You are on page 1of 12

A.

MENAATI SENDI-SENDI DASAR KOPERASI
Pengertian sendi-sendi dasar atau prinsip-prinsip koperasi adalah pedoman utama
yang menjiwai dan mendasari setiap gerak, langkah usaha dan kerjanya koperasi sebagai
organisasi ekonomi dari orang-orang yang terbatas kemampuan ekonominya. Arti dan
peran sendi-sendi dasar koperasi adalah sebagai berikut:
a. Sendi dasar koperasi sebagai pedoman untuk mencapai tujuan koperasi. Tujuan
koperasi adalah untuk menyenggarakan kebutuhan bersama sehingga tercapai
kesejahteraan.
b. Sendi dasar koperasi merupakan ciri khas koperasi yang membedakannya dengan
organisasi ekonomi lainnya dan membedakan watak koperasi dari badan-badan
lainnya yang bergerak di bidang ekonomi.
Sendi-sendi dasar koperasi di Indonesia menurut Undang-Undang No 12 Tahun 1967
Pasal 6 adalah sebagai berikut:
a. Sifat keanggotaan yang sukarela dan terbuka untuk setiap warga Negara Indonesia
Sifat sukarela pada keanggotaan koperasi dilihat dari setiap orang yang masuk
menjadi anggota koperasi haruslah berdasarkan kesadaran dan keyakinan sendiri
untuk turut berperan aktif didalamnya tanpa ajakan atau paksaan apapun. Sedangkan
sifat terbuka memiliki arti bahwa koperasi tidak boleh membuat batasan-batasan yang
mengakibatkan diskriminasi sosial, poltik, ekonomi, agama, ataupun suku bangsa,
dengan kata lain keanggotaannya tidak boleh dihalang-halangi untuk masuk dan
keluar sebagai anggota koperasi.
b. Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi seebagai pencerminan demokrasi
dalam koperasi
Anggota koperasi merupakan pemilik seluruh usaha koperasi, koperasi dikelola secara
demokrasi dan bersama-sama. Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam
organisasi koperasi yang benar-benar mewakili kehendak dan keinginan anggotanya
secara perorangan, sehingga setiap anggota mempunyai hak suara yang sama dalam
pengambilan keputusan, sementara anggota yang tidak hadir tidak dapat diwakilkan
suaranya.
c. Pembagian Sisa Hasil Usaha di atur menurut jasa masing-masing anggota
Pembagian Sisa Hasil Usaha dilakukan tidak berdasarkan modal yang dimiliki
seseorang dalam koperasi tetapi berdasarkan pertimbangan jasa atau usaha dan
kegiatannya dalam berjalannya koperasi tersebut.

1

Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya Sendi dasar koperasi ini mencerminkan watak sosial dari koperasi. koperasi jasa angkutan. Swadaya. sendi ini merupakan pengawasan terhadap jalannya usaha koperasi dengan dibentuknya badan pemeriksaan. dan sebagainya. Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka Koperasi sebagai perkumpulan orang-orang yang bergerak dalam sebuah organisasi ekonomi harus terbuka terutama untuk para anggotanya. f. cadangan (sisa hasil usaha yang tidak dibagikan namun disimpan untuk cadangan). artinya pokok usahanya berupa organisasi ekonomi yang menggunakan prinsip-prinsip ekonomi dan mengutamakan efisiensi. wajib. Dengan demikian. Di Indonesia usaha koperasi dikembangkan berdasarkan multi fungsi dan multi komoditi seperti KUD. Dalam menghitung Sisa Hasil Usaha masing-masing anggota digunakan rumus: B = (JP : TP ) X SHU Keterangan : B = Bunga yang diberikan kepada anggota JP = Jumlah pembelian anggota TP = Total penjualan koperasi SHU = Sisa Hasil Usaha d. koperasi simpan pinjam. hasil penyusutan (sisa hasil usaha yang digunakan untuk menutupi kebutuhan modal usahanya). Modal koperasi dapat dibentuk melalui simpanan-simpanan dari anggota (simpanan pokok. dan sukarela). dilakukan juga pembinaan oleh dan untuk para anggota koperasi tersebut. karena tujuan utama dari koperasi adalah untuk mensejahterakan dan menyelenggarakan kepentingan bersama dari para anggotanya. g. dan Swasembada sebagai pencerminan dari prinsip percaya diri sendiri 2 . Swakerta. selain itu dilakukan kontrol dengan menyediakan kotak saran. Sendi ini tercermin dari adanya laporan pengurus koperasi sejak terbentuknya koperasi dan adanya diskusi antar anggota tentang jalannya usaha koperasi. e. Adanya pembatasan bunga atas modal Sebagaimana diketahui bahwa koperasi adalah organisasi orang-orang bukan kumpulan modal maka jasa yang diberikan terhadap modal harus dibatasi.

