You are on page 1of 143

Adi Bayu Saputra

Segenggam Memoar Yang Tak Akan Terdepresiasi

a) Aku Dilema Karena 4 SKS alias KKN
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Tulisan ini menjadi suatu karya khusus bagi saya pribadi setelah pelaksanaan KKN-
PpMM UIN Syarif Hidayatullah tahun 2018 berakhir. Terlebih bagi saya pribadi, KKN tahun
2018 menjadi pengalaman tersendiri karena banyak pengalaman yang telah saya peroleh
selama satu bulan mengabdi di Desa Tanjungrasa. Yapps.. Mungkin pengalaman pengabdian
ini hanya akan saya alami sekali selama hidup saya karena tidak akan mungkin saya dapatkan
lagi momen KKN ini di masa yang akan datang. Tulisan ini saya dedikasikan untuk warga Desa
Tanjungrasa yang sudah memberikan saya pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga
selama di sana. Terima kasih Tanjungrasa....
Di malam yang dingin ini, saya Adi Bayu Saputra sambil ditemani alunan lagu-lagu
merdu dari Maher Zain akan membagikan sedikit pengalaman pribadi saya bersama 19 teman
saya yang lainnya ketika melaksanakan KKN di Desa Tanjungrasa. Mungkin bagi yang awam
dengan singkatan KKN ini bisa menjadi salah tafsir. Hehehe.... Ya itu yang saya rasakan ketika
menginjak semester 3 kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Hal itu berawal ketika saya tidak sengaja melihat tulisan KKN dalam daftar mata kuliah di
Buku Pedoman Akademik. Pada awalnya, saya mengira KKN itu kepanjangan dari Korupsi,
Kolusi, dan Nepotisme. Waduuhh.. berat dong kalo seperti itu. Apalagi saya merupakan
mahasiswa Akuntansi yang tidak akan jauh-jauh dengan pembahasan seperti itu. Tapi tunggu
dulu, setelah saya bertanya kepada senior-senior saya ternyata KKN itu adalah Kuliah Kerja
Nyata. Lalu muncul pertanyaan lagi dari saya pribadi, KKN itu ngapain aja?, terus kapan itu
dilaksanakan dan dimana pelaksanaannya. Kemudian, banyak dari senior saya menjawab KKN
itu enak kok kamu nyantai-nyantai sambil melakukan pengabdian, KKN itu tempatnya orang
bisa dapet gebetan loh, KKN itu nanti kamu dikirim ke desa buat pengabdian, KKN mah nanti
pas kamu sudah mau masuk semester 7.
Jawaban-jawaban dari senior membuat saya agak ketar-ketir karena sebagian ada yang
bilang menyenangkan dan ada pula yang bilang tidak menyenangkan. Singkat cerita, tak terasa
saya sudah memasuki pertengahan semester 6 dan sebentar lagi akan mengikuti KKN. Seperti
tidak menyangka bahwa saya sudah akan mengikuti KKN ketika pada bulan Maret saya
diharuskan mendaftar sebagai peserta KKN tahun 2018 melalui AIS (Academic Information
System). Dilema rasanya ketika mengetahui kenyataan bahwa saya harus mengikuti KKN dan
berpisah dengan teman-teman kelasan dan orang tua walaupun hanya sebulan saja. Ya mungkin
karena memang sudah selama 6 semester bersama teman-teman kelasan dan ini baru pertama
kali saya berada di luar kota tanpa bersama orang tua saya. Jika ditanya, mengapa saya ikut
KKN ini tentu saja memang sebuah kewajiban bagi mahasiswa khususnya Fakultas Ekonomi
dan Bisnis untuk mengikuti kegiatan KKN yang diselenggarakan oleh pihak PPM UIN Syarif
Hidayatullah. Selain itu, memang sertifikat yang diperoleh dari kegiatan KKN ini digunakan
untuk syarat menyelesaikan studi S1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hal itu membuat saya
dengan berat hati harus mengikuti kegiatan KKN selama sebulan penuh di desa yang belum
saya tahu.

Pada saat mendaftar KKN terdapat form yang mengharuskan saya mengisi kompetensi
apa yang saya miliki untuk dapat diterapkan selama KKN. Jujur, saya memiliki kompetensi
mengajar, kemudian dapat mengoperasikan komputer dengan baik, serta mampu menjadi
pembicara atau presenter pada kegiatan presentasi. Dan saya juga memiliki rencana untuk
membantu anak-anak di desa agar taraf pendidikannya meningkat dengan cara misalnya
membimbing mereka untuk belajar. Karena bagi saya, problem tersebut sangatlah umum
dialami di berbagai desa di Indonesia sehingga saya memiliki rencana seperti itu.
Hari itu, tepat tanggal 10 April 2018 pukul 18.30 drama KKN dimulai ketika salah satu
teman kelasan saya mengunggah sebuah file berisi daftar kelompok KKN reguler tahun 2018.
Hal itu membuat saya langsung membuka file tersebut dengan tergesa-gesa sambil mencari
nama saya di file tersebut dan akhirnya nama saya Adi Bayu Saputra muncul di kelompok 183
di Desa Tanjungrasa bersama dengan 18 orang lainnya. Seketika, saya langsung menanyakan
teman kelasan saya mereka pada dapat kelompok berapa dan lokasi KKN mereka dimana. Dan
memang, saya akhirnya mengetahui bahwa mereka ada yang ditempatkan di Kabupaten
Tangerang dan kebanyakan teman kelasan ditempatkan di Kabupaten Bogor hanya saja
berbeda desa dengan saya.
Tak lama setelah saya membuka file tersebut tepat pukul 18.54, tiba-tiba ada seseorang
yang awalnya tidak saya kenal menghubungi saya melalui chat via Line yaitu bernama Annisa
Fathia Hana atau dipanggil Icha. Dia meminta saya agar memberikan kontak WhatsApp saya
untuk dimasukkan ke dalam grup KKN 183. Singkat cerita, tak berselang lama saya sudah
diundang masuk di grup WhatsApp KKN 183 dan resmi menjadi anggota kelompok KKN 183.
Muncul pertanyaan dalam hati saya ketika sudah masuk ke dalam grup WhatsApp KKN 183,
“Siapa lagi mereka ya Allah, enggak kenal lagi”. Barangkali setelah ini saya menjadi kenal
dengan semuanya. Rasa canggung menyelimuti saya ketika berkomunikasi dengan yang lain
via chat WhatsApp. Hehehe... maklum karena mungkin belum kenal satu sama lain dan ini
merupakan awal saya berkomunikasi dan belum bertatap muka dengan mereka. Lama-
kelamaan saya sudah mulai agak nyaman dengan mereka sampai pada akhirnya tiba waktu
pertama kali berjumpa dengan mereka di rapat kelompok. Walaupun tidak hadir semua, tapi
setidaknya saya sudah bertatap muka dan mengenal sebagian dari anggota kelompok KKN
saya.
Hari demi hari telah kami lalui dan beberapa kali diadakan rapat kelompok untuk
menentukan struktur kepengurusan kelompok sampai akhirnya saya ditunjuk berdasarkan
kesepakatan teman-teman yang lain untuk menjadi Bendahara 1 dan teman saya satu lagi yang
bernama Windi Mutia Jamilus menjadi Bendahara 2. Seketika rasa berat menyertai diri saya
ketika mengetahui tugas Bendahara tidaklah mudah karena harus mengatur keuangan dalam
kelompok. Hufftt... Keputusan sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat, saya pun dengan
ikhlas menjalani tugas sebagai Bendahara yang boleh dibilang tidaklah mudah. Sedangkan
untuk susunan kepengurusan kelompok bagian lain yaitu M. Anwar Ainul Yakin sebagai
Ketua, Fauziah Umami sebagai Sekretaris 1, Annisa Fathia Hana sebagai Sekretaris 2, Aulia
Rahman, Silvy Wahyu Hasanah, My Gempita Fitriyani, dan Istiqomatul Faridah sebagai Divisi
Acara, Gerry Ikhtiyar, Reza Fransiska, dan Samiaji Farid Prasetyo sebagai Divisi Humas,
Retno Pusparani dan Rifqiyati sebagai Divisi Pubdekdok (Publikasi, Dekorasi, dan
Dokumentasi), Slamet Nungkiarta, Laila Baroah, dan Elysa Fauziah sebagai Divisi Konsumsi,
Naufal Khairul Mahmudah, dan Hendrika Dwiki Saputra sebagai Divisi Logistik dan
Akomodasi.
Tepat pada tanggal 27 April 2018, saya dan teman-teman kelompok KKN saya
mengikuti pembekalan yang diselenggarakan oleh pihak PPM. Pembekalan yang wajib diikuti

oleh semua anggota kelompok KKN tanpa terkecuali. Disitulah, kami semua akhirnya
berkumpul, bertatap muka, dan berkenalan secara utuh tanpa ada yang absen. Setelah
pembekalan selesai, kami langsung mengadakan rapat untuk menyusun rencana survey sambil
berkenalan dengan anggota kelompok yang sebelumnya tidak dapat hadir pada rapat-rapat yang
sudah dilaksanakan. Akhirnya, saya dan teman-teman saya memutuskan untuk mengadakan
survey pertama pada keesokan harinya yaitu hari Sabtu tanggal 28 April 2018.
Tiba saatnya kami melaksanakan survey pertama seperti yang sudah direncanakan
sebelumnya. Pada survey kali ini, alhamdulillah saya dapat mengikutinya dengan baik. Pada
awalnya, saya agak sedikit khawatir karena lokasi KKN yang akan kami tuju belum diketahui
sebelumnya. Sempat muncul tanda tanya dalam diri saya, “Waduuhh, gimana nih survey
apakah sampai tujuan dengan selamat atau engga?”. Namun, rasa percaya saya muncul
terhadap teman-teman yang lain membuat saya harus melupakan kekhawatiran tersebut dan
ikut dalam kegiatan survey kali ini. Walaupun tidak semua dari teman-teman yang lain ikut
dalam survey pertama ini. Perjalanan menuju desa Tanjungrasa agak sedikit melelahkan karena
harus melewati jalan yang bergelombang dan berliku-liku. Waktu yang diperlukan untuk
sampai ke desa Tanjungrasa dari titik kumpul yaitu UIN adalah 2-3 Jam. Singkat cerita, survey
pertama berhasil dilakukan dengan baik dan lancar. Tak ada kendala sedikitpun yang
menghambat saya dan teman-teman untuk bisa menyelesaikan survey pertama kali ini. Hanya
saja, bagi saya pribadi perjalanan yang cukup jauh membuat agak sedikit mengkhawatirkan
terlebih kendaraan yang digunakan untuk survey kesana adalah sepeda motor.
Waktu terus berjalan, rapat dan survey-survey berikutnya telah saya dan teman-teman
yang lainnya laksanakan. Walaupun setiap survey saya merasakan kelelahan namun saya harus
realistis bahwa saya harus segera meninggalkan rasa dilema akan KKN karena memang sudah
waktunya saya harus melaksanakan KKN. Saya percaya, bahwa setiap pengorbanan yang telah
dilakukan akan membuahkan hasil yang maksimal. Hal itulah, yang membuat saya menjadi
semangat untuk menjalani KKN tahun 2018.
KKN bagi saya merupakan sesuatu yang asing pada awalnya namun setelah
pelaksanaan saya merasa bahwa ada sesuatu yang istimewa. KKN membuat saya lebih
mengenal sifat manusia baik dari anggota kelompok maupun dari masyarakat di desa. Selain
itu, pengalaman yang berharga dari KKN membuat saya harus mengatakan bahwa KKN
sebagai momen yang pas untuk melakukan pengabdian yang sungguh-sungguh kepada
masyarakat. Karena pada hakikatnya, manusia adalah makhluk yang akan selalu berhubungan
dengan masyarakat di sekitarnya. Saya pun akhirnya seperti ingin kembali ke waktu-waktu
pelaksanaan KKN. Namun, apalah daya waktu yang telah lewat tak akan bisa kembali terulang.
Kini hanya memori indah yang membuat rindu akan desa Tanjungrasa di setiap hari yang akan
dilalui. KKN telah membuatku dilanda dilema tingkat tinggi. Ingin cepat berakhir namun
ketika sudah berakhir ingin mencoba mengulanginya kembali.

b) Hujantara is The Second Big Family in My Life
Tinggal dua bulan lagi KKN akan dilaksanakan, tiba-tiba pada akhir bulan Mei PPM
secara mengejutkan menambahkan satu anggota kedalam kelompok yaitu bernama
Muhammad Ismail Priyono. Alhamdulillah, bagi saya pribadi dengan masuknya dia menambah
jumlah pasukan laki-laki di dalam kelompok yaitu menjadi 9 orang. Hehehehe....
Tak terasa waktu pelaksanaan KKN sudah hampir tiba. Namun, ada kabar buruk
menimpa saya dan teman-teman kelompok ketika tiba-tiba rumah yang akan ditinggali selama
sebulan tidak mendapat izin dari pihak yang memiliki rumah tersebut. Alasannya, rumah

dan pemikiran yang membuat banyak hal-hal menarik terjadi selama tinggal disana.. Yapps. bahkan kami harus memasang lampu untuk di belakang yang dijadikan sebagai garasi kendaraan motor kami agar kami bisa memantau kendaraan motor yang kami bawa.. Singkat cerita. tidaklah mulus seperti yang diharapkan banyak teman-teman yang mengalami sakit tak terkecuali saya yang mengalami diare selama 4 hari. Hujantara merupakan kepanjangan dari “Hujan di Tanjungrasa” yang memiliki makna bahwa kelompok kami memiliki misi untuk membasahi kekeringan akan ilmu pengetahuan dan mencoba membantu permasalahan yang ada di Desa Tanjungrasa semaksimal mungkin bak hujan yang membasahi bumi. Hujantara kini telah genap berisi 20 orang yang berbeda sifat. takut anak kecilnya nangis sama gua”. Banyak kegiatan unik yang selalu kami lakukan selama di rumah yang kami anggap sebagai basecamp diantaranya ada yang bermain UNO. sampai ada yang ketika sudah diminta untuk membantu kegiatan tersebut malah menolak dengan alasan “Aku gabisa ngajarin anak-anak”. Akhirnya. kami telah tiba di Desa Tanjungrasa pada Rabu malam tanggal 18 Juli dan langsung menuju ke rumah yang akan menjadi tempat tinggal selama sebulan. Hahaha. Bahkan.. saya agak kaget melihat kondisi rumah yang tidak terang lampunya dan sudah terlihat tua. Setibanya disana.tersebut akan dikontrak oleh orang lain. Saya yang awalnya tidak mengenal mereka lebih dalam namun setelah tinggal bersama mereka akhirnya saya mengenal lebih dalam bagaimana karakter. Kegiatan-kegiatan tersebut memerlukan orang yang cukup agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Salah satu permasalahan yang timbul diantaranya ketika sulit mengatur teman-teman yang lain untuk membantu mengajar kegiatan BTQ (Baca. Akhirnya. Tepat pada hari keberangkatan. dan Calistung (Baca. Rasa syukur saya ucapkan bahwa ternyata Allah SWT masih memberikan jalan untuk kami agar bisa melaksanakan KKN di desa Tanjungrasa. perilaku. ada pula yang setiap hari bernyanyi sambil diiringi suara gitar. tidak mungkin tidak ada permasalahan yang timbul di dalam kelompok. Hehehe. Qur’an). Berbicara mengenai Hujantara tentu saya tidak akan pernah lupa dari kronologis pemberian nama tersebut. lama kelamaan kami dapat beradaptasi dengan baik terhadap kondisi rumah dan lingkungan di desa Tanjungrasa. Kegiatan-kegiatan tersebut yang sering saya dan teman-teman kelompok lakukan bahkan sudah menjadi agenda rutin disela-sela pelaksanaan program kerja yang sebelumnya telah disepakati khususnya pada malam hari. Hari-hari di awal keberadaan kami disana. dan ada pula yang selalu berdiam diri di kamar dan baru keluar ketika diminta keluar. Bimbingan Belajar (Bimbel). Hari demi hari dilalui dengan banyak kegiatan yang telah kami rencanakan sejak sebelum keberangkatan ditambah kegiatan-kegiatan yang berasal dari warga disana. dengan berat hati kami harus mencoba mencari rumah yang baru untuk kami tinggali. Akan tetapi.. Tulis. ada yang bermain PES. Saya sempat berpikir apakah saya akan bertahan selama sebulan disini dengan kondisi rumah yang jauh berbeda dari rumah tempat tinggal saya di Tangerang. Alasan itu yang sempat membuat ketua kelompok agak kesal karena memang sudah seharusnya anggota yang ditunjuk untuk membantu kegiatan bersedia melaksanakannya . saya dan teman- teman yang lain mendapatkan info dari ketua kelompok bahwa untuk tempat tinggal sudah dapat dan Insya Allah bisa dijadikan tempat tinggal selama sebulan disana.. dan Berhitung).. dan pola pikir antara satu dan yang lain. sifat. Nama tersebut diusulkan oleh Silvy Wahyu Hasanah yang kemudian disetujui oleh kami untuk digunakan sebagai nama kelompok KKN 183. Tentu saja. “Gua gamau ah. Tulis. kami memutuskan untuk mengganti lampu yang dianggap tidak terang seperti lampu teras rumah.

akhirnya kami meminta bantuan dari masyarakat di sekitar basecamp dan kepala desa untuk mencari solusi dari permasalahan air yang kami alami. Selain itu. ataupun ketupat sayur. Namun. kami selalu rame karena banyak tangan pasti banyak campur-campur rasa dan bahkan di dapur tidak pernah kurang dari 4 orang yang memasak. Pada awalnya. Sontak membuat yang lain pun ikut berkomentar yang membuat gelak tawa semakin menjadi-jadi. Padahal di awal kedatangan kami di desa Tanjungrasa air di kamar mandi basecamp masih mengalir bahkan cukup deras dan memenuhi tempat penampungan air yang telah disediakan. permasalahan yang saya dan teman-teman alami adalah kami terkendala dengan jarak antara basecamp dengan pasar yang membuat kami tidak pernah masak di pagi hari dan selalu masak setelah jam 8 pagi dan baru selesai pada siang hari.. Top lah ketua kelompok saya satu ini patut diacungi jempol. Berisik dan gelak tawa selalu mewarnai suasana dapur ketika waktu masak tiba hingga masakan siap untuk disantap.tanpa ada alasan apapun. Ketika saya bangun. sang ketua kelompok HUJANTARA 183 yaitu M. Anwar merupakan laki-laki yang menurut saya tingkat pemahaman dan kepatuhan terhadap agama cukup tinggi. Yang selanjutnya adalah teman satu jabatan dengan saya. Bahkan saya salut dengan dia. Bahkan ketika masak pun. Dia dapat dikatakan adalah perempuan yang rajin dan bertanggung jawab sebagai bendahara 2. masakan yang kami makan yaitu kentang balado terasa aneh rasanya karena salah satu dari anggota kami dengan keisengannya telah memasukkan gula cukup banyak ke masakan tersebut... emang ada yah kentang balado rasanya manis?”. ketika ada beberapa teman perempuan yang keluar pada malam hari ke Masjid untuk buang air dia meminta saya dan teman laki-laki yang lain untuk menyusul dan menjaganya. nasi uduk. dia bahkan menjadi seseorang yang paling didengar terutama nasihat-nasihat yang berkaitan dengan agama oleh teman-teman yang lainnya. Dia selalu membantu saya untuk mengatur keuangan di dalam kelompok. Ya. Dengan kondisi tersebut tidak memungkinkan bagi saya dan teman-teman untuk mandi dan nyuci di kamar mandi basecamp. Hahaha. mulai hari ketiga kami disana air sudah agak susah keluar bahkan mesin air di basecamp harus dinyalakan hingga kurang lebih 15 menit untuk air bisa keluar dan ketika air keluar tidak serta merta mengalir kadang berhenti kadang mengalir lagi. Selain itu. Hal tersebut yang membuat saya selalu mencari sarapan entah sarapan bubur. Pertama. Pernah suatu hari. Hal tersebut dia tunjukkan ketika setiap pagi jam 3 dia selalu terbangun untuk melaksanakan Sholat Tahajjud. Ada lagi hal yang membuat saya dan kelompok saya agak resah ketika kami harus mengalami kesulitan air di basecamp. Pada akhirnya kami mendapat tempat untuk mandi dan nyuci yaitu di kamar mandi sebelah kantor desa dan rumah warga yang letaknya berdekatan dengan basecamp. izinkan saya untuk menceritakan beberapa teman yang menurut saya memberikan inspirasi. dia sudah bangun dan mencoba membangunkan anggota kelompok yang lain. dia lah laki-laki yang bangun selalu pertama dibanding dengan laki-laki yang lain.. Khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami pun menyadari bahwa kemarau menjadi penyebab air di basecamp susah keluar. Tapi permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan akhirnya kami pun dapat melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik. “Hahahaha.. Di bagian ini. Dengan kondisi ini. kami mendapat izin untuk bisa mandi dan nyuci di Masjid yang jaraknya tidak terlalu jauh dari basecamp namun pada akhir minggu kedua kami dilarang untuk mandi dan nyuci lagi disana. Anwar Ainul Yakin. yaitu Windi Mutia Jamilus. itulah kami tidak pernah ada hari tanpa gelak tawa walaupun kondisi lingkungan kami sedikit membuat kami tidak betah. Bahkan saya dan . Selain itu. Ucapku ketika pertama kali menyuap nasi yang telah ditambah kentang balado.

atas waktu dan kesempatan bersama kalian selama kurang lebih 32 Hari. Waktu-waktu yang telah kita lewati di desa Tanjungrasa menjadi sebuah kisah klasik yang akan selalu dikenang sampai kapanpun. pikiran saya mengenai desa ini salah besar. Provinsi Jawa Barat.dia selalu berdiskusi mengenai pengeluaran setiap hari untuk keberlangsungan hidup anggota kelompok yang lain. Mungkin kita tidak dapat mengulang apa yang sudah terjadi tapi kebersamaan kita setelah KKN berakhir akan tetap kita jaga. iya saya dan mereka selalu nyuci baju bareng. Terlebih saya selalu meminta sabun cuci kepada Slamet dan selalu diberikan oleh dia. Mereka berdua dapat dikatakan duet maut dan cocok ditempatkan sebagai divisi acara. Good Boy Yang berikutnya adalah salah satu sekretaris kelompok yaitu Fauziah Umami. Bahkan dia selalu membantu perempuan yang masak di dapur. Nampaknya. dan kondisi lingkungan yang terbayang sangat jauh dari lingkungan perkotaan. Seringkali mereka bercanda dengan teman laki-laki dan perempuan yang lain. sulit air. Selain itu. desa Tanjungrasa merupakan desa yang memiliki sawah cukup banyak. Iya bahkan dia merupakan perempuan di kelompok kami yang memiliki sifat penyayang terhadap kucing dan memiliki kemampuan mengajar anak-anak yang baik. Khususnya bagi Slamet. Berikutnya adalah Slamet Nungkiarta dan Naufal Khairul Mahmudah yang menjadi partner ketika nyuci baju. Pertama kali yang terlintas dalam pikiran saya ketika mengetahui bahwa saya akan ditempatkan di desa Tanjungrasa adalah desa yang sangat terbelakang. dia adalah laki-laki yang jago masak. dan sayuran yang akan dimasak membuat saya kagum bahwa ternyata di kelompok ini ada laki-laki yang jago masak. Hal tersebut mereka tunjukkan dari awal sebelum KKN dimulai. yang membuat desa Tanjungrasa terlihat indah akan alamnya adalah masih banyak sekali pohon-pohon rindang di setiap jalan bahkan kami pun bisa merasakan kesejukan . Mereka juga tak sungkan untuk membantu masak di dapur walaupun bukan jadwal piketnya. Keluwesannya pada saat memotong cabe. Saya sangat kagum dengan dia. Hahahaha. saya merasakan keindahan dan keramahan alam desa Tanjungrasa... Keberagaman dan keunikan kalian membuat saya pribadi merasa memiliki keluarga besar kedua dalam hidup ini.   Terakhir adalah teman dari divisi acara yaitu My Gempita Fitriyani dan Silvy Wahyu Hasanah. mereka merupakan laki-laki yang awalnya terlihat pendiam tapi setelah hidup di basecamp mereka seperti terlihat pecicilan tapi ceria. Selain itu. Canda tawa dia selalu bikin anggota kelompok yang lain bahagia tak terkecuali saya. Ya. Dia adalah perempuan yang bisa dikatakan pendiam namun memiliki sifat baik hati. mulai dari menyusun jadwal acara kegiatan bahkan sampai menentukan jumlah anggota yang akan diikutsertakan dalam setiap kegiatan. Kabupaten Bogor. bawang. Ketika saya dan teman-teman mulai mensosialisasi program kegiatan ke seluruh warga desa yang ada di masing-masing dusun. Mereka melakukan hal tersebut hampir setiap hari tanpa kenal lelah bahkan mereka tak sungkan untuk bawel dengan yang lainnya ketika ada anggota yang terlihat agak malas-malasan. c) Tanjungrasa dengan Keindahan dan Keramahan Alamnya Desa Tanjungrasa merupakan salah satu desa dari 10 desa yang terletak di Kecamatan Tanjung Sari. Sawah tersebut menjadi lahan mata pencaharian bagi masyarakat desa Tanjungrasa. Terutama pada saat dia membantu mengajar kegiatan Calistung di beberapa PAUD di desa dia terlihat sangat luwes bak guru yang sudah terbiasa mengajar dan memiliki sifat keibuan.. Terima kasih kawan-kawanku.

namun saya ingat bahwa tidak membawa baju ganti dan kondisi saya yang sedang tidak fit. dan orang dewasa. saya mengurungkan niat untuk berenang di Sungai Cibeet. Sontak saya melihat anak-anak yang mengajak saya dan Fauziah bermain kesana melepas baju dan langsung melompat ke dalam air tanpa ada rasa khawatir. Singkat cerita. seminar teknologi. Saya sempat ingin ikut nyemplung bersama mereka. Sungai Cibeet merupakan salah satu sungai yang berada di desa Tanjungrasa. Bahkan pada minggu kedua saya dan Fauziah mengajar BTQ dan Bimbel di sana. saya dan teman-teman KKN telah melaksanakan seluruh proker atau kegiatan yang telah kami rancang dan susun semenjak kami belum berangkat KKN yaitu membantu mengajarkan Calistung. Bimbel.yang berbeda jika dibandingkan dengan suasana perkotaan yang sudah jarang ditemui pohon- pohon rindang. Mereka manjadi sangat dekat dengan saya ketika saya dan salah satu teman saya yaitu Fauziah berkunjung untuk membantu mengajar BTQ dan Bimbel di sana. Dan lagi-lagi ternyata sisi tersebut tidaklah dalam ketika saya melihat tinggi air di badan mereka hanya sepinggang mereka. Ternyata sisi tersebut menjadi tempat yang paling sering dijadikan tempat bermain air dan berenang bagi anak-anak sana. saya pikir bagian yang menjadi tempat bermain dan berenang mereka tidak dangkal alias dalam dan khawatir mereka akan tenggelam. d) Kesemogaan yang Tak Ingin Menjadi Semoga Lagi Selama kurun waktu sebulan berada di desa Tanjungrasa. Mungkin saya mendapatkan cukup pengalaman berharga ketika harus menyatu dengan alam desa Tanjungrasa yang indah dan ramah. Hal yang mmebuat saya takjub adalah bagaimana keramahan sikap dari warga yang tinggal khususnya anak-anak kecil. mengadakan seminar-seminar seperti seminar upgrading skill guru. remaja. BTQ. saya akan kembali bisa menikmati keindahan dan keramahan alam desa Tanjungrasa. Terdengar cukup lama bagi desa yang mayoritas warganya adalah sebagai petani karena secara langsung akan berdampak kepada hasil panen mereka. saya belum kesampaian berenang di Sungai Cibeet mungkin suatu saat nanti saya akan bisa berenang di sana. seminar . Saya setiap hari hampir selalu berinteraksi dengan warga desa Tanjungrasa dan mereka selalu merespon dan menyambut hangat. Pemandangan yang saya jumpai pada saat menyusuri desa Tanjungrasa khususnya ketika melewati jalan raya dimana saya melihat hamparan sawah yang luas ditambah dengan pemandangan gunung yang cukup indah terlihat jelas pada waktu sore hari. kami diajak bermain ke Sungai Cibeet. Jujur. Saya pun dengan senang hati menerima ajakan mereka untuk bermain dan menemani mereka ke Sungai Cibeet. Bahkan menurut penjelasan dari warga musim kemarau di desa Tanjungrasa umumnya berlangsung selama 4 Bulan. Yapps mereka lah yang boleh dikatakan menjadi sesuatu hal yang berharga karena saya merasakan dianggap seperti kakak bagi mereka. Bahkan sampai saat ini. Mungkin suatu saat nanti. ketika saya dan Fauziah menemani mereka bermain ke sungai Cibeet dan ternyata masih ada sisi yang terdapat air. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan kami di mulai sejak minggu pertama dan saya sangat takjub ketika pertama kali datang ke salah satu dusun yaitu dusun Sodong. Akhirnya. Sungai tersebut kini sudah mulai mengering karena mungkin saat kami melaksanakan KKN sudah memasuki musim kemarau. Keakraban saya dan anak-anak dusun Sodong semakin tinggi ketika mereka selalu mengajak saya dan Fauziah bermain bersama mereka. Yang membuat saya semakin kagum dengan desa Tanjungrasa adalah bagaimana keramahan warga desa Tanjungrasa mulai dari anak kecil.

Semoga. Saya juga berharap semoga saya bisa selalu berkunjung ke desa yang sudah saya anggap sebagai kampung halaman kedua dalam hidup saya yaitu Desa Tanjungrasa. Saya dan teman- teman yang lain larut dalam kemeriahan turnamen tersebut. Selain itu. potensi Sumber Daya Manusia (SDM) bagus dan terampil yang telah dimiliki oleh desa Tanjungrasa membuat saya berharap semoga semakin banyak lapangan pekerjaan yang muncul bagi warga desa Tanjungrasa. Oleh karena itu. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi rutinitas kami selama sebulan di desa Tanjungrasa. saya sangat senang sekali ketika mendapat kehormatan untuk hadir dan diminta untuk memberikan dukungan. Karena menurut saya. saya hanya berdoa kepada Allah SWT semoga kesemogaan yang saya harapkan terjadi dan tidak ingin menjadi semoga lagi.. Aamiinn. dan ekonomi mungkin dengan meneruskan kegiatan yang sudah saya dan teman-teman lakukan selama sebulan.kewirausahaan. Tak terasa tiba saatnya kami harus meninggalkan desa Tanjungrasa karena waktu pelaksanaan KKN telah usai. jika saya sebagai bagian dari warga desa Tanjungrasa saya akan membantu masyarakat desa di bidang pendidikan. Sebenarnya masih banyak yang ingin saya share kepada warga desa Tanjungrasa namun apadaya waktu yang akhirnya harus memisahkan saya dan desa Tanjungrasa... Sedih rasanya ketika harus berpisah dengan warga desa Tanjungrasa yang sudah saya anggap sebagai keluarga baru saya walaupun di desa orang. sosial. desa Tanjungrasa bisa berkembang menjadi desa yang maju dengan potensi-potensi yang dimiliki. Mungkin. Turnamen seperti itu. jarang saya temui di daerah rumah tinggal saya. Terlebih pada minggu ketiga. Suasana ramai dan meriah mewarnai jalannya turnamen tersebut. . ketika ada turnamen bola voli yang diadakan se-Kecamatan Tanjungsari pihak Karang Taruna desa mengundang saya dan teman-teman untuk hadir dan memberikan semangat kepada pemain-pemain bola voli yang mewakili desa Tanjungrasa di turnamen tersebut.. saya sangat berharap agar pemerintah Kabupaten Bogor bersama Kepala Desa Tanjungrasa untuk memanfaatkan potensi desa yang dimiliki dan memberikan perhatian dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat desa Tanjungrasa. Entah kapan itu terealisasi. melakukan pembangunan fisik seperti pembangunan taman baca dan batas antar dusun. teknologi. Selain itu. Antusias warga mengikuti kegiatan yang saya dan teman-teman adakan membuat semangat saya untuk melaksanakan dan menyelesaikan KKN semakin meningkat.

orang lain memberi rasionalisasi serasional apapun malas ya tetap malas. khawatir mimik muka bawaan ini disalahartikan oleh orang desa sana. Lalu muncul pertanyaan lain “Lantas ilmu apa yang harus diterapkan disana? Strategi perang Sun Tzu? Atau membuat aliansi dengan desa lain di dalam satu kecamatan agar terbentuk aliansi seperti aliansi perang di Timur Tengah?”. Sebagai anak HI tentu saya lebih menginginkan magang di luar negeri. Semua pertanyaan ini tidak bisa saya jawab dengan logika sendiri karena memang pada awalnya saya memang malas. tepatnya ketika libur idul fitri saat mengunjungi sanak saudara di Pandeglang saya nekat memberanikan diri untuk minta amalan dzikir agar dijauhkan dari kekhawatiran saya diatas. jangan mengajarkan. terlebih banyak isu kejadian-kejadian merugikan di kabupaten tempat saya ditempatkan. Kamu tidak akan bisa merubah kultur yang ada disana yang sudah turun temurun. mahasiswa yang modis. Mulai dari kemalingan. hingga saat survei teman saya kelas saya ditolak dengan perangkat desa setempat. Bukankah HI itu bukan sekedar teori tetapi usaha kita membangun komunikasi untuk mencapai kepentingan NKRI? Saya sendiri sempat mengeluhkan kewajiban ini kepada orang tua bahkan dosen. kalau orang melihat saya jutek. sungguh saya ini heboh sekali kalau sudah akrab. Jawabannya tentu untuk mengamalkan Tri Darma Perguruan Tinggi yang ketiga. kena pelet. Saya sendiri adalah tipe orang yang kadang terlihat cuek dan jutek meskipun kalau sudah kenal saya ini pedulinya luar biasa. Namun ketika saya menceritakan keresahan-keresahan saya. belajar dari kehidupan yang ada. tapi sama-sama belajar. yang biasa hidup di lingkungan Betawi harus disesuaikan dengan . pelajari pola masyarakatnya. Tapi jujur saja merasa was-was. Kuliah Keja Nyata (KKN) tidak jarang memunculkan tanda tanya besar di kalangan mahasiswa HI. Annisa Fathia Hana Alah Bisa Karena Biasa a) Pro-Kontra KKN Hubungan internasional (HI) sering kali disebut-sebut sebagai jurusan hedonis. “sebenarnya apa gunanya KKN ini bagi kami? Apa gunanya ada anak HI di pedalaman Tangerang dan Bogor?”. belajar berdiplomasi atau sekedar mengusut kasus mengapa warga Indonesia bisa dideportasi. berpikir kritis dan cenderung liberalis. yakni pengabdian pada masyarakat. Bicaranya juga dijaga. ikuti saja alurnya. bermasalah dengan warga. paman saya justru menjawab “Di desa itu yang penting kita jangan menggurui. Menjelang pelaksanaan KKN.

Meski terkadang teman-teman mengulur waktu. saya memang tidak bisa mengajar. untung ayah bersedia. Selain itu kebiasaan tepat waktu membuat diri saya secara pribadi tidak pernah telat saat hendak melaksanakan program. Modal bawaan sebagai mahasiswa HI yang mudah bergaul sungguh sangat membantu saya untuk bisa dekat dengan teman-teman anggota KKN 183 lainnya. Mungkin saya tidak seperti teman-teman saya dari fakultas tarbiyah yang mahir mengajar sehinga program pendidikan bagi mereka tidak terlalu sulit. baca Al-Fatihah yang banyak. biar saya carikan orang yang siap melatihnya. kamu punya Allah. tapi toh memang PPM melarang kita untuk menggantikan guru sekolah untuk mengajar. bagi saya adalah yang penting saya bertanggung jawab dan berkomitmen dengan waktu. Namun setelah beberapa hari merenungkan ternyata ada benarnya juga. minta doa sama orang tua. sama sekali tidak. kita tingkatkan saja kualitas gurunya. Misal. Jangan kalah sama ketakutan. atau seperti teman-teman dari ushuluddin yang memang notabennya jurusan agama. . saya ini tidak bisa apa-apa di dalam kegiatan KKN ini. Meski akhirnya saya gagal mendapatkan pembicara karna diminta mengisi di hari kerja dengan fee seadanya. kita ganti saja. saya harus menyelesaikan langkah demi langkah proses yang sudah saya bangun sejak awal. saya harus bisa melampaui batas kemampuan saya. Akhirnya dengan sangat berat hati saya meminta ayah yang mengisi acara pelatihan. kan? Akhirnya saya usulkan kepada teman-teman bagaimana agar kita tidak ada mengajar formal saat jam sekolah.” Saya memang belum bisa sepenuhnya sepakat. mereka mudah saja jika diminta masyarakat untuk mengajar mengaji atau mengisi acara-acara pengajian. ketika ada program jam 8 pagi. Sungguh. shalat lima waktu tepat pada waktunya. tapi dari situlah saya harus belajar. Hal ini yang paling saya syukuri.lingkungan Sunda. percuma laporan kita tidak akan diterima. lagi-lagi karena saya sebetulnya malas KKN. kebiasaan itulah yang tidak bisa luput ketika saya menjalankan KKN. sudah dapat dipastikan jam setengah 8 saya sudah rapi dari ujung kaki ke ujung kepala. tahlilan atau tasyakuran. Beruntungnya ayah saya merupakan salah seorang penggiat organisasi pendidikan yang jam terbangnya sudah sangat tinggi. Akhirnya teman-teman sepakat dan tugas saya adalah mencari pembicara untuk pelatihan tersebut dengan bermodalkan link dari orang tua. karena keberadaan teman-teman sekelompoklah yang membuat saya mau tidak mau perlahan merasa nyaman dengan Tanjung Rasa. Modal saya hanya mudah bergaul dan terbiasa tepat waktu. Selama kuliah di HI tidak sedikit dosen saya yang tidak mengizinkan mahasiswanya masuk kelas ketika mahasiswanya telat meski hanya satu menit saja.

nasehat inilah yang saya pegang teguh hingga akhir kegiatan KKN. kali ini belajar berkomitmen. juga transformers dan tayo yang . berkomitmen untuk tidak meninggalkan Bogor selama 32 hari meski hanya selangkah saja. Nama yang dibuat karena kami ada di kota hujan Bogor katanya. b) Hujantara 183 Hujan di Tanjung Rasa. Sungguh. jangan tanya panasnya seperti apa. dan yang terpenting adalah karenak KKN saya melengkapi kodrat saya sebagai perempuan untuk bisa meracik makanan yang ketika dimakan bisa membuat bahagia. meruntuhkan pertahanan kemalasan saya. Tanjung Rasa ini kabupaten bukan kota. tetapi disiplin. Bisa bangun tepat saat adzan shubuh meskipun dingin. Meski rasa syukur tersebut selalu diiringi dengan rindu rumah yang tiada tara. Saya bisa berwisata gratis tiap akhir pekan dengan hanya bermodalkan dua liter bensin. sepi. Sungguh beruntung saya ditempatkan di pedalaman Bogor. tidak ada yang tidak bermanfaat dalam tiap pembelajaran. menghancurleburkan ego yang selalu ingin menang sendiri demi kenyamanan bersama. namun lagi-lagi saya harus belajar. minimal yang saya dapatkan bukan hanya pembelajaran. bahwa di KKN kita bukan mengajarkan. Tapi tunggu dulu. tetapi juga mengajarkan saya untuk menjadi perempuan yang serba bisa. KKN juga melatih kepekaan sosial saya. KKN tidak selalu seburuk yang saya bayangkan sebelumnya. air susah. tapi belajar. Saya ingat betul nasehat yang mengatakan “berhenti protes. Tidak ada yang sia-sia dalam berproses. rumah yang saya tinggali pun hanya rumah tua lusuh yang jarang diurus. Alhamdulillah. KKN tidak hanya mengajarkan saya bagaimana bermasyarakat. Saya harus bersyukur dikaruniai orang tua yang peduli akan pentingnya pendidikan. tetap bersyukur dan ikhlas. Selama 32 hari di Tanjung Rasa mungkin materi perkuliahan yang saya terima di HI tidak berguna. Tidak banyak masyarakat yang paham akan pentingnya pendidikan tinggi. Dari Tanjung Rasa saya belajar bahwa hidup yang saya miliki betul-betul harus disyukuri. bisa masak. nikmati saja setiap proses”. sampai bisa menjadi kuli demi membantu pembangunan tugu di tiga dusun. yang terakhir adalah bekal paling berharga untuk kelak saat sudah berkeluarga. Benar yang paman saya katakan. mudah bersosialisasi tentu juga bagian dari proses pembelajaran HI yang bisa saya terapkan. bersyukur karena sumber kehidupan (air) sangat mudah didapatkan. begitulah kurang lebih arti dari nama kelompok saya. Bukan hanya itu. tapi juga liburan. bersyukur diberi tempat tinggal yang meskipun sederhana namun layak untuk ditinggali. bisa belanja ke pasar.

Anwar Ainul Yakin yang merupakan mahasiswa Hukum Keluarga. selama tinggal disana secepat apapun saya memacu kendaraan tetap saja saya yang disalip. saking santainya saya tidak pernah melihat Anwar tegas meskipun Hujantara ini sedang berantakan. gitar dan play station yang menjadi hiburan kami selepas kegiatan perlahan menyatukan kami dan menampakkan keceriaan mereka yang sesungguhnya. Lanjut ke Bayu. Mulai dari ketua Hujantara. Namun hal posotif yang saya suka adalah Anwar sering kali terlihat murojaah selepas shalat subuh. handphonenya pun selalu melantunkan shalawat. sumber air kering. Saya bersyukur dikaruniai kelompok yang anggotanya “gila-gila”. Rifqiyati dan Isti cenderung pendiam. Rifqiyati. Fauziah. meski tidak jarang pula terselip rasa kecewa karena laporan mingguan tidak dibuat sesuai waktu yang sudah kami sepakati bersama. meski terkadang greget karena Anwar kelewat santai. bendahara yang kalau masalah keuangan sih tegas. Saya bisa jadi merupakan anggota kelompok yang paling berisik kalau bercanda dan yang terpenting paling galak kalau masalah laporan meskipun posisi saya bukan sekretaris utama. catur. Bahkan selama 32 hari di sana. Slamet dan Gerry. Naufal. hanya sekretaris dua. Namun sepengelihatan saya Anwar ini terlalu santai. Fauziah Umami. ekspektasi bogor yang dingin dan sering turun hujan pupus sudah dengan kenyataan di Tanjung Rasa. Tanjung Rasa ini istimewa. tronton. sebisa mungkin saya menghargai dengan tidak bercanda berlebihan dengannya. ini hanya sudut pandang saya saja. namun perlahan kartu uno. Sungguh jauh dari ekspektasi kami. tapi sehari-hari lebih banyak ga jelasnya. Salah ternyata saya menyetujui Hujantara sebagai nama kelopmpok kami. diam-diam pacarnya perhatian sekali. bus dan sejenisnya. Saya ini iri sebetulnya dengan mereka bertiga. biasanya bayu duduk di ruang tengah sambil pegang hp dan pakai . Hujantara ini bagi saya musibah kewajiban KKN yang berubah menjadi anugerah. tapi yaa masa orang lagi shalawatan saya marahi. Kalau di Jakarta setiap kali saya mengendarai motor saya pasti menyalip truk. Ah sudahlah. mau wudhu saja susah. Sejujurnya saya tidak terlalu banyak interaksi dengan Anwar karena kebetulan Anwar ini orang yang “agak” syar’i.lewat begantian di jalan raya. hujan hanya turun satu kali. Meski di awal tidak sedikit yang masih malu-malu dan diam seperti Isti. Rasanya tidak afdol jika membicarakan Hujantara tanpa menceritakan tentang mereka dan tentunya ini tidak sepenuhnya benar karena hanya pandangan subjektif saya. Karena merekalah saya bertahan. tidak pernah luput hari-hari saya dari canda tawa bersama mereka.

sesekali terdengar berbicara dengan orang lain di seberang sana. Mereka ini paling keras sekali kalau sudah tidak sepakat. Gerry. namun tentu tidak menutup komunikasi dengan yang lain. lagi-lagi ini hanya pandangan subjektif. Entah bawaan datang bulan atau bagaimana. tapi kalau masalah bercanda mereka ini masuk golongan gila yang segila-gilanya. Namun sejak minggu pertama Ismail selalu telat mengumpulkan dengan bermacam-macam alasan meski sudah berkali-kali diingatkan. Juga untuk mengantisipasi kemungkinan buruk seperti matinya listrik yang menyebabkan jaringan internet ikut mati. entah siapa. dua laki-laki yang selalu bersedia ada untuk cewek-cewek Hujantara. jadi secepat mungkin laporan dikirim di hari yang ditentukan agar kami tidak perlu mengurus ketertinggalan laporan ke PPM. Minta tolong apa saja siap. nyapu. Minta antar kapan saja siap.earphone. Reza. yang paling bisa diandalkan. Hendrika. Sesuai kesepakatan diawal bahwa laporan individu dikirimkan ke sekretaris paling lambat jam 5 sore agar sekretaris memiliki banyak waktu untuk memeriksa dan mengedit tulisan-tulisan yang EYD-nya kurang tepat atau banyak typo. Mereka berdua ini apa saja siap. Jam setengah sembilan malam laporan yang belum diserahkan ke saya itu . Sering gitaran bareng. mengajar. Terakhir. wkwk. jadi kuli untuk aduk semen. Silvy anak acara yang tidak pernah segan membantu saya dan Windi. Elisa. saking jahilnya Gempita selalu membuat ranjau cabai disetiap makanan yang dia buat. angkat batu dan ngecat tugu pun mereka siap. Mereka berdua ini yang paling sering saya ganggu saat main game. Hujantara juga punya makhluk jahil yang terkadang jahilnya kelewatan. Laila. kebetulan sejak minggu pertama juga kumpulan laporan individu ini saya sendiri yang mengerjakan. Terakhir kali masak. My Gempita. Alrahman. Duh maaf Bay. Gempita bahkan menaburkan masako dan lada bubuk ke dalam beras yang akan dimasak. paling peduli dan paling peka dengan permasalahan Hujantara adalah Windi dan Silvy. Selanjutnya adalah Naufal dan Slamet. Hal yang paling tidak bisa saya lupakan dari Hujantara adalah tragedi laporan minggu kedua. Entah dalam hatinya bagaimana. Saya pribadi tidak jarang bercanda gurau dengan mereka. dan Ismail adalah tim kuli pembangunan tugu yang menurut pribadi saya mereka ini pekerja keras tapi kepala batu juga. saya seperti sudah tidak bisa mengendalikan diri. Jangankan remeh temeh macam masak. Windi adalah satu-satunya BPH yang bisa diandalkan dan bisa saya ajak berdiskusi tentang masalah kelompok. Retno dan Farid mereka lebih sering terlihat bersama-sama dalam kegiatan apapun. tapi hebatnya mereka tidak pernah marah.

Bagaimana tidak. terlihat dapur tua yang sangat luas lengkap dengan tembok kehitaman bekas terkena asap dari tungku kayu. Tentu saja saya dan teman-teman panik bukan kepalang. Dua hari menjelang keberangkatan saya ke Tanjung Rasa pemilik rumah yang rumahnya akan saya tempati mengabari ketua kelompok saya bahwa rumah yang sudah deal tersebut ternyata akan diperpanjang kontrak oleh penghuni lamanya. Hendrika dan Alrahman berangkat terlebih dahulu ke Tanjung Rasa untuk mencarikan tempat tinggal. benar-benar lusuh. Tidak hanya itu. Tapi sejak kejadian tersebut akhirnya setiap individu memiliki kesadaran untuk mengirimkan laporan tepat waktu dan yang terpenting adalah sekretaris utama saya dengan sendirinya dia peka. bagaimana mau berangkat. sebentar juga selesai”.” Lalu seketika left grup kelompok dan mogok makan malam. c) Selayang Pandang Tanjung Rasa 32 hari bercengkrama memang membuat saya belum memahami Tanjung Rasa seutuhnya. tetapi juga dengan sendirinya bersedia membantu ketika teman yang lain membutuhkan. Rumah tua yang sesekali hanya dipakai cucunya untuk bermalam karena kebetulan sang nenek pemilik rumah sudah lama tidak ada. tempat tinggalpun mendadak tidak ada. Jahat? Iya sih. Bersyukurnya dari kejadian itu BPH langsung peka. wkwk. Ketika sebagian menganggap “Apaan sih tinggal nyatuin aja apa susahnya. Lalu saya menyusul mereka terlebih dahulu karena diantar orang tua. Meskipun mesti mengerjakan penyusunan laporan individu hingga lewat waktu isya setidaknya tragedi laporan minggu kedua tidak terulang pada minggu-minggu berikutnya. Lampu yang redup. mending gua tidur daripada ngomong kasar. Di hari keberangkatan mau tidak mau tiga orang teman saya yaitu Anwar. kamar mandi yang yaaa bisa jadi baru pertama kali saya . sekretaris utama dan yang lain Alhamdulillah membantu beban saya menyusun laporan meskipun sependengaran saya di kamar mendekati jam 12 mereka baru rampung menyusun laporan. Bukan hanya semata-mata memenuhi kewajiban. Dapatlah kami rumah tua lusuh di kampung Cibungur. Dengan keadaan emosi saya kirim chat ke grup BPH: “Urus laporan. Saya geletakkan saja laptop di ruang tamu lalu masuk kamar. Namun rasanya begitu naif jika 32 hari tersebut tidak sedikitpun rasa yang bisa dikenang saat kembali ke Jakarta. akhirnya mereka tahu bagaimana rasanya nyusun dan ngedit laporan orang sampai tengah malem.akhirnya saya tinggal. kebersamaan kami juga semakin rekat.

jangan-jangan satu bulan ini saya tidak akan bisa mandi. Sampai di hari kedua ada seorang ibu yang berpapasan di jalan dan bilang “Neng kalau mau wudhu itu di samping rumah ada keran. Kalau mau buang air atau mandi masuk aja ke rumah gapapa”. dinding dan pintunya hanya setengah badan saja. Selain rumah Rendi. Rendi sendiri juga sering main ke posko. meskipun terkadang ada rasa tidak enak. saya dan teman-teman juga membantu mengajar mengaji di masjid tersebut. Padahal setahu saya warga sekitar pun seiring kali mandi dan mencuci di sana saat musim kemarau. tanpa sebab yang pasti. bahkan keadaan kosan yang biasanya terkesan miris sekalipun. Namun setelah perundingan dengan pewaris rumah tersebut akhirnya disepakati bahwa kamar mandi akan dipasang banner sampai batas atap dan perempuan diizinkan menumpang kamar mandi di rumah-rumah sekeliling rumah yang saya tempati yang kebetulan juga semuanya masih satu keluarga. kehangatan dan kekeluargaan meskipun tentu tidak semuanya bersifat demikian. Akses air terbesar kami di blokir. enggan tinggal ditempat ini dengan keadaan yang berbanding 180 derajat dari keadaan di rumah. tempat tinggal saya ini penuh keramahan. Rumah mama Rendi ini ternyata memiliki tampungan air yang cukup besar. Saya mulai resah. Teman-teman yang laki-laki pun selalu saja ada yang menyempatkan shalat berjamaah di masjid meski jarak dari posko ke masjid lumayan jauh. Bagi saya. Namun sayang.lihat. . namun apa boleh buat. 3 rumah saya survey dan ketiganya bahkan tidak memiliki pintu kamar mandi. Boooom. Saya dan teman-teman juga tidak jarang numpang mandi ke rumah mama Rendi ini. dia adalah anak laki-laki kelas 1 SD yang tinggal di kampung ini. Entah ini ditempel oleh pengurus masjid atau masyarakat setempat. tapi setelah beberapa hari Rendi justru begitu dekat dengan saya dan teman-teman dan setiap hari datang ke posko untuk belajar. Di hari pertama saya berada disana. Anggota Hujantara yang perempuan sempat meributkan hal ini. di minggu kedua kami diusir secara halus dari masjid tersebut dengan tulisan yang terpampang di tembok “Dilarang mandi dan mencuci disini”. dengan kondisi kamar mandi yang demikian akhirnya saya memberanikan diri untuk menumpang buang air di rumah warga sekitar. sengaja biar pada bisa pake air pas kemarau. Awalnya malu-malu. Saya kira hanya tempat yang saya tinggali saja yang seperti itu. Belakangan saya ketahui bahwa ibu ini sering dipanggil Mama Rendi. saya dan teman-teman juga memanfaatkan kamar mandi masjid untuk MCK.

