You are on page 1of 17

LAPORAN PRAKTIKUM

OPERASI TEKNIK KIMIA II
“EQUILIBRIUM STILL”

GROUP : A
Wiki Aditya Putra 1631010068
Elok Putri Rachmawati 1631010090

Tanggal Percobaan : 13 September 2018

LABORATORIUM RISET DAN OPERASI TEKNIK KIMIA
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UPN “VETERAN”JAWA TIMUR
SURABAYA
2018

Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton Dalam percobaan kali ini terdapat beberapa prosedur yang harus dilakukan antara lain siapkan labu destilasi dengan larutan biner (air-asam asetat) pada konsentrasi tertentu. Dalam penyulingan.1 Latar Belakang Proses perpindahan massa merupakan salah satu proses yang cukup penting. Salah satu proses tersebut adalah distilasi yang merupakan proses pemisahan campuran cair-cair menjadi komponen-komponennya dengan berdasarkan pada perbedaan kemampuan atau daya penguapan komponen-komponen tersebut. LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR BAB I PENDAHULUAN I. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. selanjutnya biarkan beberapa menit sampai keadaan steady (catat suhu dalam keadaan konstan ini). campuran zat dididihkan sehingga menguap. kemudian ambil sample dari bagian atas (distilat) yang keluar melewati kondensor dan sample dari labu (residu) pada saat yang bersamaan sekitar 15cc biarkan dingin dan kemudian ambil 5cc untuk penentuan konsentrasinya (titrasi dengan NaOH 1N) dan ulang percobaan dengan variasi konsentrasi umpan. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan. dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Peprindahan massa merupakan peristiwa yang dijumpai hampir dalam setiap operasi dalam kegiatan teknik kimia. Distilasi batch adalah salah satu di antara proses-proses tersebut.. lalu panaskan larutan hingga mencapai titik didihnya dan terbentuk distilat. Adanya perbedaan kemampuan penguapan antara komponen-komponen tersebut dikenal sebagai volatilitas relatif. Dalam percobaan ini terdapat beberapa tujuan antara lain untuk memperoleh data kesetimbangan larutan biner ( air-asam asetat )serta untuk menentukan harga relative volatilitas larutan biner ( air-asam asetat ) dan PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 1 .

vs fase liquid dan grafik antar fase uap. Untuk menentukan harga relative volatilitas larutan biner (air-asam asetat ). 2. I. vs fase liquid. LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR untukmengetahui cara kerja proses destilasi.3 Manfaat Percobaan 1. liquid vs temperatur. 2. 3. Praktikan dapat membuat grafik antara fase uap.2 Tujuan Percobaan 1. Untuk membuat grafik konsentrasi fase uap (X) dan konsentrasi fase cair (Y). I. PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 2 . untuk mengetahui metode yang digunakan untuk memisahkan larutan biner. liquid vs temperatur. Praktikan dapat membuat grafik antara fase uap. Praktikan dapat mengetahui metode yang digunakan untuk memisahkan larutan biner. 3. Serta untuk dapat membuat grafik antar fase uap. Untuk memperoleh data kesetimbangan larutan biner ( air-asam asetat ).

1 Secara Umum Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan atau didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. maka akan terjadi kondisi didih. Jika campuran berada pada fasa uap didinginkan. 2. masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Pembagian Destilasi Berdasarkan komponen penyusunnya terbagi menjadi dua. LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. II. Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton. yaitu : 1. Destilasi system multi komponen (Murni. b. maka pada saat tekanan uap yang dihasilkan campuran tersebut sama dengan tekanan sistem. Destilasi sistem biner Teori dasar destilasi biner : a. Dalam penyulingan. maka pada kondisi tekanan uap pada campuran tersebut sama dengan tekanan sistem.1. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. kondisi ini disebut titik didih (bubble point). Kondisi ini disebut titik embun (daw point).1. 2013) 1. Jika suatu campuran biner pada suasana liquid dipanaskan pada tekanan konstant . Destilasi system biner 2. campuran zat dididihkan sehingga menguap. maka campuran tersebut akan mengembun. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan. dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Destilasi sistem multi komponen PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 3 .

