manajemen pembelajaran itu terkait dengan manajemen peserta didik yang isinya merupakan pengelolaan dan pelaksanaannya.

maka kegiatan pengajaran dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang sederhana sampai yang kompleks. 1995: 7). Pada dasarnya tidak ada satu metode mengajar yang dipandang paling baik. Selain dengan metode mengajar. atas dasar itu. memilih dan menggunakan media pendidiakan. Menurut Oemar Hamalik (1994: 6) pengetahuan tentang media meliputi: Media sebagi alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. Metode seperti apa yang harus digunakan supaya bisa mempermudah proses pembelajaran tersebut. sebuah permasalah proses pembelajaran dapat dipecahkan dengan penggunaan media. nilai atau mafaat media pendidikan. . seluk beluk proses mengajar hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan. Untuk dapat menggunakan media pendidikan yang lebih optimal. jumlah peserta didik. dan lain lain. materi yang diajarkan. 3 Penyampaian materi pembelajaran akan lebih dimengerti apabila didukung oleh metode pembelajaran. karena baik tidaknya metode mengajar sangat tergantung kepada tujuan pengajaran. Salah satu upaya yang dilakukan guna meningkatkan proses pembelajaran yaitu dengan metode pemberian tugas praktik dan latihan. setiap guru harus memahami pengatahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan. Media adalah seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik (Sudarwan Danim. fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Metode adalah suatu cara yang digunakan untuk menyampaikan isi pembelajaran. fasilitas penunjang.

4 berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan. Komponen terakhir dari 7 komponen yang sudah di jabarkan. Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan Pendidikan menengah yang mempunyai penyelarasan antara pendidikan dan dunia kerja (industri). Serangkaian uraian diatas selain merupakan komponen penting yang berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. mempersiapkan siswa- siswinya untuk bekerja pada bidang tertentu dengan kualifikasi keahlian terstandar serta memiliki sikap dan perilaku yang sesuai tuntutan dunia kerja. Dilihat dari beberapa pokok pengetahuan tentang media yang telah dikemukakan diatas. salah satunya pada sekolah menengah kejuruan (SMK). dan usaha inovasi dalam media pendidikan dan lain lain. jelaslah bahwa media pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan. Evaluasi dalam pembelajaran berguna untuk mengetahui sejauh manakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. . Seorang guru tidak cukup hanya menguasai materi kemediaan akan tetapi juga harus memiliki keterampilan untuk memilih dan menggunakan media. yang memegang peranan penting dalam sebuah pembelajaran adalah evaluasi. Dengan evaluasi diperoleh balikan atau feedback yang dipakai untuk memperbaiki dan merevisi bahan atau metode pembelajaran. juga merupakan komponen komponen penting yang terdapat pada proses belajar mengajar di sekolah.

. Tujuan diajarkannya mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing) agar siswa mampu menerapkan dasar- dasar menggambar dan dapat meluluskan calon-calon disainer muda yang dapat bekerja mandiri maupun bekerja pada instansi lainnya. teknologi. Materi mata diklat ini berbentuk teori dan praktek. Mata diklat ini termasuk dalam cakupan mata diklat produktif dan pelajaran kejuruan. 4. agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang yang lebih tinggi. unsur-unsur disain. 2. mengisi lowongan pekerjaan yang ada didunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya. 3. Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif mampu bekerja mandiri. ulet dan gigih dalam berkompetensi. prinsip desain. Materi mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing) berisi tentang pengetahuan alat. beradaptasi dilingkungan kerja. Membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai denganprogram keahlian yang dipilih. bahan untuk menggambar. Tata busana merupakan salah satu program studi pada Bidang Studi Keahlian Seni. 5 Adapun Tujuan Khusus SMK (Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Berdasarkan lampiran keputusan Direktur Jenderal manajemen pendidikan dasar dan menengah nomor: 251/c/kep/mn/2008 tanggal: 22 Agustus 2008 spektrum keahlian pendidikan menengah kejuruan terdiri dari enam bidang studi keahlian. Salah satu mata diklat pada program studi ini yaitu mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing). 2004: 7) adalah sebagai berikut: 1. bagian-bagian busana. Kerajinan Dan Pariwisata. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan. dan seni. Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karier. dan mengembangkan sikap professional dalam bidang keahlian yang diminatinya.

6

proporsi tubuh dan pembuatan desain baju dalam berbagai kesempatan. Mata

diklat ini bersifat praktek, maka siswa perlu banyak berlatih dalam

mempraktekan materi yang telah diajarkan oleh guru.

SMKN 1 Gegerbitung merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan

yang berada di Jl. Pramuka No.45 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat.

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti di SMKN 1

Gegerbitung, banyak siswa yang tidak menyukai mata pelajaran menggambar

busana dengan alasan susah sekali membuat gambar busana, hasil gambar mereka

kurang bagus, dan merasa tidak berbakat dalam pembuatan sebuah gambar

apalagi menuangkan sebuah ide rancangan kedalam suatu wujud rancangan

busana yang utuh. Selain itu siswa mengungkapkan betapa sulitnya menggambar

tubuh dengan pose. Berdasarkan hasil observasi terhadap hasil gambar siswa di

SMKN 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat, menunjukan lemahnya kemampuan

siswa dalam menggambar pose tubuh. hal ini bisa saja di sebabkan oleh berbagai

faktor seperti disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan penguasaan siswa

terhadap anatomi serta proporsi tubuh manusia, kurangnya media dan sumber

belajar atau pada proses guru dalam menyampaikan materi ajar.

Media pembelajaran yang dipergunakan pada mata pelajaran menggambar

busana di SMKN 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat hanya terbatas pada papan

tulis, buku buku lama, materi atau contoh gambar yang di copy berulang kali, dan

belum menggunakan media media yang khusus dirancang untuk pembelajaran ini

seperti chart, power point, modul, ataupun media gambar. Disamping itu,

7

Ketersediaan buku buku untuk materi menggambar busana diperpustakaan

sekolah jumlahnya tidak sebanyak buku buku mata pelajaran lainnya. Buku untuk

mata diklat menggambar busana di SMK pokok bahasan proporsi tubuh sangat

jarang sekali. Ada beberapa buku yang membahas pokok bahasan tersebut akan

tetapi kebanyakan menggunakan bahasa asing seperti Inggris dan Jepang. Hal ini

tentu saja menjadi salah satu kendala dalam pemahaman siswa.

Metode yang di gunakan guru pada pembelajaran menggambar busana,

guru cenderung menggunakan metode pemberian tugas dengan contoh gambar

yang sudah ada. Guru jarang sekali mendemonstrasikan contoh gambar di depan

kelas.

Dari beberapa masalah yang dikemukakan di atas masalah ada pada sisi

peserta didik, metode, media dan guru. Akan tetapi ada atau tidak adanya bakat

menggambar siswa seharusnya tidak menjadi titik permasalahan. Karena pada

dasarnya menggambar busana dapat dipelajari, dikuasai tanpa mengandalkan

bakat. Hal ini, bisa di dukung dengan beberapa faktor seperti rasa suka atau

menyenangkan dari sisi peserta didik dan guru terhadap mata pelajaran

menggambar busana. Disinilah peran guru yang sebenarnya untuk memotivasi

siswa untuk mempunyai rasa suka dan menyenangkan terhadap pelajaran

menggambar busana sehingga dari sini timbulah kemauan kuat dan motivasi

untuk menggambar yang lebih baik.

Oleh karena itu, untuk memotivasi siswa memiliki rasa suka dan

menyenangkan terhadap pelajaran menggambar busana, memberikan kemudahan

8

penyerapan materi serta merangsang kemauan siswa dalam menggambar busana

maka diperlukan metode dan media pembelajaran yang tepat dan menarik

perhatian siswa.

Media pembelajaran dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses

penyampaian materi untuk memecahkan permasalahan dalam proses belajar

mengajar mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing). Langkah pertama

yang perlu di ambil yaitu dengan mencari media yang tepat dalam menyampaikan

materi pada mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing). Penggunaan

media yang tepat, dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik

dan menyenangkan, dapat mengurangi kesalah-pahaman dan ketidak jelasan.

Media yang dapat membimbing siswa tahap demi tahap dalam proses

menggambar bisa dengan menggunakan chart/ALG, jobshet, foto copy atau

buku.

Buku merupakan salah satu media berbasis cetak yang paling banyak

digunakan dalam dunia pendidikan. Buku merupakan sumber belajar yang banyak

mengandung referensi refensi penting. Di Indonesia secara kuantitatif

perpustakaan (gudang buku) yang ada cukup memadai. Tahun 1986, ada 295

buah perpustakaan khusus, perpustakaan universitas (negeri dan swasta) sebanyak

252 buah, perpustakaan keliling 111 buah, perpustakaan sekolah 1. 139 buah,

perpustakaan desa 524 buah, dan perpustakaan (ditingkat provinsi dan kabupaten)

ada 300 buah. (Sudarwan Danim, 28: 2008).

Penggunaan media berbasis cetakan berupa buku dalam proses belajar mengajar menggambar busana (Fashion Drawing) diharapkan dapat memudahkan siswa dalam menyerap materi yang disampaikan. 9 Banyaknya perpustakaan yang menyediakan berbagai macam media cetak atau buku membuktikan bahwa buku memegang peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Keunggulan media berbasis cetakan berupa buku bersifat repeatable. analisa pada media cetak lebih tajam. maka dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan yang ada sebagai berikut: 1. dapat membuat orang benar-benar mengerti isi berita dengan analisa yang lebih mendalam dan dapat membuat orang berfikir lebih spesifik tentang isi tulisan. B Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian diatas. . dapat dibaca berkali kali dengan menyimpannya atau menjadikannya kliping. 2. Latar belakang diatas mendasari peneliti dalam pegembangan buku ajar “menggambar proporsi tubuh: tipe natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat. Kurangnya kesiapan siswa dalam menerima pembelajaran mata diklat menggambar busana. memotivasi siswa serta meningkatkan kemampuan siswa dalam menggambar busana. Siswa kesulitan dalam menggambar tubuh dengan pose. juga kebenaran tulisan dapat di pertanggungjawabkan.

4. 5. Ketersediaan buku buku untuk materi menggambar busana diperpustakaan sekolah jumlahnya tidak sebanyak buku buku mata pelajaran lainnya. Evaluasi yang di berikan kurang tepat ataupun tidak sesuai dengan kemampuan peserta didik. 13. Kurangnya kemampuan guru dalam memberikan contoh contoh gambar kepada siswa. Kurangnya pemahaman dan penguasaan siswa terhadap anatomi dan proporsi tubuh manusia. . buku buku lama. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru hanya sebatas pada metode pemberian tugas. Materi yang diberikan tidak di dukung dengan metode dan media pembelajaran yang tepat. Kurangnya kesiapan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. 7. materi atau contoh gambar yang di copy berulang kali 11. 12. media hanya terbatas pada papan tulis. 8. proses pembelajaran mata diklat menggambar busana belum memamfaatkan media pendidikan secara optimal sehingga kurang menarik perhatian siswa 10. 6. Kurangnya kompetensi guru pada pembelajaran mata diklat menggambar busana. Buku untuk mata diklat menggambar busana di SMK pokok bahasan proporsi kebanyakan menggunakan bahasa asing seperti Inggris dan Jepang. 10 3. 9.

identifikasi masalah. Bagaimanakah mengembangkan buku ajar ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung ? 2. media pembelajaran yang digunakan untuk mata diklat menggambar busana adalah media berbasis cetakan berupa buku ajar “menggambar proporsi tubuh: tipe natural”. dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut: 1. D Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah. Berkaitan dengan penelitian ini. Bagaimanakah efektifitas penggunaan buku ajar ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung? . Pengembangan buku ajar pada pembelajaran mata diklat menggambar busana ini. dengan judul buku menggambar proporsi tubuh tipe natural. terbatas hanya untuk materi standar kompetensi menggambar busana pada kompetensi dasar mendeskripsikan bentuk anatomi dan proporsi beberapa tipe tubuh manusia. dan pembatasan masalah diatas. peneliti melihat bahwa urgensi permasalah sesungguhnya terdapat pada media dan sumber belajar. 11 C Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan diatas. Apakah buku ajar ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” layak dipergunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung ? 3.

Untuk mengetahui efektifitas penggunaan buku ajar ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung F Manfaat Penelitian Adapun mamfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah dapat membawa dampak positif: 1. b. Untuk mengembangkan buku ajar ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung 2. . Untuk mengetahui kelayakan penggunaan buku ajar ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung 3. Bagi guru a. Dapat menambah referensi buku tentang menggambar proporsi tubuh. Menambah referensi buku tentang menggambar proporsi tubuh. Memberikan motivasi kepada siswa bahwa kemampuan menggambar busana seseorang tidak diukur dari segi bakat dan jiwa seni saja akan tetapi bisa dilihat dari faktor lain dan melalui media 2. 12 E Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Bagi siswa a. Meningkatkan kemampuan dan kreatifitas dalam menggambar busana c.

13

b. Mendapatkan media pembelajaran yang tepat.

3. Bagi sekolah

a. Sebagai pedoman khususnya pada penggunaan media seperti apa yang

akan dipakai untuk menunjang berlangsungnya pembelajaran.

b. Mempunyai gambaran tentang media media yang pas dan layak untuk

digunakan dalam pembelajaran.

c. Dapat membantu upaya perbaikan mutu sekoalah melalui upaya

peningkatan kemampuan siswa dalam menggambar busana.

4. Bagi jurusan pendidikan teknik busana

a. Dapat meberikan informasi bagi para mahasiswa tentang pengembangan

media pendidikan.

b. Dapat digunakan sebagai referensi atau acuan untuk penelitian berikutnya.

5. Bagi peneliti

a. Mempunyai ”Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” yang

sudah divalidasikan.

b. Dapat meningkatkan dan mengeksplorasi pengetahuan tentang media

media yang bisa digunakan untuk pembelajaran menggambar busana dan

dapat mengaplikasikannya kedalam mata pembelajaran lainnya.

c. Dapat digunakan sebagai referensi penelitian berikutnya.

14

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Pada Bab Kajian Pustaka ini akan diuraikan mengenai kajian teoritis yang

pembahasannya difokuskan pada informasi sekitar permasalahan penelitian.

A. Kajian Teoritis

Untuk memperjelas penelitian ini, maka perlu dijelaskan beberapa istilah

yang berkaitan dengan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Tinjauan Tentang Pembelajaran

a. Pengertian Pembelajaran

Sebuah proses pembelajaran tidak terlepas dari kegiatan belajar

mengajar. Belajar menurut Nana Sudjana (2001: 28), adalah suatu proses

yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Belajar

menurut Morgan yang dikutip Ngalim Purwanto (2002: 84), adalah setiap

perubahan yang relatif menetap dalam tingkah-laku yang terjadi sebagai

suatu hasil dari latihan atau pengalaman.

Arief S. Sadiman (2006: 1), mengemukakan belajar adalah suatu

proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung

seumur hidup, sejak dia masih bayi hingga keliang lahat. Salah-satu

pertanda bahwa seseorang telah belajar sesuatu adalah adanya perubahan

tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut

baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan

15

(psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap. Belajar meliputi

tidak hanya mata pelajaran, tetapi juga penguasaan, kebiasaan, persepsi,

kesenangan, minat, penyesuaian sosial, bermacam-macam ketrampilan, dan

cita-cita.

Mengajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses mengorganisasi

atau menata sejumlah sumber potensi secara baik dan benar, sehingga

terjadi proses belajar anak (Sudarwan Danim. 2008: 34). Sedangkan

menurut Nana Sudjana (2001: 29) mengajar merupakan suatu proses, yaitu

proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa

sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses

belajar.

Menurut Gagne sebagaimana yang telah dikemukakan oleh

Nazarudin (2007: 162) pembelajaran dapat diartikan sebagai seperangkat

acara peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung proses belajar

yang sifatnya internal. Mulkan (1993: 113) memahami pembelajaran

sebagai suatu aktivitas guna menciptakan kreatifitas siswa. Sedangkan

menurut Nazarudin (2007: 163) pembelajaran adalah suatu peristiwa atau

situasi yang sengaja dirancang dalam rangka membantu dan

mempermudah proses belajar dengan harapan dapat membangun kreatifitas

siswa.

Itu berarti. tujuan pembelajaran. Peserta didik adalah subjek yang bersifat unik yang mencapai kedewasaan secara bertahap. materi/isi. 2002: 25).20 tentang Sistem Pendidikan Nasional. berbeda satu dengan yang lain. guru. dan jenis pendidikan tertentu. media dan evalusi. peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur. 1) Peserta didik Menurut undang undang No. Komponen Komponen Pembelajaran Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dari komponen- komponen yang ada didalamnya. b. (Paul Suparno dkk. 16 Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa pembelajaran adalahsuatu perubahan dari peristiwa atau situasi yang dirancang sedemikian rupa dengan tujuan memberikan bantuan atau kemudahan dalam proses belajar mengajar sehingga bisa mencapai tujuan belajar. memiliki kemampuan yang tidak sama. menurut Moedjiono dan Dimyati (1993: 23) komponen-komponen proses belajar megajar tersebut adalah peserta didik. metode. masing-masing anak memiliki kekhususan tersendiri. Menurut Nazarudin (2007: 49) peserta didik adalah manusia . jenjang. Tidak ada anak yang persis sama satu dengan yang lainnya.

2) Guru Guru menurut Muhammad Ali sebagaimana di kemukakan oleh Nazarudin (2007: 161) merupakan ”pemegang peranan sentral proses belajar mengajar”. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa peserta didik adalah seseorang dengan segala potensi yang ada pada dirinya untuk senantiasa dikembangkan baik melalui proses pembelajaran maupun ketika ia berinteraksi dengan segala sesuatu yang menjadikan ia pengalaman belajar. Sehubungan dengan itu. kebutuhan akan rasa aman. dan kebutuhan untuk mengaktualisasi dirinya sesuai dengan potensinya). Mereka mempunyai perasaaan dan fikiran serta keingianan atau aspirasi. papan. kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan. 17 dengan segala fitrahnya. Mereka mempunyai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yaitu sandang. Berkaitan dengan penelitian ini peserta didik dalam pembelajaran mata diklat menggambar busana adalah peserta didik di SMK jurusan seni. pangan. Mochtar Buchori (1994: 4) juga menyatakan bahwa ” yang . Guru yang setiap hari berhadapan langsung dengan siswa termasuk karakterisrik dan problem mengajar yang mereka hadapi berkaitan dengan proses belajar mengajar. kerajinan dan pariwisata kelas XI di SMK N 1 Gegerbitung.

52 Tahun 2008 sebagaimana dikemukakan Akhmad Sudrajat (2009) tentang Standar Proses disebutkan bahwa tujuan pembelajaran memberikan petunjuk untuk memilih isi mata pelajaran. 18 akan dapat memperbaiki situasi pendidikan pada akhirnya berpulang kepada guru yang sehari hari bekerja dilapangan” Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa guru adalah seseorang dengan fitrahnya sebagai manusia berkepribadian yang bernilai dan berharga yang memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar dan berpartisipasi penuh dalam menyelenggarakan pendidikan. mengalokasikan waktu. menurut Ahmad . Tujuan pembelajaran merupakan perangkat kegiatan belajar mengajar yang direncanakan untuk mencapai tujuan. petunjuk dalam memilih alat-alat bantu pengajaran dan prosedur pengajaran. Berkaitan dengan penelitian ini guru dalam pembelajaran mata diklat menggambar busana adalah guru yang ahli di bidangnya dan berkompeten. serta menyediakan ukuran (standar) untuk mengukur prestasi belajar siswa. menata urutan topik-topik. tentunya guru yang bisa membimbing peserta didik dalam pembuatan gambar busana 3) Tujuan Pembelajaran Dalam Permendiknas RI No.

. 19 Rohani (199: 100) tujuan pembelajaran harus berfungsi untuk mencapai tujuan pendidikan yang menjadi penentu arah kegiatan/interaksi pengajaran. Nana Syaodih Sukmadinata (2002) mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran. b) memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar c) membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran d) memudahkan guru mengadakan penilaian . Mager seperti yang di kemukakan oleh Hamzah B Uno (2008: 27) bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. Menurut Robert F. yaitu: a) memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa. Tujuan dalam pembelajaran harus mencakup 3 hal yaitu aspek kognitif. baik bagi guru maupun siswa. Sedangkan Oemar Hamalik (2005) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran . aspek afektif dan aspek psikomotorik. sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri. Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu.

Sasaran tersebut harus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. (2) siswa dapat menjelaskan bagian bagian anatomi dan proporsi tubuh manusia. Artinya. Berkaitan dengan penelitian ini tujuan pembelajaran untuk kompetensi dasar Mendeskripsikan bentuk proporsi dan anatomi beberapa type tubuh manusia yaitu : (1) siswa dapat menjelaskan pengertian anatomi dan proporsi tubuh manusia. dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum. (3) siswa dapat menggambar anatomi dan proporsi tubuh manusia dengan pose. 4) Materi/isi Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa Materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan. keterampilan. materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran . 20 Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu rancangan yang menitik beratkan terhadap pencapaian yang akan di dapat oleh peserta didik setelah melalui proses pembelajaran itu sendiri.

peristiwa sejarah. nama bagian atau komponen suatu benda. hakikat. dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. (2) Konsep Konsep adalah segala yang berwujud pengertian- pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran. Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan. ciri khusus.nama objek. inti /isi dan sebagainya. a) Jenis-Jenis Materi Pembelajaran Menurut Sunu Ambarsi (2010) jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari fakta. prosedur. (1) Fakta Fakta adalah segala hal yang bewujud kenyataan dan kebenaran. (3) Prinsip . 21 hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. keterampilan. prinsip. meliputi definisi. nama orang. lambang. serta tercapainya indikator. dan sebagainya. pengertian. konsep. dan sikap atau nilai. meliputi nama. nama tempat.

rumus. (http://www. kasih sayang. pokok. postulat. meliputi dalil. teorema. misalnya nilai kejujuran. dan bekerja. tolong-menolong. adagium.bpgdisdik- jabar. .net) (1) Relevansi atau kesesuaian. Contoh: praktik penelitian sosial. Contoh: aplikasi sosiologi dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk sikap toleransi dalam menghadapi fenomena sosial yang bervariasi. 22 Prinsip adalah berupa hal-hal utama. dsb. dan memiliki posisi terpenting. (5) Sikap atau Nilai Sikap atau Nilai merupakan hasil belajar aspek sikap. b) Prinsip-Prinsip Pengembangan Materi Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah kesesuaian (relevansi). dan kecukupan (adequacy). semangat dan minat belajar. dsb. (4) Prosedur Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem. paradigma. serta hubungan antarkonsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat. keajegan (konsistensi).

(2) Konsistensi atau keajegan. Jika kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik berupa menghafal fakta. (3) Adequacy atau kecukupan. maka materi yang harus diajarkan juga harus meliputi dua macam. 23 Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan pencapaian kompetensi dasar. bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi yang lain. Jika terlalu sedikit maka kurang membantu tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Materi tidak boleh terlalu sedikit. maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta. jika terlalu banyak maka akan mengakibatkan keterlambatan dalam pencapaian target kurikulum (pencapaian keseluruhan SK dan KD). Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik ada dua macam. Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Sebaliknya. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa materi pembelajaran adalah seperangkat . dan tidak boleh terlalu banyak.

dimana guru bersama subjek didik mengadakan dialog bersama . Menurut Sudarwan Danim (2008:36) metode pembelajaran yang umum dipakai dalam proses belajar mengajar dikelas adalah sebagai berikut. keterampilan. Disamping itu materi mengacu pada prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah kesesuaian (relevansi). 5) Metode Metode pembelajaran menurut Oemar Hamalik (2003) merupakan salah satu cara yang digunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. 24 ilmu pengetahuan. keajegan (konsistensi). b) Metode diskusi Diskusi diartikan sebagai suatu proses penyampaian materi. a) Metode ceramah Ceramah diartikan sebagai proses penyampaian informasi dengan jalan mengeksplanasi atau menuturkan sekelompok materi secara lisan dan pada saat yang sama materi tersebut diterima oleh sekelompok subyek. dan kecukupan (adequacy). Berkaitan dengan penelitian ini materi yang diambil dalam pembelajaran mata diklat menggambar busana adalah berupa konsep dan prosedur. dan sikap yang disampaikan ketika dalam situasi pembelajaran dan harus dikuasi oleh peserta didik demi tercapainnya tujuan pendidikan.

