You are on page 1of 10

BAB III

TINJAUAN KASUS

3.1. Data Umum


3.1.1. Identifikasi Keluarga
Kecamatan : Kesamben Kepala keluarga : Tn ”S”
Kelurahan : Kedung Betik Nama : Tn ”S”/ Ny ”S”
RT/RW : 8/2 Umur : 25 thn/7 thn
Alamat : Dsn. Kedung Betik Pendidikan : SMA/SMP
Desa Kedung Betik Agama : Islam/Islam
Pekerjaan : Buruh tani/Ibu RT
Penghasilan : Tidak pasti
Jumlah Anggota Keluarga
N Keadaan kesehatan
o Pekerjaan/ pada waktu No.KIA/
Nama JK Umur Hub KK
Sekolah kunjungan pertama/ KB
imunisasi
1 Safi’i L 52 th Suami Tidak Baik
2 Aminah P 40 th Istri sekolah Baik
3 Soliha P 13 th Anak Tidak Baik
4 Soimah P 17 th Istri sekolah Baik
5 Sokip L 25 th Suami/ SMP Baik
menantu SMP
6 Hendrik L 2 bln Anak/cuc SMA Baik
u
-

Tipe keluarga ini adalah keluarga inti, yang paling dominan dalam pengambilan keputusan
adalah ayah sebagai kepala keluarga. Hubungan dalam keluarga cukup harmonis

3.1.2. Denah rumah


Ketarangan :
1. Ruang tamu 4. Dapur
2. Kamar 5. Ruang Keluarga
3. Kamar 6. Kamar mandi

Keterangan :

: Laki-laki
: Perempuan

: Ibu umur 17 th bermasalah dengan kurangnya pemaha man tentang ASI ekslusif
: Garis keturuna
: Garis perkawina
3.1.3. Situasi lingkungan

a. Rumah

Luas : 12 m x 4 m
Jenis rumah : Tersendiri
Letak : Jauh dari vektor
Dinding : Tembok
Atap : Genteng
Lantai : Tekel semi plester
Cahaya : Terang
Ventilasi : Cukup
Jendela : Ada
Kebersihan : Cukup bersih
Jumlah ruangan :3
b. Air minum

Asal : Sumur
Kualitas air : Cukup baik
Konsumsi air : Bersih

c. Pembuangan sampah

Sampah : Dibakar di belakang rumah

d. Jamban dan kamar mandi

Jenis jamban : Cemplung


Jarak dengan sumber air : 6 m
Kebersihan : Cukup
Kamar mandi : Ada

e. Pekarangan dan selokan

Pengaturan : Teratur
Kebersihan : Bersih
Air limbah : Teratur
Tanaman peneduh : Ada
Peralatan pekarangan : Ada

f. Kandang ternak

Bangunan : Tidak punya


Letak :-
Kebersihan :-
3.1.4. Kegiatan keluarga sehari-hari
a. Kebiasaan tidur
Kebiasaan tidur keluarga tidak teratur dan tergantung kepada kemauan masing-masing anggota
keluarga
b. Kebiasaan makan
Makan 3 x/ hari dengan makanan pokok beras (nasi), sayur, lauk. Untuk bayi minum ASI +
pisang dan nasi tim (lumat), keadaan fisik anggota keluarga baik
c. Penggunaan waktu senggang (luang)
 Penggunaan waktu luang oleh ibu digunakan untuk mengasuh bayinua ibu tidak aktif dalam
kegiatan ibu-ibu RT/RW
 Ayah sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, waktu luangnya biasanya digunakan untuk
menonton TV, bercengkrama dengan tetangga
d. Situasi sosial dan budaya
Keluarga mengatakan menjaga kebersihan diri dengan teratur dengan memanfaatkan air sumur.
Kebiasaan keluarga yang dapat menghambat kesehatan yaitu pemberian pisang setelah bayi baru lahir
3.1.5. Keadaan kesehatan keluarga
a. Imunisasi
Bayinya dari sejak lahir sudah mendapatkan imunisasi langsung yaitu hepatitis B
b. Keluarga Berencana
Ibu menggunakan suntik 3 bulan
c. Keadaan gizi keluarga
Pertumbuhan fisik keluarga baik, berat badan sesuai dengan umur
d. Penyakit yang diderita keluarga
Keadaan ibu saat ini baik-baik saja dan tidak ada keluhan begitu juga keadaan bapak sehat, tidak
merokok, keadaan nenek dan kakeknya juga baik
e. Pemanfaatan fasilitas kesehatan
Bila ada anggota keluarga yang sakit dibawa ke Puskesmas yang dekat dengan tempat tinggal.
Pemeriksaan kehamilan dilakukan di bidan baik kelahiran maupun atau proses persalinan
3.2. Data Khusus
3.2.1. Biodata
Nama : Ny ”S”
Umur : 17 tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT
3.2.2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan memberikan pisang + nasi sebagai pendamping ASI
3.2.3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan sejak lahir anaknya langsung diberi ASI dan pisang kepok, sebagai pendamping
ASI karena anaknya sering menangis
3.2.4. Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular dan menahun
3.2.5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan anggota keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menular dan menahun