Saya sudah hampir tidak bisa melanjutkan perjalanan karena dehidrasi. Sepanjang jalan yang saya lalui hanya kebun. yang penting mereka bahagia. Masalahnya mereka tidak menggunakan alas kaki sama sekali. Di minggu pertama kami menerima undangan olahraga bersama dengan adik-adik Cibungur. setelah dua jam perjalanan akhirnya saya dan yang lain tiba di curug dan booooom. sudah terbiasa katanya. sekitar 300-400 meter dari posko. Tidak banyak . lingkungan dan sebagainya yang membuat saya semakin bersyukur dengan kehidupan yang saya miliki saat ini. Sudah satu jam perjalanan namun belum juga sampai tujuan. Jika jam 11 atau jam 12 malam saya atau teman-teman ingin cuci muka dan sikat gigi sebelum tidur. meski tidak sesuai permintaan karena awalnya minta senam lalu tiba-tiba diganti dengan lari pagi. Mungkin itulah satu-satunya aset desa yang paling berharga untuk kami. curugnya kering. Tidak ada warung dan saya tidak membawa persediaan air. Baiklah. beberapa petak terawat. Akhirnya saya dan teman-teman hanya bisa mengamini saja yang terpenting saya dan teman-teman bisa dekat dengan mereka di minggu awal ini. Mereka begitu bersemangat bermain sambil belajar di posko. Windi. Saat itu saya mulai khawatir dan tidak berhenti bertanya “ini kita kapan sampenya ya?” dan mereka selalu menjawab “sebentar lagi teh. namun ketika sampai di lokasi yang sudah dijanjikan. training dan kaos. Sampai di Cariu Indah ternyata adik-adik ini punya permintaan lain. Pagi itu saya berencana untuk senam bersama. adik-adik justru minta untuk lari pagi. sisanya dibiarkan liar seperti di hutan. saya sebagai pencinta lari pagi sepakat saja lagi pula saya juga sudah berpakain lengkap dengan sepatu. Tidak terlalu jauh bagi saya yang terbiasa lari pagi dari belakang FISIP hingga UMJ. meski jauh kantor desa adalah tempat terbaik untuk kami datangi karena saya dan teman-teman tidak mungkin bertamu ke rumah Rendi di jam istirahat. Bayu dan adik-adik kampung Cibungur menyambut baik permintaan adik-adik di Cibungur. Beruntungnya selain rumah Rendi dan masjid. Saya manut saja. Sepanjang perjalanan saya banyak mendengarkan curhatan mereka tentang keluarga. Isti. paling lima menit”. Saya bersama Silvy. sekolah. Tujuan awal saat itu adalah Cariu Indah. saya terasa seperti terkena jebakan batman wkwk. namun hal inilah yang justru tidak bisa lepas dari ingatan saya. kantor desa juga memiliki tampungan air yang cukup besar yang bisa dipakai kapan saja. begitu terus. Hal yang paling berkesan dan sangat melekat di hati saya adalah adik-adik Tanjung Rasa terutama di kampung Cibungur tempat dimana saya dan teman-teman tinggal begitu antusias dengan kehadiran kami. mereka bilang rindu main di Curug dan jaraknya tidak terlalu jauh hanya sekitar 30 menit dari Cariu Indah.

air yang dipancurkan dari atas. Apa yang saya dan teman-teman usahakan tidak akan ada . Atau mungkin panen berhasil meskipun hasilnya kurang bagus. menjadi pelajaran yang paling berharga yang tidak akan pernah saya dapatkan di perkuliahan HI. Paling tidak mereka bisa menutupi kebutuhan hidup sekeluarga saat sawah sedang tidak bisa digarap. Pulangnya tentu kami jalan lagi. Yang membuat saya prihatin adalah bahwa petani disana benar-benar hanya bertani. Beruntungnya saat itu akses PDAM mudah dan saat itu memang belum terlalu mahal. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika padi yang sudah dirawat sejak awal tiba-tiba gagal panen karena tidak ada air. perjalanan jauh yang tidak direncanakan itulah yang akhirnya merekatkan saya dengan adik-adik di kampung Cibungur. d) Harapan Tanjung Rasa dan sejuta hamparan sawah di dalamnya memiliki sejuta rasa ketika musim panen tiba. Lagi-lagi karena ketiadaan air. dua jam lagi. kisah hidup yang mereka ceritakan di sepanjang perjalanan membuat saya semakin bersyukur akan kehidupan yang saya miliki. Padahal saya sudah berharap sehabis lelah ini saya akan berendam di air dingin. Bahkan saya pernah beberapa kali jalan-jalan ke SD yang identik dengan banyaknya pedagang jajanan masa kecil ternyata tidak ada juga penjual makanan seperti yang saya bayangkan di sekolah-sekolah pada umumnya. Saya tahu persis bagaimana rasanya rumah tanpa air. Saya duduk saja di warung menghabiskan dua mangkuk indomie sambil menunggu mereka basah-basahan seadanya. dalam keadaan siang yang semakin terik dan mereka tanpa alas kaki. Saya pribadi ketika tahun 2000an pernah merasakan apa yang dirasakan oleh warga Tanjung Rasa. Namun saya bersyukur. lalu setelah itu sawah tidak lagi bisa digunakan. sungguh jauh di luar ekspektasi saya. tetapi ternyata jauh panggang dari api. Entah bagaimana kepala keluarga di sana harus membiayai kehidupan keluarganya terutama sekolah anak-anaknya. andai masyarakat disini terbiasa dengan kegiatan berwirausaha meskipun hanya kecil-kecilan. Sehari setelahnya barulah badan saya terasa seperti remuk dan terpaksa harus mencari tukang urut sampai Desa Antajaya agar kembali bugar dan bisa berkegiatan seperti semula. Namun apa yang terjadi jika yang datang lebih awal justru kemarau yang berkepanjangan? Warga Tanjung Rasa yang mayoritas petani padi tentu menggantungkan kehidupannya pada air. Tidak cukup rasanya saya dan teman-teman Hujantara mengadakan workshop kewirausahaan di Tanjung Rasa. dalam artian ketika sawah tidak bisa digarap mereka tidak memiliki pekerjaan lainnya. Saya sering kali berandai-andai. Namun selama 32 hari di Tanjung Rasa tidak banyak warga yang memiliki usaha sendiri.

Sekian. Karena bagi saya desa yang bahagia berawal dari kehidupan yang sejahtera. Besar harapan saya pemerintah setempat memberikan perhatian lebih untuk mengembangkan potensi warga desa Tanjung Rasa. Di era yang sudah serba canggih ini apa saja bisa dijual kemana saja. Sejahterakan warganya. bahagia desanya.artinya tanpa perhatian dari pemerintah setempat. . Pelatihan tidaklah cukup tanpa modal yang cukup. Asal diperhatikan dan terus dipantau perkembangannya saya yakin warga desa Tanjung Rasa mampu mandiri secara ekonomi.

KKN adalah suatu hal yang wajar. Tentu saja hal yang dinantikan setiap mahasiswa adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN).di cafe. Menurut saya. penyesuaian lingkungan. kerjasama tim. di warkop. Di kelas. berbeda dengan saya. seperti bertahan hidup. semua membicarakan topik yang sama yaitu KKN. Saya tidak memiliki alasan untuk mengikuti KKN. . Cerita KKN saya bermula ketika pada suatu pagi di ruang kelas. Bagi saya. Hanya sekedar pengabdian. saya mendengar obrolan teman-teman saya sedang membicarakan sesuatu. Sebagai mahasiswa tentunya menjadi hal wajar ketika mendengar kata “Tri Dharma Perguruan Tinggi”. Bagi saya. Saya sempat berfikir mengapa mereka sangat tertarik dengan KKN itu. Mulai dari “entar gue tinggal dimana”. berbeda dengan teman-teman saya yang selalu khawatir dengan KKN dan membicarakannya. yang setiap mahasiswa saling “klaim” terhadap pengabdiannya. seluruh kehidupan saya dan ketika saya menginjakkan kaki di Ciputat ini selalu saja tentang KKN. KKN yang orang katakan sebagai “sebuah pengabdian” adalah suatu kewajiban yang tak memerlukan alasan untuk melakukannya. “serem ga ya daerah gue?” “entar dijengukin pacar apa engga?” dan lain-lain. Mulai detik itu. apalagi motivasi hingga tujuan. Esensi itu adalah pengabdian bakti mahassiwa kepada negara dan bangsa. di perpustakaan. Sayapun penasaran terhadap apa yang sedang mereka bicarakan. “kami sedang berbicara tentang KKN”. Sehingga. di kantin. yang menganggap KKN adalah suatu hal yang biasa saja. kemudian saya menghampirinya lalu bertanya. “apakah ada air apa engga di desa gue”. saya terbiasa dengan keadaan-keadaan yang sama persis dilaksanakan ketika KKN. Namun. hal tersebut bukanlah hal yang substansial dan saya tidak suka membicarakan hal tersebut. Tak terasa saya sudah menginjak semester 6. Tanpa disadari secara tidak langsung saya sering melaksanakan esensi dari KKN itu sendiri. Saya merasa saya memiliki semua kompetisi itu sehingga saya tidak perlu membicarakan KKN dimana-mana. “ apa yang sedang kalian bicarakan ?” Teman saya menjawab. dan kuat menghadapi tekanan. Aulia Rahman Paradoks a) Realitas Itu Menyakitkan Nama saya Aulia Rahman. Namun yang selalu dibicarakan adalah hal-hal yang tidak subtansial. Saya adalah mahasiswa Ilmu Politik semester 6.

Tidak diberikan kemandirian dalam proses pembentukan kelompok. upgrade skill guru-guru di desa sehingga dapat memberikan suasana baru bagi pendidikan desa Tanjung Rasa. Pada saat terbentuknya kelompok KKN. apa yang ditawarkan oleh PPM tak lebih dari sebuah program tahunan yang dilaksanakan hanya demi melaksanakan tugas tanpa berdampak apa-apa terhadap mahasiswa. bermasyarakat. Program-program tersebut coba saya wacanakan terhadap teman-teman kelompok ketika kumpul. Yang pada awalnya saya memiliki ekspetasi tinggi terhadap teman- teman saya. Mulai dari melakukan edukasi tentang kehidupan berpolitik. Namun. baca tulis al-Quran. Survey yang kami lakukan selama 3 kali menghasilkan data-data geografis. Pada akhirnya kami diberikan kesempatan untuk melakukan survey terhadap desa. Setelah melakukan survey. program bidang pendidikan berupa pengajaran mata pelajaran umum. seminar teknologi hingga program pelatihan baris berbaris. membangun taman baca. Mereka hanya mengejar nilai. saya dikecewakan. saya kembali mengatur rancangan program yang akan dilaksanakan ketika KKN nanti. Mulai dari pembagian kelompok yang menurut saya kami diatur seperti anak kecil. menurut . KKN adalah suatu kewajiban yang tidak harus memiliki alasan untuk melakukannya. Hanya sekedar nongkrong. mata pencaharian. Ada yang dapat diterima. Mengapa saya berkata demikian ? karena apa yang saya rasakan dari sebelum KKN hingga setelah KKN semuanya amat berbeda. kami dilepaskan begitu saja dalam mencari sponsor yang pada akhirnya hal-hal remeh seperti itu diabaikan sehingga memberikan kecacatan bagi beberapa kelompok. dan bernegara. tidak mengejar substansi yang pada akhirnya semua itu tidak memiliki arti. Namun tidak semua orang menyadari hal tersebut. kami semua mencoba merancang sedemikian rupa agar dapat diterima oleh teman-teman lain. Sehingga. Namun setelah saya pikir-pikir apakah program yang saya rencanakan sesuai dengan realitas yang terjadi di desa. penduduk. saya memiliki ekspetasi tinggi terhadap kelompok ini. Mulai dari tidak terkonsolidasinya kelompok dengan baik. Sehingga.. Lebih banyak hal-hal yang non substansi dikerjakan daripada bersubstansi. karena saya sadar KKN ini adalah kerja tim bukan kerja individu walaupun nanti pada realitasnya akan berbeda. ada yang mendapatkan teman kelompok KKN yang tidak bertanggung jawab dan pola yang diberikan oleh PPM membuat mahasiswa hanya sekedar mengikuti tanpa mengerti apa makna dibalik KKN. dan main-main. dan apa saja yang dibutuhkan oleh desa. Sehingga saya mencoba untuk merancang program KKN sedemikian rupa sesuai dengan kompetensi saya dan teman-teman. ketawa. ada juga yang tidak diterima. Mulai dari pembangunan fisik berupa batas antar dusun.

saya KKN ini lebih baik diberikan proses Pembentukaannya terhadap mahasiswa agar lebih
memupuk rasa kesadaran, tanggung jawab, dan sensitivitas sosial. Disini PPM seharusnya
bertugas sebagai jembatan antara mahasiswa dan masyarakat dalam memberikan arahan dalam
bentuk apapun baik moral, moril, materil dan non materil. PPM harus bisa menggunakan status
UIN yang sudah PTNBH dalam mengunakan jaringan relasi untuk menemukan sponsor KKN.
PPM bersifat penjembatan biarkan mahasiswa yang melakukan sisanya. Tidak lagi menjadi
sebuah lembaga yang hanya mengerjakan tugas rutin tahunan. Sehingga melalui pengalaman
saya ini kedepan manajemen untuk pengelolaan KKN bisa ditingkatkan. Kita harus berkaca
dengan kampus-kampus besar seperti UGM dan UI. Dimana KKN bersifat pilihan dan
segalanya diberikan kepada mahasiswa untuk mengelolanya.

b) Serba-Serbi Manusia

Pertama kali bertemu dan terbentuknya kelompok ini saya menaruh ekspektasi besar
terhadap teman-teman kelompok saya. Namun ternyata ekspektasi tersebut jauh berbeda.
Selama satu bulan hidup bersama, saya tidak merasakan hal-hal istimewa ataupun terjalin suatu
hubungan pertemanan yang erat dengan kebanyakan teman-teman saya. Hal ini tidak lepas dari
beberapa perlakuan teman-teman saya yang agak mengecewakan. Mungkin alangkah baiknya
saya memperkenalkan teman saya satu persatu. Kita mulai dari ketua kelompok ini namanya
Anwar. Menurut saya, dia adalah orang yang baik dan ibadahya rajin. Namun dibalik itu semua,
kemampuan dia untuk memimpin kelompok ini kurang. Baik ide, gagasan, ataupun pemecahan
masalah terhadap suatu konflik yang terjadi didalam kelompok. Selanjutnya adalah sekretaris
1, namanya Fauziah. Dia adalah orang yang baik. Namun tidak memiliki tanggung jawab
terhadap jabatannya. Sekretaris 2 Annisa Fathia Hana. Kepada sekretaris yang satu ini saya
“mengangkat topi” atas segala kerjaan yang dia lakukan selama menjadi sekretaris.
Bertanggung jawab, memiliki ide dan gagasan dan tingkat mobilitas yang tinggi. Berikutnya,
bendahara 1 dan 2 namanya Bayu Saputra dan Windi Mutia. Mereka berdua adalah orang yang
rajin. Terbukti dalam setiap tugasnya dikerjakan dengan sangat baik dan tepat waktu, baik tugas
bendahara maupun tugas acara yang dibebankan kepada mereka berdua.

Kemudian, aset yang dimiliki divisi acara. Dalam divisi ini terdiri dari 4 orangterdiri dari
Gempita, Silvy, Istiqomatul dan saya sendiri. Divisi ini menurut saya sudah melakukan
tugasnya dengan baik, kreatif, dan pekerja keras. Pada beberapa kesempatan mereka
menunjukan semangat yang luar biasa dalam melakukan tugasnya. Seperti rapat hingga tengah

malam, memiliki gairah besar dalam melakukan agenda kegiatan, manajemen waktu yang baik.
Namun, menurut saya pribadi mereka kurang interaksi sosial.

Selanjutnya, teman saya yang bernama Reza, Retno, Laila, dan Elisa. Kelebihan dari
mereka berempat adalah baik dan mau melaksanakan tugas sesuai dengan pembagian yang
sudah ditujukan untuk mereka. Setidaknya mereka koperatif. Akan tetapi, mereka kurang
memiliki interaksi sosial, tingkat mobilitas yang rendah. Hal ini dikarenakan mereka suka
bergerombolan ketika pergi kemana saja, yang pada akhirnya berdampak terhadap kinerja
kelompok. Pernah suatu kejadian saya selaku ketua divisi acara sudah memberikan tugas sesuai
dengan hasil rapat kelompok kami pada malam hari. Namun keesokan harinya mereka masih
mempertanyakan kenapa mereka kesini, apakah perlu saya bersama teman-teman yang lain
kesini, “gue sama dia ya, itu ya, ini ya”. Mereka adalah orang yang sulit dipisahkan. Jadi, setiap
agenda selalu bersama-sama dan tidak bisa dipisahkan, bergerombolan. Hal tersebut menurut
saya memperlambat kinerja kelompok, buang-buang waktu dan tidak efisien.

Kemudian, ada teman saya yang bernama rifqiyati. Menurut saya pribadi rifqiyati ini
orangnya kurang bisa berinteraksi dengan baik. Baik dengan teman kelompok maupun dengan
masyarakat. susah bergaul dengan oang banyak. Sehingga membuat proses mengenal satu sama
lain antara saya dengan rifqiyati menjadi terlambat. Penilaian saya ini tidak terlepas dari
pengamatan yang saya lakukan. Selama KKN Rifqiyati menjadi salah seorang yang paling
sering berada di dalam kamar. Walaupun di penghujung KKN dia sepertinya sudah mulai
berubah.

Selanjutnya saya akan menceritakan teman laki-laki saya selama KKN. Teman-teman ini
bisa dikatakan sebagai penggerak, penggebrak dalam setiap agenda kegiatan kelompok KKN
Hujantara. Teman-teman ini terdiri dari Hendrika dan gery. Mereka orang yang memiliki
dedikasi tinggi terhadap tugasnya. Mempunyai permikiran terbuka. Jiwa sosial yang tinggi dan
penuh dengan gagasan, serta orang dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Kemudian ada Farid
orang yang menurut saya baik, punya gagasan dan ide namun tidak terbuka dengan kegiatan
yang dia jalankan, jiwa sosial yang rendah serta kurangnya interaksi sosial. Selanjutnya ada
Ismail, Selamet dan Naufal. Orang-orang yang misterius, namun memiliki komitmen dalam
melaksanakan kegiatannya selama KKN.

Dari semua penjabaran mengenai sifat dan karakter teman-teman saya, itu semua bukanlah
suatu karangan fiksi yang mengada-ngada. Semua itu berdasarkan pengalaman saya selama
KKN 1 bulan dan tinggal bersama dengan mereka. Banyak momen yang membuat saya cukup

kecewa dengan beberapa teman-teman saya. Mulai dari kurangnya gagasan dan ide ketika rapat
berlangsung. Teman-teman saya kebanyakan diam ketika ditanyakan pendapat mengenai suatu
permasalahan yang terjadi di kelompok kita. Orang-orang yang bersuara hanya beberapa saja
dan selalu saja mereka. Akhirnya, saya menilai mereka kurang gagasan dan hanya ikut-ikutan
saja. Lebih lanjut lagi ketika rapat berlangsung ada beberapa teman-teman saya yang
membahas hal-hal yang tidak substansi, seperti masalah begadang, yang menurut saya pribadi
masih banyak masalah penting yang harus dibahas selain itu. Kemudian teman-teman saya ini
kurang memiliki rasa kepekaan sosial yang kurang dan tidak memiliki inisiatif. Saya akan
memberikan gambaran untuk melihat bagaimana kondisi kelompok KKN saya selama berada
di desa Tanjung rasa. Kelompok saya ini tidak pernah melakukan apa yang dinamakan
“ngeliwet” baik dengan warga atau perangkat desa. Kurang lebih itulah gambaran bagaimana
kelompok ini kurang berinteraksinya dengan penduduk desa. Interaksi ada namun hanya
kepada orang yang itu-itu saja. Mengapa saya berani mnegatakan demikian, karena bagi saya
“ngeliwet” merupakan suatu kearifan lokal, yang menandakan bahwasanya ketika kita
melakukan apa yang dinamakan “ngeliwet” berarti kita sudah menyatu dengan warga, sudah
dekat dengan warga dan adan suatu ikatan sosial yang tidak bisa dijelaskan. Akhirnya ada
beberapa kejadian yang tidak menyenangkan yang kelompok kami alami. Mulai dari diusirnya
kami dari mesjid yang biasanya kami gunakan mandi oleh warga setempat dan pegurus mesjid,
kurangnya partisipasi masyarakat membantu kami dalam melaksanakan kegiatan, serta kami
mendapat cibiran dan teguran yang bersifat sindiran oleh pengurus karang taruna setempat di
minggu kedua kami melaksanakan KKN.

Beberapa teman kelompok KKN, menurut saya mereka tidak pernah menjalani kehidupan
di desa ataupun hidup ditempat orang yang berbeda 360 derajat dengan kehidupan yang mereka
jalani selama ini, sehingga mereka tidak siap menjalani pengabdian dalam KKN. Saya terbiasa
mengatakan selalu menaruh ekspektasi yang rendah ketika kalian berangkat KKN, seperti taruh
bayangan bahwasanya kita akan tinggal di tempat yang buruk, seram dan tidak enak. Jangan
hanya pikirkan enaknya saja. Hal ini saya tanamkan agar suatu saat ini ketika kita menghadapi
kondisi yang tidak mengenakkan ataupun berada dalam kondisi kita harus membuat pilihan
terburuk ditempat KKN kita siap. Tapi teman-teman saya ada yang tidak menerapkan pola
pemikiran seperti itu. Hal tersebut berdampak ketika proses pemilihan rumah Yang akan kami
tempati selama KKN. Pada mulanya, banyak penolakan dari teman-teman wanita saya terhadap
rumah yang saya pilihkan untuk kami tempati. Mulai dari kamar mandinya seram, dapurnya
yang jelek dan lain-lain. Padahal saya memilihkan rumah tersebut adalah rumah yang terbaik

guru. kelompok ini mampu memanajemen konflik sehingga masalah-masalah yang terjadi tidak berdampak pada kegiaatan yang terbengkalai atau tidak selesainya program KKN kami. padahal program tersebut memerlukan banyak bantuan. Terlepas dari semua kisah di atas. Aktifitas yang menjadi mata pencaharian para warga desa Tanjung Rasa adalah bertani. Hal ini disebabkan karena mereka tidak menaruh ekspektasi rendah ketika melaksanakan KKN. Mereka tega membiarkan saya. bukan sekedar program yang saya bawahi. bermain bersama. bahkan liburan bersama. Ada kemauan dan semangat walaupun memiliki kekurangan-kekurangan di atas. Contoh ketika saya melakukan program pembangunan fisik berupa tugu. dan Dinas Pemerintahan. mereka seharusnya tidak akan meninggalkan kami untuk mengerjakan hal tersebut.892. Berbeda mungkin dengan kelompok lain yang masih melakukan pertemuan paska KKN. wiraswasta. Karena bagi saya. Provinsi Jawa Barat. mengobrol dan bermain gitar. Menurut saya. memiliki nilai minus berupa saya tidak memiliki ikatan yang kuat setelah KKN dengan teman-teman. Jika mereka sadar bahwasanya program tersebut adalah program bersama. Saya adalah orang yang tidak terbiasa untuk memerintah. Gery. maskeran wajah. Namun. Sebagian teman-teman kelompok saya juga tidak memiliki inisiatif dan kesadaran.dari yang terbaik yang tersedia pada saat itu juga. setidaknya teman-teman saya memiliki itikad baik untuk melaksanakan KKN hingga akhir. mungkin saya akan memaklumi mereka tidak membantu saya jika mereka sedang melaksanakan program kerja lain. dengan mayoritas masyarakat . Mereka seolah-olah tidak tahu menahu dengan program yang lain. saya merasakan rasa sedih yang luar biasa. untuk seorang manusia yang sudah mahasiswa bukanlah lagi seorang makhluk yang harus diperintah-perintah seperti anak kecil. Hendrika. c) Inilah Aku Tanjung Rasa Tanjungrasa adalah sebuah desa yang berada di kecamatan Tanjungsari. Saya orang yang suka membangkitkan tingkat kesadaran idividu dengan diam sembari memberikan teguran secara halus agar kesadaran itu tumbuh. saya menjumpai beberapa teman saya yang tidur. Jumlah penduduk Desa Tanjungrasa sampai akhir Tahun 2017 tercatat sebanyak 6. Tapi apa ? ketika saya pulang siang hari ke rumah kelompok kami untuk melaksanakan sholat dan sekedar istirahat. buruh. Ismail untuk melakukan kegiatan tersebut. Sungguh itu adalah sebuah “tamparan” yang menyakitkan bagi saya. main gadget. kabupaten Bogor.

Menurut penilaian saya warga di dusun ini sangat kritis dan peka terhadap kejadian yang terjadi di desa. Banyak tunas- tunas bangsa yang akan bersemi di kemudian hari yang akan menjadi tonggak penerus dalam . ada beberapa kekecewaan dari masyarakat desa kepada kepala desa. Mulai dari arogansi bapak kepala desa. di beberapa dusun kurangnya rasa gotong-royong antar sesama warga. Mereka menyambut kita layaknya seperti keluarga. Kios/Toko 35 Buah. Dusun 1 Mekarsari. Menurut saya pribadi ada beberapa alasan mengapa masyarakat desa Tanjung rasa seperti itu. Dusun 5 Sodong. Posyandu 8 buah. SLTP/MTS 1 buah. Para warga desa hanya mau berkerja jika diberikan uang roko atau diiming-imingi uang untuk mengikuti program kerja kami. Desa Tanjung rasa terdiri dari 6 dusun. Lapangan sepak bola 1 buah. Dusun 4 Bunder Jaya. Budaya material masih sangat kental. saya menaruh harapan besar kepada desa Tanjung rasa. Dari semua dusun yang saya jumpai dan melaksanakan program. kerja saya memiliki kesan indah dengan Dusun 4. Dusun 2 Cibungur. Itu terlihat dari sedikitnya masyarakat yang membantu kami ketika melakukan pembangunan fisik. Hal itu tidak lepas dari konflik internal yang terjadi di warga desa dengan kepala desa. Disana warganya memiiki jiwa gotong royong yang besar. kemudian bapak kepala desa kurang bisa menghimpun warga dan meninggalkan warga desa yang ketika pemilihan terjadi di tahun 2014 tidak mendukung dan memilih dia. Terlihat dari ketika kami melaksanakan program kurangnya partisipasi aktif dari msyarakat setempat di beberapa Dusun. Secara kesulurahn kehidupan sosial masyarakat sangat buruk. Terlihat dari banyaknya warga yang membantu kita dalam melaksanakan program. Kemudian. d) Bersemilah Tunas-Tunas Bangsa Di akhir cerita. Kemudian adanya tindakan monopoli kekuasaan dan perlindungan kepala desa terhadap pemilik warung miras yang tentu saja tidak disukai oleh beberapa tokoh agama setempat. bantuannya baik berupa materil maupun non materil yang bahkan mereka pun tidak mampu secara materil. baik membangun tugu dan pengecetan gapura. SD/MI 5 buah. Dusun 4 ini juga yang menjadi dusun terbelakang dari beberapa dusun yang ada. Menurut hasil penelusuran saya. Dusun 6 Tegal Asem. Aset bangunnan yang dimiliki : taman kanak-kanak 2 Buah. Terlihat dari sikap kritis ini warga dusun 4 sudah hampir setahun tidak pernah mengikuti agenda desa. Dusun 3 Dharma. Hal ini merupakan bentuk kekecewaan warga dusun 4 terhadap kepemimpinan kepala desa. Musholla 15 buah. Beberapa penduduk desa dari dusun 4 mau membantu kami melaksanakan program di dusun yang bukan mereka tempati. Masji 12 buah. SMU/SMA/SMK/MAN 1 buah.beragama Muslim.

Akan tetapi. berbangsa dan bernegara. . Inilah sendu yang saya rasakan di KKN tahun ini. Dan alhamdulillah semua program yang saya bawa tepat sasaran dengan apa yang dibutuhkan oleh desa pada saat itu.berjalannya roda kehidupan bermasyarakat. KKN dapat membangun karakter sekaligus menghancurkan kehidupan seseorang. bangun desa. Sehingga ketika saya menjadi warga desa setempat. Ketika bekerja di antara setumpukan manusia apatis yang tidak memiliki sensitivitas sosial dan kepekaan yang tinggi maka hanya sendu yang dirasakan. remaja dan pelajar desa bahwa sukses bukanlah tentang kerja di kota. kita angkat kebudayaan dan kearifan lokal serta memajukan potensi yang ada. Pada akhirnya inilah yang dinamakan paradoks. Saya akan membuat diskusi ringan dengan anak-anak. Ketika kita sudah berilmu pulanglah ke desa. Kejarlah ilmu sampai ke negeri China. saya akan melakukan program pengembangan yang bersifat pendidikan atau edukasi anak usia dini. Walaupun tidak signifikan namun berpengaruh dan berdampak bagi warga desa. lebih menyadarkan bahwa pendidikan dan pengetahuan adalah hal yang terpenting. berdasi dan banyak uang. bunder jaya agar masyarakatnya dpat menikmati hidup yang layak. Saya akan membangun dusun-dusun tertinggal seperti dusun 4.

Sebelum saya menceritakan pengalaman saya selama Kuliah Kerja Nyata (KKN) saya ingin menjelaskan dulu apa arti dari KKN tersebut. yakni di Kampus. in campus. KKN ENJ. saya dan teman-teman mengadakan kumpulan terlebih dahulu agar kita saling mengenal satu sama lain karena pada saat itu semua anggota tidak hadir jadi kami hanya berbincang-bincang sebatas perkenalan saja. saya dari Fakultas Ushuluddin jurusan Ilmu Al- Qur’an dan Tafsir. diantaranya. Saya disini ingin menceritakan apa-apa yang telah saya alami selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN (Kuliah Kerja Nyata) ini merupakan salah satu mata kuliah atau praktik kuliah di suatu perguruan tinggi. Dan di semester 7 ini saya telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bukti nyata pengabdian kepada masyarat. Sebagaimana telah menjadi salah satu kegiatan wajib atau Mata Kuliah wajib di setiap Universitas yakni pengabdian kepada masyarakat yang di laksanakan di semester 7. Di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini terdapat beberapa kategori KKN. Kuliah Kerja Nyata (KKN) di mulai pada tanggal 20 Juli sampai dengan 20 Agustus. Pada Tahun 2018. KKN (Kuliah Kerja Nyata) adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa yang di tempatkan di berbagai tempat. Desa. KKN Reguler. Bangsa Maupun Negara selama satu bulan lamanya. KKN (Kuliah Kerja Nyata) ini di adakan untuk mahasiswa tingkat akhir (semester 7) yang terdiri dari berbagai Fakultas dan Jurusan. Setelah pembekalan selesai saya dan teman-teman kelompok tidak langsng bubar tetapi mengadakan kumpulan atau rapat terlebih dahulu untuk melaksanakan survey ke tempat yang akan kami singgahi yakni di daerah Tanjungrasa Desa Tanjungsari Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor. Setelah itu saya dan teman-teman mengikuti acara pembekalan KKN pada tanggal 27 April 2018 di gedung Auditorium Harun Nasution. Elysa Fauziah Alhamdulillah KKN Beres  a) KKN banget nih? Assalamua’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh Perkenalkan nama saya Elysa Fauziah. Pada saat itu Ppm membagi jadwal pembekalan menjadi beberapa gelombang dan saya berada di gelombang terakhir karna nama saya ada di kelompok 183. Sebelum saya melaksanakan KKN. Saya dan teman-teman mengadakan rapat di . Pada acara pembekalan tersebut semua peserta KKN diberikan panduan dan arahan untuk mengikuti kegiatan KKN. KKN Kebangsaan dan Bersama. dan KKN International.

Sesampainya kami disana langsung menemui Bapak Kepala Desa ke rumahnya karena pada saat itu hari sabtu dan dinas hanya setengah hari. setelah itu kami merencanakan kumpulan atau rapat dengan dosen pembimbing kami untuk membicarakan survey ke tiga bersama Ibu Titik dan akhirnya kami sepakat untuk mengadakan survey ke tiga setelah lebaran Idul Fitri. saya ingin berbagi ilmu serta pengalaman yang saya miliki untuk masyarakat. Alasan saya mengikuti KKN karena saya ingin mengasah seberapa banyak kepedulian saya terhadap masyarakat. logo.15. kami tidak sempat untuk membereskan rumah dan akhirnya kami memutuskan untuk istirahat. Sesampainya kami disana. Dan seperti biasa setelah selesai itu kami melaksanakan kumpulan untuk membicarakan keberangkatan ke lokasi. Dan keesokan harinya kami melakukan brefing untuk mempersiapkan acara pembukaan di Desa Tanjungrasa. Setelah adanya pembagian dosen pembimbing kami langsung menghubungi nya dan langsung membuat grup whatsap baru agar lebih gampang berkomunikasi. M.Si. kami langsung menurunkan barang-barang yang kami bawa kedalam rumah yang akan kami singgahi selama satu bulan ini. Oiya saya dan teman-teman kelompok mendapatkan dosen pembimbing dari Fakultas Sains dan Teknolongi yakni Ibu Titik Inayah. ketua MUI dan yang lainnya. Pada tanggal 17 juli 2018 peserta KKN diminta untuk menghadiri acara pelepasan KKN di gedung Auditorium Harun Nasution masing-masing kelompok 10 orang. program kerja.00 sampai dengan selesai. pembuatan proposal.Lobby Tarbiyah dimana pada saat itu ada 19 orang karena semua anggota hadir dalam pembekalan.00 dan sampai ke lokasi sekitar pukul 12.00 dan kami sampai ke lokasi sekitar pukul 21. saya juga ingin merasakan bagaimana rasanya berbaur dengan masyarakat desa. Karena waktu sudah malam. anggaran. Setelah kami bertemu dengan Bapak Kepala Desa.00. Keesokan harinya kami melaksanakan survey ke lokasi pada pukul 08. kami meminta izin untuk melaksanakan KKN di tempat tersebut. Acara pelepasan tersebut dimulai pada pukul 08. Jadi pra KKN atau sebelum kita melaksanakan KKN ini diisi dengan struktur organisasi. Dalam kumpulan tersebut kami membicarakan siapa saja yang akan berangkat survey ke Tanjungrasa. . tempat tinggal dan keperluan KKN lainnya. Dan setelah berjalannya waktu kami mengadakan survey kedua tetapi pada saat itu kami belum mengetahui siapa dosen Pembimbing kami karena belum ada pembagian dosen pembimbing dari Ppm nya. Saya dan teman-teman kelompok berangkat ke lokasi pada tanggal 18 juli 2018 pukul 17. Pada acara tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta beserta stap-stapnya.

Keesokan harinya kami atur jadwal piket agar nantinya bisa dibagi antara yang bertugas piket dan bertugas keluar untuk melaksanakan program kerja. Tapi setelah satu rumah sama teman-teman kelompok saya. Alhamdulillah setelah tingga minggu berjalan semua teman-teman kelompok 183 tidak ada konflik apapun hanya saja ada yang berkubu tapi masih netral-netral aja sih. ada yang mau kerja tapi harus di suruh dulu. Retno orang yang polos. ada yang sering pulang dan masih banyak yang lainnya. Tugas piket disini yaitu belanja ke pasar. waktunya saya piket. Kami semua sepakat piket satu kelompok satu minggu berturut-turut. semuanya baik-baik saja. dan dia orang yang pandai menyembunyikan rasa kesal . dan selalu nurut jika di suruh sama siapapun. Anwar selaku ketua kelompok yang super sabar. menjaga rumah. Laila mempunyai sosok yang ke ibu-an. Motivasi saya mengikuti KKN yaitu mengasah kemampuan saya di masyarakat dan mampukah saya bersosialisasi dengan program-program yang konkret yang akan saya jalani bersama teman-teman yang lain. tetapi dia kurang tegas sehingga terkadang teman yang lain menyepelekan dia. ada yang gampang berbaur dengan semua orang. Seiring dengan berjalannya waktu. rasanya pikiran bebas karna tidak harus mimikirkan akan makan apa hari ini?. b) Babak bubuk keluarga hujantara 😁 Pada awalnya saya merasa bingung ketika KKN karena saya tidak mempunyai teman dekat satu pun di kelompok saya. Masuk di minggu ke tiga. Genap dua minggu sudah mulai kelihatan watak-watak mereka semua. kalo berbicara sama orang suka ceplas ceplos. Setiap pagi saya pergi ke pasar untuk belanja setelah itu mempersipkan masak untuk makan siang dan makan malam. saya merasa nyaman karena mereka semua baik. Bosan rasanya setiap hari hanya mengurus rumah dan masak. semua pekerjaan rumah di kerjakan bersama-sama. Kami juga sering mengadakan evaluasi setelah melaksanakan program kerja. dan membakar sampah karena di desa sana tidak ada pengangkatan sampah. ada yang pendiam. mengerjakan pekerjaan rumah.dan yang terutama alasan saya mengikuti KKN ini karena wajib diikuti oleh setiap mahasiswa sebagai syarat kelulusan. karena yang piket tidak boleh kemana-mana. karena belum ada jadwal piket. Di tempat kami juga ada banyak anak-anak yang sering ke bescamp (tempat kami tinggal) setiap malam untuk belajar bersama dan kami dibagi tugas untuk mengajarkan anak-anak tersebut. masak. Seminggu kami disana. Tapi di waktu yang senggang saya curi-curi waktu untuk pergi keluar dan kadang saya ikut bertugas menjalankan proker. Setelah satu minggu berturut-turut akhirnya sudah terlewati. Satu hari setelah kami sampai di lokasi KKN. akhirnya saya dapat memahami juga sifat dari teman-teman kelompok saya.

dia orang yang bertanggung jawab tetapi dia kurang beraur dengan yang lain. Silvy orang yang paling tepat waktu. dan saya juga orang yang suka tidur jika tidak ada kegiatan. dia baik. suka nyanyi atau sholawat. dan dia juga kadang ngeselin. Dan saya? saya orang yang kurang aktif dalam rapat. Hendrika yang mempunyai rambut gondrong. dan dia pandai menasehati orang lain karena ke pekaan nya tersebut. dan dia orang yang sangat moodyan. dia peka terhadap orang lain. Reza orang yang sangat peduli terhadap orang lain. Anisa orang yang netral. sedih. dia pintar bermain gitar. dan dia orang yang aktip di grup whatsApp. Gempita orang yang baik. Banyak hal yang dilalui bersama. Gery orang yang pendiam tetapi sekalinya becanda bikin semua orang tertawa. aktif dalam rapat. Windi orang yang baik. dan susah untuk berbagabung dengan orang lain. mandiri. kadang aktif dalam rapat dan dia juga gampang bergabung dengan siapa saja. tidak semua saya tulis karena terlalu panjang jika saya menceritakan semuanya tentang mereka. Semua itu telah saya lalui bersama teman-teman yang lain. Farid orang yang kebapaan. pintar bermain gitar. dia baik dan suka becanda tetapi becandaan nya dia kadang suka garing. saya orang yang tidak betah diam di rumah. dan dia suka membantu orang lain. Slamet orang yang paling rajin di antara laki-laki yang lain. Noval lelaki yang lembut padahal dia orang batak. Bayu bapak bendahara kita. dia pintar menari. Itulah sedikit gambaran mengenai teman-teman kelompok saya. dia bergabung dengan siapa saja. dan dia paling hobby becandain orang. dan dia oang nya bertanggung jawab. Rifqiyati dia juga pendiam. bisa menebak karakter orang lain. awal nya dia pendiam. Ismail orang yang telat masuk grup KKN. tidak egois dengan mementingkan kemuan saya sendiri. Semua masalah apapun yang kita hadapi semuanya teratasi karena kami saling melengkapi dan saling melebur bersama dalam satu tujuan. dia pintar memasak dan dia pintar bergaul dengan siapapun. .terhadap orang lain. Pengalaman yang membuat saya lebih dewasa. dari mulai senang. dan dia sekertaris yang tegas. aktif dalam rapat. dan dia bertanggug jawab. jujur. dan dia suka membantu orang lain. lebih mengerti sifat orang. sering diam di kamar. kreatif tetapi dia sering pulang. Rahman seorang yang humoris. dia pendiam. Pengalam selama KKN disini tidak akan saya lupakan tetapi akan saya ingat sampai nanti dan mungkin akan saya ceritakan kepada anak saya nanti. suka dan duka seolah telah menjadi bumbu dalam bagian pengalaman KKN ini. Semua yang telah saya lalui akan saya jadikan sebagai pengalam hidup yang sangat berkesan. telat juga ikut KKN karena dia abis kecelakaan. paling sering belajar gitar diantara perempuan yang lain. Isti awalnya dia pendiam tetapi setelah bergabung dengan lima temannya dia mulai aktif berbicara. Selalu ada yang mengalah jika ada masalah dan selalu ada yang bersikap dewasa sehingga semuanya tidak menjadi pecah belah. Fauziah sekertaris kita.

Jumlah penduduk desa tanjung rasa sebanyak 6829. Dalam bidang pendidikan pun para orang tua tidak terlalu memperhatikan pendidikan anaknya sehingga masih banyak lulusan SMP dan SMA dan para orang tua juga tidak terlalu memperhatikan kualitas sekolah mana yang bagus atau tidak. dan dusun 6 Tegal Asem. Dan bahasa yang dipakai sehari-hari yaitu bahasa sunda. Untuk masalah pendidikan masyarakat Desa Tanjung Rasa yang tidak tamat SD sebanyak 1923 orang. Penduduk disana Alhamdulillah menerima kedatangan kami dengan hangat. Di desa Tanjung Rasa ini mata pencaharian warga desanya nya yaitu petani. dan tamatan Perguruan Tinggi sebanyak 11 orang. Efeknya. dangdutan dan yang lainnya. guru. mengembangkan apa yang ada di desa dan mempertahankan apa yang sudah ada di desa sehingga semuanya bisa bermanfaat. Satu bulan telah memberikan arti hidup yang tidak hanya untuk diri sendiri tetapi hidup dalam bermasyarakat.617 orang. dusun 3 Darma. Awal kami datang kesana penduduk sana sangatlah baik. wiraswasta. dusun 5 Sodong. Tamatan SD sebanyak 1398 orang. c) tanjungrasa punya! Desa Tanjungrasa kecamatan Tanjungsari kecamatan Cariu kabupaten Bogor. Oiya saya dan teman-teman tinggal di cibungur atau di dusun dua. dusun 2 Cibungur. jaipong. Setelah beberapa hari kami disana ternyata sumur tetangga juga sudah mulai kering.bertanggung jawab dan yang lainnya. Jangan berhenti mencari pengalaman karena pengalaman bisa di jadikan sebagai pembelajaran untuk kita nanti menghadapi kerasnya kehidupan yang sesungguhnya. menawarkan kami untuk mandi di rumahnya karena di rumah yang kami singgahi sumurnya sudah kering. Penduduk Desa Tanjung Rasa masih kental dengan tradisi nenek moyang terutama dalam bidang budaya. dusun 4 Bunder. dan juga dinas pemerintahan. Terlihat jelas penduduk Desa Tanjung Rasa untuk masalah pendidikan masih ternilai rendah. Penduduk disana dominan beragama islam. tidak ada lagi air. rata-rata pekerjaan hanya terbatas dan mayoritas pekerjaan penduduk Desa Tanjung Rasa yaitu petani dengan jumlah sebanyak 1. mengadakan hiburan-hiburan misalnya topeng. tamatan SMA sebanyak 204 orang. dimana desa tanjungrasa terdiri dari 6 dusun yakni dusun 1 Mekarsari. mereka mengadakan syukuran bumi satu tahun sekali pada acara 17 agustus dengan membuat tumpeng. Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman semua karena sudah menjadi bagian dari pengalaman saya yang berharga. buruh. dan akhirnya kami bingung harus nyari air kemana . tamatan SMP sebanyak 429 orang.

Sedih memang. ngobrol masalah program apa yang belum terlaksana. malu karena tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada saya. kami disini hanya numpang dan tidak ada hak buat marah. Setelah selang beberapa minggu entah kenapa kami tidak boleh mandi. apa salah kami sehingga kami tidak boleh memakai air disana untuk mandi dan nyuci padahal kami tidak mengotorinya dan tidak membuang sampah sembarangan. Kami bingung. Tapi Alhamdulillah penduduk cibugur mengizinkan kami untuk mandi. tidak seperti saya yang sering malas-malasan. nyuci. saya merasa harus berubah. Di mulai dari mengajak nonton pertandingan volly. d) Angan-angan Harapan saya jika tinggal di desa saya ingin sekali seperti mereka yang hidupnya penuh semangat. Mereka yang setiap hari dari sesudah subuh sudah mempersipkan diri demi mencari uang untuk kebutuhan hidup mereka sedangkan saya yang hanya menuntut ilmu saja masih bermalas-malasan. Akhirnya teman-teman laki-laki langsung menemui Bapak Kepala Dusun untuk mengklarifikasi masalah ini. Setalah itu kami berfikir unuk mandi ke Kantor Desa. Alhamdulillah kami senang. Rasanya sedih sekali hati ini. tapi setelah adanya KKN ini. mengajak kami untuk ngobrol-ngobrol masalah air. Banyak hal yang ingin saya lakukan untuk penduduk desa. satu minggu sebelum kami berakhir KKN kami diajak oleh salah satu warga untuk menonton pertandingan volly ke gor TanjungSari. kadang saya berfikir. dan memperbaiki diri saya. nyuci dll disana. dan wudhu di mesjid yang dekat dengan rumah kami. Di mulai dari hari itu. karena sedikit banyak saya sudah merasakan apa yang mereka rasakan. Setidaknya pengalaman ini dapat dijadikan awal . Disana airnya banyak tetapi lumayan jauh dengan tempat tinggal kami. ingin marah tapi ini bukan desa kami. tapi semuanya saya jadikan ini sebagai pengalaman yang tak akan terlupakan. kami merasa baru ada warga yang merangkul kami. Penduduk sana tetap tidak mengizinkan kami untuk memakai air disana kecuali untuk wudhu. mengajak untuk ikut andil dalam gerak jalan sekecamatan Tanjung Sari dan banyak lagi yang lainnya. Tetapi apa boleh buat meski jauh tetap kami lakoni. Setelah berjalannya waktu. Mungkin ini sebagian dari ujian kami selama KKN. tetapi tidak berhasil. kami merasa punya orang tua angkat yang bersedia mengarahkan dan memberikan informasi-informasi yang baru kepada kami.lagi. harus memakai motor karena melewati jalan raya. kadang harus bonceng tiga dan harus bawa-bawa cucian kesana.

baik secara perkataan ataupun perbuatan. Banyak ucapan terimakasih saya ucapkan kepada berbagai pihak PPM UIN Jakarta yang telah mengadakan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) sebagai program wajib di ikuti oleh mahasiswa. Terimakasih juga kepada masyarakat desa Tanjung Rasa yang telah menyambut kedatangan kami dengan hangat. Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Kusnadi selaku Bapak Kepala Desa yang telah mengizinkan kami melakukan Kuliah Kerja Nyata atau pengabdian kami kepada Masyarakat. baik ilmu yang saya erikan secara langsung atau tidak langsung. terimakasih juga saya ucapkan kepada teman-temn kelompok 183 yang telah mencurahkan semua tenaga. belajar dan terus berkarya. Satu bulan KKN telah mengajarkan kepada saya banyak pengalaman. Semoga semuanya mejadi lading ilmu saya di hari akhir nanti.untuk memberdayakan mereka. yang telah memeberikan masukan juga kepada kami. dan saling membantu dikala senang dan susah. Dan terimakasih juga kepada tetangga rumah yang dekat dengan tempat tinggal kami karena sudah mengizinkan kami numpang mandi. Semoga ilmu yang saya berikan kepada masyarakat bisa bermanfaat. mengikuti program kerja kami. Si. saling bertukar pikiran. Ibu Titik Inayah M. dan mewujudkan masyarakat desa yang memiliki mental spiritual yang baik dalam upaya pembangunan sosial. Mewujudkan lingkungan desa yang bersih. Semoga pengalaman KKN ini menjadikan kami khususnya saya pribadi yang siap menghadapi rintangan dengan terus beribadah dan menginggat Allah. Amiinn . Selamat dan sukses untuk kita semua. materi. saling menasehati. mengajarkan juga kepada saya bahwa ilmu tidak akan bermanfaat bila tidak di amalkan apalagi ilmu itu hanya untuk diri sendiri. nasihat. dan yang lainnya. Mulai dari mengembangkan Sumber Daya Manusia yang lebih produktif. dan juga telah mendudukung kelompok kami. Yang sudah membingbing kelompok 183 dari awal sampai akhir. Terimakasih sya ucapkan juga untuk Dosen Pembimbing saya. saling mengerti satu sama lain. teguran. membantu program kerja kami. memeberikan perhatian.

