You are on page 1of 9

Diterbitkan Oleh:

Aris Priyanto Jurusan Pendidikan Olahraga


Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Fakultas Ilmu Keolahragaan
Volume 9, Nomor 1, April 2013 Universitas Negeri Yogyakarta

MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR


SEBAGAI STIMULASI MOTORIK BAGI ANAK TAMAN
KANAK-KANAK MELALUI AKTIVITAS JASMANI

Cerika Rismayanthi
Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Kolombo No.1, Karangmalang Yogyakarta 55281
email: cerika@uny.ac.id

Abstract
Developments in early childhood include physical and motor development, cognitive, social emotional and language.
Kindergarten Period (TK) is the most intense period of growth and the busiest. At this time the child already has the
skills and ability even though not perfect. Age of the child at this time is a fundamental phase that will determine the
future life. Therefore, as parents and educators need to understand the development of early childhood particular
physical and motor development. Motor development is strongly influenced by the organs of the brain, stimulating
growth through play occurs when a child’s muscles jumping, throwing, or running. In addition, children play with
using all the emotions, feelings, and his mind. Education in kindergarten implemented the principle of “Play while
learning, or learning while playing “. In accordance with the development , and therefore expected an educator
whose creative and innovative so that the child can feel happy , calm , safe and comfortable during the learning
process . Basic motor competence of kindergarten children are expected to be developed when the child is entering
kindergarten children are able ; physical activity in a coordinated manner in order to flexibility and preparation for
writing , balance , agility , and courage train . Express them and be creative with ideas and imagination and use a
variety of media / materials into a work of art.
Keywords: Basic Movement Skills, Stimulation of Motor, Physical Activity.

Abstrak
Perkembangan pada anak usia dini mencakup perkembangan fisik dan motorik, lognitif, sosial emosional dan
bahasa. Masa Taman Kanak-kanak (TK) merupakan masa pertumbuhan yang paling hebat dan sekaligus paling
sibuk. Pada masa ini anak sudah memiliki ketrampilan dan kemampuan walupun belum sempurna. Usia anak
pada masa ini merupakan fase fundamental yang akan menentukan kehidupannya dimasa datang. Oleh sebab itu,
sebagai orangtua dan pendidik harus memahami perkembangan anak usia dini khususnya perkembangan fisik dan
motorik. Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak, melalui bermain terjadi stimulasi pertumbuhan
otot-ototnya ketika anak melompat, melempar, atau berlari. Selain itu anak bermain dengan menggunakan seluruh
emosi, perasaan, dan pikiranya. Pendidikan di TK dilaksanakan dengan prinsip “Bermain sambil belajar, atau
belajar seraya bermain”. Sesuai dengan perkembangan, oleh sebab itu diharapkan seorang pendidik yang kreatif
dan inovatif agar anak bisa merasa senang, tenang, aman dan nyaman selama dalam proses belajar mengajar.
Kompetensi dasar motorik anak TK yang diharapkan dapat dikembangkan saat anak memasuki TK adalah anak
mampu; melakukan aktivitas fisik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan dan persiapan untuk menulis,
keseimbangan, kelincahan, dan melatih keberanian. Mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai gagasan
dan imajinasi dan menggunakan berbagai media/bahan menjadi suatu karya seni.
Kata Kunci: Keterampilan Gerak Dasar, Stimulasi Motorik, Aktivitas Jasmani.

PENDAHULUAN terletak pada penampilan, proporsi tubuh, berat dan


Anak-anak ketika mencapai tahapan usia Taman panjang badan serta ketrampilan yang dimiliki. Jika
Kanak-kanak (TK) ( 3-6 tahun), terdapat ciri yang perhatikan, pada anak usia TK telah tampak otot-otot
sangat berbeda dengan usia bayi, perbedaanya tubuh yang berkembang sehingga memungkinkan

64 JPJI, Volume 9, Nomor 1, April 2013


Mengembangkan Keterampilan Gerak Dasar Sebagai Stimulasi Motorik
Bagi Anak Taman Kanak-Kanak Melalui Aktivitas Jasmani

