You are on page 1of 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Filsafat saat ini telah berkembang lebih maju dalam berbagai bidang dan mempunyai peranan
penting dalam kehidupan. Cabang filsafat sendiri saat ini telah berkembang dalam berbagai bidang
yaitu filsafat pengetahuan, filsafat moral, filsafat seni, metafisika, politik, filsafat agama, filsafat ilmu,
filsafat pendidikan, filsafat hukum, filsafat sejarah, filsafat matematika dan lain sebagainya. Filsafat
juga sangat berperan dalam bidang kesehatan khususnya keperawatan. Filsafat dalam bidang
keperawatan ini dapat dipandang atau dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi filsafat pendidikannya dan
filsafat ilmu keperawatannya serta pelayanannya. Oleh karena itu dalam kurikulum pendidikan saat
ini di perguruan tinggi terutama dalam program pendidikan pasca sarjana magister keperawatan,
filsafat telah banyak dimasukkan sebagai salah satu mata ajar yang harus ditempuh peserta didik.

Filsafat dalam bidang pendidikan keperawatan mampu memberikan pedoman kepada para pendidik
(dosen/guru) sehingga akan dapat mewarnai sikap perilakunya dalam mengelola proses belajar
mengajar (PBM). Selain itu dengan adanya filsafat akan didapatkan pengetahuan yang murni atau
kemajuan pengetahuan di bidang pelayanan keperawatan untuk dapat diaplikasikan demi
kesembuhan pasien dengan didasarkan pada premis-premis pendukung hal tersebut.

B. TUJUAN

Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tetang apa itu filsafat, peranannya dalam
kehidupan, peranannya dalam pendidikan serta peranannya dalam ilmu keperawatan

BAB II

PEMBAHASAN

A. FILSAFAT ILMU

1. Pengertian

Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat pengetahuan atau sering juga disebut epistimologi.
Epistimologi berasal dari bahasa Yunani yakniepiscmc yang berarti knowledge, pengetahuan
danlogos yang berarti teori. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh J.F. Ferier tahun 1854 yang
membuat dua cabang filsafat yakni epistemology dan ontology (on=being, wujud, apa+logos = teori
), ontology ( teori tentang apa ).

Untuk memahami arti dan makna filsafat ilmu. di bawah ini dikemukakan pengertian filsafat ilmu dari beberapa ahli yang terangkum dalam Filsafat ilmu. nilai-nilai yang dianut manusia. dan konfirmasi. Lewis White Beck: Filsafat ilmu itu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan. Dengan demikian teruji kebenaran ilmiahnya sehingga memenuhi kesahihan atau validitas ilmu. Mengkaji keterkaitan ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya c. logika dengan matematika. logika dan matematika dengan realitas yang ada Sedangkan fungsi dari filsafat ilmu itu sendiri antara lain : a. Berdasarkan pendapat di atas kita memperoleh gambaran bahwa filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafat ilmuan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu. May Brodbeck: filsafat ilmu itu sebagai analisis yang netral secara etis dan filsafat ilmui. tempat tinggal manusia. hakikat manusia. fakta. atau secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. d. Ini berarti bahwa terdapat pengetahuan yang ilmiah dan tak-ilmiah. baik yang telah lama maupun baru didapat. Alat-alat untuk menulusuri kebenaran segala hal-hal yang dapat disaksikan dengan panca indra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah b. b. a. dan normatif akademis. serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual. sumber-sumber pengetahuan dan hakekatnya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa filsafat ilmu adalah dasar yang menjiwai dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah. Adapun ciri-ciri dan cara kerja filsafat ilmu antara lain sebagai berikut: a. c. Adapun yang tergolong ilmiah ialah yang disebut ilmu pengetahuan atau singkatnya ilmu saja. pelukisan dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu. Robert Ackermann: Filsafat ilmu adalah suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini yang dibandingkan dengan pendapat-pendapat terdahulu yang telah dibuktikan. asumsi dan metode ilmiah b. sehingga memenuhi asas pengaturan secara prosedural. Menyelidiki berbagai dampak pengetahuan ilmiah terhadap : cara pandang manusia. intuisi. Disamping itu termasuk yang diperoleh secara pasif atau di luar kesadaran seperti ilham. Inti sari dari filsafat ilmu terdiri dari kebenaran. yaitu akumulasi pengetahuan yang telah disistematisasi dan diorganisasi sedemikian rupa. Cornelius Benjamin: filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafat ilmui yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu. Mengkaji dan menganalisis konsep-konsep. Memberikan pengertian tentang cara hidup dan pandangan hidup c. Dalam hal ini berupa pengetahuan hasil serapan indrawi yang secara sadar diperoleh. Sedang pengetahuan tak-ilmiah adalah yang masih tergolong prailmiah. metode-metodenya. teknis. logika. atau wahyu (oleh nabi). konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan. wangsit. Panduan tentang ajaran moral dan etika . metologis.