Beliau adalah mahasiswa dari Universitas Muhamadiyah Prof. selain itu saya juga ingin terbiasa hidup mandiri dan bertanggung jawab terhadap apa yang telah saya lakukan. kreatif. Saya pun sudah memiliki pandangan tersendiri mengenai kegiatan KKN sehingga saya pun ingin mengikuti kegiatan tersebut. saya berusaha mencari informasi mengenai kegiatan ini. Sejak pertemuan saya dengannya. Saya juga berniat untuk membantu meningkatkan nilai pendidikan di dalam desa tersebut agar tidak ada lagi anak-anak yang belum dapat membaca . sedangkan di fakultas lainnya sudah menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahun sekali. Fauziah Umami Tanjungrasa Bercerita a) Kisah gelap makna KKN Pada awalnya saya tidak mengerti dan tidak paham tentang kegiatan KKN. Saya mencoba mempertanyakan segala hal mengenai kegiatan KKN yang dilaksanakan selama satu bulan terutama tentang pelaksanaan program yang ia selenggarakan di sana. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini menjadi salah satu program kegiatan terbaru bagi angkatan saya tahun ini. Pada awalnya informasi mengenai KKN ini belum terlalu jelas dan kabar mengenai kegiatan ini pun masih dapat dikatakan belum mendapat persetujuan dari ketua jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. ia pun juga menceritakan pengalamannya baik suka maupun duka selama di sana dan bagaimana kita hidup bersama dengan teman kelompok kita yang memiliki sifat yang berbeda selama satu bulan. Saya juga ingin memberikan perubahan terhadap desa yang akan menjadi tempat lokasi KKN kami nanti untuk dapat menjadi desa yang lebih maju. Selain itu. alhamdulillah akhirnya saya mengerti dan paham tentang kegiatan KKN yang akan saya ikuti pada bulan Juli mendatang. Saya juga berniat untuk membantu anak-anak yang ingin belajar sehingga mereka senantiasa semangat dalam belajar dengan cara- cara yang menyenangkan. karena pada angkatan sebelumnya belum ada kegiatan KKN di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Terdapat beberapa alasan yang menjadi dasar adanya keinginan untuk mengikuti kegiatan KKN adalah saya ingin meningkatkan kemampuan saya dalam bersosialisasi dengan masyarakat. serta produktif sehingga mereka dapat menjadi Sumber Daya Manusia yang siap bersaing dan mampu meningkatkan nilai jual mereka. Sebelum saya mendaftarkan diri untuk mengikuti kegitan KKN. Hingga pada akhirnya saya bertemu dengan kakak kelas saya saat di SMA yang kebetulan telah mengikuti kegiatan KKN pada bulan Februari lalu di Desa Cihanjawar. Hingga pada saat pertengahan perkuliahan semester 6 informasi mengenai kegiatan KKN ini mulai disebarluaskan. Ia juga mengatakan bahwa selama KKN kita dilatih untuk dapat bersosialisai terhadap masyarakat dan mempu membangunkan potensi masyarakat agar dapat berpikir lebih maju dan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang sedang mereka hadapi. Akhirnya ia pun memberikan informasi yang saya butuhkan sebagai bekal saya dalam mengikuti kegiatan KKN yang akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang. tetapi alhamdulillah kami baru merasa yakin setelah ketua jurusan kami memberikan informasi mengenai kegiatan KKN tersebut. Pada awalnya kami selaku mahasiswa jurusan PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) masih meragukan berita tersebut hingga akhirnya kami mencoba tidak mendaftarkan diri sebelum mendapatkan informasi lebih lanjut dari ketua jurusan. Purwakarta. Hamka (UHAMKA) jurusan Pendidikan Agama Islam semester 8.

para peserta workshop diperlihatkan berbagai macam aneka . membuat bross yang dapat digunakan sebagai pernak-pernik ketika sedang berpergian sehingga dapat mempercantik penampilan selain itu juga dapat dijadikan sebagai ladang usaha yang menguntungkan. menulis. selain itu adalah membuat hiasan bunga dengan menggunakan kertas. Kegiatan KKN menjadi salah satu wadah dengan beberapa target pencapaian terhadap program yang telah dibentuk untuk memajukan desa yang dituju sebagai lokasi KKN. maka saya pun sudah mulai memiliki keyakinan dan kepercayaan diri bahwa saya mampu untuk mengikuti kegiatan KKN ini. Kegiatan KKN ini mendapat sambutan hangat dan perhatian dari masyarakat karena mereka telah merasakan berbagai macam manfaat dari berbagai macam program yang telah diselenggarakan. Hal ini tersebut dapat saya rasakan selama saya berada di tempat KKN karena masih banyak masyarakat yang mempertanyakan tentang manfaat pendidikan usia dini. dan berhitung serta dapat membantu mereka untuk mengenai berbagai informasi terbaru dan menarik serta bermanfaat yang dapat mereka amalkan atau praktikan dalam kehidupan sehari- hari. namun setelah saya mengetahui pengalaman teman saya yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan sedikit informasi selama kegiatan KKN. dan sebagainya serta dilanjutkan dengan praktik pembuatan piring dengan berbahan dasar stik es krim. karena saya sudah memiliki niat dan tujuan yang harus saya capai selama di sana. Menurut saya kegiatan KKN ini dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat desa untuk dapat mengenal lebih jauh terhadap pentingnya pendidikan. Pada awalnya saya menganggap bahwa diri saya belum cukup mampu dalam mengikuti kegiatan KKN. Sebelum praktik dimulai. selain itu. Selain memberikan pengetahuan berupa kewirausahaan. Pada saat kegiatan workshop. Salah satu praktik kewirausahaan yang telah saya lakukan di sana adalah dengan memberikan tutorial dalam pembuatan piring menggunakan stik es krim. selain itu masyarakat juga dapat meningkatkan potensi yang ada di dalam dirinya sehingga dapat lebih produktif dan kreatif untuk meningkatkan kemampuan dalam bekerja. saya juga berusaha untuk memberikan pelatihan kepada mereka berupa workshop kepada masayrakat desa agar dapat berwirausaha dengan modal yang sedikit namun penghasilannya dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.karena tidak mampu untuk membayar biaya pendidikan dan belum sadar akan pentingnya pendidikan usia dini. ibu-ibu diberikan materi tentang pentingnya berwirausaha. Beberapa kompetensi atau kemampuan yang saya dapat berikan kepada masyarakat selama di sana adalah berupa sedikit ilmu dalam mengajarkan anak-anak dalam membaca. Berbagai macam program yang telah dilaksanakan akan dijadikan sebagai bahan perbandingan terhadap tingkat kemajuan dan keberhasilan dalam penyelenggaran kegiatan KKN. Saya juga sering bertukar informasi kepada masyarakat desa mengenai kegiatan perkuliahan dan pentingnya pendidikan bagi masyarakat. Salah satunya adalah penyelenggaraan workshop kewirausahaan yang telah berhasil menyita perhatian masyarakat terutama kaum ibu-ibu yang ingin mengembangkan potensinya dalam berwirausaha. saya juga memberikan sedikit pengetahuan mengenai cara membaca Alquran serta membantu anak-anak di desa tersebut untuk menghafalkan ayat-ayat Alquran yang dimulai dari surah-surah pendek yang terdapat di dalam Juz 30. karena masih banyak yang menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting dibandingkan dengan membantu orang tua dalam mencari nafkah. cara berwira usaha yang baik. Di sinilah saya mulai memberikan sedikit pemahaman tentang pentingnya pendidikan yang harus mereka emban tanpa mengabaikan kewajiban mereka dalam mencari nafkah.

saya pun menemukan beberapa kisah menarik dan tak terlupakan.souvenir yang terbuat dari stik es krim seperti rumah-rumahan. Salah satu kisah tersebut telah memberikan pelajaran dan semakin mempererat rasa kebersamaan. Pada awalnya kegiatan tersebut berjalan lancar seperti memilih pakaian yang layak pakai dan masih bagus. Selain itu saya memberikan penilaian bahwa teman-teman kelompok KKN saya masih dapat dikatakan hanya peduli dengan diri mereka sendiri. Selain itu. namun dipertengahan kegiatan tersebut kejenuhan pun mulai melanda saya dan teman-teman. Besarnya jumlah anggota perempuan tidak dapat dikatakan semuanya memiliki kemampuan yang sama terlebih dalam hal memasak. 16 Agustus 2018 saya dan teman-teman saya sedang mempersiapkan pakaian yang akan diberikan kepada warga dalam acara Bakti Sosial yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu. pada malam itu tidak semua teman-teman saya ikut membantu memililh pakaian layak pakai karena sebagian teman saya pergi ke Puskesmas untuk menjenguk warga yang sedang sakit. Akhirnya pembangunan tugu pun dilakukan dengan bahan seadanya dan bantuan dari masyarakat berupa tenaga maupun materi sehingga saya dan teman-teman saya yang tidak memiliki kemampuan dasar dalam hal pembangunan ikut melakukan kegiatan pembangunan dengan kemampuan seadanya. Selama di sana. Akhirnya saya dan teman-teman saya yang sudah ditugaskan untuk mempersiapkan pakaian untuk kegiatan bakti sosial pun mulai melakukan tugasnya. saya juga merasakan bahwa rasa kepedulian mereka semakin hari semakin memudar dan kurangnya musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan sehingga masih ada di antara mereka yang memberikan sindiran terhadap teman-temannya yang tidak sejalan dengannya. namun beberapa saat kemudian keadaan tersebut berubah menjadi sebuah gelak tawa yang tiada henti dan tak bisa tertahan lagi. Meskipun begitu saya masih menghargai mereka karena mungkin itulah salah satu bentuk kekurangan mereka dan tentunya di balik kekurangan pasti ada kelebihan salah satunya adalah pada saat pembangunan tugu pembatas dusun. piring. Pada malam Jumat. serta kelebihan dan kekurangan mereka. Hingga akhirnya saya pun mulai memahami berbagai macam karakter. Namun. Para anggata kelompok saya tidak ada satu pun yang berpengalaman membuat tugu bahkan membangunnya. dll. b) Temanku adalah Teman Kita Selama sebulan saya hidup bersama dengan teman-teman KKN yang berasal dari fakultas serta jurusan yang berbeda. keadaan itu saya rasakan selama saya di sana. begitupun laki-laki dengan jumlah 9 orang tidak mungkin dapat dikatakan juga memiliki sifat dan hobi yang sama terlebih di antara mereka pun juga ada yang memiliki kemampuan dalam memasak. Anggota kelompok saya berjumlah 20 orang yang terdiri dari 11 perempuan dan 9 laki-laki. hobi. ayunan. sehingga di sini lah saya menilai bahwa teman-teman saya memiliki kemampuan yang luar biasa dan semangat dalam menjalankan program tersebut. Ada salah satu teman saya yang melakukan hal konyol dan aneh yaitu memakaikan kerudung dan baju gamis ke teman laki- . Namun. Beradaptasi dengan lingkungan baru bukanlah hal yang mudah namun di sini saya belajar untuk dapat hidup dengan orang- orang yang dapat dikatakan sebagai orang baru yang belum saling memahami seutuhnya. keadaan itu tidak berlangsung lama karena saya sadar bahwa teman-teman saya sudah mulai menemukan kenyamanan dengan teman barunya sehingga mereka mulai berkubu-kubu. hasil karya seni tersebut berhasil memberikan semangat dan motivasi para peserta untuk segera ingin membuat souvenir tersebut. Keadaan tersebut justru membuat kami saling melengkapi satu sama lain dan membuat kami menjadi semakin akrab karena saling membutuhkan satu sama lain.

laki saya, setelah teman saya dipaksa menggunakan kerudung dan baju gamis penampilannya
pun berubah menjadi cantik namun menyeramkan. Pada awalnya hanya terdapat satu korban
namun beberapa saat kemudian korban pun semakin bertambah dan akhirnya ketiga anak laki-
laki yang sedang berada di rumah pun mulai berubah penampilannya dan mereka pun tidak
berani bercermin untuk melihat keadaan diri mereka sendiri. Keadaan rumah yang pada
awalnya sepi berubah menjadi gaduh. Akhirnya ketiga anak lelaki tersebut di suruh berdiri di
depan rumah dan difoto serta divideokan oleh teman-teman perempuan saya. Dari kisah ini
saya pun mengambil pelajaran bahwa di saat kesibukan bukan berarti kita tidak memiliki waktu
untuk santai dan tertawa, justru dengan adanya kisah tersebut menjadikan saya dan teman-
teman saya menjadi lebih santai dan tidak menjadikan kami merasa terbebani meskipun
kesibukan mulai melanda.
c) Desaku Adalah Cerita yang Tiada Akhir
Kini aku sudah sedikitnya mengenal desa yang akan dijadikan sebagai lokasi KKN
selama sebulan. Tanjungrasa adalah nama desa yang dijadikan sebagai tempat untuk
penyelenggaraan kegiatan KKN kelompok 183 Hujantara. Selama di sana saya sudah mulai
memahami keadaan desa ini. Desa ini berada di Jalan Transyogi atau lebih tepanya merupakan
jalan alternatif menuju Cianjur. Desa ini terdiri atas enam dusun. Dusun pertama dikenal
sebagai dusun Mekarsari. Dusun kedua adalah dusun Cibungur, selanjutnya adalah dusun tiga
dikenal dengan dusun Darma yang terletak di belakang kantor kepala desa Tanjungrasa. Dusun
4 dikenal dengan dusun Bunder, dusun 5 yaitu dusun Sodong yang letaknya tidak jauh dari
kantor kepala desa, dan terakhir adalah dusun 6 yang dikenal dengan dusun Tegal Asem.
Selama kegiatan KKN kami bertempat tinggal di dusun 2 (Cibungur). Keadaan desa ini sangat
jauh berbeda dengan keadaan tempat tinggal saya di Depok. Penerangan di desa ini dapat
dikatakan masih cukup kurang, selain itu keadaan air di desa ini menjadi salah satu masalah
utama dan sering terjadi pada saat musim kemarau mulai datang. Keadaan sawah ketika musim
kemarau datang pun berubah menjadi tandus dan gersang, sehingga banyak petani yang hanya
sedikit mendapatkan hasil panen dan tidak jarang juga yang mengalami gagal panen. Keadaan
ini membuat masyarakat desa merasakan kesulitan dalam menerima pasokan air bersih karena
hanya sedikit air yang keluar dari sumur mereka. Saya pun juga ikut merasakan hal tersebut
salah satunya adalah saat saya ingin mandi dan mencuci baju. Keadaan kamar mandi di rumah
yang dijadikan sebagai tempat tinggal selama KKN mengalami kekeringan sehingga hanya
sedikit air yang keluar dan selebihnya air pun tidak mengalir kembali. Saya sering menumpang
mandi dan mencuci pakaian saya di rumah tetangga saya yang kebetulan keadaan airnya cukup
banyak karena menggunakan mesin pompa air dan penampungan sehingga mereka sudah
memiliki persediaan air. Selain menumpang di rumah tetangga saya pun juga menumpang
mandi di kamar mandi umum di belakang kantor desa. Di sana terdapat sebuah penampungan
air besar dengan mesin yang berbahan bakar solar yang dikelola oleh negara. Banyak sekali
warga yang menumpang mandi dan mengisi penuh drigen atau ember dengan air untuk
kebutuhan pribadinya. Adanya fasilitas tersebut menjadi salah satu solusi bagi masyarakat
sekitar yang mengalami kekeringan.
Keadaan masyarakat di sana cukup ramah dan mudah dalam menerima orang lain yang
baru mereka kenal. Mereka juga mau berbagi informasi tentang berbagai hal yang bermanfaat
dalam kehidupan sehari-hari dan tidak segan untuk berbagi makanan kepada kami.
Alhamdulillah saya memiliki tetangga yang begitu dekat dan baik dengan saya, saya diberikan
izin untuk menumpang mandi, mencuci pakaian, maupun hanya sekadar mampir untuk minum

teh. Saya sudah menganggap mereka seperti keluarga baru saya sendiri, begitu pun mereka
yang juga telah bersikap demikian hingga pada saat saya berpamitan untuk kembali ke Jakarta
karena kegiatan KKN sudah berakhir, mereka pun memeluk saya dan mendoakan saya mereka
pun juga tak segan untuk meminta saya datang kembali hanya sekedar mampir jika saya tidak
terlalu banyak kegiatan atau pada saat saya sedang berlibur. Selain dari sisi atau nilai
masyarakatnya saya juga merasakan bahwa desa tersebut memiliki nilai kejujuran yang dapat
dikatakan cukup baik. Pada saat saya pergi ke pasar malam dengan teman saya, saya dikejutkan
dengan suatu peristiwa yaitu pada saat saya mendengar suara seorang anak laki-laki yang
mengumumkan berita kehilangan handphone di tempat bermain anak-anak yaitu di rumah
balon. Saya pun terkejut dengan hal itu karena saya merasa bahwa zaman sekarang orang-orang
yang jujur dalam hal yang berkaitan dengan hak milik seseorang atau yang berkaitan dengan
barang-barang yang memiliki nilai jual menjadi salah satu ujian terberat dalam menghadapi
masalah ekonomi. Di sinilah saya melihat nilai kejujuran dan pantas untuk diberikan apresiasi
selain itu saya juga merasakan bahwa nilai-nilai keagamaan di desa ini masih cukup kuat
karena anak-anak kecil diharuskan mengaji mulai pukul 1 siang hingga selesai Isya. Tidak
hanya anak-anak di desa ini juga masih banyak kegiatan majelis ta’lim untuk ibu-ibu dan
bapak-bapak. Selain itu di desa ini sudah terasa sepi jika memasuki pukul 20.00 dan tidak ada
anak muda yang keluar.
d) Harapan untuk Satu Tanjungrasa
Selama di sana saya memiliki banyak pengalaman yang berharga dan tidak dapat
dilupakan. Saya juga telah merasa menjadi bagian dari desa tersebut karena telah banyak
kenangan serta hadiah berupa ilmu yang bermanfaat yang telah saya dapatkan di sana. Harapan
terbesar saya bagi desa Tanjungrasa bisa menjadi desa yang maju, produktif, kreatif, serta
mampu bersaing dengan perkembangan zaman, karena pada masa ini bukanlah masa di mana
manusia hidup dalam keterbelakangan namun masa ini merupakan masa di mana orang
berlomba-lomba untuk menciptakan suatu kemajuan melalui ide-ide kreatif serta inovatif
sehingga mereka berani menunjukkan siapa mereka sebenarnya dan siapa yang pantas menjadi
lawan bagi mereka. Inilah kehidupan, meskipun kita tinggal di desa, namun tidak menjadikan
kita hanya bernasib akhir menjadi seorang petani. Masyarakat desa pun juga berhak menjadi
presiden, berhak menjadi menteri, berhak menjadi guru, berhak menjadi polisi, serta berhak
menciptakan suatu penemuan baru yang dapat menginspirasi banyak orang sehingga
perkembangan dalam hal keilmuan pun akan terus terbentang. Jangan malu menjadi masyarkat
desa, karena hanya masyarakat desa lah yang mampu memberikan pengajaran berupa budi
pekerti yang hakiki bagi masyarakat perkotaan yang begitu mementingkan nilai eksistensi
mereka dalam berbagai hal tanpa melihat siapa sosok yang berada di kanan dan kiri mereka.
Masyarakat desa juga dapat mengajarkan arti kesederhanaan karena dengan hidup sederhana
maka kita akan terhindar dari sikap riya serta hedonisme. Banggalah ketika menjadi masyarakat
desa yang selalu merendahkan pandangannya namun tetap menatap keatas untuk melihat
cerahnya ilmu pengetahuan. Janganlah menjadi masyarakat kota yang selalu melihat ke atas
tanpa mau menoleh ke bawah hanya karena ingin mengalihkan pandangan karena tak ingin
tahu siapa yang saat ini sedang berada di bawahnya.

Gerry Ikhtiyar

Belum Ada Judul

a) Pertemuan dan di Setiap Jejaknya

Dimana desa yang akan tempati selama sebulan ialah desa Tanjungrasa di kecamatan Tanjungsari. hanya seperti formalitas namun agar tertata dengan rapih seperti organisasi-organisasi di luar sana. Terlihat masih beberapa anak yang belum di undang ke grup karena masih belum tau nomor telepon nya. Saya cukup antusias kala itu. kami langsung merencanakan pertemuan pertama untuk sekedar berkenalan dan sedikit membahas program apa yang kira-kira akan kita bawa ke desa. kami sudah melakukan pertemuan atau rapat sebanyak empat kali. Sebelum melaksanakan survey. Di pertemuan-pertemuan selanjutnya setelah semua divisi sudah terpenuhi oleh semua anggota. Kemudian saya langsung mencari info-info tentang mereka di internet. kami menjadi lebih cair di grup whatsapp dengan seringnya melempar candaan satu sama lain. Disitu saya mengajukan diri untuk menjadi Humas. dimana saya selalu hadir dalam setiap rapat. Serta nama kelompok kita yang sudah kita sepakati bersama. entah apa yang membuat saya begitu bersemangat untuk melihat nama-nama orang asing yang akan menjadi teman kelompok saya. Dan beberapa hari kemudian setelah semua anggota grup sudah masuk semua. berhubung teman-teman belum ada yang mau dan masih bingung. Dan disitu baru terbentuk beberapa divisi seperti humas dan acara. Setelah melihat nama-nama teman kelompok. PPM membagikan hasil pembagian kelompok KKN 2018 kepada mahasiswa. nama yang kita ambil ialah Hujantara. tidak peduli dari divisi apa. Kuliah Kerja Nyata. Salah satu program kampus yang sejak awal kuliah sudah cukup menarik perhatian saya. Dan pada hari yang ditunggu-tunggu yaitu 10 april 2018. Dan pada hari itu juga. Setelah pertemuan pertama masih ada beberapa anggota yang tidak bisa hadir karena mungkin ada kegiatan yang lebih penting. entah siapa yang membuat grup di Whatsapp langsung mengundang saya ke grup KKN. kita mengatur jadwal untuk survey tempat KKN. ternyata saya ada di kelompok KKN 183 yang mana terbagi 19 orang dari berbagai jurusan dan tidak ada satupun yang saya kenal. yang . saat itu teman- teman masih belum ada yang mau untuk menjadi ketua ataupun BPH. Sejak awal semester 6 saya sudah menanti pembagian kelompok yang kira-kira akan dibagikan pada awal bulan april 2018. padahal nyatanya kita berkelompok dengan tujuan yang sama dan mengerjakan program sama-sama. Dan disitu sudah tersusun semua struktur organisasi dan beberapa program kerja yang akan kita adakan di desa. Ada sebagian yang bisa saya temukan seperti biodata hingga akun-akun sosial media ataupun blog mereka. Mungkin di fikiran mereka menjadi ketua ataupun BPH memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada divisi lain. Kota Bogor. menerka-nerka siapa orang asing yang akan menjadi teman seperjuangan selama sebulan di desa yang entah bagaimana keadaannya. Setelah pertemuan pertama itu.

teman-teman mencari rumah kembali dan memastikan rumah mana yang akan kita tempati. .berarti Hujan di Tanjungrasa. Dan di survey ketiga yang mana adalah survey terakhir. Dan pada survey terakhir itu pun. kita pergi ke kantor desa guna mencari informasi terkait data-data desa Tanjungrasa dan disitu hanya ada sekretaris desa. Pada survey pertama saya ikut dan kita langsung berkunjung ke rumah Kepala Desa Tanjungrasa. KKN ini akan berjalan cukup baik bagi desa maupun mahasiswa. Dan menurut pandangan saya sebagai mahasiswa. serta desa yang mendapatkan kenangan dari mahasiswa seperti misalnya berupa bangunan fisik yang dibangun di desa yang bisa dimanfaatkan warga. yang dimana sambutan dari Kepala Desa hanya biasa-biasa saja tidak seantusias anak-anak kelompok yang pergi ke tempat survey. Kemudian pada survey kedua. dilakukan bersama dosen pembimbing kita yaitu ibu Titik Inayah yang berasal dari jurusan Agribisnis. Karena mahasiswa akan mendapat pengalaman yang sangat berharga yang tidak semua mahasiswa di kampus lain dapatkan. Pada hari itu juga saya dan teman-teman mencari rumah yang akan kita tempati selama sebulan disana. Pada saat itu saya tidak bisa ikut survey dikarenakan ada kepentingan lain. seperti air yang membasahi tanaman sehingga tanaman itu bisa tumbuh subur. Yang mana memiliki filosofi kalua kita ataupun kelompok KKN Hujantara akan memberi dampak yang baik kepada desa.

Dan kemudian logo nya kebetulan saya yang membuatnya dan terpilih menjadi logo kelompok melalui tahap voting. Lalu ke empat belas ada Elysa Fauziah yang berasal dari Fakultas Ushuluddin juga yang sama dengan Hendrika. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. makanya saya tidak ragu berkata kalau Fakultas ini Fakultas sejuta umat. Gerry Ikhtiyar dari . namun PPM menambahkan 1 anak lagi yang mana anak tersebut mendapatkan masalah pada sistem KRS nya yang mengakibatkan ia telat mendaftar KKN. Ke delapan ada Naufal Khairul Mahmudah dari Fakultas sejuta umat. Ke lima ada Muhammad Anwar Ainul Yakin dari Fakultas yang sama dengan Farid. Kemudian ke dua belas Fauziah Umami yang juga berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. 20 orang asing yang tak saling kenal yang akan mengukir kenangan di desa Tanjungrasa bersama-sama selama satu bulan. Ke tujuh belas dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. yaitu Fakultas Adab dan Humaniora. Lalu ke empat ada Samiaji Farid Prasetyo dari Fakultas Syariah dan Hukum. Ke tiga belas ada Silvy Wahyu Hasanah dari Fakultas yang sama dengan Slamet. dan tentunya tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada mahasiswa dan dosennya. Dimana ada 11 perempuan dan 9 laki-laki. Ke enam belas ada Reza Fransiska dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ke sebelas MY Gempita Fitriani dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan juga. yaitu Fakultas Syariah dan Hukum. Ke tiga Muhammad Ismail Priyono dari Fakultas yang saya yakin tidak semua anak UIN Jakarta tau Fakultas ini. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. yaitu Fakultas Dirasat Islamiyah. Dan berikut saya sebutkan nama-nama anggota kelompok KKN Hujantara. Dan terakhir ada saya. Kemudian ke enam Adi Bayu Saputra dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kelompok ini awalnya terdapat 19 anggota dari berbagai Fakultas. yaitu Fakultas Ushuluddin. Yang pertama adalah Hendrika Dwiki Saputra dari Fakultas paling bergengsi di UIN Jakarta. b) Satu Langkah Berharga Nama Hujantara adalah nama yang kita ambil dari berbagai macam nama yang diajukan oleh teman-teman lainnya. Lalu ke sembilan belas dari Fakultas Sains dan Teknologi. Saya lanjutkan. Ke sepuluh ada Istiqomatul Faridah dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. yaitu Laila Baroah. Kemudian ke lima belas Rifqiyati dari Fakultas Syariah dan Hukum. Ke delapan belas ada Annisa Fathia Hana dari Fakultas yang sama dengan Rahman. yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Banyak harapan dari nama ini salah satunya adalah agara kelompok ini se-menarik nama nya. Ke tujuh ada Slamet Nungkiarta dari Fakultas Adab dan Humaniora. Cukup banyak. Ke dua ada Aulia Rahman yang berasal dari Fakultas yang katanya penghuni para kritikus kampus. Windi Mutia Jamilus. bukan? Yang berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Lalu ke sembilan ada Retno Pusparani yang berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan juga.

BTQ. Dan jika malam hari tiba. dan isi kepala yang berbeda-beda juga. sehingga kami sering mandi ataupun sekedar buang air di rumah warga sekitar ataupun . Pada awal-awal KKN. Dari mulai banyaknya masalah-masalah kecil yang harus kita selesaikan dengan cermat maupun masalah yang cukup rumit yang hampir setiap hari juga kita hadapi bersama. Dan walaupun kelompok Hujantara berasal dari orang-orang yang berlatarbelakang berbeda. Saya dan teman-teman mulai merasakan bahwa masyarakat cukup menyambut dan kami sudah dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kedaan lingkungan setempat. Hari demi hari yang saya lalui disini semakin berkesan. berhitung. Ada yang belajar menulis. disitu saya tidak terlalu memikirkannya dan hanya fokus dengan program yang sudah kita buat dan meyakini jika dengan berjalannya waktu akan lebih banyak akrab dengan teman-teman lainnya. Anak-anak di desa sangat antusias dengan kehadiran kami disini. Hari demi hari saya dan teman-teman lewati dengan kegiatan yang efektif sesuai dengan perencanaan awal KKN yang telah saya dan teman-teman buat. saya masih beradaptasi dengan lingkungan baik dengan kelompok saya sendiri maupun dengan masyarakat sekitar tempat kami tinggal untuk satu bulan ke depan. kegiatan belajar-mengajar di posko KKN Hujantara selalu dikunjungi anak-anak. Dan tentu saya juga akrab dengan beberapa pemuda yang tinggal disekitar posko KKN saya. menggambar dan mewarnai. saya sering bermain gitar dan bernyanyi bersama beberapa teman guna mengisi waktu kekosongan dan sekedar berbincang hangat sambil menjaga posko KKN dimalam hari. Pada awalnya di minggu pertama.Fakultas yang sama dengan Windi. Berbagai sifat dan sikap yang dimiliki oleh mereka membuat saya bersyukur karena bisa banyak belajar dari berbagai macam isi kepala manusia. walauun baru kenal sejak KKN. saya hanya akrab dengan beberapa orang saja. Di minggu kedua memang saya dan teman-teman mulai disibukkan dengan banyak kegiatan seperti bersosialisasi ke warga sekitar hingga melaksanakan beberapa program kerja lainnya seperti membangun taman baca dan program harian seperti bimbel. kami tetap berusaha menyelesaikan masalah secara bersama. Mereka merasa senang bisa belajar dan bermain bersama dengan kita. dan ada juga yang datang hanya bermain-main saja. calistung dan kelas kreativitas. pada minggu kedua saya sudah bisa lebih cair dari sebelumnya. Dan betul saja. Saya sangat bersyukur telah dipertemukan dengan mereka yang mungkin sekarang sudah saya anggap sebagai teman dekat. karena melihat dan merasakan banyak hal baru yang tidak saya dapatkan di minggu awal. Setiap malam setelah isya. Fakultas Sains dan Teknologi. Permasalahan pertama kami yaitu sulitnya air di posko.

Tak terasa gelap pun jatuh di ujung malam. Karena di kampus. karena mendengar cerita dari kelompok KKN lain yang banyak konflik yang sulit dipecahkan. itu semua karena tidak ada air membuat kami terhambat untuk beraktivitas. Bagi saya. tapi ini sangat berharga untuk menjadikan diri kita enjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. Selebihnya saya dan teman-teman dapat mengatasi tanpa memerlukan waktu yang lama dengan berlarut-larut. Konflik-konflik kecil seperti perbedaan pendapat ketika rapat atau kesalahan komunikasi ketika teknis kegiatan pasti sering terjadi. disini saya juga belajar menghargai orang lain. saya mendapat banyak pelajaran yang berharga untuk hidup saya kedepannya. Dengan menjalani KKN selama sebulan ini. tidak seperti orang-orang kota yang terlihat apatis. . Juga disini saya belajar bagaimana bersosialisasi dan bermasyarakat. Disini juga saya secara tidak langsung diajarkan oleh alam bagaimana cara hidup mandiri. Hidup satu bulan di satu atap yang sama dengan orang-orang yang fikirannya berbeda- beda memang tidak mudah. tersadar akan hari terakhir saya bermalam di desa Tanjungrasa ini sebagai mahasiswa yang sedang KKN. kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang tidak sejalan dengan kita. Saya juga menjadi lebih mengerti bagaimana cara menghadapi dan bekerja sama dalam satu tim dengan orang-orang yang tidak se-pemikiran dengan saya. disini sulit mendapatkan air sehingga saya mendapat pelajaran untuk tidak suka membuang-buang air seperti yang saya ataupun orang lain lakukan di kota atau tempat yang banyak air nya. Mulai dari menghadapi berbagai macam kebiasaan dan karakter yang berbeda-beda dari setiap teman. Sempat terfikirkan saya dan teman-teman untuk menyewa kamar mandi salah satu warga yang rumahnya kosong. hingga melewati berbagai macam keadaan di suatu tempat yang cukup jauh dari kota. Selama KKN saya tidak merasa ada konflik yang terlalu berat dan rumit dengan sesama teman ataupun dengan masayarakat. Seperti ketika ingin mandi. menurut saya banyak orang-orang apatis yang tidak peduli dengan pendapat orang lain dan hanya memikirkan bagaimana ia bisa maju sendiri. Padahal menghargai orang lain sangat membantu kita untuk maju. Saya cukup bersyukur di kelompok ini. Hal-hal kecil seperti itu bisa dipelajari karena memang hampir di setiap kegiatan KKN dilakukan secara bersama-sama. Satu lagi. 30 hari lebih bermalam di satu atap yang sama hingga makan makanan yang sama. Namun akhirnya saya dan teman-teman berusaha mencari solusi dengan berdiskusi dengan warga sekitar untuk meminta tolong untuk sekedar menumpang kamar mandi untuk saya dan teman-teman gunakan setiap hari. tidak tegur sapa dengan tetangga nya padahal mereka tinggal ditempat yang bersebelahan.masjid dan kantor desa. dan kami cukup kompak dan dapat melewati hari-hari dan kegiatan demi-kegiatan dengan baik-baik saja.

Buana Jaya. Jumlah Kepala Keluarga di Tanjungrasa terdapat 2. Banyak bawaan yang sudah kami persiapkan sebelum melakukan keberangkatan ke desa Tanjungrasa. calistung.389 orang yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2017. Antajaya. Pada minggu pertama saya dan beberapa teman saya langsung mendapat jadwal piket di pekan pertama. Dan memang. 17 Juli 2018. dimana ada 12 RW dan 24 RT dengan masyarakat yang mayoritas adalah petani. Sirnarasa. Tanjungrasa. Di Tanjungsari terdapat sepuluh desa. Cibadak. Dan setelah beberapa hari tinggal disana. dengan segala keberagaman penduduknya yang ramah terhadap orang asing. jika piket kita tidak mendapat jadwal untuk mengajar seperti contohnya program bimbel. sehingga hampir setiap malam mereka berkunjung ke posko karena kelompok KKN Hujantara menyediakan buku-buku anak hingga buku-buku novel untuk mereka baca. kemudian kami mengadakan pembukaan di kantor desa yang dihadiri oleh pengurus dan jajaran staf desa Tanjungrasa pada 20 Juli 2018. Bogor. ada yang naik bis sewaan dan ada juga yang naik motor. ataupun kelas kreativitas yang mana program-program tersebut rutin kita jalani hingga pekan ketiga. Di sekitar posko KKN juga terdapat banyak anak-anak kecil yang masih bersekolah. Sukarasa. Di Tanjungrasa sendiri terbagi 6 dusun.menghabiskan waktu bersama teman-teman Hujantara adalah pengalaman yang sangat mengesankan dan mungkin tak akan pernah bisa dilupakan. Pada hari itu keberangkatan dibagi beberapa kloter. Mulai saat itu kami sudah mulai rutin melakukan rapat untuk briefing setiap malam guna menjalani hari yang lebih baik keesokan hari nya. Di desa Tanjungrasa juga cukup banyak pemuda yang aktif bersosialisasi di desa. rumah yang akan kami jadikan posko selama sebulan adalah rumah yang katanya sudah cukup lama tidak ditempati. Setelah sampai di desa. Saya termasuk yang berangkat naik motor bersama beberapa teman saya lainnya. BTQ. . Selawangi. Dan memang terlihat kalau mereka memiliki semangat belajar yang cukup tinggi. saya dan teman-teman masih cukup santai menjalani hari. Berhubung masih belum terlalu banyak kegiatan di minggu pertama. yaitu desa Sirnasari. hari dimana saya dan teman-teman semua berangkat ke desa Tanjungrasa dengan bermodalkan percaya diri dari apa yang sudah kita persiapkan. dan Tanjungsari. Desa ini termasuk salah satu desa yang cukup luas yang ada di Kecamatan Tanjungsari. sehingga memudahkan kita jika ingin melakukan sesuatu yang sekiranya memerlukan bantuan banyak orang. Pasir Tanjung. c) Variasi Pada Suatu Malam Tanjungrasa adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Tanjungsari.

kegiatan mengajar ekstrakulikuler seperti Paskibra dan Pramuka di SD yang juga dilanjut dengan kegiatan Perkemahan sekecamatan. Hari berganti. saya dan teman-teman bersyukur kala itu. Setelah acara penutupan selesai. Hingga tidak terasa seolah waktu melaju lebih cepat dari peluru yang dilontarkan dari sebuah pistol mainan anak-anak yang sering banyak dibeli ketika lebaran tiba. dan terakhir saya dan teman-teman juga ikut serta pada acara upacara 17 Agustus dilapangan kecamatan Tanjungsari. dan ada acara sedekah bumi di dusun 2 dimana ini adalah dusun tempat posko kami. Acara tetap berjalan dengan baik. namun sangat disayangkan karena Kepala Desa Tanjungrasa dan Dosen Pembimbing KKN 183 Hujantara tidak dapat menghadiri penutupan ini. akhirnya sampailah pada saat penutupan KKN. di kantor desa Tanjungrasa yang dihadiri para staf desa Tanjungrasa dan kepala dusun serta RT dan RW. kegiatan ini dilaksanakan ditengah-tengah program kerja rutin KKN Hujantara dan tidak mengganggu ataupun merubah program kerja lainnya. Dan dibalik program kerja yang sudah direncanakan. Seperti diantaranya kegiatan senam dengan ibu-ibu desa Tanjungrasa. lalu ada kegiatan lomba MTQ sekecamatan. 20 Agustus 2018. kemudia ada kegiatan kesehatan ibu dan anak di Posyandu. ada beberapa kegiatan yang diluar rencana tapi kita turut ikut serta dan andil di Desa Tanjungrasa. Juka ada kegiatan lomba voly sekecamatan. Lalu ada kegiatan gerak jalan sekecamatan yang di ikutin berbagai macam kelompok sekolah mulai dari SD. . SMP. hingga SMA/SMK. saya dan teman-teman langsung bergegas ke posko KKN untuk merapihkan barang-barang yang kita bawa pulang kembali.

hingga menyeruput kopi bergantian di cangkir yang sama. Entah apa yang harus saya katakan. Sudah banyak kenangan yang saya dan teman-teman ukir disini. Atau bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan. Walau air mata saya tak berlinang. Besar harapan saya terhadap desa ini untuk mengembangkan potensi desa. mungkin hal pertama yang akan saya lakukan untuk desa ini adalah menumbuhkan rasa simpati terhadap lingkungan. d) Sepotong Asa Untuk Tanjungrasa Satu bulan di desa Tanjungrasa tidak cukup rasanya. Ya. Haha. karena menurut saya masyarakat di desa ini masih kurang peka terhadap lingkungannya sendiri. Ketika langkah demi langkah melayang. akankah semuanya terkenang? Atau nantinya hanya terhanyut oleh gelombang. teman-teman. Padahal kemarin. Ketika terucap salam perpisahan dari warga sekitar dan teman-teman KKN ini sendiri. Canda dan tawa teman-teman yang kadang tidak masuk akal tidak akan tercipta lagi dikemudian hari. Dan apabila saya menjadi salah satu bagian dari desa Tanjungrasa. Kini. kita masih menyantap makanan bersama di rumah tua itu. . namun jika berlama-lama pun jujur saja saya lebih memilih untuk pulang. bukan berarti suatu kerelaan untuk sebuah perpisahan. Bersenandung ria sambil di iringi petikan gitar yang kadang saya mainkan. hati saya tergores akan kesedihan. kebersamaan hanya sebuah dongeng cerita kehidupan. seperti pertanian dan perkebunannya yang memiliki lahan sangat luas dan mencoba untuk membangunkan pola piker masyarakat desa Tanjungrasa agar lebih produktif dan juga efisien. menyedihkan. Terimakasih. tidak hanya efektif. Berbagi canda dan cerita hanyalah sebutir obat dikala duka. Tapi perasaan ini tak pernah mati terhadap desa Tanjungrasa ini. Perpisahan ini begitu cepat. yaitu “Berbagi Solusi dalam mengembangkan potensi desa serta membangun masyarakat yang lebih produktif” yang kebetulan memang tema ini saya yang membuat dan disetujui oleh teman-teman KKN. Dan seperti tema KKN kami.

Rapat awal dengan orang yang tak dikenal. diwajibkan untuk menjunjung tinggi norma kesopanan kepada tokoh masyarakat desa. Bobot SKS di setiap Fakultas pun itu berbeda. Semua tergantung dari Surat Keputusan Rektor perguruan tinggi tersebut. Harapan saya saat itu semoga tidak ditempatkan di mana susah sinyal. Yang terbesit di fikiran saya “apakah saya dapat melakukannya?. akankah menjadi keluarga atau hanya tim KKN semata? Tepat pada Tanggal 10 April 2018 masuk sebuah pesan dari grup WhatsApp berbentuk PDF. Ada pula perguruan tinngi yang mengadakan “Magang” sebagai pengganti KKN (Kuliah Kerja Nyata). Tidak sedikit yang menganggap KKN (Kuliah Kerja Nyata) hanya sebagai syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana. Ya. nama saya tergabung ke dalam kelompok (183) dengan awal sembilan belas (19) orang sebelum ditambahkan satu (1) menjadi dua puluh (20) orang lainnya yang berasal dari berbagai macam latar belakang dan Jurusan pendidikan yang berbeda-beda. seketika banyak pertanyaan yang muncul. apa yang akan saya lakukan disana?. yang salah satu bentuknya dapat berupa KKN (Kuliah Kerja Nyata). jika tidak mengambil mata kuliah KKN maka mahasiswa tersebut harus mengulang pada tahun selanjutnya. apakah semua akan baik-baik saja?. saya yang biasa hidup di kampus dan bersosialisasi kepada dosen menggunakan bahasa formal. berisi daftar anggota kelompok KKN dan lokasi KKN yang dikirim oleh Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Uin Syarif Hidayatullah Jakarta. Ketika saat itu yang ada di fikiran saya adakah salah satu teman yang saya kenal dan di daerah manakah saya akan mengabdi kepada masyarakat. Setelah melihat data yang diberikan PPM (Pusat Pengabdian Masyarakat). Hendrika Dwiki Saputra Tak Hanya Sekedar 2850 Kata a) Apasih KKN ITU? KKN (Kuliah Kerja Nyata) suatu kegiatan pengabdian yang dilakukan dengan segala bentuk program kerja oleh mahasiswa semester 6 (enam) kepada masyarakat. bagaimana jika tidak berjalan sesuai dengan rencana?”. Hal yang wajib adalah pengabdian kepa da masyarakat. Saya yang biasa mengabaikan sama sekali nilai sopan santun ketika bersama teman. Untuk sebagian dari mereka mungkin sudah ada yang mengenal bahkan akrab dengan teman kelompok (183) dikarenakan saya baru bisa menghadiri rapat ke-3. Di beberapa PTN (Perguruan Tinggi Negeri) ada yang tidak mewajibkan KKN (Kuliah Kerja Nyata). diharuskan bencengkrama sederhana dengan masyarakat desa. Di zaman modern ini sinyal sebuah hal yang penting menurut saya. b) Kelompok Hujantara (183). mulai dari ketua. Bagaimana tidak? . . sesuai tradisi ketika baru bertemu dengan orang baru pasti selalu mengenalkan diri terlebih dahulu. Dari perbandingan tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada aturan secara eksplisit mengatakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) itu wajib. sambil mendengarkan kerangka kelompok. lalu selebihnya hanya diam tanpa suara dan melihat wajah teman baru satu persatu. Semuanya komplit menjadi satu kelompok. Yakni kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi untuk memajukann kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

dan kami memutuskan untuk menemui Kepala Desa dirumahnya. Meskipun dari kami semua berbeda beda fakultas di mana anggota kelompok ini berasal dari fakultas yang berbeda di antaranya: Fakultas Ushuluddin. Fakultas Syariah dan Hukum.d hari Jum’at tanggal 27 April 2018. kami pun sampai disana tepat pada pukul 13. Hari cepat berlalu. Kusnadi. kedatangan kami pun diterima dengan senang hati olehnya.d Gelombang 8. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sampai disana ternyata Kantor Desa Tanjung Rasa sudah tutup. Waktu yang kami tempuh dari Ciputat-Tanjung Rasa kurang lebih 5 jam perjalan. . hanya sebagian yang dapat mengikuti survei karena sebagian anggota kelompok tidak bisa hadir karena bentrok dengan jadwal UAS yang ada di Uin Syarif Hidayatullah Jakarta.bendahara dan sekertaris. Fakultas Sains dan Teknologi. Seperti yang saya tulis diatas bahwa kami survei untuk memberikan surat perizinan melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Tanjung Rasa. Dan pada tanggal 18-19 April 2018. ramah. Kami berangkat tepat pada pukul 8 pagi. Beberapa kali survei ke sana bersama teman-teman dari kelompok 183. Fakultas Adab dan Humaniora serta Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi. cukuplah menyenangkan. Bogor. SE. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Mungkin jika tidak terlalu macet hanya 4 jam perjalanan. Fakultas Dirasat Islamiyah. KKN (Kuliah Kerja Nyata) sudah harus melakukan perjalan ke lokasi masing-masing yang sudah ditentukan oleh PPM (Pusat Pengabdian Masyarakat). dan benar saja apa yang saya prediksi pun terjadi Kota Wisata pun macet. hingga saatnya waktu yang ditunggu pun datang yakni dimana mahasiswa dikumpulkan kembali hanya saja tak seramai pembekalan karena PPM (Pusat Pengabdian Masyarakat) hanya menyuruh perwakilan kelompok saja untuk mengikuti Pelepasan KKN (Kuliah Kerja Nyata) pada hari Selasa tanggal 17 Juli 2018. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Perkiraan saya waktu pertama kali berangkat kesana yakni 2 jam atau 2 setengah jam. kebetulan pematerinya adalah Pak Eva Nugraha yaitu dosen dari jurusan saya. Jawa Barat. sebelum kami menanyakan tempat tinggal pun bapak Kepala Desa ini menawarkan untuk menempati ruangan kosong yang ada di sebelah Kantor Desa. Dan saat itu hanya membahas nama kelompok serta mengumpulkan biodata diri. para mahasiswa yang mengikuti. di mana para mahasiswa Semester enam (6) dari berbagai fakultas yang diharuskan untuk mengikuti pembekalan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang di adakan oleh PPM (Pusat Pengabdian Masyarakat) semua dikumpulkan. Acara pembekalan itu pun berlangsung tertib dan aman. survei demi survei berlalu. kebetulan saya dilokasikan di Desa Tanjung Rasa. terik panas matahari pun tetap kami tempuh untuk mengantarkan surat perizinan KKN ( Kuliah Kerja Nyata) kepada Kepala Desa Tanjung Rasa. Kepala Desa Tanjung Rasa yang memiliki nama paggilan Bapak. Keberangkatan Survei pertama ke Desa Tanjung Rasa. Bijei ini sangat murah senyum. Akhirnya kami berangkat dengan menggunakan sepeda motor agar lebih cepat dan tidak terlalu begitu kena macet karena yang saya ketahui daerah Kota Wisata itu selalu saja macet entah hari kerja maupun hari libur. Serta menanyakan hal-hal tentang desa dan hal-hal yang kami perlukan untuk melengkapi laporan nantinya. Indonesia. Kecamatan Tanjung Sari. Pada hari Jum’at tanggal 27 April 2018.00 WIB. Dimulai dari hari Selasa tanggal 24 April 2018 s. Setelah selesai pembekalan dari PPM (Pusat Pengabdian Masyarakat) kami pun mengadakan rapat kembali yakni menanyakan siapa saja yang bisa ikut survei tempat. ya. dan inilah pembekalan terakhir karena acara pelaksanan dibagi dari Gelombang 1 s.

00 WIB untuk mengambil duit di ATM Cariu. Karena kesan awal saya pada teman-teman KKN. tapi tetap sebagai teman yang perduli kepada sesama teman saya khawatir dan mencoba untuk . Menyatukan pemikiran serta ego yang berbeda-beda dalam 20 kepala memerlukan adaptasi waktu yang lumayan lama. hari demi hari kami lewati. Dalam setiap pertemanan pasti ada saja perbedaan ketika kita baru mengenalnya. Tinggal di desa orang dengan berbagai keterbatasan bukan hal yang tabu bagi saya. Terlihat jelas watak dan sifat-sifat asli dari kami semua. gagasan. jika ada yang berduka kami saling menasihati dan menenangkan. Kejadian itu terjadi pukul 22. dapur. Waktu demi waktu kami lalui. ada yang diantar orang tua dan yang paling keren yakni diantar oleh supir koantas hingga depan rumah. rumah yang banyak meyimpan kenangan nantinya. Dia meminta beberapa teman laki-laki dari kami untuk menjemputnya. Farid pun menelpon salah satu teman laki-laki yang ada di kelompok. mereka berdua berangkat pukul 20. Malam pertama di Desa Tanjung Rasa bersama 19 orang asing dengan rumah tua. Hal ini dilakukan agar kami semua mengetahui apa saja yang tidak disukai. Farid dan Ismail kedua teman saya ini berasal dari Fakulitas Syariah dan Hukum serta dari Fakultas Dirasat Islamiyah. Karena di dalam kegiatan KKN sangat terasa betul prosesnya. karena sebelumnya saya sering mengikuti kegiatan Baksos yang diadakan oleh fakultas maupun jurusan. Momen yang tak terlupakan dimana teman saya mengalami nasib buruk. serta mengetahui penyakit pribadi setiap anggota kelompok. jika ada yang kesusahan maka semua yang mampu turut membantu. sampai menuangkan solusi jika ada pertarungan sengit di antara anggota kelompok menjadi saksi bisu kisah kami semua. Rumah tua yang menjadi tempat kami dalam menuangkan ide. Begitu pula dalam KKN ini. ruang makan. kamar mandi. Selain itu hal ini juga bertujuan untuk menjaga kebersamaan dan kekompakkan kelompok ini hingga kegiatan ini berakhir. serta penyakit pribadi apa saja yang kami alami. Tinggal dalam satu atap. namun tentu berbeda ketika sudah mengenal lama. jika ada yang salah tingkah dan ucapan kami maka kami saling menegur dan mengevaluasi diri. tentu makin dekat dan makin erat keakraban serta kekeluargaan kami. insya Allah mereka anak-anaknya asyik dan bisa diajak bekerjasama. Jarak yang lumayan jauh dari Desa Tanjung Rasa. jika ada yang sakit maka semua turut membantu meringankan yang sakit. meskipun saya dan teman-teman sudah membicarakan terkait sifat-sifat buruk kami. kenangan kelak yang tak akan ku lupakan. ruang rapat. Tetapi kami selalu mengedepankan rasional ketimbang baper (Bawa Perasaan). kami sepakat menyewa koantas untuk menaruh barang serta teman-teman yang tak kebagian tumpangan motor karena waktu itu hanya ada 4 orang yang membawa motor. jika ada yang telat maka kami saling mengingatkan untuk cepat. kedaerah Cariu pun memerlukan kurang lebih 45 menit. dan tentunya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Begitu juga halnya dengan kegiatan KKN ini. Hingga sampai hal yang tak diinginkan pun terjadi. tetapi rupanya tak semudah membalikkan piring. dan kami pun bahagia bersama-sama. rumah yang kusut dimakan usia. Sebagian ada yang datang dengan menggunakan sepeda motor. Ya. dia tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi hanya meminta jemput saja. Rapat yang diadakan setiap seminggu sekali bagi saya tidaklah cukup untuk saling mengenal watak satu sama lain. menurut saya kegiatan KKN tidak terlalu beda dengan baksos. Saya sendiri pun tidak diberitahu apa yang sebenarnya terjadi. ditambah dengan anggota kelompok yang terdiri dari hanya 20 orang yang harus mampu melaksanakan program kegiatan selama satu bulan. Layaknya dalam sebuah keluarga. mungkin maksud dari Farid dan Ismail agar teman perempuan yang ada di kelompok kami tidak mengadu kepada dospem atau agar teman perempuan tidak merasa panik.00 WIB. di mana hal ini ternyata juga berlaku bagi saya dan teman-teman. tempat tidur dan tempat cari sinyal itu sama semua.

dan Tanjungsari. Desa Yang Memili Sejuta Varian Rasa Tanjung Rasa adalah sebuah desa yang berada di kecamatan Tanjungsari. dengan jumlah penduduk sebanyak 39. ini bukan hanya sekedar cinta lokasi. Teruntukmu gadis yang memiliki senyuman bagai lukisan indah langit pagi. Tanjungsari memiliki sepuluh desa yaitu desa Antajaya. Farid. Ismail dan Gerry. tak terdengar lagi sapaan si Rendi. Mengapa tidak dari dulu saya mencoba memainkan permain UNO. mereka selalu sepakat untuk mencurangi saya. Kini tak lagi ku jumpai senyum indah emak Rendi. wiraswasta.117 jiwa (berdasarkan data pada tahun 2010). Sedikit ada penyesalan dibenak saya. bahkan bisa saja merenggut nyawa mereka. ketika itu mereka tengah berhenti di pinggir jalan dengan lampu sen menyala. Tanjungrasa.menghubungi Farid dan Ismail. Ditabrak kendaran dengan kecepatan tinggi. Al yang menjemputnya pun pulang. karena tak ada yang bisa memahami. sensasi ketika menerikan “UNO” itu sangat luar biasa “(kalian coba deh. Farid dan Ismail menceritakan kepada saya bahwa mereka mengalami kejadian tragis. Kecamatan Tanjungsari merupakan hasil dari pemekaran kecamatan Cariu pada tahun 2006. Butana Jaya. perpisahan pun datang. Hingga pengalaman bermain UNO. kabupaten Bogor. c) Desa Tanjung Rasa. Pagi hari belanja kepasar. Luas daerah kecamatan ini adalah 96 Km2. Membeli bahan-bahan masakan yang sudah disiapkan oleh bagian konsumsi. dan Dinas Pemerintahan. Bagaimana tidak. Farid jalannya menjadi pincang serta banyak luka berdarah di kaki dan tangannya. senyuman yang dapat meruntuhkan emosi. karena memang dirimulah yang terpilih dihati. guru. Senyum hangat tatapan bersahabat. Sirnasari. Bahasa yang digunakan untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari adalah bahasa Sunda. Masih teringat gelak tawa bersama. Aktifitas yang menjadi mata pencaharian para warga desa Tanjung Rasa adalah bertani. tangan dan kakinya. Kecamatan Tanjungsari merupakan daerah kabupaten Bogor bagian Timur yang berbatasan dengan kabutapen Cianjur. mereka menceritakan bahwa bagian motor belakang sampai naik keatas layaknya kuda yang sedang mengamuk “(mau ketawa tapi takut dosa)”. Datang tanpa saling mengenal ataupun kasih sayang.00 WIB. Sukarasa. senyuman yang selalu memberikan kesejukan hati. Ini bukan puisi atau agar kau mengasihi. Biarlah kisah ini kusimpan sendiri. saya bersyukur teman saya bukan menjadi korban begal. makan bersama walau dengan lauk seadannya. Selawangi. Saya merasakan seperti layaknya sedang mengalami pelatihan menjadi suami. Tanjungsari memiliki akses jalan alternatif penghubung Jakarta- . sedangkan Ismail mengalami luka berdarah di muka dekat alis. Pasir Tanjung. Provinsi Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi di jalan Cariu. Sirnarasa. pasti bikin nagih)”. Farid dan Ismail terpental hingga 2 meter. tak ada lagi teriakan UNO dimalam hari. tanpa harus ku berbagi. buruh. saya memainkan UNO. hal ini pun saya rasakan ketika disana. ketika saling mengenal dan tumbuh kasih sayang. saya melihat sepeda motor yang dikendarai oleh Farid dan Ismail ada bersamanya. Kami pamit untuk kembali. senyuman para anggota kelompok Hujantara (183). jalan raya Tanjung Rasa itu sangat sepi dan tidak ada lampu di jalan. kini yang tersisa hanya rindu sendiri. motor dengan kecepatan tinggi menabraknya. Saya kecewa karena saya selalu dicurangi oleh GENG IBU-IBU. Waktu itu yang paling saya takutkan adalah teman saya menjadi korban begal. Pada pukul 01. pulang dengan masing-masing menyimpan sejuta kenangan dalam memori. Cibadak. ini hanya sekedar ungkapan hati. Tak disangka. ini pertama kalinya dalam hidup. Tapi ada yang mengganjal selepas mereka turun dari motor.