mereka melakukan berbagai jenis ketrampilan. bantuan dan kemudian berdiri tanpa bantuan.
Sehingga dengan bertambahnya usia terdapat Demikian pula dalam belajar menulis , anak-anak
perbandingan antara bagian tubuh berubah. Selain belajar membuat tulisan dalam bentuk tulisan cakar
itu, letak gravitasi makin berada bagian bawah tubuh ayam atau coretan-coretan. Tulisan cakar ayam
sehingga keseimbangan ada pada tungkai bagian merupakan dasar untuk membentuk huruf, kemudian
bawah. Gerakan anak usia TK lebih terkendali dan konsonan tunggal yang menggambarkan seluruh
terorganisasi dengan pola-pola seperti menegakkan kata, kemudian kombinasi huruf yang mengarah
tubuh dalam posisi berdiri, tangan dapat terjungkai pada ejaan, dan akhirnya menjadi huruf-huruf yang
dengan santai serta mampu melangkah dengan standar.
menggerakkan tungkai dan kaki. Pola-pola tersebut Koordinasi gerakan yang dimaksud disini
memungkinkan anak untuk memberikan respon bukanlah bagian-bagian aksi motorik yang
dalam berbagai situasi yang dihadapi. Pada masa pengkoordinasiannya dalam suatu gerakan. Tidak
ini ketrampilan motorik kasar dan halus sangat pesat mungkin di sini akan membahas gerak tentang
perkembangannya, karena pada umumnya anak usia koordinasi gerak, dimana gerak yang dilaksanakan
TK sangat aktif. Anak-anak memiliki penguasaan hanyalah berupa kegiatan gerak yang dilakukan
terhadap tubuhnya dan sangat menyukai kegiatan dengan memperkaya berbagai macam gerakan
yang dilakukan sendiri, karena otot-otot besar lebih yang digabungkan menjadi satu penggabungan
berkembang dari pada kontrol terhadap tangan dan atau pengkoordinasian. Bila membicarakan teknik
kaki, sehingga belum dapat melakukan kegiatan gerakan, maka dengan sendirinya sekurang-
yang rumit. kurangnya harus membahas tentang koordinasi
Menurut Awi Muhadi Wijaya (2009:67) masa kecil dasar gerakan yang terdiri dari beberapa komponen,
sering disebut sebagai saat ideal untuk mempelajari di antaranya adalah struktur dasar gerakan,
ketrampilan motorik dengan alasan sebagai berikut: Iiama gerakan, hubungan gerakan, luas gerakan,
(1) Tubuh anak lebih lentur ketimbang tubuh orang kelancaran gerakan, kecepatan gerakan, ketepatan
dewasa sehingga anak lebih mudah menguasai gerakan serta kekonstanan gerakan.
ketrampilan motorik. (2) Anak belum banyak memiliki Keterampilan koordinasi motorik kasar meliputi
keterampilan yang akan berbenturan dengan kegiatan seluruh tubuh atau sebagian tubuh.
keterampilan yang baru dipelajarinya, sehingga anak Keterampilan koordinasi motorik kasar mencakup
akan mempelajari keterampilan baru dengan lebih ketahanan, kecepatan,kelenturan ,ketangkasan,
mudah. (3) Secara keseluruhan anak lebih berani keseimbangan dan kekuatan. Keterampilan
mencoba pada saat kecil ketimbang setelah besar. koordinasi motorik kasar dapat dibagi kedalam
Oleh karena itu mereka berani mencoba sesuatu tiga kelompok yaitu: Keterampilan lokomotor,
yang baru, sehingga menimbulkan motivasi yang Keterampilan non lokomotor, dan Keterampilan
diperlukan untuk belajar. (4) Anak –anak menyukai manipulatif / memproyeksi.
pengulangan, sehingga mereka bersedia mengulangi
tindakan hingga otot terlatih untuk melakukannya KARAKTERISTIK KETERAMPILAN
secara efektif. (5) Anak memiliki waktu yang lebih GERAKAN MOTORIK ANAK USIA DINI
banyak untuk mempelajari keterampilan motorik.
Menurut Awi Muhadi Wijaya (2009: 73) definisi
Orangtua harus mengajarkan perkembangan fisik
keterampilan tersebut adalah sebagai berikut: (1)
dan motorik kepada anak-anak pada segala usia dan
Keterampilan lokomotor meliputi gerak tubuh yang
mulai anak sudah bisa mencontoh gerakan-gerakan
berpindah tempat yaitu: berjalan, berlari, melompat,
orang dewasa disekitarnya. Perubahan terjadi secara
meluncur, berguling, menderap, menjatuhkan diri,
teratur dalam arah yang relatif dapat diprediksi.
dan bersepeda. Keterampilan lokomotor membantu
Misalnya sebelum seorang anak dapat berjalan,
mengembangkan kesadaran anak akan tubuhnya
pertama-tama anak belajar mengangkat kepalanya,
dalam ruang. Kesadaran ini disebut kesadaran
kemudian duduk tegak, merangkak, berdiri dengan
persepsi motorik yang meliputi kesadaran akan