1. yaitu: a) Swadaya berasal dari kata swa = milik sendiri dan daya = sesuatu yang harus dikerjakan. jadi swakerta adalah mengerjakan atau membuat sendiri. Bersifat lebih aktif dan agresif. yaitu menetapkan standar. mengukur penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. b) Swakerta dari kata swa = milik sendiri dan kerta = sesuatu yang telah dikerjakan. Dalam praktek sehari-hari tercermin pada simpanan yang diadakan khusus bagi anggotanya. kemudian mengambil tindakan koreksi apabila diperlukan. Sendi Swasembada yaitu dasar bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhan anggota dan lingkungan sekitar dengan asas gotong royong dan kekeluargaan. membandingkan kegiatan yang dilaksanakan dengan standar yang sudah ditetapkan. Pengawasan Pendahuluan (feed forward control) Pengawasan ini juga sering disebut steering controls. Proses pengawasan dapat dilakukan dengan melalui beberapa tahap. dimana dalam menjalankan kegiatannya harus berusaha atas dasar kekuatan sendiri (swadaya). TIPE-TIPE PENGAWASAN KOPERASI Pengawasan adalah suatu usaha sistematik untuk membuat semua kegiatan koperasi sesuai dengan rencana. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh anggota organisasi dapat dikurangi. B. 2. dikenal ada tiga tipe pengawasan yaitu. Berdasarkan waktu melakukan pengawasan. Ada beberapa alasan yang dapatdiberikan mengapa hampir setiap koperasi menghendaki adanya proses pengawasan yang baik. Koperasi harus bisa memproduksi sendiri barang yang diperjualbelikan (swakerta) misalnya. Koperasi yang besarakan lebih mudah dikendalikan. Taat pada sendi koperasi ini tercermin didalam sendi dasar keanggotaannya. 3. dengan mendektesi masalah-masalah dan mengambil 3 . dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari standar atau tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan. Alasan-alasan tersebut antara lain: 1. koperasi konsumsi menghasilkan barang sendiri yang dibutuhkan anggotanya yang nantinya akan digunakan oleh anggota koperasi itu sendiri. Setiap kegiatan koperasi mendasarkan diri pada prinsip dasar ini. jadi swadaya adalah kekuatan atau usaha sendiri. Para pemimpin koperasi dapat lebih cepat mengantisipasi perubahan lingkungan. c) Swasembada berarti mencukupi dengan kemampuan sendiri. Setiap koperasi mengadakan pengawasan dengan tujuan agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan.

atau syarat tertentu harus terpenuhi dulu sebelum kegiatan-kegiatan bisa dilanjutkan. Inspeksi teratur dilakukan secara periodic dengan mengamati kegiatan atau produk yang dapat diobservasi. dan penemuan-penemuan diterapkan untuk kegiatan serupa dimasa yang akan datang. Pengawasan Kegiatan(concurrent control) Pengawasan ini sering disebut pula pengawasan “Ya-Tidak”. Tipe ini merupakan proses dimana suatu aspek tertentu dari prosedur harus disetujui dulu. Metode-metode yang sering digunakan adalah: a. 2. Sebab-sebab penyimpangan dari rencana atau standar ditentukan. mengukur hasil- hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan. Inspeksi teratur dan langsung. Pengamatan ditujukan untuk mengendalikan kegiatan atau produk yang dapat diobservasi. Pengawasan kualitatif dilakukan oleh manajer untuk menjaga performance organisasi secara keseluruhan. Metode pengawasan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan data. C. Pengawasan ini akan lebih efektif bila pemimpin dapat menemukan informasi yang akurat dan tepat pada waktunya tentang perubahan-perubahan dalam lingkungan atau tentang perkembangan terhadap tujuan yang diinginkan. Screening control atau “berhenti-terus”. 3. METODE PENGAWASAN KOPERASI Secara garis besar pengawasan dapat dibagi menjadi dua. pengukuran dilakukan setelah kegiatan terjadi. yaitu metode pengawasan kualitatif dan metode pengawasan kuantitatif. Adapun metode-metode pengawasan bisa dikelompokkan ke dalam dua bagian yakni: 1. biasanya digunakan untuk mengawasi kuantitas maupun kualitas produk. Pengawasan ini bersifat historis. juga dikenal sebagai past-action controls. dilakukan selama suatu kegiatan berlangsung. Pengawasan Kualitatif Pengawasan kualitatif tidak melibatkan angka-angka dan dapat digunakan untuk mengawasi prestasi organisasi secara keseluruhan. Pengawasan Umpan Balik (feedback control) Pengawasan umpan balik. sikap serta performance karyawan. Pengamatan (pengendalian dengan observasi). 4 . tindakan yang diperlukan sebelum suatu masalah terjadi. b. atau menjadi semacam peralatan “double-check” yang lebih menjamin ketepatan pelaksanaan suatu kegiatan.

