You are on page 1of 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP

)
PERILAKU HIDUP BESIH dan SEHAT (PHBS)
TENTANG JAMBAN SEHAT

A. PENGANTAR
Pokok Bahasan : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Sub Pokok Bahasan : Jamban Sehat

Hari / Tanggal : Jumat , 13 Januari 2017

Tempat : Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten
Lombok Barat

Waktu : Pukul 08.00 s/d Selesai

Sasaran : Masyarakat

Narasumber : Mahasiswa D IV Keperawatan Poltekkes Mataram

B. LATAR BELAKANG
Jamban merupakan sanitasi dasar penting yang harus dimiliki setiap
masyarakat sebenarnya, masyarakat sadar dan mengerti arti pentingnya
mempunyai jamban sendiri di rumah. Alasan utama yang selalu diungkapkan
masyarakat mengapa sampai saat ini belum memiliki jamban keluarga
adalah tidak atau belum mempunyai uang melihat faktor kenyataan
tersebut, sebenarnya tidak adanya jamban di setiap rumah tangga bukan
semata faktor ekonomi, Tetapi lebih kepada adanya kesedaran masyarakat
untuk menerapkan pola hidup sehat (PHBS), jamban pun tidak harus mewah
dengan biaya yang mahal.
Cukup yang sederhana saja disesuaikan dengan kemampuan ekonomi
rumag tangga. Buat apa jamaban yang mewah sementara perilaku buang air
besar (BAB) masih tetap sembarangan. Ada faktor lain yang menyebabkan
masyarakat untuk membuat atau membangun jamban yaitu ketergantungan
pada bantuan pemerintah dalam hal membangun jamban. Hal ini merupakan

1

Meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya jamban b. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Untuk menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) kepada masyarakat di Desa Kartamulia D. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jamban c. i. Model Jamban Sehat 2 . Subsidi proyek tidak efektif menjangkau kelompok masyarakat miskin. Kriteria Jamban Sehat. Siapa Yang Diharapkan Menggunakan Jamban? e. Definisi Jamban. tetapi seringkali tidak digunakan masyarakat. Program pembangunan jamban yang dilakukan selama ini kurang optimal khususnya dalam membangun perubahan masyarakat. Mencegah terjadinya komplikasi akibat jamban yang tidak sehat E. Apa Saja Manfaat Menggunakan Jamban? j. bagian dari kesalahan masa lalu dalam penerapan kebijakan yang justru cenderung memanjakan masyarakat. Mengapa Harus Menggunakan Jamban ? f. Pengetahuan Dan Tindakan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Jamban Keluarga. MATERI PENGAJARAN a. Bagaimana Cara Memelihara Jamban Sehat ? h. k. tanpa ada upaya pendidikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang memadai selain itu desain jamban yang dianjurkan seringkali mahal bagi keluarga miskin. b. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS a. Bagaimana Memilih Jenis Jamban. C. Tempat Jamban l. Syarat Jamban Sehat g. Jenis Jamban Yang Digunakan c. pendekatan yang dilakukan mempunyai karakttreistik yang berorientasi kepada konstruksi atau bangunan fisik jamban saja. jamban dibangun. ? d.

PHBS yang membahas tentang Jamban Sehat 4. Menanyakan kepada 2 menit Menanggapi dengan masyarakat yang hadir melakukan pertanyaan tentang kejelasan 3 . Speaker I. menanyakan keadaan mempersilahkan masuk klien dan menyetujui kontrak waktu 2. Melakukan pendidikan 15 menit Klien memperhatikan kesehatan tentang dengan seksama. 1 menit Klien menjawab salam. MATERI Terlampir H.F. yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga. KEGIATAN PENYULUHAN NO KEGIATAN WAKTU EVALUASI 1. Memberi salam. METODE a. Ceramah dan tanya jawab. Penyuluhan dilakukan dengan media diskusi secara terbuka. Keluarga dapat mengajukan pertanyaan setelah penyampain materi selesai. Menjelaskan maksud 1 menit Klien mendengarkan kedatangan dan dengan seksama dan membuat kontrak menyetujui kontrak waktu waktu yang ditetapkan bersama 3. Microffoun d. LCD c. G. Laptop b. MEDIA a.