JPJI, Volume 9, Nomor 1, April 2013 65


Cerika Rismayanthi

tubuh sendiri, waktu, hubungan ruang (spasial), atau sedang; (3) Ruang, Gerakan juga berkaitan
konsep arah, visual dan pendengaran. Kesadaran dengan ruang, yaitu sejauh mana gerakan tubuh itu
ini akan terlihat dari usaha anak meniru gerakan- menggunakan ruang dalam pelaksanaanya. Tubuh
gerakan anak lain atau gurunya; (2) Keterampilan atau sebagian tubuh dapat digerakkan ke berbagai
non lokomotor, yaitu menggerakkan anggata arah. Misalnya maju kedepan, mundur kebelakang,
tubuh dengan posisi tubuh diam di tempat seperti: melangkah kesamping dan seterusnya. Bisa juga
berayun, mengangkat, bergoyang, merentang, bergerak melalui jalur tertentu, seperti lurus langsung
memeluk, melengkung, memutar, membungkuk, atau memutar. Anak juga bergerak dalam level yang
mendorong. Keterampilan ini sering di kaitkan berbeda, misalnya dari ketinggian tertentu; (4) Alur
dengan keseimbangan atau kestabilan tubuh,yaitu Gerakan adalah sesuatu yang berkesinammbungan
gerakan yang membutuhkan keseimbangan pada yang mengalir dari suatu gerak tertentu ke gerak
taraf tertentu; (3) Keterampilan manipulatif, meliputi lainnya. Gerakan juga merupakan suatu kesatuan
penggunaan serta pengontrolan gerakan otot-otot yang mempunyai alur yang indah yang m,eliputi
kecil yang terbatas, terutama yang berada di tangan gerakan seluruh tubuh, gerakan beberapa bagian
dan kaki. Keterampilan gerakan manipulatif, antara tubuh atau yang berkaitan dengan orang ataupun
lain meregang, memeras, menarik, menggegam, obyek lainnya.
memotong, meronce, membentuk, menggunting dan Aspek kualitatif dari gerakan yang ditampilkan oleh
menulis. Keterampilan memproyeksi, menangkap anak, tetapi tergantung pada usaha, yaitu bagaimana
dan menerima. Keterampilan ini dapat dilihat pada seseorang mengkombinansikan penggunaan berbagi
waktu anak menangkap bola, menggiring bola, unsur/faktor tersebut (waktu, beban, ruang dan alur).
melempar bola , menendang bola, melambungkan Oleh karena itu, ide atau tema gerakan sangatlah
bola, memukul dan menarik. esensial, artinya didalam mengajarkan gerakan
Sesuai dengan tujuan pendidikan di TK yang pada anak, seorang memunculkan (mempunyai ide
mengembangkan seluruh aspek perkembangan atau gagasan) berupa gerakan apa saja yang akan
anak, maka yang dilakukan di taman kanak-kanak dimunculkan dan bagaimana caranya misalkan
adalah mengembangkan jasmani anak dan bukan atarian, senam atau melalui berbagai permainan
mengajarkan olahraga. Pengembangan jasmani pada
yang disesuaikan dengan karaktedristik anak didik.
anak TK menitik beratkan pada latihan gerak yang
Gerakan-gerakan dasar atau keterampilan motorik
sifatnya informal dan bebas sehingga anak dapat
kasar tersebut harus dilatihkan pada anak TK sampai
menguasai gerakan-gerakan dasar yang sifatnya
mereka benar-benar menguasai. Untuk mencapai
informal dan bebas sehingga anak dapat menguasai
tujuan tersebut guru tidak dapat menyuruh anak
gerakan-gerakan dasar yang diperlukan untuk
melakukan sendiri tanpa diberi contoh lebih dahulu.
pertumbuhan dan perkembangan diri selanjutnya.
Artinya anak tidak bisa hanya diberi komando/
Mereka dilatih agar mampu menggunakan otot-
instruksi saja sedang guru tidak berbuat apa-apa.
ototnya dengan baik agar anak-anak lebih tangkas
Kektiga gerakan dasar perlu digabungkan ketika
di dalam gerakan-gerakannya. Menurut Toho Cholik
anak anak-anak mulai akktif bermain. Anak-anak
Mutohir & Gustaf. (2004: 28) mengemukakan bahwa
diberi kesempatan mengembangkan gerakan-
gerakan yang diajarkan pada anak prasekolah selalu
gerakan motoriknya agar anak-anak mampu
berkaitan dengan hal-hal berikut : (1) Waktu, yang
mengenal dirinya sendiri, timbul kepercayaan dirinya
dimaksud dengan waktu berkaitan dengan cepat
dan merasa diterima dilingkungannya.
/ lambat. Misalnya, gerakan yang dilakukaan oleh
seluruh atau sebagian tubuh dengan kecepatan
yang berbeda. Mulai dari yang cepat sampai yang PRINSIP-PRINSIP PELAKSANAAN
lambat atau dari yang lambat sampai yang cepat. KEGIATAN FISIK MOTORIK DI TK
Gerakan dapat dipercepat atau diperlambat dan Masa kanak-kanak awal disebut juga masa
gerakan dapat berirama; (2) Beban, Gerakan dapat bermain. Pada masa ini, kegiatan bermain
diberikan dalam bentuk gerakan yang berat, ringan, merupakan kegiatan yang serius bahkan merupakan

