You are on page 1of 11

MAKALAH FARMASI KLINIS

“ MENGEVALUASI KASUS DAN KERASIONALAN PERESEPAN “

Oleh :

Ahmad Ridho M (161251487)

Dwi Purwanti (16125 )

Jordy Nurria (161251519)

M.Nuril Ardli (161251540)

M.Risa Widi S (161251556)

Vita Anggraeni (161251575)

AKADEMI FARMASI JEMBER

Jl. Pangandaran No. 42 Antirogo - Jember

Telp. (0331) 338 884

2016 – 2017
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah Yang Maha Esa yang
telah memberikan rahmat dan karunia-Nya serta nikmat yang tiada hentinya kepada
manusia. Terutama nikmat iman dan akal yang menjadikan manusia sebagai makhluk
yang paling sempurna. Dengan nikmat akal tersebutlah kita dituntut untuk dapat
memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya tanpa menyimpang dari perintah-Nya. Karena
berkat rahmat dan karunia-Nya, telah dapat diselesaikan penyusunan Makalah Farmasi
Klinis “Mengevaluasi Kasus dan Kerasionalan Peresepan”.

Makalah ini menurut uraian tentang ketepatan obat yang digunakan serta
mengevaluasi terapinya serta mengetahui indikasinya. Makalah ini kami susun guna
sebagai pembelajaran kami pada mata kuliah “ Farmasi Klinis “ dengan dosen pengasuh
Ibu Rosida. Terima kasih.
 SUBYEKTIF

Nama : An.Satria

Umur : 11 Tahun

Jenis Kelamin : Laki laki

Keluhan : Sakit radang tenggorokan

 OBJEKTIF

R/ Paracetamol

Ibuprofen

CTM

Metilprednisolon

 ASESMENT

Pemilihan obat tidak tepat dikarenakan penggunaan obat anti nyeri / anti
piretiknya ada 2 macam

 PLANNING
1. Menggunakan obat analgetik dan antipiretiknya satu macam saja
2. Penggunaan antihistamin seharusnya tidak perlu

 Konsultasi,Informasi,Edukasi Pasien (KIE)


1. Memberikan informasi kepada pasien tentang obat yang harus diminum
seperti aturan pakai.
2. Menyampaikan efek samping terhadap pasien mengenai obat yang
dikonsumsi.
3. Memberikan informasi tentang pencegahan penyakit serta makanan yang
tidak boleh dikonsumsi.
4. Bila sakit berlanjut segera konsultasi ke dokter.
 MONITORING DAN TIDAK LANJUT

Monitoring dilakukan setelah penggunaan obat

 KESIMPULAN

Resep tersebut tidak rasional dikarenakan penggunaan obat ganda sebaiknya


memilih salah satu saja dan sebaiknya pasien tidak perlu diberikan
antihistamin.

ANALISA KERASIONALAN OBAT

1. TEPAT INDIKASI

KETERANG
NAMA OBAT INDIKASI MEKANISME KERJA
AN
Paracetamol - Sebagai Parasetamol adalah drivat Tepat
antipiretik/analgesi p-aminofenol yang Indikasi
k, termasuk bagi mempunyai sifat
pasien yang tidak antipiretik / analgesik.
tahan asetosal. Sifat antipiretiknya
- Sebagai analgesik, disebabkan oleh gugus
misalnya untuk aminobenzen dan
mengurangi rasa mekanismenya diduga
nyeri pada sakit berdasarkan efek sentral.
kepala, sakit gigi, Sifat analgesik
sakit waktu haid Parasetamol dapat
dan sakit pada otot. menghilangkan rasa nyeri
- Menurunkan ringan sampai sedang.
demam pada Sifat antiinflamasinya
influenza dan sangat rendah sehingga
setelah vaksinasi. tidak digunakan sebagai
antirematik. Pada
penggunaan per oral
Parasetamol diserap
dengan cepat melalui
saluran cerna. Kadar
maksimum dalam plasma
dicapai dalam waktu 30
menit sampai 60 menit
setelah pemberian.
Parasetamol diekskresikan
melalui ginjal, kurang dari
5% tanpa mengalami
perubahan dan sebagian
besar dalam bentuk
terkonjugasi. Sifat
analgesik parasetamol
dapat menghilangkan rasa
nyeri ringan sampai
sedang. Sifat
antiinflamasinya sangat
lemah sehingga sehingga
tindak digunakan sebagai
antirematik.
Ibuprofen Karena efek analgesik dan Ibuprofen merupakan Tidak tepat
antiinflamasinya maka derivat asam fenil indikasi
dapat digunakan untuk propionat dari kelompok
meringankan gejala-gejala obat antiinflamasi non
penyakit rematik tulang, steroid. Senyawa ini
sendi dan non-sendi. bekerja melalui
• Juga dapat digunakan penghambatan enzim
untuk meringankan gejala- siklo-oksigenase pada
gejala akibat trauma otot biosintesis prostaglandin,
dan tulang/ sendi (trauma sehingga konversi asam
muskuloskeletal). arakidonat menjadi PG-G2
• Karena efek terganggu.
analgesiknya maka dapat
digunakan untuk
meringankan nyeri ringan
sampai sedang antara lain
nyeri pada dismenore
primer (nyeri haid), nyeri
pada penyakit gigi atau
pencabutan gigi, nyeri
setelah operasi, sakit
kepala.
CTM Pengobatan pada gejala- Chlorpeniramin maleat Tidak tepat
gejala alergis merupakan antihistamin indikasi
seperti: bersin, rinorrhea, H1 , bekerja secara
urticaria, pruritis, dll. antagonis kompetitif
terhadap efek histamin
pada reseptor H1.
Metylprednisolon Abnormalitas fungsi Methylprednisolone Tepat
adrenokortikal, penyakit bekerja dengan menduduki Indikasi
kolagen, keadaan alergi reseptor spesifik dalam
dan peradangan pada kulit sitoplasma sel yang
dan saluran pernafasan responsif. Ikatan steroid-
tertentu, penyakit reseptor ini lalu berikatan
hematologik, dengan DNA yang
hiperkalsemia sehubungan kemudian mempengaruhi
dengan kanker sintesis berbagai protein.
Beberapa efek penting
yang timbul akibat ini
yaitu berkurangnya
produksi prostaglandin dan
leukotrien, berkurangnya
degranulasi mast cell,
berkurangnya sintesis
kolagen dan lain-lain.