Penilaian dari kegiatan penyuluhan. media serta alat. EVALUASI a. d. 4 . masyarakat yang hadir Mempersilahkan masyarakat untuk mengajukan pertanyaan 5. dan respon masyarakat terhadap kegiatan tersebut. b. materi yang Menjawab pertanyaan dari disampaikan. lokasi penempatan. Penilaian dari peserta yang hadir mengikuti kegiatan penyuluhan c. Penilaian dari peserta yang hadir berperan aktif selama kegiatan penyuluhan berlangsung. Mengakhiri kontrak 1 menit Masyarakat waktu dan berpamitan mempersilahkan dengan kepada masyarakat. baik J. Penilaian dari tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya jamban.

K. Jamban Tangki Septik/Leher Angsa Adalah jamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa tangki septik kedap air yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian/dekomposisi kotoran manusia yang dilengkapi dengan resapannya. 2. BAGAIMANA MEMILIH JENIS JAMBAN? 1. Juga tidak berbau dan tidak mengundang serangga. Untuk jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau. Pilihan leher angsa yang terbuat dari keramik. 1999 ) b. Jamban Cemplung Adalah jamban yang penampungannya berupa lupang yang berfungsi menyimpan dan meresapkan cairan kotoran/tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke dasar lubang. LAMPIRAN MATERI JAMBAN SEHAT a. karena dapat menggunakan multiple latrine 5 . Jamban tangki septik/leher angsa digunakan untuk daerah yang cukup air dan daerah padat penduduk. agar bau dari c. Tinggi air perapat harus paling sedikit 2 cm. Tempat air perapat harus terbuat dari kaca serat atau keramik karena permukaanya licin dan cukup kuat sehingga mudah dibersihkan. 1997 ) Jamban adalah pengumpulan kotoran manusia disuatu tempat sehingga tidak menyebabkan bibit penyakit yang ada pada kotoran manusia dan mengganggu estetika ( Josep Soemardi. DEFINISI Jamban adalah suatu bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran sehingga kotoran tersebut tersimpan dalam suatu tempat tertentu dan tidak menjadi penyebab suatu penyakit serta tidak mengotori permukaan ( Kusnoputranto. Jamban cemplung digunakan untuk daerah yang sulit air 2. JENIS JAMBAN YANG DIGUNAKAN 1. porselin atau kaca serat (fiber glass).

sehat dan tidak berbau 2. kecacingan. f. Lantai jamban selalu bersih dan tidak ada genangan air 6 . sabun. Mudah dibersihkan dan aman digunakan 6. SYARAT JAMBAN SEHAT 1. BAGAIMANA CARA MEMELIHARA JAMBAN SEHAT 1. Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter 2. Kolera Disentri. Lantai kedap air dan luas ruangan memadai 9. Dilengkapi dinding dan atap pelindung 7. Tersedia air. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus 4. Tidak mencemari sumber air yang ada di sekitamya. Daerah pasang surut. MENGAPA HARUS MENGGUNAKAN JAMBAN ? 1. penyakit kulit dan keracuanan. Tidak berbau 3. Tidak mencemari tanah di sekitarnya 5. 3. SIAPA YANG DIHARAPKAN MENGGUNAKAN JAMBAN? Setiap aggota rumah tangga harus menggunakan jamban untuk buang airbesar/buang air kecil. dan alat pembersih g. tempat penampungan kotoran/tinja hendaknya ditinggikan kurang lebih 60 cm dari permukaan air pasang. Penerangan dan ventilasi cukup 8. penyakit saluran pencernaan. Thypus. d. e. yaitu satu lubang penampungan tinja/tangki septik digunakan oleh beberapa jamban (satu lubang dapat menampung kotoran/tinja dari 3-5 jamban) 3. Menjaga lingkungan bersih. Tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit Diare.

4. 2. Bila ada kerusakan segera diperbaiki. lalat) dan tikur yang berkeliaran 5. Membuang tinja manusia yang aman sehingga tidak dihinggapi lalat atau serangga vektor lainnya termasuk binatang. Tidak mencemari sumber air minum. Konstruksi dudukan jamban dibuat dengan baik dan aman bagi pengguna Menurut kriterian Depkes RI (1985). 2. Air seni. Tidak mengkontaminasi badan air. Tersedia alat pembersih (sabun. 2. sikat dan air bersih) 6. h. Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat 4. merupakan fasilitas pembuangan tinja yang memenuhi syarat yaitu : 1. Menjaga buangan tidak menimbulkan bau 5. Juga akan berbeda pada kondisi topografi yang menjadikan posisi jamban diatas muka dan arah aliran air tanah. Tidak berbau serta tidak memungkinkan serangga dapat masuk ke penampungan tinja. 3. Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih 3. Perkecualian jarak ini menjadi lebih jauh pada kondisi tanah liat atau berkapur yang terkait dengan porositas tanah. 3. Tidak ada serangga (kecoa. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat lantai jamban 7 . Hal ini misalnya dapat dilakukan dengan menutup lubang jamban atau dengan sistem leher angsa. syarat sebuah jamban keluarga dikatagorikan jamban sehat. KRITERIA JAMBAN SEHAT Menurut WSP (2008) kriterian Jamban Sehat (improved latrine). untuk itu letak lubang penampungan kotoran paling sedikit berjarak 10 meter dari sumur (SPT SGL maupun jenis sumur lainnya). air pembersih dan air penggelontor tidak mencemari tanah di sekitarnya. jika memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Menjaga agar tidak kontak antara manusia dan tinja.