66 JPJI, Volume 9, Nomor 1, April 2013


Mengembangkan Keterampilan Gerak Dasar Sebagai Stimulasi Motorik
Bagi Anak Taman Kanak-Kanak Melalui Aktivitas Jasmani

kegiatan pokok dalam masa kanak-kanak. Pola 2) gerakannya bervariasi, 3) dilakukan tiap hari,
bermain anak pada usia ini sudah tidak terlalu 4) baik secara formal maupun diselipkan diantara
difokuskan lagi kepada mainan, akan tetapi anak kegiatan yang direncanakan, 5) berencana dan
mulai menggunakan gerak dan ruang yang lebih luas bertahap, serta 5) Diatur sesuai dengan kebutuhan
(Hurlock, 1980). Selain itu, upaya kesehatan yang anak untuk bermain dan bergerak.
dilakukan sejak anak masih di dalam kandungan Disamping prinsip pelaksanaan tersebut diatas
sampai lima tahun pertama kehidupannya, ditujukan agar tujuan pembelajaran tercapai perlu juga
untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya didukung dengan sarana dan prasarana yang
sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak agar memadai, situasi lingkungan belajar yang aman
mencapai tumbuh kembang optimal baik fisik, mental, dan menyenangkan, tenaga guru yang memiliki
emosional maupun sosial serta memiliki intelegensi kemampuan/ kompetensi membimbing anak usia
majemuk sesuai dengan potensi genetiknya (Depkes dini dan peran serta orang tua dan masyarakat.
RI, 2005). Masa balita adalah masa emas dalam Berdasarkan keterampilan koordinansi motorik
rentang perkembangan seorang individu. Pada masa kasar tersebut diatas, maka anak usia TK sudah
ini, pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan, dapat melakukan berbagai aktivitas sebagai berikut
keterampilan motorik dan sosial emosi berjalan : (1) Mengendarai sepeda roda dua dan roda tiga;
demikian pesatnya. Masa balita juga merupakan (2) Berlalri dan berhenti, berlari dengan sempurna;
masa kritis yang akan menentukan hasil proses (3) Menaiki dan memanjat tangga gimnastik; (4)
tumbuh kembang anak selanjutnya (Hariweni, 2003). Melompat dan meloncat; (5) Berdiri dengan satu kaki
Dalam masa perkembangan balita, anak mengalami (keseimbangan); (6) Dapat mengikuti irama musik;
perubahan yang terjadi dalam hal perubahan (7) Dapat menendang bola, melempar bola.
struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam
kemampuan motorik kasar, motorik halus, bicara dan
KETERAMPILAN GERAKAN MOTORIK
bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.
HALUS
Pada masa ini juga, anak sudah mengikuti
pendidikan prasekolah atau taman kanak-kanak Perkembangan motorik yang baik, tidak hanya
dimana melalui pendidikan ini anak tidak hanya didukung melalui pemenuhan status gizi saja, akan
diajarkan keterampilan kecerdasan, akan tetapi tetapi didukung juga oleh stimulasi yang diberikan.
anak juga diajarkan keterampilan berolahraga Dynamic System Theory yang dikembangkan oleh
seperti senam, permainan, dan keterampilan baris Thelen & Whiteneyerr (dikutip dari Endah, 2008)
berbaris (Yusuf, 2004). Aktivitas-aktivitas yang menyatakan bahwa untuk membangun kemampuan
dilakukan anak pada usia masa kanak-kanak awal ini motorik, anak harus mempersepsikan sesuatu di
memerlukan keterampilan motorik kasar. Pemenuhan lingkungannya yang memotivasi mereka untuk
aktivitas kemandiriannya, aktivitas bermain, dan melakukan sesuatu dan menggunakan persepsi
keterampilan dalam pendidikan taman kanak- tersebut untuk bergerak. Pemberian stimulasi dapat
kanak akan maksimal dan baik jika diiringi dengan mengoptimalkan perkembangan motorik kasar pada
perkembangan motorik kasar yang baik juga. Melalui anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
keterampilan motorik yang baik, khususnya motorik Stimulasi paling banyak didapatkan dari lingkungan
kasar, anak dapat melakukan aktivitas mandirinya terdekat anak. Keluarga atau orangtua, khususnya
dengan baik, dapat melakukan gerakan-gerakan ibu, merupakan lingkungan yang pertama dan
permainan seperti berlari, meloncat, memanjat, dan utamabagi seorang anak balita. Peran seorang ibu
dapat melakukan keterampilan berolahraga dan dalampengasuhan anak, juga dalam pemberian
keterampilan baris-berbaris yang diajarkan dalam stimulasi pada anak sangat besarInteraksi antara
pendidikan taman kanak-kanak yang diikutinya anak dan orang tua, terutama peranan ibu sangat
(Yusuf, 2004). Prisip-prinsip pelaksanaan kegiatan bermanfaat bagproses perkembangan anak secara
fisik motorik di TK diantaranya sebagai berikut: 1) keseluruhan karena orang tua dapat segeramengenali
Menciptakan suasana gembira dan menyenangkan, kelainan proses perkembangan anaknya dan