25

untuk mencarai jalan pemecahan dan menyerap serta menganalisis
satu atau sekelompok materi tertentu.
c) Metode tugas
Tugas diartikan sebagai materi tambahan yang harus dipenuhi
oleh subjek didik, baik didalam maupun diluar kelas.
d) Metode latihan inkuiri
Latihan inkuiri diartikan sebgai proses mempersipakan kondisi
agar subjek didik siap menjawab teka teki.
e) Metode karyawisata
Metode karya wisata diartikan sebagai suatu strategi belajar
mengajar, dimana guru dan muridnya mengunjungi suatu tempat
tertentuyang relevan untuk memperoleh sejumlah pengalaman
empiris.
f) Metode seminar
Dengan seminar, biasanya wawasan terbuka luas, peran serta
subjek dominan, namun perlu persiapan yang memadai, seperti:
penentuan topik, mempersiapkan kertas kerja, organisasi kelas,
pengelompokan siswa menurut variasi/perbedaan kemampuan
individual mereka.
g) Metode metode mengajar yang lain,
Metode mengajar yang lainnya seperti studi kasus, bermain
peranan, simulasi sosial, kerja dalam kelompokdan setrusnya dapat
dipakai.

Sedangkan menurut Tri Mulyani (2003: 53) metode yang

digunakan dalam pembelajaran dikelas meliputi:

a) Metode ceramah
b) Metode tanya jawab
c) Metode diskusi
d) Metode demonstrasi
e) Metode kerja kelompok
f) Metode pemberian tugas
g) Metode eksperimen
h) Metode penemuan
i) Metode simulasi
j) Metode pengajaran unit

26

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan

bahwa metode pembelajaran adalah strategi atau cara yang dilakukan

untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan.

Berkaitan dengan penelitian ini metode dalam pembelajaran

mata diklat menggambar busana menggunakan metode demonstrasi,

ceramah dan latihan.

6) Media

a) Pengertian Media pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara

harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Media adalah

perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima

pesan (Azhar Arsyad, 2009: ).

Arief S. Sadiman, (2006: 7) mengemukakan bahwa media

pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk

menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat

merangsang fikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian

siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Sedangkan

menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2002:1) Mengemukakan

bahwa media pengajaran sebagai alat bantu mengajar.

R. Ibrahim dan Nana Syaodah (1996:12), Mengemukakan

bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat

27

digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran,

merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa,

sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar. Sedangkan

menurut Sudarwan Danim (1995:7) media pembelajaran

merupakan seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan

oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa

atau peserta didik.

b) Jenis Jenis Media Pembelajaran

Pada dasarnya media dikelompokan menjadi tiga bagian

yaitu media audio, media visual dan media audio visual. Media

pembelajaran merupakan komponen instruksional yang meliputi

pesan, orang, dan peralatan. Dalam perkembangannya, media

pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Pengelompokan

berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangan

teknologi oleh Seels dan Glasgow sebagaimana yang telah di

kemukakan oleh Azhar Arsyad (2003) di bagi kedalam 2 kategori

luas yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi

mutakhir.

meliputi: model. meliputi: buku teks. papan info. meliputi : gambar. majalah ilmiah berkala. pita kaset. spacimen (contoh). dan filmstrip (b) Visual yang tak di proyeksikan. dan papan bulu (c) Audio. diagram. simulasi. meliputi: film. grafik. dan cartridge (d) Penyajian multimedia. charts. dan permainan papan (h) Realia. boneka ) (2) Pilihan media teknologi mutakhir . foto. meliputi: teka teki. dan lembaran lepas (hand-out) (g) Permainan. dan video (f) Cetak. proyeksi overhead. pameran. modul. reel. meliputi: rekaman piringan. meliputi: slide plus suara (tape) dan multi image (e) Visual dinamis yang di proyeksikan. workbook. meliputi: proyeksi apaque. slides. teks terprogram. dan manipulative (peta. poster. 28 (1) Pilihan media tradisonal (a) Visual diam yang di proyeksikan. televise.

kuliah jarak jauh (b) Media berbasis mikroprocesor. compact (video) disk c) Manfaat Media Pembelajaran Berbagai manfaat pembelajaran telah dibahas oleh beberapa ahli. hypermedia. Menurut Kemp dan Dayton dalam bukunya Azhar Arsyad (2003 : 21) mengemukakan beberapa hasil penelitian yang menunjukan dampak positif dari penggunaan media sebagai bagian integral pembelajaran di kelas atau sebagai cara utama pembelajaran langsung sebgai berikut: (1) Penyampaian pembelajaran menjadi lebih baku (2) Pembelajaran bisa lebih menarik (3) Pembelajaran menjadi lebih interaktif (4) Lama waktu pemebelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat (5) Kualiatas hasil belajar dapat di tingkatkan (6) Pembelajaran dapat diberikan kapan dimana diinginkan atau diperlukan (7) Sikap positif siswa terhadap apa yang dipelajari (8) Peran guru dapat berubah kea rah yang lebih positif. merinci manfaat media pengajaran sebagai berikut: . meliputi : telekonferen. interaktif. 29 (a) Media berbasis telekomunikasi. permainan komputer. meliputi: computer-assisted instruction. sistem tutor inteligen. Encyclopedia of Educational Research dalam Oemar Hamalik (1994: 15).

tetapi juga aktifitas lain seperti mengamati. mendemonstrasikan. 30 (1) Meletakkan dasar-dasar yang konkrit untuk berfikir. memerankan dan lain-lain. (7) Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain dan membantu efisiensi dan keragaman yang banyak dalam belajar. (2) Memperbesar perhatian siswa. tidak semata mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. oleh karena itu mengurangi verbalisme. (3) Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar. (6) Membantu timbulnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan bahasa. (5) Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu terutama melalui gambar hidup. (4) Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa. . Menurut Sudjana dan Rivai dalam Azhar Arsyad (2003: 24) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar mengajar siswa yaitu: (1) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar (2) Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan memcapai tujuan pembelajaran (3) Metode mengajar akan lebih bervariasi. sehingga memuat pelajaran lebih mantap. (4) Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru. sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. apalagi kalu guru mengajar pada setiap jam pelajaran. melakukan.

31 Menurut Azhar Arsyad (2003: 25) mengemukakan manfaat praktis menggunakan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagia berikut: (1) Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Berkaitan dengan penelitian ini media yang digunakan berupa media berbasis cetakan. dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. dan waktu. (3) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. (2) Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. sehingga penyaluran informasi atau materi yang di sampaikan guru terhadap siswa dapat mudah di terima. . ruang. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa media sangat berperan dalam sebuah proses pembelajaran. interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya. (4) Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa dilingkungan mereka.

(4) Praktis dan efisien. dan bertahan (4) Guru trampil menggunakannya (5) Pengelompokan sasaran (6) Mutu teknis . atau generalisasi (3) Praktis. (5) Fungsional. luwes. artinya dalam pembuatannya tidak terlalu mengeluarkan banyak biaya atau sesuai dengan kemampuan pembiayaan yang ada. mengemukakan kriteria pemilihan media bersumber dari konsep bahwa media merupakan bagian dari system instruksional secara keseluruhan. artinya media tersebut mudah digunakan dan tepat dalam penggunaannya. prinsip. Pemilihan Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. (2) Ilmiah. menurut Oemar Hamalik (1994: 7). artinya media pengajaran yang akan disajikan harus masuk akal dan mampu dipikirkan kita. (3) Ekonomis. artinya media yang digunakan sesuai dengan perkembangan akal dan ilmu pengetahuan. antara lain: (1) Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai (2) Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta. Ada beberapa faktor yang harus di perhatikan dalam pemilihan media antara lain: (1) Rasional. 32 d) Pemilihan Media Pembelajaran Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanan yang baik. Azhar Arsyad (2003: 75). artinya media yang disajikan oleh guru dapat digunakan dengan jelas oleh siswa. konsep. untuk itu ada beberapa kriteria yang patut di perhatikan dalam pemilihan media.

perhatian dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya prorses belajar mengajar ke tingkat yang lebih efektif dan efisien. dalam pemilihan media pengajaran harus diperhatikan faktor-faktor serta kriteria pemilihan media agar sesuai dengan apa yang akan disampaikan. audio visual. 33 Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa media pembelajaran sebagai alat atau wujud yang dapat digunakan sebagai sumber belajar. Menggunakan buku karena mata diklat menggambar busana terdiri dari teori dan praktik sehingga penyajiannya memerlukan penjelasan materi yang detail disertai dengan gambar. luwes. Maka. 7) Evaluasi . Selain itu. Dapat merangsang pikiran. dan bertahan dalam jangka yang cukup lama. media audio. Media yang digunakan pada penelitian ini adalah media visual berbasis cetakan berupa buku. Media pengajaran dibagi menjadi beberapa macam antara lain media visual. media berbasis cetakan bersifat praktis. cara terbaik dengan menggunakan media berbasis cetakan berupa buku. perasaan. Alasan ini yang memperkuat peneliti mengambil media berbasis cetakan berupa buku sebagai alat bantu siswa untuk mempermudah ketika membuat proporsi tubuh pada mata diklat menggambar busana.

Buku di katakan efektif apabila hasil evaluasi unjuk kerja siswa telah mencapai KKM yang telah di tentukan di SMK negeri 1 Gegerbitung Sukabumi. Bentuk ujian meliputi ujian tengah semester. tugas harian. Berkaitan dengan penelitian ini evaluasi dalam pembelajaran mata diklat menggambar busana dinilai berdasarkam unjuk kerja. 34 Menurut Nana Sudjana (2009: 3) evaluasi merupakan proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu. atau pengamatan oleh guru. ujian akhir semester. komponen pembelajaran dapat diartikan sebagai seperangkat alat atau cara atau bagian bagian dari . Evaluasi pembelajaran merupakan penilaian kegiatan dan kemajuan belajar peserta didik yang dilakukan secara berkala berbentuk ujian. memberikan nilai pada objek tertentu dengan menggunakan alat dan kriteria tertentu. dan ujian tugas akhir. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa evaluasi adalah sebagai satu upaya untuk melihat. hasil praktik. Pembobotan masing-masing unsur penilaian ditetapkan berdasarkan KKM sesuai dengan kurikulum sekolah. Berdasarkan beberapa penjelasan diatas.

Menggambar Busana adalah bagian dari seni yang mengutamakan nilai estetis. Tujuan diajarkannya mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing) agar siswa mampu menerapkan dasar-dasar menggambar dan dapat meluluskan calon-calon disainer muda yang dapat bekerja mandiri maupun bekerja pada instalansi lainnya. 2004:3). 2. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa menggambar busana adalah pembuatan gambar sketsa busana dengan mengunakan ide-ide. oleh karena itu seseorang yang ingin terjun ke bidang profesi ini sekurang-kurangnya mempunyai rasa seni dalam arti ia dapat membedakan antara yang indah dan yang tidak indah. Pada tubuh manusia dalam kertas gambar. Mata diklat menggambar busana termasuk dalam cakupan mata diklat produktif dan pelajaran kejuruan. . 2004:4). Tinjauan Tentang Mata Diklat Menggambar Busana a. Menggambar Busana Mengambar Busana (Fashion Drawing) adalah menggambar sketsa model dengan mengunakan ide-ide dan menerapkannya pada kertas gambar (Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. antara yang bagus dan tidak bagus (Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. 35 berbagai proses yang kemudian menjadi satu kesatuan yang utuh dalam sebuah pembelajaran demi tercapainya seuah tujuan. Materi mata diklat ini berbentuk teori dan praktek.

1 Memahami bentuk • Mengidentifikasi bagian-bagian bagian-bagian busana busana • Menggambar bagian- bagian busana 1.3 Menerapkan • Peralatan untuk teknik pembuatan menggambar busana desain busana disiapkan sesuai kebutuhan • Menggambar model busana 1. 36 b. Standar Kompetensi Menggambar Busana pada Silabus Tata Busana Kelas XI SMK Negeri 1 Gegerbitung terdiri dari beberapa kompetensi dasar diantaranya : Tabel 1.2 Mendeskripsikan • Menjelaskan pengertian bentuk proporsi anatomi dan proporsi dan anatomi tubuh manusia beberapa type • Menggambar anatomi tubuh manusia dan proporsi tubuh • Menggambar anatomi dan proporsi tubuh dengan pose 1. Kompetensi Menggambar Busana Menggambar busana merupakan salah satu standar kompetensi pada Mata Pelajaran Produktif Busana Butik. Standar Kompetensi Menggambar Busana StandarKompetensi Kompetensi Dasar Indikator Menggambar Busana 1.4 Penyelesaian • Menyelesaikan gambar pembuatan busana busana dengan teknik pewarnaan kering atau basah • Terselesaikannya gambar busana sesuai dengan kebutuhan .

proporsi tubuh dan pembuatan desain baju dalam berbagai kesempatan. Materi Pada Mata Diklat Menggambar Busana Materi mata diklat Menggambar Busana (Fashion Drawing) berisi tentang pengetahuan alat. unsur-unsur disain. Materi untuk kompetensi dasar Mendeskripsikan bentuk proporsi dan anatomi beberapa tipe tubuh manusia meliputi : 1) Anatomi tubuh manusia Anatomi adalah ilmu yang mempelajari susunan tubuh manusia secara keseluruhan mulai dari kepala sampai ujung kaki (Ernawati 2008: 203). . 37 Berdasarkan keempat kompetensi dasar di atas yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk proporsi dan anatomi beberapa tipe tubuh manusia. 2) Proporsi tubuh manusia Salah satu hal yang penting diperhatikan dalam menggambar anatomi tubuh untuk desain adalah memahami konsep untuk menentukan ukuran perbandingan tubuh seperti ukuran kepala. bahan untuk menggambar. bagian-bagian busana. prinsip desain. Pertimbangan ini dilakukan atas dasar analisis kebutuhan yang telah dilakukan oleh peneliti. c. Menurut Sicilia Sawitri (2000: 24) penggolongan anatomi tubuh secara garis besar bisa di bagi menjadi tiga bagian yaitu: kepala dan bagian bagiannya. tangan. dan kaki.

2001: 6). Perbandingan Tubuh Anatomi Antomi Letak Tubuh Anatomi NO sesungguhnya model Menurut Tinggi ilustrasi 1 Tinggi tubuh 7 ½ TK 8 ½ TK 9 TK 2 Kepala 0-1 0-1 0-1 3 Bahu 1.½ 1. ukuran tangan dan kaki. 38 ukuran badan. a) Macam perbandingan tubuh: (1) Perbandingan menurut anatomi sesungguhnya yaitu tinggi tubuh 7 ½ kali tinggi kepala.½ 1 4 Dada 2 2 2 5 Pinggang dan siku 3 3 3 6 Batas pinggul dan 4 4 4 pergelangan tangan 7 Ujung jari tangan 4¾ 4¾ 4¾ . Tabel 2. biasa disebut dengan perbandingan menurut anatomi model. (2) Perbandingan menurut desain busana ialah tinggi tubuh 8 kali tinggi kepala dan ada pula yang memakai 8 ½ kali tinggi kepala. Perbandingan tubuh adalah ketentuan yang dipakai untuk menggambar ukuran tubuh manusia berpedoman pada ukuran panjang kepala (Wisri A Mamdy. (3) Perbandingan tubuh secara ilustrasi yang biasa dipakai untuk iklan model atau gaya tertentu yaitu perbandingan 9 kali tinggi kepala bahkan mencapai 12 kali tinggi kepala.

Perbandingan Letak Bagian Bagian Kepala NO Anatomi Antomi Letak Tubuh Menurut sesungguhnya model Anatomi ilustrasi Tinggi 1 Umbun-umbun o o o 2 Batas dahi ¼ ¼ ¼ 3 Letak mata ¾ ¾ ¾ 4 Letak hidung ½ ½ ½ 5 Letak telinga ½-¾ ½-¾ ½-¾ 6 Letak bibir 7/8 7/8 7/8 7 Dagu 1 1 1 Keterangan : TK = Tinggi Kepala LK = Lebar Kepala .25 4/3 x TK = 2 4/3 x TK = 2 2 Lebar leher ½ x LK ½ x LK ½ x LK 3 Lebar Bahu 2 x LK 2 x LK 2 x LK 4 Lebar pinggang = LK = LK = LK 5 Lebar panggul 2 x LK 4/3 x TK = 2 4/3 x TK =2 6 Jarak lutut = LK = LK = LK 7 Jarak tumit ½ = LK ½ = LK ½ = LK 8 Jarak ujung jari = LK = LK = LK kaki Tabel 4. Perbandingan Tubuh Menurut Lebar NO Anatomi Letak Tubuh Antomi model Anatomi sesungguhnya Menurut Tinggi ilustrasi 1 Lebar kepala ¾ x TK = 2. 39 8 Lutut 5 1/3 5¾ 6 9 Betis 6 7 7 10 Pergelangan kaki 7 8 8½ 11 Tumit 7 1/6 8 1/6 8 4/6 12 Ujung jari kaki 7½ 8½ 9 Tabel 3.

Berdasarkan ketujuh tipe di atas. yang di jadikan pokok bahasan pada materi penelitian ini adalah tipe natural. Tipe natural ini. bergerak energetik. Tipe natural selalu cocok dalam segala pakaian sportif dari yang casual sampai yang anggun. energik. akan tetapi tetap menunjukan sisi feminin sehingga nampak lebih anggun 3. Proporsi dan posenyapun bisa dibuat lebih casual. Tipe natural bisa saja masuk kedalam jenis busana tertentu. atletis. Tinjauan tentang Pengembangan buku ajar a. Hubungan buku dengan media pembelajaran . informal. 40 3) Proporsi tubuh manusia (dengan pose) tipe natural Menurut Poppy Darsono Sebagaimana yang telah di kemukakan oleh Sri Widarwati (2000) ada beberapa tipe gaya (fashion type) yaitu: a) Tipe dramatis b) Tipe natural c) Tipe gamin d) Tipe romantik e) Tipe innocent f) Tipe androgynous Dari beberapa sifat atau tipe manusia tersebut selain berpengaruh terhadap selera berpakaian tentunya berpengaruh pula terhadap proporsi dan gaya tubuh ketika kita tuangkan kedalam sebuah rancangan busana. pada umumnya bersifat casual.

perlu dipahami terlebih dahulu konsep-konsep pokok yang terkait dengan media pembelajaran. terutama sekali mengurangi terjadinya verbalisme (salah penafsiran) terhadap bahan ajar yang disampaikan pada diri siswa. 41 Sebelum mengetahui hubungan buku dan media pembelajaran. yaitu media visual. Dari masing-masing jenis media tersebut terdapat berbagai . sebab media ini memiliki fungsi. nilai dan peranan yang sangat menguntungkan. Menurut Sukarto konsep konsep tersebut meliputi: 1) Media pembelajaran pada hakikatnya merupakan penyalur pesan-pesan pembelajaran yang disampaikan oleh sumber pesan (guru) kepada penerima pesan (siswa) dengan maksud agar pesan-pesan tersebut dapat diserap dengan cepat dan tepat sesuai dengan tujuannya. dan media audio- visual. tetapi yang lebih utama yaitu pesan atau informasi (software) yang disajikan melalui peralatan tersebut. 3) Guru dapat lebih mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran melalui penggunaan media secara optimal. media audio. 2) Konsep media pembelajaran tidak terbatas hanya kepada peralatan (hardware). Dengan demikian konsep media pembelajaran itu mengandung pengertian adanya peralatan dan pesan yang disampaikannya dalam satu kesatuan yang utuh. 4) Ada tiga jenis media pembelajaran yang biasa dipakai dalam pembelajaran.

serta memungkinkan siswa lebih aktif belajar. ketersediaan media tersebut. Juga perlu dipertimbangkan kesederhanaannya. sifat bahan ajar. adanya penonjolan/penekanan (misalnya dengan warna). direncanakan dengan baik. . Oleh karena itu. Media mana yang akan digunakan tergantung kepada tujuan yang ingin dicapai. serta evaluasinya. 5) Setiap media memiliki kelebihan dan keterbatasan. menarik perhatian. dan kondisi tempat/ruangan. karakteristik sasaran belajar (siswa). dan juga kemampuan guru dalam menggunakannya. strategi yang digunakan. sifat dari bahan ajar. 42 bentuk media yang dapat dikembangkan dalam kegiatan belajar- mengajar. sifat materi yang akan disampaikan. tidak ada media yang dapat digunakan untuk semua situasi atau tujuan pembelajaran 6) Pemilihan media pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh guru untuk menentukan jenis media mana yang lebih tepat digunakan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. 7) Penggunaan media pembelajaran perlu memperhatikan tujuan yang ingin dicapai. Adanya pemilihan media ini disebabkan sangat banyak dan bervariasinya jenis media dengan karakteristik yang berbeda-beda.

43 Berdasarkan konsep-konsep pokok tentang media pembelajaran di atas jelaslah bahwa buku merupakan salah satu jenis media pembelajaran. buku mempunyai fungsi “lebih” dari pada sekedar media pembelajaran. Hanya saja. Hakikat Pengembangan Menurut Seel dan Rickey (1994: 35) seperti yang telah di kutip oleh Achmad jamil (2009: 22) Pengembangan adalah suatu proses menterjemahkan spesifikasi desain dalam suatu wujud fisik tertentu. bila dibanding dengan media pembelajaran lainnya. Buku tidak hanya sebagai “penyalur pesan” tetapi juga sebagai sumber pesan. b. Ini sesuai dengan pendapat Seel Dan Rickey (1994: 35) development is the process of translating the design specification into physical form. siswa dapat melakukan kegiatan sesuai dengan petunjuk yang tertuang dalam buku. dan siswa dapat mengukur kadar ketercapaian pembelajaran dengan cara mengerjakan tugas-tugas atau menjawab soal-soal yang terdapat dalam buku. siswa seolah-olah berhadapan dengan guru. Siswa dapat memperoleh informasi lewat buku. Dengan membaca buku teks. Dengan demikian pengembangan merupakan . Proses penerjemahan dalam hal ini adalah memperogram bahan pembelajaran kedalam bentuk fisik yang telah dirancang dan dibuat sedemikian rupa untuk tujuan pembelajaran.

pengembangan. pengelolaan dan evaluasi. . melaksanakan dan mengelola usaha pemecahan masalah dalam situasi belajar yang bertujuan dan terkontrol. Pengembangan tersebut juga tidak dapat dilepaskan dari pemakaian. evaluasi proses. ide. penggunaan. dan sumber pengembangan. Pendefisian pengembangan tidak terlepas dari definisi teknologi pendidikan. Bahkan dalam perkembangannya pengembangan meliputi semua komponen yang dirancang secara canggih untuk tujuan keberhasilan pembelajaran. dan organisasi untuk menganlisi masalah serta merancang. Lebih lanjut secara lengkap dikemukakan oleh Seel Dan Rickey (1994: 35) bahwa teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dari desain. teknologi berbasis komputer dan teknologi terpadu. alat prosedur. Dengan kata lain teknologi pembelajaran adalah teknologi pendidikan yang merupakan proses yang kompleks dan terpadu yang menyangkut manusia. Menurut Abdul Gafur dalam tesisnya Achmad Jamil (2009: 23) andil besar pengembangan adalah dalam hal bidang praktik produksi teknologi media cetak. manajemen. Secara otomatis pengembangan merupakan ruang lingkup bidang garapan teknologi pendidikan (Achmad Jamil. 2009: 22) Pengembangan dalam teknologi pendidikan mengandung dua perangkat yaitu perangkat lunak dan perangkat keras. 44 implementasi dari rancangan yang telah dibuat. teknologi audio visual.

dan digunakan. dan evalusai. Artinya model yang dipilih hendaknuya model yang dapat diterima (4) luas: jangkauan model hendaknya cukup luas tidak saja berlaku untuk pola belajar mengajar konvensional tetapi jiuga proses belajar mengajar yang lebih luas. 45 Pengembangan sangat diperlukan didalam pembelajaran agar proses pembelajaran memperoleh hasil yang maksimal tentunya pengembangan tersebut harus sesuai dengan arah dan tujuan pembelajaran. . Model yang baik adalah model yang : (1) sederhana artinya bentuk yang sederhana akan mudah dimengerti. Pengembangan tersebut harus didasarkan pada upaya untuk menaruh perhatian pada perbaikan kualiats pembelajaran. diikuti.(5) teruji: model yang bersangkutan telah dipakai secara luas dan terbukti memberikan hasil yang baik. Menurut Mukminan (2006: 28) ada lima krietria yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam memilih pengembangan media pembelajaran. (2) lengkap: satu model pengembangan yang lengkap haruslah mengandung tiga unsur pokok yaitu: identifikasi. pengembangan. (3) mungkin diterapkan. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa pada dasarnya hakekat pengembangan tidak dapat terlepas dari teknologi pendidikan dan sangat penting perananya terhadap proses pembelajaran untuk mencapai tujuan dan perbaikan kualitas pembelajaran.