Analisis Rasio Menyankut dua jenis perbandingan : 1) Membandingkan rasio saat ini dengan rasio-rasio dimasa lalu. d. anggaran penjualan. Dilakukan dengan memperhatikan perbedaan yang signifikan antara rencana dan realisasi. 2. b. Audit 1) Internal audit. tujuannya adalah membantu semua anggota manajemen dalam melaksanakan tanggung jawab mereka dengan cara mengajukan analisis. Anggaran 1) Anggaran operasi. Beberapa metode yang dapat dipakai dalam pengawasan kuantitatif : a. rekomendasi dan komentar mengenai kegiatan mereka. Management by Exception (MBE). Pengawasan Kuantitatif Pengawasan kuantitatif melibatkan angka-angka untuk menilai suatu prestasi. zero-base budgeting ( ZBB ). Evaluasi pelaksanaan. Cara ini dapat menjadi alat pengendalian karena masalah yang mungkin ada dapat didiagnosis dan dipecahkan bersama. penilaian. f. anggaran kas. bud getting system (PBS). Teknik tersebut didasarkan pada prinsip pengecualian. 2) Eksternal audit. seperti anggaran pembelanjaan modal. tujuannya menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar keadaan keuangan dan hasil perusahaan. 2) Membandingkan rasio-rasio suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis. d. e. Prinsip tersebut mengatakan bahwa bawahan mengerjakan semua kegiatan rutin. 5 . c. sementara manajer hanya mengerjakan kegiatan tidak rutin. dan human resource accounting (HRA). Laporan lisan dan tertulis. seperti planning programming. c. Analisa Break-Even Menganalisa dan menggambarkan hubungan biaya dan penghasilan untuk menentukan pada volume berapa agar biaya total sehingga tidak mengalami laba atau rugi. Diskusi antara manajer dengan bawahan tentang pelaksanaan suatu kegiatan. 2) Anggaran khusus. Laporan lisan dan tertulis dapat menyajikan informasi yang dibutuhkan dengan cepat disertai dengan feed-back dari bawahan dengan relatif lebih cepat.

akan tetap menjadi kunci keberhasilan dalam praktek koperasi. Dengan menyatukan manajemen Koperasi sebagai bagian dari koperasi dan sebagai representasi prinsip-prinsip penting koperasi itu sendiri. serta menilai kinerja manajemen dalam koperasi “. memformulasikan bahwa manajemen koperasi diselenggarakan oleh orang-orang yang bertanggung jawab untuk mengelola koperasi. Manajemen koperasi adalah kegiatan professional yang dilakukan koperasi untuk membantu seluruh keanggotaan koperasi di dalam mencapai tujuannya. Konsep Manajemen Koperasi Manajemen koperasi tidak didasarkan pada pemaksaan wewenang. kita dapat mengembangkan manajemen dan demokrasi di dalam koperasi sebagaimana dinyatakan Peter Davis. sebagai berikut: “pengembangan prinsip-prinsip manajemen koperasi. akan membuat perusahaan koperasi harus dikelola secara professional dan kooperatif sedemikian rupa sehingga keterlibatan anggota dan demokrasi. Hanya saja nilai-nilai dan tujuan yang harus diperjuangkan metode itulah yang membuat manajemen koperasi unik dan berbeda dari manajemen lainnya. Fungsi utamanya adalah mengupayakan kepemimpinan koperasi bagi anggota dan pengurus terpilih di dalam pengembangan kebijakan dan strategi yang akan memberdayakan koperasi dalam mewujudkan cita-cita atau tujuannya. Mereka ini mengerahkan segala kemampuan kepemimpinannya dan memilih kebijakan untuk mengembangkan koperasi berdasarkan hasil latihan professional perkoperasian. pengorganisasian. dan pengendalian sumber daya yang dimiliki oleh koperasi untuk mencapai tujuan koperasi yaitu meningkatkan kesejahteraan berdasarkan nilai dan prinsip-prinsip koperasi. Dengan memiliki prinsip-prinsip manajemen koperasi kita juga meletakkan dasar sebagai criteria untuk menilai pelatihan-pelatihan manajemen koperasi. Para manajer professional koperasi menggunakan metode yang sama seperti manajemen pada umumnya. nilai-nilai dan kekayaannya. melainkan melalui keterlibatan dan partisipasi. 1999. MANAJEMEN KOPERASI Manajemen koperasi pada hakekatnya adalah penerapan ilmu manajemen di koperasi dimana orang-orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab melaksanakan proses perencanaan.D. Pengertian Manajemen Koperasi Menurut Peter Davis Peter Davis. 6 .