JPJI, Volume 9, Nomor 1, April 2013 67


Cerika Rismayanthi

sedini mungkin untukmemberikan stimulasi pada 80% pada usia 3 tahun. Sebaliknya, jika anak tidak
tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Karena pernah diberi stimulasi maka jaringan otak akan
itudiperlukan pengetahuan dan sikap yang benar oleh mengecil sehingga fungsi otak akan menurun. Hal
ibu tentang pemberianstimulasi agar perkembangan inilah yang menyebabkan perkembangan anak
motorik kasar anak dapat optimal (Hariweni, menjadi terhambat. Anak usia empat tahun bisa
2003). Keterampilan motorik halus menyangkut dengan mudah menggunakan gunting sementara
koordinasi gerakan jari-jari tangan dalam melakukan yang lainnya mungkin akan bisa setelah berusia
berbagai akktivitas, diantaranya adalah : (1) Dapat lima atau enam tahun. Anak tertentu mungkin
menggunakan gunting untuk memotong kertas; (2) akan bisa melopmat dan menangkap bola dengan
Dapat memasang dan memmbuka kancing dan mudah sementara yang lainnya mungkin hanya bisa
resleting; (3) Dapat menahan kertas dengan satu menangkap bola yang besar atau berguling-guling.
tangan , sementara tangan yang lain digunakan Demikian pula stimulasi lingkungan, status
untuk menggambar, menulis atau kegiatan lainnya; gizi,  ras dan genetik mempunyai pengaruh penting
(4) Dapat memasukkan benang ke dalam jarum; (5) dalam perkembangan motorik. Hal ini dapat dilihat
Dapat meronce manik-manik; (6) Dapat membentuk perbedaan kemampuan rata-rata perkembangan
dengan plastisin /was; (7) Dapat melipat kertas untuk motorik anak di berbagai Negara berbeda.
dijadikan suatu bentuk. Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan
halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang
STIMULASI MOTORIK MELALUI AKTIVITAS menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar
JASMANI atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh
Peran seorang ibu dalampengasuhan anak, kematangan anak itu sendiri. Perkembangan motorik
juga dalam pemberian stimulasi pada anak sangat beriringan dengan proses pertumbuhan secara
besar. Interaksi antara anak dan orang tua, genetis atau kematangan fisik anak, Contohnya
terutama peranan ibu sangat bermanfaat bagproses kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-
perkembangan anak secara keseluruhan karena turun tangga dan sebagainya. Sedangkan motorik
orang tua dapat segeramengenali kelainan proses halus adalah gerakan yang menggunakan otot-
perkembangan anaknya dan sedini mungkin otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu,
untukmemberikan stimulasi pada tumbuh kembang yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar
anak secara menyeluruh. Karena itu diperlukan dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan
pengetahuan dan sikap yang benar oleh ibu tentang benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok,
pemberianstimulasi agar perkembangan motorik menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua
kasar anak dapat optimal (Hariweni, 2003). Ternyata kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa
perkembangan motorik seorang anak seringkali berkembang dengan optimal.
berbeda dengan anak lainnnya. Perkembangan Pertumbuhan dan perkembangan fisik terbentuk
motorik berbeda tingkatannya pada setiap individu. sejak periode prenatal atau dalam kandungan.
Stimulasi yang diberikan pada anak selama Perkembangan fisik manusia meliputi berbagai
tiga tahun pertama (golden age) akan memberikan aspek yang dipengaruhi sistem dan fungsi organ
pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan tubuh. Sistem syaraf yang sangat mempengaruhi
otaknya dan menjadi dasar  pembentuk kehidupan perkembangan kecerdasan dan emosi. Sistem tulang
yang akan datang. Semakin dini stimulasi yang dan otot-otot yang mempengaruhi perkembangan
diberikan, maka perkembangan anak akan semakin kekuatan dan kemampuan motorik. Sistem hormonal
baik. Semakin banyak stimulasi yang diberikan maka atau endokrin, yang menyebabkan munculnya
pengetahuan anak akan menjadi luas sehingga pola-pola tingkah laku, emosi dan kepribadian,
perkembangan anak semakin optimal. Disebutkan Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh
juga bahwa jaringan otak anak yang banyak organ dan fungsi system susunan saraf pusat atau
mendapat stimulasi akan berkembang mencapai otak. Sistem susunan saraf pusat yang sangat

68 JPJI, Volume 9, Nomor 1, April 2013


Mengembangkan Keterampilan Gerak Dasar Sebagai Stimulasi Motorik
Bagi Anak Taman Kanak-Kanak Melalui Aktivitas Jasmani