Berkaitan dengan penelitian ini. dan pengajaran berprogram. istilah media cetak muncul setelah ditemukannya alat pencetak oleh Johan Gutenberg pada tahun 1456. 1) Media berbasis cetakan Secara historis. sehingga masalah bahasa ini menjadi faktor penghambat dalam penerimaan pemahaman materi. buku suplemen. buku teks atau referensi menggambar busana pokok bahasan proporsi tubuh jarang dijumpai. . 46 Berkaitan dengan penelitian ini pengembangan yang dimaksudkan adalah pengembangan media pembelajaran berbasis cetakan berupa buku yang sederhana. bisa di terapkan pada pembelajaran menggambar busana. c. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Cetakan Berupa Buku Pemanfaatan buku pada mata diklat menggambar busana pokok bahasan proporsi tubuh belum banyak digunakan oleh guru di sekolah. surat kabar dan majalah. Buku-buku pokok bahasan proporsi tubuh yang telah ada kebanyakan dalam bahasa asing dan jepang. Jenis-jenis media cetak yang disarikan di sini adalah: buku. lengkap. peneliti akan memanfaatkan media berbasis cetakan berupa buku untuk dikembangkan sebagai media pembelajaran atau sumber belajar pada mata diklat menggambar busana. ensiklopedi. Kemudian dalam bidang percetakan berkembanglah produk alat pencetak yang semakin modern dan efektif penggunaannya.

47 Dalam dunia pendidikan media berbasis cetakan merupakan media yang paling banyak digunakan. d) Daya tarik (1) Perkenalkan setiap bab atau bagian baru dengan cara yang berbeda. jika paragraf tulisan pendek-pendek. majalah dan lembaran lepas. Menurut Azhar Arsyad (2009: 88) teks berbasis cetakan menuntut enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang yaitu: a) Konsistensi a) Gunakan konsistensi format dari halaman kehalaman. (3) Kotak kotak dapat digunakan untuk memisahkan bagian- bagian teks. oleh karena itu tidak memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh. wajah satu kolom lebih sesuai. b) Format (1) Jika faragraf panjang sering digunakan. Materi pembelajaran berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku teks atau buku pelajaran. (2) Susunlah teks sedemikaina rupa sehingga informasi mudah diperoleh. Siswa harus mampu melihat sepintas bagian atau bab berapa mereka baca. Jarak antara judul dan garis pertama serta garis samping supaya sama. e) Ukuran huruf . dan antara judul dan teks utama. tidak rapih. Sebaliknya. siapkan piranti yang memberikan orientasi kepada siswa tentang posisinya dalam teks secara keseluruhan. (2) Isi yang berbeda supaya dipisahkan dan dilabel secara visual c) Organisasi (1) Upayakan untuk selalu menginformasikan siswa atau pembaca mengenai dimana mereka atau sejauh mana mereka dalam teks itu. Spasi yang tidak sama sering dianggap buruk. Ini dapat diharapka memotivasi siswa untuk membaca terus. Jika memungkinkan. buku jurnal. wajah dua kolom akan lebih sesuai. buku penuntun. Usahakan agar tidak menggabungkan cetakan huruf dan ukuran huruf b) Usahakan untuk konsisten dalam jarak sapasi.

Misalnya. semakin luas spasi diantaranya. Ukuran huruf biasanyadalam poin per inci. tentunya Setiap media memiliki beberapa keunggulan dan keterbatasan masing masing. semakin lebar kolomnya. batas tepi yang luas memaksa perhatian siswa/pembaca untuk masuk ketenag tengah halaman. (4) Permulaan paragraph diidentasi (5) Penyesuaian spasi antar baris atau antar paragraph. pesan dan lingkungannya. (6) Sesuaikan spasi antar baris untuk meningkatkan tampilan dan tingkat keterbacaan (7) Tambahkan spasi antar paragraph untuk meningkatkan tingkat keterbacaan. (2) Hindari penggunaan huruf capital untuk seluruh teks karena dapat membuat proses membaca itu sulit f) Ruang (spasi) kosong Gunakan spasi kosong lowong tak berisi teks atau gambar untuk menambah kontras. Berikut . Menurut Ronald H. Media cetak akan selalu memegang peranan penting dalam proses pembelajaran dan latihan. Ruang kosong dapat berbentuk: (1) Ruangan sekitar judul (2) Batas tepi (marjin). Ukuran huruf yang baik untuk teks (buku teks) adalah 12 poin. Dalam setiap penyajiannya. 48 (1) Pilihlah ukuran huruf yang sesuai dengan siswa. ukuran 24 poin per inci. Anderson ( 1993: 161) dimasa mendatang media cetak dan media komunikasi lainnya akan membagi tugas dalam melayani materi dan pengarahan untuk siswa. Hal ini penting untuk memberikan kesempatan siswa/pembaca untuk beristrahat pada titik titik tertentupada saat matany bergerak menyusuri teks. Hal tersebut diatas tentu saja menunjukan bahwa media cetak begitu penting peranannya terhadap pendidikan dan akan selalu ada untuk menyajikan materi yang dibutuhkan oleh siswa dalam setiap proses pembelajaran. (3) Spasi antar kolom.

(5) Meskipun isi informasi media cetak harus diperbaharui dan direvisi sesuai dengan perkembangan dan temuan temuan baru . serta dapat mempelancar pemahaman informasi yang disajikan dalam dua format verbal dan visual (4) Khusus pada teks terperogram. siswa dapat segera mengetahui apakah jawabannya benar atau salah. 49 keunggulan dan kekurangan dari media berbasis cetakan untuk pembelajaran menurut Azhar Arsyad (2009: 38) a) Keunggulan media cetak (1) Siswa dapat belajar dan maju sesuai dengan kecepatan masing- masing. siswa akan mengikuti urutan pikiran secara logis (3) Perpaduan teks dan gambar dalam halaman cetak sudah merupakan hal lumrah. Materi pelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga mampu memenuhi kebutuhan siswa. Namun pada akhirnya semua siswa diharapkan dapat menguasai materi pelajaran itu (2) Disamping dapat mengulangi materi dalam media cetakan. berpartisipasi/berinteraksi dengan aktif karena harus member respon terhadap pertanyaan dan latihan yang disusun. baik yang cepat maupun yang lamban memahami. dan ini dapat menambah daya tarik.

(4) Perbagian unit unit pelajaran dalam media cetakan harus dirancang sedemikian rupa sehinnga tidak terlalu panjang dan dapat membosankan siswa (5) Umumnya media cetakan dapat membawa hasil yang baik jika tujuan pembelajaran itu bersifat kognitif. gambar. . (3) Proses percetakan media seringkali memakan waktu beberapa hari sampai berbulan bulan tergantung kepada peralatan percetakan dan kerumitan informasi pada halaman cetakan. media cetakan cepat rusak dan hilang Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa media cetak sangat penting perannya dalam dunia pendidikan terutama dalam proses pembelajaran. 50 dalam bidang ilmu itu. Media cetak akan selalu ada di tengah tenga media pembelajaran yang lainnya. misalnya belajar tentang fakta dan keterampilan (6) Jika tidak dirawat dengan baik. materi tersebut dapat diproduksi dengan ekonomis dan didistribusikan dengan mudah b) Keterbatasan media cetak (1) Sulit menampilkan gerak dalam halaman media cetakan (2) Biaya percetakan akan mahal apabila ingin menampilkan ilustasi. atau foto yang berwarna warni.

2) Buku Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 2 tahun 2008 tentang buku: “menimbang bahwa buku berperan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. perkamen dan kertas dengan segala bentuknya: berupa gulungan. lontar. 51 Berkaitan dengan penelitian ini media berbasis cetakan yang dikembangkan adalah berupa buku ajar menggambar busana pokok bahasan proporsi tubuh. karton dan kayu.. Menurut kamus besar bahasa Indonesia Buku adalah susunan atau kumpulan/gabungan kertas-kertas dalam ukuran tertentu yang salah satu fungsinya sebagai bentuk penyimpanan .” Hal tersebut diatas tentu saja membuktikan bahwa begitu pentingnya peranan media berbasis cetakan berupa buku dalam dunia pendidikan di Indonesia. kain. sehingga perlu ada kebijakan pemerintah mengenai buku bagi peserta didik. Buku dalam arti luas mencakup semua tulisan dan gambar yang ditulis dan dilukiskan atas segala macam lembaran papyrus. (Ensiklopedi Indonesia. 1980:538). di lubangi dan diikat dengan atau dijilid muka belakangnya dengan kulit.

atau pelatihan-pelatihan dan dapat dipelajari sendiri. memancing aspirasi. dapat menyajikan materi yang seragam mudah di ulang dan sebagainnya. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa buku merupakan salah satu media berbasis cetakan yang menyajikan informasi penting salah satunya untuk dunia pendidikan sebagai media pembelajaran dan sumber belajar sehingga dapat mempermudah penyampaian informasi atau materi ketika sedang dalam proses belajar mengajar yang disusun secara sistematis. seperti membantu guru dalam merealisasikan kurikulum. Buku mempunyai nilai tertentu. Menurut Lasa Hs (2006: 5) Buku merupakan terbitan berisi bidang atau ilmu pengetahuan tertentu yang ditulis oleh seseorang atau lebih atas nama pribadi atau lembaga dengan sistematis yang jumlah halamannya minimal 48 halaman. . 52 data/pengetahuan/sejarah suatu bangsa serta sebagai sumber referensi yang dibutuhkan banyak kalangan. perkuliahan. memudahkan kontinuitas pelajaran. Terbitan ini biasanya digunakan sebagai bahan ajar pada sekolah. Menurut Sudarwan Danim (2008 : 21) Buku merupakan media yang paling populer dan banyak digunakan ditengah tengah penggunaan media pembelajaran lainnya. dapat dijadikan pegangan.

tujuan pendidikan dan cakupan materi cawu/semester. hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini: (1) Dalam mengembangkan buku. penyusun atau penulisnya harus terlebih dahulu memahami tujuan satuan pendidikan. (e) kebutuhan dan kemampuan siswa. harus memperhatikan tujuan tertentu yang hendak dicapai melalui pendidikan yang dilakukan dengan menggunakan buku pelajaran yang bersangkutan. Oleh karena itu. (2) Buku pelajaran disusun selaras dengan (a) program pendidikan dewasa ini serta proyeksinya pada masa mendatang. kelas atau satuan pendidikan tertentu. terutama siswa yang akan menggunakannya. 53 a) Prinsip prinsip pengembangan buku ajar Menurut Solichan Abdullah (2008: 12) mengemukakan buku ajar yang disusun dalam kaitan dengan kurikulum. (b) arah pembaharuan pendidikan yang sedang dan akan dilakukan. (d) perkembangan ilmu dan teknologi. . sebelum buku pelajaran itu dikembangkan. (c) tingkat perkembangan pihak pengguna buku pelajaran itu.

(5) Bahan yang disajikan dalam kurikulum dan buku itu tidak terbatas pada penyelesaian pendidikan di lembaga yang bersangkutan saja. Untuk ini buku sebaiknya diterbitkan bersama petunjuk pelaksanaan dan penggunaannya. sehingga orang yang menggunakannya tahu benar bagaimana memanfaatkannya secara efisien. dan (g) keadaan lingkungan belajar siswa. . misalnya buku guru. 54 (f) keadaan masyarakat di mana sekolah yang bersangkutan berada. dalam arti bahwa semua materi yang disajikan di dalamnya tidaklah merupakan sesuatu yang kaku. (4) Sesuai dengan prinsip relevansi dengan keadaan lingkungan sekolah dan siswa yang bersangkutan. (3) Buku pelajaran hendaknya mudah digunakan oleh pihak yang bersangkutan. maka buku pelajaran yang telah disusun itu perlu mempunyai keluwesan. Ini tidak berarti bahwa keseluruhannya tidak digunakan dan diganti oleh bahan yang benar-benar lain dari apa yang dikemukakan dalam buku tersebut. Materi itu harus dapat disesuaikan dengan kemampuan sekolah serta perangkatnya. melainkan harus merupakan bahan yang dapat digunakan dalam keseluruhan hidup yang bersangkutan.

Menurut Sukarto (2010) kerangka isi dari masing-masing bagian yang lengkap adalah sebagai berikut. 55 dengan anggapan. dan penunjang. Ini berarti bahwa bahan yang disajikan itu mencakup hal-hal yang bersangkutan dengan tujuan-tujuan manusia yang lebih tinggi. bahwa pendidikan itu berlangsung tidak hanya selama siswa belajar di sekolah yang bersangkutan. b) Kerangka isi buku Sebagaimana karya tulis yang lain. sajian isi. buku juga terdiri dari tiga bagian utama: pendahuluan. (1) Bagian pendahuluan (a) Kata pengantar (b) Daftar isi (c) Penjelasan tujuan buku (d) Petunjuk penggunaan buku (2) Bagian isi (a) Judul bab atau topik isi bahasan (b) Uraian singkat isi pokok bahasan (c) Penjelasan tujuan bab (d) Uraian isi pelajaran (e) Penjelasan Teori (f) Sajian Contoh (g) Ringkasan Isi Bab (h) Soal Latihan (3) Bagian penunjang (a) Daftar Pustaka (b) Lampiran-lampiran c) Hal-hal yang diperhatikan dalam penyusunan buku Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan buku adalah menurut Solichan Abdullah (2008: 17) yaitu: .

(2) Penggunaan istilah asing (dicetak dalam font italic ). 56 (1) Penggunaan bahasa Indonesia. Berkaitan dengan penelitian ini. Oleh karena itu. (3) Bila diperlukan. . sasaran pembaca. pesan khusus (menyangkut isi/materi). dan apakah ada pesan khusus bagi pengguna buku ajar Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan buku diataranya bahasa. ilustrasi di dalam buku perlu diperbanyak agar pembaca lebih mudah memahami pesan yang disampaikan penulis buku. sasaran pembaca adalah siswa SMK program studi Tata Busana. Struktur buku. (6) Dalam bagian Prakata perlu dituliskan mengapa buku ditulis. bagaimana struktur buku. gambar. Bahasa dan gambar sesuai dengan isi materi yang disampaikan dan menyangkut kebutuhan siswa akan materi yang disampaikan. ada glossary untuk istilah penting. (5) Buku ajar untuk mahasiswa tingkat awal sebaiknya dilengkapi dengan pertanyaan dan cara pemecahan soal. (4) Sebuah gambar dapat mengungkapkan lebih dari 1000 kata. siapa khalayak pengguna buku.

untuk kalangan pelajar atau kalangan lainnya (2) Menentukan tema. apakah anak anak. (2) pengumpulan bahan dan data yang diperlukan. 57 d) Langkah langkah menyusun Buku Langkah langkah penyusunan buku yang baik menurut solichan Abdullah (2008: 19) yaitu: (1) Menentukan sasaran. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa: langkah langkah penyusunan buku meliputi sasaran . penentuan tema tentunya berkesinambungan dengan sasaran pembaca. orang tua. remaja. (3) penyusunan draf buku. (4) Pengumpulan bahan dan data (5) Memulai penulisan Menurut Suherli Kusmana (2010) Langkah langkah penyusunan buku pelajaran secara garis besar meliputi: (1) penentuan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK dan KD). Sebaiknya penentuan tema berdasar terhadap kebutuhan sasaran dan tema pada buku belum banyak dibahas oleh penulis lainnya (3) Menyusun alur pembahasan (kerangka tulisan) materi apa saja yang akan dibahas pada buku tersebut.

org) meliputi : (1) Aspek Isi atau Materi Pelajaran Aspek ini merupakan bahan pembelajaran yang disajikan di dalam buku pelajaran. (a) Kriteria materi harus spesifik. dan mutakhir dari segi penerbitan. Berkenaan dengan penyajian: (a) tujuan pembelajaran. panjang paragraf. (2) Aspek Penyajian Materi Aspek ini merupakan aspek tersendiri yang harus diperhatikan dalam buku pelajaran. jelas. dicantumkan sumbernya (e) Ilustrasi harus sesuai dengan teks. (f) Peta. dan sederhana. (c) kemenarikan minat dan perhatian siswa.pusbuk. dan grafik harus sesuai dengan teks. pengumpulan data dan penulisan. (c) Kosakata. akurat. harus akurat. tes keterampilan maupun pemahaman. pemecahan masalah. (b) keteraturan urutan dalam penguraian. (b) Informasi yang disajikan tidak mengandung makna yang bias. tema. struktur kalimat. 58 pembaca. Berkaitan dengan pengembangan buku ajar. . latihan dan praktik. (g) Perincian materi harus sesuai dengan kurikulum. baik yang berkenaan dengan pengembangan makna dan pemahaman. tabel. dan tingkat kemenarikan sesuai dengan minat dan kognisi siswa. (d) Rujukan yang digunakan. (h) Perincian materi harus memperhatikan keseimbangan dalam penyebaran materi. langkah langkah peyusunan buku ajar mleiputi: penentuan SK dan KD. e) Aspek – Aspek Penilaian Buku Aspek-Aspek penilaian Buku yang telah ditetapkan oleh Pusat Perbukuan sejak tahun 2003 (www. pengumpulan data dan penyusunan draf. kerangka/alur penulisan. pengembangan proses.

dan penilaian keindahan gaya tulisan) yang berkaitan dengan aspek penyajian materi (c) Kesesuaian (berhubungan dengan kata dan kalimat. warna) (c) penggabungan unsur teks dan image Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa aspek penilaian buku beliputi materi. penyajian materi. Aspek keterbacaan berkaitan dengan tingkat kemudahan bahasa (kosakata. teks. (3) Aspek Bahasa dan Keterbacaan Aspek bahasa merupakan sarana penyampaian dan penyajian bahan. . paragraph. kepadatan ide bacaan. suatu obyek yang dinyatakan dalam bentuk gambar dan tulisan. warna) (b) Teks/tipografi ( berhubungan dengan tata huruf. (e) keaktifan siswa. (f) hubungan bahan. paragraph. frekuensi. bahasa dan keterbacaan. penggabungan unsur teks dan image. dan lebar spasi) (b) Kemenarikan (berhubungan dengan minat pembaca. (4) Aspek Grafika/cetakan Grafika merupakan satu obyek yang digunakan sebagai inspirasi dari suatu tindak imajinasi. font. bangun kalimat. dan susunan paragraf) yang berkaitan dengan bahasa dan keterbacaan. ukuran huruf. ukuran. kalimat. ilustrasi. panjang-pendek. (a) Image (berhubungan dengan gambar. serta (g) latihan dan soal. keempat aspek penilaian di atas dijadikan dasar untuk menilai kelayakan buku. 59 (d) kemudahan dipahami. dan wacana. Ada tiga ide utama yang terkait dengan keterbacaan. grafika. seperti kosakata. kalimat. Menurut nugroho (2008) Ada 3 unsur utama yang terkait dengan Grafika. dan wacana) bagi kelompok atau tingkatan siswa. fotografi. yakni: (a) Kemudahan membaca (berhubungan dengan bentuk tulisan atau tipografi. yakni: image. Berkaitan dengan penelitian ini.

bersifat mempunyai daya guna dan membawa hasil guna (KBBI. 2002: 259). Efektifitas Media Pembelajaran Berbasis Cetakan Berupa Buku Secara harfiah efektivitas dapat diartikan. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa suatu media bisa dikatakan efektif apabila media yang digunakan bisa memudahkan peserta didik dalam belajar dan bisa menjadikan tujuan pembelajaran tercapai. dan keterampilan tersebut diakui oleh mereka yang berkompeten menilai. Media dikatakan efektif apabila adanya ketercapaain keteuntasan belajar siswa pada mata pelajaran yang di tempuh. Karakteristik efektif dalam sebuah pembelajaran secara umum terdiri dari 2 ciri yaitu: memudahkan peserta didik belajar sesuatu. Berkaitan dengan penelitian ini. dilihat berdasarkan nilai siswa pada pembelajaran mata diklat menggambar busana setelah mengunakan buku ajar yang dikembangkan. 60 d. Efektifitas akan menyangkut bagaimana seorang guru membuat peserta didik belajar. (Richad dunned an Ted Wragg. . yang di tunjukan oleh lebih dari 80% siswa telah mencapai ketuntasan belajar (Djemari Mardapi (2008: 61). efektifitas dalam konteks media pembelajaran menyangkut adanya daya guna dan membawa hasil guna serta memudahkan peserta didik dalam belajar. 1996: 12).

menyimpulkan bahwa media dengan modul dapat meningkatkan nilai dan efektif dipergunakan siswa pada muatan local kitchen di SMK PI Ambarukmo. menyimpulkan bahwa Media komik efektif untuk mencapai prestasi belajar mengambar busana pokok bahasan proporsi tubuh. 61 B. hasil penelitian yang relevan yang digunakan adalah penelitian yang berbasis media cetakan. Hasil penelitian Amalia Ratna Furi (2010) dengan judul pengembanan media pembelajaran jobsheet pada mata diklat konstruksi pola. . Dari bberapa penelitian yang ada. menyimpulkan bahwa media jobsheet efektif untuk digunakan dalam pembelajaran di SMK PIRI 2 Yogyakarta. Hasil penelitian yang relevan Kajian dalam penelitian ini perlu mengkaji hasil penelitian yang relevan agar dapat dijadikan bahan perbandingan dan bahan masukan walaupun penelitian tidak berasal dari bidang keahlian yang sama karena belum ditemukan penelitian yang berkaitan dengan media berbasis cetakan berupa buku. Hasil penelitian Nur Lutfiana (2007) dengan judul Perbedaan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SMK Ibu Kartini Pada Mata Diklat Menggambar Busana Dengan Penggunaan Media Komik Dan Media Gambar Tahun Ajaran 2005/2006. Hasil penelitian Syaripah Mumtahanah (2008) dengan judul pengembangan modul muatan lokal kitchen bagi siswa kelas XI SMK PI AMBARUKMO.

tentunya pendidikan tidak terlepas dari proses kegiatan belajar dan mengajar sehingga timbulah proses pembelajaran. Media cetak akan selalu ada di tengah tengah media pembelajaran yang lainnya. Media cetak sangat penting perananya dalam dunia pendidikan terutama dalam proses pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut. dari tidak dapat melakukan sesuatu menjadi mampu membuat atau merubah sesuatu tentuanya ke arah yang lebih baik. perasaan. 62 Berdasarkan kajian penelitian di atas. Media pembelajaran dapat diartikan sebagai alat atau wujud yang dapat digunakan sebagai sumber belajar. dapat disimpulkan bahwa penggunaan media berbasis cetakan efektif untuk digunakan pada pembelajaran. Pembelajaran merupakan suatu perubahan dari peristiwa atau situasi yang dirancang sedemikian rupa dengan tujuan memberikan bantuan atau kemudahan dalam proses belajar mengajar sehingga bisa mencapai tujuan belajar. C. Pada setiap proses pembelajaran ini terdapat beberapa komponen penting salah satunya adalah media. Kerangka berfikir Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana akan tujuan. perhatian dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya prorses belajar mengajar ke tingkat yang lebih efektif dan efisien. dari tidak tahu menjadi tahu. Dapat merangsang pikiran. .. Salah satu media yang paling banyak digunakan dalam dunia pendidikan adalah media cetak.