Pengurus meminta manajer menyusun garis besar program operasional. d. Pengurus bersama manajer menyusun rencana strategis dan taktis baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. selanjutnya dibahas bersama dengan pengurus dan pengawas. Bagi suatu koperasi yang kecil dan sederhana pengurus merangkap menjadi manajer. Pengurus membuat rencana penerimaan dan belanja koperasi (RAPBK). e. Adapun langkah-langkah proses perencanaan yang dapat dilakukan oleh pengurus dan manajer koperasi. Seseorang menjadi manajer atas penunjukan oleh pengurus koperasi. Rencana merupakan pedoman yang harus dikerjakan berisi tujuan yang hendak dicapai dengan cara dan tindakan yang akan dijalankan meliputi tenaga manusia. Merencanakan adalah memikirkan. modal kerja. dibuatlah kebijakan sebagai pedoman seluruh pelaksanaan. Peran manajer lebih penting bila volume usaha. koperasi memerlukan tenaga manajer untuk menjalankan usahanya. b. tanpa mengabaikan struktur keuangan yang ada. diantaranya: a. alat-alat. Manajer juga membuat anggaran untuk mencapai hasil yang dikehendaki. bagaimana mengerjakan. Secara bersama menetapkan kebijakan personalia. Rencana yang telah disusun dan RAPBK disampaikan dalam rapat anggota untuk dibahas dan mendapatkan pengesahan 7 . fasilitas dan kebijaksanaan. dan oleh siapa untuk mencapai tujuan tersebut. dan tingkat kegiatan suatu koperasi besar. menimbang. Beberapa hal itulah yang menjadi pertimbangan perlu atau tidaknya koperasi memiliki manajer. dan menentukan apa yang akan dikerjakan. Manajer dalam fungsi manajemen adalah melakukan : 1. memutuskan. Berdasarkan rencana yang ada. Perencanaan (Planning) Perencanaaan meliputi perencanaan jangka panjang dalam garis besar dan rencana jangka pendek secara terperinci.Tugas dan Peran Manajer dalam Koperasi Pada dasarnya. karyawan usaha keuangan dan anggota guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ia mengemban tugas menangani bidang usaha yang dimiliki oleh koperasi dan ia harus bertanggungjawab kepada pengurus. c.