Tetapi kami lebih memilih rumah warga yang memang sudah tidak ditempati. saya dan teman-teman kelompok 183 terpaksa harus ke kamar mandi umum Kantor Desa. Pengalaman yang paling meyakitkan disana ketika saya dan teman-teman tidak diperbolehkan mandi dimasjid dekat rumah tua yang saya tinggali. Pandangan pertama saya tentang masyarakat desa yaitu kompak. Bermacam-macam lah barang-barang yang kita bawa saat itu (maklum persiapan untuk satu bulan ke depan). rasa perduli kepada sesama. Sebelumnya saya berserta anggoota kelompik 183 sudah meminta izin kepada Kepala Desa dan Kepala Dusun serta jajarannya. Serta mengajak ibu-ibu di sana untuk setiap malam Rabu. sembari menanyakan tempat yang bisa kami sewa untuk tinggal. Ada warga yang menerima adapula warga yang tidak menerima dengan kedatangan kami. Setiap malam Jum’at. Tepat pada tanggal 18 Juli saya dan teman-teman sampai di Desa Tanjung Rasa Kampung Cibungur yang disambut oleh warga sekitar dan anak-anak sekolah. masjid akan selalu bersih dan terawat. Dengan adanya remaja masjid yang memiliki piket. yaitu mengajari para orang tua di sana dalam hal membaca dan menulis. akan menimbulkan banyak korban kecelakaan. yang sangat memprihatinkan adalah kondisi jalan yang sangat parah (karena perjalanan yang naik turun dan berbatu). serta mangayomi. bahkan saya lebih sama dengan warga Kota. Masalah “pendidikan” itulah yang masih harus terus ditanamkan pada desa ini. Mendengarkannya dalam kata per kata. d) Jika Aku Menjadi Mereka Banyak hal yang harus saya lakukan. ada satu guru yang mengajarkan mereka mengaji. saya akan melakukan metode belajar yang cukup menyenangkan dengan menggunakan Bahasa Arab (khususnya untuk anak-anak). Saya fikir rasa manusiawi. Hal ini bertujuan untuk membuat Desa Tanjung Rasa (khususnya Kampung Sodong). kebesaran hati. Di Desa Tanjung Rasa itu sangat sulit sekali dengan air. ada pula yang membawa koper dan 3 tas. Desa Tanjung Rasa sendiri dikelilingi oleh area persawahan dan perbukitan. Untuk di sekolah. Pada saat survei yang ke 1. Saya juga akan berusaha menanamkan kembali rasa gotong-royong. air untuk mencuci piring pun susah. Tapi fakta setelah beberapa minggu disana tidak semua masyarakat Desa memiliki sifat seperti itu. Tidak hanya itu. kebiasaan dan pendidikan masyarakat Tanjung Rasa. untuk menggunakan toilet masjid jika ditempat kami sama sekali tidak keluar air. sopan.Bandung/Jonggol Cianjur yang dapat menjadi digunakan oleh para pengemudi selain menggunakan jalur utama. serta bagaimana cara dalam berdakwah. rasa perduli warga desa lebih tinggi dari warga kota. Karena kebanyakan dari mereka hanyalah lulusan SD semata. ada yang membawa 3 tas gede. Hanya di dusun 4 (Bunder) yang masih kental dengan kegiatan gotong-royong. Dan akhirnya untuk mandi serta mencuci pakaian. Selain itu. kami bersilaturrahmi pada Bapak Kepala Desa menanyakan terkait penghasilan. agar memiliki sisi religiusitas yang besar. dan banyak yang berhenti dan tidak melanjutkan ke . Lalu Bapak Kepala Desa pun memberikan rekomendasi ruangan kosong Kantor Desa. Ada yang membawa koper dan 2 tas. saya akan berusaha membuat anggota remaja masjid untuk selalu memakmurkan masjid.Tetapi jika dilihat dari kondisi lingkungan sekitar. jangankan untuk mandi. metode menonton film saya rasa juga akan menjadi cara yang ampuh untuk melatih mereka mendengar percakapan ber-Bahasa Inggris. mengaji bersama di masjid dan mengundang para orang tua yang ingin belajar shalat ataupun mengaji. akan membuat mereka semakin mudah dan paham mengenai pelajaran yang disampaikan. shalat dengan tata cara yang benar. Selanjutnya kami bersih- bersih serta menaruh barang bawaan pribadi dan kelompok kami yang begitu banyak (seperti orang mau pindahan). ramah. Saya berfikir dengan keadaan jalan yang seperti ini.

tapi jika dengan niat dan semangat yang kuat insyallah semua akan mudah. merupakan salah satu materi pendidikan moral yang kami berikan. Serta saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua anggota kelompok Hujantara (183) yang dapat bekerjasama dengan baik. Tetapi walaupun tidak banyak. Selama kami mengajar di semua dusun. Secara keseluruhan saya bersyukur dapat membantu Desa Tanjung Rasa. maka kita haruslah meminta izin terlebih dahulu dari sang pemilik. seperti: pembuatan taman baca. juga haus turut membantu dalam rangka menjaga kebersihan tempat belajar dengan tidak membuang sampah sembarangan. kami tidak bisa berkontribusi banyak dan saya rasa masih cukup kurang untuk memajukan desa ini. Sehingga tidak hanya piket dalam hal membersihkan tempat belajar. . Jika kita ingin menginginkan sesuatu. banyak dari mereka yang harus berhenti bersekolah karena kebanyakan orang tua yang tidak mau mengambil pusing dan memilih untuk langsung menikahkan anaknya aja setelah lulus SMP. Kemudian pada usia SMP. Memberikan pengajaran saat After School untuk tidak mencuri barang yang bukan milik mereka. Mungkin dalam jangka waktu sesingkat itu. Tidak ada proker kami yang tertinggal. tetapi juga mulai dari guru setempat serta para wali murid. pembatas Dusun untuk Desa Tanjung Rasa. kami sudah melakukan KKN ini dengan semaksimal mungkin. Sikap ramah dan sopan santun kepada orang yang lebih tua selalu juga kami tanamkan. Mungkin hal tersebut tidak mudah.jenjang SMP. kami menanamkan nilai- nilai kebersihan pada setiap murid.

ketua kelompok memberikan tugas . diantara 4 nama kelompok yang diajukan. Ushuludin. Pengadaan Al-Quran. saya sangat senang dan antusias sekali karena tahun ini saya dapat mengikutinya. Tidak lama kemudian alhamdulillah diantara 19 orang. terpilihlah nama kelompok 183 yaitu HUJANTARA. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Dirasat Islamiyah. setelah tanggal survei sudah ditentukan selanjutnya kami membahas program-program apa yang akan kami adakan di Desa Tanjungrasa. Suatu tantangan bagi saya bagaimana caranya saya bisa menyesuaikan diri dengan teman-teman yang lainnya yang masih belum saya kenal sama sekali. baru tahun ini fakultas Tarbiyah mengadakan KKN. ada beberapa orang saja yang tidak datang. Calistung (Membaca Menulis Berhitung). Syariah dan Hukum. Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Istiqomatul Faridah Kkn Yang Tak Terlupakan a) Jangan Asal Menilai Sebelum Memulai Memasuki semester tujuh. Sains dan Teknologi. Diantara usul-usul dari teman-teman yaitu : BTQ (Baca Tulis Quran). Persepsi saya di awal mengenai KKN tidak terlalu bersemangat karena saya belum tahu banyak tentang apakah itu KKN dan apa tujuan dari KKN itu sendiri. Setelah PPM UIN Jakarta mengumumkan nama-nama kelompok KKN. Bogor. Teman-teman saya tersebut berasal dari berbagai Fakultas seperti Tarbiyah. Pada hari itu kami berkenalan. Setiap program kerja dipilih penanggung jawabnya siapa dan setiap anggota kelompok KKN mendapatkan satu program kerja yang akan dilaksanakan. Tanjung Sari Kab. Baksos (Bakti Sosial) Pembangunan Tugu Batas Dusun dan 17 Agustusan. Pada hari senin besoknya saya dan teman- teman yang lainnya kumpul di Auditorium Harun Nasuition. berbeda dengan teman-teman saya yang lain sangat antusias dan semangat dengan mendekatnya kegiatan KKN yang akan dilaksanakan pada tahun ini. kegiatan KKN-PpMM tahun 2018 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan dilaksanakan oleh para mahasiswa yang bersifat wajib terkait memenuhi persyaratan kelulusan. Satu program kerja yang ditugaskan kepada saya haruslah berjalan dengan baik setelah semuanya mendapatkan tanggung jawab dalam program yang akan dilaksanakan. membahas pembentukan struktur organisasi kelompok. saya pun langsung mencari nama saya dan alhamdulillah saya ada dikelompok 183. Seminar Teknologi. My Gempita Fitriyani dan Silvy Wahyu Hasanah. Kegiatan KKN ini sudah diikuti oleh semua Fakultas. Taman Baca. Selain membahas nama kelompok kamipun membahas kapan survey ke lokasi KKN yaitu Desa Tanjungrasa Kec. Ekonomi dan Bisnis. Kelas Kreativitas dan Budaya. Elysanya berdiri dan melambaikan tangan. Bimbel (Bimbingan Belajar). Upgrading Skill. Pada saat itu saya dipercaya untuk bertanggung jawab dalam program kerja Taman Baca Masyarakat. Pada rapat keduanya saya dan teman-teman yang lainnya membahas nama kelompok. Saya ditempatkan sebagai acara dengan tiga orang teman saya Aulia Rahman. Adab dan Humaniora. yang terpilih jadi ketuanya teman saya yang berasal dari Fakultas Syariah dan Hukum yang bernama M. Fakultas yang ada di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Workshop Kewirausahaan. pada saat itu saya bingung teman- teman saya yang mana saja soalnya masih belum pernah ketemu sama sekali dan sangat ramai juga. Teman-teman yang dikelompok saya dari berbagai Fakultas yang masih belum saya kenal sama sekali. Pada akhirnya saya menelpon teman saya yang bernama Elysa. Anwar Ainul Yakin.

ternyata jalan menuju kesana sangat jauh. Kemudian saya bersama teman-teman saya mulai dengan acak dari semua Fakultas yang ada di kampus. Setelah itu saya mendapat informasi bahwa desa tersebut sangat jauh dan akses jalannya sulit dan juga kondisi jalan di desa tersebut kurang baik. Saya sempat pesimis karena tidak satu anggota dengan teman satu Jurusan tetapi ada beberapa teman saya yang satu Jurusan kemudian dia menjadi satu anggota. saya mulai mencari informasi tentang KKN kepada kakak kelas saya yang bernama Kak Pije. perlahan-lahan kami akrab dan saling kenal satu sama lain. Kami memulai survey bersama-sama pergi ke desa dan ternyata sesuai dengan ekspetasi bahwa akses menuju kesana sangat sulit. setelah mendapat lokasi saya mencari informasi tentang Desa Tanjungrasa dengan cara browsing di internet dan juga bertanya kepada orang-orang terdekat. melakukan kegiatan yang akan dilaksanakan bersama-sama dan juga kami akan mengenal lebih jauh lagi. saya mulai membayangkan nanti kami akan tinggal bersama-sama dengan 20 anggota teman-teman saya yang baru saya kenal dan juga pasti mempunyai pola fikir yang berbeda masing-masing. Dia juga mengatakan bahwa nanti selama KKN kita se- kelompok hidup bersama. Bagi saya saat pertama kali melakukan perkenalan mendapat respon yang kurang menyenangkan karena bagi warga desa jika ada suatu perkumpulan-perkumpulan atau sosialisasi mereka hanya mengharapkan materi sehingga menjadi kekhawatiran bagi kami jika saat kami sedang menjalani program nanti warga yang ikut tidak banyak karena kami tidak memberikan materi kepada warga sekitar. Sementara itu. Kami mendapat lokasi KKN di Desa Tanjungrasa. dan Alhamdulillah kami mendapat dosen pembimbing yang baik dan juga sangat perhatian kepada kelompok kami. Kami melakukan persiapan sampai hari H. Kami juga mendapat dosen pembimbing yang akan membantu mengarahan dalam kegiatan KKN yang bernama Ibu Titik. Setelah itu kami lanjutkan dengan mengadakan rapat-rapat untuk merencanakan program kerja untuk kegiatan nanti disana sampai hari H. kemudian kami bertemu dan perkenalan dengan sesama anggota. dia menceritakan bagaimana pengalamannya dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Kendala yang saya rasakan sebelum KKN yaitu konsistensi teman-teman anggota kelompok saya untuk datang mengikuti rapat karena rapat sangat penting untuk tahu bagaimana keseluruhan dari rencana kegiatan. Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Bogor. Kemudian salah satu anggota membuat grup whatsapp yang nanti nya akan menjadi grup kelompok kami.untuk mengananalisis seberapa besar peluang dan kendala program kerja yang akan dijalankan tersebut. susah atau senang bersama. selama satu bulan penuh dan pasti ada “berantem” nya. Saya menjadi anggota KKN kelompok 183 dan saya melihat siapa saja yang satu kelompok dengan saya. dari awal pertemuan hingga akhir pertemuan rapat tidak pernah full team yang datang sehingga bagi saya menghambat proses persiapan KKN yang akan kami laksanakan. Kemudian mendekati hari H KKN. kami berasal dari Jurusan yang berbeda-beda dan sebelumnya belum saling mengenal satu sama lain. kami sering mengadakan rapat yang membahas mengenai bagaimana KKN kedepannya nanti dan juga persiapan kegiatan KKN yang akan kami laksanakan. Selain itu kesan sebelum KKN saat kami mengunjungi lokasi untuk sosialisasi perkenalan dengan warga-warga. Dia memberitahu bahwa ternyata di lokasi lebih banyak menganggurnya dan mengatakan bahwa “KKN mah ujung-ujungnya ngajar” saya percaya tidak percaya dengan apa yang Kak Pije katakan kepada saya. Dan setelah itu kami merencanakan pertemuan pertama di Audit. kami mempersiapkan diri lebih matang dan juga untuk persiapan dilapangan atau di lokasi kami lebih tekankan karena . Dari cerita tersebut saya mulai penasaran dan ingin lebih banyak tahu lagi mengenai KKN.

Si. Alhamdulillah dalam persiapan pra KKN semua teman– teman sangat antusias sekali untuk mempersiapkan perlengkapan yang dibawa dan mempersiapkan perlengkapan buat program kerja yang akan dijalankan. tidak ada rasa canggung. saya tidak mengira akan senyaman ini bersama teman-teman kelompok saya yang setelah . Sebelumnya. karena kami hidup bersama. Dan juga menurut saya teman-teman anggota kelompok saya sangat seru dan baik dan kami tidak terlalu jenuh dan ambil pusing dalam merencanakan persiapan dalam kegiatan KKN yang akan datang. saya tidak tahan dan ingin menangis membayangkan akan terus seperti ini selama satu bulan berdesak-desakan. Kisah yang paling berkesan menurut saya selama KKN yaitu pertama rasa kebersamaan dan kekeluargaan dengan semua teman-teman kelompok saya. saya tidak mengira bahwa hidup bersama selama KKN tidak seperti ini. mulai dari persiapan KKN.mengingat tinggal menghitung hari memasuki kegiatan KKN. sebenarnya itu merupakan hal sepele karena miss komunikasi antara kami semua. terlihat dari masing masing individu yang aktif dan pasif. bahkan saya sampai memberitahu kepada orang tua saya bahwa saya tidak sanggup menjalaninya. Tetapi makin kesini justru saya makin semangat untuk datang rapat dalam membahas persiapan-persiapan bersama anggota kelompok saya. Berawal dari kelompok KKN yang ditetapkan PPM banyak sekali cerita seru dan sedih. Hal lain yang paling berkesan menurut saya yaitu saat pertengahan bulan mulai ada konflik antara laki-laki dan perempuan. mandi. Kemudian beberapa hari menjelang KKN saya mulai packing dan mempersiapkan barang bawaan apa saja yang dibutuhkan sebelum saya dan teman-teman berangkat menuju ke desa tempat akan berlangsungnya KKN selama satu bulan ke depan. ternyata yang saya rasakan sangat terasa kebersamaannya bahkan kami semua sudah seperti keluarga sendiri. malu. Di tambah lagi dengan group dan tinggal bersama selama satu bulan akan menambah keeratan dalam berkelompok. setiap hari bertemu satu sama lain. gengsi dan lain-lain. masak. kami beranggotakan 20 0rang terdiri dari 11 perempuan dan 9 laki – laki dengan dosen pembimbing Ibu Titik Inayah M. b) Tak Kenal Maka Tak Sayang Kelompok kami kelompok nomor 183 bernama HUJANTARA. padahal kami baru saling kenal hanya beberapa bulan tetapi saat tinggal bersama sudah seperti kenal bertahun-tahun. semua kami lakukan apa adanya seperti keluarga. kemudian makan bersama dan yang paling berkesan kami makan dengan cara “ngeliwet” dan itu juga berguna untuk mengurangi anggaran. dan setelah kami menyelesaikan masalah kami bermaaf-maafan dan menganggap semua itu telah berlalu dan bersiap seperti biasa kembali. kemudian kami bersama-sama melaksanakan program kerja yang sudah kami rencanakan sebelumnya. Beliau adalah seorang dosen di Fakultas Sains dan Teknologi. Hal lain yang menurut saya berkesan yaitu saat berada disana saya merasakan hal yang berbeda. mulai dari tidur. dan juga saat hari-hari pertama yang tidak bisa saya lupakan yaitu saya dan teman-teman yang berjumlah 6 orang perempuan tidur di satu kamar dan juga di dalam kamar tersebut berisi barang-barang bawaan kami. Bermula dari perkenalan ketika rapat di kampus saya dan teman-teman yang lainnya mulai mengetahui karakter masing- masing teman. Karena baru pertama kenal dan dari Fakultas yang berbeda-beda kami harus memahami setiap karakter ataupun sifat teman kelompok. mungkin beberapa kisah diantaranya akan saya ceritakan. membereskan rumah bersama bagi masing masing sesama perempuan dan sesama laki-laki.

Seminar Teknologi. Pertamanya kami kebingungan program apa yang harus dijalankan. bahagia karena merasa terhibur dengan pertunjukan dari anak-anak yang kita latih dan sedih atas kepulangan kita sebagai anak KKN. Tanjung Sari. tapi lumayan banyak juga yang jadi pegawai pabrik. Perasaan warga saat itu becampur aduk. Tidak terasa penutupan pun tiba. Waktupun tidak terasa berlalu sangat cepat diantara program kerja sudah lumayan banyak yang sudah terselesaikan diantaranya BTQ (Baca Tulis Quran). bimbel. Upgrading Skill. Mata pencaharian Desa Tanjungrasa ini kebanyakan jadi petani. Buanajaya. SMK dan sekolah SD. dalam arti desa ini selalu berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak kecamatan. Sesuai dengan kesepakatan bersama kami pun mendatangi rumah pak mandor (kepala dusun) kami minta izin untuk membantu mengajar btq. Desa Tanjungrasa terdiri dari 12 RW dan setiap RW nya memiliki 2 RT. penutupan di hadiri oleh Sekdes. Desa Tanjungrasa adalah tempat kami melaksanakana KKN. Masih lumayan banyak sekali yang hanya tamat Sekolah Dasar saja. Setelah selesai kami pulang ke basecamp pamitan sama warga sekitar rumah dan kemudian pulang ke Jakarta. Pada malam harinya musyawarah siapa saja . Kelompok kami tidak sama dengan kelompok yang lainnya dimana laki-laki dan perempuan dipisah rumahnya. Sukarasa Dan Selawangi. Pada hari ketiga KKN kami pun mendatangi PAUD. Calistung (Membaca Menulis Berhitung). kami disambut baik oleh aparat desa dan warga. Pengadaan Al-Quran. Selain sebagai petani dan pegawai pabrik ada juga warga yang bekerja sebagai peternak sapi. Selesai acara kamipun foto bersama dengan Sekdes.sebulan mau tidak mau akan terpisahkan satu sama lain. Desa Tanjungrasa tempat kami melaksanakan KKN dipimpin oleh bapak Kusnadi. Pada kegiatan pengadaan koleksi dan taman baca. akhirnya 2 orang teman saya pergi ke Cilengsi untuk membeli buku. Sirnasari. Antajaya. Kelas Kreativitas dan Budaya. Desa Tanjungrasa ini terletak di Bogor lebih tepatnya di Kecamatan Tanjung Sari. Tanjungrasa. Selain itu desa ini juga masih banyak sawahnya. c) Berjuta Rasa di Tanjungrasa Semoga kekompakan tetap terjaga dan selalu mendukung satu sama lainnya. Di Kecamatan Tanjung Sari ini terdiri dari Desa Cibadak. Pasir Tanjung. Baksos (Bakti Sosial) Pembangunan Tugu Batas Dusun dan 17 Agustusan. pada akhirnya hari itu kami musyawarah kegiatan apa yang harus dijalankan. Kepala dusun serta teman-teman anggota KKN. Taman Baca. Sirnarasa. Ketika kami pertama sampai ke Desa Tanjungrasa ini. calistung di setiap dusun. Dilihat dari bidang pendidikan di Desa Tanjungrasa ini Menurut saya Desa Tanjungrasa masih belum termasuk desa yang memiliki gelar sebagai desa pendidikan. Workshop Kewirausahaan. Karena 80% penduduk desa ini paling tinggi masih berpendidikan SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas). mencari penjual buku sangat susah di daerah KKN saya sangatlah susah menemukan penjual buku. Desa ini adalah desa yang aktif dalam suatu kegiatan apapun. kebetulan pak kades sedang menjemput anaknya ke rumah sakit dan dosen pembimbing saya juga berhalangan hadir dikarenakan suaminya sakit tidak bisa ditinggal sendirian. Bimbel (Bimbingan Belajar). alhamdulillah ketiga-tiganya memberikan ijin kepada kami untuk mengajar. Bercerita sedikit kebelakang dulu ketika saya dan teman yang lainnya pertama datang ke Desa Tanjungrasa ini kami berpikiran desa ini adalah desa yang sangat luas dan desa ini termasuk desa yang masih belum dikatakan maju karena jalan di desa ini sangat jelek.

Sebelum kami selesai KKN kami membangun tugu pembatas dusun. pengenalan huruf mushaf Al-Qur’an dan tanda baca dalam mushaf Al-Qur’an.dan kreativitas. dalam arti untuk menghadiri suatu kegiatan harus dikasih uang baru mau datang. Pada hari itu saya sangat terharu sekali karena melihat betapa tulusnya kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Dimana nantinya anak-anak yang kami latih akan kami tampilkan ketika malam penutupan. BTQ dan SD.yang ke PAUD. Alhamdulillah sekian banyaknya kegiatan-kegiatan yang sudah dijalankan berjalan dengan baik dan dapat diterima oleh warga. Alhamdulillah selama mengajar di PAUD baik baik saja tidak ada terjadi masalah. sebelum tidur. Harapan saya untuk kedepannya semoga hal tersebut tidak terjadi lagi dan diharapkan kepada warga Desa Tanjungrasa untuk kesadaran penuh. kami mengajar doa sebelum makan. Seperti biasanya kami memperkenalakan diri telebih dahulu. Semoga untuk kedepannya warga Desa Tanjungrasa tetap rukun dalam bermasyarakat. Semoga untuk ke depannya warga Desa Tanjungrasa tidak selalu mengutamakan uang yang pertama. btq dan bimbel kami juga mengajari anak-anak yang datang ke rumah untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya dan begitu juga mengajari anak-anak seni dan budaya diantaranya seni tari. Semoga juga karang taruna Desa Tanjungrasa lebih aktif lagi supaya tercipta kerukunan antar remaja Desa Tanjungrasa. yang berguna dimana pada waktunya mendirikan suatu acara lebih mudah dalam mengadakan acara tersebut. warga sangat antusias sekali mempersiapkan hal-hal yang unik untuk dipertunjukkan di hari 17 Agustus dan Kami mengikuti upacara bendera. doa belajar dan lain sebagainya. karena di kerjakan oleh banyak orang begitu juga dalam pekerjaan- pekerjaan lainnya. dan semakin jaya. murid btq kurang lebih 30 murid. Saya merasa mengajar di PAUD sangatlah menyenangkan karena melihat anak-anak yang selalu ceria dan bersemangat dalam belajar. tapi karena keterbatasan ekonomi anak-anak tidak bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Semoga warga-warga Desa Tanjungrasa semakin antusias terhadap suatu kegiatan-kegiatan yang diadakan. . Suatu acara yang sangat meriah selama kami di Desa Tanjungrasa yaitu acara 17 Agustus. Karena jelas jika mengadakan suatu acara pasti kalau kita memperhatikannya dengan baik pasti kita mendapat hikmah ataupun pengetahuan dari suatu kegitan tersebut. Menurut saya antusias anak untuk belajar di Desa Tanjungrasa ini lumayan tinggi. anak-anak dan orang tua murid. d) Secarik Harapan Untuk Tanjungrasa Harapan saya untuk Desa Tanjungrasa semoga untuk kedepannya Desa Tanjungrasa semakin lebih baik . sebelumnya saya perkenalakan diri kepada semuanya kepada guru-guru. Besok harinya saya ditugaskan mengajar di PAUD. Selain kegiatan belajar mengajar di PAUD. menberikan mushaf Al-Qur’an kepada tempat saya mengajar btq dan lain sebagainya. semakin maju. Pada besoknya saya ditugaskan untuk mengajar di btq . Selain itu kami juga mengajari anak-anak membaca mushaf Al-Qur’an.

Saya berasal dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi. mungkin saya salah satu mahasiswi yang sangat penasaran dengan yang sering disebut-sebut KKN. sudah sangat wajib untuk bagi saya dan teman-teman yang lain untuk m. Dari ribuan mahasiswa semester 7. membuat saya mampu menyalurkan sedikit ilmu yang sudah saya dapat di tempat KKN. Laila Baroah Saya. Pengabdian pada masyarakat adalah suatu tindakan yang memerlukan kesadaran dan niat yang sakral karena bukan untuk sekedar bermain dan tinggal saja. saya dapat menyalurkan sedikit kemampuan saya mengajar bimbel dan membantu teman-teman mengambil dokumentasi. Hujantara dan Tanjung Rasa a) Hmm. Dari segi dakwah harus diakui bukan sebagai pendakwah handal yang biasa berpidato di depan Majlis Ta’lim atau di tempat umum lainnya.. teman-teman yang sudah melaksanakan KKN sebelumnya. alasan terkuat bagi saya mengikuti KKN ini yakni untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat. mungkin bagi sebagaian orang dengan mendengar kata “Dakwah dan Komunikasi” yang tertera sudah sangat pas dan harus untuk mengikuti KKN sebagai bentuk penyaluran keahlian berdakwah dan berkomunikasi. bagaimana siih KKN itu? Bagaimana yaa nanti ketika KKN? Seru tidak yaa KKN nanti? Teman-temannya bagaimana yaa? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang bermunculan . Menurut saya sebelum KKN berlangsung. Bahkan mungkin bagi mahasiswa- mahasiswa yang belum pernah merasakan KKN. KKN? Mendengar Kuliah Kerja Nyata (KKN) sudah tidak asing lagi didengar melalui cerita- cerita dari senior. Masuk kedalam Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi jurusan KPI. KKN adalah suatu momen yang sangat “Wah”. Pengabdian adalah soal keikhlasan dan semangat membangun bersama. Sebagai mahasiswi Jurusan Komunikasi Penyiran Islam (KPI). Karena saya yakin pengabdian itu tidak cukup hanya dengan sebulan. KKN adalah pengabdian masyarakat yang hanya formalitas demi nilai saja. melainkan saya dapat mengajar ngaji anak-anak di sekolah Diniyah. Dari segi komunikasi. Tetapi tak bisa dipungkiri. Sering terbesit di dalam pikiran saya.

Bisa atau tidak saya bersosialisasi dengan teman-teman kelompok saya nantinya. sangat tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Tetapi pada minggu-minggu selanjutnya baru terasa KKN sesungguhnya. Sistem piket di kelompok saya pun perminggu dan tak bisa dipungkiri. kumpul-kumpul bersama. Tetapi setelah saya merasakan sendiri bagaimana KKN. siang mengajar bimbel. Tetapi karena satu dua hal. KKN yang saya rasakan pada minggu-minggu pertama terasa begitu santai. Pada awalnya ketua dan teman kelompok saya berdua langsung ingin berangkat ke tempat KKN di Tanjung Rasa untuk membicarakan perihal rumah yang sudah kami pesan tersebut. Masih belum banyak kegiatan yang dilaksanakan. kegiatan saya diawal-awal ini lebih banyak dihabiskan dengan memasak makanan di dapur. mengajar ngaji. siang. Saya pun merasa khawatir bagaimana warga desa di tempat KKN saya Tanjung Rasa. Serta masih banyak lagi kekhawatiran-khawatiran lain yang muncul dalam pikiran saya. Berhubung saya di KKN sebagai divisi konsumsi dan mendapat piket minggu pertama. Dari mulai mengajar bimbel. Pagi mengajar calistung. Pada minggu-minggu awal juga saya dan teman-teman masih memiliki banyak waktu luang. tiba-tiba rumah yang sudah kami pesan untuk dikontrakkan mendadak dibatalkan oleh pemiliknya. Bagaimana tidak? Saya masak 10 hari berturut-turut. Dari mulai teman. Karena bisa dibilang saya termasuk orang yang pendiam dan pemalu dihadapan orang-orang yang baru saya temui. Waktu luang ini kami isi dengan bermain gitar. saya sempat merasakan kejenuhan selama piket. mendekatkan diri kepada warga-warga sekitar. Dengan selalu dipadati berbagai macam kegiatan setiap harinya dari pagi. bermain uno. KKN ternyata sangat membantu dan membangun potensi pribadi saya. mengajar baca tulis hitung (calistung). hingga malam. Ramah-ramahkah atau bahkan sebaliknya. membuat taman baca. sore. membuat tugu. saya tak ahli dalam memasak makanan. yang pada awalnya kami sudah mendapatkan rumah yang pas untuk dihuni. Serontak saya dan teman-teman sangat kaget mendapat kabar tersebut. Walau jujur. merasa khawatir apakah nantinya akan mendapatkan teman yang cocok dengan diri saya. . Tetapi setelah dua hari sebelum keberangkatan KKN. akhirnya mereka pun tidak jadi ke tempat lokasi untuk menemui pemilik rumah. Mulai dari rumah. mengajar kesenian. Baru perkenalan ke tempat-tempat yang nantinya saya dan teman-teman kelompok saya mengajar. seminar dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Terselip pula berbagai macam rasa kekhawatiran di dalam hati. sore mengajar Diniyah.

Ada yang pandai mengajar ngaji dan bimbel seperti Anwar. Walau dalam setiap kelompok yang terdiri dari berbagai macam sifat dan watak pasti ada berbagai macam perbedaan pemikiran dan harus bisa menyesuaikan diri satu sama lain. Retno. Ada yang berpengalaman mengambil foto dan membuat . Berawal dari grup kelompok yang tidak pernah sepi. Selalu saja ada topik pembahasan didalamnya. saya pun semakin mengenal sifat teman- teman kelompok saya. Rifqiyati. Gempita. saya sangat khawatir bagaimana nantinya teman-teman kelompok KKN saya. Ada yang terampil membuat kerajinan tangan seperti Fauziah. Tetapi tetap semua terasa mengasyikan. Rahman. Ternyata. Ada saja kelakuan mereka yang membuat saya tertawa dan menghilangkan kepenatan yang ada dipikiran saya. Belum tahu bagaimana sifat dan watak aslinya. b) Hujantara penuh makna Sebelum saya tahu teman-teman kelompok saya. Bagaimana tidak saya khawatirkan. Secara tidak langsung. Memang bukan hal yang mudah. Saya senang bisa bertemu dan sekelompok dengan mereka semua. Slamet. teman-teman kelompok saya semuanya seru-seru dan asyik. Dan ternyata banyak teman kelompok saya yang jago memasak seperti Reza. Annisa. serta kebiasaannya. Ditambah ketika kami semua sudah tinggal bersama. Istiqomatul. Lambat laun. Berbagai macam keunikan sifat dan kemampuan teman-teman saya yang berbeda-beda semakin menyatukan kami semua satu sama lain di tempat KKN. Farid. Baik pembahasan tentang KKN maupun hanya sekedar celoteh candaan teman- teman. Bayu. mau tidak mau saya harus bisa bersosialisasi dengan mereka. Walau sebenarnya tidak begitu padat kegiatannya. karena nanti saya akan tinggal bersama dengan “orang asing” selama satu bulan.malam mengajar les anak-anak yang datang ke tempat tinggal kami. Tetapi seiring berjalannya waktu. Hendrika dan Gerry. Satu bulan termasuk waktu yang lama bagi saya. Windy. Silvy. Naufal. Annisa. semua kekhawatiran saya pun sirna. Dengan seringnya kumpul kelompok sedikit demi sedikit membuat saya mengenal teman-teman. Di grup kelompok masih belum semua ikut bersuara (termasuk saya sendiri) dan masih membuat saya tidak tahu bagaimana semua teman-teman kelompok saya. alias lebih banyak ngegabutnya. untuk tinggal bersama orang-orang yang belum pernah saya temui sebelumnya. Ismail. Elisa. Ada yang handal memainkan gitar seperti Farid. Ada yang lihai menari seperti Silvy.

Elisa. diantara teman-teman perempuan yang berlatih gitar hanya Elisa yang pada akhirnya bisa . Hanya dengan bermodalkan niat nekad dan melihat youtube atau bahkan menanyakan resep kepada ibu kami di rumah itu sudah cukup bagi kami. membuat saya semakin gemuk selama di tempat KKN. Bagaimana tidak bosan mendengarnya. Kerap kali kami memasak saat begadang. Tidak lain dan tidak salah lagi. Hampir setiap malam saya begadang dengan yang lain. Akibat terlalu seringnya saya memakan mie instan pada malam hari. Sedangkan mie goreng kami menyebutnya mie pendek. Reza. Setiap ada kesempatan dan waktu luang pasti diantara kami ada yang belajar gitar. Elisa dan Farid. Seperti Windy.video seperti Farid. siang. Lagu favorit yang biasa kami pelajari yaitu lagu dari Sheila On7 “Anugerah Terindah” dan lagu dari Ungu “Demi Waktu”. Ada yang paham teknologi seperti Gerry. terutama dengan Reza. Mie instan ini tidak hanya di masak seperti biasanya. karena mie goreng yang sudah di rebus di goreng kembali sehingga mienya menjadi pendek- pendek. Salah satu alasan saya dan teman-teman memilih lagu tersebut karena kunci gitarnya yang mudah. dan bahkan saya sendiri. tetapi saya salah jusru saya menjadi semakin gemuk. Ada yang gemar menyanyi seperti Reza. Karena terlalu seringnya kami memainkan lagu tersebut dan tidak pernah tuntas. Ada yang ahli dalam berpolitik seperti Rahman. sore. sampai-sampai teman-teman yang mendengarkan merasa bosan dengan lagu tersebut. karena kuah mie tersebut dibuat sedikit. Mungkin bisa dibilang itu lagu andalan kami untuk belajar gitar. Mie rebus biasa kami menyebutnya mie seret. setiap malam setelah selesai kegiatan atau bahkan setiap tidak ada aktivitas baik pagi. atau malam saya beserta teman yang lain sering kali memainkan gitar untuk sekedar menghilangkan kepenatan dan kebosanan semata. Gempita. Seru saja rasanya memiliki pengalaman memasak tanpa disengaja. Momen yang saya sukai saat saya dan teman-teman bereksperimen membuat masakan yang belum pernah kami memasaknya. makanan yang kami masak yaitu mie instan makanan seribu umat. Retno. Pada awalnya saya berpikir saya akan kurus di tempat KKN. Silvy. Tetapi biasa kami racik “ala-ala” lagi. banyak hal-hal yang tidak bisa saya lupakan. Dan masih banyak lagi kemampuan teman kelompok saya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Selama di tempat KKN. Bagi saya. apabila kami memainkannya bisa lebih dari puluhan kali dalam sehari itu pun tidak pernah tuntas. Dan al-hasil masakan yang kami buat pun tak begitu mengecewakan hasilnya. Selama KKN pun banyak teman-teman perempuan saya yang tertarik belajar bermain gitar. Retno. Enak rasanya mendengarkan teman-teman bernyanyi sambil diiringi dengan gitar. Selain itu.

Kebersamaan lainnya yaitu saat saya dan teman-teman mencari air. tapi “masalah tidak akan menjadi masalah kalau kita tidak menganggap itu masalah bukan?”. Entah mencari air untuk mandi. Untuk masak saja kami membeli air isi ulang. bercerita keluh kesah satu sama lain. Bukan tidak ada. Belum untuk mencuci piring dan lain-lainnya. atau bahkan hanya untuk sekedar mencuci muka. kecemasan. begadang bareng. Yaa bisa di bilang mereka yang paling bisa diandalkan. sebulan saya tidak terlalu dekat dengan mereka sepenuh nya mungkin. saya tak mengkhawatirkan masalah air. kemarahan. ada tapi ya dianggapnya sudah tidak ada saja. ngantri mandii. Yap. Dari yang awalnya satu lagu sekarang dia sudah bisa beberapa lagu. mencari air. malam hari cuci muka. jalan-jalan mencari angin. buang air. Itu yang seharusnya kami lakukan. Saya merasa sedikit beruntung mendapatkan daerah Bogor karena menurut saya . dan itu yang sempat membuat saya sampai masuk angin dan harus di keroki oleh teman saya bernama Reza. c) Tanjung Rasa punya cerita Saat saya mengetahui tempat KKN saya daerah Bogor. Elisa dan Farid. Air hanya penuh sesekali itu pun harus rebutan buat semua nya. jajan bareng. tetapi dia lebih baik dari pada saya yang tidak ada hasilnya belajar gitar (hehe).bermain gitar. Didalam rumah yang saya tempati ini. kekesalan. mencuci baju. mencuci baru bersama dan masih banyak lagi hal-hal yang kami lakukan bersama. Hampir semua ha kami lakukan bersama seperti memasak. Dua puluh orang di satu rumah dengan watak berbeda. Tak jarang. Di tempat KKN ini saya dekat dengan Reza. Masalahkan? Ya masalah. saya dan teman-teman harus berbagi air karena sangat minimnya air yang ada. Karena yang selalu menjadi persoalan dirumah kami adalah masalah air. kesukaan berbeda dan kebiasaan yang berbeda juga dimana waktu beradaptasi yang singkat ternyata tidak selalu menjadi persoalannya. kesukaan. pengalaman berbeda. bermain gitar. Retno. Karena ternyata di rumah kami sumber air nya cukup minim. pengalaman. Walaupun tidak tuntas. kebahagiaan dan kenyamanan sementara. Setiap orang pasti memiliki teman dekat kepercayaannya dan saya pun demikian. Walaupun saya sadar. Menuangkan segala problematika dan menyelesaikannya bersama. air. kami saling bertukar pikiran. Terkadang saya dan teman-teman harus mencuci baju pada malam hari di belakang kantor desa. Air menjadi masalah yang cukup serius untuk dirumah kami.

berwudhu di masjid. mencuci baju. walau disana sudah banyak tempat-tempat belajar mengaji. Warga biasa pun walau tak memiliki banyak uang mereka lebih mementingkan ikut menyawer dari pada untuk kebutuhan keluarganya sendiri. Di desa saya. Pada kesimpulannya secara tidak langsung hanya kami yang dilarang menggunakan air masjid. Beda halnya dengan yang mendapat KKN di daerah Tangerang. saya dan teman-teman sering menumpang mandi. karena menggunakan jet pump. Jadi. warga setempat tetap menggunakan kamar mandi masjid untuk mandi dan mencuci. Apa daya. . hanya sesekali air keluar dari sumurnya. saya dan teman-teman dikagetkan dengan tulisan yang terpampang di dinding kamar mandi masjid tersebut. Kelompok saya bisa dikata kurang akrab dengan para warganya. Biasa kami memanggil pemiliknya dengan sebutan teteh. gersang dan tidak ada air. untuk keagamannya bisa dibilang kurang. tetapi air disana selalu membuat kulit terasa licin terus-menerus. Sapa menyapa iya. Memang sejak awal Bapak Kepala Desa sudah memberi tahu air yang paling banyak di kantor desa. Rumah yang saya tempati pun tidak ada air. Setiap hari dari pagi hari bangun tidur sampai malam hari mau tidur kami pun harus keliling mencari air. daerah tempat KKN saya lebih tepatnya di desa Tanjung Rasa ini juga sering dilanda kekeringan. Disana tertuliskan “Dilarang Mandi dan Mencuci disini. Ada satu rumah yang paling sering kami tumpangi. Air di kamar mandi tersebut tidak pernah habis dan akan selalu mengalir walau musim kemarau sekalipun. kami bisa menumpang ke kamar mandinya. Tapi tidak disangka. Tetapi setelah beberapa hari kemudian. Bukan Kamar Mandi Umum”. Sedih memang. Apa lagi saat KKN kemarin sedang musim kemarau. Selain di rumah teteh. sedangkan warga setempat tetap boleh menggunakannya. Bahkan untuk para pemuka desa bisa menghabiskan hingga puluhan juta rupiah. saya dan teman-teman pun tidak bisa lagi mandi dan mencuci pakaian disana. Tetapi anehnya. Tetapi kadang kala air di rumah teteh pun mati. Beberapa hari tidak ada masalah kami menggunakan kamar mandi masjid.daerah Bogor akan banyak air dan sejuk. sangat sulit mendapatkan air. Setelah dilarang menggunakan kamar mandi masjid. cuci muka. saya dan teman-teman menggunakan kamar mandi umum yang ada di belakang kantor desa. tetapi kurang berbaur dalam kesehariannya sehingga bisa terjadi kejadian seperti itu. Disana mereka memiliki tradisi sawer. Beruntung daerah rumah yang saya tempati berdekatan dengan pemilik dan saudara-saudara pemilik rumah. yang mana setiap ada acara atau dangdutan selalu memberikan saweran. Memang air di kantor desa sangat melimpah.

Pada acara tujuh belas Agustus saja di desa saya lebih memilih menampilkan para pemusik reggae dari pada menampilkan malam pentas seni atau yang semacamnya. Di desa saya memang minim lahan pekerjaan. kata terima kasih memang tidak cukup untuk HUJANTARA. Ingin rasanya saya dapat membuat lahan pekerjaan untuk memberdayakan keahlian para ibu-ibu disana dengan keraajinan tangan yang telah dihasilkan untuk di pasarkan baik online atau memasukkannya ke toko-toko. Saat saya di tempat kemarin. Sebulan ternyata memang waktu yang terlalu singkat untuk pengabdian ini. begitupun mereka. berpasan dengan acara tahunan yang biasa dilaksanakan disana yang biasa disebut Syukuran Bumi. Saya dan teman-teman pun ikut membantu memasak dan membuat nasi tumpeng. d) Secuil harapan dan syukur yang ada Memang di desa yang saya tempati sedikit lahan pekerjaannya. Saking sedikitnya perkerjaan disana banyak pula yang lebih memilih bekerja di tempat lain. sebulan terlalu singkat untuk mengenal Tanjung Rasa. Agar semakin banyak lahan pekerjaan di desa sana sehingga perekonomian warga semakin maju. Bahkan dulu banyak anak-anak yang tergolong muda lebih memilih untuk menikah muda dari pada melanjutkan sekolah. Sedih memang. Warga disana sebagian besar berprofesi sebagai petani. tetapi di beberapa dusun memiliki keahlian membuat kerajinan tangan. Pertemuan ada karena perpisahan. Setelah dzuhur makan bersama semua yang telah dimasak warga dan pada sore harinya ada tari jaipong. kegiatan yang dilakukan yaitu pada pagi hari masak bersama satu dusun untuk makan bersama. Saya termasuk kedalam orang yang suka dengan membuat kerajinan tangan. Mereka dapat membuat buat dari bunga yang berbahankan dari kertas origami. Dan saya pun harus berpisah dengan Tanjung Rasa dan segala cerita dan pengalam KKN saya dan teman-teman.Sangat miris memang. Disana pun bisa dihitung dengan jari anak-anak yang melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi. Baru pada malam harinya yaitu malam puncak dengan penampilan tari topeng. Warga daerah sana pun tidak perlu lagi mencari pekerjaan diluar desa terutama para ibu-ibu. sebulan terlalu singkat untuk melaksanakan pengabdian ini. Begitupun saya dan kelompok saya. .

keindahan. Walaupun saya kehilangan beberapa momen bersama Tanjung Rasa. Dan saya jadikan itu satu kenangan terbaik bersama keluarga baru ini. terima kasih. tapi disetiap momen yang saya jalani itu saya letakkan dibagian kecil ruang hati saya. Kelas! Keluarga HUJANTARA. terima kasih. Keluarga Tanjung Rasa. terima kasih banyak. norma. Untuk Tanjung Rasa. Dimana budaya. permasalahan dan nilai-nilai dari Indonesia tergambar di Tanjung Rasa dan itu mengagumkan. kebersamaan. Bagi saya Tanjung Rasa adalah gambaran Indonesia kecil. .

Fakultas Adab dan Humaniora. ada beberapa hal yang ingin saya coba bagi dengan masyarakat. . mengisi pengajian-pengajian dan lain sebagainya. M. yang saya tahu KKN itu hanya sebuah pengabdian kepada masyarakat. Beberapa hal yang saya ingat dari pembekalan KKN bahwa KKN itu adalah “bentuk kegitan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu”. Pada awalnya saya tidak terlalu banyak mengetahui tentang apa itu KKN. Fakultas Sains dan Teknologi. setelah adanya pembekalan dari PpMM akhirnya pikiran saya sedikit ada pencerahan tentang apa itu KKN. di samping itu juga PpMM memberikan gambaran tentang kegiatan apa saja yang paling relevan bagi kehidupan masyarakat. di samping KKN merupakan mata kuliah yang wajib di ikuti. Pernah juga terlintas dalam pikiran saya bahwa KKN itu hanya sebatas mengajar di sekolah. Pada tahun ini kegiatan KKN-PpMM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan di ikuti oleh Fakultas Syariah dan Hukum. Selain itu juga. Kenapa ke- Agamaan ? menurut saya agama merupakan barometer bagi kesejahteraan suatu masyarakat. menurut saya KKN juga sebagai bentuk pembelajaran yang amat sangat berharga untuk saya kelak hidup berkeluarga dan bermasyarakat. Setelah adanya pembekalan tersebut akhirnya saya memiliki alasan yang cukup kuat kenapa saya harus mengikuti KKN. Saya tidak tahu bentuk pengabdian seperti apa yang harus saya berikan kepada masyarakat. Fakultas Ilmu Sosial dan Poltik dan Fakultas Dirasat Islamiyyah. Fakultas Ushuludin. diantaranya dalam bidang ke-Agamaan. yang mana KKN ini harus di ikuti oleh seluruh Mahasiswa semester enam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. bagaimana juga cara berinteraksi. karena KKN merupakan Salahsatu mata kuliah wajib yang harus saya ikuti dan juga merupakan salahsatu syarat mendapatkan gelar sarjana. ketika saya melakukan survei ke tempat di mana saya akan melakukan kegiatan KKN. dan benar saja. Anwar Ainul Yakin Pergi Tak Ingin Pulang a) Tak Kenal Maka Ta’aruf Di akhir semester enam ini kegiatan KKN-PpMM tahun 2018 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan di laksanakan. Namun ternyata tidak demikian. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Fakultas Tarbiyyah. besrsosialisasi dengan masyarakat dan masih banyak lagi hal-hal lain yang PpMM jelasakan pada waktu kegiatan pembeklan di adakan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. jika agamanya baik maka kehidupan kesejahteraan masyarakatnya pun akan baik.

namun sayang. Setelah adanya perbincangan di grup. dan kata teman-teman nama saya ada di kelompok 183. yaitu pertemuan ke-3 Alhamdulillah saya bisa ikut kumpul bareng temen-temen KKN 183.” Nikmatnya rasa. teman dalam mengarungi pahitnya kehidupan. begitupun sebaliknya. akhirnya saya tanya teman- teman saya. di dua pertemuan awal saya tidak bisa ikut hadir karena kondisi badan yang tidak memungkinkan. Di situ terdaftar nama M. diantaranya mengadakan Baca. indahnya keberagaman. Sebelum saya mengikuti kegiatan KKN mungkin saya tidak terlalu banyak mengetahui tentang cara bagaimana kita menghadapi kehidupan masyarakat yang memiliki karakter dan kemauan yang berbeda-beda. Tulis Qur’an (BTQ). Maka atas dasar hal itu. kesejatraan di lingkngannya pun ikut membaik. ketika dalam kampung tersebut memiliki kegiatan ke- Agamaan yang baik. saya dan teman-teman kelompok KKN mengadakan beberapa kegiatan ke-Agamaan. Anwar Ainul Yakin Fakultas Syariah dan Hukum Prodi Hukum Keluarga beserta 18 nama lainnya. Selamat menyusuri pahit dan manisnya kehidupan. Saya ucapkan salam perkenalan kepada seluruh teman-teman KKN 183. akhirnya kelompok 183 mengadakan pertemuan. pengadaan Al-qur’an di setiap mesjid dan lain sebagainya. kopi yang pahit berwarna hitam itu membawa pesan :“hitampun bisa menjadi sahabat sejati.pendidikan agama dan kesejahtraan masyarakatnya tidak merata. saya juga ingin mengetahui nama-nama . semua nama-namnya asing di pikiran saya. Pada pertemuan selanjutnya. dari mulai memperkenalkan diri dan lain sebagainya. di situ terdaftar nama- nama anggota KKN. dan di grup itulah kelompok 183 mulai ada interaksi. yang saya amati di desa tempat saya akan melakukan KKN. saya buka WA.” (Kang Maman). seperti perkenalan biasanya. cara berbaur dengan masyarakat. Hari pertama pengumuman kelompok KKN. “bukankah kesempurnaan rasa kopi itu dari rasa pahitnya ? dan sebagai mana sang putih. namun saya tidak menemukan nama saya. karena tak kenal maka ta’aruf. cara menyelesaikan masalah ketika adanya konflik dan masih banyak lagi hal-hal lain yang tidak saya ketahui sebelum kegiatan KKN di lakukan. bahkan kegiatan KKN tersebut memberikan dampak positif bagi keberlangsungan hidup saya di dewasa ini. sedikit banyaknya saya sudah bisa memahami apa yang harus saya lakukan ketika hal-hal yang menjadi ketidaktahuan saya sebelum kegiatan KKN di langsungkan. setelah itu saya coba amati satu persatu nama-nama di kelompok 183. Beberapa hari kemudian di WA ada grup baru dengan nama KKN 183. Namun setelah saya mengikuti kegiatan KKN ini. namun nihil tak aa satu orangpun yang saya kenal.

kami berharap kedatangan dan keberadaan kami di Desa Tanjung Rasa bisa seperti hujan yang menyirami kekeringan. mereka bisa saling menghargai anatara satu sama lainnya meskipun kami mempunyai cara berfikir yang berbeda-beda tetapi temen-temen di kelompok 183 ini mampu arif dan bijaksana dalam menhadapi perbedaan tersebut. Dan pada akhirnya perbedaan tersebut malah melahirkan sebuah kelompok HUJANTARA yang unik. Di pertemuan saya pertama itu sedikit banyak nya saya sudah bisa melihat karakter msing-masing. ada yang sedang-sedang saja. Sebuah tantangan bagi saya dalam menyesuaikan diri dengan orang-orang yang mempunyai sikap dan karakter yang berbeda-beda. . Di samping itu juga temen-temen kelompok 183 totalitasa dalam menjalankan program juga sangat luar biasa. nama itu di ajukan oleh salah seorang anggota kami yang bernama Silvi Wahyu Hasanah.temen-temen kelompok 183. terdiri dari 11 perempuan dan 9 laki-laki. baik. karena saya belum mengetahuinya sedangkan mereka sudah saling mengenal sejak dua pertemuan awal. namun yang kami sepakati adalah HUJANTARA karena pada waktu itu. Bagi saya teman-teman KKN merupakan bagian penting dari perjalanan hidup saya yang kelak akan saya ceritakan. maka tentunya karakter kami dan cara pandang kami pun berbeda-beda. HUJANTARA adalah Hujan di Tanjung Rasa. ada yang bawel. selain atas dasar filosofinya tadi. Karena apa ? menurut saya orang-orang di kelompok 183 ini baik-baik. dan menurut saya apa yang telah mereka berikan layak mendapatkan apresiasi yang sebaik-baiknya. meskipun kami sudah mencoba untuk tidak sampai terjadi hal itu. HUJANTARA adalah sebuah nama yang saya dan teman-teman kelompok 183 sepakati. tapi apalah daya. kebetulan keadaan iklim di Indonesia sedang musim kemarau. Sebenarnya banyak opsi untuk nama KKN 183. maka keluar nama Hujan di Tanjung Rasa (HUJANTARA) HUJANTARA ini beranggotakan 20 orang. ada juga yang sekedar sami’na waatho’na. namun tidak dapat di pungkiri cles anatara satu sama lainnya pasti ada. b) Mutiara Kebersamaan Selama sebulan bersama-sama tentunya akan melahirkan banyak cerita. karena kami berasal dari daerah yang berbeda-beda. filosofinya. kami berasal dari Fakultas dan daerah yang berbeda-beda. dan tentunya pedulinya satu sama lainnya. karena itu adalah salahsatu bumbu-bumbu perjuangan yang harus kami selesaikan bersama-sama. mereka memberikan kemampuan terbaiknya dalam menjalankan setiap program kerja.

akhirnya di perjalanan itu saya sambil mengajarkan beberapa kata/kalimat bahasa Sunda. sekitar pukul 16 : 00 WIB saya mulai menyalakan dan memanaskan motor saya. teman saya ini ingin mencoba menyapa dengan bahasa Sunda “war aku pengen nyoba ya nyapa pake bahasa Sunda” ? “iya mangga silahkan”. kerena di kelompok kami orang-orangnya itu seolah-olah . di sepanjang perjalanan menuju dusun bunder. mereka menjawab dengan “mangga jang” “mangga neng”. karena dia tidak banyak mengerti bahasa Sunda. dengan sautan “war ayo”. Sambil menunggu. dan hal itu membuat saya harus ada interaksi dengan setiap orang yang saya lalui. hamapran padi yang sudah mulai menguning pertanda siap untuk di panen. Tulis Qur’an (BTQ). ibu-ibu dan bapak-bapak yang sedang nongkrong di depan teras-teras rumah mereka dan masih banyak lagi keindahan lainnya yang tersaji di senja itu. kalau punten artinya permisi” sambil ketawa terbahak-bahak dia bialng “oh jadi aku salah ya” ”iya kamu salah”. Akhirnya teman saya coba menyapa orang-orang yang lagi duduk di depan rumah “nuhun pak” Nuhun bu” tak ada respon dari masyarakat yang teman saya sapa. Setelah itu kami berangkat menuju dusun bunder. dengan sapaan khas orang sunda. nuhun itu artinya terima kasih. orang kamu bilangnya nuhun. se perti “punten pak” “punten bu”. di sana saya berhenti terlebih dahulu. Setelah saya ajarkan beberpa kata kepada teman saya. Tak lama berselang teman saya sudah siap. kambing-kambing yang di lepas sembaranagan di jalan. harusnya kamu bilangnya punten. Sore itu saya dan satu orang teman saya akan menjalankan salahsatu program HUJANTARA yaitu Baca. selain itu juga terkadang mereka malah yang menyapa duluan “bade ka mana jang” maka saya jawab “bade ngawulang bu/pak di dusun darma. setelah shalat Ashar saya bergegas bersiap- siap untuk pergi melakukan bimbingan BTQ di dusun bunder. hembusan angin sore di kampung yang amat sangat menyejukkan. sambil menunggu teman saya. saya dan teman saya ngobrol perihal apa yang sedang terjadi di kelompok HUJANTARA. sedangkan anak-anak di dusun darma mulai ramenya pukul 16 : 45 WIB. Tak terasa perjalanan saya pun sudah sampai di depan jembatan gantung. karena harus menunggu dua teman saya lainnya dan juga waktu masih sekitar pukul 16 : 20 WIB. mangga pak/bu”. “war ko ga ada responnya si” sambil ketawa-ketawa saya jawab ”ya iyalah ga ada jawaban. Di sepanjang perjalanan menuju dusun bunder tentunya saya bertemu dengan banyak orang. anak-anak kecil yang masih bermain di sawah dengan si kulit bundar. setelah beberpa menit mengobrol akhir kita sepakat bahwa kita harus menjadi orang yang pleksibel. Namun saya aga kasihan dengan teman saya. saya menikamati pemandangan yang sangat indah.