63 Buku merupakan salah satu media berbasis cetakan yang menyajikan informasi penting salah satunya untuk dunia pendidikan sebagai media pembelajaran dan sumber pembelajaran sehingga dapat mempermudah penyampaian informasi atau materi ketika sedang dalam proses belajar mengajar. sehingga berpengaruh terhadap pemahaman siswa dan media menjadi sangat terbatas. akan tetapi buku untuk pendidikan kejuruan terutama pada bidang tata busana sangat terbatas. Untuk mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung. sebagian besar dengan terjemahan bahasa asing dan jepang disamping itu buku pokok bahasan proporsi tubuh yang telah ada kurang begitu memperdalam materi. Buku sebagai sumber referensi menyimpan berbagia macam data dan sumber ilmu pengetahuan di berbagai bidang. Mata diklat menggambar busana merupakan salah satu mata diklat program produktif yang terdapat pada bidang keahlian tata busana. yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi standar atau kemampuan produktif pada bidang mengambar busana dan penciptaan desain busana. Buku ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” berisi materi menggambar tingkat dasar namun materi ini merupakan pondasi utama dalam . Buku merupakan salah satu media cetak terbanyak yang digunakan dalam dunia pendidikan. Untuk itu pengembang mengembangkan buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ”.

64 terwujudnya sebuah desain busana secara utuh dimulai dari anatomi tubuh. memotivasi siswa. D. dan berbagai contoh refernsi desain mode dengan pose tipe natural. proporsi tubuh dengan tipe natural. proporsi tubuh. Pertanyaan Penelitian 1 Bagaimanakah mengembangkan buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung ? 2 Apakah buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natura” layak dipergunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung ? 3 Bagaimanakah efektifitas penggunaan buku ajar ”Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung ? . Sehingga buku ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” efektif dipergunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat. Penggunaan media berbasis cetakan berupa Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” dalam proses belajar mengajar menggambar busana (Fashion Drawing) diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi siswa dalam menggambar busana. serta dapat memberikan peningkatan nilai siswa pada mata pelajaran menggambambar busana.

Artinya produk tersebut harus dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dilapangan. teknik pengumpulan data. subjek penelitian. 65 BAB III METODE PENELITIAN Pada Bab III akan diuraikan secara singkat mengenai model pengembangan. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu di digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfugnsi di masyarakat luas. prosedur pengembangan. 2005: 164) jenis penelitian ini dimaksudkan untuk memperbaiki praktik. maka di perlukan penelitian dan pengembangan bersifat longitudual. Penelitian pengembangan merupakan satu proses atau langkah langkah untuk mengembangakan satu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada yang dapat di pertanggung jawabkan (Nana Syaodih Sukmadinata. MODEL PENGEMBANGAN Dalam penelitian ini model yang digunakan peneliti adalah model penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Menurut Sugiyono (2008: 407) Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. Berdasarkan kedua pendapat tersebut di atas dapat dikatakan bahwa penelitian dan pengembangan dalam bidang pendidikan dan pembelajaran . dan teknik analisi data A. dan menguji keefektifan produk tersebut.

Desiminasi dan implementasi ( dessimination and implementation) Model pengembangan media berbasis cetakan berupa buku ini menggunakan model Borg and Gall yang telah disederhankan oleh Anik Gufron. Perencanaan / studi pendahuluan 2. Uji coba lapangan awal (preliminary field testing) 5. Uji pelaksanaan lapangan (operasional field testing) 9. Perencanaan (planning) 3. Ujicoba . Menurut Borg & Gall (1983) bahwa penelitian pengembangan memiliki sepuluh langkah pokok sebagai berikut: 1. Pengembangan 3. 66 merupakan model penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan dan pembelajaran utuk meningkatkan dan mengembangkan mutu pendidikan dan pembelajaran secara efektif dan efisien. Merevisi hasil uji coba (main product revision) 6. Penelitian dan pengumpulan data (research and information) 2. Uji coba lapangan ( main field testing ) 7. Penyempurnaan produk hasil uji lapangan (operasional product revision ) 8. (2007: 9) menjadi 4 langkah penelitian yaitu : 1. Produk dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan mutu pendidikan dalam pembelajaran. Penyempurnaan produk ahir (final product revision) 10. Pengembangan draft produk (develop preliminary from of product) 4.

67 4. 5. Model sederhana membantu pengembang dalam menyelesaikan pengembangan produk. Tentang pemilihan pengembangan sebagai berikut. Teruji Metode yang bersangkutan telah teruji dan terbukti memberiaknb hasil yang baik. Hal tersebut didasarkan pada pendapat Mukminan yang dikemukakan oleh Karjiyadi (2008: 64). modela pembelajaran yang dikembangkan dapat diterapkan adalam segala situasi. 1 . 3. pengembangan.lakuakn penilaian produk pengembangan melalui review dan penilaian responden. pengembang harus me. Baik yang menghendaki kehadiran guru maupun tidak. di ikuti. Adapun langkah langkah yang ditempuh dalam prosedur tersebut adalah seperti bagam no. 2. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan merupakan penjelasan dari model pengembangan yang telah di tetapkan. Lengkap Model pengembangan pembelajaran tersebut memenuhi unsure pokok yaitu identifikasi. Artinya. namun dimaksudkan untuk mempermudah pemahaman konsep. Artinya model yang dipilih dapat diterima dan dapat diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi. Untuk mmeperoleh bukti. dan evaluasi. 1. Sederhana Bentuk pengembangan yang sederhana akan mudah dimengerti. dan di gunakan. B. Mungkin diterapkan Model pengembangan yang dibuat harus adaptable. Diseminasi Keempat langkah diatas merupakan bentuk ringkas dari sepuluh langkah model pengambangan Borg & Gall. 4. Pengklasifikasin sepuluh langkah model pengembangan menjadi empat langkah tidak mengurangi esensi materi. Ketiga unsure penting tersebut harus ada dalam pengembangan sehingga kelengkapan pengembangan terpenuhi. Luas Jangkauan model pembelajaran yang dirancang cukup luas.

68 Prosedur Pengembangan Buku ” Panduan Menggambar Proporsi Tubuh:Tipe Natural ” Studi Pendahuluan Wawancara dan Observasi Mengembangkan dan memilih materi Mencari Literatur Menyusun draft buku Pengembangan Produk Validasi dan Revisi Produk Konsultasi Ahli Materi Konsultasi Ahli Media Konsultasi Ahli Evaluasi Revisi dan Analisis Revisi dan Analisis Revisi dan Analisis Uji Coba Revisi dan analisis Diseminasi Bagan 1: Penerapan Model Penelitian Dan Pengembangan Borg And Gall Yang Di Kutip Oleh Anik Gufron (2007:10) .

Analisis kebutuhan melalui dua hal yaitu: observasi kelas dan wawancara. Sehingga materi yang ada dalam media berbasis cetakan berupa buku sesuai dengan SK Dan KD. Mengembangkan dan memilih materi proporsi tubuh pada mata diklat menggambar busana. Menyusun draft buku. Langkah selanjutnya adalah : a. Dari Hasil wawancara mengenai kesulitan yang sering . Kegiatan observasi kelas ini mengamati seluruh aktifitas proses pembelajaran mata diklat menggambar busana. kompetensi mengggambar busana. Analisis kebutuhan merupakan tahap awal pengembang melakukan pengembangan. b. 69 1. KKM. Draft disusun untuk mempermudah pembuatan media berbasis cetakan berupa buku menggambar prorporsi tubuh tipe natural. yaitu draf buku disusun berdasarkan kurikulum dan kemampuan siswa kelas XI. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kurikulum sekolah. serta kesulitan yang sering dihadapi guru dan siswa dalam penyampaian materi menggambar busana. Perencanaan/ Studi pendahuluan Perencanaan/studi pendahuluan merupakan satu langkah yang digunakan untuk mengetahui suasana dan keadaan dilapangan atau untuk mengalisis kebutuhan. silabus. Obeservasi kelas dilakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran menggambar busana berlangsung. Pengambilan keputusan tersebut didasarkan pada hasil wawancara guru dan siswa. yaitu dengan mempelajari kurikulum dan silabus yang ada di SMK Negeri 1 Gegerbitung.

rangkuman per unit. layout cover /sampul depan /belakang. pengumpulan bahan dan data dan penyusunan draf buku (penetapan judul. layout lidah cover /sampul depan /belakang. penyajian materi per unit. soal evaluasi per unit. a. sedangkan . Validator yang pertama beliau adalah dosen mata kuliah sketsa mode fakultas Teknik program Studi Teknik Busana UNY yang bergelar M. keterbacaan dan grafika) dilakukan oleh ahli media pembelajaran. daftar pustaka. presentasi dan evaluasi. Uji coba ahli materi dilakukan oleh 2 validator. sedangkan validitas media (bahasa. 70 dihadapi siswa pada mata diklat menggambar busana menunjukan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dan pembuatan proporsi tubuh terutama mengenai proporsi tubuh dengan pose.Pd. validitas evaluasi dilakukan oleh ahli evaluasi. Pengembangan Produk Pada tahap ini pengembang melakukan langkah-langkah antara lain: merumuskan SK dan KD. 2. tujuan pembelajaran. Maka dari sana pengembang akan mengembangkan buku “Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” sesuai dengan kebutuhan siswa. Ujicoba validitas teoritis (materi/isi) dilakukan oleh ahli materi pada bidang mengggambar busana. Validasi Ahli validasi ahli dilakukan untuk menguji validitas teoritis. Buku ini menjelaskan cara cara pembuatan proporsi tubuh dengan pose yang mudah dan dapat digunakan untuk berbagai macam desain busana yang dibuat.

Validasi produk dimaksudkan untuk memperoleh kelayakan ujicoba produk buku ajar “Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi. Sementara itu. ahli evaluasi dan ahli media.Pd. Dengan melibatkan dua validator yang menguasai materi secara mendalam pengembang berharap akan materi yang disajikan lebih berbobot dan valid.Pd. Produk awal sebagai hasil pengembangan di validasikan kepada ahli materi. Sedagkan ahli evaluasi bertujuan untuk memberikan penilaian pada evaluasi yang ada pada media buku ajar “ panduan Menggambar . guru mata pelajaran. 71 validator ke dua adalah guru menggambar busana di SMKN 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa barat yang bergelar S. validasi ahli media dilakukan oleh seorang dosen mata kuliah media pembelajaran fakultas Teknik program Studi Teknik Busana UNY yang bergelar M. Validasi ahli media bertujuan memberikan informasi dan mengevaluasi produk media berdasarkan aspek media berupa bahasa dan keterbacaan maupun aspek grafika. yang ahli dalam bidang evaluasi pembelajaran. Validasi evaluasi dilakukan oleh seorang dosen fakultas Teknik program Studi Teknik Busana UNY bergelar M.Pd. Validasi ahli materi dan guru mata pelajaran bertujuan untuk memberikan informasi dan mengevaluasi produk media berdasarkan aspek materi.

Setelah itu. Uji Coba Produk yang sudah direvisi di ujicobakan pada siswa. Uji coba lapangan . Ujicoba Kelompok Kecil Ujicoba kelompok kecil dilakukan pada 10 responden. Masukan ketiga ahli dianalisis untuk melakukan bentuk revisi yang harus dilakukan pengembang. Uji coba produk dimaksudkan mengidentifikasi kesalahan produk buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” sehingga dapat disempurnakan lagi menjadi produk akhir. Ujicoba lapangan dilakukan pada 29 responden siswa kelas XI Busana Butik SMK Negeri 1 Gegerbitung. Pemilihan ke sepuluh responden tersebut diambil berdasarkan pertimbangan kemampuannya. pengembang merevisi produk sesuai dengan masukan ahli tersebut. 3. Ujicoba Lapangan. 72 Proporsi Tubuh Tipe Natural”. Uji coba ini melalui dua tahap yaitu ujicoba kelompok kecil. Sehingga uji coba dapat dipertanggung jawabkan kevalidannya. Alasan memilih peserta didik yang berbeda kemampuannya pada mata diklat menggambar busana supaya mengetahui penilaian produk dari masing masing pandangan peserta didik. b. Hasil uji coba kelompok kecil dijadikan salah satu dasar untuk merevisi produk yang akan di ujicobakan ke tahap selanjutnya.dan uji coba lapangan a.

dengan cara demikian produk dapat diaplikasikan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK terutama di di SMK Negeri 1 Gegerbitung sebagai tempat penelitian utama C. Diseminasi Diseminasi dilakukan untuk menyebarkan produk buku ajar ” Menggambar Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural”. Melalui subyek penelitian ini. 4. Pramuka No. 73 dimaksudkan untuk menguji produk setelah melalui revisi berdasarkan ujicoba kelompok kecil. . Data dapat berupa fakta atau angka yang dapat dijadikan bahan untruk menyusun informasi setelah di olah. D.45 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat. merupakan uji coba secara menyeluruh kepada siswa kelas XI Busana Butik SMK Negeri 1 Gegerbitung. Subyek penelitian Menurut Anik Gufron. Teknik Pengumpulan Data Menurut Suharsimi (1996: 147) data adalah fakta fakta yang dapat dipercaya kebenarannya. subyek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI Jurusan Busana Butik SMK N 1 Gegerbitung yang berada di Jl. dkk (2007: 18) subyek penelitian adalah pihak pihak yang akan diungkap dan dinilai kinerjanya dalam suatu situasi penelitian. peneliti memperoleh sejumlah informasi yang diperlukan sesuai dengan tujuan penelitian. Uji coba pada tahap ini.

Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dapat dilihat pada table dibawah ini: Table 5. . Instrumen Penelitian Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan adat agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik (Suharsimi Arikunto. No Kegiatan Teknik Pengumpulan Responden Data 1 Identifikasi Analisis wawancara dan observasi Guru Dan Siswa Kebutuhan 2 Pengembangan Anket (Mengetahui Ahli media Produk Kelayakan ujicoba) Ahli materi Ahli desian busana Ahli evalusi 3 ujicoba kelompok angket ( mengetahui Siswa SMKN 1 kecil/lapangan persepsi dan kelayakan Gegerbitung kelas XI buku untuk siswa) A Busana butik dengan jumlah 10 siswa 4 desiminasi penyebaran buku siswa SMKN 1 Gegerbitung kelas XI B Busana butik dengan jumlah 30 siswa 1. pemilih alat pengambil data. 74 Teknik pengumpulan data harus memperhatikan jenis data. pengembangan alat pengambil data. Teknik Pengumpulan data. pengumpulan data. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dapat dilakukan dengan acara pengamatan (observasi) wawancara (interview). 1996: 150). dana metode pengumpulan data. dana angket ( questioner).

gurumata pelajaran dan siswa. Untuk jawaban Cukup (C) diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dikatakan cukup layak. yang di berikan kepada ahli materi. Angket ini berisi pernyataan/pernyataan untuk di beri tanggapan oleh subyek peneliti yang disusun berdasarkan kajian teoritik yang telah disusun sebelumnya. Untuk jawaban Baik (B) diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dikatakan layak. kriteria pengukuran dari setiap jawaban dapat dilihat dalam table dibawah ini: Table 6. Baik (B). selanjutnya di jabarkan dalam butir penyataan/pertanyaan. Cukup (C). Kriteria penilaian Pernyataan Jawaban Nilai Sangat Baik (SB) 4 Baik (B) 3 Cukup (C) 2 Kurang (K) 1 Jawaban Sangan Baik (SB) dapat diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dikatakan sangat layak. ahli media. setelah itu dilakukan pengukuran terhadap suatu objek secara sistematis. dan di tuangkan kedalam indikator indikator. Dan Untuk jawaban Kurang (K) diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dikatakan . 75 Instrument yang digunakan adalam penelitian ini adalah angket untuk mengungkap kelayakan media. Untuk mengetahui kelayakan media berbasis cetakan berupa buku digunakan instrument angket non tes dengan skala likerts yaitu empat alternative jawaban Sangat Baik (SB). Kurang (K).

.Rujukan yang digunakan . Instrument kelayakan media berbasis cetakan berupa Buku ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ditinjau dari Ahli Materi dan guru mata pelajaran. Isi/Materi a. panjang paragraf. tes keterampilan maupun pemahaman. dan tingkat kemenarikan b.kesesuaian Kosakata.latihan dan praktik. jelas. Table 7: kisi kisi instrument oleh ahli materi dan guru mata pelajaran NO Aspek Indikator 1. Instrument untuk Ahli Materi berisikan kesesuaian media pembelajaran dilihat dari isi/materi dan Penyajian materi. Berikut adalah kisi kisi instrumennya: a. 76 kurang layak untuk digunakan. struktur kalimat. keajegan (konsistensi). Dalam hal ini.Perincian materi dengan kurikulum . dan akurat .kesesuaian ilustrasi dan teks .kesesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian kompetensi dasar . kecukupan (adequacy).Kriteria materi spesifik. Kisi kisi instrument untuk ahli materi dapat dilihat pada table di bawah ini.Konsistensi informasi yang disajikan c.Kecukupan materi yang memadai . responden hanya memberikan tanda checklist (√) pada jawaban yang paling sesuai. .kesesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian standar kompetensi . kesesuaian (relevansi) . .

Kepadatan ide bacaan. Bahasa dan Keterbacaan.Minat pembaca. Kemudahan membaca Keterbacaan . Kemenarikan .Susunan paragraph 2 Grafika a. Image . .Warna b. Table 8: kisi kisi instrument oleh ahli media NO Aspek Indikator 1.Susunan huruf . . Kisi kisi instrument untuk ahli media dapat dilihat pada table di bawah ini.Ukuran huruf. 77 b.Ilustrasi .Panjang-pendek. Teks/Tipografi . Ukuran font .Pada lidah sampul (cover) belakang c. Instrument uji kelayakan media berbasis cetakan berupa Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ditinjau dari peserta didik .Gambar . Gabungan image dan teks . . .Kata dan kalimat. Kesesuaian . Instrument kelayakan media berbasis cetakan berupa Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ditinjau dari kemediaan.Frekuensi. .Pada lidah sampul (cover) depan .Lebar spasi b. Bahasa dan a.Bentuk tulisan atau tipografi .Jenis font c. Instrument untuk ahli media berisikan kesesuain media pembelajaran dilihat dari aspek Grafika.Penilaian keindahan gaya tulisan c.Pada sampul (cover) depan . .Pada sampul (cover) belakang .

Kata dan kalimat. Grafika d. .Lebar spasi b. Kemenarikan .Kepadatan ide bacaan. Kemenarikan minat dan perhatian siswa. bahasa dan keterbacaan.Jenis font f.Ilustrasi . .Ukuran huruf. Gabungan image dan teks . Kemudahan membaca Keterbacaan . Penyajian materi a.Pada materi . 3. .Pada lidah sampul (cover) belakang .Bentuk tulisan atau tipografi . Tujuan pembelajaran. Keteraturan urutan dalam penguraian. Image B k li . Table 9: kisi kisi instrument untuk peserta didik NO Aspek Indikator 1.Penilaian keindahan gaya tulisan c. . Kisi kisi instrument untuk peserta didik dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Bahasa dan a. 78 Instrument untuk peserta didik berisikan kesesuain media pembelajaran dilihat dari aspek penyajian materi. Keaktifan siswa. dan juga grafika. f.Panjang-pendek.Frekuensi. e.Minat pembaca. Kemudahan pemahaman. Kesesuaian .Warna e.Pada lidah sampul (cover) depan . Teks/Tipografi . b. c. d. . Latihan dan soal 2.Ukuran font .Pada sampul (cover) belakang .Gambar .Pada sampul (cover) depan .Susunan huruf .

ahli materi dan peserta didik (ujicoba lapangan) sebagai bahan untuk merevisi produk media pembelajaran.4 tubuh manusia tubuh manusia BAB 2 1 Menjelaskan 1. Table 10 Kisi-kisi instrumen validasi evaluasi mengenai soal-soal tes pembelajaran Kompetensi Materi No No Indikator Dasar Evaluasi Soal 1 Mendeskripsikan BAB 1 1 Menjelaskan 1.2 Proporsi tubuh tubuh tubuh manusia dengan (pose) dan tipe tubuh natural tipe natural 2 Menggambar proporsi 3 tubuh dengan pose tipe natural . Kisi kisi instrument untuk ahli evaluasi dapat dilihat pada table di bawah ini.4 tubuh manusia BAB 3 1 Menjelaskan tipe 1. d. bentuk proporsi Anatomi pengertian anatomi dan anatomi tubuh tubuh manusia beberapa tipe 2 Menggambar anatomi 3. 79 Dari kisi kisi instrument diatas dijadikan dasar dalam menyusun koesioner yang diberikan kepada ahli media. Instrument kelayakan media berbasis cetakan berupa Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ditinjau dari Ahli evaluasi Instrument untuk Ahli evaluasi berisikan soal soal evaluasi pada media yang telah dibuat. Proporsi tubuh pengertian proporsi tubuh manusia 2 Menggambar proporsi 3.2.2.

. Validitas dan Reliabilitas Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Sesuai dengan jenis penelitian yang digunakan. Menurut Sugiyono ( 2008 : 173) instrument yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) valid. Menggambar anatomi dan proporsi tubuh dengan 100 pose 2. kebersihan dan kerapihan pengetahuan . 80 Table 11 Instrumen penilaian evaluasi mengenai soal-soal tes pembelajaran Variabel skor Aspek yang dinilai Indikator Penelitian max buku sikap (afektif) . Menjelaskan pengertian (kognitif) anatomi dan proporsi 100 tubuh manusia keterampilan . maka untuk mengetahui validitas instrumen dari penelitian ini adalah dengan menggunakan validitas konstruksi (Construcy Validity). alat dan bahan yang digunakan 100 . Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Menggambar anatomi dan (psikomotor) proporsi tubuh .

Dalam penelitian ini instrumen kelayakan buku oleh siswa diuji reliabilitasnya dengan menggunakan uji koefisien Alfa Cronbach (2008: 257). Dalam penelitian ini Pengujian reliabilitas dengan teknik Alfa Cronbach menggunakan rumus sebagai berikut: k 1 − ∑ si  2 r i = (k − 1)  2  (1)  st  dimana: ri = reliabilitas k = mean kuadrat antara subyek ∑s 2 i = mean kuadrat kesalahan 2 s t = total variansi Rumus untuk total variansi dan variansi item: 2 = ∑x 2 t − (∑ x ) t 2 s t n n2 (2) JKi JKs = − 2 2 s i n n (3) 2 dimana : s t = total variansi . Rumus ini dipergunakan untuk instrument yang menggunkan jawaban dengan penilaian bertingkat. juga dilakukan pengujian reliabilitas. 81 Selain validitas. Instrumen dikatakan reliabel jika mampu menghasilkan ukuran yang relatif tetap meskipun dilakukan berulang kali.