berperanan dalam kemampuan motorik dan mencoba, membetulkan dan mencoba lagi. Anak-
mengkoordinasi setiap gerakan yang dilakukan anak akan memperbaiki keterampilan motoriknya
anak. Semakin matangnya perkembangan sistem berdasarkan pengalaman bermain yang dilakukan
saraf otak yang mengatur otot memungkinkan sebelumnya. Ingatan berperan penting bagi anak
berkembangnya kompetensi atau kemampuan dalam mempelajari keterampilan motorik.
motorik anak. Anak perlu mengingat kembali hal yang
Perkembangan motorik anak dibagi menjadi baru dilakukannya agar dapat mengoreksi dan
Keterampilan atau gerakan kasar seperti berjalan, memperbaikinya. Contohnya, bola yang dilemparkan
berlari, mmelompat, naik turun tangga. Keterampilan anak dari jarak tertentu ke dalam kotak dan
motorik halus atau keterampilan manipulasi seperti tidak berhasil memasukkan bola ke dalam kotak
menulis, menggambar, memotong, melempar dan tersebut, maka pada kesempatan berikutnya anak
menangkap bola serta memainkan benda-benda atau akan mencoba melempar bola lebih kencang atau
alat-alat mainan. Perkembangan motorik berbeda dengan jarak yang lebih dekat agar tidak meleset.
dari setiap individu, ada orang yang perkembangan Untuk memepelajari keterampilan gerak, anak-
motoriknya sangat baik, seperti para atlit yang anak harus menggabungkan memori atau ingatan
mempunyai kemapuan lebih dalam berolahraga, dengan pengalaman sebelumnya. Memanfaatkan
tetapi juga terdapat pelukis yang dapat memainkan kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru,
kuas diatas kanvas karena kemampuan motorik serta mempraktekkan apa yang telah dipelajari
halusnya yang demikian baik. Jensi kelamin juga pun (Soetjiningsih, 2002: 39). Dalam pelaksanaan
memiliki pengaruh dalam hal ini,  anak perempuan kegiatan pelatihan gerak di TK, tidak berbeda dengan
pada usia sekolah mempunyai kelenturan fisiknya kegiatan pengembangan jasmani karena gerakan-
sekitar 5%-10% lebih baik dari pada anak laki-laki, gerakan yang dikembangkan merupakan gerakan-
tapi kemampuan fisik atletis seperti lari, melompat gerakan fisik anak usia TK sehingga guru perlu
dan melempar lebih tinggi pada anak laki-laki dari memperhatikan ketentuan pedagogis, gerakan yang
pada perempuan. kreatif dan bervariasi, serta dilakukan setiap hari, baik
Perkembangan motorik pada usia tertentu menjadi secara formal yang direncanakan, maupun sebagai
lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan selingan diantara dua kegiatan atau transisi. Urutan
dengan masa bayi. Anak–anak terlihat lebih gerakan dalam aktivitas jasmani secara formal atau
cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta metodik dalam menyampaikan pembelajaran adalah
mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk sebagai berikut :
memperhalus ketrampilan motorik, anak–anak terus
Pendahuluan atau latihan pemanasan atau
melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang
bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping warming up
itu, anak–anak juga melibatkan diri dalam aktivitas Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan: (1)
permainan olahraga yang bersifat formal, seperti menaikkan suhu badan; (2) menyiapkan baik jasmani
senam, berenang, dll. maupun rohani agar dapat melakukan latihan inti
Menurut Yudanto (2010: 47) dalam belajar dengan baik; (3) agar tidak terjadi cedera.Latihan
keterampilan motorik, anak-anak memerlukan ini dilakukan dengan cara berjalan, berlari atau
pengalaman keterampilan dasar (gerak lokomotor, permainan sederhana yang memerlukan gerakan
nonlokomootor dan manipulatif). Anak –anak harus tangan, kepala, badan atau kaki. Waktu pemanasan
belajar melakukan gerakan-gerakan sederhana ini sebaiknya jangan terlalu lama, agar anak tidak
sebelum menghubungkannya ke dalam gerakan- mengalami kelelahan ( ± 5 menit).
gerakan yang lebih sulit, sebelum menguasai Latihan inti
sebuah keterampilan gerak, anak-anak harus Kegiatan ini merupakan kegiatan pokok dari
diberi kesempatan untuk malkukan latihan-latihan. perkembangan fisik. Latihan inti dimaksudkan
Anak-anak harus memiliki kesempatan untuk untuk melakukan hal-hal sebagai berikut : (1)