d. Paham monisme yang terpecah menjadi idealisme atau spiritualisme. yang tidak terlepas dari persepsi filsafat ilmu tentang apa dan bagai- mana (yang) “Ada” itu (being Sein. atau komunikasi antara akal dan pengalaman. Akal (Verstand). Bahkan sampal pada dimensi kebudayaan untuk menangkap tidak saja kegunaan atau kemanfaatan ilmu. 2. Sumber ilham dan panduan untuk menjalani berbagai aspek kehidupan Sehingga dengan demikian filsafat ilmu sangatlah penting peranannya bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Paham dualisme. sehingga dikenal adanya model-model epistemologik seperti: rasionalisme. Akslologi llmu meliputi nilal-nilai (values) yang bersifat normatif dalam pemberian makna terhadap kebenaran atau kenyataan sebagaimana kita jumpai dalam kehidupan kita yang menjelajahi berbagai kawasan. intuisi. kawasan simbolik atau pun fisik-material. baik dalam melakukan penelitian maupun di dalam menerapkan ilmu. . Tentu juga filsafat ilmu sangat bermanfaat bagi manusia untuk menjalani berbagai aspek kehidupan. 3. merupakan paham ontologik yang pada akhimya menentukan pendapat bahkan keyakinan kita masing-masing mengenai apa dan bagaimana (yang) ada sebagaimana manifestasi kebenaran yang kita cari. di pandang atau di sorot oleh suatu disiplin ilmu yang mencakup apa saja baik hal-hal yang konkrit ataupun yang abstrak. Perbedaan mengenal pilihan landasan ontologik akan dengan sendirinya mengakibatkan perbedaan dalam menentukan sarana yang akan kita pilih. Dalam perkembangannya Filsafat ilmu juga mengarahkan pandangannya pada Strategi Pengembangan ilmu. het zijn). merupakan sarana yang dimaksud dalam epistemologik. yaitu ontologi. empirisme. Lebih dari itu nilai-nilai juga ditunjukkan oleh aksiologi ini sebagai suatu conditio sine qua non yang wajib dipatuhi dalam kegiatan kita. dan tatacara mengunakan sarana tersebut untuk mencapai pengetahuan (ilmiah). pragmatis. Ditunjukkan pula bagaimana kelebihan dan kelemahan sesuatu model epistemologik beserta tolok ukurnya bagi pengetahuan (ilmiah) itu seped teori ko- herensi. dan aksiologi. pluralisme dengan berbagai nuansanya. apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan ilmiah. Ontologi ilmu meliputi apa hakikat ilmu itu. yang menyangkut etik dan heuristik. feno- menologi dengan berbagai variasinya. korespondesi. tetapi juga arti maknanya bagi kehidupan. Objek Filsafat Ilmu Objek Material filsafat ilmu Yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu atau hal yang di selidiki. seperti kawasan sosial. akal budi (Vernunft) pengalaman. sarana. positivisme. Ruang Lingkup Filsafat Ilmu Bidang garapan Filsafat ilmu terutama diarahkan pada komponen-komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu. dan teori intersubjektif. Epistemologi ilmu meliputi sumber. epistemologi. kritisisme atau rasionalisme kritis.