3.2.6. Pola Kebiasaan Sehari-hari


a. Pola Nutrisi
Makan : + 3 x/hari, menu nasi, lauk, sayur
Minum : + 6-7 gelas /hr, air putih, teh
b. Pola Istirahat
Tidak terjadwal

Siang :
Malam :
c. Pola Eleminasi
BAK : + 3-4 x/hari warna kuning, jernih, bau khas.
BAB : + 1x/hari warna kuning, konsistensi lunak, bau khas.
d. Pola Personal Hygene
Mandi + 2 x/hari, gosok gigi 2 x/hr, ganti pakaian dalam + 2 x/hr
3.2.7. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Postur tubuh : Normal, tidak ada kelainan
TB : 154 cm
BB : 48 kg
Lila : + 23,5 cm
Takanan Darah : 110/70 mmHg Suhu : 36,7 oC
Nadi : 80 x/menit RR : 20 x/menit
a. Inspeksi
: Rambut hitam panjang, tidak rontok, tidak ada ketombe, bersih
: Tidak pucat, tidak oedem.
: Simetris, konjungtiva merah muda, sklera tidak icterus, tidak oedem
: Bersih, tidak ada sekret, tidak ada polip.
gigi : Simetris, bersih, tidak stomatitis, tidak ada caries
: Tidak ada pembesaran kelenjar tiriod dan tidak ada pembendungan vena jugularis
ayudara : Simetris, tidak ada retraksi interoostae, payudara membesar, hyperpigmentasi pada areola, dan
puting susu bersih
en : Terdapat linea nigra, striealbican, tidak ada luka bekas operasi
ng : Tidak ada kelainan
ia : Bersih, tidak oedem, tidak ada condiloma akuminata
: Tidak ada hemoroid
as & bawah : Simetris, tidak oedem -/-, tidak ada gangguan pergerakan
b. Palpasi
Leher : Tidak ada perbesaran kelenjar tiroid dan tidak ada pembendungan vena jugularis
Ketiak : Tidak ada benjolan
Payudara : Colostrum +/+, tidak ada benjolan abnormal
Abdomen : Tidak ada pembesaran hati, turgor kulit baik
c. Auskultasi
Dada : Tidak ada ronchi dan wheezing
d. Perkusi
Abdomen : Tidak kembung
3.2.8. Analisis Data
Masalah kesehatan yang dialami oleh keluarga Tn ”S” disebabakan oleh faktor
ketidaktahuan/ketidak pahaman, hal ini terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan keluarga dan
didukung dengan usia ibu yang terlalu muda, disamping itu ditunjang oleh faktor lingkungan,
sosial, budaya, masyarakat dan keluarga, tetapi meskipun begitu ibu sudah menyadari bahwa
tenaga kesehatan yaitu bidan berperan penting dalam mencapai kesehatan keluarga. Hal ini dapat
dilihat pada ibu sudah/telah melahirkan dan ditolong oleh bidan dan anaknya juga mendapatkan
imunisasi dari bidan. Namun sanitasi lingkungan keluarga kurang memenuhi syarat kesehatan,
hal ini merupakan ancaman kesehatan, terhadap keluarga. Demikian pula pandangan ibu tentang
ASI ekslusif pada bayi akan dapat mempengaruhi kesehatan bayi
Tingkat pendidikan yang rendah dan adat kebiasaan yang melekat merupakan hambatan
yang berat yang harus dihadapi oleh tenaga kesehatan dalam membina perawatan kesehatan pada
keluarga Tn ”S”. Oleh karena itu intervensi yang pertama yang harus dilakukan oleh tenaga
kesehatan adalah melakukan penyuluhan kesehatan pada keluarga untuk mengubah perilaku
keluarga yang dilakukan secara berhadap dalam membangkitkan motivasi ibu dalam
memberikan ASI secara ekslusif. Serta penyuluhan tentang pentingnya gizi pada kelhidupan
keluarga sehingga membawa hasil yang nyata dan dirasakan manfaatnya oleh keluarga sendiri
sehingga timbul kemandirian keluarga dalam memelihara keluarga.
3.2.9. Perumusan Masalah
Dari data-data diatas dan hasil analisa yang sederhana, maka permasalahan yang timbul
dalam keluarga Tn ”S” yang disebabkan faktor ketidaktahuan dan ketidakmampuan keluarga
dalam menjalankan tugas keluarga dalam bidang kesehatan sehingga timbul masalah-masalah
keluarga sebagai berikut :
1. Kurangnya pemahaman tentang ASI ekslusif
2. Status ekonomi rendah
3. Kesehatan Lingkungan.
3.2.2 Prioritas Masalah
Untuk mengatasi masalah pada keluarga Tn ”S” secara keseluruhan tidak mungkin, oleh
karena itu dilakukan prioritas masalah kesehatan, dimana masalah kesehatan dan kebidanan yan
mengancam kesehatan keluarga itulah yang menjadi prioritas utama.
Agar dapat melakukan prioritas keluarga secara tetap, maka dilakukan pembobotan
dengan sebagai berikut :
 Kurangnya pengetahuan tentang ASI ekslusif