82 2 s i = variansi item JK i = jumlah kuadrat seluruh skor item JK s = jumlah kuadrat subyek n = jumlah skor Nilai koefisien Alfa Cronbach yang sahih apabila r hitung ≥ 0. Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien menurut Sugiyono (2008: 257).000 Sangat Tinggi Validitas dan reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Sofyan Yamin dan Heri Kurniawan. yaitu hasil korelasi antara tiap butir pertanyaan dengan totalnya yang dilakukan koreksi variansnya.60 – 0.3 . Untuk melihat validitas setiap pertanyaan dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation. maka pertanyaan tersebut dikatakan valid. Jika nilai Corrected Item-Total Correlation lebih besar dari r tabel (0.20 – 0.40 – 0. dijelaskan pada Tabel 3 tentang pedoman interpretasi koefisien Alfa Cronbach. 2009: 284). Tabel 12. Untuk reliabilitas dapat dilihat pada tabel .399 Rendah 0. Pedoman interpretasi koefisien Alfa Cronbach Interval Tingkat Keterandalan Koefisien 0.599 Sedang 0.00 – 0.80 – 1.199 Sangat Rendah 0.799 Tinggi 0.361).

Efektifitas Menurut Sugiono (2009: 414) untuk mengukur efektifitas produk dapat dilakukan dengan cara membandingkan dengan keadaan sebelum dan sesudah menggunakan produk. 3. Pengujian keefektifan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” dilakukan dengan tes unjuk kerja pada ujicoba lapangan dengan uji eksperimen One-Group Pre Test-Post Test Design yaitu membandingkan efektifitas keadaan sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakuan. 83 reliability statistics. maka semua pertanyaan tersebut dapat dikatakan reliabel. Jika nilai Cronbach’s alpha lebih dari 0. Setelah itu nilai dan di terjemahkan kedalam kriteria pengukuran penilaian yang ada di SMK Negeri 1 Gegerbitung yang dapat dilihat dalam table dibawah ini: .7 (>0.7). Aspek yang dinilai untuk mengetahui efektifitas pengembangan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat Menggambar Busana adalah berdasarkan perbandingan hasil Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan buku ) dan Post Test (pembelajaran sesudah menggunkan Buku) desain ini dapat digambarkan sebagai berikut: x nilai Pre Test (sebelum menggunakan buku) nilai Post Test (sesudah menggunakan buku) Efektivitas Buku “Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” diukur dengan cara membandingkan antara nilai dan .

Teknik analisis data statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisai. Untuk jawaban Cukup (C) dapat diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan Tidak Efektif. 84 Table 13. Dan Untuk jawaban Kurang (D) dapat diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan Sangat Tidak Efektif. Untuk jawaban Baik (B) dapat diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan Efektif. E. Kriteria Penilaian di SMK Negeri 1 Gegerbitung NILAI kategori Batasan Nilai Sangat Baik (A) > 90 Baik (B) 75-89 Cukup (C) 60 – 74 Kurang (D) < 59 Nilai Sangat Baik (A) dapat diartikan bahwa media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan sangat Efektif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik deskriptif. Teknik Analisis Data Teknik analisis data diperlukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan penelitian sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh penliti. (Sugiyono. . 2008: 208).

modus (Mo) dan simpangan baku (SD). rumus rumus statistic tersebut diuraikan sebagai berikut: a. 2007) b. Untuk mendeskripsikan varibael variable penelitian. median (M) M =B + Keterangan: M = median . median (M). Analisis kelayakan Buku Kelayakan pengembangan Buku ”Menggambar Busana: Tipe Natural” oleh Siswa (subyek Ujicoba) menggunakan instrument non tes (angket) dengan skala likert. Mean (Me) Me = Keterangan: Me = nilai rata rata 𝛴𝛴X = jumlah nilai N = nilai subyek ( Suharsimi Arikunto. 85 1. yaitu dengan menjabarkan variabel penelitian menjadi indikator variabel kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. maka digunakan analisis dengan rumus yang digunakan meliputi perhitungan rerata mean (Me).

2007) c. 86 B = batas bawah nyata dari interval yang mengandung median Cfb = frekuensi kumulatif (frekuensi meningkat dibawah interval yang mengandung interval) i = interval kelas fm = frekuensi dalam kelas interval yang mengandung median N = jumlah kasus ( Suharsimi Arikunto.5 SD) sampai dengan Mi = rendah (Mi – 1. simpangan baku (SD) SD = Menurut sudjana (1992) untuk mengidentifikasi kecenderungan variable penelitian.5 SD) ke atas = Sangat Tinggi Mi sampai dengan (Mi + 1. modus (Mo) Mo = 3 Me – 2M d.5 SD) = Tinggi (Mi – 1. Untuk penilaian .5 SD) = sangat rendah Klasifikasi tersebut disusun berdasarkan kurve normal dengan menggunkan skor ideal yang diperoleh dari instrument. digunakan klasifikasi kecenderungan rerata ideal sebagai kriteria bandingan yang di kelompokan menjadi empat klasifikasi yaitu: (Mi + 1.

Analisis uji efektifitas buku Efektivitas Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana diukur dengan cara membandingkan antara hasil nilai Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan buku) dan hasil nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku). penilaian kategori rendah diartikan menjadi kurang layak. Selanjutnya rumus dan kategori diatas disusun melalui langkah langkah sebagai berikut: a. . menghitung SD ideal yaitu 1/6 ( skor tertinggi . menentukan skor terndah dan skor tertinggi b. sedangkan penilaian sangat rendah diartikan menjadi tidak layak. 87 sangat kategori sangat tinggi diartikan menjadi sangat layak. Bila hasil nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku) lebih tinggi dari hasil nilai Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan buku ) maka pembelajaran dengan menggunakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” dinyatakan Efektif.skor terendah) 2. menghitung rata rata ideal/mean ideal yaitu : ½ ( skor tertinggi + skor terendah) c. penilaian kategori tinggi diartikan menjadi layak.

Analisis ini meliputi dua hal yaitu: dengan wawancara guru dan siswa serta observasi kelas. A. Wawancara 1) Hasil wawancara kepada Guru a) Kompetensi yang diharapkan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana yaitu siswa diharapkan mampu memiliki wawasan dan keterampilan yang luas terutama kemampuan dalam mencipta sebuah rancangan desain busana . a. Adapun proses pengembangannya dapat di deskripsikan sebagai berikut: 1. Penelitian ini di lakukan di SMK Negeri 1 Gegerbitung yang berada di jalan pramuka No. Hasil Pengembangan Pengembangan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural” ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang telah disederhanakan oleh Anik Gufron. Studi Pendahuluan Studi pendahuluan merupakan langkah awal untuk analisis kebutuhan yang digunakan untuk mengetahui keadaan sekolah dan keadaan kegiatan pembelajaran di SMKN 1 Gegerbitung. 88 BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini telah mengembangkan suatu media berbasis cetakan berupa Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana. 45 Sukabumi Jawa Barat.

tangan. b) Metode yang digunakan oleh guru pada pembelajaran mata diklat menggambar busana menggunakan metode ceramah dan memberikan tugas menggmbar c) Media yang digunakan hanya papan tulis dan beberapa contoh gambar dengan fotocopy. bentuknya menjadi tidak bagus. Ada beberapa buku yang menjelaskan cara membuat proporsi tubuh tetapi tidak mengerti karena menggunakan bahasa asing d) Harapan siswa supaya pembelajaran mata diklat menggambar busana menjadi lebih mudah yaitu dengan adanya contoh gambar . 2) Hasil wawancara kepada Siswa a) Pelajaran menggambar busana sangat sulit. dan kaki. berbeda untuk buku-buku mata diklat lainnya. membuat mata. Pengadaam buku buku di Perpustakaan tidak lengkap. terutama membuat desain dengan menggunakan pose. 89 b) Metode yang digunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana menggunakan metode ceramah dan tugas terstruktur c) Media yang digunakan hanya papantulis dan beberapa contoh gambar dengan fotocopy. ketersedian media dari sekolah seperti buku buku untuk desain sangat minim.

LCD/Komputer √ gambar yang sudah di h. 90 yang lebih bagus supaya lebih semangat. Buku/modul √ c. Fasif √ siswa yang fasif karena merasa kesulitan dalam pembuatan gambar. tanya jawab √ Metode yang sering c. Table 14. Tanya jawab. b. Pemberian tugas √ g. Hand out √ menggambar busana guru e. dan adanya media mungkin seperti buku buku tentang desain. Kerja Kelompok √ pemberian tugas f. disamping itu tidak ada contoh atau media yang bisa dijadikan panduan mereka ketika sedang menggambar . aktif √ pada saat pelajaran banyak b. Eksperimen √ 3 Sikap Siswa a. e. Transfaransi √ tulis dan menggunakan g. Demonstrasi √ ceramah.Hasil observasi kelas mata diklat menggambar busana No Aspek yang diamati Ya Tidak Keterangan 1 Penggunaan Media a. Observasi Kelas Kegiatan observasi atau pengamatan dilakukan untuk mengetahui permasalahan pada kegiatan pembelajaran menggambar busana sehingga peneliti memilih media yang pas untuk di kembangkan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana. job sheet √ menggunakan media papan f. Lain lain (Poto √ photocopy berulang kali Copy) 2 Penggunaan Metode Pembelajaran a. Papan tulis √ b. diskusi √ digunakan oleh guru adalah d. Ceramah √ b. Gambar/chart √ Pada pembelajaran d.

keterbatan kemampuan. modul. Selain itu. hand out. dapat diuraikan bahwa proses dan pelaksanaan pembelajaran menggambar busana kurang maksimal karena keterbatasan media sehingga berpengaruh terhadap minat siswa yang menyebabkan siswa merasa sangat kesulitan terutama pada pokok bahasan proporsi tubuh dengan pose. Sehingga bahasa menjadi permasalahan yang cukup rumit. Merumuskan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang sudah tertulis dalam silabus. . Banyak siswa merasa kesulitan dan merasa gagal sehingga menyerah dan menggambar seaadanya saja. Pengembangan Produk Tahap selanjutnya dalam proses pengembangan ini adalah pengembangan produk media berbasis cetakan berupa buku untuk peserta didik SMK program studi busana butik. 2. ppt ataupun media yang lainnya menjadi salah satu kendala utama. waktu dan persipan guru untuk menyiapkan materi dalam bentuk media pembelajaran berupa job sheet. Pada tahap ini pengembang melakukan langkah-langkah antara lain: a. video. Ada beberapa buku yang mempelajari proporsi tubuh akan tetapi penyajiannya dalam bahasa asing. Disamping itu pengadaan buku teks/buku referensi diperpustakaan terutama untuk mata pelajaran menggambar busana sangat kurang. 91 Berdasarkan hasil wawancara dan observasi tersebut.

setelah mempelajari buku ini diharapkan siswa dapat: a) Menjelaskan pengertian anatomi tubuh manusia b) Menjelaskan bagian bagian dari anatomi tubuh mnausia c) Menggambar anatomi tubuh manusia d) Memahami pengertian proporsi tubuh manusia . Pada tahap ini pengembang memanfaatkan sumber sumber dari buku. proporsi. b. Pada tahap ini. 2) Tujuan pembelajaran. dan desain yang diperlukan. computer. c. judul pada buku harus menggambarkan secara global tentang materi yang akan di tuangkan dalam buku. 92 Dalam penelitian ini standar kompetensinya adalah menggambar busana sedangkan kompetensi dasarnya adalah mendeskripsikan bentuk bentuk proporsi dan anatomi beberapa tipe tubuh manusia. seperti materi dari berbagai buku sumber. Judul buku pada pengembangan ini adalah: Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural. Mengumpulkan bahan dan data yang diperlukan. Penyusunan draf buku. Penyusunan draf buku dirumuskan melalui tahapan sebagai berikut: 1) Menentukan judul. dan dokumen pendukung lainnya. alat alat menggambar. peneliti mengumpulkan bahan dan data yang diperlukan untuk kelengkapan pembuatan produk. internet. membuat gambar.

berisi: (1) anatomi tubuh manusia. di ukur melalui hasil pengukuran Ahli Materi . (2) proporsi tubuh manusia. 3) Menyusun naskah materi ( sesuai SK. KD ) Materi yang disajikan pada media berbasis cetakan berupa buku ini. layout lidah cover /sampul depan /belakang. Validasi ahli bertujuan untuk menguji kelayakan ujicoba Sebelum produk di ujicobakan kepada subyek ujicoba dan buku (produk) benar benar dinyatakan layak oleh subyek ujicoba Penentuan kelayakan ujicoba Buku ajar ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural”. 93 e) Menjelaskan cara cara menggambar dengan proporsi tubuh f) Menggambar proporsi tubuh manusia g) Memahami beberapa macam tipe manusia h) Menjelaskan wanita dengan tipe natural i) Menggambar proporsi tubuh wanita (dengan pose) tipe natural. (3) proporsi tubuh manusia dengan (pose) tipe natural a) Menyusun rangkuman per unit b) Menyusun soal evaluasi per unit c) Daftar pustaka d) Referensi mode e) Menyusun layout cover /sampul depan /belakang. Validasi Ahli Kegiatan pengembangan produk dilanjutkan dengan validasi ahli. d.

nilai rata rata ideal (Mi) = 3.2 .Pd.Pd. S. M. Saran yang ada pada instrumen dipergunkaan untuk bahan pertimbangan penyempurnaan produk. 94 (Bpk.5 1 sangat rendah < 3. M. dapat dibuatkan table kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli materi.3.5 dan standar deviasi ideal 0. skor minimal = 3. Sehingga dapat dilakukan perhitungan pengkategorian untuk kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku.).). Berdasarkan hasil perhitungan pengkategorian tersebut.8 2 rendah 3.).Pd.8 3 tinggi 3. kelas Kategori Interval 4 Sangat tinggi > 3. Data yang didapat dari para ahli tersebut menunjukan kelayakan buku untuk di ujicobakan pada subyek ujicoba. Table 15: Kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli materi. Ahli Evaluasi (Widihastuti.5 -3. maka dapat diketahui nilai skor keseluruhan adalah 37. Afif Ghuruf.Pd) dan guru mata pelajaran menggambar busana (Ibu Nurbaeti.2. Ahli Media (Ibu Prapti karomah.. skor maksimal = 4. Berikut hasil pengujian dari masing masing validator: 1) Ahli Materi Berdasarkan hasil penilaian kelayakan Ujicoba buku oleh ahli materi.2 TOTAL . S.

7. Beberapa yang dinilai antara lain mengenai kesesuaian (relevansi). 95 Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. Dengan demikian. untuk nilai rata rata (Me) 3.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 3. Setelah ahli melakukan penilaian. maka diketahui hal hal yang perlu di revisi dari ahli materi antara lain : Tabel 16.7 apabila dilihat berdasarkan tabel diatas maka nilai tersebut berada pada kategori tinggi. Ahli materi memberikan penilaian dan saran dari aspek materi pada Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural”. Revisi ahli materi No Komentar/saran Tindak lanjut 1 Penggunaan bahasa asing pada judul Merubah judul kedalam “ The Body proportion: natural bahasa Indonesia Type” dirubah menjadi bahasa Indonesia 2 Penggunaan judul dengan materi Mengganti judul harus lebih berkesinambungan menjadi “ Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: tipe natural” Berdasarkan hasil validasi ahli materi. keajegan (konsistensi). Median (M) = 4. Modus (Mo) = 4. dan kecukupan (adequacy). Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi kategori layak. . media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi.

Dengan demiakian. Berdasarkan hasil perhitungan pengkategorian tersebut.8 3 tinggi 3. Sehingga dapat dilakukan perhitungan pengkategorian untuk kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku. median (M) = 4.5 1 sangat rendah < 3.5 -3. maka dapat diketahui nilai skor keseluruhan adalah 74.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 3.5 dan standar deviasi ideal 0. kelas Kategori Interval 4 Sangat tinggi > 3.2 TOTAL Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. 96 2) Ahli Media Berdasarkan hasil penilaian kelayakan Ujicoba buku oleh ahli media. Ahli Media memberikan penilaian dan saran dari aspek kemediaan pada Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural”.7 .7 apabila dilihat berdasarkan table diatas maka nilai tersebut berada pada kategori tinggi. modus (Mo) = 4. . skor maksimal = 4. skor minimal = 3. dapat dibuatkan table kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli media. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi kategori layak.8 2 rendah 3.2.2 . untuk nilai rata rata (Me) 3. Table 17: Kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli media.3. nilai rata rata ideal (Mi) = 3.

grafika. Sehingga dapat dilakukan perhitungan pengkategorian untuk kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku. Berdasarkan hasil perhitungan pengkategorian tersebut. media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi. Setelah ahli melakukan penilaian. dapat dibuatkan table kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli evaluasi.5 dan standar deviasi ideal 0. maka dapat diketahui nilai skor keseluruhan adalah 38. . skor minimal = 3. skor maksimal = 4. Revisi Ahli Media No Komentar/saran Tindak lanjut 1 Gambar pada lidah sampul memperjelas gambar pada lidah perlu di perjelas sampul dengan bantuan Adobe Photosoph 2 tulisan per unit perlu di Menganti color pada tulisan dari hitamkan abu abu menjadi lebih gelap Berdasarkan hasil validasi ahli media. 3) Ahli Evaluasi Berdasarkan hasil penilaian kelayakan Ujicoba buku oleh ahli media. maka diketahui hal hal yang perlu di revisi dari ahli materi antara lain : Tabel 18. 97 Beberapa yang dinilai antara lain mengenai bahasa dan keterbacaan. nilai rata rata ideal (Mi) = 3.2.

maka diketahui hal hal yang perlu di revisi dari ahli evaluasi antara lain : Tabel 20 Revisi Ahli Media No Komentar/saran Tindak lanjut 1 unit 1 soal no 1: memperbaiki soal seberapa pentingkah dirubah menjadi evaluasi sesuai saran jelaskan pentingnya 2 unit 3 soal no 3 memperbaiki soal analisis di rubah menjadi analisilah evaluasi sesuai saran . Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi kategori layak. untuk nilai rata rata (Me) 3.2 TOTAL Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. modus (Mo) = 3. kelas Kategori Interval 4 Sangat tinggi > 3.8 3 tinggi 3. Ahli evalusi memberikan penilaian dan saran pada soal evaluasi per unit pada Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural”. 98 Table 19: Kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli evaluasi .2 .5 -3. median (M) = 3.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 3.3.8 2 rendah 3.5 apabila dilihat berdasarkan table diatas maka nilai tersebut berada pada kategori tinggi. Dengan demiakian. Setelah ahli melakukan penilaian. Beberapa yang dinilai antara lain mengenai penataan dan penggunaan kalimat Tanya.5 .5 1 sangat rendah < 3.

0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 3.5 1 sangat rendah < 3. 99 Berdasarkan hasil validasi ahli media.3.8 . maka dapat diketahui nilai skor keseluruhan adalah 38.8 2 rendah 3. Berdasarkan hasil perhitungan pengkategorian tersebut. 4) Guru mata pelajaran Berdasarkan hasil penilaian kelayakan Ujicoba buku oleh ahli media.8 3 tinggi 3. skor minimal = 3. Table 21: Kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli evaluasi . kelas Kategori Interval 4 Sangat tinggi > 3.5 -3.5 dan standar deviasi ideal 0.2 .8 apabila dilihat berdasarkan table diatas maka nilai . median (M) = 4. untuk nilai rata rata (Me) 3. Sehingga dapat dilakukan perhitungan pengkategorian untuk kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku. skor maksimal = 4. dapat dibuatkan table kategori kelayakan ujicoba media berbasis cetakan berupa buku oleh ahli evaluasi.2. modus (Mo) = 4.2 TOTAL Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi. nilai rata rata ideal (Mi) = 3. Dengan demiakian.

Uji coba ini melalui dua tahap yaitu ujicoba kelompok kecil. dan kecukupan (adequacy). Ujicoba produk Produk yang sudah direvisi di ujicobakan pada siswa. apakah bisa dikatakan layak baik dari aspek materi. 100 tersebut berada pada kategori Sangat tinggi. Guru Mata pelajaran memberikan penilaian dan saran dari aspek materi pada Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural”. Uji coba dilakukan untuk mengetahui kelayakan buku. dilakukan pada 10 responden dan uji coba . media berbasis cetakan berupa buku tersebut dinyatakan Sangat layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi. maka diketahui hal hal yang perlu di revisi dari ahli materi antara lain : Tabel 22 Revisi Guru Mata Pelajaran No Komentar/saran Tindak lanjut 1 Judul memakai bahasa Indonesia saja Merubah judul kedalam bahasa Indonesia 2 mengganti judul menjadi “ Panduan mengganti judul Menggambar Proporsi Tubuh: tipe menjadi “ Panduan natural” pas dengan materi yang Menggambar Proporsi disajikan Tubuh: tipe natural” Berdasarkan hasil validasi ahli media. keajegan (konsistensi). Penilaian kategori Sangat tinggi ini diartikan menjadi kategori Sangat layak. bahasa dan keterbacaan serta aspek grafika untuk dipergunakan pada mata diklat menggambar busana.Setelah ahli melakukan penilaian. 3. Beberapa yang dinilai antara lain mengenai kesesuaian (relevansi).

Berdasarkan hasil penilaian kelayakan buku pada kelompok kecil. sehingga dapat dilakukan perhitungan pengkategorian untuk kelayakan media berbasis cetakan berupa buku.45 5 50% 3 tinggi 106 . tahap selanjutnya adalah ujicoba kelompok kecil. nilai terendah = 93. aspek bahasa dan keterbacaan dan aspek grafika pada Buku ”Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” dengan cara mengisi angket yang telah disediakan. Berdasarkan hasil perhitungan pengkategorian tersebut. Ujicoba kelompok kecil Setelah melalui tahap validasi ujicoba oleh para Judgement Expert.45 1 10% 2 rendah 99. dan merevisi produk sesuai saran para ahli. 101 lapangan. nilai tertinggi = 119. siswa memberikan penilaian dan saran dari aspek penyajian materi.112. rata rata ideal (Mi) = 106 dan standar deviasi ideal 4. dilakukan pada 29 responden. a. Table 23 Kategori kelayakan buku Jumlah Presentase kelas Kategori Interval siswa (%) 4 Sangat tinggi > 112. dapat dibuatkan table kategori kelayakan media berbasis cetakan berupa buku. Uji coba ini dilakukan pada siswa kelas XI Busana Butik SMK Negeri 1 Gegerbitung.55-106 1 10 % 1 sangat rendah < 99. maka dapat diketahui skor keseluruhan = 1090.3.55 3 30 % TOTAL 10 100% .

kategori rendah dicapai oleh 1 siswa (10%) dan kategori sangat rendah dicapai oleh 3 siswa (30%).0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 109.614 Dengan demiakian. Selain itu.361). Data tersebut menunjukan bahwa media berbasis cetakan berupa buku berpusat pada kategori tinggi. untuk nilai rata rata (Me) 109.00 apabila dilihat berdasarkan table diatas maka nilai tersebut berada pada kategori tinggi yang dicapai oleh 1 siswa (10 %). berdasarkan table diatas juga dapat diketahui pula kategori sangat tinggi dicapai oleh 5 siswa (50%). median (M) = 111. . modus (Mo) = 119 dan standar deviasi (SD) = 10. bahasa dan keterbacaan. Sehingga media berbasis cetakan berupa buku pada ujicoba kelompok kecil dinyatakan layak baik dari segi penyajian materi. maupun grafika. sehingga pertanyaan dalam angket tersebut dikatakan valid.0 for windows pada rumus Alfa Cronbach pada uji coba kelompok kecil diketahui nilai corrected item-total correlation lebih besar dari r tabel (0.00. 102 Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. Angket yang digunakan dalam penentuan kelayakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ini merupakan instrumen yang valid dan reliabel Dari hasil olah data dengan bantuan program SPSS versi 16.50. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi layak.

skor . Selain itu nilai Cronbach’s alpha = 0. maka semua pertanyaan dalam angket dapat dikatakan reliable. = skor maksimal = 117. maka tahap selanjutnya adalah ujicoba lapanagan.7 (>0. maka diketahui hal hal yang perlu di revisi dari siswa (Uji Kelompok Kecil) antara lain : Tabel 24 Kelayakan buku oleh siswa (Uji Kelompok Kecil) No Komentar/saran Tindak lanjut 1 penjelasan bentuk kepala tidak begitu memperjelas rincian jelas (halaman 11) penjelasan bentuk kepala (hal: 11) 2 kesalahan tulisan (hal: 23) unit 2 Memperbaiki proporsi tubuh kesalahan tulisan Berdasarkan hasil penilaian.977 atau lebih dari 0. tahap selanjutnya adalah merevisi buku sesuai dengan data yang didapat pada ujicoba kelompok kecil.7). 103 Reliabilitas instrumen pada tabel reliability statistics diketahui nilai Cronbach’s alpha = 0. buku di ujicobakan pada ujicoba lapangan. komentar dan saran dari siswa ujicoba kelompok kecil. Berdasarkan hasil penilaian kelayakan buku pada ujicoba lapangan. maka dapat diketahui nilai skor keseluruhan 3045. Setelah melakukan revisi.977 di konsultasikan pada tabel tingkat keterandalan sehingga tingkat keterandalan untuk instrumen kelayakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” Sangat Tinggi. Setelah siswa (Uji Kelompok Kecil) melakukan penilaian. b. Ujicoba lapangan Setelah melalui tahap ujicoba kelompok kecil dan mengadakan revisi.

