You are on page 1of 8

LAPORAN PRAKTIKUM

SISTEM OPERASI

MEMORY MANAGEMENT

OLEH:

ZAHRA KHAERUNNISA

600/Pra-MIKP/55/2018

lalu seluruh proses akan dialokasikan pada satu dari partisi yang tersedia. Contiguous memory management dengan menggunakan partisi berukuran tetap (fixed-size partition) dan aturan first fit Memori dibagi menjadi partisi-partisi berukuran tetap. partisi pertama yang dapat memuat proses akan dipilih. a. Pada aturan first fit. Proses P1 . Membuat memory management dengan menggunakan partisi berukuran tetap (fixed-size partition) dan aturan first fit b.A. Membuat proses sebanyak 3 buah proses 1.

Proses P2 3. Proses P3 c. 2. Membuat partisi memori Partisi Proses Alamat awal Unit ukuran Proses Unit ukuran @4 10 P1 5 @14 5 P2 10 @19 4 P3 3 @23 15 @38 10 @48 14 .

tapi tidak efisien. . Tetapi kita dapat melihat bahwa dengan menggunakan metode ini banyak sumber daya yang terbuang hanya karena partisi berukuran besar dan proses berukuran lebih kecil sehingga masih banyak sisa pada partisi tersebut. Mulai menjalankan 2. Jika tidak maka sistem akan memeriksa proses selanjutnya 7. Berlanjut sampai proses selesai Sistem akan melakukan pemeriksaan ukuran partisi dan ukuran proses sehingga sebuah proses dapat diselesaikan dengan cepat menggunakan proses tersebut.d. System akan melakukan pengulangan sebanyak jumlah partisi yang ada 3. Pembahasan Proses akan dialokasikan sesuai dengan urutan pada tabel Keterangan: Aturan first fit dapat menyelesaikan masalah secara cepat. partisi dapat menjadi lebih besar dari proses dan akan menimbulkan fragmentasi internal. Hasil e. Kemudian system akan memeriksa jika ukuran partisi memori lebih besar dari ukuran proses 5. Jika ya maka sistem akan menyematkan proses yang terjadi ke partisi memori sekarang 6. Kemudian akan melakukan pengulangan sebanyak proses yang ada 4. Dengan menggunakan fixed-size partition dan aturan first fit saat simulasi dijalankan system akan melakukan tahapan berikut: 1.

Contiguous memory management dengan menggunakan partisi berukuran tetap (fixed-size partition) dan aturan best fit Memori dibagi menjadi partisi-partisi berukuran tetap. Kemudian akan melakukan pengulangan sebanyak proses yang ada . Partisi Proses Alamat awal Unit ukuran Proses Unit ukuran @4 10 P1 5 @14 5 P2 10 @19 4 P3 3 @23 15 @38 10 @48 14 a.B. Hasil b. Pada aturan best fit. lalu seluruh proses akan dialokasikan pada satu dari partisi yang tersedia. partisi terbaik (yang ukurannya sama atau hampir sama) yang dapat memuat proses akan dipilih. Mulai menjalankan 2. System akan melakukan pengulangan sebanyak jumlah partisi yang ada 3. Pembahasan Dengan menggunakan fixed-size partition dan aturan best fit saat simulasi dijalankan system akan melakukan hal berikut: 1.

Page dari proses lalu dialokasikan pada frame memori yang kosong. memori lalu dibagi menjadi beberapa frame berukuran sama. . 4. Berlanjut sampai proses selesai Jadi sistem akan melakukan pemeriksaan ukuran partisi dan ukuran proses dan disesuaikan ukurannya. Kemudian sistem memeriksa Jika ukuran partisi memori lebih besar dari ukuran proses atau partisi memori sama dengan ukuran proses 5. Jika ya maka sistem akan menyematkan proses yang terjadi ke partisi memori sekarang 6. Hal ini menyebabkan sebuah sebuah proses mungkin berjalan lebih lambat. Jika tidak maka sistem akan memeriksa proses selanjutnya 7. C. tapi ini juga mengurangi pembuangan sumber daya yang tidak perlu oleh sistem. Pagination (ukuran page 2 unit) Proses akan dibagi menjadi beberapa page dengan ukuran tetap (contohnya adalah 2 unit).

Hasil .a.

Selama menyelesaikan proses jika masih ada proses lain sistem dapat membuang proses yang sudah selesai sehingga proses lain tersebut dapat memakai sumber daya yang ada. Hal ini akan menyebabkan proses berjalan lebih lambat tapi efektif karena selain sumber daya yang terbuang kecil. .b. Pembahasan Dengan menggunakan pagination 2 size sistem akan melakukan partisi terhadap ukuran proses dan disetarakan dengan ukuran partisi memori. sistem akan mengurangi beban memori dengan membuang proses yang sudah selesai.