serangga dan binatang-binatang lain serta terlindung dari pandangan orang lain ( tertutup ) 2. Juga agar menghindari kotoran tidak dihinggapi serangga sehingga dapat mencegah penularan penyakit 4. Ventilasi cukup baik. dan 10. Sabun cair untuk cuci tangan sesudah BAK maupun BAB 6. Pembersihan dilakukan minimal 2-3 hari sekali meliputi kebersihan lantai agar tidak berlumut dan licin 8 . Tersedia air dan alat pembersih. berbentuk leher angsa atau memakai tutup yang mudah diangkat 3. Menurut Prof. Cukup penerangan. mudah dibersihkan. Tersedia Alat Pembersih: 5. 5. Luas ruangan cukup. 9. Dr. Sikat lantai untuk memebersihkan jamban 7. Kecukupan Air Bersih: Jamban hendaklah disiram minimal 4-5 gayung. dan Menurut Kumoro ( 1998 ). kriteria jamban sehat yaitu : 1. Mudah dibersihkan. Dilengkapi dinding dan atap pelindung. Lantai kedap air. atau tidak terlalu rendah. untuk itu harus dibuat dari bahan- bahan yang kuat dan tahan lama dan agar tidak mahal hendaknya dipergunakan bahan-bahan yang ada setempat. harus kuat. Soekidjo Notoatmodjo. 8. 6. dengan luas minimal 1x1 meter. Tempat Duduk Kakus: Fungsi tempat duduk kakus merupakan tempat penampungan tinja. Kesehatan Masnyarakat Ilmu Dan Seni. 4. dengan sudut kemiringan yang cukup kearah lubang jamban. Sabun lantai sebagai anti kuman dan untuk mempermudah pembersihan jamban 8. Jamban sebaiknya bangunan jamban terlindung panas dan hujan. bertujuan menghindari penyebaran bau tinja dan menjaga kondisi jamban tetap bersih. aman digunakan. dinding kedap air dan berwarna terang. 7.

9. Secara tersendiri dan ditempatkan di luar atau di dalam rumah dan 9 . 10. berfungsi mengalirkan dan meresapkan cairan yang bercampur tinja. Sebaikya jamban di bangun dilokasi yang tidak mengganggu pandangan dan tidak menimbulkan bau i. Tempat Penampungan Tinja: Adalah rangkaian dari sarana pembuangan tinja yang berfungsi sebagai tempat mengumpulkan kotoran/tinja. sanitasi dan kesehatan meningkat o Keselamatan lebih baik (tidak perlu pergi ke ladang di malam hari) o Menghemat waktu dan uang. menghasilkan kompos pupuk dan biogas untuk energi o Memutus siklus penyebaran penyakit yang terkait dengan sanitasi j. Konstruksi lubang harus kedap air dapat terbuat dari pasangan batu bata dan semen. tingkat ekonomi. Tempat jamban dapat dipilih yang baik. Masalah penyehatan lingkungan pemukiman khususnya pada pembuangan tinja merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan yang perlu mendapatkan prioritas. APA SAJA MANFAAT MENGGUNAKAN JAMBAN? Membangun dan menggunakan jamban dapat memberikan manfaat berikut ini: o Peningkatan martabat dan hak pribadi o Lingkungan yang lebih bersih o Bau berkurang. Penyediaan sarana pembuangan tinja masyarakat terutama dalam pelaksanaannya tidaklah mudah. 11. sehingga menghindari pencemaran lingkungan. kebudayaan dan pendidikan. karena menyangkut peran serta masyarakat yang biasanya sangat erat kaitannya dengan prilaku. PENGETAHUAN DAN TINDAKAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN JAMBAN KELUARGA. Saluran Peresapan: Merupakan sarana terakhir dari suatu sistem pembuangan tinja yang lengkap. sehingga bau dari jamban tidak tercium.