8 %). Table 25 Kategori kelayakan buku Jumlah Presentase kelas Kategori Interval siswa (%) 4 Sangat tinggi >109. dan grafika untuk digunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana.00. nilai rata rata ideal (Mi) = 102. median (M) = 105.5 3 10.807.8 % 2 rendah 95. Penilaian kategori sangat tinggi ini diartikan menjadi layak.3 9 31. Data tersebut menunjukan bahwa media berbasis cetakan berupa buku berpusat pada kategori sangat tinggi.8.3 .7 13 44.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 105. dapat dibuatkan table kategori kelayakan media berbasis cetakan berupa buku.5 dan standar deviasi ideal 4. bahasa dan keterbacaan.00.00 apabila dilihat berdasarkan table diatas maka nilai tersebut berada pada kategori tinggi yang dicapai oleh 4 siswa (13. modus (Mo) = 117 dan standar deviasi (SD) = 10.8% 3 tinggi 102.109.102. Sehingga media berbasis cetakan berupa buku dinyatakan layak baik dari segi penyajian materi. untuk nilai rata rata (Me) 105. 104 minimal = 88.3 % 1 sangat rendah <95. Dengan demiakian. Berdasarkan hasil perhitungan pengkategorian tersebut.1 % TOTAL 29 100% Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. .5 . sehingga dapat dilakukan perhitungan pengkategorian untuk kelayakan media berbasis cetakan berupa buku.7 4 13.

974 di konsultasikan pada tabel tingkat keterandalan sehingga tingkat keterandalan untuk instrumen kelayakan buku ” Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” Sangat Tinggi.0 for windows pada rumus Alfa Cronbach pada uji coba Lapangan diketahui nilai corrected item-total correlation lebih besar dari r tabel (0. berdasarkan table diatas juga dapat diketahui pula kategori sangat tinggi dicapai oleh 13 siswa (44.7 (>0. 4.1 %). Selain itu nilai Cronbach’s alpha = 0. atau lebih dari 0. sehingga pertanyaan dalam angket tersebut dikatakan valid. maka semua pertanyaan dalam angket dapat dikatakan reliable. Angket yang digunakan dalam penentuan kelayakan buku ” Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ini merupakan instrumen yang valid dan reliabel. 105 Selain itu. Reliabilitas instrumen pada tabel reliability statistics diketahui nilai Cronbach’s alpha = 0. Dari hasil olah data dengan bantuan program SPSS versi 16. kategori rendah dicapai oleh 3 siswa (10.7).3 %) dan kategori sangat rendah dicapai oleh 9 siswa (31.361). Desiminasi Diseminasi dilakukan untuk melihat efektifitas buku yaitu dengan cara menyebarkan produk Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” dengan cara demikian produk dapat diaplikasikan pada pembelajaran mata .8 %).974.

Penentuan Efektifitas pengembangan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana diukur dengan cara membandingkan antara hasil nilai Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan buku ) dan hasil nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku). 106 diklat menggambar busana di SMK terutama di SMK Negeri 1 Gegerbitung sebagai tempat penelitian utama. Nilai yang dihasilkan peserta didik pada pembelajaran menggambar busana di SMK negeri 1 Gegerbitung adalah sebagai berikut: KKM 75 Gambar 1: Grafik hasil nilai Pre Test dan Post Test Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Ntural Dari hasil grafik diatas terlihat signifikasi nilai sebelum menggunakan buku dan setelah penggunaan buku pada masing masing responden. .

36364 22 Neng Femi 78.17.72727 81.63636 29 Yuni Rahayu 77.18182 25 Rika Erawati 73. dengan Mean sebesar 80.45455 12 Dewi Maelani 79.18182 82.54545 81.63636 84.45455 81. Daftar Nilai Menggambar Busana Pokok Bahasan Proporsi Tubuh Kleas XI No Nama Siswa Nilai Pre Test Nilai Post Test 1 Endah Jubaedah 79.72727 23 Atickah Hr 81.45455 3 Ekoy 82.72727 21 Siti Rodiah 79.09091 13 Ana Anugrah 80.18182 79.27273 5 Arin 79. 107 Table 26.54545 14 Nuraisyah 81.72727 81.27273 81.72727 6 Gita Siti N 81.90909 82.54545 8 Diah 79.90909 26 Siti Lisnawati 80.45455 15 Siti Wulandari 77.54545 81.09091 82.81818 16 Dini Maryani 81.81818 27 Farida Agustina 78.63636 17 Novi Rahayu 79.36364 80.36364 81.27273 83.90909 81.63636 82.90909 7 Siti Maryani 82.63636 82.90909 4 Ria Nur Azizah 81.36364 79.90909 81.36364 82.45455 82.72727 10 Siti Syarah 78 79.09091 20 Nina Yuliani 79. Hasil penilaian . skor tertinggi sebesar 83.63636 79.09091 9 Ai Maryamah 81.27273 82.81818 83.27273 Berdasarkan hasil penilaian Pre Test diperoleh skor terendah sebesar 74.72727 82.81818 11 Ucu M 80.90909 79.90909 2 Lela r 82.81818 28 Sani S 81.54545 82.27273 18 Yani Nurhayati 81.36364 82.18182 24 Neneng Sulastri 81.09091 19 Miawati 81.

77. Kategori Hasil Nilai Pre Test Kategori Batasan nilai Jumlah siswa Presentase Sangat Baik (A) > 90 0 0% Baik (B) 75-89 28 97% Cukup (C) 60 – 74 1 3% Kurang (D) < 59 0 0% Jumlah 29 100% (C) 3% (A) 0% (D) 0% (B) 97% Gambar 2: Pie Chart Presentase Pre Test Data yang diperoleh dari nilai pre test menunjukan bahwa 28 orang siswa (97%) berada pada kategori (B) baik dan 1 orang siswa (3%) pada kategori (C) cukup atau di bawah KKM. 108 Post Test diperoleh skor terendah sebesar 80. skor tertinggi sebesar 84. dengan Mean sebesar 81. Table 27. . Untuk mengetahui tingkat efektifitas penggunaan buku dapat dilihat pada hasil nilai siwa yang di konversikan kedalam kriteria penilaian di SMK Negeri 1 Gegerbitung.

Nilai post test 29 siswa (100%) ada pada kategori Baik (B) dengan presentase 100% dan dapat diartikan hasil nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku) efektif. . Kategori Hasil Nilai Post Test Kategori Batasan nilai Jumlah siswa Presentase Sangat Baik (A) > 90 0 0% Baik (B) 75-89 29 100% Cukup (C) 60 – 74 0 0% Kurang (D) < 59 0 0% Jumlah 29 100% (B) 100% Gambar 3: Pie Chart Presentase Post Test Data yang diperoleh dari nilai post test menunjukan bahwa 29 orang siswa (97%) berada pada kategori (B) baik. 109 Table 28. pada kriteria penilaian di SMK Negeri satu gegerbitung. Untuk melihat efektifitas penggunaan buku.

. Faktor faktor inilah yang membuat proses dan pelaksanaan pembelajarannyapun menjadi kurang maksimal. 110 B. PEMBAHASAN 1. tangan dan kaki. Selain . dapat diketahui beberapa permasalah dan kompetensi yang perlu di kembangkan. serta aspek grafika untuk dipergunakan untuk pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK negeri 1 gegerbitung. dan pemberian tugas belum disertai media yang dapat menarik minat siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R & D (Research and Development). menggambar mata. Metode pembelajaran untuk mata diklat menggambar busana hanya menggunakan metode ceramah. Banyak siswa merasa kesulitan dalam menggambar busana terutama menggambar proporsi tubuh dengan pose. a. Seringkali mereka merasa gagal karna bentuk yang tidak begitu bagus sehingga menyerah dan menggambar seaadanya saja. Merupakan serangkaian kegiatan dan proses untuk menghasilkan sebuah produk media pembelajaran berbasis cetakan berupa buku yang layak baik dari aspek penyajian materi. Pengembangan Buku “Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural” Pada Pembelajaran Mata Diklat Menggambar Busana di SMKN 1 Gegerbitung Sukabumi. aspek bahasa dan keterbacaan. Studi Pendahuluan Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang di peroleh dari hasil observasi dan wawancara dengan guru dan siswa.

waktu dan persipan guru untuk menyiapkan materi dalam bentuk media pembelajaran berupa job sheet. ppt ataupun media yang lainnya menjadi salah satu kendala utama. memotivasi dan menarik perhatian siswa. Berdasarkan studi pendahuluan di atas peneliti memutuskan untuk mengembangkan media pembelajaran pada standar kompetensi menggambar busana dengan kompetensi dasar mendeskripsikan bentuk proporsi dan anatomi beberapa type tubuh manusia. modul. dapat merangsang pemahaman dan minat siswa pada pembuatan gambar busana serta memaksimalkan proses dan pelaksanaan pembelajaran mata diklat Menggambar Busana. hand out. Dengan adanya media ini. Yaitu media berbasis cetakan berupa buku ajar “Panduan Menggambar Proporsi Tubuh. video. diharapkan dapat menjawab segala kesulitan kesulitan guru dan siswa pada pembelajaran mata diklat menggambar busana. keterbatan kemampuan. Tipe Natural“. 111 itu. Ada beberapa buku yang mempelajari proporsi tubuh akan tetapi penyajiannya dalam bahasa asing. Disamping itu pengadaan buku teks/buku referensi diperpustakaan terutama untuk mata pelajaran menggambar busana sangat kurang. Sehingga bahasa menjadi permasalahan yang cukup rumit. .

tujuan pembelajaran. Kegiatan pengembangan produk dilanjutkan dengan validasi buku kepada ahli materi. penyusunan rangkuman. Berikut hasil pengujian dari masing masing validator: 1) Ahli Materi Berdasarkan hasil validasi ahli materi. diketahui jumlah skor keseluruhan 37 dengan nilai Mean 3. diawali dengan perumusan standar kompetensi menggambar busana dengan kompetensi dasar: Mendeskripsikan Bentuk Bentuk Proporsi Dan Anatomi Beberapa Tipe Tubuh Manusia. selanjutnya adalah pengumpulan bahan dan data yang diperlukan dan penyusunan draf buku yang meliputi: judul buku. Hal ini untuk mendapatkan kelayakan ujicoba pada subyek ujicoba. 112 b. lidah cover. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi Layak. Materi yang disusun terdiri atas anatomi tubuh manusia. ahli evaluasi dan guru mata pelajaran (judgement expert). . dan proporsi tubuh manusia (dengan pose) tipe natural. soal evaluasi.7. daftar putaka dan penyusunan layout cover depan dan belakang. proporsi tubuh manusia. Pengembangan Produk Pengembangan produk awal media berbasis cetakan berupa Buku Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural. perolehan skor termasuk pada kategori tinggi. penyusunan naskah materi. apabila di konversikan kedalam data kualitatif. ahli media.

perolehan skor termasuk pada kategori tinggi. apabila di konversikan kedalam data kualitatif. .8. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi Layak.7. apabila di konversikan kedalam data kualitatif. perolehan skor termasuk pada kategori tinggi. diketahui jumlah skor keseluruhan 38 dengan nilai Mean 3. apabila di konversikan kedalam data kualitatif. perolehan skor termasuk pada kategori tinggi. Evalusi dari media berbasis cetakan berupa buku dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi 4) Guru mata pelajaran Berdasarkan hasil validasi guru mata pelajaran. diketahui jumlah skor keseluruhan 38 dengan nilai Mean 3. Aspek bahasa dan keterbacaan serta aspek grafika dari media berbasis cetakan berupa buku dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi 3) Ahli Evaluasi Berdasarkan hasil validasi ahli materi. 113 Aspek materi dari media berbasis cetakan berupa buku dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi 2) Ahli Media Berdasarkan hasil validasi ahli materi. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi Layak.5. diketahui jumlah skor keseluruhan 74 dengan nilai Mean 3. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi Layak.

00.361). perolehan skor termasuk pada kategori tinggi. Penilaian validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan melalui program SPSS versi 16. c. 114 Aspek materi dari media berbasis cetakan berupa buku dinyatakan layak untuk di ujicobakan pada subyek uji coba dengan Revisi. Uji coba dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan efektifitas produk yang dikembangkan.0 for windows. Angket yang digunakan dalam penentuan kelayakan buku ” Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ini merupakan instrumen yang valid dan reliabel. Uji coba ini melalui dua tahap yaitu ujicoba kelompok kecil dan Uji coba lapangan. Apabila di konversikan kedalam data kualitatif. Ujicoba Produk Produk yang sudah direvisi di ujicobakan pada siswa. Diketahui nilai corrected item-total correlation lebih besar dari r tabel (0.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 109. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi kategori Layak. sehingga pertanyaan dalam angket tersebut dikatakan valid. . 1) Ujicoba kelompok kecil Hasil penilaian kelayakan buku pada ujicoba kelompok kecil oleh siswa diketahui jumlah skor keseluruhan = 1090 Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16.

361).7 (>0. maka semua pertanyaan dalam angket dapat dikatakan reliable. 115 Reliabilitas instrumen pada tabel reliability statistics diketahui nilai Cronbach’s alpha = 0.7). Apabila di konversikan kedalam data kualitatif. .00. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi kategori Layak. 2) Ujicoba lapangan Hasil penilaian kelayakan buku pada ujicoba kelompok kecil oleh siswa diketahui jumlah skor keseluruhan = 3045 Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16.0 for windows. sehingga pertanyaan dalam angket tersebut dikatakan valid. Diketahui nilai corrected item-total correlation lebih besar dari r tabel (0. perolehan skor termasuk pada kategori tinggi.0 maka dapat diketahui nilai rata rata (Me) = 105. maka semua pertanyaan dalam angket dapat dikatakan reliable.7 (>0.977 atau lebih dari 0. Penilaian validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan melalui program SPSS versi 16. Angket yang digunakan dalam penentuan kelayakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ini merupakan instrumen yang valid dan reliabel.974 atau lebih dari 0. Reliabilitas instrumen pada tabel reliability statistics diketahui nilai Cronbach’s alpha = 0.7).

Setelah itu. Desiminasi Diseminasi dilakukan untuk melihat efektifitas buku yaitu dengan cara menyebarkan produk Buku “Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural”. . Berdasarkan hasil penilaian Pre Test diperoleh skor terendah sebesar 74. Nilai post test 29 orang siswa (100%) berada pada kategori Baik (B). Data yang diperoleh menunjukan bahwa nilai pre test 28 orang siswa (97%) ada pada kategori Baik (B) dan 1 orang siswa (3%) berada pada kategori (C) cukup atau dibawah KKM. hasil nilai tersebut di konversikan kedalam kriteria penilaian di SMK Negeri 1 Gegerbitung. kategori Baik (B) dan dapat diartikan bahwa nilai Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan Buku) dan nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku) efektif. skor tertinggi sebesar 83. Penentuan Efektifitas pengembangan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana diukur dengan cara membandingkan antara hasil nilai Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan Buku) dan hasil nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku). 116 d. Akan tetapi nilai Post Test dapat memberikan tingkat nilai pembelajaran yang lebih tinggi dibandingakan dengan nilai Pre Test . Hasil penilaian Post Test diperoleh skor terendah sebesar 80 dan skor tertinggi sebesar 84.

117 2. Selain itu nilai Cronbach’s alpha = . sehingga pertanyaan dalam angket tersebut dikatakan valid. nilai tersebut berada pada kategori tinggi yang dicapai oleh 4 siswa (13.361). Reliabilitas instrumen pada tabel reliability statistics diketahui nilai Cronbach’s alpha = 0. Data tersebut menunjukan bahwa media berbasis cetakan berupa buku berpusat pada kategori tinggi. Penilaian kategori tinggi ini diartikan menjadi layak. modus (Mo) = 117 dan standar deviasi (SD) = 10.974.00 apabila dilihat berdasarkan table 20.00. maka semua pertanyaan dalam angket dapat dikatakan reliable.7). atau lebih dari 0.00. median (M) = 105. Angket yang digunakan dalam penentuan kelayakan buku ” Panduan Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” ini merupakan instrumen yang valid dan reliabel. Dengan demiakian. bahasa dan keterbacaan. Hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. dan grafika untuk digunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana.8 %).7 (>0. Dari hasil olah data dengan bantuan program SPSS versi 16. Kelayakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” Pada Pembelajaran Mata Diklat Menggambar Busana Di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi. untuk nilai rata rata (Me) 105. Sehingga media berbasis cetakan berupa buku dinyatakan layak baik dari segi penyajian materi.0 for windows pada rumus Alfa Cronbach pada uji coba Lapangan diketahui nilai corrected item-total correlation lebih besar dari r tabel (0.807.0 diketahui nilai rata rata (Me) = 105.

Sedangkan nilai post test 29 siswa (100%) berada pada kategori Baik (B). nilai pre test 28 orang siswa (97%) ada pada kategori Baik (B) dan 1 orang siswa (3%) berada pada kategori (C) cukup atau dibawah KKM. Sedangkan nilai Post Test (sesudah menggunakan buku) diperoleh skor terendah sebesar 80 dan skor tertinggi sebesar 84. Oleh sebab itu. Berdasarkan data yang diperoleh.974 di konsultasikan pada tabel tingkat keterandalan sehingga tingkat keterandalan untuk instrumen kelayakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” Sangat Tinggi. 3. Akan tetapi nilai Post Test dapat memberikan tingkat nilai pembelajaran yang lebih tinggi dibandingakan dengan nilai Pre Test. buku ajar “menggambar proporsi tubuh tipe natural” efektif dipergunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat. Kategori Baik (B) disini. dapat diartikan bahwa nilai Pre Test dan nilai Post Test efektif. Efektifitas Buku ” Menggambar proporsi Tubuh: tipe natural ” Pada Pembelajaran Mata Diklat Menggambar Busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi Berdasarkan hasil penilaian Pre Test (sebelum menggunakan buku) diperoleh skor terendah 73 dan skor tertinggi 83. hasil nilai masing masing responden tersebut di konversikan kedalam kriteria penilaian di SMK Negeri 1 Gegerbitung. Setelah itu. 118 0. .

mengumpulkan bahan dan data. yaitu dengan observasi dan wawancara penelitian (b). uji coba terdiri dari 2 tahap yaitu: ujicoba kepada kelompok kecil dan ujicoba lapangan. diseminasi. dan validasi ahli. Tahap selanjutnya. menyusun draft buku (mengembangkan produk awal). Pengembangan Buku ”Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” Pada Pembelajaran Mata Diklat Menggambar Busana Di SMK Negeri 1 Gegerbitung dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : (a). Ujicoba. yaitu dengan merumuskan SK dan KD. hal ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas produk dengan menyebarkan produk Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” dengan cara demikian produk dapat diaplikasikan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK terutama di di SMK Negeri 1 Gegerbitung sebagai tempat penelitian utama. 2. maka dapat diambil kesimpulan dari penelitian tentang pengembangan Buku “ Menggambar Proporsi Tubuh: tipe Ntural” pada pembelajaran mata duiklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung yaitu: 1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan. Kelayakan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural ” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung . (d). (c). Perencanaan/ studi pendahuluan. 119 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Pengembangan produk.

ahli media menyatakan “layak” dengan rata-rata skor 3. 120 diperoleh dari data hasil uji lapangan. modus (Mo) = 117 dan standar deviasi (SD) = 10.5 Berdasarkan data-data yang diperoleh dari hasil penilaian siswa pada ujicoba lapangan. Penilaian kategori tinggi ini dikonotasikan menjadi kategori Layak. 3. median (M) = 105.00. dan guru mata pelajaran menyatakan “layak” dengan rata-rata skor 3. ahli media. ahli evaluasi dan guru mata pelajaran untuk mendapatkan kelayakan ujicoba dan revisi. Sehingga media berbasis cetakan berupa Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” dinyatakan layak baik dari aspek penyajian materi. nilai tersebut berada pada kategori tinggi.7. maka.5. Hasil analisis deskriptif yang diolah menggunakan progras SPSS versi 16. Dengan demiakian. produk divalidasikan terlebih dahulu kepada ahli materi. ahli evaluasi menyatakan “layak” dengan rata-rata skor 3.807. Kriteria kelayakan ujicoba ahli materi menyatakan “layak” dengan rata-rata skor 3.0 diketahui nilai rata rata (Me) = 105. Berdasarkan hasil penilaian Pre Test Data yang diperoleh .7. untuk nilai rata rata (Me) 105. Efektifitas Pengembangan Buku ” Menggambar Proporsi Tubuh: Tipe Natural” pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung dapat diketahui dari hasil nilai Pre Test (pembelajaran tanpa menggunakan buku) dan Post Test (pembelajaran dengan menggunakan buku). serta aspek grafika untuk digunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana. aspek bahasa dan keterbacaan.00. Sebelum produk di ujicobakan.00 apabila dilihat berdasarkan table 20 di konversikan kedalam data kualitatif.

sedangkan bagi siswa dapat mempermudah pemahaman materi yang disampaikan guru pada proses pembelajaran baik berupa teori maupun praktek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media berupa Buku “Menggambar Proporsi Tubuh : Tipe Natural” pada pembelajaran mata diklat menggambar busana kelas IX busana butik di SMK Negeri 1 Gegerbitung dapat . Akan tetapi nilai Post Test dapat memberikan tingkat nilai pembelajaran yang lebih tinggi dibandingakan dengan nilai Pre Test. Kategori Baik (B) dan dapat diartikan bahwa nilai Pre Test (pembelajaran sebelum menggunakan Buku) dan nilai Post Test (pembelajaran sesudah menggunakan Buku) efektif. Penggunaan media yang tepat mampu meningkatkan pemahaman. B. Salah satu faktornya adalah media pembelajaran. Implikasi Keberhasilan suatu pembelajaran terutama pada pembelajaran mata diklat Menggambar Busana didukung oleh banyak faktor. Nilai post test 29 orang siswa (100%) berada pada kategori Baik (B). media pembelajaran dapat membantu mempermudah penyampaian materi. sehingga buku ajar “menggambar proporsi tubuh tipe natural” efektif dipergunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat. 121 menunjukan bahwa nilai pre test 28 orang siswa (97%) ada pada kategori Baik (B) dan 1 orang siswa (3%) berada pada kategori (C) cukup atau dibawah KKM. Bagi guru. merangsang motivasi serta meningkatkan kreativitas siswa.

sehingga diharapkan untuk penelitian selanjutnya untuk Judgemen expert ada dari ahli bahasa beserta ahli grafika. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Buku “panduan menggambar proporsi tubuh: tipe natural” dapat digunakan sebagai media pembelajaran di SMK Negeri 1 Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat. Pengembangan buku hanya dibatasi pembahasan materi anatomi. contoh gambar. C. proporsi tubuh. Keterbatasan Penelitian Beberapa kelemahan yang ada dalam penelitian ini adalah: 1. Judgemen expert hanya di batasi oleh empat ahli yaitu ahli materi. dan proporsi tubuh tipe natural pada Kompetensi Dasar mendeskripsikan bentuk anatomi dan proporsi beberapa tipe tubuh manusia. 2. secara sistematis. soal-soal tes serta berbagai macam contoh rancangan busana dengan menggunkan proporsi tubuh dengan (pose) tipe natural. tugas. . ahli media. Sedangkan tipe tubuh yang lainnya tidak di ungkap pada materi pengembangan ini. Penggunaan media hasil pengembangan ini dapat meningkatkan hasil nilai pembelajaran pada mata diklat menggambar busana. ahli evaluasi. keterangan gambar beserta langkah langkah menggambarnya. 122 meningkatkan nilai serta kemampuan siswa dalam membuat proporsi tubuh maupun proporsi dengan pose. Kemudahan pemahaman siswa tersebut dibangun melalui penyajian materi. serta guru mata pelajaran. Sehingga diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat mengungkap beberapa materi tipe tubuh lainnya.