Tak lama setelah itu kedua teman kamipun sampai. meskipun itu tidak berpengaruh terhadap kelangsungan program-program kami. tiba- tiba datang sorang ibu dari bawah jembatan yang sedang mengangkut air menawarkan motornya untuk di pake membeli bensin “tah jang anggo motorna. Dengan perlahan-lahan saya coba mundurin motor saya. namun ternyata tidak demikian. Desa Buanajaya. Desa Anatajaya. bensinna aya di luhur”. Di desa Tanjung Rasa ini katanya di pimpin oleh seorang mantan preman yang bernama Bapak Kusnadi SE. hal ini di buktikan dengan keadaan masyarakatnya yang masih banyak belum bisa membaca dan menulis.terpecah menjadi beberapa kubu. Desa ini termsuk salah satu desa yang aktif dalam setiap kegiatan yang di adakan di Kec. Setelah itu kami bingung harus beli bensin di mana. saya coba telpon teman saya tidak di angkat-angkat. Desa Sirnasari. c) Memberi Tak Harap Kembali Di desa Tanjung Rasa. meskipun ada satu kampung di dusun sodong yang benar-benar keadaan masyarkatnya masih sedikit terbelakang. Tanjung Sari. meskipun kehidupan sosial ekonomi dan ke agamaan nya masih belum merata. setelah saya terjun langsung ke desa Tanjung Rasa ini saya melihat bahwa desa ini tidak terbelakang. namun tak lama setelah melewati jembatan gantung dan memasuki tanjakan tiba-tiba motor saya mati. Desa Tanjung Rasa. tetapi menurut saya itu kurang baik. akhirnya kamipun terselamatkan berkat si ibu-ibu itu. Yang mana Kec. Pada akhirnya kamipun sampai di tempat mengajar. Tanjung Sari. yang pasti keadaan seperti itu akan selalu saya harapkan dan rinduka. Pada awal sebelum saya terjun KKN di desa Tanjung Rasa. kec. teman saya langsung lompot dari motor. karena keadaan motor itu sudah memasuki tanjakan. selain itu juga perilaku di kampung tersebut juga masih aga . Ada perasaan bahagia dan ketenangan hati yang saya dapatkan ketika saya selesai mengajar. Desa selawangi dan desa Sukarasa. Kab. Tulis Qur’an (BTQ). sekitar 1 jam lebih saya dan teman- teman saya melakukan bimbingan belajar Baca. Tanjung Sari dan prestasi desa Tanjung Rasa ini juga cukup lumayan di tingkat Kec. akhirnya kami langsung berangkat lagi. saya sempat berfikir bahwa di desa ini adalah salah satu desa yang terbelakang. Desa Sirnarasa. Bogor saya melakukan kegiatan KKN. entah kenapa bisa seperti itu. Tanjung Sari ini terdiri dari beberapa desa diantaranya Desa Tanjung Sari. Desa Pasir Tanjung.

karena hampir sekitar 80% anak-anak di desa ini tidak banyak melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. kami juga tidak di dampingi Dosen pembimbing kami. ketika sambutan bapak sekdes berpesa bahwa “kegitan KKN ini terlalu sebentar. kami tidak bisa di dampingi oleh bapak kepala desa di karnakan putri beliau sedang di rumah sakit. program kami itu adalah taman baca. itu di buktikan dengan pas kami melakukan pembukaan KKN di Aula desa Tanjung Rasa. Bahkan masih ada yang sekolah nya cuman sampai SD. Dan bapak juga berterimaksih kepada adik-adik KKN atas ilmu yang telah di berikan kepada masyarakat desa Tanjung Rasa ini. kami juga meminta agar para santriyiin wasantriyyah untuk mengelola taman baca tersebut. Namun dari data yang ada dan keadaan real di masyarakat rata-rata tingkat pendidikan di desa Tanjung Rasa ini adalan SLTA (Sekolah Lanjut Tingkat Atas). selanjutnya mereka akan meneruskan bekerja di pabri-pabrik. Di samping itu juga ketika kami melakukan kegiatan program kerja antusias masyarakat juga cukup lumayan. tamu undangan yang kami undang Alhamdulillah banyak yang hadir. perasaan baru kemaren adik- adik KKN datang sekarang udah mau pulang lagi. Keadaan sosial masyarakat di desa Tanjung Rasa cukup baik. mereka ikut berpartisipasi dan mendukung kegiatan yang kami laksanakan. Namun tak terasa satu bulan sudah kami di desa Tanjung Rasa. Ketika penutupan berlangsung. ada juga yang lulus SMP langsung menikah. kami bekerja sama dengan tokoh masyarakat setempat salah satunya adalah Bapak Mujib. sambutan hangat dari Bapak Kepala Desa dan aparat desa juga sangat baik. seharus kegiatan KKN ini bisa lebih lama. acara penutupanpun sudah kami siapkan. terus mereka langsung bekerja di pabrik. beliau juga suaminya sedang sakit dan tidak bisa di tinggal sendirian. dan Alhamdulillah Bapak Mujib mendukung sepenuhnya kegiatan yang kami adakan tersebut. sekitar tiga sampai empat bulanan. beliau adalah pimpinan pondok pesantren Darul Mutallimin. bapak juga mewakili . surat undangan sudah kami sebar. Dalam bidang pendidikan desa Tanjung Rasa ini masih belum bisa di sebut sebagai desa pendidik. Maka atas dasar keadaan itu kami melakukan salah satu program kami terfokus di kampung tersebut.mengherankan. di tambah juga ibu-ibu PKK ikut serta memeriahkan pembukaan KKN. Adapun untuk sambtan pentupan dari bapak kepala desa di wakilkan kepada bapak Sekdes. karena mereka itu kalau mandi itu bareng-bareng di sungai dan pakainnya itu masih jauh dari yang semestinya mereka pakai di depan umum. Kami bekerja sama dengan beliau dan santri-santrinya agar taman baca yang kami adakan itu dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Selain itu juga besar harapan saya terhadap pemerintah agar bisa membantu desa Tanjung Rasa ini. karena ada beberapa kampung di desa Tanjung Rasa ini yang masih kurang pengetahuan agamanya. Penutupan telah berakhir kami pun segera membereskan basecamp kami. d) Sepercik Harapan Harapan saya untuk Desa Tanjung Rasa ini. Dalam hal keagamaan juga mudah-mudahan Desa Tanjung Rasa bisa semakin baik. karena itu cukup meresahkan warga dan kasihan juga mobil-mobil truk yang lewat desa Tanjung Rasa kena palak terus.warga desa tanjung rasa mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada hal-hal yang tidak di inginkan terjadi pada adik-adik semua”. entah itu hanya sekedar silaturahmi atau sesuatu hal yang lainnya. Terakhir “berpisah bukan sekedar untuk berpisah. . baik itu di lingkungan Desa. Saya juga berharapa pungli-pungli dan preman-preman yang ada di Desa Tanjung Rasa tepatnya kebanyakan di dusun Sodong bisa semakin berkurang bahkan kalau bisa samapai tidak ada lagi preman-preman dan pungli-pungli. terutama dalam sektor pertanian. Perasaan bercampur aduk. karena lahan pertanian yang ada di desa Tanjung Rasa ini cukup luas dan Insya Allah jika sektor pertanian di desa Tanjung Rasa sudah baik dalam pengelolaannya maka kesejahtraan ekonomi masyarakat di Desa Tanjung Rasa akan lebih baik lagi. Akhirnya dengan perasaan yang bercampur aduk sayapun pulang dengan meninggalkan banyak kenangan. mungkin karena akan banyaknya kenangan yang di tinggalkan. mudah-mudahaan kedepannya bisa lebih semakin maju dan berkembang. ataupun di lingkugan kampunya. baik itu kegiatan agamanya maupun kegiatan dari gamanya. tetapi berpisah untuk mendatangkan kerinduan” semoga suatu saat nanti saya dan tema-teman KKN HUJANTARA bisa kembali ke Desa Tanjung Rasa. ingin pulang tapi aga berat untuk meninggalkan. masyarakatnya juga bisa semakin antusias tehadap kegiatan- kegiatan yang diadakan.

Saya berasal dari Jakarta. Oleh karena itu salah satu alas an saya mengikuti kegiatan KKN ini adalah saya bisa melepas rindu suasana pesantren dimana saya merasakan kembali nyamannya suasana asri pedesaan serta kebersamaan gotong royong bersaa teman . Hanya saja yang membedakan ketika dipesantren saya belajar ketika di lokasi KKN saya menjadi pengajar. Saya juga membayangkan apakah bisa saya mengajar dan berbaur dengan anak – anak . Wb Para pembaca yang saya hormati. apa saja alat dan bahan yang harus dibawa. Kompetensi yang saya miliki sebagai modal untuk mengajar yaitu berkaitan dengan agama Islam misalnya baca tulis Al- Quran sebagaimana yang setiap hari saya pelajari di jurusan Dirasat Islamiyah. Muhammad Ismail Priyono Memetik Sejuta pelajaran Hidup dari Masyarakat a) Belajar menjadi Pengajar Bismillahirrahmanirrahim… Assalamualaikum Wr. program studi Dirasat Islamiyah Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ketika PraKKN beberapakali juga kami mengadakan survey ke lokasi KKN. Jawa Tengah yang mana daerah itu juga berupa pedesaan yang masih asri jauh dari kegaduhan ibu kota. Saya mahasiswa semester 7. Pada acara tersebut kami diberikan panduan. Saya belum pernah mengajar kemudian khawatir jika masyarakat merasa bosan atau tidak tertarik dengan apa yang kami sekelompok agendakan. Selain itu KKN juga sebagai wujud pengaplikasian Tri Dharma Perguruan Tinggi poin nomor tiga yaitu pengabdian masyarakat. Ketika survey saya mulai terbayang dengan apa yang akan saya lakukan sebulan kedepan ditempat tersebut. Alhamdulillah saya pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren Gontor Darussalam di daerah Magelang. Saya membayangkan daerah lokasi KKN tersebut masih asri dipedalaman dan segala aktivitas bergantung pada alam. Baru – baru ini saya telah selesai mengikuti kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) sebagai salah satu tugas wajib perkuliahan. Saya ditugaskan untuk menjalani kegiatan KKN di Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Bogor.teman. perkenalkan nama saya Muhamad Ismail Priyono biasa dipanggil Ismail. serta tugas yang harus dilaksanakan. Tidak percaya diri dan gugup merupakan kendala yang saya pikirkan sebelum terjun ke masyarakat. Sebelum berangkat ke lokasi KKN kami mengikuti acara pembekalan dan pelepasan terlebih dahulu oleh pihak kampus di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. tata tertib.

susah dan senang kami rasakan bersama. Senang itu ketika kami mendapat pujian dari masyarakat setempat mengenai keberhasilan kinerja kami misalnya saya dan teman saya ditugaskan mengajar calistung dan olahraga di PAUD. Susah ialah ketika ada kendala dari segi fisik. dan saya ditugaskan di divisi akomodasi dan logistik. setelaah beberapa hari disana saya merasakan masyarakat disana kurang antusias dan kurang kooperatif tetapi saya tidak patah semangat. Kami melakukan pemilihan Ketua kelompok serta divisi – divisinya. Kendala fisik yang di alami juga yaitu kondisi akses jalan yang tidak bagus serta keterbatasan air bersih karena musim kemarau. Ketika ilmu kita bermanfaat bagi oranglain disitulah saya merasa puas. KKN dimulai pada tanggal 20 Juli 2018. Perempuan menjadi mayoritas dikelompok saya. Perjalanan dimulai dengan titik kumpul di kampus UIN. Pada saat itu kami berkumpul untuk rapat dan mengagendakan kegiatan apa saja yang kami agendakan. Kebersamaan yang sangat terasa ketika kami hidup bersama selama satu bulan. Anak – anak terlihat gembira dengan kedatangan kami serta orangtua murid pun merasa senang anaknya mendapat tambahan ilmu serta dibuat tertawa bahagia. Ada beberapa kejadian yang berkesan selama perjalanan kesana. b) Susah Senang Bersama 20 Watak Berbeda Saya masuk dalam kelompok 183 yang terdiri dari 20 orang dari berbagai fakultas dan jurusan yang mendapatkan tugas KKN berlokasi di Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Bogor. Saya bersama kelompok berangkat menuju lokasi menggunakan minibus dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. tempat ataupun penurunan semangat dari diri saya sendiri. Senang rasanya bila melihat wajah anak – anak itu tertawa bahagia dan itu yang menjadikan rasa lelah yang saya rasakan seketika hilang. Teman – teman membawa semua peralatan pribadi dan bekal. Terkadang saya merasa lelah dan merindukan suasana rumah sambil .serta masyarakat setempat dengan kompetensi yang saya miliki. Hari pertama kami bertemu dan berkumpul adalah ketika rapat ke – 1. ada yang sampai membawa koper besar dan tas jinjing. lingkungan disana memang masih sangat asri dan masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani. kondisi jalan yang kurang bagus membuat para perempuan ketakutan tetapi kami para laki – laki berusaha menenangkan dan menyarankan untuk semuanya bershalawat saja agar suasana juga menjadi tenang dan nyaman. Kendala yang saya khawatirkan ternyata menjadi kenyataan. Pada kenyataannya.

Saya juga mengajak beberapa warga yang terlihat sedang senggang dan lewat untuk ikut bersama kami membuat tugu tersebut. makan dan dipersilakan tidur untuk memulihkan tubuh. Ketika ada teman satu kelompok . saya diijinkan pulang kerumah untuk berobat dan memastikan kepala baik – baik saja. Saya langsung dibawa ke puskesmas terdekat oleh teman saya dan warga yang ada di TKP lalu diobati oleh dokter. Susah yang kami alami bersama yang sangat terasa adalah keterbatasan air bersih karna musim kemarau. Ada beberapa kesulitan yang kami alami bersama lainnya yang paling tidak terlupakan adalah ketika saya bersama semuanya membangun tugu selamat datang dan gapura bertuliskan HUT RI ke 73 dimana ada kendala masyarakat tidak mau ikut berpartisipasi. Dikarenakan peralatan medis yang terbatas dan tidak adanya divisi kesehatan. Keesokan harinya setelah kecelakaan saya semakin merasa pusing bahkan semua luka terasa semakin perih. Semua anggota kelompok memikirkan jalan keluarnya dan akhirnya mendapat solusi dengan menghubungi ustadz Rosyid sebagai tokoh agama disitu yang bersedia membantu. saya dirawat. Luka yang paling terasa sakit adalah luka dibagian wajah dan kepala dimana saya juga merasa pusing akibat benturan dengan aspal yang saya alami. dengan air secukupnya bahkan hanya bisa mandi dua hari sekali yang membuat badan kami lengket. diberi teh manis hangat. sedikit kurang nyaman sehingga merindukan suasana rumah. ada teman saya yang mengeluh gatal. Ketika akan pulang tiba – tiba ada motor dari belakang yang menabrak saya dengan sangat kencang hingga akhirnya saya terlempar ke aspal dan mengalami sejumlah luka diwajah. Beruntunglah teman saya tidak mengalami luka serius hanya motornya saja rusak parah. Pada malam itu saya mengendarai motor bersama teman saya untuk membeli beberapa alat yang dibutuhkan untuk kegiatan esok hari. Penabrak diduga mabuk dan ugal – ugalan dan langsung diproses oleh warga untuk melakukan pertanggungjawaban. Apapun rintangan yang saya dan semua teman kelompok hadapi sebisa mungkin akan kami selesaikan dengan pola pikir dewasa dan kebersamaan. Alhamdulillah masyarakat disitu sangat peduli terhadap saya. Saya sudah merasa lemas dan pasrah dengan kondisi tubuh saat itu. ditangan.terkadang kami selalu menghitung sisa – sisa hari kami melaksanakan KKN. wajah kusam. Hal yang paling tidak pernah saya lupakan ketika KKN disini adalah ketika saya mengalami kecelakaan motor. Panas serta lelah tidak menghalangi semangat kami dalam membuat tugu. serta dikaki. Kami percaya bahwa kami pasti bisa mengajak masyarakat turut serta. Kisah yang tidak terlupakan dimana saya bersama teman – teman mandi secara bergantian mengantri.

dan SMK dimana tujuannya agar para guru bias menyesuaikan dengan kemajuan tekhnologi yang ada serta meningkatkan kinerja para guru dalam bidang pendidikan. respon warga sekitar sangat senang dan terhibur. ice breaking belum terlalu mencairkan suasana. Sesampainya disana kami berkeliling desa terlebih dahulu untuk menyapa warga sekitar dan juga memberitahukan bahwa besok akan ada sosialisasi dibalai desa. Anak – anak yang terlibat dalam bimbel terlihat senang. Jika ada anggota kelompok yang sakit bisa diobati. Hari demi hari kami lewati bersama dan selalu ada kesan serta pelajaran yang dapat kami ambil. Program kerja yang pertama adalah Bimbel yang telah direncanakan juga telah terlaksana dengan cukup baik. SMP. serta ada beberapa kekurangan lain yang akan kami perbaiki dalam bimbel selanjutnya. maka dari itu kami harus meminimalisir terjadinya selisih pendapat karena sulit menyatukan 20 karakter yang berbeda kemudian menyelesaikannya dengan diskusi bersama. Pada minggu ke dua ada beberapa kegiatan yang kami laksanakan diantarannya BTQ dan calistung diselenggarakan di dusun 03. c) Satu Bulan Berkesan di Kecamatan Tanjung Sari Kami berada di Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Bogor ini selama ± 5 minggu. Ketika acara ini . dan kelas seni dan kreativitas. Dilaksanakan juga seminar upgrading skill guru dengan tema penilaian dan koreksi ujian berbasis android yang dilaksanakan di Kantor DesaTanjung Rasa. Setelah itu dilaksanakan sosialisasi bersama waga sekitar Kecamatan Tanjung Sari di Balai Desa sekaligus acara pembukaan KKN oleh dosen kami ibu Titik Inayah.meliputi calistung. Alhamdulillah berjalan dengan baik dan anak – anak peserta juga aktif. Pada minggu ke 1 juga terselenggara perlombaan sepak bola antar dusun. BTQ. Watak dari masing – masing orang dalam kelompok tentunya berdeda. Para mahasiswa sebagai tutor sekarang sudah merasa lebih percaya diri dibandingkan minggu sebelumnya. Seminar ini dihadiri olehbe berapa guru perwakilan dari SD. Tetapi ada sedikit hambatan dari kami sendiri sebagai tutor yaitu belum terlalu percaya diri.yang berbeda pendapat saya berusaha mencairkan suasana menjadi kondusif kembali dan disisipkan candaan. Saat itu juga saya mengamati dengan merencanakan beberapa perlombaan yang diadakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 73 pada tanggal 17 Agustus 2018. Saran membangun untuk kelompok KKN kedepannya ialah sediakan divisi Kesehatan juga karena kita tidak pernah tau apa yang terjadi dalam keadaan gawat darurat.

Kegiatan calistung saya ditugaskan untuk mengajar di PAUD dusun 03 Dharma yang mana telah berakhir di laksanakan hari Rabu 08 Agustus 2018 dan akan ditutup pada hari Senin . dan KB.. Kegiatan BTQ saya ditugaskan di dusun 02 Cibungur yang juga telah berakhir pada hari Jumat. Pada minggu ke – 3 ini merupakan puncak dari kegiatan tersebut. disela – selakegiatan pembelajaran juga disisipkan kegiatan lain seperti latihan baris – berbaris dan olahraga. DPT-HB. Untuk memotivasi anak – anak di KecTanjung Sari ini kami sebagai panitia mengadakan beberapa kuis dan member hadiah agar anak – anak lebih giat belajar dan mengaji. Pesertanya ± 20 anak. Tidak hanya mengajar. Setelah itu dipersiapkan bahan baku bangunan untuk membangun tugu yang dimulai hari Kamis. Karena bagaimana pun balita tersebut merupakan generasi penerus bangsa yang perlu diawasi derajat kesehatannya agar bisa membawa Indonesia kearah yang lebih baik. Kegiatan Kelas Budaya dilaksanakan di Kantor DesaTanjung Rasa yang bertujuan agar anak – anak di desa tersebut lebih kreatif dan mau mengembangkan minat serta bakat yang dimiliki.berlangsung para guru aktif mendengarkan dan mendiskusikan hal yang disampaikan oleh pemateri. Bimbel saya ditugaskan di Mushola dusun 05 Sodong dimana bimbel ini juga berakhir pada hari Kamis 09 Agustus 2018.3 program kerja yang rutin dilaksanakan yaitu calistung. Campak). 13 Agustus 2018 mendatang. dan Bimbel. Adapun kegiatan yang dilakukan selama posyandu antara lain penimbangan balita. Kemudian ada juga kegiatan posyandu yang diadakan di dusun 03. dan mendapatkan ilmu. 09 Agustus 2018. Evaluasinya anak – anak yang mengikuti kegiatan rutin ini merasa sangat senang. Posyandu sebagai salah satu program pemerintah menuju Indonesia sehat dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan terutama kesehatan ibu dan anak. konsultasi dengan bidan desa. BTQ. Polio. terhibur.Tanjung Sari lebih berwarna yaitu menghias gapura denga nornamen Kemerdekaan dan membuat tugu bekerjasama dengan warga. Saya bertugas untuk mengajar dan mengajak anak – anak membuat suatu kerajinan tangan dengan bahan dasar stik ice cream. Pembangunan tugu merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan pembangunan desa. Minggu selanjutnya yaitu minggu ke . Di awali dengan membangun gapura terlebih dahulu dengan tema kemerdekaan RI untukmemeriahkan HUT RI yang ke 73. Saya sangat senang ikut berpartisipasi membuat Kec . Saya ikut membantu misalnya menimbang BB balita bersama juga kader. Awalnya warga enggan untuk ikut berpartisipasi karena mayoritas warga lebih senang bercocok tanam disawah jadi tidak tertarik membangun tugu tapi kami mencoba untuk . imunisasi lengkap (BCG. 10 Agustus 2018 .

karena itu diselenggarakan acara penutupan KKN. Minggu terakhir atau minggu ke 5 beberapa kegiatan yang dilakukan antaralain yang telah diagendakan sebelumnya. setelah itu kami merapikan semua peralatan untuk persiapan pulang menuju rumah masing – masing. Kemudian ada acara Festival Syukuran Bumi merupakan acara yang diikuti oleh masyarakat setempat sebagai wujud syukur warga kepada Allah SWT terhadap keberhasilan panen di tahun ini setelah beberapa tahun belakangan ini mengalami kegagalan (± 3 tahun). kami juga memberikan hadiah kepada para pemenang lomba serta kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga Alhamdulillah kegiatan KKN kami di Kec. Kami mahasiswa UIN turut mengawal sepanjang perjalanan . Alhamdulillah bapak ustadz Rosyid berkenan untuk meluangkan waktu membantu saya dan teman – teman membangun tugu serta membujuk warga.Tanjung Sari. Hambatannya jarak yang cukup jauh tetapi menyenangkan dan meriah. Acara tersebut sangat menghibur.Tanjung Sari selama ±1 bulan ini sukses dan berjalan dengan baik serta kami mendapatkan banyak ilmu. pada minggu ini diadakan bazar. Kami juga melakukan kegiatanbakti sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat sangat antusias. Rangkaian penutupan pun dilaksanakan diikuti oleh seluruh peserta KKN dan warga. Semua yang saya alami membuat saya lebih bersyukur kepada Allah SWT dengan segala sesuatu nikmat . lanjutan perlombaan dalam rangka HUT RI ke 73. Kami sangat senang karena beliau begitu baik hati padahal beliau sedang ada urusan di Jonggol tetapi dibatalkan karena ingin membantu kami. Dalam rangka menyambut HUT RI ke – 73 pada 17 Agustus 2018 kami mempersiapkan serangkaian acara dan perlombaan. Minggu ke -4 ini merupakan minggu terakhir kegiatan KKN kami di Kec. Pada minggu ke – 4 ada beberapa acara yaitu Festival MTQ dilaksanakan oleh Pemerintah Desa setempat yang diikuti oleh warga se – Kecamatan Tanjung Sari dikenal dengan pawai. Kami meminta bantuan kepada Bapak Ustadz Rosyid selaku tokoh agama. Masyarakat pun merasa senang atas kehadiran kami termasuk kegiatan yang kami lakukan. Tidak lupa kami meminta kesan danpesan kepada warga sebagai evaluasi untuk kami. Banyak pelajaran hidup yang dapat kami petik disana selama satu bulan. Terimakasih ustadz semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Tugu yang minggu lalu dibangun telah terselesaikan dan jugadiadakan peresmian Taman Baca di dusun 5 Sodong guna mewujudkan masyarakat yang berwawasan luas dan gemar membaca.menghubungi beberapa tokoh masyarakat agar membujuk masyarakat lain untuk mau ikut gotong royong membangun tugu selamat datang di desa Tanjung Rasa.

Banyak masyarakat setempat yang pendidikannya masih rendah hanya sampai mengenyam bangku SD. masyarakat Kecamatan Tanjung Sari perlu ditingkatkan kesadarannya bahwa pendidikan itu penting. Misalnya pemanfaatan air sungai harus dimasak dahulu sebelum dikonsumsi serta BAB atau mencuci baju diusahakan dibagian hilir sungai. Masyarakat beraktivitas mengandalkan alam yang terkadang masyarakat menghiraukan kebersihannya. Kesehatan merupakan nikmat hidup yang tidak ternilai harganya. Pelatihan bisa dilakukan dibalai desa Tanjung Sari .yang telah diberikan-Nya. Masyarakat disana hidup dengan kesederhanaan. ekonomi. laki – laki bekerja disawah dan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Pendidikan merupakan hal terpenting jika suatu bangsa ingin maju karena ilmu merupakan jendela dunia. Partisipasi dalam posyandu sudah sangat baik. Perlu dilakukan konsultasi dengan keluarga yang berpikir bahwa pendidikan kurang penting terutama bagi wanita. kesehatan. Mulai dari daerah pedalaman. pendidikan. d) Tokoh Pembaharu Harapan Bangsa Bila saya menjadi bagian dari anggota masyarakat Kecamatan Tanjung Rasa saya berharap bisa menjadi tokoh pembaharu dimana melakukan sebuah gerakan perubahan agar daerah tersebut lebih maju diberbagai bidang yaitu agama. Akibat kekurangan air juga masyarakat mengalami gagal panen karena sawahnya kering. lebih banyak kegiatan dan acara seputar agama islam misalnya dalam perayaan hari besar Islam agar agama Islam itu sendiri lebih maju. Segi ekonomi masyarakat perlu diberikan beberapa pelatihan agar tidak terpacu hanya pada sector pertanian saja tetapi perlu juga mencoba sector lain misalnya industri rumahan yang ramah lingkungan. kemudian pemanfaatan hasil alam harus dicuci dahulu sampai bersih baru dimanfaatkan. walaupun tidak ada air tapi mereka tetap berusaha untuk menjalani hidup seperti biasa dan tidak mengeluh. Dari segi agama saya ingin berdakwah mengenai keindahan membantu sesama. Mulai dari daerah pedalaman yang memajukan agama Islam maka Islam akan semakin dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia serta tidak dihina oleh bangsa asing. Masyarakat Indonesia harus bisa bersaing dengan bangsa asing. Ketika seseorang berilmu maka dunia akan ada dalam genggamannya. Banyaknya sumber daya alam yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk memulai bisnis yang dilakukan dirumah. Perempuan disana banyak yang menikah dini. Masyarakat disana mayoritas beragama Islam. maupun sosial budaya.

misalnya mengolah hasil panen. nusa dan bangsa. agama. Demikianlah cerita saya selama satu bulan menjalani KKN di kecamatan Tanjung Sari Bogor. Disana banyak hasil kebun seperti singkong dan umbi – umbian atau jika Bogor terkenal dengan “Talas Bogor”. Hasilnya bisa dijual di toko sekitar tempat wisata kebetulan disitu dekat dengan Obyek Wisata Curug. Banyak pelajaran hidup yang dapat diambil dan memotivasi saya untuk maju dan lebih baik kedepannya agar bermanfaat bagi masyarakat. Maka masyarakat bisa diberikan pelatihan dengan membuat produk keripik singkong. keripik talas atau kue yang terbuat dari talas. . Sosial dan budaya masyarakat perlu dieratkan kembali mengenai kepedulian terhadap sesame dan semangat gotong royong karena ketika akan membangun tugu masyarakat kurang sadar atau kurang tergerak hatinya untuk ikut berpartisipasi padahal kegiatan tersebut untuk kepentingan kemajuan daerah tempat tinggalnya agar terlihat lebih mengandung nilai seni dan lebih terlihat rapi serta memiliki inovasi.

MY Gempita Fitriyani
Ratusan Rintik Hujan pun menjadi Saksi

a) Semangat yang ber Api-Api
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum Wr.Wb
Nama saya MY Gempita Fitriyani, bisa dipanggil my, gempita, ataupun fitri.
Saya berasal dari fakultas Ilmu tarbiyah dan keguruan, jurusan pendidikan fisika.
Sebagaimana yang menjadi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian
kepada masyarakat, maka dari itu saya di semester 6 ini menjalani tugas Kuliah Kerja
Nyata (KKN) yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa sebagai matakuliah wajib.
Sebagai mahasiswi Tarbiyah adalah hal yang baru bagi kami dan fakultas kami sebagai
peserta kuliah kerja nyata (KKN), pada tahun sebelumnya hanya fakultas manajemen
pendidikan yang menjalankan kuliah kerja nyata (KKN), namun ini bukan kali pertama
seluruh fakultas tarbiyah mengikuti pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN).
Pertama kali mendengar nama KKN (Kuliah Kerja Nyata), yang ada dipikiran
saya adalah harus siap capek, harus siap bersosialisasi dengan orang-orang baru.
Mengapa harus siap capek, karena KKN ini adalah wadah mahasiswa untuk
menunjukkan pengabdiannya kepada masyarakat yang membutuhkan, tentu yang
membutuhkan tidak hanya sedikit, ternyata masyarakat membutuhkan orang-orang
yang mau capek untuk membangun dan mengembangkan potensi desa. Mengapa harus
siap bersosialisasi, tentu saja masing-masing individu harus siap bersosialisasi dengan
anggota KKN nya masing-masing, dan tahun 2018 ini kelompok KKN berjumlah 19-
20 orang, bukan jumlah yang sedikit untuk saling mengenal dan beradaptasi satu sama
lain untuk selama sebulan dan bukan hal yang mudah juga untuk setiap individu
beradaptasi dengan orang-orang baru yang tentu saja memiliki kepribadian yang
berbeda-beda.
Dengan adanya KKN ini saya mungkin akan mendapatkan pengetahuan baru
tentang suasana masyarakat yang ada di desa dan mencoba untuk beradaptasi di desa
tersebut. Implementasi kegiatan KKN sangat membantu mahasiswa terkait sejauhmana
mampu menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah dengan realita di lapangan.
Dalam kegiatan ini sebenarnya sebagai media pembelajaran untuk pelaku atau
Mahasiswa bukan ajang unjuk gigi siapa yang hebat atau sok pintar. Ketika terjun
langsung ke masyarakat banyak sekali pelajaran yang didapat yang nantinya bisa
menjadi wahana dalam menata masa depan. Meski pun ke desa bukan berarti tidak
bermanfaat. Tentu ini tergantung individu masing-masing dalam memaknai KKN
sebenarnya. Menurut saya pelaksanaan KKN ini sangat berkesan membuat saya belajar
banyak hal yakni kebersamaan, kekeluargaan, kekompakan dan solidaritas. Di sini saya
juga belajar untuk bersosialisasi, bagaimana bekerja dalam tim serta belajar
bertanggung jawab dalam suatu hal.
Terkadang sacara tidak sengaja ketika berbincang–berbincang dengan
masyarakat. Mereka menyatakan secara langsung bahwa antara ada atau tiada adanya
kegiatan ini sama saja. Paling tidak mereka mengatakan kalau kegiatan ini hanya
sekedar mengajar di sekolah, ke Kepala Kampung atau makan tidur dan orang–
orangnya apatis atau cuek. Nah, pandangan seperti ini yang harus dibenahi dengan
diperbaikinya mutu dan kulitas SDM peserta KKN. Tentu ada pembekalan di kampus

masing–masing. Yang lebih utama bekal dari pribadi masing–masing terlebih sifat
takwa, intelektual, dan empati terhadap sesama dan peduli lingkungan harus dipupuk
subur. Dalam program kegiatannya bagaimana caranya dibuat seperlu mungkin. Dalam
arti setiap program kegiatan harus mentukan skala prioritas dan kualitas bukan
kuantitas. Pembagian tugas kelompok adil dan jelas beserta waktu pelaksanaannya.
Misalnya siapa yang mengajar, mengisi bimbel belajar, kursus, jaga posko dan lain
sebagainya diatur dengan bijak oleh ketua pada jadwal berdasarkan kesepakatan
bersama.
Ketika bertemu dengan masyarakat jangan sampai melupakan 5 S yaitu Seyum,
Salam, Sapa,Sopan dan Santun. Saya di sini selaku penulis bukan bermaksud mengurui
tetapi sekedar mengingatkan. 5S ini apa bila dipraktikkan dijamin kalian pasti disukai
masyarakat. Tentu harus dibarengi dengan kepedulian juga kepada sesama agar lebih
afdol. Aneh bukan ada orang yang kelihatan ramah tamah tetapi cuek dengan orang jika
kena musibah. Semoga kita termasuk orang yang peduli dengan sesama. Hasil dari
KKN tentu harus bisa dipertanggung jawabkan terutama pada saat pelaporan di
kampus. Aktifitas ini bukan bermaksud liburan dengan menelan dana yang tidak sedikit
serta mengorbankan waktu kerja. Banyak sekali dari rekan–rekan demi menuntaskan
kuliah pada program KKN sampai rela resign atau keluar tempat kerja. Oleh karena
itulah pentingnya pematangan niat, itikad dan tekad dalam melaksanakannya. Sehingga
semua berjalan sesuai harapan. Bila telah kelar kegiatan ini adalah peluang untuk
melanjutkan perkuliahan pada mata kuliah lanjutan agar cepat lulus kuliah untuk menta
masa depan.
Kendala yang ada pikiran saya, tempat di KKN adalah tempat yang minim
penerangan, listrik, air, sinyal, dan juga transportasi yang sulit untuk ke tempat KKN
tersebut. Kendala lain yang saya pikirkan ialah masyarakatnya yang kurang pendidikan,
sehingga kurang pedulinya dengan kehadiran anggota KKN dan kurangnya antusiasme
program yang kami selenggarakan di desa mereka, sepinya lokasi tempat pada saat
KKN, serta jauhnya lokasi pasar untuk sekedar berbelanja sayur mayur. Mungkin juga
di desa tersebut banyak terjadi tindakan kriminal yang membuat saya dan kawan-kawan
menjadi harus lebih berhati-hati. Maka dari itu saya mempersiapkan alat keamanan
untuk diri sendiri untuk berjaga–jaga bilamana ada yang janggal di tempat KKN
tersebut.
Namun kenyataan yang saya rasakan setelah sampai di desa tempat saya KKN
adalah sulitnya air bersih karena pada bulan juli-agustus termasuk bulan musim
kemarau, lalu minim nya lampu penerangan jalan hal ini berdampak kepada program
kerja yang saya dan kawan-kawan buat, lalu transportasi umum yang sangat jarang
sekali melintas, namun alhamdulillahnya ada jauh lebih banyak yang dapat saya syukuri
dari sekedar mengeluh, seperti masyarakat desa yang sangat antusias dengan berbagai
program kerja yang saya dan kawan-kawan selenggarakan, sambutan hangat mereka
atas kehadiran saya dan kawan-kawan di desa, ucapan terimakasih yang tak berhenti
mengalir dari setiap sudut desa atas segala kegiatan yang saya dan kawan-kawan
lakukan. Pemandangan indah yang sangat membuat saya bersyukur telah hadir di desa
Tanjungrasa, udara sejuk yang selalu mengalir di subuh dan malam hari, suara sunyi
yang mengantar kekedamaian kehidupan. Dan tidak ada tindakan kriminal yang
sebelumnya sangat menghantui keselamatan kami.

b) Sore yang Tampak Malu-malu Bias Cahayanya
Selama sebulan lamanya saya tinggal dengan 19 orang asing yang berbeda
karakter, pemikiran, dan budaya, yang terdiri dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan, Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas
Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ushuluddin, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas
Sains dan Teknologi, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Sore itu, saat cahaya malu-
malu menampakkan biasnya, kami mengadakan rapat pertama, dari awal datang rapat
pertama sudah terlihat anggota yang antusias dengan kkn ataupun yang tak ada
semangatnya sama sekali dengan diadakannya kkn. Hal pertama yang saya bayangkan
pada saat awal pertemuan dengan kelompok, “kok kelompok saya begini ya?”. Saya
merasa tidak sejalan dengan sesama anggota kelompok. Namun dengan berjalannya
waktu pikiran tentang itu semua hilang begitu saja. Pertama kali diadakannya rapat
alhamdulillah banyak yang hadir rapat, survei pertama pun banyak yang hadir. Namun
makin sering kita mengadakan rapat dan persiapan survei, makin berkurang juga
kepdulian teman-teman akan kehadiran rapat. Namun yang saya salut yaitu adanya
semangat dari beberapa anggota kelompok yang selalu hadir dan menyempatkan datang
untuk rapat, beberpa orang itulah yang menjadi penggagas atau pencetus semangat
teman-teman lain untuk mengikuti rapat, survei, dan kegiatan-kegiatan KKN. Saya
sangat bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik semacam itu, yang memiliki
semangat dan kerja keras untuk mensukseskan suatu kegiatan atau acara. Dan mindset
orang-orang semacam itu sangat memberikan energi positif kepada anggota lainnya.
Tanggal 18 Juli 2018, saya dan teman-teman KKN Hujantara berangkat ke
lokasi KKN yang akan kita tempati di Desa Tanjungrasa, Kecamatan Tanjung Sari,
Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sesaat tiba di lokasi posko KKN kami, awalnya
saya merasa kurang nyaman dengan kondisi di tempat KKN dan juga kondisi dengan
sesama kelompok, karena kondisi kamar mandi yang berlokasi diluar rumah dan hanya
berdindingkan bambu-bambu yang tak menutupi seluruh sisi kamar mandi, dapur yang
minim penerangan, dan kuburan yang berlokasi dibelakang rumah, dan mungkin juga
karena masih adanya rasa canggung di antara kita. Tetapi setelah menjalini beberapa
hari hidup bersama dalam satu rumah, saya merasa nyaman dan adanya kehangatan
keluarga di dalam masing-masing anggota.
Hidup sebulan dalam satu rumah, ada banyak sekali pembelajaran hidup yang
sangat dapat saya ambil dari semua kegiatan dan konflik yang sudah saya lalui selama
sebulan lamanya bersama 19 orang asing ini. Mulai dari moment kebersamaan pada
saat makan menggunakan kertas nasi yang disusun memanjang secara bersama-sama,
tidur di satu ruangan dengan perempuan-perempuan tangguh karena tidur beralas serta
berselimut seadanya dengan posisi tidur yang behimpitan satu sama lain, bercanda tawa
bersama saat bermain dan berbincang, perilaku teman yang berbeda yang kadang
membuat saya tertawa ataupun kecewa. Dari sini saya banyak mempelajari arti dari
kebersamaan. Terkadang banyak hal egois yang muncul dari saya maupun di kawan-
kawan lainnya, mungkin ini merupakan hal yang wajar karena setiap individu pasti
mempunya sifat egois di dalam dirinya, banyak juga konflik yang terjadi di internal
kelompok, baik itu konflik karena enggan untuk mengerjakan sutu hal yang
berhubungan dengan program kerja dan kebersihan posko, sampai dengan bermalas-
malasan. Namun itu semua dapat kami atasi secara bersama, karena kami tidak hidup
sendiri saat KKN.

Saat itu pertama kali saya dan kawan-kawan survei menuju tempat kantor desa yang berlokasi tepat di pinggir jalan utama kota bogor. Alhamdulillah ternyata rasa panas yang dirasakan saat siang hari tidak berlaku ketika malam tiba dan subuh datang. karena dijalan besar ini tidak ada macet sama sekali. Jika manusia mudah bersyukur. tapi dibanding jakarta. Ternyata kunci sukses bukan hanya karena satu atau dua orang saja. Kondisi lingkungan sekitar Sungai pun bersih dari sampah. dan polusi-polusi lain bercampur aduk di jalanan tepat di depan kantor desa tersebut. begitupun ketika subuh datang. Tanjungsari. Ternyata setelah kerja tim dikerahkan untuk pembangunan tugu pembatas desa. panas? Tidak kok. kebayang dong kendaraan besar. Jika manusia mudah menafsirkan keindahan alam. maka tak ada yang tak indah dipandang mata pada alam semesta ini. Tapi ternyata pertama kali menginjakkan kaki di desa ini yaitu saat tengah hari siang bolong. lahan kuning kosong itu memang sangat indah dipandang. hilang dari pandangan. dan karena desa ini terletak di bogor kebayang dong itu desa bakal sedingin apa. debu. . pembelian bahan bangunan.misalnya saat pembangunan tugu untuk pembatas desa. Bogor. kota hujan dengan suasana dingin dari matahari terbit hingga matahari terbit lagi. Pembelajaran juga terjadi saat saya dengan kawan kelompok saling bantu- membantu dalam mengerjakan program kerja individu ataupun program kelompok. namun saat saya KKN sungainya sedang kemarau jadi disamping sampah tidak terlihat di sungai pun air sangat dangkal. ketika malam tiba suasana menjadi sejuk dan semakin malam akan cenderung semakin dingin. jika kau termasuk orang-orang yang mudah sekali memuji kebesaran-Nya. akhirnya selesai dengan tepat waktu. hilang karena musim panen telah lalu. demikian nama lokasi tempat KKN kelompok saya. Padahal hanya lahan padi yang sudah tak seindah hijaunya. Eits. kondisi lingkungan di daerah sekitar desa tanjungrasa cukup bersih dari sampah. Padahal hanya lahan padi yang sudah pudar kehijauannya. Tanjungrasa. jadi belum ada tempat pembuangan sampah akhir yang dikelola oleh desa langsung. asap kendaraan. memang tak ada yang tidak indah jika sudah menyangkut Kuasa-Nya. lahan kekuningan itu kini bertambah indah dilihat karena kuasa-Nya. tapi karena adanya kerja tim. awal mendengar kata bogor yang terbayangkan adalah kota hujan penyebab banjir dijakarta. maka ladang padi kosong pun akan indah dipandangnya. Bersyukurlah. suasana menjadi kembali sejuk dan segar. ya tanjungrasa lebih baik. c) Penikmat Bumi Tanjungrasa Semilir angin menerpa setiap helai hamparan padi yang telah menghilang itu. kesalahan kami saat itu yaitu terlalu membebani pekerjaan pembangunan ini hanya pada beberapa orang saja. karena pasti dalam setiap langkah hidup kamu hanya menemukan tantangan yang indah bukan tantangan yang menyulitkan. Padahal hanya lahan padi yang sudah menghitam bekasnya. dan saya melihat ada beberapa konflik dengan berbagai masalah seperti perizinan. Menakjubkan sudah pasti. karena kebanyakan warga sekitar desa membakar sampah sisa dapur dan sampah tanaman di depan rumah mereka masing- masing. saat itu kegiatan pembangunan tugu di mulai di akhir minggu ketiga. itu awal persepsi saya. jadi ya kalau bisa di ukur kadar polusi udara di desa ini Alhamdulillah terbilang masih sedikit. hanya sedikit hangat hahaha. maupun proses pembangunan dilapangan itu sendiri.

manusia yang tidak berkembang dengan baik. air mulai jarang keluar dari dalam tanah. tanpa air. dan beberapa mampu berkomunikasi dengan bahasa indonesia. dan bagaimana menganggap bahwa belajar dan mengajar adalah kegiatan yang mulia. semua harus mempersiapkannya sendiri dengan penuh tanggungjawab. karena disinilah wadah saya dalam menyelami sulitnya kehidupan. dan sumber mata air mulai berkurang debit airnya. bagaimana mengatur jalan proses belajar mengajar dengan baik. dan alhamdulillah sangat banyak pembelajaran yang dapat saya ammbil dari kegiatan- kegiatan yang dilakukan yang terkait belajar mengajar. namun sawah tersebut milik oranglain. bahwasanya ketika di dunia kerja nanti dan ketika terjun ke kehidupan masyarakat. jika musim kemarau datang. kegiatan pengajian rutin bulanan di kantor desa. Masyarakat desa sebagian besar berkomunikasi dengan menggunakan bahasa sunda. bahwa tanpa rasa dispilin dari masing-masing individu. hidup mandiri adalah benteng kehidupan. dari mulai bangun dari tidur sampai ketika akan tidur kembali. waktu sebulan sangatlah singkat untuk dijadikan pembelajaran hidup. dimana pekerjaannya mengurus sawah. masyarakat mendukung penuh kegiatan yang saya dan kawan-kawan saya lakukan di desa tersebut. dan tersebarnya pengajian anak-anak di setiap dusun. dapat dibuktikan dengan banyaknya tempat ibadah yang tersebar di masing-masing desa. minim listrik. Lalu selama sebulan di bogor saya sangat mengambil hikmah dari hidup mandiri. Selanjutnya kedisiplinan ternyata adalah hal yang sakral dalam sebuah aktivitas. Karena sejatinya jika manusia tidak disibukkan dengan aktivitas-aktivitas kebaikan. Karena jika bukan saya yang mengurus diri saya sendiri. maka bersiaplah menjadi manusia yang terbelakang. Lalu pelajaran lain yang dapat saya petik adalah bagaimana mengatur dan mengolah waktu agar aktivitas sehari-hari dapat di desain se-produktif mungkin. Yaitu bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri di depan umum. Dimana dengan hidup mandiri. Kondisi masyarakat dari sudut pandang mata pencahariannya masih menengah kebawah. Pembelajaran yang paling saya tunggu adalah bagaimana mengatur suasana kelas dalam mengajar. Kondisi masyarakat di desa tanjungrasa cukup religiusitas. Respon masyarakat kepada kelompok kami cukup baik. Sebulan lamanya merasakan kekurangan air membuat saya sadar bahwasanya partikel terkecil seperti air saja sebenarnya sangatlah penting bagi kehidupan masyarakat. maka dari itu hematlah menggunakan dan memanfaatkan air sesuai kebutuhan. bahwasanya air merupakan sumber kehidupan. Sehingga banyak warga yang harus jauh-jauh menuju sungai hanya untuk . Saya pribadi sangat terkesan dan merasa bersyukur dengan dilaksanakannya Kuliah Kerja Nyata yang di selenggarakan oleh Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta. d) Semilir Angin Yang membawa Harapan Bila saya menjadi bagian dari penduduk desa tanjungrasa maka saya ingin sekali meningkatkan sumber daya air di seluruh dusun. Bahkan menurut saya. lalu siapa lagi?. karena saya sangat merasa miris sekali dengan kondisi air di desa tersebut. jadi dengan adanya kegiatan KKN ini saya lebih belajar menjadi pribadi yang lebih disiplin dari sebelumnya. sungai mulai dangkal. karena masyarakat di desa ini kebanyakan menjadi buruh tani. maka suatu acara akan berlangsung tidak sesuai rencana. Banyak pelajaran yang dapat dipetik bahkan dipanen dari kegiatan KKN ynag menghabiskan waktu sebulan. dan rusaknya jalan harus dilalui selama sebulan. saya menjadi lebih dapat menghargai keberadaan air disekitar saya.

jalan yang menghubungkan antara dusun satu dengan dusun yang lain di beberapa pelosok desa sangatlah perlu perbaikan. dan terhindar dari kecelakaan lalu lintas. yang tersebar ke seluruh dusun secara merata. namun akan lebih baik jika setiap dusun memiliki setidaknya satu untuk keperluan masyarakat yang lokasi tinggalnya jauh dari kantor desa. aman. Sebenarnya fasilitas air bersih dengan mesin sudah ada di kantor desa. saya akan membangun fasilitas air bersih berupa mesin air dengan kedalaman yang cukup untuk menampung kebutuhan masyarakat. Selanjutnya untuk pembangunan jalan. karena jalanan dipenuhi batu dan sangat berbahaya bagi pengguna kendaraan roda dua. dengan adanya penerangan jalan diharapkan masyarakat dapat melaksanakan aktivitasnya dengan lancar. . aktivitas masyarakat pun menjadi terhenti. pelebaran jalan pun perlu dilakukan karena ada satu dusun yang tidak dapat dilalui mobil karena untuk menuju ke dusun tersebut hanya dapat melalui sebuah jembatan gantung yang hanya dapat dilalui dengan satu jalur motor. sehingga ketika langit mulai gelap. karena saya perhatikan kebanyakan ruas jalan yang menghubungkan dusun satu dengan yang lainnya sangat sedikit sekali penerangan jalan.sekedar mandi dan menganmbil air bersih untuk persediaan pangan di rumah. Maka dari itu jika saya menjadi bagian dari mereka. Selanjutnya saya berharap adanya aliran listrik yang merata kesuluruh pelosok desa.

i dunno. Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan melaksanakan suatu kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh Mahasiswa yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN). 20 orang tersebut adalah Slamet Nungkiarta dan Silvy Wahyu Hasanah dari Fakultas Adab dan Humaniora. Pihak Pusat Pengabdian pada Masyarakat (PPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2018 ini membuat 200 kelompok KKN yang bertempat di daerah Bogor dan Tangerang. Muhammad Anwar Ainul Yaqin. Istiqomatul Faridah. Adi Bayu Saputra dan Reza Fransiska dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Tanjung Sari. Pembekalan berguna untuk kita mengetahui lebih lagi mengenai KKN dan untuk mengetahui apakah program-program yang akan kita jalankan sesuai . Kelompok 183 beranggotakan 20 orang. Naufal Khairul Mahmudah Katanya Sih Suruh Bikin Laporan a) Apa sih KKN itu? Assalamualaikum Wr. Bismillahirrohmanirrohim. Setelah beberapa saat diberitahukannya daftar kelompok dan tempat KKN beberapa orang di kelompok saya dengan membuat grup WA dan memasukkan daftar-daftar anggota dari kelompok tersebut. Salam kenal. Saya mendapat kelompok 183 yang bertempat di Desa Tanjungrasa. pemilihan ketua dan survei serta pembentukan nama kelompok. apa memang benar kegiatan KKN ini akan meningkatkan rasa-rasa atau kemampuan mahasiswa dalam kehidupan sehingga dia menjadi lebih mandiri? Bukankah melalui banyaknya pengalaman ber-organisasi kita dapat mendapatkan hal itu? Entahlah. namun dikarenakan ini memang program yang bahkan dijadikan sebagai mata kuliah wajib sehingga mau tidak mau setiap mahasiswa harus melaksanakannya sebagai syarat kelulusan. Laila Baro’ah dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi. hanya saja dilakukan polling untuk memilih mana nama yang terbaik berdasarkan kesepakatan bersama dan jadilah nama kelompok kami “HUJANTARA”. dengan adanya grup tersebut kami dapat menyepakati waktu untuk rapat. Retno Pusparani dan Saya dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Muhammad Ismail Priyono dari Fakultas Dirasat Islamiyah. Pelaksanaan KKN tahun ini menjadi sedikit berbeda dengan diikutsertakannya seluruh Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang mengakibatkan jumlah dari anggota KKN menjadi 20 orang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Aulia Rahman dan Annisa Fathia Hanna dari Fakultas ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sebelum dimulai KKN seperti biasa diadakan yang namanya pembekalan. Sebenarnya ada beberapa nama kelompok yang diajukan oleh beberapa anggota. Kegiatan ini dilaksanakan di antara pergantian semester 6 dan semester 7. Pada semester 7 ini seperti rutinitas umum setiap tahunnya. untuk tahun ini tepatnya diadakan pada tanggal 20 Juli-20 Agustus 2018. Bogor. saya Naufal Khairul Mahmudah. Wb. Gerry Ikhtiyar dan Windi Mutia Jamilus dari Fakultas Sains dan Teknologi. Samiaji Farid Prasetyo dan Riqiyati dari Fakultas Syariah dan Hukum. Sebenarnya secara pribadi saya berpendapat. Hendrika Dwiki Saputra dan Elysa Fauziah dari Fakultas Ushuluddin. biasa dipanggil Naufal atau Khairul. Jurusan saya sendiri yaitu jurusan Manajemen Pendidikan pelaksanaan KKN sebenarnya bukanlah yang pertama kalinya pada tahun ini sehingga saya bisa bertanya-tanya kepada senior saya bagaimana dan apa saja yang akan dilakukan selama KKN itu. Fauziah Umami. My Gempita Fitriyani. yang mana kalo tidak salah nama tersebut memberikan arti bahwa kelompok kami akan menjadi seperti hujan yang akan menyuburkan desa Tanjungrasa. Saya Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. jurusan Manajemen Pendidikan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

apa sebaiknya yang harus mereka lakukan selama KKN?. Desa yang menjadi lokasi KKN kami ternyata memiliki Kepala Desa yang sudah menjabat selama 2 periode dan beberapa sanak saudaranya yang “memiliki” posisi di Desa tersebut. sehingga tiga orang dari kelompok kami yaitu Muhammad Anwar Ainul Yaqin (Anwar). Tanggal pelepasan KKN adalah tanggal 17 Juli 2018 di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sementara untuk tanggal pembukaan adalah tanggal 20 Juli 2018 yang akan dilaksanakan oleh setiap kelompok di Kantor Desa masing-masing desa yang mana artinya mahasiswa tersebut harus sudah berada di lokasi beberapa hari sebelum tanggal 20 Juli. lantas kenapa pula seluruh Mahasiswa yang ada di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan diikutsertakan dalam KKN? Bukankan tugas mereka adalah mengajar? Jadi. Menurut saya pribadi hal tersebut masih belum terjawab tetapi mungkin pihak-pihak PPM memiliki pertimbangan sendiri mengenai keikut-sertaan Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan secara keseluruhan. setiap kepala . Sebelum tanggal pelepasan KKN kelompok kami telah mengadakan 3 kali survei. dimana pihak PPM berkata bahwa dalam melaksanakan KKN kita tidak diperbolehkan untuk mengajar kita hanya diperbolehkan untuk memberdayakan sumber daya yang tersedia. Hari Kamis pada tanggal 19 kami sekelompok membuat surat undangan untuk acara pembukaan dan mengedarkannya ke Kepala Desa. survei pertama yang saya ikuti membuat kami mengetahui jarak desa tempat KKN kami dari Kampus yang mana membutuhkan waktu 3 jam perjalanan serta kami berhasil bertemu dengan Kepala Desa Tanjungrasa untuk menyampaikan surat pemberitahuan pelaksanaan KKN dan mengetahui sedikit keadaan warga-warga di desa tersebut. pada awalnya mereka mendapat beberapa tawaran rumah untuk tempat tinggal di desa tersebut hingga mereka memutuskan untuk mengambil salah satu rumah dengan pertimbangan keamanan lingkungan. Hanya saja dalam proses keberangkatan tersebut tidak semuanya berjalan lancar. Kelompok kami akan dibimbing oleh Ibu Titik Inayah. Dalam pembekalan ini ada hal yang menarik bagi saya yang disampaikan oleh pihak PPM. Saya ikut survei yang pertama kali. kondisi sinyal dan aliran air yang cukup lancar yang mana akan menjadi lokasi tempat tinggal kami selama satu bulan ke depan. rumah yang akan jadikan tempat tinggal selama sebulan di Desa tersebut dibatalkan perjanjian secara sepihak oleh pemilik rumah. pemilik tersebut beralasan bahwa orang yang bertempat tinggal di rumah itu sudah pulang dan ingin menempati rumah itu lagi.dengan tujuan diadakannya KKN. Pada survey kedua dan ketiga saya tidak dapat ikut serta dikarenakan pada survei kedua saya sedang ada acara keluarga sementara pada survei ketiga saat itu adalah saat dimana saya dan teman-teman saya di jurusan Manajemen Pendidikan mengadakan revisi untuk proposal skripsi. b) Kelompok HUJANTARA Kegiatan bersama yang pertama kali kami lakukan untuk aara KKN kami adalah pembukaan KKN yang akan dilaksanakan di Kantor Desa pada tanggal 20 Juli yaitu 2 hari setelah kami tiba di Desa Tanjungrasa. Hendrika Dwiki Saputra (Hendrika) dan Aulia Rahman (Rahman) harus berangkat duluan pada pagi harinya untuk mencari tempat tinggal untuk kami selama satu bulan ke depan di desa tersebut. Tak lama setelah beberapa minggu pembekalan KKN diumumkan bahwa siapa-siapa saja dosen yang menjadi dosen pembimbing KKN. kelompok kami sudah berada di Desa tanggal 18 Juli 2018.