Jumlah tahap kesetimbangan d. LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR Perhitungan destilasi multi komponen lebih rumit dibandingkan dengan perhitungan destilasi biner karena tidak adapat digunakan secara grafis. Metode MESH dengan program komputer (Lestari. cairan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Proses Destilasi Destilasi adalah cara pemisahan zat cair dari campurannya berdasarkan perbedaan titik didih atau berdasarkan kemapuan zat untuk menguap.1. Saat suhu dipanaskan. 2014) II. Air pada kondensor dialirkan dari bawah ke atas. Pada kondensor digunakan air yang mengalir sebagai pendingin. Dimana zat cair dipanaskan hingga titik didihnya. serta mengalirkan uap ke dalam alat pendingin (kondensor) dan mengumpulkan hasil pengembunan sebagai zat cair. Tekanan sistem c. dilakukan dengan metode pintas ( Shortcut Calculation ). Uap ini akan dialirkan dan kemudian PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 4 . Lokasi umpan masuk 2) Perhitungan tahap demi tahap dilakukan dengan metode eksak yang merupakan penyelesaian banyak persamaan aljabar : a. hal ini bertujuan supaya air tersebut dapat mengisi seluruh bagian pada kondensor sehingga akan dihasilkan proses pendinginan yang sempurna. Memperkirakan komposisi produk atas dan bawah b. Metode sederhana dengan kalkulator b. Bila destilasi melibatkan C komponen dengan N buah tahap kesetimbangan maka jumlah persamaan yang terlibat dalam perhitungan adalah N × C persamaan neraca massa. N × C relasi kesetimbangan dan N persamaan neraca energi.2. Dasar perhitungannya adalah penyelesaian persamaan-persamaan neraca massa. Perhitungan destilasi multi komponen dilakukan dengan 2 tahap : 1) Perhitungan awal. neraca energi dan kesetimbangan secara simultan. Perhitungan awal digunakan untuk analisis kualitatif dari suatu kolom distilasi atau perhitungan awal rancangan dengan tujuan: a.

maka pemisahnya hanya akan terjadi sebagian. Tujuan dari destilasi adalah pemurnian zat cair pada titik didihnya dan memisahkan cairan dari zat padat. (Gustireza. Karena apabila terjadi kebocoran distilat yang terbentuk menjadi lebih sedikit karena ada sebagian uap yang keluar dari rangkaian ditilasi. dengan adanya batu didih maka gelembung-gelembung udara tadi diserap oleh pori-pori batu didih dan dikeluarkan kembali dalam bentuk gelembung udara yang lebih kecil sehingga dapat mencegah terjadinya ledakan pada labu distilasi. Labu distilasi tidak hanya di isi dengan sample tetapi ditambahkan juga batu didih yang akan mencegah terjadinya proses bumping pada saat pemanasan. (Winkle. Destilasi adalah sebuah aplikasi yang mengikuti prinsip-prinsip ”Jika suatu zat dalam larutan tidak sama- sama menguap. di asumsikan bahwa semua komponen yang berada pada fase cair dan fase uap berada pada keadaan keseimbangan yaitu suhu dan tekanan konstan. 2013) Dalam kesetimbangan destilasi. LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR didinginkan sehingga kembali menjadi cairan yang ditampung pada wadah terpisah. maka uap larutan akan mempunyai komponen yang berbeda dengan larutanaslinya”. pastikan antara sambungan bagian yang satu dengan sambungan bagian yang lainnya tidak terjadi kebocoran. Apabila yang diinginkan adalah bagian bagian campurannya yang tidak teruapkan dan bukan destilatnya maka proses tersebut dinamakan pengentalan dengan evaporasi. Zat yang titik didihnya lebih tinggi masih tertinggal pada wadah semula. akan tetapi destilat atau produk akan menjadi kaya pada suatu komponen dari pada larutan aslinya. Pada percobaan distilasi rangkaian alat juga perlu diperhatikan. Kondensat yang jatuh sebagai destilat dan bagian cair yang tidak menguap sebagai residu. Pada saat labu distilasi dipanaskan maka akan terbentuk gelembung-gelembung udara yang besar. pemisahan dapat terjadi sempurna. Prinsip dari destilasi adalah penguapan dan pengembunan kembali uapnya dari tekanan dan suhu tertentu. Jika salah satu zat menguap dan yang lain tidak. Uap yang dikeluarkan dari campuran disebut sebagai uap bebas. Tetapi jika kedua zat menguap tetapi tidak sama. 1967) PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 5 .