Objek Formal filsafat ilmu yaitu sudut pandangan yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu.Menurut Dardiri (2000) bahwa objek material adalah segala sesuatu yang ada. Keperawatan sebagai profesi harus didasari konsep keilmuan yang jelas. yaitu : Ada yang bersifat umum (ontologi). Perubahan ini terjadi karena tuntutan dan perkembangan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan secara umum. perkembangan IPTEK dan perkembangan profesi keperawatan sendiri. domain keperawatan dan keterbatasan lingkup pengetahuan serta lingkup garapan praktek keperawatan. Filsafat keperawatan merupakan pandangan dasar tentang hakekat manusia dan esensi keperawatan yang menjadikan kerangka dasar dalam praktek keperawatan. bertindak secara rasional-etis. serta kematangan untuk bersikap tanggap terhadap kebutuhan dan perkembangan kebutuhan masyarakat akan pelayanan keperawatan. baik yang ada dalam pikiran. yakni ilmu yang menyelidiki tentang hal yang ada pada umumnya. serta bersikap tanggap atau peka terhadap kebutuhan klien sebagai pengguna jasanya. Secara mendasar. FILSAFAT DALAM KEPERAWATAN Keperawatan saat ini tengah mengalami masa transisi panjang yang tampaknya belum akan segera berakhir. menuju keperawatan sebagai profesi. keperawatan sebagai profesi dapat terwujud bila para profesionalnya dalam lingkup karyanya senantiasa berpikir analitis. Segala sesuatu yang ada itu di bagi dua. atau sudut dari mana objek material itu di sorot. Contoh : Objek materialnya adalah manusia dan manusia ini di tinjau dari sudut pandangan yang berbeda-beda sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia di antaranya psikologi. kritis dan logis terhadap fenomena yang dihadapinya. Ilmu keperawatan jika dilihat dari sudut pandang filsafat akan dapat muncul pertanyaan-pertanyaan antara lain pertanyaan ontologi ( apa ilmu keperawatan ). antropologi. . yang menuntun untuk berpikir kritis-logis-analitis. Pendapat lain tentang filsafat keperawatan adalah suatu ilmu yg mempalajari tentang cara berfikir seorang perawat dalam menghadapi pasiennya tentang kebenaran dan kebijaksanaan sehingga tingkat kesejahteraan dan kesehatan pasien dapat meningkat. basis konsep dari teori dan struktur substantif setiap konsep menyiapkan substansi dari ilmu keperawatan sehingga dapat menjadi acuan untuk melihat wujud konkrit permasalahan pada situasi kehidupan manusia dimana perawat atau keperawatan diperlukan keberadaannya. mengalami perubahan atau pergeseran yang sangat mendasar atas konsep dan proses. B. pertanyaan epistemologi ( bagaimana lahirnya ilmu keperawatan ) dan pertanyaan aksiologi ( untuk apa ilmu keperawatan itu digunakan). bertindak secara rasional–etis. ada dalam kenyataan maupun ada dalam kemungkinan. Sehingga perlu dikaitkan atau dipahami dengan filsafat untuk mencari kebenaran tentang ilmu keperawatan guna memajukan ilmu keperawatan.Ada yang bersifat khusus yang terbagi dua yaitu ada secara mutlak (theodicae) dan tidak mutlak yang terdiri dari manusia (antropologi metafisik) dan alam (kosmologi). sosiologi dan lain sebagainya. Keperawatan yang awalnya merupakan vokasi dan sangat didasari oleh mother instinct – naluri keibuan. Keperawatan sebagai direct human care harus dapat menjawab mengapa seseorang membutuhkan keperawatan.