Perbedaan nilai Pre Test (pembelajaran tanpa menggunakan buku) dan Post Test (pembelajaran dengan menggunakan buku) tidak begitu terlihat mencolok. D. . hasil nilai pre test dan post test tidak terlalu terlihat mencolok. Dari hasil penelitian ini. Sehingga untuk kedepannya di harapkan buku yang telah di kembangkan dapat di perbanyak dan di pergunakan pada pembelajaran mata diklat menggambar busana di SMK Negeri 1Gegerbitung. baik dari segi materi. Buku yang sudah di kembangkan hendaknya dapat di gandakan. 2. Saran Berdasarkan hasil penelitian tentang pengembangan buku pada pembelajaran mata diklat menggambar busana maka peneliti memberikan saran sebagai berikut: 1. hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu dalam penggunaan media. akan tetapi nilai Post Test tetap memberikan tingkat hasil nilai pembelajaran yang lebih tinggi dibandingakan dengan hasil nilai Pre Test. 123 3. Hal ini dilakukan agar proses diseminasi lebih maksimal. maupun dengan dukungan media lainnya. diperlukan treatment yang lebih khusus baik dari segi waktu penggunan buku yang di kembangkan. kompetensi dasar maupun segi validator. Pengembangan buku sebaiknya perlu dipersiapkan lebih matang. 3. oleh sebab itu untuk selanjutnya. Hal ini dilakukan agar proses dan hasil pengembangan lebih maksimal.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. di Universitas Negeri Yogyakarta.. (2008). Perencanaan Pembelajaran.wordpress. (2008). Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta: Balai Pustaka Djemari Mardapi (2007). Teknik Penyusunan Instrument Tes Dan Non Test. Pengelolaan Pengajaran. D. M. Tidak Diterbitkan.com/ diakses tanggal 21 Oktober 2009 Ahmad Rohani. Yogyakarta Lasa HS. Karjiyadi. an introduction. Media Pembelajaran. Pidato pengukuhan Guru besar di depan rapat senat terbuka. 1991. 4th ed. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Borg. 124 DAFTAR PUSTAKA Abdul Gafur Daniamiseno (Oktober 2005). (2009). Sadiman. (2009). (2005). New York: Longman Departemen Pendidikan Nasional. Pengembangan dan Pemanfaatannya. Tesis Master. PPS. Pengembangan Media Pembelajaran Keterampilan Berpidato Berbantuan Komputer Untuk Peserta Didik SMP. Jakarta: PT Bumi Aksara. & V Gall. Peranan teknologi pembelajaran dalam proses belajar – mengajar ilmu pengetahuan sosial. Rineka Cipta. Media Pembelajaran. W. Penulisan Buku Teks di Perguruan Tinggi. Makalah Workshop Strategi dan Teknik Penulisan Buku Teks Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Azhar Arsyad. Media Pendidikan: Pengertian. dkk. Paduan Penelitian Dan Pengembangan Bidang Pendidikan Dan Pembelajaran. Uno. (2007). Yogyakarta: Mitra Cendekia Hamzah B. Surakarta Martinis Yamins. UNS. Achmad Jamil (2009). Jakarta Anik Gufron ( 2007). (1983). Pengembangan Media Pembelajaran Pendinidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Berbasis Computer Untuk Smp. Tesis Akhmad Sudrajat. Jakarta: Gaung Persada Press . UNY. (2005). Universitas negeri yogyakarta Arif S. http://akhmadsudrajat. Educational research.

Jakarta : PT raja grafindo . Paul Suparno dkk. PT Bumi Aksara : Jakarta Nazarudin. Jakarta: Depdikbud. (2004). (2008). Oemar Hamalik. Bandung: Rosdakarya Nana Sudjana. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Bandung: PT Citra Aditya Bhakti. Jakarta: PT Bumi Aksara Oemar Hamalik. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. (1994). Pemilihan Dan Pengembangn Media Untuk Pembelajaran. (1983). Remaja Rosda Karya: Bandung Oemar Hamalik. Strategi. Mukminan. 125 Mochtar Buchori. (2004). Penilaian Hasil Proses Belajar mengajar. Yogyakarta: Kanisius. (2009). Media pendidikan. (2005). Metoda Belajar dan Kesulitan Kesulitan belajar. Strategi Belajar Mengajar. Manajemen Berbasis Sekolah : Konsep. Metodologi Penelitian Pendidikan. Nana Syaodah Sukmadinata. Psikologi Pendidikan. (2002). Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Reformasi Pendidikan : Sebuah Rekomendasi. Bandung: Tarsito. IKIP Muhammadiyah. dan Implementasi. Desain pembelajaran. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. (2003). (2002). Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta Mulyasa E. (2005). Nana Syaodah Sukmadinata. (2002). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Ilmu Pendidikan Dan Praktek Pendidikan Dalam Renungan. Karakteristik dan Metodologi PAI di Sekolah Umum. Bandung: Remaja Rosdakarya. (2007). Jakarta. (1993). Ronald h Anderson. Nasution. Teras: Yogyakarta Ngalim Purwanto. Manajemen Pembelajaran : Implementasi Konsep. (1993). Moedjiono dan Moh Dimyati.

(2006).pusbuk. Uny: yogyakarta Sofyan Yamin dan Heri Kurniawan. (2008).(2010). Prinsip pengembangan materi.bpgdisdik-jabar. http://ambarsi. R. Jakarta: Salemba Infotek. (1994). Jakarta: PT Rineka Cipta Suherli Kusmana . Teknik Analisis Statistik Terlengkap dengan Software SPSS. Aspek aspek penilaian buku diakses tanggal 8 juni 2009. SPSS Complete.wordpress. Cipta Adi Pustaka . Jakarta : PT. Instructional technology (Mahasiswa S2 IKIP Malang terjemahan). diakses tanggal 17 januari 2010 Wisri A Mamdy. Buku pelajaran dan diktat pelajaran. (2010).Jakarta : Meutia Cipta Sarana & Ikatan Penata Busana Indonesia “Kartini”. Penulisan Buku Diktat Dan Modul Pelajaran : http://suksesbersamasukarto. C. B & Richey. Nugroho 2008.org __________. Komunikasi Visual Dan Multimedia. Ilustrasi mode.com diakses tanggal 17 Januari 2010 Sunu Ambarsi. dari alamat: Wnugroho. Menggambar Anatomi Modis untuk Merancang Busana.blogspot. Jenis Jenis Materi Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara Sugiyono. Bandung: Rosda Sukarto.com. Bandung: Alfabeta Suharsimi Arikunto. IKIP Malang Sicilia sawitri. Merancang Karya Tulis Ilmiah. Dikases pada tanggal 24 maret 2009 dari alamat: http://www. Solichan Abdullah. 2010. W. Ensiklopedia Nasional Indonesia Jilid 3 . (2008). (2001). ______ . (12 Februari 2003). Dari alamat: www.net ______ .org Pusat perbukuan. Media Komunikasi Pendidikan. 126 Seels.(2000). (2008). (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.(2008). Diakses pada tanggal 28 Januari 2010. B. Jawa Timur: LPMP Sudarwan Danim.

127 LAMPIRAN .

128 .

Pedoman dan Hasil Wawancara . Lampiran 1 . Pedoman dan Hasil Observasi Kelas .Daftar Nama Peserta Didik .

PEDOMAN OBSERVASI PELAKSANAAAN PEMBELJARAN MENGGAMBAR BUSANA DI SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG A. Aspek yang di amati 1. Penggunaan media pemeblajaran 2. Sikap siswa terhadap mata pelajaran mneggmabra busana . Penggunaan metode pembelajaran 3. Tujuan observasi Untuk mengetahui keadaan di lapangan terutama terhadap media yang di pergunakan pada pembelajaran mata diklat menggmabar busana di SMK Negeri 1 geggerbitung sehingga dapat di ketahui permasalah yang perlu segera di tangani B.

Kerja Kelompok √ f.30 – 09. eksperimen √ 3 Sikap Siswa a. LCD/Komputer √ sudah di photocopy berulang h. Hasil observasi No Aspek yang diamati Ya Tidak Keterangan 1 Penggunaan Media a. 30 September 2009 Mengetahui Guru Menggambar Busana Nurbaeti. Papan tulis √ b. Pramuka NO. Observasi dilaksanakan pada : Hari/tanggal : senin. pemberian tugas e. Lain lain (Poto Copy) √ kali 2 Penggunaan Metode Pembelajaran a. HASIL OBSERVASI PELAKSANAAAN PEMBELaJARAN MENGGAMBAR BUSANA DI SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG A. tanya jawab √ Metode yang sering digunakan c.00 Tempat : ruang kelas X A Busana Butik SMK Negeri 1 Gegerbitung Alamat : Jl. aktif √ pada saat pelajaran banyak b. Transfaransi √ dan menggunakan gambar yang g. 28 september 2009 Waktu : 07. job sheet √ menggunakan media papan tulis f. S. NIP 197908052010012013 . Pemberian tugas √ g. d. Gambar/chart √ Pada pembelajaran d. disamping itu tidak ada contoh atao media yang bisa mempengaruhi minat mereka ketika sedang menggambar Sukabumi. Hand out √ menggambar busana guru e.Pd. fasif √ siswa yang fasif karena merasa kesulitan dalam pembuatan gambar.45 Gegerbitung Sukabumi Jawa barat 43197 B. diskusi √ oleh guru adalah ceramah. Buku/modul √ c. Demonstrasi √ Tanya jawab. ceramah √ b.

Untuk mengethau pemanfaan dan penggunaan media pembelajaran selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung B. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajran mata dikalat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung 2. Tujuan Wawancara 1. Apakah saya boleh mempelajari kuikulum terutama silabus untuk pembelajaran mata diklat menggambar busana? b. Petanyaan intuk wawancara: 1. PEDOMAN WAWANCARA ANALISI PERMASALAHN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT MENGGMABAR BUSANA DI SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG A. Apakah anda menyukai pelajaran menggambar busana 1) Jika suka? 2) Jika tidak? b. Siswa a. Guru a. Menurut anda apa yang membuat anda kesulitan dalam membuat gambar busana? c. Apakah yang menjadi kendala atau hambatan selama pembelajaran menggambar busana? . Dalam pelajaran menggambar busana metode apa saja yang diberikan oleh guru? d. Bagaimanakan pelaksanaan menggambar busana di SMK Negeri ! Gegerbitung? c. Apa yang anda harapkan supaya pembelajaran menggambar busana yang yang menurut anda sulit menjadi lebih mudah? 2. Bagaimana dengan media yang pernah digunakan guru ataupun dengan media seperti buku buku tentang desain diperpustakaan? e.

Untuk mengetahui pemanfaatan dan penggunaan media pembelajaran selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung B. TUJUAN WAWANCARA 1. guru ataupun dengan media seperti buku buku Ada beberapa buku yang tentang desain diperpustakaan? menjelaskan cara cara membuat proporsi tubuh tetapi tidak mengerti karena menggunakan bahasa asing 7 Apa yang anda harapkan supaya pembelajaran Ada contoh gambar yang lebih menggambar busana yang yang menurut anda sulit bagus supaya lebih semangat. kemudian memberikan tugas. susah menggambar busana 3 Menurut anda apa yang membuat anda kesulitan Saya tidak bisa menggambar dalam membuat gambar busana? proporsi tubuh apalahi dengan pose bentuknya tidak bagus 4 Dalam pelajaran menggambar busana metode apa Guru hanya memberikan metode saja yang diberikan oleh guru? ceramah. menjadi lebih mudah? ada media mungkin seperti buku buku tentang desain. SMK N 1 Gegerbitung Sasaran : Siswa kelas XII Busana Butik. Hasil wawancara dapat disimpulkan sebagai berikut no Pertanyaan Jawaban 1 Apakah anda menyukai pelajaran menggambar Sebagain besar menjawab tidak busana? suka 2 Apa yang membuat anda tidak menyukai pelajaran Tidak bisa menggambar. . WAWANCARA DILAKSANAKAN PADA Hari/ tanggal : 28 September 2009 Tempat : Ruang praktek menjahit Busana Butik. SMK N 1 Gegerbitung C. HASIL WAWANCARA ANALISI PERMASALAHAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT MENGGMABAR BUSANA DI SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG A. kadang kadang memberikan beberapa contoh gambar yang sudah di copy berulang kali 5 Apakah guru memberikan metode demonstrasi atau Jarang sekali memberikan contoh gambar langsung? 6 Bagaimana dengan media a yang pernah digunakan Perpustakaannya tidak lengkap. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran mata dikalat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung 2.

. TUJUAN WAWANCARA 1. HASIL WAWANCARA ANALISI PERMASALAHAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT MENGGMABAR BUSANA DI SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG A. disamping karena sekolah kita masih terhitung sangat baru ya. mata diklat menggambar busana mungkin karna masalah keterbatasan kemampuan dan keterbatasan waktu. 5 bagaimana dengan media seperti buku buku masih sangat minim. sehingga untuk kemediaan masih sangat minim. hanya ada referensi mode atau desain di perpustakaan? beberapa kalo untuk buku buku tentang desain. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran mata dikalat menggambar busana di SMK Negeri 1 Gegerbitung 2. kalo buku buku seperti pola. WAWANCARA DILAKSANAKAN PADA Hari/ tanggal : 28 September 2009 Tempat : Ruang Guu Sasaran : Guru Mata Pelajaran Menggambar Busana Hasil wawancara dapat disimpulkan sebagai berikut NO PERTANYAAN JAWABAN 1 Apakah saya boleh mempelajari kuikulum silahkan terutama silabus untuk pembelajaran mata diklat menggambar busana? 2 Kompetensi apa yang diharapkan dari tentunya diharapkan siswa dapat pembelajaran mata diklat menggambar busana memiliki wawasan dan keterampilan yang memadai dalam menggambar busana dan kemampuan untuk mencipta desain busana 3 metode apa yang digunakan oleh ibu pada saya hanya menggunakan metode pembelajaran mata diklat menggambar busana? ceramah dan pemberian tugas terstuktur 4 bagaimana dengan media? Media apa sajakah hanya papan tulis dan beberapa yang pernah ibu gunakan pada pembelajaran contoh gambar fotocopyan. Untuk mengetahui pemanfaatan dan penggunaan media pembelajaran selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung B. tekstil sudah cukup banyak.

180 Tlp. (0266) 241613 Gegerbitung Sukabumi DAFTAR NAMA PESERTA DIDIK KELAS IX BUSANA BUTIK TAHUN AJARAN 2009/2010 NO NAMA ALAMAT 1 ATIKAH 2 AI MARYAMAH 3 ANA ANUGRAH 4 ARIN SUGIYANTI 5 DEWI MAELANI 6 DIAH HADIATI 7 DINI MARYANI 8 EKOY RUKOYAH 9 ENDAH JUBAEDAH 10 FARIDA AGUSTINA 11 GITA SITI NURFADILLAH 12 LELA ROHILAH 13 MIAWATI 14 NENENG SULASTRI 15 NENG FEMI NUR UTAMI 16 NINA YULIANI 17 NOVI RAHAYU 18 NURAISYAH 19 RIA NUR AZIZAH 20 RIKA ERAWATI 21 SANI SUSANTI 22 SITI LISTINAWATI 23 SITI MARYANI 24 SITI RODIAH 25 SITI SYARAH JULIANI 26 SITI WULANDARI SAPITRI 27 UCU MASROPAH 28 YANI NURHAYATI 29 YUNI RAHAYU . PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI DINAS PENDIDIKAN SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG Jalan Pramuka No.

KKM . Silabus . kriteria penilaian di SMK N 1 Gegerbitung . Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) . Lampiran 2 .

Siswa Cermat dan teliti dalam membuat anatomi tubuh. I. dan tipe tubuh manusia 3. Mengetahui tentang anatomi tubuh. dan tipe tubuh manusia 2. Proporsi tubuh wanita dengan (pose) tipe natural . Mendeskripsikan bentuk proporsi dan anatomi beberapa tipe tubuh manusia Indikator : 1. Cermat dan teliti dalam membuat anatomi tubuh. MATERI POKOK PEMBELAJARAN 1. TUJUAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 – 4 1. dan tipe tubuh manusia 2. Siswa dapat mengetahui tentang anatomi tubuh. proporsi tubuh. proporsi tubuh. Menggambar proporsi tubuh dengan (pose) tipe natural. II. proporsi tubuh.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Gegerbitung Bidang Studi Keahlian : Managemen Bisnis dan Pariwisata Kompetensi Keahlian : Busana Butik Mata Pelajaran : Produktif Kelas/Semester : X A/ 2 Tahun Pelajaran : 2009/2010 Pertemun ke :1–3 Alokasi Waktu : 4 x 3 pertemuan ( @ 45 menit ) Life Skill : Terampil. dan tipe tubuh manusia 3. Siswa dapat Menggambar proporsi tubuh lengkap dengan anatomi dan tipe tubuh manusia. proporsi tubuh. Proporsi tubuh wanita 8 2/3 Tinggi Kepala 3. Tanggung Jawab dan Teliti KKM : 70 Standar Kompetensi : Menggambar Busana Kompetensi Dasar : 1. Pengenalan anatomi tubuh manusia 2.

Kegiatan Inti Menugaskan siswa untuk mempelajari Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural dan memperhatikan informasi dari guru tentang: . Siswa berdoa dengan tujuan penanaman pembiasaan pada diri siswa bahwa pengembangan diri hendaknya selaras antara Imtaq dan Iptek .III. Menyimak topik dan tujuan yang akan dipelajari B. Menyimak topik dan tujuan yang akan dipelajari B. Guru melalui pengamatan memberikan evaluasi kepada siswa dalam pembuatan gambar anatomi tubuh . Siswa menyiapkan alat dan bahan untuk menggambar anatomi tubuh ( kepala dan bagian bagiannya. Memberi batasan waktu pengumpulan untuk tugas . . gaya tangan dan gaya kaki). . Siswa berdoa dengan tujuan penanaman pembiasaan pada diri siswa bahwa pengembangan diri hendaknya selaras antara Imtaq dan Iptek . METODE PEMBELAJARAN 1. Kegiatan Inti Menugaskan siswa untuk mempelajari Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural dan memperhatikan informasi dari guru tentang: . Merapikan dan menyimpan alat dan bahan sesuai prosedur C. . Salam penutup pelajaran Pertemuan II A. Ceramah 2. Penugasan IV. STRATEGI PEMBELAJARAN Pertemuan I A. Pendahuluan . Pengenalan anatomi tubuh dalam dunia fashion design. Pendahuluan . Penutup . Tanya jawab 3. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. Demonstrasi 4.

Guru melalui pengamatan memberikan evaluasi kepada siswa dalam pembuatan gambar proporsi tubuh . Memberi batasan waktu pengumpulan untuk tugas . Sumber Belajar Sri Widarwati. . Penutup . Menyimak topik dan tujuan yang akan dipelajari B. . Guru melalui pengamatan memberikan evaluasi kepada siswa dalam pembuatan gambar proporsi tubuh . Pendahuluan . Siswa menyiapkan alat dan bahan untuk menggambar Proporsi tubuh dengan (pose) tipe natural . Salam penutup pelajaran V. Kegiatan Inti Menugaskan siswa untuk mempelajari buku dan memperhatikan informasi dari guru tentang: . SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN 1. Proporsi tubuh . Merapikan dan menyimpan alat dan bahan sesuai prosedur C. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. Siswa menyiapkan alat dan bahan untuk menggambar proporsi tubuh wanita 8 2/3 TK. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. Yogyakarta: FPTK IKIP Yogyakarta. Penutup . . . Disain Busana I. Siswa berdoa dengan tujuan penanaman pembiasaan pada diri siswa bahwa pengembangan diri hendaknya selaras antara Imtaq dan Iptek . Proporsi tubuh dengan (pose) tipe natural . Merapikan dan menyimpan alat dan bahan sesuai prosedur C. . Salam penutup pelajaran Pertemuan III A. Memberi batasan waktu pengumpulan untuk tugas . 1993.

Pd arulita H. 2. Juni 2010 engetahui. Hapsari NIP. uru Mata Pelajaran ahasiswa/ peneliti Nurbaeti. Tes isian Sukabumi. RANCANGAN PENILAIAN 1. S. Media Pembelajaran: Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural VI. Unjuk kerja 2. 07513242009 .19790805 201001 2 013 M.

KRITERIA PENILAIAN DI SMK NEGERI 1 GEGERBITUNG NILAI KATEGORI BATASAN NILAI SANGAT BAIK (A) > 90 BAIK (B) 75-89 CUKUP (C) 60 – 74 KURANG (D) < 59 .

Lampiran 3 . Instrument kelayakan buku .Angket penelitian .

Kata dan kalimat.Lebar spasi b.Bentuk tulisan atau tipografi .Gambar . Kesesuaian .Panjang-pendek.Ilustrasi .Ukuran huruf.Minat pembaca. .Ukuran font .Pada materi .Pada lidah sampul (cover) belakang LEMBAR VALIDASI AHLI MEDIA Mata Pelajaran : Menggambar Busana Standar Kompetensi : Menggambar Busana Kompetensi dasar : Mendeskripsikan Bentuk Proporsi Dan Anatomi Beberapa .Penilaian keindahan gaya tulisan c.Kepadatan ide bacaan.Pada sampul (cover) belakang . ahasa dan a. .Warna b. . Gabungan image dan teks .Susunan paragraf afika a. Image .Frekuensi.Susunan huruf .Pada lidah sampul (cover) depan . Kemenarikan .Pada sampul (cover) depan .Jenis font c. Kemudahan membaca Keterbacaan . . . . Kisi-kisi Instrument Kelayakan Media Cetak Berupa Buku Table 1: kisi kisi instrument oleh ahli media O spek dikator 1. Teks/Tipografi .

.Lembar validasi ini diisi oleh Ahli Media .Saran dan masukan mohon diberikan secara singkat dan jelas pada kolom komentar seseuai dengan indikator yang dikomentari . Prapti Karomah.Rentangan evaluasi dimulai dari “sangat baik” sampai dengan “kurang” . C = Cukup.Jawaban dapat diberikan pada kolom jawaban yang telah disediakan dengan memberikan tanda check (√ ) . 2 uran huruf 3 bar spasi Kemenarikan 4 nat pembaca. M.Pd Tanggal :………………………… Petunjuk : .Saran secara umum dapat dituliskan pada tempat yang telah disediakan Keterangan : SB = Sangat Baik. Hapsari Ahli Media : Hj. umum. 5 padatan ide bacaan 6 nilaian keindahan gaya tulisan Kesesuaian 7 ta dan kalimat 8 njang-pendek 9 ekuensi. aspek grafika. komentar saran. kesimpulan . Aspek Bahasa dan Keterbacaan Kriteria No Indikator SB B C K Kemudahan Membaca 1 ntuk tulisan atau tipografi. K = Kurang A. B = Baik. Tipe Tubuh Manusia Judul Buku : Panduan Menggambar Proporsi tubuh Tipe natural Sasaran : Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Peyusun : Narulita H.Evaluasi ini terdiri dari aspek bahasa dan keterbacaan.