Dalam mengajar BTQ saya sudah memiliki . Hingga akhirnya tiba saat saya untuk mengajar PAUD di dusun 1 bersama Isti dan Reza. ada beberapa anak laki- laki yang susah untuk diberitahu bahkan oleh gurunya yang asli itu sendiri. ini merupakan pertama kalinya saya mengajar di PAUD sehungga saya bingung apa yang harus saya ajarkan dan bagaimana mengajarkannya. Kegiatan selanjutnya kami akan laksanakan pada hari senin. Fauziah.an di dusun 2 dan dusun 1. Untuk kegiatan Calistung hanya dilaksanakan di tiga dusun saja dikarenakan hanya dusun-dusun itu saja lah yang memiliki PAUD. Pada awalnya mengajar di PAUD dan BTQ saya merasa agak sedikit bingung dan bimbang metode pengajaran bagaimana yang pas dan cocok untuk anak-anak di desa ini. yang membuat saya terkejut begitu tiba di kantor desa adalah keadaan kantor desa yang begitu jorok dan kotor. Pada hari sabtu dan minggu kami sekelompok mengadakan survey kembali ke setiap- setiap dusun untuk memastikan dan memberitahu ke setiap dusun bahwa kami akan melaksanakan program Calistung. sebenarnya Aziz dan Nurjen bukanlah anak yang nakal hanya saya mereka berdua suka bermaiun dengan Ibnu sehingga mereka menjadi ikut-ikutan bandel.at yaitu dimulai dengan program Calistung dan Baca Tulis Qur’an. Nurjen dan Aziz. sehingga ada salah satu dari kami yang setidaknya tahu apa yang harus dilakukan. pada proses penyampaian suratnya saya dan Windi beberapa kali mengalami kesulitan untuk mengetahui rumah Pak Mandor dikarenakan perbedaan pemahaman warga setempat mengenai bahasa kepala desa dan ketua RW. Acara pembukaan kami laksanakan kurang lebih jam 9 yang dihadiri hampir setiap orang yang kami berikan undangan yaitu Dosen Pembimbing.dusun atau mandor (sebutan untuk kepala desa bagi warga sekitar).an yang disertai dengan penyurveian dan pemastian tempat untuk pelaksanaan program itu. sementara pada hari Selasa dan Kamis akan dilaksanakan kegiatan bimbel. alhamdulillah saya satu tempat mengajara dengan Isti. Gempita dan Isti menyiapkan banner. meja. dikarenakan hal tersebut saya dan teman-teman saya terpaksa membiarkan saja beberapa anak itu. Kepala Desa. begitu kotornya halaman kantor desa hingga si Windi bersama Rifqi yang menyapu halaman setelah menyapu serasa seperti mandi debu. Setelah mengajar PAUD pada malamnya saya akan mengajar BTQ di dusun 2 yang bertempat di masjid Al-Misbah tempat biasa saya dan teman-teman yang laki-laki untuk sholat Jum. Saya mendapat jadwal untuk mengajar bimbel di dusun 6. saya mengajar bersama Isti. rabu dan jum. Bimbingan Belajar dan Baca Tulis Qur. sementara saya bersama Slamet.ketua RW dan ketua RT. sound system untuk acara pembukaan nanti. beberapa ketua RT dan RW ditambah dengan beberapa warga dan staff desa. Pada saat mengajar PAUD. karena dia adalah anak jurusan PIAUD di Tarbiyah sehingga sudah memiliki pengalaman mengajar untuk anak-anak PAUD. halaman kantor desa yang dipenuhi dengan daun-daun dan kulit buah asam yang sudah kering. yaitu Ibnu. Keesokan harinya pada tanggal 20 Juli pada hari pembukaan yang bertepatan pada hari Jum’at kami bersiap-siap untuk ke Kantor Desa untuk membersihkan aula kantor desa dari pagi. Ketua RW dan ketua RT yang ada di dusun 6. Anwar. saya mengajar BTQ di masjid itu bersama Slamet dan Ica sementara di dusun 1 bertempat di PUAD Mekarsari.at. hingga akhirnya kami berhasil bertemu dengan ketua RT daerah di dusun 6 yang mana beliau mengarahkan kami ke rumah Mandor. semua kepala dusun/mandor. kursi. Calistung di dusun 1 dan Baca Tulis Qur. awalnya program Calistung memang diarahkan kepada orang-orang yang sudah tua dan buta huruf akan tetapi dikarenakan adanya beberapa pertimbangan akhirnya Penanggung Jawab program calistung sepakat bahwa akan lebih baik untuk melaksanakan program Calistung di PAUD untuk memudahkan yang mendapat jadwal Calistung dan tempat pelaksanaannya. Saya bertugas untuk mengedarkan surat undangan ke dusun 6 bersama Windi. lantai aula yang berdebu meskipun dalam ruangan tertutup.

Pada minggu kami berfokus untuk pentupan program Calistung. Rahman. bukan bagaimana kita bersikap agar disukai oleh orang lain tetapi bagaimana kita bersikap apa adanya dan mereka bisa menerima kita begitupun kita menerima mereka apa adanya. Untuk mengajar bimbel di dusun 6 yang dilaksanakan setiap selasa dan kamis dan bertempat di SD Tanjung Rasa di salah satu ruang kelas yaitu ruang kelas 6.tetapi ternyata pengalaman ini akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan dalam hidup saya.pengalaman tersendiri hanya saja saya kaget karena bahasa-bahasa tertentu yang digunakan berbeda dengan bahasa yang saja ajarkan. Kepribadian seseorang tentulah tidak sempurna pasti ada kekurangan. Kegiatan tersebut saya lakukan terus menerus hingga 3 minggu yang mana berdasarkan kesepakatan awal bahwa pada 2 minggu pertama kita akan fokus untuk program yang berfokus pada pendidikan dan 2 minggu selanjutnya berfokus pada program-program pembangunan seperti pembangunan tugu pembatas tiap dusun dan taman baca di dusun 5 serta program terakhir kami yang tidak kalah penting yaitu 17 Agustus. Saya hanya mengikuti penutupan Bimbel di dusun 6 dan BTQ di dusun 2 karena kami harus membagi-bagi orang dan kendaraan yang digunakan untuk ke tempat pelaksanaan Bimbel. menulis apalagi mengerti bahasa inggris yang umum digunakan dalam percakapan. dhommah disebut dengan ps. Ica. serta kegiatan-kegiatan di luar program lainnya yang menggambarkan kebersamaan. makan bersama. Mulai dari awal perkenalan yang dimana saya terkenal sebagai anak pendiam. hingga beberapa teman saya yang sudah dekat dengan saya berkata kok lu jadi cerewet sih fal? Haha. c) Desa Tanjungnya Semua Rasa Pada awalnya saya mengira bahwa KKN di Desa Tanjungrasa akan menjadi begitu berat dikarenakan pendapat yang saya dapatkan sewaktu survei akan tetapi nyatanya setiap masyarakat bersikap baik kepada kami bahkan bersikap open kepada kami meskipun bahasa yang mereka gunakan umumnya adalah bahasa sunda tetapi meraka tetap bisa berbahasa . Bimbel dan BTQ di tiap dusun. saya.dan begitupun yang saya rasakan sewaktu KKN ini. Bagi saya kegiatan KKN ini adalah pengalaman pertama bagi saya untuk jauh dari rumah dan melakukan sesuatu atas kemauan saya sendiri ditambah saya akan serumah dengan 19 orang yang baru saya kenal hanya melalui beberapa kali pertemuan saja. Calistung dan BTQ. Bagi saya yang mengesankan dalam KKN ini bukanlah program-programnya yang membuat kita mendapatkan beberapa pengalaman baru tetapi pengalaman-pengalaman kecil seperti bertemu 19 orang asing yang telah mengisi kehidupan saya selama satu bulan dengan sesuatu yang baru. Penutupan ini mengesankan untuk saya karena pada penutupan bimbel di dusun 6 anak-anaknya melakukan pertunjukkan lagu-lagu dan pantun sementara untuk dusun 2 anak-anaknya merupakan anak- anak yang sering main dan belajar ke tempat base camp kami dan cukup dekat pula dengan saya. Awalnya saya kesulitan untuk mengikuti dan mengajarkan cara membaca qur’an yang benar kepada adik-adik tersebut hanya saja seiring berjalannya waktu saya menjadi terbiasa dan mulai bisa mengajar mereka dengan menggunakan bahasa-bahasa itu. ditambah anak-anak ini sudah mendapatkan pengajaran bahasa inggris di sekolah hanya saja banyak anak-anak yang belum bisa membaca. seperti fathah yang disebut dengan jabar. Windi dan Slamet lebih sering mengajarkan kepada anak-anak pelajaran bahasa inggris dikarenakan menurut kami bahasa inggris adalah pelajaran yang sangat penting untuk masa depan anak- anak seperti di desa ini. Awalnya saya berpikir bahwa ini akan menjadi sesuatu yang canggung.

dusun 5 Sodong dan dusun 6 Tegal Asem. kehidupan warga yang terus menerus menjalani kegiatan seperti itu saja bahkan hingga turun temurun. dan meskipun keberadaan desa dekat dengan gunung tetapi desa itu sering mengalami kekeringan sehingga banyak warga yang terpaksa menggali sumur sendiri tanpa adanya bantuan dari pihak desa. panas disini tidak terasa begitu terik menurut saya. apa yang bisa saya lakukan? Saya hanya orang asing di desa itu. saya hanya bisa berdo’a agar segala sesuatu yang tujuannya baik di desa itu dapat terus berjalan dan mengalami perkembangan baik dari transportasi. baik pengelolaan kantor desa. Hanya saja. Desa Tanjungrasa sendiri memiliki 6 dusun yaitu dusun 1 Mekarsari. keadaan ekonomi meraka. Keadaan alam disana terbilang indah yang mana desa yang berdekatan dengan Gunung Batu yang biasa dijadikan lokasi para pendaki dan beberapa curug yang ada di sekitar desa. hingga mungkin ya bertambahnya pengetahuan umum masyarakat secara luas baik dari pengetahuan agama maupun tentang pertanian. keadaan jalan yang sebagian desa sudah bagus namun sebagian tidak. siapa tahu suatu saat nanti saya akan berkunjung lagi kesitu. namun banyak anak-anak muda yang mulai pergi ke daerah kota untuk bekerja di pabrik. ditambah dengan keadaan lingkungan sekitar yang masih dipenuhi dengan pepohonan. dusun 3 Darma. dusun 4 Bunder Jaya. sikap sosial masyarakat. Mungkin. ya menurut saya dengan berkembangnya beberapa hal yang saya sebutkan di atas tadi dapat membuat masyarakat desa itu menjadi lebih maju dan mencapai harapan yang saya impikan tadi. . dan mungkin juga kebiasaan warga yang membakar sampah setiap hari bisa dikurangi dan pemerintah setempat bersedia menyediakan tempat sampah umum bahkan hingga tukang dan transportasi yang akan dijadikan untuk sampah-sampah tersebut. pendidikan bagi anak-anak yang akan menyongsong masa depan desa itu. pengaliran air yang lancar dari mata air hinga ke semua rumah penduduk desa sehingga masyarakat tidak perlu lagi untuk menggali sumur dan merasakan kekeringan pada musim kemarau ditambah banyaknya masyarakat yang bekerja sebagai sehingga membutuhkan banyak air. d) Harapan? Apa gunanya? Agar Berharap? Secara pribadi banyak hal yang saya harapkan dapat berubah di Desa Tanjungrasa. Ke-enam dusun itu memiliki ciri khas daerah dan masyarakatnya masing-masing yang mana ciri khas itu akan tetap kuingat selamanya. melihat wajah-wajah kecil tersenyum memiliki kebahagiaan tersendiri bagi saya. dengan semua harapan itu. Awalnya saya mengira dengan kondisi lingkungan yang seperti ini kami tidak akan merasa kepanasan tapi nyatanya tetap saja sama kami merasa panas di siang hari tetapi tidak seperti panas yang dirasakan di Jakarta. Yah. Umumnya masyarakat di desa Tanjungrasa bekerja sebagai petani dan menanam kopi di daerah sekitaran kaki gunung. dusun 2 Cibungur yang menjadi tempat tinggal kami. dengan itu semua.indonesia dengan baik. ditambah dengan respon adik-adik yang sangat bahagia ketika bertemu dengan kami dan diajak foto.

Retno Pusparani Tanjungrasa Bukan Hanya Sekedar Rasa a) Awal rasa KKN sendiri menurut Wikipedia Indonesia. dan masih banyak ketakutan- ketakutan lainnya . setelah mencari nama saya ternyata tercantum dalam kelompok KKN 183 dan terdapat 18 daftar nama lain yang tidak ada yang saya kenal satu pun yang berasal dari beda-beda jurusan. Banyak faktor yang membuat saya setengah hati mengikuti KKN. dimana Tarbiyah itu tidak ada KKN karena adanya PPKT/PPL. dari ketakutan tidak memiliki teman yang seakrab. Bermula dari file nama- nama pembagian kelompok KKN yang resmi dibagikan oleh PPM. Lalu awal semester 6 ketika mengisi KRS saya dan teman-teman kaget karena ada pilihan KKN dan kami wajib mengambilnya. Saya masih apatis dan tidak tertarik untuk ikut berkumpul dan berkenalan dengan teman-teman KKN saya. tatap muka dan kenalan. sampai saatnya Kepala Jurusan saya memberi info bahwa jurusan kami tahun ini wajib mengikuti kegiatan KKN. Berita KKN saat itu masih simpang siur dan menjadi perbincangan hangat saya dan teman-teman lain. KKN sendiri masih menjadi kegelisahan saya dan teman- teman karena belum adanya info yang jelas dari kajur. entah mengapa saya tidak ada sedikit pun semangat untuk melaksanakan KKN. merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada daerah tertentu. Tentunya bukan hanya untuk mengabdi dan menyelesaikan tugas dari kampus. di Tarbiyah sendiri yang hanya KKN yaitu jurusan MP. saya pun deg-degan karena dengan siapakah nanti saya akan tinggal selama satu bulan. 2 hari dari terbitnya nama-nama kelompok KKN teman-teman saya sudah ada yang mengajak kumpul untuk saling bertemu. Pertama kali saya tahu KKN itu hanya sekedar tahu dan tidak menarik untuk dicari tahu karena di jurusan saya sendiri pun tidak mengadakan KKN. tidak bisa nyaman dengan tempat KKN dan teman-teman kelompok. Sampai saatnya nama-nama pembagian kelompok KKN dibagikan. kemudian esok harinya saya sudah dimasukan kedalam grup KKN. akan tetapi mahasiswa diharapkan dapat menerapkan dan mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari dan didapat selama kuliah. Dari awal saya sudah tidak tertarik dengan adanya KKN.

Kemudian survey kedua saya ikut dan dilaksanakan setelah lebaran idul fitri. disitu sudah dibentuk susunan organisasinya dan saya sudah ditunjuk sebagai Divisi Dekorasi dan dokumentasi. Setelah sudah kumpul yang keempat kalinya saya baru ikut kumpul dan bertemu dengan teman-teman KKN saya. di survey pertama teman-teman saya mencari tahu lokasi KKN dan mendatangi rumah kepala desa Tanjungrasa. b) Hujantara Hujantara adalah nama yang kami pilih untuk menamai kelompok KKN kami. pada survey kedua ini bertujuan meminta data-data desa. Hujantara yang memiliki kepanjangan hujan di tanjungrasa. Sesampainya disana kami pun membersihkan rumah tersebut dan mulai menempatinya. pemilik rumahnya adalah nenek tua yang hidup sendirian dan sudah meninggal 6 bulan lalu sebelum rumah itu kami tempati. Saya tidak mau ambil pusing dan saya pun meng-iyakannya. ssya mulai mengenal karakter dan kepribadian masing-masing anggota KKN Hujantara. Survei tempat KKN yang pertama kali saya tidak ikut. Sesampainya di desa. posko yang kami tempati adalah sebuah rumah yang sudah lama tidak ditempati. Dan membicarakan untuk survey tempat KKN. Hujantara sendiri terdiri dari 20 orang dari semua fakultas. Seminggu awal saya masih merasa tidak betah karena saya masih belum nyaman dengan teman-teman sekelompok dan belum mendapat jadwal kegiatan karena saya piket di minggu pertama. Kemudian survey ketiga dan terakhir yang dilaksanakan bersama dosen pembimbing untuk memfiksasi data serta tempat tinggal. Dari beberapa pertemuan yang telah saya lakukan dengan teman- teman saya. Walaupun sambutannya biasa saja teman-teman saya tetap semangat melaksanakan survey. Banyak persiapan dan bawaan yang kami lakukan sebelum keberangkatan menuju desa Tanjungrasa. Namun seiring berjalannya waktu saya mencoba keluar dari zona nyaman saya dengan tetap merasa senang apapun keadaannya agar saya tidak menyia-nyiakan waktu . karena alasan yang saya buat-buat. Kami datang ke kantor desa namun hanya ada bapak sekdes. Beberapa hari kemudian kami mengadakan pembukaan di kantor desa yang dihadiri oleh aparatur desa. Pada rapat itu sudah ditanyakan juga program apa yang mau kita adakan ditempat KKN. harapan yang diambil dari nama ini adalah melimpahnya air yang ada di desa yang kami tinggalkan karena desa kami termasuk yang kesulitan air apalagi saat sedang masuk musim kemarau.

saya pun makin merasa nyaman dengan teman-teman KKN Hujantara. bermain gitar dan masih banyak lagi. saya sadar bahwa apa yang ada dibayangan saya tidak sama dengan kenyataan. Hal-hal berkesan selalu muncul setiap harinya. bahkan berbanding terbalik dengan apa yang saya bayangkan. kami kelompok 183 Hujantara ditempatkan di Desa Tanjungrasa. Anak-anak merasa senang bisa belajar dan bermain bersama di posko KKN. anak SD. karena sebenarnya saya orang yang humble apabila sudah kenal dan mengetahui bagaimana sifat orang itu sebenarnya. Setelah PPM menentukkan desa yang akan dijadikan tempat KKN. Hampir setiap hari saya dan teman-teman . berbeda dengan perasaan awal saya yang merasa tidak nyaman disini. Saya pun akhirnya bisa nyaman bersama mereka. hampir setiap malam mereka datang ke posko dan hampir tidak menyisakan waktu untuk kami makan malam di waktu yang tepat. berhitung dan mewarnai. Ada yang belajar menulis. mulai dari rasa kekeluargaan dan persahabatan yang saya rasakan selama KKN berlangsung. untuk menghibur dan menghilangkan kejenuhan di saat kami sedang kosong dari kegiatan. Candaan demi candaan selalu terlontar pada setiap harinya. saling bercandaan ledek- ledekan. Karena anak-anak terlalu excited dengan kedatangan kami. suasana posko semakin terasa hangat dan akrab. akhirnya saya mempunyai solusi dengan cara banyak bertanya dan berbincang kepada teman-teman kelompok. Namun tak dapat dipungkiri. mulai dari anak yang belum sekolah.saya yang hanya sebulan untuk tinggal. ketakutan-ketakutan yang saya bayangkan ternyata tidak terjadi di tempat KKN. suka duka pasti kami lalui. Pada minggu kedua dimana saya sudah disibukan dengan jadwal kegiatan mengajar dan kegiatan lainnya. Dari mulai takut tidak bisa memiliki teman seakrab di kelompok. namun kami tetap bersatu. mengenal teman-teman baru saya dan mengabdi di desa Tanjungrasa. warga setempat dan bahkan internal KKN Hujantara sendiri. Main tebak-tebakan dengan gaya plesetan. hingga anak SMP. dengan tujuan agar bisa kenal lebih dekat lagi. Setiap malam kegiatan belajar-mengajar di posko KKN pun tidak pernah sepi. Berbeda dari apa yang saya ekspetasikan sebelumnya. Tak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. sampai ada yang hanya bermain-main. Kecamatan Tanjungsari. Entah permasalahan dengan aparatur desa. Walaupun anggota KKN Hujantara berasal dari berbagai latar belakang. Hari demi hari saya dan teman-teman Hujantara lewati bersama. berbeda juga dari cerita-cerita orang yang telah menjalani KKN sebelum saya. Setelah saya menjalani hidup kurang lebih 2 minggu di Desa Tanjungrasa ini dan mulai terbiasa dengan lingkungan dan masyarakatnya.

Sosok teman yang selalu memberi semangat ketika mulai lelah dan selalu mengingatkan ketika salah. menyayangi. Tidak ketinggalan juga para warga dan aparat desa pun ikut andil dalam setiap pelaksanaan program kerja yang dilaksanakan. memberikan saya suatu pembelajaran yang tidak bisa didapatkan di bangku kuliah. Kalian adalah orang asing yang pernah hidup bareng selama satu bulan dengan susah dan senang. seperti masak. saling bahu-membahu demi berjalannya program kerja yang telah direncanakan. Menghadapi berbagai macam kebiasaan dan karakter yang berbeda-beda dari masing-masing teman. Saya jadi lebih paham bagaimana menghadapi dan bekerja sama dalam satu tim dengan pemikiran yang berbeda-beda. c) Tanjungrasa Desa Tanjungrasa adalah sebuah desa yang berada di kecamatan Tanjungsari. KKN Hujantara.begadang. Dengan saya mengikuti KKN. dan susah senang bersama. menerima. Belajar bersosialisasi dan bermasyarakat. Dan membuat saya harus selalu bersyukur bisa hidup lebih baik. belajar hidup bersama-sama. kami sangat kompak dalam menjalankan tugas. kita sangat luar biasa! Hujantara is the best. Kecamatan Tanjungsari merupakan hasil dari pemekaran kecamatan Cariu pada tahun 2006. Teman seatap. Bagi saya setiap waktu bersama teman-teman kelompok KKN Hujantara adalah pengalaman yang sangat mengesankan. Hal tersebut dikarenakan hampir setiap kegiatan KKN dilakukan secara bersama-sama. . Provinsi Jawa Barat. kabupaten Bogor. Lebih mengerti arti kebersamaan dan selalu mengerjakan sesuatu dengan rasa kekeluargaan dan kompak. semakan makanan yang sama yang tidak akan saya lupakan mulai dari kebaikan yang telah diberikan kepada saya. entah membicarakan kegiatan yang akan dilaksanakan esok hari atau hanya sekedar ngobrol-ngobrol biasa. belajar menghargai. saya mendapatkan arti dari kehidupan yang sebenarnya. makan. pengalaman berkesan juga ketika menjalankan program kerja. tidur. dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik dalam segala hal. Terima kasih sudah mau menerima saya apa adanya dan yang selalu merepotkan teman-teman Hujantara. melaksanakan program kerja. Desa ini termasuk desa yang cukup luas dengan sikap warga masyarakatnya yang baik dan ramah. Di Desa Tanjungrasa ini saya dituntut untuk belajar mandiri demi keberlangsungan hidup selama sebulan. Suasana di desa ini juga terlihat masih asri. KKN memberikan arti yang mendalam. cukup dan bisa sedikit berbagi ilmu kepada anak-anak di sana.

guru. bahkan ada yang hanya ingin bermain saja. sesampainya disana kami disambut hangat oleh tetangga sebelah kanan dan kiri. Setiap hari posko KKN kami selalu dikunjungi oleh anak-anak yang tinggal disekitar posko KKN. peternakan dan perkebunan tumbuh subur dan berkembang dengan baik. Namun. Acara ini dihadiri oleh Ibu Dosen Pembimbing. tentara. polisi. bahkan ada yang ingin menjadi lurah. Saya dan teman-teman bersama-sama membersihkan rumah dan merapikan barang-barang bawaan kami agar segera bisa beristirahat. Cibadak. Bahasa yang digunakan untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari adalah bahasa Sunda. keadaan lingkungan di Desa Tanjungrasa masih kurang bersih. kemudian kami berangkat pukul 17. Sirnarasa. Selawangi. Aktifitas yang menjadi mata pencaharian para warga desa Tanjung Rasa adalah bertani. Secara keseluruhan sebagai desa ialah agraris. Anak-anak yang datang ke posko lumayan ramai. guru. Butana Jaya.00 WIB. wiraswasta. . Pasir Tanjung. hari ini Pembukaan KKN 183 Hujantara yang diadakan di Kantor Desa Tanjungrasa. Tanjungsari memiliki sepuluh desa yaitu desa Antajaya. Kecamatan Tanjungsari merupakan daerah kabupaten Bogor bagian Timur yang berbatasan dengan kabutapen Cianjur. mengerjakan PR. Saya berharap anak-anak di Desa Tanjungrasa ini memiliki semangat belajar yang tinggi. bahkan terlihat adanya sampah-sampah yang berserakan di pinggir-pinggir jalan. Tanjungsari memiliki akses jalan alternatif penghubung Jakarta- Bandung/Jonggol Cianjur yang dapat menjadi digunakan oleh para pengemudi selain menggunakan jalur utama. banyaknya pertanian. dan Dinas Pemerintahan. Luas daerah kecamatan ini adalah 96 Km2. dengan jumlah penduduk sebanyak 39. buruh.00 WIB dan sampai di posko KKN Desa Tanjungrasa pada pukul 21. dan Tanjungsari. Ada yang datang ke posko untuk belajar. Sukarasa. 17 Juli 2018 adalah hari pemberangkatan kami dari Ciputat menuju Desa Tanjungrasa. Sirnasari. aparat desa. Di antara mereka ada yang ingin menjadi pemain sepak bola. tidak mudah menyerah. Anak-anak di Desa Tanjungrasa ini memiliki cita-cita yang tinggi. Bapak Kepala Desa. seperti sampah di sungai. Tanjungrasa.dilihat dari banyaknya lahan-lahan pertanian.00 WIB untuk merapikan barang-barang yang akan dibawa ke posko. Masih banyak masyarakat yang belum sadar akan kebersihan lingkungan karena masih ada sampah di sembarang tempat.117 jiwa (berdasarkan data pada tahun 2010). 20 Juli 2018. dan semoga kelak anak-anak ini dapat meraih apa yang dicita-citakan. mereka juga lucu dan menyenangkan. kami bersama-sama berkumpul pada pukul 16.

Setiap dusun dibagi beberapa pengajar dan secara bergantian agar semua anggota KKN Hujantara mendapat kesempatan mengajar seluruhnya. acara sedekah bumi di Dusun Cibungur ditempat saya dan teman- teman KKN tinggal. diantaranya kegiatan Posyandu mingguan ibu-ibu PKK. Diantara kegiatan kami selain mengajar adalah: Calistung (Baca tulis hitung) pj Fauziah dan Slamet. kegiatan mengajar ekstrakulikuler di SD seperti Paskibra dan Pramuka. Bimbel dan Btq. Pembangunan Fasilitas Umum pj Rahman dan Ismail Namun dibalik program kerja yang sudah direncanakan. Taman Baca pj Farid dan Isti. Tegal Asem) kami mengajar PAUD. Pengadaan Al-Qur’an serta Alat Sholat Masjid dan Mushola pj Layla dan Slamet. hadiah kami siapkan untuk 3 dusun yang melaksanakan lomba 17 Agustusan. Darma. Seminar Teknologi pj Gerry dan Retno. Upgrading Skill Guru pj Annisa dan Retno. Hari terus berganti dan akhirnya program terkahir di minggu terakhir yaitu 17 Agustusan. Bakti Sosial pj Slamet dan Reza. kegiatan ini dilaksanakan ditengah-tengah program kerja rutin dan tidak mengganggu sedikit pun program kerja KKN Hujantara. pembukaan KKN ini berjalan dengan lancar. Semua telah diselesaikan dengan baik. Karena sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan pengabdian.serta ibu-ibu Pengajian dan PKK Desa Tanjungrasa. Lalu kami mulai memikirkan rencana acara resmi penutupan KKN di Kantor Desa kembali. Alhamdulillah. kita harus ikut andil dalam setiap kegiatan yang ada di Desa tersebut. Bimbingan Belajar pj Naufal dan Gempita. masih banyak kegiatan yang diluar kita rencanakan yang kita andil dan ikut serta di Desa Tanjungrasa. Bunder. kegiatan lomba voly sekecamatan. . Tak lupa pula semua akhir dari program kerja kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama dan berterima kasih dalam rangka berpamitan untuk mengakhiri KKN di Desa Tanjungrasa. kegiatan Perkemahan sekecamatan. Dalam program mengajar dibagi disetiap dusun yakni ada 6 dusun (Mekarsari. kegiatan lomba MTQ sekecamatan. Penyuluhan Wirausaha pj Rifqiyati dan Windi. Sodong. dan ikut serta upacara 17 Agustus dilapangan kecamatan Tanjungsari. Setelah pembukaan dan di minggu pertama KKN kami sudah mengatur jadwal pembagian jadwal mengajar dan jadwal piket. Besar harapan kami para tokoh masyarakat serta warga Desa Tanjungrasa lainnya dapat hadi dalam acara ini. Baca Tulis Al-Quran pj Hendrika dan Elysa. 17 Agustusan pj Farid dan Gerry. Kelas Kreatifitas dan Budaya pj Silvy dan Reza. saya dan teman-teman bersama-sama membungkus hadiah yang akan kami berikan pada hari dilaksanakannya perlombaan. kegiatan gerak jalan sekecamatan. Cibungur.

Terlalu banyak kenangan yang . namun di hari-hari terakhir KKN saya merasa tidak ingin pulang dan sudah merasa betah tinggal di Desa Tanjungrasa. tokoh masyarakat. maka pertemuan itu akan mengandung suatu makna bagi yang bisa merasakannya. Pada awal-awal kedatangan saya ke Desa Tanjungrasa perasaan saya ingin selalu pulang kerumah. Sangat sedih ketika tau bahwa ternyata rasanya begitu cepat. kini justru terasa cepat berlalu. tapi dalam satu waktu nanti semua akan dipertemukan dengan keajaibannya masing-masing. tetapi Bapak Kepala Desa dan Ibu Dosen Pembimbing KKN 183 tidak dapat mrnghadiri penutupan. Semakin hari-hari akhir semakin tumbuh rasa cinta terhadap desa ini. Jika kita pasrah akan perpisahan dan ikhlas pada hati. namun luka sebenarnya terjadi saat pertemuan nanti. Kesedihan kami semakin meningkat melihat tetangga dan warga tidak ingin kami pulang. bisa membuat salah satu pekerjaan yang sangat berarti dan bermanfaat bagi sesama dengan menjalankannya disertai tujuan baik dan benar. Ada saatnya kita merasa terluka karena perpisahan. d) Usai dan Asa Perpisahan ialah bukan berati akhir dari segalanya. Tujuan kami di sini agar masyarakat. tapi perpisahan ialah langkah awal untuk membuka gerbang pertemuan yang abadi. terutama anak-anak. dihadiri oleh Bapak Sekertaris Desa. kami sangat berarti karena sudah pernah turut andil dan ada dalam keseharian mereka untuk membantu dalam penyelesaikan masalah yang warga alami. namun kami tidak lupa untuk berterima kasih lagi dan meminta maaf kepada seluruh warga yang ada di desa atas program yang kami jalankan. namun mungkin suatu hal tidak mengizinkan kita untuk harus selalu bersama dalam satu waktu. Penutupan berlangsung pada tanggal 19 Agustus 2018 di kantor Desa Tanjungrasa. Kami pun bersiap-siap kembali ke posko untuk menyusun barang- barang yang akan kami bawa pulang. melainkan tugas yang kami jalankan bisa dikembangkan lagi kepada masyarakat agar anak-anak disana mengerti arti sebuah usaha yang telah dilakukan bersama. entah itu baik maupun buruk. saya dan teman-teman berpamitan kepada seluruh warga desa supaya mereka mengetahui bahwa kepergian kami di sini bukan berarti akhir dari segalanya. Hari yang tidak kami tunggu-tunggu datang. Waktu sebulan yang awalnya terasa berat dan tak sanggup untuk dijalani. Menurut pandangan mereka. Semuanya pasti akan indah jika perpisahan tak kita anggap akhir dari suatu hubungan dengan seorang. Raga berpisah. Tidak cukup rasanya tinggal satu bulan di Desa Tanjungrasa ini. para kepala dusun.

Waktu sebulan sudah berlalu untuk masa pengabdian kami di masyarakat. waktu yang sebenarnya dirasa tidak terlalu lama dan tidak sebentar juga. Untuk mengubah pola hidup mereka. Sangat banyak kesan baik dari Desa Tanjungrasa. Saya dan teman-teman menyadari bahwa yang kami berikan tidak sebanding dengan nilai-nilai kehidupan yang diberikan dan kami dapatkan di Desa Tanjungrasa. Dan mengembangkan potensi warga Desa Tanjungrasa. sejuta kenangan dan sejuta rasa. Apabila saya menjadi bagian dari Desa Tanjungrasa. karena sebenarnya warga masyarakat disini memiliki begitu banyak potensi dari dalam diri mereka yang belum dikembangkan lebih luas lagi. akan tetapi ketika harus meninggalkan. Kemudian memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang potensial. maka jika pepatah itu tumbuh dalam diri masing- masing warga Desa Tanjungrasa maka ketika melihat sampah sedikit pun akan langsung membuang pada tempatnya. Saya akan mencoba menumbuhkan rasa cinta terhadap kebersihan lingkungan dimulai dari membuang sampah pada tempatnya. desa yang asri dan damai. Desa Tanjungrasa dengan sejuta keindahan. maka seharusnya seringnya diadakan pelatihan-pelatihan bagi warga masyarakat. justru saya merasa keberatan. . karena seperti pepatah ‘Kebersihan adalah sebagian dari iman’. desa yang memberikan banyak pelajaran hidup dan desa yang mempertemukan saya dengan orang=- orang hebat. Kemudian saya akan meningkatkan potensi-potensi yang ada pada masyarakat Desa Tanjungrasa.dibuat yang sulit untuk dilupakan. Terpikir di benak saya. Usai sudah saya melaksanakan KKN di Desa Tanjungrasa ini. tanaman-tanaman yang tumbuh subur di desa ini bisa diolah menjadi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang lebih kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi agar nantinya usaha tersebut dapat dipasarkan di luar daerah. Belajar dari pola hidup mereka. warga masyarakat banyak ikut membantu kami dalam melaksanakan setiap program kegiatan. desa yang memberikan jejak-jejak kenangan dan rasa yang tidak akan dilupakan. sejuta pembelajaran. hal yang paling utama yang akan saya lakukan adalah menanamkan jiwa kebersihan dan kerukunan bagi masyarakat sekitar. sebulan yang lalu datang dengan penuh rasa khawatir sehingga saya selalu menghitung waktu secara mundur. seperti buang sampah sembarangan dan membuang sampah bekas cucian ke sungai. sepertinya masyarakat sudah teracuni akan hal-hal yang serba praktis dan tidak mau berusaha keras. Masih banyak warga yang kurang perhatian dan kurang sadar dengan kebersihan. karena tersedianya hamparan sawah yang luas. perlu disadarkan bahwa mereka memiliki kekuatan dalam diri ataupun kekuatan yang berada di sekitar.

. “Jangan pernah berucap selamat tinggal namun berucaplah sampai bertemu kembali” Terimakasih Tanjungrasa karena telah menyambut dan mendekapku dengan hangat dan Terimakasih Hujantara karena kalian lah aku lengkap.

Membayangkan harus selalu bersama. menyatukan tujuan dari berbagai kepala yang berbeda . rumah yang sederhana. akses ke mana-mana susah. belum lagi harus satu atap bersama orang- orang yang tidak saya terlalu kenal selama sebulan. itu artinya saya memiliki kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat. jalan yang rusak. karena tidak termasuk pada program kuliahnya. kebutuhan kelompok bahkan sampai kebutuhan untuk melaksanakan KKN di desa. Kuliah Kerja Nyata juga adalah perwujudan dari salah satu tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. mengerjakan sesuatu bahkan mengahadapi semua masalah yang akan ada nantinya bersama orang-orang yang tidak terlalu dikenal pasti membuat kekhawatiran tersendiri bagi saya. dll. Mungkin tidak semua teman-teman yang mengenyam perguruan tinggi bisa merasakan Kuliah Kerja Nyata ini. Intinya. mungkin KKN ini bisa memberikan dampak yang cukup dalam dan positif bagi kita jika sudah menjalaninya. bertukar pikiran. salah satu bentuk pengabdian saya maupun teman- teman mahasiswa terhadap masyarakat. motivasi. Awalnya sempat terlintas jika saya KKN maka saya akan terisolasi dari peradaban. alasan. Reza Fransiska Tulisan yang Tersirat Sejuta Rasa untuk Tanjung Rasa a) Awal Kekhawatiran Yang Timbul Satu hal yang langsung muncul dibenak saya ketika medengar Kuliah Kerja Nyata (KKN) ialah “pengabdian”. hanyalah untuk memenuhi persyaratan lulus strata-1 semata. Saya bersyukur karena bisa merasakan KKN. harus berbagi dengan mereka. dan tujuan saya mengikuti KKN ini sebenarnya awalnya semata-mata karena saya ingin menyelami lebih dalam kehidupan masyarakat di desa agar mengetahui realita kondisi masyarakat desa saat ini. Tapi jika dipikir jauh lebih dalam lagi. sudah terekspektasi oleh saya bahwa saat KKN pasti kita akan ditempatkan di sebuah desa yang mana kehidupannya mungkin sedikit atau banyak bedanya dengan di kota. Dari awal. dari kebutuhan pribadi. . serba-serbi di KKN itu pasti susah. sinyal yang kadang ada kadang tidak. Persiapan yang harus disiapkan juga pasti sangatlah banyak. Mungkin awalnya banyak yang berpikiran mengikuti Kuliah Kerja Nyata ini. Maka dari itu.

ternyata tidak sesulit ataupun sesusah yang dibayangkan. akses kemana-mana dan apa-apa cukup sulit atau jauh. PPM (Pusat Pengabdian Masyarakat) berulang-ulang kali menyatakan bahwasanya kita sebagai mahasiwa harusnya memberdayakan masyarakat bukan malah melayani masyarakat. Maka saya simpulkan bahwa. Berarti KKN selama ini. pasti ada masalah-masalah yang akan muncul pastinya ada yang berbeda dengan di kota. jangan termakan sepenuhnya oleh kekhawatiran diri sendiri. segala hal yang dikhawatirkan tidak semuanya benar-benar terjadi. Dengan timbulnya masalah-masalah itu nanti. Sempat juga timbul kekhawatiran bagaimana reaksi masyarakat desa ketika diadakannya KKN di desa mereka. ternyata memang benar. Namun seiring berjalannya waktu saya menjalani KKN. . Ketika saya menjalani langsung bagaimana KKN itu. Memang semuanya harus dijalani terlebih dahulu. Belajar hidup satu rumah dengan banyak pribadi yang berbeda juga kesempatan belajar dari masyarakat lokal. kendala yang paling sering dihadapi (kasusnya di desa saya) itu ialah akses. Semakin mendekati tanggal pelaksanaan KKN semakin banyak hal-hal yang berkecamuk di pikiran dan dikhawatirkan. saya berharap bisa terlibat dengan masyarakat dalam bagaimana masyarakat desa menanggulangi masalah tersebut. Bergantung juga pada bagaimana kelompok kami dalam menyelami masalah yang ada. susah ataupun sulitnya KKN ini bergantung juga pada bagaimana kondisi desa tersebut semakin terbelakang desa tersebut maka Kulih Kerja Nyata yang kita jalani tentu semakin menantang dan rumit semakin maju desanya semakin mudah kita melaksanakan KKN. Belum lagi ketika kita dihadapkan oleh realita bagaimana kondisi masyarakat desa saat ini. Ternyata desa saya yang tinggali tidaklah seketerbelakangan yang saya pikir. Ditambah lagi pada saat pembekalan KKN yang diadakan di kampus pada saat itu. teman-teman mahasiswa melayani masyarakat. Banyak juga hal maupun pelajaran yang didapatkan oleh saya maupun teman-teman mahasiswa setelah KKN ini berjalan. apakah mereka akan senang atau justru sebaliknya. Belum tentu semua yang dikhawatirkan itu akan terjadi. berarti selama ini mahasiswa benar-benar harus bekerja keras karena dalam benak saya melayani itu artinya kita lebih menggunakan tenaga kita sendiri sedangkan jika memberdayakan itu artinya kita lebih menggunakan ilmu kita dan mengaplikasikannya kepada masyarakat agar masyarakat juga bisa melakukannya. Saya secara langsung berpikir bahwa masyarakat desa pasti memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap mahasiswa.

Bayu. Silvy. Fauziah. Memang sebelum tinggal bersama kami sudah bertemu beberapa untuk berdiskusi terkait ketersiapan kami untuk KKN.b) Serba-Serbi Kawan Terkasih Tiga puluh hari menghirup udara di bawah atap rumah yang sama melewati sejuknya siang dan hangatnya malam yang dipenuhi dengan segala gelak canda tawa maupun caci maki yang penuh emosi namun anehnya tak menyakiti hati. memang di setiap kegiatan KKN yang dijalani ada divisi acara yang mengatur kapan dan siapa yang akan melaksanakan kegiatan acara tersebut. Rahman. Gerry. Setelah semua kegiatan sudah selesai tetapi pembuatan taman baca belum. Namun kegiatan ini benar-benar masih membutuhkan orang. pasti hal-hal yang mungkin tidak mereka tunjukan ketika bertemu sebelumnya mungkin akan terlihat saat sebulan ketika tinggal bersama ini. maka beberapa teman tersebut tetap membantu. Namun ketika pembuatan . Hendrika. dan ketika ada yang membantu malah justru disuruh beralih ke kegiatan lain. Elisa. dan Laila yang memiliki pemikiran dan emosi yang berbeda merupakan suatu hal yang baru bagi saya. Penanggung jawab kegiatan taman baca ini sempat kesal karena hal tersebut. Ismail. Gempita. Rifqiyati. Farid. Slamet. Retno. Tentunya satu bulan bersama dengan 20 orang seperti Anwar. PJ pembuatan taman baca sempat merasa bahwasanya kegiatan ini merasa disepelekan karena sedikitnya orang yang dikerahkan untuk membantu. Karena. Ketika beberapa teman yang sedang membantu pembuatan taman baca ternyata memiliki jadwal yang lain dan divisi acara justru meminta orang-orang yang ada di taman baca untuk dikurangi. Maka ada beberapa teman yang memang datang membantu meskipun tidak dijadwalkan pada kegiatan tersebut. Naufal. Isti. Windi. tidak selamanya sulit tapi tidak selamanya juga mudah. Tapi untungnya. Annisa (Icha). teman-teman yang lain akhirnya datang membantu pembuatan taman baca. ada inisiatif dari beberapa teman yang lain yang memang sudah selesai menjalankan kegiatan lain untuk menggantikan teman-teman yang sedang membantu pembuatan taman baca. tapi tentu itu akan berbeda. karena disetiap harinya tidak hanya satu kegiatan yang dilaksanakan. Dari minggu awal hingga minggu kedua semua baik-baik saja tidak ada konflik internal yang terlalu berarti hingga kami menjalani minggu ketiga konflik mulai terasa. kemudian ada kegiatan pembuatan taman baca. namun hanya ada sedikit orang-orang yang dikerahkan untuk membantu program tersebut.

dan tidak terlalu mementingkan ego masing-masing yang terpenting ialah kepentingan bersama. saya dan teman-teman saya coba untuk diskusikan baik-baik dan tidak memperpanjang masalah yang ada. mereka mandi di kantor desa. ada juga konflik eksternal. dan jarak tempat saya dan teman-teman tinggal dengan kantor desa cukup jauh. tidak berhasil. syukurnya masalah bisa terselesaikan.taman baca selesai. Ya mau tidak mau saya selama di sana harus numpang mandi di tempat warga. Kita juga tidak . atau kalau memang sudah kepepet sekali saya dan teman-teman yang lain harus ke kantor desa untuk menumpang mandi di sana. kita harus mempercayakan teman kita yang bertugas untuk memasak bagi satu kelompok. Tinggal bersama membuat rasa toleransi saya tumbuh. Konflik tidak hanya berasal dari internal. terkadang yang laki-laki mengalah untuk membiarkan yang perempuan untuk mandi di rumah warga. Awalnya memang saya pasti mengeluh terkait air tapi lambat laun bisa tidak bisa saya menerimanya. Intinya setiap masalah yang muncul. Urusan makan. Biasanya saya juga mendahulukan teman-teman yang memang memiliki jadwal lebih cepat untuk lebih dulu mandi. Namun. Di minggu ketiga kami KKN ternyata ada tulisan yang terpampang di kamar mandi masjid bahwasanya dilarang menyuci dan mandi di sana. membuat saya lebih dewasa. Syukurnya. Lalu hal ini didiskusikan bersama. Ketika ada teman yang tidak bisa mengikuti suatu kegiatan maka teman lain akan berinisiatif membantu atau menggantikan teman yang berhalangan tersebut tanpa ditanya. PJ kegiatan taman baca berdiskusi dengan salah satu anggota divisi acara. tidak memaksakan kondisi tersebut. jadi masak bukan hanya dibebankan oleh divisi konsumsi. kita harus bisa menerimanya dan menjalankan nya. Saat sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya. karena airnya yang lumayan melimpah. Jadi saya dan teman-teman harus mandi menumpang di rumah warga atau di masjid. akhirnya semua laki-laki di kelompok kami memutuskan untuk berbicara dengan kepala dusun terkait masalah ini. Akhirnya mereka memutuskan untuk berbicara ke beberapa tetangga untuk meminta izin dan meminta tolong agar kamar mandinya bisa kami tumpangi untuk mandi saja. Namun. dengan kelapangan hati keduanya. bijaksana. itu diperbolehkan. Ya memang sudah kesepakatan awal untuk setiap minggunya dibagi beberapa kelompok untuk bertanggung jawab masalah masak- memasak. Desa di tempat saya dan teman-teman KKN kekurangan air. juga bahwa kamar mandi itu bukan kamar mandi umum.

Setiap malam mencari air untuk cuci muka dan gosok gigi sebelum tidur. tidur larut malam hingga dini hari bahkan di bangku bambu bawah pohon yang rindang depan rumah. Tidak lupa juga Farid. Karena pasti sudah jelas berbeda masakan di rumah kita sendiri dengan masakan teman kita selama KKN. Dari dua puluh orang dalam kelompok KKN ini memang ada beberapa teman yang terasa amat serasa dan sepemikiran dan selalu bersama saya dalam melakukan hal sekecil apapun bersama. Laila dengan sosok keibuannya yang selalu mengayomi. belajar bermain gitar bersama. Pernah suatu ketika ada minggu dimana satu kelompok yang bertugas tidak bisa memasak maka. Retno dan Laila. membicarakan hal-hal yang penting maupun tidak penting bersama. Orang paling lama ketika mandi. Setiap subuh kami selalu mencari air untuk wudhu bersama. membuat cemilan. mencari air. mencuci baju. Retno. Orang yang amat sangat pandai menghibur teman-temannya juga karena kadar rasa malunya lebih sedikit dibanding yang lain. orang-orang yang kemampuannya lumayan untuk memasak juga ikut membantu mereka meskipun bukan jadwal mereka untuk memasak. mandi. Celetukan sepatah kata dua patah kata yang tiba-tiba memecah suasana karena gelak tawa akibat celetukannya. Orang yang paling lama ketika siap-siap ingin mandi. Dia dengan sabar mengartikannya untuk kami. yang diam-diam memperhatikan tingkah laku teman-temannya. dan andalan saya. elisa (Eis). belajar bermain gitar. perempuan dengan cara berbicara yang singkat. Retno (Ranih). dan retno untuk urusan mengendari motor ketika satu motor harus diisi tiga orang. dan menohok lawan bicaranya. yang selalu baik hati membelikan ataupun membawakan kami makanan ketika sedang duduk di bangku bambu. dia dengan sabarnya mengajarkan saya. yang paling semangat untuk mencuci dan menyetrika. Bersama dalam satu atap dengan berbeda-beda sifat memang menjadi pembelajaran tersendiri bagi saya maupun teman-teman. orang yang amat semangat belajar gitar dan ketika sudah bisa. anak asli Jonggol yang amat sangat fasih berbahasa sunda dan sangat membantu kami ketika warga tiba-tiba berbicara Bahasa sunda. laki-laki yang memiliki jiwa yang lebih dewasa. tajam. Elisa. Orang yang paling cepat mandi dan tidak ambil pusing terhadap masalah yang ada.boleh protes tentang apa yang mereka masak demi menghargai usaha mereka menyajikan makanan tersebut untuk kita. harus mencoba maklumi hal tersebut. elisa. yang selalu rela motornya dipinjam oleh kami. Kebersamaan dalam melakukan setiap hal-hal sekecil apapun membuat memori yang tidak akan . tidur hingga larut bahkan sampai dini hari selalu bersama Laila (Eno). yang peka terhadap sekitarnya.

Ismail. untuk segala kenangan yang sudah dilukiskan bersama. pengertiannya. tetangga sekitar rumah yang saya dan teman-teman sekelompok tinggali itu semuanya bersaudara alias masih memilki hubungan darah. Silvy. Gerry. Sekali lagi terima kasih untuk teman-teman kelompok 183 hujantara. Hendrika. Biasanya harus ke pasar dulu yang memakan waktu 30 menit untuk sampai sana itu . sebagian masyarakat tidak tahu. kebaikan hati kalian. Anwar. Terima kasih sudah memendam ego masing-masing demi kepentingan bersama Terima kasih sudah menjadi orang-orang yang terkasih selama satu bulan ini. Jarak antara satu dusun dengan dusun lainnya ada yang dekat bisa dijangkau dengan berjalan kaki dan ada yang sangat jauh harus ditempuh menggunakan kendaraan. Tidak lupa juga untuk permainan uno yang sering kali kita mainkan bersama di sana disetiap ada waktu luang yang terkadang dimainkan hingga larut malam. Rifqiyati. Darma. Elisa. Bayu. Slamet. namun lahan yang mereka garap sebagian besar bukan milik mereka melainkan milik orang lain. Ada sebagian warga yang ingin membuka usaha sendiri. Ternyata tidak hanya di sekitar rumah yang saya tinggali. dan malah mengiranya itu sebutan untuk bapak RT atau RW setempat. Rahman. dan Laila ku ucapkan juga terima kasih atas pembelajarannya. Isti. desa yang terletak paling awal di Kecamatan Tanjung Sari ketika datang dari Jakarta. sepertinya rata-rata masyarakat di desa Tanjungrasa kebanyakan dari satu rumah dengan rumah yang lain pasti memiliki hubungan persaudaraan satu sama yang lain. Retno. Teruntuk teman-teman kelompokku secara keseluruhan. Setiap dusun dikepalai oleh kepala dusun atau mandor orang sana menyebutnya. Cibungur. Desa yang lebih didominasi oleh sawah- sawah maupun perkebunan dibandingkan tempat tinggal. dan Mekarsari. Lucunya. hal ini tak bisa terwujud karna hambatan modal. Gempita. Windi. Jika saya bertanya kepala dusun itu siapa. Warganya yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Nendeut. 1 RW terdiri dari 2 RT. Naufal. kenangannya. Terima kasih sudah menjadi orang-orang yang paling mengerti dan paling bisa diandalkan untuk urusan pribadi hingga memiliki tempat tersendiri di hati saya. Annisa (Icha). Desa ini terdiri dari 6 dusun. canda tawanya. Farid. terlupakan. Fauziah. apalagi jika harus mencari sesuatu yang lengkap. toleransi. Tegal Asem. Di setiap dusunnya. Akses apa-apa cukup jauh. Sodong. c) Rasa-rasa di Desa Desa Tanjungrasa.

contohnya . Kemampuannya untuk seumuran mereka. pendidikan. Saya rasa. Namun tidak semua warga seperti itu. Untungnya. ramah dan hangatnya ketika mereka menyapa kami. d) Kumpulan Harapan yang Muncul Ketika saya diposisikan menjadi penduduk desa yang ada di sana maka saya berharap bahwa masyarakat penduduk sekitar saya bisa meningkatkan kualitas kehidupan mereka setidaknya membantu sedikit untuk mengubah pola pikir masyarakat. mencium tangan saya dengan sungguh-sungguh layaknya mereka mencium tangan orang tua mereka. bisa dikatakan amat sangat baik jika dibandingkan dengan seumuran mereka yang berada di kota. Tidak hanya menempelkan tangan saya secara asal di jidat atau di pipi. juga terkadang tidak bisa kita temukan di sana. ada juga yang ba’da maghrib. Karena di desa ini terdapat pesantren dan banyak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) sebagai tempat mereka belajar. terutama aspek kesehatan. semangatnya mereka datang ke tempat tinggal kami agar bisa belajar dan mengerjakan PR bersama. apalagi saat musim kemarau ini yang mengharuskan kami untuk menumpang mandi di rumah warga terdekat. banyaknya warga yang bersimpati pada kami tentang kurangnya air di desa. semua orang tua mengirimkan anaknya untuk belajar di TPA. sangat perduli terhadap pendidikan agama bagi anak-anak mereka. Dalam aspek kesehatan. Kesan baik yang saya rasakan. Meskipun desa ini terletak di bogor yang terkenal sebagai “kota hujan” tapi tetap saja desa ini kesulitan air. Meningkatkan kualitas hidup bisa dalam berbagai aspek. Anak-anak kecil yang amat sumringah dan bersemangat ketika saya datangi sekolah mereka. Masyarakat di desa yang kami tinggali. ekonomi. Jadi mereka memperbolehkan kami untuk mandi di rumahnya. harus ke pasar yang lebih jauh lgi dan waktu tempuhnya lebih lama lagi sekitar 1 jam. banyak warga yang bersimpati pada kami karena untuk mandi saja air sulit. ada yang langsung seusai pulang sekolah. karena pastinya kita tidak terbiasa dengan kesulitan itu maka mereka dengan baik dan ramahnya memperbolehkan kami untuk mandi di rumah mereka. ada juga warga yang membicarakan kami di belakang kami. ada yang ba’da ashar. ada juga warga yang tega tidak memperbolehkan kami mandi di masjid yang mana airnya cukup melimpah dan bersih. dan lingkungan. Setiap dusun jadwal TPA nya berbeda. Banyak warga yang menganggap kami sudah seperti keluarganya sendiri bahkan seperti anak bagi mereka.