keperawatan adalah menempatkan pasien dalam kondisi paling baik bagi alam dan isinya untuk bertindak. dan penggunaan metode ilmiah dengan penelitian-peneltian dalam bidang keperawatan. Hakekat manusia sebagai makhluk biopsikososio dan spritual. Perkembangan keperawatan dipengaruhi oleh semakin majunya peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan. dan dasar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien dengan berbagai tingkatan dari individu. Calilista Roy (1976) mendefinisikan bahwa keperawatan merupakan definisi ilmiah yang berorientasi kepada praktik keperawatan yang memiliki sekumpulan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada klien. Namun demikian mereka sudah mampu memiliki sedikit pengetahuan dan kecakapan dalam merawat atau mengobati. Orlando (1961) menemukan teori komunikasi sebagai dasar perawatan. Johnson (1961) menemukan stabilitas sebagai tujuan perawatan dan Rogers (1970) menemukan konsep manusia yang unik. memiliki tingkat klien (individu. Misalnya Peplau (1952) menemukan teori interpersonal sebagai dasar perawatan. Hal ini membuahkan kesimpulan bahwa perawatan lingkungan berperan dalam keberhasilan perawatan pasien yang kemudian menjadi paradigma keperawatan berdasarkan lingkungan. pada hakekatnya keperawatan merupakan suatu ilmu dan kiat. Jawaban pertanyaan aksiologis diatas dapat dijelaskan bahwa ilmu keperawatan digunakan sebagai ilmu. . kelompok dan masyarakat) serta pelayanan yang mencakup seluruh rentang pelayanan kesehatan secara keseluruhan. kelompok bahkan sampai masyarakat luas guna meningkatkan derajat kesehatan pasien tersebut. keluarga. dump common sense (pengalaman tidak sengaja). serta standart pelayanan dengan berpegang teguh kepada kode etik yang melandasi perawat expert secara mandiri atau melalui upaya kolaborasi. keluarga. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa keperawatan adalah upaya pemberian pelayanan/asuhan yang bersifat humanisticdan expert. merupakan suatu ilmu yang didalam aplikasinya lebih kearah ilmu terapan.Jawaban pertanyaan ontologi tentang apa itu ilmu keperawatan dapat didefinisikan dalam beberapa pendapat. Roy (1970) menemukan teori adaptasi sebagai dasar perawatan. holistic berdasarkan ilmu dan kiat. Sedangkan Florence Nightingale (1895) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut. Sehingga semenjak itu banyak pemikiran baru yang didasari dengan berbagai tehnik untuk mendapatan kebenaran baik dengan cara Revelasi (pengalaman pribadi). Adapun hakekat keperawatan adalah sebagai berikut: a. intuisi (diluar kesadaran). dan merawat orang lemah). profesi yang berorientasi pada pelayanan. Secara naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan manusia. pedoman. Orang-orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan original. Diawali ole seorang Florence Nightingale yang mengamati fenomena bahwa pasien yang dirawat dengan keadaan lingkungan yang bersih ternyata lebih cepat sembuh dibanding pasien yang dirawat dalam kondisi lingkungan yang kotor. Sehingga bisa merubah kondisi seseorang atau sekelompok orang dari kondisi sakit menjadi sembuh dan yang sudah sehat dapat mempertahankan atau mengoptimalkan derajat kesehatannya. Jawaban pertanyaan epistemologi tentang bagaimana lahirnya ilmu keperawatan berkaitan dengan kehidupan dahulu. Sebagai ilmu dan seni. Pekerjaan “merawat” dikerjakan berdasarkan naluri (instink) “mother instinct” (naluri keibuan) yang merupakan suatu naluri yang bersendi pada pemeliharaan jenis (melindungi anak. otoritas dari seorang yang ahli.