2. TEPAT OBAT
NAMA OBAT DRUG OF CHOICE KETERANGAN
Paracetamol Paracetamol Tepat obat
Ibuprofen - Tidak tepat obat
CTM - Tidak tepat obat
Methylprednisolon Methylprednisolon Tepat obat

3. TEPAT PASIEN
NAMA OBAT KONTRA INDIKASI KETERANGAN
Paracetamol - Hipersensitif terhadap Tepat pasien
paracetamol dan
defisiensi glokose-6-
fosfat dehidroganase.
- tidak boleh digunakan
pada penderita dengan
gangguan fungsi hati.
Ibuprofen - Penderita dengan ulkus Tidak tepat pasien
peptikum yang berat dan
aktif
- penderita dengan riwayat
hipersensitiv terhadap
ibuprofen dan NSAID
lainnya, kehamilan tiga
bulan terakhir

CTM - Serangan asma akut, Tidak tepat pasien


bayi prematur.
Methylprednisolon - Infeksi jamur sistemik Tepat pasien
dan pasien yang
hipersensitif
- Pasien yang sedang
diimunisasi
- Pemberian kortikosteroid
yang lama merupakan
kontra indikasi pada
ulkus duodenum dan
peptikum,penderita
dengan riwayat penyakit
jiwa, herpes

4. TEPAT REGIMENT OBAT


NAMA OBAT REGIMENT YANG DISARANKAN
Paracetamol - Dewasa: 500 mg (1 tablet) 3 – 4 kali
sehari
- Anak:
• 3 bulan – 1 tahun : 60 – 120 mg (2,5
– 5 ml sirup) 3 – 4 kali sehari
• 1 – 6 tahun : 120 – 240 mg (5 – 10
ml sirup) 3 – 4 kali sehari
• > 6 tahun : 250 – 500 mg (1/2 – 1
tablet) 3 – 4 kali sehari
Ibuprofen -Untuk analgesik dan anti inflamasi
dosis yang dianjurkan sehari 3-4 kali
400mg.

CTM -Dewasa 3-4 kali sehari 1 tablet


-Anak – anak 6-12 tahun
3-4 kali sehari ½ tablet
Methylprednisolon -Dewasa
Dosis awal bermacam macam dari 4-
48 mg perhari, dosis tunggal maupun
terbagi tergantung kedaan penyakit
-Anak anak
Insufisiensi adrenokortikal :
Oral 0,117 mg/kg BB atau 3,33
mg per m2 luas permukaan
tubuh sehari dalam dosis dibagi
menjadi tiga

5. WASPADA EFEK SAMPING


NAMA OBAT EFEK SAMPING
Paracetamol - Kasus terjadinya thrombocytopenic purpura dan
haemolytic anaemia dan agranulocytosis pernah
tercatat.
- Dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati.
- Hepatik nekrosis kronis pernah dilaporkan pada
penderita yang menggunakan parasetamol dengan
dosis teraputik hariannya selama 1 tahun, tetapi suatu
penilaian kembali dari sekelompok penderita dengan
chronic active hepatitis gagal membuktikan
perbedaan-perbedaan pada kelainan fungsi hati pada
penderita yang menggunakan parasetamol dalam
jangka panjang, maupun tidak menunjukkan
perbaikan setelah parasetamol dihentikan.
- Efek nefrotoksik jarang terjadi pada dosis teraputik
parasetamol yang dianjurkan, kecuali pada
pemakaian jangka panjang pernah dilaporkan.
Ibuprofen - pencernaan termasuk mual, muntah, gangguan
pencernaan, diare, konstipasi dan nyeri lambung.
- Juga pernah dilaporkan terjadi ruam pada kulit,
bronchospasme (penyempitan bronkus),
trombositopenia (penurunan sel pembeku darah).
CTM Sedasi, gangguan gastro intestinal, efek muskarinik,
hipotensi, kelemahan otot, tinitus, eufria, sakit
kepala, merangsang susunan saraf pusat, reaksi
alergi, kelainan darah
Methylprednisolon Efek samping biasanya terlihat pada pemerian
jangka panjang atau pemberian dalam dosis besar,
misalnya gangguan elektrolit dan cairan tubuh,
kelemahan otot, resistensi terhadap infeksi menurun,
gangguan penyembuhan luka ,osteoporosis, tukak
lambung