JPJI, Volume 9, Nomor 1, April 2013 69


Cerika Rismayanthi

Latihan peregangan dan kelenturan otot; (2) Latihan yang bebas bagi anak untuk berlari, berlompat dan
peregangan dan kelenturan tubuh biasanya kita menggerakan seluruh tubuhnya dengan cara-cara
sebut latihan tubuh yang bertujuan untuk melatih yang tidak terbatas. Selain itu, penyediaan peralatan
penguluran,penguatan, pelemasan, pelepasan; bermain di luar ruangan bisa mendorong anak untuk
(3) Latihan keseimbangan badan; (4) Biasanya memanjat, koordinasi dan pengembangan kekuatan
dilakukan dengan cara bertumpu pada salah satu tubuh bagian atas dan juga bagian bawah. Stimulasi-
kaki, meniti di atas papan titian, berjalan jinjit lurus stimulasi tersebut akan membantu pengoptimalan
ke depan, maupun berjalan mundur dengan menutup motorik kasar. Sedangkan kekuatan fisik, koordinasi,
mata; (4) Latihan kekuatan dan ketangkasan badan; keseimbangan dan stamina secara perlahan-
(5) Kegiatan ini dilakukan dengan cara melatih otot- lahan dikembangkan dengan latihan sehari-hari.
otot tangan dan kaki atau dengan berlari melewati Lingkungan luar ruangan tempat yang baik bagi
rintangan, bisa juga dengan memindahkan benda anak untuk membangun semua keterampilan ini;
dari tempat yang satu ke tempat yang lain; (6) (4) Kemampuan motorik halus bisa dikembangkan
Latihan berjalan, berlari, melompat dan meloncat. dengan cara anak-anak menggali pasir dan tanah,
Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara berjalan, menuangkan air, mengambil dan mengumpulkan
berlari, melompat dan meloncat dari tempat yang batu-batu, dedaunan atau benda-benda kecil
satu ke tempat yang lain. lainnya dan bermain permainan di luar ruangan
seperti kelereng. Pengembangan motorik halus
Latihan penenangan
ini merupakan modal dasar anak untuk menulis.
Latihan penenangan bertujuan untuk
Berlatih secara rutin keterampilan untuk menulis dan
mengembalikan suhu badan ke keadaan semula
menggambar; (5) Latihan ketrampilan motorik kasar
setelah melakukan berbagai kegiatan fisik (agar
dan keseimbangan seperti bermasin ayunan, renang,
suhu badan anak menjadi turun) sehingga siap
bermain luncuran, berjalan di atas balok titian,
melakukan kegiatan berikutnya. Latihan penenangan
bermain ayunan. Pada bayi dilakukan dengan senam
biasa diisi dengan koreksi-koreksi gerakan yang tadi
bayi atau berlatih keseimbangan dengan balon karet
sudah dilakukan, nyanyian-nyanyian atau dengan
dilakukan posisi duduk, tengkurap dan terlentang di
pemberian rewards.
atas ba;on karet tersebut dann dilakukan gerakan
Menurut Widodo Judarwanto (2011) dalam http://
atau goyangan dalam 5-15 menit secara kontinyu
childrenclinic.wordpress.com, Stimulasi yang dapat
dan bertahap; (6)Status gizi dan asupan nutrisi
diberikan untuk mengoptimalkan perkembangan
juga sangat berpengaruh terhadap kemampuan
motorik anak adalah: (1) Lakukan stimulasi dan
motorik anak. Pada keadaan kurang energi dan
permainan yang bersifat : kemampuan kontrol
potein (KEP), anak menjadi tidak aktif, apatis, pasif,
motorik koordinasi mata dan tangan, kemampuan
dan tidak mampu berkonsentrasi. Akibatnya, anak
memecahkan persoalan, emampuan mengikuti
dalam melakukan kegiatan eksplorasi lingkungan
petunjuk dan arahan, kemandirian dan kepercayaan
fisik di sekitarnya hanya mampu sebentar saja
diri dan melatih swensitivitas indra peraba;(2)
dibandingkan dengan anak yang gizinya baik, yang
Keterampilan berolah raga (seperti senam) atau
mampu melakukannya dalam waktu yang lebih
menggunakan alat-alat olah raga. Dan latihlah
lama. Untuk melakukan suatu aktivitas motorik,
gerakan-gerakan permainan, seperti meloncat,
dibutuhkan ketersediaan energi yang cukup banyak.
memanjat dan berlari; (3) Perkembangan motorik
Tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari
anak akan lebih teroptimalkan jika lingkungan
melibatkan suatu mekanisme yang mengeluarkan
tempat tumbuh kembang anak mendukung mereka
energi yang tinggi, sehingga yang menderita KEP
untuk bergerak bebas. Kegiatan di luar ruangan
(Kurang Energi Protein) biasanya selalu terlambat
bisa menjadi pilihan yang terbaik karena dapat
dalam perkembangan motor milestone. Sebagai
menstimulasi perkembangan otot. Jika kegiatan
contoh, pada anak usia muda, komposisi serat otot
anak di dalam ruangan, pemaksimalan ruangan bisa
yang terlibat dalam pergerakan kontraksi kurang
dijadikan strategi untuk menyediakan ruang gerak

70 JPJI, Volume 9, Nomor 1, April 2013


Mengembangkan Keterampilan Gerak Dasar Sebagai Stimulasi Motorik
Bagi Anak Taman Kanak-Kanak Melalui Aktivitas Jasmani