Demikian pula manajer koperasi perlu memberikan bimbingan kepada para karyawan tentang bagaimana mereka harus menjalankan tugasnya. yang terdiri dari: a) kompetensi dari pengurus. Pendelegasian wewengan (delegation of authority) 4. penilaian atas suatu kondisi bisa dilakukan : gagal atau berhasil. pengurus dapat mendelegasikan wewenang tertentu kepada manajer dan manajer memerintah kepada para karyawan. Untuk melaksanakan tujuan itu. wewenang. b) kompetensi dari bawahan (staff). d) teknologi yang digunakan dalam organisasi d. 5. Pengarahan (Directing) Para pengurus memberikan arahan mengenai bagaimana tugas harus dilaksanakan beserta segala konsekuensinya kepada yang diserahi tugas. Berkaitan dengan pengorganisasian ini tujuan harus dipahami. yaitu: a.. Dengan mengetahuinya. 8 . Pengkoordinasian (Coordinating) Mengkoordinasikan merupakan kegiatan untuk menyelaraskan semua bagian dalam koperasi sebagai suatu bentuk organisasi yang solid. dan kekuasaan untuk melaksanakan rencana yang dibuat. Faktor Penting dalam Proses Pengorganisasian di Koperasi. Pembagian tugas (division of work) b. kemudian menyerahkan pelaksanaannya kepada seksi dan bagian yang bersangkutan dalam koperasi. upaya membetulkan merupakan langkah yang harus dilakukan. tanggung jawab. sesudah itu semua kegiatan yang menunjang pencapaian harus dipikirkan. dan cara. Karena itu toolak ukur atau standar yang harus ditetapkan. Sejaik awal koordinasi ini harus dijalankan agar antara satu bagian dengan bagian lainnya berjalan secara harmonis. c) derajat variasi pekerjaan. pengawas dan pengelola.2. Pengorganisasian (Organizing) Meliputi pembagian tugas. Rentan manajemen/kendali (span of control). Departementasi c. Apabila terdapat penyimpangan. Pengendalian (Controlling) Kegiatan ini merupakan upaya untuk menjaga agar segala rencana dan sasaran yang telah digariskan berjalan sesuai dengan yang seharusnya. 3. sumber daya. Keselarasan dapat dicapai dengan koordinasi semua bagian dalam organisasi koperasi yang meliputi kesatuan tujuan. Pekerjaan harus diatur sedemikian rupa sehingga dari atasan hingga bawahan melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan.

25/1992 b. Peraturan Pemerintah. d. Perangkat Hukum Eksternal a. c. UU No. Perda yang dihubungkan dengan koperasi 9 . Inpres. Struktur Organisasi Koperasi Gambar 3. Keputusan menteri.1 Struktur Internal Organisasi Koperasi Gambar 3.2 Struktur Eksternal Organisasi Koperasi Perangkat Hukum Koperasi 1.

serta pemberhentian pengurus dan pengawas d. Anggaran dasar koperasi b. peleburan. pengangkatan. Ketentuan mengenai pembagian SHU 9. Kebijakan umum bidang organisasi. Ketentuan mengenai pengelolaan 7. Anggaran rumah tangga Pihak manajemen dapat melakukan penyesuaian sedemikian rupa sesuai dengan keputusan rapat anggota Hal-hal yang penting diatur dalam AD/ART 1. Pengesahan/penolakan laporan pertanggung jawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya g. bertugas: a. Mengelola koperasi dan usahanya. Ketentuan mengenai keanggotaan 5. c. Anggaran dasar b. b. 10 . Menyelenggarakan rapat anggota. manajemen dan usaha koperasi c. 2. Daftar nama pendiri 2. Perangkat Hukum Internal a. Rapat Anggota. Nama dan tempat kedudukan koperasi 3. Rencana kerja anggaran pendapatan dan belanja e. Pengurus. Pembagian SHU h. Pihak manajemen koperasi tidak dapat menghindar dari ketentuan perundangan yang berlaku. Ketentuan mengenai rapat anggota 6. Ketentuan mengenai sanksi Perangkat Organisasi Koperasi 1. Mengajukan rancangan kerja dan RAPBK. Maksud dan tujuan serta bidang usaha koperasi 4. pembagian dan pembubaran koperasi 2. Pengesahan/penolakan laporan keuangan f. Ketentuan mengenai permodalan 8. Penggabungan. Pemilihan. menetapkan: a. melainkan harus dijadikan factor pendorong bagi pengembangan koperasi.

Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi. Wewenang pengurus yaitu mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan. Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ke-3. mengangkat pengelola (manajer yang diberiwewenang dan kuasa untuk mengelola usaha). Memelihara daftar buku anggota dan pengurus f. 3. Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya. Wewenang pengawas yaitu meneliti catatan yang ada di koperasi dan mendapat segala keterangan yang diperlukan. c. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota dan masa jabatan paling lama 5 tahun. d. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung-jawaban pelaksanaan tugas. e. memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota. Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota dan pengawas bertanggung jawab terhadap rapat anggota. b. bertugas: a. dan melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan koperasi. d. Pengawas. 11 .

Pandji dan Sudantoko.blogspot. dan Usaha Kecil. Jakarta http://daiwanalbantani-daiwan. DAFTAR PUSTAKA Anoraga. PT Rineka Cipta. H.id/2012/12/dasar-dan-metode-pengawasan. Djoko (2002).html.co. Koperasi. diakses tanggal 11 April 2018 12 . Kewirausahaan.