pemahaman tentang human science berbasis pada filosofi tentang kebebasan. intuisi dan proses eksplorasi dan penemuan konteks hubungan. Sebagai pelayanan kesehatan yang memiliki tiga sasaran. kajian terhadap makna. pilihan dan tanggung jawab manusia biologi dan psikologi tentang keutuhan manusiawi (holism). humanities dan kiat/art (Watson. Melalui perspektif ini. c. pencegahan penyakit. dan proses interaksi antar manusia. Melalui strategi integrasi dan analisis. Pelayanan keperawatan tersebut merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan mengingat perawat bekerja dalam lingkup tim kesehatan bukan sendiri-sendiri. Sebagai human science keperawatan berupaya mengintegrasikan pengetahuan empiris dengan estetia. Bentuk pelayanan keperawatan harus diberikan secara langsung dengan memperhatikan aspek kemanusiaan. Epistemologi bukan hanya secara empiris tetapi juga pengembangan estetis. pencarian harus termasuk pada beragam metoda untuk memperoleh pemahaman utuh dari human phenomena. . c. Pasien adalah mitra aktif dalam pelayanan kesehatan bukan sebagai penerima jasa yang pasif. status sosial. b. Dalam eksplikasi sains tentang human care. Perspektif tentang human science memberi kesempatan bagi pemikir atau peneliti keperawatan untuk melakukan telaah terhadap keilmuan keperawatan dan arahnya. diantaranya individu. Sedangkan esensinya yang meliputi: a. agama dan ekonomi. penentuan diagnosis dini. d. Memandang pasien sebagai makhluk yang utuh (holistik) yang harus dipenuhi segala kebutuhannya baik biospikososio dan spritual yang diberikan secara komprehensif dan tidak bisa dilakukan secara sepihak atau sebagian dari kebutuhannya. kesehatan dan keperawatan dapat dilakukan. keluarga dan masyarakat sebagai klien. Dalam konteks ini. seni dan humaniora untuk menemukan pengetahuan keperawatan baru. Setiap orang berhak mendapatkan perawatan tanpa memandang perbedaaan suku. sosiokultural. Sebagai kolaborator dengan tim kesehatan lainnya dalam pembinaan kesehatan. seperti dinyatakan oleh Watson (1985)human care is the heart of nursing atau Leininger (1984) yang menekankan caring is the central and unifying domain for the body of knowledge and practices of nursing.b. penyembuhan serta rehabilitasi dan pembatasan penyakit. perilaku. Keperawatan sebagai sains tentang human caredidasarkan pada asumsi bahwa human science and human care merupakan domain utama dan menyatukan tujuan keperawatan. kepercayaan. e. Sebagai pengetahuan tentang human care fokusnya untuk mengembangkan pengetahuan yang menjadi inti keperawatan.1985). nilai etika tentang manusia. Sebagai profesi yang berorientasi kepada pelayanan umtuk membantu manusia mengatasi masalah sehat dan sakit dalam kehidupannya untuk mencapai kesejahteraan. dunia objektifitas dapat dihubungkan dengan dunia subjektif dari pengalaman manusia untuk mencapai linkage ini. d. guna meletakkan dasar- dasar subject matter serta tanggung jawab ilmiah dan sosialnya. nilai-nilai etis. Pencarian ini harus memfasilitasi integrasi pengetahuan dari biomedical.

terhadap hikmah dan ucapannya yang baik dan sopan seseorang dapat mengetahui bagaimana landasan dasar dari ilmu keperawatan tersebut c. Dengan mengetahui dan melaksanakan perilaku yang mengandung makna. Sebagai dasar dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan untuk bertindak melalui pengalaman-pengalaman yang sudah ada f. Manfaat/peranan Filsafat Dalam Ilmu Keperawatan Dalam pengembangan ilmu keperawatan tidak bisa terlepas dari peranan filsafat didalamnya. misalnya jika kita melakukan tindakan seperti injeksi terhadap klien kita harus tahu terlebih dahulu prosedur-prosedur apa saja yang dilakukan. Mendapatkan kebenaran tentang hal-hal yang dianggap belum pasti apakah tindakan yang kita lakukan dan pendapat yang kita keluarkan itu adalah benar atau salah. Memudahkan proses keperawatan karena tanpa mempelajari filsafat ilmu keperawatan maka akan semakin sulit melaksanakan proses keperawatan b. Menghindari dan meminimalisasi kesalahpahaman dan konflik dalam pencarian kebenaran tentang ilmu keperawatan e. ekonomi. dalam hal ini pengetahuan keperawatan. Dengan filsafat seorang perawat dapat menggunakan kebijaksanaan yang dia peroleh dari filsafat sehingga perawat tersebut dapat lebih berfikir positif (positif thinking) dan dengan positif thinkingtersebut seorang perawat dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga pasien yang tadinya susah berkomunikasi dapat menjadi lebih dapat berkomunikasi dengan baik dan akhirnya dapat mempercepat proses penyembuhan pasien tersebut . serta keingintahuan tentang gambaran sesuatu yang lebih berdasakan pada alasan logis daripada metoda empiris. kepercayaan spritual dan masih banyak yang lainnya mengenai seluk beluk lingkup profesi keperawatan yang semuanya digunakan dalam hal pencapaian profesionalisme seorang perawat d. terhadap pengetahuan. sosial budaya.Relevansi Antara Filsafat Ilmu Dengan Keperawatan Filsafat keperawatan mengkaji penyebab dan hukum-hukum yang mendasari realitas. Adapun manfaat atau peranan filsafat dalam keperawatan antara lain adalah: a. rasa cinta terhadap kebijaksanaan. sehingga filsafat keperawatan adalah keyakinan dasar tentang pengetahuan keperawatan yang mengandung pokok pemahaman biologis manusia dan perilakunya dalam keadaan sehat dan sakit terutama berfokus kepada respons mereka terhadap situasi. jadi setelah kita mengetahuinya maka kita akan melakukan tindakan itu secara benar g. Filsafat keilmuan harus menunjukkan bagaimana pengetahuan ilmiah sebenarnya dapat diaplikasikan yang kemudian menghasilkan pengetahuan alam semesta. pengobatan alternatif. Dapat memecahkan suatu permasalahan meliputi dampak teknologi.