Beberapa cara untuk membuat kurva keseimbangan. (Mc. Hukum Henry dan Ratio Keseimbangan Uap- liquid. LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR Destilasi dapat di lakukan dengan menggunakan salah satu dari dua metode. temperature. atau dapat pula dinyatakan dengan grafik antara konsentrasi fasa uap (y) vs konsentrasi fasa liquid (x). Cabe. antara lain dengan : Hukum Roult. Salah satu dari metode ini dapat dilakukan sebagai proses kontinu atau sebagai proses batch. F = Jumlah derajad kebebasan C = Jumlah komponen P = Jumlah fasa PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 6 . Data keseimbangan umumnya dinyatakan dengan dengan temperature dan konsentrasi pada tekanan konstan. Sebagai data dasar dalam penyelesaian persoalan distilasi adalah data keseimbangan antara fasa liquid dan fasa uap dari sistem yang didistilasi. maka ada 4 variabel dalam system ini yaitu tekanan. Relative Volatilitas. Metode kedua di dasarkan pada kembainya bagian kondensat ke kondisi yang masih dalam kondisi sedemikian sehingga cairan yang kembali ini di bawa ke dalam kontak dengan uap menuju kondensor. 1993) Proses pemisahan larutan biner (dua komponen) secara distilasi sering dijumpai dalam industri. konsentrasi A dalam liquid (x) dan konsentrasi A dalam fasa uap (y). Suatu kesetimbangan uap-liquida sangat ditentukan oleh hukum fasa. Untuk sistem dua komponen A dan B (biner) dimana A adalah komponen yang lebih volatile ada pada kedua fasa. yang dirumuskan sebagai berikut : F = C – P + 2…………………(1) Dimana . Metode pertama di dasarkan pada produksi uap dengan memanaskan campuran cair untuk dipisahkan dan mengembunkan uap tanpa membiarkan cairan apapun kembali kemudian disertai refluks.

maka ada 4 variabel yang berpengaruh dalam sistem ini....569 b. YA = mole fraksi komponen A dalam liquida PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 7 ... dimana komponen A adalah yang lebih volatile dari pada komponen. YA    A A PA  PB PA X A  PB (1  X A ) PB ……………... Dengan Vapour – Liquida Equilibrium Ratio Apabila fasa liquida dan uap tidak mengikuti hukum Roult... LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR Pada percobaan equilibrum still... maka dapat digunakan "Vapour – Liquida Equilibrum Ratio". dimana 1  KB XA  K A  K B ……………………(2) Harga K dapat diperoleh dengan cara perhitungan thermodinamika tergantung pada suhu dan tekanan sistem.. Ada beberapa cara untuk membuat kurva kesetimbangan. Data kesetimbangan biasanya dinyatakan dengan temperatur dan konsentrasi pada tekanan konstan atau dapat pula dinyatakan dalam grafik antara konsentrasi fasa uap ( Y ) vs konsentrasi fasa liquida ( X ). yaitu Tekanan ( P )... PA PA X A P X Sedangkan..... Komponen A dan B. diperoleh hasil F = 2 – 2 + 2 =2... jadi untuk penerepan persamaan di atas adalah C=2 dan P=2 sehingga jika dimasukan ke dalam persamaan diatas.(4) Dimana... Temperatur ( T ). Untuk harga K dapat dilihat pada perry 3 rd ed. yang di bicarakan adalah sistem biner.. Dengan Hukum Roult Berdasarkan hukum Roult untuk larutan ideal dan biner PA = PAo x XA.. Konsentrasi komponen A dalam fasa liquida ( X ) dan konsentrasi komponen A dalam uap ( Y )... P. antara lain : a.. K yang dirumuskan sebagai YA = KA x XA.(3) PA = tekanan partial komponen A dalam uap PAo = tekanan uap murni komponen A pada suhu yang sama XA = mol fraksi komponen A dalam liquida..

LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR P = tekanan total sistem Karena tekanan uap komponen tergantung pada temperaturnya. d.(5) Y* = mole fraksi komponen dalam fase uap / vapour X* = mole fraksi komponen dalam fasa liquida. c. hukum Henry ini berlaku dengan baik bila harga XA kecil dan sebaliknya hukum Henty akan berlaku dengan baik bila harga XB kecil.. 2017) PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 8 . Dengan Hukum Henry Hukum lain yang hampir sama dengan hukum Roult adalah hukum Henry.(6) Dimana : PA = tekanan partial komponen A N = konstanta Henry pada suhu tertentu XA = mole fraksi A Pada kenyataanya. PA = H x XA…………………………………………. Ratio konsentrasi A dan B dalam satu fase terhadap yang lainya disebut relative volatility. maka untuk larutan yang dianggap ideal dapat di gambarkan kurva keserimbangan. Dengan Relative Volatile Merupakan salah satu pengukuran secara numerik yang disebut faktor pemisahan atau dalam kasus distilasi disebut relative volatile. Y * (1  Y *) Y * (1  X *)   X* X * (1  Y *) (1  X *) …………………………. (Tim Dosen.

Tidak Korosif (Anonim.1 oC e. Rumus Molekul : C2H4O2 b. Massa molar : 18. Berat Molekul : 60.049 g/cm3 c. Densitas : 1. Sangat Korosif terhadap besi (Anonim. Titik beku : 0oC f.2 Sifat Bahan 1.2013 “MSDS Water”) 3.2013 “MSDS Acetic Acid”) 2. pH = 2 d. Fase : liquid b. Warna : Tidak bewarna Sifat Kimia: a. Titik didih : 100oC Sifat Kimia: a. Rumus kimia : H2O b.05 g/mol c.0152 g/mol c. Fase : liquid b.998 g/cm3(cairan pada 20oC) e.6 oC d. Titik lebur : 16. LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR II. Titik didih : 118. Densitas : 0. Bau : tidak berbau c. Warna : Tidak bewarna / jernih d. Asam Asetat Sifat Fisika: a. Natrium Hidroksida Sifat Fisika: PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 9 . Bau : Menyengat f. Aquadest Sifat Fisika: a.

Massa molar : 318. Mudah larut dalam air d.Rumus kimia : C20H14O4 b. Massa molar : 39.277 g/cm3 (32oC) c. Fase : liquid b. Tidak korosif terhadap kaca (Anonim. Densitas : 2.1 g/cm3 c. Fase : padat b.9971 g/mol c. Warna : tidak bewarna d. Warna : putih Sifat Kimia: a. Titik lebur : 318oC (591 K) d.Densitas : 1. LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR a. pH netral e.32 g/mol c.2013 “MSDS Sodium Hydroxide”) 4.methanol.5 (Anonim. pH : 13. Indikator PP Sifat Fisika : a. diethyl ether Sifat Kimia: a. Mudah larut dalam air. Titik didih : 1390oC (1663K) e. Rumus molekul : NaOH b.2013 “MSDS Phenolphthalein”) PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 10 .

maka semakin besar pula harga relative volatilitynya. PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 11 . maka semakin besar destilat yang di hasilkan.3 Hipotesa Semakin besar konsentrasi asam asetat. LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR II.

kemudian dinginkan Titrasi dengan NaOH 1 N dan Indikator PP PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 12 . LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR II.4 Diagram Alir Buat campuran Air dan Asam Asetat (Konsentrasi tertentu) Masukkan ke dalam labu destilasi Panaskan sampai mendidih dan terbentuk destilat Ambil destilat dan residu.