agar tidak kemasukan benda- benda lain. 4. Luas ruangan yang cukup 8.berfungsi untuk melayani 1 sampai dengan 5 keluarga. Cukup penerangan dan sirkulasi udara. miring kearah lobang jongkok. Selain itu dapat menimbulkan pencemaran lingkungan pada sumber air dan bau busuk serta estetika. air bersih dan air penggelontor tidak mencemari tanah sekitar olehnya itu lantai sedikitnya berukuran 1 X 1 meter dan dibuat cukup landai. 10 . Air seni. Tidak berbau tinja dan tidak bebas dijamah oleh serangga maupun tikus. Tidak memncemari sumber air minum 2. Dilengkapi dengan dinding dan penutup 6. hal ini selalu dikerjakan sehabis buang tinja sehingga kotoran tidak tampak lagi. Pemanfaatan jamban keluarga sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan kebiasaan masyarakat. Tujuan program JAGA (jamban keluarga) yaitu tidak membuang tinja ditempat terbuka melaingkan membangun jamban untuk diri sendiri dan keluarga. leher angsa dan lantai jamban digunakan dan dipelihara dengan baik. 7. sedangkan pada jamban cemplung lubang harus selalu ditutup jika jamban tidak digunakan lagi. 5. Penggunaan jamban yang baik adalah kotoran yang masuk hendaknya disiram dengan air yang cukup. 3. muntaber. Jamban keluarga adalah suatu bangunan yang dipergunakan untuk membuang tinja atau kotoran manusia atau najis bagi suatu keluarga yang lazim disebut kakus atau WC. Tersedia air dan alat pembersih. bioskop. Mudah dibersihkan dan aman penggunaannnya. atau untuk melayani orang-orang di tempat-tempat umum (terminal. disentri. typhus. seperti diare. dan sebagainya). Secara periodic Bowl. Syarat jamban yang sehat sesuai kaidah-kaidah kesehatan adalah sebagai berikut : 1. Pembuangan tinja perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan satu bahan buangan yang banyak mendatangkan masalah dalam bidang kesehatan dan sebagai media bibit penyakit. cacingan dan gatal-gatal.

Adukannya terdiri dari semen : pasir = 1 : 6. porselin. didalam jamban tidak ada kotoran terlihat. Untuk itu pilihlah pelat jongkok yang terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan. datar atau miring 2. Arah aliran air tanah 4. tidak ada serangga(kecoa. jarak tepi bawah pintu dari lantai sekitar 5-7. awet. Sifat. dan mudah dibersihkan. Kondisi daerah. Pelat Jongkok Pelat jongkok harus selalu bersih dan licin. macam dan struktur tanah Pemeliharaan jamban keluarga sehat yang baik adalah lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan jarak jamban dan sumber air bersih adalah sebagai berikut : 1. dan sebagainya. bata atau batako. Tinggi rendahnya permukaan air 3. lalat) dan tikus berkeliaran. k. 2. terbuat dari batu kali. Jika semen diganti dengan kapur dan semen merah : pasir = 1 :3:4 3. Ukuran :  Tinggi 1. tersedia alat pembersih dan bila ada kerusakan segera diperbaiki. 4. kedap air. Lantai Lantai beton setebal 10 cm. 11 . Lantai tegel dapat dipasang dengan adukan semen : pasir = 1 : 3. TEMPAT JAMBAN 1.5 cm.80 m. kaca serat. misalnya keramik. Pintu Pintu dapat dibuat dari bambu atau kayu yang dilapisi seng atau aluminium sehingga tidak mudah lapuk. bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban selalu dalam keadaan bersih. Pondasi Umumnya tebal pondasi jamban 20-40 cm dan dalamnya 40 cm.