0 comments : Skip to main content Top of Form Bottom of Form LOG IN SIGN UP . perkembangan filsafat selanjutnya adalah zaman renaissance atau kebangkitan kembali yang berpendapat pada kebebasan manusia dan tidak didasarkan pada campur tangan tuhan. plato. Objek dari filsafat ilmu dapat bersifat umum dan bersifat khusus yang terbagi menjadi dua yaitu secara mutlak dan tidak mutlak sejarah perkembangan filsafat sudah dimulai sejak zaman yunani kuno dengan tokoh-tokoh terkenal seperti aristoteles. kemudian dilanjutkan pada zaman abad pertengahan yang digawangi oleh para pemuka agama dengan terpengaruh pada pemikiran tokoh yunani kuno. perkembangan terakhir yaitu pada zaman modern yang ditandai dengan beruntunnya penemuan-penemuan ilmiah dan mutakhir yang dirintis pada zaman renaissaince. thales dan sebagainya.BAB III PENUTUP A. epistemologi ilmu yang membahas tatacara dan landasan untuk mencapai pengetahuan ilmiah tersebut dan terakhir aksiologi ilmu yang meliputi nilai-nilai normatif dalam pemberian makna terhadap kebenaran atau kenyataan. Ruang lingkup filsafat ilmu melingkupi ontologi ilmu yang mengupas hakikat dari ilmu itu sendiri. KESIMPULAN Filsafat ilmu adalah tinjauan kritis tentang pendapat ilmiah dengan menilai metode-metode pemikirannya secara netral dalam kerangka umum cabang pengetahuan intelektuaL.

Jadi.PDF Pandangan Ilmu Filsafat Sebagai Filosofi Ilmu Keperawatan Berdasarkan Rumpun Ilmu Sosial 28 Pages Pandangan Ilmu Filsafat Sebagai Filosofi Ilmu Keperawatan Berdasarkan Rumpun Ilmu Sosial UPLOADED BY Setiyo Adi Nugroho CONNECT TO DOWNLOAD GET PDF Pandangan Ilmu Filsafat Sebagai Filosofi Ilmu Keperawatan Berdasarkan Rumpun Ilmu Sosial DOWNLOAD 25 ilmu. dalam ruang lingkup sesuatu jenis ilmu yang bercorak teoretis atau praktis terdapat urutan tata jenjang yang merupakan hierarki ilmu (jenis ilmu .

Sejak seseorang itu baru lahir sampai akhir hayatnya selalu memerlukan bantuan dan tergantung padaorang lain. antar kelompok masyarakat itu saling harga ILMU KEPERAWATANILMU SOSIAL SEBAGAIRUMPUN ILMUKEPERAWATAN KOMUNITASGERIATRIK KELUARGA KEKHUSUSAN . antarkeluarga.Manusia tidak akan mampu hidup sendirian dan senantiasa memerlukan oranglain dalam memenuhi kebutuhannya. karenaketerbatasanya itu maka manusia tidak akan terlepas dengan orang lain. Dalam praktik kehidupan sehari-hari.Keterkaitan ilmu keperawatan dengan rumpun ilmu social menghasilkanhirarki ilmu menurut penulis sebagai berikut. Saling ketergantungan ini dapat secara individual.rumpun ilmu cabang ilmu ranting ilmu). Namun Tuhan juga memberikan berbagai keterbatasanmanusia. agar manusia itu berjuang untuk memenuhi kebutuhannya agar selaluingat dan berdoa kepada-Nya.Tuhan telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurnadi muka bumi ini. keluarga. kelompokmasyarakat atau bahkan antarnegara. Terjadisaling ketergantuan antara manusia baik secara individu maupun kelompok. baik secara langsung maupun tidaklangsung. Manusia akan senantiasa memerlukan bantuan dan bergantung pada orang lain.S etiap manusia tidak dapat terlepas dari sesamanya. Itulah sebabnya sudah sewajarnya kalauantarmanusia.