Thermometer 2. Statif + Klem 4. Natrium Hidroksida 4. Buret 5.1 Bahan 1. Asam asetat 2. LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM III. Erlenmeyer 10. Pipet 3. Labu Ukur 9. Piknometer 7. Pengaduk 11. Indikator PP III. Aquadest 3. Gelas Ukur 8. Rangkaian Alat Destilasi 6.2 Alat 1.3 Gambar Alat Pikonometer Gelas Ukur Labu Ukur Erlenmeyer Pengaduk Kaca Arloji Thermometer Pipet PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 13 . Kaca Arloji III.

Alat Equilibrium Still Keterangan: 1. Thermometer 6. Labu Leher Tiga 7. Kompor Listrik 5. Gambar Rangkaian Alat 6 2 4 7 3 5 1 Gambar . Kondensor tegak 3.4. Kondensor Miring 4. Divider PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 14 . LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR Statif + Klem Buret III. Beaker Glass 2.

Ambil sample dari bagian atas (distilat) yang keluar melewati kondensor dan sample dari labu (residu) pada saat yang bersamaan sekitar 15 cc. Prosedur 1. PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 15 . 2. LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR III. biarkan dingin dan kemudian ambil 5 cc untuk penentuan konsentrasinya (titrasi dengan NaOH 1 N) 4. Labu distilasi diisi dengan larutan biner (air-asam asetat) pada konsentrasi tertentu. Panaskan larutan hingga mencapai titik didihnya dan terbentuk distilat. selanjutnya biarkan beberapa menit sampai keadaan steady (catat suhu dalam keadaan konstan ini) 3.5. Percobaan diulang dengan variasi konsentrasi umpan.

“MSDS Water”. Fania.blogspot. (http://fannialestari.co.” Sarana-Berbagi-Ilmu- Pemisahan-Campuran-Dengan-Metode-Destilasi.”pengertian destilasi dan macam macamnya”.1993. McCabe.html). “Kimia Analitik”. “MSDS Sodium Hydroxide”.com/msds/water).2013. “MSDS Acetic Acid”.co.”Unit Operation of Chemical Engineering”.2013.com/msds/phenolphthalein).58 WIB. (https://sciencelab.html).Di akses pada tanggal 8 September 2018 pukul 09.1967. W smith J.Surabaya: Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.New York: Mc. 2014. Matthew van.”Distillation”. (https://sciencelab.com/msds/sodium_hydroxide).id/2014/01/kimia-analitik-ii.id/2013/10/pengertian- destilasi-dan-macam-macam.blogspot.html). (https://sciencelab. PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II 16 . Diakses pada tanggal 8 September 2018 pukul 10:08 WIB Gustireza.Diakses pada tanggal 8 September 2018 pukul 09. Murni.54 WIB. 2017. 2013.Diakses pada tanggal 8 september 2018 pukul 09.59 WIB. 2017.”Equilibrium Still”. 2013. Diakses pada tanggal 8 September 2018 pukul 10:02 WIB Anonim. Winkle.blogspot.(https://murni. Tim Dosen. Graw Hill.” Sarana Berbagi Ilmu Pemisahan Campuran Dengan Metode Destilasi”.New York: Mc-Graw Hill. “MSDS Phenolphthalein”.co.id/2013/.2018. ((https://sciencelab.com/msds/acetic_acid).Diakses pada tanggal 8 September 2018 pukul 07:45 WIB Anonim. Lestari.(http://gustireza2906. LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II “EQUILIBRIUM STILL” UPN “VETERAN” JAWA TIMUR DAFTAR PUSTAKA Anonim.C and Harriot P. Diakses pada tanggal 8 September 2018 pukul 07:45 WIB Anonim.