Aspek grafika Kriteria No Indikator SB B C K mage 1 mbar 2 strasi 3 mposisi warna eks/Tipografi 4 sunan huruf 5 kuran font 6 nis font abungan image dan teks 7 da materi 8 da sampul (cover) depan 9 da sampul (cover) belakang 10 da lidah sampul (cover) depan C. Jenis kesalahan dan perbaikan No Bagian yang salah Jenis kesalahan Saran Perbaikan A. Saran umum ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… .10 sunan paragraf B.

dan tingkat kemenarikan b. kesesuaian ilustrasi dan teks . dan akurat . kesesuaian Kosakata. kesesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian standar kompetensi . jelas.Kecukupan materi yang memadai .Kriteria materi spesifik. struktur kalimat. kesesuaian (relevansi) .Perincian materi dengan kurikulum . tes keterampilan maupun pemahaman. M. .latihan dan praktik. .Konsistensi informasi yang disajikan c. 2010 Ahli media. Layak di uji coba kelapangan tanpa revisi b. Layak di ujicoba kelapangan dengan revisi sesuai saran c. ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………… B. kecukupan (adequacy).Pd NIP. kesesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian kompetensi dasar . Prapti Karomah. Hj. Tidak layak Yogyakarta. . Kesimpulan Dengan ini menyatakan bahwa media berbasis cetakan berupa buku the body proportion natural type pada pembelajaran mata diklat menggambar busana a.Rujukan yang digunakan . panjang paragraf. keajegan (konsistensi). 19501120 197903 2 001 Kisi-kisi Instrument Kelayakan Media Cetak Berupa Buku Table 1: kisi kisi instrument oleh Ahli Materi O spek dikator /Materi a.

LEMBAR VALIDASI AHLI MATERI Mata Pelajaran : Menggambar Busana Standar Kompetensi : Menggambar Busana Kompetensi dasar : Mendeskripsikan Bentuk Proporsi Dan Anatomi Beberapa Tipe Tubuh Manusia Judul Buku : Panduan Menggambar Proporsi tubuh Tipe natural Sasaran : Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Peyusun : Narulita H.Pd Tanggal :………………………… Petunjuk : .evaluasi ini terdiri dari aspek pembelajaran. K = Kurang D.Rentangan evaluasi dimulai dari “sangat baik” sampai dengan “kurang” . Aspek Isi/Materi Kriteria No Indikator SB B C K .Lembar validasi ini diisi oleh Ahli Materi . Hapsari Ahli Materi : Afif Ghuruf.Jawaban dapat diberikan pada kolom jawaban yang telah disediakan dengan memberikan tanda check (√ ) . S. aspek materi/isi.Saran secara umum dapat dituliskan pada tempat yang telah disediakan Keterangan : SB = Sangat Baik. kesimpulan . komentar saran. umum. C = Cukup.Saran dan masukan mohon diberikan secara singkat dan jelas pada kolom komentar seseuai dengan indikator yang dikomentari . B = Baik.

dan akurat 6 onsistensi informasi yang disajikan Kecukupan (adequacy). Jenis kesalahan dan perbaikan No Bagian yang salah Jenis kesalahan Saran Perbaikan B. jelas. 7 cukupan materi yang memadai 8 jukan yang digunakan 9 rincian materi dengan kurikulum 10 ihan dan praktik. dan tingkat kemenarikan Keajegan (konsistensi) 5 iteria materi spesifik. A. esesuaian (relevansi) 1 sesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian standar kompetensi 2 sesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian kompetensi dasar 3 sesuaian ilustrasi dan teks 4 sesuaian Kosakata. panjang paragraf. Saran umum . struktur kalimat. tes keterampilan maupun pemahaman.

Layak di uji coba kelapangan tanpa revisi e.19700523 200501 1 001 KISI-KISI INSTRUMEN VALIDASI BUKU KRITERIA EVALUASI PEMBELAJARAN . S. Layak di ujicoba kelapangan dengan revisi sesuai saran f. Tidak layak Yogyakarta. 2010 Ahli Materi Afif Ghuruf. Kesimpulan Dengan ini menyatakan bahwa media berbasis cetakan berupa buku the body proportion natural type pada pembelajaran mata diklat menggambar busana d. ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………… C.Pd NIP.

gaya kaki beberapa tipe tubuh manusia 1.2.2. Mendeskripsikan 1.Table Kisi Kisi Soal Evaluasi Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN NO.1.1.1. hal 19 unit 1 dan anatomi gaya tangan. tipe natural (proporsi hal 43 unit 3 dengan pose) .2.4 82/3 tinggi kepala hal 33 unit 2 1.4 bentuk proporsi dan bagian -bagiannya. Anatomi tubuh (kepala 1. Prorporsi tubuh wanita 1.3.2.3. ITEM 1.3.1.3. Proporsi tubuh wanita 1.

LEMBAR VALIDASI SOAL EVALUASI BUKU OLEH AHLI EVALUASI Mata Pelajaran : Menggambar Busana Standar Kompetensi : Menggambar Busana Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan Bentuk Proporsi Dan Anatomi Beberapa Tipe Tubuh Manusia Sasaran : Siswa SMK N 1Gegerbitung Penyusun : Narulita H. Hapasri Ahli Media : Widihastuti. • Kepala dan wajah tampak depan • Kepala dan wajah tampak ¾ • Kepala dan wajah tampak samping 4 Buatlah gaya tangan dan kaki masing masing 2 gaya! . Tanggal : ……………………………… Petunjuk : • Lembar validasi ini diisi oleh Ahli Evaluasi • Validasi ini terdiri dari soal-soal tugas yang terdapat pada Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural untuk menilai hasil belajar siswa dengan pembelajaran menggunakan Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural • Rentangan kriteria evaluasi dimulai dari “sangat baik” sampai dengan “kurang” • Jawaban dapat diberikan pada kolom jawaban yang telah disediakan dengan memberikan tanda check (√ ) • Saran dan masukan mohon diberikan secara singkat dan jelas pada tempat yang telah disediakan Keterangan : SB = Sangat Baik. M. K = Kurang A. C = Cukup.Pd. Pertanyaan Kriteria No Indikator/ soal SB B C K (1) (2) (3) (4) (5) (6) Unit 1 Anatomi Tubuh 1 Jelaskanlah pentingnya pengetahuan anatomi tubuh terhadap keberhasilan sebuah desain busana? 2 Ada berapakah penggolongan anatomi tubuh? sebutkan satu persatu! 3 Buatlah gambar kepala beserta bagian-bagiannya dengan tinggi kepala 9 cm. S = Baik.

..... B............................................... Unit 2 Proporsi Tubuh 1 Apa yang dimaksud dengan proporsi tubuh manusia? 2 Berapakah perbandingan tubuh yang diperlukan untuk menggambar bentuk tubuh manusia pada bidang desain mode? 3 Jika tinggi kepala 4 cm berapakah lebar yang diperlukan untuk membentuk kepala.................................................... ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... dengan tinggi kepala 3 cm • Proporsi tubuh tampak depan • Proporsi tubuh tampak ¾ • Proporsi tubuh tampak samping Unit 3 Proporsi Tubuh Dengan (Pose) Tipe Natural 1 Menurut Popy Darsono ada berapa macam tipe gaya (fashion type)? sebutkan satu persatu! 2 Sebutkan ciri – ciri tipe natural! 3 Analisislah bentuk tubuh gambar dibawah ini................................................................................................................................................................................ ..................................................... bahu.......................................................................................................... pinggang dan panggul? 4 Buatlah gambar proporsi tubuh 8⅔ TK...................... ................... ........... Saran / revisi ........................ ........ ...... kemudian buat proporsi tubuhnya.......................................................................................................................................................................................................................................... Kerjakan pada kertas HVS......................................................... ............................................................... ........................................................................................

.. Layak digunakan tanpa revisi b... M. kesesuaian ilustrasi dan teks ............................................ kesesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian standar kompetensi ......latihan dan praktik.......... kecukupan (adequacy).. dan tingkat kemenarikan b..Perincian materi dengan kurikulum ........ . kesesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian kompetensi dasar .... jelas. C.. dan akurat ... ......................................Rujukan yang digunakan ........... keajegan (konsistensi).......... 2010 Ahli Evaluasi.........Kecukupan materi yang memadai . tes keterampilan maupun pemahaman....... panjang paragraf.Kriteria materi spesifik........................ Kesimpulan Soal-Soal evaluasi pada Buku Menggambar Proporsi Tubuh Tipe Natural Kompetensi Dasar Mendeskripsikan bentuk proporsi dan anatomi beberapa tipe tubuh manusia untuk siswa kelas X SMK N 1 Gegerbitung dinyatakan: a.... Layak digunakan dengan revisi c.............. .................................. NIP........... Tidak layak digunakan Yogyakarta.............. kesesuaian (relevansi) ........Konsistensi informasi yang disajikan c.... Widihastuti. kesesuaian Kosakata......................................Pd..... ..... ................... 19721115 200003 2 001 Kisi-kisi Instrument Kelayakan Media Cetak Berupa Buku Table 1: kisi kisi instrument oleh Guru Mata Pelajaran O spek dikator /Materi a. struktur kalimat.

umum. komentar saran.Pd Tanggal :………………………… Petunjuk : .Saran secara umum dapat dituliskan pada tempat yang telah disediakan Keterangan : SB = Sangat Baik. Aspek Isi/Materi No Indikator Kriteria . kesimpulan . S.Lembar validasi ini diisi oleh Guru Mata Pelajaran .Rentangan evaluasi dimulai dari “sangat baik” sampai dengan “kurang” .evaluasi ini terdiri dari aspek pembelajaran. B = Baik.Jawaban dapat diberikan pada kolom jawaban yang telah disediakan dengan memberikan tanda check (√ ) . C = Cukup.Saran dan masukan mohon diberikan secara singkat dan jelas pada kolom komentar seseuai dengan indikator yang dikomentari . Hapsari Guru Mata Pelajaran : Nurbaeti. aspek materi/isi. LEMBAR VALIDASI GURU MATA PELAJARAN Mata Pelajaran : Menggambar Busana Standar Kompetensi : Menggambar Busana Kompetensi dasar : Mendeskripsikan Bentuk Proporsi Dan Anatomi Beberapa Tipe Tubuh Judul Buku : The Body Proportion : Natural Type Sasaran : Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Peyusun : Narulita H. K = Kurang E.

Jenis kesalahan dan perbaikan No Bagian yang salah Jenis kesalahan Saran Perbaikan . tes keterampilan maupun pemahaman. D. struktur kalimat. dan tingkat kemenarikan Keajegan (konsistensi) 5 iteria materi spesifik. dan akurat 6 onsistensi informasi yang disajikan Kecukupan (adequacy). SB B C K esesuaian (relevansi) 1 sesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian standar kompetensi 2 sesuaian Materi pembelajaran dengan pencapaian kompetensi dasar 3 sesuaian ilustrasi dan teks 4 sesuaian Kosakata. jelas. 7 cukupan materi yang memadai 8 jukan yang digunakan 9 rincian materi dengan kurikulum 10 ihan dan praktik. panjang paragraf.

E. Mei 2010 Guru Mata Pelajaran Nurbaeti. S. Layak di uji coba kelapangan tanpa revisi h.19790805 201001 2 013 . Layak di ujicoba kelapangan dengan revisi sesuai saran i. Saran umum ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………… F. Kesimpulan Dengan ini menyatakan bahwa media berbasis cetakan berupa buku the body proportion natural type pada pembelajaran mata diklat menggambar busana g. Tidak layak Sukabumi.Pd NIP.

Image B k li . . Kesesuaian .Pada sampul (cover) belakang . f.Kata dan kalimat.Pada sampul (cover) depan . Latihan dan soal hasa dan a.Bentuk tulisan atau tipografi .Lebar spasi b. Tujuan pembelajaran.Warna e. Kemenarikan . c. Kemudahan membaca Keterbacaan . afika d. . Gabungan image dan teks . .Ukuran huruf.Ilustrasi .Panjang-pendek. Teks/Tipografi .Kepadatan ide bacaan. Keteraturan urutan dalam penguraian. Keaktifan siswa.Penilaian keindahan gaya tulisan c.Pada lidah sampul (cover) depan . b. Kisi-kisi Instrument Kelayakan Media Cetak Berupa Buku kisi kisi instrument untuk peserta didik O pek dikator nyajian materi a. e.Frekuensi. Kemudahan pemahaman.Pada lidah sampul (cover) belakang .Pada materi .Jenis font f.Gambar . . . d.Ukuran font .Susunan huruf .Minat pembaca. Kemenarikan minat dan perhatian siswa.

Bagaimanakah perincian tujuan pembelajaran yang di cantumkan pada setiap materi per-unitnya Keteraturan urutan dalam penguraian. Bacalah semua pertanyaan atau pernyataan dengan seksama dan jawablah sesuai dengan pendapat anda ! 3. ANGKET PENELITIAN Petunjuk Pengisian: 1. Telitilah jawaban anda sebelum diserahkan kepada petugas ! IDENTITAS Nama lengkap : Umur : Jenis kelamin : ( L/P ) Kelas : No. . Pertanyaan/Pernyataan SB B C K Tujuan pembelajaran 1. Dengan cara member tanda centang ( √ ) pada kolom jawaban yang tersedia. Tulislah identitas saudara terlebih dahulu pada lembar jawaban yang telah tersedia ! 2. sesuai dengan contoh di bawah ini: A. bagaimanakah perincian tujuan pembelajaran yang di √ cantumkan pada setiap materi per-unit Keterangan: SB : sangat baik B : baik C : cukup K : kurang A. Absen : Dibawah ini terdapat beberapa pertanyaaan atau pernyataan yang perhubungan dengan aspek penilaian sebuah buku. Berilah jawaban pertanyaan atau pernyataan berikut sesuai dengan pendapat saudara. Pertanyaan/Pernyataan SB B C K Tujuan pembelajaran 1. Aspek penyajian Materi Pilihan Jawaban No. Aspek Penyajian Materi Pilihan Jawaban No.

agiamanakah minat membaca anda pada buku The Body . Bagaimanakah latihan dan soal yang diberikana pada buku The Body Proportion : Natural Type 12. Bagaimanakah keterkaiatan materi yang disajikan antara unit 1 dengan unit lainnya Latihan dan soal 11. Bagaimanakah pemahaman anda terhadap penyajian materi pada buku The Body Proportion : Natural Type Keaktifan siswa 8. Bagaimanakah mengggambar busana dengan menggunakan buku The Body Proportion : Natural Type 9. Bagaimanakah perhatian belajar menggambar busana anda anda dengan menggunakan buku The Body Proportion : Natural Type Kemudahan pemahaman 6. Bagaimanakah keteraturan urutan dalam penguraian materi pada buku The Body Proportion : Natural Type Kemenarikan minat dan perhatian siswa. Pertanyaan/Pernyataan SB B C K Kemudahan Membaca 1. Bagaimanakah tingkat kreativitas anda dengan menggunakan buku The Body Proportion : Natural Type Hubungan bahan 10. 3. dengan menggunakan buku The Body Proportion : Natural Type 5. Bagaimanakah materi yang disajikan pada buku The Body Proportion : Natural Type 7. Aspek Bahasa dan keterbacaan Pilihan Jawaban No. Bagiamanakah latihan dan soal yang diberikana pada buku The Body Proportion : Natural Type terhadap kebutuhan siswa B. Bagaimanakah minat. 2. Bagaimanakah ketertarikan anda terhadap buku The Body Proportion : Natural Type 4. agaimanakah lebar spasi yang digunakan pada pada buku The Body Proportion : Natural Type Kemenarikan 3. agaimanakah bentuk tulisan atau tipografi pada buku The Body Proportion : Natural Type uran huruf yang digunakan pada pada buku The Body Proportion : Natural Type 2.

agaimankah penataan gabungan image dan teks Pada sampul (cover) depan buku The Body Proportion : Natural Type 9. Pertanyaan/Pernyataan SB B C K mage 1. agaimanakah gambar yang disajikan pada buku The Body Proportion : Natural Type 2 agimanakah ketepatan penyajian ilustrasi desain terhadap materi pada buku The Body Proportion : Natural Type 3 agaimanakah pemilihan komposisi warna pada buku The Body Proportion : Natural Type eks/Tipografi 4. agaimanakah Susunan huruf pada buku The Body Proportion : Natural Type 5. agiamanakah kepadatan ide bacaan pada buku The Body Proportion : Natural Type 5. Proportion : Natural Type 4. agaimanakah keteraturan panjang-pendek kalimat pada buku The Body Proportion : Natural Type 8. Aspek grafika Pilihan Jawaban No. agiamanakah frekuensi bacaan ketika anda membaca buku The Body Proportion : Natural Type 9. agaimankah penataan gabungan image dan teks Pada sampul (cover) belakang buku The Body Proportion : Natural Type 10 agaimanakah penataan gabungan image dan teks Pada lidah sampul (cover) depan buku The Body Proportion : Natural Type D. agaimankah penataan gabungan image dan teks pada materi buku The Body Proportion : Natural Type 8. agimanakah penyusunan kata dan kalimat pada buku The Body Proportion : Natural Type 7. agaimanakah pemilihan ukuran font/huruf pada buku The Body Proportion : Natural Type 6. agaimankah pemilihan jenis font/huruf pada buku The Body Proportion : Natural Type abungan image dan teks 7. agaimankah susunan paragraf pada buku The Body Proportion : Natural Type C. agiamanakah gaya tulisan pada buku The Body Proportion : Natural Type Kesesuaian 6.Jenis kesalahan dan perbaikan .

............. .........Kesimpulan Dengan ini menyatakan bahwa media berbasis cetakan berupa buku the body proportion natural type pada pembelajaran mata diklat menggambar busana j.... Layak di uji coba kelapangan tanpa revisi k...Saran umum ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………… F.....) NIM.... Layak di ujicoba kelapangan dengan revisi sesuai saran l... No Bagian yang salah Jenis kesalahan Saran Perbaikan E. 2010 Responden (. Tidak layak Sukabumi.........

Lampiran 4 Hasil analisi data . median dan modus ujicoba lapangan . Median.Data nilai Pre test dan post test . Data mean.Uji validitas dan reliabilitas .Mean. dan Modus .Tabulasi data ujicoba kelompok kecil .Tabulasi data ujicoba lapangan .

9 31.4 58.4 3.3 24.9 65.4 3.4 41.1 94 2 6.4 55.4 3.0 100.4 10.4 3.0 DATA MEDIAN UJICOBA LAPANGAN Statistics BUKU .3 91 1 3.4 3.4 89 1 3.8 93 3 10.5 114 1 3.9 102 1 3.3 10.4 3.3 51.4 37.0 31.4 13.4 34.4 3.9 6.3 10.4 6.7 107 1 3.00 BUKU Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 88 1 3.9 90 1 3.0 117 9 31.4 69.5 99 1 3. DATA MEAN UJICOBA LAPANGAN Statistics BUKU N Valid 29 Missing 0 Mean 105.4 3.0 Total 29 100.4 105 3 10.2 110 1 3.6 112 2 6.4 3.4 3.9 6.0 96 1 3.4 3.0 100.

N Valid 29

Missing 0

Median 105.00

BUKU

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid 88 1 3.4 3.4 3.4

89 1 3.4 3.4 6.9

90 1 3.4 3.4 10.3

91 1 3.4 3.4 13.8

93 3 10.3 10.3 24.1

94 2 6.9 6.9 31.0

96 1 3.4 3.4 34.5

99 1 3.4 3.4 37.9

102 1 3.4 3.4 41.4

105 3 10.3 10.3 51.7

107 1 3.4 3.4 55.2

110 1 3.4 3.4 58.6

112 2 6.9 6.9 65.5

114 1 3.4 3.4 69.0

117 9 31.0 31.0 100.0

Total 29 100.0 100.0

DATA MODUS UJICOBA LAPANGAN

Statistics

BUKU

N Valid 29

Missing 0

Mode 117

BUKU

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid 88 1 3.4 3.4 3.4

89 1 3.4 3.4 6.9

90 1 3.4 3.4 10.3

91 1 3.4 3.4 13.8

93 3 10.3 10.3 24.1

94 2 6.9 6.9 31.0

96 1 3.4 3.4 34.5

99 1 3.4 3.4 37.9

102 1 3.4 3.4 41.4

105 3 10.3 10.3 51.7

107 1 3.4 3.4 55.2

110 1 3.4 3.4 58.6

112 2 6.9 6.9 65.5

114 1 3.4 3.4 69.0

117 9 31.0 31.0 100.0

Total 29 100.0 100.0

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMENT

Reliability Statistics
Case Processing Summary Cronbach's
Alpha N of Items
N % .974 30

Cases Valid 29 100.0
a
Excluded 0 .0

Total 29 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.
Item-Total Statistics
Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted
SOAL1 102.24 121.690 .900 .972
SOAL2 102.38 122.601 .734 .973
SOAL3 102.10 125.096 .621 .974
SOAL4 102.28 121.921 .879 .972
SOAL5 102.07 124.138 .733 .973
SOAL6 102.24 121.690 .900 .972
SOAL7 102.28 124.635 .495 .975
SOAL8 102.24 121.690 .900 .972
SOAL9 102.41 132.466 -.059 .977
SOAL10 102.07 124.138 .733 .973
SAOL11 102.31 124.222 .671 .974
SOAL12 102.24 121.690 .900 .972
SOAL13 102.24 121.690 .900 .972
SOAL14 102.38 122.601 .734 .973
SOAL15 102.31 124.222 .671 .974
SOAL16 102.24 121.690 .900 .972
SOAL17 102.34 124.448 .657 .974
SOAL18 102.07 124.138 .733 .973
SOAL19 102.24 122.618 .814 .973
SOAL20 102.28 121.921 .879 .972
SOAL21 102.07 124.852 .663 .974
SOAL22 102.24 121.690 .900 .972
SOAL23 102.10 124.382 .689 .973
SOAL24 102.31 124.222 .671 .974
SOAL25 102.31 124.222 .671 .974
SOAL26 102.24 121.690 .900 .972
SOAL27 102.07 124.138 .733 .973
SOAL28 102.10 124.382 .689 .973
SOAL29 102.34 124.448 .657 .974
SOAL30 102.24 121.690 .900 .972

36364 80.18182 24 Neneng Sulastri 81.36364 81.90909 26 Siti Lisnawati 80.54545 82.90909 4 Ria Nur Azizah 81.90909 82.90909 81.36364 82.36364 79.45455 82.72727 81.63636 82.45455 12 Dewi Maelani 79.09091 13 Ana Anugrah 80.63636 17 Novi Rahayu 79.18182 25 Rika Erawati 73.09091 82.27273 18 Yani Nurhayati 81.27273 82.63636 82.81818 27 Farida Agustina 78.09091 9 Ai Maryamah 81.90909 81.90909 7 Siti Maryani 82.72727 21 Siti Rodiah 79. DATA NILAI PRE TEST DAN POST TEST SISWA No Nama Siswa Nilai Pre Test Nilai Post Test 1 Endah Jubaedah 79.45455 15 Siti Wulandari 77.72727 6 Gita Siti N 81.09091 20 Nina Yuliani 79.27273 81.81818 16 Dini Maryani 81.18182 79.72727 82.18182 82.81818 28 Sani S 81.90909 2 Lela r 82.54545 8 Diah 79.81818 11 Ucu M 80.63636 84.81818 83.63636 79.54545 81.27273 .63636 29 Yuni Rahayu 77.72727 81.72727 23 Atickah Hr 81.36364 22 Neng Femi 78.90909 79.54545 14 Nuraisyah 81.09091 19 Miawati 81.45455 3 Ekoy 82.36364 82.27273 83.54545 81.27273 5 Arin 79.45455 81.72727 10 Siti Syarah 78 79.

Lampiran 5 Surat Ijin Penelitian .

. Surat Permohonan Ijin Penelitian . Surat Permohonan sebagai Validator .