No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran


Sifat Masalah
Ancaman kesehatan bagi bayi,
1. ancaman 2/3 x1 2/3
bila MP-ASI terus diberikan
kebersihan
Kemungkinan
Keluarga menyadari masalah
2. masalah dapat di ½x2 2/2 = 1
dapat diubah karena selama
ubah sebagian
Potensi masalah Keluarga menyadari masalah
3. untuk dicegah : 2/3 x 1 2/3 cukup mudah diubah karena
cukup. adanya penyuluhan yang telah
diberikan ibu diharapkan bisa
mengerti
Menonjolnya Keluarga menganggap masalah
masalah. kurangnya pengetahuan tentang
4. Masalah berat 2/2 x 1 1 ASI ekslusif merupakan
harus segera masalah yang harus segera
ditangani ditangani
Jumlah Skor 3 1/3

 Status Ekonomi Rendah


No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
Keluarga menyadari bahwa
Sifat Masalah masalah status ekonomi rendah
1. 1/3 x1 1/3
Keadaan sejahtera dapat mempengaruhi
kesejahteraan keluarga.
Keluarga menyadari bahwa
Kemungkinan masalah sosial ekonomi dapat
½
2. masalah dapat di ½x2 sebagian di ubah dengan
ubah peningkatan penghasilan
keluarga.
Keluarga menyadari masalah
Potensi masalah
sosial ekonomi rendah cukup
3. untuk diubah CKP 2/3 x 1 2/3
bisa dicegah dengan
meningkatkan penghasilan.
Penonjolan
Keluarga menganggap masalah
masalah ada
4. ½x1 ½ sosial ekonomi tidak harus
masalah tapi tidak
segera ditangani.
perlu ditangani
Jumlah Skor 2½

 Kesehatan Lingkungan

No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran


Sifat Masalah Kesehatan lingkungan dapat
1. 2/3 x1 2/3
Ancaman kesh mengancam kesehatan.
Kemungkinan
0 Keluarga tinggal dalam
2. masalah dapat di 0/2 x 2
lingkungan yang kumuh
ubah
3. Potensi masalah 1/3 x 1 1/3 Keluarga sulit untuk mengubah
untuk dicegah keadaan (tempat tinggal tetap).
Penonjolan
masalah. Keluarga sadar masalah
4. Ada masalah tapi ½x1 ½ keshling tidak dapat ditangani
tidak perlu segera.
ditangani

Jumlah Skor 1 5/6

Berdasarkan hasil pembobotan masalah diatas, maka urutan prioritas masalah kesehatan dan
keperawatan pada keluarga Tn. ”S” dapat disusun sebagai berikut :
Prioritas 1 : Kurangnya pemahaman tentang ASI ekslusif
Prioritas 2 : Sosial Ekonomi rendah.
Prioritas 3 : Kesehatan Lingkungan.
3.2.10. Rencana Tindakan dan Evaluasi Perawatan Keluarga
Data : Ibu mengatakan sejak lahir anaknya sudah diberi pisang untuk pendamping ASI
Masalah : Kurang mengerti dan memahami tentang pemberian ASI ekslusif
Tujuan : Setelah dilakukan penyuluhan tentang pemberian ASI ekslusif keluarga mengerti tentang arti
pentingnya pemberian ASI ekslusif
1. Ibu mengerti tentang keuntungan ASI bagi bayi
2. Keluarga mengerti tentang keuntungan meneteki bagi ibu
3. Keluarga mengerti tentang hal-hal yang perlu diperhatikan waktu meneteki
4. Keluarga mengerti pola pemberian makanan anak 0-24 bulan
5. Keluarga dapat mengetahui tentang makanan bagi ibu menyusui
Rencana :
Memberikan penyuluhan tentang :
- ASI dan manfaatnya
- Pola makanan bayi dan ibu menyusui
- Hal-hal yang perlu diperhatikan waktu meneteki
Tindakan :
Tanggal : 16 Maret 2006 Jam : 10.00 WIB
Memberikan penyuluhan tentang
- ASI dan manfaatnya
- Pola makanan bayi dan ibu menyusui
- Hal-hal yang perlu diperhatikan waktu meneteki
Evaluasi
S : Keluarga mengatakan memahami apa yang dijelaskan oleh petugas kesehatan
O : Keluarga kooperatif terhadap penjelasan yang diberikan oleh petugas kesehatan dan ingin
membahas dulu dengan keluarga
A : Rencana belum berhasil
P : Mengadakan kunjungan rumah 1 minggu lagi