Banyak sekali ibu hamil di desa yang masih melahirkan di paraji (dukun beranak) yang mana kita ketahui peralatan dan perlengkapan kesehatan nya kurang memadai. Masyarakat desa bisa mandi tanpa harus menumpang di kamar mandi masjid maupun ke kamar mandi kantor desa. Tentu ini bisa saja nantinya membahayakan si ibu maupun bayi yang ingin dilahirkannya tersebut. Saya juga berharap. Untuk para petani di sana. Agar warga bisa merasakan air bersih yang cukup di rumah mereka sendiri. Dari segi ekonomi. saya sangat berharap sekali semakin banyak orang-orang di desa yang membuka usahanya sendiri. Saya juga berharap murid di sekolah tersebut juga peduli terhadap lingkungan sekolahnya. saya ingin sekali mempunyai usaha di sana yang tentunya bisa mempekerjakan banyak masyarakat desa di sana. tidak lagi menggarap lahan miik orang lain. . Dari segi lingkungan. jika dulu orang tua mereka hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama setidaknya sekarang biarkan anak-anak mereka selesai menempuh Sekolah Menengah Atas. agar kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak semakin efektif. Semakin banyak ilmu pengetahuan yang dienyam oleh mereka maka semakin besar kemungkinan mereka bisa memperbaiki kualitas kehidupan mereka. Dari segi pendidikan juga saya berharap semakin mengalami peningkatan. semakin dimudahkan dalam mendapat bantuan untuk membuka usaha. rutin membersihkan ruang kelasnya. juga saya berharap agar mereka bisa memiliki lahan mereka sendiri untuk digarap. Belum lagi ada ibu hamil yang tidak mau diimunisasi karena takut disuntik. bahkan saya berharap semakin banyak orang tua yang terdorong untuk menyekolahkan anaknya sampai ke Perguruan Tinggi. Saya ingin sekali rasanya membangun sistem pengairan yang mana bisa mengalirkan air dari daerah-daerah tertentu di desa tersebut yang airnya melimpah ke seluruh desa secara merata. saya berharap bahwa di sana mereka tidaklah lagi kesulitan air bersih. Masyarakat tidak harus lagi mengambil air jauh-jauh ke kantor desa. Andaikan saya memang penduduk di sana.untuk ibu hamil. Jadi tidak lagi orang tua menyuruh anaknya yang tergolong masih anak-anak untuk mengangkut air dari kantor desa ke rumahnya mengendarai motor sendiri yang mana cukup berbahaya. Saya juga ingin masyarakat memiliki air penampungan (toren) di rumah mereka agar mereka memiliki cadangan air setidaknya yang bisa digunakan ketika air sedang kering (kemarau). semakin banyak sekolah dengan fasilitas yang memadai di desa ini.

namun setelah saya melihat daftar nama kelompok ternyata tidak ada satupun yang saya kenal. dapat mengetahui pola kehidupan sosial seperti apa yang saat ini ada di masyarakat dan terpenting akan banyak pengalaman yang akan saya dapat selama KKN. Hal ini yang menjadi motivasi saya untuk semangat melaksanakan KKN. M. Pada tanggal 10 April 2018 tibalah saatnya pembagian nama-nama kelompok. karena hal itu akan menjadi pengalaman baru buat saya dengan teman yang baru. Silvy Wahyu Hasanah ( Sastra Inggris). Gambaran saya sebelum pelaksanaan KKN adalah mengenai seperti apa pelaksanaan KKN yang akan saya lakukan. Elysa Fauziah ( Ilmu Al-quran dan Tafsir). Samiaji Farid (Hukum Tata Negara). seperti apa lokasi KKN. bertemu masyarakat baru dan juga teman baru. Fauziah Umami (Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Nama saya berada di kelompok 183. ada 20orang dalam kelompok tersebut. Adi Bayu Saputra (Akuntansi). Reza Fransiska ( Ekonomi . Anwar ( (Hukum Keluarga Islam). Sebagai mahasiswa semester tujuh saya dituntut untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 Juli. mengajar baca tulis al-quran dan mengajar calistung. Hendrika Dwiki Saputra (Ilmu Al-quran dan Tafsir).20 Agustus 2018. Seperti mengajar bimbel. Dengan adanya KKN ini saya beranggapan bahwa KKN merupakan media pembelajaran bagi saya untuk mampu bersosialisasi dengan masyarakat. diantaranya Naufal Khairul Mahmudah (Prodi Manajemen Pendidikan). MY Gempita Fitriani ( Pendidikan Fisika). Setelah merasakan KKN di lokasi. mengubah masyarakat ke arah lebih baik. Retno Pusparani (Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial). Istiqomatul Faridah ( PIAUD). Sedikit kecewa namun tidak apa-apa. Laila Baroah (Komunikasi dan Penyiaran Islam). Slamet Nungkiarta ( Ilmu Perpustakaan). banyak kegiatan yang saya lakukan yang merupakan bentuk pengabdian saya kepada masyarakat. Rifqiyati Yang Tak Akan Terlupakan (KKN) a) Mengenal KKN Salah satu perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ialah melakukan pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya KKN juga saya akan menemukan keluarga baru yang nantinya akan hidup bersama saya selama satu bulan lamanya. dan apa yang bisa saya lakukan saat pengabdian berlangsung. Pada saat itu saya sangat berharap bahwa teman kelompok saya adalah orang-orang yang saya kenal.

Gerry Ikhtiar (Sistem Informasi). Saya khawatir sulitnya mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam acara kegiatan kami . Lalu membayangkan bagaimana menyatukan satu pemikiran dari 19 orang yang memiliki berbeda-beda pemikiran. Pada pertemuan tersebut kami saling berkenalan satu sama lain dan menyampaikan beberapa tujuan program yang ingin dilaksanakan di tempat KKN. Windi Mutia (Matematika). Pada pertemuan pertama ini lah memberikan kesan pertama tentang persepsi saya dengan teman kelompok saya. sebelum keberangkatan ke lokasi saya dan teman-teman sering mengadakan rapat yang banyak membahas hal. M.Si. Di pembekalan itu saya mendapat banyak sekali ilmu dan arahan untuk bekal saya di tempat kkn. Setelah pembekalan saya dan teman-teman kelompok mengadakan pertemuan yang kedua kalinya untuk membahas penentuan ketua serta divisi dan persiapan apa saja yang dibutuhkan untuk KKN. pembuatan seragam KKN. Disanalah untuk pertama kalinya saya bertemu dengan mereka walau pada pertemuan tersebut ada beberapa yang tidak ikut hadir namun pertemuan tersebut tetap dilanjutkan dengan baik. Namun setelah tiba di lokasi KKN hal itu tidak menjadi masalah. 19 orang asing yang akan hidup bersama saya selama sebulan dengan watak yang berbeda-beda. karena dengan adanya watak yang berbeda-beda maka saya dapat belajar untuk memahami karakter setiap orang dan menghargai sesama. Beberapa hari setelah pembagian kelompok. saya dan kelompok mengadakan beberapa kali survei. Seperti nama kelompok. Anisa Fathia (Ilmu Hubungan Internasional). kelompok kami dibimbing oleh Ibu Titik Inayah. Karena saat itu survei hanya berlangsung di kantor kepala desa jadi saya belum tahu bagaimana antusias masyarakat terhadap kami.Pembangunan). tempat tinggal selama kkn dan keperluan kkn lainnya. Sebelum keberangkatan kkn dimulai. Saat itulah pertama kalinya saya datang dan melihat kondisi desa yang akan menjadi tempat KKN saya. Saya ikut serta dalam survei yang kedua. Aulia Rahman (Ilmu politik). saya dan teman-teman satu kelompok berencana untuk mengadakan pertemuan untuk berkenalan satu sama lain. Sebelum keberangkatan KKN. Pihak PPM mengumumkan dosen pembimbing KKN. dan Muhamad Ismail (Dirasat Islamiah). Yang saya bayangkan adalah bagaimana saya bisa beradaptasi dengan mereka semua. saya dan seluruh teman kelompok terlebih dahulu menghadiri pembekalan yang diadakan oleh PPM dan hal ini bersifat wajib. PPM merilis jadwal pembekalan menjadi delapan gelombang dan saya berada di gelombang delapan dengan nomor 183. Beberapa minggu setelah pembekalan.

Walaupun begitu saya harus siap menikmati hidup disana karena disanalah. Harapan saya saat itu adalah semoga di tempat kkn nanti akan berjalan menyenangkan bersama mereka yang saya anggap baik. Pada minggu pertama. Saya dan semua cewe- cewe berangkat menggunakan kopaja sedangkan laki-laki sebagian ada yang naik motor dan ada juga yang ikut naik kopaja. dan juga asyik. waktu kami banyak dilakukan untuk silaturahmi ke dusun-dusun. di tempat kkn ini saya akan banyak mendapatkan pengalaman dan cerita yang tidak akan pernah terlupakan. Dan benar saja ketika saya tinggal disana susah sekali mendapatkan air dan sering terjadi mati lampu.dan khawatir sulitnya merangkul masyarakat. Menjelang hari-hari menuju kkn hati saya sedikit takut. disana kami disambut hangat oleh kepala dusun dan ditunjukan tempat-tempat yang biasa di hadiri warga ketika ada acara. majlis dan tempat pengajian anak-anak. Membayangkan hidup selama sebulan di desa orang. mau tidak mau kami pun menerima. Namun ternyata kekhawatiran saya salah. Hal ini karena rumah yang telah kami booking terlebih dahulu ternyata tiba-tiba dibatalkan oleh pemilik rumah sehingga ketua kelompok baru dapat mencarikan rumah lagi pada hari keberangkatan kami dan mendapatkan rumah seadanya. mengajar baca tulis al-quran. Pada rapat itu kami saling mengenalkan diri. saat itulah untuk pertama kalinya saya bertemu dengan teman- teman kelompok. dan mengundang pejabat-pejabat desa untuk menghadiri acara pembukaan kkn kami. pada Keesokan harinya kami mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan program kerja kami. apalagi ketika survei kepala desa bilang bahwa ketika musim kemarau sulitnya mendapatkan air dan seringnya terjadi mati lampu. konfirmasi tempat untuk mengajar bimbel dan BTQ. lucu. b) Ini Kisah Kami “HUJANTARA” Pada rapat pertama. Kami berangkat pada jam lima sore dan sampai di lokasi sekitar jam delapan malam. kelas kreativitas dan budaya. Keseharian kami diisi dengan mengajar bimbel. Tepat tanggal 18 Juli 2018 kami berangkat menuju lokasi KKN. lucu dan juga asyik. Kesan saya ketika melihat mereka adalah anak-anaknya baik. Sesampai di lokasi saya sedikit kecewa karena rumah yang akan kami tempati tidak sesuai dengan harapan kami. setibanya saya disana dan menjalankan KKN masyarakat disana sangat ramah dan turut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kami. Seperti penyebaran poster ke setiap dusun-dusun yang berisi program kerja kami. Awalnya banyak yang ngeluh dengan rumah yang akan kami tempati namun karena tidak ada pilihan lagi. Kami memberi nama kelompok 183 dengan nama HUJANTARA yang berarti hujan di tanjungrasa. dan membantu .

Ada beberapa hal lagi yang membuat saya terkesan selama menjalani hari-hari KKN bersama mereka. Ketika acara workshop kewirausahaan. pergi ke pasar setiap pagi selama jadwal piket. Meski terkadang ada rasa yang kurang berkenan di hati. Selama satu bulan bersama menjalani KKN. yaitu ketika dengan kompaknya cewek-cewek HUJANTARA bersama mencari air untuk mandi dan menyuci ke kantor kepala desa. belajar cara berkomunikasi dengan baik dan berinteraksi dengan pribadi-pribadi yang unik. selama satu bulan hidup bersama banyak pembelajaran yang saya dapat seperti belajar memahami setiap karakter teman yang berbeda-beda dan belajar bersolidaritas dengan sesama. anak laki-laki Hujantara yang selalu siap begadang demi menjaga keamanan kami. saya sebagai penanggung jawab acara sangat terkesan dengan teman-teman yang ikut serta membantu mensukseskan acara ini. Sebelum acara berlangsung mereka membantu saya untuk mendekorasi ruangan. Adanya konflik-konflik tersebut memberi pelajaran kami khususnya saya untuk bersikap lebih dewasa dalam menghadapi setiap permasalahan di kelompok. Mereka ada disaat saya membutuhkan. namun semua akan berlalu seiring dengan berjalannya waktu dan terhapus oleh suasana kebersamaan yang lain. pemberian mushaf Al-quran. bazar baju. rutinitas bermain UNO walaupun saya tidak ikut bermain namun saya bisa merasakan kebersamaannya. ke masjid dan juga rumah tetangga. Entah itu perbedaan pendapat. Saya juga sangat terkesan dengan mereka karena beberapa hari sebelum workshop diadakan mereka membantu saya membuat kerajinan tangan untuk dijadikan contoh yang akan ditunjukan kepada peserta workshop. dan menyatukan berbagai sifat dan membuang ego masing-masing untuk hidup dalam satu kesatuan yang solid. Selain itu ada juga kegiatan pembangunan tugu. mengajar pr anak-anak setiap malam. dan celotehan-celotehan mereka yang selalu membuat ketawa. pembangunan taman baca. membersihkan ruangan dan hingga akhir acara pun mereka tetap membantu. seruan bernyanyi kelompok Hujantara diiringi dengan gitar. Saya merasa bahagia mengenal mereka. workshop kewirausahaan dan seminar upgrading skill guru. kurang kompaknya kelompok kami dalam melaksanakan program kerja dan kesalahan-kesalahan individu lainnya dalam menjalankan program kerja maupun urusan pribadi. tidaklah lepas dari berbagai konflik. makan bersama setiap hari dan masak bersama yang memberikan . dan acara-acara seminar seperti seminar tekhnologi. Saya bersyukur dapat mengenal mereka semua.kegiatan mengajar PAUD. mereka seperti keluarga buat saya. Namun hal itu dapat teratasi sehingga tidak berlarut dalam konflik.

Mungkin karena keadaan jalan yang gelap dan kurangnya penerangan di sepanjang jalan sehingga jarang yang keluar rumah ketika telah malam hari. Dan ketika kami mengalami kesulitan air. Sambutan mereka begitu hangat dan baik terhadap kami. Pada malam hari kondisi di desa ini sangatlah sepi. namun hal itu tidak menjadi kendala besar bagi sebagian masyarakat desa. karena di desa terdapat mata air yang dapat dimanfaatkan masyarakat bila terjadinya musim kemarau yang mengakibatkan sulitnya mendapatkan air. Hari-hari saya tidak akan berwarna tanpa mereka. c) Desa Kami Bernama “Tanjungrasa” Tanjungrasa merupakan desa yang menjadi tempat untuk pengabdian saya selama satu bulan KKN. kami para mahasiswa KKN mulai berinteraksi dengan warga dan perangkat desa. dilihat dari sudah adanya bangunan sekolah baik SD maupun SMP di desa ini yang fasilitasnya juga sudah cukup . Berbeda dengan pemikiran saya sebelum tiba di desa ini. Lingkungan di sekitar desa masih sangat asri. Namun demikian. Awal sampai di Desa Tanjungrasa. jika dilihat dari bidang pendidikan sudah cukup baik. Menurut saya Desa ini sudah terlihat cukup maju. Minggu pertama saya lalui dengan proses adaptasi dalam mengenali kondisi dan keadaan masyarakat desa. Desa yang masih banyak dikelilingi oleh sawah dan pegunungan. Saat musim kemarau datang. pegunungan yang nampak dari kejauhan dan masih ada juga kali-kali panjang yang sering dimanfaatkan sebagai sumber air oleh sebagian masyarakat desa. Penduduk disina sebagian besar adalah petani. air di desa ini sulit untuk didapatkan. Beberapa warga mempunyai sawah sendiri lalu memperkejakan orang lain untuk menggarapnya dan ada juga yang hanya sebagai pekerja petani. Tak selalu bahagia dan tak selalu juga bersedih. Desa ini juga bisa dibilang jauh dari keramaian kota bahkan untuk ke pasarpun saya harus menghabiskan waktu setengah jam untuk bisa sampai disana. Selama menjalankan KKN tidak mustahil jika ada saja permasalahan- permasalahan kecil yang terjadi. saya sangat bersyukur. kondisi cuaca disini tidaklah terlalu dingin hanya pada pagi hari saja udara di desa tanjungrasa berubah menjadi dingin. banyak warga sekitar yang antusias menolong dan menawarkan untuk mandi di rumahnya. Jam tujuh sajapun kondisi desa sudah sangat sepi. menyemangati dan menasihati saya. Ketika permasalahan-permasalahan itu muncul. Banyak sawah yang mengelilingi jalan. Mulai dari kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sosial dan budaya. mereka jugalah yang menguatkan.saya banyak ilmu dengan resep-resep baru yang tidak saya ketahui.

Karena untuk kebutuhan sehari-hari air sangatah penting. Namun perlu ditingkatkan lagi kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Hal yang paling saya terkesan oleh anak-anak desa adalah ketika saya harus mengajar bimbel Pada hari pertama kelompok kami menjalankan program kerja salah satunya mengajar Baca Tulis Al-qur’an (BTQ) dan bimbel. kebanyakan masyarakat di desa tersebut tidak memprioritaskan pendidikan.memadai. Hal ini akibat pemikiran mereka yang menganggap pendidikan itu tidak penting. dengan adanya acara ini dijadikan sebagai ajang menjalin silaturahmi antar masyarakat desa. Namun yang saya sangat sayangkan adalah keberadaan air di beberapa rumah masih sulit didapat. Desa ini juga sudah cukup maju di bidang kesehatan terlihat dari adanya posyandu rutin setiap bulannya. Selain sebagai perwujudan syukur. Antusias mereka dalam belajar sangat tinggi. Tapi terkadang mereka juga menggunakan bahasa indonesia walau diselipi dengan bahasa sunda. Pola pikir mereka inilah yang menjadikan banyak diantara mereka tidak melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi bahkan banyak yang setelah lulus sekolah langsung menikah. saya sangat terkesan dengan keramahtamahan masyarakat desa kepada kami mahasiswa KKN. mereka terlihat cukup aktif dan rajin. Keberadaannya harus dipermudah terutama untuk warga yang mengalami kesulitan. saya ditempatkan di dusun 5 (Sodong). Hampir seluruh masyarakat desa berkomunikasi dengan bahasa sunda . Jujur saya tidak bisa bahasa sunda. Pada hari . Semua masyarakat desa ikut hadir dan merayakannya. sehingga generasi muda di desa ini bisa meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi seperti perguruan tinggi karena untuk masalah pendidikan. padahal air merupakan kebutuhan setiap manusia yang jika sulit keberadaannya akan menyulitkan masyarakat. Sungguh berbeda dibandingkan dengan orang-orang di kota. Setiap tahunnya desa ini mengadakan acara yang disebut “Panen Bumi” acara ini merupakan acara syukuran atas panennya padi-padi mereka. Setiap malam mereka datang ke bascame untuk belajar dengan kami. tapi sedikit demi sedikit saya mendengarkan mereka berbicara akhirnya saya paham sedikit dengan bahasa sunda. banyak klinik-klinik seperti puskesmas dan bidan. Saya sangat senang dengan anak-anak di desa ini. Banyak masyarakat atau pemuda yang hanya tamatan SMP bahkan SD. tanpa terkecuali berkomunikasi dengan kami.apalagi anak-anak yang tinggal dekat dengan bascame kelompok kami. Semangat mereka menjadi motivasi untuk saya untuk tetap semangat dalam menjalankan pengabdian ini. Acara ini juga terdapat hiburan seperti pertunjukan topeng.

Sebenarnya taman baca yang sudah dibangun sudah sangat cukup baik. Seperti tak rela melepaskan saya untuk pergi. mereka pun mengirimkan surat untuk saya. Pemikiran-pemikiran inilah yang membuat saya ingin rasanya menyadarkan dan mengubah pola pikir mereka tentang pendidikan agar pemuda desa Tanjungrasa mampu mencetak generasi pemuda-pemuda yang . Hati saya bergetar saat itu. buku-buku yang masih kurang lengkap. saya juga berempati dengan pendidikan masyarakat desa Tanjungrasa. Mereka sangat bahagia ketika saya datang. ketika itulah sangat-sangat terkesan untuk saya karena saat saya berbicara bahwa ini adalah hari terakhir saya mengajar. Baik pertanyaan pelajaran maupun pribadi saya. namun harapan saya adalah ingin sekali membuat taman baca yang memiliki banyak buku dan dihiasi dengan hiasan-hiasan kreatif yang nantinya akan menambah minat masyarakat untuk datang dan menarik mereka untuk membaca sehingga pengetahuan masyarakat desa khusunya anak-anak akan menjadi semakin bertambah. Bahagia bisa diberi kesempatan untuk mengajarkan mereka semua. asyik. mereka juga anak-anak yang pintar tidak sulit untuk saya mengajarkan mereka. Pembangunan taman baca yang telah kami buat menurut saya masih perlu untuk dikembangkan baik dari tempatnya yang membutuhkan tempat khusus.itulah saya sangat terkesan dengan sambutan hangat anak-anak dusun sodong saat saya datang. Kesan terakhir bersama mereka adalah saat saya dan mereka pergi ke sebuah kali yang mereka sebut dengan nama “Cibeet”. 30 hari lamanya saya mengajarkan mereka. Dimana bagi mereka pendidikan bukanlah nomor satu. saat itu juga mereka semua meminta saya untuk tidak pergi dan tetap tinggal bersama mereka. sopan. Ada rasa empati dalam benak saya untuk melanjutkan pembangunan desa yang sebelumnya telah dilakukan oleh kelompok kami. penurut dan selalu banyak nanya dengan saya. Tiba saat hari perpisahan untuk terakhir kalinya saya mengajarkan mereka. Mereka anak-anak yang baik. keakraban telah saya dapati. Saya sangat bahagia saat itu. saat membaca isi surat dari mereka semua. dan rak-rak buku yang pembuatannya harus kokoh agar mampu menampung banyak buku. Selain itu. Baru pertama kali saya merasakan kehangatan dari seorang anak kecil yang hanya 30 hari saja saya mengenalnya. mereka semua nangis dan memeluk saya lagi dan lagi. Salah satunya adalah mengembangkan pembangunan taman baca. Tak hanya itu. disana kami bermain- main air dan merasakan kebersamaan untuk terakhir kalinya. d) Membangun Masyarakat Lebih Baik Setelah satu bulan lamanya saya melaksanakan KKN di Desa Tanjungrasa dan merasakan kehidupan masyarakat desa.

akan menambah minat masyarakat untuk suka membaca dan akan menambah wawasan mereka. Pendidikan dan pengetahuan adalah kunci keberhasilan setiap orang termasuk masyarakat desa Tanjungrasa. . Dengan adanya taman baca yang dapat memfasilitasi mereka dengan baik. Untuk menyadarkan akan hal itu saya ingin mengadakan acara-acara yang dapat memotivasi mereka dalam belajar dan menyadarkan mereka akan pentingnya pendidikan untuk masa depan.berpendidikan.

. Adapun kegiatan yang akan saya berikan kepada warga desa Tanjung Rasa adalah : 1. Yang nantinya masyarakat desa tidak lagi dipandang sebelah mata dan bisa menjadi masyarakat yang dapat mengangkat potensi yang ada di daerahnya masing – masing. Dengan kemampuan yang saya miliki tersebut.daerah tertinggal yang masyarakatnya terbilang jauh dari kata maju. saya harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. saya bertujuan untuk mengajak warga desa Tanjung Rasa untuk lebih produktif dan inovatif dalam hal mengembangkan usaha dan pendidikan tempat dimana saya melaksanakan kegiatan KKN. 2. Mengajarkan masyarakat untuk membuat proposal kegiatan. Hal ini yang jadi motivas saya untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan oleh PPM Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta yang bertujuan untuk mengembangkan kehidupan yang ada di daerah – daerah tertinggal. Samiaji Farid Prasetyo Menyelami Pesona Tanjung Rasa a) Tugas indah dari tanjungrasa Assalamualaikum Wr. jurusan Hukum Tata Negara.Wb Nama saya Samiaji Farid Prasetyo (Farid). budidaya ikan hias. Pada dasarnya saya adalah mahasiswa yang tidak terlalu aktif dalam kegiatan dalam kampus maupun luar kampus. Dengan pendidikan dan pengalaman serta sedikit kemampuan yang saya miliki. membuat video. saya berencana akan mengajak masyarakat untuk melakukan kegiatan di tempat KKN yang harapkan bisa membantu warga desa untuk lebih baik lagi kedepannya. dari mulai masyarakat kota hingga masyarakat di daerah . Agar mereka bisa merasakan kehidupan yang sejahtera dan pendidikan yang tinggi. Diantara kemampuan saya yang saya bagikan kepada masyarakat selama KKN adalah : Photografi. Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum. Membantu masyarakat untuk memasarkan produk rumahan lewat media sosial dan online shop. Dengan kata lain masyarakat desa mampu menjadi masyarakat madani yang memiliki keinginan maju yang cukup besar dan memiliki etos kerja yang tinggi. Hanya saja sebagai manusia biasa. mengelola taman baca dan memasarkan produk di pasar online atau yang lebih dikenal dengan sebutan online shop.

Mengadakan taman baca serta memberikan pelatihan kepada orang yang nantinya akan mengelola taman baca tersebut. Tapi semua itu menjadi anggapan yang salah setelah saya mengenal desa Tanjung Rasa dan warga – warganya yang ramah. 3. 5. Kini tiada lagi anggapan bahwa kami KKN hanya untuk mengejar nilai. mengenalkan kehidupan di kota. Maka lembaga pendidikan seperti itu menjadi vital dalam sektor pendidikan di desa. KKN pun adalah kegiatan yang bagus untuk mengarahkan kepada masyarakat untuk lebih maju. saya melihat potensi di desa ini bagaikan berlian. . Banyak sesuatu yang bisa dikembangkan. Mengajarkan kepada anak – anak muda desa Tanjung Rasa untuk membuat video edukasi maupun Video pengenalan produk rumahan milik warga desa yang nantinya bisa diketahui orang banyak melalu media sosial ataupun online shop. pada awalnya saya mengira bahwa KKN hanya sebatas mengajar di sekolah – sekolah yang ada di desa. dan untuk mendengarkan keluh kesah warga desa yang dari tahun ke tahun belum memiliki perubahan dalam kehidupan di desanya. Selain itu. nantinya orang – orang akan memberi bantuan untuk mengembangkan lembaga tersebut. Lalu melakukan pembangunan fisik untuk desa. taman baca dan belajar lebih dikenal orang lewat media sosial yang harapannya adalah dengan banyak yang mengenal lembaga di desa tersebut. Saat jadwal KKN telah ditentukan. 4. alangkah bersyukurnya saya yang mendapatkan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang ada di daerah tertinggal. produktif dan inovatif. Karena di desa yang notabene kuat dengan pendidikan agamanya. Sebagai contoh : kini setelah adanya KKN di desa Tanjung Rasa lembaga seperti Pesantren tradisional. dari mulai Sumber Daya Alam sampai Sumber Daya Manusianya. Lebih dalam dari itu. Kegiatan KKN ternyata sangat membantu saya untuk belajar tentang kehidupan. Dan saya mengira bahwa KKN tidak lebih dari praktek kuliah di desa – desa yang tujuannya untuk mendapatkan nilai yang menjadi salah satu syarat untuk membantu mahasiswa agar bisa lulus dan mendapatkan gelar Sarjana. tidak ada lagi anggapan bahwa KKN hanya sebatas mengadakan pembangunan fisik di desa. Mengajarkan membaca kepada orang – orang tua yang belum bisa baca dan atau buta huruf. Semangat warga desa untuk bekerja dan belajar pun patut diapresiasi. Karena dengan kegigihan mereka dalam bekerja dan belajar untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Itu disebabkan tidak ada nomer telepon yang dicantumpak pada data kelompok. bercengkrama serta bertukar gagasan terkait masalah KKN. Dan setelah beberapa kali kami mengadakan kumpul kelompok. tapi juga mereka harus sadar bahwa masa depan anak dan cucunya harus lebih baik lagi dari mereka. selain itu karena kurangnya fasilitas yang disediakan untuk warga desa yang menjadi penghambat kemajuan warga desa. setelah kami mengenalkan pemasaran produk via online kepada warga desa yang memiliki barang jualan hasil produksi rumahan seperti makanan cemilan yang diberi nama TIKTUK dan usaha telur milik warga. kini produk mereka jadi lebih dikenal orang lewat media sosial dan online shop. akhirnya ada teman kami yang mengumpulkan nomer telepon teman – teman satu kelompok dan dia membuat grup WhatsApp untuk menjalin komunikasi antara kami. maka inilah tugas yang indah itu. Tapi itu bukan halangan untuk kami saling mengenal satu sama lain. tentunya saya bingung karena harus mencari sendiri siapa saja yang menjadi teman satu kelompok saya. yang dapat di manfaatkan sebagai pernak . Pada pertemuan pertama kami. Agar warga tidak hanya berfikir bahwa hidup mereka merasa cukup hanya karena mereka bisa menghidupi dirinya dan keluarganya. Dan kalau kita bisa memotivasi dan membantu mereka untuk mewujudkan kehidupan yang lebih maju. Pada awal penentuan kelompok KKN yang telah dibuat oleh PPM pada saat itu.Lalu dalam segi ekoinomi. temen – teman yang hadir hanya setengah dari anggota kelompok kami.bincang hangan dengan mereka.pernik lalu dijual dan bernilai rupiah untuk menambah pemasukan para warga di desa. dengan kenal dengan orang baru dan dapat berbincang . akhirnya kami memutuskan untuk survey beberapa kali ke lokasi KKN yang telah ditentukan . Pada awalnya Kelompok kami beranggotakan sembilan belas orang. kami mengadakan Seminar Wirausaha membuat kerajinan tangan untuk para ibu – ibu di desa dari barang bekas. yang masing – masing berarasal dari jurusan yang berbeda. Dan menambah omset warga desa. Setelah beberapa lama akhirnya kami memutuskan untuk kumpul kelompok yang tujuannya untuk saling mengenal dan membahas tentang kelompok KKN kami ini. Singkat cerita. Selain itu juga. sebelum PPM menggenapkan anggota kelompok menjadi dua puluh orang. Kesan pertama kumpul dengan anggota kelompok bagi saya sangat menyenangkan. Selain itu tidak ada yang memotivasi warga desa untuk lebih baik dan lebih maju dalam kehidupannya. Dan ternyata keterlambatan kemajuan di desa salah satunya karena belum ada yang mengangkat potensi yang ada di desa. b) Kenang – kenangan dari keluarga untuk tiga puluh dua hariku.

mengelola tempat belajar dan Taman Baca Masyarakat. untuk melapor dan memberi undangan acara pembukaan KKN bahwa kegiatan KKN kami akan dimulai. Ketua RW dan RT serta MUI desa. Pelaksanaan KKN pun tiba. bercanda ria dalam hari – hari kami di Tanjung Rasa. kurang dekat dan kurang hangat karena kami belum mengetahui sifat aslinya satu persatu dari kami. kegiatan berjalan dengan baik. Tentu kehidupan bersama selama KKN tidak selalu berjalan mulus dan bahagia. desain grafis. saling menonjolkan kegiatran yang menjadi tanggung jawabnya. waktu dimana masyarakat membutuhkan mereka. Ada satu kisah yang mungkin bisa menjadi pembelajaran dalam kegiatan KKN. Pada minggu pertama kegiatan KKN. Seperti kemampuan berbahasa Inggris. Tapi dibalik itu. suka maupun duka. saling memilih orang – orang yang akan menjadi partner kerjanya. kami sering melakukan hal yang membuat kami bahagia. Waktu itu tepatnya pada malam hari saya mengantar teman untuk mencari mesin ATM. membuat kerajinan yang bernilai ekonomi. Kecamatan Tanjungsari.PPM untuk kelompok kami yaitu di Desa Tanjung Rasa. kami datang dengan semua persiapan dan niat yang berbeda beda. banyak program kerja yang kami mulai jalani dengan keseruan dan beragam cerita yang muncul pada setiap proses pelaksannaan program kerja tersebut. Dari mulai sedih. Lalu keesokan harinya kami menghadap Kepala Desa. Tapi itu semua menurut saya sangatlah wajar. membuat video. Disana kami tinggal dirumah yang telah kami sewa selama pelaksanaan KKN. tidak ada bahan evaluasi seminggu sekali. bila tidak seperti itu maka tidak ada cerita untuk hidup masing – masing dari kami. Pada hari berikutnya kami melasanakan pembukaan KKN dengan dihadiri oleh kepala desa beserta jajarannya dan tentunya dihadiri juga oleh dosen pembimbing. Ini adalah kisah yang saya alami sendiri. menari tradisional. Semua itu muncul tepat pada waktunya. dan akhirnya kami menemukan mesin ATM di daerah Jonggol. Kabupaten Bogor. dikarenakan kami tidak menemukan mesin ATM disepanjang jalan Tanjung Sari akhirnya kami memutuskan untuk mencarinya terus lebih jauh. bermain bersama. ternyata banyak aset dalam keluarga kecil kami ini yang belum kami ketahui. Lalu teman saya bergegas untuk melakukan . dan masih banyak lagi kemampuan dari masing – masing anggota keluarga kami. Tidak jarang kami berdebat karena mempertahankan gagasannya masing – masing. Kepala Dusun. memberikan metode baru bagi lembaga pendidikan. Hari pertama kedatanagan kami gunakan untuk merapihkan barang – barang yang kami bawa. Belum usai sampai disitu. dan bila tidak begitu tentunya persaudaran diantara kami akan terasa hambar.

Kami pun terpental ke arah yang berbeda. Jadi saya meminta untuk proses pertanggung jawaban terhadap motor yang saya bawa untuk disegerakan. sesampainya kami disana. Setelah selesai proses perbaikan hingga tengah malam kami pun pulang ke posko KKN untuk istirahat. Pelajaran yang dapat saya petik dari kejadian tersebut adalah. setelah itu kami memutuskan untuk pulang ke posko KKN berhubung waktu yang semakin malam. Teman saya Rahman ikut mengawasi berjalannya proses perbaikan itu agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.traksaksi di mesin ATM. Jagalah perasaan seseorang karena pasti setiap orang yang kita kenal . Dengan luka yang cukup parah dan kendaraan yang hancur karena benturan yang sangat keras. Saya merasa bersyukur dan saya bahagia mempunyai keluarga kecil yang perduli dan mau membantu proses penyembuhan saya beserta teman saya yang mengalami musibah. tapi rasa peduli saudara – saudara itu yang membuat saya sedih dan bangga bisa kenal mereka dan bagi saya bisa hidup bersama mereka adalah sebuah anugerah yang telah tuhan gariskan untuk menjadi catatan dan kenangan indah dalam hidup saya. Tapi kami tidak berdiam diri saja merasakan luka yang kami dapati. kami tetap mengikuti kegiatan yang ada. teman saya jatuh ke sisi kiri jalan dan saya terbuang ke arah depan. Saya memang tidak bisa melakukannya sendiri. Di tengah perjalanan ternyata ada motor yang berlari kencang dari belakang yang tidak menggunakan lampu menabrak kami. Pada saat itu motor yang saya bawa ternyata rusak parah di bagian belakang. Kami berdua diantar kerumah orang yang menabrak kami dijalan itu. Akhirnya setelah proses negosiasi saat itu akhirnya keluarga orang yang menabrak kami meminta maaf dan akan bertanggung jawab atas semua kerugian yang kami alami.. Lalu ke esokan hari dan hari hari selanjutnya teman – teman membantu proses penyembuhan luka kami. teman – teman saya membantu saya untuk tetap bisa mengikuti kegiatan yang ada. Karena pada saat itu sedang kemarau dan sumur . kami sedikit memaksakan diri untuk tetap mengikuti kegiatan yang telah terjadwal. Dan keluarganya pun menyetujuinya. kami berdua di urut dan di bawa ke puskesmas jonggol. Setelah itu kami dibawa kembali kerumah keluarga orang yang menabrak kami untuk menyelesaikan masalah ini.sumur di pemukiman warga banyak yang kering. segera motor itu dibongkar dan di ganti onderdilnya yang rusak oleh montir yang di panggil oleh keluarganya. sedangkan di tempat kami KKN motor itu sangat dibutuhkan karena di tempat KKN kami sedang kekurangan motor untuk menjangkau tempat kami melaksanakan program kerja dan untuk kami pakai untuk ke tempat mandi dan mencuci. walaupun terkadang kami sering keras kepala dan sering beradu argumentasi atau bahkan saling meledeki sampai tahap yang berlebihan. Akhirnya saya menelepon teman saya Gery dan Rahman untuk menjemput di tempat kami saat itu. ternyata orang itu berdomisili di desa tempat kami kkn. Akhirnya ada orang yang menolong kami. dan orang itu menjadi saksi kecelakaan yang kami alami.

sarang prostitusi dan anak – anak nakal yang berkeliaran. Penduduk sana memang agak tidak perduli dengan pendidikan dan Tatakrama. hanya saja dengan semua yang ada di Tanjung Rasa meninggalkan kisah untuk saya. terbukti dengan pembangunan Majelis Talim bisa diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan oleh warga sodong yang bergotong royong. Beliau memutuskan untuk membangun Majelis Talim di daerah Sodong karena beliau melihat pendidikan agama maupun pendidikan umum di daerah Sodong sangat kurang sekali. Kampung Sodong namanya. Orang – orang tuanya pun banyak yang trampil. yang jelas. c) Harta Tanjung Rasa Tanjung Rasa bukanlah tempat yang sempurna. Dan orang – orang yang dulu bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial dan Mucikari kini berangsur – angsur mengurang. kawasan yang menjadi tempat prostitusi dan orang – orang di pinggir jalan yang melakukan pungutan liar kepada Truk – truk besar yang melintasi daerahnya. sekarang mereka bisa lebih memantaskan diri. suatu saat pasti kita membutuhkan mereka. Dan kini Majelis Talim tersebut dipakai warga Sodong untuk beribadah. Saat itu saya meminta bantuan kepada pak Mujib untuk membuat Taman Baca yang nantinya akan di lokasikan di kampung Sodong. saya kenal pak mujib di Majelis Talim yang di urus oleh bilau di kampung Sodong. bila kita hidup dalam suatu kelompok pastilah ada konflik yang tumbuh ditengah – tengahnya. Akan tetapi masyarakat sodong sangat kompak. salah satu kampung yang menjadi sorotan saya. ada juga beberapa daerah yang belum lama terjamah oleh pendidikan agama. Dari segi agama. dan tempat anak – anak belajar. Lingkungannya pun sekarang lebih baik. Tapi setelah saya mengenal pak mujib.pasti memiliki manfaat bagi hidup kita. anak muda yang tidak sekolah. Terakhir. selesaikan dengan yang bersangkutan lalu saling memaafkan. Masih banyak orang tua yang buta huruf. kampung yang dimana terkernal banyak jawara. Dan saya pun mengajak beberapa warga untuk membantu saya membuat rak buku yang nantinya akan dipergunakan untuk menyimpan buku . cara berpakaian yang tadinya kurang pantas untuk dilihat. saya jadi tahu tentang keadaan Sodong sekarang. dengan begitu semoga keharmonisan akan tetap terjalin dan persaudaraan akan tetap terjaga. Maka janganlah mengumbar konflik itu. pak mujib adalah salah seorang tokoh agama yang tinggal di kampung Sodong. entah dari sisi mana mereka memberikan manfaatnya. pengajian. oleh karena itu kami mengarahkan agar ibu – ibu disana membuat kerajinan yang bernilai ekonomi yang nantinya dapat di jual. Ada satu kisah yang berkesan bagi saya di desa Tanjung Rasa. Lingkungan Tanjung Rasa pun masih banyak yang harus di benahi.

mereka pun antusias sekali dengan adanya Taman Baca. . dengan mengadakan kegiatan – kegiatan. Warga pun menyambut baik dan membantu kami untuk membuat rak buku dan segala keperluan taman baca. mereka bisa belajar terutama anak – anak dan menambah wawasan dengan membaca buku dan mereka tidak harus membayarnya. sawah yang menjadi ladang mata pencaharian mereka tidak terairi yang dan tidak bisa ditanam padi. Disana mereka kerja hanya mampu untuk makan sehari – hari saja. bahwa saudara – saudara kita di Tanjung Rasa kurang mendapatkan uluran tangan untuk melanjutkan pendidikan. Tanjung Rasa sedikit merubah hidup saya menjadi lebih berarti. dan mengerti dalam langkah hari . Selain itu kami memberi motivasi untuk mereka agar lebih bersemangat dan rajin untuk membaca. pelatihan.hari yang penuh dengan kenangan dan pelajaran untuk kehidupan kita nantinya. dalam keluaraga kecil saya yang bernama HUJANTARA. Cukup mereka menjaga dan merawat apa yang telah kami buat bersama di tempat mereka. dan sarana untuk mereka belajar. membantu membuatnya dan merapihkan Taman Baca. Dari segi ekonomi kami pun membantu mereka memasarkan produk yang mereka punya lewat online shope dan dikenalkan di media sosial. d) Tanjung Rasa Berkisah Banyak pelajaran yang Tanjung Rasa berikan untuk saya. dari mulai belanja bahan – bahan rak buku.bacaan di Taman Baca. saya memahami bahwa kehidupan berkeluarga memang tidaklah harus sama. Tapi bagaimana sama . Masyarakat yang mayoritas petani hanya bisa gigit jari bila musim kemarau. Tidak berhenti sampai disitu. Dan karena faktor lingkungannya yang belum mampu membuat mereka lebih baik. Yang terakhir. Agar warga Tanjung Rasa lebih peduli dengan pendidikan yang dapat menyelamatkan masa depan anak – anak mereka. Waktu yang sebentar membuat saya melihat dari sisi lain. Tidak hanya mengajarkan bersyukur atas kehidupan.sama kita membuatnya berarti. makanya banyak anak – anak remaja yang lebih memilih kerja ketimbang melanjutkan pendidikannya. Dengan hadirnya kami disana setidaknya kami ingin membantu mereka mendapatkan itu semua. Dan ternyata salah satu penyebab maraknya prostitusi di Tanjung Rasa karena mereka merasa ekonominya lemah. tapi Tanjung Rasa telah mengajarkan kepada saya untuk tidak menyia – nyiakan waktu.

Salam hangat untuk HUJANTARA dan TANJUNG RASA. .Terimakasih untuk hari – hari yang telah kau berikan kepadaku.

Apa yang harus saya bagi kepada masyarakat? Apa yang harus saya berikan pada warga. Apakah mereka akan abai terhadap rasa itu dan malah memilih ketakutan mereka. Selanjutnya. kembali pada orang tersebut. Silvy. namun tidak berhenti di situ saja. Seperti halnya saya. para warga pasti lebih tertarik pada bidang ekonomi. Selama KKN. Sebelum melaksanakan KKN. Tentu. menjadi pusat informasi dalam masyarakat. . rasa seperti itu muncul di hati setiap orang. apakah dengan ikut sertanya saya dalam kegiatan ini dapat memberi pengaruh terhadap masyarakat. Jika mengajak bersastra. yaitu anak-anak desa Tanjungrasa. Rasa tertantang untuk mencoba hal baru. Selain itu. namun menyelip ke hati. artinya menjadikan hal tersebut sebagai tanggung jawab yang akan diemban dan dilaksanakan. serta rasa cinta dan semangat untuk terus bertemu dengan mereka yang menunggu kehadiran kita. yakni rasa penasaran. lebih baik saya membajak sawah. Dalam kegiatan ini saya menemukan hati dan ketertarikan terhadap bagaimana anak-anak yang diajar merespon saya dan anggota kelompok. “Jika jurusanmu tidak bisa diaplikasikan di desa. berdasarkan jurusan saya? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu selalu menghampiri otak. Penilaian tersebut diberikan baik dari teman- teman satu kelompok. Dibalik ketakutan dan kegelisahan yang muncul tersebut. menjadi mitovasi untuk tetap terus melaksanakan KKN ini. namun lebih kepada unit-unit tertentu. kelompok saya mengadakan berbagai macam kegiatan yang salah satunya mencakup kegiatan belajar mengajar. sama saja dengan mengambil lapak para guru. tentu ada rasa yang tidak muncul di pemikiran.” Kebingungan terus mencerca saya. cinta. yaitu mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah. dan PPM. Menjadi suatu kewajiban. gunakan kemampuan dan keterampilanmu. dan mereka yang selalu bersemangat ketika bertemu dan belajar bersama. Silvy Wahyu Hasanah Khawatir Dan Resah Membawa Rindu a) Kewajiban Bukan Berarti Tanpa Rasa Saya.” Sebuah titik terang yang saat itu sedikit menyejukkan kepala. dengan anggapan “Untuk apa membuat puisi. hingga pada suatu hari. Ada hal yang menjadi perhatian saya selama KKN berlangsung. Jika mengajar Bahasa inggris. waktu pelaksanaan KKN yang singkat tidak mendukung mahasiswa untuk melakukan perubahan atau memajukan masyarakat. Ada beberapa jurusan. Menjadi suatu kewajiban bagi mahasiswa untuk ikut andil dalam kegiatan ini. bukanlah hal yang dapat diaplikasikan kepada warga suatu daerah. kalimat seseorang seolah menyadarkan saya. terjun ke masyarakat langsung. atau menantang diri untuk bergerak maju memberi perubahan dan menjadikan hal tersebut sebuah pembelajaran dan pengalaman yang tak terlupakan. tidaklah serta merta dapat ditelan oleh masyarakat. Jurusan saya mengajarkan begitu banyak ilmu yang dapat diaplikasikan dalam sebuah institusi. saya ragu. merupakan salah satu mahasiswa jurusan Bahasa dan sastra inggris yang turut mengabdi dalam kegiatan kuliah kerja nyata yang dilaksanakan oleh Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. yang notabene pembelajarannya bukanlah yang bisa di implementasikan kepada masyarakat. semangat dan tertantang. memberi pengaruh terhadap orang banyak. Hal ini karena tujuan KKN sendiri. Mereka yang enggan untuk berpisah dengan kelompok saya. pun mempengaruhi penilaian. warga. dosen pembimbing.

namun dari dua puluh kepala beda pemikiran yang disatukan dan dipilihkan. Maka. ada begitu banyak rancangan yang diajukan. lantas kita mundur dan tidak mengambil tanggungjwab tersebut? Tentu tidak. dan dalam pemuatan program kerja. saya mungkin terlalu banyak memiliki kekhawatiran. kelompok dibentuk dengan dua puluh orang beda fakultas. yang mengharuskan saya tinggal dengan Sembilan belas orang baru. adalah suatu hal yang sangat salah dan disayangkan. Begitu banyak keresahan. kelompok saya memilih dua belas kegiatan yang kiranya dapat dijangkau. Lalu. Karena jujur. tatkala berpikir selama satu bulan di perantauan. akan dapat menentukan keberlangsungan dan keberhasilan KKN selama sebulan? Begitu banyak beban yang harus ditanggung ketika menyangkut program kerja. karena luas yang begitu besar. Saya khawatir. akan ketakutan dengan hal-hal diatas. namun menjadi tolak ukur diri sendiri untuk memperbaiki diri. Ada rasa gugup yang menyelip di hati saya. Dalam perjalan KKN ini. Beberapa bulan sebelum KKN dilaksanakan. namun ide itu harus bersatu dari dua puluh orang baru yang dikenal dalam kurun waktu kurang dari beberapa bulan. dan waktu survei yang sedikit. Sebuah pemikiran yang merusak. Apakah dengan adanya dua puluh ide berbeda ini. namun ketakutan seperti “apakah mereka nyaman mengobrol dengan saya” atau “apakah mereka tidak menyukai saya?” tidak bisa hilang begitu saja dari pikiran. apakah saya dapat berbaur dengan teman saya. Bagi diri sendiri. Mungkin ada beberapa orang yang ketika diberikan suatu tanggung jawab. dan pendekatan. kami bergantian untuk melaksanakan survei ini. Kegundahan lain yang saya alami adalah mengenai program kerja. apakah dengan adanya ketakutan tersebut. malah lebih banyak ketika kami berbaur dengan masyarakat saat pelaksanaan KKN. Saya begitu khawatir. maupun bagi tempat KKN saya. Rapat- rapat kecil dan pembentukan panitia mulai dibuat. Akankah berhasil? Atau gagal? Apakah warga akan senang dengan dampak yang diberikan atau malah marah? Pemikiran-pemikiran mengerikan tersebut mungkin tidak hanya dialami oleh saya. agar dalam pelaksanaan KKN dapat berjalan lancar. Mundur. Melaksanakan KKN di desa . Survei lebih ditujjukan untuk mencari informasi desa yang berurusan dengan jajaran pengurus desa. b) Kelompokku? Kisah Cinta penuh Konflik Keresahan saya pun berlanjut ketika daftar nama kelompok KKN disebar oleh pihak UIN. atau malah menjadi musuh kelompok. Dengan motor seadanya. Survei pun mulai diadakan. ataukah menjadi seorang penyendiri dalam kelompok. Bukan dari teman sejawat yang sudah dikenal bertahun-tahun. Program kerja ini tidak datang dari satu individu. Tidak banyak yang kami dapatkan saat survei. Persiapan KKN memakan waktu lebih lama dari KKN-nya sendiri. kebingungan. Hal ini karena yang dikerjakan di masyarakat akan memberi pengaruh secara fisik dan psikologis terhadap desa dimana kita tinggal. Persiapan dimulai dengan perkenalan satu- persatu anggota. Apakah saya akan mendapat teman baik. dan keraguan yang saya rasakan sebelum pelaksaan KKN. apalagi yang berkaitan dengan masyarakat. Bertemu dengan berbagai macam wajah baru dan isi kepala yang berbeda-beda. Survei diadakan beberapa kali dengan agenda yang berbeda-beda. Namun sayangnya kami lupa untuk survei ke seluruh desa. bagi teman-teman. sembilan belas anggota lama dan tambahan satu anggota baru. saya memang berada dalam organisasi yang menuntut saya untuk berinteraksi dengan siapapun. yang tidak semua dapat dipilih dan dilaksanakan.