bahkan antarpemerintahan. Calilista Roy (1976) mendefinisikan keperawatanmerupakan definisi ilmiah yang .Florence Nightingale (1895) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut.keperawatan adalah menempatkan pasien alam kondisi paling baik bagi alam danisinya untuk bertindak. entahantar individu.Rumpun ilmu social sangat sesuai dengan ilmu keperawatan sendiri hal inisesuai dengan paradikma keperawatan sebagai berikut:Pada lokakarya nasional 1983 telah disepakati pengertian keperawatansebagai berikut. kelompok masyarakat. berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang komprehensif yang ditujukankepada individu. kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yangmencakup seluruh proses kehidupan manusia. keluarga.26 menghargai dan saling hormat-menghormati. keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan. Muncullah silaturakhim dan berbagai bentuk kerja sama di antara mereka dengan berbagai tingkatannya.

2009. Konsep dasar yang terkandung dalam ilmu-ilmu sosial saling memilikihubungan dalam kehidupan manusia. ditujukan untuk mempertahankan. Diktat Mata Kuliah Dasar-dasar IlmuSosial . ilmu biomedik. dan masyarakat baiksehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.berorientasi kepada praktik keperawatan yangmemiliki sekumpulan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada klien. yang dimaksuddengan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. relevansi. Sehingga dengan demikian terdapat revelansi ilmukeperawatan dan ilmu social. ilmu kesehatan masyarakat. waktu. Sehingga dengan rumpun ilmu social tersebut dapatilmu keperawatan semakin terus berkembang seiring dengan kemajuan keilmuan. ilmu dasarkeperawatan. didasarkan pada ilmu dan kiatkeperawatan ditujukan kepada individu. Udin. dan fungsi yang cukup signifikan seluruh ilmu-ilmu sosialtersebut untuk memecahkan masalah-masalah manusia. Manusia sebagai salah satu makhluk ciptaanTuhan senantiasa berhadapan/berhubungan dengan dimensi-dimensi ruang. kelompok. 27 BAB 4PENUTUP Pengembangan ilmu keperawatan bertolak dari pengertian dasar tentangilmu keperawatan seperti yang dirumuskan oleh Konsorsium Ilmu kesehatan (1991) yaitu : “ Ilmu keperawatan mencakup ilmu -ilmu dasar seperti ilmu alam. 2004. 28 DAFTAR PUSTAKA Naziruddin. yangaplikasinya menggunakan pendekatan dan metode penyelesaian masalah secarailmiah.Bandung : PSIK UNPAD.Dalam Standar Kompetensi Perawat Indonesia tahun 2005.dan berbagai bentuk kebutuhan (needs) serta berbagai bentuk peristiwa baikdalam skala individual maupun dalam skala kelompok (satuan sosial). ilmu perilaku. keluarga. memelihara dan meningkatkan integritas seluruh kebutuhan dasar manusia “.ilmu social. . 2004. Filsafat Ilmu Sosial. Terdapatrelasi. Buku Ajar : Filsafat Keilmuan dalam Keperawatan dan Kesehatan .Universitas Negeri YogyakartaMuhammad Muslih. menopang. ilmu keperawatan komunitas dan ilmu keperawatan klinik. Seperti di dalam ilmukeperawatan yaitu dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia tidak terlepas dariilmu-ilmu yang lain.Supardi.

Filsafat ilmu . 2012. Kajian atas asumsi dasar.inna-ppni. READ PAPER About Blog People Papers Job Board Advertise We're Hiring! Help Center Find new research papers in: Physics Chemistry Biology Health Sciences Ecology Earth Sciences Cognitive Science Mathematics Computer Science Terms Privacy . Pustaka mandiri.idAgus suradika dan virgana. paradigmdan Kerangka teori ilmu pengetahuan . Yogyakartawww. Tanggerang. Belukar.Filsafat Ilmu .or.

Copyright Academia ©2017 .