berkembang pada anak yang kurang gizi. Keadaan Kemampuan motorik setiap anak berbeda, pada
ini juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tulang umumnya anak yang mempunyai kemampuan
sehingga terjadi pertumbuhan badan yang terlambat; motorik halus baik mengalami kemampuan motorik
(7) Permainan yang sangat membantu mengasah kasar yang kurang baik begitu juga sebaliknya.
kemampuan motorik halus si kecil, dan yang tak Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih
kalah penting mereka menyukainya. Salah satu halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan
contohnya adalah memasukkan kunci dalam celah. masa bayi. Anak – anak terlihat lebih cepat dalam
Caranya : Ambil lima kunci yang besarnya hampir berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga
sama. Buatlah sebuah celah pada tutup kaleng yang keseimbangan badannya. Untuk memperhalus
terbuat dari plastik. Celah ini harus cukup besar ketrampilan motorik, anak – anak terus melakukan
sehingga kunci akan lebih mudah masuk ke wadah berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat
dengan sedikit dorongan. Kemudian minta sikecil informal dalam bentuk permainan. Disamping itu,
untuk memaskkan kunci-kunci ini ke dalam wadah anak – anak juga melibatkan diri dalam aktivitas
melalui celah tutup. Kunci yang dimasukkan ini akan permainan olahraga yang bersifat formal, seperti
mengeluarkan bunyi bila terjatuh ke dalam dasar senam, berenang, dll. Secara umum terdapat
keleng. Tirukan secara verbal bunyi kunci yang jatuh kelompok anak dengan kemampuan motorik halus
ini. inta sikecil menjatuhkan semua kunci ini sampai lebih dominan dan kemampuan motorik kasar lebih
semuanya berada dalam kaleng. Selanjutnya buka dominan.
tutup kaleng, keluarkan semua kunci dan ulangi Stimulasi dan intervensi sejak dini untuk
masukkan lewat celah seperti langkah awal di atas. meningkatkan kemampuan kecerdasan motorik
Sebagai variasi benda-benda lain dapat digunakan. harus dilakukan sejak dini sesuai dengan
Misalnya kancing, uang logam dan benda-benda lain kelebihan dan kekurangannya. Orangtua harus
yang dapat masuk lewat celah. Benda-benda ini tidak dapat memahami dan mendeteksi kelebihan dan
hanya memberikan pengalaman baru untuk si kecil. kekurangan kecerdasan motorik anak sehingga
dapat meningkatkan prestasi pada kelebihannya
KESIMPULAN DAN SARAN tetapi sebaliknya dapat melatih kekurangannya agar
Anak Usia Taman Kanak-kanak dimulai dari tidak lebih tertinggal. Kelebihan motorik halus dan
usia empat tahun sampai dengan usia enam motorik kasar seorang anak bila terdeteksi sejak
tahun, stimulasi gerakan yang dilakukan melalui dini dan dilakukan stimulasi dan latihan lebih rutin
pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu sejak kecil akan menghasilkan prestasi besar sesuai
pertumbuhan, dan perkembangan jasmani serta dengan kelebihan tingkat motoriknya. Bila tidak
rohani. Agar anak memiliki kesiapan dalam dilakukan stimulasi dan latihan Ssejak dini hanya
memasuki pendidikan lebih lanjut. Perkembangan akan menghasilkan sekedar hobi bagi aktifitas yang
Motorik di usia tersebut meliputi perkembangan digelutinya.
dari unsur pengembangan dan pengendalian
gerak tubuhmenggunakan otot-otot halus yang DAFTAR PUSTAKA
berkoordinasi dengan otak dalam melakukan sesuatu Awi Muhadi Wijaya. (2009). Pentingnya Stimulasi,
kegiatan motorik kasar merupakan perkembangan Deteksi dan Intervensi Dini tumbuh Kembang
(SDIDTK) Anak. Jakarta, Depdiknas.
pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang
terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan Eka Lzaty Rita, dkk. (2008). Perkembangan Peserta
Didik. Yogyakarta: UNY Pres.
spinal cord. Perkembangan motorik berkembang
dengan kematangan syarat dan otot. Sedangkan Endah. (2008). Perkembangan Motorik-2. Dalam
http://amore87.wordpress.com/2009/11/05/.
motorik halus meliputig erakan yang menggunakan
Diakses 27 Juli 2012, pukul: 09.57.
otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu,
Hariweni, 2003. Aplikasi Perkembangan Motorik.
yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar
http://kharicmayanda.blogspot.com/2010/08.
dan berlatih.
Diakses 29 Juli 2012 pukul: 10.23.

JPJI, Volume 9, Nomor 1, April 2013 71


Cerika Rismayanthi

Soetjiningsih. (2002). Tumbuh Kembang Anak. Widodo Judarwanto. (2011). Stimulasi Untuk
Cetakan II, EGC, Jakarta Mengoptimalkan Perkembangan Motorik. Dalam
Tin Herawati. (2011). Stimulasi Perkembangan http://childrenclinic.wordpress.com. Diakses pada
Motorik. Dalam http://ikk.fema.ipb. 29 Juli 2012 pukul: 10.30.
ac.id/v2/ index.php?option=com_ Yudanto. (2010). Stimulasi Gerak Dasar Siswa
content&view=article&id=175%3 Astimulasi- Sekolah Dasar Kelas Bawah. Jurnal Pendidikan
perkembangan-motorik-dan-kecerdasan Jasmani Indonesia, Volume 4, Nomor 2, Nopember
anak&catid=20%3Aterbaru&Item. Diakses 29 2007. FIK UNY
Agustus 2012 Yusuf. (2004). Pentingnya Olahraga sebagai
Toho Cholik Mutohir & Gustaf. (2004). Perkembangan Stimulasi Motorik Anak. Dalam http://www.
Motorik Pada Masa Anak-anak. Jakarta: Proyek ibudanbalita.com. Diakses pada 29 Juli 2012.
Pengembangan dan Keserasian Kebijakan
Olahraga, Dirjen Olahraga. Depdiknas.

72 JPJI, Volume 9, Nomor 1, April 2013