Rasanya sangat bahagia. bukan berarti menjadi satu hati. Makan bareng. Ada beberapa program yang kiranya mengharuskan dana yang lumayan. pun di program lain. hal itu kembali dikesampingkan ketika waktu berkumpul dan makan tiba. membuat kami memiliki kelompok- kelompok kecil dalam kelompok. dan masing-masing dusun memiliki luas yang sangat besar. sehingga survei beberapa kali pun nyatanya tidak cukup untuk menjangkaunya. sungguh memberi banyak pelajaran. tertawa di sela kunyahan nasi tempe. ternyata tidak se-menakutkan dan se-mengkhawatirakan anggapan awal saya. membuat saya mempunyai sedikit gambaran mengenai hidup di desa ini. bahkan tidur bareng untuk para perempuan. dan membentuk profesionalitas dalam bekerja. Setiap anggota memang memegang satu tanggungjawab inti. Dua puluh orang beda pemikiran yang tinggal bersama di desa Tanjungrasa. paka pembagian tim kembali diacak. Kenyamanan dengan beberapa orang tertentu. Namun. sehingga menurunkan intensitas kelompok kecil tersebut. Pemahaman dan keprofesionalitasan sangat dipertanyakan ketika hal seperti ini muncul. konflik tersebut haruslah menjadi sebuah pembelajaran agar di masa yang akan datang tidak terjadi konflik berkelanjutan. Keterlibatan dalam setiap kegiatan yang tidak merata pun menjadi suatu masalah. nada tinggi kadang tercetus begitu saja. pertemanan. Kegiatan-kegiatan kecil tersebut membuat anggota kelompok. bahkan dianggap remeh. namun bukan berarti program kerja lain tidak berarti. dan manajemen waktu. Ada total enam dusun yang tergabung di desa ini. tidak banyak yang saya harapkan dari kelompok ini. Bahkan dalam berbagai kegiatan program. Namun. yang merasa jika program yang ia emban lebih penting daripada yang lainnya.Tanjungrasa. Kadang merasa bosan. Hal-hal yang begitu mengganggu di awal hilang sejalan diadakannya survei tempat. Ketika kegiatan pembangunan fisik dilakukan hanya . Konflik yang terjadi di kelompok ini mungkin bukan suatu hal yang sangat serius. Berdiri dengan nama Hujantara183 yang bermakna hujan ilmu dan pengalaman di Tanjungrasa. Hal ini dilakukan akan terjadinya interaksi satu orang dengan seluruh anggota kelompok. Lalu bagaimana mengatasinya? Membagi ulang penanggungjawab. kelompok kecil tersebut terus bersama. Tinggal bersama. konflik. walau sering saling tunggu-menunggu di setiap rapat. Kelompok kecil ini terjadi begitu saja. bisa makan bersama teman-teman baru ini. ketika masalah kelompok muncul. dan menyuarakan untuk makan ayam. Konflik tentu tidak dapat dihindari. Nyaman. Tempat ini tidaklah se-terbelakang yang saya anggap. khususnya wanita menjadi terbagi dua kelompok. Namun. Seperti halnya dengan kekhawatiran dan ketakutan. Sejak awal. konflik kelompok Hujantara menjadi besar ketika berkaitan dengan pendanaan program kerja. Namun konflik remeh tersebut nyatanya dapat membuat beberapa perpecahan antar anggota. Konflik tidak berhenti begitu saja. kata yang bermakna positif ini yang menimbulkan konflik dalam kelompok. Nyatanya. Namun. masyarakat yang mulai maju membuat apa yang akan diimplementasikan dan diaplikasikan kelompok saya menjadi lebih mudah dan lebih dapat diterima oleh masyarakat. juga hadirnya beberapa konflik lain. Beberapa kali mengikuti survei untuk mengenal lebih dekat desa tersebut. Tentang kerjasama. Para anggota kelompok pada awalnya telah dibagi menjadi beberapa tim kecil untuk keperluan program kerja. Atau mogok makan karena lauk pauk yang monoton. Maka terjadinya konflik antar penanggungjawab. membawa dua puluh orang beda fakultas ini menjadi satu. pergi ke toilet bareng.

hal ini diperbincangkan dalam forum evaluasi mingguan. Hal ini agaknya memusingkan. Banyak informasi dan tempat yang dibutuhkan. dimana air mengalir dengan lancar. Adanya cinlok (cinta lokasi) menjadi salah satu bumbu penyedap dalam kehidupan KKN Hujantara. Dengan begitu. Dari kepala desa. Anggota kelompok bahkan harus menumpang ke toilet masjid untuk buang air. Untuk mencari kebutuhan program kerja pun menjadi kesulitan tersendiri. Namun. serta selalu diganggu ketika sedang posisi berdua. tidak dapat memenuhi kebutuhan program kelompok ini. Juga. Ya. kekeringan pastilah pernah melanda. walaupun tidak banyak yang dapat diubah dari masyarakat keseluruhan. dibalik itu. Ketika di kota. Salah dua teman yang di mabuk asmara akhirnya menyatakan perasaan. Mendapat adik-adik baru yang sangat bersemangat dalam belajar dan bergaul seperti mereka merupakan satu hal yang sangat saya syukuri. sehingga untuk keperluan program. untuk membeli bahan pangan. Satu bulan tanpa hujan membuat sumber air sangat sulit didapatkan. Untuk mencari bahan pangan pun bisa dikatakan sulit. walaupun Bogor dikatakan sebagai kota hujan. saya bertemu dengan banyak orang baik yang sangat hangat menyambut kedatangan kelompok saya. juga para warga banyak membantu dalam pelaksanaan kegiatan ini. karena tidak diperbolehkannya masyarakat umum untuk mandi di kamar mandi masjid. Dihadapkan dengan sulitnya mencari air. kepala dusun. di Tanjungrasa. Terlanjur sayang katanya. muncul rasa tidak suka karena dinilai anggota lain tidak melakukan apa-apa. masih banyak kisah-kisah unik yang tidak dapat dituliskan satu persatu dalam karangan ini. ada anak-anak yang senantiasa mengingat dan terus bertumbuh untuk menjadi penerus masyarakat. Seperti contohnya di salah satu dusun. c) Tanjungrasa di Hati Hujantara Tinggal di desa orang dalam kurun waktu satu bulan. Sambutan hangat terus mengalir hingga berakhirnya KKN Hujantara. Berdasarkan informasi yang didapat dari warga sekitar. terdapat beberapa konflik kelompok yang membuat mereka kadang tidak rukun. Kadang pula anggota lain menjadi jembatan dan penyokong informasi bagi dua sejoli ini.oleh beberapa anggota. Maka. pusat pasar Tanjungrasa. Sawah yang sudah dipanen sejak lama juga belum digemburkan kembali karena keadaan air yang sulit. dan menjadi bulan-bulanan anggota kelompok. Keloyalan mereka terhadap idola mereka membuat mereka terpecah menjadi dua kelompok dan bahkan sanggup membela idolanya. anggota kelompok harus turun ke daerah Cileungsi atau bahkan Cibubur. Bahkan tidak rela ketika kelompok ini pulang setelah KKN. kami dapat dengan mudah menjangkau pasar dalam hitungan menit. menerjang dinginnya pagi. Untuk urusan mandi. banyak anak-anak didik kami yang tidak rela ditinggal. ketua rt dan rw. Keadaan di desa ini sungguh disayangkan. anggota piket harus pergi ke pasar yang ditempuh selama sekitar tiga puluh menit. Dengan begitu. Hal-hal seperti ini yang belum dapat dicarikan jalan keluarnya oleh pemerintah setempat. Ketika saat perpisahan telah tiba. juga menggelitik. Dibalik masalah dan konflik yang terjadi. terdapat dua kelompok suporter bola yang rival. bahkan jauhnya membeli bahan pangan dan keperluan program. masalah-masalah yang muncul dapat dicarikan solusinya secara bersama-sama. dan hal itu terjadi ketika KKN kami dilaksanakan. dapat dengan mudah didapat dari jajaran . ada beberapa kisah yang manis. kelompok saya mengandalkan kebaikan tetangga sekitar dan kantor desa. Pasar Cariu. Selain itu. Terutama anak-anak. menjadi tantangan tersendiri bagi anggota Hujantara.

untuk menumbuhkan hati di suatu tempat. Jangan sampai. Kita ga suka nari jadul. untuk mengalirkan air dari kantor desa. Walaupun ada begitu banyak keresahan dan kegelisahan terhadap berbagai hal. selama satu bulan di desa ini.pengurus desa. Pada saat sosialisasi. hanya membantu ala kadarnya. bahkan anak SD kelas satu pun tahu tentang banyak berita dan perkembangan jaman. bukanlah perkara mudah. dengan lebih viralnya para entertain. saya dan kelompok masih sangat berkekurangan. tentu dengan keikutsertaan dan antusiasme warga yang sangat berarti. Modernisasi. saya melihat begitu semangatnya para murid untuk mengikuti kelas tari. adalah mengenai pendidikan dan taman baca. pembangunan tersebut memakan biaya yang tidak sedikit. Dalam hal ini seni tari. sehingga warga tidak lagi berebut dan ribut masalah air. d) Harapan dan Rindu dalam Doa Ada begitu banyak yang ingin saya sampaikan selama tinggal di Tanjungrasa selama satu bulan terakhir. Begitu besar dampak modernisasi. Namun apa daya. peran semua pihak sangat menentukan jalannya arus informasi dan modernisasi. Jika tidak. Menjaga warisan tradisional daerah. Selalu ada orang baik dan tidak baik. membuat anak-anak di desa ini lebih mengenal artis yang terkenal daripada para tokoh bangsa yang katanya “Jadul”. Pertama dari kelompok. ke pelosok desa. Saya merasa. Izin pelaksanaan dengan lancar diberi oleh kepala dusun. dan malah lebih tertarik pada gosip dan sebagainya. “Kita kira nari modern ka. malah membut generasi muda menjadi acuh terhadap budaya dan sejarah. Disini. Ingin sekali saya dan kelompok bekerjasama dengan pemerintah setempat dan dinas pembangunan. juga sumber daya manusia yang terbatas menjadi penghalang langkah ini. karena penduduk yang mayoritas petani dan pedagang yang tidak masuk dalam ruang lingkup belajar saya. dan beberapa alasan lain. Namun bukan jahat. Karena memang. Dengan penyebaran informasi yang masif.” Alasan-alasan modernisasi seperti ini lah yang akhirnya membuat banyak anak-anak didik tidak mengikuti kelas budaya hingga akhir. Perkara kedua adalah masalah air. Tidak banyak yang dapat saya aplikasikan di desa ini. antusiasme yang awalnya sangat marak di antara anak-anak tiba-tiba menurun drastis. Perkara ketiga. sehingga membuat kami harus putus asa. Mereka lebih tahu lagu “Goyang dua Jari” daripada lagu daerah sendiri. Maka saya bersama teman-teman. tentu menjadi kewajiban setiap orang. maka warisan tersebut. karena memang waktu yang sangat singkat. Saya merasa kelompok saya tidaklah banyak membantu merubah atau memajukan desa. terdapat warga-warga yang kurang perhatian dan abai . KKN ini berhasil dilaksanakan dengan baik. yang menjadi pusat air desa Tanjungrasa. serta antusiasme warga yang turut ikut dalam beberapa kegiatan yang dilakukan kelompok ini. ketika kegiatan kelas tari diadakan. Apalagi di era yang sangat modern seperti sekarang ini. dengan alasan lucu yang disampaikan oleh mereka. Itu salah satu pelajaran yang dapat dipetik dari kegiatan satu bulan ini. dan masih sangat kurang dalam hal ketulusan. Namun. berinisiatif untuk mengajarkan seni budaya kepada anak-anak. Saya menyadari bahwa di salah satu dusun di desa Tanjungrasa ini. hingga menembus pelosok negeri. mungkin dalam kurun waktu dekat akan punah.

walaupun hanya secuil. namun di berbagai bidang. Ketika makan bersama. makin besar peluang kerja mereka. Untuk menyokong hal ini. tidak hanya di satu bidang. ada rasa rindu yang tidak dapat tersampaikan. namun tidak sanggup membiayainya. main bareng. dan akan membanggakan daerahnya. harapan-harapan pasti dari para warga dan masyarakat. yaitu anak-anak. saya dapat melihat senyum warga dengan semangat belajar dan mencari ilmu. konflik. Dengan pendidikan. para warga dan masyarakat akan mengingat apa yang kami sampaikan. KKN menjadi salah satu wadah untuk itu. . maka tidak akan ada yang tersisa dari budaya kita. Ada begitu banyak harapan yang ingin disampaikan pada semua pihak. Hal ini menjadi kerinduan yang menumpuk hingga ingin mengulang momen-momen tersebut. Dengan begitu. yang akan membuat masyarakat akan mengingat kami dan terus mengenang kami. Selama menjalani hidup tersebut. Mereka mungkin merasa pendidikan tidaklah penting. Kerinduan sedikit demi sedikit menyusup ke dalam hati. pekerjaan akan lebih mudah didapatkan. tertawa bersama. namun jika diniatkan dalam hati untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Sekarang KKN telah berlalu. dari segi pertumbuhan anak-anak. jika tidak menghasilkan uang. Keempat. Ketika para bocah lebih senang untuk melihat gosip daripada film edukasi. Dengan mengajak anak-anak bermain dan belajar. dan banyak lagi. belajar bersama anak-anak. dengan adanya kelompok Hujantara. dan makin tinggi tingkat pendidikan mereka. Saya ingin sekali kembali ke desa ini untuk memberitahu bahwa pendidikan adalah salah satu penyokong kehidupan kita. seperti halnya di lain daerah di Indonesia. namun. setidaknya ada beberapa perubahan kecil yang baik. namun kurang terkontrol. Karena bukan orang luar yang menaikkan popularitas suatu daerah. dengan adanya kami. menjadi baik dan membawa manfaat bagi banyak orang menjadi suatu kewajiban dan keharusan untuk kita semua. dan para anggota kelompok. untuk direkam dalam ingatan sekali lagi. agar semua warga dapat ikut membaca dan menambah wawasan. menjadi tukang bangunan. Atau bahkan mereka ingin sekolah. Saya berharap. dan ketika mereka lebih menyukai tarian modern dibanding dengan tari tradisional. Semoga. Ketika melihat dan mengulik kembali foto-foto kebersamaan selama satu bulan disana. saya berharap. Harapan-harapan peluh para mahasiswa KKN. kelompok Hujantara telah memfasilitasi taman baca. Hal inilah yang menjadi fokus utama saya. Saya khawatir. telah membawa manfaat bagi desa Tanjungrasa. Hal ini memang tidak hanya terjadi di desa Tanjungrasa. dan masyarakatnya.terhadap kualitas pendidikan mereka. Anak-anak tumbuh dengan modernisasi. namun kita yang menjalani. Rutinitas dimana kami tidak pernah dipertemukan seperti sebelum KKN. Dengan dilaksanakannya KKN selama satu bulan di desa Tanjungrasa. tradisionalitas akan punah termakan jaman. Garis hidup mungkin memang ditakdirkan. Memang tidak sempurna dalam pelaksanaannya. kembali ke rutinitas semula. namun muda mudinya lah yang harus memberikan kebanggaan tersebut. Saya. saya sungguh berharap mereka dapat tumbuh dengan baik dan menjadi muda-mudi yang pintar. serta harapan-harapan manis dari para penerus bangsa. memiliki sopan santun. akan mengubah hal tersebut menjadi suatu kebaikan dan kebajikan yang akan dipertimbangkan kelak di hari akhir. Aamiin. Pun. jika hal ini terus berlanjut.

Rasanya KKN memang kurang menyenangkan selain merepotkan dengan banyak program kerja. Setelah bicara panjang lebar di grup kemudian kami menentukan kapan untuk kumpul bersama dan membahas hal-hal terkait KKN. Saya langsung melihat daftar kelompok KKN untuk mengetahui siapa saja yang menjadi teman satu kelompok saya. Akhirnya saya pun menerima undangan grup KKN di whatsapp ternyata saya lah orang terakhir yang masuk grup tersebut. Windi Mutia Jamilus (Windi). Kesan pertama yang terlintas saat membayangkan KKN adalah kegiatan yang membosankan dan merepotkan dengan berbagai program kerja yang harus dilakukan. saya berada di kelompok 183 yang nantinya akan melaksanakan KKN di desa Tanjung Rasa kecamatan Tanjung Sari. Pembicaraan tentang KKN diantara teman-teman kelas ku pun mulai ramai lagi. Saya merupakan mahasiswa semester tujuh jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dab Humaniora. Nama saya Slamet Nungkiarta. Reza Fransiska (Reza). Kemudian setelah masuk grup tersebut maka semuanya saling mengenalkan dirinya masing-masing. Kelompok saya sendiri terdiri dari Naufal Khairul Mahmudah (Naufal). Waktu liburan sebulan hilanng sudah diganti oleh kegiatan yang bernama KKN. KKN juga memotong waktu liburan ku. Setelah itu mereka bercerita sudah masuk ke grup whatsapp kelompok mereka. saya di undang oleh silvy. Retno Pusparani (Retno). Elysa Fauziah (Elysa). Mereka semua dari jurusan yang berbeda-beda namun ada beberapa yang masih satu fakultas. Aulia Rahman (Rahman). Ternyata dia teman sekamar dengan temanku di kelas IP 6B dari situlah dia memasukan ku ke grup tersebut. Slamet Nungkiarta 1 ∕12 Tahun di Tanjung Rasa a) Kita Kenali dan Nikmati (KKN) Sebelum masuk ke cerita saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Silvy Wahyu Hasanah (Silvy). Rifqiyati (Rifqi). Gerry Ikhtiyar (Gerry). Biasa dipanggil Slamet ataupun Nungki. Laila Baroah (Lala). Bogot Jawa Barat. Pada saat pembicaraan tersebut saya kurang cukup tertarik karena dan cenderung biasa saja. Hendrika Dwiki Saputra (Hendrika). My Gempita Fitriyani (Gempita). kita saling bertanya mengenai kenal tidaknya mereka dengan kelompok KKNnya. Saya berharap mengenal salah satu dari mereka. Saya sendiri belum masuk grup namun saya tetap santai saja karena pasti nanti di undang ke grup KKN tersebut. Istilah KKN sudah sering saya dengar mulai dari cerita positif hingga negatif. Singkat cerita semester enam pun berakhir dan saya langsung dihadapkan dengan KKN. namun ternyata tidak ada yan saya kenal. Akhirnya PPM membagikan kelompok kkn. Sebagai mahasiswa semester tujuh maka saya diwajibkan untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. . M Anwar Ainul Yakin (Anwar). Samiaji Farid Prasetyo (Farid). Pembicaraan tersebut mengenai apa sih KKN itu? Dimana tempatnya ? Ngapain aja disana ? dan banyak lagi hal-hal mengenai KKN yang dibahas. Adi Bayu Saputra (Bayu). Fauziah Umami (Fauziah). KKN merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seiap mahasiswa. Pada semester enam mulai banyak perbincangan tentang KKN dengan teman-teman sejurusan. Annisa Fathia Hana (Icha). Namun Karena ini adalah hal yang wajib maka saya mau tidak mau harus ikut melakukannya. Istiqomatul Farida (Isti).

Baru pada saat kumpul selanjutnya lah saya bisa hadir yakni pada tanggal 25 April. Tanggal 16 April adalah pertama kalinya diadakan kumpul KKN kelompok saya namun karena pada saat itu karena ada halangan jadi saya belum sempat untuk ikut kumpul. Dosen pembimbing saya merupakan dosen di FST dengan program studi Agribisnis. Ini adalah pertama kalinya beliau menjadi dosen pembimbing KKN. Tujuan saya dan teman- teman ketika pertama sampai disana adalah ke kantor desanya. Tanggapan dari perangkat desa cukup baik mereka sangat terbuka dan mengharapkan agar KKN kami berjalan dengan sangat baik. Hal yang pertama kali tersirat dipikiranku ketika setibanya disana adalah desa ini cukup jauh dari daerah perkotaan sudah pasti kondisi ekonomi dan pendidikan disini rendah. akhirnya nama HUJANTARA yang terpilih menjadi nama kelompok kami. Barulah survey berikutnya yakni tangal 3 Juli aku bisa ikut kesana. sayangnya saya belum bisa ikut karena masih terganjal beberapa hal. Selanjutnya untuk penentuan nama kelompok dilakukan secara Voting. . Pembekalan ini berisi hal-hal apa saja yang dilakukan saat sebelum KKN. Jika di lihat di internet Tanjung Rasa terkenal dengan curug kantrynya. Sore itu kita membahas tentang kapan ingin melaksanakan survey. Setelah berunding akhirnya ditentukan jabatan masing-masing dan saya dipilih masuk ke bagian konsumsi bersama dengan lala dan elisa. Pada kumpul ini lah mulai membahas banyak hal mulai dari jabatan.5 sampai 3 jam. Sebelum melakukan KKN PPM mengadakan pembekalan KKN. untuk pertama kalinya lah saya melihat wajah teman-teman yang akan hidup bersama saya selama satu bulan di Tanjung Rasa. Saya langsung mencari informasi seputar desa tanjung rasa. pembekalan ini wajib diikuti oleh setiap mahasiswa yang akan melaksanakan KKN. Nama itu sendiri singkatan dari Hujan di Tanjung Rasa. survey kali ini dosen pembimbing kami yaitu bu Titik Inayah ikut juga. tapi tanggapan dari masyarakat yang sangat antusias membuat saya sedikit semangat untuk melakukan KKN. masih banyak sawah-sawah terhampar disana. Akhirnya kelompok kami pun melakukan survey yang pertama. Dan satu lagi pasti selama satu bulan disana adalah pengalaman yang tidak bisa dilupakan selama bangku kuliah. Setelah survey tersebut saya mendapatkan gamabaran kira-kira apa yang saya akan lakukan disana. kita sebagai grup KKN yang menaungi Tanjung Rasa. harus bisa membasuh kehausan ilmu di tempat tersebut. Setelah itu kami berkelilig di desa iru mayoritas penduduknya adalah petani. Walaupun pasti akan sangat merepotkan saat KKN nanti. desanya berjarak kurang lebih 75 KM dari rumah cukup jauh kira kira harus menempuh waktu 2. Pembekalan pun selesai saya dan teman- teman satu kelompok KKN pun merencanakan untuk kumpul membahas tentan KKN. program kerja hingga nama kelompok. Pembekalan dilakukan pada tanggal 27 April di Auditorium Harun Nasution.dalam survey. Untuk program kerja sendiri karena saya mahasiswa ilmu perpustakaan tentunya saya ingin membuat agar masyarakat di sana mempunya minat baca yang tinggi serta paham literasi informasi maka saya mengusulkan untuk melakukan pembuatan Taman Baca Masyarakat (TBM). Setelah pembekalan KKN saya baru sedikit tertarik tentang KKN ini. ketika KKN dan setelah KKN. pada saat pembekalan tersebut saya membayangkan akan seru jika kita berguna bagi masyarakat di sana. Kami pun berkumpul di lobby FITK. filosofinya adalah seperti hujan yang membasuh kekeringan.

yap kurang lebih satu bulan lamanya saya kana menetap disana. Respon dari mereka sangat antusias sekali ketika saya datang. ya itulah yang harus saya lakukan. Namun sayangnya saya agak lama dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Tibalah tanggal 17 Juli. Mereka mau namun katanya sangat malu karena tidak mengenal kakak-kakak yang disana.30. Saya mendapat tempat mengajar BTQ di dusun 2 yaitu Cibungur bersama dengan icha. Walaupun saya cenderung orang yang susah bergaul namun karena mereka orang-orang yang sangat welcome jadi saya mudah beradaptasi dengan mereka. Pembukaan cukup meriah banyak dihadiri oleh perangkat desa seperti kepala desa. Sekitar ba`da Ashar kami berangkat dari Ciputat. Pada saat itu rapat diadakan di lobby barat FITK sekitar pukul 15. Kesan pertama saat saya bertemu dengan anggota kelompok KKN adalah Mereka anak-anak yang ramah dan sepertinya akan sangat seru dan menyenangkan KKN bersama mereka. Setelah kelas BTQ berakhir saya mengundang mereka untuk maen ke basecamp saya. pada waktu itu kami ketambahan 1 orang baru yaitu Ismail Priyono (Ismail) dari Fakultas Dirasat Islamiyah. Tibalah rapat terakhir sebelum pelepasan KKN. sekertaris desa. Saya pun jadi agak khawatir dimana kami akan tinggal karena waktunya sebentar lagi. Akhirnya kami tiba saat malam hari sekitar pukul 9 malam. Transportasi yang kami sepakati menggunakan koantas bima untuk barang sedangkan orangnya mengendarai sepeda motor. Rumahnya cukup bagus. rumah yang akan kami tempati untuk satu bulan kedepan. yap tepat tanggal inilah pelepasan KKN oleh PPM. Dengan penyambutan yang begitu mewah. meninggalkan rumah yang nyaman dengan segala kemudahannya ke tempat yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan dan dengan segala keterbatasannya yang bernama desa Tanjung Rasa. dosa rasanya jika saya tidak memberikan sesuatu yang wah pada desa ini.Walaupun dijadwalkan tanggal 20 tapi kami memutuskan untuk berangkat tanggal 18 Juli. sederhana terdapat dua kamar tidur serta halaman yang cukup luas hanya saja katanya di daerah ini agak kesulitan air pada saat musim kemarau seperti sekarang. Saya mengajarkan cara membaca dan cerita-cerita seputar islam selain itu juga di selingi oleh Tanya jawab karena memang baru pertama kali saya bertemu dengan anak-anak ini. Pelepasan kali ini diwakili 5 orang perempuan dan 5 orang laki-laki di setiap kelompoknya. Tibalah hari jum`at tanggal 20 Juli yaitu hari dimana pembukaan KKN Hujantara dilakukan. Pertama saya kali saya bertemu dengan teman-teman KKN adalah pada saat rapat kedua. Dalam sambutannya kepala desa banyak berharap pada KKN kami agar mampu merubah desa agar menjadi lebih baik. tentu mereka sudah ikut pertama agak lebih akrab sementara saya yang baru ikut pada rapat kedua cenderung agak sungkan. b) We are strong together Harus bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun saya yakin kan saja mereka agar mau . KKN kali ini berlangsung mulai tanggal 20 Juli hingga 20 Agustus. Minggu pertama KKN kami disibukan dengan sosialisasi dan pengenalan kelompok kami pada warga sekitar. Rapat terakhir ini kami membahas masalah transport dan tempat tinggal untuk disana karena untuk proker dan proposal sudah selesai dibuat. Saat itu aku ingin ikut pelepasan tersebut namun aku harus mengambil sumbangan-sumbangan yang orang berikan untuk KKN ku. Tibalah saya dirumah baru ini. Kami juga minta ijin kepada setiap kepala dusun untuk bertanya tempat mana yang cocok untuk di jadikan tempat BTQ dan Bimbel. karang taruna dan ibu-ibu PKK. Untuk masalah rumah kelompok kami mengalami sedikir kendala karena rumah yang harusnya kami tempati tiba-tiba di batalkan. Pada acara ini kelompok kali untuk pertama kalinya menggunakan baju kelompok berwarna navy yang bertuliskan HUJANTARA.

c) Kearifan Lokal Belum pernah mendengar.main bersama kesana. Dari konflik yang ada saya bisa ambil pelajaran bahwa bertoleransi merupakan hal penting. namun ketika abis mahrib atau malam hari kelakuannya menjadi sangat aneh. Mungkin hal-hal seperti ini lah yang akan saya rindukan ketika sudah pulang kerumah. akhirnya merekan pun mau. mencari sarapan setiap pagi bisa bubur. tentu ada banyak hal-hal yang kami lewati bersama mulai dari keseruan tiap malamnya atau konflik-konflik kecil tentang program kerja. kurang seru rasanya jika tidak konflik. pop ice yang dekat dengan basecamp ataupun bakso mas karyo. makan bersama yang selalu bareng. kalian membuat satu pengalaman yang tak akan saya lupakan semasa bangku kuliah ini. jadi hal yang tidak janggal di sana masih banyak sawah terhampar berhektar-hektar. maen uno yang hampir dilakukan saat tidak ada pekerjaan baik uno kartu maupun stacko. Anwar ketuaku yang bijaksana. jadi mereka munggunakan Bahasa untuk komunikasi. Antusias adalah satu kata yan dapat menggambarkan respon masyarakat kepada kelompok kami. ibu penjual gorengan yang selalu mampir ke basecamp ataupun nasi uduk teteh yang berada di sebelah kantor desa. Selain itu juga ia menjadi teman bermain game saat sedang tidak ada kerjaan. Konflik ini saya anggap sebagai penyedap dalam hubungan KKN ini. Senang sekali saya berada di KKN HUJANTARA ini.pecahnya kaki saya. selebihnya jika kita ingin ke pasar maka kita harus ke pasar Cariu yang lumayan sangat jauh. itulah perasaan saya saat pertama kali mengetahui bahwa nama lokasi KKN saya adalah di Tanjung Rasa. Sejak saat itu hampir setiap malam mereka datang ke basecamp kami. Saya yang tidak bisa Bahasa sunda agak kesulitan jika ingin berkomunikasi karena mereka juga tidak terlalu fasih dalam berbahasa Indonesia. Ini bisa dilihat saat mengadakan setiap kegiatan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa pasti menyambut dengan sangat baik kehadiran kami. mandi dan nyuci bergantian di masjid dan kantor desa. Namun untuk toko-toko kelontong sudah banyak bertebaran di pinggir jalan. seblak yang rasanya enak sekali dengan berbagai macam isi harganya cuman 5 ribu. Untuk pasarnya sendiri Tanjung Rasa hanya memiliki satu pasar itu juga pasar satu hari yakni pada hari selasa. Windi dan Bayu sang bendahara yang selalu sibuk memikirkan duit-duit kami. Panas di Tanjung Rasa sangat menyengat hal ini bisa dilihat dari menghitamnya kulit dan pecah. Perbedaan yang saya rasakan antara Tanjung Rasa dengan Ciputat adalah cuacanya. Terimakasih semua. ke pasar yang sangat jauh setiap harinya dan di tambah cuaca yang dingin saat menuju pasar. ketupat sayur. Sebagian besar warga desa Tanjung Rasa adalah suku sunda. ya lumayan jauh dari rumah saya di Ciputat. 20 orang hidup bersama dalam satu atap dalam sebulan. masak bersama saat piket. selain belajar kami juga bercanda gurau dan sesekali bermain UNO. Masyarakat di sini cukup ramah bisa terlihat dari gaya bicaranya ketika dengan kami. Syukurlah setiap konflik yang ada dapat cepat terselesaikan dengan musyawarah semua konflik dapat terselesaikan. Sebulan disana dengan 20 watak orang yang berbeda saya harus dapat memahami dan mentolerir sifat-sifat yang beragam tersebut. Selama satu bulan banyak hal-hal yang menghiasi hari kami yang akan sulit kami lupakan di antaranya. selalu bersikap adil jika ada masalah. Ada Naufal patnerku pergi kemana mana. Setelah cari-cari tentang tempat tersebut saya akhirnya mengetahui bahwa desa itu terletak dekat dengan jonggol. Mayoritas penduduk di Tanjung Rasa berprofesi sebagai petani. Namun sayangnya masjid di dekat kami tinggal setiap .

lomba itu dilaksanakan di GOR Tanjung Sari kurang lebih sekitar 15 menit dari basecamp kami. Namun ketika maghrib. TNI dan masih banyak yang lainnya. Sungguh kenikmatan tiada duanya yang mungkin akan susah saya dapat di Ciputat. Ketika di tanya mau jadi apa kelak. Masyarakat sekitar dengan senang hati membantu saya dalam pembuatan rak untuk taman baca tanpa di bayar sedikitpun. Salah satu lomba yang sangat ramai adalah voli. Desa Tanjung Sari bisa dikatakan desa yang tidak ketinggalan oleh zaman banget. Sedikit kaget karena kami sebenarnya hanya ingin memeriahkan saja tidak ikut lomba tersebut. Suasana saat 17 Agustus disana pun sangat berbeda sekali dengan disini. Hidup di kota sangat berbeda sekali dengan di desa. semangat para anak-anak kecilnya. isya. Di daerah perkotaan kita dapat menikmati fasilitas dengan mudah sedangkan di desa pembangunan fasilitasnya sangat tertinggal. Bangku dan meja sangat tidak layak pakai begitu pula dengan gedungnya sangat . Ketika malam hari kami jarang keluar. Desa yang cukup luas dengan banyaknya sawah-sawah. Sehabis pembuatan rak taman baca tersebut saya malah di ajak untuk ngeliwet bersama. Ada beberapa hal yang membuat saya kagum dengan masyarakat desa Tanjung Rasa diantaranya. hanya di basecamp berkumpul dengan anak-anak sekitar sambal belajar dan bercanda gurau. Walau cuaca agak panas namun keramahan dan kekompakan masyarakat mampu menutupi itu semua. Suatu saat nanti pasti saya akan kembali lagi kesini untuk menikmati keindahan desa ini. Di desa Tanjung rasa antusiasme masyarakat masih sanat tinggi. Meski awalnya saya agak kurang tertarik dengan KKN tetapi setelah berada di desa ini satu bulan saya merasa sangat nyaman untuk tinggal di desa ini. Anak-anak ini sanat antusias dengan kedatangan kami. Budaya masyarakat menjadi hal yang menarik bagi saya suatu hal yang sulit di dapat di daerah perkotaan zaman sekarang. Namun karena di ajak lantas lah kami ikut lomba makan kerupuk. pesepakbola. Banyak perlombaan yang ada untuk memperingati hari 17 Agustus. mereka sangat semangat ketika belajar. jawabannya pun bermacam-macam mulai dari dokter. subuh cukup ramai. Setiap kami mengajar atau bermain bersama pasti senyum semangat selalu menghiasi wajah mereka. Saat 17 Agustus berlangsung saya ikut memeriahkan lomba di dusun Sodong. Antusiasme masyarakat sangat meriah terlihat dari ramainya orang yang hadir pada saat itu. Saat malam hari suasana sangat dingin dan sepi. Saat saya menoton voli tersebut suasananya ramai sekali supporter sangat ramai menyanyikan yel- yel untuk menyemangati pemain yang sedang bertanding. Meskipun tidak juara satu tapi Alhamdulillah desa saya mendapat juara 3.solat zuhur dan ashar sangat sepi sekali hanya ada 1 atau dua orang saja yang solat berjamaah di masjid. Saat saya dan teman-teman asik menonton kita di ajak ikut untuk lomba. Desa ini membuka pandangan saya tentang desa-desa di Indonesia. guru. Namun yang paling parah adalah fasilitas pendidikan. Berbeda dengan anak perkotaan yang sekarang selalu main gadget. lampu jalan yang ada tidak berfungsi jadi jalanan sangat gelap. Hal lain yang membuat saya kagum dari desa ini adalah masih terpeliharanya kearifan local Indonesia seperti gotong-royong. lomba dilakukan pada 18 Agustus. Ini terlihat pada saat saya membuat taman baca di dusun Sodong. d) Untuk Tanjung Rasa Kurang lebih satu bulan saya menetap dan mengabdi di Tanjung Rasa. Saat itu aku pun ikut menyanyikan yel-yel untuk mendukung desa tempat saya tinggak yakni Tanjung Rasa. Selain itu yang tak kalah meriahnya adalah pawai memperingati hari 17 Agustus. Mereka sudah memiliki alat-alat yang bisa di katakana modern mulai dari gadget hingga peralatan lainnya.

Selain itu saya juga akan menanamkan pada masyarakat sekitar mengenai pentingnya pendidikan. Terbersit di pikiran saya bagaimana jika saya menjadi masyarakat desa Tanjung Rasa. Bagaimana masyarakat disini mau maju jika fasilitas penunjangnya sangat tidak mendukung. .tidak layak untuk digunakan. Dengan begitu mereka akan tau bagaimana perkembangan dunia diluar sana dan tidak menjadi masyarakat yan tertinggal. Merasakan betapa sulitnya hidup serba kekurangan namun memiliki rasa kekeluargaan dan gotong royong yang sangat kuat. sehingga masyarakat disana akan gemar membaca. Dengan melihat antusiasme anak-anak disana saya ingin sekali mengembangkan taman baca.

jasa dan sebagainya. M Anwar Ainul Yakin. Retno Pusparani. Setelah saya melihat nama anggota kelompok kkn saya. Ada yang mengerikan dan ada juga yang menyenangkan. Apa si itu kkn? Biasanya dimana tempat kkn? Bagaimana keadaan tempat kkn? Apa aja kegiatan kkn? Berapa lama kkn?. Saya juga melihat jarak dari rumah saya ketempat tersebut ternyata jauh kira – kira 2. Dari pertanyaan itu saya mendapatkan jawaban yang berbagai macam dari senior saya. Mereka semua dari jurusan yang berbeda – beda tetapi lebih banyak dari fakultas tarbiyah. jauh dari perkotaan apa tidak. Istiqomatul Farida. Di saat inilah kebanyakan mahasiswa mengeluh karena liburan mereka digantikan oleh kkn. tidur bersama itu yang tidak bisa dilupakan dan ada juga yang cinta lokasi. Annisa Fathia Hana. buat program kerja apa. ada juga yang susah listrik dan yang menyenangkan itu tinggal bersama. Elyssa Fauziah. Saya ditempatkan di kelompok 183 di daerah tanjungrasa kecamatan tanjung sari bogor. Dikelompok 183 hanya saya yang dari jurusan matematika murni tetapi ada satu orang yang satu fakultas sama dengan saya yaitu gerry ikhtiyar dari jurusan sistem informasi tetap saja saya tidak kenal dengan gerry. Naufal Khairul Mahmudah. Reza Fransiska. Mengerikannya itu biasanya tempat kkn di desa atau plosok jadi jauh dari perkotaan. Dari jawaban dan cerita senior saya. Saya merupakan mahasiswi semester tujuh jurusan matematika murni di fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semester tujuh ini terdapat mata kuliah kkn. My Gempita Fitriyani. Itu adalah kekhawatiran teman saya dan saya. Lalu akhir semester enam ada pengumuman pembagian kelompok kkn yang dibagikan oleh ppm. tempatnya kumuh atau tidak. Gerry Ikhtiyar. Laila Baroah. Aulia Rahman. Perkenalkan nama saya Windi Mutia Jamilus biasa dipanggil Windi atau ndi. Setelah saya melihat nama saya lalu saya melihat nama teman – teman saya yang ternyata banyak di Bogor daerah Tenjo dan itu jauh dari saya sehingga saya tidak kemungkinan untuk main ke tempat kkn temen saya. Sebelum memasuki semester tujuh temen – temen saya sudah banyak berdiskusi tentang kkn yang bagaimana. Selain saya berdiskusi tentang kkn ke temen saya. . KKN itu ialah kuliah kerja nyata dimana kita tinggal di suatu desa selama kurang lebih sebulan bisa di bilang mengabdi di desa. Saya cendrung biasa saja malah saya kurang tertarik dengan kkn tetapi saya penasaran dengan kkn bagaimana. KKN merupakan suatu bentuk tri dharma perguruan tinggi maka diwajibkan untuk semua mahasiswa ikut serta kkn. makan bersama. Rifqiyati. Hendrika Dwiki Saputra. dan sebagainya. Sylvi Wahyu Hasanah. susah untuk kemana – mana. Kkn diadakan saat mahasiswa memulai semester tujuh tepatnya saat libur semester tujuh yang digantikan oleh kkn. Adi Bayu Saputra. Windi Mutia Jamilus Tawa Riang Kkn Di Tanjungrasa Yang Tak Terlupakan a) Tranding Topic KKN KKN? Apa itu ya kkn? Hhmm sebelum mengetahui apa itu kkn. nanti dapetnya didaerah apa. Di tempat kkn tersebut kita membuat program kerja yang dapat mengembangkan potensi masyarakat setempat dan membantu masyarakat tersebut dalam bentuk fisik. singkat cerita saya perkenalkan nama anggota dari kelompok saya yaitu Fauziah Umami. Saya juga menanyakan kepada kaka tingkat atau bisa dibilang senior saya. ada yang susah air. Samiaji Farid Prasetyo.5 jam perjalanan kalau naik motor melewati jonggol dan sebagainya. Slamet Nungkiarta. Pertengahan semester enam saya disuruh isi pendaftaran kkn di ais oleh dosen saya. Itulah sebagian penjelasan singkat tentang kkn maka saya lanjutkan cerita saya.

Rifqiyati dan Retno menjadi dekdok. My Gempita. nama kkn sudah. Gerry menjadi humas. Setelah di tentukan waktu kumpul yaitu tepatnya tanggal 16 april 2018. Ngomongin kepanitian sudah. Saat itu baru berkenalan dengan Aulia Rahman. Saat pembekalan kita diberitahu apa saja yang akan dilakukan di tempat kkn. Kkn selalu dibicarakan terus menerus dikarena kekhawatiran tempat kknnya yang bagaimana. Kita diharuskan mencari informasi tentang desa tersebut lebih tepatnya si kita mencari kekurangan desa tersebut supaya kita tahu program kerja apa yang sangat bermanfaat oleh desa tersebut supaya lebih berkembang. mereka saling bertanya mengenai teman kkn kenal atau tidaknya dan sudah masuk ke grup whatsapp kelompok kkn mereka apa belum. Annisa dan Fauziah menjadi sekretaris. pembangunan tempat sampah dan lain – lain. Gerry. Sebelum pembentukan kepanitian kelompk kkn. Istiqomatul Farida. Aulia Rahman menjadi devisi acara. dan sebagainya. Annisa. Pembicaraan kkn tidak sampai disitu saja. Sylvi. Saat kumpul mulailah berkenalan satu sama lain walaupun belum lengkap anggotanya. Elisa. Setelah teman – teman saya mengetahui anggota kelompok kkn. ternyata ada penambahan anggota kelompok kkn yaitu Ismail. Hendrika menjadi devisi akomodasi. Isti. Lalu saya mengechat temen saya bernama elisa untuk janjian di mandiri UIN Syarif Hidayatullah supaya ke tempat kumpul kkn tersebut bareng. Kapan diadakan survey untuk pertama . Laila. Naufal. Farid. lalu kita menentukan nama untuk kkn 183 yaitu HUJANTARA yang diambil dari nama hujan di tanjung rasa yang memiliki arti yaitu seperti hujan yang membasuh kekeringan. Saya bertanya dengan teman saya yang beda jurusan dengan saya dan yang satu jurusan dengan salah satu teman kkn saya. Saat membicarakan grub whatsaap kelompok kkn disitu saya khawatir karena saya belum masuk ke grup whatsapp kelompok kkn saya sedangkan temen – teman saya sudah mempunyai grup whatsaap kknnya. saya dan Adi Bayu menjadi bendahara. program kerja apa saja yang dibuat sudah. Lalu kita membicarakan soal survey. Setelah terbentuknya kepanitiaan. pembangunan plang. Disitu saya merasa lega karena sudah masuk ke grub kkn saya. Perkumpulan saat ini membicarakan program kerja apa saja yang akan dibuat dan pembentukan kepanitiaan. Reza. bagaimana cara bikin cover buku laporan kkn. Setelah nama kkn dibuat lanjut pembicaraan ke program kerja apa saja yang akan dilaksanakan di sana. Saat dimandiri saya bertemu elisa dan ketempt kkn bareng yang bertempatan di samping Auditorum Harun Nasution. Laila. Dilihat dari jurusan karena lebih banyak dari jurusan pendidikan maka lebih ke pengajaran. Reza Fransiska. Tiba waktu pembekalan kkn pada tanggal 27 april 2018 yang bertempatan di Auditorium Harun Nasution. Slamet. Saya meminta nomor temen kkn saya yaitu rifqiyati lalu saya dimasukan ke grub kkn saya. Pembekalan pun selesai. Saya bingung tempat kumpulnya dimana. Ismail. kita kumpul di lobby Tarbiyah dan Keguruan untuk membicarakan hasil pembekalan yang tadi. Obrolan pun sudah selesai kami pun bubar ke rumah masing – masing. kita sebagai grup kkn yang menaungi tanjung rasa harus bisa membasuh kehausan ilmu di tempat tersebut. Elisa menjadi konsumsi. Lalu karena ada penambahan anggota kelompok barulah dapat membentuk kepanitiaan ini dan ini hasil keputusan bersama yaitu Anwar sebagai ketua. Perkumpulan kedua tepatnya tanggal 25 april 2018 yang bertempatan di lobby fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Karena kita kkn 183 maka kebagian pembekalan siang. Samiaji Farid Prasetyo. lalu kita ngomongin untuk kumpul lagi setelah pembekalan. Naufal. Awal kumpul hanya perkenalan dan membicarakan bagaimana program kerja yang akan dibuat sekaligus membicarakan pembuatan panitia untuk kumpul selanjutnya. Di grub tersebut masing – masing memperkenalkan diri dan menentukan kapan kumpul untuk memperkenalkan wajah supaya lebih akrab. My Gempita.

Survey ke tiga ini bu Titik ikut. dan baik banget. Bu titik ini masih muda. Kumpul ke tiga ini membicarakan bagaimana keberangkatan ke tempat kkn mulai dari transport. Pertama survey kita melihat keadaan desa lalu kita ke tempat pak kades yang bernama pak Bijey. Nah kebetulan sekali saya tidak bisa ikut dikarenakan ada acara keluarga. Saya melihat perempuan – perempuan di kkn saya pada pendiem – pendiem tidak banyak ngomong seperti lelakinya. pendidikan dan sebagainya. Pertama saya kumpul dengan anggota kkn saya. Nah saat kumpul ketiga ini datenglah orang yang dibicarakan saat kumpul kedua yaitu Ismail menurut saya ismail orangnya mudah akrab dengan siapa saja. pendidikannya juga dikarenakan saya melihat dari survey ke dua bahwa desa ini sangat jauh dari perkotaan. Kenapa kita mengambil tanggal tersebut dari pada mulai kegiatan kknnya tanggal 20 juli karena agar kita tidak terlalu mepet dengan kegiatan supaya kita lebih santai bisa rapihin rumah dahulu. dan waktu. Sebelum menentukan waktu untuk survey. Seminar Kewirausahaan. saya melihat bahwa lelakinya lebih banyak berbicara dibandingkan perempuannya. Setelah semua keberangkatan sudah dibicarakan lalu membicarakan program kerja apa saja yang akan dibuat disana. Masing – masing anggota melihat di gps berapa lama waktu perjalanan dari uin ke tempat kkn tersebut dan hasil penglihatan di gps ternyata lama waktu dari uin ke tempat kkn yaitu sekitar 3 jam. Setelah itu kami pun pulang. Seminar Teknologi. Hasil keputusan bersama program kerja yang akan dijalankan seperti BTQ. Dari situ saya dan anggota kkn berfikir keras program apa yang cocok untuk mengembangkan dan memajukan desa tersebut.kalinya. Saya berfikir bahwa desa ini ekonominya masih rendah. PAUD. Survey ke dua ini kita ke kantor desa dan menemui seketaris desa yaitu pak Utom Bustomi kami menanyakan tentang pertanyaan yang diberikan ppm setelah itu kami pulang. Saat kumpul ke dua ini banyak membicarakan ada penambahan anggota kkn tetapi belum diketahui siapa namanya. pembuatan Plang. rumah yang kita mau tempatin dibatalkan oleh pemiliknya sehingga kita harus mencari rumah lagi. Setelah itu kita menentukan kapan waktu yang bagus untuk survey. Inilah cerita didalam kelompok kkn saya. Keesok harinya kami berdiskusi hasil survey yang pertama lalu nentuin survey ke dua. ada berapa sekolahan dan rumah sakit. siapa aja yang ikut survey dan kendaraan apa yang dibutuhkan untuk survey. Bimbel. perkonomian yang rendah karena rata – rata masyarakatnya hanya mengandalkan sawah untuk kehidupannya dengan menjual beras hasil panen mereka. Kita bertanya – tanya tentang ekonomi desa. 17 agustus. Ppm memberikan informasi tentang dosen pembimbing kita saat kkn yaitu ibu Titik Inayah yang berasal dari dosen Agribisnis kebetulah satu fakultas dengan saya. cantik. Saat kumpul kedua ini perempuan mulai banyak ngomong walaupun lebih banyak ke lelakinya lebih welcome dan asik – asik aja. Wahhh lama juga kan perjalanannya. rumah. b) Menjadi satu keluarga itu terpenting dalam kkn Lingkungan baru akan segera dimulai. Akhrinya kami mendapatkan keputusan bahwa keberangkatan kkn menggunakan koantas bima pada tanggal 18 juli 2018. Taman . pendidikan kurang karena guru – guru disana kurang mahir mengajar dan kurang memeperhatikan murid – muridnya. Kita juga mempunyai kendala di rumah. Alhamdulillahnya kita dapet rumah pengganti walaupun rumahnya tidak sebagus seperti rumah yang diawal. Upgrading skill. Ternyata setengah dari anggota bisa mengikuti survey dan survey menggunakan motor.

BTQ di dusun 4 dan 6 serta PAUD di dusun 3. Karena perempuannya berjumlah 11 orang dan lelaki berjumlah 9 orang maka 2 kamar itu 1 kamar di tempatin oleh 6 orang perempuan dan 1 lagi ditempatin oleh 5 orang. perangkat desa. Devisi acara membagikan jadwal untuk mengajar dan saya mendapatkan mengajar Bimbel di dusun 6. Kamar tidur 2. Memang awalnya tidak betah. nonton bareng. Di kecamatan tanjung sari terdapat 6 dusun. kami membicarakan siapa saja yang menghadiri pelepasan kkn yang diwakilkan dengan 5 orang perempuan dan 5 orang lelaki. yang jutek. Konflik bagi saya itu tidak bermasalah karena adanya konflik kita jadi mengetahui apa kekurangan kelompok kita ataupun apa kekurangan sifat yang dimiliki oleh anggota kita. karang taruna. Lanjut cerita di tempat kkn terdapat 20 orang anggota kkn maka terdapat juga 20 karakter orang yang berbeda – beda. Nah rumah ini sangat bermasalah dengan kamar mandi yang kurang tertutup sehingga harus diperbaiki.Baca. yang tidak mengikuti pelepasan kkn maka menyebar proposal untuk mencari dana dan sumbangan untuk kkn yang berupa uang. Kamar dua khusus perempuan dan lelaki tidur di ruang depan. Bimbel dan PAUD. Berlangsungnya waktu tibalah hari jum’at tanggal 20 juli 2018 pembukaan kkn yang diadakan di kantor desa. Saat kami memulai program kerja itu anak – anak di desa tersebut sangat antusias untuk mengikuti pembelajaran sehingga membuat kami menjadi semangat untuk menjalankan program tersebut. mengerjakan program kerja bareng dan banyak hal yang dikerjakan bersama – sama walaupun pasti adanya konflik permasalahan satu sama lain. pakaian. Lalu. nyari tempat untuk mandi bareng karena air di tempat tinggal kkn itu susah. jadi kita terbagi atas 6 kelompok untuk bersosialisasi sekaligus untuk meminta ijin mengadakan program kerja yang telah kita buat. Sebelum keberangkatan kkn anggota yang menaiki koantas bima kumpul dulu dikosan saya yang berada disemanggi 2 karena ada yang menyusul menaiki motor. Alhamdulillahnya semua kepala dusun mengijinkan untuk kita menjalankan program kerja kita dan memberikan tempat untuk kita menjalankan program kerja sehari – hari yaitu BTQ. Mulai yang paling pendiem. Pelepasan kkn sudah dilakukan maka tibalah hari keberkatan kkn. Pembukaan tersebut dihadiri oleh kepala desa. yang cuek dan sebagainya. Bahkan ada yang sampai ingin belajar di tempat kami tinggal tetapi malu karena belum kenal kakak – kakaknya. dapur. Kami sangat bangga didesa tersebut karena anak – anaknya semangat belajar sedangakan di kota anak yang sudah terpenuhi fasilitas malah males belajar itu yang dapat di buat contoh dan pelajaran dari anak – anak desa Tanjungras. Warga desa disana sangatlah antusias dengan kedatangan kita. Saat diperjalanan kami belum makan jadi sesampai di tempat kkn kami membereskan barang – barang lalu kami makan bersama. Tidak ada konflik mungkin kurang greget kali ya di dalam suatu kelompok. main games bareng. Setalah makan bersama kami lanjut membereskan barang – barang. Hari pertama kita bersosialisasi terhadap warga desa disana.30 sampai tempat kkn kira – kira pukul 21. kamar mandi. mengeluh tetapi lama – lama terbiasa seperti makan bareng. nyanyi bareng. Kita diharuskan tinggal selama sebulan bersama – sama. Setelah di tentukan siapa yang menjadi perwakilan di pelepasan kkn. Kami berangkat sore sekitar pukul 16. Rumah yang kami tempatin tidak terlalu bagus tetapi tidak terlalu jelek juga. seketaris desa. Dengan 20 karakter saya harus dapat memahami dan menerimanya. buku. ibu pkk.00. Tetapi konflik – konflik tersebut dapat diselesaikan dengan baik. .

Suasana bersama ini yang tak akan pernah saya lupakan. program kerja kami. Jangankan pasar. Ternyata jauh dan jalan ketanjung rasa itu melewati jonggol. Sayangnya pelajaran mereka disekolah tidak sesuai maksudnya disini guru di sekolah tidak benar – benar memperhatikan murid yang butuh bimbingan sama yang tidak jadi yang dipikirkan hanya mengajar saja. Kita lihat dari bidang pendidikan sangatlah kurang karena di desa tersebut pendidikan hanya sampai jenjang SLTA saja jarang untuk yang melanjutkan kuliah. melakukan kegiatan bersama. tertawa riang. bercanda bersama. Saya sangat salut dan senang melihat antusias warga dan anak – anaknya. Desa tanjung rasa terdiri dari 12 RW dan setiap RWnya terdiri dari 2 RT. Masyarakat Tanjungrasa terutama anak – anaknya sangat antusias sekali dengan kedatangan kami. Sehingga sulit untuk memajukan dan mengembangkan masyarakat desa Tanjungrasa ini. Retno orangnya asik cuma dikamar jarang ngomong. Selain itu bukan masalah pendidikan saja si yang kurang. Desa tanjung rasa ini mayoritas petani makanya lebih banyak persawahan di daerah tersebut tetapi ada juga sebagai pegawai pabrik konveksi. Setelah saya mendengar desa tersebut saya langsung mencari di google melihat gambar bagaimana daerahnya dan saya juga mengecek gps apakah jauh dari tempat tinggal saya dibekasi atau tidak. Contohnya seperti pasar saja itu jauh dari desa tanjung rasa. rumah sakit saja jauh sekali dari desa Tanjungrasa sehingga jika ada yang sakit berobat ke bidan atau puskesmas yang terdekat. Sylvi orangnya asik dan seru. Saya sekamar oleh Sylvi. Gempita. Pertama yang dipikiran saya tempatnya di bogor itu adem sejuk dan ternyata tidak beda jauh dengan bekasi ataupun ciputat sama – sama panas walaupun lebih panasan di ciputat dan dibekasi. Retno. Isti. Saya lebih cendrung dekat dengan Sylvi karena sifat yang hampir sama dengan saya dan orangnya netral itu yang saya suka. bernyanyi bersama. masyarakat jarang sholat berjamaah dimasjid terkecuali magrib dan isya selain itu masalah jalan juga didesa tanjung rasa sangatlah kurang untuk menerangan jalan sehingga jalan terasa gelap dan masyarkat pun tidak ada yang keluar sehingga terasa sepi ketika magrib. Bagi saya kkn ini bener – bener pengalaman yang terindah yang selalu saya bayangkan yang saya ingin mengulag kembali waktu kebersamaan tersebut. Laila. Ternyata tanjung rasa itu bertempatan di daerah bogor. c) Cerita desa Tanjungrasa Tanjung rasa? Saya baru pertama kali mendengar desa tanjung rasa. kelompok kami. Gempita orangnya asik dan lucu. Ada masalah masjid yang kurang ramai. Terimakasih teman – teman kkn. Sehingga kita membuat program BTQ. Desa tanjungrasa sangat jauh dari perkotaan maka untuk memenuhi fasilitas desa tanjungrasa sangatlah sulit. Dengan kekurangan tersebut tertutupi dengan antusianya anak – anak tanjungrasa yang sangat . Selama satu bulan bersama ini yang meninggalkan kenangan yang tak terlupakan kemana – mana selalu bersama. Rumah tersebut terdapat dua kamar. Bimbel dan PAUD bersemangat untuk menjalankannya dan anak – anak banyak yang berdatangan untuk minta di ajarkan pelajaran disekolah. Salah satu kamar ditempatkan oleh saya. Laila orangnya asik cuma jarang ngomong dikamar. Mereka punya karakter yang berbeda seperti Isti orangnya pendiem. Lalu kebanyakan dari mereka selesai sekolah mereka langsung meneruskan usaha orang tuanya sebagai petani tetapi ada juga yang bekerja di pabrik sebagai konveksi dan sebagainya.

Semoga kedepannya bisa diperbaiki agar proses pembelajaran terasa nyaman. Dalam arti untuk menghadiri suatu kegiatan jangan karena dikasih uang itu tidak baik semoga hal tersebut tidak terjadi lagi. Karang taruna juga harus sangat digerakkan supaya warga tanjungrasa lebih rukun. Semoga kedepannya desa tanjungrasa lebih berkembang lebih maju dari segi pendidikan dan ekonomi. Dengan muka yang tersenyum. dan jadi karang taruna yang berguna bagi warganya. Mereka juga mengundang kami upacara di lapangan dekat dengan kecamatan tanjungrasa untuk pengibaran bendera 17 agustusan. Semoga desa Tanjungrasa menjadi desa yang berkembang dan maju untuk kedepannya. semangat yang terlihat itu lah yang membuat kami ingin selalu mengajarkan mereka. ibu – ibu serta bapak – bapak pun ada. lebih kompak. Saya merasakan sangat – sangatlah indah alam tanjungrasa. 17 agustus yang paling di tunggu – tunggu masyarakat tanjungrasa sangatlah kompak dalam merayakan 17 agustus dengan berbagai macam perlombaan. . Tak akan pernah lupa dengan keindahan desa tanjungrasa. semakin maju dan semakin jaya. antusias mereka yang kami pendam didiri kita. kursi dan meja yang rusak serta lingkungan yang kurang bersih karena itu menjadi hambatan untuk pembelajaran di sekolah. Suatu saat saya akan kembali ke tanjungrasa untuk melihan keindahan alam dan keindahan wajah warga tanjungrasa ini. Terutama fasilitas sekolah yang bener. Warga desa Tanjungrasa dapat memafaatkan sebaik-baiknya keindahaan alam dan mempergunakan hasil sumber daya alamnya dengan baik. Antusias warga saya harapkan lebih ditingkatkan untuk kegiatan – kegiatan yang diadakan di desa. d) Harapan untuk desa Tanjungrasa Satu bulan menetap di tanjung rasa dengan kegiatan – kegiatan program kerja yang telah kita lakukan. Saya berharap semoga kedepannya keindahan alam tanjungrasa selalu begini. Rasa kekeluargaan mereka sangatlah terlihat bagi kelompok kami dan kelompok lainnya yang kkn di tanjungrasa.berbeda dengan anak – anak kota yang lebih sering memainkan gadget.bener dibutuhkan karena saya melihat fasilitas sekolah yang sekarang seperti gedung yang rusak. Harapan saya juga semoga warga desa tanjungrasa jika ada kegiatan dari luar maupun dalam jangan mengutamakan uang. Mereka sangat senang merayakan 17 agustusan ini dengan tertawa riang mereka yang ini yang kami harapkan. Warga tanjungrasa pun antusias dalam mengerjakan suatu hal seperti pembangunan tugu dan rak buku mereka membantu kami untuk membuatnya saling bergotong royong bersama. mereka sangat semangat banget untuk belajar untuk meraih cita – cita mereka.anak. Mulai dari perlombaan buat anak.