Tinggi dinding : 1.2. anyaman bambu.00 . dinding dapat dibagi dua:  Bagian bawah dibuat dari bata setinggi 1. kayu/papan. dinding depan 20 cm lebih tinggi supaya atapnya miring ke belakang. Atap Atap jamban berguna sebagai pelindung di waktu hujan dan mencegah air hujan masuk ke dalam pelat jongkok. 8. dan sebagainya. 9.  Lebar 0.5 m supaya pemakaiannya terlindung  Bagian atas dapat dari anyaman bambu atau papan  Dinding bawah setinggi 40-50 cm harus dplester dengan kedap air agar tidak lembab dan mudah dibersihkan. Petunjuk Pemakaian dan Pemeliharaan Jamban yang Dilengkapi dengan Leher Angsa  Sebelum dipakai plat jongkok disiram terlebih dahulu dengan air supaya najis tidak melekat dan penggelontorannya lancar  Jika tidak ada bak penampung air di dalam kakus.65 m. ijuk. 6. daun bambu. Bahan atap misalnya genting. Hal ini untuk menghindarkan gangguan terhadap 12 . 5. maka jarak minimum antara cubluk dan sumur tersebut harus 10 m. atap plastik tembus cahaya. alang-alang. Jarak Cubluk atau Resepan dari Tangki Septik ke Sumur Bila letak cubluk atau resapan dan tangki septik berdekatan dengan sumur. Lubang Angin Lubang angin sangat diperlukan agar selalu terjadi pergantian udara di dalam jamban 7. Untuk menghemat biaya. Dinding Dinding dapat dibuat dari bata/batako. sediakan tempat/ember dengan isi 2 sampai 3 liter  Air hujan jangan dialirkan langsung ke dalam jamban demikian juga air dari kamar mandi.00 m. Kemiringan atap minimum 15 derajat. seng gelombang.

Jika perangkap air kosong. Untuk membersihkan dipakai sedikit air dan bubuk sabun atau abu gosok. Tangki Septik atau Cubluk yang digunakan sebagai tempat pengolahan. periksalah apakah perangkap air kosong atau rusak. karena dapat mengakibatkan adanya tanda yang berbekas. Demikian juga lantai kakus/jamban harus dibersihkan setiap hari.  Perangkap air yang tersumbat dibersihkan dengan belahan bambu dari arah lubang jamban atau jika ada dari lubang/bak pemeriksa di belakang kakus  Jika ada bau busuk dari kakus/jamban. siramkan air kedalam lubang jamban. MODEL JAMBAN SEHAT 1. l. jangan membuang sampah dan kotoran rumah tangga lainnya ke dalam lubang jamban  Jangan membuang puntung rokok yang masih menyala ke lubang jamban.  Pelat jongkok harus dibersihkan dengan sikat yang khusus untuk itu (yang bertangkai).  Untuk menghindarkan tersumbatnya perangkap air. JAMBAN DENGAN PERMUKAAN DITINGGIKAN 13 .

Jamban di daerah banjir lebih mahal daripada jamban jenis lain. oleh karena itu diperlukan bahan yang tahan air. dan bahan bangunan dapat berkurang kekuatannya akibat terendam air. daerah banjir dan pasang surut. Sumur penampung tinja masih dapat dibangun. Jenis jamban ini dapat diterapkan untuk daerah dengan kondisi muka air tanah tinggi. Rumah jamban perlu ditinggikan melebihi permukaan air yang tertinggi. Banyaknya ring beton dan panjangnya pipa akan disesuaikan dengan ketinggian air selama banjir. 2. tetapi di atas tanah. Karena sumur akan penuh selama banjir maka bagian satu-satunya yang “dapat digunakan” dari tangki adalah bagian yang melewati permukaan air banjir. Sumur hendaknya dihubungkan dengan slab dan kloset melalui sejumlah ring beton dan pipa. JAMBAN UNTUK DAERAH BANJIR/ PASANG SURUT/RUMAH PANGGUNG Daerah-daerah yang banjir selama musim hujan memerlukan pendekatan khusus. 14 .

maka dapat dilakukan dengan membangun jamban tipe komunal. Jamban tipe komunal adalah beberapa bangunan jamban keluarga (5-6 jamban keluarga) dapat menggunakan satu sumur penampung tinja (septic tank)) yang dapat dibangun diantara bangunan jamban sehingga setiap jamban dapat melakukan akses yang sama terhadap sumur penampung tinja. Tipe bangunan jamban ini sangat cocok untuk daerah semacam ini karena hanya membutuhkan sedikit lahan. namun untuk sumur penampung tinja dilakukan secara bersama. Pemeliharaan bangunan jamban dapat dilakukan secara individu setiap keluarga. namun dapat memberikan akses jamban kepada beberapa keluarga. 15 . SISTEM SANITASI KOMUNAL UNTUK DAERAH PADAT PENDUDUK Pada wilayah yang padat penduduk sehingga lahan yang dapat digunakan untuk membangun sarana sanitasi sangat terbatas.3.

H. Dr.htm di kunjungi situsnya pada tanggal 07 Novrmber 2009 16 . Cet. Azwar. Mutiara. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Mei. Kesehatan Lingkungan. 1990. FKM-UI Jakarta Riskesdas 2010 http//:Sanitasi Lingkunga. 2003. Kusnoputranto. Soekidjo Notoatmodjo. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Sumber : Prof. Jakarta : Rineka Cipta. A. 2000. ke-2.